[Review] Recomended Anime: Honey and Clover

I wonder if the moon I see is different from the one she sees.

Saia akui saia termasuk orang yang telat untuk nge-fans sama anime Honey and Clover a.k.a Hachimitsu to Clover. Anime ini tayang pada tahun 2005 dan saia baru nonton di tahun 2014, T______T.
Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Dan sebagai pencinta anime, saia rasa memang kalau belum nonton anime ini, maka masih bukan penggemar anime.
Saia sudah tahu tentang anime ini sejak SMP, dari majalah Animonster yang saia punya. Sejak awal membaca di majalah itu, saia tertarik dengan artwork-nya, anime dengan sentuhan manga, dimana sentuhan manganya masih terasa banged. Ini mirip dengan Kimi ni Todoke. Dan saia baru punya kesempatan nonton, minggu ini. Well, sebenarnya saia menonton 2 episode awalnya sudah lama, hanya saja saia cukup bosan, tapi ternyata setelah dilanjutkan, ini bukan anime biasa.

Honey and Clover sukses masuk ke dalam list anime terbaik sepanjang masa yang pernah Hazuki tonton. Beberapa diantaranya adalah Kimi ni Todoke, Clannad, Clannad After Story dan Anohana.
Jujur saja, aku mulai menonton Honey and Clover karena ini salah satu anime Romance. Tapi ternyata setelah ditonton, anime ini bukan hanya sekedar anime Romance biasa, banyak pelajaran yang bisa kita petik didalamnya. Sangat banyak. Karena anime ini juga bergenre slice of life, jadi anime ini juga menceritakan kehidupan sehari-hari, hanya saja penggambarannya lebih kompleks, masalah yang diangkat cukup rumit dan kisah cinta yang disuguhkan juga berbeda dan sangat bermakna. Sangat sulit menjelaskannya, kalian akan mengerti jika menontonnya.

Honey and Clover diangkat dari sebuah manga berjudul sama karya Chicha Umino yang mulai dipublikasikan tahun 2000. Terdiri dari 10 volume, bergenre Drama, Comedy, Romance dan Slice of Life. Pada tahun 2005 diangkat menjadi anime 24 episode dan season 2 tayang pada tahun 2006 sebanyak 12 episode. Kabarnya manga dan anime ini sangat populer sehingga dibuat live action movie dan live action dramanya.
Saia belum menonton live actionnya, tapi sudah saia donlod dan berencana untuk menontonnya. Bahkan Taiwan juga sudah meremake menjadi drama. Yang sekarang saia tunggu adalah remake versi Korea dan remake ulang versi Jepang, hehehehhehe.

"I realized why I was lost. It wasn't because I don't have a map, but that I don't have a destination"__Yuta Takemoto

Yuuta Takemoto adalah seorang mahasiswa di sebuah universitas di Tokyo bernama Hamabi. Demi menghemat biaya, ia menyewa sebuah apartemen kayu kecil yang biaya sewanya lumayan murah, apalagi dekat dengan kampus. Disana ia bertemu dengan Takumi Mayama dan Shinobu Morita, seniornya dari universitas yang sama. Mayama dan Morita adalah mahasiswa tingkat akhir yang juga menghuni kost itu. Pertemuan mereka dianggap cukup aneh tapi berkesan. Berkat keduanya yang heboh, Takemoto tidak kesepian di Tokyo. Mereka bertiga sering menghabiskan waktu bersama dan berpesta. Mereka juga dekat dengan salah seorang dosen seni di Hamabi bernama Shuji Hanamoto.

Suatu hari, Shuji memperkenalkan Hanamoto Hagumi, sepupunya yang menjadi mahasiswa baru di Hamabi. Gadis cantik dengan rambut ikal dan bertubuh kecil, sukses membuat Takemoto jatuh cinta pada pandangan pertama. Tapi Takemoto menyembunyikan perasaannya dan berteman baik dengan Hagumi. Tanpa Takemoto tahu, ternyata Morita juga merasakan hal yang sama, ia juga jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Hagu. Morita menunjukkan cintanya dengan berlebihan, lebih tepatnya menyeramkan, sehingga membuat Hagu ketakutan. Hagumi sendiri mempunyai bakat dalam melukis. Lukisannya sangat indah dan membuat banyak orang tertarik. Tapi karena hal itu ia juga menjadi frustasi dan stress. Karena terlalu banyak orang yang menuntutnya agar bisa, agar deadline terkejar dll.


“Why must people chase after things that are impossible to reach? Why must people continue to walk forward while following a goal they can’t see? I don’t know the reason why. However, there is just one thing which is certain. I was the one who chose a spring where nothing began and nothing changed.”__Yuta Takemoto

Ayumi Yamada adalah seorang mahasiswi jurusan seni yang mengambil seni membuat keramik dari tanah liat. Ia sangat cantik dan terlihat anggun, tapi ia tak segan-segan untuk berteriak dan memukul orang lain dengan kakinya. Ia populer dikalangan mahasiswa, juga di kompleks tempat ia tinggal. Sayangnya, Ayumi hanya menatap pada satu hati. Ayumi jatuh cinta pada Mayama, ia menunjukkan cintanya dengan selalu menasehati Mayama yang menurutnya pemalas dan tidak serius dengan kuliahnya dan juga tidak serius mencari pekerjaan. Makanya setiap melihat Mayama ia selalu kesal dan selalu marah-marah. Tapi yang membuat Ayumi kesal bukan hanya itu, ia marah karena Mayama menghabiskan seluruh waktunya untuk membantu seorang wanita. Mayama buka tipe orang yang mau melakukan ini itu jika di suruh, tapi jika wanita itu menelpon, maka Mayama pasti akan mengiyakan.
Wanita itu adalah Rika Harada, seorang seniman yang telah ditinggal mati suaminya. Mayama jatuh cinta padanya sejak Prof. Shuji memintanya untuk membantu Rika. Rika sendiri adalah seorang wanita yang cacat setelah mengalami kecelakaan yang merenggut nyawa suaminya. Rika pendiam dan dingin. Ia menutup hatinya untuk siapapun.

Anime ini mempunyai penggambaran tiap tokoh yang sangat jelas. Setiap tokoh punya masalahnya sendiri dan selalu berhubungan dengan tiga serangkai Takemoto, Mayama dan Morita. Anime juga menunjukkan kisah kehidupan yang real, bagi kita yang menonton pasti berfikir, beginilah sebuah kehidupan, banyak hal yang terjadi, dan tidak diduga-duga akan terjadi. Beberapa blog yang mereview anime ini juga mengatakan hal yang sama,. bahwa anime ini mirip dengan kehidupan nyata, terutama bagi mahasiswa dan bagi mahasiswa yang baru wisuda.
Tapi harus hati-hati, karena ini adalah anime NTR dengan cinta segi banyak, OTP yang kamu inginkan kemungkinan tidak akan bersatu dan juga anime ini terlalu banyak patah hati. Hampir seluruh tokoh mengalami patah hati. Patah hati dimana-mana dan membuatmu sakit hati. Meski anime ini berakhir dengan Happy Ending.
Tapi disitulah menariknya. Karena kamu tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi, bahkan 1 detik kemudian.

SPOILER ALERT!!!!!
Tulisan dibawah ini akan mengandung SPOILER dan ending drama!! Jika kalian tidak suka SPOILER, jangan dibaca T____T

"I was afraid this whole time. I was afraid of not knowing the future. I was afraid of not knowing what I wanted to do. I was afraid of myself for not knowing what to do.And I was afraid of the days that were nevertheless flying by mercilessly" __Takemoto Yuta

Takemoto Yuuta. 19 tahun. Ia terlihat biasa-biasa saja. Tidak ada hal yang spesial dari dirinya. Ia tidak bisa dikatakan keren seperti Yamaya, dan ia juga bukan pelawak seperti Morita. Tapi diantara para tokoh, dia adalah tipe yang banyak kita temukan di kehidupan nyata. Takemoto adalah pria yang baik dan sangat cocok dijadikan teman. Aku sangat ingin dia berakhir dengan cinta pertamanya, Hagumi, karena sejak awal, Takemoto adalah orang yang paling dekat dengan Hagu. Takemoto selalu ada disaat Hagu sedih, dan ia sangat cocok dengan Hagu, karena kepribadiannya.
Dalam anime ini, hampir seluruh episode adalah narasi Takemoto, jadi semua pikirannya ada pada Narasi. Karena itu kita bisa memahaminya.

 
Dari awal episode sampai ending, kita paling bisa melihat perkembangan Takemoto, bagaimana diawal episode ia hanya mahasiswa tingkat 2 lalu perlahan berubah menjadi dewasa secara bertahap dan akhirnya ia menjadi satu-satunya tokoh yang menurutku jauh dari Happy ending, meski ia tersenyum di akhir episode.
Takemoto punya masalah dengan keluarganya. Ayahnya meninggal saat ia masih kecil, ayahnya adalah idola baginya. Ia tidak pernah melupakan janjinya bahwa ia akan menjaga ibunya setelah ayahnya tiada. Ia melakukan tanggung jawabnya selama ini. Namun akhirnya saat ibunya jatuh cinta lagi, Takemoto merasa dikhianati. Selama ini ia selalu melakukan semuanya untuk ibunya, ia bahkan tidak melakukan sesuatu seperti yang ia inginkan. Namun tiba-tiba ia boleh bebas melakukan apa pun yang ia inginkan. Karenanya, sejak kuliah, Takemoto tidak pernah pulang ke kampung halamannya, karena ia masih belum bisa menerima suami baru ibunya. Tapi seiring berjalannya waktu, rasa sakit selalu hanya akan menyisakan luka yang perlahan memudar.

Untuk masalah cinta, Takemoto termasuk orang yang tidak beruntung. Awalnya aku kira sia masuk dalam lingkaran cinta segitiga, tapi siapa sangka malah menajdi cinta segi empat?
Ia menjadi linglung sejak tahu kalau Morita menyukai Hagu. Ia makin sedih saat tahu kalau Hagu juga menyukai Morita. Meski keduanya tidak pacaran, melihat Hagu yang selalu menatap pada Morita membuatnya sakit hati. Hanya saja ia tidak bisa membenci Morita. Ia juga tidak bisa menjauhi Hagu. Ia tetap seperti biasa dengan jarum menusuki hatinya. Ia menyembunyikan perasaannya dengan sangat baik.
Perlahan waktu berlalu dan ia sudah menjadi mahasiswa tingkat akhir yang harus menyusun tesis-nya. aku rasa sejak saat itu masalah satu per satu mulai membuatnya stress. Tesisnya yang tidak selesai, hatinya yang terluka karena Hagu, juga dirinya yang tidak bisa mendapatkan pekerjaan. Satu persatu masalah muncul dan membuat dirinya kembali mengingat masalalu, hingga akhirnya ia kabur dengan mengayuh sepeda.

Mereka mengatakan kalau itu adalah perjalanan pencarian jati diri. Meskipun semuanya khawatir tapi mereka yakin Takemoto akan kembali suatu hari nanti dengan semangat baru.
Takemoto melakukan perjalanan pencarian jati diri dengan sepeda melintasi pesisir Jepang. Hanya bermodalkan sepeda tua dan uang tabungan, ia terus mengayuh sepedanya melintasi seluruh wilayah di Jepang sambil memikirkan banyak hal tentang dirinya, tentang apa yang ingin ia lakukan.
Suatu hari, saat rantai sepedanya putus, Takemoto bertemu dengan kelompok orang yang memperbaiki candi / kuil di berbagai wilayah di jepang. Mereka berbaik hati menampung Takemoto dan memberinya pekerjaan dengan imbalan uang, untuuk membeli sepeda baru. Mereka adalah orang-orang yang baik, dan berkat bertemu mereka, Takemoto berhasil melakukan perjalanan ke titik paling utara di Jepang dan akhirnya menemukan sesuatu yang membuatnya yakin untuk pulang.

Pulang dari perjalanannya, orang pertama yang ditemui Takemoto adalah Hagu. Dapat terlihat kalau Takemoto sudah tumbuh menjadi pria yang dewasa. Dan akhirnya ia bisa menyampaikan perasaannya pada Haru. Di hari festival, dibawah indahnya kembang api, Takemoto mengatakan kalau ia mencintai Hagumi.

"When we’re together my heart felt tight, too tight to even drink water. If that’s called love, then it was really just me who was in love. Just me."__Yuta Takemoto

Hanamoto Hagumi. Ia berusia 18 tahun, tapi bertubuh seperti gadis 14 tahun. Ia kecil. Pendek. Seperti anak-anak. Di season 2 kita baru bisa melihat kalau Hagu memang gadis dewasa.
Ia gadis berbakat. Bakat melukisnya mampu menyihir dunia yang ingin Hagu menjadi satu diantara pelukis yang ingin dikenang sepanjang masa. Hagu pun merasa melukis adalah jalan hidupnya, karena-nya ia tidak pernah menyerah. Tapi ia hanya gadis 18 tahun. Meskipun bakatnya bisa dikatakan profesional, tapi Hagu juga punya masa sulit, dimana ia sulit menemukan ide untuk lukisannya.
Hagu adalah sepupu Shuuji. Sepertinya ayah/ibu Shuuji dan ayah/ibu Hagu adalah saudara. Awalnya aku kira Shuuji adalah paman Hagu, wkwkkwkkwk.
Sejak kecil, Hagu tinggal bersama neneknya setelah ditinggalkan ayahnya. Setelah neneknya meninggal, Shuuji menjemputnya dan sejak saat itu Shuuji dan Hagu selalu bersama. Bagi Hagu, Shuuji adalah segalanya.

Aku tidak tahu kapan tepatnya Hagu jatuh cinta pada Morita. Mungkin sejak Hagu melihat tugas akhir Morita dimana Morita memahat patung. Atau Hagu jatuh cinta sejak awal, saat Morita memberinya hadiah sepasang sepatu. Tapi Hagu masih tidak mengerti dengan cinta. Karenanya saat ia dan Morita keluar berdua untuk membeli peralatan melukis, Hagu pulang dengan tangisan dan mengadu pada Shuuji kalau bersama Morita sama sekali tidak menyenangkan. Karena saat bersama Morita ia merasa tidak tenang, ia bahkan lupa apa yang akan ia beli, makanan yang biasanya enak menjadi tidak enak. Shuuji hanya bisa tersenyum, karena ia tahu kalau itu sebenarnya adalah cinta.

Aku senang kisah cinta Hagu dan Morita tidak terlalu dalam dibahas, karena anime ini memang lebih banyak menggunakan sudut pandang Takemoto. Tapi aku cukup Shock saat Morita akhirnya mencuri ciuman pertama Hagu yang membuat Hagu demam selama beberapa hari, heheheh.
Tapi itulah yang juga membuatku benci pada Morita, karena setelah kejadian itu, Morita berangkat ke Amerika tanpa memberitahu siapapun, meski akhirnya Takemoto tahu.

"Cause it give you the ability to run in the rain! But you know, this world was made so those people can’t get what they want."__Morita Shinobu

Shinobu Morita. 24 tahun. Mahasiswa tingkat akhir yang membuat dosen pembimbingnya stress karena tugas akhirnya tidak selesai-selesai. Morita paling misterius diantara semuanya. Ia mempunyai pekerjaan yang tidak seorangpun tahu apa itu. Ia selalu pergi dan pulang dalam keadaan sangat lelah dan langsung tertidur, bukan pula di kamarnya, tapi ia selalu pulang dan masuk ke kamar Mayama atau Takemoto. Ia kelihatan miskin kaena sering mengemis makanan, tapi ia punya banyak uang. Hanya saja ia terlalu sayang dengan uangnya sehingga ia tidak pernah membelanjakannya. Ia hobi makan, hobi merebut makanan orang lain dan Takemoto serta Hagu selalu menjadi korbannya.

Karakter Morita lebih banyak dijelaskan di season 2. Terlepas dari karakternya yang selalu kelihatan ceria, sedikit aneh, sangat mencintai uang, dan selalu punya lelucon yang membuat kita tertawa, dia adalah karakter yang paling mengejutkan. Setelah menghilang selama 1 tahun, ia tiba-tiba muncul di televisi dan memperoleh penghargaan di Amerika yang membuat semuanya terkejut, lalu ia ternyata ada dirumah sakit yang sama dengan Takemoto saat dirawat. Ia kemudian menghilang untuk kedua kalinya dan muncul lagi saat Hagu sakit dan menculiknya.
Tapi aku rasa Morita adalah karakter yang memiliki masa lalu yang kelam. Ia lahir dengan bakat pada dirinya. Ia sangat mencinta ayahnya yang seorang teknisi. Kakak laki-lki-nya, Kaoru, satu-satu nya keluarga yang ia miliki setelah ayahnya meninggal iri padanya. Tapi Kaoru tidak pernah membenci Morita.

Alasan kenapa Morita selalu bekerja demi uang terungkap saat season 2 menjelang episode akhir. Ia melakukannya demi balas dendam kakaknya pada keluarga orang yang telah merebut perusahaan ayahnya. Meskipun ia tahu perbuatan kakaknya salah dan bertentangan dengan apa yang diinginkan mendiang ayah mereka, tapi ia tidak pernah mengeluh pada kakaknya. Hanya saat saat Kaoru akhirnya meninggalkannya, ia merasa kesepian. Meski akhirnya sebuah akhir yang bahagia datang padanya membuatnya dan Kaoru bersama kembali, meski harus merelakan cintanya karena keegoisannya pada gadis yang lebih mencintai melukis dari pada nyawanya sendiri.

“To wish for your own happiness is sometimes coupled with another person’s unhappiness. Since I couldn’t pray for my own happiness, I prayed to the moon in the night sky for the happiness of the one whose warm hand I held.” __Takumi Mayama

Takumi Mayama. 22 Tahun. Di episode awal, aku merasa Mayama adalah orang paling dewasa diantara mereka setelah Shuuji. Mayama adalah karakter favorite-ku sejak awal, tapi akhirnya aku malah membencinya. Karena sejak awal Mayama digambarkan sebagai karakter yang dewasa yang jatuh cinta pada gadis yang lebih tua darinya. Mayama tinggal bersama Rika untuk membantunya mengurus sebuah proyek dari Harada Design, perusahaan yang ditinggalkan suami Rika. Sejak saat itu ia jatuh cinta pada Rika yang masih tidak bisa merelakan kepergian suaminya. Meski Rika bertindak dingin padanya, Mayama selalu berusaha ada disamping Rika, bahkan lebih ke arah memaksa berada disamping Rika. Pada akhirnya ia berusaha merelakan perasaannya dengan menjauhi Rika, sayangnya ia tetap tidak bisa, karena setiap malam ia pasti berdiri di luar apartemen Rika dan memandang ke arah jendela.

Ia tahu Ayumi mencintai dirinya. Tapi sejak awal, Mayama sudah menolak Ayumi dengan jelas. Hanya saja Ayumi tidak menyerah dan selalu ada disekitar Mayama. Ayumi bahkan berteman baik dengan Hagumi dan selalu ada bersama mereka. Meski begitu, Mayama tidak membenci Ayumi. Mereka tetap berteman baik.
Aku sangat-sangat ingin Mayama dan Ayumi berakhir bersama. Aku merasakan pencerahan saat Mayama terlihat cemburu saat rekan kerjanya Nomiya mendekati Ayumi. Ia selalu berusaha memisahkan mereka. Karenanya dalam benakku, aku ingin Mayama akhirnya menyadari perasaannya pada Ayumi.
Tapi sayang, itu hanya khayalanku saja, Dan itulah yang membuat aku membenci Mayama. Meski aku tahu Mayama juga menjalani cinta sepihak dengan Rika, aku berharap ia menyerah dan memilih Ayumi.

Aku paling menyukai saat Nomiya mengatakan kalau Mayama egois dan menjadikan Ayumi sebagai pilihan kedua jika pilihan pertamanya gagal. Menurutnya, Itu sebabnya Mayama tidak bisa melepaskan Ayumi maupun Rika. Hal itu tentu menusuk hati Mayama. Tapi akhirnya aku tahu, perasaan Mayama pada Ayumi memang cinta, meski tidak bisa mengalahkan cintanya pada Rika.
Mayama selalu ada disamping Rika, ia bahkan tahu rencana Rika untuk meninggalkannya *sepertinya Rika berfikir ingin bunuh diri setelah proyek Harada Design selesai*
Tapi cinta Mayama membuat Rika akhirnya menyerah. Karena ia juga mencintai Mayama meski tak bisa mengatakan dengan kata-kata.

“I wonder why on T.V. or in magazines, love seems fun and colored with happiness. But why is my love so sad and despicable?”__Ayumi Yamada

Ayumi Yamada. 21 tahun. Master keramik. Cantik. Populer. Selama masa kuliahnya, ia hanya memandang pada Mayama. Cintanya pada Mayama sangatlah besar. Ia tidak peduli dengan apapun, dalam benaknya hanya Mayama. Ia tahu betul Mayama hanya memandang pada satu wanita meski begitu ia tidak ingin kehilangan harapan. Ia sudah menghabiskan 1 liter air mata untuk Mayama yang tidak pernah membalas perasaannya.
Ia tipe gadis yang tahu kalau ia akan sakit hati, tapi tetap mencobanya. Yang ia inginkan selalu Mayama, ia khawatir dengan yukata yang ia kenakan demi kata-kata 'kau terlihat cantik dengan yukata' dari Mayama.
Kisah cinta Ayumi adalah yang paling aku sukai dalam anime ini.

Ayumi selalu berusaha percaya kalau cinta Mayama pada Rika adalah cinta sepihak. Tapi perlahan ia mengetahui kalau sebenarnya Rika juga mencinta MAyama, hanya saja Mayama tidak tahu. Ayumi tahu dari Shuuji, sebagai teman baik Rika, bahwa dihadapan orang yang ia cintai, Rika selalu tidak banyak bicara. Sedangkan Ayumi mendengar dari Mayama, kalau sedang bersama Mayama, Rika tidak banyak bicara.
Hal ini membuat Ayumi makin sedih, ia menangis untuk kesekian kalinya dalam beberapa tahun demi orang yang sama. Menyakitkan.

"How do you give up? Is it by deciding to give up then following through it? Or is it done by taking steps away from your true feelings?"__Ayumi Yamada

Nomiya tertarik pada Ayumi sejak pertama bertemu. Tapi ia tau Ayumi hanya menyukai Mayama. Ayumi bahkan rela bekerja di Harada Design demi dekat dengan Mayama. Padahal ia tahu jika ia bekerja disana, maka ia juga akan makin sakit hati melihat Rika bersama Mayama. Sepulang kerja, ia selalu menangis melihat hubungan Rika dan Mayama yang makin berkembang. Ayumi juga merasakan Nomiya masuk ke dalam hatinya sejak Nomiya menyatakan perasaannya padanya, tapi ia berusaha menolak perasaan itu. Karena baginya, jika ia ingin bahagia atau sakit hati, ia hanya ingin perasaan itu untuk Mayama.
Tapi akhirnya ia membuka hatinya secara perlahan.

Ayumi adalah gadis yang sangat baik. Banyak orang yang menyukainya. Ia bahkan pernah mendapat lamaran dari 4 pemuda sekaligus. Itu membuatnya bingung karena pemuda itu adalah penerus keluarga di kompleks nya tinggal. Dan lagi, pemuda itu adalah mereka yang sudah ia anggap kakak, yang bersama dengannya sejak kecil.
Ayumi juga pernah tinggal bersama Hagumi saat Shuuji harus keluar negeri selama setahun. Sejak itu hubungannya dengan HAgu sangat dekat. Dia menjadi orang yang paling khawatir saat Hagu mengalami kecelakaan.

“I like you, Ayumi-chan. Honestly it’s painful to see you dragging Mayama along all the time. But you know, that’s not the kind of problem you can solve by being alone. So, let’s stay together.”
__Nomiya

Nomiya adalah senior Mayama di Fujiwara Design. Fujiwara Design menggunakan keramik buatan Ayumi dan membuat banyak pelanggan tertarik. Dari situ Nomiya penasaran dengan Ayumi. Mayama tahu kalau Nomiya adalah cowok playboy, karena ia menolak mengenalkan Ayumi pada Nomiya. Tapi akhirnya Nomiya dan Ayumi berkenalan dan semakin dekat. Mereka bahkan melakukan perjalanan yang jauh meski itu adalah kesalah pahaman. Sejak Nomiya mendekati Ayumi, Mayama terlihat gelisah. Sejak itu aku pikir mungkin Mayama punya perasaan pada Ayumi. Tapi saat aku tahu kalau Mayama ternyata masih tidak bisa menyerah pada Rika, aku jadi membencinya. Jika Mayama tidak mencintai Ayumi, kenapa dia harus menghalangi Ayumi bertemu dengan Nomiya?

Di season 2, kita bisa melihat bagaimana karakter Nomiya. Nomiya beneran cowok sejatii!!! I Love Him!!
Meski ia tahu mata Ayumi hanya tertuju pada Mayama, Nomiya tidak pernah memaksa Ayumi melihat padanya. Ia mencintai Ayumi dengan caranya sendiri. Seperti menghibur ayumi jika ia sedang sedih. Ia bahkan shock saat tahu Ayumi bekerja untuk Rika, saat ia menelpon Ayumi, ayumi terdengar ceria, tapi ia tahu Ayumi sedang bersedih. Ia rela mengemudi dari Tottoro ke Tokyo selama 9 jam untuk bertemu dengan Ayumi meski pada akhirnya ia tidak bertemu dengan Ayumi yang ternyata pergi ke Tottoro untuk menemuinya. Tanpa tidur ia kembali ke Tottoro dan akhirnya bertemu dengan Ayumi. KYAAAAAAAAAAAAA!!!!
aku rasa sejak itu aku mulai menyukai tokoh Nomiya. apalagi saat ia mengatakan kalau ia mencintai Ayumi sebelum Ayumi kembali ke Tokyo.

"But people who can do what they love at a job is one in a million. And among those people, the ones who can do what they really want is even less."__Shuuji Hanamoto

Shuuji Hanamoto. Awalnya aku kira dia adalah paman Hagumi. Ternyata dia sepupu Hagumi yang tidak punya hubungan darah dan boleh menikah. Ia mengabdikan dirinya untuk Hagumi. Ia selalu ada disaat Hagu kesulitan dengan lukisannya, selalu memberikan semangat pada Hagumi. Orang yang selalu ada untuk Hagumi adalah Shuuji. Itu adalah yang terlintas dipikiranku saat menonton episode-episode terakhir.
Awalnya aku kira Shuuji cukup lebay merindukan Hagu sampai sakit saat ia diluar negeri, atau saat Morita / Takemoto mendekati Hagumi ia menjadi kesal. Tapi pada akhirnya semuanya bermakna.

“Crying from the pain of aspiring something, and crying from having nothing to aspire to; I wonder which is more difficult.”__Yuta Takemoto

Hagumi mengalami kecelakaan saat festival Hamabi, dimana kaca besar membentur dinding tembok, pecah dan mengenai Hagumi. Kecelakaan yang cukup parah membuat semua orang terkejut. Bagaimana tidak. Tepat beberapa menit sebelum kejadian, Hagu masih bersama Takemoto dan memberikan semangat untuk tugas akhirnya. Tapi tiba-tiba Hagu sudah berlumuran darah dan dilarikan ke rumah sakit. Kejadian itu cukup mengguncang. Terutama Bagi Takemoto, Shuuji dan Ayumi yang ada dan melihat di hari kejadian.
Hagumi mengalami luka parah di kepalanya, tapi tangan kanannya lebih parah karena syaraf-nya putus dan ia tak bisa menggerakkan tangannya, juga tidak merasakan rasa sakit.

Ayumi sebagai sahabat Hagu selalu datang setiap hari dan memberikan Hagu semangat. Takemoto juga mengunjungi Hagu setiap hari. Sedangkan Shuuji ada disamping Hagu setiap detik. Hagu tertekan. Jika tangan kanannya tak bisa merasakan apapun, maka ia harus berhenti melukis. Itu lah yang ia takutkan. Ia menolak memakai obat bius agar bisa merasakan rangsangan sakit ke tangan kanannya. Ia takut. Tapi Shuuji yang selalu ada disampingnya menyemangatinya dan pada akhirnya bisa membuat Hagu menangis lagi menumpahkan isi hatinya.

“Fireworks disappear right away, but it’s something to see with your friends. Even if you forget the colours and the shapes of the fireworks, you will always remember the faces of the friends next to you.”__Ayumi's Dad

Takemoto sangat mencintai Hagu. Tapi akhirnya ia sadar tidak ada yang bisa ia lakukan untuk Hagu selain menyemangati. Ia menyadari kenapa uang sangat penting. Ia teringat kata-kata Mayama yang selalu menabung, jika orang yang ia cintai nanti mengalami kesulitan, maka dengan tabungannya yang sedikit, setidaknya ia bisa mengajak orang itu menikah.
Sedangkan Takemoto, bahkan untuk membeli bunga saja tidak punya uang.
Ia juga makin menyadarinya saat tahu kalau Shuuji berhenti dari kampus demi bersama Hagu dan membantu Hagu menjalani rehabilitasi. Shuuji bahkan menjual semuanya, sepertinya ia juga menjual rumahnya. Saat itu Takemoto baru sadar kalau Shuuji akan mengorbankan apapun demi Hagu, karena Shuuji mencintai Hagu.

Saat Hagu kecelakaan, Morita menghilang. Morita kembali lagi setelah tahu kalau Hagu kecelakaan. Ia kembali da membawa Hagu kabur ke rumahnya. Hagu da Morita adalah dua orang berbakat yang saling mencintai. Tapi Morita melakukan kesalahan dengan meminta Hagu berhenti melukis. Karena itu Hagu akhirnya tidak memilih Morita. Karena bagi Hagu, melukis adalah nyawanya, ia akan mati jika ia berhenti melukis. Ia tidak bisa menyerah pada seni dan akhirnya menyerah pada cintanya.
Takemoto dan Shuuji bicara mengenai bagaimana jika Hagu tidak memilih Shuuji. Aku lupa apa jawaban Shuuji, tapi pembicaraan mereka membuat Shuuji punya keinginan untuk mengakui perasaannya pada Hagu.

Di rumah sakit, Hagu kembali. Aku sangat sangat menyukai adegan dimana Hagu meminta Shuuji untuk selalu ada disampingnya. Hagu meminta Shuuji memberikan dirinya untuk Hagu. Shuuji yang baru saja ingin mengakui perasaannya tentu saja sangat bahagia. Ia bahagia akhirnya Hagu memilihnya. Meskipun Hagu mengatakan ia tak tahu bagaimana membalasnya nanti, tapi Shuuji mengatakan Hagu tidak perlu membalasnya, cukup tinggal disisinya saja. AWWWWW.

"I've liked him for so long. So long. But Mayama likes someone else. But I wanna hear his voice. I want to hold his hand. I feel like this."__ Ayumi Yamaya

Pada akhirnya itu lah akhir yang bahagia yang aku maksudkan. Cinta segi tiga Takemoto-Hagu-Morita berakhir dengan Hagu yang memilih untuk bersama Shuuji. Sedangkan Ayumi memulai hubungan dengan Nomiya dan Mayama serta Rika berbahagia. NTR banged bukan?
Awalnya aku yakin Takemoto akan bersama Hagu, Mayama bersama Ayumi dan Rika bersama Shuuji, tapi ternyata itu hanya akan terjadi pada anime shoujo biasa! Karena anime ini luar biasaaaa!!!
Mengaca-acak perasaanku, membuat aku menangis dan menangis.
Tapi satu yang aku kesalkan adalah, tidak ada narasi dari Shuuji. Kelima tokoh utama punya narasi sendiri-sendiri. Meski yang paling banyak adalah Takemoto. Jadi kita tidak tahu bagaimana perasaan Shuuji yang tidak bisa ia ungkapkan.

Season 1 adalah perkenalan karakter dan memperlihatkan bagaimana para tokoh dengan masalah-masalahnya, tapi tetap terlihat ceria dan bagaimana mereka menghabiskan kebersamaan. Sangat menyenangkan melihat kelompok cewek dan cowok yang bersahabat. Meski banyak masalah, meski ada konflik, tapi mereka tetap bersama. Tidak jaim-jaiman. seperti Mayama dan Ayumi yang sejak awal punya masalah dengan cinta sepihak, saat bersama mereka tetap seperti biasa saling tersenyum dan berbicara.

"I don't care how pathetic or embarassing I look in front of everyone. My love for him...only that...is my bitter sweet treasure."__Ayumi Yamaya

Best Scene dari Takemoto adalah pencarian jati dirinya. Mengayuh sepeda dengan kedua kakinya, bermalam di berbagai tempat, bertemu dengan banyak orang dan akhirnya ia menemukan keyakinannya. sepertinya hal ini benar-benar terjadi di jepang. Rasanya menyenangkan menjadi anak laki-laki.
Aku juga sangat terharu saat adegan terakhir, dimana akhirnya Takemoto memutuskan meninggalkan Tokyo untuk bergabung dengan tim renovasi kuil. Hagumi datang mengantar kepergiannya sambil membawa kotak bekal dan mendoakan keselamatan Takemoto. Takemoto membukanya setelah kereta berjalan dan menyadari itu adalah roti. Ia membuka dan melihat selai roti adalah madu dan ditengahnya ada clover berdaun empat. Clover berdaun empat adalah lambang kebahagian dan keberuntungan. Hagu menginginkan Takemoto agar menemukan kebahagiannya. Aku menangis saat Takemoto meneteskan air mata dan kembali menyadari kalau ternyata ia sangat-sangat mencinta Hagumi dan ia bersyukur telah jatuh cinta pada Hagumi T____T

Best Scene Ayumi adalah saat ia mabuk dan Mayama menggendongnya dibelakang untuk mengantarnya pulang. Mayumi yang mabuk menangis dan mengatakan kalau ia mencintai MAyama. Mayama hanya tersenyum dan hanya menjawab 'hmm'.
Beberapa kali Ayumi mengatakan ia mencintai Mayama dan Mayama hanya melakukan hal yang sama. Benar-benar Mayama si pemberi harapan palsu. I am cry T____T
Aku juga suka saat Nomiya akhirnya menyatakan cintanya pada Ayumi di pintu kereta api dan saat Ayumi menangis memohon agar Nomiya tidak masuk ke hatinya, harena ia hanya ingin rasa sakitnya berasal dari Mayama.

Best Scene Hagumi adalah saat Takemoto menyatakan perasaannya pada Hagumi, Saat Morita mencium Hagu dan saat Hagu meminta Shuuji menikahinya. wkkwkwkwkkwkw.Bener ga tu?
Aku juga suka saat adegan flashback saat Hagu masih kecil, ia kerumah Shuuji dan melihat Shuuji yang baru pulang dari Tokyo tertidur lelap, Hagu memandangnya dan tersenyum kemudian tidur di samping Shuuji. So Sweet.
Seandainya perasaan Shuuji lebih di eksplor sejak awal. HIK. T__T

Anime ini memang berbeda dari kebanyakan anime romance. Di setiap episodenya ada insert song yang berbeda untuk setiap episode. Insert songnya ada 36 dan lagunya sangat sangat menyentuh. Hanya saja karena hanya sekali didengar jadi kurang terasa.
selain itu opening PV nya juga lucu, apalagi OP 1 season 1, aku kaget banged saat hidangan udang dalam es. wkwkkwkw.
Sayang sekali tidak akan ada season 3 untuk anime ini Hik. Kalau ditanya apakah anime ini happy ending?
Maka aku akan menjawab anime ini bittersweet ending. Kenapa?
Karena pada dasarnya semuanya bahagia, tapi tetep aja saia sakit hati karena OTP tidak bersama. Seperti ayumi dan Mayama. Juga Takemoto yang pada akhirnya beneran tidak merasakan cinta Hagumi. Karena sejak awal Hagu hanya menyukai Morita, tapi lebih dekat dengan Shuuji. Intinya Hagu dan Takemoto hanya berteman. Hik.


Overall, anime ini layak mendapat nilai 10/10. Karakter, Story, Music, semuanya lengkap dan sangat bagus. Dan dengan ending yang tidak terduga, aku rasa itu memang sebuah kehidupan. Karena kamu tidak akan pernah tahu, bahkan apa yang akan terjadi sedetik kemudian. Kamu tidak akan pernah tahu apa yang akan ada dimasa depanmu, apa yang akan terjadi, bagaimana terjadi, dengan siapa dan apakah kamu bisa atau tidak.
Dalam hidup, ada tiga pilihan yang pasti akan kamu jalani. Berusaha. Menyerah. Dan memulai kembali.

As time passes, the day will come when everything will fade to memories. But those miraculous days, when you and I, along with everyone else, searched together for just that one thing, will continue revolving forever somewhere deep in my heart, as my bittersweet memory.

by Hazuki Airin
picture from google
quote from enchant_meee



6 comments:

  1. Lupa-lupa ingat sama doramanya, tapi setelah baca spoiler di atas, kayaknya emang seperti kata kak hazuki, ada perbedaan. Endingnya juga sedikit beda. Terutama bagian hagu, dia ..., Karena eoni sedang menonton doramanya, aku tidak akan mengatakan bagaimana. Biar panasaran, gitu. Hehehe.

    ReplyDelete
  2. iyaa. Saia nonton sampe episode 3, banyak banged bedanya, meski intinya sama.
    hehehheh.
    Iyaa Kia, No Spoiler Please >.<
    Lagu suka sukanya sama Takemoto, hehehhe

    ReplyDelete
  3. backsound blog nyaa.. pas banget TT

    ReplyDelete
  4. kata kata blog nya ,bener bener jadi pengen nangis ,,,,emang bener bener cerita nya seperti kehidupan bangets ..aku baru sekarang berani nonton anime ini karena ,aku merasa seperti ayumi...sakit hati bangets ,dan itu hanya untuk satu orang saja

    ReplyDelete
  5. Perasaan, si suuji tu emang pamannya hagu dech. Tapi paman sepupu. Maksudnya, suuji punya sepupu, sepupunya punya ponakan yaitu hagu. Makanya krn paman sepupu, mereka tetap boleh merit...
    En suuji, sebetulnya memang ada hati dengan rika. Ada hati krn lama bersama. Soalnya setelah kematian misuanya rika, suujilah yg bnyk membantu dan menemani rika. Bahkan udh liat tubuhnya rika, hehe, jgn slh sangka, krn membantu mengganti perbannya. Hanya saja, krn suuji sngat menghormati & mengagumi misuanya rika, dia gak mw mengkhianatinya. Makanya ad scene, dia memilih utk pergi dari rika supaya gak lebih lama dekat sm rika. Atut gak bs nahan perasaan sukanya githu...
    Ini tangkapan q aj sich. Mungkin jg slh... Hehe
    Btw, sepakat sm KEYENnya nie anime...
    Salam kenal^-^

    ReplyDelete
  6. Baru kali ini nemu anime yg kisah cintanya serumit ini. Otakku ga nyampe keknya ahahahhaa . Tapi sumpah ini kece banget aku jdi suka karakter nomiya pas S2,ga suka banget sama mayama yg milih Rika. HikS, sedih ngeliat hagu yang ga milih morita. Tapi greget juga sama shuuji yang ternyata Cinta sama hagu. Aku sempet syok, kukira shuuji anggep hagu kek Ade sendiri. Ternyata lebih dr itu, abisnya di S1S kukira shuuji suka sama Rika. Haduh pokonya ga nyangka sama endingnya. Tapi aku setuju sih hagu sama shuuji, trus ayumi sama nomiya. Keduanya bisa diandelin.ehehehhe *salam kenal.

    ReplyDelete

 

Random Post

Clover Blossoms Fanpage

In My Radar

Watching :
- We Married as A Job
- Jimi ni Sugoi!
- Weightlifting Fairy
- Goblin
- The Legend of The Blue Sea
- Father I'll Take Care of You
- Beppin-san
- Gochisousan

Waiting Drama:
- Miss in Kiss

Waiting Movies:
- One Week Friends
- Your Lie in April
- Aozora Yell
- Itakiss Movie

Favorite Song This Time :
- Red Cheek Puberty - Galaxy
- Ben - Foggy Road
- Twice - Next Page
- Utada Hikaru - Hanataba wo Kimini
- LYn - Love Story