[Review] J-Movie Kiiroi Zou a.k.a Yellow Elephant

"Kenapa manusia selalu menikah atas nama cinta, tapi akhirnya menghancurkannya?"

Beberapa hari yang lalu saia baru selesai menonton sebuah movie yang saia pilih karena judul dan cover-nya. Movie dengan judul unik, Yellow Elephant telah membuat saia mendownloadnya dan akhirnya menontonnya.
Sebuah movie hangat berdurasi 131 menit diangkat dari sebuah novel dengan judul Kiiroi Zou karya Kanako Nishi.
Movie yang tayang Februari 2013 ini dibintangi oleh Aoi Miyazaki (Heavenly Forest, Virgin Snow) dan Osamu Mukai (Paradise Kiss, Honey & Clover).

Saia lebih dahulu mendownload Honey & Clover dan jatuh cinta pada Osamu Mukai. Sejak H&C, saia mulai sadar kalau Mukai ternyata bermain juga dalam Paradise Kiss sebagai George. Dan saia baru nyadar kalau pemain Yellow Elephant adalah dia. Wkwkkwkwkkwkw.
Sedangkan Aoi Miyazaki, I love her acting!! Her face, tentu saja sejak Tada, Kimi Wo Aishiteru bareng Tamaki Hiroshi.
Nggak nyangka dalam Yellow Elephant, mereka cocok sekali. Dan bang Mukai~ Omooo!!!

Sebelum menonton movie ini, aku tidak tahu sama sekali ini movie tentang apa.Saia sempat mengintip sedikit dan saia pikir saia menyukainya karena settingnya pedesaan. Jadi muncul-lah imajinasiku kalau ini movie tentang seorang paman dan keponakannya / sepupunya yang tinggal di desa, saling jatuh cinta nantinya.
Tapi itu semua salah!!!!
Aku bahkan masih bertahan dengan imajinasiku di 5 menit awal movie, tapi ternyata saia cukup kaget dengan kenyataan dibaliknya.

Bagi kalian yang tidak menyukai movie dengan tempo lambat, mungkin kalian akan berfikir kalau ini movie yang membosankan. Tapi jika kalian suka, maka kalian akan menikmati menit demi menit cerita dalam kisah Yellow Elephant ini. Kalau kalian pernah menonton movie A Gentle Breeze in the Village, maka movie ini hampir mirip, karena jalan ceritanya di pedesaan, adem ayem, lambat lambat tapi pasti.
Awalnya aku merasa bingung dengan jalan ceritanya, tapi lama-lama ditonton ternyata cukup puas meski kita bertanya-tanya sepanjang movie ini tayang : Hah? Masa? Lho Kok? Kenapa? Kenapa? Kenapa? Ada apaaaaa???!!!

Movie ini dibuka dengan seorang pria yang sedang mengetik di komputer miliknya saat seorang gadis tanpa busana berlari-lari sambil mengatakan 'dia mati, dia mati', menghampiri si pria. Si gadis terlalu excited dengan yang ia lihat di bak mandi sedangkan si pria menyuruh si gadis untuk memakai bajunya.
Saat adegan ini, aku mulai bertanya-tanya, apa hubungan mereka? Masa paman dan sepupu sih?
Si Pria adalah novelis yang tidak populer bernama Ayumu Muko (Osamu Mukai). Dan si gadis adalah Aiko Tsumari (Aoi Miyazaki).

Keduanya adalah suami istri yang baru menikah dan tinggal di pedesaan, disebuah rumah milik keluarga Muko. Sepertinya semua anggota keluarga Muko sudah meninggal. Si gadis yang dipanggil Tsuma, adalah gadis manis, lugu dan sedikit kekanak-kanakan. Ia terlihat seperti gadis dewasa dengan jiwa anak-anak. Tsuma punya kemampuan khusus, ia bisa berkomunikasi dengan hewan dan tumbuhan. Awalnya aku kira itu hanya khayalan Tsuma, tapi ternyata Muko membenarkan hal itu.
Pernikahan Tsuma dan Muko tidak di restui oleh orang tua Tsuma. Meski begitu, mereka kalihatan pasangan yang bahagia,

Masalah keluarga ini mulai muncul sejak sepucuk surat datang ke rumah mereka. Surat beramplop hijau muda, Tsuma yang menerimanya. Surat itu di alamatkan untuk Muko, Tsuma tidak bertanya sama sekali mengenai surat itu. Sedangkan Muko juga tidak membahas surat itu, atau bahkan membukanya. Ia hanya menyimpannya di bawah buku hariannya.
Sebagai seorang penulis, Muko harus berhadapan dengan komputer, dan sebelum tidur, ia biasanya menulis di buku hariannya tentang kejadian hari itu. Kebanyakan adalah tentang Tsuma dan juga tentang kehidupannya sebagai relawan di sebuah panti jompo.

Lama kelamaan, kita mulai melihat kehidupan keluarga mereka dari sisi yang berbeda. Meskipun keduanya adalah suami istri, kita bisa melihat kalau keduanya sama sekali tidak dekat. Meski mereka melakukan berbagai hal layaknya suami istri, tapi ternyata seperti ada dinding pemisah diantara mereka.
Tsuma adalah tipe gadis yang tidak akan menanyakan apapun meski hatinya gelisah, ia hanya akan terlihat cuek dan ngambek, juga marah, tanpa memberitahu penyebabnya.
Dan aku suka dengan Muko yang kelihatannya mengerti atau hanya mencoba untuk mengerti meski ia tak tahu apa-apa.

Misalnya adalah tentang Tsuma yang mengatakan kalau sewaktu kecil ia mengalami penyakit jantung, dan ia sering sakit. Sangat aneh karena Muko sang suami ternyata baru mengetahui hal itu. Selama ini, Tsuma tidak pernah mengatakannya. Padahal mereka suami istri.
Atau tentang sebuah tato burung yang ada di punggung Muko. Selama ini, Tsuma selalu melihatnya. Ia penasaran, tapi ia tidak pernah menanyakannya. Dan Muko juga tidak pernah membahasnya.
Muko juga punya masa lalu yang kelam. Dulu ia pernah menyukai seorang kakak, kakak itu populer (aku rasa dia kakak kandung Muko). Suatu hari si kakak membuat kue dan membagikannya pada teman-temannya. Tapi Muko tidak dapat. Muko kesal, tapi ternyata kakak itu menyiapkan 1 untuknya, karena kesal, ia  membuangnya. Dan keesokan harinya, entah kenapa, kakak Muko ditemukan gantung diri. Sejak itu Muko menyalahkan dirinya sendiri.

Keduanya menyimpan rasa sakit di hati masing-masing. Muko kadang punya banyak pertanyaan tentang Tsuma, tapi ia tidak pernah menanyakannya dan hanya menulisnya di buku hariannya. Tsuma juga punya masalahnya sendiri, ia lebih banyak memendamnya, dan terkadang, ia meminta saran dari sebuah pohon di depan rumah mereka, bernama Sotetsu.
Tsuma sering curhat pada Sotetsu. Tsuma kelihatan takut pada bulan purnama. Aku bahkan enggak tahu kenapa dan apa alasannya, tapi ada saat Muko bernarasi kalau Tsuma akan datang bulan tiap bulan purnama. Apa karena itu menyakitkan makanya dia takut? HAHHAHA.
salah seorang kakek yang dirawat Muko meninggal. Ia mulai trauma kembali dengan kematian kakaknya dulu. Ia menjadi aneh dan membuat Tsuma khawatir. Karena Muko merasa semua orang meninggalkannya.

Masalah mulai sejak saat itu. Sejak kakek itu meninggal Muko mulai menghabiskan waktu di komputer, menulis. amplop hijau yang sama sekali tidak ia buka, mulai ia buka dan ia baca. Sebuah pesan dari seseorang yang meminta Muko menyelamatkan istrinya.
Muko lebih cepat menyelesaikan novelnya. Saat makan malam ia mengatakan kalau ia akan ke Tokyo selama seminggu. Tsuma mulai merasa ada yang aneh sejak lama, tapi ia diam saja.
Tanda-tanda Tsuma kalau marah adalah ia lebih sering diam, tidak bicara, dan hanya menjawab iya dan iya.
Muko sudah tahu hal itu.

Sepertinya Tsuma tidak tahan lagi, meski jujur, aku tidak mengerti saat itu. Tsuma menghidupkan keran air dan tidak mematikannya sambil berdiri disana. Muko seolah-olah tidak terjadi apa-apa hanya bertanya apakah keran airnya sudah baik (sebelumnya Tsuma mengatakan kalau keran airnya rusak dan Muko tidak merespon serius).
Tsuma hanya menjawab iya. Tapi Muko merasa ada yang aneh dan mendekati Tsuma, ia mematikan keran airnya. Tsuma menghidupkannya lagi, Muko mematikannya, Tsuma menghidupkannya, Muko mematikannya.
Sampai akhirnya Muko tidak mau melepaskan tangannya dari keran air dan membuat Tsuma kesal. Ia mengambil gelas dan memukul tangan Muko, menyuruhnya melepaskan tangannya dari keran air. Tapi Muko bertahan. Tsuma memukulnya lagi dan lagi dampai gelasnya pecah.
Tsuma tidak menyerah dan mengambil piring, memukul tangan Muko lagi dan lagi sambil menangis. Tangan Muko berdarah tapi ia tak melepaskan tangannya, Tsuma memukulnya makin keras sampai akhirnya Muko berteriak menyuruh Tsuma menghentikannya.
BEgitulah pertengkaran mereka, dalam diam, dan aku beneran terbawa emosi saat melihat adegan itu.

Meski pertengkaran tersebut cukup sengit, Muko tetap pergi Tokyo. Dan tujuannya bukanlah editor novelnya, tapi sebuah rumah.
sebelumnya, Muko menyadari kalau diary-nya di baca oleh Tsuma sejak kakek itu meninggal. Ia tahu karena Tsuma meninggalkan jejak seperti menempel daun di setiap halaman. Muko baru menyadarinya, sejak itu mereka jarang bicara dan hanya berkomunikasi lewat diary dimana Muko mencatat dan Tsuma membacanya. Apalagi setelah pertengkaran itu. Jadi, sebelum berangkat ke Tokyo, Muko sudah menulis sesuatu.
Dan dari sana kita tahu kalau Muko dulu pernah jatuh cinta pada seorang yang ia temui di galery lukisan. Wanita itu bernama Midori. Midori adalah seorang pelukis. Muko yang masih trauma dengan kematian kakaknya, melihat sosok kakaknya dalam Midori. Muko tahu kalau Midori sudah menikah dan bahkan punya anak. Tapi Muko tetap datang ke rumah Midori dan membantunya, bahkan memberikan tubuhnya. Dan ternyata lukisan di punggung Muko adalah lukisan Midori.

Saat suami Midori tahu akan hal itu. Ia berusaha memisahkan mereka dan karena itu lah Muko pergi. Dan sekarang ia kembali karena suami Midori memintanya datang.
Suami Midori pernah berjanji tidak akan melihat wajah Muko lagi, tapi sejak ia melihat buku yang ditulis Muko entah kenapa ia membelinya, entah kenapa ia tak bisa membuangnya padahal berkali-kali ia berfikir akan membuangnya. Kalau tidak salah, buku itu menceritakan tentang Midori?
Suami Midori menyuruh Muko datang untuk menyelamatkan Midori yang depresi sejak puteri mereka meninggal. Karena istrinya menjadi kehilangan akal dan setelah membaca buku Muko itu, baru lah istrinya kelihatan tenang.

Dan Tsuma sepertinya merasakan firasat itu. Sepertinya ia tahu tentang Muko yang mencintai Midori. Sejak pertengkaran dengan Muko, sepertinya Tsuma juga kehilangan kemampuannya berkomunikasi dengan hewan dan tumbuhan. Karena nya saat ia curhat pada Sotetsu malam harinya, ia tidak mendapat jawaban. Dari sini kita tahu sebenarnya Tsuma sangat mencintai Muko. Ia bahkan tidak mengharapkan apapun, ia hanya berdoa agar Muko kembali.
Muko sendiri yang menemui Midori karena permintaan suami Midori membuatku khawatir. Karena permintaan menyelamatkan Midori seolah suaminya ingin Muko disisi Midori.
Tapi ternyata Muko membuat pilihan yang tepat. Ia datang bukan untuk berada disisi Midori, tapi menyadarkan Midori kalau ada orang yang sangat mencintainya, yaitu suaminya, yang bahkan membenci Muko, tapi tetao menyuruhnya datang demi Midori.
Ada juga kiasan tentang lukisan burung di punggung Muko, Muko mengatakan sesuatu tentang burung yang ingin terbang dan berusaha terbang dan akhirnya sekarang bisa terbang dengan bebas.

Hal ini kemudian dijelaskan dengan sebuah adegan dan juga hubungannya dengan Tsuma.
Awalnya aku berfikir Tsuma dan Muko adalah pasangan yang lama berpacaran dan akhirnya menikah meski tidak mendapat restu orang tua. Tapi siapa sangka, pertemuan mereka unik dan memang terlihat seperti sebuah takdir yang aneh.
Gambar di punggung Muko, adalah lukisan seekor burung. Burung yang diam dan mulai berusaha bergerak untuk terbang, saat itu lah ia bertemu dengan Tsuma. Selama ini, burung itu berusaha mengepakkan sayapnya, dan dihari ia bertemu Midori kembali, akhirnya burung itu terbang.
Itu melambangkan perasaan cinta Muko pada Midori. Aku baru menyadarinya, heheehhe.

Dan pertemuan Muko dan Tsuma yang unik itu adalah seperti ini.
Muko yang patah hati karena Midori. Ia kembali dalam kehidupan suramnya setelah ketahuan selingkuh oleh suami Midori. saat ia sedang duduk di sebuah cafe untuk merenung, renungannya di kagetkan, atau lebih tepatnya ia tertarik dengan sebuah suara dari mesin penggiling kopi manual. Ia tertarik dengan suara itu dan melihat ada seorang gadis yang sedang memandangi bulan sambil terus mengayuh mesin penggiling kopi dengan tangannya.  Gadis itu adalah Tsuma.
Sejak pandangan pertama Muko tertarik dengan Tsuma yang memandangi bulan. Muko mulai mendekati TSuma dan memandang bulan yang sama melalui jendela.
Lalu Muko berkata, "Bulan juga sungguh akan redup. Tapi ini akan baik-baik saja. Ini akan baik-baik saja."
Dalam waktu yang hanya beberapa detik, Muko lalu memandangi Tsuma dan berkata,"Hey, Mari kita menikah."
Dan tidak perlu berfikir atau terkejut, Tsuma langsung mengiyakan.

WOW.
Muko ternyata melamar Tsuma di hari pertama mereka bertemu. Hari itu juga mereka meminta restu orang tua Tsuma. Tapi orang tua Tsuma menolak dan akhirnya mereka naik kereta api untuk pergi kawin lari ke desa tempat mereka tinggal sekarang. Dalam kereta api, mereka duduk berdua berpegangan tangan.
Ada seorang kakek-kakek tua yang bernyanyi, nyanyiannya itu melambangkan keadaan mereka sekarang, tidak mendapat restu dari orang tua, tapi mereka akan baik-baik saja.
Keduanya tersenyum mendengarkan nyanyian dari pria tua itu sambil menyongsong masa depan baru.

Drama ini penuh dengan kilas balik yang menjawab rasa penasarn kita. Dan aku menyukai hal-hal seperti ini.
Sebenarnya Ada 4 kisah cinta dalam movie ini. Meski yang aku bahas hanya kisah Muko-Tsuma dan Muko-Midori serta Midori dan Suaminya.
Kisah yang Lain adalah pasangan kakek dan nenek tetangga Tsuma dan Muko. Dimana si nenek sudah pikun, tapi kakek sangatlah mencintainya. Juga kisah cinta cucu kakek itu dan seorang gadis di desa. Cucu kakek itu sebenarnya menyukai TSuma, sedangkan gadis di desa bernama Jenny menyukai cucu kakek itu.
Kisah cinta mereka cukup menghibur dan menyentuh.


Jadi, apa hubungannya kisah Tsuma-Muko  dengan judul movie-nya Yellow Elephant?
Saat kecil, Tsuma sakit jantung. Suatu hari ia bermimpi bertemu seekor gajah kuning yang mengajaknya berjalan-jalan dan duduk di atas piramid sambil melihat bulan yang besar. Dan saat Tsuma terbangun, penyakitnya sembuh, sejak itu ia bisa berkomunikasi dengan hewan dan tumbuhan. Tsuma juga bermimpi tentang gajah kuning yang menemukan kawanannya dan akan berubah menjadi abu-abu, ia khawatir meninggalkan Tsuma. Tapi Tsuma mengatakan ia baik-baik saja. Saat gajah kuning menghilang, Tsuma kehilangan kemampuan berkomunikasinya dengan tumbuhan dan hewan.
Tapi itu adalah sebuah makna kalau gajah kuning itu digantikan oleh Muko yang mulai sekarang akan menjaganya.

Movie ini beneran menghangatkan hati. 2 jam berlalu dengan cepat. Ini akhir yang realistis untuk sebuah family movie. Setidaknya semuanya bahagia. Aku suka peran Mukai disini, sedikit mirip dengan perannya sebagai Mayama di Honey and Clover. Karena Mayama dan Muko sama-sama menyukai dan terjebak dengan wanita yang lebih tua, dimana ada seorang gadis yang mencintainya. Bedanya adalah, si wanita yang masih menikah dan punya anak, juga mencintai Muko, sedangkan di H&C, wanita-nya seorang janda yang dingin meski ia juga mencintai MAyama. Dan endingnya berbeda juga. Tentu saja rasanya seperti Mukai akhirnya memilih Ayumi,. Wkwkkwkwkwkwkkw.
Pokoknya ini recomended movie untuk kalian pencinta movie Jepang~

 
Satu-satunya yang kurang dari movie ini adalah ulasannya!!!
Akh! RAsanya mau teriak teriak karena reiew movie ini di internet sangat sedikit sekali. Sulit mencari tahu pemikiran orang lain tentang movie ini, soalnya masih banyak yang ingin saia ketahui, karena ada banyak simbol di movie ini dan saia belum paham.
Dan lagi, OST-nya tidak saia temukan satu pun. Kesal sekali, padahal ini movie bagus lho, kenapa ya???
Hmmmm

"Bahkan setelah aku pulang, Tsuma tidak menanyakan apa-apa, tidak bertanya apapun kepadaku. Tentang apa yang saya lakukan di Tokyo? dan dengan siapa Aku bertemu di sana? Tapi aku bertanya-tanya apakah dia sudah membaca buku harianku. Bulu indah berwarna pelangi tertempel di halaman terakhir buku harianku, jadi aku pikir dia sudah membacanya. Tapi hari ini, aku akan berhenti menulis dalam buku harianku. Aku tidak perlu melakukannya lagi. Aku tidak perlu menulis tentang apa-apa. Karena Disini. Dia Selalu ada di sisiku, tertawa, menangis, mengamuk, merajuk, dan akan tertawa lagi. Memang sedikit merepotkan,tapi cintaku melebihi apapun . Orang yang paling aku sayang adalah Tsuma-Ku"

Written by Hazuki Airin
Picture from kiiroizou.com
.

4 comments:

  1. Waah gak nyangka ada yg ngebahas film ini :D
    Sebenernya waktu pertama kali nonton saya gk tau kalau pemeran wanitanya itu Aoi Miyazaki, tp setelah dilihat lihat kok mirip ya ? Eh ternyata pemerannya beneran Aoi
    Saya suka film ini soalnya tempat pengambilan film yg pas (saya suka pedesaan), trus alur ceruta yg tidak buru buru, yah meskipun masih ada beberapa yg kurang jelas dan happy endingnya kurang berasa
    Sekian dan trimakasih

    ReplyDelete
  2. ternyata kaya gitu cerita nya, pas nonton banyak ngga ngerti ini tentang apa. bermodal nonton mau liat mas mukai aja, hehe.
    bagus sih cerita nya :)

    ReplyDelete
  3. lengkap sekali reviewnya,,,, aku rasa aku gak usah lanhutin filmnya...udah jelas endingnya..hehe

    ReplyDelete
  4. Film yg bingungin sih... Tpi boleh ralat dikit y, he... Yg meninggal di masa lalu muko, bkn kakaknya. Tpi bibinya, adik bungsu ibunya. Jdi mungkin umurnya msh muda bgt, g bda jauh dari muko kecil... Trus, si daichi, bocah yg menyukai tsuma, bkn cucu kakek yg istrinya pikun. Mreka smua cuma saling betetangga aj dech... Tpi blognya ok bgt. Aq slalu suka bc review org2 about film... salam kenal^-^

    ReplyDelete

 

Random Post

Clover Blossoms Fanpage

In My Radar

Watching :
- We Married as A Job
- Jimi ni Sugoi!
- Weightlifting Fairy
- Goblin
- The Legend of The Blue Sea
- Father I'll Take Care of You
- Beppin-san
- Gochisousan

Waiting Drama:
- Miss in Kiss

Waiting Movies:
- One Week Friends
- Your Lie in April
- Aozora Yell
- Itakiss Movie

Favorite Song This Time :
- Red Cheek Puberty - Galaxy
- Ben - Foggy Road
- Twice - Next Page
- Utada Hikaru - Hanataba wo Kimini
- LYn - Love Story