[Sinopsis] Naeil's Cantabile Episode 13 ~ Part 1

Sinopsis Tomorrow Cantabile Episode 13
~Part 1~

Seol Nae Il memasuki ruang kompetisi dengan gugup. Ia memberi salam pada juri dan duduk di kuris pianonya. NAe Il menarik nafas dan menatap ke kursi penonton. Orang yang ia cari ada disana, Cha Yoo Jin. Yoo Jin tersenyum padanya dan NAe Il meyakinkan diri untuk tidak gugup. Nae Il mengangkat tangannya dan mulai memainkan musiknya.
Haydn Piano Sonata in C Major Hob.XVI:50 - I. Allegro (kalau ga salah).
Nae Il memainkan nadanya dengan baik, senyuman ada di wajahnya. Yoo Jin mendengarkan sambil tersenyum menutup matanya, menikmati setiap melodi yang dimainkan NAe Il. Prof. Do menyukai permainan Nae Il, mengikuti score dan menambahkan perasaan kedalamnya.
Para juri juga menyukai permainan Nae Il.

Yoon Yi Song duduk di bangku penonton sambil mendengarkan NAe Il bermain. Lee Yoon Hoo tampak masuk ke dalam aula dan duduk disamping Yoon Yi. Ia tersenyum pada gurunya.
Ia tersenyum pada Seol Nae Il yang sedang bermain.
Nae Il bermain dengan baik dan melodinya meluluhkan hati yang mendengar. Ia menyelesaikan permainanya dengan baik. Ia puas dengan penampilannya dan ia mendapat tepuk tangan dari gurunya, juga Cha Yoo Jin. Nae Il tersenyum senang, ia berdiri dan membungkuk pada Juri.

Nae Il masih berdiri dengan senyuman mengembang di wajahnya.
Ia menatap Yoo Jin yang juga tersenyum padanya. Senyuman Nae Il semakin lebar saat Yoo Jin tersenyum sambil berkata dalam hati kalau Nae Il sudah melakukan yang terbaik. Nae Il tersenyum senang.
Lee Yoon Hoo melihat ke arah Nae Il yang menatap Yoo Jin. Yoon Hoo menunduk sedih tapi ia tetap tersenyum. OAigoooo~ cup cup cup, sini tak peluk >.<

Cantabile Tomorrow 
~Lesson 13~

Setelah penampilan Nae Il, Yoon Yi keluar dari ruang audisi. Yoon Hoo mengejarnya. Ternyata yang meminta Yoon Yi datang saat pre-eliminasi adalah Yoon Hoo. Yoon Yi mengatakan ia adalah juri babak final, jadi Yoon Hoo jangan mengharapkan terlalu banyak, baginya Seol Nae Il hanyalah siswa yang kabur saat kelas masternya. Yoon Hoo tersenyum dan mengatakan ia yakin pemikiran Yoon Yi sudah berubah sekarang. Ia meminta Yoon Yi melihat Nae Il saat babak penyisihan karena ia takut Yoon Yi tak akan melihat kemampuan Nae Il saat babak final nanti.
Yoon Yi curiga, apakah ada alasan kenapa kau sangat peduli padanya?
Yoon Hoo terdiam. Ia berfikir dan mengatakan ia ingin melihat Nae Il tumbuh sebagai seorang pianis. Itu sebabnya ia ingin Yoon Yii melihat sisi lain dari Nae Il saat bermain piano.

Nae Il dan Prof. Do sedang resah menanti hasil audisi. Prof. Do tak tenang dan berjalan kesana kemari sedangkan Nae Il duduk dengan khawatir. Nae Il mulai berfikir buruk kalau ia tak lulus ronde pertama, padahal penampilannya bagus hari ini. Prof. Do tak mau Nae Il sombong hanya karena penampilannya bagus, karena setengah peserta tidak akan lulus di ronde 1. Nae Il mengatakan ia harus memenangkan kompetisi, ia tak bisa tidak lulus dironde 1.

Nae Il yang khawatir menarik nafas dan menutup matanya dengan tangannya. Prof. Do mencoba bicara lembut dengan mengatakan Kita boleh saja yakin tapi tetap waspada. Seorang pemain harus tetap berfikiran positif dan rapi, saat pemikiran mulai sombong dan angkuh, penampilannya akan kehilangan energi dan tidak bagus.
Nae il makin khawatir. Seseorang kemudian masuk ke ruangan dan mengatakan kalau hasil-nya sudah keluar. Nae Il memegang lengan Prof. Do dan makin khawatir.

Cha Yoo Jin tampak berlari menuju kampus karena ia sudah terlambat mengikuti pertemuan RS Oke. Ia kemudian mendapat sms dari Nae Il yang mengatakan kalau Nae Il lulus ronde pertama.
Yoo Jin tersenyum. Ia sudah yakin akan hal itu,

Suasana di ruang latihan RS Oke sedang memanas. Perang mata antara kelompok A dan S. Sayangnya ketua kelompok S, Yoo Il Rak sedang di mabuk cinta memandangi concertmaster Jung Shi Won yang sedang menghitung untuk voting. Bahkan saat Shi Won memberikan kertas voting, Il Rak yang senyam senyum ga jelas sengaja memegang tangan Shi Won sampai ia ga sadar diperhatikan oleh yang lain.
Soo Min waspada dan hampir melemparkan tongkat timpaninya pada Il Rak. Min Hee yang terlihat memotong rambutnya curiga terjadi sesuatu diantara mereka. Soo Min membenarkan, biasanya suasana seperti itu akan terjadi tepat setelah menyatakan perasaan.
Shi Won berusaha bersikap tenang dan biasa, tapi Il Rak beneran dimabuk cinta, dia senyam senyum ga jelas dan Min hee & Soo Min kesal karena Il Rak berkhianat!

Cha Yoo Jin datang terlambat dan Shi Won akan mulai membagikan kertas voting pada A Oke. Saat Cha Yoo Jin masuk, Min Hee ingat kalau hari ini babak penyisihan kompetisi piano Nae Il. Yoo Jin tersenyum.
Shi Won mengambil kertas voting dari A dan S memberikannya pada Yoo Jin. Yoo Jin memilih-milih mana suara terbanyak untuk melakukan solo di konser mereka selanjutnya,
Shi won yang berdiri disampingnya terlihat terkejut dengan hasil yang tak terduga.
Shi won duduk di kursinya untuk mendengarkan hasil voting.

Yoo Jin mengumumkan kalau tim A memberikan voting terbanyak untuk Yoo Il Rak dan Il Rak akan menjadi solois dalam konser RS oke selanjutnya. Semua anggota S Oke senang. Il Rak yang terkejut dan berdiri, ia shock karena yakin Shi Won yang akan menjadi solois.
Yoo Jin tak mendengarkan Il Rak yang protes ia terus bicara tentang musik mereka selanjutnya yaitu, Tchaiskovsky Violin Concerto in D Major. Mereka akan mulai latihan besok.
Il Rak masih tak yakin dengan hasilnya dan protes bagaimana ia bisa melakukan solo.
Yoo Jin dengan yakin mengatakan kalau tidak ada yang salah dengan voting. Setiap member S mendapat satu atau 2 voting begitu juga dengan A. Dan Yoo Il Rak mendapat 4 voting, jadi Il Rak memang memenangkan voting. Il Rak hanya  bisa diam menganga.

Yoo Jin mengatakan ia yakin semua yang memilih untuk vote melakukannya demi RS Oke, ia yakin tak ada motif lain. Sun Jae dan Jae Yong tampak menunduk. Yoo Jin sepertinya tahu kalau keduanya merencanakan itu.
Il Rak mengatakan ia tahu kalau dirinya bagus, semua orang juga sudah melihatnya, tapi ia benar-benar tak mau menjadi solois. Anggota S yang lain shock. Anggota A tersenyum karena mereka tahu ini akan terjadi.
Jae Yong berkata, dia bilang dia tak mau, apa yang harus kita lakukan?
Sun Jae yang ikut dalam rencana juga berkata, bagaimana kalau kita menyuruh Il Rak untuk memilih seseorang yang cocok menjadi solois?
Il Rak setuju. Anggota A senang karena mereka tahu siapa yang akan dipilih Il Rak. Jelas JungShi Won.
Yoo Jin kesal dan berkata, Kita sudah berjanji! Siapapun yang menang dari voting akan terpilih menjadi solois.
Shi Won setuju. Ia memang tidak ada masalah. Il Rak hanya bisa terdiam. Sun Jae dan Jae Yong kecewa.

Yoo Jin keluar dari ruang latihan dan Il Rak mengejarnya. Il Rak meminta mereka melakukan voting satu kali lagi. Yoo Jin mengatakan kalau Il Rak adalah solois selanjutnya, ia tak akan mengubah keputusannya.
Il Rak merasa sedih, Apa kau marah? Karena aku menjadi soloisnya?
Yoo Jin menghela nafas dan membenarkan. Il Rak makin merasa tak enak hati.

Yoo Jin berbalik menatap Il Rak, ia marah, Mereka memandang rendah dirimu! Mereka melakukannya karena tahu kau akan mengalah. Mereka tahu kau sangat mencintai orkestra. Mereka tahu kau takut akan mengacaukan konser dan kau akan mengalah. Itu sebabnya mereka memvoting dirimu.
Il Rak terdia. Apa yang dikatakan Yoo Jin benar. Yoo Jin menghela nafas lagi dan mengatakan kalau mereka akan melakukan latihan pribadi 3 jam sehari di rumah Il Rak.
Il Rak terkejut. Yoo JIn mengatakan Il Rak harus latihan apapun yang terjadi. Dengan begitu mereka tak akan mengatakan apapun lagi.
Yoo Jin meninggalkan Il Rak yang berkaca-kaca. Il Rak berteriak, Hey Cha Yoo Jin! Apakah kau terlalu menyukaiku? Aku tahu aku sedikit populer, tapi ini berlebihan untukku.
Tapi akhirnya ia berterima kasih.

Malam harinya Yoo Jin tiba di apartemennya yang gelap. Ia menyalakan lampu dan duduk di kursinya, ia menghela nafas panjang. Seol Nae Il yang bersembunyi di belakang kursi menampakkan wajahnya. Ia ingin mengagetkan Yoo Jin dengan menaruh tangannya di mata Yoo Jin, tapi Yoo Jin bahkan sudah tahu ia disana sebelum Nae Il melakukannya.
Nae Il kecewa dan bertanya kenapa Yoo Jin tidak membalas sms nya. Padahal ia menanti Yoo Jin mengucapkan selamat padanya. Yoo Jin mengatakan itu masih lulus babak penyisihan, lagipula ia menyempatkan datang ke kompetisi Nae Il.
Nae Il bersikap manja dan meminta Yoo Jin mengatakan kalau ia sudah melakukannya dengan baik.
Yoo Jin mengatakan Nae Il akan bermain lebih baik lagi nanti.
Nae Il senang mendengarnya. Ia tersenyum manis sambil memainkan tangannya. Yoo Jin juga tersenyum. Nae Il kelihatan banged pengin meluk Yoo Jin, KYAAAAA!!! Kok ga dipeluk aja sih!!!

Nae Il dan Yoo Jin membersihkan tauge untuk makan malam mereka sambil membicarakan masalah RS Oke (KYAAAAAAAAAAAAA!! Mereka udah kayak suami istri aja >/////<)
Nae Il berkomentar kalau Il Rak pasti kecewa. Yoo Jin mengatakan anggoa A tak ingin solois dari tim lain, makanya mereka melakukan itu. Ia bahkan kaget saat mengetahui hasil votingnya. Meskipun mereka bertengkar, artinya mereka memikirkan orkestra. Ia tak tahu kalau mereka akan melakukan voting seperti itu.Artinya mereka (A) tidak memikirkan tentang orkestra.
Nae Il kelihatan mengkhawatirkan Yoo Jin, Sunbae, apa kau kecewa?
Yoo Jin berfikir dan mengiyakan, Ya, sedikit.

Nae Il mengambil satu touge dan memutar-mutar dengan tangannya. Ia tersenyum, bagus sekali.
Yoo Jin bingung dan menatapnya. Nae Il masih tersenyum menunjukkan lesung pipinya dan mengatakan kalau bagus sekali Yoo Jin mau menceritakan kekhawatiran padanya. Aku merasa kita berdua seperti pasangan.
Nae Il tersenyum malu-malu. Yoo Jin Shock dan membuang tauge ditangannya, ia mengalihkan pembicaraan, Kau punya waktu untuk ini? Bukankah kau harus mempersiapkan diri untuk ronde kedua?
Nae Il mengela nafas khawatir, ia berharap komposes musik yang akan ia bawakan adalah seseorang yang bisa ia ajak berteman.
Yoo Jin memandangi Nae Il yang terlihat khawatir. KYAAAAAAAAAAA!!!!

Keesokan harinya, Prof. Do kesulitan memilihkan musik untuk Nae il mainkan di ronde kedua. Nae Il tidak tahu Schumann Sonata, Mussorgsky, Scriabin, Prokofiev. Selama ini Nae Il hanya memainkan musik yang ia sukai saja seperti Liszt atau Beethoven Moonlight Sonata. Nae Il kembali berkhayal betapa menyenangkannya musik itu. Prof Do memukul piano, mengingatkan Nae Il untu serius. Musik seperti itu tidak dimasukkan dalammusik untuk kompetisi. Prof. Do kemudian melihat daftar lagu yang harus dimainkan lagi dan bertanya Chopin Etude 25. Nae Il sepertinya mengetahui dan Prof. Do tertarik, karena musik itu punya level kesulitan tertinggi.
wajah NAe Il terlihat khawatir. Ia mengatakan pernah memainkannya, mungkin jarinya masih ingat.
Prof. Do penasaran dan menyuruh Nae Il mencoba memainkannya.

Nae Il kemudian mulai memainkan Chopin Etude in A Minor, Op. 25 No. 11 "Winter Wind". Musik ini dimulai dengan nada yang ringan, jadi aku cukup kaget karena katanya level-nya sulit. Tapi ternyata WOW. beberapa detik kemudian musiknya jadi cepat dan memang kayaknya sulit kekekekkkee.
Nae Il terus memainkan pianonya dengan baik mengikuti irama yang ia ingat dan Nae Il kembali ke masa lalu.

Chopin Etude in A Minor, Op. 25 No. 11 "Winter Wind" adalah musik yang Nae Il mainkan saat ia masih kecil dan membuat gurunya sadar akan bakat pianonya.
Nae Il kecil sudha bisa memainkan musik tersulit dengan baik, tentu saja gurunya menjadi tertarik dan ingin membuat Nae Il kecil menjadi yang terbaik.

Kembali ke ruang latihan, Nae Il masih memainkan melodi cepat dengan teknik yang sulit. Prof. Do memperhatikan Nae Il bermain sambil mendengarkan musik dan memainkan tangannya seperti bermain piano, ia berkomentar dalam hati kalau permainan Nae Il tak hanya bagus tapi membuatnya merinding.  Pianis yang dapat menarik hati pendengarnya.

Diluar, Cha Yoo Jin mendengarkan permainan piano Nae Il. Ia tersenyum mendengarkan permainan piano Nae Il yang bagus. Senyumnya menghilang saat Lee Yoon Hoo datang mendekati dan berdiri disampingnya. Yoon hoo berkomentar kalau itu adalah musik yang akan Nae Il mainkan di ronde kedua. Permainan Piano Nae Il, kenapa akhirnya sekarang akan ditunjukkan kepada dunia? Aku ingin membawa harta karunku (Nae Il) dan menyombongkannya pada dunia, tapi aku tetap ingin menyembunyikannya.
Yoo Jin menatap Yoon Hoo, tapi diam saja. Yoon Hoo bertanya, kau juga berfikir begitu bukan?

Yoo Jin tertawa kesal, Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan? Tapi Apa? Harta karunku?
Yoon Hoo tertawa. Yoo Jin mengatakan menunjukkan kemampuan keluar dan menyombongkan diri pada dunia, yang memutuskannya itu adalah Nae Il sendiri. Karena dia bukan sebuah benda.
Yoon Hoo terdiam. Ia menatap Yoo Jin dan berkata kalau ia pindah jurusan ke jurusan konduting di Han Eum. Awalnya ia tidak ingin melepaskan cello, tapi sekarang ia ingin mencoba menjadi konduktor.

Yoo Jin tampak berjalan cepat dan memasuki ruangan Stresemann dengan kesal. Ia langsung bertanya, Kudengan Yoon Hoo masuk ke jurusan kondukting di Han Eum. Kenapa kau tidak mengatakannya padaku?
Stresemann bingung, apakah itu masalah besar?
Yoo Jin menarik nafas dan mengatakan kalau itu bukan masalah besar. Ia kemudian bertanya kenapa Stresemann memanggilnya. Stresemann sepertinya ingin mengajak Yoo Jin ke Eropa, ia bahkan sudah meminta izin pada Mi Na untuk membawa Yoo Jin. Yoo Jin menghela nafas, ia berfikir Stresemann ingin ia menjadi pembantu lagi seperti dulu.
stresemann bertanya kesal, Apa kau tidak akan melanjutkan study ke luar negeri? Itu adalah sebuah Akademi Musik Nasional dimana semua orang ingin masuk ke dalamnya. Setelah lulus, apa kau akan tetap menjadi konduktor Rising Star?
Yoo Jin terdiam.

Stresemann kemudian bertanya, mungkinkah..... ini karena Baby? Bukankah kau membuatnya ingin menikuti kompetisi agar bisa sekolah ke luar negeri?
Yoo Jin menatap Stresemann. Ia masih terdiam.
Stresemann mengatakan jika Nae Il memnenangkan kompetisi, Nae Il akan punya kesempatan melanjutkan study ke luar negeri. Apa kau tidak akan pergi bersamanya?
Yoo Jin hanya bisa menghela nafas. Sepertinya ia memang ingin pergi bersama Nae Il tapi ia masih punya trauma yang belum disembuhkan.
(Beda dg J-Drama, waktu Nodame sibuk kompetisi, semua udah fokus ke Nodame, trauma Chiaki juga udah sembuh).

Il Rak menggalau tak bersemangat di restoran ayahnya. Ia menghela nafas karena kahwatir. Ayahnya melihatnya dan membawakan makanan agar puteranya bersemangat. Ia mengatakan Il Rak akan menjadi solois di konser RS Oke dan tidak boleh sakit karena tak ada nafsu makan.

Il Rak berjalan di kampus dan masih tak bersemangat. Shi Wo melihatnya dan mengejarnya, ia mengejutkan Il Rak dengan memukul bahunya sambil berteriak, solois RS Oke.
Il Rak mengatakan jangan membuatnya malu. Shi Won sendiri mengatakan kenapa harus malu karena semua orang sudah tahu.
Il Rak minta maaf karena ia menjadi populer sekarang, seharusnya Shi Won yang jadi solois.
Shi Won mengatakan kenapa harus minta maaf, dia juga memvote Il Rak sebagai solosi. Menurutnya Il Rak sebagai manusia dan sebagai violin sangatlah menarik.
Il Rak langsung senang, benarkah? kau berfikir begitu? Jadi, kau benar-benar jatuh kedalam jiwaku?

Shi Won  mengatakan kalau penampilannya masih sangat kurang karena tak banyak yang mem-votingnya.
Il Rak tentu saja mengatakantidak, karenajiwanya sudah jatuh kedalam permainan Shi Won. Ia juga mem-vote untuk Shi won.
Shi Won tersenyum. Ia mengatakan kalau awalnya ia kecewa karena bukan dirinya yang akan menjadi solois, tapi Il Rak memang punya kualitas untuk jadi solois juga. Karena itu ia harap Il Rak bersemangat dan melakukan yang terbail. Shi won bahkan memukul Il Rak lagi.
Il Rak tersenyum senang dan mengiyakan, ia akan membuat dua bocah itu diam.
Il Rak memainkan jarinya menyentuh bibir Shi won membuat Shi Won shock dan Il Rak tersenyum meninggalkan Shi Won sambil menempelkan jarinya di bibirnya, kekekekek, ciuman tak langsung.
Shi Won terkejut. Ia shock dan menyentuh bibirnya. Ia kemudian tersenyum.
(Udah jadian belum sih? kekekke).

Latihan pertama RS Oke. Tchaikovsky Violin Concerto in D Major Op. 35. Dimulai dengan musik dibawakan oleh Orkestra, baru penampilan solo violin oleh Yoo Il Rak. Il Rak terlalu nervous dengan penampilan solonya dan nada biola yang ia mainkan tidak bagus. Banyak nada yang salah. Semua yang mendengarnya juga terkejut karena permainan Il Rak tidak sebagus biasanya.
Yoo Jin harus menghentikan latihan dan menyuruh semuanya menurunkan alat musiknya sementara Il Rak terus bermain. Jae Yong kesal apakah mereka harus mengiringi pemain solo seperti Il Rak.
Semua pemain terus bergosip dan tidak tenang. Il Rak menyadari situasinya dan menghentikan permainannya.

Ia menatap Yoo Jin. Yoo Jin berusaha tersenyum.
Yoo Jin mengatakan pada Il Rak untuk melanjutkan dengan menaikkan kecepatan permainannya. Il Rak mengiyakan. Ia tersenyum seolah-olah baik-baik saja. Padahal ia tidak baik-baik saja.
Yoo Jin meminta mereka istirahat 10 menit. Tim S segera mendekati Il Rak untuk menyemangati, mereka bertanya apakah Il Rak sakit?
Soo Min kemudian menyinggung soal penampilan Il Rak, lalu kenapa penampilanmu begitu?
Min Hee dan Dan Ya kesal memukul Soo Min karena langsung ke intinya.
Il Rak hanya bisa tersenyum. Shi Won mengatakan itu karena ini pertama kalinya Il Rak melakukan solo. Jae Yong dan Sun Jae mengejek lagi.
Shi Won kesal melihat mereka berdua dan marah, sama saja jika kalian melakukannya!
Tapi keduanya bersikap sombong. Shi Won kesal sekali. Yoo Jin menatap Il Rak. Il Rak yang biasanya nggak tahan kalau di ejek kini diam saja, ia menghela nafas, pura-pura tak peduli dan terlihat sibuk dengan biolanya.

NAe Il masih berlatih Chopin Etude. Ia berlatih sambil dibayangi masa lalunya yang kelam, karena musik itu dia di paksa latihan oleh gurunya, karena musik itu ia punya kenangan buruk dengan kompetisi.
Nae Il teringat bagaimana gurunya memaksanya latihan 100 kali jika salah dan jika salah lagi harus latihan 1000 kali. Nae Il menghentikan latihannya dan menyemangati dirinya sendiri, jangan memikirkan apapun, pikirkan saja tentang memenangkan kompetisi dan ikut bersama Yoo Jin.

Nae Il menarik nafas dan membuka kembali score-nya dan memulai dari awal.
Ia terus bermain dan tak menyadari Stresemann memperhatikannya dari luar.

Nae Il tampak kelelahan dan menunduk di depan pianonya. Stresemann masuk dan menyentuh bahu Nae Il. Nae Il terkejut. Stresemann mengatakan ia datang karena ini mengucapkan selamat pada Nae Il yang berhasil masuk ke ronde 2.
Ia bertanya kenapa wajah Nae Il tampak seperti itu, takut, khawatir dan tak bersemangat, apakah Nae Il punya kenangan buruk dengan musik itu?
Nae Il bertanya apakah Stresemann bisa melihatnya?
Stresemann mengatakan penampilan si pemain menggambarkan pikirannya. Chopin Etude mempunyai permainan cepat di tangan kanan, seperti angin musim dingin itu sebabnya mereka menamakan musik itu winter Wind. Stresemann mengatakan wajah Nae Il menunjukkan hal itu. Nae Il menyentuh wajahnya dan meminta maaf, karena ia memikirkan hal lain.
Stresemann menyuruh Nae Il menggunakan perasaannya dan melepaskan pikirannya. Tuangkan kemarahan dan emosi kedalam penampilan piano Nae Il. Hal itu akan membantu menciptakan permainan musik khas sendiri. Buang semuanya kedalam penampilan. Kemudian NAe Il bisa kembali ke sifat gembira seperti biasa.
Nae Il menatap Stresemann. Stresemann mengatakan tidak ada yang perlu Nae Il takutkan di depan piano.
Nae Il mengatakan ia akan melakukannya.

Tengah malam, suara biola terdengar dari restoran ayah Il Rak. Il Rak dan Yoo Jin latihan di kamar Il Rak. Ayah datang membawakan makanan dan mendengar percakapan keduanya. Yoo Jin memprotes penampilan Il Rak. Il Rak mengatakan Yoo Jin memperbolehkannya bermain bebas. Yoo Jin mengatakan boleh saja, tapi Il Rak terlalu bebas memainkannya, seorang pemain juga butuh harga diri, jadi jangan bermain sebebas-bebasnya, pikirkan juga score dan lain lain.
Yoo Jin mengatakan orang yang mendengar musik mereka akan merasakan jiwa il Rak pada musik karena Il Rak soloisnya. Il Rak bersemangat. Yoo Jin mengingatkan jangan bermain terlalu bebas dan merusak musiknya.
Il Rak mengerti dan mulai memainkan biolanya lagi.
Ayah Il Rak mengintip dari luar dan tak jadi mengantarkan makanan karena akan mengganggu keduanya. Ia diam-diam memberikan semangat pada puteranya.

Nae Il pulang dari latihan dan tidak langsung ke kamar. Ia tahu Yoo Jin belum pulang dan menunggu di bawah. Begitu melihat seseorang, Nae Il yakin itu Yoo Jin dan dengan senang memanggilnya. Tapi saat cahaya menyinari wajah pria itu, Nae Il terlihat kecewa, Itu Lee Yoon Hoo. Nae Il hanya bisa menunduk saat Yoon Hoo dengan bahagia mendekatinya.
Yoon Hoo cemberut melihat wajah Nae Il dan berkomentar, Kau memperlihatkannya dengan jelas kalau kau kecewa. KAu menunggu Cha Yoo Jin?

Nae Il mengatakan bukan begitu. Ia bertanya kemana saja Yoon hoo beberapa hari ini? Ia melihat Yoon Hoo disekolah tapi tak pernah kelihatan di ruang latihan. Ia mengatakan kalau Il Rak sangat kecewa.
Yoon Hoo mengatakan karena ada member A disana, ia masih belum terbiasa dengan Rising Star. NAe Il setuju, ia berbisik dan mengatakan jujur saja, bagiku Rising Star juga agak sulit didekati.
Yoon Hoo tersenyum. Yoon Hoo mengatakan kalau Nae Il harus masuk ke dalam karena hidungnya sudah merah. Yoon Hoo lagi-lagi memanggil Nae Il dengan 'Uri Nae Il', Yoon Hoo melepaskan syal nya untuk diberikan pada Nae Il, tapi saat Yoon Hoo mendekat untuk memasangkannya, Nae Il bergerak menjauh.
Yoon Hoo terkejut.

Yoon Hoo masih shock atas penolakan itu. Nae Il mengatakan kalau dirinya bukan Nae Il milik Yoon Hoo. Kau selalu bercanda begini padaku, ini seperti kau menyukaiku.
Yoon Hoo bertanya, Bagaimana jika aku menyukaimu? Tidak boleh kah?
NAe Il menatap Yoon Hoo dengan yakin, Benar. Kau tidak boleh menyukaiku.
Nae Il kemudian permisi untuk masuk ke rumahnya meninggalkan Yoon Hoo sendirian.
Yoon Hoo hanya bisa menghela nafas, menasehati dirinya yang tak seharusnya terburu-buru. Yoon Hoo memandang syalnya dan menelan ludah.
(I Love seol Nae Il, beda dari karakter Lead female lainnya, dia langsung menolak begitu saja. Biasanya kan di drakor kalau 2nd LM nya ngasih syal diterima aja, meski nanti nolak juga, atau malah menikmatinya, kekekkkeke)

Yoon Hoo tampak tidak mood, menendang kursi hendak duduk di suatu tempat. Ia cemberut. Kamera berjalan memperlihatkan kalau Yoo Jin juga duduk disana.
Yoon Hoo curhat mengatakan kalau Seol Nae Il menolaknya. Yoo Jin tersenyum dan dengan yakin mengatakan 'tentu saja'. Lalu Yoo Jin menyadari sesuatu, BTW, kenapa kau mengatakannya padaku?
Yoon Hoo mengatakan ia tak tahu harus bicara pada siapa. Yoo Jin kesal, pergi saja ke teman-temanmu.
Yoon Hoo mengatakan temannya juga tak tahu apa yang harus dilakukan. Sangat sulit bagi mereka ada di pihak siapa.

Yoo Jin tersenyum lagi, Kau tidak punya banyak teman kan? Kau hanya ingin memperlihatkan pada mereka sisi baikmu dan mememndam masalahmu sendiri. Aku bisa melihatnya.
Yoon Hoo menatap Yoo Jin, terdiam.
Ia kemudian menarik kesimpulan, Itu dari pengalamanmu sendiri bukan?
Yoo Jin menatap Yoon Hoo dan menyuruhnya Hang Out sendiri. Yoo Jin membereskan barangnya dan akan pergi.

Yoon Hoo menahan Yoo Jin dengan mengatakan sesuatu tentang kompetisi Nae Il. sepertinya ia mengatakan kalau mereka saingan sampai Nae Il memenangkan kompetisi. Yoo Jin dengan tenang mengatakan kalau ia tak ingin bertengkar dengan Yoon Hoo.
Yoo Jin meninggalkan Yoon Hoo dan Yoon Hoo mengikutinya. Yoon Hoo berjalan dibelakang Yoo Jin dan mengatakan kalau ia berencana akan mengikuti Nae Il ke luar negeri, jadi mungkin mereka akan sering bertemu nantinya.
Yoo Jin menghentikan langkahnya.

Yoon Hoo bertanya apakah Yoo Jin akan ikut mereka ke luar negeri. Yoo Jin terdiam, ia ingat traumanya naik pesawat.
Yoo Jin merasa tak tenang, ia terbayang-bayang kecelakaan pesawat waktu itu. Ia meninggalkan Yoon Hoo dengan cepat. Yoon Hoo heran melihat tingkah Yoo Jin.

RS Oke dikejutkan dengan kabar bahwa RS Oke akan mengikuti festival Orkestra dengan Yoo Il Rak sebagai soloisnya. Tim A merasa ini seperti candaan, karena festival orkestra dan program TV acaranya bersamaan. Tim A tertawa mengejek. Soo Min mengatakan mereka masih punya banyak waktu, kenapa semuanya khawatir? Dan Lagi Il Rak semakin baik.
Tim S mengiyakan kalau permainan Il Rak semakin baik. Il Rak tersenyum dan mengedip pada Yoo Jin. Ini berkat latihan rahasia mereka. Shi won tersenyum melihatnya.
Il RAk rada sombong dan mengatakan agar Mini Min hee tidak jatuh hati padanya. Min hee kesal dan akan memukul Il Rak.

Shi Won mengatakan kalau mereka akan melawan tim konduktor Sae Yeon, jadi mereka harus latihan dengan giat. Jae Yong berkomentar kalau ia dengar konduktor Sae Yeon pernah belajar di Jerman dan rumornya ia sangat bagus.
Yoo Jin diam saja melihat ekspresi yang lain, Il Rak yang biasanya penuh keyakinan kali ini diam saja, ia penuh kekhawatiran yang ia sembunyikan.

Baek GeonSu Piano Competition, Round 2.
Nae Il ada di ruang tunggu peserta. Ia mendapat nomor peserta ke-40. NAe Il tampak sangat gugup. Seperti biasa jika ia gugup ia akan memainkan jari-jarinya.


0 comments:

Post a Comment

 

Random Post

Clover Blossoms Fanpage

In My Radar

Watching :
- We Married as A Job
- Jimi ni Sugoi!
- Weightlifting Fairy
- Goblin
- The Legend of The Blue Sea
- Father I'll Take Care of You
- Beppin-san
- Gochisousan

Waiting Drama:
- Miss in Kiss

Waiting Movies:
- One Week Friends
- Your Lie in April
- Aozora Yell
- Itakiss Movie

Favorite Song This Time :
- Red Cheek Puberty - Galaxy
- Ben - Foggy Road
- Twice - Next Page
- Utada Hikaru - Hanataba wo Kimini
- LYn - Love Story