Thursday, 27 November 2014

[Sinopsis] Naeil's Cantabile Episode 14 ~ Part 2


------------------------------------------------------------------------------

Sinopsis Tomorrow Cantabile Episode 14
 - Part 2 -

Flashback.
Semalam, saat Nae Il mencoba menghipnotis Yoo Jin, Yoo Jin benar-benar tertidur. Nae Il memerintahkannya saat ia tersadar, Yoo Jin harus menyebut 'Uri Nae Il' sebanyak 10 kali di depan orang-orang.
HAHHAHAHAHHA. Tuh Kan hipnotisnya manjur.

Nae Il yang mengetahui ia berhasil menghipnotis Yoo Jin tampak berlari bahagia di halaman kampus.
Nae Il kemudian dengan senyuman di wajahnya memutuskan menelpon Yoo Jin.

Yoo Jin masih duduk dengan shock di kantin dan Nae Il datang mendekatinya. Yoo Jin yang kesal mengatakan ia sudah tahu kenapa Nae Il datang jadi jangan di bahas karena ia hanya salah ucap. Tapi sayang sekali ia masih saja menyebut Uri Nae Il dan membuatnya frustasi.
Yoo Jin menyangka itu karena efek 'heart' di ponselnya dan memutuskan mengubah nama kontak Nae Il menjadi 'Seol Nae Bal' tanpa tanda hati.
Nae Il mengatakan kalau Yoo Jin sudah sembuh, Yoo Jin bisa belajar ke luar negeri sekarang.
Yoo Jin tak mengerti. Nae Il mengatakan awalnya ia juga ragu, tapi kelihatannya sekarang akan berhasil. Yoo Jin masih tak mengerti. Nae Il mengatakan mereka bisa menyembuhkan trauma Yoo Jin sekarang.
Nae Il excited ingin menceritakan hipnotisnya saat Il Rak dan Soo Min datang.

Il Rak dan Soo Min menanyakan apa benar Yoo Jin akan ke luar negeri bulan depan, setelah penampilan RS Oke. Yoo JIn mengatakan ia tak akan pergi. Soo Min memastikan kalau ia dengar Stresemann  yang mengajak Yoo Jin. Yoo Jin mengatakan Stresemann akan pergi sendiri.
Mereka mengatakan meski mereka ingin tetap bersama Yoo Jin, tapi Yoo Jin menjadi konduktor Vienna. Philharmonic adalah kebanggaan.
Nae Il tampak berekspresi sedih dan menyimpan jam hipnotis lagi. Soo Min masih excited Yoo Jin harus pergi, Yoo Jin kesal dan meninggikan suaranya, Bukankah aku sudah bilang aku tak akan pergi!
Semuanya terdiam.

Nae Il ada di rumahnya, ia resah dan berjalan kesana kemari sambil menghela nafas (sekarang kalau diliat-liat rumah Nae Il ga besar-besar amat kok).
Nae Il mengambil jam hipnotis di laci dan terlihat resah menyembunyikannya di bawah tempat tidur. Nae Il berfikir dokter saja tak bisa menyembuhkan trauma Yoo Jin, apalagi dirinya. Itu mungkin hanya kebetulan. Jika trauma Yoo Jin tidak sembuh, Yoo Jin tak akan keluar negeri bulan depan.
Nae Il kelihatan takut Yoo JIn akan meninggalkannya. Ia resah dan gelisah dan memutuskan tidak menghipnotis Yoo Jin. Ia takut ia dan Yoo Jin tak akan bertemu lagi kalau Yoo Jin berangkat ke Eropa. Nae Il mulai egois mengatakan kalau Yoo Jin bisa pergi nanti, saat ia juga bisa pergi ke Eropa.

Soo Min dan Il Rak sedang di cafe ibu Yoo Jin. Min Hee menghampiri mereka dan bertanya apakah Yoo Jin akan pergi. Mereka yakin Yoo Jin akan pergi karena ini kesempatan bagus. Setelah Yoo Jin dan Shi Won pergi, Soo Min berencana akan ikut juga. Il Rak terkejut karena ia tak tahu Shi Won akan pergi juga, ia menyangka kepergian Shi Won masih lama. Min Hee mengatakan kalau Shi Won akan berangkat ke Vienna setelah penampilan RS Oke. Il Rak shock.

Soo Min mengatakan ia sedikit egois, harusnya Shi Won yang menjadi solois mereka sebagai kenangan terakhir, ia menyesal tidak memilih Shi Won waktu itu.
Min Hee mengatakan tak ada gunanya penyesalan sekarang.
Il Rak masih terdiam membatu. Ia Shock Shi Won akan meninggalkannya secepat ini.

Il Rak dan Shi Won sedang duduk berdua di restoran ayah Il Rak. MEreka membicarakan tentang kepergian Shi won ke Vienna. Shi Won membenarkan ia akan berangkat setelah penampilan RS OKE.
Il rak sebenarnya sedih tapi mencoba tersenyum mengatakan kalau ia tak mungkin pergi ke sana, mereka tak akan bertemu lagi jika Shi Won pergi ke Vienna. Lagi pula mereka memang tak punya hubungan spesial.
Shi Won bertanya, Kita berdua tidak punya hubungan spesial?
Il Rak mengalihkan pandangannya membenarkan, bukankah itu kebenarannya? Kita bahkan tak punya cincin couple.
Shi Won tampak kesal dan tersinggung, setelah semuanya Il Rak menganggap mereka tak punya hubungan.
Ia meninggalkan Il Rak tanpa permisi, ia marah.
(BTW, musik scene Il Rak - Shi Won adalah Schubert Schwanengesang, my Favorite Piece!!! Tapi aku suka versi pianonya, musik ini dimainkan dalam drama Summer Scent, Aku suka bangeeeeedddd!!!! PAs banged untuk couple).

Il Rak menghela nafas sedih dan akan mengejar Shi Won saat ayahnya menarik tangannya,. Ayah mengomel lagi karena Shi Won selalu datang ke restoran mereka padahal ia selalu bersikap kejam pada Shi Won.
Ia tak menyukai Shi Won. Il Rak meminta ayahnya jangan mengatakan hal seperti itu.
Ayah Il Rak tak peduli, ia bahkan mengejek Shi Won seperti seorang pria. Ia benci Shi Won karena merebut gelar concertmaster Il Rak. Il Rak hampir menangis mengatakan kalau Shi Won memang concertmaster mereka dan harusnya Shi Won yang jadi solois.
Ayah terkejut melihat reaksi Il Rak dan bertanya, Apa kau menyukainya?
Il Rak memasang wajah cute dan mengangguk. Ayahnya terkejut, kenapa kau tak bilang???
Ayah Il Rak merasa tak enak dan langsung mencoba memuji Shi Won, kekekekkekeke.
Il Rak senang ayahnya selalu mendukung dan bertanya, Ayah, apa aku boleh membangkang sekali saja?

RS Oke ada di ruang latihan sedang menonton penampilan sebuah Orkestra di layar. Mereka memperhatikan dengan serius dan perlahan wajah mereka mulai menunjukkan kekhawatiran. Yoon Hoo tampak didekat pintu memperhatikan mereka semua.
Penampilan orkestra yang mereka lihat adalah Sae Yeon, penampilan Sae Yeon memang sangat bagus. Mereka mulai khawatir apakah penampilan mereka akan sebagus itu, apakah mereka hanya akan membuat malu saja nanti. Min Hee mematikan rekaman itu, ia penasaran siapa yang memasang rekaman itu. Soo Min ingat ini kejadian yang sama saat S oke melawan A oke beberapa waktu lalu, sebuah rekaman A oke diputar untuk mematahkan semangat mereka saat itu. Mereka penasaran siapa yang memasang rekaman kali ini. Sun Jae mengatakan ia yang pertama datang dan sudah diputar saat itu. Mereka menebak Yoo Jin yang melakukannya.
Yoon Hoo menatap mereka semua dengan diam.

Il Rak tampak memasuki area kampus dengan tangan diperban. Entah bohong atau tidak, tapi sepertinya ia baik-baik saja. Ia mengejutkan semua anggora RS Okedan mengatakan kalau ia hanya terkilir karena jatuh dari tangga. Yoo Jin menghela nafas kesal. Il Rak mengatakan ia masih bisa bermain jika sudah sembuh nanti, tapi mereka harus mencari solois baru dan ia memilih Jung Shi Won.
Tim A senang mendengarnya. Min hee dan yang lain kecewa. Il Rak hanya bisa tersenyum pahit. Yoon Hoo memperhatikan mereka.

Yoo Jin keluar dari ruangan dengan kesal. Yoon Hoo mendekatinya dan mengatakan kalau akan sulit bermain dengan kondisi tangan Il Rak yang terkilir. Yoo JIn menebak kalau Yoon Hoo senang. Yoon Hoo mengatakan mereka harus memilih Shi Won untuk jadi solois.
Yoo Jin diam saja dan melangkah pergi. Ia menghela nafas berat.
(AKHH!! Yoon Hoo makin lama terlalu banyak ngatur ah, Bikin BETE!! Aku juga kurang sreg sama keputusan Il Rak, masa gitu sih, padahal ini kesempatan bagus T__T).

Il Rak sedang duduk di suatu tempat di taman kampus. Shi Won datang mendekatinya dan kesal karena Il Rak tidak berhati-hati. Il Rak mengatakan kalau ia baik-baik saja. Shi Won ingin melihat tangan Il Rak yang terluka tapi Il Rak menolak. Shi won memaksanya dan Il Rak mulai mengomel. Shi Won memegang tangan kiri Il Rak dan mengeluarkan sesuatu dari sakunya, ia memasangkan sebuah cincin ke jari manis Il Rak.

Il Rak terkejut. Shi Won bertanya, Apa dengan begini kita akhirnya punya hubungan spesial?
Ia memperlihatkan cincin di jari manisnya juga. Cieeee, mereka punya cincin couple sekarang. Il Rak tidak bisa menyembunyikan kebahagiannya.
Shi Won mengatakan Ia akan membuh Il Rak jika Il Rak selingkuh dan melihat wanita lain. Ia akan pergi ke Vienna dan kembali dengan cepat.
Keduanya saling tatap dan tersenyum. KYAAAAAAAAA!!! New couple finally out!!

Yoo Jin sedang berjalan di depan restoran ayah Il Rak karena ingin mampir. Yoo Jin menelpon Nae Il menyuruhnya makan sendiri karena ia akan pulang lama. Ia kesal saat Nae Il meminta delivery service HHAHAHHAHA. Ia kemudian mendengar suara biola dari kamar Il Rak.
Il Rak memainkan biola solo. Yoo Jin menatap ke arah tangga menuju kamar Il Rak.

Keesokan harinya, hari rekaman untuk TV. RS Oke berpakaian seragam, tapi terpisah menjadi dua kubu, A dan S. Kedua kubu perang mata dan saling mengejek lagi. Mereka mengejek Min Hee yang pakai kalung karena akan tampil di TV, tim S melawan dengan mengejek Jae Yong yang kesalon karena akan tampil di TV.
Shi Won dan Il Rak berdiri dekat podium konduktor melihat mereka dengan khawatir.

Saat tim rekaman dari stasiun TV masuk, Suasana memanas, Tim yang awalnya terpisah menjadi mendekat dan pura-pura akrab dan bahkan mereka saling tos dan tertawa bersama nggak jelas, HAHHAHAHAH.
PD Program bahkan memuji semuanya sangat akrab HAHHAHAHHA.
Tema acara TV mereka adalah 'Persahabatan dan Musik Klasik dalam Orkestra Tingkat Universitas'.
Semuanya tersenyum dan tertawa, salingt rangkul.
PD kemudian menyuruh anggotanya mengambil kamera. Tiba-tiba RS Oke jadi heboh saat tim mengambil kamera tersembunyi. Candid Camera!!!

Shi Won, Il Rak dan anggota RS Oke shock bukan main saat tahu kalau selama ini mereka di rekam di ruang latihan. PD berkata kalau mereka sudah mendapat izin dari pihak sekolah untuk merekam kehidupan sehari-hari RS Oke, apakah mereka belum tahu?
Anggota RS Oke tentu saja tidak tahu akan hal itu dan mulai panik. KArena selama ini mereka menunjukkan permusuhan yang dalam dan RS Oke terpecah menjadi dua kubu. Il Rak bertanya kapan tim memasang kameranya. PD mengatakan mereka memasangnya sejak semalam.
Il Rak hanya bisa menutup mata menghela nafas karena sejak semalam permusuhan semakin ketat diantara S dan A. Dan semuanya khawatir karena mereka sama sekali tidak tahu.

Mi Na panik saat tahu pihak TV membatalkan rekamannya, ia bertanya pada Yoo Jin apa yang terjadi. BAgaimana bisa A dan S belum bersatu dan ia bahkan sudah mengatakannya pada Yoo Jin mengenai kamera tersembunyi itu. Yoo Jin minta maaf.
Sepertinya Yoo Jin tahu sejak awal dan memutuskan tidak memberitahu pada RS OKe.

Nae Il di ruang latihan piano. Ia tak bersemangat memainkan Fart Song. Prof. Do melihatnya dari luar. Yoon Hoo datang dan menyapa Prof. do, ia bertanya kenapa Prof tidak mengajari Nae Il.
Prof. Do mengatakan kalau Nae Il sedang tidak bersemangat, ia tak seperti saat kompetisi.
Yoon Hoo meminta Prof. do bersabar.

Nae Il meletakkan dagunya di atas piano dan tak bersemangat. Yoon Hoo masuk ke ruangan dan menekan tuts piano membuatnya terkejut. Yoon Hoo tersenyum dan mengajaknya bermain.
Keduanya memainkan piano, hanya nada dasar saja. Yoon Hoo kemudian berhenti dan berkata kalau Nae Il kelihatannya tidak mood. Nae Il diam saja, ia menjawab dengan ekspresinya.
Yoon Hoo menyuruhnya tidak bermain jika tidak ingin. Yoon Hoo mengatakan saat sakit tangannya parah, ia malah baru ingin pergi berobat.

Nae Il kemudian mulai bicara, Sunbae, aku tidak tahu kalau ternyata aku sejahat ini. Aku benar-benar sangat egois. Yoo Jin sunbae sedang kesulitan....
Yoon Hoo memotong pembicaraan dengan kecewa dan mengatakan ia tak ingin mendengar tentang Cha Yoo Jin. Nae Il meminta maaf. Yoon Hoo tersenyum melihat Nae Il yang lucu kemudian menyuruh Nae Il bercerita, memangnya kenapa dengan Cha Yoo Jin?
Nae Il akan mengatakan sesuatu saat ponselnya berdering, ia mendapat telpon mengejutkan dari Min Hee.

Yoo Jin yang keluar dari ruang dekan dikejutkan dengan Il Rak yang berlari dengan khawatir. Yoo Jin bertanya ada apa, Il Rak mengatakan ada masalah serius.
Di ruang istirahat, Min Hee dan Shi Won membaca artikel di internet, kalau Rising Star gagal tampil karena masalah internal. Jae Yong dan Sun Jae shock mendengarnya.
Il Rak dan Yoo Jin berjalan dengan kecepatan penuh menuju suatu tempat. Wajah Il Rak kelihatan sangat khawatir.

Yoon Hoo menemui Min Hee, Soo Min, Jae Yong dan Sun Jae. Min Hee dan Soo Min khawatir kalau Yoo Jin akan dikeluarkan dari sekolah karena masalah ini. Soo Min masih berharap kalau pihak sekolah mempertimbangkan Yoo Jin anak Cha Dong Woo dan murid Stresemann.
Yoon Hoo mengatakan kalau dewan direksi akan mengadakan rapat segera. Sejak kemarin memang ada yang aneh, pertama video yang diputar di ruang latihan dan juga kamera tersembunyi.
JAe Yong tiba-tiba mengatakan kalau bukan dia yang memasang video. Min Hee kesal karena mereka tak menuduhnya. Yoon Hoo bertanya-tanya, siapa yang akan diuntungkan dalam hal ini?
Min Hee menebak kalau yang diuntungkan tentu Sae Yeon. Jelas mereka akan tetap tampil dan tandatangan kontrak. Yoon Hoo masih berfikir, video adalah langkah awal pelaku, layar dan proyektor milik kampus.
Soo Min bertanya-tanya darimana mereka mendapatkannya.
Yoon hoo mengatakan ia akan menyelidikinya, tapi ia punya satu kecurigaan, siapa yang diincar, Orkestra atau Cha Yoo Jin?

Yoo Jin tampak tergesa-gesa ke suatu tempat, Nae Il melihatnya dan mengikutinya.
Yoon Hoo ke ruang administrasi dan ingin melihat siapa yang meminjam proyektor. Pegawai mengatakan belakangan banyak yang meminjam proyektor dan ada juga anggota Orkestra.
Yoon Hoo membuka dokumen peminjaman dan melihat nama orang yang terakhir kali meminjam. Ia terkejut. Ia bertanya meyakinkan, apakah benar orang ini yang meminjam?
Pegawai membenarkan.
(AAKKKH!! Nugu? Nugu? Siapaaaaaa? Cha Yoo Jin kah? Jae Yong? Sun Jae? Klarinet? Shi Won? Stresemann?????)

Yoo Jin dipanggil ke ruang rapat dan diperlakukan memalukan, Semua yang ada disana marah pada Yoo Jin dan berteriak padanya dan melemparkan kertas. Yoo Jin hanya bisa membungkuk dan meminta maaf.
Beberapa Tim RS,  Il Rak, Min Hee, Soo Min, Shi Won, Jae Yong, Sun Jae ada disana. Mereka khawatir dan mengatakan pihak sekolah keterlaluan.
JAe Yong, Sun Jae dan Shi Won terlihat sangat khawatir dan sepertinya bukan mereka pelakunya. Jadi hanya ada dua lagi, kalau bukan Cha Yoo Jin sendiri, maka Stresemann yang ngotot ingin Yoo Jin ke Eropa, atau ada pelaku lainnya?
(BTW, kenapa Yoo Jin yang jadi menanggung semuanya ya? Karena dia konduktor kah?)

Nae Il melihat hal itu dari jauh, ia kelihatan sangat khawatir.
Prof. Do mendekatinya dan mengatakan biasanya Yoo Jin diperlakukan seperti Profesor dan sekarang ia terlihat seperti idiot.
Nae Il melihat Yoo Jin yang dimarahi di balik dinding kaca. Ia bertanya, Jika Sunbae bisa ke luar negeri, dia tidak akan mengalami hal yang sulit seperti ini kan?
Prof. Do mengatakan setidaknya hal ini tak akan terjadi padanya jika dia ke eropa.
Nae Il menatap ke langit dan mengatakan Jik Yoo Jin ke luar negeri, Yoo Jin akan mencapai puncaknya. Seandainya Yoo Jin bisa naik pesawat.....

Yoon Hoo terlihat galau menanti seseorang. Ia terlihat resah. Saat dekan Mi NA keluar, ia menyapa tapi Mi Na terllau sibuk untuk berlama-lama. Yoon Hoo kemudian masuk ke intinya, ia bertanya apakah Mi Na sudah tahu masalah itu? Tentang Cha Yoo Jin. Tentang sikap Cha Yoo Jin.
Mi Na tak bicara apapun, tapi ekspresinya menunjukkan kalau ia tahu.

Mi Na ingat saat ia bertemu dengan Yoo Jin tadi, ia bertanya kenapa Yoo Jin diam saja padahal Yoo Jin tahu siapa biang dibalik masalah kamera itu.
Yoo Jin mengatakan ia merasa tidak perlu memberitahu mereka semua tentang hal ini. Ia mengatakan ingin menunjukkan pada anggota RS Oke seperti apa mereka saat ini.
(Dan ternyata benar, Yoo Jin pelakuknya, hehehhehhe, dia sengaja memutar video Sae Yeon dan benar dia tahu tentang kamera tapi membiarkannya).

Yoo Jin sedang berjalan dan melihat Il Rak duduk khawatir, ia duduk disamping Il Rak. Ia melihat tangan Il Rak yang diperban dan menyuruhnya melepas perbannya, karena belum tentu mereka akan tampil.
Il Rak tersenyum kecil, jadi kau sudah tahu kalau aku bohong?
Yoo Jin mengatakan ia mendengar Il Rak latihan saat ia lewat didepan restoran. Kau melakukannya demi Jung Shi Won bukan?
Il Rak tersenyum, ia mengatakan baginya, Shi won sangat hebat dan pantas menjadi solois. Shi won lebih hebat darinya dan ia ingin memberikan hadiah untuk Shi Won sebelum pergi.
Yoo Jin menatap Il Rak dan berkata, bagiku, kau lah yang paling pantas menjadi solois untuk RS Oke.
Yoo Jin pergi tanpa berkata apa-apa. Il Rak masih terkejut karena Yoo Jin mengatakan hal itu. Il Rak terharu danmemakai jas nya untuk mengejar Yoo Jin. Tapi jas-nya malah tersangkut di tangannya yang terperban, kekekke.

Yoo Jin masuk ke ruang latihan RS Oke. Anggota RS sudah menunggu dan duduk di posisi masing-masing. Yoo Jin menatap semuanya dan mengatakan mereka belum tahu apa yang akan terjadi nanti, mereka hanya perlu mempersiapkan diri. Aku ingin bertanya sesuatu pada kalian, Apakah kalian masih ingin bermain bersama?
Yoo JIn melihat ekspresi diam semuanya. Tidak ada yang menjawab. Yoo Jin menghela nafas dan menyuruh mereka membuat keputusan.

Nae Il dan Yoo Jin berjalan bersama. Nae Il bertanya bagaimana hasilnya. Yoo Jin mengatakan mereka belum tahu, mereka akan mengikuti keputusan kampus. Nae Il mengkhawatirkan hukumannya. Yoo Jin juga tak tahu apa hukumannya nanti.
Nae Il mengalihkan pembicaraan mengenai hipnoterapi. Yoo Jin mengatakan mungkin selama ini tak berhasil karena ia tidak percaya pada penghipnotisnya, ia harus percaya agar ada yang menjaganya saat ia tertidur.
Nae Il bertanya lagi, lalu jika kau percaya pada penghipnotisnya, kemungkinan akan berhasil?
Yoo Jin mengatakan tergantung siapa orangnya. Nae Il menatap Yoo Jin sambil tersenyum, Sunbae, kau pasti sangat percaya padaku, kan?
Yoo Jin tersenyum. Tapi ia mengatakan ia tak percaya pada Nae Il. Nae Il tersenyum melihat kekasihnya itu. kekekkeekekke (anggap aja begitu).

Nae Il dan Yoo Jin mencoba hipnotis lagi. Yoo Jin sudah tertidur dalam mantera Nae Il. Nae Il mengatakan mereka akan kembali saat kecelakaan pesawat itu. Yoo Jin ada dalam pesawat menuju Berlin sekarang. Apa yang terjadi?
Yoo Jin dalam tidurnya menjawab, Haraboji... Kakek yang menyukai guru Viera ada disana.

Flashback sebelum kecelakaan pesawat. Yoo Jin duduk di bangkunya sambil membaca profil Stresemann yang akan tampil di Berlin Philharmonic. Ibunya sedang tidur. Yoo JIn disapa seorang kakek penumpang pesawat yang tertarik karena Yoo Jin akan datang juga ke konser itu. Ia memuji Viera adalah konduktor yang hebat. Istri kakek itu mengatakan kalau kakek selalu pergi ke semua konser Viera. Bahkan saat ia sedang sakit seperti sekarang. Kakek mengatakan, memangnya siapa yang tak mau melihat konsernya?
Ketiganya tertawa. Kakek dan nenek kembali ke kursi mereka dibelakang kursi Yoo Jin dan Ibunya.

Tiba-tiba badai datang. Pesawat bergoncang hebat dan penumpang panik. Kakek terkena serangan jantung dan akan mengambil obatnya.
Kembali ke rumah Yoo Jin, Nae Il bertanya apa yang terjadi. Yoo Jin mulai kelihatan ketakutan, ia menangis, Yoo Jin mengatakan ia ingin mengambil obat untuk kakek itu.
Yoo Jin kecil melihat kakek menjatuhkan botol obatnya, ia ingin mengambilkannya dan melepas sabuk pengamannya, tapi goncangan terlalu hebat dan ia terjatuh ke lantai, pingsan. Dalam kesadarannya yang memudar matanya melihat botol obat itu semakin jauh.

Yoo Jin menangis dalam tidurnya, Kenangan yanga membuatnya trauma selama ini.
Nae il menatap Yoo Jin, ia mulai berkaca-kaca dan berkata, Gwencana yo... Kau sudah melakukan yang terbaik yang bisa kau lakukan.
Yoo Jin menangis lagi, ia tak bisa menolong kakek itu. Nae Il meneteskan air matanya, Itu benar Yoo Jin tak bisa menolongnya, tapi itu bukan kesalahan Yoo Jin.

Nae Il menatap Yoo Jin yang terus menangis. Ia juga menangis dan mengatakan, Sekarang kau tak perlu merawa bersalah dan ketakutan lagi.
Yoo Jin masih menangis dan sesak nafas. Nae Il meneteskan air mata cupu banyak dan mengatakan saat alarm berbunyi, Yoo Jin bisa membuka matanya. Saat kau membuka matamu, Sunbae....
Nae Il semakin menangis dan mengeluarkan air mata dengan deras. Ia menangis dalam senyuman bahagia tapi juga sedih. Ia berusaha tidak terlalu bersuara dalam menangis, hanya air matanya yang keluar.

" Sekarang Sunbae.... Sekarang saat Sunbae membuka mata... Kau sudah bisa naik pesawat lagi. Kau bisa naik pesawat.... dan pergi kemanapun."
Nae Il menjatuhkan airmata sedih dan kebahagiannya. Ia tersenyum dalam linangan air mata dan mengelus Yoo Jin dengan lembut

-END-

Komentar :

OMG!!! Great Acting!!  Shim Eun Kyung Jjang!!!
Acting menangis Seol Nae Il beneran merasuk ke dalam hati!! Kereeeeeeeeeeeennnn!!
Nae Il menangis sambil tersenyum tanpa suara. Ia sedih tapi juga bahagia. Ia memutuskan tidak menjadi egois saat semua keputusan ada ditangannya dan merelakan Yoo Jin pergi ke luar negeri dengan lapang dada. Tentu saja dia juga merasa sedih akan ditinggalkan, tapi ia lebih sedih melihat Yoo Jin menderita seperti hari ini.
Acting Joo Won juga keren banged di part akhir, nggak mudah menangis dengan mata tertutup, air matanya beneran mengalir alami. Pokoknya adegan terakhir membuat aku ikutan menangis.

Awalnya aku sudah membaca banyak komentar di soompi kalau episode 14 ini episode paling Oke. Aku penasaran dan akhirnya mendapatkan Feel-nya. Itu benar, Di episode 14 ini ada sedihnya, ada ketawa ngakaknya, ada malu-malunya ada kesalnya, dan ada yang bikin deg-degan dengan misterinya. Great Episode. Aku suka sekali saat Yoon Hoo mencoba menemukan pelaku kejadian ini.
Aku memang belum takun kalau si pemutar video itu Yoo Jin, tapi sepertinya memang Yoo Jin sih, ia sengaja melakukannya. Ia juga tidak memberitahu RS tentang kamera tersembunyi juga keputusannya, karena ia ingin memberikan pelajaran pada Anggota RS Oke, bahwa mereka sangat buruk dalam hal kekompakan.
KAsian dia yang harus menerima semua kesalahannya.

Kompetisi Nae Il di part awal beneran bikin deg deg ser.
Aku sudah tahu sejak awal kalau NAe Il akan gagal memenangkan kompetisi. Tapi No Winner membuat jelas kapau NAe Il layak menang seandainya ia mengikuti score.
Aku lupa apakah di versi jepang mereka juga tidak mengumumkan pemenang pertama. Seingatku di J-Drama ada bagian kompetisi yang tidak ada pemenang pertamanya, tapi aku lupa, apakah di kompetisi piano atau kompetisi konduktor Chiaki. Hehheehhehe. Aku agak malas membuka harddisk untuk mengecek, kekekekekek.
Tapi dalam J-Drama, saat Nodame ikut kompetisi, trauma Chiaki sudah sembuh, Chiaki memang akan ke Eropa dan Nodame berusaha memenangkan kompetisi agar dia bisa ke luar negeri. Saat ia gagal, ia menangis dihadapan Chiaki dan mengatakan sesuatu pada Chiaki. Dan saat itu ia kembali ke kampung halamannya di Okinawa (kalo ga salah). Demi Nodame, Chiaki naik pesawat pertama kalinya ke Okinawa dan menemuinya disana.
Kira-kira di versi korea akan ada syuting di Jeju nggak ya? Masa nggak ada adegan Jeju do sih??? Kan ada adegan wajib disana, HAHAHHAHAHAHAHAH. Menantikan adegan yang sama saat Nodame mendapat telpon dari Chiaki dan KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA~

Di Episode ini, aku beneran ga ngerti dengan Yoon Hoo. Ada apa dengan dirinya? Aku nggak ngerti dia bicara apa pada Yoo Jin tentang orkestra dan kenapa kayaknya dia kebanyakan ngatur.
Aku merasa Yoon Hoo ini sama seperti Yoo Jin yang dulu, belum tahu apa-apa tentang kondukting?
Sepertinya begitu. Makanya jadi agak menyebalkan. Tapi momen dia bersama teman-temannya selalu menghibur. Apalagi pas bagian Yoo Jin datang dan mulai memanggil 'Uri Nae Il', ngakak banged pas adegan ini.

Hipnotis Nae Il akhirnya berhasil. Saat pertama kali Nae Il melakukan hipnotis, ia sudah berhasil sih, kedua kalinya makin berhasil dan ketiga kalinya, ia melakukan tujuan utamanya, untuk menyembuhkan trauma Yoo Jin.
Aku menganggap Nae Il dan Yoo Jin sudah berpacaran. Kalau mereka seperti itu bagaimana bisa mereka tidak pacaran? Kan Ya? Tapi pacarannya ala dewasa.
Bagi mereka, tak perlu ada kata-kata 'saranghae' karena perbuatan lebih dalam dari sekedar kata cinta. Sifat Yoo Jin seperti itu tak coco untuk mengatakan 'I Love You',, karena memikirkannya saja sudah membuatnya merinding. Sikap Yoo Jin yang Menghibur Nae Il sangat sedih, Perhatian padanya saat kompetisi, menanti Nae Il yang pulang trelambat, memasakkan untuknya, tersenyum padanya dan mengikuti kemauan Nae Il meski sering mengeluh sudah menunjukkan kalau Nae Il adalah gadis yang berharga dalam hidupnya. Ia tak suka mengungkapkan dengan kata-kata bagaimana ia menyukainya, tapi tindakannya menunjukkan betapa dalam cintanya pada NAe Il dan aku menyukainya.
aku berharap penulis mempertahankan hal ini sampai akhir. Its no more word to say I Love You, just saw how I treat you well and always in your side ^^

Mengenai masalah lovey dovey, Il Rak dan Shi Won juga manisssssss!! OMOOO!!
Kita ga tau apa jawaban Shi Won setelah pernyataan cinta itu. Tapi sepertinya Shi won menerimanya saat Il Rak kelihatan seneng banged megang tangan Shi Won. Tapi saat mendengar Shi Won akan ke luar negeri, tentu Il Rak panik. Akhirnya memutuskan kalau mereka tak ada hubungan apa-apa.
Untungnya Shi Won kesal dan memutuskan membeli cincin couple. Cara Shi Won memakaikannya di jari Il Rak itu romantis. Il Rak langsung meleleh deh, kekekekekkekeke.

Tebakanku tentang RS Oke sepeninggal Yoo Jin benar. Lee Yoon Hoo yang akan menjadi konduktor mereka. Tapi Yoon Hoo harus banyak belajar dari Yoo Jin. Aku menyukai kedua pria ini ^^
Persahabatan RS Oke juga harus bertahan sampai akhir. Akan menyenangkan jika drama ini berakhir dengan reuni semuanya disuatu tempat setelah menikah dan punya anak. Tapi kayaknya nggak akan deh, kekekkekkee.
Tinggal 2 episode lagi!! OMG!! Kita sudah berjalan sejauh ini ternyata!! >//////<
Nggak sabar untuk last week ^^
Semoga endingnya tidak mengecewakan.
Aku sangat menyukai ending Nodame Cantabile The Movie, bukan tentang kissu dijembatan, tapi saat Yoo Jin dan Nae Il akhirnya bisa berduet dalam bayangan Stresemann, cara Sutradara mengakhiri sangat Kereeeeennnn, meski hanya bayangan!
Apakah aku bisa mendapatkan hal yang sama?????

Akh, jadi kangen nonton Nodame Cantabile :')

Sinopsis by Hazuki Airin
DO NOT REPOST IN OTHER SITE
DO NOT SHARE WITHOUT CREDITS
Share:

[Sinopsis] Naeil's Cantabile Episode 14 ~ Part 1

Tomorrow Cantabile Episode 14
-Part 1-

Seol Nae Il lari dari kompetisinya. Ia kebetulan bertemu dengan Cha Yoo Jin yang akan menonton. Yoo Jin heran kenapa Nae Il ada diluar, padahal sebenar lagi gilirannya tampil.
Nae Il menunjukkan wajah ketakuta, ia sesak nafas dan berkeringat dingin. Yoo Jin heran melihatnya. Ia tidak berkata apa-apa lagi. Ia menatap Nae Il dan dengan hati-hati menyentuh lengan Nae Il. Yoo Jin mencoba menenangkannya.

Yoo Jin menghela nafas, melihat Nae Il seperti itu ia menyuruh Nae Il berhenti. Nae Il terkejut. Yoo Jin mengatakan memang disayangkan karena Nae Il sudah sampai sejauh ini, tapi jika Nae Il tidak mau maka hentikan saja.
Nae Il berkaca-kaca menatap Yoo Jin. Yoo Jin kemudian perlahan menggenggam tangan Nae Il dan tersenyum mengajaknya pulang ke rumah. Yoo Jin menggandengan Nae Il dan berjalan.

Nae Il berjalan di belakang Yoo Jin, mereka berdua melangkah pelan. Nae Il melihat punggung Yoo JIn dan teringat kata-kata Stresemann, kalau Yoo Jin suatu saat nanti akan melampaui Nae Il dan terbang jauh. Jika Nae Il ingin tetap disamping Yoo Jin, maka Nae Il harus menghadapi musiknya.
Nae Il menatap punggung orang yang ia cintai dan menghentikan langkahnya.

Yoo Jin menatap Nae Il dan melepaskan tangannya. Nae Il menunduk dan mengatakan kalau ia harus masuk, ia harus bermain piano. Yoo Jin menatap Nae Il dan memegang lengannya. Yoo Jin mengatakan tidak apa-apa, Nae Il tak perlu memaksakan diri, jika Nae Il tidak tampil, tak akan ada yang bisa berkata apa-apa.
Nae Il yang lebih takut ditinggalkan oleh Yoo Jin menepis tangan Yoo Jin dan mengatakan kalau ia harus bermain untuk kompetisi. Ia membulatkan tekadnya dan berlari kembali ke dalam ruang audisi.

Nae Il kembali ke ruangannya tepat saat petugas menelpon untuk memanggil peserta selanjutnya. Nae Il mengatakan kalau ia belum menyerah, ia ingin tampil. Tapi petugas mengatakan kalau sudah diumumkan peserta no. 7 (Nae Il) batal tampil. Nae Il tetap memohon, ia akan menampilkan yang terbaik, jadi izinkan ia tampil. Sayangnya telpon terputus, Nae Il ingin menerobos masuk tapi ditahan.

Sementara itu panggung masih kosong, juri dan penonton mulai ribut bergosip kenapa Nae Il lama sekali masuk panggung. Stresemann yang menonton terlihat khawatir. Min Hee khawatir terjadi sesuatu pada Nae Il. Prof. Do menebak Nae Il kabur tapi Prof. Ahn mengatakan tak mungkin, karena Nae Il sudah berjuang sejauh ini.
Guru Nae Il terlihat senang karena nae Il masih sama seperti dulu. Ia akan meninggalkan kursinya dan keluar saat pintu terbuka dan Nae Il masuk ke panggung.
semuanya lega.

Nae Il masuk dan membungkuk pada dewan juri. Ia duduk di kursi pianonya, menyiapkan tangannya di tuts piano. Nae Il menarik nafas, ia memandang ke atas dan menutup matanya. Ia mencoba membangun emosinya, Ia ingat kata-kata Stresemann untuk membuang semua keresahan, kemarahan dan emosi kedalam permainannya.
dan mulai memainkan Liszt La Campanella. Nae Il memainkan Liszt dengan caranya sendiri, ia memvariasikan nadanya sendiri. Semua orang terpesona dengan permaiannya. Yoo Jin mengomentari permainan piano Nae Il seperti sebuah orkestra, penuh dengan harmony.

Nae Il bermain piano semakin emosional, ketika tiba bagian tersulit. Ia teringat masa kecilnya. sambil bermain, Nae Il memperlihatkan emosinya, ia memandang ke arah panggung, ke arah gurunya. Nae Il bermain sambil memandang tajam ke gurunya. Gurunya tak berkutik, karena nae Il bermain sangat bagus.

Nae Il menyelesaikan permainannya dengan banyak applause dari penonton. Prof. Do, Prof. Ahn, Yoon Yi, Yoon Ho, Yoo Jin, Ibu Yoo Jin dan Min Hee puas dengan penampilan Nae Il. Mereka bertepuk tangan dengan gembira.

Cantabile Tomorrow
~Lesson 14~

Di ruang juri, Yoon Yi mengomentari nilai untuk peserta no 7 (Nae Il) terlalu jauh berbeda. Salah satu juri mengatakan kalau penampilan Nae Il terlalu tidak konvensional. JUri lainnya membenarkan ini sebuah kompetisi, bukan recital (pertunjukan), mereka punya aturan di kompetisi ini.
Yoon Yi menunjukkan wajah tidak suka. Satu juri lagi mengatakan ia suka penampilan Nae Il meskipun khawatir. Yoon Yi tak tahan lagi mendengarkan mereka beradu pendapat. Ia mengatakan kalau juri lain terlalu banyak khawatir. Sangat mudah memilih mana pemain yang baik dan yang buruk. Tapi peserta yang permainanya bagus dan unik, sangat sulit memilihnya. Dan itu lah tugas mereka. Juri satunya masih ragu dan mengatakan kalau Nae Il juga melakukan banyak kesalahan.
Yoon Yi akhirnya membuat keputusan.

Nae Il sedang gugup menunggu hasil Final Round di ruangannya. Ia deg degan. Salah seorang peserta kompetisi mengunjungi ruangan Nae Il dan menyapanya. Ia mengatakan menyukai penampilan Nae Il, ia belum pernah mendengarkan La Campanella seperti itu. Ia bertanya apakah Nae Il punya score untuk musik itu?
Nae Il yang awalnya tak mood diajak bicara sadar dan bertanya, Apakah aku bermain tidak sesuai score?
Pria itu belum menjawab saat ada pengumuman dari panggung kalau mereka akan mengumumkan pemenang kompetisi.
Pria itu meninggalkan ruangan Nae Il. Nae Il masih shock karena tahu ia bermain tidak sesuai score.

Dewan juri akan mengumumkan pemenang kompetisi. Prof. Do berkomentar ini pertama kalinya ia merasa gugup menunggu pengumuman hasil kompetisi.
Prof. Ahn membenarkan karena selama ini belum ada muridnya yang ikut kompetisi.

Stresemann berjalan di luar auditorium dan menemui Yoon Yi Song. Yoon Yi tersenyum melihat Stresemann dan mulai membahas Nae Il, ia yakin Stresemann memilih Nae Il ikut kelas master karena alasan khusus. Stresemann tersenyum mengatakan kalau ia cukup cepat dalam melihat bakat seseorang. Yoon Yi tertawa, ia mengatakan kalau bakat saja tidak cukup, tanpa semangat dan tujuan, bakat bisa saja meredup. Beruntung Nae Il sepertinya sudah punya semangat dan tujuan sekarang.
Stresemann menghela nafas dan mengatakan ia merasa dirinya sudah tua sekarang, ia lebih bahagia melihat anak didiknya tumbuh lebih baik dari pada penampilannya sendiri.

Di auditorium semuanya makin gugup karena pengumuman pemenang di mulai. Di tempat ketiga adalah Yoo Sung Min, pria yang menemui Nae Il tadi. Semuanya bertepuk tangan.
Pemenang kedua jatuh pada Kim Ga Ram membuat semuanya terkejut. Karena jika Ga Ram ada diposisi ketiga, artinya Nae Il bisa jadi posisi pertama. Min Hee dan ibu Yoo Jin sangat senang. Prof. Do juga kelihatannya bersemangat. Yoo Jin bersyukur.
Dan Pemenang pertama akan di umumkan, semuanya semakin deg degan dan penuh harapan akan nama Seol Nae Il dipanggil. Pemenang pertama adalaaaaaaaaaaaahhhhh......tidak ada.

Kata-kata itu mengagetkan semuanya. Tahun ini, kompetisi Piano Baek GongSu tidak memiliki pemenang pertama. Semuanya terkejut.

Nae Il yang mendengar di ruangannya juga ikut terkejut. Ia mulai sesak nafas lagi.

Prof. Do mengomentari selama ini kompetisi Baek GongSu tidak pernah mengosongkan posisi pertama.
Guru Nae Il kecil yang duduk disamping Prof. Do juga kesal, kenapa Ga Ram ada diposisi kedua saat tidak ada pemenang pertama. Kenapa Ga Ram tidak dijadikan pemenang saja.
Prof. Do berkomentar, Ada seseorang yang layak diposisi pertama, bukankah itu alasannya?
Guru itu kesal dan meninggalkan auditorium.
Yoo Jin mengkhawatirkan Nae Il dan memutuskan mengeceknya.

Yoo Jin bergegas ke ruang tunggu Nae Il. Kosong. Hanya ada dress yang dipakai Nae Il tadi dan sebuah pesan kertas. Nae Il berterima kasih pada Ibu Yoo Jin dan Mini Min hee.
Yoo Jin khawatir membaca pesan itu. Min Hee juga datang ke ruangan itu dan terkejut. Yoo Jin bertanya pada Min Hee kira-kira kemana Nae Il akan pergi di gedung itu.
Min Hee berfikir dan akan mengeceknya.

Nae Il berjalan sendirian di malam yang dingin itu. Ia menelpon ibunya dan bertanya apa yang harus ia lakukan padahal ia sudah berusaha keras tapi tetap tidak berhasil.
Ia menghabiskan perjalanan pulangnya dengan menelpon ibunya.

Nae Il kembali ke apartemennya. Ia masih merasa sedih dan berjalan menunduk. Ia kemudian terkejut saat melihat Yoo Jin berdiri di depan rumahnya. Ia bertanya kenapa Yoo JIn diluar karena malam ini sangat dingin. 
Yoo Jin tak menjawab dan balik bertanya, diluar sangat dingin, kau dari mana saja?
Nae Il tidak menjawab, ia menghindari tatapan Yoo Jin.
Yoo Jin masih menatap Nae Il dan bertanya apakah Nae Il sudah makan.
Nae Il menggeleng. Ia dengan hati-hati menatap Yoo Jin.
Yoo Jin menghela nafas dan menarik Nae Il ke rumahnya. Cieeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee!!!

Yoo Jin memasakkan Kimchi Tuna Rebus untuk Nae Il. Karena cuaca dingin ia menyuruh Nae Il meminum kaldunya juga. Nae Il siap mencoba masakan Yoo Jin dengan menyendok kaldunya. Ia menyukai masakan Yoo Jin dan tersenyum. Yoo Jin tersenyum melihatnya. Yoo Jin mengatakan ia senang Nae Il tidak kabur lagi seperti biasa dulu. Permainan Nae Il tadi sangat bagus, Nae Il bisa mengikuti kompetisi lainnya nanti.
Nae Il menatap Yoo Jin dan mengatakan tapi tidak ada kompetisi lain yang bisa membawanya ke luar negeri.
Yoo Jin tersenyum kecil dan mengatakan, Baguslah.
Nae il terkejut. Yoo Jin mengatakan Nae Il tidak bisa ke luar Negeri, ia juga tak bisa ke luar negeri.
Yoo Jin kemudian terlihat sibuk mencuci piring. Nae Il menatapnya.
(KYAAA!! Itu sebuah pengakuan, kekekkek, Apakah Yoo Jin malu bilang kalau ia ingin tetap bersama Nae Il?)

Malamnya Nae Il ada dikamarnya. Ia melihat jam pemberian Stresemann yang digunakan untuk hipnotis. Ia juga melihat buku-buku tentang hipnotis yang ia pelajari.

Keesokan harinya, Nae Il searching tentang hipnotis di laptopnya. Ia serius membaca kalimat demi kalimat di website dan tak sadar Yoon Hoo datang di belakangnya. Yoon Hoo melihat Nae Il membuka situs hipnotis dan bingung, ia bertanya, Apa kau sedang belajar hipnotis?
Nae Il shock dan langsung menutup laptopnya. Yoon Hoo bingung kenapa Nae Il menyembunyikannya. Nae Il mengataakn kalau ia hanya kaget, ia tak menyembunyikan apa-apa.

Yoon Hoo duduk di kursi didepan Nae Il. Ia bertanya apakah Nae Il tertarik dengan hipnotis. Nae Il memainkan matanya gugup dan mengatakan kalau ia hanya sedang bosan. Yoon Hoo heran, gadis yang punya pacar kenapa bosan, kalian bisa berkencan.
Nae Il mengatakan Yoo Jin sedang sibuk sekarang. Senyum Yoon Hoo mengembang, ia mengatakan ia sedang free dan ingin mengajak Nae Il kencan. Nae Il menyilangkan jarinya dan menyuruh Yoon Hoo jangan macam-macam padanya. Yoon Hoo memasang wajah cute dan mengatakan Nae Il masih tetap pada prinsipnya, kebetulan ia suka gadis yang punya prinsip.
Nae Il mulai tak bisa melawan kata-kata Yoon Hoo, ia mulai tak tenang dan merasa dalam bahaya. Ia bersiap pergi.

Yoon Hoo kemudian mengalihkan pembicaraan. Ia bertanya Nae Il pasti kecewa karena kompetisinya. NAe Il tersenyum kecil dan mengatakan ia sudah lupa tentang itu. Lagi pula masih banyak kompetisi lainnya. Yoon Hoo membenarkan, Nae Il bisa mencoba lagi tahun depan dan memenangkannya.
Nae Il tersenyum dan mengatakan ia mungkin tak akan bisa menang, mungkin permainan pianonya bukan sesuatu, permainan pianonya tidak bisa diterima dalam sebuah kompetisi.
Yoon Hoo ingin mengatakan sesuatu tapi NAe Il memotong pembicaraan dengan memukul meja dan mencoba ceria, Pokoknya Sunbae tidak boleh macam-macam padaku!

Ia menyilangkan tangannya dan memasang wajah lucu. Yoon Hoo sengan serius mengatakan kalau ia tak akan macam-macam, hanya saja Nae Il bisa mencurahkan semuanya padanya, ia tahu Nae Il sekarang sangat sedih.
Nae Il masih mencoba tersenyum dan mengatakan kalau ia baik-baik saja. Ia masih bisa ikut kompetisi tahun depan. Nae Il terus tersenyum menyiratkan kesedihan dan Yoon Hoo hanya diam menatapnya.

Yoo Jin dan Stresemann sedang bicara di cafe ibu Yoo Jin. Ibu Yoo Jin ingin ikut nagkring tapi dilarang Yoo Jin karena mereka sedang membicarakan hal yang penting.
Stresemann masih berusaha meminta Yoo Jin ikut bersamanya ke Eropa. Tapi Yoo Jin sekali lagi menolak, ia tidak bisa belajar ke luar negeri. Stresemann mengatakan ia ingin Yoo Jin ikut bersama mereka. Ia dan Nae Il akan berangkat ke luar negeri tahun depan, tepat setelah festival orkestra berakhir. Sebagai gurunya, ia ingin Yoo Jin ikut bersama mereka.
Yoo Jin hanya bisa menghela nafas, karena bukannya ia tak ingin pergi, tapi tak bisa pergi.

Trio A, Shi Won, Jae Yong dan Sun Jae sedang bergosip sambil menuruni tangga, tentang Yoo Jin yang akan berangkat ke luar negeri. Mereka mendengar Stresemann yang meminta Yoo Jin ikut dengannya.
Sun Jae sih sudah yakin sejak awal Yoo Jin akan melanjutkan study keluar negeri.
Kemudian mereka mengkhawatirkan RS Oke, siapa yang akan jadi konduktor jika Yoo Jin pergi.
Si Klarinet tim S mendengar percakapan mereka dan terlihat khawatir.

Hal yang sama terjadi di cafe., Yoo Jin bertanya pada Stresemann bagaimana dengan RS Oke, dia adalah konduktor mereka, kalau ia pergi bagaimana nasib RS Oke nantinya.
Stresemann kesal, memangnya hanya kau satu-satunya konduktor di dunia ini?
Yoo Jin terdiam. Stresemann mengatakan, Kau bilang kau sudah menemukan tempatmu, tapi apakah kau akan diam disana selamanya? Ada banyak konduktor diluar sana. Ah, Bagaimana kalau besok kita panggil asisten konduktor?
Yoo JIn terkejut, Asisten konduktor?
Stresemann berkata kalau kemampuan asisten konduktor itu lumayan dan Yoo Jin bisa mengajarinya nanti. Yoo Jin penasaran, siapa maksudmu?

Dan benar saja, Lee Yoon Hoo berdiri di hadapan RS Oke untuk pertama kalinya. Dia akan menjadi Asisten Konduktor Cha Yoo Jin. Ia memperkenalkan dirinya dan Tim S sangat senang melihat Yoon Hoo lagi.
Yoon Hoo tersenyum pada tim S yang melambai terpesona padanya, HAHHAHAHAHA.

Cha Yoo Jin memasuki ruang latihan dan Yoon Hoo menyapanya. Tim S segera menurunkan tangan mereka dan berubah serius, HAHHAHAHAHA, takut dimarahi Yoo JIn.
Yoon Hoo mengatakan kalau ia sudah memperkenalkan diri tadi, jadi mereka bisa langsung latihan.
Yoo Jin menatap Yoon Hoo dan bertanya, jadi kau asisten konduktor?
Yoon Hoo membenarkan, Kau pasti senang bukan?
Yoo Jin bete dan mengatakan kalau hubungan mereka tidak terlalu baik.
Anggota S menatap keduanya dengan diam dan khawatir. Yoon Hoo menghela nafas mengomentari Yoo Jin yang masih belum berubah, si tukang ceramah, HAHAHHAHAHAHA.

Tiba-tiba Yoon Hoo bersikap kecewa tapi sok imut dan mengalihkan pandanganya, ia memainkan jarinya di meja konduktor dan berkata, Aku pikir kau akan senang melihatku. Rasanya hatiku jadi sakit.
Yoo Jin mencoba melihat ekspresi member RS Oke yang melihatnya dengan mata imut kucing agar dia mengalah.
Yoo Jin mengalihkan pembicaraan kapan Yoon Hoo masuk jurusan kondukting. Yoon Hoo mengatakan proses transfer akan selesai tahun depan.  Ia kesini juga diminta oleh Stresemann. Ia mengatakan sepertinya Yoo Jin tidak tahu. Mata member RS menatap Yoo Jin meminta penjelasan.

Yoo Jin menahan kesalnya dan mengatakan kalau mereka akan mulai latihan. Yoon Hoo menatap Yoo Jin dan sadar dia berdiri di podium konduktor., Ia kemudian segera turun.
Yoo Jin bersiap latihan dengan semuanya, ia dan Yoon Hoo masih perang mata, kekkekekkekkeke.

RS Oke latihan untuk tampil di Festival Orkestra, dengan membawakan Tchaikovsky Violin Concerto dimana Yoo Il Rak sebagai pemain biola solonya.
Musik dibuka dengan penampilan RS Oke dan part selanjutnya violin solo oleh Il Rak. Il Rak memainkannya dengan baik, nadanya sudah benar dan mengalun indah. Semua anggota RS Oke kelihatannya menyukai permainan Il Rak. Dan part selanjutnya musk orkestra + violin solo bermain bersama.
Selama latihan, Yoon Hoo sibuk berjalan melihat permainan anggota RS Oke. Yoo Jin memperhatikannya.

Latihan selesai. Yoo Jin berjalan keluar gedung latihan dan Yoon Hoo mengikutinya. Ia bertanya kalau mereka akan ikut kompetisi di festival orkestra dan ia mendengar lawan mereka adalah Sae Yeon, apakah Yoo Jin yakin mereka bisa menang.
Yoo Jin menyuruh YOon Hoo mengkhawatirkan dirinya sendiri. Ia menerima Yoon Hoo karena permintaan Stresemann. Ia melirik tangan Yoon Hoo dan mengatakan dalam kondisi sekarang, Yoon Hoo belum bisa jadi asisten konduktor.
Yoon Hoo melihat yangan kirinya yang diperban dan tersenyum mengatakan kalau Yoo Jin ternyata mengkhawatirkannya. Yoon Hoo mengatakan Strauss mengarakna tim orkestranya hanya dengan tangan kanan saja. Dan lagi sekarang ia sedang ikut terapi.
Yoo Jin masih terus berjalan tanpa menatap Yoon Hoo mengatakan jika ingin berlatih, Yoon Hoo harus latihan dengan tangan kirinya. Yoon Hoo mengataka Yoo Jin tak perlu mengkhawatirkannya dulu, ia bertanya apa yang akan Yoo Jin lakukan.
Yoo Jin menghentikan langkahnya.

Yoon Hoo berkata kalau RS Oke belum benar-benar menyatu. Yoo Jin terdiam. Yoon Hoo mengatakan ia mengerti, itu sebabnya 'mereka' menemuinya.
Yoo Jin terkejut dan menatap Yoon Hoo. Yoon Hoo mengatakan teman-teman mereka khawatir apa yang akan terjadi kalau Yoo Jin pergi nanti.

Flashback.
Si Klarinet yang mendengar gosip itu mengajak Dan Ya dan Oboe menemui Yoon Hoo. Mereka mengatakan Tim A masih meremehkan dan memanggil mereka buangan. Jika Yoo Jin pergi ke Eropa nanti, ia yakin tim A akan membuang mereka dan mengeluarkan mereka dari RS Oke. Mereka memohon pada Yoon Hoo agar mau bergabung dengan Orkestra, hanya YOon Hoo yang bisa menyelamatkan mereka setelah kepergian Yoo Jin nanti.

Yoo Jin tampak berjalan cepat menuju suatu tempat. Yoon Hoo mengejarnya dari belakang dan bertanya kemana Yoo Jin akan pergi. Yoon Hoo mengatakan kalau Tim A dan S kelihatan sekali permusuhannya, bahkan dengan mata mereka yang saling menusuk. Yoon Hoo terus bicara dan akhirnya mengatakan kalau RS Oke mungkin akan bubar nanti, sekeras apapun Yoo Jin mempertahankannya.
Yoo Jin menghentikan langkahnya. Ia menatap Yoon Hoo, bukankah kau menemuiku untuk belajar menjadi konduktor?
Yoon Hoo mengatakan, bukankah aku pernah mengatakan kalau aku kelihatan sekali tidak punya banyak teman? Tapi kenapa aku bisa tidak punya banyak teman?
Yoo Jin menjawab, Karena orang yang kau katakan 'teman' hanya lawan yang bertopeng baik.
Yoon Hoo tersenyum, karena itu lah aku terbiasa sendirian, pertengkaran, kecemburuan dan semuanya, bukanlah emosi yang akan hilang semalam saja. Rising Star yang berisi 2 tim yang menajdi musuh, tentu saja pasti akan ada masalah.

Yoo Jin mengatakan semuanya butuh proses. Yoon Hoo menambahkan dalam proses selalu akan ada rasa sakit. Ia menatap Yoo Jin dan mengatakan ia tak tahu kalau ternyata Yoo Jin sangat naif.
Yoo Jin terkejut, Apa kau bergabung untuk melihat hancurnya RS Oke?
Yoon Hoo mengatakan ia tidak menyukai RS Oke yang sekarang, tapi ia peduli dengan temannya.
Yoo Jin beneran kesal kali ini, Apa sekarang sedang waktunya bercanda?!!
Yoon Hoo yang awalnya selalu tersenyum tiba-tiba berwajah serius, Aku tidak bercanda. Bukannya sudah aku katakan hati-hati saat melangkah?
Yoo Jin mengalihkan pandangannya dan menghela nafas. Yoon Hoo bertanya lagi, Kenapa kau tidak mendengar? Kau membuatku kesal.
Yoon Hoo kemudian menyuruh Yoo Jin berhati-hati dan meninggalkan Yoo Jin. Yoo Jin hanya bisa menghela nafas. (CHAKKAMANNYOOO~ Mereka ngomongin apa sih??? Aku ga ngerti apa yang dimaksud Yoon Hoo, jeongmal! Tentang RS Oke sih, tapi apa maksunya menyuruh Yoo Jin hati-hati??)

Nae Il terlihat memandangi sebuah kartu nama, Spesialis Kim Jae Won. Sepertinya Nae Il mengunjungi psikiater atau apa dan bertanya bagaimana menyembuhkan trauma. Ia ingat kata dokternya kalau yang paling penting dalam hipnoterapi adalah mengidentifikasi trauma sebenarnya.
Nae Il terlihat berfikir dan memutuskan melakukan sesuatu.

Yoo Jin sedang  minum sambil melihat Nae Il memegang jam milik Stresemann di rumahnya. Ia mengomentari kenapa dari tadi Nae Il hanya memandangi jam itu, apakah Nae Il tak punya kerjaan lain?
Nae Il menatap Yoo Jin dan menyuruhnya duduk disampingnya.
(I Love Naeil dress. aku suka bajunyaa, where i can buy this >.<)

Yoo Jin menurut saja dan bertanya ada apa.
Nae Il menarik nafas dan mulai menggoyangkan jam pemberian Stresemann di hadapan Yoo Jin. Yoo Jin tertawa, tapi ia mengikuti gerakan jam itu.

Yoon Hoo, Il Rak, Min Hee dan Soo Min sedang duduk berempat sambil ngobrol di ruang istirahat kampus. Yoo Jin datang menyapa mereka. Il Rak mengatakan kalau ia mendengar permainan piano Nae Il sangat bagus saat kompetisi, mengapa mereka tidak memainkan piano concerto lagi seperti waktu Son Soo Jin tampil bersama mereka. Yoo Jin dengan santai menjawa, Tidak bisa. 'Uri Nae Il' sedang mempersiapkan diri untuk kompetisi tahun depan.
Tiba-tiba Il Rak mengerutkan kening, menyipitkan mata dan membuka mulutnya melongo. Yang lain melakukan ekspresi yang sama. Yoo Jin kemudian sadar kalau ia menyebut 'Nae Il-ku / Uri Nae Il' dan mulai panik mengatakan kalau ia salah ucap. HHAHAHHAHAHHAHA.

Yoon Hoo berkomentar kalau ia  merinding mendengar orang lain memanggil Nae Il dengan 'Uri Nae Il'. Ia mengatakan ia tak akan memanggil Uri Nae Il lagi.
Yoo Jin kesal dan berteriak, Kenapa kau memanggil Nae Il-ku dengan Uri Nae Il???!!!
Semuanya menganga. Bahkan Yoo Jin ikutan menganga, LOL. Il Rak gatal mendengarnya dan menyuruh Yoo Jin berhenti. Soo Min sedih dan menangis mengatakan kalau Yoo Jin sudah berlebihan.
Yoo Jin kesal pada dirinya sendiri dan memukul mulutnya, kekekkekkeke.
Ia buru-buru pergi dari sana dengan mengatakan ada kelas, HAHHAHAHA.

Setelah Yoo Jin pergi, trio tersenyum dan mengatakan kalau Nae Il sudah berhasil. Soo Min sendiri yang kecewa karena Yoo Jin sudah tunduk pada Nae Il. Yoon Hoo bertanya, apa saat dia memanggil 'Uri Nae Il' mereka juga merinding.
Ketiganya memandang Yoon Hoo dengan menyipitkan mata. Il Rak memandangnya dengan tatapan tidak percaya dan terlihat agak kesal. Yoon Hoo tersenyum dan Min Hee memasukkan makanan ke mulut Yoon Hoo, HAHahHAHAHHA.

Yoo Jin duduk di kantin dengan shock pada dirinya sendiri kenapa ia mengatakan hal itu, apakah dia sudah gila? Ia bahkan mengatakan kalau Nae Il-nya yang memintanya begitu. Kemudian ia merasa kecewa pada dirinya sendiri, tetap saja jika uri Nae Il meminta begitu aku harus menolaknya.
Dan Yoo Jin mulai kehilangan kesadaran karena ia mulai gila memanggil Nae Il dengan Uri Nae Il dan Uri Nae Il. Ia kesal dan memukul mulutnya lagi.  Ia tak tahan dan berteriak memegang kepalanya.
(Kira-kira kenapa dengan Yoo Jin? Apakah yang aku fikirkan benar, ini ada hubungannya dengan hipnotis?)


NAe Il dan Min Hee sedang bicara berdua dan Nae Il shock saat Min Hee menceritakan Yoo Jin menyebut nama Nae Il dengan Uri Nae Il. Ia bahkan membuat mereka semua merinding.
Nae Il memastikan kalau Yoo Jin mungkin hanya salah ucap. Min Hee meyakinkan kalau Yoo Jin mengatakannya berkali-kali, Min Hee yakin Yoo Jin ingin balas dendam pada Yoon Hoo.
NAe Il kemudian mengambil jam hipnotis dari tas-nya. Ia menatapnya.

[Bersambung ke Part 2]
Share:

Translate

Dapatkan Update Via Email

Powered by Blogger.

Blog Archive

Recent Comment

Random Post