[Sinopsis] God's Gift ~ 14 Days Episode 2

Episode 2 : It's Destiny
---------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kembali ke ruang siaran yang heboh karena telpon si pembunuh berantai yang mengatakan tentang betapa bosannya ia membunh 3 wanita dan ia sedang mencoba sesuatu yang baru.
Suara Saet Byul yang memanggil ibunya membuat Soo Hyun yang sedang panik karena Saet Byul menghilang akhirnya berlari ke ruangan di rekamnya siaran langsung.
Si pelaku terus bicara untuk meyakinkan kalau korban ketiganya, ia bukan menusuk 13 kali melainkan 14 kali. Woo Jin mendapat telpon dari juniornya dan membenarkan kalau korban ditusuk 14 kali. Ia yakin kalau penculik itu pembunuh berantai yang sebenarnya.
Soo Hyun tak peduli lagi dengan siaran dan mengambil gagang telpon dimana si pelaku menelpon. Ia memanggil nama puterinya bekali-kali. Tapi telpon sudah terputus.
Soo Hyun masih shock. Air matanya mengalir di tengah ketidak percayaan akan apa yang terjadi.

Berita itu heboh. Setiap TV menayangkan kejadian itu. Bahkan TV yang ada di tempat umum dikerumuni orang yang menonton kejadian langka itu. Anak seorang penulis televisi di culik oleh pembunuh berantai.
Berita itu sampai di kediaman presiden. Presiden yang sedang bermain bersama cucu dan anaknya menonton berita tersebut. Apalagi si pelaku menyebutkan tentang presiden lah yang membuat anak itu mati.

Saksi dimintai keterangan oleh polisi. Soo Hyun hanya memperlihatkan tatapan kosong. Ia masih shock.
Rekan kerja Soo Hyun mengatakan kalau ia sedang mengangkat telpon saat itu, ia hanya ingat kalau Saet Byul berlari memanggil bibi setelah melihat bibi pengasuh. Tapi ia sendiri tidak melihat bibi pengasuh itu bertemu Saet Byul, ia hanya melihat bibi yang menunggu Saet Byul.
Woo Jin bertanya apakah bibi pengasuh tidak melihat Saet Byul. Bibi membenarkan hal itu. Ia menunggu 20 menit disana tapi tidak melihat Saet Byul.
Woo Jin menemukan waktu kejadian antara 20 menit itu dan memeriksa CCTV.

Soo Hyun bangkit dan ikut menyaksikan siaran CCTV. CCTV memperlihatkan lobi, pintu keluar masuk dan parkir. Jelas terekam kalau Rekan kerja Soo Hyun menelpon, dan Saet Byul berlari setelah melihat bibi pengasuh. Tapi bibi pengasuh tidak melihatnya.
Tangis Soo Hyun pecah lagi setelah melihat Saet Byul di rekaman CCTV. Ia sedih melihat puterinya dan tangannya gemetaran menyentuh layar monitor.
Woo Jin memutuskan untuk memeriksa semua CCTV di daerah itu.

Soo Hyun , Ji Hoon, Woo Jin dan beberapa polisi ada di rumah Soo Hyun. Mereka memasang sesuatu ke telpon rumah, sesuatu seperti alat pelacak, jadi jika pelaku menelpon, maka nanti bisa ketahuan lokasinya.
Telpon berdering, semuanya tegang. Woo Jin meminta Ji Hoon yang mengakat telpon dan menyuruhnya untuk memperlambat si pelaku menutup telpon apapun yang terjadi. Namun karena mereka kebanyakan bicara akhirnya telpon terputus.
Semuanya kehilangan harapan. Soo Hyun masih berwajah seperti tak ada jiwa. Ia bertanya-tanya, apakah si pelau benar akan menelpon. Woo Jin mengatakan mereka harus menunggu untuk itu.
Soo Hyun terus mengatakan kalau si pelaku menculik karena perintah dan mungkin akan membunuh Saet Byul. Tujuan pelaku bukanlah uang. Ji Hoon menggenggam tangan isterinya.

Berita penculikan Han Saet Byul muncul di berbagai TV. Juga banyak selembaran di papan pengumuman.
Di rumah, ada telpon lagi. Semuanya siap siaga untuk merekam. Ji Hoon mengangkat telpon dan ternyata itu beneran dari pelaku penculikan. Pelaku meminta mereka menyiapkan uang 2 milyar.
Ji Hoon mencoba tenang, ia mengatakan ia tak percaya jika penelpon adalah pelakunya, ia ingin mendengar suara Saet Byul dan memastikan Saet Byul hidup, jika tidak ia tidak akan membuat kesepakatan. Ji Hoon menutup telpon begitu saja membuat Soo Hyun panik. Ia menangis dan memarahi suamianya.
Soo Hyun: Apa kau gila? Bagaimana jika dia marah dan membunuh Saet Byul? Apa yang akan kau lakukan?!!!

Ji Hoon menenangkan istrinya. Jika tujuan pelaku memang uang, maka pelaku tak akan membunuhnya sampai mendapatkan uangnya. Mereka harus memastikan Saet Byul hidup. Tapi Soo Hyun tetap berfikiran kalau pelaku bisa saja lupa akan uang dan membunuh puteri mereka. Soo Hyun histeris lagi dan menangis. Woo Jin memeganginya dan Soo Hyun meronta minta di lepaskan.
Ia mengatakan pada Ji Hoon, jika sesuatu terjadi pada Saet Byul, maka ini semua kesalahan Ji Hoon.

Setelah semuanya kembali tenang, si pelaku menelpon lagi. Kali ini Soo Hyun memaksa mengangkat telpon dan bicara pada si pelaku. Soo Hyun gemetaran dan menangis menanyakan dimana anaknya, apakah dia baik-baik saja, apakah Saet Byul masih hidup. Ia ingin mendengar suara Saet Byul sekali saja.
Tapi sipelaku menolak dan menyuruh Soo Hyun menyiapkan uang 2 milyar sampai jam 10 besok.
Soo Hyun menangis dan panik saat si pelaku menutup telponnya. Ia menyuruh suaminya segera menyiapkan uang 2 milyar.

Para polisi membicarakan mengenai si pelaku yang meminta uang tebusan di dekat pos satpam perumahan itu. Pak satpam mendengarnya dan memberitahukan kejadian aneh yang pernah terjadi di komplek mereka.
Dan tentu saja mengenai Dong Chan yang salah masuk rumah waktu itu.
Polisi mencarinya dan menangkapnya atas dugaan penculikan. Dong Chan tentu saja bingung karena ia tiba-tiba ditangkap atas apa yang ia tidak lakukan.

Polisi memasukkan alat penyadap kedalam koper berisi uang 2 milyar dan juga di dada Ji Hoon, untuk persiapan penangkapan tersangka saat transaksi.
Sementara Soo Hyun ada di kamar Saet Byul. Ia merenung di meja belajar Saet Byul. Ia teringat kenangannya bersama Saet Byul saat ia membuka sebuah peti milik Saet Byul dan menemukan sebuah foto pernikahan buatan Sate Byul. Saet Byul malu dan menyuruh ibunya keluar.
Soo Hyun melihat kotak milik Saet Byul yang di kunci dan ia ingin membukanya, tapi gemboknya tak bisa di buka.

Tiba-tiba rumah mereka ada pengantar paket. Soo Hyun dipanggil Ji Hoon untuk melihatnya. Si pengantar paket menyelipkan pesan tersembunyi di bawah paket dan memberi kode ke Soo Hyun. Soo Hyun terkejut dan pura-pura kalau paket itu memang untuknya.
Polisi ingin memeriksa paket itu dan Soo Hyun kembali ke atas. Aku rasa mereka juga merasa ada yang aneh dengan Soo Hyun.

Soo Hyun segera ke kamar Saet Byul dan membaca pesan itu. Pesan dari si pelaku, yang menyuruh Soo Hyun datang ke taman sendiri dengan uang, jika ia membawa polisi maka Saet Byul akan mati.
Soo Hyun panik, apalagi saat Woo Jin masuk setelah selesai memeriksa paket itu. Soo Hyun menggenggam kertas itu dengan erat. Ia tak melirik pada Woo Jin  yang minta maaf karena harus memeriksa paket itu dulu.
Setelah Woo Jin pergi, Soo Hyun memeriksa kertas itu lagi dan menangis sambil memanggil nama puterinya.

Soo Hyun hanya seorang ibu yang ingin anaknya selamat. Ia pura-pura pingsan di rumah sehingga di bawa ke rumah sakit dan akhinya ia kabur dari rumah sakit. Ia ke bank untuk mengambil uang dengan panik dan tergesa-gesa membuat petugas bank curiga dan menelpon seseorang.
Ji Hoon yang sadar kalau Soo Hyun menghilang akhirnya bersama Woo Jin dan polisi lainnya tahu kalau Soo Hyun akan bertemu dengan si pelaku.
Soo Hyun hanya memikirkan puterinya dan tak peduli dengan lampu hijau, ia menerobos jalanan, berlari menuju taman dan akhirrnya Woo Jin dkk melihatnya saat ia naik taksi menuju sungai Han.

Soo Hyun tiba di sungai Han dan berlari untuk mencari si pelaku. Ia melihat kesana kemari dengan panik berlari sambil memeluk kantong kertas berisi uang 2 milyar.
Soo Hyun sepertinya tahu kalau akan ada petunjuk dalam tempat sampah. Jadi ia memeriksa tempat sampah di taman itu.  So Hyun berlari menuju salah satu tempat sampah dan ia terjatuh berkali-kali tapi ia tak menyerah.
Sementara itu polisi sudah menyamar dan siap siaga disekitaran taman.
Soo Hyun memeriksa tempat sampah dan menemukan telpon berdering di salah satu tempat sampah. Ia segera mengambil ponsel dan mengangkatnya. Itu ponsel yang ditinggalkan si pelaku. Si pelaku marah karena Soo Hyun membawa polisi. Tapi Soo Hyun benar-benar tak tahu hal itu dan melihat ada banyak polisi disekitarnya. Ia minta maaf pada sipelaku.
Lalu si pelaku memerintahkan Soo Hyun untuk naik ke kereta yang akan berangkat kalau tidak Saet Byul akan mati.

Soo Hyun panik lagi. Ia melihat kesekeliling dan mulai berlari menuju stasiun dengan cepat. Ia mencoba menghindar dari polisi dan masuk ke stasiun tanpa karcis jadi ia menerobos begitu saja dan tepat sebelum pintu tertutup ia sudah ada didalam kereta. Sementara itu polisi terlambat beberapa detik saja ke sana dan kereta sudah berangkat. Akhirnya mereka memutuskan untuk melakukan pencarian di sekitar sungai Han lagi sementara ia dan rekannya mengejar Soo Hyun.

Soo Hyun tiba di stasiun lain, ia mendapat telpon lagi dan pelaku menyuruh Soo Hyun mengikuti perintahnya. Soo Hyun melakukan apa yang pelaku suruh. Ia terus berjalan san saat pelaku menyuruhnya berhenti, ia berhenti. Pelaku menyuruhnya jangan berbalik ke belakang, ia tidak berbalik. Dan saat pelaku menyuruhnya untuk berbalik, ia berbalik pelan-pelan dan melihat pelaku membekap seorang anak perempuan.
Melihat hal itu Soo Hyun panik lagi dan menangis memanggil puterinya. Si pelaku meminta Soo Hyun diam karena puterinya baik-baik saja. Ia menyuruh Soo Hyun menyeberang dengan pelan-pelan.

Soo Hyun menurutinya. Ia berlari menuju seberang rel kereta api, tentu saja enggak langsung menyeberang begitu saja. Begitu sampai di peron sebelah. Ia melihat pelaku. Soo Hyun dengan tenang berjalan sambil memegang kantong uangnya. Dan tepat saat mereka berselisih, si pelaku mengambil kantong uangnya.
Soo Hyun melihat pelaku pergi. Ia kemudian berlari untuk mencari Saet Byul.
Soo Hyun menghela nafas lega melihat seorang anak dengan baju yang sama dengan Saet Byul Tapi saat ia membalikkan badan si anak, anak itu bukan Saet Byul. Si anak menangis sementara Soo Hyun masih shock. Ia ditipu. Ia kembali melihat ke belakang dan melihat pelaku dengan uangnya.

Soo Hyun marah, ia panik dan segera kembali ke seberang rel kereta api. Saat itu sebuah kereta tiba. Soo Hyun masuk ke dalam karena si pelaku juga masuk. Tapi mereka berlainan gerbong. Jauh sekali.
Soo Hyun menyusuri gerbong untuk mencari si pelaku. Ia terus melihat kesana kemari selagi berjalan menyusuri tanpa melewatkan satu wajahpun. Dan akhirnya ia melihat sipelaku, tepat saat kereta berhenti dan si pelaku akan keluar gerbong, ia menarik lengan si pelaku.

" Berikan puteriku, dimana puteriku?!"
Si pelaku pura-pura tak tahu dan mendorong Soo Hyun mengatakan Soo Hyun wanita gila. Soo Hyun terus menariknya bertanya dimana puterinya. Si pelaku mendorongnya lagi dan lagi, tapi Soo Hyun tak menyerah, ia tak akan melepaskan si pelaku. Ia memegang erat kaki si pelaku meski ia terseret-seret,. Ia tak melepaskan kaki si pelaku meski ia di tendang. Ia tetap meminta puterinya meski ia di injak keras oleh si pelaku.
Soo Hyun memperjuangkan setiap detiknya dan tidak melepaskan kaki si pelaku. Meski ia kesakitan dan diseret, Soo Hyun tetap bertanya dimana puterinya. Soo Hyun di tendang lagi, di pukul, di tinju, ia tak menyerah dan tak melepaskan kaki si pelaku, meski ia kesakitan.
Sampai akhirnya polisi datang dan membekuk si pelaku. Soo Hyun terjatuh lemas. Woo Jin membantunya berdiri, tapi Soo Hyun terlalu lemah untuk itu. Wajahnya babak belur karena tendangan si pelaku.

Dong Chan akhirnya di bebaskan oleh polisi atas kesalahpahaman itu. Dong Chan berjalan dengan kesal sambil mengomel. Kemudian matanya tertuju pada poster anak hilang yang memperlihatkan wajah Saet Byeol. Dong Chan memandanginya dan berharap tidak terjadi apa-apa.

Dong Chan di rumahnya bersantai ingin menyaksikan pertandingan basket saat ia melihat berita meinggalnya direktur Cho Byung Hoo dan memberikan semua warisannya pada yayasan. Dong Chan shock, karena direktur itu ternyata adalah kakek tua yang meminta makan padanya dan menyuruhnya baikan dengan ibunya. 
Dong Chan tak bisa menutup mulutnya karena kaget, ia bahkan berfikir kalau itu hanya mimpi. Tapi sayangnya itu kenyataan yang membuatnya berteriak sekencang-kencangnya malam itu. Ia kehilangan 100 milyarnya karena keegoisannya. Poor Ki Dong Chan :'(

Soo Hyun di rumah sakit mengobati lukanya. Ia kembali menunjukkan wajah tak berjiwa, ia memandang kosong setelah menyadari bahwa pria yang emnculik Saet Byul tidak sekali pun menelpon mereka. Pria yang meminta uang itu bukanlah penculik sebenarnya.
Ji Hoon memandangi istrinya dan meyakinkan kalau puteri mereka akan segera ditemukan. Soo Hyun memangis dan membuat keputusan, ia minta agar suaminya membawanya ke stasiun TV.

Soo Hyun meminta direktur untuk membuat acara khusus untuknya. Siaran langsung dimana ia ingin bicara kepada pelaku penculikan melalui siaran TV.
Soo Hyun duduk dan direkam untuk siaran langsung sementara Ji Hoon melihatnya di dekat kameramen.
Soo Hyun menarik nafas dan menahan tangisannya. Ia mulai bicara dengan minta maaf karena mengubah acara dengan tayangan ini. Karena ia percaya pelaku pembunuhan akan menontonnya.

Soo Hyun : Kau sedang mendengarku, kan? Aku tahu jika kau melakukan ini karena sebuah alasan. Aku datang ke sini karena, aku yakin jika kau adalah orang yang baik. Kau mungkin adalah ayah buat seseorang. Putriku, ia adalah gadis yang baik. Dia mengulurkan tangannya saat melihat ada orang-orang yang kesusahan. Dan walaupun dia bukan murid yang pandai, dia tetap gadis kecil yang polos dan cantik, yang selalu memikirkan teman dan tetangganya lebih dulu daripada dirinya. Aku yakin jika kau juga tahu betapa manis dan baiknya putriku. Kau marah karena kami mengganti topik kami menjadi pembunuhan berseri. Baik.

"Kami secara nasional menyiarkan bagaimana bentuk wajahmu. Jadi aku mengerti jika kau marah dan ketakutan. Aku benar-benar minta maafkarena sudah membuatmu kesal. Aku benar-benar minta maaf. Aku tidak melakukannya dengan maksud apapun. Itu... itu adalah pekerjaanku. Dan aku tidak punya
dendam pribadi denganmu. Begitu juga dengan suamiku. Sejujurnya, baik aku maupun suamiku tidak ada yang menyukai pemerintahan saat ini. Perang dengan pelaku kejahatan? Itu semua adalah omong kosong. Suamiku dan aku tidak memilih kandidat Kim Nam Joo. Aku yakin, bahkan rakyatpun akan berpikiran yang sama dengan dirimu dan aku. Jadi tolonglah. Singkirkan amarahmu. Dan tolong, kembalikan putriku."

So Hyun menangis. Ia bahkan menangis sampai tertunduk.
"Putriku adalah segalanya buatku. Jadi, tuan... Tolonglah. Tolong kasihani aku. Jangan, jangan matikan lampunya. Dia benar-benar ketakutan. Jangan tinggalkan dia sendirian. Dia gampang ketakutan. Jangan memukulnya. Jangan menyakitinya. Tolong singkirkan amarahmu. Jika kau tidak bisa menyingkirkannya, aku, aku saja. lepaskan anakku. Dan lebih baik kau menyiksa dan membunuhku. Aku mengijinkannya. Aku tidak peduli jika kau membunuhku. Jadi tolonglah, selamatkan nyawa putriku."

Siaran itu di tonton oleh banyak orang. Ji Hoon juga menangis sedih melihat istrinya dan puterinya.
Soo Hyun masih terus memohon dan menangis. Ia bahkan samapi berlutut, "Putriku, dia tidak bersalah karena terlahir dari ibu sepertiku. Jadi tolonglah, tolong lepaskan putriku aku akan melakukan segala yang kau inginkan. Maafkan aku. Tuan."

So Hyun menangis dan bersujut di ruang siaran. Ji Hoon juga tak bisa menghentikan air matanya, Semua orang bersimpati pada Soo Hyun.
Lalu tiba-tiba ada berita telah ditemukannya petunjuk tentang anak yang hilang, Saet Byul. Polisi menemukan sepatu dan tas Saet Byul.
Soo Hyun yang masih menangis melihat dan mendengarkan berita itu. Ia menghentikan tangisannya dan mulai memperlihatkan wajah panik dan terkejut. Ia meminta mereka membesarkan suara TV.
So Hyun dan Ji Hoon melihat tayangan itu. Soo Hyun menangis lagi, air matanya mengalir melihat tas dan sepatu Saet Byul yang ditemukan.

So Hyun sesak nafas. Air matanya tersu mengalir tapi ia tak bersuara. Saat tim akan mengakhiri siaran itu, Soo Hyun mulai bicara.
Soo Hyun : Dengarkan baik-baik apa yang akan aku katakan padamu sekarang. Jika kau menyentuh puteriku bahkan sehelai rambut pun, aku akan mencarimu sampai ke ujung dunia, kemudian aku akan menemukan dan membunuhmu. Aku akan merobekmu menjadi beberapa bagian. Dan aku akan mengulitimu hidup-hidup. Aku akan menemukanmu tak peduli apapun. Jadi, puteriku harus kembali dengan selamat. Jika kau masih ingin tetap hidup, maka lakukan itu.
Soo Hyun menatap tajam ke arah kamera dan ia menggertakkan giginya.

Dong Chan ada di bar. Ia frustasi karena kehilangan 100 milyar di depan matanya. Ia melihat ada yang menertawakan Soo Hyun di TV saat mereka siaran itu. Dong Chan jadi kesal dan marah. Ia menyiram mereka dengan bir dan mengatakan kalau mereka tidak mengerti bagaimana perasaan ajumma itu sekarang.
Dan terjadilah pertengkaran. Mereka saling hantam satu sama lain. Bahkan sampai diluar bar pun mereka bertengkar.
Keesokan harinya, Dong Chan ada di rumahnya. Ia heran dengan bajunya yang ada noda darah, dan saat bercermin ia baru menyadari kalau ia berkelahi selamalam. Dong Chan kesal dan mengomeli dirinya sendri untuk tidak minum lagi.

Di rumah, 2 orang temannya datang dan merawat luka Dong Chan. Jenni bahkan memuji betapa hebatnya Dong Chan setelah terluka begitu masih bisa pulang ke rumah. Sementara itu teman prianya satu lagi mengingatkan tentang rencana hari itu.

Rupanya hari itu Dong Chan melaksanakan tugasnya untuk menyergap suami wanita yang berselingkuh di episode 1. Dan kebetulah si pria lagi tidur sama wanita selingkuhannya. Dong Chan tanpa takut menerobos masuk dan memotret mereka yang panik.
Dan siapa sangka si pria itu pintar judo dan menerbangkan Dong Chan bahkan mendudukinya dengan tubuhnya yang gendut. LOL.
Ia memukul dan mencekik Dong Chan. Tapi untung Dong Chan bisa lepas. Ia merasa sakit di bagian pantatnya dan menemukan sebuah jepit rambut di sakunya? Lho? Kok bisa? kayaknya itu milik Saet Byeol?
Tapi Dong Chan tak peduli dan membuangnya.

Woo Jin datang ke rumah keluarga Han dengan membawa barang milik Saet Byul yang ditemukan. Soo Hyun mengambilnya dan berjalan ke lantai dua. Di kamar Saet Byeol, ia menangis memeluk sepatu milik Saet Byul.

Sementara itu di sebuah danau, seseorang sedang memancing. Mata kailnya mengenai sepatu merah milik seseorang. Dan tak jauh dari saja ada seorang mayat mengambang.

Polisi menemukan gedung tempat Saet Byul disekap. Ji Hoon melihat bukti itu. Woo Jin mengatakan kalau ada tanda-tanda perkelahian disana. Mereka menyangka kalau si pelaku membunuh Saet Byul dan membuangnya ke danau. Tapi hasil otopsi menunjukkan kalau Saet Byul meninggal karena tenggelam. Mereka menduga setelah Saet Byul diculik, Saet Byul mencoba melarikan diri, lalu jatuh ke danau. Saet Byul tidak meninggal setelah penculikan, tapi 7 hari setelah diculik.

Mayat Saet Byul ditemukan di danau. Soo Hyun datang panik dan histeris. IA tidak diperbolehkan mendekati mayat Saet Byul. Ji Hoon lah yang memeluk mayat puterinya sambil menangis. Soo Hyun histeris mengetaui puterinya telah meninggal.
Kamera membawa kita memperlihatkan tangan Saet Byul, ada yang aneh, dijari manis dan kelingking tangan kanannya, dikuku, ada seperti cat merah.

Pak presiden membuat pidato kalau mereka akan menemukan pelaku pembunuhan itu. Dan bla bla bla. Malas mendengarnya.
Sementara itu mereka akan melakukan eksekusi pada terpidana kasus pembunuhan. Terpidana itu adalah pria yang diwawancarai Soo Hyun di episode 1 sebelum insiden salah rumah Dong Chan.
Dong Chan bermimpi melihat sesuatu, seorang pria menggendong wanita berpakaian putih di sebuah danau berair. Mimpi buruk. Saat seseorang itu menjatuhkan wanita itu ke dalam air. Dong Chan mengatakan mengatakan, Hyung... Tidak-tidaaakkk...
Dong Chan terbangun.
Ia teringat kasus si terpidana mati itu yang ternyata adalah Hyung-nya. Hyung-nya dituduh membunuh saudaranya. Dong Chan satu-satunya saksi dan membenarkan hal itu meski ibunya menyuruhnya tidak mengaku.
Dong Chan pagi itu mengamai mimpi yang sangat buruk.

Soo Hyun di kamar Saet Byul. Ia mencoba membuka kotak milik Saet Byul tanpa kunci. Dan anehnya, sebelumnya ia tak bisa, tapi sekarang dengan mudah ia bisa melepas gemboknya.
Ia melihat foto pernikahan yang dibuat Saet Byul, ia tersenyum dan menutup kotak itu kembali.
Soo Hyun menemukan diary milik Saet Byul dan membacanya. Seat Byul menulis tentang ia yang menyukai ibunya karena membantu Young Gyu Oppa, Ia sedih saat ibunya memukul Young Gyu dan berjanji akan memperbaiki kamera Young Gyu dengan uangnya, ia juga kesal karena ibunya selalu menyuruhnya belajar, Ia juga mengatakan dirinya bodoh karena mengecewakan ibunya.
Soo Hyun menangis membaca diary puterinya. Apalagi saat membaca permintaan maaf Saet Byul.

Young Gyu seperti biasa berjongkok didepan pagar komplek perumahan. Pak satpam mengatakan kalau gadis itu sudah diambil surga. Tapi Young Gyu tidak percaya. Saet Byul belum mati. Itu katanya. Young Gyu terus menunggu sambil berjongkok di depan pagar.

Soo Hyun tidur di kamar Saet Byul. Ia terbangun mendengar suara suaminya berkemas, lebih tepatnya mengemasi barang Saet Byul. Soo Hyun panik dan marah. Ia mengatakan suaminya sudah gila.
Suaminya mengingatkan kalau ini sudah 49 hari sejak kematian puteri mereka. Sampai kapan lagi Soo Hyun bertindak seperti itu? Harusnya Soo Hyun melepaskannya dengan lapang dada agar Saet Byul juga tenang di alam sana.
Soo Hyun menangis meminta suaminya membiarkan barang Saet Byul tetap disana. Ia menyuruh suaminya keluar dari kamar sambil berteriak. Soo Hyun menangis lagi.

Soo Hyun membaca diary Saet Byul lagi. Tapi kali ini halaman terakhirnya tersobek. Soo Hyun tidak menyadrai hal itu dan bersikap biasa saja. Ia mendapatkan telpon dari suaminya. Ji Hoon mengatakan ia akan tinggal di tempat lain untuk sementara. Ia tahu bagaimana perasaan Soo Hyun, tapi ia juga kehilangan anak sama seperti Soo Hyun. Sebenarnya ia masih marah pada Soo Hyun yang meninggalkan Saet Byul demi bertemu cinta pertamanya. Meski ia tahu ini bukan salah Soo Hyun, ia tetam merasa marah melihat wajah Soo Hyun. Ji Hoon mengatakan apa hal yang tak bisa ia katakan sebelumnya, akhirnya sebelum nada suaranya meninggi. Ia menutup telpon dan menghela nafas.
Soo Hyun menanngis.

Ji Hoon di kantor. Ia mendapat beberapa surat. Ia membuka salah satunya, itu berisi foto-foto. Kita tak tahu itu foto apa. Tapi wajah Ji Hoon langsung berubah. Ia segera meninggalkan kantornya.

Dong Chan ada di rumahnya membawa 1 pak telur. Dia ini pencinta telur ayam. Ia mendapat telpon dari seorang wanita yang menyuruhnya cepat lari karena suaminya ada di rumah Dong Chan.
Tapi Dong Chan keburu masuk rumah dan melihat si pria.
Si pria marah karena Dong Chan tidur dengan istrinya (pria itu yang selingkuh, istrinya yang tidur sama DC saat DC mabuk). Dong Chan menyanggah karena ia memang tak ingat apa-apa. Tapi si pria malah terlihat sedih karena istrinya ga mau tidur dengannya lagi sejak saat itu. LOL.
Si pria menangis dan menyuruh bawahannya menenggelamkan Dong Chan. Dong Chan dengan akal bulusnya bisa kabur setelah melemparkan telur yang ia beli.

Ia bersembunyi di tong sampah.  Di saat darurat itu ia mendapat telpon dari kantor polisi yang mengatakan kalau hukuman mati Hyung Dong Chan akan dilakukan hari ini.
Dong Chan hanya bisa menghela nafas. Ia mengatakan apa boleh buat, mereka sudah siap dengan hal ini.
Dong Chan hanya bisa mengehla nafas, bahkan saat anak buah pria itu mengepunya ia tak melawan.

Soo Hyun ada di bus menuju suatu tempat. Ia merenung sepanjang perjalanan. Ia bahkan tak menyadari kalau suaminya menelpon. 13 panggilan tak terjawab dan akhirnya Ji Hoon meninggalkan pesan. Ji Hoon mengatakan ia menemukan pembunuh Saet Byul, ia akan membunuhnya dengan tangannya sendiri.

Soo Hyun berjalan disebuah bukit. Ada sebuah rumah dengan garis polisi. Soo Hyun berdiri di pintu dan melihat ke dalam. Itu rumah tempat Saet Byul disekap.
Soo Hyun melihat lukisan di dinding. Itu dibuat oleh Saet Byul. Gambar Saet Byul yang menggandeng ibu dan ayahnya. Soo Hyun menyentuh dinding yang dingin itu dan menyentuh tempat tidur dimana Saet Byul disekap. Ia membaringkan kepalanya di atas tempat tidur.

Soo Hyun masih merenung di dalam rumah itu. Dalam pikirannya ia berkata, Seandainya aku bisa kembali ke masa lalu. Kilatan matanya memperlihatkan kalau ia memutuskan melakukan sesuatu.
Soo Hyun meninggalkan tasnya di rumah tua itu. Ia berjalan mendekati danau yang dingin.
Ia berdiri di tepi danau dengan 1000 pikiran di benaknya.

 
Sementara itu entah takdir atau sebuah kebetulan, Dong Chan juga diseret ke danau yang sama dengan kakinya diikat tali yang diikat pada batu besar.
Dong Chan menyadari ada seseorang disana, ia berteriak meminta bantuan pada Soo Hyun agar mau menelpon polisi.
Tapi Soo Hyun terlalu galau untuk mendengarkannya, ia kalut dengan pikirannya sendiri.

Sementara itu Hyung Dong Chan di bawa ke ruangan hukuman mati. Hyung Dong Chan kelihatannya punya sakit mental juga, awalnya ia gembira karena akan dibawa bertemu anaknya, tapi kemudian ia melihat tali gantung diri dan mulai ketakutan. Ia bahkan sampai pipis dicelana dan berteriak agar ibu dan Dong Chan menyelamatkannya.

Soo Hyun masih di tepi danau. Ia mulai bicara sendiri, Saet Byul, Kau sedang sendirian dan ketakutan, bukan? Kau kedinginan? Jangan khawatir. Ibu akan segera kesana.
Soo Hyun melepaskan sepatunya.
Sementara Dong Chan masih memohon agar suruhan pria itu menyelamatkannya. Sayangnya mereka sudah siap melemparnya. Dong Chan bahkan masih berteriak kalau ia tak bisa berenang.

Hukuman mati di lakukan.
Soo Hyun menjatuhkan diri ke dalam danau.
Dong Chan di lempar ke dalam danau.
Bersamaan. Mereka bersamaan menuju ajal.
Soo Hyun dan Dong Chan tenggelam di dasar danau.

-END-

Komentar :
Ini bukan drama nyata. Ini fantasy drama. Ingat. Fantasy. Karena inti utama drama ini adalah melakukan perjalanan waktu ke masa sebelum kematian Saet Byul untuk bisa mengungkap siapa pembunuh berantai itu dan menyelamatkan Saet Byul. Meski ini juga drama kriminal, kita akan melihat bagaimana proses penculikan dan pembunuhan itu bukan?
Banyak misteri. Banyak tanda tanya.

Aku tidak akan mengomentari akting para pemain lagi, karena akting mereka beneran DAEBAK!!!! Lee Bo Young unni beneran keliahta frustasi dengan kehilangan anak kesayangannya. Aku menangis saat ia berhasil memegang kaki si penculik gadungan itu. Dan jika si pelaku bisa kabur aku pikir aku tidak akan menonton drama ini lagi, karena terlalu menyakitkan melihat Bo Young unnie diinjak-injak begitu. Aku bersyukur perjuangannya ga sia-sia dengan tertangkapnya penjahat gadungan itu. Meski dia bukan yang menculik Saet Byul dan hanya ingin uang.
Aku tersentuh dengan Ji Hoon. Ia memiliki pikiran yang cukup tenang sebagai ayah. Karena ia kehilangan anak juga, bukan hanya SOo Hyun. Ia menghadapinya dengan tenang. Seorang ayah memang begitu, meski ia sangat sedih akan suatu hal, ia lebih ingin menyimpannya dan menangis sendirian. Jadi inget Ayah. Miss You dad :*

Episode 2 lebih membuat jantung deg deg seeerrrrr!
Aku membuat sinopsis ini setelah menontonnya dua kali. Aku benar-benar tidak ingin melupakan detail kecil sebagai petunjuk dan menduga-duga tentang siapa pembunuh berantai itu. Dalam drama seperti ini, biasanya orang yang tidak terduga akan menjadi tersangka. Bahkan bisa saja orang yang kelihatan baik menjadi tersangka. Dan yang ada dalam otakku sekarang beneran kayak detektif, menduga-duga.

Yang membuatku penasaran adalah gelang yang ditemukan oleh Saet Byul saat kecelakaan episode 1, gelang itu putus dan menggelinding mendekati mayat, berubah warna jadi merah. Kemudian apa maksud peramal itu mengatakan hati-hati dengan air, hanya 1 yang bisa hidup. Lalu jari Seot Byul yang hanya kuku jari manis dan kelingking yang berwarna merah. Kemudian mimpi Dong Chan, sepertinya itu saat Hyung-nya membunuh saudara perempuannya. Tapi kenapa rasanya itu bukan Hyungnya yang di hukum mati ya?
Lalu apa hubungannya dengan presiden? Dan berdasarkan buku yan dibaca Soo Hyun di awal episode 1, cerita ibu itu, rasanya akan ada sesuatu yang hilang.

Dan lebih aneh lagi, Hyung-nya Dong Chan, Dong Chan dan Soo Hyun menghadapi kematian di saat yang sama. apakah ini akan menjadi tanda-tanda kalau nanti yang akan menjalani perjalanan waktu adalah Soo Hyun dan Dong Chan?
Lalu yang bisa mereka selamatkan bukan hanya Saet Byul tapi juga saudara Dong Chan yang mati?
Aduuuhhh, ini drama bikin aku banyak berfikir.
Lalu masalah pembunuhnya juga, setiap orang punya kemungkinan. Aku berfikir munkin saja itu Dong Chan atau Young Gyu. Mungkin mereka berdua memiliki kepribadian ganda?
Atau Snake Tae Oh yang belum muncul. Karena tidak mungkin dia hanya menjadi leader band favorite Saet Byul. Pasti perannya penting.
Aneh juga ada jepit rambut di saku Dong Chan bukan? Kenapa? Apa jangan-jangan dia benar-benar berkepribadian ganda?

Ini masih 2 episode. Jadi tidak banyak yang bisa kita ambil untuk kesimpulan.
Nikmati aja semua teka teki ini dan aku akan mengikuti perkembangan pendapat orang-orang di forum soompi. LOL.

by Hazuki Airin @ Clover Blossoms

4 comments:

  1. akhirnya bs buka blog clover blossom di laptop..makasih yaa chingu^^

    ReplyDelete
  2. Kenapa yah mbak,setiap aku nnton/baca drakor yg thriller begituan psti bulu kudukku merinding,sbaliknya nnton horror gk merinding pula x.x
    Hebat banget akting Bo Young unnie,rasanya kerasa banget perjuangannya,ughhh,teka tekinya mnyenangkan untuk dipecahkan,dilanjutin ya mbak sinopnya :) Fighting!

    ReplyDelete
  3. Fighting hazuki...lanjutkan sinopsisnya..
    unnie bo young daebak.

    ReplyDelete
  4. Gak sabar pengen nonton kelanjutannya!! Semangat buat sinopsis nya ya kak hazuki! Keren sinopsisnya!! c:

    ReplyDelete

 

Random Post

Clover Blossoms Fanpage

In My Radar

Watching :
- We Married as A Job
- Jimi ni Sugoi!
- Weightlifting Fairy
- Goblin
- The Legend of The Blue Sea
- Father I'll Take Care of You
- Beppin-san
- Gochisousan

Waiting Drama:
- Miss in Kiss

Waiting Movies:
- One Week Friends
- Your Lie in April
- Aozora Yell
- Itakiss Movie

Favorite Song This Time :
- Red Cheek Puberty - Galaxy
- Ben - Foggy Road
- Twice - Next Page
- Utada Hikaru - Hanataba wo Kimini
- LYn - Love Story