[Sinopsis] Naeil's Cantabile Episode 3 ~ Part 1

Sinopsis Tomorrow Cantabile Episode 3 - Part 1
-----------------------------------------------------------------

[Music: Mahler Symphony No. 2 in C Minor "Resurrection": V. Im Tempo des Scherzos]
 "Ketika aku mendengar simponi Mahler, aku menggigil. Dan aku benar-benar ingin tahu, siapa yang membuat simponi Mahler menjadi sangat indah seperti ini? Orang seperti apa dia?"

Cha Yoo Jin duduk di tempat favorite-nya sambil mendengarkan musik, Symphony Mahler No. 2. Ia ingat bagaimana ia mendengarkan musik itu dan menjadi penasaran, siapa konduktor dari orkestra itu. Kemudian ia teringat kembali Stresemann yang merobek kertas pindah jurusannya, di depan matanya, di depan semua anggota S-Orkestra. Ia ingat bagaimana menyakitkannya saat Stresemann mengatakan kalau ia tak akan pernah menerima Yoo Jin pindah jurusan selama ia memimpin S-Orkestra.

Cantabile Tomorrow
~Lesson 3~
[Music : Beethoven Symphony No. 3 in E-Flat Major Op.55 "Eroica"]

Yoo Jin keluar dari auditorium dengan kesal. Nae Il dan Il Rak mengejarnya dengan khawatir. Soo Min juga mengikuti dari belakang, tapi ia tak bisa apa-apa, ia juga khawatir pada Yoo Jin tapi akhirnya dengan wajah sedih ia masuk ke auditorium lagi.
Lee Jae Yong dan Go Sun Jae dari Orkestra A (A-Oke) rupanya ada disekitar auditorium untuk melihat situasi. 
Mereka heran kenapa Yoo Jin keluar seperti itu, tanpa Yoo Jin S-Oke tidak akan menarik. LAgian mereka juga penasaran kenapa mereka tidak dipanggil, padahal mereka lebih hebat dari orang-orang yang ada didalam.

Stresemann memulai pidatonya di hadapan anggota S-Oke. Ia mengatakan mereka adalah orang-orang yang ia pilih secara pribadi dan mereka akan menjadi keluarga. Sebuah orkestra, tidak bisa didirikan hanya dalam semalam, karenanya mereka harus menjadi keluarga untuk menciptakan harmoni.
Semua yang mendengarnya setuju dan menganggul tersenyum.
Stresemann bicara, LAngkah pertama kita untuk orkestra besar ini adalah........
Semua orang mengantisipasi apa hal pertama yang akan mereka lakukan. Semuanya mendengar dengan seksama, termasuk Song Mi Na dan Prof. Do.
Streseeman : KELUAR dan MAKAN BERSAMA!!
Semuanya terkejut. Mi Na juga tidak percaya akan hal itu. Sementara Stresemann hanya terus tertawa, HAHAHHAHA.

Prof. Do kelihatan tidak yakin dengan Stresemann, menurutnya selain Cha Yoo Jin, mahasiswa yang dipilih Stresemann tidak ada yang berguna.
Mi Na juga kelihatannya khawatir, tapi ia mengatakan untuk mempercayai stresemann, bagaimanapun Stresemann adalah MAestro dunia, ia yakin Stresemann punya rencana lain.

Yoo Jin dalam keadaan badmood. Nae Il dan Il Rak mengikutinya. Nae Il mengatakan ia akan bantu bicara dengan Milch agar Yoo Jin bisa pindah jurusan. Il Rak mengingatkan Nae Il kalau Yoo Jin pindah jurusan, maka ia tak akan bisa main piano bersama Yoo Jin lagi.
Nae Il sadar dan langsung berubah pikiran, Orabang! Aku tidak setuju kau pindah jurusan! Tidak Boleh!
Nae Il dengan wajah lucunya memeluk Yoo Jin lagi.
Yoo Jin menghela nafas kesal dan menyuruh mereka meninggalkannya sendiri, ia sedang ingin sendiri.

Saat Nae Il masih menggosok-gosokkan badannya ke badan Yoo Jin (>////<), Il Rak mulai berkomentar kalau ia tak bisa tinggal diam karena Yoo Jin ditolak Stresemann. Karena ia teman baik Yoo Jin, ia akan melakukan sesuatu.  Il Rak yakin, ia tak akan mau berpisah dengan Yoo Jin disaat seperti ini dan melingkarkan lengannya di bahu Yoo JIn. Nae Il mulai kesal dan menendang kaki Il Rak, Apa yang kau katakan?!
Ia dengan wajah memelas memandang Yoo Jin, Aku adalah satu-satunya orang yang akan ada disampingmu, kan?
Nae Il mulai memeluk Yoo Jin lagi dan menggosokkan kepalanya ke dada Yoo Jin.

Il Rak kesal dan mulai memanggil Nae Il dengan Seol Nae Bal (niru Yoo Jin). Ia mengatakan wanita tidak seharusnya ada ditengah persahabatan dua pria.
Nae Il tak peduli pria atau wanita, yang mendekati Yoo Jin akan dia musuhi, ia mengatakan Il Rak bicara hal yang tak masuk akal, pokoknya cintanya lebih awal dari persahabatan Il Rak.
Nae Il lagi lagi memeluk Yoo Jin dan Il Rak ikutan mencoba menghibur Yoo Jin dengan memijat bahu Yoo JIn.
Yoo Jin yang sejak tadi sudah tak tahan akhirnya meledak,  KALIAN BERDUA! MENJAUH DARIKU!
Dan keduanya pun terlempar, HAHHAHHAHAHA.

Yoo Jin pulang ke rumah. Nae Il dan Il Rak yang masih khawatir rupanya mengikuti Yoo Jin. Nae Il menekan bel pintu rumah Yoo Jin dan bicara dari luar, meminta Yoo Jin membuka pintu. Il Rak menghela nafas melihat Nae Il yang terus menekan bel dan bicara karena ia yakin Yoo JIn tak mau membukakan pintu.
Nae Il tak menyerah dan mulai menebak password pintu rumah Yoo Jin. Ia bahkan mencoba tanggal ulang tahunnya. LOL.

Il Rak bertanya apakah menurut Nae Il, Yoo JIn sebaiknya pindah jurusan atau tidak?
Nae Il yang sedih karena kode rumah Yoo Jin bukan tanggal ulang tahunnya berkata kalau ia menyukai Yoo Jin yang bermain piano bersamanya seperti sekarang.
Il Rak berfikir lagi, Tapi bukankah kalau Yoo Jin pindah jurusan artinya ia akan membutuhkan waktu lama untuk lulus? Jika ia cepat lulus pasti ia akan segera belajar ke luar negeri.
Nae Il terkejut. Ia mendekati dan menyerang Il Rak, APA? BELAJAR KE LUAR NEGERI?!!!!
Nae Il mulai panik. Ottokheee?
Nae Il kembali mengetuk pintu Yoo Jin sambil memanggil Orabang.
Sementara Il Rak shock karena serangan Nae Il yang tiba-tiba. LOL.
 Nae Il mengetuk dan menarik gagang pintu sambil berteriak, Orabang, kau akan belajar ke luar negeri? JAngan pergi, tetaplah disini bersamaku!

[Music: Verdi - Requiem Dies Irae]
Yoo Jin di rumahnya minum wine. Ia masih kesal dengan kejadian hari ini, di tambah suara NAe Il yang kedengeran ke dalam rumahnya, ia teringat kembali kejadian waktu kecil di pesawat. Saat badai dan pesawat bergoncang, Yoo Jin melihat kakek di belakangnya kena serangan jantung, obat kakek itu jatuh dan ia ingin mengambilnya, tapi goncangan terlalu hebat dan ia terjatuh pingsan.
Yoo Jin mengingat hal itu sebagai traumanya, ia berkata dalam hati, kalau ia bisa naik pesawat, ia tak akan mengalami hal seperti hari ini. Ia tak bisa ke luar negeri dan tak bisa pindah jurusan, itu mmebuatnya frustasi, bagaimana ia bisa belajar kondukting.

Il Rak dan Nae Il masih diluar. Nae Il masih berusaha membuka pintu rumah Yoo Jin saat Il Rak mendapat telpon dari Stresemann. Nae Il yang tahu itu Stresemann berusaha menarik ponsel Il Rak dan mulai berteriak agar Stresemann mengizinkan Yoo Jin untuk pindah jurusan.
Stresemann cukup kaget mendengar suara NAe Il, ternyata mascot S-Oke ada disana.
Il Rak berusaha mendorong kepala Nae Il yang sejak tadi menyeruduk kayak banteng dan mengatakan kalau ia tak bisa datang. Tapi tetiba ia membeku saat tahu kalau ia ditunjuk menjadi concertmaster (pemimpin orkestra, pemain biola utama dalam orkestra).
Stresemann berkata, Kita tak bisa mulai tanpa concertmaster. Bukankan itu posisi penting sebagai asistenku?

Il Rak masih membeku. Ia mendorong Nae Il dan menatapnya tanpa bicara. Ia kemudian mulai melangkah mundur dan mundur.
Nae Il mulai mengerti dan mengatakan kalau Il Rak tak boleh melakukan hal ini.
Tapi Il Rak kemudian mulai berbalik dan lari meninggalkan Nae Il, ia berteriak, MAAFKAN AKU CHA YOO JIN!!
Nae Il  menjadi sangat sedih karena Il Rak mengkhianati Yoo Jin.

S-Oke berkumpul di cafe ayah Il Rak.
Ayah Il Rak sangat terharu karena Il Rak menjadi concertmaster, ia tahu hari seperti ini akan datang. Ia berterima kasih pada Stresemann dan mengatakan kalau semuanya boleh makan sepuasnya, hari ini ia akan melayani semuanya.
Para anggota S-Oke berteriak senang dan bertepuk tangan/.
Ayah Il Rak saking terharunya sampai menangis >.<
Pesta pertama S-Oke dimulai dengan oneshot dari Stresemann. Intinya pertemuan ini ya minum-minum. Hehheehhe. YAng aku kenal dari S-Oke cuma Yoo Il Rak, Ma Soo Min dan Lee Dan Ya XD

[Music : Maurice Ravel - La Valse]
Yoo Jin di kamarnya melihat rekaman video Viera yang sedang konser. Ia kembali terhanyut dan keinginannya untuk menjadi konduktor semakin kuat. Ia ingin membuat musik yang bisa menyentuh hati semua orang.
Ia mulai mengambil beberapa buku dan sepertinya ia mulai membuat musiknya sendiri.

Nae Il masih setia menunggu Yoo Jin membukakan pintu. Ia sudah ganti baju dan menunggu dengan dua boneka kelinci di tangannya agar ia tak bosan., Ia mulai memainkan boneka kelinci itu, yang satu kelinci Yoo Jin dan satu lagi kelinci Nae Il. LOL.
Nae Il membuat drama seolah-olah Yoo Jin tersentuh karena sudah menunggunya.
Ia tersenyum dengan khayalannya, ia sudah puas hanya dengan begitu saja.

Anggota S-Oke melanjutkan malam di tempat karaoke!
Lee Dan Ya menyanyikan CAttalena milik Orange Caramel sementara MA Soo Min dan Yoo Il Rak menari dengan heboh.
Stresemann juga ikutan nyanyi, aku nggak tau dia nyanyi apa, tapi aku tahu itu lagu lama, ada kata ommona ommona nya, AHAHHAHHA.
*Well, aku merasa ada perbedaan Stresemann versi J-Drama dan K-Drama, aku merasa Stresemann versi Korea bukan pervert person.

Yoo Jin masih asyik mengkomposisi musiknya sendiri sambil makan cemilan. Kemudian ia teringat mengenai Nae Il, ia penasaran apakah Nae Il masih diluar. Ia perlahan membuaka pintunya, ia senang karena tak ada siapapun diluar. Tapi saat ia membuka pintunya lebar, ia menyadari Nae Il ada di balik pintu.
Nae Il terduduk, sepertinya ketiduran dan kedinginan. Saat tahu Yoo Jin membuka pintu, Nae Il terbangun, setengah mengantuk ia mengadahkan tangannya minta dipeluk. HAHHAHAH,
TApi kemudian NAe Il malah ketiduran lagi dan terjatuh di kaki Yoo Jin.

Atau hanya pura-pura?
Karena ia tampak segar begitu masuk rumah Yoo Jin. Ia berselimut tebal dan merasakan kehangatan rumah Yoo Jin. Yoo JIn bahkan membuatkannya susu hangat, NAe Il jadi terharu.
Yoo Jin tahu Nae Il tidak akan pernah mengerti jika diberi tahu, jadi ia meminta NAe Il jangan berlebihan, nanti ia sakit lagi.
Nae Il polos seperti biasa dan mengatakan kalau ia kira Yoo Jin akan segera membukakan pintu untuknya.
Yoo Jin menghela nafas kesal. Ia menyuruh Nae Il minum dan segera pergi.

Nae Il merengek, Apa aku tidak boleh tetap disini? Aku akan diam saja.
Yoo Jin kembali ke mejanya dan berkata meskipun NAe Il diam saja, tetap tidak boleh.
Nae Il tidak menyerah, lalu aku hanya akan bernafas saja sudut sana.
Yoo Jin dengan dingin, Bahkan jika kau hanya bernafas, tidak boleh.
Nae Il sedih dan mulai meminum susu hangatnya.

Tiba-tiba Nae Il mulai bersuara, Aku dengar suami dan istri itu adalah satu. Aku tidak akan meninggalkanmu.
Yoo Jin penasaran dan berbalik.
Nae Il sedang main dengan boneka kelincinya. Kelinci Yoo Jin berkata, Aku bilang aku ingin sendiri! Kenapa kau tidak mendengarkanku!
Yoo Jin berbalik kembali menatap kertasnya dan sebuah senyuman terlihat diwajahnya. KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!
Omo Omo!!!

Nae Il masih bermain dengan bonekanya. Kelinci Nae Il berkata, Tolong jangan lakukan itu. Ayo kita mencoba melakukan sesuatu. Aku ada disini untukmu.
Kelinci Yoo Jin tersentuh, Ah... KAu benar, Sayang. Aku tidak akan menyerah, aku mencintaimu.
Nae Il mulai masuk ke imajinasi nakalnya dan mengatakan kalau mereka berdua akan berciuman. Ia mendekatkan kedua bonekanya.
Yoo Jin segera berbalik dengan wajah kesalnya dan sedietik kemudian ia sampai disamping Nae Il dan mengambil boneka kelinci Yoo Jin.
Yoo Jin berkata, Mereka berdua akan berpisah!

Nae Il panik, ANDWEEEEE!!!
Yoo Jin berjalan membawa boneka kelinci Yoo Jin. Nae Il merengek mengejarnya dan berkata kalau kedua boneka itu tak bisa dipisahkan. Nae Il dan Yoo Jin malah kejar-kejaran di rumah Yoo Jin, Nae Il meminta Yoo Jin mengembalikan boneka kelincinya. HAHAHHAHA.
Yoo Jin bahkan tak mengerti dengan apa yang dilakukannya, ia berteriak, JIKA AKU MENGEMBALIKANNYA PADAMU, APA YANG AKAN KAU LAKUKAN! PERVERT!

[Music: Brahms Hungarian Dance No. 5 in G Minor]
Ma Soo Min mabuk dan pergi ke kamar mandi. Ia bahkan tak sanggup berdiri dan terjatuh di kamar mandi. Kepalanya juga pusing. Ia hampir muntah saat seseorang datang mengelap mulutnya.
WHAT?! Stresemann?!
Stresemann membantu Ma Soo Min membersihkan mulutnya dengan sapu tangannya. Ma Soo Min melarangnya karena kotor, tapi Stresemann mengatakan Ma soo Min adalah membernya, jadi ia harus membantu. Ma Soo Min tersentuh dengan hal itu. Keduanya berpelukan. Beberapa siswa laki-laki juga datang dan memeluk Stresemann mengatakan kalau mereka mencintai Stresemann.

Yoo Jin masih mencoba menciptakan musiknya di rumah. NAe Il sudah tertidur di sofa karena kelelahan. Ia tidak memakai selimut. Yoo Jin mendekatinya dan menyelimuti Nae Il. Ia tersenyum melihat Nae Il dan berkata kalau Nae Il terlihta imut saat tidur. Cieeeeeeeeeee.
Tapi kemudian ia tersentak dan menyadarkan dirinya, semua orang juga imut saat tidur, dan Nae Il hanya imut saat tidur. Bahkan katak pun imut saat tidur.
Tiba-tiba NAe Il bersuara dalam tidurnya. Yoo Jin memukul mulutnya sendiri dan mengatakan kalau ia sudah gila. LOL.

Pagi yang cerah tiba.
Nae Il masih tertidur di sofa, dan BAM! Ia terjatuh dari sofa disaat yang tepat.
Ia membuka matanya dan melihat disekitar, ia sadar ia masih di rumah Yoo Jin. Ia mulai berteriak minta dibuatkan makanan oleh Yoo Jin karena ia lapar. HAHAHHAHA.
Ia bahkan menguap dengan sangat lebar.
Nae Il tidak lupa menyapa boneka kelincinya dan menyadari ada catatan disana. Note dari Yoo Jin yang menyuruhnya segera meninggalkan rumahnya setelah bangun dan jangan menyentuh apapun.
Nae Il tersenyum nakal, tentu saja, tentu saja aku tidak akan menyentuh apapun, Hohonhohohoho.

[Tchaikovsky Serenade For Strings in C Op. 48: II. Walzer - Moderato (Tempo di valse)]
Nae Il mulai menjelajahi rumah Yoo Jin. Ia melihat tongkat dari Viera dan juga foto Yoo Jin kecil dengan Viera. NAe Il bahkan menciumnya. HAHHAHAHAHHA.
Ia tak lupa ke kamar Yoo Jin. Ia melompat ke tempat tidur Yoo Jin dan mencium aroma Yoo Jin dengan senyum lebar di wajahnya. LOL.

Dikampus, seseorang terlihat kesulitan membawa kontrabass, kita bahkan tak melihat orang yang membawanya, karena ketutupan besarnya kontrabass.
Nae Il dengan riang menuju kampus, berlari-lari kecil sambil makan burger dan tak lupa ia membawakan special untuk Yoo Jin.
Tapi sebuah kulit pisang membuatnya terjatuh, ia melayang, tas-nya terbang, burgernya juga melayang, tapi sebuah tangan sempat menyelamatkan burger milik Nae Il.

[Tchaikovsky Nutcracker Suite Op. 71: Dance Of The Sugar Plum Fairy]
Nae Il kesakitan karena terjatuh terjebab. Si gadis yang menangkap burger bertanya apakah Nae Il baik-baik saja, tapi tatapan gadis itu tertuju pada burger di tangannya. Nae Il bertanya apakah si gadis mau burger itu?
Si gadis yang adalah Choi Min Hee sangat senang dan memakan burgernya dengan lahap.
Nae Il sendiri mengkhawatirkan burger untuk Yoo Jin hancur dan kotor, ia melihat burgernya dan menghapus kotorannya, ia bertanya apakah Min Hee baik-baik saja.
Min Hee tidak menjawab dan matanya tertuju pada burger di tangan Nae Il.
Nae Il bingung, ia menatap burgernya dan menatap Min Hee bergantian.

Ia mulai main main dengan burger di tangannya, Nae Il memainkan burgernya ke kiri ke kanan ke atas ke bawah dan kemana burgernya, mata Min Hee pasti tertuju kesana.
Min Hee bahkan menelan ludah dan perhatiannya hanya pada burger di tangan Nae Il.
Nae Il mulai galau, ia tidak tega pada Min Hee yang sepertinya kelaparan, tapi burger itu ia beli untuk Yoo Jin.
Akhirnya Nae Il memberikan burgernya pada Min Hee karena kasihan, Min Hee sangat senang, ia kemudian teringat kelasnya, ia segera membawa kontrabass nya yang berat, Nae Il mencoba membantu tapi terlalu berat untuknya. Min Hee yang kuat segera berjalan cepat membawa kontabassnya sedangkan Nae il menatap Min Hee dengan sedih dan mengatakan kalau Min hee pasti kelaparan.

Masih belum selesai berfikir tiba-tiba sebuah panah karet meleset ke arah Nae Il dan berhasil tertancap di dahinya. Nae Il terkejut, Ia heran melihat panah karet itu, ia bertanya-tanya siapa orang yang mengerjainya.

[Music: Wagner - Die Walküre (The Valkyrie) - Ride Of The Valkyries]
Nae Il tidak melepaskan panahnya dan curhat pada Il Rak. Ia mengatakan awalnya ia merasa ada yang aneh dalam beberapa hari ini, tapi hari ini ia benar-benar dikerjai. Seseorang mengganggunya dan membuatnya khawatir. Il Rak melepaskan panah di dahi Nae Il dan meminta Nae Il jangan berlebihan. Ia mengira itu hanya akal-akalan Nae Il agar Yoo Jin peduli padanya.

Nae Il memaksa Il Rak untuk percaya, ia yakin ada cemburu melihatnya dan Yoo Jin makanya orang itu mengerjainya. Tapi Il Rak tetap tidak percaya.
Ia bahkan mengejek NAe Il lalu tiba-tiba BYURRRRR!!!!!
Mereka berdua tersiram air dari lantai atas. Keduanya basah kuyup.
Il Rak kemudian mengubah pikirannya, kini ia percaya kalau NAe Il dikejai. Nae Il yang kesal memukulnya.
[Music : Mahler Symphony No. 2 in C Minor "Resurrection": V. Im Tempo des Scherzos]

Yoo Jin mendatangi Stresemann di kantornya. Ia membawa full score yang sudah ia pelajari dan menyerahklan surat pindah jurusannya. Ia ingin Stresemann membaca full score nya sebelum memutuskan.
Stresemann sakit kepala melihatnya. Ia mengambil surat Yoo Jin dan merobeknya lagi. Yoo Jin tersenyum seinis dan mengeluarkan beberapa surat lagi. Stresemann mencoba merobeknya sekali gus tapi tak bisa jadi ia membuangnya.
Streseman memencet-mencet kepalanya dan ingat kalau Yoo Jin adalah murid dari orang nomer 2 yang paling ia benci.

[Tchaikovsky Nutcracker Suite Op. 71: Dance Of The Sugar Plum Fairy]
Sebuah kenangan muncul dipikiran Stresemann. Ia ke toko barang antik (sepertinya) di Eropa dan rupanya barang yang ia pesan telah dijual ke orang lain. Barang itu limited edition, jadi ia tak mau menggantinya dengan yang lain meski si penjual sudah minta maaf. The birth of the royal baby. Penjualnya minta maaf lagi karena pembeli itu sangat terkenal dan menginginkan barangnya, dan lagi penawaran costumer itu amazing, bahkan si pembeli memberikan tanda tangannya.
Stresemann mengatakan kalau ia juga terkenal. Tapi si penjual ragu dan mengatakan Stresemann tidak kelihatan terkenal. Si penjual kayaknya menyinggung hati Stresemann dan Stresemann sadar kalau yang mengambil pesanannya adalah Viera. Karena itu dia sangat membenci Viera. Heol~

"Hanya itu?"
Reaksi Yoo Jin sama dengan reaksiku. Stresemann mengatakan kalau ia sudah menunggu barang itu selama beberapa bulan. Jika hanya itu masalahnya mungkin aku bisa memaafkannya. Tapi kau mirip dengan orang yang paling aku benci.
Yoo Jin menutup matanya dengan kesal, tapi ia tak menyerah, Ia mengatakan akan menunggu sampai Stresemann memberinya izin pindah jurusan.
Stresemann tertarik dan mengatakan ia akan memberikan Yoo Jin kesempatan, jadi cobalah yang terbaik.
Yoo Jin terkejut.
Stresemann berkata, Apa kau tahu nama-nama anggota S-Oke? Hmm, sekarang sudah waktunya makan siang. Layani anggota S-Oke untuk makan siang, jangan lewatkan satu orang pun, kau sendiri yang harus melayani mereka, Sekarang pukul 12.00. Misi 1. Aku memberimu waktu 1 jam.

Yoo Jin berlari membawa kotak penuh makanan untuk di bagikan ke anggota S-Oke. Nae Il dan Il Rak mengintip Yoo Jin di balik patung kontrabass. NAe Il merasa Yoo Jin sangat aneh, ia yakin sekarang 'orang itu' mengerjai Yoo Jin, bukan dirinya.
Il Rak merasa pikiran Nae Il terlalu jauh, tapi NAe Il tetap bersikeras ada yang mengerjai Yoo Jin. Il Rak sendiri heran kenapa Yoo Jin membeli sangat banyak sandwiches.
Nae Il Juga bingung, Iya ya, kenapa? Tapi tetap saja aku ingin satu.
HAHAHHAHHAHHA.

Yoo Jin merasa ada yang aneh dan berbalik ke belakang, ia melihat Il Rak dan Nae Il mengintip.
Il Rak terkejut karena mereka ketahuan, Nae Il dan Il Rak malah sok sok ga tau dan melemparkan rumput dengan aneh. Yoo Jin mendekati mereka dan memanggil Il Rak.
Il Rak dengan gugup mengatakan kalau ia tidak mengikuti Yoo Jin.
Nae Il mengiyakan, mereka tidak mengikuti Yoo Jin, mereka hanya kebetulan disana.
Yoo Jin bingung tak mengerti. Nae Il dan Il Rak akan pergi dengan lucunya mereka kayak robot.

Tapi Yoo Jin menghalangi mereka. Ia ingin meminta bantuan untuk mencarikan anak-anak S-Oke.Ia bertanya apakah Il Rak mengenal mereka. Il Rak tentu saja mengiyakan. Nae Il juga ikutan akan membantu.. Yoo Jin senang melihatnya.

Stresemann di ruangannya melihat jam dan tinggal 20 menit lagi.
Nae Il, Yoo Jin dan Il Rak berlari kesana kemari mencari anggota S-Oke.
Mereka ke taman dan menanyai satu per satu, tapi tidak ada anak S-Oke disana.
Mereka menebak semuanya ke cafetaria untuk makan siang karena ini jam makan siang.

[Music : Rimski-Korsakov - The Tsar Saltan - Flight Of The Bumblebee]
Mereka menemukan di cafetaria beberapa orang. Il Rak bertugas menandai nama-nama yang sudah dapat jatah sandwich. Nae Il memakai cara memaksa untuk beberapa siswa agar memakan sandwich nya. Tapi ujung-ujungnya ia memakan makanan yang sudah dipesan mereka. HAHHAHHA.
Yoo Jin memaksa seorang siswa yang udah kekenyangan makan siang untuk makan sandwich nya. LOL.
Karena si siswa tetap menolak, akhirnya Yoo Jin memanggil NAe Il dan Nae Il menggunakan cara paksa dimana Il Rak memegang tangan si cowok dan Nae Il memasukkan paksa sandwichnya kedalam mulut si cowok. LOl.

Waktu habis. Yoo Jin tepat kembali ke kantor Stresemann dan memperlihatkan catatannya.
Stresemann memeriksa catatan siapa-siapa saja yang sudah diberi makan dan Stresemann cukup kagum. Yoo Jin udah senang, tapi Stresemann memukul meja dan mengatakan Yoo Jin melewatkan sato orang. Yoo Jin terkejut. Stresemann tersenyum senang, Maskot kami, Seol Nae Il.
Yoo Jin terkejut, ia yang ngos-ngosan menutup matanya dengan kesal.
Nae Il dan Il Rak yang ada di luar juga kaget. Il Rak baru ingat dia melupakan Nae Il.

Nae Il yang kesal menerobos masuk dan mulai mengeluh kenapa Milch tidak membiarkan Yoo Jin mengubah jurusannya, kenapa Milch mengganggu Yoo Jin terus.Yoo Jin bahkan harus menahan Nae Il dengan tangannya karena terlihat ingin melakukan sesuatu pada Stresemann,
Stresemann mengingatkan kalau NAe Il salah, menurutnya justru Yoo Jin yang mengganggunya.
Nae Il tidak setuju, memangnya apa yang dilakukan Orabang padamu?
Yoo Jin menyuruh Nae Il untuk diam.
Yoo Jin yang merasa kecewa akhirnya keluar dari kantor Stresemann.

[Music : Verdi - La Forza Del Destino - Overture]
Nae Il melihat kepergian Yoo Jin dan menatap Stresemann dengan wajah yang akan menangis. Ia mengatakan ia akan breakup dengan Stresemann. Mereka bukan teman lagi sekarang.
Nae Il meninggalkan ruangan Stresemann dengan kesal. stresemann mengejarnya dan mengatakan kalau Nae Il salah. Nae Il tidak peduli dan terus berjalan. Ia mengatakan kalau ia membenci Stresemann.

Prof. Do datang mengunjungi Stresemann dan bertanya apa yang terjadi, ia baru melihat Yoo Jin keluar dari sana. Ia penasaran apakah Yoo Jin melakukan hal yang kasar. Stresemann mengiyakan dan masih menatap kepergian Nae Il.

Yoo Jin berjalan dengan kesal. Ia tak peduli pada Il Rak dan Nae Il yang mengikutinya meski Il Rak mengatakan hal yang memuji Yoo Jin yang sudah bekerja keras.
Nae Il juga mengejarnya dan memanggilnya Orabang. Il Rak lalu menghentikan Nae Il dan mengatakan mereka harus membiarkan Yoo Jin sendiri disaat-saat seperti ini.
Tapi Nae Il merengek dan tidak mau meninggalkan Yoo Jin sendirian.  Il Rak menyuruh Nae Il melihat dirinya, ia adalah teman baik Yoo Jin dan ia membiarkan Yoo Jin untuk sendirian.Il Rak berharap Nae Il bisa tenang.

Nae Il awalnya tenang 2 detik tapi kemudian ia memutuskan kalau Yoo Jin membutuhkan hiburan disaat seperti ini. Ia mulai khawatir kalau Yoo Jin tak bisa makan karena memikirkan hal itu. Nae Il akan mengejar Yoo Jin tapi Il Rak menahannya lagi sehingga Nae Il harus memukulnya. Ia mengatakan Il Rak tak tahu apa apa dan mengatakan Il Rak bodoh.
Ia kemudian berlari mengejar Yoo Jin lagi.
Il Rak tak bisa menahannya karena kesakitan. Ia kesal dan berteriak agar Nae Il mengatakan pada Yoo Jin untuk berhenti pindah jurusan dan menyuruhnya jangan mau diolok Stresemann dengan iming-iming pindah jurusan.

Rupanya Prof. Do ada disana dan bertanya pada Il Rak membuat Il Rak terkejut. Ia akhirnya Tahu kalau Streseman menggoda Yoo Jin, mengatakan Yoo Jin bisa pindah jurusan padahal Stresemann tak berniat melakukannya.
Il Rak terkejut kenapa Prof. Do bisa tahu. Prof Do mengingatkan kalau Il Rak lah yang berteriak kencang makanya ia tahu. Prof. Do akhirnya memaksa Il Rak untuk menceritakan semuanya.

Prof. Do melapor pada Song Mi Na, mengatakan Stresemann menggunakan cara kekanakan untuk mengerjai Cha Yoo Jin, dengan iming-iming pindah jurusan.
Song Mi Na berusaha mencari alasan lagi, tapi Prof. Do kali ini tidak mau kalah. Song Mi Na heran, bukannya kau membenci Cha Yoo Jin?
Prof. Do mengiyakan, Aku masih membencinya,.  Dengan kemampuannya dia tidak ingin ikut kompetisi, dia hanya melakukan apa yang ia inginkan tanpa peduli reputasi sekolah. Tentu saja aku tidak menyukainya. Tapi ini berbeda, Maestro seharusnya tidak bermain-main dengan siswa yang serius untuk belajar. Jangan-jangan, kau sengaja membiarkan hal ini?
Song Min Na meminta mereka bersabar, karena mereka yang mengundang Stresemann.
Tapi Prof. Do tidak setuju, karena yang mengundang Stresemann hanya Mi Na seorang.
Song Mi Na hanya bisa menghela nafas. Prof. Do bahkan mengatakan kalau ia tak yakin masih bisa mempercayai Mi Na.

Nae Il menemukan Yoo Jin di tempat duduk favorite Yoo Jin. Ia mendekati Yoo Jin dan duduk disampingnya. Ia mengatakan kalau ia berpisah dengan Milch. Ia tidak akan pergi bersama Milch lagi. Saat Yoo Jin tertarik dengan sesuatu di punggung Nae Il, Nae Il malah mengelus paha Yoo Jin dan mengatakan kalau Yoo Jin pasti sangat marah.

[Music: Faure Pavane Op. 50]
Yoo Jin meraih sebuah kertas yang tertampel di punggung Nae Il dan bertanya apakah ada yang mengganggu Nae Il akhir-akhir ini. Nae Il menatap langit dan menghela nafas, ia mengatakan tuhan sedang menghukumnya.
Ia akan menerimanya karena ia adalah maskot S-Oke.
Yoo Jin melihat tulisan yang tertempel di punggung Nae Il, ada kata BA BO nya, Hehehehhe.
Yoo Jin bukannya membuang malah menempelkannya lagi. LOL.
Yoo Jin mengatakan ia bahkan melupakan hal itu, kalau Nae Il adalah maskot S-Oke, apakah karena otaknya menolak hal itu?

Tiba-tiba Nae Il mengatakan kalau Yoo Jin harus makan di waktu yang seperti ini. Ia mengeluarkan kotak makannya, ia membuatnya sendiri. DAn TARAAAAAAAAAAAAAAAA!!
NAe Il membuka kotak makannya dan Yoo Jin tertawa mengejek, apa kau bercanda?
Nae Il mendapati batu di kotak makanannya. Ia terkejut.
Yoo Jin mengatakan ia tak tahu siapa yang mengerjai Nae Il, tapi pasti orang itu tau semua tentang Nae Il.
Nae Il menadangi kotak makannya dengan kesal dan mengatakan akan membunuh orang itu.
Yoo Jin terkejut dengan perubahan ekspresi Nae Il yang biasanya cute cute jadi agak menyeramkan.
Nae Il tak tahan dengan orang yang berani menyentuh kotak makan siangnya. Apalagi makan siang yang ia persiapkan untuk Orabangnya.

 
[Music : Mozart Die Zauberflöte (The Magic Flute) K. 620 - Der Hölle Rache]
Yoo Jin mulai takut dengan ekspresi wajah Nae Il. Ia menggeser dirinya menjauhi Nae Il.
Nae Il yang kesal mengambil ponselnya, ia menghubungi Il Rak dan mengatakan saatnya untuk balas dendam. Ini saatnya balas dendam. Nae Il pun berlari meninggalkan Yoo Jin tanpa permisi.
Yoo Jin tertawa melihat Tingkah lucu Nae Il.


0 comments:

Post a Comment

 

Random Post

Clover Blossoms Fanpage

In My Radar

Watching :
- We Married as A Job
- Jimi ni Sugoi!
- Weightlifting Fairy
- Goblin
- The Legend of The Blue Sea
- Father I'll Take Care of You
- Beppin-san
- Gochisousan

Waiting Drama:
- Miss in Kiss

Waiting Movies:
- One Week Friends
- Your Lie in April
- Aozora Yell
- Itakiss Movie

Favorite Song This Time :
- Red Cheek Puberty - Galaxy
- Ben - Foggy Road
- Twice - Next Page
- Utada Hikaru - Hanataba wo Kimini
- LYn - Love Story