[Sinopsis] Naeil's Cantabile Episode 12 ~ Part 1

Cantabile Tomorrow
~Lesson 12~

Saat Cha Yoo Jin mencoba terapi hipnotis bersama dr. Kim karena permintaan pamannya, Nae Il berkeliling rumah Yoo Jin dan menemukan ruangan berisi koleksi piringan lama.
Paman Yoo Jin melihat Nae Il dan memasang sebuah piringan, Satie 3 Gymnopédies: No. 1, Nae Il tahu lagu itu dan menyukainya. Mereka berdua duduk di kursi. Paman Yoo Jin menukmati musiknya sedangkan Nae Il menemukan foto masa kecil Yoo Jin diatas boat dan heran karena saat kecil Yoo Jin ternyata tidak takut air.
Paman tertarik karena Nae Il tahu Yoo Jin takut air, ia mengerti karena ini pertama kalinya Yoo Jin membawa pacarnya kerumah, jadi pasti Nae Il dan Yoo Jin sangat dekat. Jadi ia pikir tidak masalah jika Nae Il tahu.
Nae Il tidak mengerti dan bertanya apa itu?
Paman mengatakan kalau saat kecil Yoo Jin pernah kecelakaan pesawat. Yoo Jin yang kebetulan lewat mendengarnya. Ia kesal pamannya menceritakan kelemahannya pada Nae Il. Nae Il sendiri menjadi bingung.

Yoo Jin menarik Nae Il keluar dari rumah pamannya. Yoo Jin berjalan cepat sambil menggandeng Nae Il. Mereka berhenti di halaman. Yoo Jin melepaskan tangannya dan Nae Il tampak takut kalau Yoo Jin akan memarahinya.
Yoo Jin menarik nafas dan mengatakan kalau ia tidak bisa melanjutkan study ke Luar Negeri.
Nae Il terkejut menatapnya. Yoo Jin mengatakan kalau ia tak bisa naik pesawat dan juga kapal laut.
Yoo Jin menatap Nae Il dan berkata, Lucu bukan? Kau boleh tertawa.
Nae Il tahu ini bukan saat tertawa, ia khawatir dan menyentuh Yoo Jin, Kenapa?

Yoo Jin mengatakan kalau itu trauma karena kecelakaan pesawat saat kecil. IA terjatuh dan mengapung dengan pelampung di laut. Sejak itu ia trauma naik pesawat maupun air.
Nae Il khawatir dan bertanya lagi, Jadi kau tidak bisa melanjutkan study ke luar negeri? Bukan karena kau tidak mau tapi karena tidak bisa pergi? Tapi cita-citamu ada disana.
Nae Il menyenyuh lengan Yoo Jin dan terlihat sedih dan khawatir.

Yoo Jin biasa saja dan mengomentari Nae Il, Kenapa kau terlihat mau menangis? Aku saja tidak.
Nae Il membantah, memangnya siapa yang menangis?
Tapi tentu saja Nae Il menangis karena sedih, ia menahan air matanya dan menghapusnya.
Yoo Jin menatapnya dan mengatakan kalau ini hanya masalah sepele. 
Meski begitu, Yoo Jin juga memikirkannya berulang kali.
Ia terdiam menatap kosong. Nae Il menepuk lengannya.

Keduanya tiba di apartemen, di depan pintu masing-masing.
Nae Il kemudian bertanya, Sunbae, kau masih belum ingin tidur bukan?
Yoo Jin bingung tapi ia sadar Nae Il akan main ke kamarnya lagi.

Nae Il bermain piano di kamar Yoo Jin. Ia memainkan Satie 3 Gymnopédies: No. 1 yang baru ia dengar di rumah paman Yoo Jin tadi. Yoo Jin duduk di kursi mendengarkan Nae Il bermain piano.
Yoo Jin berkata dalam hati kalau Gymnopedies adalah musik yang mengajarkan bahwa keserhanaan bisa menjadi harta. Apakah ini memang tujuan komposernya membuat pendengar nyaman dan tidak hanya sekedar mendengar saja? Yoo JIn menikmati musik Nae Il dan tersenyum menatap Nae Il yang sudah membuatnya merasa nyaman.

Nae Il selesai memainkan musiknya. Yoo Jin tersenyum dan bertanya, kau memainkan musiknya untukku?
Nae Il tersenyum dan mendekati Yoo Jin, ia mengatakan kalau Yoo Jin pernah bilang ia menyukai permainannya dan juga musik itu adalah kesukaan kakek Yoo Jin.
Nae Il penasaran dengan reaksi Yoo Jin. Yoo Jin hanya tersenyum kecil kemudian melihat sesuatu di tas Nae Il, jam dari Stresemann. Yoo Jin mengambil dan mengenalinya, ia bertanya kapan Stresemann memberikannya.
Nae Il mengatakan sebelum Milch ke Jerman. Yoo Jin berkomentar kalau Stresemann selalu memanggil Nae Il baby, sepertinya Stresemann benar-benar menyukai Nae Il.
Nae Il tersenyum, ia mengatakan kalau Sresemann adalah orang baik.

Nae Il kemudian bertanya, BTW, apakah kau sudah mencoba hipnoterapi?
Yoo Jin menghela nafas dan mengatakan ia sudah melakukan semuanya. Ia mendengar kalau terapi ini bisa berlangsung seumur hidup dan ternyata benar.
Nae Il mengambil liotin jam Stresemann dan mengatakan ia juga pernah melihat di TV, menggunakan ini untuk melakukan hipnotis.
Nae Il mencoba menggoyangkan jam kekiri kekanan dan membaca mantrea hipnotisnya. Yoo Jin melihat jam kekanan kekiri dan mengatakan kalau ia juga mendengar orang akan mudah terhipnotis jika dia percaya. Apakah aku orang yang naif?

Nae Il terus menggoyangkan jam di hadapan Yoo Jin. Yoo Jin terus melihatnya. Nae Il membacakan manteranya, mengantuklah mengantuklah~
Dan tiba-tiba Yoo Jin tertidur. Nae Il kaget dan mencoba membangunkan Yoo Jin. Ia menyentuh Yoo Jin dan mencoba membangunkannya, ia mengatakan kalau Yoo Jin bercanda.
NAe Il menepuk tangannya dan Yoo JIn terbangun.
Nae Il terkejut ia mengatakan kalau Yoo Jin tadi beneran tertidur.
Yoo Jin bingung, apa maksudmu? Sejak tadi aku mendengarmu.
Nae Il masih mematung, heran, bingung apakah tadi beneran atau becanda.
Yoo Jin mengatakan ia haus dan pergi ke dapur.

Prof. Do dan Prof. Ahn sedang berjalan berdua. Prof. Do masih heran apa benar Nae Il takut pada kipasnya, memangnya apa yang salah dengan kipasnya.
Prof. Ahn mengatakan kalau banyak yang takut pada kipas Prof. Do. Prof. Do mengatakan kipas ini adalah simbol mengajarnya, dengan kipas ini banyak siswa yang memenangkan kompetisi.
Prof. Ahn mengatakan semua siswa itu hanya menahan perlakuan itu saja. Yang dibutukan bukan kipas tapi pujian. Prof. Do tidak setuju.
Prof. Ahn mengingatkan kalau ia menang taruhan tentang Cha Yoo Jin dlu dan ia belum mengatakan permintaannya, ia minta Prof. Do mengajar Nae Il tanpa kipas.
Prof. Do masih tak mau melepaskan kipasnya, Prof. Ahn dan Prof. lucu saling tarik menarik kipas.

Nae Il menuju ruang latihannya hari itu. Ia mendengar suara piano dan melihat Prof. Do sedang bermain piano. Ia trekejut. Nae Il merasa khawatir lagi dan menutup matanya. Ia takut tapi mencoba agar tidak takut.

Nae Il masuk ke ruang latihan saat Prof. Do memainkan Fart Song yang sering ia mainkan bersama Prof. Ahn, Prof. Do bahkn menyanyikan liriknya sendiri.
Ia melihat Nae Il dan tetiba ia tersenyum. Prof. Do berusaha bersikap baik pada Nae Il dan menawarinya cookies. Tapi Nae Il menggeleng.
Prof. Do mengatakan kalau ia sudah menerima score musik Nae Il dan mulai memuji keindahan nada musik milik Nae Il dan bla bla bla. Ia mengajak Nae Il latihan Fart Song.
Nae Il terkejut. Itu adalah musik kesukaannya.

Prof. Do menatap Nae Il memintanya mendekat. Nae Il waspada dan melangkah mundur, LOL.
Prof. Do masih belum menyerah menyuruh Nae Il melangkah mendekat, tapi Nae Il melebarkan langkahnya ke belakang. HHAHHAHHAHHA.
Prof. Do bingung dan mengatakan kalau ia tidak memegang kipas lagi.
Nae Il mash takut dan melirik, ia mengatakan ia ingin mengoreksi sesuatu. Prof. Do memperbolehkan.
Nae Il menarik kakinya lagi dan berdiri lurus, ia mengatakan bukan Fart Song tapi Flatulence Song.
Prof. Do bingung, Flatulence Song?

Nae Il menjelaskan perbedaan keduanya. Fart Song (lagu kentut) baunya suram. Sedangkan Flatulence Song (lagu perut kembung) baunya ceria.
Nae Il masuk kedalam khayalannya. Prof. Do memainkan mulutnya dengan kesal, ia menatap Nae Il dan ia berteriak marah kalau kentut dan perut kembung serta baunya sama saja dalam hatinya.
Tapi ia mencoba sabar dan tersenyum, Ah, Iya, baunya ceria ya? Jadi apa kita akan bermain Fart- ah bukan, Flatulence Song? Ayu duduk.
Nae Il yang tersenyum keluar dari dunia khayalnya dan cemberut.
Ia masih takut takut untuk duduk di kursi, ia melirik Prof. Do dan mengambil satu cookies dan memakannya. Saat Nae Il tak melihat Prof. Do bermuka masam, tapi kalau Nae Il meliriknya ia menggantinya dengan wajah tersenyum. HAHHAHHAHAH. Ia mengeluh kalau sulit sekali melakukannya.

Nae Il mulai memainkan musiknya, Flatulence Song. Prof. Do mendengarkan dengan baik, mencoba memikirkan apa yang kurang dari musik itu. Sambil sesekali ia masam dan kemudian tersenyum. HAHAHHHAHAHHAHA.

Min Hee sedang bekerja di cafe saat melihat duo oboe dan clarinet sedang bertengkar disalah satu meja.
Si Oboe dan klarinet saling menyuruh satu sama lain untuk meneyerah akan Min Hee. Mereka berdua bertengkar kecil karena Min Hee. Saat mereka sadar Min Hee sedang melihat, mereka berdua tersenyum dan menyapa, soak baikan. Min hee hanya bisa tersenyum masam pada keduanya.
Kemudian mereka berdua lanjut bertengkar lagi.
Ibu Yoo Jin melihatnya dan berkomentar, apa mereka benar-benar menyukaimu? Mereka terlihat lebih asyik bertengkar dari pada perhatian padamu?
Min hee mengatakan ia tidak menyukai mereka dan sudah menolak mereka, tapi tetap saja mereka seperti itu. Ibu hanya bisa geleng-geleng, kenapa mereka tidak menyerah saja?
Min Hee mengatakan biarkan saja mereka berdua.

dilain tempat, cinta bersemi sepihak (atau dua pihak?).
Yoo Il Rak ke ruang belajar piano dan mengintip Shi Won dan gengnya. Il Rak tersenyum mupeng melihat Shi Won memakai rok.
Jae Yong berkomentar kalau Shi Won harus hati-hati saat memakai rok, Shi Won merusak matanya. Sun jae mengatakan wajah Shi Won tak tahu, ini pertama kalinya Shi Won memakai rok.
Shi Won menghelan nafas dan mengatakan ia mengerti, jika bukan karena kakeknya ia tak akan memakai rok ini, ia menurunkan roknya.
Tiba-tiba Il Rak datang dan memberikan jasnya untuk Shi Won, menyuruhnya menutupi pahanya dengan jas itu.

Shi Won agak kaget tapi ia berterima kasih, Tapi tiba-tiba Il Rak dengan gugup pura-pura mengangkat telpon. Saking gugupnya ia tak sadar ponselnya terbalik dan sok sibuk keluar untuk menelpon.
Il Rak berdiri di dekat dinding dan merasa aman. Sun JAe dan Jae Yong tertawa karena Il Rak aneh, mencoba mendekati Shi Won. Mereka berkomentar kalau Il Rak tak segan membuang harga dirinya. Shi Won memarahi mereka dan menyuruh mereka diam.


Il Rak baru sadar kalau ponselnya terbalik. Ia malu banged dan menyesali kebodohannya diluar. HAHHAHAHHAHHHA.

Yoo Jin keluar dari rumah sakit. dr. KIm menolak memberinya obat-obatan. Yoo Jin ingin melakukan hipnoterapi sepertinya. dr. Kim merasa sulit karena Yoo Jin sepertinya sudah terbiasa dengan traumanya.
4 anggota RS Oke mendapat pesan dari Yoon Hoo, pesan sent all. Yoon Hoo mengirimkan pesan kalau banyak wanita cantik disana + gambar selca disuatu tempat. Mereka menebak itu adalah Juilliard dan berfikir Yoon Hoo mungkin tak akan kembali ke Han Eum lagi. Il Rak juga sedih mengatakan harusnya Yoon Hoo pamit pada mereka.
Si Oboe dan Klarinet malah tertarik dengan kata 'wanita cantik' dan mengomentari kalau Yoon Hoo ada di surga dunia.

Yoo Jin melewati sebuah tempat yang persis seperti di selca Yoon Hoo. Yoo Jin mendapat pesan yang sama dan membuka gambar yang dikirim Yoon Hoo. Ia melihat dengan teliti dan melihat dibelakangnya, background yang persis sama.
Yoo JIn berfikir kalau Yoon Hoo dirawat di rumah sakit itu.

Yoon Hoo sedang menuruni eskalator sambil memainkan HP nya.  Yoon Hoo sepertinya cukup terkenal di kalangan para perawat karena kebaikannya.
Yoon Hoo yang sibu melihat HP nya berpapasan dengan Yoo Jin yang menghalanginya.
Yoon Hoo terkejut karena Yoo Jin ada disana dan bertanya apa Yoo Jin menjenguknya.
Yoo Jin mengatakan kalau mereka hanya bertemu secara kebetulan saja.
Yoon Hoo memasang wajah kecewa yang cute, Ainggg~ 

Yoo Jin bertanya, Sejak kapan kau memasukkan namaku dalam grup temanmu?
Yoo Jin memperlihatkan HP nya. Yoon Hoo melihatnya dan sadar, Ah, Jadi kau yang menelpon saat aku di operasi?
Yoo Jin kini gugup, apa?
Yoon Hoo membuka HP nya dan melihat sebuah kontak 'teman yang tak tahu namanya'. Jadi ini kau?
Yoo Jin mengalihkan pandangannya. Yoon Hoo tertawa.

Yoo Jin dan Yoon Hoo duduk di bangku taman rumah sakit. Mereka ngobrol. Yoo Jin bertanya kenapa Yoon Hoo menyembunyikan sakitnya. Yoon Hoo malah berterima kasih karena Yoo Jin menyembunyikan sakitnya dari yang lain. Yoo Jin mengatakan ia tak tahu bagaimana cara memberitahu semuanya.
Yoon Hoo mengatakan ia juga begitu. Ia tak ingin yang lain menjadi kasihan padanya, ia ingin memperlihatkan dirinya yang baru. Yoo Jin mengatakan menanggung masalah sendirian itu tidak baik.
Yoon Hoo memandang Yoo Jin dan mengatakan aslinya Yoo Jin ternyata memang cerewet. Ia berterima kasih lagi karena Yoo Jin sudah menghentikannya bermain. Sekarang mereka sudah impas.
Yoo Jin mengatakan ia juga tak mau berhutang lagi pada Yoon Hoo.  Yoon Hoo memandang Yoo Jin agak terkejut.
Yoo Jin kemudian meninggalkan Yoon Hoo.

Yoon Hoo masih sendiri agak bingung dan kemudian mengerti. Sepertinya Yoo Jin sebenarnya tahu kalau Yoon Hoo yang menyelamatkannya saat tenggelam waktu itu.
Yoon Hoo tersenyum kecil mengatakan ia juga tak mau ada masalah dalam pertemanan mereka.
Ia teringat bagaimana ia menyelamatkan Yoo Jin dengan tangan terluka waktu itu.
Dan Yoon Hoo di rumah sakit menghabiskan waktu belajar kondukting dari Handphone nya.

Di ruang latihan piano, Nae Il masih belajar bersama Prof. Do, lagu perut kembung, kekekkeke.
Prof. Do menikmati iramanya, ia ikut menggerakkan tangannya. Nae Il terpesona pada nada pianonya dan mengatakan suaranya lebih bagus setelah ia memasukkan nada chord seperti yang diminta Prof. Do.
Nae Il memainkan nada penutup dan Prof. Do puas sekali. Nae Il juga suka dengan nada penutupnya.
KEmudian Prof. Do meminta Nae Il memainkan nada selanjutnya dengan Tempo rubato, dengan gaya bebas.
Nae Il mengomentari kalau Prof. Do akhirnya mengerti bagaimana Flatulence Song itu.
Prof. Do dengan gaya ceria menjawab tentu saja dan menyuruh Nae Il mulai latihan lagi.

Nae Il memainkan satu part dan Prof. Do sepertinya menyukai Fart Song ini. Ia bahkan mengikuti irama dan menari diiringi musik yang dimainkan Nae Il. Dalam hati ia berkata kalau Musik dan teknik Nae Il sangat hebat. Musik ini adalah harta karun, penutupnya bagus, Penutupan Fart Song harus merupakan melodi yang indah seukuran Fart Song *Aku bahkan nggak ngerti maksudnya, HAHHAAHHHA.
Prof. Do yang menyukai melodi Fart Song memberikan applause pada NAe Il, BRAVO!
Prof. Do memuji permainan piano Nae Il yang bagus. Nae Il berdiri dan memegang tangan Prof. Do, ia berterima kasih dengan gaya lebay.

Prof. Do mengatakan kalau ia juga sudah lama tidak masuk kelas santai.  Ia sudah lupa bagaimana memberikan pelajaran dengan santai. Mulai sekarang ia akan memberi pelajaran dengan santai.
Tapi Nae Il memotong pembicaraan, tunggu dulu. Prof. Do heran, kenapa? Kau tidak mau? Bukannya Prof. Ahn mengatakan kau suka latihan seperti ini?
Nae Il berkata, berapa lama anda akan terus berlatih seperti ini? Bukannya kita harus serius untuk persiapan kompetisi?
Prof. Do terkejut, Apa?
Nae Il bersemangat, Kita harus bersiap untuk kompetisi Baek Geon Soo. Aku akan siap berlatih dengan serius mulai besok.
Prof. Do yang shock kehilangan kata-katanya, ia menatap Nae Il tak berkedip.
Nae Il membungkuk dan permisi untuk keluar.
Setelah Nae Il keluar, Prof. Do akhirnya berteriak BRAVO! Karena Nae Il mau mengikuti kompetisi.

Nae Il sendiri berada di halaman kampus bernuansa musim gugur. Ia menatap langit dan tersenyum. Ia menyukai keputusannya untuk ikut kompetisi piano.

Dekan Mi Na tampak gembira hari itu. Ia memanggil Yoo Jin ke ruangannya dan memberitahukan sepertinya akan ada wawancara untuk TV. Ia tahu Yoo Jin tak suka di ekspos oleh media, tapi karena Yoo Jin adalah konduktor, maka Yoo Jin harus mulai membiasakannya.
Ini adalah kesempatan bagus untuk memberitahu seluruh Korea siapa orkestra Han Eum sebenarnya.

Anggota RS Oke sedang mengelilingi Concertmaster Jung SHi Won yang membaca pesan dari Mi Na, yang meminta Rising Star berpartisipasi dalam syuting. Il Rak shock tapi senang karena mereka akan masuk TV lagi, Min Hee senang sekali karena ayahnya akan senang ia ada di TV. Mantan anggota S Oke dulu bersemangat sekali mendengar berita ini.
Sedangkan disatu sisi, MAntas A Oke geleng-geleng melihat mereka yang excited, Jae Yong berkomentar, memang apa hebatnya masuk TV?
Il Rak mengatakan ini kesempatan mereka untuk menjadi terkenal. Semuanya termasuk Shi Won excited.

Shi Won mengatakan program TV ini bisa memperkenalkan mereka dengan label dan studio rekaman, bahkan Son Soo Ji mendapat label karena program ini. Il Rak dan semuanya terkejut, termasuk Jae Yong dan Sun Jae yang akhirnya tertarik dan bertanya, benarkah? Jadi kita bisa membuat album solo nanti?
Jae Yong dan Sun Jae bersemangat. Il Rak mengatakan  kalau mereka akan bisa menjadi terkenal nantinya.
Semuanya excited dengan kesempatan emas ini. Mereka semua mulai mengirimi sms pada orang tua masing-masing.

Yoo Jin sedang di kantin kampus bersama Soo Ji. Soo Ji mengatakan ia tak bisa ikut acara TV itu karena ia harus kembali ke Eropa. Yoo Jin mengerti, karena Soo Ji adalah idola musik klasik, wajah kalau ia sibuk. Soo Ji mengatakan sebentar lagi Yoo Jin juga akan menjadi idola, konduktor yang memainkan instrumen terbesar di dunia, sebuah orkestra.
Soo Ji kemudian bertanya sampai kapan Yoo Jin akan disini, apakah ia akan menunggua anggota RS lulus? Sangat disayangkan karena ada banyak orkestra besar di dunia yang menunggu Yoo Jin. Kau tidak menyukainya? Sebuah orkestra yang sebenarnya.
Yoo Jin berfikir. Ia menatap Soo Ji dan bertanya, Apakah aku harus memberitahumu apa yang aku rasakan sekarang?
Soo Ji tersenyum dan mengatakan kalau Yoo Jin sangat kaku. Ia ingin Yoo Jin mempertimbangkannya.

Tiba-tiba terdengar suara Nae Il memanggil Yoo Jin. Ia tersenyum melihat Yoo Jin dan senyumannya menghilang saat menyadari Yoo Jin duduk bersama Soo Ji. Nae Il berjalan dan mengambil kursi di sebelah Yoo Jin, ia tak lupa menggandeng lengan Yoo Jin. Soo Ji melihat tingkah Nae Il, Yoo Jin tersenyum senang.
Nae Il bertanya, kenapa kau disini? bukankah kau ada konser?
Soo Ji mulai tertarik dan sengaja menggoda Nae Il, Saat melihatmu, aku jadi tak ingin pergi. Apa aku menetap saja disini?
Nae Il panik, ia khawatir dan memainkan matanya, Apa? Kenapa? Jika kau tidak melihatku apa kau akan pergi?
Nae Il kemudian mengatakan ia akan bersembunyi, dan ia menyembunyikan wajahnya di balik badan Yoo Jin. Soo Ji tertawa.

Soo Ji mengomentari NAe Il sangat lucu. Ia bertanya apakah Nae Il tak mau ikut dengannya?
Nae Il menampakkan wajahnya lagi dengan cemberut ia mengatakan kalau ia tak mau pergi.
Yoo Jin bertanya apakah Soo Ji tak akan pergi, bukannya tadi ia sibuk?
Soo Ji kesal mengomentari kalau Yoo Jin kejam. Nae Il terlihat bete dan memainkan mulutnya mengejek kata-kata Soo Ji sambil menatap ke arah lain.
Soo Ji mengatakan ia akan kembali tahun depan.
Soo Ji kemudian meninggalkan mereka berdua dengan anggun.

Nae Il memeluk lengan Yoo Jin dengan kasih sayang saat Yoo Jin melihat kepergian Soo Ji dan memikirkan kata-kata Soo Ji, betapa banyaknya orkestra di dunia yang menaunggu Yoo Jin. Kau tak menginginkannya?
NAe Il masih meluk-meluk lengan Yoo Jin saat Min Hee dan Il Rak melihat mereka dan mengajak segera pergi karena rapat akan dimulai.
Nae Il mengajak Yoo Jin segera pergi. Yoo Jin tersenyum melihat mereka dan masih memikirkan kata-kata Soo Ji, sebuah orkestra yang sebenarnya.

Rapat RS Oke mengenai penampilan di stasiun TV. Mereka akan memilih Concerto apa yang mereka gunakan, biasanya setiap musik orkestra ada pemain solo yang akan tampil. Misalnya Piano Concerto waktu itu ada Son Soo Ji. Dalam versi Jepang, ada Violin dan Oboe juga.
Jae Yong menyarankan mereka memakai musik Trumpet Haydn tapi Il Rak menolak, ia ingin mereka menggunakan musik Violin. Il Rak menatap Shi Won sambil tersenyum manis. Min Hee tak mau kalah, ia menyarankan musik kontrabass. Sun Jae menyarankan memilih musik Oboe. Soo Min ikutan, bagaimana kalau timpani?
Jae Yong mengatakan mereka serakah, bagaimana bisa S memainkan musik solo? Level seperti itu hanya akan mempermalukan mereka di TV.
Mendengar itu semuanya kesal.


Nae Il maju dan marah, memangnya apa yang S dan A, kalian semua adalah Rising Star!
Min Hee membenarkan, mereka semua hebat. Sun Jae dan Jae Yong tertawa, itu hanya mimpi kalian saja.
Il Rak yang mendengarnya langsung berdiri kesal. Soo Min dan Min Hee juga, mereka mengatakan kalau Sun Jae dan Jae Young  keterlaluan.
Sun Jae berdiri, memangnya aku salah?
Yoo Jin yang tak tahan lagi mendengar pertengkaran mereka melemparkan buku ke mejanya. Semuanya terkejut. Yoo Jin yang BT akhirnya mengatakan mereka akan rapat lain kali saja, ia keluar dari ruang latihan yang memanas itu.

Nae Il mengejar Yoo Jin dan memujinya karena dengan 1 kata dari Yoo Jin semuanya langsung diam. Nae Il juga sebal karena A dan S bertengkar lagi padahal ia kira sudah baikan. Ia minta Yoo Jin jangan khawatir karena nanti mereka juga lelah sendiri.
Yoo Jin juga menghela nafas, pertengkaran kali ini sepertinya tidak akan bagus, karena mereka punya tujuan khusus untuk acara ini, acara ini akan menentukan masa depan mereka.
Nae Il yang mendengarnya langsung senyam senyum sendiri tak jelas.

Yoo Jin menghentikan langkahnya, Kau kenapa?
Nae Il tersenyum menatap Yoo Jin dan mengatakan Yoo Jin seperti seorang ayah sekarang.
Yoo Jin bingung, ayah?
Nae Il senyumannya makin mengembang, Dan Aku ibunya~ Ibu yang tidak khawatir pada anak-anaknya karena sedang sibuk persiapan kompetisi.
Yoo Jin tak mendengar dan mengatakan kalau Nae Il hanya sebuah maskot, kemudian ia sadar kata-kata Nae Il, Yoo Jin terkejut, Kompetisi? Kau akan mengikuti Kompetisi?
Nae Il bersemangat menganggukkan kepalanya, Semangati aku sekarang~
Ia menarik-narik jas Yoo Jin dengan manja.

Yoo Jin masih ragu dan bertanya, bukankah ini terlalu cepat?
Nae Il tak peduli dan masih menggoyang Yoo Jin, Pikirkan saja hadiah yang akan kau berikan jika aku menang.
Nae Il meninggalkan Yoo Jin dengan lompatan kecil dan Yoo Jin berteriak, Ya, Kau seol Nae Bal mulai percaya diri! Kompetisi itu tidak mudah!

Sun Jae dan Jae Yong sedang bergosip berdua. Mereka masih kesal karena S Oke kepedean mau tampil solo. Mereka menganggap konser RS Oke sukses karena ada mereka. Bagaimana pun anggota S Oke tidka boleh tampil solo, karena ini adalah kesempatan besar, apalagi tampil di TV. Jika sampai member S Oke yang tampil solo, maka level mereka benar-benar akan menurun.
Keduanya tidak sadar kalau si pemain Klarinet S Oke menguping.

Klarinet segera melapor pada anggota S Oke, ia mengirim sms kalau A Oke sedang menggosipkan mereka, jika anggota S sampai tampil solo maka A akan keluar dari RS Oke.
Anggota S Oke yang mendapat sms langsung kesal karena A selalu merendahkan mereka. Dan lagi sekarang A Oke dibutakan karena penampilan solo. Min Hee yang kesal menyarankan untuk mendatangi A-Oke, perang!
Il Rak terkejut, ia khawatir, ini tak boleh terjadi~


1 comments:

  1. Dari dulu saya suka dengan film bertema musik klasik. Apalagi komik ini sudah berseliweran di mata saya minta dibaca. Tapi saya selalu menghindar kalau harus membaca komik atau buku bertema yang sama karena kurang bisa merasakan feel musiknya. Tapi, sinopsis nya hazuki airin, selalu bisa buat saya feeling excited as always when i see the dramas secara live.

    Gomawo yo.. ^_^

    ReplyDelete

 

Random Post

Clover Blossoms Fanpage

In My Radar

Watching :
- We Married as A Job
- Jimi ni Sugoi!
- Weightlifting Fairy
- Goblin
- The Legend of The Blue Sea
- Father I'll Take Care of You
- Beppin-san
- Gochisousan

Waiting Drama:
- Miss in Kiss

Waiting Movies:
- One Week Friends
- Your Lie in April
- Aozora Yell
- Itakiss Movie

Favorite Song This Time :
- Red Cheek Puberty - Galaxy
- Ben - Foggy Road
- Twice - Next Page
- Utada Hikaru - Hanataba wo Kimini
- LYn - Love Story