[Sinopsis] All For You Episode 5



Episode 5 : “Life’s Counterattack”

-November 1997-
Ayah, Ibu dan Shi Won sedang menuju suatu tempat dengan mobil mereka. Ayah dan Shi Won bertengkar lagi dengan suara keras, bahkan ayah sampai batuk. Ibu hanya menggeleng. Shi Won ingin dibelikan celana jeans mahal tapi ayah menolak karena Shi Won sudah punya seragam sekolah. Jika Shi Won terus merengek maka ayah minta Shi Won berhenti sekolah saja dan mulai bekerja mencari uang. Ibu akhirnya kesal dan menyuruh mereka berhenti.

Mereka berhenti untuk membeli roti ikan. Shi Won yang membelinya. Shi Won melihat ajusshi penjual roti ikan mengenakan baju Bad Boy milik SechKies dan berjanji akan membawakannya baju HOT yang cocok dengan topi Candy milik ajusshi itu. Shi Won ini penggemar HOT, sangat. Ajusshi itu sangat senang, ia lalu melepas bajunya disana saat itu juga. Tentu saja Shi Won menghalanginya karena ajusshi itu tak perlu melakukannya sekarang.

Shi Won kembali ke mobil dengan roti ikan. Ayah dan Shi Won masih terus bertengkar. HAHHAAHHA. Ayah memang selalu berusaha untuk menang sehingga ia berteriak keras membuat ibu frustasi dan menyuruh mereka berhenti bertengkar dan memperhatikan jalan. Ayah mengerem mendadak di lampu merah sehingga Shi won ribut lagi. ckckckckkc keluarga ini.
Mereka juga menyebut-nyebut nama Yoon Jae (mian, sub-nya belum keluar jadi aku bingung mereka ngomong apa T__T).

Ibu stress dan berteriak menyuruh mereka berhenti. Ia benra-benar frustasi. Lalu tiba-tiba sebuah mobil menabrak bagian belakang mobil Ayah. Ibu kesal dan dia mengatakan ia akan berakting kalau sepertinya setiap tulang mereka sakit karena kecelakaan itu. Ayah setuju. Ibu dan ayah keluar dengan memegang bagian tubuh mereka seolah benar-benar sakit, saat Shi Won mendengarkan radio di dalam. Pengendara mobil itu benar-benar minta maaf karena ia belum lama di korea jadi ia tak tahu harus berbuat apa. Ibu bhakan benar-benar serius akting dan jatuh seolah-olah punggungnya beneran sakit. Pengendara panik dan mengeluarkan ponsel anehnya untuk menelpon 119.

Ibu benar-benar di bawa ke rumah sakit dengan ambulan. Pengemudi tadi memberikan nomor telponnya pada Ayah yang masih mempersalahkan perbaikan mobilnya. SHi Won di dalam mobil kesal dengan tingkah ibunya. Ia mendengarkan radio di dalam mobil yang menceritakan kisahnya (Sepertinya Shi Won mengirim itu ke stasiun Radio). Kisah itu adalah bagaimana Yoon Jae mengalami kecelakaan tragis dimana Yoon Jae terbakar  dan sedang terbaring di rumah sakit. Shi Won minta pemirsa mengasihani Yoon Jae dan berdoa padanya.

Scene beralih ke Yoon Jae yang ada di rumah sakit, bukan terbakar melainkan patah lengan dan dia tertawa tak percaya bahwa Shi Won berbohong. Pembawa acara mengatakan akan memberikan satu set sikat gigi yang membuat Shi Won marah karena ia tak memenangkan jeans yang dia inginkan. Sementara itu Shi Won ternyata sudah tiba di kamar inap Yoon Jae dan menjatuhkan roti ikannya melihat Yoon Jae sepertinya baik-baik saja, bisa tertawa mengejek seperti itu. Yoon Jae memperingatkan akan kebohongan Shi Won, bisa saja menjadi kenyataan suatu hari nanti sambil memakan es lolinya.

Di Emergency Room, ayah sudah pake penyangga leher. Dokter sepertinya mengatakan mereka baik-baik saja atau semacamnya, ia tak percaya kalau Mereka sakit.Tapi ayah terus bersikeras kalau ia syok dan terluka karena kecelakaan mobil tersebut. Akting mereka cukup bagus dimana-ibu tiba-tiba muncul dari samping ayah dan berakting sakit punggung. Dokter yang melihat mereka tak percaya dan terlihat kesal. Namun apa boleh buat. Itu adalah salah satu cara mendapatkan check-up gratis. HHAHAHAHA.

Shi Won dan Yoo Jung menemani Yoon Jae di ruang rawat inap. Yoo Jung membuka apel dan Shi Won membagi kue ikan dan memberikan bagian yang kecil pada Yoon Jae sehingga membuat Yoon Jae kesal. Sepertinya Yoon Jae tak suka kacang merah-nya jadi ia memberikannya pada Shi Won. Shi Won memperhatikan bungkusan roti ikan tadi yang terbuat dari dari koran dan ada berita anak hilang di sana. Shi Won berkomentar kalau gambar anak hilang itu mirip dengan orang desa yang bodoh. Dan ia terkejut karena hadiahnya adalah 100 juta won.

Yoon Jae dan Shi Won bertengkar lagi sehingga Shi Won memukul tangan Yoon Jae yang sakit. Astaga...
Yoon Jae sendiri bertanya apakah Shi won sudah menyelesaikan PR-nya. Dan tak heran, Shi Won lupa tentang hal itu. Yoo Jung khawatir karena guru mereka itu benar-benar galak. Hukumannya pasti menulis 4 suku kata dari perinbahasa sebanyak 3000 kali. Jika tak selesai, guru itu tak akan segan memukul muridnya. Shi Won mulai khawatir. Ia memandang Yoon Jae dengan tatapan memohonnya. Yoon Jae mulai curiga, kenapa menatapku begitu?
Shi won : Apakah kau bisa menulis dengan tangan kirimu?
HAHHAHHAHHA. Yoon JAe berang.

Saat Yoon Jae bertanya bagaimana keadaan ibu Shi Won, Shi Won mengatakan tentang persekongkolan ayah dan ibu, pura-pura sakit agar bisa check up gratis. Yoo Jung cukup terkejut dengan itu. Ayah kemudian membuka pintu dan berteriak : Yoon Jae a~
Ayah juga menyapa para pasien yang ada di sana dan mengatakan agar Yoon Jae diperlakukan dengan baik oleh pasien yang ada di sana. Ia bahkan membawakan minuman kesehatan untuk semua orang. Shi Won beneran malu dengan kelakuan ayahnya.

Tae Woong masih si sekolah, ia mengambil shift malam. Seorang guru minta maaf pada Tae Woong karena harus menggan ti shift dengan Tae Woong malam itu, apalagi karena masalah Yoon Jae yang sedang di rumah skait. Tapi Tae Woong tak terlalu khawatir karena keluarga Sung pasti menemani dan mengurus Yoon Jae di sana.

Malam harinya di rumah sakit, Shi Won memakai kaca mata tebal lamanya dan pergi ke dekat tempat tidur Yoon Jae. Ia duduk di sana dan membuat Yoon Jae bingung. Shi Won sudah menyiapkan tempat tidur ekstra di bawah dan minta Yoon Jae tidur di bawah sedangkan ia di atas. HAHAHhaHHAH. Yang jadi pasien kan Yoon Jae.
Yoon Jae tak percaya akan hal ini dan memandangi Shi Won. Shi Won heran dan bertanya, apa aku cantik? Tapi Yoon Jae memberi jawaban yang tak memuaskan sehingga dengan suara keras ia menyuruh Yoon Jae tidur di bawah.


Yoon Jae mengalah dan tidur di bawah. Shi Won senang karena ia bisa tidur dengan nyaman. Shi Won membangunkan Yoon Jae dan bertanya, apa kau bisa tidur dengan wanita cantik di sebelahmu?
Yoon Jae masih emnutuo matanya dan menyuruh Shi Won diam dan ia menarik selimutnya untuk mulai tidur dengan tenang.

Tapi saat tengah malam, tentu saja Yoon Jae tak bisa tidur dengan tenang. Ia terbangun dan memberikan selimutnya pada Shi Won yang tidur pulas. Ia menghela nafas dan menatap wajah Shi Won yang sedang tidur, Bagaimana dia bisa tidur sekarang?
Hehehehehhe.

-Maret 1996-
Hari pertama ia dan Shi Won masuk SMA. Shi Won sedang sibuk memasang contack lens di matanya. Yoon Jae seperti biasa menjemput Shi Won ke rumahnya dan membuka pintu kamarnya. Ia tertegun di depan pintu kamar melihat penampilan baru cinta pertamanya. Atau saat itulah ia menyadari kalau ia jatuh cinta?
Shi Won bertanya apakah ia tampak aneh?
Tentunya Yoon Jae tak bisa ngomong apa-apa lagi, Shi Won memang terlihat cantik. (Eun Ji cantik banged ya).


"Saling berlari ke arah satu sama lain, membaca buku yang sama di perpustakaan bersama-sama, berbagi payung yang sama saat hujan. Aku pikir jatuh cinta adalah hal seperti ini. Aku tidak pernah membayangkan kalau aku akan jatuh cinta dengan cara yang sederhana seperti ini. 1996, Musim Semi. Cinta pertamaku dimulai secara tiba-tiba seperti ini".


Kembali ke rumah sakit saat Yoon Jae memandangi Shi Won dan ia tertawa sendiri, Dulu ia cantik karena tidak memakainya (kaca mata), sekarang ia kelihatan cantik karena ia memakainya.
Yoon Jae membuka kacamata Shi Won dengan hati-hati dan membelai rambutnya. Yoon Jae terus memandnag Shi won dengan penuh cinta. Pada akhirnya ia mendekatkan diri dan mencium pipi gadis itu. OMO!!!

Kemudian ia tersenyum dan memandangi wajah Shi Won yang tertidur.

Hari sedang hujan deras. Ayah membuang sampah di tempat sampah dengan mengenakan jas hujan putih. Tiba-tiba Shi Won terdengar memanggil ayahnya dengan panik, dan ia berlari keluar menembus hujan bahkan tanpa mengenakan sendal dan saat ayahnya berbalik melihat puterinya itu, kita tahu itu adalah jas HOT. Itulah masalahnya, Shi Won kesal dan merengek pada ayahnya karena ayahnya mengenakan jas resmi HOT edisi terbatas. Ayah mengatakan ia akan melepaskannya di dalam tapi Shi Won tak mau, ia ngin ayahnya melepasnya sekarang. Ia menarik tangan jas itu dan kita tahu apa yang terjadi.

Jas itu robek. Shi Won menangis dan meronta terduduk di jalanan. Ayah mencari aman dan melepaskan jas itu tanpa berkata apa-apa. Ia memberikan jas itu pada Shi won dan segera masuk ke rumah. Shi Won masih kesal dan menangis si luar dengan jas HOT-nya yang hancur.

Di rumah sakit, Yoon Jae dikunjungi 3 temannya. Sung Jae masuk bertanya apa kau baik-baik saja, dan langsung ke lemari makanan, ia hanya menemukan satu minuman di sana dan protes. Yoon Jae kesal dan menendangnya dengan kakinya. Joon Hee dan Hak Chan datang kemudian. Joon Hee highfive dengan Yoon Jae saat Hak Chan meletakkan makanan yang ia bawa. Es Krim. Sudah di kasih, Yoon Jae malah protes, hanya es krim? Hak Chan lalu mengeluarkan majalah porno dari jaketnya. HAHHAHA. Yoon Jae mengambilnya sambil tersenyum lalu menyembunyikannya di bawah bantalnya.
LOL. Sung Jae dari tadi nyari apaan di lemari? HAHHA.

Joon Hee memberikan buku catatan sejarahnya agar Yoon Jae bisa belajar. Yoon Jae bertanya bagaimana denganmu? Joon Hee menjawab ia sudah membacanya. Yoon Jae tersentuh dan ia menyuruh Joon Hee mendekat. Saat joon Hee mendekat, Yoon Jae memeluknya, ia berkata : Kau tahu aku mencintaimu?
Dan kalian liha wajah gugup Joon Hee, ia lalu mendorong Yoon Jae menjauh.

Sung Jae akhirnya minum minuman Yoon Jae dan berkata kalau Yoon Jae beruntung karena lengannya patah. Karena semua siswa di hukum menulis 3000 kata. Yoon Jae komentar kalau lengannya tak patah mungkin ia akan menulis 6000 kata karena Shi won. Hehehhe.

Shi Won di kamarnya masih kesal karena Jaket HOT-nya dan lagi ia tak sanggup menulsi 3000 kata. Ia mengeluh dan merengek di meja belajarnya.

Lalu ayah diam-diam ayah ke kamar Shi Won, sepertinya ayah menyesal atas insiden jas HOT itu. Ia bertanya bagaimana pekerjaan rumah Shi Won. Shi Won menjawab ini semua salah ayahnya yang tak mau membelikannya jeans yang ia inginkan. Ia menghabiskan waktu mengemis jeans sehingga ia tidak mengerjakan PR-nya.
Ayah akhirnya menanyakan berapa harganya. Sedikit terkejut dengan jawaban ayahnya, Shi Won berkata harganya 290.000 won dan Ayah langsung menolaknya dengan suara keras. Harganya mahal makanya ayah cari-cari alasan dan lagi-lagi ia menyalahkan obsesi Shi Won pada monyet itu.

Mereka bertengkar serius di kamar saat ibu sedang menyiapkan makanan untuk di bawa ke rumah sakit.

Ibu dan Tae Woong sedang bicara di telpon. Ibu mengatakan ia sudah menyuruh Shi Won mengantarkan makanan ke rumah sakit untuk Yoon Jae. Ibu juga mengatakan kalau ayah akan membayar tagihan rumah sakit. Tae Woong menolak hal itu tapi ibu bersikeras. Ia menyuruh Tae Woong membeli komputer yang diinginkannya dan tak usah khawatir dengan biaya rumah sakit.
Ya Ampun,, baiknya keluarga Sung... :')

Saat Tae Woong menutup telponnya, ia berbalik dan kaget dengan sosok yang memakai jas putih. Itu Shi Won yang memakai jas HOT yang robek. Ia masih kesal dengan pertengkarannya dengan ayahnya. Ia mengatakan pada Tae Woong kalau orang tuanya berpura-pura sakit untuk mendapat check up gratis dan memberitahukan Tae Woong untuk tak usah repost membicarakan kesehatan mereka.

Saat masuk ke ruangan Yoon Jae, Tv sedang memutar berita tentang ditemukannya anak konglomerat yang hilang, yang dilihat Shi won di koran bungkus roti ikan, yang ternyata penjual roti ikan di jalan itu. Yoon Jae terkejut melihat berita itu, Shi won kesal karena ia tak memperlakuka idiot itu dengan baik sebelumnya. Mereka benar-benar sial dan Tae Woong hanya tersenyum.

Tae Woong menuju Yoon Jae dan membuka makanan dari ibu sambil berkata, hidup benar-benar tak terduga.


Narasi Shi Won : "Itu benar. Hidup.... adalah sesuatu yang tak bisa kau tebak."


Shi Won pulang ke rumah saat telpon berdering. Sepertinya ibu dan Ayah tak ada di rumah, karena rumah begitu gelap. Gelap. Shi Won berhenti di pintu ruang tangah, melihat telpon yang berdering, ia tak mengangkatnya.

"Itu bukan suara. Itu bukan suara udara yang mengerikan, yang dingin merasuki tubuhku".


Shi Won akhirnya mengangkat telpon. Itu ibu, Ibu bertanya pada Shi Won apakah ia memiliki uang untuk ongkos taksi dan mengatakan padanya agar tidak terkejut. Shi Won mendengarkan. Ia tak bergerak.

"Manusia tidak memiliki kekuatan khusus. Telpon berdering dengan perasaan yang mengerikan dalam tubuhmu, itu adalah sinyal akan sesuatu yang mengkhawatirkan".


Suara ibu mulai pecah saat ia mengatakan, Ayahmu menderita kanker perut.
Shi Won terjatuh lemas dan  menangis. Ibu meminta Shi Won jangan menangis di depan ayahnya karena ayah nanti pasti akan lebih sedih. Shi Won mulai menangis, air matanya keluar, Shi Won menangis sambil mengatakan, ayah dan ayah.

Shi won ada di dalam taksi menuju rumah sakit. Ia menangis sehingga membuat supir taksi bingung dan terus melihatnya. Sopir bertanya apa semua baik-baik saja dan Shi Won menjawab tidak. Sopir taksi menyalakan radio. Pembawa acara membacakan cerita bohong yang dikirim oleh Shi Won. Pembawa acara membacakan cerita kalau ayahnya terkena kanker dan sedang berjuang dengan kemoterapi. Ia meminta semua pendengar mendoakan ayahnya. Dan kebohongannya kali ini menjadi benar. Shi won makin menangis mendengar hal itu. Penyiar radio mengatakan ia akan mengirim jeans yang diinginkan Shi Won.
Poor Shi Won, makanya jangan suka boong.

The Cranberries' Ode To My Family mulai dimainkan di radio. Yoon Jae belum tahu kabar itu dan ia tertawa karena Shi won akhirnya mendapatkan apa yang ia inginkan. Yoon Jae mendengarkan musik di radio tersebut sementara Shi Won masih terus menangis di dalam taksi.

Ayah memakai baju untuk operasi. Ibu dan Shi won sudah menunggu di dekatnya. Shi Won tak bisa menepati janjinya, ia menangis. Ayah sepertinya masih tegar, ia meyakinkan istri dan puterinya kalau ia akan baik-baik saja. Ayah memeluk ibu dan Shi won. Tae Woong datang dan mengatakan untuk tidak khawatir karena dokternya adalah dokter terbaik di Korea.

Shi Won masih menangis sambil menunduk, ia tak berani mengangkat kepalanya menatap ayahnya. Ayah memebritahunya untuk tidak menangis. Kalau Shi won terus menangis, maka operasinya tak akan berjalan baik karena ia khawatir. Shi Won memeluk ayahnya sambil terus terisak dan ia minta maaf. Ayah berkata putrinya bersikap dewasa dan berjanji kalau ia akan baik-baik saja.

Suster datang dan ayah akan siap-siap. Tae Woong akan pergi bersamanya. Ayah berterima kasih pada Tae Woong dan Ayah memegang tangan Tae Wong dan berkata kalau Tae Woong adalah anak tertua keluarga mereka.

Ayah di bawa ke ruang operasi. Dalam  perjalanan, ia ingas saat sebelumnya ia ada di gereja (sepertinya ini terjadi saat ayah tahu ia menderita kanker). Ayah berdoa di sana, ia minta maaf karena ini pertama kalinya ia datang. Tetapi ia yakin ia akan di maafkan, akan baik-baik saja. Ayah mengkhawatirkan apa yang akan terjadi pada istrinya, juga pada Shi Won jika ia pergi terlalu cepat.

Ayah : Jika aku tak ada, siapa yang akan memegang tangannya di upaca pernikahannya? Hanya membayangkan dia akan berjalan sendiri saja, air mataku jatuh dan hatiku pecah berkeping-keping. Aku tahu aku tak boleh meminta bantuan pada pertemuan pertama kita, tapi tolong biarkan aku berjalan bersamanya di hari pernikahannya. Aku berjanji jika aku bisa melakukan itu, maka aku akan menyusul Song Joo tanpa pertanyaan apapun.
Ayah menangis.
Kembali ke ayah yang dibawa ke ruang operasi. Ia tak setegar kelihatannya. Ia juga merasa takut.

Ibu dan Shi won duduk di kamar inap ayah. Ibu menyuruh Shi Won tetap berangkat ke sekolah. Tapi Shi Won tak mau dan ia akan bolos saja. Tapi ibu mengeluarkan buku catatan dari laci dan memberikannya pada Shi won.

Shi Won membuka catatan itu. Ada tulisan rapi disana, 3000 kata yang seharusnya di tulis Shi Won. Air Mata Shi won kembali jatuh. Ia menangis. Ibu berkata hanya ada Shi Won dalam kehidupan ayahnya.


Narasi Yoon Jae : "Hidup selalu tidak terduga dan memukulmu dari belakang. Kau bisa sedih, ketakutan bahkan tersiksa. Pada saat seperti ini, satu-satunya hal yang bisa kita lakukan adalah mengatasi situasi dengan tenang dan mengakui kesalahan kita".


Shi Won dan ibu menunggu di luar ruang operasi dengan khawatir. Dokter keluar dan mereka segera menuju dokter dan bertanya bagaimana operasinya. Dokter melepas maskernya dan tersenyum. Ternyata dokter itu adalah orang yang menabrak mobil mereka sebelumnya. Ibu terkejut, ia menyesal dan segera berlutut memohon pengampunan.
Dokter menyuruh ibu berdiri, ibu benar-benar minta maaf dan bertanya bagaimana suaminya. Dokter memasang wajah sedih membuat Shi Won dan ibu makin terkejut. Tapi kemudian dokter membuat pose piece  dan mengatakan operasinya sukses dan tumornya telah diangkat.
Ibu sangat senang dan bersyukur, ia melompat dan memeluk dokter. Ia bahkan bersujud lagi.


Narasi Yoon Jae beralih ke saat pertama ia jatuh cinta pada Shi Won : "Kehidupan ini tak terduga dan kadang melompat setiap saat. Tak ada gunanya mencoba untuk mengabaikan atau menghindarinya. Satu-satunya solusi adalah dengan menghadapinya dan memukulnya balik. Tapi ada waktunya, hidup memberi kita hadiah yang membuat hati kita bergetar dan memastikan saat kita sakit, akan diganti dengan sebuah kebahagiaan".


Acara televisi memperlihatkan sebuah berita, Krisis moneter tahun 1997, dimana perekonomian sebagian besar negara Asia jatuh dan saat itu adalah masa sulit bagi warga negara (aku ingat ini :'().


"Tak ada cara untuk mengetahui kemana kehidupan adan membawa kamu. Jadi kita harus menggunakan indera kita untuk hidup."


-Seoul, 2012-
Kembali ke Reuni 2012, Sung Jae meminta semua mengangkat gelas mereka untuk bersulang. Hanya Shi Won yang meminum jus.

"Di meja ini... akan ada pasangan yang mengumumkan pernikahan mereka".


Dan Ji bertanya apa mereka akan menikah di Seoul atau di Busan.  Sung Jae juga mengatakan kalau ia ingin mengunjungi Busan. Joon Hee berkomentar tentang bagaimana sulitnya membeli rumah dengan konsisi ekonomi yang memburuk sekarang. Hak Chan mengatakan lebih baik memiliki rumah sendiri dari pada membayar sewa. Tae Woong berkomentar kalau siswanya sudah dewasa sekarang karena mereka membicarakan Real Estate.

Dan Ji kesal  karena pertanyaannya tidak di jawab, ia bertanya lagi dimana mereka akan menikah, Seoul atau Busan. Shi Won dan Yoo Jung merasa jengkel dan menjawab bersama-sama : Busan!
-END-



Comment :

Apakah drama ini akan berakhir dengan sebuah pernikahan???
Karena nggak sabar aku akhirnya mengintip sedikit episode 6 dan menemukan pasangan yang akan menikah. Heehehehhe. Tapi aku masih belum menemukan siapa ayah bayi Shi Won. Ngomong-ngomong apa aku yang nggak memperhatikan atau memang belum disebutkan, kapan Shi Won menunjukkan kalau ia hamil? Apa ada percakapan tentang itu? Atau hanya karena beratnya bertambah dan ia minum jus? Masih nggak tahu kapan, hahhaha.

Ada anggapan beberapa fans bahwa anak dari bayi Shi Won adalah Joon Hee. Tapi aku tetap mau itu adalah Yoon Jae. Di Episode ini aku beneran spechless sama Yoon Jae. apalagi pas adegan dia mencium Shi Won. Omo!!! Aku senyum-senyum sendiri deha melihatnya. Meskipun beberapa kemungkinan kalau itu Yoon Jae jadi menipis. Dan kemungkinan kalau itu Joon Hee semakin besar.
Pertama, saat bertemu Shi Won, Yoon Jae mengomentari Shi Won tambah gemuk. Jika Shi won Yoon Jae pacaran, harusnya dia nggak komen. Sepertinya mereka sudah tidak betemu dalam waktu yang lama.
Kedua, saat Shi Won menelpon seseorang yang dipanggilnya ayah di episode 1, seolah dia menelpon seseorang yang bukan bosnya, seolah itu ayah bayinya. Lalu saat ia menelpon seseorang yang ia sebut bibi / ibu, seolah ia menelpon mertuanya. Yoon Jae tak punya ayah dan ibu lagi jadi mungkin bukan dia.
Ketiga, hanya Joon Hee yang tak mengomentari berat badan Shi Won. Juga dia lebih dekat dengan Shi Won di episode-episode akhir. Sung Jae juga nggak komentar, tapi aku rasa nggak mungkin Sung Jae.

Aku juga menyukai hubungan keluarga  Sung dan Yoon. Sangan menyenangkan melihat kedekatan keluarga mereka. Ayah mungkin pelit pada anaknya, tapi ia punya jiwa besar juga saat membayar biaya rumah skait Yoon Jae. Yoon Jae dan Tae Woong pasti sangat beruntung mempunyai keluarga seperti keluarga Sung.

Bagaimana menurut kalian untuk akting tokoh dalam drama ini???
 Untuk Hoya dan Eun Ji, ini akting pertama mereka. Tapi mereka memerankan karakter dengan sangat baik. Bagaimana menurut kalian??? 


0 comments:

Post a Comment

 

Random Post

Clover Blossoms Fanpage

In My Radar

Watching :
- We Married as A Job
- Jimi ni Sugoi!
- Weightlifting Fairy
- Goblin
- The Legend of The Blue Sea
- Father I'll Take Care of You
- Beppin-san
- Gochisousan

Waiting Drama:
- Miss in Kiss

Waiting Movies:
- One Week Friends
- Your Lie in April
- Aozora Yell
- Itakiss Movie

Favorite Song This Time :
- Red Cheek Puberty - Galaxy
- Ben - Foggy Road
- Twice - Next Page
- Utada Hikaru - Hanataba wo Kimini
- LYn - Love Story