[Sinopsis] Koinaka Episode 3 Part 2

 
-----------------------------------------------------------


Sinopsis Koinaka Episode 3 Part 2 

 
Akari di rumah sakit, di kamar Kaoru dan memperkenalkan dirinya sebagau guru bimbingan. Kaoru tampak tidak terlalu tertarik. shota mengatakan ia sudah membicarakan dengan ibu Kaoru dan Akari akan datang 2 kali seminggu selama tidak mengganggu kesehatan Kaoru.
Tapi tentu saja Kaoru bukan gadis yang mudah di dekati, meskipun Akari sudah bersemangat tapi Kaoru tidak menanggapi.
Karena harus patroli, Shota meninggalkan Akari berdua saja dengan Kaoru.

Setelah Shota keluar, Akari bersiap untuk mengajar. Tapi Kaoru bertanya, Apa kau pacar dokter itu?
Akari shock mendengar pertanyaannya. Kaoru mengatakan Akari tidak terlihat menarik. Ia kesal karena dokter yang merawatnya hanya dokter intern dan sekarang gurunya hanya mahasiswa yang tidak punya lisensi mengajar.
Kaoru terus mengeluh, tapi tentu saja akari tidak akan menyerah hanya karena itu.

Aoi pulang ke rumah malam harinya. Ia menghentikan langkahnya di depan pintu. Ia merasa bau aneh dan terkejut, ia segera membuka pintu.
Asap dimana-mana, Aoi shock melihat asap di rumahnya, dan tentu saja itu ulah Kouhei dengan eksperimennya.
Nanami batuk-batuk di ruang tengah, Kouhei sedang melakukan sesuatu, entah itu membakar sesuatu sehingga asapnya kemana-mana, ia malah mengatakan itu menyenangkan, suasananya seperti musim panas.
Aoi menatapnya tak percaya. NAnami mengatakan kalau Kouhei masak nasi campur salmon.
Kouhei tak peduli dengan tuan rumah yang batuk-batuk, ia terus mengipasi kompor dan mengatakan kalau orang tuanya mengirim salmon sebagai ucapan terima kasih karena sudah menjaganya di Tokyo.
Nanami menghela nafas saat Kouhei mengatakan seafood Toyama memang sangat enak, karena yang ia tahu salmonnya kiriman dari Alaska.

Ketiganya makan bersama, tapi Aoi tidak bersemangat. Kouhei kesal karena ia pikir Aoi tidak makan karena salmonnya berasal dari Alaska, HAHAHHA.
aoi mengatakan hari ini ia bertemu dengan ayah Akari. Tapi Kouhei dan Nanami tidak terkejut, Kouhei bertanya, bukankah dia datang untuk bertemu akari?
Aoi mengatakan kalau ayah akari berkata ia tak berhak bertemu Akari. Setelah Akari dan Ayahnya kabur dari Toyama, Ayah Akari meninggalkannya.
Nanami kesal, bagaimana dia bisa bilang begitu setelah menghancurkan hidup Akari?
Kouhei bertanya, lalu kau bilang apa padanya?
Aoi tertawa pedih, Aku tidak bilang apa-apa.
Kouhei bingung, kenapa?

Aoi mengatakan kalau ia tidak tahu apa-apa, tentang Akari. Selama 7 tahun ini, aku tidak pernah bersamanya. Saat dia kesulitan, aku tidak bisa membantunya.
Aoi tampak sedih. Nanami berkata, tapi memang tidak ada yang bisa kita lakukan kan?
Aoi menghela nafas dan berkata, saat kami pergi melihat kembang api, Akari memang sedikit bersikap aneh, tapi aku, sama sekali tidak menyadarinya.
Aoi tertawa sedih. Ia teringat kejadian 7 tahun lalu saat hanabi. Ia juga berkata, padahal saat kami kecil, aku selalu bersamanya setiap hari...
Kouhei melihat ekspresi Aoi, tertawa dengan nada sedih, ia berkata, kau kan bisa menolongnya sekarang.
Nanami setuju. aoi menghela nafas lagi dan mengatakan bukan dia. Akari sudah mempunyai seseorang yang akan mendukungnya dimasa sulitnya.

Keesokan harinya, Aoi menemui Shota di rumah sakit. Ia mengatakan pada shota mengenai ayah Akari. Ia ingin Shota yang mengatakannya pada Akari. Ia pikir itu hal terbaik yang bisa ia lakukan.
Shota mengerti dan berterima kasih karena sudah memberitahunya. Aoi tersenyum dan meninggalkan Shota.

Masalah terjadi di kantor Aoi, pelanggan mereka membatalkan pesanan, tentu saja pasangan pengantin baru itu, yang bahkan istrinya sudah minta cerai aja gegara rumah baru.
Rui sebagai orang yang bertanggung jawab merasa bersalah dan meminta maaf pada Mariko-san, meskipun itu memang bukan salahnya.
Aoi melihat Ruiko yang kelihatannya sangat merasa bersalah karena tidak bisa membujuk klien mereka.

seseorang terlihat menuju rumah Akari. Itu ayah Akari yang kelihatannya mendapat alamat rumah dari Aoi. Shota melihat ayah Akari dan menyapanya. Ayah Akari tentu tidak mengenalinya.

Akari dalam perjalanan pulang saat ia merasa berselisih dengan seseorang yang ia kenal. Ya, ia berselisih dengan ayahnya, ia menghentikan langkahnya. Ia berbalik dan melihat punggung ayahnya. akari segera mengejar dan mengejarnya, ia menabrak orang, salah orang dan akhirnya ia kehilangan jejak. Akari kelelahan berlari, ia yakin ia melihat ayahnya, sayangnya ia kehilangan.

Aoi sedang beres-beres saat Ruiko datang mencari Mariko-san. Aoi mengatakan Mariko sedang meeting tapi nanti ia akan kembali ke kantor.
Ruiko mengerti, padahal ia mau diskusi tentang rumah pengantin baru itu. Aoi heran, bukannya itu sudah dibatalkan?
Ruiko berkata ia akan berusaha membujuknya lagi, lagi pula ia ingin klien berbahagia dengan rancangan rumah mereka. JAdi ia akan menunggu Mariko-san kembali.
Aoi mengerti, ia menatap Ruiko yang ternyata bekerja dengan sungguh-sungguh.

Akari ada di rumahnya. Ia merindukan ayahnya. Ia menatap foto masa kecilnya lagi, yang memegang gantungan bergambar kapal, gantungan itu masih ada. Ia menggenggam gantungan itu di tangannya. Akari hampir menangis lagi.
Telpon berbunyi. Akari langsung mengangkatnya, telpon dari Shota yang menelpon balik karena tadi Akari missed call.
Akari langsung mengatakan kalau ia melihat ayahnya. Shota malah berkata itu hanya imajinasi Akari.
Akari meyakinkan kalau ia benar-benar melihatnya, ia bingung harus bagaimana, apakah ayahnya tinggal di Tokyo juga. Ia takut ayahnya akan pergi lagi jika ia tidak menemukannya secepatnya.
Shota meminta Akari tenang, dan mengatakan sebaiknya Akari melupakan ayahnya saja.
Akari terkejut, heh?

Shota berkata, Aku selalu mengatakan, tapi, aku tida bisa menemukannya selama 7 tahun ini. Kita tidak akan bisa menemukannya.
Akari kesal, Apa? Kenapa? Kita sudah berusaha bersama-sama mencarinya, kenapa sekarang tidak?
Shota tidak peduli, sekarang waktunya kau menyerah, bye.
Tidak berperasaan, shota menutup telponnya. Akari shock.
<AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!! SHOTAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!! JAHAAAAAAAATTTT!!! >

Keesokan harinya, Aoi tiba di kantor dan masuk dengan hati-hati karena Mariko ternyata lembur. Mariko bahkan mengagetkannya karena tiba-tiba terbangun dengan penutup mata dan bantal leher.
Aoi melihat Mariko menyelesaikan design rumah itu. Mariko mengatakan Ruiko memintanya, apa boleh buat, mereka ingin membuat rumah yang membawa kebahagiaan tapi mereka sendiri di ambang perceraian. Menyedihkan sekali. Dia menceritakan bagaimana Ruiko menangis karena hal itu.
Aoi melihat design rumah itu, lengkap dan kelihatannya bagus. Mariko berharap mereka akan menyukainya.
Aoi duduk di kursinya dan mengatakan kalau mereka tidak akan pernah tahu, sebuah hubungan mungkin awalnya menyenangkan tapi salah satu bisa menjadi egois dan mengatakan seenaknya.
Mariko malah mengatakan kalau itu hubungan yang sangat menyenangkan. Aoi bertanya, kenapa?
Mariko mengatakan jarang sekali bisa bertemu dengan orang seperti itu. Bisa sangat melelahkan bicara berhadapan, kau tidak bisa mengatakan apa-apa jika tidak suka pada orang itu. Karena dengan bisa mengatakan apapun pada orang itu, membuat perasaan menjadi tak tergantikan.
Aoi terdiam, ia teringat kenangannya bersama Akari, selalu bertengkar, selalu mengatakan apapun dengan blak-blakan.
Aoi mengangguk membenarkan.

Ruiko kemudian datang tiba-tiba dan mengatakan kalau ia mengumpulkan segala sesuatu tentang pasangan Matsunaga (pasangan pengantin baru yang mau cerai itu).
Mereka kemudian mulai melihat-lihat data yang dikumpulkan Ruiko. Aoi bertanya apa Ruiko melakukannya semalaman?
Ruiko mengatakan ia meminta bantuan Mariko, setidaknya ia bisa melakukan sesuatu juga,.
Aoi tertarik dengan album foto dan membukanya, ia teringat sesuatu. Ia mendengar Ruiko dan Mariko punya janji dengan klien nati siang, aoi meminta ikut dengan mereka.

Ketiganya bertemu dengan Matsunaga-san. Ia berterima kasih dengan design rumanya, tapi ia dan istrinya sudah memutuskan untuk bercerai, jadi ia minta maaf.
Aoi berkata, apakah tidak apa-apa? aku tahu kalian teman sejak kecil, kalian sudah menghabiskan waktu bersama, apakah tidak apa-apa?
Aoi mengeluarkan album foto yang ia lihat. Matsunaga-san tertawa, ia membenarkan, tapi belakangan mereka hanya bertengkar dan bertengkar, ia sudah mencapai batasnya. Ia pikir itu karena mereka terlalu lama bersama.

saat Matsunaga-san memutuskan untuk pergi, Aoi bicara, Bukankah sangat hebat karena bisa bersama dalam waktu yang lama?
Matsunaga menghentikan langkahnya. Aoi berdiri, Kau akan menyesal. Kau akan menyadari betapa berat kehilangan dirinya. Seseorang yang bisa kau cintai dengan sepenuh hati. Betapa beruntungnya memiliki dia yang berada disisimu sejak kalu lahir, terbiasa disampingnya, tapi ketika dia menghilang, betapa sakitnya hal itu. Kau ingin melakukan sesuatu untuknya,  terlambat jika dia sudah pergi!
Aoi mengingat kenangannya bersama Akari, juga bagaimana perasaannya selama ini, sahabat kecilnya menghilang dan ia tak tahu harus bagaimana, bahkan jika mereka bertemu kembali, ia tidak diposisi dimana ia bisa membantunya lagi. Sudah terlambat.
Aoi mengambil album foto itu dan memberikannya pada Matsunaga-san, perhatikanlah istrimu dengan baik. Aku mohon.
Aoi bahkan membungkuk pada Matsunaga-san.
Semuanya terkejut melihat tindakan Aoi hari itu. Saat membungkuk, Aoi terlihat seolah ingin menangis, ia menahannya.

Aoi dan Mariko pulang duluan. Mereka didalam lift saat Mariko bertanya, Hey, perkataanmu tadi, mengenai apa?
Aoi minta maaf. Mariko tertawa, ia mengatakan hal itu sangat menarik, pertama kalinya ia melihat Aoi menarik seperti itu. Untuk pertama kalinya ia merasa benar mempekerjakan Aoi.
Aoi merasa tersinggung sedikit. Mariko kemudian bertanya lagi, pertanyaan yang sama dengan dulu, Apa yang terpenting untuk menjadi seorang arsitek?
Aoi berfikir, memahami kebutuhan klien?
Mariko tertawa, Aaaaa, seperti istana Nagoya tanpa Shachihoko. (sepertinya ini sebuah peribahasa?)
Aoi tidak mengerti. Mariko tidak menjawab lagi, ia mengatakan semuanya ia serahkan pada Ruiko saja. Ia juga menggoda Aoi dengan memanggilnya Sachihoko, HAHAHAHHA.

Shota di rumahnya, membuka laci dan mengambil sesuatu. Uang. OMG!!! Jangan bilang.............
Tiba-tiba ia mendapat telpon yang mengatakan sesuatu tentang Takada-san. Sepertinya keadaan pasien memburuk, dan Shota buru-buru mengambil tas-nya menuju rumah sakit. Ia lupa mengunci lacinya. Dan disana ada manga One Piece itu!

Akari menunggu Aoi di dekat rumahnya, membuat aoi yang baru pulang kerja jadi sedikit terkejut. Akari membawakan sesuatu, sebagai ucapan terima kasih karena membantunya membuat rak tempo hari. Selain itu ia ingin mengatakan sesuatu pada Aoi.

Keduanya pergi ke suatu tempat, entah dimana itu, tapi kok kayaknya aku familiar dengan tempat itu. Apakah itu lokasi syuting Itakiss 1? First date-nya Kotoko dan Naoki? *eh?

Akari memulai pembicaraan dengan mengatakan kalau ia melihat ayahnya. Ia sudan bicara dengan shota tapi shota menolak mendengarnya. Shota tidak peduli dengan hal itu.
Aoi mengatakan kalau mungkin Shota bertindak sesuai prinsipnya. Akari sedikit kesal, Prinsip apa? Dia menyuruhku melupakan ayahku. Padahal ayah adalah satu-satunya keluarga yang aku miliki.
Aoi tidak bisa bicara apa-apa lagi, ia juga bingung. Akari merasa sedih sekali, ia tidak mengerti pikiran Shota.
Aoi kemudian berkata, Jika kau tidak mengerti dengannya, harusnya kau bicara langsung pada Shota, bukan denganku.
Akari menatap Aoi, ia mengatakan ia tidak bisa melakukannya. Aoi bingung, kenapa?
Akari terdiam, ia tak menjawab.

Aoi menatap Akari yang terdiam, ia kemudian mengatakan, aku pikir, kalian berdua cocok, kau dan shota.
Akari terkejut, Heh?
Aoi tersenyum dan berkata, Setelah bertemu denganmu lagi, Aku sadar, betapa hebatnya kau berusaha mewujudkan impianmu menjadi guru dan menghadapi semua masalah. Bukankah itu karena kau didukung oleh Shota?
Akari tersenyum dan mengangguk. Meski ia marah pada Shota, Aoi benar, Shota selalu mendukungnya.
Aoi berkata, kenapa kau tidak mengatakannya secara langsung? Shota adalah pria yang baik. Jadi dia bisa menerimanya.

Akari menatap Shota. Aoi mengatakan kalau Shota dan Akari juga sudah berpacaran selama 5 tahun, dia pasti punya keinginan.
Akari tidak mengerti, Apa maksudmu?
Aoi berkata, kau memang menjadi lebih feminin, tapi jika pria biasa, mereka pasti tidak bisa menghadapi gadis keras kepala sepertimu.
Akari kesal dan menyuruhnya diam. Akari juga membalas, Aku pikir ketika dewasa kau akan seperti wanita, tapi ternyata tidak, ah, sudah lupakan saja!
Akari berjalan meninggalkan Aoi, tapi kemudian ia berhenti, melihat kebelakang,.
Aoi pura-pura tidak peduli, Apa?
Akari tersenyum kecil, Terima kasih!

Aoi tersenyum. Ia teringat mengenai shota yang mengatakan akan melamar Akari. Ia kemudian memanggil Akari yang akan pergi, Ia berkata, Ganbare yo! Untuk ujiannya, kau pasti akan sukses.
Akari tersenyum manis dan meninggalkan Aoi. Aoi menatap kepergiannya. Ia sedih, tapi ia bahagia jika Akari bahagia. Ia tersenyum.

Aoi di rumahnya sore itu. Ia membuka hadiah dari Akari. Roti ikan isi kacang merah. Ia tersenyum dan memakannya meski sudah dingin.
Ponselnya berbunyi, ia mendapat telpon dari Ruiko yang mengatakan kalau Matsunaga-san memutuskan tidak bercerai. Istrinya menyukai design rumah yang dibuat Mariko-san. Mereka memutuskan membangun rumah itu.
Aoi ikut senang mendengarnya. Ruiko mengatakan kalau Matsunaga-san sangat memikirkan kata-kata Aoi waktu itu, makanya ia menelpon Aoi pertama kali untuk memberitahukan kabar itu.
Aoi bersyukur akhirnya mereka tidak jadi bercerai. Ruiko akan menutup telponnya saat Aoi bertanya apakah Ruiko punya waktu luang.

shota sedang di rumah sakit saat ia melihat ayah Akari disana, sepertinya mereka janjian untuk bertemu. Pada saat yang sama, Akari menelpon ke ponselnya. Tapi aoi tidak mengangkat dan mengajak ayah Akari mengikutinya.
Kazuha (dokter magang teman Shota) melihat hal itu.
Akari bingung kenapa Shota tidak menjawab ponselnya. Tapi ia berfikir mungkin Shota sibuk, jadi ia terus melanjutkan perjalanannya.

Aoi minum bersama Ruiko untuk merayakan proyek mereka.
Mereka membicarakan tentang Matsunaga-san dan Ruiko bertanya apakah yang Aoi katakan tadi adalah tentang Akari.
Aoi membenarkan, Ruiko mengerti karena ia juga sudah mengiranya, dulu kau menyukai Akari-san kan? Aku iri padanya. Dia pasti senang bisa bicara denganmu.
Aoi diam saja. Ruiko melihat perubahan ekspresi Aoi dan ia minta maaf karena sudah kelewatan. Aoi hanya tersenyum, ia mengatakan semuanya sudah berakhir.

Sementara itu, Akari berjalan menuju suatu tempat, dengan 2 kaleng bir ditangannya. Ia menuju rumah Shota.

Aoi dan Ruiko masih ngobrol, ia bertanya apakah benar Ruiko menangis didepan Mariko-san waktu itu.
Ruiko terkejut dan menyangkal. Aoi tertawa karena ia bisa menebak kalau hal itu benar.
Ruiko masih menyangkal dan mengatakan ia hanya agak emosional, ia tidak menangis.
Aoi tidak percaya, ia bahkan bertindak menggoda Ruiko dengan menatap Ruiko sambil tersenyum.,
Ditatap begitu tentu saja Riko malu, AAAAAAA, tatapannya!!!

Aoi mengatakan kalau Riko ternyata punya banyak sisi yang tidak ia ketahui. Ini pertama kalinya ia melihat Ruiko berusaha dengan keras.
Ruiko mengangguk. Aoi berkata, Melihatmu begitu bersemangat, sangat keren.
Aoi menatap Ruiko dengan senyuman di wajahnya.
Ruiko tersenyum bahagia dan keduanya bersulang!
<Aduuuuh, lagunya cocok bangedd!!!>

Akari tiba di rumah Shota. Rumahnya kosong, Shota tidak disana.
Akari masuk dan membuka jendela, matanya tertuju pada sesuatu di dalam laci.

Shota menemui Ayah Akari dengan rahasia, ia memberikan uang dalam amplop. 500.000 yen.
Ayah akari senang melihatnya, ia ingin mengambilnya tapi Shota belum melepaskan amplopnya.
Shota menatap ayah Akari, Berjanjilah padaku untuk tidak menunjukkan dirimu di depan Akari. Pergilah dari kehidpan Akari.
Ayah Akari menatap Shota.

Dan JREEENG!!!!
Kazuha ternyata mengikuti mereka, ia melihat hal itu dan sepertinya ia juga mendengarnya.

Akari di rumah Shota, membuka laci meja.
Ia melihat manga One Piece. Ia mengambilnya.
Sementara itu Shota masih makan bersama Ruiko, keduanya tampak bahagia. Dan Shota yang tak tahu apa-apa masih di rumah sakit, berjalan dengan pikiran di kepalanya.

Akari mengambil manga one piece itu. Volume yang sangat ia kenali. Ia berharap itu bukan milik Aoi. Bukan manga dimana ia menyelipkan pesan didalamnya.
Perlahan ia membukanya. Ia melihat ada note disana, tentu saja itu tulisannya, dengan pesan sama seperti 7 tahun lalu, Apa ini???

-END-

Komentar :

AAKKKKHH!!!
Finally! Akhirnya Akari menemukan pesan itu! YAi!!!!
Aku ga nyangka cukup cepat juga dia menemukan kebenaran pesannya pada Aoi yang tak sampai itu. Aku penasaran apa pembelaan Shota. Kelihatannya sih dia ga jawab apa-apa, dia diam aja dengan ekspresi antagonisnya, Aigooooo.


Episode minggu depan seru nih. Akari menginterogasi Shota, Akari yang nanya tentang pesan itu pada Aoi, dan Kazuha yang bicara pada Akari mengenai Shota yang menyerahkan uang pada ayah Akari. Seruu!!!!
Mudah-mudahan ratingnya naik lagi.
Aku ga nyangka ternyata kisah yang bisa dibilang sederhana bisa se excited ini, hehehehehe.

FIX! SHOTA JAHAT! AKU BENCI! BENCI! BENCI! Nande? Nande!!!!
Well, awalnya ada yang mengatakan, sejahat-jahatnya, dia pasti punya alasan mengapa melakukannya.
Aku juga baca artikel disalah satu blog, kalau Nomura Shuhei mengatakan karakter Shota memang terlihat jahat awalnya, tapi sebenarnya dia baik, dia punya alasan melakukannya.
Okay! Apa? Cinta? HAH?
Well, jika masalah surat itu, oke, alasannya dia cinta, dia cemburu pada Aoi jadi dia tidak mengatakan surat itu pada Aoi, aku masih bisa terima.
Tapi ini ayah Akari! Bagaimana bisa dia melkaukan itu? Kenapa? Karena takut Akari pergi darinya? Tapi itu ayah Akari, jika dia cinta harusnya dia bisa meembahagiakan Akari, kenaoa malah berbuat begitu!!!!

Dan apakah Ayah Akari menerima uang itu????
Sepertinya begitu, karena di episode selanjutnya Kazuha akan memberitahu Akari tentang hal itu.
Tak peduli gimanapun, seharusnya ayah Akari tidak menerima uang itu. Itu sama saja artinya dengan dia menjual anaknya kan?
Akh!!! Bikin kesal deh. Shota kok jahat banged sihhh, dan Nomura shuhei pas pula tuh meraninnya, jahatnya dapet banged, apalagi pas dia diam dan memandang tajam dengan penuh dendam, Hikzzzzzzzzz.
Melihat karakter dia 'dark' gini jadi galau nanti pas nonton Chihayafuru, soalnya karakter Taichi kan sama sekali ga 'dark', hmmmmmmm.

aku bisa melihat kalau akari benar-benar menyukai Shota. Maksudnya adalah, ia pacaran dengan Shota bukan karena ingin melupakan Aoi atau sejenisnya, tapi karena ia memang menyukai shota. Itu benar ia menyukai Aoi 7 tahun yang lalu, seperti bayangan cinta pertama yang ga akan hilang, ia juga masih menyukai Aoi, tapi ia sudah punya Shota dan rasa cintanya pada Shota lebih besar. Itu sebabnya ia merasa tenang saar Aoi menasehatinya, ia tersenyum tulus dan menunjukkan kalau ia ingin berbaikan dengan Shota sekaligus menanyakan hal itu.

Aku menyukai Akari karena itu, awalnya aku kira dia akan goyah karena bertemu Aoi, tentu saja aku mendukungnya dengan Aoi, tapi syukurlah dia bukan tipe gadis yang goyah karena cinta pertamanya muncul. Ia tulus menyukai Shota. aku juga merasa Shota tulus menyukainya, tapi Shota ini terlalu kompleks, ada bumbu jahatnya, makanya aku yakin nanti Akari akan bersama Aoi.
Jika seandainya Shota tipe 2nd Lead Male yang baik, maka aku akan sedikit kesal jika Akari meninggalkannya, untung saja, Shota jahat, HAHAHAHHA, ada gunanya juga dia jahat.

Aku jadi ingat opening drama ini. Shota dan Aoi berlari menuju Akari, si pengantin. Aoi memakai stelan hitam, Shota agak abu-abu, biasanya kan stelan mempelai pria hitam kan yak???
Dan lagi, pelayan mengatakan 'Aoi lama ya?'. Semua orang memanggil Aoi dengan Aoi. Akari juga. Tapi Akari memanggil Aoi dengan Shota, yang lain juga, tidak ada yang memanggilnya dengan Aoi. so???
HAHHAHAHAHAHAHAHA. Jika seandainya Aoi tidak bersama Akari, maka aku akan memangis memeluk Aoi, eh, Fukushi., HAHAHHAHAHAHAHA.
Tapi J-Drama bisa berakhir tragis lhoo, atau lebih logis juga, jadi ga semuanya harus happy ending, makanya agak deg degan nih.
Bagaimana jika akhirnya Akari sama Shota dan Aoi tetap bersama Ruiko, aaakkkkhhhhhhh.

Kadang aku benci karakter Ruiko, tapi aku mengerti kalau dia nyaman bareng Aoi. Setidaknya dia tidak sejahat Shota. Dia menyukai Aoi, tapi dia masih memikirkan perasaan Aoi. Dia dewasa. Dia mencoba mendekati mantan kekasihnya tapi saat dilarang dia berhenti. Well, tipe seperti ini aku suka nih, sayangnya kalau kita ada diposisi jadi pacar Aoi, maka cewek kayak gini bisa jadi nyebelin. Karena dia berteman baik dengan pacar kita.
Tapi sepertinya aoi ingin membuka hati kembali pada Ruiko. Karena ia merasa Akari memang cocok bersama shota, memang dia masih suka Akari, tapi dia ga egois, dia juga memikirkan tentang kesulitan akari selama ini dan shota lah yang ada disampingnya.
Seandainya shota itu kalem, diem aja, ga banyak tingkah, aku yakin akhirnya dia akan bersama Akari. Sayangnya, uang ituuu mengubah segalanyaaaaaaa,,, akhhh!!! Aku mau liat nih, sisi baik shota yang manaaaaaaa?????

BTW, aku baru saja menyelesaikan Amachan dimana Fukushi ikutan main disana, aku beneran sukaaaaaaaaa karakternya disitu. Dia menjadi senpainya Aki, dimana Aki suka sama dia. Cuma dia jauh dari peran cool yang biasanya Fukushi selalu main (seperti Strobe edge & Say I Love You).
Aoi mirip nih sama Taneichi, tapi Taneichi lebih lucu, lebih gimana ya??? lebih ngengenin??? HAHAHAHAHAHA.
Kisah cintanya dan Aki beneran TOP, sayangnya kurang diperlihatkan, aku tertawa banged saat mereka berdua masih awal-awal jadi pasangan, ketemu diam-diam, nginap di rumah Aki eh ujung-ujungnya makan, Kissu pertama, cemburu, pacarannya diem diem, pokoknya lucu. Opssss. Kok jadi ngomongin ini, HAHAHAHHHAH

BTW, karakter Nanami kurang nih screentimenya, masa di rumah terus, ga ada perkembangan sama sekali tentang karakternya. Tapi aku suka hubungannya dan kakaknya. Dia mungkin kelihatan seperti ice princess tapi dia juga suka becandain kakaknya yang lebih naif dan dia juga bersikap dewasa.
Aku mau liat hubungannya dan Kouhei nih,,, si Nanami ada pacar kek, terus Kouhei cemburu atau bagaimana. HAHAHHAHAHAHAHA.
Semoga deh ada bagian special Nanami diceritakan.

BTW OST Koinaka Full udah rilis. Sumpah, OST-nya cocok banged sama drama ini! Feel-nya dapet banged pas OSt-nya di putar dibagian sedih drama ini.
Kimi Ga Kureta Natsu kayaknya bakal jadi OSt yang sering aku putar nih akhir-akhir ini dan kedepannya. Suara penyanyinya itu lhooooooo~
Tapi PV-nya kurang keren nih, aku ga ngerti maksud PV-nya, karena ada manusia bersayap yang jalan-jalan disekitar kota gitu. Alangkah bagusnya kalau PV-nya pake video Koinaka aja, kan lebih dapeeeet.
*udah niat nih mau buat FMV-nya nanti, HAHAHAHHAHAHHA.
Bagi yang ingin mendengarkan OST Koinaka : Kimi Ga Kureta Natsu by  Leo Ieiri, silakan cek di clover blossoms playlist (disebelah kanan), cek track nomer 5 XD atau bisa klik disini [KLIK]

Sinopsis and Screencapture by Hazuki Airin
DO NOT REPOST IN OTHER SITE!
DO NOT SHARE WITHOUT CREDITS!

2 comments:

  1. Bikin penasaran... semangat nulisnya yyaa ^^

    ReplyDelete
  2. Makasih mba.....d tunggu kelanjutannya...
    Semangat ya mba nulisnya...penasaran soalnya.....

    ReplyDelete

 

Random Post

Clover Blossoms Fanpage

In My Radar

Watching :
- We Married as A Job
- Jimi ni Sugoi!
- Weightlifting Fairy
- Goblin
- The Legend of The Blue Sea
- Father I'll Take Care of You
- Beppin-san
- Gochisousan

Waiting Drama:
- Miss in Kiss

Waiting Movies:
- One Week Friends
- Your Lie in April
- Aozora Yell
- Itakiss Movie

Favorite Song This Time :
- Red Cheek Puberty - Galaxy
- Ben - Foggy Road
- Twice - Next Page
- Utada Hikaru - Hanataba wo Kimini
- LYn - Love Story