[Sinopsis] Boku no Ita Jikan Episode 2 Part 1

Sinopsis Boku no Ita Jikan Episode 2 Part 1
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

"Dengan teknologi kedokteran saat ini, penyakit ini tidak ada obatnya. Kau harus berusaha hidup dengan penyakit itu untuk jangka waktu yang lama. Jaringan-jaringan otot di seluruh tubuhmu akan melemah. Kau akan kesulitan untuk bicara dan menelan makanan.  Juga akan ada masalah pernafasan. Agar terus bisa hidup, kau akan perlu menggunakan alat bantu pernapasan. Dalam sebagian besar kasus, tiga sampai lima tahun sejak timbulnya gejala, pasien akan mengalami kelumpuhan otot pernapasan. Nama penyakit ini adalah ALS. Amyotrophic lateral sclerosis".

-Sawada Takuto, Musim Semi Tahun Pertama Bekerja-

Takuto baru terbangun pagi itu. Ia kelelahan membaca banyak jurnal tentang furniture. IA melihat ke arah jam weker dan terbelalak karena ia hampir terlambat. Ia segera bangkit dari tempat tidur dan mandi.
Selagi mandi, Takuto merasa ada yang aneh dengan otot lengannya. Ia mencoba menggerak-gerakkannya berkali-kali. Ia bingung, namun mengabaikannya.
Takuto sarapan dengan susu dan adiknya yang baru bangun juga memintanya. Rikuto protes mengenai lampu neon yang sudah rusak karena berkedip-kedip. Takuto tidak merasakannya namun ia setuju untuk menggantinya.

Hari pertama bekerja, maybe, senior menjelaskan pada Takuto tentang springbed ini dan itu. Takuto mencatatnya dan merasa kalau senior mengatakannya terlalu cepat. Senior mengatakan karena ia pikir Takuto lulusan sarjana, ia akan bisa mengingatnya tanpa mencatat. Takuto hanya bisa tersenyum kecut.

Megumi masih mencoba melamar pekerjaan. Ia diwawancara oleh pihak perusahaan. Megu mengatakan setelah lulus ia mencoba melamar ke berbagai tempat tapi tidak di terima. Pewawancara berfikir kalau Megu terlalu santai. MEgu mengatakan kalau ia sudah berusaha yang terbaik selama ini. Pewawancara menanyakannya lagi kenapa MEgu tidak bisa mendapat pekerjaan. Megu agak bingung menjawabnya, ia mengatakan kalau dirinya belum mampu menganalisa diri sendiri.
Pewawancara mengatakan sesuatu tentang keraguannya apakah Megu diterima atau tidak. Megu akhirnya memberanikan diri bertanya, menurut pewawancara apa yang kurang dari dirinya. Pewawancara tertawa mendengar pertanyaan Megu. Megu minta maaf.

Megu dalam perjalanan pulang saat ia mendapatkan pesan dari Takuto, menanyakan kabar Megu.
MEreka berdua sepertinya janjian ketemuan. Megu sudah tiba di sebuah cafe dan menunggu kedatangan Takuto.

Megu teringat saat hari kelulusan mereka di Universitas Seifu. Ia dan Takuto sempat bertemu.
Takuto menanyakan apakah mereka bisa bertemu lagi setelah ini. Dan tentu saja Megu mengiyakan hal itu.
Keduanya tampak tersenyum malu-malu. Takuto mengatakan kalau ia akan menghubungi Megu nanti.

MEgu tersenyum malu mengingat hal itu. Lalu orang yang ditunggu pun datang.
Mereka duduk dan ngobrol seperti biasa. Megu menanyakan apakah Takuto bermain karakter di perusahaannya. Takuto tertawa dan mengatakan ia ingin melakukannya, menjadi pegawai baru yang ulet, tapi kenyataannya ia putus asa.
Megu mengatakan ia berencana menghubungi Takuto duluan saat ia dapat pekerjaan, tapi sayangnya itu tidak terjadi.
Mereka tersenyum dan memutuskan memesan makanan.

Mereka makan sambil ngobrol. Megu mengatakan mencari pekerjaan setelah lulus kuliah mmebuatnya memikirkan banyak hal. Ia mencari tahu kenapa ia tidak bisa mendapatkan tawaran pekerjaan saat sekolah. Rupanya dulu ia tidak melakukan apa yang ia inginkan, ia hanya ingin menjadi pegawai tetap.
Mungkin karena itu ia tak dapat pekerjaan.
Megu ingin melakukan pekerjaan yang ia suka dan ia bisa mengerjakannya. atau mendapatkan pekerjaan yang tidak ia sukai tapi ia bisa mengerjakannya. atau pekerjaan yang ia suka tapi tidak handal mengerjakannya. Ia ingin menghindari pekerjaan yang tidak ia kuasai dan tidak ia suka.

 
Megu bertanya bagaimana dengan Takuto? Takuto mengatakan kalau ia masih belum yakin. Ia belum tahu apakah ia sudah terlatih penuh atau tidak, karena sekarang ini posisinya hanya sebagai sales. Tapi mungkin ia akan dipindahkan ke departemen pengembangan atau pemasaran. Ia bahkan belum tau departemen khusus yang ia inginkan.
Takuto juga berfikir, apa benar yang terbaik adalah mendapatkan pekerjaan yang kita sukai dan kita kuasai?
Megu tidak mengerti. TAkuto berkata, kau benci pekerjaan itu dan kau juga tidak menguasainya, tapi penghasilanmu 10 juta pertahun.
Mereka berdua tertawa karena memang sulit memilihnya jika begitu.

Mereka ngobrol sampai malam. Tak terasa akhirnya saatnya pulang. Hujan sangat deras. Megu mengambil payung dari dalam tas nya dan mengatakan ibunya menyuruhnya membawa payung. Megu membuka payungnya dan bertanya apakah Takuto ingin ikut?
Takuto setuju, ia menawarkan untuk memegang payungnya. Dan saat itu tangan mereka bersentuhan. wo.
Megu mulai gugup. Mereka berdua berjalan di bawah payung yang sama. Takuto kemudian bertanya kenapa Megu tidak menggandeng tangannya saja?
Megu terkejut, apa?
Takuto mengatakan dengan begitu Megu tidak akan basah.
Megu menyetujuinya meski ia sangat gugup.

KEduanya berjalan dibawah payung merah di tengah hujan. Takuto kemudian menawarkan Megu untuk ke rumahnya. Megu panik. Takuto mengatakan kalau ia dan Megu bisa makan dan juga mengundang teman mereka.
Dan Megu setuju-setuju saja. DAlam perjalanan pulang itu mereka mambicarakan mengenai makanan yang disukai dan yang tidak bisa mereka makan.
Perjalanan yang menyenangkan bagi mereka. Takuto kemudian membuka topik baru, Ia mengatakan ia ingin menolong orang-orang, apapun pekerjaannya itu, ia berharap bisa menolong seseorang.
Mereka berdua tersenyum.

-The Hours of My Life Episode 2-

Keesokan harinya, Takuto mengayuh sepedanya dengan semangat untuk berangkat kerja.
Sedangkan Megumi ada di kamarnya memeluk guling, tersenyum senang, dan guling-guling kekanan dan kekiri.
Ia tersenyum malu mengingat kejadian malam itu, saat Ia menggandeng tangan Takuto dan mereka berdua ngobrol di bawah hujan. Megu bahkan tidak bisa membayangkan ini beneran nyata dalam hidupnya. Ia tersenyum-senyum malu. Megu sedang jatuh cinta.

Pintu kamarnya di ketuk oleh ibu. Ibu bertanya kenapa hari ini Megu lama sekali bangunnya. Megu segera duduk dan mengatakan ia sudah bangun dari tadi.
Ibu bertanya apa yang akan Megu lakukan hari ini. Megu mengatakan kalau ia akan kerja sampai sore dan akan main bersama Hina. Ibu juga menawarkan makanan dan Megu ingin  makanan yang di panggang.
Ibu mengerti, ia juga mengajak Megu minggu depan untuk menemaninya kerja sukarela. Dan Megu setuju. Setelah ibu pergi ia kembali berbaring di tempat tidurnya sambil tersenyum.

Megu di cafe Family sedang mengajari seorang pekerja baru. Pekerja baru itu jadi semangat saat tau kalau umur mereka sama-sama 22 tahun. Ia bahkan terus bicara pada Megu meski MEgu ogah tak ogah mendengarkannya. Pekerja baru itu agak berisik ya?

Megu sedang makan bersama Hina. Mereka membicarakan tentang pekerjaan lagi. Megu khawatir ia tidak akan bisa dapat pekerjaan tetap lagi tahun ini. Sementara Hina mengatakan ia menikmati kerja paruh waktunya.
Megu kemudian melirik jamnya, Hina melihat dan bertanya apa mereka harus pergi sekarang? Megu menggeleng, tidak sekarang, sebentar lagi.
Hina menatak nakal pada Megu dan bertanya dengan serius, Kau sudah melakukan apa saja dengan Takuto?
Megu menggeleng dan mengatakan ia belum melakukan itu. Hina makin tertarik, ciuman?
Megu juga menggeleng dan Hina kecewa. Membosankan.
Kemudian Megu tampak tersenyum dan bersemangat mengatakan, Tapi, kami berbagi payung.
Hina tersenyum nakal, tidak puas. Megu juga menambahkan kalau mereka bergandengan tangan juga. Hina tersenyum nakal lagi. HAHAHAHHA.

Kemudian keduanya tampak berjalan menuju rumah Takuto. Keduanya membawa banyak bahan makanan. Kayaknya mau pesta barbeque.
Megu menekan bel pintu dan tampak Rikuto membukakan pintu. Rikuto ini enggak tersenyum sama sekali, ia hanya menyapa dan memperkenalkan dirinya sebagai adik Takuto. Sepertinya ia sudah tau kalau teman perempuan kakaknya akan datang.
Megu dan Hina masuk setelah dipersilakan oleh Rikuto. Sementara Rikuto menghentikan langkahnya melihat Mamoru yang minum sambil nongkrong di depan TV mereka, seolah ini rumah Mamoru. HAHHAHAHHAHA.

Mamoru melihat Megu dan Hina, ia menyapa mereka berdua. IA mengatakan kalau Takuto akan pulang terlambat, jadi mereka bisa mulai duluan. Megu yang mendengarnya tampak kecewa.
Rikuto juga akan pergi, Mamoru menawarkan untuk bergabung bersama mereka. Tapi Rikuto mengatakan ia amsih dibawah umur dan ia juga harus belajar. Rikuto kemudian meninggalkan mereka.

Mamoru mengatakan kalau Rikuto sepertinya tidak menyukainya. Megu dan Hina masuk menaruh belanjaan dan mengatakan kalau ia tak tahu Takuto tinggal bersama adiknya. Mamoru mengatakan kalau adik Takuto adalah mahasiswa kedokteran tingkat pertama. Hina dan Megu tampak kaget.
Memoru mengiyakan dan yakin kalau Rikuto akan mewarisi rumah sakit milik ayahnya nanti. Megu terkejut, Ayahnya seorang dokter?
Mamoru mengiyakan, Kau tidak tahu?
Megumi mengangguk.

Mamoru kemudian sibuk melihat belanjaan sementara Megu masih terkejut mengetahui Takuto berasal dari keluarga dokter. Megu teringat hari ia dan Takuto wawancara, ia mengerti apa maksud Takuto saat Takuto mengatakan kalau ia tidak bisa memenuhi harapan orang tuanya.

Sementara itu, Takuto di tempat kerjanya mendapat masalah lagi karena ia salah meletakkan karpet furniture. Atasannya tidak memarahinya sih, tapi menyinggungnya dan itu menyakitkan. Takuto harus tahan menghadapi semuanya, ia tetap berusaha tersenyum dan hari-harinya di penuhi dengan permintaan maaf.

Takuto akhirnya tiba di rumah dan bergabung dengan semuanya. Mamoru mengeluh karena Megu memarahinya saat ingin makan daging. Tapi Megu membela diri mengatakan jika ia tidak melarang maka Mamoru akan makan semuanya. HAHAHAHHHAHAHA.
Takuto minta maaf karena datang terlambat. Mamoru memberikan Takuto sekaleng bir, saat ia ingin bersulang tiba-tiba Mamoru mengatakan kalau ia dan Hina chan akan pergi karena mereka sudah makan banyak. Megu terkejut, Hina juga kaget. Ia menatap Mamoru dan mengerti maksudnya akhirnya ia juga ikut rencana Mamoru untuk meninggalkan Megu dan Takuto berdua.

Megu bingung dengan tingkah keduanya yang pamitan sambil tersenyum. Ia dengan polos bertanya pada Takuto, Mereka itu kenapa?
Dan Takuto dengan santai menjawab, Aku rasa mereka mencoba meninggalkan kita berdua.
Megu terkejut. sepertinya ia baru sadar. Sementara Takuto makan dengan tenangnya. Tapi kemudian Megu berhenti memikirkan hal lain dan ikut makan bareng Takuto.

MAmoru dan Hina jalan berdua. Mamoru bertanya apakah Hina sudah punya pacar atau belum. Ia memuji Hina yang cantik dan pasti sudah punya. Tapi ternyata Hina belum punya pacar dan membuatnya terkejut. HIna jujur mengatakan kalau dia orang yang pemilih.
Mamoru bertanya apa alasannya. Hina mengatakan ia biasanya tidak mengatakan hal ini pada pria, tapi karena Mamo-chan yang tanya ia akan memberitahunya.
Mendengar hal itu tentu saja Mamoru merasa kalau dia satu-satunya, dan ia sangat senang.
Hina mengatakan kalau pria yang ia beritahu pasti hilang selera terhadapnya.

Hina menghentikan langkahnya dan mengeluarkan gantungan tas Elric-nya. Ini adalah pangeran menawanku.
Mamoru menatap Elric dengan mata terbelalak dan Hina cemberut karena sepertinya Mamoru hilang selera padanya. Mamoru tertawa dan mengatakan bukan begitu. Ia rupanya juga punya gantungan kunci, Windy, tokoh anime juga. Hina tiba-tiba merasa justru dia lah yang hilang selera pada Mamoru.
Hina meninggalkan Mamoru yang kecewa karena hal itu, padahal mereka sama-sama suka anime. Tapi kemudian Mamoru tersenyum dan mengatakan kalau Hina mirip dengan Windy. LOL.

Sementara itu Megu dan Takuto sedang ngobrol sambil cuci piring. Ngobrol masalah pekerjaan lagi. Megu mengatakan ia akan mengubah caranya mencari kerja agar dapat pekerjaan. Tapi ia juga punya berita bagus karena gajinya di cafe Family naik 50 yen. Ia sudah bekerja disana selama 4 tahun ternyata.
Megu lalu membicarakan tentang dia yang mengajari pegawai baru dan mengatakan kalau pegawai itu tidak berguna dll.
Takuto yang mendengarnya langsung terdiam. Karena ia juga diperlakukan begitu. Apalagi saat Megu mengatakan kalau pegawai baru itu memberi tambahan pekerjaan, lebih mudah seandainya dia tak datang.

Hal ini menusuk sekali bagi Takuto. Karena mungkin seperti itulah yang dirasakan atasannya.

Megu heran kenapa Takuto terdiam. TAkuto langsung merubah wajahnya menjadi tersenyum saat menatap Megu. Megu melihat perubahan Takuto dan mengatakan ia mengerti, ia sedikit marah. Sepertinya ia salah paham dan mengatakan kalau seharusnya ia tak boleh bicara begitu tentang pegawai baru sementara ia sendiri belum bisa jadi pegawai tetap.
Takuto mengatakan bukan itu maksudnya. Megu menaikkan nada suaranya, Lalu apa?
Takuto melanjutkan pekerjaannya dan berkata, Bukan masalah apakah kau bekerja paruh waktu atau tetap.
Megu mengerutkan keningnya, ia marah, Tidak masalah katamu?
Takuto mencoba menjelaskan, Karena itu tidak ada bedanya bagi konsumen. KAu mestinya menjalin hubungan baik dengan....
Takuto belum selesai bicara saat Megu memotong perkataan TAkuto, Kau bisa bicara begitu karena kau pegawai tetap.

Takuto menunjukkan wajah terkejut. Karena bukan itu maksudnya. Senyumannya langsung hilang.
Sementara Megu menunduk dan mengatakan kalau Takuto tidak mengerti perasaannya. Takuto mengatakan lagi itu bukan maksudnya, ia berjalan mendekati Megu.
Tapi Megu bersikeras kalau ia akan jadi pegawai tetap. Ia harus membayar kembali biaya kuliahnya.

Takuto terdiam, kemudian bicara, Kau juga tidak mengerti perasaanku, Megu.
Megu masih marah dan mengucapkan terima kasih kemudian meninggalkan rumah Takuto.
Takuto hanya bisa diam membeku.

Megu akan keluar rumah saat Rikuto bertanya, Apa kau menangis?
Megu memang menangis dan meninggalkan rumah mereka.

Takuto tidak mengejar Megu. Ia masih di rumah dan Rikuto menasehatinya, seharusnya Takuto tidak membuat perempuan menangis.
Rikuto mengatakan itu sambil tersenyum mengejek? OMG!!!
Takuto hanya bisa diam. Ia tak berkata apa-apa. Karena memang tidak ada yang mengerti kesedihannya, apa yang ia alami di tempat kerja, kecuali kita yang menonton.
Pegawai tetap bukanlah segalanya saat kamu masih jadi anak baru.

Takuto sedang jalan-jalan di sekitar tempat tinggalnya saat ia melihat anak tetangganya sedang duduk di ayunan taman (aku baru tau namanya Sumire). Sumire melihat Takuto dan tersenyum memanggilnya guru. Takuto mendekatinya dan bertanya bagaimana dengan guru barunya. GAdis itu kesal karena guru barunya seorang wanita, sangat sulit berurusan dengan wanita.
Mereka berdua tertawa. Takuto duduk di ayunan sebelah dan bertanya tentang ibu Sumire.

Sumire mengatakan kalau ibunya pulang ke rumah setelah dia tidur. Ayahnya juga pulang lebih larut dari ibunya.
Sumire menanyakan pekerjaan Takuto. Takuto mengatakan ia bahkan masih harus banyak belajar. Sumire mengatakan ia ingin sekali menjadi cepat dewasa. Takuto tertawa dan mengatakan waktu kecil ia juga sering berfikir begitu. Sumire tersenyum, sekarang kau berharap jadi anak kecil lagi?
Takuto memikirkan hal itu. Ia memandang jauh, Jika aku bisa jadi anak kecil lagi, kira-kira apa ya yang akan aku perbuat?

Takuto mengubah tatapannya menjadi tatapan tak memikirkan apapun. Sumire heran melihat perubahan wajah gurunya dan bertanya, Kenapa?
Takuto seperti biasa selalu menyimpan semuanya dalam hati. Ia tersenyum dan mengatakan bukan apa-apa.

Ia bangkit hendak pulang dan berpisah dengan Sumire setelah mengelus kepala gadis itu.
Sumire menatap kepergian Takuto.
*Aihh!!! Aku suka genre drama kalo jarak umurnya jauh begini, ada yang bisa rekomendasikan drama anak2 yang jatuh cinta pada orang dewasa???*

Takuto pulang ke rumahnya dan melihat ada sepatu seseorang. Rupanya ibunya datang. Ibunya sedang membersihkan kamar saat ia menyapa. Ibunya akan menginap semalam. Ibu bahkan akan memasak berbagai macam makanan. Katak-katanya itu tidak enak saat mengatakan ia memasak makanan yang Rukito suka.
Takuto sebagai kakak tertua diam saja. Wajahnya berubah saat itu, wajah sedih. Tapi ia tidak bisa mengatakan apapun.
*BENCI!!! Terlalu sayang banged sih sama tu anak?!*

Takuto ada di kamarnya. IA sedang belajar masalah furniture lagi, perbedaan tiap macam springbed. Tapi ia tak konsentrasi karena terus menatap ke pintu.
Sepertinya aku sadar kalau Takuto sudah pindah kamar, ke kamar yang lebih kecil. Ia haus dan melihat air mineral di meja.
Ia mengambil dan membukanya. Ia memegang badan botol dengan tangan kiri dan memutar tutupnya dengan tangan kanan. Tapi botol terus berputar, karena tangan kirinya tak bisa memegang badan botol dengan kuat. Ia heran dan melihat telapak tangan kirinya.
Ia mulai merasa ada yang aneh, ia melihat telapak tangan kirinya dimana jarinya agak dinaikkan sedikit, lama-lama jarinya turun menuju telapak tangannya, padahal ia tidak memerintahkan otaknya untuk melakukannya. Otot tangannya tidak bisa menopang jarinya. *mengertikan bagaimana?*
Takuto mengerutkan keningnya.



1 comments:

  1. wahhh, .film jepang yang tokoh anak2 nya suka sama org dewasa
    ada sih , .tp gak terlalu keliatan romance nya
    tau himitsu no akko chan?? nah itu film ceritanya kyk gitu,
    mnrut ku akko chan sgt menarik, coba deh nonton ^_^

    thank mil sinop nya ok banget

    ReplyDelete

 

Random Post

Clover Blossoms Fanpage

In My Radar

Watching :
- We Married as A Job
- Jimi ni Sugoi!
- Weightlifting Fairy
- Goblin
- The Legend of The Blue Sea
- Father I'll Take Care of You
- Beppin-san
- Gochisousan

Waiting Drama:
- Miss in Kiss

Waiting Movies:
- One Week Friends
- Your Lie in April
- Aozora Yell
- Itakiss Movie

Favorite Song This Time :
- Red Cheek Puberty - Galaxy
- Ben - Foggy Road
- Twice - Next Page
- Utada Hikaru - Hanataba wo Kimini
- LYn - Love Story