[Sinopsis] Boku no Ita Jikan Episode 1

 Boku no Ita Jikan (The Hours of My Life)
 ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

 
Suara hujan deras yang mengguyur. Suara langkah kaki ratusan manusia. Suara itu bersatu dalam waktu, saat kegelapan semakin menyelimuti hari itu.
Tampak sebuah kursi roda berjalan perlahan menembus hujan, menembus manusia yang lalu lalang dengan payungnya. Sebuah botol ada di pangkuannya. Pria itu terus menjalankan kursi rodanya. Tatapannya kosong. Tiba-tiba waktu semakin lambat baginya.

"Dengan teknologi kedokteran saat ini, penyakit ini tidak ada obatnya. Kau harus berusaha hidup dengan penyakit itu untuk jangka waktu yang lama. Jaringan-jaringan otot di seluruh tubuhmu akan melemah. Kau akan kesulitan untuk bicara dan menelan makanan.  Juga akan ada masalah pernafasan. Agar terus bisa hidup, kau akan perlu menggunakan alat bantu pernapasan. Dalam sebagian besar kasus, tiga sampai lima tahun sejak timbulnya gejala, pasien akan mengalami kelumpuhan otot pernapasan. Nama penyakit ini adalah ALS. Amyotrophic lateral sclerosis".

Itu adalah kata-kata yang ia ingat dalam benaknya. Bahwa penyakit yang ia derita sekarang akan membawanya mati. Menyakitkan. Pikirannya kosong dan terus menjalankan kursi rodanya. Ia tidak peduli akan hujan, bahkan tidak peduli dengan pandangan mata yang melihat dirinya.
Sawada Takuto (Haruma Miura) terus melaju sampai dipersimpangan jalan saat ia bahkan tidak melihat sebuah mobil akan melintas di depannya. Beberapa detik berlalu, dan ia sudah terbaring di jalanan. Botol dalam genggamannya terjatuh. Ia terbaring menatap langit yang menangis.

-Musim Dingin, Tahun Junior, di Perguruan Tinggi-

Tahun pertama masuk perguruan tinggi. Takuto ada diantara ribuan mahasiswa baru yang datang ke Universitas untuk tes wawancara -sepertinya-. Ia mengambil selebaran yang dibagikan gratis dalam gedung. Ia menatap kerumunan mahasiswa yang memakai pakaian yang sama dengannya yang sedang lalu lalang. Ada juga yang sedang mendengarkan seminar dari klub. Lalu suara seseorang yang memanggilnya mengalihkan perhatiannya.

Mamoru, teman Takuto memanggilnya dan berusaha keluar dari kerumunan. Mamoru mendekati Takuto dan mengatakan kalau semua yang ada disana adalah saingan mereka. Takuto bahkan mengatakan peribahasa kalau mereka hanya bagian pasak kecil dalam permainan hidup.

Di tempat yang sama, seorang gadis juga tampak kebingungan dan berfikir kalau ia tersesat. Dia adalah Megumi Hongo (Mikako Tabe), yang tahun ini juga mendaftar di Universitas tersebut. Ia datang bersama temannya yang mengumpamakan kerumunan seperti sekelompok semut.
Teman Megumi, Hina Maruyama (Mizuki Yamamoto) menundukkan kepala, ia merasa tidak pandai untuk berburu pekerjaan. Megumi menatapnya sambil tersenyum.
Megumi dengan yakin menyemangati Hina, kalau mereka bahkan baru mulai, tidak ada waktu untuk berfikir mereka pandai atau tidak. Megumi dengan semangat mulai masuk ke dalam kerumunan.

Di tempat lain, Takuto juga sedang berjalan melihat-lihat, banyak pegawai yang menawari selembaran untuk masuk ke perusahaan mereka.
Ditengah kerumunan ribuan orang yang tidak slaing mengenal, Megumi dan Takuto berpapasan. Seperti sebuah takdir yang akan menyatukan mereka. Mereka tidak menyadari jalan panjang yang akan terbentang di hadapan mereka setelah ini.

-Sawada Takuto, Musim Semi Tahun Senior di Perguruan Tinggi-

 
Takuto mengayuh sepedanya menuju suatu tempat pagi itu. Ia berhenti di lampu merah dan mulai menghapalkan sesuatu mengenai alasannya tertarik dengan sebuah perusahaan.
Ia menghapalnya dengan sangat baik sampai ia lupa dimana dirinya dan beberapa anak SD melihatnya dengan wajah heran.
Takuto tersenyum melihat mereka dan melanjutkan perjalanannya.

Takuto tiba di perusahaan tempat ia akan melamar pekerjaan. Saat itu dilakukan wawancara dimana pihak perusahaan meminta pelamar untuk menyebutkan sekolah mereka berasal.
Takuto ada diantara mereka, ia masih berusaha menghapal kata-kata yang akan ia ucapkan saat perkenalan diri.
Satu orang lagi sebelum dirinya, ia amat sangat gugup. Seorang gadis sedang memperkenalkan dirinya saat sebuah ponsel berdering dan menghentikan semuanya.
Ponsel terus berdering.  Dan kita bisa melihat kalau Megumi ada diantara mereka yang sedang diwawancara.  Takuto ternyata ada disamping megumi dan melihat perubahan raut wajah Megumi. Sepertinya ponsel itu milik Megumi.
Pewawancara bertanya apakah dia tidak akan menjawab telpon itu. Megumi benar-benar gugup, ia menunduk dan terlihat khawatir melihat tasnya. Ia dan Takuto sempat beradu pandang. Megumi gemetaran, ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan, karena jika ia mengaku maka tawaran pekerjaan ini akan berakhir untuknya.

Ponsel berhenti berdering, mengumi ingin bangkit untuk mengaku saat Takuto lebih dulu berdiri, membuat Megumi terkejut.
Takuto : Maaf, aku lupa mematikan ponselku.
Megumi menatap Takuto tidak percaya. Takuto terus bicara, Aku minta maaf, tapi apa anda keberatan jika aku mematikannya sekarang?
Pewawancara mempersilakannya. Takuto lalu mengambil ponselnya dan pura-pura mematikannya. Sementara itu Megumi tidak bisa melepaskan pandangannya. Bahkan saat Takuto minta maaf sekali lagi.
wawancara dilanjutkan. Megumi merasa tidak enak dan tidak tenang akan hal itu. Ia ingin mengucapkan terima kasih.

Selanjutnya giliran Megumi yang bicara. Megumi memperkenalkan dirinya sebagai mahasiswa jurusan Ekonomi di Universitas Seifu. Tapi ia menyadari kalau ia tidak perlu mengatakan sekolahnya. Dan akhirnya Megumi tidak berkonsentrasi sehingga ia sering salah dan terbata-bata.
Takuto sedikit heran melihatnya.

Wawancara selesai. Megumi segera berlari keluar perusahaan untuk mencari Takuto. Ia melihat Takuto dan menyapanya, ia bertanya kenapa Takuto melakukan itu padahal tahu kalau ponsel itu miliknya.
Takuto tidak menjawab dan malah bertanya siapa nama Megumi. Megumi memperkenalkan dirinya. Takuto dengan tenang mengatakan kalau ia melakukannya bukan untuk melindungi Megumi, tapi ia melakukannya untuk dirinya sendiri. Ia ingin membuat pewawancara terkesan.
Megumi tidak mengerti. Takuto mengatakan Untuk menunjukkan pada mereka bahwa ia bisa mengatasi masalah dengan tenang.
Takuto tersenyum dan mengatakan sampai jumpa pada Megumi.
Megumi masih terkesan dan percaya dengan kata-kata Takuto. Tapi kemudian ia heran 'Sampai Jumpa'?
Ia heran kenapa Takuto mengatakan sampai jumpa padanya, apa mereka akan bertemu lagi?

The Hours of My Life  Episode 1

Megumi ada di rumahnya saat ibunya mengatakan kalau ia menelpon karena menemukan pemanggang roti yang bagus di channel home shopping. Megumi yang sedang memberi penghormatan pada ayahnya segera membantu ibu menyiapkan makan malam. Ibu mengatakan jika ia membelinya tanpa memberitahu, maka megumi akan marah.
Tapi mengumi mengingatkan kalau hari ini ia wawancara kerja. Ibu mengatakan itu salahnya. Tapi mengumi bilang kalau itu salahnya karena tidak mematikan ponsel.
Ibu menyemangati puterinya untuk tetap semangat. Dan mereka mulai makan.

-Sawada Takuto, Musim Panas tahun Senior di Perguruan Tinggi-

Takuto dan temannya sedang ada disuatu tempat, mengamati orang-orang, mana yang diterima bekerja dan mana yang belum dapat pekerjaan.
Kemudian kita melihat Takuto yang memberikan CV pada seseorang, yang mengatakan kalau Takuto sarkasme. Orang itu membaca CV Takuto dan menemukan tulisan 'Aku tidak menyadari apapun'. Ia mengomentari itu sama artinya dengan aku sama sekali tidak tertarik dengan hidupku.
TAkuto tetap berusaha agar bapak itu menerimanya, tapi orang itu mengomentari lagi kalau melihat dari CV nya, Takuto adalah orang yang dangkal dan pura-pura jadi sesuatu.
Takuto mengepalkan tangannya, ia mencoba tetap tersenyum.

Megumi menerima SMS bahwa lamaran pekerjaannya tidak diterima. Ia juga gagal dan hanya bisa menghela nafas. Ibu menyemangatinya, kau bisa mencobanya lagi.
Tapi Megumi mengatakankalau ia tidak bisa santai-santai lagi, aku sedang diambang tidak mampu mendapatkan pekerjaan sebelum menyelesaikan kuliahku. Aku harus membayar kembali beasiswaku setelah lulus.
Megumi sangat khawatir. Ibu hanya tersenyum dan mengatakan kalau Megumi bisa saja mendapatkan perkerjaan seandainya tidak pilih-pilih. Ibu memuji dirinya sendiri yang punya banyak pekerjaan paruh waktu. Tapi megumi mengatakan ia tidak mau jika bukan pekerjaan tetap.

-Musim Gugur Tahun Senior di Perguruan Tinggi-
 
Di kampus, teman Takuto kehilangan semangatnya untuk berburu pekerjaan karena ia tidak diterima-terima juga.
Takuto mengatakan kalau ia juga ada disini, sama seperti Mamoru.
Kemudian tiba-tiba ia mendapat telpon dari nomor tidak dikenal dan ia bersemangat. Ia menjawab telpon dengan hormat. Takuto melihatnya. Kemudian wajah Takuto berubah saat ia melihat dan mendengar Mamoru senang dan berterima kasih. Mamoru mendapatkan pekerjaan. Begitu Mamoru melihatnya, Takuto langsung tersenyum.
Dibalik kesedihannya, Ia dengan tulus mengucapkan selamat pada Mamoru. Kemudian mereka bercanda berdua. Tapi dari raut wajahnya, Takuto merasa dirinya tertinggal.

Megumi sedang berjalan bersama Hina. Megumi terkejut karena Hina bisa-bisanya ikut perjodohan disaat sekarang. Hina mengatakan ia sudah setengah menyerah, jika ia tidak dapat pekerjaan, ia akan menikah saja.
Megumi tertawa. Hina menuduh Megumi mengejeknya dan mereka bercanda. Megumi mengatakan kalau tipe ideal Hina adalah dia kan?
Hina mengiyakan menunjukkan gantungan tas-nya. Itu tokoh Fullmetal Alchemist kalau tidak salah, Elric?
Megumi ragu, apa laki-laki seperti itu benar-benar akan ada?
Hina yakin kalau pria seperti itu akan datang, pangeran menawan-nya.
Megumi bergumam, Hina mengatakan kalau Megumi juga sedang menunggunya.
Megumi ingin menyanggah, tapi ia teringat pada Takuto. Ia tersenyum dan mengatakan tidak ada yang namanya pangeran menawan.

 
Mereka melanjutkan langkah saat langkan Megumi terhenti melihat sesuatu.
Megumi tidak mengedipkan matanya. Hina heran dan bertanya kenapa?
Megumi terus menatap kedepan dan kita bisa melihat Takuto dan Mamoru sedang berjalan berdua. Megumi masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat.
Takuto menyadarinya, ia tersenyum dan berjalan mendekati Megumi. Megumi tidak memperdulikan apapun dan berjalan mendekati Takuto.

 
Megumi terkejut dan bertanya kenapa Takuto ada disana?
Takuto tersenyum dan mengatakan kalau mereka akhirnya bertemu lagi.
Megumi heran, kau sekolah disini juga?
Takuto mengiyakan dan di jurusan yang sama.
Megumi masih terkejut dan bertanya apa Takuto mengenalnya sebelumnya.
Takuto menjawab tidak, saat itu adalah pertama kalinya.
Mamoru langsung penasaran, Apa? Apa maksudmu dengan waktu itu?
Mamoru memperkenalkan dirinya, Aku dikelas yang sama dengannya. senang bertemu denganmu.
Megumi membungkuk memberi hormat. Kemudian ia mengajak Takuto bicara berdua.


Megumi menanyakan tentang waktu itu, ia belum dapat pekerjaan. Takuto juga mengatakan kalau ia belum dapat pekerjaan.
Megumi menanyakan perusahaan lain, karena ia belum mendapat pekerjaan. Takuto tersenyum dan mengatakan sama, ia juga belum dapat.
Megumi langsung merasa tidak enak, ia minta maaf. Takuto terkejut, ia mengatakan kalau itu bukan alasannya. Tapi Megumi mengatakan bisa saja itu menjadi alasannya *alasan Takuto tidak di terima mungkin karena insiden ponsel itu*
Megumi minta maaf. Takuto ingin menjelaskan lagi, tapi Megumi tetap merasa tidak enak dan minta maaf. Ia menunduk dan mengerutkan keningnya tanda menyesal.
Takuto memperhatikannya dan menawarkan untuk menanyai pihak perusahaan. Megumi terkejut, Apa?
Takuto : Alasan kita tidak dapat pekerjaan.

Keduanya berjalan ke perusahaan tempat mereka melamar saat insiden ponsel itu. Mereka menanyakannya ke pusat informasi. Nona itu mengatakan kalau katanya ada kandidat lain yang memenuhi persyaratan perusahaan mereka, jadi teruslah berusaha mencari pekerjaan dengan percaya diri di masa mendatang.
Keduanya saling memandang.

Megumi menuruni tangga dengan kesal, Aku tau mereka tidak mengharapkan itu. Takuto membenarkan.
Megumi : Aku mengumpulkan keberanianku untuk datang, tapi mereka hanya memberikan kita jawaban lembek. Sekarang aku merasa lebih payah.
Takuto bertanya, kau berharap tidak datang?
Megumi tersenyum, Tidak, itu lumayan mengasyikkan. Sampai saat ini, aku tidak yakin kenapa aku tidak bisa dapat tawaran pekerjaan apapun. Tapi aku tidak bisa bertanya. Lagi pula kurasa mereka tidak akan memberitahuku. Tapi pergi kesana dan menanyai mereka...
Takuto menatap Megumi yang berjalan dengan memainkan tas-nya, Mengasyikkan?
Megumi tersenyum cerah, iya.

Mereka terus berjalan dan Takuto menanyakan apa yang ingin Megumi lakukan, apa dia ingin kembali ke sekolah?
Megumi mengiyakan karena ia harus mengumpukan informasi pekerjaan, meski ia ingin lari dari kenyataan. Megumi terus mengeluh.
Lalu Takuto tiba-tiba berkata, Ayo kita lakukan.
Megumi heran, apa?
Takuto : Lari dari kenyataan.
Megumi menatap Takuto. Takuto tersenyum melihatnya.

Lalu keduanya tiba di tepi pantai. Megumi sangat senang dan berlari di pantai. Takuto mengikutinya dengan membawa sebotol bir dan cemilan.

Mereka berdua duduk di tepi pantai. Takuto menuangkan minuman ke botol plastik dan mereka bersulang.
Keduanya mulai ngobrol sambil minum. Dimulai dari Takuto yang memanggil Megumi dengan nama kecil dan Takuto yang menyuruh Megu memanggilnya dengan nama kecil juga.
Mereka kemudian ngobrol mengenai kenapa mereka baru bertemu sekarang, karena kelas mereka berbeda.
Megumi mengatakan, Pasti ada banyak orang yang tidak akan kita temui bahkan saat kita lulus.
Takuto berkata, Aku bertanya-tanya soal itu. Tapi kurasa kau akan bertemu dengan orang-orang yang ditakdirkan bertemu denganmu.
Megumi membenarkan.

Lalu mereka bermain di pantai, mencari kerang, membuat istana pasir, main batu gunting kertas. Keduanya cukup akrab untuk orang yang baru bertemu.

Saat botol minuman sudah kosong, Takuto punya ide untuk memasukkan sesuatu kedalamnya. Megumi berfikir, yang suatu saat akan kita gali bersama?
Megumi kemudian mengusulkan untuk memasukkan surat. Mereka setuju dan segera menulisnya.
Megumi berfikir untuk menulis sesuatu sambil menatap Takuto. Takuto menyadarinya.
Mereka kembali fokus menulis harapan mereka, meski kadang mereka saling menjahili.

Lalu mereka mulai menulisnya secara rahasia. Dan mengubur botol tersebut.
Mereka memutuskan akan menggalinya bersama 3 tahun lagi.

Keduanya dipantai sampai sore. Mereka mutuskan untuk bertukar nomor ponsel juga. Takuto bahkan terlalu dekat dengan Megumi sehingga ia gugup.
Angin bertiup cukup kencang dan udara semakin dingin, mereka memutuskan untuk pulang.

Megumi baru selesai mandi saat ibu mengatakan ponsel Megumi berbunyi. Megumi langsung mengambil ponselnya dengan gembira. Ibu melihatnya dan bertanya, pacarmu?
Megumi mengatakan kalau ia tidak punya pacar. Ia mengecek SMS  yang ternyata dari Hina. Ibu mengatakan jika Megu punya pacar ia harus membawanya ke rumah. Megu tetap mengatakan kalau ia tidak punya pacar. 
Ibu mengatakan kalau ia tak akan peduli siapapun yang Megumi bawa ke rumah, asalkan dia sehat dan enerjik.
Megumi mengatakan tapi ia peduli dengan hal itu, sekarang ia terlalu sibuk untuk berburu pekerjaan.
*Waw, Takuto? Bukankan dia nanti sakit :'(*

Mamoru ada di rumah Takuto, ia memberikan Takuto buku-buku tentang pelamar kerja. Takuto mendapat SMS dan mengecek pesan. Ia kemudian menyuruh Mamoru untuk mulai membawa barang-barangnya dari rumahnya. Mamoru mengeluh kenapa tiba-tiba begitu.
Takuto membuka pintu kamarnya dan terlihatlah kamar yang berantakan. Takuto mengatakan kalau barang-barang Mamoru menumpuk di rumahnya.

Mamoru hanya bisa tertawa. Lalu kemudian ia menyadari, SMS tadi dari Megu-chan bukan? Kau berfikir untuk mengundangnya ke sini. DAn kemudian kau berfikir untuk mematikan lampu dan melakukan ini dan itu bukan?
Mamoru bertingkah aneh dan mengatakan kalau ia sama sekali tidak cemburu. HAHAHAAHHAHA. Padahal wajahnya kelihatan kesal.
Ia bahkan mengatakan ia ingin tetap perjaka sampai usia 30 tahun.
Takuto hanya bisa tertawa. Mamoru yang kesal melempar Takuto dengan bantal dan mengatakan hal hal seperti ia tidak akan melakukannya, tapi Takuto boleh melakukannya sesukanya. HAHAAHHA.
Mamoru mengoreksi kalau yang akan datang adalah ibu dan adiknya. Tiba-tiba Mamoru malah tampak senang. LOL.

Takuto menjelaskan kalau mereka datang untuk melihat sekolah yang akan dimasuki oleh adiknya. Adik Takuto akan masuk sekolah kedokteran. Jika dia lulus, mulai April adiknya akan tinggal bersamanya.
Mamoru iri, bahkan orang tua Takuto membeli apartemen ini untuk Takuto, keluarga Takuto juga punya rumah sakit terkenal di Yamanashi. Ia bertanya kenapa Takuto tidak mencari pekerjaan dengan koneksi orang tuanya? Sebenarnya kau punya tapi menyembunyikannya, bukan? Koneksi itu atau koneksi ini?
Takuto tertawa dan mengatakan jika ia punya maka ia akan memanfaatkannya.
*Hmmmm, tapi kenapa rasanya ada sesuatu ya? Raut wajah Takuto?*

Takuto wawancara pekerjaan lagi. Pewawancara bertanya sudah berapa banyak tawaran pekerjaan yang didapat Takuto?
Takuto mengatakan ia belum dapat. Pewawancara heran, kenapa?
Takuto tidak bisa menjawabnya. Pewawancara bertanya, apa kau tidak menganalisa diri sendiri? Kau tidak memikirkan soal apapun?
Takuto terkejut. Lebih kejam lagi saat pewawancara mengatakan kalau Takuto tidak layak untuk di wawancara sambil merobek CV nya.
Wih, kejaaammmm T_____T

Takuto pulang dengan sepedanya malam itu. Ia masih shock.
Ia tiba di rumah saat mendengar percakapan di ruang tengah. Ayah, Ibu dan adiknya disana. Takuto tidak langsung mmebuka pintu, ia melihat mereka dari kaca pintu, lalu kemudian mengubah raut wajahnya dan masuk dengan ceria.
Takuto menyembunyikan kesedihannya dengan bicara pada orang tua dan adiknya. Takuto mengatakan pada adiknya penting untuk melihat sekolahnya agar lebih termotivasi dan bisa lulus disana. Adik Takuto, Rikuto kemudian mengatakan, ah, itu sama dengan wawancara pekerjaan, kau bisa pergi ke perusahaan itu dan membayangkan dirimu bekerja di perusahaan.
Takuto cukup kaget, ia tersenyum dan mengatakan akan mencobanya. Takuto mencoba bersikap biasa dan duduk di meja makan untuk makan malam.

Bahkan sebelum mencoba makanannya, ibu sudah bicara mengenai kamar tidur, ia minta Takuto berganti kamar dengan Rikuto, karena kamar Takuto yang sekarang paling nyaman. Masuk sekolah kedokteran itu butuh kerja keras. Ibu mengatakan ia ingin Rikuto belajar dilingkungan paling baik.
Takuto berusaha tersenyum dan mengiyakan. Ia mulai makan malamnya dengan perubahan raut wajahnya, ia menatap ayahnya.
*Wah, apakah masalah keluarga  mereka seperti yang aku bayangkan?*

Takuto di kamarnya, ia mencoret nama perusahaan yang telah menolaknya. Ia tampak pusing. Pintu kamarnya diketuk dan ayahnya masuk. Ayah mengomentari mengenai sulitnya mendapat pekerjaan. Ia menawarkan untuk bekerja di kantor rumah sakitnya. Nantinya Takuto bisa belajar manajemen.
Takuto ingin bicara tapi ayah memotongnya, Aku tahu tidak ada artinya berbicara masa lalu. Tapi seandainya kau terus pertahankan peringkatmu seperti saat si SMP, kau bisa dengan mudah masuk sekolah kedokteran.
Takuto berusaha membawa hal itu ke arah bercanda, Aku minta maaf, tapi aku bukan tipe yang akan meningkat di belakang nanti. Aku ingin mencoba mencari pekerjaanku sendiri.
Ayah menaikkan nada bicaranya, Yang ingin kukatakan adalah akan terlihat baik seandainya kau bekerja di rumah sakit, daripada bekerja untuk perusahaan yang tidak dikenal siapapun.
Ayah meninggalkan kamar Takuto dengan membanting pintu.
Takuto masih dikamarnya dengan tatapan kesal, sedih, marah.
Ia kesal dan melampiaskannya dengan memukul tempat tidurnya. Tapi ia berusaha tenang, untuk tidak menangis.

Wawancara pekerjaan lagi. Takuto menunggu gilirannya. Ada pria yang gugup disampingnya, itu pria yang pernah diejek Mamoru dulu, yang gagal diterima karena gugup nya yang parah.
Pria itu bertanya sudah berapa perusahaan yang Takuto coba.
Takuto mengatakan ia tidak tahu karena ia tidak menghitungnya.
Tapi kemudian Takuto jujur mengatakan kalau ini perusahaan ke-49 baginya. Pria itu jujur kalau ini adalah perusahaan ke-78 baginya. WOW.
Takuto keceplosan mengatakan luar biasa, kemudian ia minta maaf. Tapi pria itu mengatakan itu lebih baik dari pada mencoba tidak melukai perasaannya.

Megumi menatap ponselnya dan menghela nafas. Hina melihatnya dan mulai mengejek Megu yang menunggu telpon dari pria yang kelihatan tampan itu. Hina mengatakan Megu harus hati-hati karena sepertinya pria itu punya banyak pacar.
Megu mencoba menghindarinya dan tidak mengaku. Hina terus mengatakan kalau pria itu pasti sudah berencana menolong Megu waktu wawancara, supaya bisa dekat dengan Megu.
Megu tidak percaya dan mengatakan lagi pula dia belum menelponnya.

Lalu tiba-tiba ponsel Megu bergetar dan itu telpon dari Takuto. Megu senang sekali, tapi Hina mengingatkan jangan mengangkat pada dering petama, karena itu seperti Megu yang memanti telponnya, angkatlah pada dering ketiga. Megu mengiyakan. Dengan lugunya, Megu menunggu sampai akhirnya ia mengangkat tapi sudah putus duluan. HAHAHAHHHA.

Megu panik, Hina tersenyum meninggalkan Megumi. Megu kesal sekali.

Megu di rumah sedang membaca. Ia membuka ponselnya dan terus melihat ponselnya. Ia jadi tidak konsentrasi. Ia menunggu telpon Takuto.
Akhirnya ia tidak tahan lagi dan menelpon duluan.

Takuto langsung menjawabnya, tapi Megu tidak puas karena jawaban Takuto biasa saja. Megu mengatakan ia baru saja sadar kalau Takuto tadi menelpon makanya ia menelpon balik.
Megu kehilangan semangat dan akan menutup telpon saat Takuto bertanya apa Megu ingin bertemu?
Megu langsung bangkit dan mulai mencari alasan kalau ia harus bekerja. Takuto bertanya lagi apa Megu mau bertemu hari ini?
Megu tidak bisa menjawab langsung. Takuto tahu tempat Megu bekerja di Family restoran. Megu bertanya dari mana Takuto tau?
Takuto mengatakan dari wawancara, ia mengingatkan Megu yang menghapa semua menu dan bahan-bahannya. MEgu jadi malu karena baru menyadarinya.
Takuto bertanya dimana alamatnya. Begitu Megu memberitahunya, Takuto menutup telponnya. Padahal Megu masih ingin ngobrol. Megu terlihat heran dan kecewa.

Takuto pergi ke tetangga sebelah apartemennya, seorang gadis membukakan pintu dan memanggilnya guru. Sepertinya Naoki bekerja sebagai guru privat.
Gadis itu meminta Takuto membantu menulis tugas komposisi mengenai impiannya. Karena karakternya disekolah berbeda. Ia mengatakan disekolah ia menjadi gadis yang selalu tersenyum dan setuju dengan segala hal. Aku juga pura-pura sedikit bodoh. Seorang gadis seperti itu punya impian seperti apa?
Takuto tertawa, gadis itu kesal karena ia serius. Ia mengatakan membentuk karakternya sangat melelahkan. Takuto mengatakan ia mengerti.

Takuto menerima SMS dari perusahaan yang ia lamar, ia ditolak lagi. Gadis itu bertanya apaitu pacarmu?
Takuto mengatakan bukan, sebuah pesan doa.
Takuto tersenyum pahit.

Takuto sedang main futsal bersama teman-temannya. Ia terlihat bisa melupakan kekhawatirannya sebentar. Saat sedang berjalan, tiba-tiba takuto merasa kakinya aneh, tidak bisa digerakkan. Ia terjatuh tapi masih bisa mengontrol tubuhnya. Temannya bertanya ada apa?
Takuto mengatakan kalau kakinya kram. Temannya mencoba memijat kaki Takuto.

Magumi sedang bekerja di cafe. Akhirnya Takuto datang, Megu melihatnya dan terlihat gugup. Ia bahkan pura-pura tidak melihat dan masuk ke sebuah ruangan, menemukan cermin dan memperbaiki rambutnya.
Megu bahkan memakai lipgloss. ehehhehehhe.

Megu yang melayani pesanan mereka. Megumi sangat gugup, Takuto malah mencoba menggodanya. Ia meminta menu pilihan Megumi karena Megumi sudah mencoba semuanya. Takuto memperkenalkan teman yang bersamanya, Shigeyuki-senpai, teman satu klub futsalnya.
Megumi dan shigeyuki saling menunduk. Shigeyuki bertanya, pacarmu?
Megu sudah sangat gugup dengan jawaban Takuto, tapi ia langsung kecewa saat Takuto menjawab bukan.
Shigeyuki kaget, Ku pikir pacarmu. Kita punya selera yang sama dengan gadis-gadis. Intinya Megu adalah Tipe Shigeyuki dan artinya tipe Takuto juga, ehehehe.
Takuto tersenyum. Megumi baru sadar dan bertanya pada Shigeyuki, hah?
Keduanya tertawa, bukan apa-apa. Megu cemberut dan bertanya mereka ingin memesan apa?
Takuto mengatakan apapun pilihan Megu dan Shigeyuki setuju.

Shigeyuki dan Takuto makan sambil ngobrol tentang pekerjaan. Takuto mengatakan kadang ia berfikir untuk masuk sekolah pascasarjana seperti Shige. Shige mengatakan ia masuk sekolah pasca bukan berarti ia mendapatkan pekerjaan.
Tapi kenyataannya Shige sudah bekerja terutama pekerjaan yang orang tuanya inginkan. Takuto mengatakan kalau Mamoru mendapat pekerjaan jadi ia sedikit kesepian, ia bersyukur Shige masih mau makan bersamanya. Shige mengatakan kalau ia bisa nongkrong kapan saja.
Shige kemudian harus pergi dan meninggalkan uang untuk mentraktir Takuto.
Sebelum keluar, ia sempat menatap Megumi terlebih dahulu. cukup lama kemudian ia berjalan keluar.
OMG!!!!!

Megumi menuju meja Takuto untuk membersihkan piring kotor di meja Takuto. Takuto menanyakan kapan Megu akan selesai kerja. Megu heran dan menatap Takuto.

Takuto rupanya menunggu Megu pulang kerja. Mereka berdua ada dibangku taman. saat mengu menanyakan pekerjaan Takuto, Takuto protes karena Megu belum memanggilnya Takuto.
Tapi Megu belum mau memanggilnya. Takuto mejawab kalau ia guru les anak kelas 5 SD.
Takuto kemudian menanyakan apa impian Megu saat SekolahDasar. Megu mengatakan kalau Takuto akan tertawa.
Megu berdiri dan mulai menari. Impiannya saat kecil adalah menjadi Balerina.
Mereka ngobrol sederhana tentang impian, Megu tidak mengikuti kelas balet karena mahal dan ia punya masa kecil yang mengagumkan.

 
Gantian Megu yang bertanya tentang itu. Takuto mengatakan impian masa kecilnya adalah menjadi dokter. Ia sering bermain pura-pura menjadi dokter.
Megu mengejek Takuto kalau sekarang Takuto pasti masih sering melakukannya. Menjijikan.
Takuto dengan wajah serius malah bertanya, kau mau mencobanya?
Megu panik. Takuto tertawa melihat tingkah Megu. Megu membenarkan bajunya dan Takuto bertanya, apa Megu kedinginan?
Megu mengiyakan. Mereka memutuskan akan pulang.
Takuto bangkit dan menawarkan mengantar Megu pulang.

-Sawada Takuto, Musim Dingin Tahun Senior di Perguruan Tinggi-

Takuto ada di kampus. Mamoru menemuinya dan mengatakan kabar tentang Sakashita, orang yang gugupan yang ditemui Takuto saat wawancara. Dia meninggal karena bunuh diri.
Takuto shock. Ia membatu.

Takuto datang ke rumah duka. Ia terkejut karena Megu juga datang kesana.  Keduanya memberi penghormatan. Tatapan Takuto tampak aneh.

Takuto dan Megu masih bersama. Mereka mengobrol tentang Sakashita. Keduanya sama-sama bertemu dengan Sakashita di sebuah wawancara perusahaan. Megu mengatakan ia mendengar gosip kalau Sakashita mendaftar ke 100 perusahaan dan ditolak semuanya.
Tiba-tiba Takuto bertanya, Apa aku boleh menciummu?
Megu terkejut, Apa?

Takuto : Hmmm, Apa aku boleh menciummu?
Megu masih bingung, Bagaimana bisa kau bercanda disaat-saat seperti ini?
Takuto dengan serius mengatakan, Aku sedang tidak bercanda.
Megu menatap Takuto, Apa yang sedang kau pikirkan?
Takuto menjawab dengan serius, Aku tidak memikirkan apapun.
Megumi : Dan kau ingin mencium?
Takuto : Tidak boleh?

Megu menggenggam tangannya. Kau sangat mengerikan. Aku tidk menyangka kau orang seperti itu. Di suatu tempat di benakku, aku berpikir bahwa sebenarnya kau mencoba membantuku waktu teleponku berdering saat wawancara itu. Tapi aku sepenuhnya salah.
Takuto terdiam. Megu meninggalkan Takuto dengan kecewa.


Megu masuk ke perpustakaan. Saat ia melihat Takuto ada disana, ia segara keluar. Takuto melihatnya dan tidak bisa bicara, ia menatap Megu yang pergi.
HP Takuto berdering. Ibunya menelpon kalau sudah sampai dirumah.

Takuto, Ibu dan Rikuto makan bersama. Ibu melayani Rikuto dengan baik. Takuto menatap ibunya seperti ingin mengatakan sesuatu. akhirnya ia bicara kalau besok ia ada wawancara. Ini mungkin akan menjadi yang terakhir. Ibu bertanya apa nama perusahaannya. Begitu tau ibu mengatakan belum pernah mendengarkannya. Dan ia menyemangati Takuto.
Hanya begitu. Takuto tampak kesulitan bernafas di hadapan ibunya sendiri. Rikuto berkomentar kalau Takuto gagal, Takuto masih  bisa bekerja di perusahaan ayahnya. Ia juga bertanya apakah Takuto sudah mengunjungi perusahaan itu?
Takuto menjawab belum. Rikuto pesimis dengan itu.
Takuto tampak tidak bersemangat. Ribuan pikiran ada di otaknya.

Malamnya, Takuto berlatih wawancara lagi. Ia latihan di depan cermin. Tapi ia lupa apa yang akan ia katakan ditengah-tengah. Takuto menelan ludah. Ia menatap dengan pikiran yang dipenuhi ketidakyakinan. Pikiran untuk menyerah mungkin.

Takuto masuk ke perusahaan Furniture itu. Kebetulan ia bertemu lagi dengan Megumi yang juga datang untuk wawancara. Keduanya saling menatap, tanpa bicara, Megu meninggalka Takuto.

Di ruang Wawancara, pewawancara bertanya tentang pelajaran yang paling dipetik di masa-masa sekolah.
Pelamar pertama mulai menjawab. Megu sebagai pelamar kedua tampak bingung karena ia menyiapkan jawaban yang sama. Dan tentu saja saat bicara ia gugup dan akhirnya mengaku kalau ia menyiapkan jawaban yang sama.
Giliran Takuto. Ia memulai dengan sangat baik. tapi tiba-tiba ia berhenti bicara membuat semuanya bingung. Pewawancara juga bingung bahkan saat Takuto tertawa. Takuto minta maaf dan melanjutkan, kali ini dengan wajah serius.

 Takuto :  Pelajaran yang kupetik di masa-masa sekolahku adalah untuk memerankan karakter. Di SD dan SMP, aku berakting supaya aku tidak menonjol dan ditinggalkan di ruang kelas. Di rumah, aku memerankan seorang anak yang hidup sesuai pengharapan orangtuaku. Di SMA, saat aku tidak bisa memenuhi pengharapan orangtuaku lagi aku memerankan karakter seorang laki-laki sembrono di rumah maupun sekolah. Dengan mengejutkan orang-orang menerimaku dengan mengatakan 'Takuto adalah orang yang seperti itu.' Setelah masuk perguruan tinggi, aku tidak perlu banyak-banyak memerankan karakter. Tapi semenjak perburuan kerja dimulai aku harus memerankan karakter lagi. Aku melatih jawaban-jawabanku untuk berbagai wawancara banyak kali di depan cermin. Seseorang yang baru saja kutemui di sebuah wawancara akan menilaiku dalam beberapa menit dan menolakku. Dan rasanya seperti aku sepenuhnya ditolak. Jika itu terjadi sebanyak 50 kali, 80 kali dan 100 kali. Aku akan bertanya-tanya kenapa aku masih hidup. Aku akan merasa seakan tidak ada gunanya hidup. 
 
Megumi menatap Takuto yang terus bicara. Takuto mengatakan hal itu tanpa emosi. Ia terlihat seperti mencurahkan semuanya pada akhirnya.
Lalu kemudian ia sadar, Ah, aku jadi tidak benar-benar menjawab pertanyaan Anda. Aku minta maaf.
Takuto duduk kembali. Ia tersenyum, tapi senyuman pahitnya yang khas.

Megu di rumahnya mendapat SMS dari perusahaan bahwa ia ditolak. Megu seperti tidak punya nyawa, ia termenung. Ibu melihatnya dengan khawatir.

Takuto sedang merenung di bangku taman. Ia kemudian mendapat SMS. Ia membukanya dengan ogah. Tapi kemudian ia terbelalak kaget.
Pemberitahuan bahwa ia diterima untuk wawancara kedua dan tes kesehatan.
Takuto terkejut.

Takuto datang ke Miyamae Furniture. Ia melakukan tes kesehatan. Kemudian ia wawancara kedua dan Takuto bertanya kenapa mereka memilihnya.
Pewawancara mengatakan kalau Takuto menunjukkan pada mereka sedikit jati diri nya saat Wawancara. Itu membuatnya ingin bekerja sama dengan Takuto.
Takuto terpana, ia berkaca-kaca dan menunduk berterima kasih. Ia tersenyum.

Takuto keluar dari perusahaan dan ingin menelpon rumahnya. Tapi ia mengurungkan niatnya. Tapi kemudian ponselnya bergetar dan ada telpon dari ibunya. Ibunya mengumumkan kelulusan Rikuto di sekolah kedokteran.
Takuto ingin mengatakan kalau ia juga diterima kerja, tapi ibunya memotong pembicaraan dan terlalu bahagia dengan Rikuto.
Takuto tersenyum pahit lagi. Pada akhirnya, ia tetap tidak di pandang.

Megu ada di kamarnya. Ia menatap ponselnya. Kemudian ia meraihnya dan mencoba menelpon Takuto. Sayangnya ponselnya tidak aktif.

Megumi sedang bekerja di cafe dan melihat disalah satu meja pelanggan ada perayaan diterimanya teman mereka di perusahaan.
Megumi melihat mereka dengan sedikit iri.
Pada akhirnya ia bicara pada manajer kalau ia ingin tetap bekerja sampai April di cafe itu.

Megumi pulang kerja menggiring sepedanya. Ia menghentikan langkah saat melihat Takuto di hadapannya.
Takuto mendekatinya. Megu heran apa yang dilakukan Takuto disana. Takuto menunggunya karena tadi Megu menelponnya. Megu mengatakan ia menelpon karena ingin bertukan informasi pekerjaan. Akhirnya ia mengatakan kalau ia tidak di terima.
Takuto mengatakan kalau ia diterima.
Megu tersenyum dan mengataakn kalau ia sudah mengiranya. Megu dengan tulus mengucapkan selamat.

Keduanya duduk di bangku taman. Takuto minta maaf atas perbuatannya saat itu.
Megu meminta maaf juga. Ia yakin hari itu Takuto pasti banyak memikirkan Sakashita dan hal itu pasti sangat mengejutkan. Kau pergi ke acara dukanya meskipun kau baru bertemu satu kali dengannya di sebuah wawancara.
Takuto mengatakan kalau Megu juga.
Megu bangkit dan mendekati takuto. Ia menatap takuto dan mengatakan kalau Takuto malu-malu.
Takuto tidak mengakuinya. Tapi Megumi tau, ia tertawa.

Takuto mengubah raut wajahnya, Aku bertanya-tanya apa dia takut waktu dia meninggal.
Sepertinya dia bergumam, sehingga Megumi tidak mendengarnya. Takuto mengubah raut wajahnya lagi dan melihat Megu yang sedikit kedinginan. Takuto bertanya lagi apa Megu kedinginan. Megu tersenyum, tidak sama sekali.

Takuto cukup kaget, karena terlihat sekali Megumi kedinginan. Megu bahkan sampai bersin.
Takuto menatap Megu yang bersikap menggemaskan. Megu menyadari Takuto menatapnya, dan mengatakan kalau ia sama sekali tidak dingin.
Megu menghindari tatapan dan membelakangi Takuto.

Tiba-tiba Takuto melepas syalnya dan melilitkan di leher Megumi.
Dengan gerakan lambat, dan terlihat romantis :D
KYAAAAA!!!

Megumi berbalik dan menatap Takuto, harusnya kau lakukan ini hanya pada pacarmu.
Takuto tertawa, tidak tahu kenapa, tapi aku ingin melindungimu.
Megumi terkejut. Ia teringat kejadian saat Takuto melindunginya saat wawancara.
Megu berkata, waktu itu juga.
Takuto tidak mendengarnya dan mengajaknya pulang.
Megumi tersenyum senang.

Takuto mengambil sepeda Megu tapi entah kenapa pegangannya terlepas sehingga sepeda terjatuh. Megu terkejut dan bertanya, tidak apa-apa?
Takuto minta maaf. Takuto memperhatikan tangan kirinya.
Megu mengambil sepedanya dan mengatakan akan mengendarainya.

Megu bertanya kapa ia mengembalikan syalnya. Takuto menjawab kembalikan kapan saja.
Megu mengerti.
Takuto mengucapkan Bye Bye.
Megu juga, Bye Bye.... Takuto.
Megu tersenyum malu dan segera mengendarai sepedanya,

Pertama kalinya Megu memanggil nama depan Takuto. Takuto sedikit kaget menatap kepergian Megu. Megu mengendarai sepedanya dengan senyuman di wajahnya.
Takuto menatapnya dan tersenyum.

Takuto kemudian mengalihkan perhatiannya ke tangan kirinya. Ia kemudian berjalan pergi. Jam berdetak semakin jelas.

-END-

Komentar :

Omooo~
Baru sempat menontonnya setelah sekian lama, ternyata drama ini sangat sangat bagus! Pantas banyak fans yang menanti setiap episode drama ini!!

Pertama kali melihat Haruma Miura dan Mikako Tabe berpasangan dalam movie Kimi Ni Todoke. Movie manis yang sama sekali enggak ada ciumannya. Pernah berharap mereka berdua bermain dalam movie yang sama lagi. Dan ternyata dikabulkan, bukan movie melainkan drama!!! Yai!!
Meski sempat ragu, tapi melihat page di idws cukup rame dan bahkan sub indonya cukup cepat akhirnya saia mendownload movie ini. Melodrama, tapi tetap menghangatkan hati dengan sedikit humor.

Haruma Miura memerankan Sawada Takuto dengan sangat baik. Aktingnya keren! Menurutku, caranya mkengekspresikan perasaannya sangat jelas. Bagaimana dia menjadi seorang pria yang memendam banyak hal, tentang masa lalunya, bagaimana ia dan keluarganya, rasa resahnya, tapi tetap tersenyum di hadapan banyak orang. Dan senyumannya itu lho, menunjukkan kalau ia punya banyak pikiran, senyuman penderitaan sih kalau kasarnya. Melihat bagaimana dia di keluarganya. Selalu menjadi nomer 2, karena mengecewakan orang tuanya. Aku sudah punya feeling ini sejak awal sih. PAda akhirnya ia menjadi salah satu pemburu pekerjaan,. Tapi aku salut ia tidak memakai koneksi. Berusaha sendiri.

Aku tidak suka dengan keluarga Takuto. Takuto menjadi yang kedua karena adiknya melakukan dengan baik keinginan orang tuanya. Aku sudah skip skip ke episode selanjutnya, dan aku tahu pada akhirnya adiknya menjadi baik. Tapi aku khawatir adiknya akan membuat Takuto semakin iri dan malah membuatnya menjadi lebih banyak pikiran hingga kehilangan akal.
Orang tua Takuto juga sedikit keterlaluan,. Tapi apa benar orang tua di jepang itu banyak yang begitu ya?

Mikako Tabe kali ini bukan gadis pendiam lagi. Ia menjadi gadis ceria dengan cukup banyak pikiran juga meski tidak sebanyak Takuto. Ia dibesarkan dengan kasih sayang oleh ibunya, jadi ia tidak kehilangan kasih sayang seperti Takuto. Tipe pekerja keras yang tidak mudah menyerah. Aku salut dengan Megumi yang mencoba berusaha di tengah kuliahnya.
Kata ibunya ia orang yang pemilih, tapi itu demi impiannya, karena impiannya berubah setelah dewasa. HAnya ingin punya pekerjaan tetap. 

Aku tau kalau topik utama drama ini bukanlah berburu pekerjaan, tapi mengenai kehidupan pria yang diterkena penyakit mematikan. Tapi episode pertama ini benar-benar membuat aku banyak berfikir. Apakah nanti aku akan seperti mereka?
Aku salut dengan mahasiswa jepang, berburu pekerjaan di tahun terakhir, seperti sekumpulan semut di awal episode. Aku bahkan melihat diriku sendiri yang bahkan belum melakukan apapun. Sulitnya mendapatkan pekerjaan, berkali-kali ditolak tapi mereka tidak menyerah sama sekali, bahkan ada yang sampai 100 kali mendaftar. Pada akhirnya ia memutuskan bunuh diri. Tragis. Tapi kenyataan di jepang memang seperti itu. Banyak sekali siswa dan mahasiswa bunuh diri, karena masalah sekolah, atau karena pekerjaan.

Seperti melihat gambaran masa depan, itu lah yang aku fikirkan saat menonton drama ini di episode pertama. Aku mulai takut lagi, bahkan sebelum memulai. Aku tipe orang yang terlalu takut untuk memulai, padahal setelah memulai, hal itu tidak semenakutkan yang kita bayangkan. Meski begitu, sulit sekali untuk memulai selangkah.
Banyak hal yang dapat dipelajari dari drama ini. Menyenangkan membuat sinopsisnya. Insyaallah aku akan melanjutkannya :')

 By Hazuki Airin @ Clover Blossoms

.

4 comments:

  1. lgsg jatuh cinta ma ni drama liat epi pertama udh sugoii :D kyk gini..
    epi ksukaan ku tu epi 2 ma 3,, masa "keemasan" hubungan takuto ma megumi..

    dr awal gx suka ma senpainya.. mukanya nyebelin.. >.< *walo disitu peranny baek.. tp ttp jahat dimataku *soalnya udh ngerebut megumi dr takuto #eh_spoiler :D

    sayang smggu cuma 1x.. gx kyk k-drama >.< mana maennya gx da 1 jam.. bener" bikin sebel.. nunggu ma nontonnya gx setimpal >.<

    ktnya cuma 11 episode ya.. berharap da happy ending *walo kykny gx mgkin.. >.<

    epi 1 drama ini.. yg ttg nyari pekerjaan tu srasa ngjleb bgt bt aku *yg udh lulus kuliah tp gx bisa lgsg dpt pkerjaan
    liat perjuangan megumi ma takuto jadi malu sendiri.. takuto megumi udh nyoba berkali" tp gx gmpg nyrah.. *aku nyoba brappa kali udh lgsg nyerah,, hehe :)

    tp emg mgkin blom rejeki nya ja dpet kerjaan kantoran . jadi wirausaha de skrg.. sama kyk megumi yg walo gx dpet kerjaan formal tp ahirnya bisa nemuin hal yg dia sukai.. n jadi pekerjaan.. :D

    jadi buat hazuki.. jgn takut klo gagal".. mgkin Tuhan pnya rencana laen.. klo emg blom dpet kerjaan dg cepet kyk temen" yg laen..
    tp moga ja gx ya.. moga Hazuki bisa lgsg dpet kerjaan yg dipengenin klo udh lulus ntar.. aamiin :D


    nb : maap ya.. jadi kyk numpang bikin blog di blog org.. saking byknya yg dikomentari.. n mo nanya... banner foto dibawah blog tu dr drama pa sih? kok bgus gtu.. kyk jung so min

    ReplyDelete
  2. baru tau kalo ada drama baru dari miura nii-san.. :)
    akting doi emang keren.. mlai dari bloody monday, samurai highschool, kimi no todoke, tokyo park, termasuk last cinderella, semuanya MEMUASKAN!! :) and sekarang kayaknya kembali jatuh cinta sama miura kembali dalam perannya sebagai takuto disini... sugoi deh!! keren abis. :D
    arigato gozaimasu gan ama sinopsisnya, bakal ngikutin terus nih.. ;)

    ReplyDelete
  3. kalo mau download film nya dimna ya chingu ?

    ReplyDelete
  4. oh ya episodenya sampe brp ?

    ReplyDelete

 

Random Post

Clover Blossoms Fanpage

In My Radar

Watching :
- We Married as A Job
- Jimi ni Sugoi!
- Weightlifting Fairy
- Goblin
- The Legend of The Blue Sea
- Father I'll Take Care of You
- Beppin-san
- Gochisousan

Waiting Drama:
- Miss in Kiss

Waiting Movies:
- One Week Friends
- Your Lie in April
- Aozora Yell
- Itakiss Movie

Favorite Song This Time :
- Red Cheek Puberty - Galaxy
- Ben - Foggy Road
- Twice - Next Page
- Utada Hikaru - Hanataba wo Kimini
- LYn - Love Story