[Sinopsis] Itazura na Kiss 2 ~ Love in Tokyo Episode 6 Part 1

Cover kali ini special yang tidak ada ditayangkan di episode ini.
Heran deh, kenapa ada still-nya tapi adegannya malah tidak di tayangkan.
Well, aku gak tahu apakah ini ditayangkan di episode selanjutnya, tapi beneran kecewa nih.
 Diantara semua episode yg sudah aku tonton, ini paling mengecewakan.


Sinopsis Itazura na Kiss 2 ~ Love in Tokyo Episode 6 Part 1

Waktu berlalu setelah kejadian pingsannya Kotoko di kelas tes menyuntik. Kotoko yang tak tahu apapun dengan excited menceritakan pada sahabatnya Jinko dan Satomi bagaimana saat ia bangun ada Naoki di sampingnya, Naoki mengkhawatirkannya meski dengan dingin tapi Naoki menatapnya dengan lembut.
KOtoko menceritakannya dengan ekspresi bersemangat love love seperti biasanya, tapi Jinko dan Satomi yang mendengarkan malah tidak bersemangat dan aku rasa mereka berdua tidak terlalu tertarik dengan hal itu.
KOtoko sih nggak peduli, ia terus membayangkan dengan wajah penuh cinta dan mengatakan harusnya ia lebih sering pingsan saja.

Tapi kemudian Jinko dan Satomi lebih tertarik pada pria yang menggedong Kotoko ke UKS dan bertanya siapa pria itu. Mereka memanggil pria itu 'Ikemen' alias pria tampan menarik.
Kotoko awalnya agak bingung tapi ia mengatakan dia teman sekelasnya, Kamogari Keita. Untuk meyakinkan ia bertanya lagi, memangnya dia Ikemen ya?
Satomi protes, memang sih, cowok satu-satu nya yang menarik bagimu adalah Naoki, Tapi, Ka-Ka-Kamo atau siapalah itu namanya, dia terlihat sangat panik saat itu, sepertinya ia menyukaimu.
Jinko juga baru sadar dan berteriak, Ah, CINTA SEGITIGA!!
MEreka semua kaget dan bahkan mengagetkan pengunjung cafe lain. [betewe mereka ini ada d cafe].

Tapi KOtoko menyangkal dan mengatakan tak mungkin KEita menyukainya.
Tapi Jinko malah kecewa, YAAAAHHH, pasti akan menyenangkan jika dia melawan Irie.
Tapi Satomi tak setuju, Kenapa juga mereka harus memperebutkan gadis seperti KOtoko?
Jinko tersenyum, So da ne...
KOtoko memonyongkan mulutnya, ia tersinggung, Hey!

Musim Panas. 1 Bulan kemudian. Liburan musim panas akhirnya dimulai.
Kelompok 2 Keperwatan di hari yang sangat-sangat panas itu harus menghabiskan waktu di perpustakaan untuk mengerjakan tugas. Kotoko sering ketiduran sehingga Keita harus membangunkannya berkali-kali.
Moto Chan mengejek KOtoko, Irie-kun... Kau bahkan memimpikannya kan?
Keita yang sibuk menulis kemudian melirik untuk melihat reaksi Kotoko.
KOtoko membuat ekspresi kecewa berat karena ternyata bayangannya hanya mimpi.
Tomoko mengingatkan Kotoko untuk tidak berteriak karena mereka ada di perpustakaan. Tapi KOtoko malah minta maaf dengan suara besar dan Tomoko mengingatkannya lagi.

Kotoko kembali mencoba mengerjakan tugasnya sambil bergumam kalau mereka harus melupakan rencana musim panas mereka karena setiap hari mereka harus membuat laporan.

Tim Kelompok dua akhirnya selesai dan keluar dari perpustakaan. Moto Chan mengeluh karena mereka sangat lelah, sementara Marina menyinggung sebagian dari mereka syik tertidur, ia menatap KOtoko dengan kesal. Kotoko malah sok berfikir karena ia nggak ngerti maksudnya., LOL.
Keita kemudian mengatakan kalau sekarang mereka hanya perlu merangkum semuanya.
KOtoko bertanya, jadi ini terakhir kalinya kita melakukan kerja kelompok?
Keita membenarkan. Kotoko menunjukkan wajah sedihnya. Moto Chan tersenyum dan mengajak mereka untuk bersenang-senang. KArena mereka menghabiskan liburan dengan tugas kelompok alangkah baiknya sekarang mereka merayakannya.,
KOtoko senang mendengarnya, Marina juga, tapi Tomoko tampak diam saja.

KOtoko bertanya bagaimana dengan Tomoko.
Tomoko minta maaf karena ia tak bisa ikut, ia harus bekerja.
Kotoko dan yang lain bersemangat bertanya, kerja part time dimana? Toko Bunga? Toko Roti? Restoran?
Tomoko tersenyum, aku bekerja di toko makanan.
Kotoko bertanya lagi, Kasir?
Tomoko menggeleng, aku bekerja di pasar ikan.
Keempat temannya langsung kehilangan senyum di wajah.

Mereka berempat mulai membayangkan Tomoko bekerja di toko ikan dan tentu saja dengan pisau yang besar dan mata yang tajam bersemangat membelah ikan.
Membayangkannya saja sudah membuat mereka takut dan merinding. HIYYYYY.
Tapi menurut mereka itu sempurna untuk Tomoko yang suka memotong daging.
Tomoko bingung dengan ekspresi mereka dan akhirnya meninggalkan mereka.
Mereka shock, gadis seanggun dan cantik seperti Tomoko hobi nya aneh.

Akhirnya yang akan bersenang-senang tinggal 4 orang. Moto Chan mengajak mereka bermain bowling. Tapi ia akan mengambil bola nya sendiri dulu dan membuat Kotoko bingung.
Marina juga ingin ke ATM dulu dan ikut dengan Moto Chan.
Jadi tinggal Kotoko dan Keita berdua. Moto Chan dan Marina akan menyusul di gerbang kampus nanti.
Kotoko bersemangat dan mengajak Keita pergi. Tapi Kotoko salah jalan dan menghalanginya dengan tangan, wow. Akhirnya keduanya saling rangkul ke gerbang kampus.

Naoki dan teman-teman satu timnya dengan berjalan di luar gedung. Funatsu bertanya apa Naoki ingin ikut karena mereka berencana makan di luar. Naoki mengatakan ia tidak akan ikut dan salah satu temannya mulai bersemangat berkata kalau Naoki pasti tak ikut karena istri tercintanya sedang menunggu di rumah.
Temannya yang lain pada Iri. Funatsu sendiri mengatakan ia ingin sekali minum minum bersama Naoki dan berdiskusi soal molekuler, LOL.
Funatsu terus mengomel soal sel saat Naoki menghentikan langkahnya di tangga karena matanya menangkap sesuatu.

Naoki berdiri mematung memandang ke satu arah. Ia terdiam.
Ia melihat Kotoko dan Keita berjalan bersama. Kotoko dan Keita tampak bersemangat tentang sesuatu dan bahkan saling high five. Kotoko tampak tertawa bahagia.
Naoki menatap mereka tak berkedip. Ia merasakan sesuatu dalam dirinya. Ia menggertakkan giginya, mencoba tak peduli tapi tetap merasa kesal. Ia hanya bisa terdiam dengan seribu pikiran di otaknya.

Episode 6
A Genius and Jealously

Kelompok 2 minus Tomoko, menikmati liburan mereka di tempat bowling. Marina memuji KOtoko yang bermain cukup bagus. Ia ingin Moto Chan juga mengajarinya.
KOtoko dan Keita duduk  berdua sambil minum sementara mereka bermain.
Keita kemudian mengungkit soal KOtoko yang kelihatan frustasi, ia bertanya apakah Kotoko dan Naoki sedang ada masalah?
Kotoko awalnya tidak mau membenarkan tapi akhirnya jawabannya malah membenarkan hal itu.

Kotoko tampak mengubah ekspresi cerianya yang biasa menjadi terlihat khawatir. Kotoko mengatakan belakangan ini Naoki sangat sibuk dan ia jarang melihat Naoki di rumah.
Keita menatap Kotoko. Kotoko mengatakan lagi, saat ia melihat Naoki, mungkin hanya perasaannya saja, tapi Naoki begitu dingin.
KOtoko mengerutkan wajahnya, ia sedih.

Keita mengatakan kalau KOtoko terlalu berlebihan pada Naoki. Ia menyuruh Kotoko istirahat dan rileks.
Keita memegang bahu Kotoko dan Kotoko tampak mencoba tersenyum. Keita menatap Kotoko dan mengatakan kalau Kotoko terlalu mudah putus asa.
Keita bahkan menawarkan diri akan lebih baik padanya hari ini. Keita tertawa menawarkan tangannya.
KOtoko memukulnya dan mengatakan kalau ia tak perlu simpati.
Dan keduanya berakhir dengan saling pukul. Keduanya kelihatan sangat akrab.
[Lha? Mana adegan yang aku tunggu? Keita dan Kotoko main bowling? AKKKH!!!! Minta di hajar nih tim produksi, ngedinya ga bagus!]

Mereka bermain sampai malam hari. Keempatnya sedang menuruni tangga dan Marina terlihat kesal karena ia kalah dari Kotoko. KOtoko kelihatan senang senang saja (aku nya yang ga senang karena sama sekali nggak liat Kotoko main bowling nya).
Saat mereka berencana ke tempat karaoke juga, Kotoko menolak ikut karena ia harus pulang. Yang lain kecewa tapi Kotoko mengatakan kalau ia adalah seorang istri, ia tak boleh pulang terlalu larut malam.
Keita dengan nakal mengaitkan lengannya ke leher Kotoko dan mengatakan ia tak akan melepaskan Kotoko. Marina setuju, Kotoko harus ikut.
Tapi Moto Chan mengatakan Kotoko harus memasak untuk Naoki. KOtoko membenarkan, itu sebabnya ia harus pulang. KOtoko mencoba melepaskan diri.
Tapi Keita tidak mau melepaskan Kotoko.
Kotoko terus berusaha melepaskan diri dan Keita tampak menikmatinya sedangkan Moto Chan berfikir.

Tapi tiba-tiba kelompok Kedokteran lewat disana dan terkejut melihat kelompok perawat. 
Moto Chan dan Marina tentu saja segera mendekati mereka karena ada Naoki disana. Naoki dalam gelap menatap menyeramkan ke arah Kotoko. Kotoko nggak nyadar dan ikutan happy karena ada Naoki disana. Ia berlari mendekati Naoki.
Kotoko bersemangat bertanya kenapa Naoki ada disana.
Naoki menghela nafas dan ia mengalihkan pandangannya dari Kotoko, ia mengatakan ia sedang makan malam bersama teman-temannya.
Kotoko tampak kecewa, meski begitu ia tersenyum, Ohh, Begitu...

Funatsu tentu tidak bisa melewatkan kesempatan berbicara pada Marina. Ia dengan gugup sangat mengatakan senang bertemu dengan Marina dan bahkan mengibaratkan mereka seperti eudiplozoon nipponicum.
Marina kesal, eudiplozoon?
Funatsu membenarkan, Parasit kembar yang ditemukan pada insang ikan mas. Ketika bertemu satu sama lain mereka akn bergabung. Romantis kan?
Marina ketakutan dan menjauh dari Funatsu, ia berpegangan pada Moto Chan dan mereka melangkah menjauh sedangkan Funatsu terus mendekatinya. Teman-teman yang lain ikutan bergabung dengan mereka karena menganggap itu seru.

Naoki dan Kotoko tinggal berdua, Kotoko tertawa melihat tingkah Funatsu yang gugup. Naoki sih diam saja. Kotoko mencoba membuka pembicaraan, Mereka lucu sekali ya, Irie-kun?
Naoki menjawab singkat, Iya.
Kotoko melihat ekspresi Naoki yang masih datar dan ia mencoba mengalihkan pembicaraan mengatakan kalau mereka baru saja main bowling.
Naoki akhirnya menatap ke arah Kotoko, Bowling?
Kotoko bersemangat menceritakan bagaimana ia menang untuk pertama kalinya, ia melakukan strike dan memikirkan Naoki.
Kotoko bersemangat dan memegang lengan Naoki sambil menggoyangnya, ahhhhh, Irie-kun, ku harap kau melihatnya tadi...
Naoki tak bereaksi, ia diam saja.

Tiba-tiba Naoki di panggil karena mereka akan terlambat.
Kotoko terkejut. Naoki kemudian menepis tangan Kotoko yang menyentuhnya dan membuat Kotoko terbelalak.
Naoki kemudian meninggalkan Kotoko yang masih terdiam, aku harus pergi.
Kotoko tak bisa bicara apapun. Ia masih shock karena Naoki benar-benar dingin menepis tangannya. Ia bahkan memandangi jarinya dan seolah akan menangis.

 
Keita melihat semua itu, bagaimana ekspresi sedih Kotoko dan ia pikir ia tak bisa tinggal diam, jadi ia memanggil Naoki, HOI!
Naoki menghentikan langkahnya, ia menatap ke arah Keita. Keita berkata, Jika kau punya waktu bersama temanmu, setidaknya luangkan waktu untuk istrimu.
Kotoko terkejut mendengarnya dan ingin mnghentikan Keita, ia berlari mendekati Keita, Chottooo...

Naoki pun bicara, Aku tahu kau sedang berusaha membuat Kotoko terkesan. Aku bosan dengan ceramahmu.
Naoki menatap tajam ke arah Keita. KOtoko tampak kesal dengan kata-kata Naoki, Kau kasar sekali! Irie-kun. Dia hanya memikirkanku! Dia tahu aku sedang murung, makanya................
Kotoko ingin mengatakan alasannya tapi Naoki yang kesal memotong, Lalu kenapa kau tidak pulang bersama Kamogari? Dia sangat mengkhawatirkanmu, kan?
Kotoko terkejut dengan kata-kata Naoki. Kotoko membelalakkan matanya seperti akan menangis, Jahat sekali... Kenapa kau bilang begitu? Irie-kun BAKA!!!

Kotoko yang merasa sedih, kecewa dan terluka, menangis dan berlari meninggalkan mereka semua. MArina khawatir dan memanggilnya.
Keita kesal, Apa kau tidak mengejarnya?
Naoki hanya diam saja.
Keita tak tahan lagi, Jika kau tidak mengejarnya, aku yang akan mengejarnya.
Keita kemudian dengan kesal berlari mengejar Kotoko. Moto Chan mengikutinya, Maria juga.
(Moto Chan larinya cepat, menunjukkan kalau ia seorang pria, kekekkekek).

Dan si Naoki BAKA tetap diam di posisi yang sama. Ia menatap bulan purnama di langit. BAKA! BAKA!! HIDOI! BAKA!!

Kotoko menatap bulan yang sama di suatu tempat berbeda. Ia menghapus air matanya dengan sedih. Ia tak menyangka Naoki akan mengatakan hal seperti itu. Padahal ia hanya ingin bersama Naoki.
Air matanya kembali menetes saat memikirkan kemungkinan Naoki membencinya. Kotoko sangat sedih.
Ia menagis lagi, tertunduk.

Kotoko kaget saat seseorang memanggilnya. Keita ada disana dan melihat wajah kecewa Kotoko ia mengatakan kalau ia bukan Irie. Kotoko mengalihkan pandangannya dan menghapus air matanya.
Kotoko meminta maaf pada Keita, ia tahu hal tadi tidak menyenangkan. Tapi bagaimana pun itu masalah rumah tangga mereka dan tak ada hubungannya dengan Keita.
Keita menghela nafas melihat Kotoko yang sangat sedih. Kotoko bahkan tak sanggup memandang Keita.

Keita hanya bisa menatap Kotoko. Ia kemudian mendekati Kotoko dan mengatakan, Tentu saja ada hubungannya.
Tiba-tiba Keita memeluk Kotoko dari belakang dan Kotoko terkejut. Kotoko tak bisa bergerak, ia membelalakkan matanya.
Keita merendahkan suaranya dan berkata, Jangan bilang aku tak ada hubungannya. Kau.... harus meninggalkannya.
Kotoko masih tak bisa bicara. Ia cukup shock dengan sikap Keita.
Keita terus memeluk Kotoko semakin erat dan nafas Keita begitu dekat dengan leher Kotoko, Kotoko tak bisa berbuat apa-apa.
(KOk aku yang merinding ya? ngeliat Keita makin mendekatkan wajahnya ke leher Kotoko, KYAAAAAAAAAAAA!!!!).

Makan malam keluarga Irie. Mami membuat nasi sushi special yang banyak dan menggiurkan. Bahkan koki seperti ayah Kotoko ikutan kagum.
Semuanya sibuk memuji masakan ibu, Yuuki mengatakan itu makanan kesukaannya. Ayah Kotoko bahkan meminta ibu menyajikan di restorannya. Ibu malu-malu dan semuanya heboh di meja makan.
Semuanya tertawa sambil tak lupa melirik sekali-kali ke samping.

Dan pasangan suami istri Naoki dan Kotoko makan di meja makan yang sama tanpa bicara sepatah kata pun. Mereka menikmati makanan masing-masing dalam diam.
Keluarga memandangi mereka berdua dengan khawatir.
Keluarga berusaha membuat lelucon yang tak lucu dan tertawa berempat, mereka berusaha membuat pasangan itu ikutan tertawa tapi gagal.
Naoki menyelesaikan makan malamnya lebih cepat dan meninggalkan meja makan untuk mandi.

Kotoko juga menyelesaikan makan malamnya dan bahkan minta izin pada Papi Irie untuk menggunakan perpustakaan pribadi.
Ia mengatakan akan ada ujian setelah liburan. Ibu khawatir melihat menantunya dan mengatakan KOtoko harus belajar dengan Naoki.
Kotoko menolak mengatakan kalau Naoki lelah dan pasti akan tidur. Tapi ibu menyuruh Kotoko jangan sungkan.
Kotoko berusaha menolak lagi dan mengatakan ia tak ingin mengganggu Naoki.
Ibu terkejut. Mana ada kata 'mengganggu' bagi suami istri. KOtoko permisi dan mengatakan akan mencuci piring nanti. Ia meninggalkan ruang makan dengan pandangan khawatir semuanya.

Melihat menantunya pergi dengan wajah sedih, ibu terus menatap dan khawatir. Sejak tadi ia memperhatikan sikap berebda dari Naoki dan Kotoko, ibu sangat khawtair.
Yuuki bahkan memberi komentar pedas, Tinggal menunggu waktu saja, mereka akan bercerai.
Ibu marah, Yuuki, Jangan bicara begitu!
Ayah Kotoko bersikap tenang, ia mengatakan pasangan suami istri biasa bertengkar, jadi biarkan saja.

Kotoko belajar sendiri untuk ujiannya. Tapi ia tak bisa berkonsentrasi dan akhirnya menyerah.
Ia membaringkan kepalanya di sofa dan menatap ke luar jendela. Bulan purnama.
Kotoko kemudian teringat kejadian bersama Keita itu, bahkan sampai sekarang, ia masih ingat apa yang diucapkan Keita saat itu.

Malam dimana Keita memeluknya dan menyuruhnya melupakan Naoki. Saat itu reaksi Kotoko hanya tertawa, dan melepaskan pelukan Keita dan memukulnya. Kotoko mengatakan Keita pasti bercanda.
Kotoko yang tahu itu bukan candaan berusaha membuat itu sebagai sebuah candaan jadi ia terus tertawa seolah Keita menggodanya.
Kotoko segera mengambil tas nya dan menyuruh Keita tidak menggoda wanita yang sudah menikah.
Keita diam saja. Ia tahu maksud Kotoko, jadi ia menarik nafas, meski sakit ia mencoba bersikap biasa saja. Jadi ia mengajak Kotoko pulang.
Kotoko meski sedikit gugup mengikutinya dan mengucapkan terima kasih karena Keita mau mengantarnya pulang.

Keduanya berjalan pulang menuju rumah keluarga Irie. Keita jalan beberapa langkah di depan KOtoko.
Malam itu mereka berdua terus berjalan dalam diam meski sesekali mereka saling melirik. Kotoko tak yakin itu bercanda atau tidak, tapi ia cukup terkejut karena ia belum pernah dipeluk seperti itu selain dengan Naoki.
Ia mengakui kalau saat itu ia panik.

Kotoko masih termenung. Sejak malam itu, ia dan Naoki belum pernah bicara. Kotoko mengatakan ia ingin berbaikan, tapi Naoki selalu menghindarinya.
Kotoko menghela nafas dan kembali menghadapi bukunya. Ia memukul wajahnya dan mengatakan pada dirinya sendiri tak ada waktu untuk memikirkan hal itu. Ia mengemas peralatannya karena sudah larut malam.

Kotoko masuk ke dalam kamar dengan hati-hati agar tidak membangunkan Naoki.
Ia meletakkan bukunya dan perlahan berjalan ke tempat tiudr. Naoki sudah tidur dan Kotoko memandanginya.
Naoki kelihatan manis dan Kotoko kembali menunjukkan wajah sedihnya, kenapa semuanya berakhir seperti ini?
Kotoko mencoba menyentuh Naoki, tapi ia menarik tangannya lagi. KOtoko merasa sesak. Ia bergumam, Kau disini, tapi aku tak bisa menciummu.
Kotoko menghela nafas. Ia terlihat sedih menatap Naoki.


0 comments:

Post a Comment

 

Random Post

Clover Blossoms Fanpage

In My Radar

Watching :
- We Married as A Job
- Jimi ni Sugoi!
- Weightlifting Fairy
- Goblin
- The Legend of The Blue Sea
- Father I'll Take Care of You
- Beppin-san
- Gochisousan

Waiting Drama:
- Miss in Kiss

Waiting Movies:
- One Week Friends
- Your Lie in April
- Aozora Yell
- Itakiss Movie

Favorite Song This Time :
- Red Cheek Puberty - Galaxy
- Ben - Foggy Road
- Twice - Next Page
- Utada Hikaru - Hanataba wo Kimini
- LYn - Love Story