[Sinopsis] Naeil do Cantabile Episode 1 Part 1

Tomorrow Cantabile Episode 1 Part 1
------------------------------------------------------------

"Setiap kali aku memikirkan masa kecilku, hal yang pertama terlintas di pikiranku adalah jalan-jalan Eropa. Seolah-olah udara merangkul musik klasik, melodi klasik terdengar disetiap sudut jalan. Aku melihat banyak konser di Eropa bersama ayahku yang seorang pianis, tapi konser terbaik yang aku lihat adalah di Korea. Sebastian Viera. Saat dia melambaikan tongkatnya, aku tahu, pria ini akan menjadi guruku seumur hidup."
[Music : Mozart Divertimento in D Major KV 136]

Alunan musik klasik terdengar di seluruh jalanan di Eropa. Seorang anak sedang berlari di dijalanan, membawa sebuah tas menikmati pagi Eropa menuju sekolah musiknya. Dia adalah Cha Yoo Jin, putera pianis terkenal Cha Dong Woo. Sejak kecil Cha Yoo Jin diharapkan akan mengikuti jejak ayahnya, menjadi pianis terkenal. Tapi saat melihat sebuah konser musik klasik di Korea, impiannya berubah. Ia jatuh cinta pada musik klasik dan kondukting. Sebastian Viera, konsernya telah mengubah impian Yoo Jin untuk menjadi seorang konduktor.
[Maurice Ravel - La Valse]

Cha Yoo Jin kecil menyelinap masuk ke aula latihan konser Sebastian Viera. Viera menghentikan latihannya karena ada nada false. Cha Yoo Jin muncul dari persembunyiannya dan berteriak kalau nada biola false. Viera tertarik dengan Yoo Jin dan seorang violin mengatakan kalau Yoo Jin adalah putera pianis Cha Dong Woo.
Yoo Jin memperkenalkan dirinya. Sejak saat itu Yoo Jin selalu hadir di latihan Maestro Viera. Dan tiba saat Maestro akan kembali ke Eropa. Sebelum berpisah, Maestro memberikan tongkat konduktornya pada Yoo Jin dan berjanji akan menunggu Yoo Jin di Eropa.

Waktu berlalu. Tongkat Maestro Viera masih menjadi benda berharga bagi Cha Yoo Jin (Joo Won) yang kini berusia 23 tahun. Ia memandangi tongkat Maestro Viera dan bertanya pada dirinya sendiri, sekarang, apa yang sedang ia lakukan di Korea.

~Naeil's Cantabile Lessons 1~
[Music : Beethoven Symphony No. 3 in E-Flat Major Op. 55 "Eroica"]

Cha Yoo Jin dengan t-shirt putihnya berjalan menuju kelas pianonya di sekolah musik klasik. Ia menarik perhatian para mahasiswi karena ketampanannya, cowok cool. Para mahasiswi mulai bergosip dan melelehmelihat Yoo Jin lewat. Hampir semua mahasiswi perempuan terpesona dengan ketampanan Yoo Jin dan sepertinya Yoo Jin menikmati pujian itu. Bahkan ada yang bilang kalau ia tidak bisa kencan karena Yoo Jin, menurutnya semua pria seperti gurita kecuali Yoo Jin, parahhhh.
Sementara itu Yoo Jin terus melangkah dan telinganya tertuju pada beberapa orang yang memainkan alat musik, dalam kepalanya ia protes mengenai cara orang itu memainkan alat musik, yang false lah, yang nadanya ketinggian lah, yang kerendahan lah, ckckkckc.
Ia hanya bisa mengenyit dan geleng-geleng kepala pada semuanya.

Yoo Jin berhenti didepan papan pengumuman Konser Maestro Viera di Berlin.  Saat akan pergi, matanya tertuju pada pengumuman bahwa salah seorang mahasiswa kondukting Han Seung Oh mendapat beasiswa untuk kuliah di Berlin.
Han Seung Oh yang duduk disana melihat Yoo Jin dan dengan sedikit sombong mengatakan jika Yoo Jin ke Jerman, Yoo Jin bisa menghubunginya, ia akan membantu Yoo Jin bertemu Maestro Viera. Yoo Jin tidak suka dengan hal itu, apalagi dengan sombong Seung Oh mengatakan kalau ia akan menjadi murid MAestro Viera.
Seung Oh lalu pergi setelah menepuk punggung Yoo Jin. Yoo Jin hanya bisa menghela nafas kesal, kemudian mengibaskan bahunya.

Yoo Jin mengikuti kelas pianonya. Pagi itu ia merasa sangat kesal, jadi mempengaruhi permainan pianonya. Ia memainkannya dengan penuh emosi dan seolah-olah ia sedang tersesat dalam hutan.
Yoo Jin berkata dalam hati, Maestro Viera, apa yang harus aku lakukan? Aku merasa seperti tersesat dan kehilangan jalanku.
[Music : Grieg Piano Concerto in A Minor Op. 16]

Profesor Do Kang Jae (Lee Byung Joon) yang sejak tadi ada disamping Yoo Jin sudah geleng-geleng melihat Yoo Jin yang bermain piano dengan kekesalan, dan akhirnya memukul kepala Yoo Jin dengan kipas miliknya sambil berteriak, sampai kapan kau akan terus begini? Kau pikir musik bisa kau mainkan sesuak hatimu?!
Yoo Jin hanya bisa diam saja. Rupanya Yoo Jin punya jadwal konser piano sebentar lagi. Prof. Do kemudian melihat sesuatu di buku musik Yoo Jin, Nada Full Score, dan heran kenapa seorang pianis punya buku nada Full Score (biasanya Full Score hanya dimiliki Konduktor, karena berisi nada-nada dalam orkestra, piano tidak masuk dalam orkestra).
Prof. Do melihat nada itu dibuat oleh Yoo Jin dan menebak Yoo Jin ingin masuk ke jurusan Kondukting Musik.  Prof. Do kesal dan melempar nada full score milik Yoo Jin dan berserakan. Ia mulai memarahi Yoo Jin yang tidak mendengarkan arahan dosennya untuk konser nanti dan menebak Yoo Jin akan pindah jurusan dan mempermalukannya.

Yoo Jin mulai angkat bicara. Ia mengatakan tidak sekalipun ia bermain-main saat memainkan piano, karena panggung yang hebat akan berasal dari panggung yang teliti. Tidak seperti Prof. Do yang hanya menginginkan penghargaan saja, pelajaran yang sama untuk semua siswa, hanya sekedar mengajar agar siswanya bisa jadi sarjana.
Prof. Do kesal dan membantah kalau itu semua untuk kepentingan mahasiswanya, zaman sekarang sarjana itu penting. Tapi Yoo Jin hanya tertawa dan mengatakan itu hanya untuk kepentingan Prof. Do saja. Mahasiswa harus jadi sarjana agar status Prof. naik. Mereka berdua adu mulut lagi dan akhirnya Yoo Jin diusir keluar ruangan. Yoo Jin berjalan sambil mendengarkan celotehan Prof. Do.

Cha Yoo Jin sedang ada di taman kampus dan menulis surat pengunduran dirinya dari jurusan piano saat ia mendengarkan suara alunan piano yang lembut. Tidak seperti biasa, Yoo Jin selalu tidak suka dengan permainan musik siswa lain karena banyak salahnya, Yoo Jin tertarik dengan musik yang dimainkan oleh seseorang itu.
Karena penasaran, Yoo Jin mengikuti suara musik yang mengalun lembut sampai ke ruang latihan piano.

Seorang gadis sedang memainkan piano dengan penuh perhatian. Yoo Jin melihat gadis itu dari balik jendela, belum sempat ia melihat dengan jelas, seseorang memanggilnya.
[Music : Liszt Lieberstraum No. 3 in A Flat Major]

Chae Do Kyung (Kim Yoo Mi) ternyata melihat Yoo Jin dan memanggilnya. Yoo Jin berbalik dan menemui Do Kyung. Do Kyung langsung melihat surat Yoo Jin dan menebak Yoo Jin akan mengambil cuti lagi. Rupanya hal ini sudah sering terjadi, Do Kyung kelihatan sangat kesal dan merobek surat pengunduran diri Yoo Jin.

Sementara itu si gadis, Seol Nae Il (Shim Eun Kyung) terus memainkan pianonya (Liszt Lieberstraum No. 3 in A Flat Major) dengan lembut dan mengalun.  Ia begitu menikmati permainannya dan merasa sangat puas dengan permainan pianonya hari itu. 
Salah seorang temannya masuk dan bertanya apakah Nae Il tidak kerja part-time hari itu.
Nae Il dengan lucu berfikir dan akhirnya sadar kalau hari itu adalah hari kerja part-time-nya. Ia segera berlari keluar kelas.

 
Nae Il bekerja part time disebuah Taman Kanak-Kanak sebagai pendongeng dengan menggunakan piano. Ia bercerita sambil memainkan piano dan dengan ekspresi lucu, jadi anak-anak menyukainya.

Yoo Jin dan Do Kyung ada di bar. Yoo Jin menceritakan apa yang terjadi dengannya dan Prof. Do. Do Kyung meminta Yoo Jin segera minta maaf pada Prof. Do, bagaimana pun Prof. Do terkenal dengan mahasiswanya yang banyak memenangkan penghargaan. Lagi pula sebentar lagi Prof. Do akan jadi dekan.
Do Kyung juga mneyarankan Yoo Jin untuk pindah jurusan jika ia tak suka piano. 
Tapi Yoo Jin mengatakan gurunya hanya Sebastian Viera, guru disini tidak ada yang sebanding jadi ia lebih suka belajar sendiri. Do Kyung kesal karena Yoo Jin selalu mengatakan Viera dan Viera, lalu kenapa Yoo Jin tidak pergi ke Eropa saja menemuinya.
[Music : Tchaikovsky Symphony No. 6 in B. Minor Op. 74 "Pathetique" (Adagio-Allegro non troppo)]

Kilatan mata Yoo Jin berubah. Ia teringat sesuatu, kenangannya saat kecil. Ia naik pesawat bersama ibunya dan melintasi daerah badai, pesawatnya bergoncang-goncang dan Yoo Jin kecil ketakutan.
Yoo Jin menyadarkan dirinya dan segera minum bir lagi. Ia berusaha tidak mengingat hal itu. 

Do Kyung melihat hal itu dan menghela nafas. Yoo Jin terlihat menyedihkan dan meminta Do Kyung bersamanya malam ini. Do Kyung melihat Yoo Jin dengan tatapan kesal tak percaya, Do Kyung heran kenapa Yoo Jin jadi seperti ini. Ia mengatakan agar mereka tidak usah bertemu lagi.
Do Kyung akan pergi saat Yoo Jin menahannya. Tapi Do Kyung menepiskan tangan Yoo Jin.
Yoo Jin terlihat sangat kesal dan minum lagi. Ini hari yang siap bagi Yoo Jin.
*kekkekekekeke, Joo Won pas banged kalau peran marah, kesal >.<

 
Nae il pulang dari kerja part timenya, ia membawa bungkusan ramen dan sedang makan cokelat saat ibunya menelpon. Ibu Nae Il khawatir pada puterinya dan Nae Il mengatakan agar ibunya tak usah khawatir, ia mengunci pintu dengan baik dan selalu waspada. Dengan lucunya ia mengucapkan selamat malam pada ibunya dan tak lupa mengecup ponselnya, Aigooo~

Nae Il meminta maaf pada ibunya karena ia benar-benar tak tahan untuk tidak membeli cokelat, ia bahkan memakan cokelat terakhirnya dengan sangat lucu, menimkati gigitan terakhir sambil menutup mata, hehehehe
Begitu ia membuka mata, ia melihat sesuatu di depan apartemennya.

Nae Il mematung sejenak melihat Cha Yoo Jin tidur di luar apartemennya. Ia mendekati dengan hati-hati dan mulai berjongkok, menyentuh wajah Yoo Jin dengan telunjuknya sambil memangginya, sunbae, sunbae...
Tapi Yoo Jin tidak bangun. Nae Il menyentuh Yoo Jin lagi dan mencoba membangunkannya, karena Yoo Jin tidak seharusnya tidur di luar. Tapi Yoo Jin tidak bangun-bangun juga. Akhirnya ia memakai cara lama mencoba menggelitik Yoo Jin yang sedang tidur, menyentuh pinggang Yoo Jin sebanyak tiga kali, sayangnya Yoo Jin tidak terbangun juga dan malah bersandar di bahu Nae Il.

Nae Il membuka matanya dan melihat Yoo Jin dari jarak yang cukup dekat. Nae Il mulai menikmati hal itu dan tersenyum senang. Ia bergumam kalau Yoo Jin sangat tampan. Ia memeluk Yoo Jin dan memandangnya lagi, kali ini ia mengomentari kalau Yoo Jin wangi. Nae il kembali tersenyum mencurigakan karena sangat menikmati hal itu. apalagi saat Yoo Jin mulai kayak kucing yang merasa nyaman, merapatkan badannya ke badan Nae Il, Nae Il memainkan bibirnya, memonyongkan dan menepuk-nepuk Yoo Jin seolah-olah Yoo Jin adalah kucing yang lucu, HAHAHHAHAHAHAHAH. LOL.
[Music : Tchaikovsky Nutcracker Suite Op. 71: Sugar Plum Fairy]

Tiba-tiba kita melihat Yoo Jin ada di padang rumput, sedang berdiri dengan t-shirt putihnya menikmati alunan piano Liszt Lieberstraum No. 3 in A Flat Major yang lembut.
Di alam nyata, Yoo Jin membuka matanya dan sadar kalau itu alunan piano yang ia dengar di kampus kemarin. Ia perlahan membuka matanya dan melihat bayangan seorang gadis yang sedang memainkan piano.
Ia mulai semakin sadar dan melihat ke sekitarnya. Kesadaran Yoo Jin 100% kembali saat lengannya menyentuh botol lalu mulai terdengar suara lalat yang beterbangan.
Yoo Jin membelalakkan mata dan berterika kencang AAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!

Yoo Jin melompat dari tempat ia tidur tadi dan segera ke tempat yang ia rasa aman lalu menyadari dirinya tidak mengenakan baju, jadi ia tidak melepas selimutnya.
Nae Il dengan santai menyapanya dan bahkan membungkuk padanya.
Yoo Jin yang masih shock bertanya dimana ini? Apakah ini tempat sampah?
Naeil kesal sambil menggaruk kepalanya ia mengatakan kalau ini bukan tempat sampah, tapi rumahnya.
Yoo Jin makin shock, bagaimana ini bisa disebut sebuah rumah?
Ia melihat kesekitarnya dan bertanya lagi, kenapa ia bisa tidak memakai baju?

Nae Il memandangi Yoo Jin tidak percaya, Kenapa? Kau lupa?
Yoo Jin dengan yakin berkata kalau ia tidak ingat. Memangnya kenapa?
Nae Il tampak kecewa dan dengan wajah lucunya ia berkata, Mungkin kau tidak ingat kejadian semalam, atau kau hanya pura-pura lupa?
Yoo Jin shock dan merapatkan selimutnya, LOL. Ia tetap mengatakan tidak terjadi apa-apa.

Nae Il masih bertanya sambil berjalan mendekati Yoo Jin, Kau benar-benar tidak ingat? Apa yang terjadi semalam?
Yoo Jin mulai takut dan mundur, Nae Il makin dekat dan mengulurkan tangan untuk menyentuh Yoo Jin, Nae Il mengatakan, semalam kita.........
Belum sempat Nae Il menyelesaikan kata-katanya, Yoo Jin segera menepiskan tangan Nae Il sambil berteriak, Pergi sana, wanita jorok!
Yoo Jin masih sangat shock saat tiba-tiba muncul kecoak di dekat kakinya, ia beneran takut dan berteriak kencang sambil merapatkan selimutnya dan lari keluar rumah Nae Il. sementara Nae Il malah menyapa para kecoa, HAHAHHAHAHHAHHA.

Yoo Jin ada di luar apartemen Nae Il, ia melihat kesana kemari dan menyadari kalau apartemennya (301) sebelahan dengan apartemen Nae Il (302).
Yoo Jin yang masih shock segera masuk ke apartemennya dan mengunci pintu. Tapi kemudian ia membukanya lagi dan membuang selimut Nae Il.
Nae Il masih memanggil Yoo Jin dan bingung kemana Yoo Jin pergi, ia memungut selimutnya dengan bingung.

Yoo Jin adalah pria prefeksionis pencinta kebersihan tentu saja shock mendapati dirinya ada di tempat yang jorok. Ia bahkan langsung mandi, gosok sana, gosok sini,  ia berusaha meyakinkan dirinya kalau semua itu hanya mimpi, ia hanya mabuk dan terbangun di tempat sampah. Itu hanya mimpi yang mengerikan.
Lalu Yoo Jin mengingat wajah Nae Il lagi, wajah Nae Il yang lucu bagi kita tapi menyeramkan bagi Yoo Jin.
Naeil yang bertanya sepertinya Yoo Jin lupa atau malah pura-pura lupa.
Yoo Jin menggelengkan kepalanya, mengenyahkan Nae Il dari otaknya. Tapi wajah lugu Nae Il kebayang-bayang terus, HAHAHHAHAHA.
Yoo Jin kesal pada dirinya sendiri dan terus mensugestikan kalau dirinya lupa akan hal itu, tak ada yang perlu diingat. Tapi ia ingat lagi, kalau Nae Il memanggilnya 'sunbae' yang artinya Nae Il ada di sekolah musik yang sama dengannya.
[Music : Camille Saint-Saens Le Carnaval des Animaux: Aquarium]

Yoo Jin singgah di kedai kopi dan membeli kopi yang pahit dan bisa membuat terjaga. Rupanya Yoo Jin masih kepikiran, jadi ia minta kopi pahit siapa tahu bakalan terbangun dari mimpinya atau menyadarkan dirinya kalau itu hanya mimpi. HAHAHHAHA.

Para dosen sedang rapat. Prof. Do mengajukan kalau Yoo Jin harus di D.O dengan sikapnya yang seperti itu. Salah seorang dosen bingung kenapa mereka harus mengeluarkan anak pianis Cha Dong Woo. Tapi Prof. Do tidak mentoleransi dia mau anak siapa kek, kalau kelakukannya sudah melampaui batas maka harus gurudikeluarkan. Ibu Dekan, Song Mina masuk ke ruang rapat dan mengatakan ia setuju kalau Yoo Jin dikeluarkan dan mengatakan ini mungkin kesalahannya karena kurang tegas sehingga Yoo Jin menjadi sombong. Prof. Do mengatakan kalau itu bukan kesalahan Direktur Song, tapi sejak dulu Yoo Jin memang sudah begitu.

Rupanya itu hanya umpan, rupanya direktur Song sejak awal tidak ingin mengeluarkan Yoo Jin, jadi ia lebih memilih mendisiplinkan Yoo Jin dengan melarang Yoo Jin masuk kelas Prof. Do. Jadi ia memilih untuk mengganti Prof. yang akan membimbing Yoo Jin dan ia memilih profesor Ahn.
Prof. Do sepertinya tidak setuju tapi ia tak bisa membantah. Menurut direktur Song, melarang Yoo Jin menjadi siswa dosen terbaik adalah pelajaran yang cukup penting, dan akan merusak kebanggaannya.
Rupanya Prof. Ahn yang dibicakan tadi terlambat datang ke rapat dan sedikit bingung dengan situasinya.

Yoo Jin tiba di kampus dengan membawa kopinya, ia seperti orang kebingungan yang bersembunyi dari sesuatu. Ia yang tak biasa duduk di bangku taman kampus malah duduk disana membuat beberapa siswi histeris, Yoo Jin hanya bisa tersenyum kecut pada mereka. Yoo Jin mengingatkan dirinya, kenapa dirinya gugup sekali, ia kan tidak melakukan kejahatan?
*Ia masih kepikiran kalau malam itu ia melakukan sesuatu pada Nae Il, HAHAHAH
Yoo Jin meyakinkan dirinya sendiri, ia mengambil nafas dan yakin tak terjadi apapun, lagi pula Nae Il juga belum tentu mahasiswi di kampus itu.

Tapi tiba-tiba terdengar sebuah suara memanggilnya 'sunbae', suara yang sangat ia kenal.
Yoo Jin terkejut melihat Seol Nae Il berlari bahagia menuju dirinya. HAHAHHAHAH.

[Music : Tchaikovsky Nutcracker Suite Op. 71: Russian Dance]
Nae Il berhenti di hadapan Yoo Jin yang masih shock. Nae Il kesal karena tadi pagi Yoo Jin cepat sekali meninggalkan rumahnya. Ia bahkan ngambek dan mengatakan kalau ia sangat sedih,.
Yoo Jin yang masih shock belum sempat bicara dan menyadari banyak orang yang melihat mereka.
Yoo Jin berusaha tenang dan bersikap biasa, ia mengatakan ia tak mengerti apa yang dikatakan Nae Il.
Nae Il memasang wajah mengejek dan bertanya, Kenapa? Kau malu ya?
Yoo Jin menelan ludahnya dan kembali meminum kopi pahitnya.

Kemudian Nae Il ingat sesuatu, ia mengeluarkan t-shirt putih Yoo Jin dari tasnya dan mengatakan kalau ia sudah mencuci dan mengeringkannya tadi. Nae Il terus bicara mengenai baju Yoo Jin yang ia cuci dengan tangan dan terlihat bagus. Yoo Jin terdiam sementara siswi lain mulai curiga.
Nae Il kembali mengingatkan Yoo Jin, kalau itu baju yang Yoo Jin kenakan semalam.
Yoo Jin kehilangan kata-kata, ia menutup matanya dengan kesal, sementara siswa yang lain mulai bergosip.

Yoo Jin ingin menghapuskan kesalah pahaman dan mengatakan lagi kalau itu hanya mimpi. Tapi Nae Il mengatakan itu bukan mimpi. Yoo Jin sengaja seidkit mengeraskan suaranya sambil mengatakan kalau semalam ia bermimpi tidur di tempat sampah.
Nae Il lagi-lagi dengan polos mengatakan kalau itu rumahnya. Ia mengatakan ia memang belum sempat bersih- bersih.
Yoo Jin bertanya lagi dengan serius, Kau tinggal di tempat sampah?
Nae Il terlihat senang, Jadi kau ingat?

Mendengar itu para siswi bubar dan berfikir kalau Nae Il memang bermimpi, pasti bermimpi. Yoo Jin sudah kelihatan cukup lega. Tapi Nae Il kembali memegang tangan Yoo Jin dan meyakinkan itu bukan mimpi.
Tapi Yoo Jin berusaha melepaskan tangannya dan mengatakan kalau ia tidak tahu. Ia mengambil tas-nya lalu kabur dari Nae Il.
Nae Il kesal dan berteriak kalau Yoo Jin pengecut. Ia kemudian mengejar Yoo Jin untuk mengembalikan baju Yoo Jin.

Prof. Ahn mengejar Prof. Do untuk memastikan apakah benar Prof. Do menyerahkan Yoo Jin padanya, karena semuanya tahu Yoo Jin adalah mahasiswa jurusan piano terbaik di kampus mereka.
Prof. Do mengatakan apa gunanya menjadi yang terbaik jika sikapnya kurang ajar. Prof. Do yakin kalau Yoo Jin tidak akan mau mengikuti kelas Prof. Ahn.
Prof. Ahn juga khawatir akan hal itu. Tapi kemudian ia melihat Nae Il yang sedang mengejar Yoo Jin, dan ia tersenyum, ia mengatakan kalau ia punya mahasiswi yang menarik, apakah ia perlu meminta Yoo Jin melakukan duet?
Prof. Do pesimis, orang yang tidak mau latihan untuk konser dan kau akan menyuruhnya duet? Jangan buang energimu, menyerah saja!
Prof. Ahn tersenyum melihat Yoo Jin dan Nae Il, ia malah mengajak Prof. Do taruhan dengannya. Prof. Do sedikit bingung.

Yoo Jin yang dikejar-kejar Nae Il berhasil menghindar setelah bersembunyi. Ia lega saat tidak menemukan Nae Il disekitarnya, tapi sempat kaget saat Seung Oh menepuk punggungnya. Seung Oh mengomentari Yoo Jin yang kelihatan lesu, ia yakin alasannya karena Yoo Jin dikeluarkan dari kelas Prof. Do dan malah masuk ke kelas Prof. Ahn. Yoo Jin tidak tahu siapa itu Prof. Ahn. seung Oh tertawa mengejek dan mengatakan kalau Prof. Ahn adalah dosen terbuang (ungkin maksudnya dosen dengan reputasi terburuk).
Yoo Jin benar-benar tidak percaya dan hanya bisa tertawa kesal.

Nae Il sedang masuk kelas prof. Ahn dan memainkan sebuah musik. Ia memainkannya dengan cara yang menyenangkan. Saat mereka berhenti mereka membicarakan tentang Nae Il yang memulai dengan pianissimo (nada yang sangat lembut) bukan forte (nada nyaring). Nae Il mengatakan karena ini adalah permulaan, maka ia akan meggunakan nada yang ia inginkan. Nae Il menjelaskannya dengan cara lucu dan membuat prof Ahn tertawa. Ia kemudian menyarankan Nae Il menggunakan staccato (nada pendek, terputus, tidak mendayu dayu) agar musiknya lebih hidup.
Nae Il mengerti dan memulai lagi, nada di awal musik harus lembut dan lama-lama seperti kentut, plungggg!
Prof. Ahn tidak bisa untuk tidak tertawa dengan perumpamaan Nae Il yang unik.

Nae Il memulai dari awal lagi sedangkan Prof. Ahn sedang menari. Rupanya Yoo Jin dari tadi melihat dari luar. Ia menutup matanya sambil menghela nafas, apakah aku akan terbuang seperti ini?
*Aku rasa dia belum tahu kalau itu Nae Il.

Seorang chef berlari ke dalam rumah membawa sebuah pisau. Ia berwajah menyeramkan, kilatan dimatanya menunjukkan kemarahan. Ia menghempaskan pisaunya dan dengan marah menuju ke lantai dua. Ia membuka pintu kamarnya dan melihat puteranya Yoo Il Rak (Go Kyung Pyo) masih tertidur pulas padahal matahari sudah tinggi.
Dengan wajah menyeramkan ia mendekati tempat tidur Il Rak. Ia berjongkok dengan pasti dan mulai membangunkan puteranya dengan sangat lembut, Adullll... Adulllllll, Ulchi Ulchi, Aigo Aigooooo. HAHAHHAHAHAHAHHAHAHAH. Mukanya seram tapi bangunin anak malah kayak bangunin baby, LOL.
Il Rak terbangun dari tidurnya dan dengan malas mulai bangkit, namun melihat matahari sudah tinggi, ia baru menyadari kalau ia sudah terlambat. Il Rak segera bangkit dan bersiap ke kampus. Ayahnya hanya bisa tersenyum lucu. LOL. Bapak ini!

Yoo Il Rak mengikuti ujian Biola hari itu. Ia di ruang ujian memainkan Beethoven Violin Sonata No. 5 in F Major Op. 24 "Spring": Allegro dengan jiwa rock-nya dan beneran bikin sakit kepala. Gurunya sudah tidak tahan lagi dan mengentikannya. Ia protes karena Il Rak memakai biola listrik untuk ujian.
Il Rak dengan bangga menunjuk dadanya, menepuknya dan mengatakan hatinya mengizinkannya. Perpaduan antara rock dan musik klasik adalah perpaduan yang hidup. Musik rock adalah masa depan musik klasik.
Gurunya kesal sekali dan mengatakan sebuah perumpamaan dan memberi Il Rak nilai 0.

Il Rak terkejut dan memohon, gurunya tidak boleh begitu, ini ujiannya yang kesekian kalinya, kalau ia tidak lulus lagi, ayahnya akan membunuhnya.
Gurunya membayangkan wajah marah ayah Il Rak dan merinding. Il Rak mengatakan kalau kelulusannya di tunda lagi, maka ia benar-benar mati, ayahnya sangat menantikan kelulusannya.
Lalu tiba-tiba Il Rak membayangkan wajah memelas ayahnya, wajah kecewa ayahnya kalau ia tahu Il Rak gagal lagi. HAHAAHHA.

Il Rak tidak mau hal itu terjadi dan bahkan berlutut di hadapan gurunya dengan menunjukkan mata kucingnya, HAHHHAAHHA, wajah memelas.
Akhirnya Gurunya takluk dan memberikan Il Rak satu kesempatan lagi, tapi Il Rak harus duet dengan pianis.
Il Rak bukannya senang malah protes, kenapa ia harus duet dengan pianis membosankan.
Gurunya kesal dan mengatakan jika Il Rak tidak mau maka Il Rak harus mengulang tahun depan. Akhirnya mau tak mau dia menerimanya,

Il Rak dengan yakin masuk ke ruang istirahat jurusan piano dan berteriak siapa pianis terbaik disana. Pianis itu beruntung karena akan berduet dengannya. HAHAHHAH.

"Biarkan pikiranmu mengontrol tubuhmu. Tubuhmu bisa bergerak ke manapun. Jelajah dunia dengan pikiranmu. Ada apel matang tepat di depanmu. Sekarang, ulangi Ini adalah apel. Ini adalah yang apel lezat. Perlahan gigit apelnya. Aroma apel tersampaikan melalui lidahmu."

Yoo Jin sedang melakukan hipnoterapi pada dirinya sendiri sambil mendengarkan perintah untuk memakan bawang bombai yang akan dianggap apel. Ia menutup matanya mengikuti perintah tersebut. Yoo Jin mulai menggigit apelnya tapi seketika konsentrasinya buyar, karena bawang tetap terasa bawang, bukan apel. LOL
Mau diapakan juga bawang tetap lah bawang. HAHAHHAHHA.
Yoo Jin kesal, hipnoterapi apanya? semuanya sama saja!

Yoo Jin meminum kopinya dengan kesal dan keluar untuk mengambil udara segar. Ia menuju berandanya dan berusaha menikmati udara dengan menghirupnya. Tapi ia mulai merasakan bau yang aneh. Ia bingung dan mencium badannya, tidak ada yang aneh. Ia mengikuti arah bau itu dan yakin berasal dari beranda sebelah.
Yoo Jin merasa ada yang aneh dan ia mulai mencoba mengintip. Ia shock melihat beranda sebelah yang joroknya minta ampun. Yoo Jin membelalakkan mata melihat cairan sampah dan kecoa bahkan sudah sampai ke berandanya. Yoo Jin beneran kesal kesal!!!!

Yoo Jin mulai menekan bel tetangga sebelah yang tak lain adalah Nae Il. Ia memanggil Nae Il dengan kecoa kamar 302. HAHAAH.
Yoo Jin menggedor pintu dan Nae Il membukakan pintu dengan t-shirt Yoo Jin di kepalanya. Nae Il senang sekali Yoo Jin datang ke rumahnya. Yoo Jin bertanya bukankah itu bajunya?
Nae Il mengiyakan, bajunya sedang dicuci semuanya jadi ia memakai baju Yoo Jin dikepalanya (apa hubungannya coba >.<). Ia memberikan pada Yoo Jin kalau memang Yoo Jin mau, karena bajunya sudah bersih.

Yoo Jin yang kesal melempar bajunya dan segera masuk ke kamar Nae Il. Nae Il heran dan memungut baju Yoo Jin.
Yoo Jin didalam rumah Nae Il melihat tumpukan sampah dan bingung mau mulai dari mana jadi ia membuang kesana dan kesana. Nae Il heran dan bertanya Yoo Jin sedang apa. Ia bahkan menahan Yoo Jin dengan memeluknya dari belakang dan mengatakan biasanya rumahnya bersih, hanya saja ia lupa beli kantong sampah akhir-akhir ini. Yoo Jin melepaskan pelukan Nae Il dengan paksa.
Yoo Jin bicara sendiri, Pasti masih ada ratusan yang bersembunyi.
Nae Il bingung, apa?
Yoo Jin berteriak, kecoa-kecoa itu!

Nae Il menunjukkan wajah bingung. Yoo Jin terus bicara mengenai kecoa yang bisa bertahan dalam air selama 2 minggu, bahkan jika bumi hancur mereka bisa bertahan hidup.
Saking kesalnya Yoo Jin sampai mengguncang-guncang Nae Il, HAHAHAH.
Ia menyalahkan sampah di rumah Nae Il membuat kecoa datang ke rumahnya. Yoo Jin kesal dan menendang sampah di rumah Nae Il.
Nae Il yang sedari tadi bingung kagak nyambung, malah mengatakan kalau kecoa itu sangat imut, wkwkkwkw. Ia malah mengatakan ia juga mau ke rumah Yoo Jin dan melihat kecoa-kecoa itu.

Yoo Jin kesal dan kesal, ia mendorong Nae Il menjauh dan memanggilnya jorok, banyak kecoa di sini!
Yoo Jin yakin masalahnya adalah rumah Nae Il, ia mencari-cari sesuatu, kenapa tidak kelihatan.
Nae Il masih saja polos dan bertanya, kau mencari apa?
Yoo Jin bertanya dimana vacum cleaner atau apapun untuk membersihkan.
Nae Il juga tidak yakin, ia tak tahu dimana ia meletakkan sapu dll, ia menebak mungkin di kamar mandi. Yoo Jin kesal dan mendorong Nae Il.

Nae Il masih mencari vacum cleaner saat Yoo Jin datang dengan mulut dimasker membawa vacum cleaner dan menendang Nae Il untuk menjauh. Naeil terlempar dan heran melihat Yoo Jin.
Yoo Jin mulai membersihkan sampah di rumah Nae Il. Nae Il melihat Yoo Jin akan membuang boneka pinguinnya dan ia berteriak jangan membuangnya. Nae Il menangis lucu karena itu barang berharganya. Tapi Yoo Jin melemparnya, HAHAHAH.
Yoo Jin menemukan kare semalam yang akan di makan Nae Il. Yoo Jin menyuruhnya mmebuangnya saja. Yoo Jin juga menemukan bra pink milik Nae Il dan menebaknya A-Cup. Nae Il kesal dan berteriak bukan.
Yoo Jin bahkan menemukan roti Kim Tak Gu di rumah Nae Il, HAHAHHAHAHHAH.

Nae Il yang tak tahu terima kasih malah memarahi Yoo Jin yang bersih-bersih tapi malah mengacaukan rumahnya. Yoo Jin tak tahan lagi dan akhirnya menggendong Nae Il keluar rumahnya agar tidak mengganggu.
Padahal itu rumah Nae Il, kenapa dia tidak membuka pintunya sendiri kan dia tau passwordnya, HAHHAHAH.
Yoo Jin sendiri bingung dengan dirinya sendiri, kenapa dia harus membersihkan rumah orang lain? Naega Waeeeeeee?????

Yoo Jin selesai membersihkan rumah Nae Il di malam hari. Yoo Jin malah masih bingung kenapa ia melakukannya. Nae Il sendiri di depan piano memainkan pianonya dan merasa kalau suaranya berubah. Ia mulai lagi dan bertanya, apakah karena sunbae ada disini?
Nae Il bersikap agak centil sambil memainkan kakinya, HAHHAHHA.
Yoo Jin mengatakan volume nadanya meningkat karena ruangannya sudah kosong.

Yoo Jin berjalan mendekati Nae Il dan bertanya nada apa yang dimainkan Nae Il tadi. Nae Il mulai centil lagi dan mengatakan kalau itu nada cinta, sebut saja  musik masa depan kita.
Nae Il bahkan memeluk Yoo Jin, Hheheehehehhe. Tapi tentu saja Yoo Jin melepaskan pelukannya dengan cepat.
Yoo Jin mengancam Nae Il untuk tidak main-main. Nae Il malah menganggap itu hal bla bla bla lalu mulai menyentuh mulut Yoo Jin. Yoo Jin segera mendorong kepala Nae Il agar kesadaran Nae Il kembali. LOL.
Nae Il pervert mah!

Yoo Jin meminta Nae Il memainkan nada tadi lagi. Nae Il dengan semangat memainkannya. Tapi Naeil salah nada diawalnya jadi Yoo Jin memperbaikinya. Nae Il melakukan kesalahan lagi dan akhirnya ketiga kalinya ia baru bisa memainkannya lagi.
Musiknya bagussssss!! I Like It! First My Favorite Song from this drama!
Nae Il memainkannya dengan wajah tersenyum dan Yoo Jin yang jarang banged tersenyum menikmati musiknya dan membuatnya tersenyum. Ia tahu Nae Il memainkannya secara acak, tapi ia menyukainya.
Tangan Yoo Jin bahkan bergerak dengan sendirinya mengikuti irama musik, ia terlihat seperti latihan kondukting.

Nae Il puas memainkan musiknya, menyenangkan. Ia kemudian bertanya kenapa Yoo Jin bisa ingat nada yang ia mainkan. Yoo Jin kesal dan mengatakan kalau semua orang juga tau (aku nggak tahu lho bang).
Nae Il mengejek Yoo Jin dengan lucu, Yoo Jin kesal dan mengatakan pada Nae Il untuk tidak menyapanya di kampus. Ia mengingatkan Nae Il kalau mereka tidak saling kenal.
Nae Il hanya mengangguk sambil tersenyum. Ia bahkan memberi hormat dan mengatakan kalau ia dan Yoo Jin tidak saling kenal.



2 comments:

  1. Lagu yang sering dimainin Naeil itu kayaknya "Fart Exercise" versi Korea ya? Iya bukan sih? Hahahahah

    ReplyDelete
  2. Seruuuu
    Mksih mba :)
    Salam knal ya

    ReplyDelete

 

Random Post

Clover Blossoms Fanpage

In My Radar

Watching :
- We Married as A Job
- Jimi ni Sugoi!
- Weightlifting Fairy
- Goblin
- The Legend of The Blue Sea
- Father I'll Take Care of You
- Beppin-san
- Gochisousan

Waiting Drama:
- Miss in Kiss

Waiting Movies:
- One Week Friends
- Your Lie in April
- Aozora Yell
- Itakiss Movie

Favorite Song This Time :
- Red Cheek Puberty - Galaxy
- Ben - Foggy Road
- Twice - Next Page
- Utada Hikaru - Hanataba wo Kimini
- LYn - Love Story