[Sinopsis] God's Gift ~ 14 Days Episode 3 Part 2

-----------------------------------------------------------------
Sinopsis God's Gift ~ 14 Days Episode 3 Part 2

Soo Hyun ada di pesawat menuju Hawai bersama Saet Byul. Ia merasa aman sekarang karena akan meninggalkan Korea. Ia memandangi puterinya yang sedang tertidur disebelahnya. Setidaknya ia bisa memejamkan mata. Waktu berlalu, Saet Byul terbangun dan merasa bosan, seorang pramugari lewat dan bertanya apakah Saet Byul mau es krim. Saet Byul mengiyakan.

Dong Chan kembali ke rumahnya dengan membawa banyak belanjaan dan tak lupa Caramel Machiato. Ia mengintip dan melihat kakek itu menonton TV di rumahnya. Dong Chan yang kesenangan memeluk kakek itu dengan erat,. Kakek tentu saja terkejut dengan tingkah Dong Chan. Dong Chan bahkan mengatakan ia membelum Caramel Machiato yang banyak krimnya, juga daging sapi terbaik di Korea. Ia juga menyuruh kakek untuk menganggap rumahnya sebagai rumah sendiri. Ia berjanji akan menutup kantor detektif dan melakukan kerja sukarela dan lain lain. Ia bahkan meminta kakek mebimbingnya. LOL.
Si kakek pikir Dong Chan gila atau sakit. Dong Chan hanya tertawa kesenangan dan mulai memancing kakek untuk mengatakan sesuatu padanya jika ia ingin menyampaikan sesuatu.
Kakek itu menyuruhnya ke rumah sakit karena ia pikir Dong Chan gila.

Kakek memegang perutnya, Dong Chan khawatir kakek akan sakit. Tapi kakek cuma mau pup aja.
Dong Chan gelisah sendiri dan melihat kalender, kalau kakek akan meninggal 23 atoau 30 Maret. Ia juga ingat kakek itu meninggal karena serangan jantung.
Saat kakek keluar dari toilet dan ingin minum kopi, Dong Chan dengan sigap menarik kopinya dan mengatakan kalau kopi tak baik untuk kesehatan. Ia membuangnya. LOL.

Soo Hyun terbangun karena mendengar suara Saet Byul yang batuk-batuk. Ia terkejut melihat Saet Byul yang sesak nafas, berkeringat dingin dan batuk. Ia bertanya pada pramugari Saet Byul makan apa saja. Pramugari mengatakan Saet Byul makan es krim kacang.
Soo Hyun terkejut karena Saet Byul alergi kacang. Akhirnya pesawat terpaksa kembali ke bandara Incheon karena keadaan darurat.

Saet Byul masuk rumah sakit. Soo Hyun dan Ji Hoon bicara berdua mengenai alasan Soo Hyun membawa Saet Byul ke luar negeri. Soo Hyun menjelaskan satu persatu, bagaimana kejadian terus berulang dan sama seperti 14 hari sebelum kematian Saet Byul. Ia bahkan menunjukkan foto yang diambil di cafe destiny, seharusnya ia dan Saet Byul ada disana, tapi dalam foto itu hanya ada dirinya.
Ji Hoon melihat foto itu dan menghela nafas. Soo Hyun lagi-lagi mengatakan kalau puteri mereka akan meninggal 2 minggu lagi.

Ji Hoon menghela nafas, kau bilang ia akan meninggal 2 minggu lagi?
Soo Hyun membenarkan, 2 minggu lagi Saet Byul akan diculik dan di bunuh.
Ji Hoon yang memang tak bisa percaya marah, Bukan dua minggu lagi, tapi hari ini Saet Byul hampir mati. Dan itu karena dirimu.
Ji Hoon meninggalkan Soo Hyun yang pusing, bingung, dan tak tahu harus bagaimana lagi agar suaminya percaya padanya.

Saet Byul sudah bisa di bawa pulang. Ia sedang tidur dan Soo Hyun menjaganya. Soo Hyun teringat apa yang dikatakan wanita di cafe Destiny.
"Tak peduli bagaimana kau melarikan diri dan menghindarinya, takdir itu akan mengikutimu. Jadi tak ada gunanya kau melarikan diri. Jangan lari dari takdirmu, tapi lawanlah."
Soo Hyun menghela nafas, ia menatap puterinya dan memutuskan untuk menghadapi takdirnya. Ia berjanji akan mengubah takdir Saet Byul. Ia akan melindunginya.

Soo Hyun memutuskan untuk mencari si pembunuh berantai dengan membuat catatan dari apa yang masih ia ingat saat membahas kasusnya untuk siaran. Bahwa wanita kedua akan meninggal di bar, ditemukan di tong sampah dan mengenakan baju tengkorak.

Ia pergi ke luar dan suaminya menegurnya. Soo Hyun mengatakan tak peduli suaminya menganggapnya gila, ia akan menyelamatkan Saet Byul. Ia tak ingin Saet Byul pergi untuk kedua kalinya.

Soo Hyun di tempat parkir dan melihat nomor telpon kantor detektif milik Dong Chan yang ia tinggalkan dulu. Soo Hyun teringat pembicaraan  para polisi bagaimana Dong Chan saat menjadi polisi dulu, ia yang terbaik di bagian kriminal.
Soo Hyun memutuskan menemuinya.

Saat keluar dari gerbang kompleks perumahan, Soo Hyun melihat Young Gyu berdiri disana. Young Gyu takut-takut melihat Soo Hyu keluar dari mobil. Soo Hyun hanya menatapnya. Young Gyu mengatakan ia tidak akan bermain dengan Saet Byul lagi.
Soo Hyun kemudian melihat Young Gyu yang hanya memakai sendal di cuaca sedingin itu.

Pak satpam menegur Ji Hoon karena membuang sampah tidak pada tempatnya, sambil menunjukkan kantong plastik yang dibuang Soo Hyun. Ji Hoon tidak tahu tentang itu dan memanggil bibi pengasuh. Bibi mengatakan ia tak membuangnya, dan melihat isinya, barang milik Saet Byul yang semuanya masih baru. Ia penasaran dan berfikir kalau Soo Hyun yang membuangnya.

Soo Hyun membawa Young Gyu ke toko sepatu. Young Gyu memilih sepatu yang ia sukai. Soo Hyun membantu mengikatkan tali sepatu. Ia berkata pada Young Gyu, jika ada seseorang yang membawa Saet Byul, maka Young Gu harus mengejarnya dan menghentikannya.
Young Gyu mengangguk. Soo Hyun tersenyum, mereka membuat janji jari kelingking dan kemudian Soo Hyun minta maaf soal kejadian waktu itu. Young Gyu hanya menatapnya.

Dong Chan ingin menutup kantor agensinya dan Byung Tae protes, bagaimana dengan sewa bulanan dan Dong Chan akan bekerja apa jika menutup kantor. Dong Chan mengatakan ia akan menjadi sukarelawan dan membuat Byung Tae tertawa.
Dong Chan mengatakan ia akan berhenti ikut campur dalam rumah tangga orang lain , ia juga tak mau jadi penagih hutang lagi. Tetap saja  Byung Tae tak mengerti mengenai Dong Chan yang mau bekerja sukarela.
Lalu tiba-tiba pintu di buka. Byung Tae senang ada klien. Tapi Dong Chan yang membelakangi pintu mengatakan mereka sudah tutup. Ia bahkan tak peduli dan tak melihat si klien sampai si klien memanggil namanya.

Klien itu Soo Hyun. Melihat Soo Hyun, wajah Dong Chan langsung kesal. Ia menyuruh Byung Tae menyiram garam untuk buang sial. Ia masih marah setelah perlakuan Soo Hyun padanya, padahal ia sudah menyelamatkan nyawa Soo Hyun dan hampir mati. Ia menyuruh Soo Hyun pergi sebelum ia melukai Soo Hyun. Tapi Soo Hyun memaksa Dong Chan membantunya. Ia memberikan foto Saet Byul pada Dong Chan. Dong Chan kesal dan mengatakan kalau ia sudah berhenti.

Soo Hyun tak menyerah, ia berkata, Kau tahu kan? Kalau puteriku meninggal?
Dong Chan terkejut, ia terdiam. Soo Hyun melanjutkan, kau tahukan jika puteriku diculik? Tak mungkin kau tidak tahu karena itu disiarkan secara langsung.
Dong Chan berbohong mengatakan ia tidak tahu. Ia juga tidak menonton berita.
Soo Hyun terus mengataakn kalau ia tahu Dong Chan juga kembali ke masa lalu, ia mendengarnya di kantor polisi waktu itu. Mereka berdua kembali ke 2 minggu sebelum Saet Byul ditemukan meninggal di danau.
Dong Chan berfikir. Ia keceplosan mengatakan kenapa ia harus membantu Soo Hyun menangkap pembunuh 3 wanita itu.
Soo Hyun tambah yakin Dong Chan kembali ke masa lalu sepertinya, karena pada saat sekarang si pembunuh baru membunuh 1 wanita. Soo Hyun meminta batuan Dong Chan, karena tak ada yang percaya padanya.
Dong Chan masih menolak, ia tidak ingin mencampuri urusan orang lain. Bagaimana  jika ia terluka? Ia hanya punya satu nyawa.

Soo Hyun mengeluarkan banyak uang dari dalam kantong kertas. Byung Tae terkejut. Soo Hyun mengatakan ia akan membayar sebanyak yang Dong Chan inginkan. Dong Chan tertawa tak percaya, ia kesal karena Soo Hyun memaerkan uangnya. Ia tetap menolah dan memasukkan uang itu kembali ke kantong dan memberikannya ke Soo Hyun. Ia mengusir Soo Hyun dari kantornya.

Soo Hyun belum menyerah, ia mengetuk pintu kantor dari luar. Byung Tae keluar dan menyesal mengatakan tidak ada gunanya bersikeras. Dong Chan orangnya keras kepala, jika ia mengatakan tidak maka ia tak akan melakukannya.
Soo Hyun masih ingin punya harapan dan menuliskan nomor ponselnya, ia ingin Byung Tae memberikannya pada Dong Chan siapa tau Dong Chan berubah pikiran.
Soo Hyun akan pergi saat Byung Tae melihat uang di kantong kertas dengan sedih dan Soo Hyun berbalik. Ia bertanya dimana orang menjual senjata. Byung Tae terkejut.

Dong Chan masih duduk di kantor sambil menatap foto Saet Byul. Ia ingat Saet Byul saat mereka di kantor polisi dan Saet Byul mengatakan akan membebaskannya. Ia mengenyahkan pikiran itu dan akan membuang foto Saet Byul saat teringat kalau hukuman mati kakaknya akan ditetapkan.
Dong Chan berfikir, dan teringat kejadian masa lalu.

Saat ia masih menjadi polisi, seorang pembunuh menyandera Young Gyu kecil di sebuah gedung. Semuanya heboh, nenek Young Gyu sangat kahwatir. Polisi sudah mengepung tempat itu. Si penculik kesal dan melepaskan tembakan mengancam akan membunuh Young gyu.
Dong Chan sudah membidik senjatanya dan bersiap menembak. Satu tembakannya membuat si pelaku jatuh.

Dong Chan teringat Young Gyu yang merindukan ayahnya.
Ia membuka foto Saet Byul lagi. Ia berfikir jika Saet Byul tidak mati, maka Hyungnya akan hidup.
Sementara itu, Soo Hyun bersiap melakukan sesuatu.

Dong Chan pulang ke rumah. Ia masih memikirkan mengenai hal itu. Byung Tae menelponnya tapi ia tak mengangkatnya. Rupanya Byung Tae udah sampai aja di rumahnya, Ia membelikan daging untuk Dong Chan. Dong Chan heran, dari mana Byung Tae dapat uang. Byung Tae tidak mengatakannya, ia bahkan mengatakan kalau ia juga sudah melunasi biaya sewa. Dong Chan makin penasaran dan ia mulai mengacak wajah Byung Tae agar mau mengaku. Byung Tae menyerah dan akhirnya mengatakan ia mendapat uang dari ajumma itu karena ia membantunya.

Soo Hyun tampak mengunjungi banyak klub di list-nya.
Hujan turun. Dong Chan tiduran bersama kakek. Kakek menyuruhnya membelikannya kopi. Tapi Dong Chan diam saja. Dong Chan memikirkan apa yang dikatakan Byung Tae, kalau Soo Hyun minta Byung Tae mencatat semua klub di Gangnam yang diawali dengan huruf R. Bahkan Byung Tae mengatakan ajumma itu menanyakan tempat membeli senjata padanya.
Dong Chan kepikiran. Tapi ia mencoba mengenyahkannya.

Soo Hyun tiba di klub RA RA RA. Ia segera mencari tempat sampah dan menemukan tempat sampah yang mirip dengan tempat sampah dimana pelaku membuang mayat perempuan kedua.
Soo Hyun masuk kedalam bar dan mulai mencari wanita dengan baju motif tengkorak. Karena seingatnya, wanita kedua memakai itu.
Soo Hyun menemukan salah seorang wanita setelah lama berkeliling. Gadis itu menari. Soo Hyun memperhatikan dari jauh. Ia juga melihat ada pria yang memperhatikan si gadis. Ia mulai curiga. Ia tidak melepaskan pandangan dari pria itu. Karenha wajah pria itu mirip dengan sketsa pembunuh.

Soo Hyun ke toilet dan mengeluarkan senjatanya. Ia menyembunyikan dibalik jaketnya.

Ia kembali ke tempat tadi, si gadis masih joget, sementara si pria makin mendekat pada si gadis. Soo Hyun diam-diam juga mendekat ke arah mereka. Ia hampir sampai saat lampu diskotik tiba-tiba mati.
Soo Hyun terkejut karena ada yang membekap mulutnya.
Lampu menyala lagi, yang membekap mulutnya ternyata adalah Dong Chan.

Dong Chan memarahi si Ajumma yang dikiranya akan membunuh si pelaku. Ia marah dan kesal, Ajumma, kau tahu bagaimana rasanya membunuh seseorang? Apa kau tahu betapa menyakitkannya itu?
Soo Hyun menatap Dong Chan, siapa yang ingin membunuh seseorang?
Soo Hyun ingin pergi tapi Dong Chan memegangi tangannya. Senjata yang dimaksud bukanlah pistol atau pisau. Sepertinya itu alat penyetrum. Dong Chan melihatnya dan mengerti, kau hanya ingin menangkapnya kan? Lalu kenapa tidak menunggu di tempat sampah saja?
Soo Hyun mengatakan kalau pelaku hanya membuangnya disana, mereka tak tahu dimana pelaku membunuh wanita itu. Jika ia menunggu di tempat sampah, maka wanita itu akan mati duluan dan ia tak bisa menyelamatkannya.

Dong Chan mengerti. Mereka akan menunggu si pelaku dan menangkapnya.
Soo Hyun heran karena Dong Chan mau bekerja sama dengannya, ia bertanya kenapa tiba-tiba Dong Chan berubah pikiran.
Dong Chan mengatakan karena Soo Hyun akan memberikannya uang. Sepertinya Dong Chan bahkan tak tahu kenapa ia menolong Soo Hyun hehehehe.

Mereka berdua sibuk mengintai korban dan si pelaku. Jenny dan Byung Tae akhirnya datang. Dong Chan sibuk memberikan instruksi pada Byung Tae saat Jenny kabur dan berdansa. Byung Tae dan Dong Chan menghentikannya,
Sementara Soo Hyun melihat korban dan pelaku akan pergi dari tempat itu. Ia mengikutinya.

Gadis itu keluar dari klub,. Ia menunggu seseorang sambil merokok. Sementara si pria datang mendekat dan tiba-tiba menggenggam lengan gadis itu. saat itu Soo Hyun menggenggam lengan si pria.
Pria itu terkejut. Soo Hyun tampa basa basi memukul wajah si pria dengan kuat dan berteriak, Ada pembunuh!

Soo Hyun, Dong Chan, si pria, si gadis dan pemilik bar ada disebuah ruangan. Rupanya si pria itu hanya ingin minta nomer ponsel gadis itu. Soo Hyun salah sangka dan ia minta maaf. Pria itu kesal dan mengatakan akan melaporkan ke polisi atas kekerasan fisik.
Dong Chan biasa saja dan menyuruh si pria melapor kalau mau. Ia yakin si pria sudah menikah karena melihat bekas cincin di jarinya. Ia bahkan menawarkan untuk menelpon istri pria itu dan membahas masalahnya. Pria itu takut ketahuan istrinya kalau ia menggoda wanita. Ia akhirnya menyerah dan pergi setelah menyuruh Dong Chan menjaga istrinya. Si pria berfikir Soo Hyun adalah istri Dong Chan.

Gadis itu juga kesal dan akan pergi. Tapi Soo Hyun menghalanginya. Ia mengatakan kalau gadis itu pergi maka ia akan mati. Tapi si gadis menganggap Soo Hyun gila dan melepaskan pegangan Soo Hyun.
Soo Hyun do tahan oleh pegawai bar karena memaksa menahan gadis itu.
Akhirnya Dong Chan yang mengikuti gadis itu. Ia menunggui gadis itu dipintu toilet karena si gadis sedang dandan.
Soo Hyun pergi ke tempat sampah lagi. Ia menelpon Dong Chan tapi tak diangkat. Ia melihat tempat sampah dan merasa ada yang aneh, saat ia ingin membukanya, tiba-tiba kucing melompat dan ia terkejut.

Pegawai bar sedang mengumpulkan rak minuman di dekat situ dan melihat Soo Hyun. Soo Hyun bertanya apakah rak itu akan diambil petugas kebersihan. Pegawai mengatakan kalau perusahaan minuman yang akan mengambilnya. Besok sore saat perusahaan mengantarkan minuman baru.
Soo Hyun berfikir. Ia bertanya lagi apakah semua rak itu akan tetap disana sampai besok sore.
Pegawai membenarkan. Soo Hyun mneyadari kalau di lokasi kejadian bersih, tak ada rak minuman. Artinya lokasi bukan di tempat sampah itu.

Soo Hyun melihat jam tangannya. Waktu kejadian semakin dekat. Soo Hyun berlari ke dekat jalanan dan tertarik melihat sebuah klub bernama Pair Room. Meski itu bukan klub dengan awalan R, ia masuk ke dalam.
Soo Hyun mencari-cari korba didalam. Tapi ia tak menemukan apapun meski ia terus mencari seseorang  berpakaian tengkorak.

Soo Hyun masuk ke toilet wanita untuk berfikir, Ia bingung karena tak menemukan korban. Ia memutuskan menelpon Dong Chan. Tiba-tiba Soo Hyun melihat seorang gadis mabuk yang membuka jaketnya dan si gadis memakai baju tengkorak putih, ditambah lagi ia memakai kalung salib.
Soo Hyun terkejut. Ia ingat saat ia dan Min Ah menganailis kasus itu untuk di jadikan berita, ada saksi yang mengatakan korban terlihat di klub R dan juga mabuk berat.
Soo Hyun yakin gadis itu korbannya, bukan wanita di klub R tadi. Soo Hyun segera menelpon Byung Tae karena Dong Chan tidak mengangkat ponselnya.

Soo Hyun mengikuti gadis itu. Sementara Dong Chan mengikuti gadis yang tadi. Gadis itu keluar dari klub dan naik motor dengan pacarnya. Dong Chan mencuri motor pengantar makanan untuk mengikuti mereka.
Soo Hyun berusaha menghentikan gadis itu, Ia mengatakan gadis itu akan meninggal jika pergi.
Gadis itu tentu merasa Soo Hyun gila karena mengatakan hal yang tak masuk akal. Ia bahkan mendorong Soo Hyun hingga terjatuh dan tangannya kena kaca.
Soo Hyun terus mencari gadis itu tapi ia kehilangan jejak. Ia kembali menelpon Dong Chan.

Dong Chan masih mengikuti si gadis dan pacarnya saat melihat kalau sekelompok geng menghalanginya.
Si gadis melapor pada ketua geng kalau Dong Chan mengikutinya. Dong Chan turun dari motor. Ketua geng bertanya kenapa Dong Chan menggoda pacarnya.
Dong Chan merasakan HP nya bergetar dan mengangkat telponnya. Si ketua geng kesal karean Dong Chan mengabaikannya.

Soo Hyun di seberang telpon mengatakan kalau korban bukan wanita itu. Ia baru ingin mengatakan dimana lokasinya saat tiba-tiba seseorang dari belakang menodongkan pisau padanya. Soo Hyun terkejut. Ia tak bergerak.
Seorang pria dengan jaket hujan hitam dan wajahnya tertutup menodongkan pisau pada Soo Hyun. Soo Hyun terkejut, ia tidak menjawab Dong Chan yang terus memanggilnya dengan khawatir.

-END-

Komentar :
Aigo~
Apakah orang itu adalah pelaku pembunuhan berantai. Kayaknya jelas deh, karena orang itu membawa pisau. Dan lagi kalau bukan, kenapa dia harus menodongkan pisau?
Aku sih yakin aja Soo Hyun enggak akan mati disini, tapi kira-kira bagaimana ia melepaskan diri ya?

Drama ini jelas membuat penasaran dan dipenuhi banyak pertanyaan, Belum ada petunjuk siapa pelaku pembunuhan. Tapi entah kenapa mengenai perjalanan waktu itu aku merasa makin aneh. Soo Hyun dan Dong Chan memang kembali ke masa lalu. Yang aku herankan, ada apa dengan cahaya hijau dan akar pohon di dasar danau itu. Kayaknya kok perkembangannya cepat sekali sampai hampir menutupi tubuh Soo Hyun kalau Dong Chan tidak datang dan menyelamatkannya. Memang aneh sih, apakah ada sesuatu dengan danau itu.

Kalau aku malah menganggap mereka tidak kembali ke masa lalu. Tapi mereka melihat masa depan, entah itu melalui mimpi atau apapun itu, mereka mengalami deja vu. Artinya, Episode 1 dan episode 2 adalah penampakan masa depan. Sedangkan mulai drai episode 3 ini adalah kenyataan. HAHHAHAHA.
Itu yang aku pikirkan, kalau Soo Hyun dan Dong Chan tidak kembali ke masa lalu melainkan hanya diperlihatkan masa depan. Tapi aneh juga jika 2 orang yang mengalaminya secara bersamaan.

GAmbar yang diambil wanita cafe distiny itu cukup menyeramkan. Aku penasaran siapa dia sebenaranya? Kenapa dia menghilang. Dan lagi, di foto itu kenapa Saet Byul menghilang?
Ini seperti drama-drama horror, menyeramkan. Makanya Soo Hyun menjadi panik dan terburu-buru hingga membuat semuanya berantakan. Aku paham kenapa Ji Hoon marah padanya. Karena bagaimana pun hal itu tidak masuk akal dan malah membahayakan Saet Byul.

Acting Lee Bo Young keren banged deh. Berharap dia dapat Daesang lagi tahun ini. Memerankan seorang yang depresi karena kehilangan puterinya, lalu berubah menjadi ibu yang penuh khawatir, berubah menjadi seseorang yang bernafsu menangkap pembunuh. WHOAAA, ekspresi wajahnya itu lhooo.
Dan Jo Seung Woo, perannya ini penghibur. Dia bisa seriusm bisa lucu juga. Pokonnya di drama ini dia lah yang bikin aku tertawa, jadi enggak bosan nontonnya, hehehehe

Aku tahu kalau drama ini sepertinya tak akan ada kisah percintaan. Tapi jika ada, maka Ji Hoon dan Soo Hyun harus bercerai dulu. Bisa aja sih, mereka bercerai karena berlainan pendapat. Soo Hyun bersikeras mengenai 2 minggu lagi Saet Byul akan meninggal, sedangkan Ji Hoon tak tahan lagi dengan istrinya yang terus menerus mengataakn hal yang aneh. Tapi kasian Saet Byul. Dia kan sayang ayah dan ibunya.
Dan drama ini akan lebih menarik jika endingnya nanti ternyata semuanya hanya mimpi. Soo Hyun selama ini hanya bermimpi. Ia sama sekali tidak punya apa-apa, ia hanya seorang pasien rumah sakit jiwa. Tragis. Akh!!
Bagus juga kan kalau ternyata itu hanya khawayalan Soo Hyun yang ternyata gila. LOL.

Bagaimana pun drama ini masih 12 Episode lagi. Aku sempat panik karena naskah untuk Episode 3 menghilang karena laptopku error. Untuknya hanya part 2 saja yang hilang. HAHAHAH.
Tunggu episode selanjutnya ya...

by Hazuki Airin @ Clover Blossoms


1 comments:

  1. Whoaa...cepetnya mba... Haha :D , iya tuh soo hyun terlalu antusias banget pengen nangkep pembunuh, jadi malah dia di kira gila kan, ckckck. Ini drama bener" menegangkan! Haha semangat mba! Fighting :D

    ReplyDelete

 

Random Post

Clover Blossoms Fanpage

In My Radar

Watching :
- We Married as A Job
- Jimi ni Sugoi!
- Weightlifting Fairy
- Goblin
- The Legend of The Blue Sea
- Father I'll Take Care of You
- Beppin-san
- Gochisousan

Waiting Drama:
- Miss in Kiss

Waiting Movies:
- One Week Friends
- Your Lie in April
- Aozora Yell
- Itakiss Movie

Favorite Song This Time :
- Red Cheek Puberty - Galaxy
- Ben - Foggy Road
- Twice - Next Page
- Utada Hikaru - Hanataba wo Kimini
- LYn - Love Story