[Sinopsis] Koinaka Episode 4 Part 2

-----------------------------------------------------------------


Sinopsis Koinaka Episode 4 Part 2

Pesta BBQ dimulai. WOAAAAAAAAAAAHHHH, ada banyak makanan, seafood juga daging!!!
Ternyata disana ada kolam renangnya juga. Nanami menghabiskan waktu di pinggir kolam renang merendam kakinya, Aoi dan Akari memanggang dan Kouhei sibuk menjadi delivery daging untuk Nanami. Nanami memandangi Kouhei dengan tatapan tajam.
Kouhei bertanya, kau tidak suka daging?
Nanami masih menatapnya, kemudian ia mengambil dagingnya dan berterima kasih. Kouhei menatapnya dan berkomentar, Cuek juga bagus, tapi aku suka kalau kau menjadi penurut!
Kouhei berteriak ga jelas dan berdiri, menjatuhkan dirinya ke dalam kolam renang. Nanami protes karena airnya muncrat kemana-mana.
semuanya tertawa melihat tingkah Kouhei.

Ruiko datang membawakan wine. Rui sudah mempersiapkannya untuk acara istimewa ini.
Aoi tertawa. Rui memintanya membuka tutup wine. Aoi mengejek karena Rui masih takut membuka tutupnya. Keduanya terlihat sangat akrab dalam percapakan yang tidak penting. Akari memandangi keduanya.
Ia merasa tidak enak dan meneguk minumannya, tentu saja karena dia jadi obat nyamuk diantara 2 couple.

Shota sedang di rumahnya, membaca buku. Ia tidak ke rumah sakit hari itu. Ia mendapat pesan dari Kouhei, dan sebuah foto. Kouhei mengatakan kalau sayang sekali Shota tidak bisa ikut hari ini. Lain kali mereka akan main sama-sama.
Shota tentu saja shock melihat Akari ada di pesta BBQ yang ia sama sekali tidak tahu.
Shota menunjukkan wajah antagonisnya yang menggoda. Ia kemudian menelpon Akari. Akari sama sekali tidak mengangkat ponselnya. shota semakin curiga, memang ada yang aneh dengan Akari akhir-akhir ini.
Ia masih berfikir saat mendapat telpon dari rumah sakit. Panggilan mendadak bagi seorang dokter :)

Kokone ada di kamarnya saat Kazuha masuk untuk mengambil sampel darah. Kokone heran kenapa bukan shota yang datang, Kazuha mengatakan kalau dr. shota sedang melakuka operasi.
Kazuha tertarik dengan kamus tebal di meja Kokone. Kokone mengatakan itu dari gurunya, pacar dr. Shota. Kazuha tampak terkejut, Kokone menyadarinya, kau tidak tahu kalau dia punya pacar?
Kazuha diam saja dan mencoba mengatasi keterkejutannya. Ia tidak sengaja membalik halaman terakhir buku dan melihat nama 'Serizawa Akari' tertulis dibelakang.
Kazuha terkejut, ia mengingat orang yang menemui Shota juga bermarga Serizawa.

Shota baru keluar dari ruang operasi. Kazuha menunggunya disana. Kazuha langsung bertanya, Serizawa Akari, kau memberikan uang pada ayah gadis itu?
Shota terkejut, bagaimana Kazuha bisa tahu tentang Akari dan juga ayahnya.
Shota menatap Kazuha dan tidak mau membahasnya, ia meninggalkan gadis itu.
Kazuha masih saja penasaran dan mengejarnya, Hei, kenapa? Kenapa kau memberinya uang?
Shota paling tidak suka dipaksa dan ia meninggikan suaranya, Bukankah sudah aku katakan?! Itu semua bukan urusanmu! Urus saja masalahmu sendiri!
Kazuha terdiam. Shota meninggalkannya.
(aku kurang suka sama Kazuha, terlalu kepoooo)

Akari sedang galau, duduk sendiri sambil memandang lautan luas. Aoi datang menemaninya, membawa semangka.
Keduanya duduk dan saling mengenang masa lalu, dimana mereka sering bersama makan semangka, bertanding siapa yang bisa melempar biji semangka terjauh.
Kenangan yang menyenangkan untuk diingat, tapi kemudian keduanya bertengkar karena masing-masing mengatakan kalau mereka yang selalu menang. Yah, tidak ada yang mau kalah. Kawaiii~

Keduanya mengunyah semangka dan tidak menelan bijinya, lalu bertanding meludahkan biji semangka dan Akari menang dengan mudah. Aoi kesal sekali karena ia kalah, Akari bahagia karena terbukti ia yang selalu menang. Keduanya benar-benar menikmati permainan sederhana itu.
Aoi kemudian teringat tadi Akari ingin menanyakan sesuatu padanya, ia bertanya lagi apa itu.
Akari mulai terdiam. Aoi kesal, Kamu gak cocok sekali kalau diam begitu.
Akari hanya tersenyum kecil, kemudian ia mencari kata-kata yang pas untuk bertanya.

Akari menarik nafas dan bertanya, Aoi, apa kau ingat surat yang dulu?
Aoi bingung, Surat? Apa maksudmu?
Akari ingin bertanya untuk lebih meyakinkannya, Kau ingat kita melihat kembang api bersama-sama kan? Setelah itu aku memberikan sesuatu di meja mu.
Aoi mencoba mengingatnya, tapi tentu saja tidak ada, Aku rasa tidak ada hal seperti itu.
Akari menahan keterkejutannya. Ia menunduk. Aoi masih bingung, memangnya kau menulis surat?
Akari yang shock atas kebenarannya berkata, jika aku tidak pernah membacanya, lupakan saja.

Akari dengan cepat berdiri dan meninggalkan Aoi. Aoi tentu saja penasaran dan menghentikannya dengan kata-katanya, Tidak bisa. Apa yang kau tulis?
Akari terdiam. Ia mencoba mengatur ekspresinya dan juga perasaannya. Ia berbalik dan berteriak, Tahun depan...
Aoi mendengarkan dengan hati-hati. Akari bingung apakah ia harus mengatakan kelanjutannya, ia memutar matanya dan akhirnya berkata, Aku tulis, tahun depan jangan minum susu sebelum bertanding. Kau akan sakit perut karena gugup. Sulit kan saat ujian kelulusan SMA? Kau bahkan mengunci dirimu dikamar saat liburan.
Akari mencoba membuat cara bicaranya kelihatan meyakinkan dan sekaligus mengomel.

Dan bodohnya lagi, Aoi percaya!!! AAAAKKKH!!!
Aoi berkata, Apa itu? Kau menulis surat dan hanya untuk mengatakan itu padaku? 
Akari tertawa,m maaf, maaf. 
Akari yang tidak bisa jujur terlihat sesak, ia mencoba untuk tersenyum meskipun sulit. Akhirnya suara Kouhei mengakhiri percakapan mereka, Kouhei dan yang lain datang untuk makan semangka.

Akari terdiam. Ekspresinya berubah menjadi sedih. Ia berbalik perlahan, MEninggalkan mereka berempat yang bercanda sambil makan semangka.
Akari kini harus menghadapi kenyataan kalau Shota benar-benar mengambil pesan itu tanpa sepengetahuan Aoi. Pesan cintanya 7 tahun lalu, bukan di abaikan, tapi di ambil oleh kekasihnya yang sekarang.
Akari berjalan diiringi OST Kimi Ga Kureta Natsu. Ia teringat semua kenangannya bersama Aoi 7 tahun yang lalu, bagaimana perasaannya yang tak bisa ia sampaikan dan bagaimana surat yang berisi perasaannya tidak pernah tersampaikan pada akhirnya.
Bagaimana pertemuan pertama mereka setelah 7 tahun, bagaimana ia bertanya tentang janji mereka 6 tahun lalu, juga bagaimana ia menunggu di tempat yang sama 6 tahun lalu, siang hingga malam hari tapi Aoi tidak pernah datang. Dan Shota malah yang datang untuk melihatnya. Ia juga teringat bagaimana Shota berbohong pada semuanya kalau pertemuan ia dan Shota pada saat musim dingin, padahal mereka jelas bertemu kembali saat musim panas 6 tahun lalu.

Mengingatnya, Akari menangis. Erika benar, pertemuan Akari dan Shota 6 tahun lalu bukanlah sebuah kebetulan. Tapi Shota datang karena dia lah yang membaca surat Akari untuk Aoi. Dan mengambilnya. Dan tidak pernah mengatakannya pada Aoi.

Akari mengambil ponselnya.
Ia menelpon shota dan meminta bertemu besok, jam 3 di rumah sakit.
Shota mengiyakan. Akari menutup telponnya tanpa ekspresi. Ia ingin mengkahiri semua kesalahpahaman ini.
Shota sepertinya menyadari akan terjadi sesuatu.

Keesokan harinya, Akari datang ke rumah sakit. Ia meyakinkan dirinya untuk tidak ragu bertanya.
Akari melihat Shota sedang berdiskusi dengan seorang perawat dan berjalan mendekatinya. Akari meyakinkan dirinya untuk tidak ragu. Tapi kemudian langkahnya dihalangi oleh Kazuha dan ia terkejut.
Kazuha memanggilnya dan meminta berbicara dengannya sebentar.
Akari melihat Shota pergi ke arah yang berlawanan dan tidak melihatnya, jadi ia setuju bicara dengan Kazuha duluan.

Aoi sedang membangun perasaannya kembali, jadi ia sering bertemu dengan Ruiko berdua. Kali ini mereka bertemu di cafe dan membicarakan tentang Aoi yang akan mengikuti kompetisi arsitektur.
Ruiko mengatakan aoi harus mengikutinya, karena rancangan Aoi bagus. Aoi tersenyum dan mengatakan karena Rui mengatakan hal itu, ia jadi lebih percaya diri.
Ruiku tersenyum, ia menatap Aoi yang kelihatan bersemangat untuk mengikuti kompetisi. Ruiko sepertinya ingin mengatakan sesuatu, tapi ia ragu.
Ia terus menatap Aoi dan keberaniannya mulai muncul, Hei, Aoi. Kita, apakah kita bisa kembali bersama?
Aoi terkejut, ia menatap Ruiko.

Ruiko mengatakan ia tahu kalau ia sudah egois. Tapi bisakah Aoi memberikannya satu kesempatan lagi?
Aoi tidak menjawab. Ruiko melihat ekspresi Aoi dan meminta maaf karena sudah membuat Aoi terkejut. Jika Aoi tidak mau menjawabnya, Aoi bisa menjawabnya nanti, ia meminta Aoi memikirkannya dulu.
Aoi mengerti, ia akan mencoba memikirkannya.
(PLEASE!!! JAngan jadian sama Ruiko kalau tujuannya cuma untuk melupakan Akari! Karena semua orang bisa terluka, Ruiko, kau dan Akari juga!!!!).

Kazuha menginterogasi Akari, Apa tujuanmu mengencani dr. Aoi?
Akari terkejut dengan pertanyaan tak terduga, heh?
Kazuha mengatakan kalau ia sudah menyelidiki Akari. Bisnis keluargamu bangkrut kan?
Karena hal itu benar, Akari tak bisa membantah.
Tapi tibatiba KAzuha berkata, Kau mendekatinya demi uang kan?

Akari tidak bisa diam saja dituduh begitu, Apa yang kau bicarakan?! Aku tidak seperti itu!
Kazuha kemudian bertanya lagi, Lalu bagaimana kau menjelaskan uang 500ribu yen itu?
Akari terkejut, apa maksudmu?
Kazuha berkata, Aku melihatnya. Ayahmu datang kesini dan menerima uang dari dr. Aoi.
Akari tentu saja terkejut. Ia menunduk dan mencoba menjernihkan pikirannya. Kazuha terus bertanya, Apa kau mencoba menipunya dengan memanfaatkan ayahmu?
Akari mengangkat kepalanya mendengar hal itu. Kazuha menyuruhnya menjauhi Shota. (MEMANGNYA KAU SIAPA NYA SHOTA BERANI NGOMONG GITU!!!!!!!!!!!! *emosi aku* )

Akari tidak bisa bicara apapun, ia terlalu shock. Kazuha meninggalkan ia yang masih berdiri dengan mata terbelalak. Akari sesak nafas mengetahui bahwa Shota bertemu dengan ayahnya tanpa mengatakan apa-apa padanya.
Sementara itu, Ayah akari terlihat di stasiun bus. Sepertinya ia akan berangkat ke Tateyama.

Malam harinya, Shota kembali ke rumah. Ia tidak jadi bertemu Akari di rumah sakit. Ia terkejut saat menyalakan lampu, Akari ada disana. Akari sedang duduk menatap lantai.
Shota bertanya, Ada apa? Aku sudah menunggumu di rumah sakit tadi.
Akari tidak menjawab. Ia diam mematung pada posisi yang sama. Shota khawatir, Akari???

Akari mulai bicara, bukannya membicarakan surat, ia merasa ayahnya lebih penting, tentu saja. Akari bertanya, Kau... bertemu dengan ayahku?
Shota terkejut, tapi ia mencoba bersikap tenang. Akari mengatakan kalau ia mendengarnya dari Sawada-san (Kazuha).
Akari menatap Shota, Kau... bertemu dengannya kan?
Shota tidak menjawab, ia mengalihkan pnadangannya. Akari berdiri dan meninggikan suaranya, Apa yang terjadi? Katakan padaku!

Shota mencoba bersikap tenang, aoi bertemu dengan ayahmu saat bekerja. Jadi kami tahu kalau dia bekerja di Tokyo.
Akari marah, kenapa kau tidak mengatakannya padaku?!
Shota terdiam. Akari masih tidak mengerti, Kenapa.... Kenapa kau memberikan uang padanya?
Shota terkejut karena Kazuha ternyata memberi tahu hal itu juga. Akari bertanya lagi, kenapa kau memberikan uang padanya dan mengatakan untuk tidak menemuiku lagi? KENAPA KAU MELAKUKAN ITU?! Kenapa? KENAPA!

Shota masih diam. Akari hampir menangis dan berkata, Aku sangat sangat ingin bertemu dengannya sejak lama, aku benar0benar ingin bertemu dengannya. Aku yakin sekali kau yang paling mengerti perasaanku dibandingkan orang yang lain. Aku... tidak mengerti apa yang kau pikirkan.
Shota menunduk. Akari bertanya, Apa semua ini hanya omong kosong? Kita mencarinya bersama, kau yang meyakinkan aku bisa bertemu dengannya suatu hari nanti. Musim panas, saat kita bertemu di Toyama. . .
Shota menatap Akari karena tiba-tiba mengatakan tentang hal itu. Akari menangis, Manga yang aku kembalikan pada Aoi, kenapa kau bisa menyimpannya?
Shota terkejut mendengarnya. Akari bertanya lagi, Pesan yang aku berikan pada Aoi, kenapa ada disana?

Akari menangis menahan semuanya. semua kepercayaannya selama ini. Semua yang ia tahu tentang Shota, ia selalu mempercayainya.
Akari berkata, Kau mengetahuinya karena kau membaca pesan itu. Hari itu, saat aku kembali ke Toyama. saat aku kembali untuk Aoi, itu semua bukan kebetulan, bukan?
Akari menangis sedih. Shota hanya bisa diam melihat kekasihnya menangis, pada akhirnya ia meminta maaf. Tapi sudah terlambat, Apa maksudmu dengan minta maaf?

Shota akhirnya bicara, Aku... selalu menyukaimu, Akari. Karena aku menyukaimu, aku tidak ingin kau bertemu dengan Aoi. Tapi, aku membenci diriku sendiri karena tidak bisa berbuat apa-apa. Aku sangat tersikasa begitu lama. Bahkan sejak aku berpacaran denganmu, aku ketakutan sepanjang waktu. Aku selalu gelisah karena didalam hatimu selalu ada Aoi.
Akari terdiam. Shota berjalan dan duduk, ia mengatakan itu sebabnya saat ia tahu Aoi tinggal di Tokyo, ia memutuskan membiarkan Akari bertemu dengan Aoi.
Akari bertanya, apa maksudmu?
Shota berkata, aku ingin yakin bahwa kau benar-benar memilihku daripadanya.
Akari tidak mengerti, Apa itu? Jadi selama ini kau meragukanku?

Shota menunduk, berarti ia membenarkan kalau selama ini ia selalu ragu pada Akari. Akari benar-benar tidak percaya akan hal itu.
Akari berteriak, Selama ini, selama kita berpacaran, aku sungguh menyukaimu! aku senang menjadi kekasihmu. Hari itu, aku pikir aku senang bisa bertemu denganmu. Tapi kau berbohong padaku!
Shota tiba-tiba berteriak, Jadi biarkan aku bertanya! Setelah bertemu Aoi, apa perasaanmu tidak berubah?
Akari terdiam.

Shota bertanya lagi, Apa yang kau pikirkan setelah kau menemukan pesan itu? Jika Aoi yang menemukan pesan itu, mungkin kau tidak akan seperti ini.
Akari menangis. Ia tidak percaya Shota akan berkata seperti itu. Akari menahan semuanya dan berkata kalau Shota lah yang terburuk.
Akari emngambil tasnya dan meninggalkan rumah Shota. Ia menangis.

Shota tidak mengejarnya. Ia masih duduk menahan perasaannya. Ia terdiam, sesak nafas.

Aoi baru selesai mandi saat melihat adiknya Nanami ketiduran di meja. Ia tersenyum melihatnya. Aoi mengambil selimut dan menyelimuti Nanami. Nanami terbangun. Aoi minta maaf karena membangunkan Nanami. Nanami berkata tidak apa-apa.
Nanami tampka kelelahan. Aoi bertanya bagaimana dengan Nanami yang sedang mencari pekerjaan, apakah sudah menemukannya?
Nanami tidak menjawab dengan jelas dan mengatakan ya seperti itu lah.
Aoi menyemangati adiknya. Ia mneyuruh Nanami tidur di kamar, kalau tidak ia bisa kena flu.

Aoi ke dapur mengambil minuman. Nanami bertanya, Ada apa dengan mu akhir-akhir ini? Apa kau balikan lagi dengan Ruiko-san?
Aoi menatap adiknya dan sedikit tersenyum, ia mengatakan, Mungkin.
Nanami mengerti. Aoi menebak, apa kau pikir aku akan diputuskan lagi?
Nanami tersenyum, mungkin.
Ia mengambil buku-bukunya dan masuk ke kamar setelah mengucapkan selamat malam pada kakaknya. Tapi kemudian ia berhenti dan memberikan semangat pada Aoi.
Aoi tersenyum. Sepertinya ia benar-benar akan balikan sama Rui.!!!

Di tempat kerja, Aoi mengirim pesan pada Ruiko, ia ingin bertemu dengan Ruiko. Ruiko setuju kalau besok mereka akan bertemu. AOi senyam senyum ga jelas. Mirei melihatnya dan merebut ponselnya.
Aoi memintanya jangan mengambil ponselnya, Mirei tersenyum karena membaca pesan itu, ahh, jadi begitu...
Ia mengembalikan ponsel Aoi dan melihat poster kompetisi dimeja Aoi, apa kau akan ikut kompetisi juga?
Aoi membenarkan. Mirei tersenyum dan mengatakan ia tidak akan kalah dari Aoi.

Ponsel Aoi kemudian berbunyi, ada telpon dari Erika.
Aoi mengangkatnya. Erika tampak khawatir dan bertanya, Apa kau mendapat kabar dari Akari?
Aoi terkejut, apa terjadi sesuatu?

Sesaat kemudian Aoi tampak berlari keluar dari kantor, sekencang-kencangnya.
Erika mengatakan Akari belum pulang sejak kemarin, ia juga tidak bisa menghubunginya. Ia juga menelpon Shota, tapi Shota menjawab dengan aneh. Apa yang harus aku lakukan? Aku harap tidak terjadi apa-apa.
Aoi terus dan terus berlari. Ia tiba di tempat tujuannya. Apartemen Shota, ia mencari rumah Shota dan menekan bel dengan buru-buru. Tidak dibuka, ia terus mengeedor pintu sambil memanggil nama Shota.

Beberapa kali, akhirnya Shota membukakan pintu.
Shota masih mengenakan baju kemarin. Ia terlihat pucat dan lemas.
Aoi melihat Shota yang aneh dan beryanya, Ada apa denganmu? Apa terjadi sesuatu antara kau dan Akari?

Mendengar nama Akari, Shota menatap Aoi dengan wajah kesal, ia menutup pintu tapi aoi menghalangi. Ia masuk ke Rumah shota dengan paksa.
Shota menolak bicara. Aoi terus memanggil namanya agar Shota mengatakan sesuatu tentang Akari. Hey Shota! Jawab!

Shota mengatakan, sudah berakhir.
Aoi bingung, hah?
Shota berkata, hubungan kami sudah berakhir.
Aoi  terkejut.

-END-

Komentar :

AAAAKKKKKKKKKKKHHHHHHHHHHHH!!!!
Ekspresi Shita di akhir episode beneran menyedihkan!!! Ia mengatakan kalau hubungannya dan Akari sudah berakhir, aku yakin ia berfikir untuk mengatakan kau bisa memilikinya. LOL.
Aoi tentu saja terkejut mendengarnya. Karena Shota begitu mencintai akari, bagaimana bisa hubungan mereka berakhir secepat itu.

Episode selanjutnya, Aoi tampak bertemu dengan ruiko lagi, sepertinya ia ingin memberikan jawabannya. Aku harap Aoi menolak, tapi aku tidak ingin ia menolak Ruiko karena ia jadian dengan Akari, atau karena ia masih mencintai Akari. Aku berharap ia menolaknya karena ia tidak punya perasaan apa-apa lagi pada Ruiko.
Aku melihat Aoi memarahi Shota, aku sukaaa!!! Ya! Marahi aja dia!!!
Tapi di preview juga terlihat Aoi mengatakan kalau ia mencintai Akari, kokuhaku???? Yapzz, jujur, aku sudah mengintip episode 5, LOL, ada kissu! Akh!!!
Aku suka kata-kata Shota di preview, kehidupan tidak berjalan dengan baik.
Hellow, memangnya kehidupan siapa yang selalu berjalan dengan baik, semua orang punya masalahnya sendiri. Ya itu lah kehidupan.

Hubungan cinta baru terbentuk. Kouhei dan Nanami. aku merasa mereka akan menjadi pasangan yang lucu, sama-sama tidak mau kalah. Bukan berarti Nanami membenci Kouhei, dia hanya merasa kesal karena Kouhei seolah tidak serius menyukainya. Ia kenal Kouhei sejak kecil, Kouhei sering mengejeknya, ia juga tahu kalau Kouhei mudah sekali jatuh cinta, makanya ia tidak mau atau belum mau mengambil resiko. Good Girl. Kouhei harus berusaha keras nih untuk membuktikan kalau ia serius pada Nanami. Lucu juga nanti kalau Aoi jadi kakak ipar Kouhei, hehehehehehe.
BTW Aoi beneran kakak yang baik yaaakk, aku suka banged pas adegan Aoi menyelimuti Nanami, KYAAAAa!!!! So Sweet. Hmmmm, gimana ya rasanya punya abang? *hehhehehe, derita anak pertama

Episode ini cukup menegangkan, aku ga ngerti kenapa rating episode ini turun ke angka 10,8%, padahal episode sebelumhya 11,9 lhooooo!!! Kenapa ya???
Tapi syukurlah, beberapa komunitas yang aku baca, mereka mulai menerima Koinaka sebagai drama yang bagus. Soalnya komentar episode 1 dulu beneran menyakitkan lhoooo. Setidaknya mereka sudah mengerti dan menganggapnya lumayan bagus, bagi yang tetap menghina, itu artinya dia memang suka melihat sisi negatif, bukan positif.

Aku merasakan perkembangan akting Tsubasa Honda nih. Aktingnya episode ini bagus. Aku rasa cara pengambilan gambar yang kurang, karena saat Akari menangis, air matanya ga kelihatan, padahal ada lho, cuma ga di fokuskan, padahal kalau fokus aku yakin adegan itu lebih dramatis. Hehehhehehhe.
akting Namura Shuhei udah ga usah diragukan, melihat wajahnya aja kita udah merinding, soalnya wajahnya yang lagi serius beneran nakutin dan membuat kita benci. Tapi aku tidak bisa membenci Nomura sih, HAHHAHAHAHA.
Aku rasa aku terkena second lead syndrome, meski aku juga suka Aoi, tapi setelah episode ini aku berharap akan terbukanya jalan agar Shota dan Akari bisa bersama.
Tapi entah kenapa, aduuuh, seandainya Ruiko lebih cantik, aku setuju banged dia sama Aoi. Seandainya....

Aku sedikit tidak menyukai Kazuha. Tapi kalau bukan karena dia, Akari tidak akan tahu apa-apa tentang ayahnya. Hanya saja, caranya mengambil kesimpulan dan memaksa Akari itu, aku tidak suka. Seolah dia gadis yang suka menuduh sembarangan.
Tapi well, mungkin itu karena ia menyukai Shota yang bahkan tidak meliriknya. Tapi jika memang Shota ditakdirkan dengan Kazuka, maka tolong, chemistry-nya lebih di perlihatkan. Chemistry Shota-Akari terlalu kuat.

Soal kode-kode yang aku katakan dalam episode ini, entah kenapa dilihat dari judulnya 'Koinaka' alias Hubungan Cinta, aku merasa ending drama ini akan dibuat lebih rasional. Entah kenapa sejak episode 3 kemarin aku merasa Akari dan Aoi tidak akan bersatu.
Seperti yang dikatakan Mariko, 'ada orang-orang yang sudah tahu sisi baik dan buruk pasangannya, tapi mereka tetap bersama, karena ia sangat mencintainya'. Ini seperti hubungan Akari dan Shota. Bisa jadi mereka menjadi pasangan yang seperti itu, karena sangat mencintai mereka memutuskan tetap bersama, meskipun sudah tahu sifat jelek pasangannya.
Kata-kata Isohara senpai tentang Ruiko juga, aku rasa Aoi memang ingin memulai hubungan kembali dengan Ruiko.

Bukan berarti ia tidak mencintai Akari, hanya saja, jika kita berfikir di posisi Aoi, aku rasa kita juga tidak mau mengganggu hubungan cinta orang lain. Lebih baik melupakan saja. Akari juga bukan gadis yang kelihatannya egois, hanya karena bertemu cinta pertamanya, ia meninggalkan kekasihnya. Tidak.Itu benar perasaan itu masih ada, tapi Akari mencoba menatanya, karena ia punya Shota.
Hanya saja, Shota ini melakukan hal jahat untuk mendapatkan Akari. Tentu saja karena dia mencintai akari.
Jadi yang ingin aku katakan adalah, bahkan jika Akari dan shota berakhir bersama, aku setuju aja, dan aku rasa Aku mulai setuju juga jika Aoi bersama Ruiko. Mungkin itu yang terbaik. Yapz, tidak semua hubungan cinta akan berakhir bersama. Dan jika Akari dan Aoi memang ditakdirkan bersama, aku berharap tidak ada yang terluka. Jika Shota memang di takdirkan bersama Kazuha, maka aku berharap sekali kalau hubungan cinta mereka lebih diperlihatkan, sekaligus proses bagaimana mereka saling suka.
Aku berharap tidak menggantung.

I think I will be a fan of this guy, :3 
 Sinopsis and Screencapture by Hazuki Airin
DO NOT REPOST IN OTHER SITE!
DO NOT SHARE WITHOUT CREDITS!

1 comments:

 

Random Post

Clover Blossoms Fanpage

In My Radar

Watching :
- We Married as A Job
- Jimi ni Sugoi!
- Weightlifting Fairy
- Goblin
- The Legend of The Blue Sea
- Father I'll Take Care of You
- Beppin-san
- Gochisousan

Waiting Drama:
- Miss in Kiss

Waiting Movies:
- One Week Friends
- Your Lie in April
- Aozora Yell
- Itakiss Movie

Favorite Song This Time :
- Red Cheek Puberty - Galaxy
- Ben - Foggy Road
- Twice - Next Page
- Utada Hikaru - Hanataba wo Kimini
- LYn - Love Story