[Review] Dorama Honey and Clover Episode 1, 2 dan 3

Sebenarnya saia ingin menulis tentang dorama Honey and Clover setelah saia selesai menonton seluruh episodenya. Tapi sepertinya akan ada banyak yang saia ceritakan dan akan menjadi sangat panjang. Karena itu saia mulai dengan episode 1, 2 dan 3 yang baru selesai saia tonton. Ternyata saia tipe yang cukup lambat, heheheeh, karena saia tidak menemukan yang indosub, saia nonton yang engsub, dan lagi, banyak banged kata-kata yang saia tidak mengerti, jadi harus terjemahin dulu. wwkwkkwkwkwkw.

Dorama Honey and Clover tayang pada tahun 2008 di Fuji TV sebanyak 11 Episode. Sebelumnya, Honey and Clover juga dibuat versi movie pada tahun 2006. Saran saya, kalau kalian ingin menonton versi anime, dorama dan movie, sebaiknya kalian nonton mulai dari movie, dorama dan kemudian anime. Aku rasa kalian akan mendapat kepuasan yang lebih. Saya mulai dari kebalikannya, jadi masih terbayang-bayang anime-nya. Saya baca komentar2 juga mengatakan versi anime lebih baik. Tapi itu tergantung orangnya juga sih.
Yang akan saya bahas disini adalah tentang kisah di dorama dan perbandingannya dengan anime.

Dorama Honey and Clover dibintangi oleh Riko Harumi (One Litre of Teras, Only You Can Hear Me), Ikuta Toma (We Were There, Hanamizuki, Hana-Kimi, Hanayori Dango), Osamu Mukai (Yellow Elephant, Hanamizuki, Paradise Kiss, Nodame Cantabile), Hiroki Narimiya (Halfway, Nana, Bloody Monday S2, Be With You) dan Natsuki Harada (Hana-Kimi, I Give My First Love To You).
Ceritanya masih sama, tentang kehidupan 3 sekawan Takemoto Yuta, Mayama Takumi dan Shinobu Morita yang merupakan mahasiswa miskin yang tinggal di sebuah apartemen kayu kecil. Dan pertemuan mereka dengan seorang gadis bernama Hagumi Hanamoto yang punya bakat melukis. Inti kisah yang disuguhkan masih sama, tentang persahabatan, percintaan dan juga pencarian jati diri. Tapi menurutku, di episode 1, 2 dan 3, kisah cinta lebih mendominasi dengan tidak kehilangan inti cerita, namun disuguhkan dalam adegan yang berbeda.
Aku suka karena dorama HnC tidak menjiplak semua dari anime, meski intinya sama, tapi jalan ceritanya berbeda. Tapi aku rasa, menonton doramanya lebih membuat sakit hati. hehehehhehe.

"Kenapa orang-orang mengejar hal-hal yang tidak mungkin tercapai? Mengapa orang-orang terus berjalan maju saat mengikuti tujuan mereka yang tidak terlihat. Aku tidak tahu alasannya. Tapi, ada satu hal yang sudah pasti. Aku adalah orang yang memilih musim semi dimulai dimana tidak ada dimulai dan tidak ada yang berubah."

Berawal dari musim semi, tahun kedua Takemoto (Toma Ikuta) di Universitas Hadayama *maaf kalo namanya salah*, ia merasakan musim semi tahun ini akan sama seperti tahun kemarin, tidak ada yang berubah. Baginya, musim semi tahun ini tidak ada yang dimulai dan tidak ada yang berubah. Begitulah kegalauan hatinya, saat ia memandang ke bunga sakura yang berguguran.
Namun kemudian perhatian teralih pada sosok seorang gadis yang memunguti sakura di rumput dan membuangnya di kolam. Gadis itu cantik, mempunyai senyuman yang manis dan sukses membuat Takemoto jatuh cinta pada pandangan pertama. Kalian pasti tau siapa gadis itu. Dia adalah Hagumi Hanamoto (Rika Narumi).
Jelas sekali pertemuan pertama Takemoto dan Hagumi berbeda dengan anime, karena di anime, pertama kali mereka bertemu adalah di ruang kerja Prof. Shuuji (Jun Murakami).

Kemudian dimulailah adegan penyiksaan / pemaksaan Takemoto oleh Morita Shinobu (Hiroki Narimiya) dan Mayama Takumi (Osamu Mukai). Dimana mereka memaksanya naik gerobak, membawanya ke tempat pembagian kare gratis bagi anak baru. Morita pengin banged makan kari, jadi ia mengorbankan si lugu Takemoto. Sayangnya Takemoto ketahuan tepat sebelum berhasil sehingga ia dihukum. Tapi demi Kare, mereka akan melakukan apapun, jadi mereka menyamar ke tempat Kare dimasak. Mereka hampir berhasil membawa semangkuk besar kare, sampai Ayumi Yamada (Natsuki Harada) datang dan memberikan kick-nya yang ditujukan pada Morita dan Mayama karena mencuri gerabahnya, tapi yang kena malah Takemoto, wkwkkwkwk.
Gerobak yang mereka tinggalkan diberi nama Takemoto sehingga saat gerobak itu mencelakai Shuuji, Takemoto beneran jadi tumbal. Aku rasa kehidupan Takemoto di dorama sangat menyedihkan. Dia di kerjai habis-habisan sama Morita dan Mayama. Tapi itu juga karena dia lugu dan mudah percaya sama orang. wkwkkwkwk.
*di Anime tidak ada adegan ini*

Kemudian beralih ke perkenalan Hagumi di ruang kerja Shuuji. Saat itu Shuuji masih marah-marah sama Takemoto, lalu terdengar suara berisik di balik tirai dan Shuuji melihat kesana diikuti yang lain. Hagumi yang sedang melukis tampak jatuh ke lantai. Hagumi tampak lemah sekali. Ia kemudian berkenalan dengan Takemoto, Mayama, Morita dan Ayumi. Takemoto sempat shock karena itu adalah gadis yang ia sukai. apalagi saat Hagumi mengembalikan kancing baju Takemoto yang lepas saat di halaman kampus, saat Morita menyeretnya. *di anime tidak ada adegan kancing lepas*.

Kisah cinta Ayumi mulai terlihat saat ia ingin membantu Mayama menyelesaikan seminarnya. Mayama sedang bingung karena buku yang ia cari tidak ketemu. Padahal ia butuh itu untuk seminar. Ayumi mendatang semua toko buku di kota itu dan mencari dengan hati-hati disetiap toko buku. Tidak mudah mencarinya, dan ia benar-benar sangat senang saat akhirnya menemukan buku itu. Meski ia pulang sangat larut dan membuat ayahnya marah. Esok harinya, ia sengaja membanggakan diri di hadapan Mayama sambil memberikan bukunya. Mayama sangat berterima kasih dan akan mentraktir masakan italia untuk Ayumi. Ayumi sudah melambung tapi kemudian jatuh terhempas di tanah saat Mayama mendapat telpon dari Rika Harada (Asaka Seto) yang memintanya membantu.

Dalam urusan Rika, Mayama tidak akan ragu-ragu, ia minta maaf pada Ayumi dan akan mentraktir lain kali. Mayama langsung berlari menembus hujan demi cinta sepihaknya dan meninggalkan Ayumi yang berusaha menghentikannya. wow. T_____T
Aku sangat suka Ayumi di dorama, pemilihan aktrisnya cocok sekaliii.

Hagumi dibawa oleh Shuuji jalan-jalan disekitar kampus dan Hagumi langsung terpesona melihat karya Morita, aku gak tau namanya, tapi kelihatan seperti pahatan kayu berbentuk daun tak beraturan? HAHAHAHHA *saia ga mengerti seni.
Tapi Hagu tampak tersentuh dengan pahatan itu dan langsung mendapat inspirasi untuk lukisannya. Ia berlari ke balik tirai di ruang kerja Shuuji, tempat ia biasa melukis. Dan hari itu juga, aku rasa, ia menyelesaikan lukisannya dan dipajang di tempat pameran Hadayama.
Takemoto dan Morita yang saat itu sedang berjalan bersama melihat ada keributan dari para mahasiswa yang menyaksikan sesuatu, mereka mendekati lokasi dan melihat lukisan Hagumi. wow, meski aku tak tahu apa itu, tapi bagus sekaliii!

 
Morita terpesona melihatnya, sangat terpesona. Ia bahkan tak peduli dengan karyanya yang tidak dilirik, ia berlari sekuat tenaga untuk menemui Hagu, disusul oleh Takemoto di belakangnya.
Saat Morita bertemu Hagu di ruang kerja Prof. Shuuji, Morita langsung memeluk Hagu tanpa izin. Ia memuji lukisan Hagu, karena sudah lama Morita tidak terpesona dengan lukisan seseorang. Morita terus memuji Hagu dan membuat Hagu akhirnya mengeluarkan kata-kata pertamanya, kalau ia menyukai karya Morita.
Dan jleeeeebbbb!!!! Takemoto merasakan lagi hatinya patah, karena sejak awal bertemu, ia sangat ingin mendengar suara Hagu, meski sekarang ia mendengarnya, tapi kata itu bukan untuknya, bahkan saat mereka ada diruangan yang sama sekarang, ia merasakan jarak yang amat sangat disana, antara ia dan Hagumi.

Aku rasa dalam versi dorama, Ayumi lebih banyak curhat pada Morita, dan entah kenapa chemistry Morita dan Ayumi malah terlihat jelas. Hik.
Ayumi yang sedang patah hati sedikit curhat pada Morita. Ia benar-benar tidak mengerti dirinya sendiri, ia tak bisa membuat seseorang berlari atau bahkan diam. Jadi bagaimana ia bisa membuat dirinya bahagia.
Ia terlalu mencintai Mayama, ia tak bisa memaksa Mayama mencintainya, tapi ia juga tak bisa merelakan Mayama.
Aku rasa Morita tidak menjawab apapun. Ia hanya sibuk dengan tanah liat, yang aku kira dia membuat keramik rupanya membuat pup, wkwkkwkwkwk.
 

Sementara itu, Mayama membantu Rika dalam pekerjaannya. Ia sudah cukup senang berada disisi Rika, membantunya. Tapi Rika selalu menolak untuk membahas hal yang lebih jauh. Ia bahkan menyuruh Mayama untuk tidak menemuinya lagi. Menusuk juga pas Mayama bertanya apakah dirinya tidak bisa menjadi pengganti suami Rika, dan Rika hanya minta maaf.
Tapi aku senang saat Shuuji menasehati Mayama, kenapa Mayama tidak bisa. Karena Mayama yang sekarang, seberapa keras ia mencoba, semuanya hanya akan sia-sia.
Bagaimanapun Rika adalah wanita dewasa dan Mayama masih seorang mahasiswa.

Episode pertama diakhiri dengan pesta pizza buatan Morita, dimana Morita memanggangnya di panggangan keramik. Wkwkkwwkkw. Tapi kelihatan enak. Itu adalah idenya untuk Ayumi agar bisa makan masakan italia. Aku heran, bagaimana bisa mereka membuat Pizza? ckckkck. 5 sekawan melakukan pesta pizza di halaman kampus. 


Takemoto sangat menginginkan TV di apartemennya, jadi dia berusaha mengumpulkan kupon undian. Sayangnya kuponnya dicuri karena Morita yang juga tergila-gila dengan undian dan menjadi musuh besar ayah Ayumi sebagai pemilik undian.
Oia, sebelumnya Takemoto dikerjain habis-habisan sama Mayama dan Morita. Mereka menyuruh / memaksa Takemoto mengenakan pakaian besi dan berdiri di kelas melukis dimana para siswi yang sedang melukis wanita telanjang. ckckkckc. Disana ada Hagu juga.
Lucu banged adegan itu, dimana Morita dan Mayama ingin menyelamatkan TAkemoto, malah membuat Takemoto ketahuan dan dihukum. Takemoto bahkan sempat ngambek sama keduanya, wkwkkw.

Ayumi sendiri mendengar cerita mengenai Rika dari Shuuji. Berbeda dengan anime, diversi dorama, suami Rika kecelakaan pesawat. Harada harusnya berangkat dengan pesawat penerbangan pertama, tapi karena harus membawa Rika ke rumah sakit karena bahunya tersiram air panas, Harada berangkat dengan penerbangan berikutnya. Dan terjadilah kecelakaan.
Sedangkan dalam versi anime, Harada dan Rika kecelakaan mobil, dimana mobilnya terbakar tepat setelah Rika yang mengemudi ditarik keluar oleh supir Truk yang lewat.
Rika di versi anime lebih menyedihkan. Hik.

Di Episode 2, Hagu dan Takemoto pertama kali keluar berdua. Kencan nih yee~
Takemoto senang sekali bisa belanja dengan Hagumi. Ia juga jadi tahu kalau Hagu belum pernah melihat laut karena selama ini Hagu tinggal di desa yang jauh dari laut.
Hagu juga jatuh cinta pada sebuah mainan orange di dalam kotak *aku lupa namanya* yang bisa diambil kalau dijepit itu lhoo, aku selalu frustasi kalau main itu, wkwkwkw.
Permintaan pertama Hagu. Takemoto tak bisa menyianyiakannya begitu saja. Aku rasa ia mencoba sampai 100 kali dan gak berhasil juga, padahal Hagu sudah bilang tidak apa-apa kalau memang tidak bisa. Dan koin terakhir. Akhirnya Takemoto berhasil mendapatkan satu, meski bukan yang diinginkan Hagu. Sebuah cincin biru. Tapi Hagu sangat senang.

Shuuji dan Rika tentu saja masih berteman baik. Mereka bahkan bertemu di rumah Rika dan Shuuji membawakan wine favorit Harada agar Rika membawanya ke makam Harada saat ulang tahun Harada.
Rika juga meminta Shuuji menasehati Mayama karena ia mengatakan sesuatu yang kasar pada Mayama.
well, meski begitu, Rika memang terlihat ada rasa pada Mayama.

dibanding anime, apartemen Takemoto versi Dorama lebih menyedihkan. Terlihat berantakan. Dan bukan hanya itu, Takemoto, Mayama dan Morita beneran terlihat miskin,. wkwkwkkwkwwk.
Kadang mereka bahkan tidak makan malam, atau hanya makan seadanya dengan cara yang lebay.
Tetapi lebih sering saat mereka terjepit, maka Romaya senpai selalu ada dengan segala kelebihannya. Kata-katanya yang puitis bermakna, atau membawa banyak sekali makanan. Penghuni asrama percaya kalau Romaya senpai dilimpahi banyak keberuntungan.
Makanya Takemoto dkk selalu menghormatinya.

 
 
Penolakan Mayama versi dorama sangat terasa menyesakkan. Sama dengan versi anime, Mayama tiduran di bangku saat Ayumi datang. Ayumi baru tahu kalau Rika menyuruh Mayama tidak menemuinya lagi, Ayumi tahu dari Shuuji.
Ayumi sebenarnya ingin mencoba menghibur Mayama. Tapi kata-katanya memang mengisyaratkan kalau Mayama sebaiknya menyerah akan Rika. Karena di dunia ini, ada hal-hal yang tidak akan bisa kita raih. Mayama sendiri lebih dari apapun, ia menyadarinya. Bahkan meski Ayumi mengatakan hal-hal seperti itu, ia sudah tahu sejak awal, kalau cintanya pada Rika tidak akan berhasil. Hanya saja ia tak bisa menolaknya.
Mayama juga menyuruh Ayumi untuk berhenti memperhatikannya yang sama artinya dengan menyuruh Ayumi berhenti mencintainya.
Dan Ayumi menangis untuk kesekian kalinya. Takemoto melihat hal itu dengan sejuta hal dipikirannya.

“Meskipun itu tepat di hadapanmu, ada hal yang tidak bisa kau miliki. Tidak peduli seberapa keras kau berusaha, ada hal-hal yang tidak bisa kau sentuh. Meski kau tidak bisa menerimanya, bukankah selalu ada cahaya di akhirt sebuah jalan jika kau terus mencarinya? Seperti yang Hagumi katakan 'Meskipun harapaunmu tidak terwujud, bukankah ada sedikit kebahagian menunggumu di suatu tempat?'"

Ayumi sekali lagi dihibur oleh Morita. Aku rasa Morita memang selalu ada untuk Ayumi. Sayang sekali kalau Morita tidak menyukai Ayumi. HUWAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!
Jadian aja deh! JADIAN!

Morita belum menyerah mendapatkan hadiah undian. Padahal yang mendapat adalah Takemoto, tapi ia mencurinya, lebih tepat, merampasnya wkwkkw.
Ia bersama Ayumi, Mayama, Hagu dan Takemoto pergi ke undian ayah Ayumi. Ayah Ayumi beneran ga suka melihat Morita karena selalu membawa undian palsu. wkwkkwkw.
Tapi belum sempat mereka bertempur, hadiah utama rupanya sudah dimenangkan, sebuah mobil biru, dan yang memenangkannya adalah Romaya senpai. LOL.
Romaya senpai beneran beruntung dan membuat mereka berlima terheran-heran.
Tapi saat yang lain masih heran, Morita duluan memulai undiannya membuat Takemoto kesal karena ia juga ingin mencoba memenangkan TV. Akhirnya semuanya bertengkar. Saat mereka bertengkar, Hagumi memakai undian terakhir dan memenangkan peralatan selam. Semuanya kecewa. wkwkwk.
Tapi berkat itu, Takemoto punya ide untuk mengajak semuanya ke pantai.

Dan akhirnya mereka bersiap kepantai dengan meminjam mobil yang dimenangkan Romaya senpai. Takemoto makin bersemangat saat tahu HAgumi memakai cincin yang ia menangkan waktu itu. Sedangkan Morita sibuk mencomblangkan Ayumi dan Mayama. Karena Mayama yang menyetir, ia memaksa Ayumi duduk di depan, hehehehe.
Dan akhirnya semuanya tiba di pantai. Morita yang pertama menyentuh air laut dengan membawa ban yang dimenangkan Hagumi. LOL. Mereka bermain di pantai, main ombak dengan bahagia. Aku rasa yang paling bahagia adalah Takemoto yang tidak bisa melepaskan pandangannya dari Hagu.
Mereka mengadakan pesta barbeque dan bersenang-senang. Rasanya menyenangkan melihat mereka bersama, makan dan minum dengan gembira.
Di versi anime, tidak ada adegan ke pantai. Hanya saja, Ayumi dan Hagu pernah memikirkan kalau mereka berlima akan ke pantai bersama-sama. Tapi hal itu hanya bayangan dan tak pernah terjadi.

Malam tiba. Takemoto sibuk membereskan peralatan sementara Ayumi yang mabuk tidur di semen dekat pantai dan Mayama datang untuk membawanya ke mobil. Dalam versi anime, aku rasa Ayumi mabuk beneran, meski sadar dengan yang ia katakan.
Dalam versi dorama, Ayumi kelihatan sadar dan sedikit mabuk saat Mayama menggendongnya dibelakang.
Ayumi sepanjang jalan mengatakan kalau Mayama bodoh dan Mayama hanya menjawa 'hmm'.
Bahkan saat Ayumi mengatakan ia mencintai Mayama, Mayama hanya menjawab 'hmm'.
Ayumi menangis sambil mengatakan itu berkali-kali.
*aku rasa versi anime lebih menyentuh tapi tetap terharu T____T*

Saat Hagu dan Takemoto bersih-bersih, Hagu kehilangan cincin birunya. Takemoto terkejut, karena itu hadiah pertamanya, ia mencoba mencari dengan susah payah bersama Hagu. Dimana Morita tidak membantu sama sekali. Tapi kemudian Morita memanggil Hagumi ke tepi pantai dan membuatkan sesuatu untuk Hagumi, cincin dari tutup botol. Morita lalu memperlihatkan cincin tutup botol berubah menjadi warna biru saat Morita mengangkat tangan dengan pecahan kaca botol biru dan disinari sinar bulan terpantul ke cincin tutup botol di jari Hagumi. warna Biru yang indah!!!!
So Sweeeeeeeeeeet >.<

Sedangkan Takemoto akhirnya berhasil menemukan cincin itu. Ia sangat senang dan memanggil Hagumi. Tapi kata-katanya berhenti saat melihat Hagumi bersama Morita dimana Morita mencium Hagumi.
OMG!!! Aku juga patah hatiiii!!
*di anime tidak ada ciuman ini! ciuman Morita dan Hagumi di Anime tidak menyakiti siapapun, karena tidak ada yang melihat T___T*

Takemoto patah hati dan menjadi tidak bersemangat. Tapi saat Hagumi menelponnya, ia menjadi lebih bersemangat, karena Hagumi mengajak Takemoto makan mie bersama. Tapi sayangnya, Hagu juga mengajak Ayumi dan yang lain. wkwkkkwkwkwkw. Lucu banged si Take.

Sedangkan sejak ciuman di pantai, Hagumi menjadi sedikit bingung dengan dirinya. Ia bahkan tidak tenang kalau bertemu dengan Morita. Meski begitu, diam-diam ia memandang Morita. Morita juga menunjukkan tempat melihat kembang api yang bagus dan mengajak Hagumi ke sana saat festival nanti.

Sementara itu, Ayumi yang barusaja ditolak menjadi galau. Ia menghabiskan waktunya di rumah. Dan keluar halau hanya ada keperluan. Ia menanam sesuatu di rumahnya dan batangnya sudah patah, namun masih tumbuh. Ayahnya menyuruhnya memetik batang itu saja, karena nanti tanaman itu tak bisa menopangnya.
Tapi Ayumi merasa kasihan, karena daunnya masih belum layu dan masih tampak segar.
Ayahnya mengatakan kalau Ayumi memetiknya, nanti pucuk baru akan muncul.
Ayumi memandangi tanaman itu dan merasa kalau tanaman itu seperti dirinya. Batang yang patah adalah perasaan cintanya pada Mayama. Masih segar dan masih tumbuh, karenanya ia belum mau memetiknya.

Tapi aku senang Ayumi tidak melarikan diri. Meski ditolak, ia tidak bersembunyi. Ia dan Mayama masih seperti biasa. Ia dan Mayama masih bertemu dan bercerita. Kalau tidak salah saat itu Mayama tidak di terima bekerja lagi. Ayumi selalu menasehati atau mengatakan sesuatu yang membuatnya terluka, ckckkc. Pada akhirnya air mata selalu jatuh untuk Ayumi.
Mayam no BAKA!!!! >.<
But Mukai is Kakkoi~!!!!

Takemoto sudah sangat senang saat Hagumi menelponnya, tapi ternyata itu suruhan Shuuji yang ingin Takemoto membantunya memindahkan barang.
Hagumi kehabisan bahan melukis dan ingin ke toko. Tapi ia kepergok Morita dan mengajaknya pergi bersama, meski merasa tidak nyaman, Hagu tak bisa menolak. Morita bahkan menggandengnya dengan oaksa dan Hagu hanya diam. Hal itu dilihat oleh Takemoto yang ada di mobil bersama Shuuji dan ia beneran terkejut dan berteriak. LOL

Hagumi sangat-sangat tidak nyaman berbelanja dengan Morita. Ia tidak tahu apa yang akan ia beli. Ia juga tidak bicara. Malah Morita yang terus bicara dan ngomel dan memilihkan alat lukis untuk Hagumi.
Mereka berdua juga makan Takoyaki bersama, tapi Hagu tidak berselera. Ujung-ujungnya ia meninggalkan Morita sendirian, wkwkwkwkw.

Takemoto bekerja ekstra cepat memindahkan barang ke apartemen Rika / Hadara Design, aku rasa karena ia ingin cepat pulang. Ia tidak sengaja mendengar kalau Shuuji bicara dengan Rika tentang Mayama.
Mayama diajak bekerja sama oleh Fujiwara Design, tapi ia menolak. Mayama juga melamar pekerjaan tapi tidak diterima. Shuuji mengatakan kalau Mayama tak bisa menemukan pekerjaan baru. Kemungkinan MAyama selalu menunggu Rika untuk menelponnya, jadi ia tidak serius mencari pekerjaan baru.
Takemoto mendengarnya dengan sedih.

Hagumi masih galau setelah meninggalkan Morita. Ia melihat Ayumi dengan di halaman kampus, berlatih memukul bola baseball. Ia heran melihat Ayumi. Ayumi mengatakan ia melakukannya untuk memperbaiki suasana hatinya. Tadinya ia sedih dan setelah melakukannya ia menjadi ceria lagi.
Hagumi yang merasakan hal yang sama juga ikutan mengayunkan tongkat baseball.
*Tidak ada adegan Hagu nangis di pelukan Shuuji, bagus deh, wkwkkwkw, karena Shuuji dorama lebih cocok jadi paman Hagu ajaaa*

Di apartemen, terjadi pertengkaran atau keadaan yang aneh pada 3 sekawan. Dimulai dari Takemoto yang pulang dan langsung mencengkeram kerah Morita menanyakan kemana saja Morita dan HAgu dan ngapain aja mereka. Morita yang kesal memanas-manasi Takemoto dengan mengatakan kalau mereka kencan dan berciuman. Takemoto makin panas. Lalu Mayama datang dan ikutan saat Takemoto mengatakan ia ke rumah Rika tadi. Ujung-ujungnya mereka saling genggaman kerah baju dan berputar-putar. Lucu banged. WKKWKWKW.

Dan akhirnya situasi itu diamankan oleh Romaya senpai yang pulang membawa semangka. Dan mereka melakukan permainan memukul semangka dengan mata tertutup (Suikawari).

"Suikawari dan jatuh cinta itu sama. Kau akan terus berjalan hanya mengandalkan naluri dan dan suara. Ketika kau merasa yakin, kau akan mengayunkan tongkat dengan segenap kekuatanmu.Suikawari adalah praktik untuk cinta.Entah percaya atau tidak, suara orang lain adalah pilihanmu.Itu adalah bagian yang sulit dalam suikawari dan cinta. Jika kau takut dalam membuat kesalahan, kau tidak akan menang. Maka teruslah bekerja keras"

Musim Panas. Festival. Kembang Api.
Morita dan Mayama yang tahu kalau Takemoto menyukai Hagumi akhirnya membuat kesepakatan kalau ia akan membantu Takemoto dan Hagu melihat kembang api bersama.
Takemoto sangat senang dan membuat 100 boneka teru teru bozu di kamarnya agar besok hari cerah. LOL.

Mayama kesal pada Shuuji karena menyuruh Takemoto membantu membawa barang ke rumah Rika. Kenapa bukan dirinya?
Shuuji akhirnya menasehati Mayama seperti yang aku katakan diatas, bahwa semua hal yang dilakukan Mayama hanya akan sia-sia saja jika terus seperti itu. Mayama hanya ingin berada disamping Rika, Mayama tak mungkin diterima jika hanya seperti itu. Karena Rika tidak menginginkan orang selalu disampingnya tanpa mendukungnya. Kalau menurut aku maksud Shuuji itu, selama itu cinta Mayama hanya seperti cinta anak kecil. Bersama, disampingnya sudah cukup. Karena orang dewasa tidak hanya menginginkan itu.
Karena itu, Mayama akhirnya mengubah pikirannya dan bersedia bekerja di Fujiwara Design, demi mengasah kemampuannya dan menjadi lebih baik lagi.
Meski awalnya Nomiya menolaknya, Miwako setuju Mayama bekerja disana. Ohh, It's Nomiya-san?

"Kembang api akan segera menghilang, tapi itu adalah sesuatu yang kamu lihat bersama teman-temanmu. Bahkan jika kamu lupa warna dan bentuk kembang api itu, kamu akan selalu ingat dengan wajah teman-temanmu yang melihatnya bersamamu"

Sementara itu, Hagumi dan Ayumi ada di rumah Ayumi membantu persiapan Festival. Mereka juga di pakaikan Yukata, meski mereka hanya menghabiskan waktu di rumah, minum dan makan bersama orang tua dan beberapa pekerja, juga melihat kembang api dari beranda rumah. Disana Hagu juga akhirnya tahu kalau ia menyukai Morita.
*beda sama anime, dimana mereka berlima + Shuuji + keluarga + pekerja melihat kembang api di luar*
Tapi kemudian makanan habis, Ayumi dan Hagu akhirnya keluar untuk membeli makanan. Disana mereka membeli Takoyaki yang ternyata dijual oleh Romaya senpai.
Awalnya HAgumi masih galau karena ajakan Morita untuk melihat kembang api bersamanya.
Romaya senpai mengatakan sesuatu sehingga membuatnya memutuskan untuk kembali ke kampus tempat ia dan Morita berjanji. Ia akhirnya meninggalkan Ayumi.

Ayumi sendirian berjalan di kerumunan festival bertemu dengan Mayama yang memuji yukata Ayumi cantik. Dan kembang api kembali berpijar.
Takemoto sendiri galau karena pada akhirnya ia tak bisa mengajak Hagumi menonton kembang api. Ia sendirian di Festival. Ia juga tidak pergi ke tempat yang dikatakan Morita karena takut dikerjai lagi.
Ia menatap kembang api di langit dan berfikir, waktu kecil ia bahkan tidak ingat warna kembang api yang berpijar dilangit, kenapa banyak orang yang menantikan nya. Tapi meski ia tak ingat warna, bentuk kembang api yang berpijar, tapi ia ingat dengan siapa ia melihat kembang api itu, karena itu adalah orang yang penting.
akhirnya Takemoto memutuskan untuk menemui Morita.

Ayumi kembali ke rumah. Ia menangis membuat ayahnya heran. Ayumi menangis menyadari perasaannya. Menyadari bahwa ia tidak akan mungkin bisa menyerah pada cintanya untuk Mayama.


Di atap Kampus, tempat dimana Morita mengatakan itu adalah tempat terindah melihat kembang api, Hagumi tiba disana. Tapi tidak ada siapa-siapa. Lalu Morita muncul, membuat jantung Hagumi hampir berhenti berdetak karena sesak nafas, ia menyadari ia menyukai Morita.

 
Tapi kemudian Morita memanggil Takemoto.
Ternyata Morita menepati janjinya, agar Hagu dan Takemoto bisa melihat kembang api bersama.
Takemoto sangat senang. Morita akhirnya meninggalkan keduanya.
Tapi sayangnya, Mata Hagumi hanya tertuju pada punggung MOrita yang perlahan menjauh.
Takemoto akhirnya menyadari, kalau orang yang diinginkan Hagumi untuk melihat kembang api bersama bukanlah dirinya, tapi Morita.

"Suara kembang api dan suaraku, tidak mencapai telinga Hagu-chan. Aku pikir akan sangat bagus jika kembang api berlangsung selamanya. Aku ingin kembang api terus berlangsung sampai rasa sakit dihatiku menghilang dan aku bisa tersenyum tentang hal ini."

Yai! Makin suka karena disini ada Ikuta Toma~

Setelah menonton 3 episode. Aku semakin tertarik meski sudah tahu endingnya. Karena ceritanya sendiri berbeda meski intinya sama. Apalagi di preview episode 4 Hagumi mengaku kalau ia menyukai Morita. Dalam versi animenya, Hagu tidak pernah langsung mengaku cinta.
Toma Ikuta beneran memerankan tokoh Takemoto dengan sangat baik, agak lugu, lebay dan ekspresi patah hatinya itu lhooooo, wkwkkwkkww.
Dalam versi anime, Hagumi terlihat kekanak-kanakan, tapi dalam versi dorama, Hagumi terlihat anggun dan juga sedikit dewasa. Mungkin karena ia jarang bicara dan caranya tersenyum itu. Tapi bakat Hagumi di dorama beneran terlihat lho, aku suka adegan Hagu melukis.
Kalau Mayama versi dorama malah membuatku makin sukaaa!!! akh!! Osamu Mukai memang keren deh! semoga aku tidak membencinya seperti karakter di anime, memberi pengharapan palsu. Tapi pemeran Rika beneran kurang cocok. Kalau di pairing sama Mukai agak ketuaan. Memang sih, karakternya memang dewasa, tapi kannnnn~
Nah, kalau Morita versi dorama ini aku sukaaaaa!! Makin kelihatan baiknya! Makin kelihatan perhatiannya. Aku suka bagaimana ia perhatian pada cinta Takemoto meski ia juga menyukai Hagumi.
Dan untuk pemeran Ayumi. Pas banged deh. ekspresi sedihnya itu membuat kita ikutan sedih. Dan makin dapet chemistry-nya sama Morita, eh? Sayang sekali kalau mereka tidak bersama.

"Waktu kecil, aku benar-benar tidak mengerti kenapa begitu banyak orang yang berkumpul untuk melihat kembang api, yang akan segera menghilang. aku benar-benar tidak bisa mengingat, mana yang cantik dan mana yang menakjubkan. Tapi, bahkan jika aku tidak ingat warna dan bentuk kembang api saat itu, aku benar-benar bisa mengingat orang-orang yang melihatnya bersamaku saat itu. Karena itu adalah waktu yang kau habiskan bersama orang-orang yang penting bagimu, hari itu menjadi hari yang tidak terlupakan".



1 comments:

  1. Wah ini sampe aku tonton ulang2 anime nya, hehe
    Doramanya juga bagus, tapi kok ada dorama yang bukan versi jepang ya, ga biasa denger bahasanya gitu

    ReplyDelete

 

Random Post

Clover Blossoms Fanpage

In My Radar

Watching :
- We Married as A Job
- Jimi ni Sugoi!
- Weightlifting Fairy
- Goblin
- The Legend of The Blue Sea
- Father I'll Take Care of You
- Beppin-san
- Gochisousan

Waiting Drama:
- Miss in Kiss

Waiting Movies:
- One Week Friends
- Your Lie in April
- Aozora Yell
- Itakiss Movie

Favorite Song This Time :
- Red Cheek Puberty - Galaxy
- Ben - Foggy Road
- Twice - Next Page
- Utada Hikaru - Hanataba wo Kimini
- LYn - Love Story