[Sinopsis] Itazura na Kiss 2 ~ Love in Tokyo Episode 6 Part 2

Aku nggak salah kan?
Adegan ini ga ada di episode 6 ? T_____T
-Setelah di cek lagi, ternyata ini ada di episode 7, wkwkkwkw-

-----------------------------------------------------------------------------------------
Sinopsis Itazura na Kiss 2 ~ Love in Tokyo Episode 6 Part 2

Musim Panas berakhir dan semester baru dimulai.
Kotoko berjalan di kampus menuju Fakultasnya saat ia shock karena di panggil seseorang. Ternyata Moto Chan, Tomoko dan Marina yang memanggilnya. Moto Chan curiga melihat ekspresi lega Kotoko dan bertanya, Kenapa? Apa kau menghindari seseorang?
Kotoko mencoba tidak ketahuan dan tertawa tapi Moto Chan tetap curiga dan memandanginya. Kotoko terus berusaha mengelak dan Marina kemudian berkata, ah, Itu Keita.
Kotoko terkejut.

Keita mendekati mereka dengan ekspresi biasa dan menyapa semuanya, termasuk Kotoko. Kotoko mencoba tersenyum seolah-olah tak terjadi apapun.
Tapi ia menatap Keita dan kemudian mengubah ekspresinya. Keita menatap Kotoko dengan tajam. Kotoko waspada.
Keita memanggil nama Kotoko dan Kotoko menjadi gugup.
Keita bertanya, apakah kau..........

Kotoko takut-takut Keita bertanya sesuatu yang aneh, jadi ia waspada. Keita bertanya, Kau sudah meringkas bagian tentang patofisiologi?
Karena pertanyaannya berbeda dari ketakutannya, KOtoko terkejut bingung, Heh? Patofisiologi?
Melihat ekspresi Kotoko, Keita mulai kesal, Jangan bilang kau melupakannya!
Kotoko membulatkan mulutnya dan membesarkan matanya, ia ingin membuat alasan tapi Keita sudah menunjukkan wajah marah.
Moto Chan, Tomoko dan Marina berusaha menenangkan Keita. Keita hampir saja akan memukul Kotoko. Kotoko tentu saja menghindar dan menunjukkan wajah ga enak hati.

Tapi dibalik itu Kotoko lega karena Keita bersikap biasa saja. JAdi ia tersenyum menyimpulkan kalau saat itu Keita hanya bercanda padanya.
Ckckckckckckck BAKA KOTOKO!!! Keita biasa saja bukan karena dia becanda, tapi karena ia serius, ia serius tapi ga ingin hubungan mereka berubah. Aigoooooooo~ Baka Baka Baka.

 
Karena sudah lega, Kotoko jadi ikutan bercanda menyuruh Keita tenang. Keita masih kesal dan akan menghajar Kotoko, tapi Moto Chan dan yang lain menghentikannya. Kotoko hanya bisa tertawa.
HAHHHAHAHAHAHAHAH.

Malam harinya, Kotoko belajar sendiri lagi. Tapi setidaknya ada boneka Irie yang menemaninya. Kotoko masih saja memikirkan masalahnya, tapi ia akan berusaha membuat Naoki terkesan. Lalu mereka akan berbaikan. Kotoko mencium dahi boneka Naoki dan bersemangat belajar lagi.

Sementara itu Naoki belajar juga di kamar. Tapi ia juga tidak bisa berkonsentrasi. Ia masih kepikiran tentang Kotoko dan Keita. Ia menghela nafas dan menjatuhkan pena-nya. Ia bingung pada perasaan baru yang ia rasakan.

Hari Ujian.
Naoki akan berangkat untuk ujian di kampus pagi-pagi sekali. Kotoko pagi itu berusaha menjadi istri yang baik, ia menyapa Naoki di pintu dan mengatakan akan membuatkan bekal untuk mendukung Naoki. Tapi Naoki menolak dan keluar dari dalam rumah. Kotoko khawatir karena melihat Naoki tak enak badan.
Kotoko kelihatan sedih lagi. Ia menghela nafas dan bergumam, Semangat ya. -untuk pria yang sudah meninggalkannya dalam rumah.
Kotoko benar-benar kelihatan sangat sedih.

Ujian di Keperawatan juga dilaksanakan di hari yang sama.
Ujian selama 3 hari, para calon perawat melakukannya dengan baik.
Dan ujian di hari ketiga pun selesai dan mereka baru bisa bernafas lega, meski hasilnya belum keluar.
saat di tanya bagaimana ujiannya, Kotoko dengan yakin mengatakan kalau ia yakin dengan jawabannya.
Semuanya tertawa melihat betapa yakinnya Kotoko.
Tapi kemudian kehebohan terhenti saat mereka mendengar suara seseorang memanggil nama Marina.

Marina shock dan melihat ke arah pintu. Ia membelalakkan matanya melihat Funatsu sudah ada disana. Funatsu berjalan bersemangat masuk ke kelas itu membuat Marina ketakutan.
Funatsu bertanya apakah Marina ingat janji mereka. Marina tidak mengerti. Funatsu mengingatkan Marina sudah janji akan pacaran dengannya jika ia mengalahkan Naoki. Marina terkejut, Benarkah?
Funatsu mengatakan keseriusannya dan duduk disamping Marina. Ia mereview liburan musim panasnya yang kelam karena selama liburan ia benar-benar belajar keras.
Moto Chan penasaran, lalu bagaimana dengan ujianmu?

Funatsu bersemangat, ia bahkan berdiri dan berteriak kalau ia yakin 99.9% ia akan mengalahkan Naoki.
Marina menatapnya dengan mulut terbuka, shock.
Funatsu senang banged dan berjalan keluar kelas sambil melompat dan tertawa kegirangan, mirip orang gila. LOL.

Marina shock beneran, bagaimana kalau Funatsu beneran berada di nomor 1. Kotoko berusaha menenangkan Marina dengan meyakinkannya kalau Naoki tak akan kalah.
Tomoko juga meyakinkan Marina. Tapi Marina tetap saja khawatir. Ia mengajak mereka mengecek Naoki tentang ujiannya.
Marina menarik Kotoko dan menyuruhnya cepat. Mereka harus memastikan pada Naoki, bahwa Naoki tidak kalah.
Tomoko mengejar mereka. Moto Chan ikutan dan menarik Keita untuk ikut menemui Naoki. LOL.

Mereka tiba di sebuah ruangan dimana Funatsu sudah tiba lebih dulu disana untuk mengecek Naoki. semuanya cemas dan begitu mereka melihat Naoki, mereka berlari mendekatinya sambil berteriakmemanggil namanya.
Funatsu tidak basa-basi dan segera bertanya tentang hasil ujian Naoki.
Naoki awalnya bingung dengan wajah santai, tapi kemudian ia menjawab kalau hasilnya kurang bagus. Dan semanya mulai terbelalak, HEEEEEEEEEHHHH???????????????????
Marina tidak percaya dan menyuruh Naoki jangan bercanda.
Naoki dengan santai sambil membaca buku mengatakan kalau ini hasil terburuk dalam ujiannya selama ini.
Semuanya membelalakkan mata lagi, shock.

Funatsu satu-satunya yang senang, YATTTTAAAAAAAA!!!!!!!!!!! Aku Nomor 1!!!!
Marina melotot pada Funatsu. Funatsu tentu saja bahagia karena ia akan berpacaran dengan Marina, Ia mendekati Marina pelahan dan Marina menjauh sambil memeluk Moto Chan ketakutan. Tomoko ikutan takut dan menempel pada Moto Chan.
Seolah-olah monster yang akan memangsa, Funatsu mendekati mereka terus dan ketiganya menauh takut. HAHAHHAHAHAH.
Keita sih ketawa-ketawa aja melihat mereka.

Kotoko khawatir pada Naoki dan mendekatinya, bertanya apakah itu benar. Naoki menghela nafas dan membenarkan. Ia merapikan bukunya dan akan berdiri. KOtoko yang khawatir bertanya apakah Naoki demam. Ia menyentuh dahi Naoki.
Naoki diam saja, perlahan ia menatap ke arah Keita. Keita juga terdiam, ia menatap Naoki.
Naoki kemudian melepaskan tangan Kotoko dari dahinya dan mengatakan kalau ia baik-baik saja.
Naoki mengambil tas nya dan meninggalkan mereka.
Kotoko terdiam. Ia menatap kepergian Naoki yang dingin.

Kotoko menghela nafas dan masih sedih saat Moto Chan mendekatinya dan bertanya, sepertinya ada yang aneh dengan kalian?
Kotoko menghindari pandangan Moto Chan dan tetap diam. Moto Chan bertanya, apakah kalian bertengkar?
Kotoko berbohong, Tidak kok.
Moto Chan tersenyum, tahu, Hmmmmmmm, sepertinya dia tidak menyukaimu.
Kotoko kesal, Tidak begitu! Dia hanya kelelahan saja!
Moto Chan tersenyum senang, Sekarang Marina bersama Funatsu dan rivalku satunya sudah tumbang.
Ia senang dan meninggalkan mereka.
Kotoko kesal dan berteriak bukan begitu.

 
Keita menyuruh Kotoko tenang. Kotoko sedih memonyongkan mulutnya. 
Keita bertanya, apa dia sudah lama bersikap begitu?
Kotoko menunduk sambil mengangguk. Keita mengangguk juga mengerti.
Ia bertanya, sudah sebulan sejak kejadian malam itu, apakah gara-gara aku?
Kotoko mengatakan Bukan begitu, Tidak ada hubungannya denganmu.
Keita kesal dan mengatakan lagi, Makanya jangan bilang tidak ada hubungannya denganku.
Kotoko tak mengerti, Heh?
Keita menjawab, Tentu saja ada hubungannya denganku.
Kotoko mencoba meyakinkan, Tapi malam itu kau bercanda, kan?

Keita diam. Ia terlihat serius. Meski ia tidak menatap Kotoko, ia mengatakan kalau ia serius.
Kotoko terkejut. Ia menatap Keita. Keita meyakinkan, aku bersungguh-sungguh.
Kotoko masih belum percaya dengan apa yang ia dengar, Keita?
Keita menghela nafas, Begitulah perasaanku. Kau tak akan pernah bahagia bersamanya.
Keita berdiri dan menatap Kotoko lagi, Bercerailah.
Kotoko terkejut. Ia tak bisa berkata apa-apa. Ia membelalakkan matanya.
[Jadi dari apa yang aku tangkap, bahkan jika Kotoko menolaknya, begitulah perasaan Keita. Ia hanya tidak ingin Kotoko terluka, makanya ia menyuruh Kotoko bercerai.]

Kin Chan dan Chris bekerja di kantin kampus dan akan tutup saat Naoki tiba-tiba muncul disana. Chris heboh melihat Naoki disana tapi Kin Chan BETE melihatnya. apalagi saat Chris meminta Naoki memilih apa saja makanan yang ada disana, Kin Chan protes karena ia yang membuatnya.
Naoki memesan ayam goreng tapi Kin Chan mengeluh karena merepotkan. Tapi Chris memukulnya, dan Kin Chan mengalah, LOL.
Lucu melihat Kin Chan dan Chris, btw, Chris memanggil Naoki dengan Oki-kun :)

Naoki makan di kantin kmapus yang kosong ditemani Chris dan Kin Chan. Chris memuji masakan Kin Chan yang paling enak dan tentu saja Kin Chan sombong.
Naoki mencobanya dan memuji masakan Kin Chan enak. Kin Chan senang mendengarnya, Chris juga, ia mengatakan kalau ia dan Kin Chan berusaha membuat makanan enak. Chris sepertinya bisa mengendalikan Kin Chan, sekarang dipegang-pegang pun Kin Chan ga marah lagi, KYAAAAA!!!
Naoki tersenyum melihat kedekatan mereka berdua dan berkomentar kalau mereka berdua semakin dekat.
Chris senang mendengarnya tapi Kin Chan sok menyangkal kalau mereka tidak dekat.
Chris berkata kalau Naoki dan Kotoko juga pasti semakin dekat.

Naoki yang sedang minum berhenti, ia menghela nafas dan menjawab, Entahlah.... Akhir-akhir ini kurang baik.
Chris dan Kin Chan terkejut mendengarnya. Kin Chan bertanya, Kenapa? Apa kau membuatnya menangis lagi?
Naoki bertopang dagu dan berfikir. Ia berkata, Tidak... Sepertinya memang aku.
Kin Chan ga mengerti, Kau kenapa? Kau sakit? Pergi lah ke rumah sakit.
Naoki kesal, Aku tidak sakit. Aku hanya tidak bisa tidur dengan baik.
Kin Chan makin penasaran, Lalu kenapa?
Naoki memasang ekspresi bingung tapi cool, Ia mengatakan kalau ia juga tak tahu kenapa, ia tak tahu kenapa ia bersikap begitu pada Kotoko.
Kin Chan mengerutkan keningnya menatap Naoki yang minim ekspresi. Naoki mengatakan, sejak Kamogari Keita dekat dengan Kotoko, ia merasa kesal jika melihat Kotoko.

Tiba-tiba Kin Chan mengerti dan membuka mulutnya lebar-lebar-lebar-lebar. Ekspresi kaget tanpa suara berubah perlahan menjadi tersenyum mengejek.
Naoki yang cool kemudian menatap Kin Chan yang kini sudah tertawa. Kin Chan menahan tawa dan bertanya, Kau benar-benar tidak tahu?
Naoki bingung, Apa?
Kin Chan tertawa lagi, Kau bodoh ya? Dan kau menyebut dirimu jenius?
Naoki kesal, Kau paham apa yang tidak aku pahami?

Kin Chan berdiri tegak, ia menghela nafas dan berkata, Kau cemburu.
Naoki masih tak mengerti dan bertanya melalui tatapannya. Kin Chan dengan yakin berkata, Kau hanya cemburu.
Naoki bingung, Cemburu? Aku?
Naoki kemudian tertawa tak percaya, Hhh, Tidak mungkin, aku kan bukan kau.
Kin Chan kesal, Bodoh. Begitulah. Dengar, berkat dirimu, aku menjadi pencemburu selama 6 tahun. Sebagai seorang yang berpengalaman, tidak salah lagi, kau cemburu pada Kotoko dan laki-laki itu.
Kin Chan tak tahan untuk tidak tertawa. Ia tertawa terbahak-bahak sementara kita bisa melihat wajah terkejut Naoki. Kin Chan bahkan berkomentar, Ternyata orang jenius bisa cemburu juga ya? HAHHAHHAHHAH.

Kin Chan benar-benar menikmati kecemburuan Naoki, tapi kemudian ia serius, BTW beritahu aku, siapa pria yang dekat-dekat dengan Kotoko itu?! Sepertinya dia perlu diberi pelajaran.
Kin Chan kesal ada yang dekat-dekat dengan Kotoko dan memukul tanganya.
Chris kemudian menyerbu Kin Chan dan memeluknya dengan paksa mengatakan kalau Kin Chan boleh cemburu padanya. Chris beneran nempel-nempel sama Kin Chan, LOL.

Sementara itu Naoki baru menemukan jawaban dari perasaannya. Ia benar-benar terlihat terkejut karena ia cemburu pada Kotoko dan Naoki. Ekspresi Naoki beneran keren, ekspresi kaget tapi cool, kalau gak di perhatiin banged pasti ga nyadar kalau Naoki itu shock. HAHHAHAHAHAHHA.
Minim ekspresi, jadi susah LOL

Cuaca mulai bertambah dingin. Musim Panas berakhir dan masuk ke musim gugur. Tapi Naoki dan Kotoko belum juga berbaikan. Hari itu Kotoko ke kampus dan melewati lobi saat ia berhenti karena melihat Naoki berjalan ke arahnya.
Kotoko ingin menyapa sambil tersenyum, tapi Naoki bahkan tidak meliriknya. Naoki berjalan melewati Kotoko begitu saja, seperti tidak mengenal Kotoko.
Kotoko sangat shock. Ia terdiam dan menunduk.
-OMO YAAAA, segitunyaaaa?-

Di kelas, para siswa menerima hasil ujiannya, begitu juga dengan Kotoko. Tapi ekspresi Kotoko menunjukkan kalau nilainya buruk. Kotoko membelalakkan matanya melihat kertas nilai dan ia mengerutkan keningnya.
Moto Chan, Marina dan Tomoko mendekatinya untuk melihat nilainya, karena saat ujian berakhir, Kotoko sangat percaya diri akan hasil ujiannya.
Kotoko dengan cepat menutup kertasnya dan mencoba menyembunyikannya, tapi Moto Chan dengan sigap mengambil kertas itu.
Ia dan yang lain melihatnya dan terkejut, APA INI? Rata-rata 51, 36, 48, 53?????
Kotoko beneran malu dan menutup wajahnya.

Keita merebut kertas itu dan menyueuh mereka berhenti mengejek Kotoko. Moto Chan kesal karena ini kesempatan mengejek Kotoko.
Keita memberikan kertasnya pada Kotoko, Kotoko akan mengambilnya tapi Keita menahannya. Kotoko menocba mengambilnya tapi Keita tak melepaskannya.
Keita kemudian menunjukkan wajah marahanya dan membuat yang lain takut, KAU! Bisa-bisanya kau percaya diri dengan nilai segini?

 
Kotoko melirik dengan takut, ia melebarkan matanya takut. Keita terus berteriak, Kau pikir kau bisa menjadi perawat dengan nilai segini?!
Kotoko ketakutan dan menutup matanya dan menutupi wajahnya takut-takut di pukul. Keita terus mengancam akan memukul KOtoko dan Kotoko berteriak minta maaf.
Kotoko melirik dan Keita akan memukulnya lagi, Kotoko ketakutan beneran dan meminta maaf lagi.
Adegannya lucu banged XD

Kotoko kini ada di cafe bersama Jinko. Kotoko lemas tak berdaya dan mengatakan mungkin ia harus berdoa ke kuil Akhir-akhir ini ia benar-benar sial.
Jinko bertanya, Kau masih belum berbaikan dengan Irie?
Kotoko membenarkan. Ia mengatakan niat awalnya, ia pikir ia bisa dapat nilai bagus saat ujia dan membuat Naoki terkesan padanya, dengan begitu ia akan minta maaf, sayangnya itu tidak terjadi.
Jinko juga tak tahu apa yang harus mereka lakukan. Ia bertanya pada Satomi yang baru datang.

Tapi tiba-tiba Satomi merasa tak enak dan mual-mual. Ia menutup mulutnya dengan sapu tangan dan mual lagi.
Jinko dan Kotoko terkejut. Mereka bertanya kenapa? apakah kau kebanyakan makan kue?
Jinko menggoda, atau..... kau hamil???
Kotoko ikutan menggoda kalau Satomi hamil.
Satomi terbelalak dan berkata, sepertinya begitu.
Jinko dan Kotoko shock dan berteriak, APAAAAAAAA??????????????????????????

Keduanya kemudian mendekati Satomi dan mulai bertanya. Satomi mengatakan ia sudah melakukan tes kehamilan di rumah beberapa waktu yang lalu.
Kotoko bertanya apakah Ryo sudah tahu dan bagaimana rekasinya.
Satomi tersenyum malu dan mengatakan kalau Ryo pacarnya mengajaknya menikah.
Jinko dan Kotoko terkejut bahagia, APA????? MENIKAH?????
Satomi mengatakan Ryo ingin ia melahirkan bayi dan mengajaknya menikah. Ia tahu harusnya ia menikah dulu baru hamil.
Jinko mengatakan kalau sekarang hal seperti itu sudah biasa. Kotoko dan Jinko sangat senang karena sahabat mereka Satomi akan menikah dan punya bayi.

Satomi senang karena temannya mendukungnya. Ia berterimakasih pada mereka. Jinko kemudian penasaran kapan Satomi akan menikah. Satomi mengatakan setelah kandungannya stabil (morning sick nya sembuh) mereka akan menikah.
Kotoko membelai lengan Satomi dan iri, ia memanggil Satomi dengan 'mama Satomi'.
Satomi menyemangati Kotoko, menyuruhnya cepat baikan dengan NAoki dan membuat bayi.
Kotoko hanya bisa tertawa. Satomi mengatakan ia ingin Naoki dan Kotoko datang ke pernikahannya.
Kotoko hanya bisa tersenyum mengangguk dan berkata 'semoga saja', ia tak yakin bagaimana cara berbaikan dengan Naoki.

Kotoko memberitahu kabar bahagia ini pada mami. Mami tentu saja excited karena ia sangat menyukai pernikahan dan bayi. Kotoko mengatakan pernikahan rencananya akan dilakukan bulan Juni. Ibu membayangkan kalau anak Satomi pasti manis seperti Satomi.
Ibu menggenggam tangannya di dada dan keceplosan mengatakan kalau ia berharap Kotoko dan Naoki juga cepat punya anak.
Ibu sadar ia keceplosan dan segera minta maaf, ia mengatakan itu hanya angan-angannya saja.
Kotoko menatap ibu dan merasa tak enak karena ia yakin ibu juga ingin sekali punya cucu. Tapi ia dan Naoki akhir-akhir ini berciuman saja tidak.
Kotoko sangat sedih dan memonyongkan mulutnya berharap sebuah ciuman.

Ibu kemudian menatap Kotoko lagi dan mengatakan kalau orang bilang kebahagiaan itu akan menular.
Ibu menggenggam tangan Kotoko dan mengatakan kalau ia yakin kebahagiaan akan mendatangi Kotoko.
Kotoko tersenyum dan tersentuh atas kepercayaan ibu. Ia berterima kasih pada mami Irie.

Kotoko terlihat di depan pintu kamar pengantin mereka. Ia akan mengetuh pintu tapi khawatir dan membatalkan rencananya.
KOtoko melangkah mundur dari pintu dan kemudian berfikir. Ia menarik nafas dan meyakinkan dirinya untuk berbaikan dengan Naoki, jadi ia ingin mengambil langkah lebih awal.
Kotoko menyemangati dirinya sendiri dan mengetuk pintu untuk masuk ke dalam kamar.
(BTW, jadi selama ini KOtoko tidur dimana? Apakah ia masuk kamar setelah sangat larut dan yakin Naoki udah tidur? OMG, pengorbanan Kotoko T____T).

KOtoko membuka pintu saat Naoki duduk di meja belajar. Kotoko mencoba tersenyum dan mengajak Naoki bicara. Naoki bertanya ada apa?
Kotoko masuk ke dalam kamar dan menutup pintu lagi.

Kotoko kemudian mulai bicara tentang pernikahan Satomi. Kotoko bersemangat membicarakan Satomi akan menikah dengan Ryo dan bahkan Satomi sekarang hamil.
Kotoko yang bersemangat tapi direspon biasa saja oleh Naoki. Ia hanya mengatakan 'baguslah' dengan ekspresi datar.
Kotoko terdiam melihat ekspresi Naoki. Tapi ia tidak menyerah, ia kemudian mengatakan kalau Satomi akan menikah setelah trisemester pertama dan ingin ia dan Naoki hadir.
Naoki menghela nafas dan hanya menjawab 'ya'. Kemudian ia mengambil sebuah dokumen dan membacanya.

Kotoko mulai tersenyum membayangkan bagaimana pernikahannya, ia sudah tak sabar lagi. Kotoko menatap foto pernikahannya dan Naoki. Ia mengatakan dalam hati saat pernikahan ia mengenakan wedding dress, tapi ia merasa Satomi lebih cocok mengenakan kimono.
Kotoko mulai lagi mengatakan dengan ceria kalau ia sangat menyukai pernikahan. Ia bahkan mengatakan kalau ia tidak keberatan untuk menikah lagi. (OMG! NO! Why She's say that?!)
Naoki diam saja, ia membuka dokumen itu lagi. Kotoko ingin mencuri perhatian Naoki dan mengatakan kalau ia ingin menikah lagi. Tapi akhirnya ia mengatakan kalau ia hanya bercanda.

Naoki akhirnya bicara lagi, Apa hanya itu yang ingin kau katakan?
Senyum di wajah Kotoko menghilang. Ia mengangguk dan minta maaf karena mengganggu Naoki belajar.
Naoki meletakkan dokumennya dan menghela nafas lagi. Ia kembali menghadap ke komputernya untuk melanjutkan pekerjaannya.
Kotoko merasa tak enak dan akan keluar. Tapi ia berhenti di pintu.
Naoki melihatnya dan bertanya, Kotoko?
Kotoko berdiri diam di depan pintu. Ia menahan semuanya dan rasa sakit dihatinya. Ia meledak.

Kotoko berbalik dan mengambil segala sesuatu didekatnya. Ia melemparkannya ke arah Naoki lagi dan lagi. Kotoko berteriak, MOOOO IIII!!!!
Kotoko tak tahan lagi dengan semua ini dan mengeluarkan kemarahannya dengan melempar Naoki.
Naoki terkejut melihat Kotoko dan menyuruhnya berhenti. KAU KENAPA? KOTOKO?Hentikan! Kau kenapa?
Kotoko tak mendengarkan dan terus melempar Naoki.
Naoki akhirnya berdiri menghentikannya, Kau kenapa?

Kotoko menangis dan berteriak, SEMUANYA SALAH! TIDAK SEHARUSNYA BEGINI! AKU BENCI! KAU BAHKAN TIDAK MEMPERHATIKANKU! AKU TIDAK TAHAN!
Kotoko terus berteriak menatap Naoki. Naoki hanya bisa diam menatap kemarahan KOtoko.
Kotoko mengatakan kalau Naoki tidak peduli padanya sama sekali. Kau tidak peduli dengan apa yang aku lakukan! Keita mengatakan ia mencintaiku! Dia menyuruhku untuk meninggalkanmu! Kau, tidak mencintaiku lagi, kan?
Naoki masih terdiam menatap Kotoko. Kotoko masih marah dan berteriak, Bukan, KAU BAHKAN TIDAK PERNAH MENCINTAIKU!
Naoki akhirnya berusaha menenangkan Kotoko dengan memegang bahunya, tapi Kotoko menepisnya dan berteriak.

KOtoko menangis dan bertanya, Kenapa? Kenapa.....Kenapa kau menikahiku?
Kotoko menangis sedih, Hanya aku.... Hanya aku sendiri yang mencintaimu.
Kotoko tak tahan lagi dan berlari meninggalkan kamar itu.
Naoki memanggil namanya tapi Kotoko tak mendengarkan.

 
Naoki merasa shock dengan kemarahan Kotoko, tapi ia tak bisa berbuat apapun, ia terdiam berdiri. Naoki menunjukkan ekspresi yang tak bisa ditebak entah itu dia menyesal, atau sedih?

Kotoko berlari meninggalkan rumah membuat ibu khawatir. Ibu memanggilnya tapi Kotoko tak mendengarkan.
Naoki masih didalam kamar, ia memegang gagang pintu, tapi tak membukanya. Naoki menyandarkan tubuhnya di pintu kamar dan ia berfikir.

Malam itu, Kotoko berjalan sendirian dengan celemek masih ia pakai. Ia menangis sedih dan air mata terus menetes meski ia menahannya.
Kotoko berkata dalam hati kalau ia selalu ingin menanyakan hal itu, ia terlalu takut untuk menanyakannya. Tapi pertanyaan itu selalu ada dalam hatinya dan akhirnya ia tak tahan lagi dan mengeluarkannya.
Kotoko menangis di malam itu. Ia menangis sebisa mungkin mengeluarkan semua kesedihan yang ia tahan selama ini. Ia menyadari ia sendiri yang mengakhirinya.
Kotoko berjalan sendirian di tengah malam berbulan redup dan air mata mengalir di pipinya.

"Aku selalu takut bertanya padanya. Tapi pertanyaannya selalu ada di hatiku, tak bisa ditahan lagi. Aku sendiri yang mengakhiri. Apa kita sudah berakhir?"

-END-

Komentar :

WOW!
Daebak, Kotoko!
Aku suka sekali adegan terakhir saat Kotoko mengeluarkan semua kemarahannya pada Naoki. Ya! Harus begitu, jangan selalu jadi yang mengalah. Seklai-kali kita perlu mengeluarkan semua isi hati.
Dengan begitu, apapun yang akan terjadi itu masalha nanti, yang penting kita lega.

Menurutku pertengkaran pasangan suami istri ini cukup pelik dan terlalu berlebihan. Entah karena aku belum menikah atau bagaimana, masa hanya masalah begitu mereka bertengkar selama sebulan-an?
Dari liburan musim panas sampai awal musim gugur, lama banged. Artinya mereka udah nggak melakukannya selama 1 bulan? WOW. JAdi ini bisa dibilang pelik juga.
Entah itu terjadi pada pasangan sumi istri lain atau bagaimana, tapi mami & papi ku kalau bertengkar itu paling lama ya seminggu. Itu pun nggak sapaannya cuma 2 hari aja.
Tapi entah lah ya.

Cemburu Naoki berlebihan sih.
Entah lah karena udah di tantang duluan ada yang suka sama istrinya makanya dia jadi gitu. Tapi sangat berlebihan saat dia berpapasan dengan Kotoko dan tidak melirik sama sekali. Bagaimana pun mereka kan suami istri.
Kotoko beneran tahan banged digituin selama sebulan ya?
Kalau aku sih udah minta penjelasan dari awal. Karena kalo nggak salah Kotoko sama sekali nggak tahu kenapa dia di cuekin begitu. Salut banged buat Kotoko.

Dalam sebuah hubungan memang perlu kejelasan. Seandainya sejak awal Naoki mengatakan alasan kenapa dia begitu, mungkin hubungan mereka tidak akan separah ini. MAksudnya saat semuanya masih terkendali, Naoki bisa saja mengatakan kalau ia tidak suka Kotoko terlalu dekat dengan laki-laki lain. Aku yakin KOtoko pasti mengerti dan akan menjaga jarak dengan Keita.
TApi sejak awla Kotoko tidak di beritahu, jadi ia memang tidak tahu.
Lagi pula perasaan Keita padanya ia tak mungkin bisa menghentikannya. Toh itu perasaan milik Keita. Yang jelas di hati Kotoko tetap ada Naoki, bahkan setelah semua kesulitan yang ia alami, ia tetap mengkhawatirkan Naoki.

Keita. Kamogari Keita.
Ia menyukai Kotoko. Tidak ada yang bisa menghentikan perasaan seseorang,. Toh, perasaan cinta datang terkadang bukan karena kita memintanya, begitu saja. Keita tidak ingin melihat Kotoko terluka. Dari apa yang ia lihat, Naoki begitu dingin pada Kotoko, dan hanya membuat Kotoko menangis saja. Makanya ia benci pada Naoki. Tapi ia tidak memaksa Kotoko untuk menyukainya, ia hanya menyampaikan perasaannya.
Jadi aku tidak bisa membencinya. Mungkin memang terlihat dia seperti meretakkan hubungan Naoki dan Kotoko, tapi ia melakukan itu karena ada alasannya, di matanya, Naoki terlihat sangat dingin dan hanya menyakiti Kotoko.
Lagi pula, kalau ada Naoki disekitar mereka, Keita berusaha menjaga sikapnya, tapi kalau Naoki sudah menunjukkan acuh tak acuh pada Kotoko, maka Keita mulai angkat bicara.

Adegan bowling Kotoko dan Keita ga ada. Aku bete banged. Padahal itu salah satu adegan yang paling aku tunggu. Eh malah curhat ga jelas dari mana datangnya, soalnya sejak awal Kotoko ga kelihatan frustasi kok. addduuuh, tim produksi Itakiss 2 kok kayak gini ya?
Banyak banged adegan yang di potong. Di Lagu ending akhir episode ini aku melihat tak ada adegan bowling Moto Chan dan Kotoko, tak ada adegan Kotoko dan Yuuki, juga mami dan Kotoko.
Ya ampuuuun seandainya ada mungkin akan lebih bagus lagi.

Kin Chan dan Chris hubungan mereka makin manis. Sama-sama bekerja di kantin kampus dan keduanya terlihat serasi. Kin Chan masih saja jual mahal tapi Chris terus berusaha menempel padanya, jadi Kin Chan ga akan bisa kabur. Aku suka sekali hubungan mereka, seandainya lebih banyak scene mereka berdua.
Dan selamat untuk Satomi, akhirnya kamu akan menikah dengan Ryo. Tinggal Jinko nih yang ga tau gimana kabar kekasihnya, Hehehhehehehhe.
Aku suka sekali persahabatan mereka bertiga. MAsih tetap ngumpul dan curhat meski masing-masing punya kesibukan sendiri :)

 What The with this episode ?? T___T

Sinopsis by Hazuki Airin
DO NOT REPOST IN OTHER SITE
DO NOT SHARE WITHOUT CREDITS


18 comments:

  1. Gak sabar nunggu episode 7 nya mbak :(:( senang banget waktu liat kotoko marah2 gtu.. saya berharap sii naoki bisa berubah setelah itu.. semangat ya mbak untuk epispde 7 nyaa.. udah gak sbaran x ni mbak.

    ReplyDelete
  2. Nyeseknya kotoko nyampe banget mbak ke hati aku ampe bikin nangis T_T
    suka banget sama kotoko yang ngeluapin kemarahan dia sama naoki. Naoki tuh emang gak peka makanya sekali2 harus digituin biar nyaho(?) *Ngomong apa sih tan ><
    ditunggu ya mbak episode selanjutnya. Fighting ;)

    ReplyDelete
  3. Bingung dengan ekspresinya naoki yang gk bisa aku mengerti. MAkin lama, semakin seru dgn cerita naoki dan kotoko. Aku tunggu episode 7 nya ya kak. :) udh gk sabar sama ini cerita

    ReplyDelete
  4. ngeliat kotoko kayak gtu q jadi sedih.,,.
    tetep semangat kotoko.,.
    semangat mbk buat sinopsisnya

    ReplyDelete
  5. Gregetan ._., bahkan pas liat filmnya ana sampe teriak2 di kamar ._. Nyuruh naoki kejar kotoko ._.

    ReplyDelete
  6. Ya bagus kotoko...d gituin naokinya biar nyadar๐Ÿ˜ gemes ama naoki dingin banget..ga sabar nunggu episode berikutnya...thanks mbak hazuki semangat

    ReplyDelete
  7. jadi sedih liat kotoko.,ndk sbr nunggu episode 7.,thanks ea mbk
    fighting

    ReplyDelete
  8. semua komentar mbak Hazuki diatas bener semua, kotoko emang udah berusaha mati-matian bahkan dari sebelum mereka menikah. usahanya tak ada duannya.
    aku jadi tiba-tiba mikir seandainya Naoki menikah dengan matshumoto atau sahoko pasti udah cerai tuh mereka. karena gag tahan lihat sifat naoki yang terkesan lebay banget kalau cemburu dan gag ngomong lagi alasannya apa bersikap dingin. cuma kotoko aja yang bisa tabah dan posthing tapi naoki tetep diem tanpa kejelasan istri mana yang tahan dan ini SEBULAN!!!!
    kotoko is the best wife (y)

    ReplyDelete
  9. Gaa sbar nunggu episode selanjutnya

    ReplyDelete
  10. hallo mba salam kenal. aku udah lama suka banget sama blog ini, di tunggu yah episode 7 nya. thanks mba

    ReplyDelete
  11. Sedih ngeliat Kotoko ngelepas unek-uneknya selama ini sampai ngelempar barang2. pasti nyesek banget nahannya sendiri, tapi kenapa Naoki masih hening aja, bukannya Kin-chan udah ngasih tau?

    ReplyDelete
  12. Beneran kecewa liat S2 ini.. soalnya aq berharap banyak ini spt cerita animenya.. kalo d anime nya proses keita jatuh cinta sm kotoko agk lbh panjang. Kemudian proses kinchan yg akhirnya menerima cinta chris pun lbh berasa. Trs di versi anime, dceritakan kotoko n teman2 perawat jauh lbh akrab. Pas wktu kotoko bertengkar dgn naoki kotoko lari k rumah tomoko. Dstu jg jelas karakter tomo-chan yg sangat bijaksana ternyata.. wktu nnton anime nya pas adegan keita ngerangkul kotoko dr belakang aq bener2 merinding. Tp koq d s2 ini ga dpt feel itu lg yaa... apa krn aq udh tau jln ceritanya?.. pokoknya ga sesuai harapan deh... tp yaah krn udh telanjur suka jdnya nonton aja teruus hihhi....

    ReplyDelete
    Replies
    1. wahh bener bgt,, animenya emang greget sekali,, apalagi endingnya kotoko ma naoki punya anak ,, hehe >_<
      aq juga lbih dpt feel di animenya, aq stju ma pendapatmu,, ini kurang bukannya krn udah tau ceritanya sih, tp mungkin krn bnyk yg dipotong,, aq walau udh baca manga itakiss tp ttp ngerasa girang2 sendiri pas nonton animenya ^^ tp gpp kok,, di live action ini naokinya kakkoi bgt, jd aq ttp nonton,, hehe

      Delete
  13. Kalau ada yg penasaran kok ada orang kaya Naoki, jawabannya emang ADA! My ex kepribadian dan sikapnya 87% mirip bgt sama irie naoki. Liat naoki jd kesel sendiri inget dia. Tau bgt rasanya didiemin berbulan-bulan T_T poor kotoko.. yg paling sedih liat kesedihan kotoko berbulan2 sakit hati tp itu akan sembuh cuma krn naoki senyum dikit aja dan kotoko lupa kesedihan n sakit hatinya, kayanya sedih dan sakit hati udah jd langganan *oops jd curhat* :D

    ReplyDelete
  14. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  15. Selalu ketawa di setiap episode tp di episode ini benar2 g bs nahan tangis ๐Ÿ˜ญ aplg kt2 Kotoko,"Hanya aku.... Hanya aku sendiri yang mencintaimu." rasanya sakiittt sekali ๐Ÿ˜ž

    ReplyDelete
  16. ayo mbak dilanjut sinopnya :)
    fighting chingu :)

    ReplyDelete
  17. mba sinopsis episode 7 nya blom ada ? penasaran, kasian kotokonya nangis :D

    ReplyDelete

 

Random Post

Clover Blossoms Fanpage

In My Radar

Watching :
- We Married as A Job
- Jimi ni Sugoi!
- Weightlifting Fairy
- Goblin
- The Legend of The Blue Sea
- Father I'll Take Care of You
- Beppin-san
- Gochisousan

Waiting Drama:
- Miss in Kiss

Waiting Movies:
- One Week Friends
- Your Lie in April
- Aozora Yell
- Itakiss Movie

Favorite Song This Time :
- Red Cheek Puberty - Galaxy
- Ben - Foggy Road
- Twice - Next Page
- Utada Hikaru - Hanataba wo Kimini
- LYn - Love Story