[Sinopsis] Naeil do Cantabile Episode 2 ~ Part 1

Tomorrow Cantabile Episode 2 Part 1
----------------------------------------------------------------

Aluan piano Mozart Sonata For Two Piano membawa Yoo Jin dalam khayalannya. Dimana Cha Yoo Jin yang tersesat di hutan menemukan padang rumput. Ia mendengar suara piano dan mengikuti melodinya. Ia menemukan seorang gadis sedang bermain piano. Seol Nae Il. Gadis itu menoleh pada Yoo Jin yang tersesat. Seol Nae Il, dengan melodi piano-nya, membawa Yoo Jin ke dunia baru.

Duet Yoo Jin dan Nae Il berakhir lancar. Prof. Ahn memberikan tepuk tangan pada keduanya, Barvo!!
Ia memuji permainan piano mereka.
Nae Il masih duduk di kursi piano dengan wajah begong tapi bahagia. Ia merasakan sesuatu.  Yoo Jin heran melihat Nae Il seolah kehilangan kesadarannya. Yoo Jin memanggil nama Nae Il dan membuatnya tersentak, ia sadar dan spontan memanggol Yoo Jin dengan sebutan 'Orabang' (= Oppa tapi dalam dialeg Jeju, Nae Il berasal dari Jeju do).

Nae Il menatap Yoo Jin, dimatanya Yoo Jin terlihat bersinar-sinar, ada pancaran cahaya yang membuat Nae Il berdebar-debar. Bukan debaran biasa, wajahnya mulai memerah dan ia tak kuat melihat ke mata Yoo Jin.
Ia malu-malu dan menutup wajahnya mengatakan ia tak bisa melihat Yoo Jin, ehheehhe.
Nae Il tidak tahan lagi, hati-nya terus berdebar-debar, ia akhirnya kabur karena tak tahan akan debaran hatinya untuk Yoo Jin.

Cha Yoo Jin yang tidak menyadari apapun heran melihat tingkah NAe Il sementara Prof. Ahn hanya bisa tertawa melihat Nae Il. Yoo Jin yang bingung bertanya, Orabang? Apakah dia selalu seperti itu?
Prof Ahn tertawa dan mengiyakan, kau bisa melihatnya bukan?
Yoo Jin hanya bisa tertawa. Prof. ahn bertanya bagaimana duet Yoo Jin, apakah menyenangkan?
Yoo Jin bingung, Itu bukan pelajaran untuk Nae Il, tapi untukku?
Prof. Ahn terawa mengiyakan, melihat permainan piano mu aku bisa tau, kau, ingin menjadi konduktor, bukan?
Yoo Jin terdiam.

~Naeil's Cantabile~
~Lesson 2~

Nae Il sedang ada di taman kampus dan masih bingung dengan dirinya sendiri, Omoooo, kenapa hatiku berdebar kencang, apa yang terjadi?
Ia masih tidak mengerti dan mulai merasa merinding.
Tiba-tiba ada suara Yoo Jin yang mengatakan, Itu Cinta.
Nae Il terkejut. Ia membuka matanya lebar dan melihat Yoo Jin berdiri di sana.

"Naeil-a. Kau sudah jatuh cinta padaku."
Efek lebay dengan banyak bling bling dan cahaya disekitar Yoo Jin yang tersenyum membuatnya makin ganteng. HAHHAHAHA
Nae Il yang Yoo Jin fangirl tidak bisa tidak bahagia melihat hal itu. Padahal itu hanya bayangannya saja.
Ia bahkan mengulurkan tangannya untuk menangkap bayangan Yoo Jin.

[Music : Liszt Lieberstraum No. 3 in A Flat Major]
Nae Il seketika menjadi happy. Ia pun mulai menari dan menari sambil berteriak, Orabang, Saranghaeyo~

[Music: Dvorak World Symphony No. 9 in E Minor Op. 95: I.Adagio-Allegro molto]
Yoo Jin ada di kelas Kondukting. Ia melihat seorang konduktor sedang memimpin sebuah orkestra. Yoo Jin teringat kata-kata Prof. Ahn yang menyuruhnya pindah ke kelas Conducting, Kondukting bukan hanya tentang full score, tapi tentang mengatur orang-orang, para pemain. Kau tidak akan pernah bisa menjadi konduktor yang baik jika sendirian. Bukankah aku ingin melakukannya sendiri, bukan hanya memikirkannya?
Yoo Jin menghela nafas. Ia melihat penampilan si konduktor (kalau ga salah itu Seung Oh) dan ia mulai membayangkan dirinya berdisi disana memimpin sebuah orkestra. Yoo Jin ingin melakukannya. Ia meninggalkan ruangan itu.

Seol Nae Il menemukan tujuannya sendiri. Ia berlari dengan gembira sambil berteriak, Orabang, Nae Il akan datang! Ya, Ini cinta! Orabang, tunggu aku....!

Yoo Jin sedang galau memikirkan apakah ia harus pindah jurusan atau tidak. Ia sepertinya masih ragu, padahal ia sangat ingin menjadi konduktor.
Sementara itu Nae Il masih mencari Orabang nya dan berteriak kesana kemari dan akhirnya menemukan keberadaan Yoo Jin. Nae Il tersenyum senang dan mulai berlari ke arah Yoo Jin yang duduk tanpa menoleh.
Rupanya sejak tadi Yoo Jin mendengar kalau Nae Il memanggil-manggil dirinya, ia kesal sudah berusaha cuek tapi Nae Il tetap datang padanya, ia bergumam, Ck, kau bahkan tidak memberi aku waktu untuk berfikir sedikit pun.

Yoo Jin tidak kabur, ia menoleh dan melihat Nae Il berlari ke arahnya. Ia hanya bisa menghela nafas, tapi kali ini tidak dengan raut wajah kesal KYAAAA!!
Nae Il berhenti di dekat Yoo Jin dan mulai bicara dengan ekspresif, Orabang, jari kakiku geli saat bermain piano, Tubuhku menggigil, Aku sangat senang.
Yoo Jin hanya menatap Nae Il yang terus bicara. Kali ini Nae Il mulai malu-malu, Tapi... Tapi sekarang,  Kakiku geli karena aku ingin melompat kedalam pelukanmu.

Yoo Jin mulai merasa aneh dan berdiri, ia waspada sementara Nae Il memainkan kakinya.
Yoo Jin mengatakan Nae Il tidak boleh melakukannya.
Nae Il masih memainkan kakinya, ia mulai berjalan mendekati Yoo Jin dengan perlahan, Aku sekarang mengerti perasaan apa ini.
Yoo Jin waspada, ia melangkah mundur, Apa?
Nae Il berteriak senang, Ini Cinta!!!

Yoo Jin terkejut, ia menggeleng. Nae Il mendekati Yoo Jin lagi dan mencoba memegang tangan Yoo Jin,  Orabang, aku jatuh cinta!
Yoo Jin menepiskan tangan Nae Il dan mengatakan dengan tegas kalau itu bukan cinta.
Tapi Nae Il tetap menganggapnya cinta, Saat aku memikirkanmu, hatiku berdebar kencang dan sakit.
Yoo Jin kesal dan tetap menyangkal. sementara nae Il memegang dadanya dan melakukan gerakan lucu, HAHAHHA.

Yoo Jin memegang bahu Nae Il dan mencoba menjelaskannya secara ilmiah, kalau itu hanya adrenalin dan bla bla bla. Ia menyuruh Nae Il tetap tenang dan tidak terpengaruh.
Tapi Nae Il tidak peduli, begitu dekat Yoo Jin ia mulai menyentuh pipi Yoo Jin dan mulai memeluk Yoo Jin meski Yoo Jin berusaha sekuat tenaga menghalanginya.
Si Yoo Jin sibuk menjelaskan kalau itu penyakit dan mengajak Nae Il ke dokter, tapi Nae Il terus mendorong tubuhnya ke arah Yoo Jin sambil menutup mata dan memonyongkan bibirnya. KAKAKKAKAKKAK.

Nae Il tidak peduli meski Yoo Jin menyuruhnya memeriksakan otak juga, ia malah menawarkan jika ia memeluk Yoo Jin sekarang maka ia akan segera tahu perasaan itu. Nae Il makin agresif dan Yoo Jin makin kesal. Ia menahan Nae Il dengan mendorong kepala Nae Il sedangkan tangan Nae Il berusaha menggapa Yoo Jin.
Yoo Jin kesal dan berkata kalay Nae Il dilarang dekat-dekat dengannya mulai sekarang.
Tapi NAe Il tidak menyerah, ia menawarkan jika ia tak bisa memeluk Yoo Jin dari depan, ia bisa memeluknya dari belakang. Yoo Jin makin takut dan mendorong Nae Il hingga Nae Il terjatuh.
Yoo Jin waspada dan segara mengambil tas-nya, kabur meninggalkan Nae Il.
Nae Il sedih dan kesal, ia mengejar Yoo JIn dan meminta Yoo Jin bersedia di peluk satu kali saja. HAHHAHAHAHAHAHAHAHHAHA. I Love It!!

Yoo Il Rak masih mencari pianis yang mau duet dengannya, lebih tepat ia masih ingin Yoo Jin berduet dengannya, tapi kali ini ia ingin balas dendam. IA melihat adegan Nae Il yang mengejar-ngejar Yoo Jin dan bergumam kalau ia mendapatkan lebih dari apa yang ia harapkan.

Nae Il kelelahan mengejar Yoo Jin, ia kehilangan jejak dan duduk di bangku taman. Ia awalnya kesal karena Yoo Jin larinya cepat, tapi kemudian senyumannya mengembang menyadari Yoo Jin larinya cepat karena kakinya panjang. Ia jadi makin suka. Apalagi saat ia menyadari meski Yoo Jin kabur, ujung-ujungnya pasti kembali ke rumahnya, jadi ia tak khawatir karena mereka tetanggaan.
Seseorang kemudian datang memberi Nae Il munuman kaleng. Nae Il sangat senang karena kebetulan ia haus.

Orang itu Yoo Il Rak. Yoo Il Tak mulai melancarkan aksinya, ia menebak Nae Il adalah mahasiswi jurusan Piano. Nae Il terkejut kenapa Il Rak bisa tahu. Il Rak sok menebak mengatakan kalau Ia bisa mendengar suara piano dari orang aktraktif seperti Nae Il.
NAe Il yang polos malah percaya, musik apa? Mozart? Chopin? Schubert?
Il Rak mengatakan bukan, ia gugup berkata, Violin Sonata No. 5, Beethoven.
Nae Il kecewa, Aku tidak tahu yang itu. Nada itu bukan berasal dariku.

Nae Il yang kecewa berjalan meninggalkan Il Rak, tapi Il Rak menahannya. Il Rak kemudian mulai mengajak Nae Il untuk dute bersamanya, ia memperlihatkan kotak biolanya.
Nae Il rupanya menyukainya, ia mulai masuk dalam musik yang digumamkan Il Rak.

Yoo Jin tampak berfikir serius melihat sesuatu, ia melihat dengan seksama, Tak kirain apa, rupanya ikan. HAHHAHAHHAHAH.
Yoo Jin memilih makarel untuk dimasak malam ini. Kemudian ia mendapat sms dari seseorang yang memanggilnya Orabang dan mengajaknya makan malam.
Ia ingat Nae Il tadi memanggilnya Orabang, ia tahu itu dari Nae Il dan bingung kenapa Nae Il bisa tahu nomer ponselnya.
Dengan kesal Yoo Jin membalas, Jangan bermimpi!
Yoo Jin menerima ikan yang ia pesan, 1 ekor. Kemudian ia berfikir lagi dan meminta penjual memberinya 1 ekor lagi, cieeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee.

Yoo Jin dalam perjalan pulang dengan senyuman di wajahnya. Ia bahkan membeli bahan masakan lebih banyak dari biasanya. Ia berjalan melewati sebuah restoran dan mendengar suara yang ia kenal.
Yoo Jin berjalan mundur dan melihat Nae Il sedang makan bersama Il Rak, mereka makan sambil suap-suapan dan Il Rak bahkan membantu membersihkan makanan yang menempel di pipi Nae Il.
Yoo Jin mengintip dan mendengar Nae Il yang memuji masakan koki, Yoo Jin tertawa kesal tak percaya, 'Lebih enak dari masakan ibuku'.?
Ia ingat bagaimana Nae Il memuji masakannya dulu dan tetiba Yoo Jin menjadi kedal. Yoo Jin membuang ikan yang ia beli dan segera pulang dengan kesal. LOL.

Nae Il dan Il Rak bersulang jus jeruk untuk duet mereka. Mereka makan banyak makanan. Il Rak menawarkan apakah ada lagi yang ingin dimankan Nae Il, ayahnya akan membuatkannya. Ayah Il Rak mengiyakan, ia akan membuatkan makanan selain di menu, karena Nae Il adalah teman Il Rak. Ayah Il Rak menyajikan steak dan lain lain untuk Nae Il.
Nae Il merasa tidak enak memakan semuanya dan bertanya apakah ia boleh membungkusnya.

Nae Il akhirnya membawa pulang makanan yang baru disiapkan ayah Il Rak, tentu saja ia akan memakannya bersama Yoo Jin.
Setelah Nae Il pergi, Il Rak bertanya-tanya apakah ia memilih orang yang tepat, ia memilih Nae Il sebagai rekan nya karena Nae Il kelihatan dekat dengan Yoo Jin. Ayah Il Rak mengatakan ia bisa melihat dari jari Nae Il, jari yang panjang dan besar, pasti jari pemain piano yang baik.
Il Rak memuji ayahnya yang banyak tahu. Mereka berdua kelihatan sangat akrab, impian ayahnya adalah melihat nama Il Rak di Seoul Arts Center.
Il Rak tersenyum bersama ayahnya, tapi ketika ayahnya pergi ia menghela nafas panjang dan sedikit khawatir.

Nae Il sangat senang ia membawa banyak makanan. Ia ingin memakannya bersama Yoo Jin. Ia berlari kecil menaiki tangga apartemennya.

Yoo Jin berakhir dengan merebus ramen instant dan akan memakannya bersama kimchi. LOL.
Bel rumahnya berbunyi. Ia kesal, berfikir itu Nae Il, Kau mengikuti orang yang memberimu makanan, dan sekarang kau datang kemari?
Bel berbunyi lagi, Yoo Jin sangat kesal, ia menuju pintu sambil berteriak, KAu sudah makan banyak, pulanglah ke rumahmu!

Yoo Jin membuka pintu dengan kesal. Tapi ternyata yang menekan bel bukan Nae Il, tapi Do Kyung. Do Kyung heran dengan sikap Yoo Jin. Yoo Jin bertanya kenapa Do Kyung datang. Do Kyung bertanya balik, kau tidak akan menyuruhku masuk?
Nae Il yang berlari kecil dengan happy tiba di lantai 3. Langkahnya terhenti melihat Yoo Jin membukakan pintu untuk gadis cantiknya.
Senyumnya menghilang. Yoo Jin kemudian menyuruh Do Kyung masuk. Nae Il Shock.
Yoo Jin menutup pintu dengan ekspresi lucu. LOL. YA ampuuun, Jo Wooon!!!

[Music : Beethoven Symphony No. 5 in C Minor Op. 67: I.Allegro con brio]
 Nae Il shock. Ia menjatuhkan tas berisi makan yang ia bawa. Matanya terbelalak., Ia mulai khawatir, Akh, Andweeeeee~

Yoo Jin bertanya kenapa Do Kyung datang. Do Kyung berkata apakah ia butuh alasan untuk datang, lagi pula mereka adalah teman sebelum mereka pacaran dulu. Kalau Yoo Jin begitu ia bisa menganggap Yoo Jin masih punya perasaan padanya.
Do Kyung yang sepertinya memang sudah sering kesana mengambil wine dan juga gelas.
Melihat itu Yoo Jin sudah mengerti, ia bertanya kali ini apa masalah Do Kyung, tentang penampilan atau masalah pria?
Do Kyung senang, itu lah gunanya teman selama 10 tahun.

Do Kyung mulai mengatakan masalahnya, katanya kali ini bintang utamanya Carmen, padahal dia adalah Micaela, selama ini Carmen menjadi pelayan Micaela, bagaimana mungkin Carmen akan menjadi tokoh utama (Musikal mungkin ya).
Yoo Jin menghela nafas mengatakan pada Do Kyung ia ada hal yang harus dikerjakan. Do Kyung melirik ramen Yoo Jin dan Yoo Jin mengiyakan.
Do Kyung tidak menyerah, ia mengatakan ia membawa berita bagus, ini ada hubungannya dengan kondukting, karena ia tahu Yoo Jin ingin menjadi konduktor. Ia akan mengatakannya jika Yoo Jin bersikap baik padanya malam ini.

Nae Il merasa sangat khawatir. Ia sibuk di kamarnya, berusaha mendengarkan percakapan di kamar sebelah.
Ia menggunakan gelas, mangkok, baskom untuk mendengarkan percakan di kamar Yoo Jin. Tapi dinding terlalu tebal, ia tak bisa mendengarkannya,. Ia kesal.
Nae Il kesal dan pergi ke beranda, ia mencoba berteriak pada perempuan yang didalam dan mencoba masuk ke beranda Yoo Jin, tapi ia terlalu takut karena kamar mereka di lantai tiga. Nae Il akhirnya menangis kesal.

Pagi harinya, Yoo Jin dan Do Kyung berangkat ke kampus bersama. Nae Il keluar dari kamarnya dan melihat kepergian mereka. Nae Il tidak tidur semalaman, lingkaran hitam terlihat di matanya. Nae Il menyadari mereka bersama semalam dan bertanya, Orabang, apakah ini akhir untuk kita?
Nae Il kesal dan akan menangis lagi.
Lucu. Lucu. [Music : Saint-Saens The Carnival Of The Animals: Aquarium]

[Music: Faure Pavane Op. 50]
Nae Il ada di ruang latihan bersama Il Rak. Tapi Nae Il tidak bersemangat sama sekali. Matanya terbelalak dan tidak serius latihan sehingga membuat Il Rak kesal. Nae Il mulai agak lebay dan mengatakan kalau ini karena cinta. Il Rak meletakkan biolanya, tahu latihan tidak akan berhasil jika Nae Il terus begitu.
Il Rak bertanya apa kau diputuskan?
Nae Il masih sok puitis, Yang tertinggal di hatiku hanya kekosongan.
Il Rak menasehati NAe Il, sadarkan pikiranmu, setelah ujianku selesai kau baru boleh jatuh berkeping-keping seperti ini.

Nae Il tertawa menerawang, Sekarang aku kehilangan cintaku, apa pentingnya ujian itu?
Il Rak kesal, tentu saja penting! Ujianku lebih penting dari cintamu!
Il Rak mencoba meletakkan tangan Nae Il di atas tuts piano, tapi Nae Il tak bertenaga, kemudian ia mulai menangis lucu. Il Rak mulai pusing lagi, ia sakit kepala dan akhirnya mengatakan ia kana membantu Nae Il mendapatkan cintanya lagi. Siapa yang sudah mencampakkanmu?
Nae Il terisak, teman sekelasku.
Il Rak berfikir, siapa teman sekelasmu ya? Hmmmmmm.

Tiba-tiba ia teringat sesuatu, ia kemudian berkata, ah, tidak mungkin Cha Yoo Jin.
Nae Il mendongak dengan wajah memelas mengiyakan. Il Rak terkejut, ia kesal setengah mati kenapa harus Cha Yoo Jin. Nae Il meringkuk kesal.
Il Rak mengangguk sambil memandang Nae Il, Wah, Seol Nae Il, kau lebih ambisius dari kelihatannya.
Nae Il hanya bisa terisak. Il Rak kemudian mengambil ponselnya mencari sebuah foto dan memperlihatkannya pada Nae Il, rivalmu adalah primadona Chae Do Kyung?
Nae Il melihat Foto Do Kyung dan wajahnya berubah menjadi marah. Jadi gadis ini namanya Chae Do Kyung?!

Nae Il yang kesal berusaha mengambil ponsel Il Rak, sepertinya ia akan menginjak-injaknya, untung Il Rak tidak melepaskan ponselnya dan segera menyimpannya. Nae Il kesal dan memukul piano. Il Rak mengatakan ia tak bisa membantu Nae Il, Nae Il sudah kalah, sebaiknya menyerah saja.
Nae Il mengingatkan Il Rak yang tadi mengatakan kalau Il Rak akan membantunya.
Il Rak menjelaskan kalau mereka juga punya limitnya, apa Nae Il tidak kenal Chae Do Kyung?
Nae Il mengatakan ia tidak mengenal gadis itu.  Il Rak mulai mengatakan sesuatu tapi Nae Il tidak mengerti dan menyangka itusejenis makanan. Pokoknya apa yang Il Rak katakan, Nae Il salah mengerti membuat Il Rak tak tahan untuk tidak tertawa karena Nae Il begitu bodoh.
[Music: Beethoven Symphony No. 5 in C Minor Op. 67: I.Allegro con brio]

Nae Il ikutan tertawa, tapi kemudian ia kesal dan memukul Ilrak. Ia juga mengambil stik biola Il Rak, mengancam akan memukul Il Rak dengan itu.  HAHHAHAHHAAHHA.

Do Kyung menarik Yoo Jin masuk ke sebuah kafe dengan paksa. Jung Shi Won dan Ma Soo Min juga ada disana. Aku bingung kenapa Ma Soo Min tidak cemburu, apakah karena dia adalah Chae Do Kyung? Puteri tunggal pemilik Gaon Instrument?
Shi Won mengejek Soo Min menyukai Do Kyung karena Soo Min tahu betul soal Do Kyung. Soo Min kesal dan menyikut Shi Won. Soo Min mengatakan kalau semua instrumen di sekolah mereka adalah dari perusahaan ayahnya dan lagi, Do Kyung begitu cantik.
Soo Min terlihat sedih.
Shi Won tampak kesal karena semua pria bilang begitu. Soo Min terus memandangi keduanya dan mengatakan ia dengar kalau mereka sudah putus tapi sepertinya bersama lagi, ya, ia mengerti karena Do Kyung cantik.

Yoo Jin mengambil pesanan koipnya dengan cepat dan akan pergi. Rupanya sejak kemarin Do Kyung belum mengatakan tentang rahasia itu membuat yoo Jin kesal. Yoo Jin mengatakan ia tidak penasaran lagi dengan hal itu, sudah cukup baginya ditarik kesana kemari hanya untuk itu.
Yoo Jin berbalik. Do Kyung tersenyum dan berkata, Franz Von Stresemann.
Langkah Yoo Jin terhenti.,

[Music: Strauss Die Fledermaus Overture]
Yoo Jin berlari kecil dengan sneyuman di wajahnya setelah tahu kalau Maestro Stresemann akan datang ke sekolah mereka sebagai dosen baru. Ia senang karena ia akan punya kesempatan.
Prof. Do dan Prof. Ahn bersama lagi, Prof. Do ingin menagih tentang permintaan Prof. ahn waktu itu. Tapi Prof. ahn, meski sudah menang masih ingin merahasiakannya. Prof. Do Jadi kesal.
Ia kemudian tidak sengaja melihat Yoo Jin keluar dari kantor administrasi dengan wajah cerah. Ia penasaran dan bertanya pada pegawai disana. Pegawai mengatakan Yoo Jin meminta formulir pindah jurusan.

Yoo Jin dengan senyum di wajahnya menatap formulir pindah jurusan yang belum ia isi. Ia duduk di bangku taman dekat ruang latihan piano seperti biasa. Ia mendengar musik Beethoven Sonata For Violin and Piano No. 5 in F Major Op. 24 "Spring": I.Allegro yang dimainkan oleh Il Rak dan Nae Il, nadanya kacau dan menyakitkan telinga. Yoo Jin benar-benar terganggu dengan hal itu. Ia geleng-geleng sambil menutup mukanya.

Nae Il bermain dengan tidak bersemangat, makanya nadanya kacau. Sementara Il Rak terus membuat Nae Il semakin patah hati, ia mengatakan sekarang yang tersisa untuk Nae Il hanyalah piano. Nae Il menundukkan kepala ke arah tuts dan bertanya, jika aku memainkan piano dengan baik, apakah Orabang akan datang melihatku?
Tapi Il Rak hanya mementingkan kepentingannya tanpa mengerti situasi Nae Il, ia mengatakan kalau Nae Il memainkan piano dengan baik maka semua masalah akan teratasi. Atau jika Nae Il butuh pacar, maka ia akan jalan dengan Nae Il.

Nae Il bangkit dan mendongak, Ya Tuhan, Rak, apakah aku terlalu lama hanya melihat Orabang-ku? Sekarang aku melihatmu, kau terlihat seperti cumi-cumi bagiku.
Il Rak kesal karena dirinya dianggap cumi-cumi, ia mengenyitkan mukanya HAHHAHA.
Nae Il terus bicara sambil menyandarkan dagu di piano, Aku ingin makan nasi cumi yang dibuatkan Orabang untukku.
Il Rak terkejut, Cha Yoo Jin membuatkanmu nasi cumi ?
Nae Il mengiyakan dengan lucu, ia juga mengatakan Yoo Jin membuatkannya Nasi goreng tuna dan steak.

Il Rak jadi antusias karena ini artinya lampu hijau. Seol Nae Il, jadi kalian berdua saling menggoda?
Nae Il terkejut, Menggoda? Aku dan Orabang?
Il Rak meyakinkan, seorang pria tidak akan  membelikan makanan pada gadis yang tidak mereka sukai. Tapi bahkan dia memasakkan mu makanan?
Nae Il terlihat bingung tapi ia lebih bersemangat dari yang tadi.
Ia berdiri mendekati Il Rak, Rak, lalu apa yang harus aku lakukan?

Dan Il Rak mengajarkan Nae Il untuk banyak melakukan skinsip pada Yoo Jin. Menyuruhnya ini dan itu.
Ia mengatakan pada Nae Il untuk memeluk Yoo Jin, kapanpun itu, peluk saja dia. HAHAHHAHA.
Nae Il menjadi makin bersemangat.

Tapi kemudian Yoo Jin masuk ke ruangan itu,  Ia mengira Nae Il dan Il Rak akan melakukan hal yang tidak tidak karena mereka membicarakan mengenai pelukan, ia bahkan menyarankan mereka untuk menutup pintu.
Tapi ujung-ujungnya ia malah masuk ke ruang latihan.
Nae Il senang melihat Yoo Jin, ia mendekati Yoo Jin sambil berkata, Orabang, kau datang melihatku setelah mencampakkan Cha Do Kyung?
Nae Il memeluk Yoo Jin tapi Yoo Jin mendorongnya, kenapa kau membawa-bawa nama Cha Do Kyung?
Nae Il yang masih terluka mengatakan, Orabang, aku tahu semuanya, kalian bersama semalaman kan?
Il Rak merasa ini hal yang menarik, apa? bersama semalaman?
Nae Il berteriak, tapi aku tidak apa-apa dengan hal itu.
Il Rak menggoda, ngapain kalian semalaman?

Yoo Jin ingat kejadian semalaman, mereka nggak ngapa-ngapain kok. Yoo Jin cuma menemani Do Kyung latihan. Ia memainkan piano dan Do Kyung bernyanyi. Do Kyung memaksanya mengiringi latihannya karena ia tak mau kalah dengan Carmen.
HAHHAHAHAHAHHAHHA. Sampe subuh lhoo~

Yoo Jin menceritakan semuanya, tapi Il Rak tertawa karena tak percaya. Tapi Nae Il sangat percaya dan dengan wajah memelasnya ia memeluk mengelus pipi Yoo Jin dan memeluknya, kau pasti sangat lelah ya.
Yoo Jin menghela nafas kesal dan mendorong Nae Il lagi. HAHHAHA.

Yoo Jin mulai mengatakan maksud dan tujuannya datang kesana. Ia kesal karena mendengar musik yang tidak seimbang yang mereka mainkan. Il Rak marah-marah, kau kira ini karna siapa? Ujianku hampir gagal karenamu!
Yoo Jin menantang dan mengatakan semuanya karena violinnya.
Il Rak kesal, ini bukan salahku. Pianonya yang salah.
Nae Il kesal dan menyuruh Il Rak berhenti. Il Rak menyuruh Nae Il diam dan dengan sombong mengatakan kalau ia juara 3 saat kompetisi.

Yoo Jin tertawa. Orang-orang disekitarmu mengatakan kau jenius, jadi aku yakin kau tumbuh dengan menyakini hal itu. Lalu, bukankah harusnya kau lebih memperhatikan partnermu?
Mereka berdua terus adu mulut sampai Il Rak mengatakan sesuatu tentang musik klasih yang membosankan.
yoo Jin tidak setuju hal itu, bukan musik klasik yang membosankan, tapi cara permainan Il Rak yang membosankan.
Mereka berdua bertengkar dan Nae Il berusaha menghentikannya.
Yoo Jin kemudian mengambil biola  milik Il Rak da mencoba memainkannya.
Il Rak terlihat tidak yakin Yoo Jin akan bisa memainkannya.

Yoo Jin mulai memainkan biola dan semuanya terkejut karena ternyata Yoo Jin bisa memainkan biola Il Rak dengan baik. Nae Il juga terkejut karena Yoo Jin bisa bermain biola. Bahkan jari-jari Nae Il ikut bergerak dengan sendirinya.
Yoo Jin memainkan Beethoven Sonata For Violin and Piano No. 5 dengan sangat baik sehingga membuat Il Rak terpana. Setelah selesai, Il Rak mengambil biolanya dan meninggalkan mereka dengan kesal.

Nae Il terlihat sedih melihat Il Rak yang keluar. Ia menunduk. Yoo Jin melihat ekspresi Nae Il dan mengatakan ia tahu apa yang akan Nae Il katakan, jadi diam saja.
Nae Il memasang muka marah yang lucu dan berkata, Kasar, Sombong, Orabang, kau sangat hebat!
Tiba-tiba Nae Il lari ke pelukan Yoo Jin, HAHAHHAHAHA. Yoo Jin juga shock.
Nae Il mulai memuji Yoo Jin si perfect guy dan meminta satu pelukan saja. Tapi Yoo Jin mendorong Nae Il dan marah, jangan memelukku!
Tapi Nae Il sangat tangguh dan sulit di kalahkan, ia terus mendorng ke arah Yoo Jin meski Yoo Jin mendorong kepala Nae Il. Hehehheh.

Il Rak yang frustasi pulang kerumahnya. Ia latihan di dalam kamar. Ayahnya mengendap-endap ke dalam kamar membawakan makanan agar tidak mengganggu Il Rak. Il Rak latihan dengan biola gaya musik rock, tapi dipikirannya selalu teringat dengan permainan Yoo Jin. Ia berusaha mengenyahkannya dan mulai lagi. Akhirnya ia menyerah, ia berkata dalam hati, ayahnya benar-benar mengira ia akan tampil di seoul Art Center/.
Il Rak merasa tidak enak hati dan memandang ke pintu. Sedangkan ayah Il Rak masih di dekat pintu khawatir dengan puteranya.

Direktur Song masih kehilangan Stresemann. Ia mendapat laporan kalau Stresemann terlihat di Yangsuri. Direktur Song heran, kenapa Stresemann ke Yangsuri, apakah dia ingin menikmati alam Korea?
HAHAHHAHAHHA. Ia juga mendapat laporan kalau penampilan Stresemann berbeda dari biasanya. Direktur Song heran.

[Music : Verdi - La Traviata - Brindisi]
Nae Il sedang berlarian di kampus sambil memanggil Orabang~ Orabang~
Ia melihat topi yang diterbangkan angin dan memungutnya. Ia heran. Lalu seseorang menyapanya, orang asing yang tak lain adalah Stresemann.
Stresemann ini playboy banged, puitis. Dia bertanya apakah ayah Nae Il adalah pencuri, karena jika tidak kenapa di mata Nae Il ada bintang-bintang.
Ia juga menuduh Nae Il pencuri karena sudah mencuri hatinya.
Nae Il ikut-ikutan lebay dan meminta dirinya di penjarakan karena dia kriminal. HAHAHAHHA.

Stresemann kemudian mengajak Nae Il makan bersamanya. Nae Il ingin ikut, tapi ia ragu karena ia tak boleh makan dengan orang asing. Stresemann mulai menceritakan kisah sedih, kalau ia di adopsi dan sering makan sendirian, Nae Il mulai ikutan sedih, saat Stresemann akan meninggalkannya, ia akhirnya setuju untuk makan bersama. Nae Il mengatakan ia tahu tempat yang enak untuk makan.


0 comments:

Post a Comment

 

Random Post

Clover Blossoms Fanpage

In My Radar

Watching :
- We Married as A Job
- Jimi ni Sugoi!
- Weightlifting Fairy
- Goblin
- The Legend of The Blue Sea
- Father I'll Take Care of You
- Beppin-san
- Gochisousan

Waiting Drama:
- Miss in Kiss

Waiting Movies:
- One Week Friends
- Your Lie in April
- Aozora Yell
- Itakiss Movie

Favorite Song This Time :
- Red Cheek Puberty - Galaxy
- Ben - Foggy Road
- Twice - Next Page
- Utada Hikaru - Hanataba wo Kimini
- LYn - Love Story