[Sinopsis] Naeil's Cantabile Episode 9 ~ Part 1

"Tidak usah jelaskan padaku, cukup minta maaf saja, tak bisakah? Aku meminta maaf padamu setiap hari. Aku bahkan tak tahu apa yang terjadi, tapi aku selalu minta maaf padamu. Jadi kenapa kau tak bisa melakukan hal yang sama? Kenapa? Apakah aku tidak pantas mendapatkan permintaan maafmu?"

Sinopsis Tomorrow Cantabile Episode 9 Part 1

Episode 9 diawali dengan cuplikan episode 8 saat Nae Il menemui Yoo Jin yang sedang mendengarkan musik di taman. Nae Il yang memegang tangan Yoo Jin terlihat khawatir dan mereka membicarakan tentang Prof. Do. Nae Il berharap Yoo Jin mendukungnya, karena ia adalah murid Prof. Ahn, bukan prof. Do, tapi Yoo Jin yang tidak tahu posisi Nae Il malah menyuruh Nae Il latihan pada Prof. Do.
Nae Il bahkan shock saat Yoo Jin mengangkat telpon dari Prof. Do dan bahkan Yoo Jin mengatakan hal yang sama dengan semua orang, bahwa NAe Il berbakat dan jangan menyia-nyiakan bakatnya, karena ini adalah kesempatan bagus ia dapat dilatih secara pribadi oleh Prof. Do.
Tapi Nae Il yang menolak hal yang tak ia sukai menangis. Ia mengatakan bahwa ia tak membutuhkan kesempatan itu. Ia tak suka dipukul dan kesakitan setiap hari hanya untuk menjadi pianis terkenal. Ia kecewa karena Yoo Jin sama dengan semua orang, karena Yoo Jin juga memaksanya untuk latihan.

"Aku mengatakan aku tidak suka pelajaran yang menyeramkan, kenapa kau terus menyuruhku untuk latihan?"
Nae Il menangis terisak mengatakan isi hatinya. Ia kecewa karena Yoo Jin sama saja dengan semua orang yang memaksanya latihan hanya karena dirinya dikatakan 'berbakat'.
Yoo Jin yang tak mengerti hanya menatap Nae Il dengan penuh pertanyaan di kepalanya.

Ia menarik nafas dan bertanya, Apa yang kau takutkan? Teriakannya? Dipukul dengan kipasnya? Itu sebabnya kau melarikan diri? Apa kau tidak memikirkan bakatmu yang akan terbuang?
Nae Il menangis lagi, air matanya tak berhenti keluar, Kau bahkan menggunakan kata-kata yang sama dengan mereka.
Nae Il terus menangis. Yoo Jin belum juga mengerti dan masih menganggap dirinya benar, Saat semua orang mengatakan hal yang sama,  itu artinya kau yang salah.
Nae Il meninggikan suaranya, Aku tidak bisa! Sunbae tak tahu apa-apa. Aku tidak melakukannya bukan karena aku tak mau, tapi karena aku tidak bisa. Aku tak bisa menahannya. Itu sebabnya aku menjadi lebih takut.

Yoo Jin kemudian teringat bagaimana ia tenggelam di kolam dangkal waktu itu. Ia merasakan hal yang sama, bukan karena ia tak mau, tapi karena ia tak bisa. Yoo Jin terdiam.
Nae Il masih berlinang air mata, ia mengatakan orang seperti Yoo Jin tak akan  mengerti.
Yoo Jin menelan ludahnya dan menatap Nae Il. Nae Il yang terluka berdiri, dan meninggalkan Yoo Jin. Yoo Jin kemudian mengejarnya.

Yoo Jin mencoba menghentikan Nae Il., tapi Nae Il tak mau bicara dengan Yoo Jin dan mencoba melepaskan diri dari cengkeraman Yoo Jin. Yoo Jin terus memegang tangan Nae Il dan mengajaknya bicara, karena ia juga mengerti perasaan Nae Il.
Tapi Nae Il tidak ingin bicara dengan Yoo Jin dan meronta melepaskan diri.
Boneka imut Nae Il terjatuh di rerumputan. Nae Il sedih melihatnya dan mencoba melepaskan diri lagi.
Seseorang mendekati boneka kecil Nae Il dan memungutnya.

Yoo Jin terkejut melihat Yoon Hoo ada disana. Yoon Hoo memungut boneka kecil Nae Il. Nae Il berdiri di tengah mereka, ia menunduk. Keduanya bertatapan. Yoon Hoo berkomentar kalau Yoo Jin tipe orang yang konsisten, selalu bersikeras dan kasar. Yoon Hoo membersihkan boneka Nae Il dan menatap tajam pada Yoo Jin, bukankah aku mengatakan padamu untuk tidak kasar pada wanita?
Yoo Jin membalas, kau juga kelihatannya masih saja berisik.
Yoon Hoo mengenyitkan keningnya. Yoo Jin berkata, urus saja urusanmu sendiri.
Yoon Hoo tak mau kalah, seharusnya kau yang mengurus urusanmu sendiri.
Yoo Jin menatap Yoon Hoo dengan kesal, ia mengalihkan pandangannya pada Nae Il dan mencoba memegang lengannya lagi untuk mengajak bicara.

Tapi Nae Il menepis tangan Yoo Jin, ia menolak Yoo Jin dan melangkah mundur ke belakang Yoon Hoo. Nae Il tampak masih ketakutan di paksa Yoo Jin.
Yoo Jin shock. Ia menatap Nae Il yang bersembunyi di belakang Yoon Hoo. Apalagi tangan Nae Il yang biasanya selalu menggandeng tangannya, kini malah memegang lengan Yoon Hoo.
Yoo Jin terdiam, ia masih menatap Nae Il yang menunduk ketakutan.
Yoon Hoo melihat reaksi Nae Il dan Yoo Jin. Ia kemudian melangkah pergi meninggalkan Yoo Jin diikuti dengan Nae Il dibelakangnya. Yoo Jin hanya bisa menatap kepergian keduanya.

Menatap keduanya membuat Yoo Jin merasakan perasaan aneh dalam dirinya. Ia tak bisa untuk tidak memikirkan hal itu.

Cantabile Tomorrow
~Lesson 9~

Yoon Hoo dan Nae Il duduk berdua disuatu tempat di kampus, dengan pemandangan dedaunan maple yang berubah warna, sangat indah. Nae Il sedang memegang bonekanya sambil mengelus rambut boneka kecilnya. Yoon Hoo membuka pembicaraan dengan mengatakan indahnya musim gugur di Korea. Menakjubkan, berbagai warna muncul dari satu pohon.
Nae Il mendengarkan, tapi ia tidak berkomentar apapun.
Yoon Hoo menatap Nae Il yang menunduk lagi. Yoon Hoo kemudian mengubah pembicaraan, kali ini ia memainkan kakinya dan berkomentar kalau suara langkah kaki di atas dedaunan yang gugur sangat indah, seperti suara cookies yang dimakan.
Nae Il diam saja. Yoon Hoo kemudian bertanya, Kau lapar?

Nae Il akhirnya bicara, ia masih menunduk dengan wajah tak bersemangat, Yoo Jin sunbae pasti sangat marah. Aku marah padanya.
Yoon Hoo mengatakan Yoo Jin juga banyak berteriak pada Nae Il, tentu saja Nae Il juga boleh marah dan berteriak pada Yoo Jin.
Nae Il tetap saja merasa tak enak dan mengatakan harusnya ia tak melakukan hal itu.
Yoon Hoo tersenyum dan mengangguk, Benar.... Karena Seol Nae Il menyukainya.

Nae Il menunduk lagi, ia berkata, Sunbae mungkin tak akan mau melihatku lagi, bukan? Dia membuang semua barangku, dia mengubah password apartemennya, Aku marah dan berteriak padanya karena aku tidak mau ikut pelajaran Prof. Do.
Yoon Ho tak tahu harus bilang apa, karena yang ada dipikiran Nae Il saat ini memang khawatir akan Yoo Jin.
NAe Il mencoba tersenyum dengan matanya yang berkaca-kaca dan mengataka kalau Yoo Jin mungkin sangat membencinya sekarang. Benar kan?
Yoon Hoo memandangi Nae Il, ia masih diam saja.
Nae Il akan menangis lagi, suaranya sudah berubah serak, Sunbae dan aku, benar-benar berakhir sekarang.
Nae Il yang mencoba menahan air matanya tak berhasil dan akhirnya jatuh juga.

Yoon Hoo menatap Nae Il dan menghapus air mata Nae Il tanpa mengatakan apapun.
Nae Il menatap Yoon Hoo terkejut. Yoon Hoo masih tak mengatakan apapun.
Yoon Hoo kemudian menatap kedepan lagi dan bergumam, jadi sekarang sudah berakhir, antara Cha Yoo Jin dan kau?

Cha Yoo Jin sedang berjalan dengan lunglai, ia masih memikirkan Seol Nae Il yang menangis karena tidak ingin latihan tadi. Ia berfikir sambil berjalan sehingga ia cukup terkejut saat Prof. Do sudah ada di depannya, menghalanginya. Prof. Do bertanya, bukankah kau bilang kau akan membawanya?
Yoo Jin dengan tenang mengatakan kalau Nae Il sudah pergi.
Prof. Do kesal dan mulai mengatakan kalau mereka berdua memang tak menganggap seorang guru. Apakah dia memang hobi kabur saat latihan piano? Setelah festival Yoon Yi dan sekarang?
Yoo Jin berkomentar, sebuah tongkat dan kipas, aku lupa kalau Prof. Yoon Yi dan anda menggunakan metode mengajar yang sama.
Prof. Do tak mengerti. Yoo Jin berkata, Aku mohon padamu Prof. . .. . ..

Kita tak mendengar apa yang dikatakan oleh Yoo Jin.
Tiba-tiba wajah Prof. Do kelihatan kaget, Ada apa denganmu?
Yoo Jin berkata, aku hanya memikirkan  tentang bakat Nae Il, tapi dia masih anak-anak. Dia hanya anak-anak yang lari karena hal yang tidak ia sukai dan hal yang ia takuti. Aku lupa akan hal itu.
Yoo Jin mengatakan kalau Nae Il masih membutuhkan waktu untuk bisa melangkah maju.
Prof. Do tampak berfikir.

Nae Il ada di apartemennya. Ia duduk di depan pianonya. Ia merasa agak takut tapi mulai menyentuh tuts pianonya dan memainkan beberapa nada. Tiba-tiba terdengar suara Nae Il kecil mengatakan kalau ia tak mau latihan piano. Nae Il menghentikan jarinya.
Ia menatap ke samping piano, Nae Il kecil sedang duduk disana. Nae Il kecil mengatakan kalau ia ingin menjadi guru TK, ia berharap ia tak punya hal yang mereka sebut 'bakat'.
Nae Il mengatakan pada Nae Il kecil, Kalau begitu Nae Il a, kau tidak akan bisa masuk universitas ini dan bertemu Cha Yoo Jin.
Nae Il kecil berkata, aku tidak menyukai Yoo Jin sunbae, Ia memaksaku untuk pergi latihan dengan Prof. Do.
Nae Il membela Yoo Jin, tapi ia melakukannya untukku. Tidak melakukan apapun yang tidak kamu inginkan, dan bersembunyi saat kamu ketakutan, Ayo kita jangan melakukan hal itu lagi.

Nae Il kecil menatap Nae Il dan berkata, Kau bilang kau suka hidup seperti aku, tapi sekarang kau sudah berubah.
Nae Il berkata, Yoo Jin sunbae akan melihatku seperti anak-anak sepertimu. Aku tidak suka itu.
Nae Il kecil berkata lagi, Bagi Yoo Jin, kau adalah aku. Bahkan jika ia salah, ia tak akan minta maaf padamu. Ia akan terus marah padamu seperti hari ini. aku yakin dia tidak seperti itu pada orang lain.
Nae Il mulai ragu, benarkah? BAgi Yoo Jin aku adalah dirimu?
Nae Il kecil menghilang. Di ruangan yang remang itu hanya ada Seol Nae Il. Ia sedang bicara dalam hati dengan dirinya sendiri.

Cha Yoo Jin sedang minum di rumahnya, ia mengecek HP-nya dan sepertinya ia akan menghubungi Yoo Il Rak. Tapi kemudian ia menutup ponselnya dan bergumam, seperti biasa saja Cha Yoo Jin, sejak kapan kau membutuhkan teman?
Yoo Jin yang resah kemudian berjalan ke tengah rumahnya. Ia melihat ke arah pintu lalu menutup mata dan menghitung sampai 3. Three, Two, One! Seol Nae Bal! Masuklah!
Yoo Jin yang udah mulai gila melihat ke arah pintu, tak ada tanda-tanda kedatangan Nae Il. Ia menghela nafas dan menutup matanya, Akh, benar, aku sudah mengubah passwordku, makanya dia tak bisa masuk.
Yoo JIn yang kesal menarik nafas lagi dan menatap ke langit-langit rumahnya.
Tapi kemudian terdengar suara bel berbunyi. Ia heran dan segera ke pintu.

Yoo Jin membuka pintu dengan senyuman di wajahnya dan senyuman itu perlahan menipis saat ia melihat Seol Nae Il berdiri di pintu. Nae Il menatap Yoo Jin dengan mata lebarnya tapi lama-lama ia memalingkan pandangannya dan menunduk. Nae Il memainkan tangannya, ia gugup. Keduanya terdiam dalam waktu yang cukup lama.

Nae Il mulai mencoba bicara, ia menutup matanya dan mulai berkata, berikan aku barang-barangku.
Yoo Jin bertanya, barang apa?
Nae Il dengan gaya gugupnya mengatakan kalau barangnya masih banyak di rumah Yoo Jin. Ia tahu Yoo Jin sudah mengeluarkan didalam kotak beberapa waktu lalu, tapi masih banyak barangnya yang belum kembali. Ia tahu pasti ada didalam rumah Yoo Jin.
Yoo Jin mengatakan ia tak punya barang-barang yang dimaksud Nae Il.
Nae Il bertanya, kenapa? Kau membuangnya?
Yoo Jin diam saja, ia mengalihkan padangannya. Nae Il terkejut dan menghela nafas kecewa, ternyata kau benar-benar membuangnya.
Nae Il menatap Yoo Jin, kau seharunya menyimpannya sampai aku mengambilnya.
Yoo Jin ingin membela diri, kalau bukan itu yang ia maksud.
Tapi Nae Il memotong kata-kata Yoo Jin, Seperti yang Yoon Hoo katakan, Sunbae sangat keterlaluan.

Mendengar nama Yoon Hoo, Yoo Jin kesal, Kenapa kau membawa-bawa namanya disini?
Nae Il tak menjawab, ia balik bertanya, Kau tidak tahu kesalahan apa yang kau lakukan padaku bukan?
Yoo Jin meninggikan suaranya, Aku akui aku salah. Tapi kau tak bisa hidup seperti sekarang selamanya.
Nae Il menutup matanya dan meninggikan suaranya, Jika kau mengakui kalau kau salah, tak bisakah kau hanya meminta maaf?
Yoo Jin menatap Nae Il. Nae Il berkata lagi,  Jangan mencoba membuat aku mengerti, cukup minta maaf saja, tak bisakah? Aku meminta maaf padamu setiap hari. Aku bahkan tak tahu apa yang terjadi, tapi aku selalu minta maaf padamu. Jadi kenapa sunbae tak bisa melakukan hal yang sama? Kenapa? Apakah aku tidak pantas mendapatkan permintaan maafmu?
Yoo Jin ber'ck' dan menghela nafas, ia ingin menjelaskan sesuatu tapi Nae Il yang kecewa meninggalkannya dan masuk ke dalam rumahnya. Yoo Jin hanya bisa melihatnya saja.

Anggota S-Oke Il Rak, Min Hee, Soo Min, Dan Ya, Oboe dan Clarinet sedang main batu (hahhaha, aku ga tau main apa namanya), sambil membicarakan tentang kampus yang akan mengumumkan sesuatu tentang S-Oke hari ini. Sayangnya sampai detik ini belum ada pengumuman jadi mereka makin gelisah.
Min Hee bertanya, Apa yang harus kita lakukan? Kita bermain dengan baik saat konser, aku berharap akan ada yang memanggil kita. Aku bahkan tak punya biaya untuk belajar ke luar negeri, jadi aku harus punya pengalaman dalam sebuah orkestra.
Mereka terus bermain dengan tak serius, saat giliran Soo Min, Il Rak mengingatkan. Soo Min sendiri memikirkan tentang nasib-nya juga, Apa aku harus belajar untuk TOEIC (Test of English for International Communication)?

Si Oboe kesal, kau kan bisa kembali ke A-Oke, kenapa kau khawatir tentang mencari pekerjaan?
Si Klarinet berkomentar Bagaimana Soo Min bisa kembali ke tempat yang telah ia buang?
Soo Min hanya menunduk. Si Klarinet kesal karena Soo Min kelihatannya memang berfikir akan kembali ke A-Oke, kenapa kau tak mengatakan apapun?
Soo Min berkata, Aku pemain timpani, tidak seperti kalian yang bisa latihan sendiri. Apa yang harus aku lakukan?

Lee Dan Ya menghela nafas, ia juga ikut mengomentari dan si Klarinet kesal dan menyuruhnya langsung menikah saja. Sepertinya si Klarinet menebak kalau Dan Ya masuk ke sekolah musik hanya agar terlihat punya style tinggi.
Dan Ya kesal, ia berdiri dan mendorong batu yang ia mainkan, ia kesal karena Si klarinet hanya memikirkan tentang koneksi saja.
Klarinet juga naik darah karena dikatai oleh Dan Ya. Ia ikutan berdiri dan keduanya siap perang mulut. Il Rak menghentikan mereka berdua, kenapa mereka harus bertengkar sesama S-Oke.
Il Rak kemudian mendapat sms dari Shi Won yang menunggunya di ruang latihan.
Il Rak mengenyitkan keningnya.

Shi Won ada di ruang latihan bersama Sun Jae. Shi Won mendapat balasan sms dari Il Rak yang mengatakan ia sibuk dan tak bisa latihan. Shi Won sedikit kesal karena Il Rak ada urusan di hari latihan mereka. Ia khawatir apa sesuatu terjadi pada Il Rak.
Sun Jae tahu kalau itu dari Il Rak dan mengomentari Shi Won yang sering terlihat bersama Il Rak akhir-akhir ini. Shi Won mengatakan kalau ia dan Il Rak latihan karena akan duet bersama.
Sun Jae menatap Shi Won dengan curiga, kau tidak menggodanya bukan?

Shi Won menatap Sun Jae terkejut. Sun Jae mengkhawatirkan Shi Won,  Aku penasaran apakah dia sudah tahu tentang dirimu yang sebenarnya, kebiasaanmu saat mabuk.....
Shi Won yang kesal menarik kerah baju Sun Jae dan Sun Jae terdiam. Kemudian Sun Jae bergumam kebiasaan Shi Won yang menyukai kekerasan. Shi Won bete karena Sun Jae mengungkit hal itu. Ia menatap Sun Jae dengan tatapan marah dan melepaskannya.

Shi Won berjalan keluar dari ruang kelas dengan kecewa. Rupanya Il Rak datang tapi tak masuk dan bersembunyi di balik tangga. Ia menatap Shi won dengan khawatir dan berkata pada dirinya sendiri, Maafkan aku Shi Won, kita adalah Romeo dan Juliet sekarang.
Tapi kemudian Il Rak makin terkejut saat Sun Jae keluar dari ruang yang sama dan berlari ke arah Shi won dan merangkulnya.
Il Rak keluar dari persembunyiannya dan menatap keduanya dengan kesal,  Pria menyebalkan, aku bahkan belum mendapatkan pundaknya!
Il Rak memandang mereka dengan kesal dan menghela nafas sambil menutup matanya.

Il Rak sedang meditasi di restoran ayahnya sambil menutup mata. Ayah Il Rak datang dan menyapa puteranya, kenapa Il Rak tidak melakukannya di kamar saja. Il Rak membuka matanya dan memanggil ayahnya. Ayah Il rak salah tanggap dan malah bertanya, kenapa? kenapa? Kau tidak mau menaiki tangga? Apa kau ingin aku menggendongmu?
Il Rak menggeleng. Ia menatap langit malam dengan tatapan kosong dan mulai sok puitis, Langit  sangat gelap. Semuanya gelap dan suram.
Ayah Il Rak ikutan menatap langit dan mengatakan tentu saja, karena ini malam hari.
Il Rak menghela nafas lagi, ia menatap ke dalam restoran, Semua orang makan dengan baik,  apa yang mereka makan sehingga begitu enaknya?
Ayah Il Rak sedikit kesal, tentu saja karena itu masakanku.

Il Rak yang sudah mulai gila mengatakan, Ah, benar, masakan ayahku sangat enak.
Ayah Il rak bingung dengan sikap puteranya yang aneh. Il Rak menghela nafas lagi, ia mengatakan kalau ia akan kembali ke kamarnya. Ia akan lebih baik pada ayahnya nanti.
Ayah Il Rak memandangi puteranya dan bergumam, bahkan bernafas dengan baik saja itu tandanya kau sudah baik padaku. Kemudian ia berpaling dan berkata dulu ia juga pernah seperti itu, saat ia batal kencan dengan ibu Il Rak. kekkekkeke.

Yoo Jin bertemu Song Mi Na. Mereka membicarakan sesuatu tentang Mi Na yang harus meminta izin pada Yoo Jin lebih dahulu, karena sekali S-Oke dibubarkan dan mereka akan memulai langkah baru, ia yakin semua orang akan curiga pada Yoo Jin. Yoo Jin mengatakan ia mengerti.
Mi Na khawatir dan berkata kalau ini akan lebih berat dari apa yang dipikirkan Yoo Jin,  dan akan butuh lama sampai semua siswa mengerti.
Yoo Jin mengatakan ia juga sudah bertanya pada dirinya sendiri tentang permintaan Mi Na padanya, dan jawabannya selalu sama,  'Pilihlah jalan yang paling sulit.'
Mi Na menatap Yoo Jin. Yoo Jin tersenyum, menjadi disalahpahami adalah hal tersulit. Mi Na tersenyum.
Yoo Jin berkata, mereka mungkin terlihat keluyuran dengan banyak pikiran, tapi mereka menjalani hidup dengan keras. Aku menikmati hal-hal yang mereka berikan, Mereka berusaha dan berjuang untuk mendapatkan sesuatu. Aku selalu bermimpi untuk belajar di luar negeri, tapi sejak awal mereka sudah menyerah akan hal itu. Mereka berjuang sangat keras untuk menjadi bagian sebuah orkestra.

Yoo Jin membicarakan hal itu sambil membayangkan hari-harinya bersama S-Oke waktu ia menjadi pelatih mereka. Ia bertanya pada Mi Na, kau tahu alasannya bukan? Itu sebabnya kau merencanakan hal ini.
Yoo Jin bicara lagi sambil membayangkan, JIka mereka lulus, kebanyakan dari mereka akan kehilangan musik, tapi S-Oke memberi mereka harapan bahwa mereka tetap bisa bermain musik. Aku ingin menumbuhkan harapan itu untuk mereka. Itulah yang kau impikan bukan? Bahkan tanpa koneksi dan hanya dengan berusaha keras, sebuah orkestra bisa tumbuh dengan keringat mereka sendiri. Jadi mari kita mencobanya. Mereka sudah banyak berubah sekarang, jadi mari mencoba berpetualang dengan mereka. Lagi pula, kita tak punya rencana lain lagi.
Mata Mi Na berkaca-kaca. Ia menatap Yoo Jin dan percaya pada Yoo Jin. Mi Na menginformasikan pada bagian administrasi untuk mengumumkan pembubaran S-Oke.
Yoo Jin dan Mi Na saling menatap. Mereka berdua akan memulai langkah baru untuk mempertahankan apa yang mereka impikan.

Anggota S-Oke sedang berkumpul di depan papan pengumuman. Sejak awal mereka sudah tahu akan ada pengumuman hari ini, tapi masih belum tahu pengumuman itu tentang apa.
Salah seorang staff keluar dan memasang karton pengumuman. Anggota S-Oke pun berkumpul dan melihat pengumuman itu. Mereka semua membuka mata lebar-lebar dan terkejut.
S-Oke dibubarkan.

Ruang latihan S-Oke yang biasanya di gembok agar tak ada yang masuk. Cha Yoo Jin ada disana, melihat ruangan S-Oke yang di kunci. Ia diam saja. Ia teringat saat Stresemann bertanya padanya, jika ia jadi Stresemann, Orkestra mana yang akan ia pilih.
Yoo Jin menarik nafasnya dan berkata kalau sekarang ia sedang mencoba menemukan jawabannya. Bukan dirinya sendiri, tapi bersama-sama.

Anggota S-Oke sedang duduk di tangga dengan wajah lesu tak bersemangat. Nae Il dengan khawatir bertanya, jadi kita benar-benar akan di bubarkan?
semuanya benar-benar sedih dan kecewa karena bagaimanapun mereka sudah berusaha dengan keras, tapi hasilnya malah mereka dibubarkan. Il Rak juga protes kalau pihak kampus sangat keterlaluan.
Soo Min berkomentar kalau itu adalah aturannya, mereka bisa apa lagi?
Min Hee khawatir apa yang harus ia katakan pada ayahnya, padahal ayahnya masih ingin melihat penampilannya sebagai mambo.
Saat semuanya masih bersedih sedih tiba-tiba staff datang kembali ke papan pengumuman menempelkan sesuatu.

Anggota S-Oke penasaran dan kembali melihat pengumuman yang baru di tempel. Pembubaran A-Oke.
Semuanya terkejut. Mereka membuka mata lebih lebar dan melihat kedua pengumuman yang bersebelahan. Orkestra A dan S dibubarkan.

Prof. Do berlari ke ruangan Mi Na dan Mi Na sudah menunggunya, ia tahu apa yang akan dikatakan oleh Prof. Do. Prof. Do bertanya apa yang dilakukan Mi Na. Mi Na dengan tenang menjawab, aturannya hanya boleh ada satu orkestra dan belum ada keputusan orkestra mana yang akan dipertahankan.
Prof. Do tetap tak setuju, tapi Mi Na sudah merasa keputusannya tepat.

Shi Won, Sun Jae dan Jae Yong berjalan bertiga, mereka juga terkejut dengan keputusan dari pihak sekolah yang membubarkan orkestra mereka juga. Mereka yakin ada kesalahan.

Tim S-Oke juga sedang kebingungan. Il Rak bertanya-tanya, kenapa A juga dibubarkan, bukankah peraturannya tidak begitu?
Nae Il juga bertanya-tanya, mungkin peraturannya berubah, membubarkan semua tim.
Soo Min tidak setuju, ia pikir tak mungkin peraturannya berubah, karena A-Oke kebanyakan anak pejabat tinggi. Min Hee berkomentar, kalau mereka anak pejabat tinggi jadi mereka tak akan khawatir dibubarkan, setelah lulus mereka bisa lanjut sekolah keluar negeri.
Soo MIn juga bingung, kalau kita bagaimana ya?
Il Rak mengerutkan keningnya dan bergumam, Shi Won-ku pasti terkejut. (LOL).

Tiba-tiba terdengar suara microfon pengumuman. Semuanya terkejut. Song Mi Na yang membuat pengumuman mengenai pembubaran A dan S Oke. Orkestra A dan S telah dibubarkan, ini bukan hanya sekedar pembubaran. Ini adalah langkah awal dari dunia baru. Kami akan membentuk tim baru setelah proses audisi. Sebuah orkestra baru yang akan mewakili Han Eum. Dan konduktor dari orkestra baru ini adalah, mantan konduktor S-Oke, Cha Yoo Jin.

Semua anggota S-Oke terkejut. Soo Min yang terkejutnya paling lucu. Nae Il juga terkejut karena Yoo Jin akan menjadi konduktor dari sebuah orkestra baru.
Sementara itu Cha Yoo Jin berjalan dengan tenang ditatap oleh berbagai siswa.

Para dosen dan direktur sekolah rapat mengenai masalah pembubaran A dan S-Oke. Bu direktur tentu saja tidak setuju dengan hal ini. Ia tak setuju Mi Na membubarkan orkestra resmi Han Eum demi menyelamatkan S-Oke. BAgaimana pun Mi Na tetap ingin anggota S-Oke bertahan, ia bahkan mempertaruhkan kursinya sebagai dekan demi orkestra baru ini, membuat semuanya terdiam.
JIka Orkestra baru ini gagal, Mi Na akan mundur sebagai dekan Han Eum. Prof. Do tampak senang sekali.
Cha Yoo Jin sendiri juga mengikuti rapat itu meski ia datang terlambat, ia menjelaskan mengenai Orkestra baru ini.

Yoo Jin mengatakan kalau ia ingin membuat orkestra yang sebenarnya, bukan sebagai langkah sebelum siswa belajar ke luar negeri. Sama seperti Vienna Philharmonic dan Berli Philharmonic, Orkestra yang mewakili negara.
Prof. Do mengejek karena hal itu terdengar seperti bualan saja.
Yoo Jin melanjutkan, Walaupun terdengar tidak mungkin, Aku akan mulai membuatnya menjadi nyata. Orkestra yang memiliki kepribadian S, serta pengalaman dan kemampuan seperti A.
Direktur kesal, jadi maksudmu A tidak sebanding dengan S?

Yoo Jin menjelaskan, Kemampuan individu memang sangat penting. Tapi masalah pada A adalah keseragaman melody. Melodi mereka hanya mengikuti note yang telah disiapkan, penampilan yang sempurna yang memamerkan siapa guru mereka. Bukan untuk menampilkan kemampuan mereka sendiri. Karena itu lah mereka tak bisa meluapkan perasaan mereka sendiri. Disisi lain, kemampuan individu S memang tak sebanding dengan A-Oke, Tapi perasaan meluap mereka jauh di atas A. Memang perasaan seperti itu bukanlah inti dari tujuan musiknya. Stresemann juga pernah bertanya padaku mengenai dua orkestra ini, dan ini lah jawabanku.
Prof. Do mengatakan kalau mereka sudah tahu kelemahan semuanya, masalahnya adalah pada keadilannya.

Mi Na bicara, karena itu lah aku menyarankan blind-audition.
Semuanya terkejut. Direktur tertarik, jadi, dengan itu akan mengatasi masalah? Jawabannya akan tergantung pada kompetisi ini.
Prof. Do tertawa, lalu siapa yang akan jadi jurinya? Cha Yoo Jin?
Mi Na dengan yakin memilih perwakilan A dan S Oke, Prof. Do dan Prof. Ahn sebagai juri.Kami akan menerima siapapun sebagai anggota tim hanya setelah mereka dinyatakan lulus oleh juri. Ini lah cara penyelesaiannya. Prof. Ahn melirik prof. Do yang sepertinya senang kalau dia jadi juri.
Yoo Jin melihat reaksi Prof. Do dan tersenyum.

Rapat selesai, Prof Do mengejar ibu direktur untuk bicara dengannya. Ia bertanya apakah direktur setuju dengan ide Cha Yoo Jin? Karena ia yakin ini hanya trik ibu Dekan.
Direktur menjawab, trik atau bukan, dia melakukannya demi keuntungan kita. Apa yang kau takutkan? Kau pasti tahu siapa yang bermain di A dan di S?
Meski ragu, Prof. Do mengiyakan saja. Direktur yang terlihat licik ini mengatakan masalah ini lamta laun juga akan selesai dan bisa jadi akan menjadi keuntungan bagi mereka. Apakah dia pikir dia bisa bertahan tanpa sponsor?

Cha Yoo Jin masuk ke aula utama dimana A-Oke biasanya berlatih. Ia berdiri di podium konduktor dan melihat bangku-bangku kosong para pemain orkestra disana. Ia mulai membayangkan siapa saja yang akan menjadi anggota dari orkestra barunya. First Violin, Concertmaster, Jung Shi Won. Second Violin, Yoo Il Rak. Viola, Lee Dan Ya. First Oboe, Goo Sun Jae. Trompet, Lee Jae Yong. Horn, Kim Yoo Jin. Double Bass, Choi Min Hee. Timpani, Ma Soo Min. First Cello, Lee Yoon Hoo.
Meski ia memilih Lee Yoon Hoo, tapi ia berusaha menghilangkan Lee Yoon Hoo dari bayangannya, hehehhe.
Yoo Jin menatap semua tim Orkestra impiannya.

Il Rak. Min Hee dan Soo Min sedang berjalan bertiga saat Yoo Jin melihat mereka dan memanggil nama Il Rak. Ketiganya berhadapan dengan Yoo Jin. Il Rak yang masih kesal pada Yoo Jin mengatakan kalau sudah lama mereka tak bertemu, ia sudah menghapus nama Yoo Jin dan baginya, Yoo Jin adalah 'tanpa nama'.
Yoo Jin tak peduli dan bertanya, kau tidak mendengarnya, orkestra baru akan dibentuk melalui blind-audition.
Soo Min mengatakan mereka sudah mendengarnya, Prof. Ahn baru saja memberitahu mereka.
Min Hee bertanya, kau mau menghentikan kami kan?
Yoo Jin tak mengerti, apa maksudmu?
Il Rak kesal, Bagaimana kami bisa mengalahkan mereka dengan perorangan? Bukannya dengan audisi begini kau meminta kami untuk sadar diri?

Yoo Jin menghela nafas, karena bukan itu maksudnya, Kau takut?
Il Rak yang kesal tentu saja menjawab tidak. Kami harus memenangkan prof. Do dan Prof. ahn? Seluruh Han Eum tahu kami tidak disukai oleh Prof Do.
Yoo Jin dengan tenang menjawab, Jika kau takut, mulailah berlatih. Lalu kalian bisa ikut audisinya.
Il Rak tidak peduli dan meninggalkan Yoo Jin sambil berkata, si tanpa nama mulai membicarakan hal tak masuk akal.
Yoo JIn hanya bisa menghela nafas bahkan ketika Min Hee dan Soo Min mengejar Il Rak. Ia mungkin sudah tahu akan timbul kesalah pahaman seperti ini.

Yoo Jin sedang ada di tempat favoritnya, sebuah kursi didekat danau. Tapi kali ini ia tidak duduk, melainkan berdiri merenung. Ia menatap nun jauh disana, kemudian berbalik melihat ke belakangnya. Yoo Jin berkata pada dirinya sendiri, seharusnya dia datang kesini dan berteriak 'sunbae' sekarang. Apakah dia sudah tak mau mengikutiku lagi? *Cieeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee
Tapi kemudian Yoo Jin malah kesal, Ck, dia tak mau memberiku waktu untuk bicara. Sekarang dia sedang apa?
Dan Yoo Jin yang pura-pura cuek ternyata sedang memikirkan Seol Nae Il, kenapa Nae Il tak mengikutinya, kenapa dia tidak seperti dulu dan sedang apa dia sekarang, kekekkeke.

Seol Nae Il ada di cafe, sudah menyelesaikan penampilan piano tetapnya di cafe. Min Hee datang membawa makanan, mengajak Nae Il makan. Keduanya makan di meja, bahkan Min Hee menyuapi Nae Il dengan roti yang dicelupkan ke krim, meski awalnya ia lupa krimnya. Nae Il makan dengan gayanya yang lucu dan menebak roti apa yang dibawa Min Hee.
Ibu Yoo Jin yang melihat keduanya datang dan ingin berbincang, tapi melihat Ibu Yoo Jin, wajah Nae Il langsung berubah, ia kemudian permisi dan pergi buru-buru. Min Hee minta maaf pada Nae Il. Ibu Yoo Jin heran karena Nae Il aneh padanya belakangan ini. Ia pikir Nae Il marah padanya.

Ibu Yoo Jin bertanya pada Min Hee, apakah Nae Il masih sakit, karena Nae Il sakit pada malam klasikal waktu itu. Min Hee menjawab, entahlah, tapi kami semua 'sakit' karena Yoo Jin.
Ibu Yoo Jin makin heran, kenapa dengan Yoo Jin?
Tiba-tiba ibu sadar, AAAAAHHHH, Aku ketahuan ya? Karena aku berfoto bersama Yoo Jin?
Min Hee yang kecewa mengiyakan, Aku benar-benar kecewa, boss.
Min Hee meninggalkan ibu Yoo Jin dengan cemberut. Ibu Yoo Jin bingung dengan sikap Nae Il dan Min Hee. Kekekekeke.

Ibu Yoo Jin yang mengkhawatirkan puteranya mengunjungi Mi Na di kampus dan kedua sahabat ini kembali ngobrol, lebih tepatnya adu pendapat dan minta maaf. Ibu Yoo Jin kesal karena Mi Na selalu melibatkan Yoo Jin dalam banyak masalah. Mi Na minta maaf, karena bagaimanapun Yoo jin lah yang punya ide akan hal itu.
KEmudian Mi Na tak sengaja menyebutkan Cha Dong Woo, ayah Yoo Jin dan suasana berubah. Dari percakapan mereka kita bisa melihat sepertinya dulu Ayah Yoo Jin sering menyakiti Yoo Jin kecil. Dan Ayah Yoo Jin terlalu sibuk sehinggak tak pernah terlihat lagi.
Mi Na kemudian mendapat telpon dari Stresemann, tapi ia menolak panggilannya dengan gaya yang cool, kekkekekkekek.

Yoo Jin kembali ke apartemennya dan melihat ada mobil pindahan barang. Ia berhenti saat pemiliknya keluar, Lee Yoon Hoo (ANDWEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE!!!!!!!!!!!!!!!!).
Lee Yoon Hoo pindah ke apartemen yang sama dengan Nae Il dan Yoo Jin. Yoo Jin bertanya kenapa Yoon Hoo disana. Yoon Hoo mengatakan ia pindah ke apartemen ini, di lantai 2.  Yoo Jin bertanya, kenapa harus disini?
Yoon Hoo dengan tenang menjawab, memanngnya kenapa? Aku sedang cari tempat tinggal. Sekarang kita akan semakin sering bertemu. Mari berteman.

Yoon Hoo mengulurkan tangannya untuk bersalaman. Yoo Jin melihat tangan Yoon Hoo dan mengalihkan pandangannya, kemudian berjalan begitu saja melewati Yoon Hoo.
Salam Yoon Hoo tak diterima, Yoon Hoo sedikit kesal dan melihat kepergian Yoo Jin.


0 comments:

Post a Comment

 

Random Post

Clover Blossoms Fanpage

In My Radar

Watching :
- We Married as A Job
- Jimi ni Sugoi!
- Weightlifting Fairy
- Goblin
- The Legend of The Blue Sea
- Father I'll Take Care of You
- Beppin-san
- Gochisousan

Waiting Drama:
- Miss in Kiss

Waiting Movies:
- One Week Friends
- Your Lie in April
- Aozora Yell
- Itakiss Movie

Favorite Song This Time :
- Red Cheek Puberty - Galaxy
- Ben - Foggy Road
- Twice - Next Page
- Utada Hikaru - Hanataba wo Kimini
- LYn - Love Story