[Sinopsis] Koinaka Episode 5 Part 2

---------------------------------------------------------------

Sinopsis Koinaka Episode 5 Part 2

Akari shock. wanita itu mengatakan ayahnya ada suaminya. artinya itu istri ayahnya. Ia sama sekali tidak pernah tahu. Ayahnya menikah lagi???? Kenapa ia tidak tahu?????? KENAPAAAAAAAAAAA?????????????
Akari masih terkejut tak bisa bicara apa-apa. Ia terdiam sesaat dan wanita itu memanggilnya lagi. Akari mencoba mencari alasan.



akari mengatakan kalau serizawa-san pernah menjaganya saat bekerja, karena dia sedang didekat sana, ia ingin berkunjung.
wanita itu mengerti dan berterima kasih karena Akari mau berkunjung.
akari berusaha untuk tersenyum.

Aoi masih berlari untuk menemui Akari. Sambil berlari sekuat tenaga, ia teringat pesan dari Shota saat ia bersama Ruiko waktu itu.
Shota mengatakan kalau Ayah Akari sudah memiliki keluarga baru. Dan Akari tidak mengetahui hal itu.
aoi tiba di stasiun bus dan Bus akan berangkat, ia berlari sekuat tenaga untuk menghentikan bus itu.

Kouhei membawa Shota ke rumah Aoi. Ia membuatkan Shota Ramen hitam yang terkenal di Toyama.
Shota sedang tak selera makan. Kouhei melihatnya dan mengatakan untuk tidak mengkhawatirkan Akari karena Aoi sudah pergi mencarinya.
Shota menatap Kouhei. Kouhei tersenyum dan mengatakan kalau hari ini ia akan mendengarkan semua yang ingin Shota katakan.
Kouhei menyuruhnya makan karena mienya akan mengembang.
Shota kelihatan tersentuh dan akhirnya mulai memakan ramennya.

Akari masuk ke rumah keluarga itu. Rumah yang kecil dan sederhana. Ia menunggu ayahnya saat istri baru ayahnya mencuci piring.
suara pintu terbuka, ayah Akari kembali. Akari semakin deg degan.
Ia tidak bergerak. Wanita itu datang menyambut ayah akari dan mengatakan seseorang datang mencarinya, Takanashi Erika-san. Aoi memakai nama sahabatnya.
Ayahnya tentu bingung dan berjalan ke ruang tengah, ia menghentikan langkahnya saat melihat Akari disana.
Akari menatap ayahnya dan hampir menangis.

Ayah Akari mencoba mengatur ekspresinya dan akhirnya ia mengucapkan, doumo, otsukaresama deshita. Seolah-olah mereka orang yang tidak saling kenal. NAPPEUN APPA!!!!! JAHAT!!!!
Akari membelalakkan matanya. Ia setidaknya punya sedikit harapan ayahnya akan mengakui, tapi itu diluar dugaannya. Akari menunduk menahan perasaannya, ia hanya bisa membalas, otsukaresama deshita.

IStri ayah Akari bertanya, Apa mungkin dari perusahaan kapal di Gunma?
Serizawa-san (Ayah Akari yang JAHAT INI!) masih shock dan membenarkan. Istrinya percaya aja.
Hening. seorang gadis kembali ke rumah. Akari terkejut. Ia memanggil ayahnya otou-san dan bertanya siapa Akari.
Istrinya menjawab kalau gadis itu bekerja bersama ayah dan menyuruh puterinya menyapa.

Gadis kecil itu menyapa Akari. Akari juga menyapanya. Akari melihat gantungan kunci kapal di dompet gadis itu. Ia terkejut, gantungan yang sama dengan miliknya. Akari terdiam.

Shota menceritakan pada Kouhei kalau ayah Akari tidak datang mencari Akari. Ia datang untuk uang.
Kouhei tidak mengerti. Shota mengatakan kalau ayah Akari sudah mempunyai keluarga baru, dan anaknya masih kecil. Dan mereka akan membutuhkan banyak uang.
KOuhei terkejut mendengarnya, apa-apaan itu?!
Shota mengatakan ia benar-benar tidak ingin Akari mengetahui hal itu. Ia tidak ingin menyakiti Akari.
Kouhei mengatakan kalau ia tidak mengerti, tapi tetap saja,bukan ide yang bagus memberikan uang pada ayahnya.

Shota mengatakan kalau Kouhei tidak tahu bagaimana Akari dulu. Setelah ayahnya mengabaikannya, ia kehilangan segalanya. Tapi ia tidak pernah menyerah pada impiannya untuk menjadi guru. Ia bekerja sangat keras untuk menyimpan uang. Dan akhirnya ia baru memulainya. Aku ada disana, melihat bagaimana ia berusaha keras, bagaimana ia terus mencoba. Aku ingin melindunginya, tak peduli bagaimanapun.
Kouhei terdiam. Ya, ia tidak tahu apa-apa tentang hal itu, bagaimana Akari dulu, bagaimana susah hidupnya dulu. Kita juga tidak tahu apa-apa ternyata SHOTAAAAAAAAAAA T_________T

Akari masih di rumah itu. Istri ayahnya pergi berangkat bekerja dan ayahnya menyuruh Reina puterinya membeli makanan diluar, jadi ia dan Akari tinggal berdua di rumah.

Ayah akari berlutut dan meminta maaf pada Akari. Ia mengatakan istrinya Naoko, mereka bertemu di Sendai dan selama itu Naoko selalu menjaganya, akhirnya mereka pindah ke sini dan akan mendaftarkan pernikahan segera.
Akari mengepalkan tangannya. Ayahnya berkata kalau Reina adalah puteri Naoko (berarti bukan anaknya) dan ia merasa Naoko akan sulit membesarkan anak sendirian. Itu sebabnya ia butuh uang, dan ia tidka punya pilihan lain,

Akari mencoba menahan tangisnya. Ia mengalihkan pembicaraan, sepertinya kau masih tetap menyukai lautan. Syukurlah kau terlihat baik-baik saja. Aku berfikir kau mungkin sudah mati.
ayah akari hanya menunduk dan minta maaf.
Akari akan menangis. Ia melihat ayahnya menuduk membuat hatinya makin sakit. Ayahnya meminta maaf lagi. (WHY? Kalau dia merasa bersalah dan meminta maaf, kenapa menyembunyikan kalau Akari anaknya, harusnya dia jujur aja kan? Toh akari ga akan tinggal dirumah mereka, ga bakal nyusahin !!)

Akari mengatakan uang itu, ia akan membayar kembali pada Shota. Akari berdiri dan meninggalkan rumah itu.
Ayah akari berkata kalau ia dengan Akari akan menikah dengan dokter itu.
Akari membenarkan. Ayahnya berkata, semoga bahagia. Akari menjawab, kau juga, ayah,.

Akari meninggalkan rumah itu tanpa senyuman. Ia masih sedih dan mengambil gantungan kapal miliknya.
Reina yang baru pulang memanggilnya. Ia bertanya apakah onee-chan akan pulang.
Akari tersenyum dan membenarkan. Reina memberikan permen pada Akari dan Akari memakannya, keduanya tersenyum. (AKu nangis lhoooo, OMG!!!).
Reina melihat gantungan kapal Akari dan mengatakan sama dengan miliknya.
Akari tersenyum dan bertanya, Reina-chan, apa kau menyukai ayahmu?
Reina tersenyum dan membenarkan.
Akari tersenyum dan mengatakan, begitu yaa?
Kemudian keduanya berpisah.

Akari berjalan sendirian. Perlahan, senyumannya menghilang.
Akari mempercepat langkahnya dan berlari, ia menangis. Ia berlari dan berlari menahan tangisannya.
Tiba-tiba langkahnya terhenti.

Akari menatap kedepan dan melihat Aoi yang sedang melihat kesana kemari karena mencari alamat.
Akari menangis, ia memanggil Aoi. Aoi menatapnya.

Aoi dan Akari berjalan di tepi lautan. Akari berusaha bersikap ceria, iabertanya, Kau bertemu dengan ayahku di Tokyo kan? Alasan kau tidak memberitahuku karena ayahku tidak ingin menemuiku kan?
Aoi membenarkan keduanya. Akari berkata, Aku tahu. Apa kau tahu kalau dia punya keluarga baru?
aoi mengatakan ia tahu dari Shota. Akari berkata kalau mereka akan mendaftarkan pernikahan segera, ia sangat terkejut. Akari mengatakan kalau anak mereka sangat lucu, namanya Reina-chan. Cantik dan baik, Ah, itu artinya sekarang aku punya seorang adik.
Akari terus bicara dan Aoi berjalan dibelakangnya. Akari masih bersikap seolah ia baik-baik saja.

Aoi kemudian bertanya, Apa kau sudah mengatakannya? komplain. Bukankah kau bilang kau akan memarahinya?
Akari terdiam, ia mengatakan kalau ayahnya terus meminta maaf padanya. Karenanya ia tidak bisa mengatakan apapun.
Akari terus berjalan. Aoi dibelakangnya tidak melangkah. Ia kesal. Aoi berteriak ke arah lautan, KENAPA KAU MEMBUAT SENYUM PALSU ITU?!!!

akari terkejut, ia berbalik. Aoi berteriak lagi, KENAPA KAU TIBA-TIBA MEGHILANG DAN MEMBUATKU KHAWATIR?!!!
Akari menyuruh Aoi menghentikannya.
Aoi mengatakan kalau Akari akan merasa baikan setelah meneriakkannya. Kau tidak harus memaksakan dirimu.
Akari yang sedari tadi berusaha baik-baik saja akhirnya menunduk dan akan menangis lagi.

Aoi terus berteriak lagi, Aku menghabiskan 2500 yen untuk datang ke sini!! Dan lagi, rumah itu sangat jauh dari stasiun! Dan cuaca juga sangat panas!!!
Aoi mencoba mencari kata-kata untuk diteriakkan lagi.

Akari kemudian mulai ikut berteriak, AYAH YANG JAHAT!!! Jika kau meminta maaf pada akhirnya, kenapa kau meninggalkan aku?!!! BAKA YAROOOOO!!!
Aoi tersenyum melihatnya, akhirnya Akari setidaknya mengeluarkan isi hatinya.
Akari mengatakna kalau ia merasa lebih baik sekarang. Keduanya tertawa dan berteriak lagi. akhirnya Akari bisa tertawa tanpa dipaksakan.

Shota dan Kouhei masih di rumah Aoi. Kouhei berdiri dan kesal, ia ke beranda dan berkata kalau Shota sangat keren. Kouhei bertanya, kenapa kau melindungnya meski tahu dia akan salah paham padamu? Normalnya, orang tidak akan melakukan itu. Itu bukan salah siapapun.
Shota terdiam. Dalam hati ia berkata, kenapa hidup sangat kompleks begini. . .

Sore menjelang di Tateyama. Lautan yang indah di pantai yang diselimuti warna orange.
Akari dan Aoi masih bersama. Akari mengatakan sebenarnya hari ini dia datang untuk memarahi ayahnya. Tapi, Reina-chan punya gantungan yang sama dengan milikku.
Akari menunjukkan gantungan kapal miliknya. Aoi bertanya, apa itu dari ayahmu?
Akari membenarkan. Akari mengatakan, Ketika aku berfikir ayahku mencintai Reina seperti dia mencintaiku dulu, aku jadi tidak bisa mengatakan apapun.  
Aoi menatap Akari yang memandang ke lautan luas.

Kouhei mengatakan pada shota kalau gantungan kunci berukir kapal itu adalah harta karun Akari. Ayahnya membuatkan itu untuknya saat pertama kali masuk sekolah dasar.
Shota sepertinya juga baru tahu. Kouhei mengatakan kalau ibu Akari meninggal saat ia masih kecil, jadi ia pikir jika ia tetap menyimpan gantungan itu, ia akan merasa terhubung dengan ayahnya, satu-satunya keluarga baginya.
Shota mengangguk, Mungkin.... aku tidak terlalu mengenalnya dengan baik. Meskipun aku selalu bersamanya selama ini.
Kouhei menatap Shota yang perlahan menunduk. Shota mengatakan, seharusnya aku membiarkan ia bertemu dengan ayahnya. Bahkan jika ia terluka saat itu, aku ada disana bersamanya.
(SHOTAAAAAAAAAAAAAA, bener T_____T).

Akari dan Aoi masih berdua. Akari mengatakan melihat lautan membuatnya menjadi tenang. Seperti menyembuhkanku. Aku... akan disini sedikit lebih lama. Kau bisa pergi jika kau ingin.
Aoi menghela nafas dan mengatakan ia akan pergi jika ia ingin pergi.
Akari tersenyum, keduanya memandangi matahari terbenam sore itu.
(aku juga mah, kalau pemandangannya kayak gitu aku juga ga mau pergi, HAHAHAAHA, maklum, ga ada pantai disini, that's my dream, sits at the seaside.)

Dan malam menjelang. Akari masih duduk di tempat yang sama. sendirian. Aoi sudah tidak disana.

Kouhei dan Shota masih bersama, KOuhei mengatakan kalau Akari itu orang yang sensitif, jika ia depresi, ia akan jatuh dalam pikirannya.
Shota mengatakan, aku pikir keadaannya pasti sangat buruk saat ayahnya meninggalkannya, bukan?
Kouhei berkata, tapi sekarang dia sudah bisa tersenyum, kau melakukan hal yang hebat.
Kouhei gemes dan memukul pan**t Shota. Shota tertawa.

Shota mengatakan kalau selama ini ia selalu merasa minder, bagaimana ia bisa membuat Akari terus tersenyum disampingnya. Tapi, hal-hal kecil ternyata bisa membuatnya bahagia.

Akari masih memandangi lautan dengan wajah galaunya. Ia terkejut saat Aoi kembali dengan membawa makanan. Sepertinya tadi ia cuma pergi sebentar.
Aoi kemudian mengambil sesuatu dan meminta Akari bermain bersamanya setelah makan. Kembang api. Akari senang melihatnya.

Hal-hal kecil memang bisa membuat Akari tertawa. Keduanya menghabiskan waktu bermain kembang api di pinggir pantai.
Keduanya tertawa dan bercanda bersama. Sangat menyenangkan. Mereka juga sempat merekam dengan ponsel, dimana efek cahaya bisa membuat gambar, aku juga pernah melakukan itu saat KKN dulu, tapi pake kamera.
Kembang api terus dinyalakan, dan Aoi membuat banyak kesalahan, seperti ketakutan saat kembang apinya meledak, atau membuka minuman bersoda yang sudah dikocok sehingga banyak yang tumpah.
Aduuuuuuuuuuuuuuuuh, main kembang api begini jadi ingat pas KKN deh, pas lebaran kemarin juga!!

Aoi menatap Akari yang tersenyum bahagia. Ia tersenyum melihat keceriaan Akari kembali.
Aoi kemudian mencoba bertanya, ano sa... apa kau dan Shota baik-baik saja?
Akari terkejut atas pertanyaan itu. Akari mencari alasan dan mengatakan mereka baik-baik saja, kemudian ia sibuk untuk mengambil kembang api lainnya.
Aoi menatapnya. Ia tahu Akari berbohong.

Shota akhirnya meninggalkan rumah Aoi. Kouhei mengantarnya.
Melihat punggung Shota yang rapuh, Kouhei akhirnya bicara, Mungkin ini bukan urusanku, tapi aku pikir kau harus bicara pada Akari dan  berbaikan dengannya. Jika kau mengatakan padanya tentang ayahnya, dia akan mengerti.
Shota terdiam. Ia mengatakan kalau masalahnya bukan hanya itu. Tapi Kouhei tidak mendengar karena kebetulan ada mobil yang lewat.
Shota memutuskan tidak mengatakannya lagi dan meninggalkan Kouhei setelah berterima kasih. Ia berjalan pulang ke rumahnya dengan banyak pikiran.

Aoi dan Akari masih bermain kembang api. Kali ini Aoi menatap kembang apinya dengan menahan nafas agar bersinar lebih lama. Akari tertawa dan mengatakan sejak dulu ia sudah bilang kalau kembang api itu tidak akan bertahan lama hanya karena Aoi menahan nafas. Aoi tidak peduli. Akari usil dan menyentuh Aoi, aoi kegelian dan akhirnya kembang apinya padam. Ia kecewa.
Akari tertawa karena Aoi tidak pernah berubah.
Mereka kemudian menyalakan kembang api terakhir. Akari mengingat saat SD mereka bermain petak umpet setelah melihat kembang api, ia bersembunyi di kapal dan tertidur.
Aoi teringat saat itu mereka semua mencari Akari karena Akari menghilang.
Akari mengatakan saat ia terbangun, semuanya gelap dan sunyi. Tapi, kau menemukanku. Aku sangat senang.
Aoi tertawa. Akari bertanya, kenapa kau tahu aku disana?

Aoi mengatakan kalau selama ini ia selalu melihat Akari.
Akari terkejut. Aoi mengatakan ia pikir ia tahu Akari dengan sangat baik. Karena ia selalu ada disamping Akari. Itu sebabnya waktu itu, saat festifal kembang api, aku selalu berfikir kenapa aku tidak menyadarinya. Aku selalu menyesalinya. Aku selalu ingin meminta maaf padamu.
Aoi menatap Akari, Maaf. Aku tidak bisa melakukan apapun untukmu.
Akari tersenyum, tapi sekarang kau ada disampingku. Aku sanat senang kau datang kesini hari ini. Arigato ne.

Aoi terdiam. Ia fokus pada kembang apinya sambil berfikir. Kembang api-nya menyala dan perlahan akan mati dan akhirnya mati.
Aoi mengambil keputusan saat itu, ia memberanikan diri. Aoi berkata, Aku... menyukaimu Akari.
Akari terkejut, ia menatap Aoi. Aoi tersenyum dan berkata, Akari adalah cinta pertamaku.
Akari makin terkejut, matanya berkaca-kaca. Aoi tertawa dan berkata, kenapa kau kaget begitu? Harusnya kau sudah tahu. Aku memintamu pergi bersamaku saat festival kembang api.

Akari mengatakan kalau ia tidak akan pernah tahu jika Aoi tidak mengatakannya. Aoi harusnya mengatakan padanya.
Aoi mengatakan kalau ia tidak ingin kehilangan hubungan mereka saat itu. Itu sebabnya ia tidak mengatakannya.
Akari mengatakan kalau ia juga sama. BBQ saat itu, aku mengatakan tentang surat padamu, kan?
Aoi mengingatnya, Akari mengatakan memberikannya dalam laci mejanya. Akari membenarkan. Ia mengatakan sebenarnya ia menulis 'Aku mencintai Aoi' dalam kertas itu.

Aoi tentu saja terkejut. Ia sama sekali tidak tahu tentang hal itu. Atau lebih tepatnya tidak menyangka.
Akari tersenyum. Ia sedikit malu dan berkata, aku juga, kau adalah cinta pertamaku.
Aoi beneran kaget, HEH???
Akari lebih kaget, Apa? Ada apa dengan wajahmu? Bukankah harusnya kau sudah tahu? Jika aku tidak menyukaimu aku tidak akan menciummu.

Aoi beneran shock, ia bahkan tidak tenang, terlihat dari gerakan tangannya HAHAHAHHHA.
Aoi mengatakan kalau Akari tidak mengatakannya, bagaimana ia bisa tahu?
Akari mengatakan kalau selama ini ia pikir Aoi menolaknya. Ia selalu berfikir, harusnya ia mengatakannya dengan jelas, bukan dengan surat.
Aoi menatap Akari. Ia menghela nafas dengan kenyataan yang keduanya baru mereka ketahui.

Aoi berdiri, ia menghela nafas lagi dan berkata, Ada apa dengan kita berdua ini?
Akari juga menyesali masa lalu, Kenapa semua hal menjadi sangat rumit seperti ini?

Shota ada dirumahnya. Duduk dalam kegelapan malam yang menyelimuti.
Ia duduk di meja kerjanya, ia memikirkan banyak hal dan menggaruk kepalanya, meutupi wajahnya.
Ia menatap manga one piece dan surat Akari. Air mata menetes di atas surat itu. Shota menangis.
(Aduuuuuuuuuuuuuuh dedek shota, sini kaka pelukk :* )

Akari dan Aoi masih di Tateyama. Mereka duduk di pemberhentian bus sampai pagi hari menjelang.
Akari sangat mengantuk. Ia memakai kemeja Aoi.
Akari sangat mengantuk, ia setengah sadar meski ia menutup matanya. Ia mengangkat kepalanya dan Aoi memperhatikan Akari sejak tadi.
Melihat akari yang seperti itu, akhirnya Aoi menarik kepala Akari untuk bersandar di bahunya.

Akari tertidur sambil menyandarkan kepalanya di bahu Aoi.
aoi diam saja, ia menatap ke depan. Ia sedang memikirkan sesuatu.
Shota menunduk, ia akhirnya mengambil keputusan dan diam-diam mencium Akari yang sedang tertidur.

Tapi ternyata Akari tidak tidur. Ia sadar. Ia membuka matanya. Tapi ia tidak bergerak.
Akari bahkan tidak tersenyum. Ia memutuskan untuk menutup matanya kembali, seolah-olah hal itu tidak pernah terjadi.

-END-

Komentar:
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!
Kiss! Kissu!! Apakah akhirnya Aoi mengakui perasaannya, kalau sampai saat ini ia masih menyukai Akari????
Lalu bagaimana dengan Akari? Apakah ia menyukai Akari dan meninggalkan Shota? Atau ia tidak akan bersama keduanya?
Kenapa ia tidak tersenyum???

Episode selanjutnya, Shota akhirnya mengakui pada Aoi, kalau 7 tahun lalu ia mengambil pesan Akari.
shota sepertinya benar-benar akan melepaskan Akari. Tapi dari kata-katanya, sepertinya Akari masih berharap pada Shota.
Ujian Akari dimulai, ia membawa jimat saat ujian dan tersenyum mmebaca pesan di ponselnya. Aoi juga tampak tersenyum bahagia membaca pesan diponselnya.
Apakah mereka berdua memutuskan berkencan?????????????????????????

Oke. Mari kita menarik nafas dalam dan lepaskan.
Oke. episode ini cukup berat bagi saia. Karena secara perlahan aku mulai menyukai Shota, jadi aku bingung ingin nge-ship siapa!!!! AKHHH!!!!
Dilain sisi, aku kasihan pada Shota dan ingin dia bersama Akari. Tapi dilain sisi, Aoi juga punya hak untuk bersama Akari.
Itu benar bahwa Shota bersalah. Ia berniat melindungi Akari dengan tidak memberitahukan tentang ayah Akari karena takut Akari terluka. Lalu ia juga bersalah karena surat itu.
Tapi tanpa surat itu, Shota juga tidak akan pernah bersama Akari. Karena semuanya sudah terjadi, tinggal bagaimana menghadapinya.
Well, kalau manga one piece itu karena cinta, ia memberikan uang pada ayah Akari karena itu. Selama ini ia mencari ayah Akari dan sepertinya ia menemukannya, hanay saja ia tahu kalau ayah Akari sudah menikah lagi. Karena kalau Akari tahu Akari akan terluka, karena akhirnya Akari beneran sendirian. Makanya ia tidak pernah mengatakannya pada Akari.

Dilihat dari preview episode selanjutnya, Kouhei akan mulai lagi beraksi, sepertinya ia juga kasihan pada Shota, jadi ia menyadarkan Akari, selama 5 tahun ini Shota lah yang mendukung Akari, tanpa Shota, Akari tidak akan seperti sekarang.
Aku tahu Akari juga buka orang yang akan meninggalkan orang lain karena hal seperti itu. Tapi jika dia bersama Shota setelah mengetahui semuanya, dan hanya karena 5 tahun Shota mendukungnya, maka itu namanya hanya kasihan. Cinta tidak bisa hanya karena rasa kasihan kan?
Itu benar kalau Akari mencintai Shota, sangat mencintainya, sebelum masalah ini. mengenai perasaan, semuanya tentu bisa berubah, karena waktu bisa merubah segalanya. Jadi, apakah cinta Akari akan berubah setelah semuanya??

Itu benar Aoi mencintai Akari sejak dulu. Tapi dia tipe yang hanya akan diam saja. Sejak dulu, ia selalu diam dan lebih baik memandangi dari jauh dan mengamati. Tapi dengan ciuman di akhir episode, itu bukti bahwa sepertinya dia akan mulai berubah, untuk memulai.
Jika memang Aoi dan Akari ditakdirkan bersama, maka sebaiknya episode depan, keduanya jangan pacaran dulu, tapi secara perlahan dan perlahan.
Aku lebih ingin melihat prosesnya, bagaimana keduanya dan semuanya akhirnya bisa saling merelakan. Tapi aku tetap kasian pada Shota.

Ayah Akari beneran jahat. Aku sama sekali tidak menyangka kalau dia menikah lagi. Bagaimana bisa dia meninggalkan Akari begitu saja dan berniat menikah lagi. Bukan hanya itu, dia tidak mau menemui Akari dan bahkan tidak mengatakan kenyataan sebenarnya????????
Aku penasaran sampai kapan kebohongan itu akan bertahan. Kalau dilihat, istri ayah Akari baik kok, dia juga pasti akan mengerti. Toh, Akari ga akan menumpang bersama mereka, ga akan merepotkan.
Pokoknya aku hanya bisa menganga dengan ayah Akari itu. Ckckckkckc.

Kouhei beneran sahabat yang baik!!!
Aduuuuuh pengen punya satu kayak Kouhei, ternyata dia punya kelebihan juga, soalnya dari kemarin kerjaannya ngomooooong mulu.
Aku suka banged caranya membuat perasaan Shota jadi tenang. Dia mengajak Shota curhat berdua mengatakan ini dan itu. episode selanjutnya dia bakalan nasehatin Akari juga.
Dia memang selalu memberi solusi sih, pada Aoi juga sering banged.
Tapi ngomong-ngomong, dia bakalan selamanya di rumah Aoi kah? HAHAHHAH, kok ga pulang-pulang dia, hehhehehhee

Awalnya aku memang ga menyukai Ruiko, tapi episode ini membuat aku mengacungi jempol untuknya, Aku sukaaaaa!!
Dia bukan gadis yang egois, dia dewasa. Harusnya aku menyadarinya sejak episode dimana dia muncul, kalau selama ini kan dia memang tidak pernah egois tentang Aoi. Ia membiarkan Aoi mengantar Akari pulang meski saat itu ia sedang bersama Aoi dan episode ini, ia membuat Aoi menyadari kalau ia ingin menemui Akari.
Good Job! Kalau tidak ada Ruiko, maka Aoi beneran akan berdiam galau di atas atap itu tanpa berbuat apapun,. Benar, dia tipe orang yang mendahulukan orang lain, dari pada menuruti keinginannya. Makanya selama ini ia selalu sms shota kalau ada apa-apa dengan Akari.
Kasian juga sih kalau Ruiko ga dapat pasangan.

Team ShoRi! Team AoRi!!
Ganbatte neee~
btw, aku adalah team Aoi Miura, kekekkekkeekke

Sinopsis and Screencapture by Hazuki Airin
DO NOT SHARE WITHOUT CREDITS!
DO NOT REPOST IN OTHER SITE!
'Membuat sinopsis ga semudah copy paste! Hargai karya orang lain'

3 comments:

  1. Dilihat dari ep ini kyake si akari sama shouta :'(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hontou ni????
      *aku jadi seneng, HAHAHAAH

      Delete
  2. Aoi sm ruiko juga gpp.. Ihihihi.. Paling suka drama ky gni lebih realistis,jd bner2 di nikmati bgt. Semangat!!

    ReplyDelete

 

Random Post

Clover Blossoms Fanpage

In My Radar

Watching :
- We Married as A Job
- Jimi ni Sugoi!
- Weightlifting Fairy
- Goblin
- The Legend of The Blue Sea
- Father I'll Take Care of You
- Beppin-san
- Gochisousan

Waiting Drama:
- Miss in Kiss

Waiting Movies:
- One Week Friends
- Your Lie in April
- Aozora Yell
- Itakiss Movie

Favorite Song This Time :
- Red Cheek Puberty - Galaxy
- Ben - Foggy Road
- Twice - Next Page
- Utada Hikaru - Hanataba wo Kimini
- LYn - Love Story