[Sinopsis] Naeil's Cantabile Episode 8 ~ Part 2

 "Aku tidak membutuhkan kesempatan itu. Menangis, dipukul, terus tersakiti setiap hari, 'begitulah caranya agar kau menjadi pianis terkenal', 'kau harus berlatih keras', Aku sungguh tak membutuhkannya."

-------------------------------------------------------------

Sinopsis Tomorrow Cantabile Ep. 8 Part 2

Nae Il menyelesaikan pelajarannya hari itu, Ia keluar dari kelas dan S-Oke Il Rak, Min Hee, Soo Min dan Yoon Hoo mendekati dan menyapanya, bertanya apakah ia baik-baik saja. Nae Il heran melihat mereka.
Soo Min berkomentar, kalau Nae Il mematikan ponsel lagi dan menghilang, maka Nae Il akan mati di tangannya. Nae Il tersenyum kecut.
Il Rak berkomentar kalau Nae Il hanya bermain piano saja, apa yang mereka khawatirkan.
Min Hee memuji permainan piano Nae Il dan mengatakan Nae Il seperti Son Soo Ji.
Nae Il yang sejak tadi bingung dengan perlakuan mereka yang tak seperti biasanya bertanya, Kenapa kalian semua seperti ini?


Yoon Hoo mengatakan kalau semuanya mengkhawatirkan Nae Il. Nae Il menatap Yoon Hoo.
Yoon Hoo berkata, jadi, apakah aku harus mentraktir kalian makan untuk merayakan kembalinya Seol Nae Il?
Il Rak senang, ia membuat tanda good dengan jarinya.
Nae Il dan Min Hee excited.

Mereka ada di toko roti. Min Hee dan Nae Il sedang memilih roti mereka dan bingung mau makan yang mana.
Il Rak melihat keduanya dengan tatapan tak suka, ia kesal.
Min Hee mengatakan karena Yoon Hoo mentraktir, jadi mereka harus memakan kue berkualitas, jangan belihat harganya. Jangan makan yang isi sayuran, ambil semuanya yang isi daging. HAHAHHAAHHA.
Mereka berdua melihat kekanan dan kekiri untuk memilih roti yang akan mereka makan.
Il Rak tak tahan lagi melihat keduanya dan berkomentar, Kalian sudah 10 menit disana hanya untuk memilih roti. Kau tak lihat? Kami hampir selesai makan!
Yoon Hoo tersenyum melihat mereka.

Nae Il dan Min Hee membawa roti isi mereka ke meja. Mereka melirik punya Il Rak yang hampir habis dan mengamankan milik mereka. Il Rak kesal, Aku tidak akan memakan punya kalian!
Min Hee dan Nae Il senang karena roti mereka aman, HAHAHHAHAHA.
Nae Il dan Min Hee makan dengan tenang.

Saat makan, NAe Il mengomentari tangan Yoon Hoo. Katanya tangan cellist terlihat sama. Il Rak heran bertanya sama dengan siapa?
Nae Il mengatakan orang yang menyelamatkan Yoo Jin di waterpark. Ia yakin orang itu juga cellist, karena tangan kirinya lebih besar dan buku-buku jarinya membungkuk. Tangan yang sering latihan.
Nae Il memegang tangan Yoon Hoo dan mengatakan tangan yang sama dengan tangan Yoon Hoo.
Yoon Hoo heran, apa?
Nae Il melihat tangan Yoon Hoo lagi, tangan yang menyelamatkan Yoo Jin.
Yoon Hoo tak bilang apapun, Ia hanya menatap Nae Il. Nae Il menghela nafas, ia belum mengucapkan terima kasih, seandainya ia melihat wajah orang itu, ia pasti akan ingat dan mencarinya.

Yoon Hoo mencoba tertawa, AAAAAA, ternyata kau tidak melihat wajahnya.
Il Rak menjadi kesal, kenapa kau membahasnya (Yoo Jin)? Yoo Jin bahkan tidak peduli tentang orang itu.
Nae Il mengerut dan mengatakan itu karena Yoo Jin tak tahu siapa yang menyelamatkannya,
Il Rak berdiri kesal, aku akan pulang.
Nae Il tersenyum meminta maaf, ia mengatakan tak akan membahas Yoo Jin lagi.
Nae Il yang lucu membuat Yoon Hoo tersenyum.
*aku malah ketawa karena Min Hee terus makan tanpa peduli situasi, kekekee

Yoo Jin sedang duduk di kantin sekolah, sepertinya ia mengecek status kakaotalk Nae Il. Nae Il baru update status foto dengan sandwich yang dibelikan Yoon Hoo.
Yoo Jin kesal melihatnya, ia berkomentar kalau Nae Il sekarang selalu mengikuti Yoon Hoo karena memberinya makan. Wkwkkkwkwkwkw.
Ia bahkan kesal kenapa Nae Il harus update status dan berfikir kalau Nae Il ingin pamer (padanya). Dan dengan yakin ia mengatakan kalau ia tak akan melihatnya, padahal ia baru saja melihatnya, Ia juga mengomel mengatakan tak peduli dengan yang beginian, padahal komentarnya menunjukkan ia peduli, HAHHAHAHA. *sejak kapan Yoo Jin suka cek SNS Nae Il? XD

Chae Do Kyung datang dan duduk di depan Yoo Jin (nyebeliiiiiiin!) dan bertanya ada apa.
Yoo Jin yang melihatnya langsung minta maaf, karena kemarin ia tak mengantar Do Kyung pulang.
Do Kyung mengatakan tak apa-apa, ia tahu kemarin Yoo Jin tak punya waktu.
Yoo Jin kemudian mulai membicarakan tentang hubungan mereka, jawaban yang kemarin, tapi Do Kyung memotong dan mengatakan kalau ia akan belajar ke luar negeri.
Yoo Jin terkejut. Do Kyung tersenyum mengatakan setelah audisi waktu itu ia tahu batas kemampuannya, karena itu ia akan belajar lagi. Kali ini tak masalah ia mendapat juara kedua.
Yoo Jin tersenyum. Ia mengatakan kalau ia menyukai suara Do Kyung.
Do Kyung berkata ia tahu, itu sebabnya Yoo Jin menyukainya.
Yoo Jin tersenyum. Do Kyung kemudian bertanya, Lalu, kenapa kau menyukai Seol Nae Il?

Yoo Jin terkejut dengan pertanyaan itu. Ia tertawa, aku menyukai Seol Nae Il?
Do Kyung tampak senang, Ah, Maaf, Tidak ya? aku pikir kau menyukainya.
Yoo Jin memainkan matanya, berfikir. *Helloooo, ni orabang belum nyadar.
Do Kyung tersenyum nakal, mencoba menyadarkan Yoo Jin (maybe), Dia bukan adikmu dan juga bukan tipemu, kan?
Yoo Jin masih bingung, ia menatap Do Kyung. Do Kyung puas dengan reaksi Yoo Jin tang masih belum menyadari perasaannya pada Nae Il. Ia berdiri dan mengatakan akan menelpon kapan-kapan.
Ia dan Yoo Jin bersalaman. Do Kyung meninggalkan Yoo Jin yang tersenyum kemudian duduk dan meliaht Hp nya lagi, wajahnya berubah kesal lagi (mungkin di HP nya masih buka SNS Nae Il,. kkekeke).

di Kelas Biola, dosen sedang menjelaskan sesuatu. Jung Shi Won mendengarkan dengan baik penjelasan dosennya. Aku penasaran kenapa tiba-tiba beralih ke Jung Shi Won, tapi ternyata kamera perlahan memperlihatkan ada Yoo Il Rak disana, HAHAHAHAHA.
Saat yang lain asyik mendengarkan dosen, Il Rak asyik senyam senyum memperhatikan Shi Won. kekeekkeke.
Shi Won merasa ada yang memperhatikannya dan berbalik, Il Rak dengan sigap merubah ekspresinya, pura-pura tak tahu, Shi Won bingung.
Dosen menutup kuliahnya dengan mengingatkan minggu depan mereka akan melakukan duet biola karya Bach.

Setelah dosen pergi, semua siswa kelas itu mengelilingi Shi won. Mereka semua ingin duet dengan Shi Won, karena Shi won pemain biola terbaiik tentu saja akan punya keuntungan.
Il Rak hanya bisa menganga melihat betapa populernya Shi Won. 
Saat yang lain mencoba menarik perhatian Shi Won untuk bermain biola bersama mereka, Il Rak sibuk kesal karena salah stau dari mereka memegang bahu Shi Won, padahal ia belum pernah memegangnya. LOL.
Karena terllau banyak yang meminta, Shi Won harus menolak mereka dan minta maaf karena ia sudah punya pasangan. Semuanya bingung, siapa?
Shi Won dengan tenang menjawab, Yoo Il Rak.

Semuanya terkejut dan memandang Il Rak. Il Rak sendiri lebih kaget dari siapapun yang ada disana, Ia terdiam. Shi Won tersenyum padanya, kau mau? kita duet seperti dulu.
Il Rak masih tak percaya, ia tak bisa berkata apa-apa, ia menyembunyikan kebahagiannya dengan mengangguk dan memainkan bibirnya, cute.

Il Rak yang ada di puncak kebahagiann hidupnya berlari ke restoran ayahnya dan memanggil ayahnya dengan khawatir,. Ayahnya terkejut dan bertanya ada apa, apakah Il Rak bertengkar?
Il Rak mengatakan ia dalam masalah, Ia bahkan tak tahu bagaiman harus mengatakannya, harus mulai dari mana, ia tak tahu menjelaskannnya, karena ia tak mentangka hal ini akan terjadi, dan akhirnya ia bertanya, Ayah, kenapa dunia ini begitu indah? Kenapa langit begitu biru? Kenapa awan terlihat seperti kapas?
Ayah Il Rak kebingungan sampai batasnya, ia mematung, terdiam, melongo. HAHHAHAHHA.
Il Rak memeluk Ayahnya dan berkata, Ayah, terima kasih telah membuatku lahir. Hidupku akan menjadi lebih bahagia sekarang.
Il rak berlari ke kamarnya. Ayah Il Rak masih melongo, kemudian ia sadar, Aku persis seperti itu saat aku pacaran dengan ibunya dulu. HAHHAHAHAHAHAHHAHA.

Do Kyung keluar dari ruang administrasi kampus dan bertemu Prof. Do. Prof Do mengetahui kalau Do Kyung akan kuliah di luar negeri, padahal ia pikir hubungannya dan Yoo Jin akan bertahan lama. Do Kyung tersenyum, ia mengatakan kalau Yoo Jin lebih cocok bersama Seol Nae Il. Yoo Jin adalah tipe pria yang lebih menyukai musik dari pada wanita.
Prof. Do bertanya kenapa Do Kyung menyebutkan Seol Nae Il.
Do Kyung mengatakan keduanya punya kemampuan yang sama.  Tapi Prof. Do tak percaya Nae Il punya kemampuan yang sama dengan Yoo Jin. Ia menganggap Nae Il bodoh.
Tapi kemudian ia teringat kalau Stresemann merekomendasikan Nae Il padanya, karena pianis seperti Nae Il yang ia cari. Prof. Do memikirkan sesuatu dan meninggalkan Do Kyung tanpa permisi membuat Do Kyung bingung.

Prof. Do berlari dan masuk ke ruang dekan Mi Na tanpa mengetuk pintu. Mi Na kesal pada Prof. Do yang tak sopan. Prof. Do tak peduli dan langsung bertanya, Mi Na adalah orang yang memasukkan nama Seol Nae Il sebagai siswa dengan 'kasus khusus', apakah itu karena Mi Na tahu kemampuan Nae Il hebat?
Mi Na masih terlihat kesal, ia mengatakan sejak awal ia sudah bisa menebak kalau permainan piano Nae Il bagus. Prof Do marah, jadi kenapa kau membiarkannya begitu saja?
Mi Na mengatakan prinsipnya adalah membiarkan Nae Il menikmati permainannya dan menunggu untuk tahap selanjutnya.
Prof. Do tak setuju dengan cara itu, menurutnya itu bukan cara mendidik, tapi cara buta.
Prof. Do kemudian bicara panjang lebar tentang ia yang sejak awal tidak suka cara Mi Na dan lain-lain, tapi Mi Na menyembunyikan pianis jenius saat kampus sedang membutuhkan dan itu membuatnya kesal.
Mi Na meninggikan suaranya, Memaksa adalah kejahatan.

Tapi bagi Prof. Do jenius juga memerlukan pendidikan yang tepat, mereka harus membimbingnya meski ia tak mau. Itulah cara membimbing murid mereka.
Mi Na kehilangan kata-kata untuk melawan Prof. Do, apalagi Prof Do mengatakan tentang keputusan baru dewan Direksi yang Mi Na tidak tahu karena tidak datang rapat. Bahwa hanya akan ada satu orkestra di kampus mereka, dan pengumuman pembubaran S-Oke akan diumumkan oleh dekan. Mi Na terkejut.
*Omoo, Nae Il aaa~ aku takut sama Prof. satu ini!

Ma Soo Min tersedak saat mendapat kabar pembubaran S-Oke. Sun Jae dan Jae Yong tampak tenang karena tidak mungkin orkestra mereka yang akan dibubarkan, Orkestra mereka mendapat dukungan dari dewan direksi. Soo Min bingung, padahal mereka tampil dengan baik saat konser.
Mereka menyuruh Soo Min segera masuk A-Oke sebelum terlambat, karena Soo Min tak bisa latihan sendirian.
MEreka kemudian membicarakan Yoo Jin yang pasti sudah tahu tentang hal itu, makanya ia tampil dengan A-Oke saat konser, melompat dari kapal yang akan tenggelam.
Soo Min tak percaya, tapi bagaimana pun mereka melihat situasinya, hal itu bisa saja terjadi.

Tiba-tiba Il Rak sudah ada disana, mendengarkan mereka. Ia bertanya lagi untuk meyakinkan pendengarannya, apa benar Orkestra mereka akan dibubarkan, apa benar Cha Yoo Jin tahu akan hal itu.
Il Rak tampak marah.

Yoo Jin dan Mi Na berjalan disekitaran kampus yang terlihat seperti padang rumput. Yoo Jin terkejut saat tahu S-Oke akan dibubarkan. Mi Na mengatakan sejak awal Stresemann sudah tahu hal ini akan terjadi, dia hanya mengulur waktu untuk memberi kesempatan pada S-Oke untuk menunjukkan kemampuan, Tapi bagaimana pun menurut dewan direksi, Stresemann aneh dan mereka tak setuju dengan all about Stresemann, terutama S-Oke.
Yoo Jin terlihat khawatir, apakah tidak ada jalan lain? Bagaimana pun S-Oke adalah tempat member berlatih, karena mereka semua dianggap buangan dan jarang dipedulikan. Yoo Jin mengatakan kalau semuanya adalah teman-temannya.
Dengan sangat menyesal Mi Na mengatakan kalau pembubaran S-Oke tak akan dapat dihindari. Tapi Yoo Jin tetap berusaha meminta Mi Na mencari jalan keluar.
Mi Na mengatakan mungkin ada satu cara. Yoo Jin siap mendengarkan.
Mi Na berkata, Yoo Jin, taggung jawab yang kau pegang terlalu besar.

Min Hee dan Il Rak berjalan tak bersemangat. Soo Min berusaha menghibur dan mengatakan kalau pembubaran belum di konfirmasi, ia yakin Yoo Jin juga tak tahu soal ini.
Il Rak dengan kesal berkata, baik Yoo Jin tahu atau tidak, kenyataannya dia sudah meninggalkan S-Oke.
Soo Min bingung harus melakukan apa lagi untuk meyakinkan mereka.

Nae Il sedang duduk termenung di cafe. Yoon Hoo datang membawakan minum dan menyapa, bertanya apa yang sedang difikirkan Nae Il.
Nae Il berkata kalau Yoo Jin tak mengizinkannya lagi masuk ke rumahnya, padahal mereka adalah tetangga.
Yoon Hoo yang baru tahu berkata, Hmmmm, jadi kalian tetanggaan ya?
Nae Il mengangguk. Yoon Hoo bertanya, apa yang kau sukai dari Cha Yoo Jin? Ketampanannya? Bakatnya?

Nae Il berfikir dan kemudian ia tersenyum. Ia mengatakan ia menyukai ketampanan Yoo Jin, juga menyukai permainan piano Yoo Jin. Tapi belakangan dia terlihat jelek dan permainannya tidak bagus. Aneh ya?
Yoon Hoo menggeleng, ia bertanya lagi, Apa artinya Cha Yoo Jin bagi Seol Nae Il?
Nae Il tersenyum lagi, Hanya karena dia adalah Cha Yoo Jin. Hanya ada satu di dunia.
Yoon Hoo terdiam. Ia bertanya lagi, lalu apa artinya Seol Nae Il bagi Cha Yoo Jin?

Nae Il mengerutkan wajahnya, ia menggeleng tidak tahu. Yoon Hoo melihat ke belakang Nae Il, Yoo Jin tampak lewat dan melihat mereka. Yoon Hoo tersenyum dan menyuruh NAe Il menanyakan langsung.
Nae Il menoleh dan melihat Yoo Jin. Yoon Hoo bertanya, apa aku yang harus menanyakannya?
Nae Il mengerutkan keningnya, Tidak, biar aku saja.

Yoo Jin berjalan mendekati keduanya, Menanyakan apa?
Nae Il meberi kode supaya Yoon Hoo tidak mengatakannya. Yoon Hoo melihatnya dan berkata pada Yoo Jin, dia bilang ini rahasia.
Yoo Jin penasaran, ia menatap Nae Il yang menunduk takut dan bertanya, rahasia apa? Kau tak mau memberitahuku?
Naeil bicara dengan takut-takut, Aku tidak akan mengatakannya, tidak akan.

Yoon Hoo berkomentar, kenapa nada suaramu selalu terdengar ketakutan begitu? Apakah nada suaramu memang begitu?
Tapi di pertanyaan kedua Yoon Hoo seolah menyinggung Yoo Jin. Yoo Jin kesal, apa?
Yoon Hoo menatap Yoo Jin, Jika memang nadamu begitu, kau harus memperbaikinya. Jika sudah kebiasaan, ubahlah!
Yoo Jin membalas, Kau juga harus mengubah dirimu yang suka berceramah itu.
Yoo Jin kemudian mengajak Nae Il pergi.

Nae Il yang bingung menurut saja dan membereskan bukunya, Yoo Jin bersiap menggandengan tangan Nae Il, begitu mereka akan pergi, Yoon Hoo menghalangi, ia memegang lengan Yoo Jin untuk menghentikan mereka.
Yoon Hoo menatap tajam pada Yoo Jin, kau harus bersikap lembut pada wanita.
Keduanya saling menatap tajam. Nae Il bingung melihat keduanya, ia diam saja.
Yoo Jin yang kesal mencoba melepaskan tangannya dengan menepis tangan Yoon Hoo, doronganya kuat dan ternyata di tangan Yoon Hoo yang sakit, Yoon Hoo kesakitan.

Yoo Jin yang tak tahu menganggap Yoon Hoo belagu.Nae Il terlihat khawatir dengan Yoon Hoo.
Yoo Jin tak peduli dan menarik tangan Nae Il, tapi Nae Il melepaskannya dan menunduk khawatir karena Yoon Hoo tampak kesakitan, ia memegang tangan Yoon Hoo yang gemetaran.
Yoon Hoo meringis kesakitan saat Il Rak, Min Hee dan Soo Min datang,. Ketiganya langsung mengelilingi Yoon Hoo dan bertanya apakah Yoon Hoo baik-baik saja?
Yoo Jin sendiri dicuekin disana.

Il Rak berdiri dan menatap Yoo Jin dengan kesal, apa yang kau lakukan padanya?
Yoo Jin membela diri dan mengatakan kalau ia hanya menepis tangan Yoon Hoo. Tapi Il Rak tak percaya karena Yoon Hoo kelihatan sangat kesakitan.
Min Hee dan Soo Min kaget karena Il Rak meninggikan suaranya, mereka menatap Yoo Jin.
Yoo Jin mengatakan kalau ia tak bohong. Il Rak kesal, bagaimana aku bisa mempercayaimu? Kau tahu tentang pembubaran kami dan kau hanya diam!
Nae Il berusaha menahan kemarahan Il Rak, ia mengatakan Yoo Jin memang tak melakukan apapun,.
Yoon Hoo yang kesakitan juga mengatakan kalau ini bukan salah Yoo Jin. Min Hee kelihatan khawatir dan menyuruh Yoon Hoo ke rumah sakit.

Soo MIn khawatir karena tangan oemain cello tak boleh terluka. Nae Il juga merasa khawatir dan terus memegang tangan Yoon Hoo. Yoo Jin yang merasa tidak dipedulikan meninggalkan mereka semua.
Nae Il merasa bingung dia harus mendahulukan yang mana.

Yoo Jin melampiaskan kekesalannya dengan main permainan pukul marmut seperti yang pernah dimainkan Nae Il dulu. Ia kesal sekali pada Il Rak dkk, ia memukul marmut yag muncul sambil mengomel, Kalian! sejak kapan kalian berteman dengan si Juilliard itu! Kalian tidak mempercayaiku dan malah membelanya! Yoo Il Rak! Ma Soo Min! Choi Min Hee! Seol Nae Il!
Yoo Jin memukuli dengan brutal sampai ia kelelahan. Ia terduduk disana dan berfikir keras. Akhirnya ia merasakan bagaimana rasanya kehilangan teman.

Nae Il kembali ke apartemennya. Ia menuju kamar Yoo Jin dulu dan tersandung kardus yang berisi penuh barangnya. Ia terkejut dan segera menekan bel. Ia mencoba membuka pintu tapi password Yoo Jin sudah ganti. Nae Il khawatir dan jadi tak tenang, ia memanggil Yoo Jin.
Yoo Jin dari dalam rumah berkata kalau ia sudah membereskan barang NAe Il, jadi Nae Il tak perlu datang ke rumahnya lagi.
Nae Il sedih dan khawatir, ia mengetuk lagi dan lagi, Tunggu dulu! Tunggu dulu! Masih banyak barangku yang ada disana!
Ia mengancam lagi kalau ia tak akan pergi sebelum mengembalikan semuanya.

Rupanya Yoo Jin yang badmood sedang mencari sebuah buku di rak bukunya, dan ia menemukan sebuah buku yang bukan miliknya, dan pasti milik Nae Il, karena itu buku dongeng, Peter Pan.
Yoo Jin juga menemukan barang lainnya di kaca kamar mandi, tempelan di kaca bergambar monyet.
Bahkan Yoo Jin menemukan kelinci Yoo Jin di rak bajunya dan kelinci Nae Il di dekat lampu.
Bahkan ia menemukan puluhan barang lainnya di setiap sudut rumahnya, ia bahkan tak tahu kapan Nae Il memasukkan semua itu.

Yoo Jin yang kelelahan yakin tak ada barang Nae Il lagi di rumahnya.  Ia duduk dengan tenang meski ngos-ngosan, tapi kemudian matanya tertuju pada barang lainnya, boneka kecil yang selalu ada di baju Nae Il terselip di piano.

Nae Il masih diluar, memohon agar diizinkan masuk. Ia yakin Yoo Jin kesulitan menemukan barang-barangnya, jadi ia akan membantu membereskan.
Sayangnya Yoo Jin tak mendengarkan.
Nae Il menjadi sedih, ia bertanya, Sunbae, apakah aku salah? Jika tidak, apa kau begitu membenciku?
Yoo Jin mengambil boneka kecil Nae Il dan memandanginya. Ia berkata pada boneka itu, Bukan salahmu, tapi salahku. Yoo Jin menghela nafas.
(aku bertanya-tanya, kenapa kening Yoo Jin selalu berkerut sih?).

Keesokan harinya, Yoo Jin kekampus. Sepertinya ia akan masuk kelas pianonya. Tapi Prof. Do menghalanginya. Yoo Jin heran karena ia tak dibiarkan lewat. Sementara Prof. Do tampak tersenyum.

Nae Il di ruang latihann piano. Ia memegang boneka kecilnya. Nae Il tampak  sedih, ia memainkan bonekanya latihan minta maaf pada Prof Ahn, meski tak ada siapapun disana. Ia minta maaf karena tak pernah masuk kelas. Ia mendengar langkah kaki dan tersenyum, ia memainkan bonekanya lagi, Mohon kerjasamanya hari ini.
Tapi kemudian Nae Il menyadari yang masuk bukan Prof. Ahn, tapi Prof. Do.

Nae Il menyapa Prof. Do, ia masih memainkan bonekanya dan memberi salam. Ia mengira Prof. Do salah masuk ruangan. Tapi Prof. Do mengatakan kalau sepertinya Nae Il belum tahu kalau ia yang akan membimbing Nae Il mulai dari sekarang. Nae Il terkejut.
Nae Il kembali memainkan bonekanya, ia bicara pada bonekanya, sepertinya Prof. Do salah masuk, karena gurunya adalah Prof. Ahn.
Prof Do yang kesal berjalan mendekati Nae Il dan menarik boneka kecil Nae Il dan melemparnya. Nae Il terkejut.

Prof Ahn memarahinya, menyuruhnya fokus didepan piano karena Nae Il adalah seorang pianis. Nae Il masih fokus pada bonekanya sementara Prof. Do terus mengomel karena Nae Il selalu bermain-main maka bakat Nae Il tidak tercium.
Nae Il tak peduli, ia hanya terpaku pada bonekanya di lantai. Prof. do berjalan dan menginjak bonekanya membuat Nae Il terbelalak. Ia shock. Matanya tak berkedip dan ia hanya terpaku pada boneka kecilnya. Sementara Prof. Do membicarakan dirinya yang selalu membuat muridnya memenangkan penghargaan, ia akan melatih Nae Il dengan baik. Ia memainkan kipas yang selalu ia bawa.

Prof Do terus bicara mengenai kemampuan Nae Il, ia mengatakan tak akan sulit bagi Nae Il karena sudah mencapai level segini, hanya saja sampai sekarang Nae Il belum bertemu guru yang tepat, jadi bakatnya belum berkembang. Ia mengatakan Nae Il adalah batu permata yang menakjubkan.
Nae Il masih terpaku pada boneka kecilnya. Ia tak peduli yang dikatakan Prof. Do, ketakutan kembali menyelimutinya, wajahnya mulai berubah.
Prof Do mengatakan ia akan membuat Nae Il lebih bagus dari pianis Son.
Nae Il kemudian mengangkat wajahnya dan terpaku pada kipas Prof. Ahn yang sejak tadi dipukulkan ke tangan. Nae Il menjadi khawatir.

Ia menatap Prof. Do dan ingat kejadian masa kecilnya, ia pernah mengalami hal yang sama, guru pianonya terpaku pada pianis terkenal dunia dan memaksa Nae Il latihan agar menjadi salah satu pianis terkenal nantinya, dan ia dikenal menjadi guru pianis terkenal.
Nae Il kecil pernah melawan, mengataakn dirinya tak mau menjadi pianis terkenal dan ia tak mau latihan lagi, tapi gurunya memaksanya, gurunya menarik tangannya menyentuh tuts piano dan memukulnya agar Nae Il mau berlatih.

Nae Il kecil ketakutan, seperti ketakutannya saat ini melihat kipas Prof. Do yang terus dipukulkan.
Nae Il hampir menangis karena takut. Wajahnya memerah, matanya merah dan air matanya mulai mengalir. Ia dengan ketakutannya berkata kalau ia tak mau menjadi seorang pianis, ia tak mau latihan.
Nae Il kabur dari raung latihan, tak peduli prof. Do memanggil-manggilnya.

Yoo Jin sedang duduk di bangku taman, melihat laptopnya, memakai headphonenya, sepertinya ia melihat penampilan orkestra. Ia terlihat menikmatinya. Seseorang datang dan menggenggam tangannya. Yoo Jin terkejut, Itu Seol Nae Il. Nae Il yang masih terlihat ketakutan menggenggam tangan Yoo Jin. Yoo Jin meletakkan laptopnya di kursi taman.

Nae Il duduk disamping Yoo Jin. Ia dengan wajah memelas mengatakan hanya sebentar saja, ia ingin Yoo Jin membiarkannya memegang tangannya sebentar saja.
Nae Il mengatakan ia hanya ingin menggengam tangan Yoo Jin. Yoo Jin diam saja melihat Nae Il yang gemetaran ketakutan, ia tak mengerti.
Nae Il yang sesak nafas mulai mengatur nafasnya, ia menghembuskan nafas ke tangan Yoo Jin dan menutup matanya. setelah ia sedikit tenang ia mengatakan kalau dugaannya benar, tangan Yoo Jin adalah obatnya.
Yoo Jin bertanya, apa lagi yang terjadi?
Nae Il akan menangis lagi, ia menatap Yoo Jin, Sunbae, Ini aneh, Prof. Do akan mengajariku, bukannya Prof. Ahn. Padahal aku adalah murid Prof. Ahn.
Yoo Jin menghela nafas mencoba menjelaskan kalau Prof. Do memang kejam, tapi dia adalah guru piano terbaik dikampus mereka. Yoo Jin mengatakan ini adalah kesempatan bagus bagi Nae Il. Ia tahu Prof. Ahn memang baik, tapi Nae Il memerlukan guru yang hebat juga.

Nae Il menggeleng, ia mengatakan ia tak butuh guru yang hebat,.
Yoo Jin mengatakan Nae Il membutuhkannya, agar permainan Nae Il berkembang.
Nae Il terdiam, ia melepaskan tangan Yoo Jin.
Yoo Jin mengatakan tadi ia bertemu Prof. Ahn dan menanyakan bakat Nae Il, jadi ia bilang Nae Il akan berkembang jika bertemu guru yang tepat. Tapi cara mengajar Prof. Do memang sangat tegas.
Wajah Nae Il terlihat berubah. Ia menunduk dan terlihat kecewa. Ia terdiam.
Yoo Jin mendapat telpon dari Prof Do. Nae Il terkejut. Yoo Jin mengatakan akan mengajak Nae Il kesana.
Nae Il tak bisa menahan tangisnya lagi, matanya mulai memerah lagi, ia sedih karena Yoo Jin tak mendukungnya.

Yoo Jin mengajak Nae Il pergi karena Prof. Do sudah menunggu.
Nae Il meneteskan air mata, ia mulai terisak. Yoo Jin menggandeng tangan Nae Il tapi Nae Il melepaskannya.
Yoo Jin terkejut.

Nae Il menangis terisak, Ia mengatakan ia tak mau. Ia tak membutuhkan kesempatan itu. Menangis, dipukul, terus tersakiti setiap hari, 'begitulah caranya agar kau menjadi pianis terkenal', 'kau harus berlatih keras', Aku sungguh tak membutuhkannya.
Yoo Jin terkejut memandangi Nae Il yang terus menangis.

Nae Il masih bersedih dan kecewa, Ia menatap Yoo Jin dengan air mata berlinang, Kenapa kau terus memaksaku? Aku tak  mau bermain seperti itu, kenapa kau memaksaku? Sunbae juga sama, Kau sama saja dengan mereka.
Yoo Jin masih terdiam, ia menatap Nae Il yang masih terus menangis.

-END-

Komentar :

Omoooo!!!!
Episode yang penuh dengan air mata!!!
Aku agak bosa di part awal, yeah, seperti yang aku bilang, aku merasa penampilan Yoo Jin sebagai puncak episode ini kurang di eksplorasi, singkat dan terkesan memaksa, belum sempat menikmati musiknya eh, sudah berakhir. Tapi part sepelah itu cukup menghibur dan part terakhir OMG!!! Shim Eun Kyung Jjjang!!! Aku ikutan menangis melihatnya menangis.

Seol Nae Il tidak pernah bermain piano demi sesuatu, ia hanya ingin bermain jika ia ingin dan tak mau di paksa, karena trauma masa kecilnya, ia begitu berbakat membuat guru-gurunya menjadi serakah demi gelar 'guru terbaik' dan memaksa Nae Il kecil untuk berlatih keras, padahal ia hanya gadis kecil yang ingin menikmati musik. Saking cintanya pada piano, orang tua-nya jauh-jauh menyekolahkan anaknya ke Seoul hanya untuk masuk sekolah musik, bukan karena orang tuanya ingin anaknya mendapatkan penghargaan, tapi karena Nae Il tak akan bisa hidup tanpa piano. Meski usianya dewasa, sifatnya masih seperti anak-anak dan ia menikmatinya. Well, ia tak bisa selamanya menjadi anak-anak, tapi cara mengubah Nae Il bukan dengan kekerasan, ia hanya perlu diberi motivasi dan berubah perlahan-lahan.
Aku ingat di versi Jepang, Eto Sensei juga mengubah Nodame, dan Nodame juga mengubah Nae Il.

Jika Nae Il terus menolak latihan, ia akan semakin jauh dari Cha Yoo Jin yang selalu berusaha menjadi yang terbaik. Seperti kata Stresemann, di level sekarang, Nae Il tak bisa berada disamping Yoo Jin. Ia benar, Nae Il tak bisa selamanya hanya mengikuti Yoo Jin, jadi ia harus mengubah dirinya perlahan, Itu sebabnya ia merekomendasikan Nae Il pada Prof. Do. Demi menjaga impian Nae Il yang ingin tetap bersama Yoo Jin, jadi Nae Il harus menaikkan levelnya juga.
Hanya saja Nae Il masih terlalu takut menjadi hebat, meskipun melihat Yoo Jin yang semakin jauh darinya, ia menjadi termotivasi.

Impian Seol Nae Il sebenarnya bukanlah menjadi guru TK. Kita sudah tahu semua itu saat melihat reaksi Nae Il saat ditanya prof. Ahn waktu itu. Itu hanya persiapan jawabannya jika di tanya. Impian Nae Il sebenarnya adalah ingin bermain piano selamanya. Tapi karena bakatnya, ia akan dipaksa untuk menjadi 'terbaik' dalam mengikuti kompetisi, dan itu membuatnya takut, karenanya ia tidak mau mengatakan impiannya yang sebenarnya. Ia cukup dengan mengatakan kalau ia ingin menjadi guru TK, untuk menutupi keinginannya terus bermain musik. Ia sangat mencintai musik. Stresemann tahu akan hal itu sejak awal, makanya ia mencoba bicara dengan Nae Il. Seperti yang aku katakan, jika Nae Il masih ada di level yang sama, maka ia tak akan bisa mendukung Yoo Jin. Yoo Jin adalah orang yang juga sangat mencintai musik. Jika Nae Il tidak mencintai musik, maka Nae Il tak akan pernah bisa masuk ke kehidupan Yoo Jin. Stresemann berusaha membuat Nae Il tidak kehilangan musiknya, agar dua impiannya tercapai. Impian yang ia sembunyikan tentang keinginannya untuk terus bermain piano dan menjadi istri Yoo Jin.

Aku sangat menyukai episode ini. Meski awalnya aku khawatir dengan Do Kyung karena dia kelihatan jahat pada Nae Il yang sakit, tapi akhirnya ia mengakui sendiri dan menelan kata-katanya. Ia jelas melihat kalau gadis yang cocok bersama Yoo Jin memang Nae Il bukan dirinya. Ia melihat bagaimana serasinya keduanya saat bermain piano dan ia juga sejak awal tahu kalau Yoo Jin lebih mencintai musik dari dirinya, dan kini Yoo Jin menemukan musiknya.
Aku menyukai caranya yang meninggalkan Yoo Jin. aku berharap ia akan menjadi teman baik Yoo Jin selamanya dan please jangan buat dia menjadi lebih jahat lagi T____T

BTW ngomongin cute couple yang lain, aku suka sekali sama Shi Won dan Il Rak, sayangnya screen mereka sedikit sekali. Tapi hubungan mereka sepertinya akan berkembang pesat, karena mereka akan melakukan duet sekali lagi. Il Rak sudah jelas jatuh cinta beneran sama Shi Won. Tapi Shi Won sepertinya lebih ke arah penasaran, makanya ia memilih Il Rak sebagai teman duetnya.
aku suka sekali saat mereka ketemu di depan restoran, mereka tos dan Il Rak cuma bisa melongo, tapi seneng nya bukan main karena akhirnya mereka bersentuhan.HAHHAHHAHA.
Harusnya Il Rak kayak NAe Il dong, main peluk peluk aja, kekekkeke

Aku menanti-nanti kapan kira-kira Yoo Jin akan menerima kenyataan kalau ia sudah jatuh cinta pada Nae Il. Sepertinya ia masih saja bingung bahkan saat secara langsung Do Kyung bertanya padanya. Aku nggak ngerti deh kenapa dia lamban sekali, HAHHAHHAAH,.
Tapi itu sih yang membuat seru, seru banged saat ngeliat Yoo Jin cemburu pada Nae Il dan teman-temannya yang direbut Yoon Hoo, kekekekke. Juga saat ia membersihkan barang Nae Il di rumahnya, ia kelihatan kesal sekali. Seolah-olah ia sedang membersihkan hatinya.
Dia juga belum nyadar saat deg degan melihat Nae Il tidur, harusnya langsung comot ajaaaa!!!

Well, Komentar sedikit tentang penyakit Lee Yoon Hoo. Ternyata lebih parah dari yang aku kira. Dia tak akan bisa main cello lagi jika di operasi. Kalau tidak di operasi, ia juga tak akan bisa menahan rasa sakit di tangannya selamanya. Dan juga kelihatan sekali ia kesulitan bermain cello. T_____T
Aku penasaran apakah nanti ia akan mengubah impiannya atau ada keajaiban yang membuat tangannya sembuh. Yang jelas ia memang terlihat serius akan Nae Il. Permainan piano Nae Il mengalihkan dunianya.
Aku menantikan konser Lee Yoon Hoo, ia kan bilang ia ingin bermain setidaknya sekali lagi.
Jika memang masih bisa aku memohon agar konsernya mengharukan :')

Sinopsis by Hazuki Airin
Do Not Repost Without Credits
Do Not Copy Paste in Other Site


6 comments:

  1. aku suka sm cerita ini menarik...arigato...semangat terus ya buat sinopsisnya.....^ ^

    ReplyDelete
  2. Nie drama jenius bgt
    Knp rating nya ga tinggi
    Aq suka bgt sma acting shim eun kyung,,jjang bgt....,
    Kpn ya ad kissing scene nya?
    Wkwkwk, gw ska bgt ma ni couple

    ReplyDelete
  3. Wuaaaahhhh (>_<) thanks recapnya. Penasaran sama kelanjutan nasibnya Yoon Ho. Dan gak sabar deh liat adegan si Naeil yg brusaha buat mnghindari kelas Pak Do kkk~~~ sprti adegan kejar-kejarannya Eto-sensei dan Nodame kkkkkkk... Lucuuu :D
    Semangaaat terus, Hazuki!!!

    ReplyDelete
  4. Sinopsisny sdh ku tunggu2 dri kmrin, Hazuki-Chan! Kkkkkkk
    kesel sama Yoo jin d eps ini, ga menyadari perasaanny k Nae il dan jadi kelihatan seperti membuka peluang lagi untuk Do Kyung (Ratu d film snow white).
    Filmny bnr2 berwarna, ada senang, sedih, kesel, ada juga lucu waktu Ill Rak dpt tawaran berduet brng Shi won. Wkwkwkwkwk
    Chingu, semangat terus lanjut sinopsis ny. FIGHTING!!!!!

    ReplyDelete
  5. Salam kenal buat hazuki..lee yoon ho sweet bgt...tp nae I'll sdh mentok sama yoo jin(he he ), jadi kalo menurt. Doramanya entar nae I'll bakalan ttp dilatih prof do dong???? Trims hazuki....

    ReplyDelete

 

Random Post

Clover Blossoms Fanpage

In My Radar

Watching :
- We Married as A Job
- Jimi ni Sugoi!
- Weightlifting Fairy
- Goblin
- The Legend of The Blue Sea
- Father I'll Take Care of You
- Beppin-san
- Gochisousan

Waiting Drama:
- Miss in Kiss

Waiting Movies:
- One Week Friends
- Your Lie in April
- Aozora Yell
- Itakiss Movie

Favorite Song This Time :
- Red Cheek Puberty - Galaxy
- Ben - Foggy Road
- Twice - Next Page
- Utada Hikaru - Hanataba wo Kimini
- LYn - Love Story