[Sinopsis] All For You Episode 4

Episode 4 : Fire Play

-Juli 2012, Seoul-
 Yoon Jae ingin memesan minuman ketika Shi Won menyuruhnya memukul punggungnya karena ia sedang kelelahan. Yoon Jae memukul hanya dengan satu tangan sehingga Shi Won menyuruhnya memukul dengan 2 tangan. Sementara itu yang lain sedang membicarakan siapa yang pantas mendapatkan Daesang Award. Joon Hee berkata pemenangnya tak akan melakukan apapun makanya mereka harus memilih yang terlihat menarik. Yoo Jung setuju dan ia mencalonkan Kim Soo Hyun. Shi Won tak setuju karena Kim Soo Hyun terlalu muda dan ia mencalonkan Han Seok Gyu yang bermain dalam drama A Tree With Deep Roots. Mendengar pembicaraan mereka mengenai Han Seok Gyu, Yoon Jae mengingat kenangan di tahun 1997.
Narasi Yoon Jae : "Bahkan 15 tahun lalu, Han Seok Gyu berada disamping kita".

-Sepetember 1997, Busan-
Joon Hee dan Shi Won sedang nonton di bioskop. Film The Contact yang dibintangi oleh Han Seok Gyu dan Jeon Do Yeon. Shi Won sangat serius menonton, ia bergumam, semoga happy ending. Aku mohon, semoga akhirnya bahagia.

Setelah movie selesai, Shi Won masih terpesona dengan Han Seok Gyu dan mengatakan betapa tampannya Han seok Gyu. Shi Won berkata kalau Jeon Do Yeon perannya cukup lumayan. Tapi Joon Hee yakin Do yeon akan mendapatkan banyak penghargaan karena movie itu. Shi Won mengatakan kalau pria Seoul seperti Seok Gyu yang hangat dan tampan tak bisa dibandingkan dengan pria Busan yang dingin dan pelit seperti Yoon Jae. Sangat berbeda.
Joon Hee tersenyum dan berkomentar : Kau tahu, tiap kali kau membicarakan Yoon Jae, pasti akhirnya kau menghinanya.
Shi Won : Benarkah?

-Di jam yang sama, Seoul-
Tae Woong sedang berjalan di sebuah jalanan Seoul saat ia melewati penjual kaset dan mendengar sebuah lagu. Lagu itu adalah OSt The Contact, A Lover's Concerto. Ia berhenti dan melihat kaset OST The Contact di kumpulan kaset penjual jalanan itu. Ia lalu teringat sebua kenangan.

-Flashback, 1991-
Tae Woong sedang bersama seorang gadis (dimainkan oleh Kim Ye Won). Mereka mendengar sebuah lagu dari earphone dan gadis itu mengatakan lagu tersebut seperti sebuah pengakuan. Sepertinya gadis itu adalah siswa SMA dan aku menebak Tae Woong menjadi guru privat-nya. Gadis itu bertanya-tanya siapa orang yang akan menulis lagu seperti itu untuknya dan Tae Woong menghentikan fantasi gadis itu lalu menyuruhnya untuk belajar agar bisa masuk Universitas.
Tapi kemudian sang gadis berkata : Oppa, Marry To Me.
Dia beberapa kali mengatakannya. Awalnya Tae Woong diam saja, tapi kemudian ia memukul kepala sang gadis dan berkata : Bukan, marry to me tapi marry me.
Sang Gadis masih terus memintanya menikah dengan mengatakan kalau Tae Woong menikahinya maka Tae Woong akan beruntung, ai punya body yang bagus. Tae Woong kembali memukulnya dengan pensil. Sang Gadis kesal dan mengambil pensil itu untuk mengerjakan soal. Sejenak Tae Woong masih memandangi gadis itu, tapi kemudian snag gadis berkata lagi :menikahlah denganku. Tae Woong kemudian memukul kepalanya lagi.

Kembali ke masa kini, Tae Woong masih di depan penjual kaset tadi. Ya, sepertinya Tae Woong menyukai gadis itu. Ia mendekati penjual dan minta dicarikan kaset untuk anak SMA. Penjual mencarikan dan sedikit bercanda apa Tae Woong punya rokok. Tae Woong mengeluarkan rokoknya dan pematiknya juga. Ia mengatakan ia membeli kaset itu untuk adiknya.

Kembali ke tahun 1991, Tae Woong mengajari gadis itu lagi. Kali ini Tae Woong memakai semacam lipstik, Gadis itu merebutnya dan memintanya, ia langsung memasukkannya ke dalam tas. Semua yang tae Woong Sentuh di ambil olehnya, sweater yang masih dipakai Tae Woong dan bahkan bantal duduk dimana Tae Woong masih duduk di atasnya. HAHHAH.

Mereka melihat papan kelulusan universitas dan gadis itu senang karena ia lulus. Ia mengatakan lagi : Oppa, menikahlan denganku.
Lalu tiba-tiba gadis itu menciumnya dan membuat Tae Woong terkejut. Gadis itu tersenyum dan memeluknya. Tae Woong tak menolaknya, ia juga membalas pelukan gadis itu saat gadis itu berkata : marry to me.
Tae Woong malah mengoreksi kata-katanya lagi.

-Kembali ke September 1997, Busan-
Keluarga Sung sedang makan malam saat Shi Won baru tiba di rumah. Yoon Jae juga ada disana dan bertanya kemana saja shi Won dan kenapa baru pulang.
Shi Won menjawab ia pergi nonton Film The Contact di bioskop. Yoon Jae terkejut karena mereka sudah berjanji akan menontonnya bersama minggu depan.
Yoon Jae tanya apa Shi Won pergi sendiri dan Shi Won menjawab dengan Joon Hee. Yoon Jae terkejut, hanya kalian berdua?

Ibu tersenyum dan bertanya apa Shi Won berkencan. Ayah sepertinya tidak suka dan berkata Putriku ada ditempat terakhir di sekolah dan berkencan juga... Kau adalah orang tersibuk di Busan. Shi Won menjawab Joon Hee hanya teman saja. Tapi ibu berkata antara pria dan wanita tak ada yang namanya persahabatan. Shi Won mengatakan tentu saja ada sambil melihat ke arah Yoon Jae. Yoon Jae melihat Shi Won dengan tatapan sedih.

Ibu sepertinya menyukai kalau Shi Won bersama Joon Hee karean Joon Hee pintar dan bijaksana, ia bahkan mendesak Shi Won menikah dengan Joon Hee. Dan kalian akan melihat wajah Yoon Jae yang sedih, ia menunduk. Sepertinya ia kehilangan selera makan. Shi Won selesai makan dan ia pergi ke kamarnya. Ibu minta pendapat pada Yoon Jae mengenai itu sambil minta Yoon Jae menuangkan minuman ke cangkirnya. Mood Yoon Jae benar-benar buruk, ia bahkan salah menuangkan, ia menuangkan kecap ke cangkir ibu. Hehehhe.

Shi Won duduk di depan meja belajarnya untuk chatting. Tapi Shi Won kewalahan masuk ke ID-nya. Ia mencoba Id 'Lady 2' tapi gagal. Ia juga mencoba Id Lady 3 dan gagal lagi. Sampai akhirnya Id Lady 65342 dan akhirnya ia bisa masuk. OMO!! Banyak banged ID gadis ini, hahah.

Shi Won chat dengan ID 'Happy End 12186' dan mereka mulai berkenalan, Umur, jenis kelamin, lokasi dan Shi Won menemukan kalau teman chattingnya itu adalah mahasiswa laki-laki yang tinggal di Seoul dan merupakan bagian dari ROTC. Shi Won kelihatannya menikamti Chattingnya dengan pria Seoul itu.
Happy End 12186 bertanya apakah Shi Won punya perahu, makan ikan segar tiap hari atau mengenal teman masa kecilnya yang tinggal di Busan. Shi Won sedikit kesal dan menulis : Hanya karena kau tinggak di Busan, bukan berarti kau mampunyai perahu dan makan ikan segar setiap hari atau tahu semua orang di sini.

Shi Won kesal dengan pemilik Id itu, ia mengatakan kalau ibunya akan menelpon maka ia harus mematikan komputernya (FYI : Pada masa itu komputer dan telpon tak bisa digunakan bersama-sama. Setiap kali telpon berdering, maka komputer harus dimatikan. Wah..).

-28 September 1997-
Hari itu ada pertandingan sepak bola, Korea vs jepang yang akan menentukan siapa yang akan masuk Piala Dunia FiFa 1998. Yoon Jae dan Ayah sedang menunggu pertandingan dimulai, Ayah bertanya pada istrinya apakah ayam goreng sudah dipesan. Shi Won yang ditugaskan untuk memesan benar-benar lupa akan hal itu. Ia bersama Yoo Jung di kamar membaca majalan yang ada HOT-nya. Ia bertanya apa yang harus ia lakukan.
Yoo Jung berkata jika mereka memesan ayamnya sekarang maka itu tak akan tiba sampai piala dunia selanjutnya, karena toko ayam pasti kebanjiran pesanan. Shi Won benar-benar khawatir akan hal itu, ia takut ayahnya akan mengamuk.

Shi Won jujur dan mengatakan bahwa ia lupa memesannya. Namun dari cara bicaranya ia tak menunjukkan rasa penyesalan. Ia minta maaf pada ibu yang sedang membuat salad untuk ayam goreng, pada ayah yang menunda makan siangnya untuk menikmati ayam gorenga dan pada Yoon Jae menunggu ayam goreng. Shi Won : Aku minta maaf sepenuh hati dan berjanji tak akan mengulanginya lagi. AKu benar-benar menyesal. Ia kemudian menutup pintu kamarnya.

Ayah mengelengkan kepalanya melihat bagaimana puterinya dengan mudahnya dan tidak tahu malu atas kesalahannya. Dia memuji 'Fair Play'nya.

Shi Won kembali ke tempat tidurnya dan berkata pada Yoo Jung kalau metode ini pasti akan berhasil, karena mengatakan kebenaran ketika mereka mengharapkan sebuah kebohongan dan mereka lengah sehingga akan membuat mereka terkejut dan tak dapat berkata apa-apa.

Shi Won dan Yoo Jung kembali membuka majalahnya. Minggu kemarin adalah Kang Ta, maka harusnya minggu ini adalah Tony an. Namun mereka terkejut melihat Yangpa ada dimajalah itu lagi. Yoo Jung khawatir kalau Yangpa mencoba menggoda oppa mereka. Seandainya ia tinggal di Seoul, bukan di Busan, ia pasti akan segera dijemput oleh perusahaan itu (?).
Shi Won juga menceritakan tentang pengalaman buruknya chatting dengan Happy End 12186 yang melihat Busan sebagai sebuah kota yang buruk.

Satu per satu teman Shi Won datang. Pertama Hak Chan. Ayah awalnya bingung lalu Yoon Jae mengatakan dia Hak Chan, teman satu sekolahnya. Hak Chan orang yang sopan, ayah menyukainya. Lalu Joon Hee datang. Ayah kembali memandang Yoon Jae. Yoon Jae mengatakan dia Joon Hee, pria yang tampan. Ayah mengerti, orang amerika yang wajahnya mirip wanita, HAHH. Yang paling tak sopan, Sung Jae datang. Ia mengoceh dan langsung duduk di dekat ayah membuat ayah bingung. Ayah memandang Yoon Jae lagi, dan ayah sudah tahu itu Bang Sung Jae, yang tak bisa diam saat menonton pertandingan sepak bola. Ayah awalnya memuji namun akhirnya ia menyuruh Sung Jae untuk diam.

Joon Hee si anak baik sedang membantu ibu di dapur membuat salad. Harusnya mereka makan itu dengan ayam, tapi karena Shi Won lupa mereka hanya akan makan salad saja. Ibu lalu mengupas buah apel. Joon Hee bertanya apakah ibu memakai masker karena kulit ibu benar-benar bersinar. Joon hee mengatakan kalau ibu terlihat seperti wanita 20 tahunan. Ibu senang karena Joon Hee memujinya. Ia membandingkan dengan ayah yang tak pernah memujinya membuat ayah kesal. Ibu juga mengatakan Shi Won memang membutuhkan pria seperti Joon Hee dan membuat Yoon Jae kesal. Hhehehehehe.

Yoo Jung dan Shi Won ada di depan komputer ketika Joon Hee masuk. Shi Won segera menyuruh Joon Hee mendekat. Yoo Jung dan Shi Won telah mendapat pesan dari Happy 12186, permintaan maaf karena telah bersikap kasar dan meminta Shi Won bertemu di chat room pada pukul 2 siang.

Ketiganya merasa senang karena mungkin Shi Won akan kencan dengan pria Seoul. Joon Hee meletakkan kedua tangannya di pipi Shi Won dan menyuruh Shi Won melakukannya dengan baik, saat Yoon Jae masuk dan melihat semuanya. Ia terlihat cemburu. Yoon Jae mengatakn sesuatu tentang jika terlalu lama di depan komputer, Sperma akan mati dan akan kesulitan melahirkan.  Ia menyuruh mereka untuk cepat keluar. Yoo Jung keluar duluan. Lalu Yoon Jae dengan muka marah keluar dari kamar.
Setelah Yoon Jae keluar, Shi Won memandang Joon Hee : Kau masih menyukainya?

Shi Won dan Joon Hee masih chatting. Happy End 12186 meminta maaf lagi dan menjelaskan ia adalah mahasiswa di ROTC. Joon Hee mengatakan impian Shi Won adalah kencan dengan pria berseragam dan Shi Won tersenyum.

Yoon Jae, Hak Chan, Yoo Jung dan ayah ada di depan TV menyaksikan pertandingan yang baru berlangsung. Yoo Jung dengan manisnya bertanya pada Yoon Jae mengenai istilah-istilah sepak bola yang dijawab Yoon Jae dengan acuh tak acuh. Yoo Jung juga mengatakan tentang Shi Won yang berkenalan dengan mahasiswa ROTC sehingga membuat Yoon Jae cemburu lagi. Ia juga penasaran kenapa Shi Won dan Joon Hee belum keluar dari kamar.
Sung Jae kemudian datang dan berkata kalau ia akan diam selama pertandingan.

Shi Won masih chat dengan Happy End 12186 yang mengatakan ingin mendengar suara Shi Won. Shi Won bertanya pada Joon Hee apa tidak terlalu cepat memberikan nomor telponnya? Joon Hee mengatakan berikan saja. Jadi Shi Won memberikan nomor telponnya.

Pertandingan dimulai dan ayah mulai ribut. Ia memuji pemain korea yang bermain baik dan mengajak Sung Jae bicara. Tapi Sung Jae takut nanti ayah akan menghukumnya kalau ia bicara.
Mereka membicarakan salah seorang pemain Busan yang tampan. Ayah memang lebih mood bersama Hak Chan. Heehehehe.

Sementara itu Tae Woong sedang berjalan bersama teman satu universitasnya. Temannya mengatakan padanya untuk melupakan masa lalu dan segera menikah lalu pindah ke Seoul, bukannya malah membusuk di Busan selama bertahun-tahun. Tae Woong hanya tersenyum. Ia mengatakan ia akan melakukannya setelah ia mengirim Yoon Jae ke Universitas. Langkahnya terhenti melihat seorang pelukis jalanan yang melukis wajah pasangan dan kenangannya kembali ke masa lalu.

-Juni 1992, Busan-
Tae Woong dan gadis itu, yang sekarang menjadi pacarnya sedang dilukis oleh pelukis jalanan. Mereka membicarakan siapa yang akan mengambil yang asli dan gadis itu mengatakan ia senang kalau orang lain mengambil yang asli. Jika begitu aku akan mengambil yang asli dan memberikanmu copy-annya. Gadis itu senang dan memberikan Tae Woong Ciuman di pipi.

Setelah gambarnya selesai, Tae Woong meminjam pensil pada pelukis. Ia lalu memperlihatkan lukisan itu pada sang gadis dan ada tulisan di atasnya : Song Joo, Marry To Me. Song Joo tersenyum dan mengatakan kalau tulisannya salah, harusnya Marry Me. Ia sangat senang pada akhirnya perasaanya tersambut.
(So Sweet!!! Aku suka pasangan ini).

-September 1997, Busan-
Masih memnonton pertandingan, Yoon Jae merasa gelisah dan akhirnya ia berteriak pada Shi Won agar segera keluar, pertandingannya sudah di mulai. Joon Hee dan Shi Won keluar saat Ibu membawa ember besar berisi Salad dan membagikan ke semuanya. Yoo Jung mengambil pertama dan memberikannya ke Yoon Jae. Ibu menanyakan masalah Sung Jae dan ayah menjawab Sung Jae sedang di hukum. Ibu lalu melihat ke arah Yoon Jae dan langsung berteriak, Yoon Yoon Jae! Berhenti memilih ketimun!
Yoon Jae langsung makan mentimunnya dan memberikan piringnya pada Shi Won. Shi Won masih menunggu telpon. Joon Hee dan Yoo Jung masih bertanya-tanya apa Happy End 12186 benar akan menelpon. Yoon Jae kesal melihat Joon Hee dan Shi Won, ia minta Joon Hee menggeser kepalanya karena ia tak bisa melihat TV-nya. Joon Hee dan Yoo Jung bergeser ke Arah Hak Chan.

Yoo Jung bertanya, bagaimana sekarang?
Shi Won kesal dan memukul tangan Yoon Jae. Dan mereka bertengkar. Yoo Jung  memutuskan naik ke atas sofa saja, disamping Yoon Jae. Ayah kesal karena mereka ribut dan ia marah. Tapi kemudian ia tersenyum ke arah ibu. HAHAHHH.

Waktu berlalu. Yoon Jae duduk sambil melingkarkan tangannya di leher Joon Hee. Sementara Yoo Jung memainkan tangannya di kepala Hak Chan. Wkwkkwwkkww.
Mereka serius menonton pertandingan, kecuali Joon Hee yang merasa tak tenang. Aku jamin dia deg-degan setengan mati.^^ Ia terus melirik ke arah Yoon Jae. Dan ternyata Hak Chan mengalami hal yang sama, namun alasan yang berbeda dengan Joon Hee. Hak Chan juga deg-degan karena ia tak bisa terlalu dekat dengan wanita. Dan suara ayah benar-benar mengejutkan saat tim jepang mencetak Gol. Sung Jae juga kecewa, aku rasa ia ingin bicara juga, namun ia hanya bisa bicara dalam hati tapi tingkahnya benar-benar lucu. Hahahahha.
Yang lain hanya bisa menghela nafas.

Ayah dan ibu sedang membicarakan ini dan itu tentang bola. Namun mereka sering mengatakan hal yang salah sehingga membuat Sung Jae kesal. Namun ia tak bisa biscara sehingga hanya protes dalam mulutnya yang tertutup. Yoo Jung sepertinya tidak peduli dengan phobia HAk Chan bahkan semakin mendekatkan badannya ke Hak Chan saat ia mengambil salad, ia bertanya berapa jam satu set pertandingan. Hak Chan dengan gugup menjawab 45 menit.

Saat ayah dan ibu membicarakan mengenai ayam goreng, bel berbunyi. Ibu tanya siapa, dan diluar terdengar suara pengirim ayam goreng. Semua orang saling melihat, mereka belum memesan dan yakin itu pesanan salah alamat. Yoon Jae satu-satunya yang protes tapi saat ia akan berbicara Shi Won menutup mulutnya. Tapi ibu malah mengeluarkan dompetnya dan mengatakan kalau kadang-kadang kita melakukan kesalahan dalam hidup. Ayah dan Shi Won malah tersenyum. Ya Ampuuuun keluarga ini :)

Mereka tepuk tangan dan mulai makan ayamnya. Tapi Yoon Jae masih khawatir kalau pemilik toko ayam akan memanggil mereka karena mereka tak memesan. Ibu berkata tak perlu khawatir, karena mereka bisa saja mengabaikan panggilan nanti. Shi Won mulai khawatir, bagaimana kalau Seoul oppa menelpon?
Yoon Jae mendengarnya dan wajahnya berubah. Yoo Jung memanggilnya dan menawarkan ayam goreng.

Ayah dan ibu membicarakan pemain bola lagi dan informasi yang diberikan ayah salah sehingga Sung Jae tampak kesal. Joon Hee meminta tisu dan Yoo Jung mengambilkannya, badannya hampir menyentuh Hak Chan sehingga Hak Chan harus menghindar dengan lucunya. HAHHAHHAH.

Sisa waktu 15 menit terakhir. Mereka berharap Korea bisa mencetak gol, namun mereka kecewa tiga kali. Hahhahhahha. Ayah beneran kesal. Ia cerewet lagi dan mengatakan pada Sung Jae sudah cukup, pertandingan sudah berakhir. Padahal tinggal 8 menit lagi. Ayah menyuruh semua pergi saja, korea tak akan menang. Yoon Jae, Hak Chan dan Joon Hee berdiri dan pergi. Shi Won dan Yoo Jung masuk ke kamar. Sung Jae masih bertahan saat ayah ke dapur dan ibu membereskan makanan.

Saat hanya tinggal Sung Jae di depan ruangan TV, pemain korea menyerang gawang Jepang dan Gol! Sung Jae berteriak : Gooooooool!!!
Lalu satu per satu orang yang tadi pergi kembali ke ruang Tv dan berteriak histeris. Ayah mengatakan Sung JAe kalah karena bicara, tapi Sung Jae tak peduli yang penting Korea menang. Ayah setuju dan menjanjikan kelelawar untuk Sung Jae. HAhahahhahaahhahah. Sumpah Lucu banged! Sung Jae juga menggunakan kesempatan itu untuk mengoreksi semua yang dikatakan ayah selama pertandingan.

Ditengah celotehan mereka, Gol kedua untuk Korea! Mereka semua sangat senang dan berteriak histeris dan saling berpelukan. Shi Won dan Joon Hee pelukan, Ayah dan Yoon Jae juga. Yoo Jung memeluk Hak Chan dari belakang dan Hak Chan hampir kena serangan jantung. Ia memukul-mukul Sung Jae minta pertolongan. Tapi Sung Jae terlalu gembira bersama ibu.

Yoon Jae ingin merayakan kemenangan juga dengan memeluk Shi Won. Namun Shi Won merayakan kemenangan bersama Joon Hee. Yoon Jae yang melihatnyaterlihat cemburu. Namun ia tak bisa apa-apa melihat Shi Won dan Joon Hee yang menikmati kebersamaan mereka. Yoon Jae benar-benar cemburu >.<

Narasi Yoon Jae : "Saat itu aku menyadari, ketika kau menyukai seseorang, kau memiliki pintu di depan dan juga di belakang. Tapi jika kau tak mengetuk, tidak akan terbuka. Jika kau hanya diam, kau tak akan mendapatkan apa yang kau inginkan. Tidak ada yang namanya Fair Play".

Lalu telpon berdering. Ibu menyuruh semuanya diam. Semua membeku karena mereka yakin itu dari toko ayam. Yoo Jung khawatir, apa yang harus mereka lakukan?
Shi Won akan berdiri untuk mengangkat telpon, tapi ibu melarangnya. Yoon Jae akhirnya mengangkat telpon.

Yoon Jae minta maaf pada orang yang ada di seberang sana. Ia berkata harusnya mereka pesan dulu. Yoon Jae terus minta maaf dan menutup telpon. Ibu dan yang lain merasa lega karena ada Yoon Jae. Ibu bahkan memuji Yoon Jae tampan dan semua bertepuk tangan. Shi Won juga tepuk tangan dengan tulus melihat pada Yoon Jae. Namun Yoon Jae melihat Shi Won dengan pandangan menyesal. Ia tak tersenyum dan kita tahu apa yang terjadi.

Di sebuah tempat, seorang pria menelpon di telpon umum dengan pakaian seragam ROTC. KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!! Im Si Wan!!! Ia bertanya apa itu adalah rumah Sung Shi Won. Ia mendengar suara Yoon Jae di sana dan ia pikir ia salah sambung. Ia melihat nomor telpon Shi Won dengan bingung.
(Shi Won sial banged!! Harysnya ia pacaran sama Shi Wan. Si Wan a~ Si Wan ~).
Yoon JAe voice : "Tak ada yang namanya Fair Play".

-Sepetember 1992-
Song Joo merengek pada Tae Woong untuk pergi bersamanya dalam perjalanan tour Club. Tapi TAe Woong menolak karena ia harus menghadiri pertandingan baseball ayah Shi Won. Pertandingan itu sangat penting bagi Ayah Shi Won. Song Joo kesal karena pacarnya lebih mementingkan baseball dan mengancam jika Tae Woong tak ikut maka semuanya tak akan menyennagkan, karena hanya dia yang pergi sendiri.
Tae Woong kemudian mengeluarkan CD Player yang merupakan hadiah terakhir ayahnya pada TAe Woong. Ia minta Song Joo pergi duluan, ia akan menyusul begitu pertandingan selesai. Song Joo sangat senang karena ada lagu favorite mereka di sana. Akhirnya ia membiarkan Tae Woong pergi.

Beberapa jam kemudian tim baseball Ayah emmenangkan pertandingan. Ayah menelpon atau di telpon Ibu yang mengucapkan selamat. Ayah sangat senang. Ia terus tertawa sampai kemudian ia menunjukkan wajah serius melihat berita di TV. Sebuah kecelakaan lalu lintas, sebuah bus pariwisata mengalami kecelakaan dan 5 orang meninggal dunia. Nama Nam Sung Joo ada di daftas penumpang yang meninggal dan ayah menjatuhkan telponnya. Ibu yang ada diseberang telpon menangis. Ia berkata : Bagaimana ini, Song Joo kita. Ibu histeris.

Tae Sung masuk ke ruang loker dengan wajah ceria sambil membawa bunga. Ia belum tahu beritanya dan minta paman segera keluar untuk menyapa yang lain. Tapi wajah ayah masih sangat syok, ayah mulai mengatakan tentang Song Joo. Wajah Tae Woong langsung berubah dan ia melihat ke televisi.

-September, 1997-
Sung Jae di suruh ayah untuk mengambil dompet di kamarnya untuk mereka merayakan makan malam bersama. Sung Jae membuka pintu sebuah kamar, tapi Yoo Jung berkata itu kamar kakak Shi Won, kamar utama ada disana. Lalu terlihat lukisan wajah Tae Woong dan Song Joo. OH TIDAK !!! Aku baru sadar. Sung Song Joo. Dia kakak perempuan Shi Won. Anak ayah dan ibu. Ya Ampun, drama ini beneran bikin kejutan.

Tae Woong baru kembali dari Seoul saat Shi Won berlari ke arahnya. Tae Woong mengatakan padanya agar jangan terlalu larut berada di luar rumah, nanti seseorang akan menculiknya. Tae Woong mengeluarkan CD player dari dalam tasnya dan Shi Won tertarik mendengarkannya. Ia mendengarkan musiknya dan sangat menyukainya. Ia bertanya dapatkah ia meminta CD Player itu? Mendengarkan lagu HOT disini pasti menyenangkan.
Tae Woong Sesaat teringat pada Song Joo, dan kemudian ia tersenyum pada Shi Won. Shi Won boleh mnegambil CD itu. Shi Won berlari dengan gebira dan Tae Woong memandanginya dengan pandangan sedih.

-Juli 2012, Seoul, Reuni-
Shi Won sedang sibuk dengan tab-nya saat Tae Woong memasuki ruangan. Hak Chan yang melihatnya berdiri dan memberi salam pada guru mereka diikuti teman yang lain. Shi Won tak terlalu memperhatikan Tae Woong karena ia sibuk dengan gajinya yang ternyata sudah di transfer. Tae Woong duduk di sebelah Shi Won dan menepuk kepala gadis itu dengan manis.
Narasi Yoon Jae : " Hari ini di reuni ini, di meja ini, satu pasangan akan mengumumkan pernikahan mereka".

-END-

Comment.
Akhir drama ini akan menuju pengumuman pernikahan seseorang. Siapa?
Kalau di lihat dari kedekatan mereka saat reuni, sampai episode ini maka kemungkinan ada dua, Shi Won dan Yoon Jae atau Shi Won dan Tae Woong. Shi Won dan Joon Hee tidak terlihat begitu dekat. Hak Chan dan Yoo Jung juga tidak terlihat begitu dekat. Saat reuni lho. Di awal episode Narasi Shi Won mengatakan akan ada pengumuman pernikahan disini. Lalu Yoon Jae juga mengatakan pada epiosde ini. Maka kemungkinan mereka berdua tahu, itu artinya mereka berdua?

Kejutan dalam drama ini sangat manis. Pada episode pertama aku dikejutkan dengan kenyataan bahwa Tae Woong adalah kakak Yoon Jae. Maka kali ini kejutan lain dari keluarga Sung, bahwa Shi Won ternyata punya kakak perempuan dan hampir menikah dengan Tae Woong. Hal ini bisa menjelaskan mengapa ayah sangat keras pada Shi Won. Ia takut kehilangan putrinya lagi.

Aku suka bagaimana budaya mereka menonton pertandingan bersama. Bahkan mengundang teman ke rumah dan langsung menjadi akrab. Ayah bahkan mempercayakan Sung JAe mengambil dompetnya di kamar. Sangat menyenangkan mempunyai keluarga yang hangat seperti mereka.

.

0 comments:

Post a Comment

 

Random Post

Clover Blossoms Fanpage

In My Radar

Watching :
- We Married as A Job
- Jimi ni Sugoi!
- Weightlifting Fairy
- Goblin
- The Legend of The Blue Sea
- Father I'll Take Care of You
- Beppin-san
- Gochisousan

Waiting Drama:
- Miss in Kiss

Waiting Movies:
- One Week Friends
- Your Lie in April
- Aozora Yell
- Itakiss Movie

Favorite Song This Time :
- Red Cheek Puberty - Galaxy
- Ben - Foggy Road
- Twice - Next Page
- Utada Hikaru - Hanataba wo Kimini
- LYn - Love Story