[Sinopsis] Naeil's Cantabile Episode 6 ~ Part 2

 
----------------------------------------------------------------

Sinopsis Tomorrow Cantabile Episode 6 Part 2

ChaYoo Jin mencari Nae Il kemana-mana. Ia tertarik untuk memereiksa sebuah ruangan. Ia menemukan Nae Il yang ia cari, hanya saja suasananya membuatnya tak suka. Nae Il bersama Yoon Hoo. Keduanya saling tatap dan membicarakan sesuatu, ia benci fakta bahwa ia tak bisa mendengarkan dan tidak menyukai suasananya.
Yoon Hoo bertanya kenapa Nae Il bermain sendirian bukan di kelas latihan.
Nae Il mencoba tersenyum, meski senyumnya menyiratkan kesedihan. Yoo Jin melihat hal itu dan segera pergi.
Nae Il melihat bayangan Yoo Jin yang sudah pergi, ia terkejut dan mengejarnya.
Yoon Hoo melihatnya dan tersenyum.

Nae Il mengejar Yoo Jin yang berjalan dengan cepat. Naeil memanggilnya orabang dan Yoo Jin berhenti tanpa berbalik. Nae Il tersenyum dan mengatakan kalau tadi ia sedang berlatih. Ia berlatih sendiri dan bisa melakukannya. Ia berlatih dengan giat.
Yoo Jin sedikit menunduk, ia merasa bersalah. Nae Il bicara lagi tapi ia memotongnya dan menyuruhnya berhenti.

Yoo Jin berbalik, Nae Il tak bisa menatap wajah Yoo Jin. Yoo Jin berkata, Jangan ikuti aku.  Kenapa kau selalu saja mengikutiku dan membuatku khawatir? Kenapa kau mengikutiku kesini dan membuatku kesal?
Yoo Jin mengatakannya setengah berteriak sehingga Nae Il kaget, ia cukup shock.
Keduanya diam sejenak. Nae Il kemudian bicara, awalnya ia memanggil Yoo Jin dengan orabang, tapi menggantinya dengan sunbae, ia bertanya apakah ia salah?
Yoo Jin yang biasa di panggil orabang cukup terkejut dalam wajahnya yang tenang.

Yoo Jin menutup matanya dan menghela nafas. Nae Il dengan polos bertanya lagi,  apakah aku membuatmu kesal?
Yoo Jin menatap Nae Il dengan tatapan dingin tapi bukan tatapan marah.
Nae Il mengatakan kalau ia tak tahu kenapa Yoo Jin marah, dan ia meminta maaf, Mianhaeyo~
Yoo Jin menghela nafas lagi. Ia kembali menatap Nae Il. Kali ini ia mengulurkan tangannya, kemarilah?

[Schumann Kinderszenen Op. 15: VII Träumerei]
Nae Il terkejut. Ia ragu-ragu melangkahkan kakinya sedikit demi sedikit, mengulurkan tangannya ragu ragu.

Yoo Jin menghela nafas lagi dan menarik Nae Il kepelukannya. KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!
Nae Il sangat sangat terkejut. Ia masih tak percaya dan membelalakkan mata, ia memandangi Yoo Jin dan menunduk tak percaya.
Apalagi Yoo Jin menepuk-nepuk bahunya dan mengelusnya. Nae Il merasa sangat gugup.
Yoo Jin menutup matanya, keningnya berkerut untuk membuat Nae Il nyaman. Aku rasa ia juga tak tahu kenapa ia melakukan hal itu, tapi setidaknya ia menyesal karena bersikap dingin pada Nae Il saat Nae Il sedang sedih tadi.

Yoo Jin melangkahkan kakinya san menyuruh Nae Il jangan senang dulu. Ia melakukannya karena cuacanya makin dingin dan hari makin gelap, jadi ia khawatir Nae Il akan terpeleset. Ia melakukannya agar Nae Il tidak terjatuh lagi.
Nae Il tak berkata apa-apa, ia diam saja sementara Yoo Jin mulai bicara untuk mengalihkan kegugupan.
ALASAAAN ALASAAAAN! Cari aja banyak -banyak bang~ kekkekekeke
Suka suka suka!!!

[Bach Suite For Cello Solo No. 1 in G Major: I. Prelude]
Yoon Hoo sedang di kamarnya, ia membaca score dan memegang tangan kirinya, ia juga melihat cello-nya.
Ia tersenyum. Ia mengambil ponselnya dan menulis catatan. No. 5. selama jarinya mengizinkan, ia akan bermain cello lagi,
Yoon Hoo membayangkan sesuatu dan tersenyum.

4 sekawan dalam perjalan pulang. Soo Min masih excited dengan timpanist yang ia idolakan. Ia dan Nae Il berteriak-teriak dalam mobil entah kenapa. HAHAHHAH.
Yoo Jin yang pusing menyandarkan kepalanya ke depan mobil, tapi karena sangat sangat sangat berisik, ia akhirnya harus berteriak menyuruh keduanya diam. Ia mengatakan mereka bisa menceritakanya sesampainya di rumah nanti. Ia memberi Nae Il makanan agar diam. Nae Il juga ingin memberikan Yoo Jin makanan, tapi ia tak mau. Bahkan Yoo Jin melarang mereka memberikan Il Rak makanan karena ia harus fokus menyetir, HAHHAHA.

Di cafe ibu Yoo Jin, Min Hee sedang bersih-bersih meja. salah satu dari duo sekawan oboe-clarinet datang mendekati Min Hee menawarkan bantuan. Tapi Min Hee menolak karena ini memang sudah tugasnya. Tiba-tiba salah satu dari duo juga datang dan bertanya pada Min Hee apa lagi yang bisa ia bantu, ternyata yang satunya sudah kerja disana, HAHAHHAHHA.
Begitu keduanya saling menyadari, mereka bicara diluar.

Mereka berselisih dengan Nae Il yang berkunjung ke sana untuk melihat Min Hee dan juga kerja. Keduanya berpelukan lucu. Nae Il membawakan makanan untuk Min Hee, MIn Hee senang karena ia sedang lapar.
Tujuan Nae Il kesitu terutama adalah menanyakan apa benar Chae Do Kyung pacaran dengan anak Bos Min Hee. Min Hee meyakinkan, karena Do Kyung dan Bosnya sudah seperti menantu dan mertua.
Nae Il sangat senang, mereka berdua melakukan gerakan tepuk kanan tepuk kiri dan akhirnya terjatuh. Gerakan apa sih itu?

Min Hee kemudian meminta Nae Il menceritakan tentang festival musik, apakah Nae Il banyak belajar disana?
Nae Il hanya tersenyum ia mengalihkan pembicaraan dengan mengatakan kalau Orabang makin baik padanya, Orabang bahkan menepuk kepalanya. Ia mencontohkannya, Min Hee iri dan kepengen juga, mereka saling mneyentuhkan kepala dengan lucu., HAHHAHA.
Ibu Yoo Jin tiba-tiba datang dan bertanya siapa yang menepuk kepala Nae Il.
Min Hee segera pergi untuk lanjut kerja. Nae Il tersenyum malu dan mengatakan kalau orabangnya yang menepuk kepalanya. Ia juga berterima kasih karena ibu Yoo Jin memberinya waktu cuti jadi ia bisa liburan. Nae Il kemudian berlari kedalam untuk bersiap kerja part-time.
Ibu Yoo Jin menganggap Nae Il aneh, tapi ia senang asal Nae Il baik.

Yoon Hoo ada di mobil dalam perjalanan menuju Seoul. Sopirnya bertanya kenapa tiba-tiba dia mau ke seoul, padahal ibunya pikir Yoon Hoo akan pulang hari ini.
Yoon Hoo mengatakan ia menemukan sesuatu yang menarik. Yoon Hoo sibuk menulis catatan di ponselnya. Catatan No. 6, pacaran dengan wanita teraneh yang pernah aku temui.
WOW. Ia senyam senyum.

Yoon Hoo di ruang Song Mi Na. Yoon Hoo akan jadi murid pertukaran pelajar, ia ingin mereka menganggapnya seperti murid biasa. Yoon Hoo adalah jenius cello, murid Julliard, Mi Na masih tak percaya dia mau kesekolah mereka. Yoon Hoo mengatakan ia bosan dengan kompetisinya. Ia ingin sekali saja menikmati musik dengan orang seusianya dan tidak bersaing.
Mi Na mengangguk mengerti.
(BTW, cocok nih kalau dia sama Do Kyung aja kekekke).

Il Rak ada di restoran ayahnya, ia mengintip sesuatu eh seseorang yang tak lain adalah Jung Shi Won.
Il Rak senyam senyum ga jelas melihat Shi Won makan bersama 2 temannya. Ia berubah kesal saat Sun Jae berani mengambil remah di wajah Shi Won dan senyum lagi saat Shi Won menolaknya.
Il Rak akhirnya kehilangan kewarasannya di depan cinta.HAHHHA.
Ayah Il Rak melihat puteranya, ia melihat 3 orang itu dan kesal karena mereka makan lagi, mana ia tak boleh mengusir pelanggan.

Il Rak terkejut, tentu saja ia tak ingin ayahnya mengusir gebetannya. Tapi ayah Il Rak keburu benci sama Shi Won yang pernah menghina Il Rak dulu, ia kesal dan menganggap Shi Won bukan wanita, karena menurutnya wanita harus lembut. Ayahnya makin ga suka saat Jae Yong menyuapi Shi Won.
Il Rak mencoba mengubah pemikiran ayahnya mengatakan kalau mereka memang orkestra yang sedang bersaing. Tapi ayahnya tetap membenci mereka.
Ayah Il Rak memandang puteranya dan dengan lucu menyuruh Il Rak latihan dengan gaya merengek dan menggoyangkan badan HAHHAAHHAHA.
Il Rak yang tak ingin kehilangan kesempatan bertemu Shi Won menawarkan untuk mengantarkan pesanan.
Ayah Il Rak malah khawatir puteranya jatuh membawakan pesanan. LOL.

Il Rak berdiri di tiang dibelakang Shi Won. Sun Jae dan Jae Yong melihatnya. Mereka berdua tertawa. Shi Won berbalik dan melihat Il Rak, ia bertanya kenapa Il Rak disana. Il Rak dengan sangaaaat gugup mengatakan ada yang ingin ia katakan pada Shi Won. Shi Won bingung, menyuruh Il Rak mengatakannya saja, rileks.
Il Rak khawatir karena ada dua teman Shi Won disana, ia memilih untuk berbisik di telinga Shi Won.
Il Rak membisikkan sesuatu yang membuat dahi Shi Won berkerut. Setelah itu Il Rak cepat-cepat lari ke sebalik tiang lagi.
KEduanya heran dan bertanya apa yang dikatakan Il Rak.
Shi Won masih bingung dan mengatakan Il Rak bilang kalau dia tidak cabul (pervert).
Keduanya tertawa dan mengatai Il Rak aneh. Il Rak sendiri puas dengan hal itu, ia tenang setelah mengatakannya pada Shi Won, LOL.

Prof. Do mengantar dokumen keluhan Festival Yoon Yi Song tentang siswa mereka yang membuat kekacauan.
Mereka sangat kecewa, Seol Nae Il tak pernah masuk kelas master, Yoo Il rak tak pandai bermain, Ma Soo Min yang melemparkan tongkatnya dan Cha Yoo Jin...
Mi Na terkejut, bahkan Cha Yoo JIn juga?
Prof. Do mengatakan smeua dewan sangat kecewa.
Mi Na khawatir.

Bu Direktur alias ketua dewan yang sombong dan menyebalkan itu datang saat rapat dewan. Stresemann juga ikut rapat. Ibu itu menyinggung soal Stresemann yang belum memberi votingnya.
Stresemann kemudian berkata, lalu apa aku harus mengumumkannya sekarang? Apakah aku memilih A atau S? Ibu menyebalkan itu mengiyakan.
Tapi karena pertemuan ini untuk membahas Yoo Jin dan teman buangannya, ia ingin hal itu dibahas dulu. 
Entah kenapa bu direktur tak suka Stresemann ikut memanggil mereka siswa buangan.
Stresemann melawan, bukankah kalian semua memanggil mereka begitu?
Si ibu menyebalkan terdiam.

Mereka mulai membahas masalah sebenarnya. Prof. Do bertanya kenapa Stresemann merekomendasikan mereka berempat. Stresemann berkata, tentu saja mereka harus dihukum jika mereka bersalah, bahkan siswa hebat juga akn dihukum. Kalau tahu begini aku tak akan mengizinkan mereka.
Mi Na tak mengerti dan bertanya maksudnya.
Stresemann mengatakan ini tentang interview.
semuanya terkejut.

Yoo Jin sedang ganti baju diatas, Nae Il naik sambil membawa minuman. Ia mengatakan mulai sekarang ia yang akan mengurus kebutuhan Yoo Jin. Ia menyuruh Yoo Jin meminum minuman yang ia bawa sekali teguk. Yoo Jin hanya tersenyum dan meminumnya,.
Nae Il bahkan terpesona melihat Yoo Jin minum, Yoo Jin mneyuruhnya diam. Ia menyuruh Nae Il jangan masuk rumahnya seenaknya dan menyuruhnya pulang. Nae Il mengiyakan tapi setelah ia makan.
Nae Il bahkan mengelus pundah Yoo Jin dan mencubit pipinya sedikit.
Yoo Jin agak kesal tapi ia tak bisa apa-apa. Nae Il turun ke bawah.
Yoo Jin betyanya-tanya kenapa kakek tua itu menyuruhnya berpakaian rapi.

Nae Il dan Yoo Jin di kampus. Nae Il sibuk mengikuti Yoo Jin dan memperbaiki pakaian Yoo Jin dengan sesuatu, tapi tiba-tiba ada seseorang yang menyapa Yoo Jin. Nae Il waspada dengan orang lain yang mengenal orabangnya. Wanita itu menyapa  Yoo Jin tapi Yoo Jin tak ingat. Nae Il ingat kalau wanita itu ia temui di Festival Yoon Yi. Wanita itu adalah reporter Ji Yeon. Ia ingin mewawancarai Yoo Jin. Yoo Jin kesal, ia tak suka diwawancara hanya karena dia anak Cha Dong Woo. 
Ji Yeon tersenyum, sepertinya Stresemann belum memberitahu Yoo Jin kalau interview hari ini, Yoo Jin akan menggantikan Stresemann, interview tentang anggota Festival Yoon Yi.
Nae Il dan Yoo Jin heran.

Kembali ke ruang rapat, stresemann mengatakan interview ini akan sangat membantu, sebagai murid Stresemann juga ketampanan Yoo Jin. Prof Ahn tersenyum tertahan.
Ibu direktur kesal dengan kata-kata Stresemann, Ia mengatakan sesuatu tentang Yoo Jin harus dihukum kalau interviewnya menyangkut kampus.
Stresemann menyinggung, Kau  memang sengit kalau soal keuntungan.
Bu direktur marah dan meninggukan suaranya, menyuruh Stresemann menjaga omongannya.
Stresemann masih menantang, Jangan membuat musik untuk ladang keuntungan, jika kau masih melakukannya aku akan menghancurkan kehormatanmu yang sangat berharga itu.
YAIKSSSS!! Tetiba semuanya menjadi tegang. Good Job! Franz!

Stresemann berjalan di sekitaran kampus dan Mi Na mengejarnya. Stresemann minta maaf karena mengatakan hal itu. Tapi MI Na mengatakan ia sudah menunggu lama ada yang mengatakan hal seperti itu pada ibu direktur. Tapi ia ingin Stresemann segera membuat keputusannya, apakah memilih A atau S-Oke. Karena kalau tidak maka keduanya bisa saja dibubarkan.
stresemann mengatakan pada Mi Na kalau bukan ia atau Mi Na yang menentukan, ini masalah waktu, mereka yang bisa memutuskan sendiri.

Prof Do mengantar bu direktur ke tempat parkir.
Bu direktur ingin menyingkirkan Stresemann secepatnya, setelah festival selesai. Ia begitu membenci Stresemann.
Wih menakutkan, semoga pRof. Do ga mau.

Yoo Jin yang sedang di wawancraa di restoran ayah Il Rak terkejut karena ia akan mengadakan pertunjukan piano. Nae Il mendekati Yoo Jin dan mengatakan pada reporter kalau permainan piano Yoo Jin sangat bagus.
Yoo Jin masih bertanya apakah stresemann benar-benar mengatakannya?
Reporter meniyakan, Nae Il sangat senang dan bahkan bertepuktangan.
Yoo Jin berfikir dan bertanya apa yang akan ia mainkan, reposrter menjawab piano duet 'Grieg' dan konduktornya adalah Stresemann sendiri.
Nae Il excited dan mengelus bahu Yoo Jin.
reporter pikir ia mungkin salah, tapi Yoo Jin mengiyakan, tentu saja ia mau bermain piano dengan arahan Maestro Stresemann, ini adalah pertunjukan yang dinantikan.

Tiba-tiba reporter bertanya apakah Yoo Jin sudah punya pacar.
Nae Il excited menunjuk dirinya sendiri. Tapi kemudian Do Kyung datang menganggu wawancara dan duduk disamping Yoo JIn. Nae Il kesal dan berdiri diantara mereka. Reporter bertanya siapa gadis itu, Nae Il menjelaskan kalau Miss Han Eum adalah mantan pacar Yoo Jin dan ia adalah pacar Yoo Jin sekarang.
Nae Il bahkan menempelkan wakahnya di pipi Yoo Jin. Lucunya Yoo Jin diam saja.

Reporter lebih tertarik dengan Miss Han Eum dan menyuruh kameramen merekamnya. Nae Il tak mau kalah, ia tetap disamping Yoo Jin menempel dan melakukan gerakan lucu. Reporter menyuruhnya minggir.
Do Kyung tersenyum. Nae Il kesal, kenapa ia yang harus pergi.
Do Kyung mengatakan ia saja yang pergi, mereka sekarang hanya sekedar teman saja.
Ia kesana tadi hanya untuk menyapa, ia pun permisi pergi. Nae Il yang kesal mendorong Do Kyung pergi.
Ayah Il Rak disana sejak tadi mengamai Do Kyung, Ia menyukai Do Kyung dan merasa cocok untuk Il Rak. LOL.

Stresemann dan Yoo Jin sedang berdiskusi mengenai Yoo Jin yang harus menjaga tempo, bagi seorang komposer, style panggung juga penting, tapi yang lebih penting adalah mengidentifikasi kecepatan orkestra dan permainan anggota. Kesehatan juga penting, seorang konduktor tak boleh kehilangan gerakan dan bla bla bla 
Yoo Jin mengerti, ia harus menjauhi alkohol. Stresemann kesal karena Yoo Jin tersenyum mengejeknya.
Stresemann juga mengatakan musk Viera itu membosankan, tapi Yoo Jin mengatakan banyak pendapat bilang musik Viera justru sangat hebat. Stresemann tidak setuju karena Viera sudah tua dan musiknya sunyi.
Yoo Jin memainkan tangannya di mulutnya, Stresemann berkata kalau dirinya tidak tua, hanya bertambah dewasa, HAHHAHAHAHHA.
Yoo Jin hanya mengiyakan dengan senyuman mengejeknya.
Stresemann bertanya lagi, Kau tidak menganggap seorang konduktor berdiri di podium bisa meremehkan anggotanya bukan?
Yoo Jin menjawab, ini adalah kesempatanmu untuk mengenal anggotamu.
Stresemann membalas, Jika kau sudah tahu, belajarlah lebih ramah lagi.
Tiba-tiba keduanya tertawa bersama. Pertama kalinya Yoo jin tertawa terbahak-bahak. BTW sejak kapan mereka jadi sedekat ini?

Yoo Jin membersihkan meja Stresemann saat stresemann bertanya, Jika kau jadi aku, orkestra mana yang akan kau pilih, A-Oke yang sudah punya pengalaman dan bakat atau S yang memiliki perasaan yang bebas?
Yoo Jin berfikir. Stresemann menyuruhnya memikirkan jawabannya.

Nae Il sedang duduk di luar membuka sebuah buku. Ia bingung padahal sebentar lagi akan ujian, mana banyak yang harus di hapal. Ia menunggu Yoo Jin keluar tapi tak keluar-keluar.
Yoo Jin berjalan keluar kantor Stresemann dengan banyak pikiran di otaknya, terutama tentang A-Oke dan S-Oke. Nae Il melihatnya dan berlari kearahnya, meminta Yoo Jin mengajarinya untuk ujian, ia takut tak lulus.

Tapi Yoo Jin tidak mendengarkan. Ia memikirkan Orkestra mana yang tepat. Tidak. Musik mana yang tepat. Ia membayangkan penampilan A-Oke, Musik klasik dengan irama dan harmoni yang sempurna dan dimainkan sempurna. Perhitungan yang sempurna dan sesuai harapan, Tapi penampilannya juga tidak kalah, Apakah musik yang menyenangkan tidaklah penting? Musik klasik yang tak biasa dengan perasaan bebas dan berdasarkan kesukaan penonton.

Dan rupanya dari tadi Nae Il terus bicara dan Yoo Jin tak mendengarkannya. Nae Il sadar dan heran melihat Yoo Jin menung. Ia memanggilnya Sunbae dan menggoyangkan tangan Yoo Jin agar sadar.
Yoo Jin menyuruhnya diam karena ia sedang berfikir.
Nae Il kecewa, kau selalu saja berfikir dan tak mau main denganku.
Nae Il yang cemberut kemudian tersenyum lagi, ia bertanya lagi, kau makan apa hari ini?
Yoo Jin yang terlalu sibuk berfikir bahkan tak peduli dan malah mendorong Nae Il sampai terjatuh.
Nae Il shock.

Yoo Jin masih saja berfikir. Nae Il masih terduduk di tanah dan sedih. Ia berteriak, ia akan memaafkan Yoo Jin kalau Yoo Jin kembali padanya dalam hitungan ketiga.
Hana.
Dul.
Dua setengah.
Dua setengah seperempat.
Yoo Jin masih berfikir dan berfikir.
Nae il mulai khawatir karena sebentar lagi hitungan ke tiga.

Tiba-tiba seseorang mendekatinya dan berkata, Kalian tetap saja berdua.
Nae Il mendongak, Lee Yoon Ho ada disana. Ia mengulurkan tangannya tepat saat Yoo Jin berbalik ke arah Nae Il. Yoo Jin terkejut.

Nae Il menatap Yoon Hoo dan Yoo Jin. Ia ragu apakah harus menyambut tangan Yoon Hoo atau tidak. Tapi akhirnya memutuskan menyambut tangan Yoon Hoo.
Yoon Hoo membantunya berdiri.
Yoo Jin melihat keduanya dengan tatapan kesal.

Yoon Hoo menatap Yoo Jin dan berkata, Kau mungkin tidak merindukanku.
Ia gantian menatap Nae Il, mengatakan hal yang sama dalam nada bertanya, Kau, apa kau tidak merindukanku?
Nae Il terdiam, ia menatap Yoon Hoo.

Yoo Jin melihat hal itu tak tinggal diam, ia berjalan mendekati mereka dan menarik Nae Il kepelukannya.

Nae Il terkejut. Ia mengedipkan mata tak percaya. Yoon Hoo tersenyum tapi kemudian menatap Yoo Jin dengan tatapan tak mau kalah. Yoo Jin menatap Yoon Hoo dengan tatapan menantang seolah-olah mengatakan kalau ia milikku.

-END-

Komentar :

Cha Yoo Jin ini ya! Kalau ga ada orang ketiga, selamanya dia akan memperlakukan Nae Il seperti itu. Jadi meskipun saingan dengan Yoo Jin, mari kita beri applause untuk Lee Yoon Hoo *prok prok prok
Bete banged sama adegan terakhir ini, Nae Il ngomong panjang lebar dicuekin. Kalau gitu aja sih nggak apa-apa, masa sampai didorong jatuh gitu. Wah, kalau aku udah kabur aja tuh.
Untungnya ada si ganteng Yoon Hoo yang mengulurkan tangannya untuk Nae Il.  Aku suka Lee Yoon Hoo ini, selama dia memakai cara adil untuk mendapatkan Nae Il kkekkekekeke.

Tapi di episode ini beneran sweet banged!!!!
Kisah cinta dan skinsip lebih kelihatan. Thanks to Lee Yoon Ho yang datang disaat yang tepat dan mulai menyukai Nae Il sehingga Yoo Jin makin yakin perasaannya pada Nae Il. Saat melihat Nae Il bersama Yoon Ho jelas dia cemburu, karena selama ini NAe Il tak pernah mengikuti pria manapun selain dirinya. Apalagi melihat keduanya berdua di ruang piano, ia pergi karena cemburu, kekkekekeke.
Pasti dia merasa kesal saat NAe Il mengikutinya, itu karena makin mmebuatnya sadar perasaannya. Aku meluhat betapa terlukanya Yoo Jin saat Nae Il berhenti memanggilnya Orabang T____T
Tapi kan akhirnya so sweet XD XD
Dan lagi, Yoo Jin nggak menolak saat Nae Il mengatakan kalau dia pacar Yoo Jin kan ya?
Apakah tanpa penolakan itu berarti mereka pacaran? Maunyaa~

Yang aku takutkan begitu remake ini dibuat adalah masalah percintaannya. Karena drama korea terkenal makjang dengan masalah percintaan, aku taku akan ada tokoh yang benar-benar jahat karena cinta. Kalau aku lihat dari awal sih aku menyangka itu Do Kyung. Tapi aku suka meskipun Chae Do Kyung masih suka sama Yoo Jin, dia tidak mengganggu Nae Il dengan jahat. Ia hanya menggunakan pesonanya dan membuat Nae Il cemburu. Tapi didalamnya dia baik kok, aku senang saat dia mengatakan pada reporter kalau mereka hanya berteman. Aku berharap dia akan seperti itu selamanya, tidak memaksakan karena keluarga mereka dekat.
Dan aku rasa Lee Yoon Hoo juga bukan tipe yang jahat. Aku rasa dia jadi 2nd Lead Male yang baiiik. Dan aku akan sangat bahagia kalau dia berakhir sama Do Kyung. Mereka cocok. Do Kyung cantik, Yoon Hoo ganteng. Sama-sama keluarga kaya. Dan Do Kyung mencari orang jenius, Lee Yoon Ho juga jenius,. Klop lah.

Aku suka kisah percintaan didrama ini cukup banyak dan menghibur. Diiringi dengan nuansa musik klasik yang romantis, rasanya tiap momen berkesan karena ada musiknya. Kisah cinta utama memang Nae Il - Yoo Jin - Do Kyung dan Yoon Hoo. Tapi penghibur lain adalah IL Rak dan Shi Won. Kayaknya mereka akan jadi pasangan lucu. Kalau di versi Jepang ga terlalu dibahas dan tetiba langsung aja pacaran setelah tidur bersama, jadi momennya kurang. Nah kalau yang versi Korea bikin penasaran. Gimana akhirnya Shi Won bisa jatuh cinta ya? Kisah cinta Choi Min Hee dan duo oboe clarinet juga seru. Sayangnya aku belum bisa bedain keduanya dan namanya aja belum tau. Hehehhhehe.
Tapi keduanya lucu banged, suka sama Mini Min Hee. Aku punya feeling mereka akan selamanya begitu sampai drama berakhir. Kekekekeke.

Entah ini ada hubungannya atau tidak, tapi opening Lesson 6 berubah dari 5 epsiode awal, aku sih tertariknya dengan ada bunga-bunga pink menunjukkan kalau hubungan Nae Il dan Yoo Jin mulai berkembang. Atau bunga-bunga itu menunjukkan cinta sudah mekar diantara para pemain hehehehhe.
Suasana kampus juga berubah seiring musim berganti. Diawal episode terasa aura hijau dan sekarang masuk musim gugur dan auranya berbeda. Suka sekali dedaunan pohon di kampus berubah warna menjadi kuning, oranye dan merah. Romantis.
Apalagi lokasi adegan terakhir, cantik banged >.<

Tokoh utama dalam drama ini punya masalahnya sendiri. aku menyukai hal itu. Slice fg Life nya kelihatan. Nae Il dan Yoo Jin dengan traumanya, Do Kyung yang selalu berusaha keras tetap tak bisa jadi yang terbaik dan Yoon Ho yang bosan dengan kompetisinya. aku suka menggali masa lalu mereka dan semoga saja digali lebih dalam. Aku berharap mereka berempat slaing mendukung sehingga ketakutan mereka bisa rubuh dan berhasil dalam jalannya masing-masing. Akan sangat mengharukan jika mereka reunian suatu hari nanti setelah berpisah dan sukses. Tapi kayaknya imajinasiku ketinggian, aku sih berharapnya semuanya reunian membawa anak masing-masing, HAHAHAHHA.

Aku juga shock cara Prof mengajarkan piano apa memang begitu?
Boleh kah memukul dengan menggunakan kayu begitu?
Kalau suaranya keras dan berteriak marah sih masih mending, tapi dengan kayu lhoooo.
Prof Do juga melakukan hal yang sama, tapi dengan kipas kertas.
Wah, kalau pukul memukul jadi ingat pas SD, pernah dipukul tangannya gegara salah jawaban matematika,kekkeke.
Trauma Nae Il juga karena itu, selain dipukul, Nae Il kecil juga dipaksa main piano, makanya ia tak suka ikut kompetisi yang pasti harus menuntutnya sempurna.

Sedikit komentar cara Shim Eun Kyung main piano masih kalah sama versi jepang. Aku perhatikan kelihatan sekali kalau jari Shim Eun Kyung tidak menekan tuts piano. Dan cara pengambilan gambarnya juga kurang.
Kalau di versi Jepang, jari Ueno memang menyentuh tuts, entah itu nada yang benar atau tidak, tapi aku salkut dia bisa mengikuti dan seolah dia yang bermain. Aku sih berharap pihak produksi memperbaiki hal ini, biarin aja Shim Eun Kyung menekan tuts entah itu salah atau benar, tapi kelihatan seperti bermain. Karena terlihat jelas kalau dia tak menekan tuts, jadi agak gimanaaa gitu~
Cerita Cantabile Tomorrow mulai minggu ini memang sudah jauh berbeda dari versi jepang. Jadi aku menantikan apa yang akan terjadi di episode selanjutnya.
Semoga lebih mendebarkan yaaa

Sinopsis and Screencapture by Hazuki Airin

Do NOT Repost in without Credits!
DO NOT Copy Paste in Other Site!


1 comments:

  1. Yoo jin so sweeeeeeeeeeetttt! Ga ada yg ngalahin deh..
    Aku selalu senyam senyum sendiri wktu baca moment Yoo_il. Kkkkkk
    Smgat terus ya tulis sinopsis ny!!!!

    ReplyDelete

 

Random Post

Clover Blossoms Fanpage

In My Radar

Watching :
- We Married as A Job
- Jimi ni Sugoi!
- Weightlifting Fairy
- Goblin
- The Legend of The Blue Sea
- Father I'll Take Care of You
- Beppin-san
- Gochisousan

Waiting Drama:
- Miss in Kiss

Waiting Movies:
- One Week Friends
- Your Lie in April
- Aozora Yell
- Itakiss Movie

Favorite Song This Time :
- Red Cheek Puberty - Galaxy
- Ben - Foggy Road
- Twice - Next Page
- Utada Hikaru - Hanataba wo Kimini
- LYn - Love Story