[Sinopsis] Koinaka Episode 7 Part 2

-------------------------------------------------
Sinopsis Koinaka Episode 7 Part 2

Akari menunggu kare buatan Aoi. Aoi menghidangkan kare-nya,
Keduanya makan dengan gembira sambil bercanda. Keduanya kelihatan akrab sekali seperti saat dulu, no awkward.
Sambil makan, sambil bercanda, protes ini dan itu.

Keduanya selesai makan sama-sama dan mencuci piring sama-sama, sambil bercanda dengan Sazae-san dan kucingnya Tama (Film / komik apa sih? One Piece?).

Malamnya Aoi tersenyum sambil menggambar sesuatu, ia bersemangat dan serius.

Kouhei melihatnya dan diam-diam mengambil kasurnya, agar tidak mengganggu Aoi.
Nanami juga melihatnya dan keduanya tersenyum melihat Aoi kembali bersemangat.

Nanami berjalan menuju kamarnya dan Kouhei mengikutinya. Nanami menunjukkan mata tajamnya, kenapa Kouhei mengikutinya ke kamar dengan kasurnya.
Nanami kemudian melihat ada sepasang piring, sendok dan gelas di tempat cuci, lalu ia menyadari pasti tadi Akari datang sehingga Aoi menjadi bersemangat. Keduanya tersenyum.

Pagi harinya, Aoi ke kantor dan membungkuk pada Isohara agar Isohara memaafkannya. Isohara tak semudah itu memaafkannya. Aoi membungkuk dan memohon lagi hingga Isohara akhirnya menerima Aoi kembali.
Aoi juga menemui Mirei da meminta maaf karena kesalahannya sebelumnya, ia kemudian memberikan design pada Mirei untuk di cek. Mirei tampak cuek pada Aoi tapi memberinya tugas selanjutnya.
Entah kenapa hari itu semuanya bersikap dingin pada Aoi.
Mariko-san juga. aoi bahkan harus memanggilnya 2 kali agar menoleh, Aoi memberikan sesuatu pada Mariko-san, sebuah design dan ingin Mariko melihatnya.

Shota bertemu dengan Aoi di atap rumah sakit (BTW, entah efek embut ato asap, cuaca ga mendukung -Trauma Asap di Riau- HAHAHAHHA).
Aoi mengatakan ia sudah mendengar mengenai murid Akari adalah pasien Shota. Aoi kemudian mengeluarkan design buatan Akari dan memperlihatkannya pada Shota. Shota tidak mengerti.
Aoi mengatakan Akari ingin melakukan sesuatu demi gadis itu, bagaimanapun ia ingin Kokone melihat kembang api.
Aoi juga mengatakan sebenarnya bukan ia yang ingin meminta bantuan, ia hanya menolong Akari (jaga image bang? HAHAH).

Shota menatap Aoi. Aoi bertanya, bukankah kau juga begitu?
Shota membenarkan.
Aoi kemudian mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya, ia memberikannya pada Shota, aku serahkan padamu.
Shota melihat map / amplop yang diberikan Aoi dan menatap Aoi dengan serius.

Shota dan Aoi berjuang demi rencana Akari.
Shota meyakinkan dokter kepala, sedangkan Aoi tidak menyerah meyakinkan pria yang bekerja di kontruksi gedung. Cara memohon Aoi beneran lucu, KYAAAAAAa!!!!
Sementara itu Akari melakukan tugasnya juga, mengunjungi pacar kecil Kokone (meski mereka belum pacaran sih, hehehehhe).
Kokone dikamarnya masih memikirkan tentang hanabi, ia tidak konsentrasi untuk belajar.

Aoi sibuk di rumahnya memotong kardus sesuai design. Nanami dan Kouhei juga menawarkan bantuan mereka.

Shota sibuk di rumah sakit dengan part-time-nya membantu membuat sesuatu dari kardus. Kazuha memujinya, ia mengatakan kalau Shota sudah berubah. Ia juga menawarkan bantuannya. Shota tersenyum.

Ruiko juga menyemangati mantan pacarnya dengan membawakan dokumen yang mungkin berguna, dan tentu saja kopi yang akan menemani Aoi begadang.

Kokone tak bersemangat di kamarnya. Ia masih kepikiran hanabi, ia melihat poster hanabi saat Akari datang dan memintanya keluar.
Kokone dengan bingung mengikuti Akari dan melihat Shota, Akari, Aoi, Kouhei dan Nanami berdri di lorong, Ia bingung.
Akari menghitung 1 2 3 dan mereka berlima menepi sehingga lorong kelihatan, Kokone terkejut, apa ini???????

Lorong rumah sakit telah disulap menjadi tempat festival.
Banyak yang memakai yukata, ada penjual makanan, ada permainan dan lain sebagainya, persis seperti matsuri.
Shota mengatakan semuanya ingin melakukan sesuatu untuk Kokone, jadi Akari merancangnya dan teman mereka yang seorang arsitek membuatnya.
Aoi mulai menggoda dengan memperlihatkan gambar jelek Akari pada Kokone, Akari marah dan menedang bokong aoi dengan keras. HAHAHAHAHHAHA. I love them!
Kazuha kemudian datang membawa pacar kecil Kokone. Pacar kecil menyapanya, Kokone jadi malu, ia kabur.

Akari mengejarnya, Shota khawatir apakah Kokone marah karena mereka merahasiakannya. Aoi juga ga yakin.
Kazuha tersenyum dan mengatakan kalau mereka berdua tidak mengerti hal semacam itu.

Semuanya menunggu dengan khawatir di lorong, saat Kokone datang dengan yukatanya, memakai geta, jepit rambut dan tas yang biasa di bawa saat matsuri, dan tentu saja, infus yang ga boleh lepas dari tangannya.
Semuanya senang melihat Kokone disana, mereka tersenyum bahagia.
Akari menyuruh Kokone segera mendekati pacar kecilnya, Kokone berjalan dengan malu-malu, ia tak yakin dan melihat kebelakang lagi. Yang lain menyemangatinya.

Kokone mendekati pacar kecilnya dan memanggil namanya. Pacar kecilnya kelihatan malu dan mengatakan kalau kokone tidak cocok mengenakan Yukata. Kokone kesal dan menendang kaki Yuma.
Yang lain ketawa cekikikan dibelakang. HAHHAHHAHAH. *apakah hal itu yang biasa para pria katakan pada gadis yang disukainya kalau pertama kali pake yukata????? menurutku semua yang memakai yukata cantik lhoooo, aku juga mau make sekali-kali T____T sayangnya disini ga ada matsuri, kalaupun ada aku selalu ketinggalan info T___T

Kokone dan Yuma menghabiskan waktu dengan gembira, mencoba banyak permainan, makan ice cream dan lain lain, tapi mereka tidak tertarik mampir ke stan Kouhei.

Aoi, Akari dan shota juga menikmati kebersamaan mereka bertiga, berjalan disekitaran stan, bercanda dan bersenang-senang, mereka juga ga tertarik dengan stan tofu milik Kouhei.
Ketiganya tersenyum saat melihat Kokone menikmati festival buatan mereka.
Akari tersenyum senang melihatnya, dan senyumannya menangkap hati seseorang lagi, SHOTA.

Festival bukan hanya itu, ada kejutan lainnya, Akari dkk membawa Kokone dan Yuma ke sebuah ruangan gelap.
Akari memberi tanda pada Shota, Shota mengerti dan menekan sebuah tombol.

Tiba-tiba gedung dari kardus menyala di dinding, seolah-olah terlihat seperti sebuah kota yang lampu menyala melalui jendela. Lalu di layar besar muncul kembang api. SANGAAAAAATT INDAHHH!!!
Seolah-olah-olah kita ada diatas gedung yang tinggi melihat kembang api. WOOOOOWWWW, pengiiiiiin!!!!
Kokone dan Yuma menikmati kembang api buatan Akari dkk. Shota, Aoi dan Akari perlahan meninggalkan keduanya.

Diam-diam keduanya menikmati malam yang romantis itu, meski cuma buatan.
Yuma memandangi Kokone diam-diam dan tiba-tiba ia menggenggam tangan Kokone membuat Kokone terkejut. Kokone tersenyum diam-diam, mereka menikmati kembang api diruangan itu.

Ada seseorang yang tertarik dengan stan tahu Kouhei. Aoi terkejut karena orang itu adalah Mariko-san.
Aoi dan MAriko bicara di atap gedung rumah sakit, ia cukup kaget Mariko datang. Mariko mengatakan semuanya melarangnya,tapi ia tetap ingin peegi dan akhirnya kabur dari kantor.
Keduanya membicarakan sesuatu dan akhirnya Aoi mengatakan sekarang ia mengerti, apa yang paling penting dalam menjadi seorang arsitek. Aoi menunjukkan wajah tersenyummnya yang membuat Mariko penasaran, bagaimana kau bisa tahu?

Aoi tersenyum dan berkata ada seseorang yang membuatnya menyadarinya.
Mariko bertanya, kau suka hana-yashiki?
Mariko lucu banged pake topeng, untung Aoi ga kaget. Mariko memberikan aoi tiket ke taman bermain Hana-Yashiki, 2 tiket, sebagai hadiah untuk kerja keras Aoi.
aoi tersenyum senang.

Shota dan Akari masuk ke kamar Kokone. Kokone duduk disana, matanya berkaca-kaca, Akari khawatir.
Kokone mengatakan kalau ia menyatakan perasaannya pada Yuma dan Yuma mengajaknya berkencan di festival kembang api tahun depan.
Akari senang mendengarnya. Kokone mengatakan ia akan melakukan yang terbaik agar bisa sembuh di Hokaido.
Shota meyakinkan Kokone akan sembuh. Kokone mengatakan jika ia tidak mengatakannya, mungkin ia akan menyesal selamanya.
Kokone tersenyum dan berterima kasih pada kedua senseinya.
Shota dan Akari tersenyum.

Keduanya meninggalkan kamar Kokone saat Kokone memanggil Akari.
Kokone tersenyum padanya dan mengatakan agar akari tidak menyesal. Akari bingung.
Kokone mengingatkan tentang pancake. Akari baru mengingatnya dan mengerti.
Shota melihat keduanya.

Akari keluar dan berjalan dengan gembira sambil mencari Aoi. Ia bertanya pada Nanami dan Kouhei, keduanya juga tidak melihat Aoi,.
Akari berjalan dan berselisih dengan 2 orang yang membawa papan pemisah.
Dan takdir sepertinya belum berpihak karena disisi satunya Aoi berselisih jalan dengan Akari.
Ia bertanya pada Kouhei dan Nanami dimana Akari. Kouhei dan Nanami tentu saja tertawa, karena Akari barusan mencari Aoi.

Akari terus berjalan mencari Aoi. Tiba-tiba langkahnya terhenti di depan ruang kembang api tadi. Ia melihat pintu dan memutuskan mengecek didalam.
Akari membuka pintu, seseorang melihatnya.

Akari masuk ke dalam ruangan, kembang api virtual masih menyala dengan indahnya didinding.
Akari tersenyum memandangi kembang api yang ia sukai.
Seseorang membuka pintu. SHOTA. Ia melihat Akari yang berdiri disana memandangi kembang api.

Aoi yang mencari Akari berbelok ke lorong yang sama dengan ruangan kembang api. Ia melewati pintu ruangan itu.

Akari berbalik untuk pergi dan melihat Shota disana.
Shota mendekatinya dan mengatakan kembang apinya indah. Akari setuju.
Keduanya memandangi kembang api di dinding.
Shota menghela nafas, Akari?
Akari menjawab, hm?
Shota meyakinkan, Kenapa kita tidak pergi melihat kembang api bersama?

Akari terkejut.
Shota menatap Akari dan mengatakan ia tahu kalau ia egois, tapi ia ingin mereka kembali bersama. Memulai dari awal.

Akari tidak menjawab, ia menunduk mengalihkan pandangannya.
Shota mengatakan kalau ia juga tidak ingin ada penyesalan.

Aoi masih mencari Akari dengan 2 tiket di tangannya, ia tiba di pintu ruangan kembang api. Ia melewati pintu, tapi pintu seperi magnet dan ia menatap pintunya sedikit terbuka. Aoi mendekati pintu itu dan membukanya.
Ia terkejut.

Shota berjalan mendekati Akari dan memeluknya dari belakang.
Shota berkata, ternyata aku tidak bisa kalau bukan Akari. Maukah kau menikah denganku?

Akari terdiam. Ia agak panik.
Aoi melihat keduanya, entah itu ia dengar atau tidak, tapi tangannya langsung lemas.

-END-

Komentar :

AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!
Ya!!! Jika kau tidak menyatakannya, maka seumur hidup kau akan menyesal jika gadis itu tidak bersamamu! Kau akan dihantui dengan 'seandainya, bagaimana jika, kalau'.
Itu sebabnya, meski ditolak, lebih baik menyatakan perasaan yang sebenarnya, jelas!!

Lukisan wanita mengintip. Tiba-tiba aku kepikiran adegan itu.
Apakah kalian menonton drama korea She Was Pretty???? Maka lukisan wanita mengintip sudah tidak asing.
Kebetulan adegan terakhir drama ini mirip lukisan itu, cuma bedanya yang mengintip seorang pria, bukan wanita, dan yang diintip bukan pria dan wanita sedang menari atau pelukan, tapi backhug, LOL. Tapi tetep aja mengingatkan aku sama SWP.
BTW, aku nonton SWP karena Park Seo Jun, dan fall in love sama karakter Choi SiWon gegara tooth accident dan Michael Jackson, he was so funny XD XD XD

 

Aku mengerti kenapa Shota menyatakan perasaannya lagi, bukan mau kah kau menjadi pacarku lagi, tapi mau kah kau menikah denganku.
Agar tidak ada penyesalan, maka lebih baik nyatakan. Shota benar ia mencintai Akari, meski ia mempunyai kesalahan dimasa lalu, ia sudah meminta maaf dan berusaha yang terbaik, tapi bagaimana pun ia mencintai Akari.
Sekarang tergantung bagaimana jawaban Akari.

Yang aku benci dari Aoi adalah, dia tipe pria yang mudah menyerah akan segala hal. Akari dan bahkan pekerjaannya. Ia selalu merasa tidak percaya diri tentang semua hal, ia selalu merasa orang lain lebih hebat dan ia jadi rendah diri.
Karenanya, ia terlihat seperti tidak memperjuangkan Akari. Itu benar ia mencintai Akari, mungkin cintanya lebih besar dari Shota, tapi jika tidak mau memperjuangkan, sama saja bohong. Sama dengan pekerjaannya, ia terlalu mudah menyerah dengan masalah yang dialaminya. Dan jika tidak ada yang menasehatinya atau menyadarkannya, ia bisa saja menjadi orang yang terpuruk.
Untung saja ia punya Akari, punya Kouhei yang selalu mau memberi semangat dan solusi terbaik.
Jadi ia berani mencoba kembali dan mencoba lagi.

Aku rasa episode ini sangat kreatif. YAPS!!! Aku tersentuh dengan scene kembang api yang dibuat dalam ruangan, dengan kardus yang dibuat menyerupai gedung dan juga layar yang menampilkan hanabi. Pokoknya kereeeen banged adegan itu!!! KYAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!
Tentu saja harus banyak adegan kreatif karena ini drama kan tentang arsitek juga, hihihihihihi.
BTW drama pengganti Koinaka ini menarik juga, mana ada Yuki Furukawa Hiihhihiihihihihiih.

Aku rasa dalam drama romance, movie, manga atau anime yang temanya full romance, Hanabi itu wajib. aku pembaca manga lepas dan kalau ada adegan hanabinya lebih kerasa. Apa benar Hanabi selalu menjadi momen romantis bagi para pasangan ya???? Jadi penasaran.
Tapi aku suka banged sama hanabi, pake yukata, melihat kembang api, memang sih romantisss, tapi banyak juga anime / manga yang aku baca patah hati saat Hanabi. Hehhehehehe.
Aku baru nyadar, di Itakiss ternyata ga ada adegan Hanabi, padahal akan bagus kalau ada adegan itu yaak???

Koinaka sudah berakhir minggu kemarin, aku juga sudah mengintip endingnya karena ga sabaran, dan seperti yang aku duga, ya begitulah endingnya, sejak awal udah ketebak kok.
Tentu saja aku agak kesal,AHHAHAHAHAHAHAH. Tapi siapa tahu episode 8 dan 9 nanti pikiran ku akan berubah.
Aku terlambat membuat sinopsis karena aku dalam masa persiapan ujian. Rencananya aku ujian minggu kemarin, tapi akibat kabut asap, ujiannya tertunda T____T karena kampus diliburkan.
Harus menyusun jadwal ulang lagi, mana dosennya susahnya minta ampun ditemui, aku jadi galau T____T

 SINOPSIS BY HAZUKI AIRIN
DO NOT REPOST IN OTHER SITE!
DO NOT SHARE WITHOUT CREDITS

0 comments:

Post a Comment

 

Random Post

Clover Blossoms Fanpage

In My Radar

Watching :
- We Married as A Job
- Jimi ni Sugoi!
- Weightlifting Fairy
- Goblin
- The Legend of The Blue Sea
- Father I'll Take Care of You
- Beppin-san
- Gochisousan

Waiting Drama:
- Miss in Kiss

Waiting Movies:
- One Week Friends
- Your Lie in April
- Aozora Yell
- Itakiss Movie

Favorite Song This Time :
- Red Cheek Puberty - Galaxy
- Ben - Foggy Road
- Twice - Next Page
- Utada Hikaru - Hanataba wo Kimini
- LYn - Love Story