[Sinopsis] Koinaka Episode 6 Part 2

----------------------------------------------------------------------

Sinopsis Koinaka Episode 6 Part2

 
Aoi sedang rapat bersama Mirei untuk pembangunan cafe penguin.

Akari memulai ujiannya dengan ujian tertulis dilanjutkan dengan wawancara.
aoi sibuk di kantor kesana kemari mencari referensi.
Waktu berlalu. Akari menyelesaikan ujiannya dan mengirim pesan pada Aoi, ia menyelesaikan ujian tanpa masalah. Ia juga berterima kasih, tapi ia tidak sakit perut saat ujian.,
Aoi tersenyum membaca pesannya.

Mirei menyelesaikan designnya dan memperlihatkannya pada Aoi untuk dimintai pendapat.
Mirei bertanya, bagaimana?
Ia menatap Aoi dengan was was.
Aoi tersenyum dan mengatakan ia pikir designnya sangat bagus.
Mirei senang mendengarnya. Ia berdiri dengan lega dan mulai mengkhawatirkan kondisi kulitnya yang mengerikan karena kebanyakan begadang.
Aoi masih melihat designnya dan bertanya, berapa banyak yang kau gambar?

Mirei yang sedang mengambil minuman berkata, hmmm.... bagaimana jika 200?
Aoi terkejut, sebanyak itu?
Mirei yakin, tentu saja, ini adalah kesempatanku.
Aoi memikirkannya. Mirei kemudian tertarik, Ah, apakah kau berfikir bahwa kau tidak akan pernah memiliki kesempatan atau sesuatu yang negatif kan?
Aoi membantah. Tapi Mirei tahu pikiran Aoi, karena ia juga menjadi super negatif saat ia masih baru bekerja disana.
Aoi tak percaya, benarkah?
Mirei mengatakan, bekerja dengan orang hebat seperti Mariko-san, aku tidak bisa membantunya dan malah hanya berfikir negatif. Aku selalu berfikir 'apakah aku tidak punya bakat sama sekali?'. Hal-hal seperti itu. Aku bahkan sempat berfikir untuk berhenti. Tapi aku menyadari bahwa aku tidak harus menetapkan batasanku sendiri. Aku memutuskan untuk mengikuti dan bekerja dengan Mariko-san, melakukan yang terbaik yang aku bisa.

Aoi tersenyum mendengarnya. Ia mengerti, selama ini itu memang yang ada dipikirannya. Ia merasa menjadi orang tak berguna di kantor, merasakan bagaimana bakatnya kurang dan kadang tidak bisa mengikuti.
Tapi Mirei benar, ia seharusnya tidak menetapkan batasan untuk diri sendiri, hanya melakukan yang terbaik. Itu lah yang harus dilakukan. Ia tersenyum.

Shota akan masuk ke kamar rawat inap Kokone saat ia melihat teman cowok Kokone berkunjung.
Sepertinya mereka membicarakan masalah hanabi, dimana Kokone sepertinya tidak bisa pergi.
Shota mendengarkannya dari luar.
Teman Kokone mengatakan tidak apa-apa, tapi Kokone mengejek sekaligus minta maaf karena temannya pasti tidak punya orang untuk diajak pergi.
Temannya sedikit kesal dan akhirnya ia pulang setelah pamitan.

shota mengetuk pintu dan masuk, ia mnegecek kondisi Kokone lewat monitor.
Kokone mengambil majalah remaja dengan artikel Hanabi memakai yukata dan Shota melihatnya, kau ingin melihat kembang api?
Kokone mengatakan kalau ia tidak bisa pergi. Dr. Mayama tidak mengizinkannya untuk pergi.
Shota mengerti. Kokone mengatakan kalau ia tidak apa-apa tidak pergi.

Shota melihat Kokone yang kelihatan mencoba untuk tidak peduli tapi tetap membolak-balik majalah.
Shota mengecek kondisi Kokone lagi dan mengatakan jika hanya sebentar Kokone akan baik-baik saja dengan obat-obatan oral. Ia bisa meminta dr Mayama untuk mengizinkan Kokone pergi.
Kokone terdiam. Tapi ia mencoba tak peduli lagi, jangan dipikirkan, aku tidak akan pergi.
Shota juga bersikap cuek, Oh, ya sudah.

Shota bersiap pergi saat Kokone menarik jas dokternya.
Shota bertanya, kenapa?
Kokone terdiam, ia menunduk malu.
Shota tersenyum melihatnya, serahkan saja padaku.

Shota keluar dari kamar Kokone saat Kazuha sudah menunggunya diluar dan memanggilnya. Keduanya bicara. Kazuha mengaku kalau ia memberitahu Akari mengenai uang itu. Kazuha mengatakan ia hanya khawatir Shota dalam kesulitan.
Shota tersenyum dan mengatakan kalau Kazuha salah menduga, semuanya adalah salahnya.
Kazuha berdiri dan membungkuk pada Shota karena sudah melakukan hal itu tanpa memberitahu Aoi.
Shota tertawa dan kemudian berterima kasih, membuat Kazuha terkejut.
Shota berterimakasih karena sudah mengkhawatirkannya. Shota kemudian meninggalkan Kazuha dan mengatakan kalau ia baik-baik saja.

Kouhei di kamar Aoi dan mengambil manga one piece volume 51.
Nanami melihatnya. Ia masuk dan mengatakan kalau kakaknya pasti punya waktu yang sulit. Ia tidak tahu kalau Shota akan melakukan hal seperti itu.
Kouhei setuju. Tapi ia penasaran kenapa Shota tidak membuangnya, selama 7 tahun ini, ia penasaran bagaimana perasaan Shota yang tetap menyimpan manga dan surat Akari untuk Aoi.
Nanami terdiam, ia mengatakan ia tidak tahu, jangan tanya padanya.
Kouhei kemudian meminta maaf. Nanami mengatakan kalau ia tidak tahu, tapi ia pikir Kouhei pasti mengerti. Karena mereka berteman.
Kouhei memikirkan hal itu. Ia menatap foto reunian mereka dan fokus pada foto dirinya, akari dan Shota.

Akari sedang berjalan menuju tempat ujian kualifikasi gurunya. Hari ini pengumuman kelulusan.
Sementara itu Aoi juga berdoa di kantornya.

shota menyerahkan izin keluar rumah sakit pada Kokone. Kokone yang kaku memuji Shota dengan mengatakan kalau Shota melakukan sesuatu yang baik sebagai seorang dokter. Shota tertawa mendengarnya.
KOkone menunduk dan malu-malu mengucapkan terima kasih pada Shota. shota tersenyum dan menatap Kokone, sama-sama.
Shota akan pergi saat Kokone bertanya, Ujian Serizawa bagaimana? Bukankah hasil tesnya keluar hari ini? Apakah dia belum menelponmu?
Shota terdiam cukup lama dan berfikir. akhirnya ia mengatakan kalau akari belum menelponnya. Kokone manat Shota, ia tahu ada yang aneh dengan keduanya.

Shota menghela nafas diluar kamar Kokone. Ia berfikir sesuatu, sepertinya ia memutuskan tidak akan menelpon atau apapun untuk sementara.
Shota sedang berjalan di lorong informasi saat melihat Kouhei disana seperti sedang menggoda perawat.
Kouhei berbalik saat Shota memnggilnya dan berkata, YOO!

Akari tiba di papan pengumuman dan segera melihat nomor ujiannya. Ia mencari nonornya di papan pengumuman kelulusan. Tidak langsung mencari, ia melihat angka dengan berurutan.

Kouhei dan shota bicara dalam sebuah ruangan. Kouhei mengatakan kalau ia mendengar pembicaraan Shota dan Aoi malam itu. Ia mengatakan ia sangat marah pada Shota, Jika Shota mengetahui perasaan Aoi, harusnya Shota tidak melakukan hal itu.
Shota mengerti. Kouhei mengatakan kalau ia terus memikirkan dan memikirkannya, Kenapa kau tidak membuang surat Akari dan berpura-pura tidak tahu? aku tahu kalu melakukannya karena kau menyukai akari, tapi selama ini, kau menyesal sudah melakukannya, bukan? Itu sebabnya kau tidak bisa membuangnya kan? Apakah aku salah?
Shota terdiam. Punggungnya berat. Kouhei menatapnya mengharapkan jawaban 'iya'.

Tapi belum sempat Shota menjawab, ponselnya berdering, panggilan darurat.
Shota minta maaf, ia harus pergi. Kouhei masih belum puas dan memanggil namanya. SHota menghentikan langkahnya. Apa kau tahu ini hari apa?
Shota tidak berbalik, ia mengatakan ia tahu dan membuka pintu akan keluar.
Kouhei makin kesal, apa kau tidak apa-apa dengan semua ini?!
Shota menghela nafas berat dan mengatakan kalau ia tidak apa-apa.
Ia meninggalkan Kouhei sendirian yang merasa khawatir dengan semuanya.

Mirei dan Aoi sedang gugup berdua. Mereka menyerahkan design pada Mariko-san.
Mariko melihat design Mirei dan memujinya, ini bagus, aku bisa merasakan cintamu pada peguin.
Mirei lega mendengarnya, ia berterima kasih. Isohara memujinya dan meminta Mirei segera menyiapkan presentasinya.

Isohara dan Mirei sibuk membahas itu saat ponsel Aoi bergetar dan ia membuka sebuah pesan. Aoi sangat senang melihat pesannya dan berteriak 'yosh!'
Semuanya menatap Aoi, Kenapa? Apanya yang yes? Apakah kau merasa senang dengan hal itu.
Aoi gugup dan mengatakan bukan apa-apa.
Ia sangat bahagia dan senyuman tidak bisa hilang dari wajahnya. Aoi kembali membaca pesan di ponselnya.
Dari Akari yang mengatakan kalau ia lulus.

Akari berjalan dengan senyuman di wajahnya sambil menggenggam jimat dari Aoi.
Akari sangat bahagia saat ponselnya bergetar, pesan dari Aoi yang memintanya datang ke rumahnya jam 7, ia akan merayakan dengan kari special keluarga Miura.
Akari tersenyum membacanya.
Aoi sedang dimejanya melakukan sesuatu saat pesan Akari masuk 'sudah lama aku tidak makan kare-mu, aku akan menunggunya. Tapi aku mungkin akan sakit perut jadi aku pergi membeli obat dulu.'
Aoi tersenyum membacanya.

Mirei kemudian memanggil Aoi dan mengatakan kalau ia mengubah bentuk kolam penguin, ia ingin Aoi memverifikasinya karena ia butuh untuk presentasi.
Aoi mengerti. Kemudian Aoi teringat sesuatu dan mengejar Mirei, anooo, aku pikir aku mengatakannya padamu kemarin. Aku ada acara hari ini, aku juga sudah mendapat izin dari Mariko-san.
Mirei mengerti, ia mengizinkan Aoi pulang lebih awal tapi Aoi harus cepat melakukan apa yang ia minta.
Aoi mengerti.

Akari keluar dari wilayah kampus dengan senyuman di wajahnya. Di gerbang, ia bertemu dengan Kouhei yang menunggunya untuk menanyakan hasil ujiannya.
Akari tersenyum senang dan mengatakan kalau ia lulus, mereka berdua sangat bahagia dan melompat-lompat sambil tos, kegirangan.
Keduanya berjalan sambil ngobrol, Kouhei bertanya apakah Akari sudah menghubungi Aoi. Akari membenarkan, ia sudah mengirim sms pada Aoi. Kouhei menebak Aoi pasti sangat senang.

Kouhei kemudian mulai ke intinya, ia bertanya lagi, apa kau sudah memberitahu Shota?
Akari yang awalnya tersenyum bahagia, menjadi kaget, senyumannya menghilang. Kouhei menasehati, Ano sa, Shota sedang gelisah karena penasaran apakah kau lulus atau tidak.
Akari diam saja. Kouhei mengatakan ia tahu kalau mereka sedang banyak masalah, tapi itu benar bahwa selama 5 tahun ini, Shota lah yang mendukung Akari.
Akari terdiam, ia memikirkan perkataan Kouhei. Kouhei mengatakan lagi ketika Akari menjadi guru, maka Shota adalah orang yang paling bahagia.

Akari menatap Kouhei. Akari terdiam, kouhei terus bicara dan lanjut berjalan meninggalkan Akari.
Kouhei mengatakan kalau ia yakin Shota pasti ingin tahu, tapi ia tak bisa bertanya pada Akari karena masalah itu. Pasti Shota ingin mengucapkan selamat pada Akari lebih dari siapapun.
Kouhei kemudian tersadar karena Akari tetap diam di tempat. Ia berbalik dan meminta maaf.
Akari sadar kalau ia termenung dan mengatakan bukan apa-apa.

Sementara itu Aoi bersiap untuk pesta di rumah, ia kembali membawa kue dan bahan masakan untuk membuat kari.
Nanami masih di rumah dan bertanya, apakah Akari lulus ya.
Aoi membenarkan.  Tapi ia kaget kenapa Nanami tahu. Nanami mengatakan melihat bawaan Aoi dan ekspresinya saja ia sudah tahu.
Nanami bersiap akan berangkat, aoi mengatakan Akari akan datang nanti. Nanami menatap kakaknya dan mengatakan kalau ia tidak akan pulang terlambat.
Aoi tersenyum.

Akari berjalan sendirian sambil berfikir.
Kakinya terus melangkah tapi hatinya di tempat lain. Ia tiba di bawah apartemen Aoi. Ia menatap ke atas.

Aoi sedang memasak saat ponselnya berdering.
Akari menelpon, Aoi sedang dalam mood baik dan mengatakan ia sedang membuat kari.
Tapi mood nya langsung turun saan Akari mengatakan ia akan menemui Shota terlebih dahulu, ada sesuatu yang ingin ia katakan secara langsung.
aoi mengerti. Ia akan menunggu Akari untum kari khusus keluarga Miura.
Akari minta maaf karena tidak bisa datang diwaktu yang mereka janjikan.

Akari ke rumah sakit untuk bertemu Shota. Keduanya berpapasan di lobi. Shota cukup kaget melihat Akari disana.

Sementara itu, Aoi selesai membuat karinya, rasanya juga sudah pas dan ia puas.

Akari dan Shota bicara di atap rumah sakit.
Akari mengatakan saat ia mengetahui tentang surat itu, ia tidak bisa mengerti Shota, bahkan tidak bisa mempercayainya lagi. Ia selalu bertanya-tanya apa arti 5 tahun ini. Tapi ia menyadari, waktu yang mereka habiskan bersama, untuknya sangat berharga.
Shota menatap Akari. Akari berkata, Karena kau telah bersamaku, aku bisa disini sekarang. Aku lulus ujian. Aku akan menjadi guru.
OMG!!!! Shota terharu mendengarnya, ia hampir menangis karena bahagia karena Akari akhirnya menggapai impiannya. Shota tersenyum dan mengatakan kalau ia ikut senang.

Mata Akari berkaca-kaca, ia tersenyum dan mengangguk. Shota hampir menangis dan mengucapkan selamat pada Akari.
Akari mengucapkan terima kasih. Shota mengatakan kalau akari sangat hebat, semua usahanya selama ini terbayar.
Shota menatap akari yang tersenyum dan mengatakan kalau Akari memang terlihat paling cantik saat tersenyum.
Shota juga mengucapkan terima kasih karena Akari datang untuk memberitahukan itu padanya.
Akari menggeleng. Ia tersenyum dan mengatakan kalau ia akan pergi sekarang.
Shota mengangguk.

Akari meninggalkan Shota sendirian, dengan kesedihan luar biasanya yang terpancar dari wajahnya, gadis itu bukan miliknya lagi meski ia sangat mencintainya.

Aoi sudah menata meja di rumahnya untuk pesta kelulusan Akari.
Ia membuka kue yang ia beli, Strawberry Cake dengan tulisan 'selamat atas kelulusannya, Akari.'
Ia puas melihatnya.

Akari berjalan meninggalkan Shota. Shota masih berdiri di tempat yang sama, ia mengerutkan keningnya dan berfikir. Ada sesuatu yang akan hilang darinya, ia merasakannya.
Langkah itu semakin menjauh, ia merasa belum bisa merelakannya.
Shota berbalik dan memanggilnya, Akari!

Angin berhembus kencang, masuk ke dalam rumah Aoi yang sedang menunggu Akari.
Aoi melihat ke luar jendela, ia menatap langit sore itu. Entah ia merasakan firasat atau tidak, tapi ia tersenyum menanti kedatangan Akari.

Akari menghentikan langkahnya, ia terkejut dan berbalik.
Shota disana, menatapnya dengan wajah penyesalan.

Shota terdiam. Ia ingin mengatakan sesuatu dari dalam lubuk hatinya. Tapi matanya berputar memperlihatkan keraguannya dan akhirnya ia bicara, bukan hal yang ingin ia katakan.
Shota bertanya, Jika kau ada waktu, apa kau tidak keberatan mampir ke kamar Yamashiro-san (Kokone)? Dia mnegkhawatirkanmu.
Akari seolah-olah merasa lega mendengarnya, ia tersenyum dan mengiyakan.

Akari berjalan membelakangi Shota Aoi.
Shota menatap kepergiannya.
Ia terlihat sangat sedih. Ia menelan ludah karena tak mampu menyampaikan sesuatu.
Shota menunduk.

Akari tiba di kamar kokone. Akari masuk ke kamar dengan gembira, Kokone pura-pura tak peduli dan mengatakan kalau Akari pasti gagal.
Akari tersenyum dan mengatakan sayang sekali karena ia lulus.
Kokone menyembunyikan rasa bahagianya dan hanya menjawba cuek.
Akari protes, mengatakan kalau pacar Kokone akan bosan jika dia begitu terus.
Kokone mengatakan Akari berisik sekali, ia menyuruh Akari pulang saja jika tidak ada yang ingin disampaikan.
Akari manyun dan mengatakan kalau ia akan pulang. Saat Akari akan membuka pintu, KOkone memanggilnya dan mengucapkan selamat.
Akari tersenyum mendengarnya, mereka berpisah.

Akari berjalan dengan langkah ringan karena bahagia. Tapi kemudian ia terkejut mendengar bunyi benda jatuh.
Akari khawatir dan masuk ke kamar Kokone.
Akari terkejut melihat kokone sesak nafas tak terkendali. Ia panik dan bertanya apakah Kokone baik-baik saja.
Akari panik dan memanggil perawat.

Shota berlari ke kamar Kokone dan menyuruh Akari minggir karena ia akan memeriksa Kokone.
Akari panik. Shota memeriksa dan menanyakan tentang ini dan itu pada perawat. Mereka akn bersiap memeriksa Kokone dan akari disuruh keluar menunggu.
Akari keluar, tasnya masih tertinggal didalam, ia khawatir.

Aoi menunggu Akari di rumah, hari sudah gelap. Aoi melihat jam menunjukkan pukul 7 malam, tapi belum ada tanda-tanda kedatangan Akari.

Akari masih di rumah sakit. Ia khawatir akan keadaan Kokone. Ia tidak bisa begitu saja meninggalkan Kokone.

Aoi mulai gelisah menunggu Akari. Ia melihat jam sudah menunjukkan pukul 8 lebih. Ia memeriksa ponselnya, tidak ada panggilan atau pun pesan.

Akari masih menunggu dengan khawatir. Keadaan Kokone sepertinya sangat buruk, perawat keluar berlari-lari mengambilkan sesuatu.

Hampir jam setengah sepuluh, Akari belum juga menghubunginya. Aoi memutuskan menelpon Akari, tapi Akari tidak menjawab ponselnya.

Akari di rumah sakit semakin khawatir, ia menggenggam jimat dari Aoi dan berdoa.

Dan waktu pun berlalu....

-END-

Komentar :

Kok Kokone lama banged ya? Maksudnya, kalau keadaannya parah gitu, apa ga dibawa ke ruang operasi? Sampai jam 12 malam lhooo.
Well aku ga ngerti sih hal-hal seperti itu. Tapi biasanya kalau di film-film Korea kan yang lama nunggu itu pas di ruang operasinya.

Episode selanjutnya agak lebai menurut aku. Tapi preview bisa membohongi sih. Aoi membuang kue-nya dan sepertinya marah besar pada Akari sampai-sampai ia mau berhenti jadi arsitek??????
Tapi kayaknya ga ada hubungannya sih. Tapi aku paling penasaran dengan Mirei yang diajak ke rumah sama Aoi, Kouhei dan Nanami ngintipin pacar baru kakaknya, HAHAHHAHAHAHH, mereka ngira-nya begitu.
Akan ada sesi foto untuk episode minggu depan, well, sepertinya semuanya baikan deh, kalau udah begitu.

Aku merasa Akari dan Aoi beneran ga ditakdirkan bersama. Ini adalah janji pertama mereka untuk berduaan setelah 7 tahun, tapi ada saja yang menghalanginya.
Kita memang ga pernah tahu apa yang akan terjadi bahkan sedetik kedepan, tapi entah kenapa takdir sepertinya tidak berpihak pada keduanya. apakah ini akan menjadi tanda-tanda????????? *hihihihihihi

Aku suka banged kalau Aoi ada dikantor. Semua orang disana dewasa, percakapan mereka pasti mengandung arti tertentu yang mampu menyadarkan Aoi. Makanya aku selalu memperhatikan percakapan mereka karena akan ada maksud dibaliknya.
Aku suka seklai kali ini Mirei yang berperan penting. Ia memberitahukan kalau semua karyawan baru awalnya pasti akan seperti Aoi, selalu merasa buruk, selalu berfikiran negatif pada diri sendiri, tentu saja karena ia masih baru dan karena belum banyak pengalaman.
Banyak hal yang bisa dipelajari dari pengalaman, itu sebabanya pengalaman sangat penting karena itu yang membuat seseorang berkembang.

Aku mengerti kenapa Shota seolah-olah menjadi lemah dan tidak mau memperjuangkan Akari. Tentu saja karena rasa bersalahnya. Jika dia merasa bersalah tapi tetap  mengejar dan memaksa Akari, aku rasa itu akan membuat kita semakin benci pada Shota.
Untungnya dia memilih diam dulu. Makanya ia tidak menghubungi Akari karena rasa bersalahnya, tapi aku senang ia menjernihkan semuanya dengan mengakui kesalahannya. Memang sih, sekarang semuanya tergantung pada yang menanggapi.
Tapi aku benar-benar berharap saat keduanya bicara di atap rumah sakit, saat Shota memanggil Akari, aku berharap ia mengungkapkan perasaannya. Kelihatan banged dari wajahnya yang galau kalau awalnya ia ingin mengatakan hal itu.

Kayaknya Koinaka akan tamat di episode 9 deh. Soalnya ada drama yang akan dijam yang sama 21 september nanti. ANOHANA!!!!!! KYAAAAAAAAAAAAA!!!!
Aku sudah menulis dipostingan sebelumnya, akhirnya ada live actionnya juga anime ini, semoga sebagus animenya dan tidak mengecewakan deh :)

OMG!!! Aku mau lah jadi cewek itu, KYAAAAAAAAAAAAAA!!!

Sinopsis and Screencapture by Hazuki Airin
Picture from Official Site & Official Twitter Koinaka

DO NOT SHARE WITHOUT CREDITS!!!!
DO NOT REPOST IN OTHER SITE!!!!

3 comments:

  1. Arigato hazuki sudah buat sinopsisnya: )

    ReplyDelete
  2. Next eps kpn dbkin sinopsisnya min..ditunggu lhoo...thank u ^^

    ReplyDelete

 

Random Post

Clover Blossoms Fanpage

In My Radar

Watching :
- We Married as A Job
- Jimi ni Sugoi!
- Weightlifting Fairy
- Goblin
- The Legend of The Blue Sea
- Father I'll Take Care of You
- Beppin-san
- Gochisousan

Waiting Drama:
- Miss in Kiss

Waiting Movies:
- One Week Friends
- Your Lie in April
- Aozora Yell
- Itakiss Movie

Favorite Song This Time :
- Red Cheek Puberty - Galaxy
- Ben - Foggy Road
- Twice - Next Page
- Utada Hikaru - Hanataba wo Kimini
- LYn - Love Story