[Recap] The Eternal Zero a.k.a Eien no Zero

Hari ini saia tersesat di thread indowebster saat mencari movie Jepang yang baru rilis dan tidak sengaja mengklik bagian The Eternal Zero. Sama sekali tidak ada niat untuk menonton movie yang disebut Eien no Zero ini. Selain genre-nya bukan genre yang biasa aku sukai, aku merasa movie ini nantinya akan sangat gelap, karena tentang perang zaman dulu tahun 1941-1945. Tapi nama pemainnya seperti Haruma Miura (Boku no Ita Jikan) dan Inoue Mao (I Give My First Love To You) cukup membuatku melirik isi thread ini.
Setelah cek dan cek, ternyata Yuki Furukawa (Itazura na Kiss ~ Love in Tokyo) juga ikut ambil peran dalam movie ini. Karena nggak yakin akhirnya aku download juga.

Skip skip skip untuk mencari wajah Furuyuki, akhirnya aku menemukan peran kecilnya sebagai pria menyebalkan. HAHAHHAHA. Saat skip skip tadi, aku merasa sepertinya ini movie menarik juga. Coba cek thread lagi mencari subtitlenya dan akhirnya nemu. Baca spoiler sedikit-sedikit, makin tertarik, apalagi ada yang memberi poin 10/10 untuk movie ini, saia makin penasaran.
Diantara banyaknya drama dan movie yang menanti untuk di tonton, akhirnya saia memilih The Eternal Zero untuk menjadi tontonan di hari minggu.

Dan tidak menyesal menontonnya, saia acungi jempol untuk movie berdurasi 2,5 jam ini, tentang kekeluargaan, persahabatan, cinta, dan rasa hormat pada negara. 2,5 jam mengalir begitu saja, padahal ini movie perang-perang lho, biasanya saia nggak suka yang beginian.
RECOMENDED BANGED. Untuk yang suka movie tentang kisah cinta zama dulu, perang, keluarga, maka movie ini wajib di koleksi. Jangan lupa siap-siap tissu yaa~

Eien no Zero di mulai dengan pemakaman Ooishi Matsuno, nenek dari kakak beradik Saeki Kentaro (Haruma Miura) dan Saeki Keiko (Kazue Fukishi). Kentaro sudah memasuki usia 26 tahun dan ia sudah beberapa kali gagal ujian masuk fakultas hukum. Ia cukup terkejut melihat kakeknya menangis sampai berlutut di hari kremasi neneknya, karena tidak biasanya kakeknya begitu. Di tengah keheranannya, ia juga di kagetkan dengan pengakuan ibu dan kakaknya, kalau ternyata kakeknya yang sekarang bukan kakek kandung mereka. Ibu mengatakan kalau ayah kandungnya bukan kakek Ooishi. Ayah kandungnya meninggal saat perang melawan amerika.

Di tengah hari free-nya, Keiko menelpon Ken untuk menemaninya melakukan penyelidikan terhadap kakek kandung mereka. Ken awalnya ogah, tapi setelah di tawari uang akhirnya ikut juga. Mereka berdua khawatir kalau kakek Ooishi akan tersinggung, tapi setelah mengunjungi rumah kakek dan meminta izin, rupanya kakek memperbolehkan mereka mencari tahu tentang kakek kandung mereka.

Miyabe Kyuuzo. Keiko berhasil melakukan penyelidikan awal dan menemukan nama kakek mereka. Keiko juga mengumpulkan data beberapa orang yang mengenal kakek Miyabe dan ia mengajak Ken untuk mengunjungi rumah orang-orang yang mengenal kakek Miyabe.
Tapi ternyata setiap rumah orang yang mereka kunjungi mengatakan kalau Miyabe Kyuuzo adalah pilot pengecut di zaman perang. Karena Miyabe pernah kembali tanpa terkena tembakan (dipesawatnya) atau terbang terlalu tinggi dan semua mengatakan kalau Miyabe kabur dari perang. Apalagi Miyabe selalu mengatakan tentang hidup dan akan terus hidup. Bagi mereka Miyabe adalah pilot yang pengecut dan takut mati.

 
Ken mulai khawatir dengan hal itu, karena jawaban teman kakeknya tidak seperti harapan. Ia juga khawatir ibunya akan kecewa. Tapi ibu hanya bisa tersenyum dan mengatakan mungkin itu sebabnya nenek tidak pernah menceritakan tentang Miyabe-san.
Ken dan Keiko kemudian mengunjungi sebuah rumah  yang cukup tidak biasa, terbuat dari kayu mirip rumah yakuza. Ken mulai mengatakan tujuannya untuk mengetahui orang seperti apa kakeknya, karena kebanyakan orang yang mereka temui mengatakan kakeknya adalah pengecut.
Tua Kageura bermuka masam dan kesal pada mereka, menyuruh mereka pulang. Ia memberitahu mereka, apakah mereka tidak berfikir, kalau Miyabe pengecut, kenapa Miyabe bergabung dengan Unit Penyerag Khusus.
*Unit Penyerang Khusus = salah satu kelompok penyerang udara yang berani mati, jadi kalau perang mereka ada di garis depan, tujuannya untuk mencapai kapal musuh dan siap mati, kayaknya sama aja dengan bom bunuh diri*

Ken mulai kesal dan mengatakan besok ia tak mau lagi melakukan penyelidikan. Karena ujung-ujungnya info yang mereka dapatkan hanyalah kakek mereka yang merupakan aib angkatan perang dan ujung-ujungnya malah dimarahi.
Kunjungan terakhir mereka hari itu adalah di sebuah rumah sakit. Disana ada kakek yang sedang sakit dan kenal dengan Miyabe. Kakek itu adalah Isaki. Isaki kenal dengan Miyabe lebih baik dari yang lain, ia mengatakan yang lain sering mengganggu Miyabe karena Miyabe adalah sersan peleton yang sangat baik dalam navigasi pesawat tempur.

Flashback.
Miyabe adalah sersan peleton yang memang berbakat menerbangkan pesawat tempur. Banyak yang tidak suka padanya karena ia terkesan sombong, dan gosipnya juga karena ia takut mati. Isaki ada diantara para pilot baru, ia setengah percaya setengah tidak. Pikirannya terbuka setelah pertempuran jepang menyerang amerika. Meski banyak yang bilang sukses, wajah Miyabe tampak kecewa. Isaki menemuinya sendirian dan Miyabe mengatakan kalau mereka gagal karena ada korban tewas juga karena mereka tidak bisa menyerang kapal AS, meski mereka bisa menyerang pesawatnya. Harusnya mereka bisa menyerang induknya.
Dan hal itu terjadi saat AS menyerang kapal jepang, rupanya pesawat tempur dijadikan umpan dan AS berhasil menyerang kapal Jepang. Padahal sebelumnya Miyabe sudah memperingatkan mereka.
*maaf, susah membicarakan tentang perang

Sepertinya hanya beberapa orang yang selamat. Isaki dan Miyabe dikirim ke Rabaul, pusat pelatihan tentara Jepang (aku liat petanya, itu di timor timor?). Disana banyak juga yang tidak suka Miyabe. Isaki secara tidak sengaja menemukan Miyabe latihan di dalam hutan dan terkejut karena Miyabe melakukannya setiap malam.
Miyabe dan Isaki ngobrol lalu Miyabe memperlihatka foto istrinya Matsuno dan puterinya Kiyoko. Miyabe mengatakan, bahkan jika ia mati dalam perang, tidak akan ada pengaruhnya pada perang ini, tapi jika ia mati maka hal itu akan sangat mempengaruhi hidup istri dan anaknya, makanya bagaimanapun ia akan berusaha untuk tetap hidup.
Isaki mengatakan meski saat itu mereka tidak membicarakan tentang cinta, tapi Miyabe dengan jelas mengatakan untuk tetap hidup, bertahan dan kembali, di era itu, itu lah yang dikatan cinta.

 
 Ken merasa lega saat mengetahui kalau kakeknya bukan pengecut. Kakeknya ternyata sangat mencintai neneknya, itu sebabnya kakeknya ingin tetap hidup.
Isaki melanjutkan cerita saat Miyabe dipukul oleh atasan karena mengatakan mereka tidak mungkin menyerang dengan jarak 560 mil. Lagi-lagi ia dianggap takut. Tapi apa yang dikhawatirkan Miyabe terjadi, karena bahan bakar habis sebelum mereka kembali ke markas. Salah seorang pilot yang terluka ingin melakukan bom bunuh diri dan kembali ke markas musuh, tapi Miyabe menghentikannya sekuat tenaga hingga akhirnya si pilot mendarat darurat di laut.
Selagi Miyabe dan Isaki mencari bantuan, ternyata si pilot di makan ikan hiu. Isaki marah, seandainya Miyabe membiarkan si pilot kembali ke markas musuh dan melakukan bom bunuh diri, masih ada untungnya. Tapi Miyabe tidak setuju, karena setidaknya masih ada harapan hidup jika si pilot mendarat darurat, meski akhirnya takdir berkata lain. Miyabe yang tidak setuju dengan mengorbankan diri bertengkar dengan Isaki dan berteriak agar Isaki sadar bahwa ia masih punya keluarga yang akan sedih jika ia mati.

Isaki mengatakan kata-kata Miyabe selalu terkenang diotaknya jika ia mulai menghadapi kesulitan dan berfikir untuk mati. Bagaimana ia akhirnya lari dari markas musuh meski ia masih bisa melakukan bom bunuh diri, bagaimana ia berusaha untuk terus hidup dan berenang di lait selama 10 jam. Ia teringat kata-kata Miyabe, bahwa akan ada orang yang bersedih jika ia mati. Ia memikirkan ayah, ibu dan adinya.
Isaki juga menceritakan kalau ia mendengar dari Miyabe kalau sebelum meninggal, Miyabe sempat bertemu dengan Matsuno dan Kiyoko. Pertemuan yang menghangatkan saat Miyabe akhirnya memeluk puterinya Kiyoko untuk pertama kalinya, senyuman di wajah Matsuno (Inoue Mao) saat menyiapkan makanan untuk suaminya dan tawa saat melihat Miyabe dan Kiyoko mandi bersama.
Tapi esoknya Miyabe harus kembali berangkat. Matsuno menangis melepas kepergian suaminya.

Miyabe menenangkan istrinya dengan berkata, "Aku akan kembali. Bahkan jika aku kehilangan lengan, bahkan jika aku kehilangan kaki, aku akan kembali. Bahkan jika aku mati, aku masih akan kembali. Bahkan jika aku dilahirkan kembali, aku pasti akan kembali padamu dan Kiyoko."
Kiyoko menganggap itu sebagai janji.

Isaki menganggap ia ada disini sekarang karena Miyabe. Ia bisa menikah dan punya puteri. Meski ia terkena kanker stadium akhir, dan dokter mengatakan ia hanya bisa bertahan 3 bulan, ia teringat kata-kata Miyabe untuk terus bertahan dan ia bisa bertahan selama 6 bulan sekarang. Ia mengerti alasannya, mungkin untuk menceritakan kisah ini pada cucu Miyabe.
Ken sangat senang mendengarkan cerita Isaki yang mengubah pandangannya terhadap Miyabe. Ia mengatakan kalau ia masih ingin tahu lebih banyak lagi tentang kakeknya.
Keiko juga menceritakan hal itu pada ibunya sehingga membuat ibunya berlinang air mata karena bahagia.

Ken kali ini menyelidiki sendirian, ia bertemu dengan Tuan Takeda. Awalnya Tuan Takeda tidak mau tapi setelah mendengar nama Miyabe, ia bahkan meng-cancel-semua jadwalnya hanya untuk bercerita pada Ken. Itu membuat Ken merasa tidak enak hati.
Takeda mengatakan kalau Ken adalah Instruktur-nya saat kelas persiapan sebelum menjadi pilot. Ken menjadi cukup keras dan bahkan tidak meluluskan satu pun siswanya membuat siswanya kesal dan mulai lagi menjelek-jelekkannya. Namun sebuah insiden mengubah pandangan mereka. Seorang pilot baru Ito, mengendarai pesawat dan membuat kesalahan mendarat sehingga pesawatnya hancur. Ketua mulai menceramahi siswa lain mengatakan sebuah aib kalau kalah sebelum bertemu musuh. Tapi Miyabe tidak setuju dan membela Ito sampai ia dipukuli berkali-kali oleh ketua. Sejak itu pandangan para siswa mulai berubah dan menghormati Miyabe.
Saat perang, Miyabe kesulitan karena pesawatnya di kejar musuh, salah seorang siswa bahkan rela menabrakkan pesawatnya ke pesawat musuh demi menyelamatkan Miyabe. Siswa itu terluka meski tidak parah.

Ken kembali menemukan sisi lain kakek kandungnya, tapi yang masih ada dipikirannya adalah, kenapa kakeknya masuk ke Unit Pasukan Khusus. Tidak ada yang tahu alasannya dan membuatnya bingung. Saat itu ia ditelpon oleh teman-temannya karena mereka ada janji ketemuan. Ken datang dengan baju biasa dan mulai di ketawakan. Mereka membicarakan mengenai rencana liburan (salah satu teman Ken adalah Yuki Furukawa, kekekkek). Tapi pikiran Ken masih ke Unit Pasukan Khusus. Ia dan temannya membicarakan mengenai hal itu. Tapi temannya malah menganggap Unit Pasuka Khusus sama dengan Teroris dan mulai menjelek-jelekkannya. Ken emosi, apalagi mereka mengungkit tentang ia yang belum lulus tes. Dengan kesal ia meninggalkan tempat itu dengan kesal, ditengah kebingungan teman-temannya.

Ken galau dan kalut dalam pikirannya sendiri, akhirnya memutuskan mengunjungi rumah Tuan Kageura yang sebelumnya mengusir ia dan kakaknya. Tua Kageura sebenarnya cukup kesal karena Ken datang larut malam, tapi melihat kilatan wajah Ken yang berbeda sejak terakhir ia datang, Tuan Kageura tahu kalau Ken sudah lebih matang dari sebelumnya. Ken mulai bertanya tentang kakeknya pada Kageura.
Tuan Kageura mengatakan kalau dulu ia sangat membenci Miyabe, ia kesal melihat Miyabe kembali dari perang tanpa tembakan di badan kapal, ia pikir Miyabe kabur dari perang, tapi ternyata karena Miyabe seorang pilot handal. Sepertinya Kageura iri pada Miyabe, ia mengajah Miyabe latih tanding, tapi Miyabe menolak. Ia makin kesal, tapi setelah pulang perang, Miyabe kelihatannya ingin menguji Kageura dan KAgeura menanggapinya, jadi mereka latih tanding. Kageura kesal karena Miyabe jauh lebih baik darinya, terbawa emosi, dia malah menembak pesawat Kageura. Untungnya tidak kena, tapi sejak itu Kageura menjadi malu bercampur kesal, hal itu sangatlah memalukan, menembak rekan sendiri.

Cerita Kageura berlanjut dengan perang yang semakin menjadi sehingga Miyabe dipindahkan. Waktu berlalu dan ia juga dipindahkan, ia bertemu lagi dengan Miyabe, tapi kali ini ia merasakan Miyabe berbeda dari yang dulu, ketakutan penuh diwajahnya membuat Kageura terkejut.

Perang semakin sengit, ada saat dimana Jepang terdesak dan banyak yang meninggal. Miyabe sebagai tim perisai selamat karena melarikan diri. Miyabe sedang duduk di markas memandangi foto istri dan puterinya sambil menangis. Kageura hanya bisa melihatnya dengan tidak enak hati. Keduanya terlihat percakapan yang berakhir dengan adu mulut. Miyabe menyalahkan dirinya sendiri yang kabur padahal dia adalah tim perisai yang bertugas melindungi Unit Pasukan Khusus. Disinilah Miyabe kelihatan galau antara keluarganya dan tugas negara.

Ken bertanya apakah itu alasan kakeknya ingin masuk ke Unit Pasukan Khusus. Kageura tidak tahu alasannya apa, tapi suatu hari ia melihat nama Miyabe di daftar nama Unit PAsukan Khusus. Kageura tidak ingin Miyabe mengorbankan dirinya dan menjadi kehilangan kendali, tapi Miyabe meyakinkannya.
Karena itu Kageura yang ada di tim perisai bersumpah akan melindungi Miyabe. Hanya saja, saat perang terjadi, pesawat Miyabe melaju lurus terus dan terus dimana Kageura tidak bisa mengejarnya.
Tuan Kageura mengatakan kalau ada yang aneh hari itu, Miyabe yang akan menaiki pesawat 52 tiba-tiba menukar pesawat dengan model 21. Hari itu, pesawat 52 tidak bisa bekerja dengan baik dan melakukan pendaratan darurat. Pilot pesawat 52 masih hidup, Ken terkejut. Kageura memberikan daftar nama pilot saat itu pada Ken, untuk mencari tau siapa dan kenapa Miyabe menukar pesawatnya.

Kageura menawarkan pengawalnya mengantarkan Ken pulang, tapi Ken mengatakan kakaknya akan menjemput. Ia berdiri di tengah hujan saat Keiko datang menjempunya. Ken masih belum bisa meyakinkan pikirannya dari apa yang ia lihat di daftar nama pilot tersebut. Keiko menyadarkannya. Ken memandangi Keiko dan mengatakan kalau Kakek mereka Ooishi adalah orang yang bertukar pesawat dengan Miyabe.

Keesokan harinya, Ibu, Keiko dan Ken pergi ke rumah kakek Ooishi untuk menanyakan hal itu. Rupanya kakek sejak awal tahu dan ia diam saja sampai akhirnya Ken menemuinya. Ia mengatakan kalau ia dan Matsuno berjanji tidak akan menceritakan Miyabe tapi ia tahu aka ada saat dimana ia menceritakannya pada mereka.

Rupanya kakek Ooishi adalah pilot baru yang dulu menyelamatkan Miyabe, yang sempat terluka. Kakek Ooishi mengatakan kalau Miyabe menyelamatkan reputasi temannya Ito, jadi ia berjanji akan melindungi Miyabe. Selama itu ia berada di rumah sakit, dan sekali Miyabe mengunjunginya sambil membawakan mantel buatan tangan Matsuno yang dengan sukarela ia berikan pada Ooishi. Miyabe juga sempat menunjukkan foto Matsuno dan Kiyoko pada Miyabe.

Setelah ia sembuh, ia bergabung kembali dengan pasukan dan menemukan insrukturnya Miyabe disana, saat itu Miyabe sedang frustasi karena perang semakin menjadi. Itu hari yang sama dengan Kageura melihat Miyabe frustasi. Perang semakin menjadi dan Miyabe berangkat perang saat tim Ooishi menyemangati mereka. Saat pemilihan Unit Pasukan Khusus, Ooishi juga ada disana, saat Kageura marah karena Miyabe mendaftarkan dirinya. Hari itu, Ooishi juga terpilih dalam pasukan khusus.

Sebelum berangkat perang, keduanya sempat berbincang membicarakan masa depan jepang setelah perang di sungai. Keduanya membayangkan bagaimana anak-anak nantinya, setelah perang berakhir, Aku rasa disanalah Miyabe melihat kalau Ooishi mungkin bisa dipercaya.

 
Tepat sebelum berangkat, Miyabe meminta Ooishi berganti pesawat dengannya. Miyabe mengatakan pertama kali ia terbang, ia menggunakan model 21, jadi ia ingin menggunakan model itu untuk perang kali ini. Ooishi tidak bisa mengatakan apapun dan akhirnya setuju.
Tapi belum sampai setengha perjalan, pesawat 52 yang dibawa Ooishi bermasalah dengan kendali dan juga ada minyak menyembur. Entah itu direncanakan atau tidak, terlihat bahwa Miyabe menyuruh Ooishi untuk mendarat darurat.
Mau tidak mau akhirnya Ooishi melakukannya.

Kakek Ooishi mengatakan setelah perang berakhir, ia merasa bertanggung jawab dan berusaha mencari Matsuno. Tapi Matsuno sudah tidak ada di rumah lama dan 2 tahun kemudian ia mendapat kabar kalau Matsuno ada di barak pengungsi di OSaka. Ooishi kesana dan menemukan rumah Matsuno, kecil, jorok, Matsuno ibu tunggal yang menjalani kehidupan yang keras dan merawat puterinya Kiyoko.
Saat Ooishi datang kesana, Ia masih disambut oleh Matsuno. Ooishi merasa itu adalah kenangan memilikan melihat Matsuno hidup seperti itu.
Malamnya Ooishi baru mengatakan semuanya, tentang bagaimana mereka bertukar pesawat saat itu. Matsuno menganggap itu kebetulan tapi kemudian Ooishi memberitahu kalau ia menemukan sebuah surat setelah berhasil mendarat darurat. Ini seperti sudah direncanakan oleh Miyabe sebelumnya, ia tahu kalau pesawat itu rusak dan sengaja meminta Ooishi bertukar. Dalam suratnya Miyabe meminta Ooishi untuk membantu Matsuno dan Kiyoko jika ia selamat. Matsuno masih tidak percaya, ia percaya suaminya akan kembali padanya, bukannya meninggalkannya dengan mengorbankan diri.
Ooishi merasa bersalah dan bersujud, Matsuno tak bisa membendung kesedihannya, Ia meminta Ooishi untuk pulang.


Saat Ooishi akan pulang, ia masih belum tenang dan melihat kembali ke arah rumah. Matsuno tampak terluka keluar rumah dan berlari ke daerah sungai. Ooishi mengikutinya takut Matsuno melakukan sesuatu yang aneh. Tapi Ooishi hanya menangis dan menangis. Ooishi benar-benar sedih dan tidak tega melihat hal itu.
Ia juga hanya bisa menangis.

Besok, besok dan besoknya lagi, ketika waktu gajian tiba, Ooishi selalu datang ke Osaka melihat keadaan Matsuno. Matsuno masih tidak membuka hatinya dan selalu menutup pintu kalau Ooishi berkunjung. Lama kelamaan, Kiyoko mulai akrab dengan Ooishi meski Matsuno masih dingin. Namun seiring berlalunya waktu, ia mulai membuka hatinya dan mulai tersenyum setiap kali Ooishi datang berkunjung.

Sampai pada suatu malam akhirnya Matsuno mulai merasa tidak enak karena ia menjadi beban Ooishi. Tapi Ooishi dengan jelas mengatakan kalau datang dan bermain bersama Kiyoko adalah kebahagiaan baginya, Ia tahu kalau dirinya sepertinya tidak tahu malu, tapi ia mungkin sejak awal sudah jatuh cinta pada Matsuno.
Aku rasa Matsuno merasakan hal yang sama, itu sebabnya ia menahan Ooishi saat Ooishi akan pulang.
Mtasuno mengatakan Miyabe sudah berjanji padanya, bahkan jika ia mati ia akan kembali padanya dan Kiyoko, sekarang ia merasa kalau Miyabe kembali dalam wujud Ooishi.
Itulah bagaimana keduanya jatuh cinta dan memulai hidup bersama.

Kakek Ooishi mengeluarkan foto dan surat yang ditulis Miyabe. Ibu menangis melihat foto ibunya dan dirinya saat kecil juga tulisan tangan ayah kandungnya. Keiko dan Ken juga melihat foto neneknya saat masih muda.  Kakek mengatakan kalau Miyabe tak ingin mati sia-sia, itu lah yang ada dipikirannya saat itu.
Setelah ia dan Matsuno menikah, nama Miyabe tidak pernah muncul dalam pembicaraan, tapi mereka berdua tahu kalau Miyabe selalu ada dalam hati mereka.
Kakek mengatakan setiap orang punya kisah mereka masing-masing dan ini adalah sepenggal kisah saat perang terjadi. 10 tahun lagi orang-orang seperti mereka sudah tidak ada lagi, jadi ia senang menceritakan kisah itu pada mereka.
Keiko, Ken dan Ibu tak bisa menahan tangis mereka.

Setelah Ibu, Keiko dan Ken pulang, kakek duduk di beranda memandangi Foto Matsuno dan Kiyoko kecil. Ia teringat ada satu hal lagi yang tidak ia katakan. Matsuno pernah mengatakan padanya kalau saat perang berakhir, ia ditipu dan tinggal di rumah Yakuza. Ia bisa keluar dari sana karena seorang pria menyelamatkannya, orang itu berlari dengan berlumuran darah di pedangnya, dia melemparkan dompet padanya dan menyuruhnya melanjutkan hidup. Karena itu lah sekarang ia sampai di Osaka. Matsuno sampai sekarang tidak tahu siapa orang itu. Begitu juga dengan kakek Ooishi yang penasaran siapa orang itu.

Dalam perjalanan pulang, langkah Ken terhenti di jebatan, ia melihat orang-orang berjalan, pasangan, orang tua dan anak-anak mereka yang berlarian, ia teringat kata-kata kakeknya yang diceritakan tentang bagaimana kehidupan jepang setelah perang dan lain lain, perlahan, air mata Ken mulai menetes.
Ia melihat bayangan pesawat Zero yang dibawa Miyabe melintas di dekatnya, Ken kemudian mulai menangis.

adegan terakhir adalah penampakan bagaimana para pilot lain melewati kehidupan mereka setelah kepergian Miyabe sebagai Unit PAsuka Khusus. Diperlihatkan Miyabe menembus barikade Amerika dan berhasil menuju kapal induk dengan penuh tekad.
TAMAT.

It's Over!
Awalnya saia hanya ingin membuat Review, tapi malah selesai semuanya dan hasilnya Recap, LOL.
Padahal biasanya aku nggak suka dengan genre beginian, tapi ternyata asyik juga nontonnya, meski kisah cintanya sedikit sekali.
Aku menangis menonton movie ini, terutama saat bagian Matsuno berpisah dengan Miyabe, saat Miyabe masuk pasuka khusus, saat ia mengganti pesawatnya dan terutama part terakhir. Menusuk hati sekali.

Kalau soal akting sih nggak udah ditanya lagi. Kyuzo Miyabe, meski aku belum pernah menonton drama / movienya, dia keren sekaliii! Ekspresinya dapet!! Kalau Haruma Miura dan Inoue Mao sih nggak usah ditanya lagi. Nangisnya udah menusuk sampai ke tulang!
Yang aku kesalkan adalah peran Yuki yang sangat sedikit dan menyebalkan pula. HAHAHHAHA.
Yang menarik dari awalnya aku melihat movie ini adalah pemeran Miyabe mirip sama Go Soo dan pemeran Ooishi kecil mirip Yoo Seung Ho, sekilas lho, HAHAHHA

Movie ini mengajarkan kita untuk terus hidup dan jangan mudah mneyerah. Banyak hal sulit yang terjadi, bahkan orang lain mengalami 10 kali kesulitan dari diri kita. Jangan sekali pun pernah berfikir untuk mati, ingatlah akan ada orang-orang yang menangis sedih jika kamu tidak ada. Aku pernah membaca kalimat itu. Ingat akan ada orang yang bersedih jika kamu tidak ada. Akhir-akhir ini aku selalu mengingat hal itu. Motivasi memang diperlukan untuk hidup ini.
Semangat Miyabe pantas ditiru, terus berusaha hidup untuk dan demi keluarga meski setiap saat kita bisa mati.

Movie ini kabarnya dibuat doramanya untuk tahun 2015. Aku sih looking forward untuk dramanya, karena yang main adalah Osamu Mukai. Tapi aku mikir lagi, apakah akan sebagus movienya ya? Karena movienya padat berisi banged, hehehehehe. Semoga nanti tidak mengecewakan deh. Soalnya bang Mukai~
Mau liat siapa yang jadi Matsuno-nya dan aku harap diceritain mulai dari mereka ketemuannya, wkwkkwkw.

Sinopsis by Hazuki Airin


7 comments:

  1. Menurut aku yang menyelamatkan matsuno dari yakuza itu ya kageura san...
    Dan pedang yang berlumuran darah itu pedang kayu yang ada dirumah kageura san...

    Tahun 1945 itu tahun jepang mulai menjajah indo kan y?? Kalo inget kesana agak2 gimana gitu lihat movie ini

    Tapi film ini sangat patut ditonton... Okada junichi kerennnnnn.... Hehhehe

    ReplyDelete
  2. Sebenarnya jepang menjajah sejak 1943 sampai 1945 :)

    Keren mbak movienyaaa ... recapnya juga, hehehe
    Aku sampai gak sadar menitikkan air mata :')

    ReplyDelete
  3. Kak ini ada link buat downloas dramanya ga ? Minta donkkk hhe

    ReplyDelete
  4. Hihihi, teman saya yang penggila film perang pun mengakui kalau film ini lumayan bernuansa sedih. Memang jarang sih ada film perang buatan Jepang semisal Oba The Last Samurai dan Eien No Zero yang bisa memukau penggemar film perang...

    ReplyDelete
  5. good recap.
    gue jadi ikut mewek juga :-(

    ReplyDelete
  6. Pertamax..
    Apalagi ditambah soundtracknya yg one ok rock - fight the night

    ReplyDelete

 

Random Post

Clover Blossoms Fanpage

In My Radar

Watching :
- We Married as A Job
- Jimi ni Sugoi!
- Weightlifting Fairy
- Goblin
- The Legend of The Blue Sea
- Father I'll Take Care of You
- Beppin-san
- Gochisousan

Waiting Drama:
- Miss in Kiss

Waiting Movies:
- One Week Friends
- Your Lie in April
- Aozora Yell
- Itakiss Movie

Favorite Song This Time :
- Red Cheek Puberty - Galaxy
- Ben - Foggy Road
- Twice - Next Page
- Utada Hikaru - Hanataba wo Kimini
- LYn - Love Story