[Recap] Bubblegum Episode 1 dan 2

SONG OF THE DAY
Marezora by Hiroyuki Sawano [download]

K-Drama stasiun TV kabel TvN semakin dan semakin bagus. Beragam cerita disajikan, tidak hanya tentang CEO dan gadis miskin tapi lebih ke arah cerita sehari-hari yang menarik untuk diikuti. Setelah aku menyelesaikan drama Twenty Again, aku mencoba kembali drama terbaru TvN yang berjudul Bubblegum.


Bubblegum adalah drama senin-selasa yang menggantikan slot tayang drama Rude Miss Young-Ae. Bubblegum dibintangi oleh cutie oppa Lee Dong Wook (My Girl, Hotel King) dan si lesung pipi Jung Ryu Won (King of Dramas, My Name is Kim Sam Soon). Selain itu ada om Lee Jong Hyuk (A Gentleman Class, Dating Agency Cyrano) yang reunian sama bibi Kim Jung Nam (A Gentleman Dignity) juga :)

Sejauh ini, Bubblegum menceritakan kisah teman masa kecil Park Ri Hwan seorang dokter herbal dan Kim Haeng Ah seorang PD Radio. Kisah mereka tergolong unik, mereka bukanlah teman masa kecil yang tetanggaan atau satu sekolah. Tapi ayah Haeng Ah adalah teman ibu Ri Hwan (kalau aku ga salah) dan saat ia sedang sakit-sakitan, ia meminta ibu Ri Hwan menjaga puterinya yang sudah tidak memiliki ibu. Disanalah pertemuan pertama Ri Hwan dan Haeng Ah.
Saat SMP (atau SMA) ayah Haeng Ah meninggal dan ia resmi menjadi yatim piatu dan keluarganya hanyalah keluarga Ri Hwan seorang.

Lalu, apa yang unik dari Bubblegum?
Pertama, begitu drama dimulai, ada siaran radio, dimana Haeng Ah bekerja sebagai PD. Siaran radionya beneran menyejukkan hati. Yang unik adalah, saat siaran radio, kita diperlihatkan banyak hal, satu per satu tokoh ditampilkan dan sudah terlihat bagaimana karakter masing-masingnya.
Itu lah yang membuat aku menyukai drama ini pada awal menontonnya.
Siaran radionya, cara DJ menyampaikan beneran membuat hati sejuk T___T.
Aku sangat menyukai saat DJ Oh Se Young meminta pemirsa yang mendengarkan radio untuk memati hidupkan lampu saat sebuah lagu diputar. Beneran berasaaaaaaaa banged!!!

Tidak apa-apa, menangislah. Tidak apa-apa, meski tidak bisa menangis.

Lalu adegan beralih saat hujan turun dimana Haeng Ah pindahan saat hujan itu, dari apartemen seberang ke seberangnya lagi. Ia pindahan sendiri sehingga barang-barangnya banyak yang basah. Disana kita bisa melihat dia sedang galau. Ia putus dengan pacarnya, Kang Suk Joon yang merupakan seorang DJ radio juga. Putusnya mereka karena Haeng Ah tidak tahan harus terus menunggu kabar, menunggu telpon, menunggu dia pulang ke rumah dan bahkan pacarnya itu melupakan hari ulang tahunnya.

Ri Hwan sendiri mendirikan sebuah restoran untuk orang yang mereka panggil paman dan bibi. Keluarga itu sangat senang karena restoran mereka begitu indah, kelak disanalah dua tokoh utama kita akan sering makan. Aku merasa ini seperti sebuah restoran pengobat hati bagi Ri Hwan dan Haeng Ah, karena kalau ada apa-apa, mereka pasti minta makan disana.
Ri Hwan dan Haeng Ah sangat dekat dengan pemilik restoran itu dan juga anak perempuannya. Aku masih belum yakin apakah mereka dari keluarga Haeng Ah atau Ri Hwan.

Ri Hwan mendapati kimchi yang ia kirim untuk Haeng Ah belum diambil, jadi ia menghubungi Haeng Ah. Haeng Ah berbohong ia sedang di rumah dan makan kimchi-nya. TApi ia dengan cepat ketahuan karena ia pergi ke restoran itu dimana Ri Hwan juga ada disana.
Ri Hwan berhasil menangkapnya yang ingin kabur, ia tahu kalau HAeng Ah sedang dalam masalah tapi Haeng Ah tidak mau cerita kalau ia baru saja putus.
Dalam restoran, Haeng Ah sepertinya sudah menghubungi mereka sebelumnya, jadi mereka sudah menyiapkan makanan untuk Haeng Ah.

Di lain tempat, disebuah rumah sakit, seorang bibinya menemui Hong Yi Seul, 2nd Lead Female kita. Yi Seul adalah seorang dokter, katanya dia baru putus dari pacarnya yang berselingkuh. Bibinya ingin menjodohkannya dengan seseorang yang ternyata adalah Ri Hwan. Ia ingin Yi seul bersikap baik kali ini, memakai pakaian yang bagus dan jangan malu-malu-in.
Yi Seul adalah anak perempuan dari keluarga kaya, kakak-nya adalah CEO sebuah depatment store. Yi Seul tipe yang pendiam dan cuek, ia menyadari ia membawa gen terburuk dalam keluarganya, karena ia tidak cantik, gendut, kakinya besar dan ia tidak terlihat seperti puteri orang kaya. Karena itu ia sering minder dan kesal karena bibinya selalu mengejeknya setiap bertemu.

Ri Hwan adalah penggemar DJ Kang Suk Joon (mantannya Haeng Ah) tanpa tahu kalau pria itu berhubungan dengan HAeng Ah. IA bahkan emngambil selca dekat poster besar Suk Joon. Haeng Ah menangkap basahnya dan menyeretnya keluar. Ri Hwan kesana untuk memberi obat herbal pada Haeng Ah, padahal waktu di restoran Haeng Ah udah bilang kalau ia yang akan ke klinik mengambilnya. Keduanya bertengkar seperti kakak dan adik, sahabat, jambak-jambak an sambil tertawa dan seseorang melihat mereka.

Ibu Ri Hwan. Ibu Ri Hwan adalah seorang dokter (aku ga yakin apakah dia udah pensiun atau belum), tapi kakek Ri Hwan adalah pemilik rumah sakit. Dulu sepertinya mereka ingin Ri Hwan meneruskan rumah sakit, tapi Ri Hwan malah mengambil jalan lain dengan belajar obat herbal.
Ibu Ri Hwan terlihat menyayanginya ia juga terlihat baik pada Haeng Ah. Hanya saja Haeng Ah terlihat takut padanya. DAn kadang tatapan ibu Ri Hwan seperti tidak suka pada Haeng Ah.
Lalu kita melihat sedikit flashback kalau dulu Haeng Ah remaja pernah mendengar ibu Ri Hwan bicara dengan telpon mengancam seseorang, kalau tidak ia akan mengusir Haeng Ah.

Tapi aku merasa alasan ibu Haeng Ah agak tidak suka pada Haeng Ah adalah karena mereka berdua terlalu dekat. Haeng ah dan Ri Hwan tidak ada hubungan darah, tapi mereka dibesarkan seperti saudara, karena sejak kecil mereka satu rumah. Ri Hwan bahkan menganggap Haeng Ah adalah adiknya. Tapi sebagai seorang ibu tentu saja ibu khawatir melihat mereka. Ia mengatakan pada Haeng Ah agar tidak terlalu dekat dengan Ri Hwan, karena orang lain bisa salah paham. Apalagi Ri Hwan akan ada perjodohan dalam waktu dekat ini.
Haeng Ah mengerti.

 Suatu hari saat siaran radio, mereka mendapatkan email dari penggemar yang mengejutkan. Penulis itu mengatakan kalau nilai ujiannya rendah, ia akan dimarahi ibunya dan akan bunuh diri, ia bahkan menulis email itu di atap gedung.
Tentu saja siaran jadi kacau karena mereka harus menemukan anak itu, jangan sampai bunuh diri. DJ SeYoung terus berbicara bagaimana caranya agar anak itu jangan bunuh diri dan arah pembicaraan mereka malah menjurus ke menjelek-jelekkan diri sendiri, mereka ingin menunjukkan kalau mereka lebih kasihan dari anak itu. Di Sana DJ Se Young baru tahu kalau HAeng Ah adalah yatim piatu sejak kecil dan lagi ia baru saja putus dengan pacarnya karena tidak datang di hari ulang tahunnya.

Siaran itu di dengar oleh Ri Hwan. Ia panik dan menemui Haeng Ah karena sudah tahu apa alasan HAeng Ah terlihat galau. Haeng Ah memang tidak mengatakan pada siapapun kalau ia pacaran dengan sunbae-nya.
Ri Hwan marah-marah padanya karena hal sepenting itu tidak diberitahukan padanya, padahal ia oppanya.
Ri Hwan juga makin marah saat mask ke apartemen Haeng Ah, barang-barangnya masih sangat berantakan dan bahkan basah karena hujan semalam.
Di sana Haeng Ah akhirnya curhat akan semuanya, bagaimana mereka bertemu dan mulai pacaran, bagaimana dia akhirnya tinggal di rumah pria itu dan akhirnya mereka berpisah karena ketidak cocokan. Haeng Ah mengatakan ia pacaran karena tidak ingin sendirian, awalnya ia menkmatinya tapi akhirnya ia lelah menunggu dan menunggu, makanya ia berpisah dengan pria itu.

Ri Hwan khawatir Haeng Ah tinggal di apartemen itu karena berseberangan dengan apartemen mantan Haeng Ah itu. Haeng Ah tidak peduli, lalu ia teringat kalau gelangnya ketinggalan di rumah pria itu. Itu adalah gelang pemberian ibunya. Ri Hwan kesal kenapa Haeng Ah membawa gelang itu kesana, Haeng Ah membela diri karena ia hanya ingin memperlihatkannya saja waktu itu.
Ri Hwan menawarkan diri mengambil gelang itu, tapi Haeng Ah menolak, ia yang akan mengambilnya sendiri.

Ri Hwan turun ke luar apartemen dengan pikiran yang kalut. IA kesal karena adiknya dipermainkan begitu saja. Ia memutuskan menemui pria itu. Ri Hwan masuk ke dalam apartemen Suk Joon sesaat setelah Suk Joon masuk kedalam rumah. Tentu saja Suk Joon terkkejut melihat orang asing disana.
Ri Hwan begitu marah pada pria yang terkesan mencampakkan HAeng Ah itu. Ri Hwan mengatakan kalau ia adalah oppa Haeng Ah dan ia datang untuk mengambil barang Haeng Ah. Sebuah gelang.
Suk Joon meminta Haeng Ah yang datang, tapi Ri Hwan menolak dan mengatakan Haeng Ah tidak akan datang kesana lagi.

Ri Hwan mulai operasinya, ia mengambil segala sesuatu yang menurutnya barang HAeng Ah, terutama kalau ada benda couple di rumah itu.
Ini dan itu ini dan itu, ia mengambil semuanya dan membungkusnya di atas bedcover.
Saat Ri Hwan akan pergi, Suk Jon bertanya, apakah Haeng Ah baik-baik saja?
Ri Hwan menjawab dengan kesal, apa kau pikir dia baik-baik saja? Tentu saja dia baik-baik saja.
Suk Joon bersyukur karena HAeng Ah baik-baik saja, ia tersenyum sedikit membuat Ri Hwan kesal dan berkata dalam hati ternyata ada pria yang sangat jahat seperti ini.
Ri Hwan bertanya lagi, memangnya kau tahu Haeng Ah itu seperti apa?
Suk Joon menjawab, Jika kau tahu bagaimana sifatnya, kau pasti tahu dia tidak menyukai hal seperti ini?
Ri Hwan tertusuk, ia kalah.

Keesokan harinya Ri Hwan bersama ibunya untuk sarapan. Ibu mengingatkan kalau hari ini adalah hari kencan buta Ri Hwan. Ri Hwan tahu itu.
Dari percakakapan mereka aku bisa menangkap kalau ibu dan kakek Ri Hwan tidak berbaikan. Entah kenapa, tapi Ri Hwan menanyakan kapan mereka akan bebaikan. Ibu menjawab setelah Ri Hwan menikah dengan keluarga baik-baik.
Ri Hwan mengatakan dulu ibu juga mengatakan hal yang sama, setelah Ri Hwan masuk kuliah. Ibu membela diri dulu maksudnya adalah kalau Ri Hwan sekolah kedokteran, tapi Ri Hwan malah sekolah jurusan lain.
Ri Hwan menghela nafas.

Yi Seul juga bersiap untuk datang ke kencan buta itu. Yi seul tipe yang cuek dan hanya mengenakan pakaian seadanya dan jaket butek-nya. Bibinya kesal sekali padahal ia sudah membelikan gaun waktu itu. Yu Seul kesal, ia mengatakan ia tidak cocok memakai gaun itu. Bibinya shock dan bertanya apakah kekecilan?
Yi Seul mengatakan ia akan segera pergi kalau tidak ia akan terlambat, ia meminta bibinya keluar dari kantornya karena tidak sopan ada orang disana sedangkan pemiliknya tidak ada.
Bibi yang akan keluar kemudian shock lagi melihat sepatu Yi Seul. Yi Seul hanya mengenakan flat shoes biasa. Bibi pusing sekali memikirkan ponakan yang satu ini, ia lagi-lagi menghina kaki Yi seul yang besar.

Ri Hwan selesai makan bersama temannya dan mereka tertarik dengan sebuah mobil cantik yang akan parkir di parkiran mereka. Ri Hwan melihat pengemudianya dan mengenailnya sebagai teman kencan butanya hari ini.
Ri Hwan menemuinya, tapi Yi Seul terlalu cuek untuk menyadari kalau Ri Hwan adalah teman kencannya dan menyangka dia adalah petugas parkir. LOL.
Ri Hwan terpaksa harus memarkirkan mobilnya dulu.
Saat ia menemui Yi seul di lantai dua klinik, akhirnya ia baru bisa memperkenalkan diri dengan baik. Yi Seul tentu saja kaget, kursinya bahkan sampai jatuh. Ri Hwan lebih kaget karena Yi Seul tidak mengenalinya, apakah Yi Seul tidak melihat fotonya yang diberikan bibinya.

Ri Hwan dan Yi Seul mengobrol dengan baik, mengobrol bagaimana Ri Hwan bisa mengenalinya, Ri Hwan mengatakan ia melihat foto. Yi seul bingung karena ia merasa dirinya tidak pernah berfoto dan juga tidak memberikannya. Ternyata bibinya memberikan foto kelulusan Yi seul uang udah entah berapa tahun. Yi Seul jadi malu.
Ri Hwan bertanya pertanyaan yang sama seperti yang ia tanyakan ke temannya sebelumnya, menurut Yi Seul, bagaimana jika kakaknya mengatakan akan mengambilkan barang yang hilang tapi ternyata ia membawakan barang lain?
Ri hwan ingin tahu kira-kira reaksi Haeng Ah kalau tahu dia malah tidak jadi mengambil gelang itu dan malah membawa barang yang tidak pentig.
Yi seul sedikit bingung tapi ia kemudian mengatakan kalau kakaknya pasti akan memintanya membeli yang baru saja.Ri Hwan mengerti.

Kemudian ekspresi Yi seul sedikit berubah dan ia mencoba untuk terus tersenyum membuat Ri Hwan bingung. Yi Seul mengatakan kalau ia minta maaf karena sepertinya ibunya mengirim seseorang.
Ri Hwan melihat ada yang memotret mereka, dan ternyata itu adalah temannya LOL.
Ri Hwan kesal dan mengatakan ia akan mengurusnya, ia menemui temannya dan menangkapnya sebelum kabur.
Temannya malah mengatakan ia akan menaruhnya di blog, tentu saja Ri Hwan marah besar, dan lagi temannya tidak punya blog LOL.

Haeng Ah sedang di kantor, mereka sebelumnya mendapa bonus dari atasan karena berhasil menyelesaikan kasus di radio dengan baik. DJ Se Young sangat senang tapi kemudian ia mengeluh karena ternyata uangnya sangat sedikit.
Haeng Ah sedang berjalan dengan rekannya Tae Hee saat mereka hampir berselisih dengan Suk Joon yang juga berjalan dengan rekannya.
Haeng Ah menyadarinya duluan dan segera menarik tangan Tae Hee berlai menuruni tangga agar tidak ketahuan, tapi Suk Joon meliatnya.

 
Ri Hwan kembali ke tempat kencannya saat Yi Seul mendapat telpon dari ibunya yang menanyakan apakah Yi Seul sudah dilamar atau belum. Yi seul harus bisik-bisik bicara di telpon agar tidak kedengaran.
Saat Ri Hwan menyapanya, Yi Seul mengalihkan pembicaraan dengan membicarakan ayunan yang sepertinya enak kalau dinaiki. Ri Hwan menawarkan Yi Seul naik disana, ia akan menahannya. Yi Seul tak bisa menolak karena sebelumnya ia emngatakan kalau itu menyenangkan.
Akhirnya ia naik, Ri Hwan melepaskan tangannya dan Yi Seul tiba-tiba terjatuh terguling dari ayunan itu HAHAHHAHAHAHAHAHAHA.
Ri Hwan panik, Yi Seul saat itu pakai rok jadi ia ingin Ri Hwan tidak melihatnya, LOL.
Kayaknya udah kelihatan sih saat ia terguling, Hihihihi

Ri Hwan mengobati tangan Yi seul yang sakit dan memijatnya sedikit.
Yi Seul mengatakan ia baik-baik saja. TApi Ri Hwan tetap merasa khawatir.
Ia bahkan melihat sepatu Yi seul dan mengatakan sepatunya lecet, ia mengelapnya dengan tissu. Ia memuji sepatu Yi seul yang cantik.
Yi Seul terkejut, selama ini ia selalu diejek karena memakai flat shoes.
Yi seul tampak tersentuh dengan Ri Hwan. Ia tersenyum dan jatuh cinta padanya.
Ia bahkan emlihat wajah Ri hwan ersinar di bawah terik matahari.

Haeng Ah membawa Tae Hee ke kedai kopi dan TAe Hee berkomentar in pertama kalinya ia melihat HAeng Ah lari begitu cepat. Haeng Ah tertawa dan mengatakan kalau cuaca hari ini sangat baik untuk berlari dan terkena matahari, sepertinya temannya ga tau kalau ia ada hubungan dengan Suk Joon.
Mereka ngobrol sambil minum kopi saat tiba-tiba Haeng Ah meninggalkannya dan berlari menjauh, saat itu Suk Joon terlihat mengikutinya, Tae Hee bingung.

Haeng Ah tidak ingin bertemu dengan Suk Joon, makanya ia kabur dan kabur. Tapi saat menaiki tangga, sepatunya lepas. Suk Joon mengambilnya, Haeng Ah mau tak mau mendekatinya. Suk Joon memasangkan sepatu Haeng Ah sembari menarik tangan HAeng Ah ke kepalanya. KYAAAAAAAAA!!!! Entah kenapa aku tersentuh dengan adegan ini!!!
wajah Haeng Ah terlihat berubah, ia menghela nafas dan matanya mulai berkaca-kaca. Ia tidak bisa menahan kesedihannya.

Suk Joon mengajaknya bicara, lebih tepatnya memaksanya untuk bicara berdua. Mereka akan ke atap dan naik lift. Di dalam lift, Haeng Ah merasa sesak karena mereka hanya berdua, untung ada yang masuk. HAeng Ah tidak ingin di belakang lift berdua dengan Suk Joon jadi ia agak mau kedepan, tapi Suk Joon menariknya ke belakang lagi.
Disana lah kenangan kembali muncul, ciuman pertama mereka. Dalam lift.
Saat Haeng Ah keluar dari lift, Suk Joon menariknya ke dalam lagi, HAeng Ah terkejut dan mengatakan kalau ia turun disana, Suk Joon tahu dan mendorong HAeng Ah ke dinding.
Haeng Ah mengatakan kalau ada CCTV tapi Suk Joon mengatakan selalu ada titik butanya. DAn keduanya berciuman di dalam lift itu.
HAeng Ah teringat kejadian itu, ia tidak tenang.

Keduanya ke atap gedung.
Haeng Ah diam saja, saat Suk Joon bertanya ada apa dengannya, kenapa dia begitu dan menyurunya bicara, daia diam saja.
Haeng Ah mengatakan ia tidak ingin mengatakan apapun, Suk Joon yang menariknya itu artinya Suk Joon ingin mengatakan sesuatu padanya. Haeng Ah berkata Suk Joon sepertinya ingin menyelidikinya, kenapa ia ingin putus dengannya. Haeng Ah mengatakan kalau bagi Suk Joon ia hanya wanita biasa, ia tahu Suk Joon sangat sibuk makanya ia tidak pernah menuntut jadi nomor 1, tapi bagaimanapun, ia bahkan tidak berada diurutan 5 bahkan 10, ia selalu ada diurutan terakhir, padahal ia adalah pacarnya. HAeng Ah menganggap ia tidak berarti bagi Suk Joon.

Suk Joon membela diri dan mengatakan kalau ia tidak pernah mengatakan hal seperti itu.
Haeng Ah mengatakan Suk Joon selalu seperti itu, ia hanya terlalu bodoh makanya ia tidak menyadarinya. Harusnya ia menyadarinya sejak awal kenapa Suk Joon tidak punya waktu bersamanya, ia tahu Suk Joon tidak sesibuk itu hanya saja Suk Joon tidak begitu menyukainya.
BAhkan saat ia sakit, Suk Joon bukannya tidak tahu tapi tidak mau tahu.
Bahkan Suk Joon tidak pernah mengatakan 'aku mencintaimu', bukan karena Suk Joon malu tapi karena tidak mau berbohong. Suk Joon tidak menyukainya.
Itu adalah kesimpulan Haeng Ah.

Haeng Ah mengatakan ia tidak tahan menjadi tidak penting dan seperti orang gila selalu menunggu telpon dari Suk Joon. Makanya ia memutuskan Suk Joon lebih dahulu sebelum ia diputuskan.
Suk Joon menghela nafas, Bagimu, aku ini......
AKHHHH aku kesal karena ga tau kelanjutannya, tapi sepertinya Haeng Ah galau setelah pertemuan itu, ia berfikir dan menangis.

Yi Seul singgah ke toko pakaian dalam di departemen store dimana kakaknya menjadi wakil direktur, dia memilih-milih disana saat salah satu pegawai memilihkan mana pakaian dalam yang sedang laris. Yi Seul terlihat menyukainya sayangnya tidak ada nomor yang lebih besar. Pegawai meminta maaf, Yi seul mengatakan bukan salah pegawai itu, itu salahnya karena ia gendut..
KAkaknya tiba-tiba datang menyapa adiknya membuat semua orang terkejut saat tahu kalau Yi Seul adalah adik wakil direktur. Kakak adik ini kelihatan sangat akrab sekali, kakaknya bahkan memilihkan pakaian dalam yang bagus, cuma bercanda sih, LOL.
Para pegawai mengatakan kalau Yi Seul adalah gen yang gagal karena ga mirip dengan keluarganya.

Ri Hwan pergi ke restoran paman dan terkejut karena melihat Haeng Ah ada disana, padahal sebelumnya ia sudah menelpon bibi dan mengkonfirmasi Haeng Ah tidak ada disana. Bibi mengatakan Haeng Ah datang setelah Ri Hwan menelpon, bibi menyuruh Ri Hwan menghiburnya karena Haeng Ah kelihatan sangat galau. Ri Hwan masih galau karena takut Haeng Ah marah kalau ketahuan ia pergi ke rumah mantan pacarnya tanpa izin.

Ri Hwan akhirnya mendekati Haeng Ah yang makan mie dengan wajah tidak bersemangat.
Ri Hwan bertanya Haeng Ah lagi apa, Haeng Ah menjawab ga jelas, dia makan karbohidrat biar ketagihan. Ri Hwan perlahan duduk di depan Haeng Ah dan melihat ekspresi Haeng Ah.
Ri Hwan bergumam, Aku tidak melihat gelang, sepertinya aku mengambil ikat rambut.
Haeng Ah yang akan pergi menatapnya, Apa yang kau ambil??
Ri Hwan menutup rapat mulutnya. LOL.

Yi Seul masih di departemen store.
Ia singgah di toko sepatu dan tertarik melihat sebuah high heels. Pegawainya menawarkan high heels itu, tapi Yi Seul mengatakan kalau tumitnya terlalu tinggi.
Pegawainya bertanya lagi, apa jangan-jangan pacar Yi Seul pendek, bukan maksud mengejek tapi kalau pacarnya pendek kan ga mungkin pake high heels, ia bisa mencarikan toko flat shoes untuk Yi Seul. Yi Seul mengatakan kalau pria itu mungkin 180 cm, pegawai toko beneran terkejut dan mengatakan kalau Yi Seul beruntung banged.
Yi Seul membayangkan Ri Hwan lagi, satu-satunya pria yang memuji kakinya, ia tersenyum, akhirnya Yi Seul membeli sepatunya.

Ri Hwan habis dimarahi oleh Haeng Ah karena pergi ke rumah Suk Joon tanpa mengatakan apapun padanya, apalagi hasil jarahan Ri Hwan masih disana. Haeng Ah habis memukuli Ri Hwan karena melakukan hal yang seharusnya tidak dilakukan.
Ri Hwan jadi kesal, ia mengatakan kalau ia hanya seorang oppa yang mengkhawatirkan adiknya.
Haeng Ah mengatakan seorang oppa itu harusnya walaupun adiknya menangis semalaman, ia tidak akan peduli dan malah menggaruk pantatnya menyuruh membuatkan ramen.
Haeng Ah mengatakan tidak ada Oppa seperti Ri Hwan. Ri Hwan jadi berfikir.
Haeng Ah kelihatan tidak begitu suka Ri Hwan bersikap baik padanya, ia khawatir kalau ibu Ri Hwan tahu maka dia yang akan jadi sasaran.

Ia mengatakan apakah Ri Hwan mau bertanggungjawab jika bibi tidak mau melihatnya lagi?
Ri Hwan bingung, kenapa ibu tidak mau melihatmu?
Ri Hwan beneran tidak sadar kalau selama ini Haeng Ah agak tertekan juga, ia mengatakan jika ibu melakukannya ia tidak akan tinggal diam.
Haeng Ah kesal dan mendorong Ri Hwan yang ga mengerti, makanya ia menyuruh jangan bersikap begitu padanya, harusnya Ri Hwan diam saja dan tidak melakukan apapun.
Mereka bertengkar dan bertengkar lagi. Akhirnya Haeng Ah mengatakan kalau ia akan menemui pria itu lagi.

Suk Joon rupanya berteman dengan kepala bagian radio dimana Haeng Ah bekerja, dia curhat pada pria itu. Disana aku baru negrti kalau Suk Joon ini tipe pria yang ga bisa menunjukkan isi hatinya, ia tipe yang ga tau gimana bersikap. MAkanya ia terkesan cuek pada Haeng Ah selama ini, karena dia tipenya begitu, tapi memang sih, dia salah banged karena nggak mengingat ulang tahun pacarnya sendiri. Makanya ia sepertinya ingin minta maaf atas hal itu.
Selain itu Suk Joon juga penasaran dengan Oppa Haeng Ah. Dong Il mengatakan dia bukan Oppa Haeng Ah karena Haeng Ah adalah anak tunggal.

Malam harinya Haeng Ah dan Ri Hwan galau di rumah masing-masing.
Haeng Ah merasa dirinya sudah keterlaluan dan ingin meminta maaf melalui pesan, tapi dia tidak tahu harus emnulis apa.
Sementara itu Ri Hwan main mobil-mobilan di rumahnya, ia galau karena HAeng Ah menolak dia jadi kakaknya dan bahkan akan menemui pria itu lagi.

Haeng Ah di rumahnya membuat kopi. Ia teringat pembicaraannya dengan Suk Joon di atap.
Saat HAeng Ah marah, Suk Joon bertanya, Apakah aku ini... sebaik itu di matamu? Apakah menurutmu aku membiarkanmu disisiku, hanya karena kau menyukaiku. Atau aku melakukannya karena tidak ada orang lain yang aku kencani? Atau karena aku tidak bisa mencari wanita lain? Kalau disuruh memilih antara membeli dan tidak aku akan memilih tidak, aku akan memilih tidak makan. Kenapa? Karena aku ini sibuk.
Haeng Ah diam saja, ia mengalihkan pandangannya.
Suk Joon terus berkata, Kau... Jika aku bisa hidup tanpa perlu melihatmu, pasti sudah kulakukan sejak dulu.
Haeng Ah terdiam, ia menatap Suk Joon.
Haeng Ah di kamanya amsih mengaduk kopi susu-nya dan tiba-tiba lampu kamarnya seperti konsleting.

Suk Joon memikirkan tentang perkataan Dong Il yang marah padanya karena membiarkan Haeng Ah makan cake sendiri di hari ulang tahunnya, jadi ia singgah ke toko kue.
Ri Hwan juga ingin minta maaf pada Haeng Ah, jadi ia membelikan makanan kesukaan HAeng Ah, kue ikan isi kacang merah.
Keduanya pergi ke rumah HAeng Ah dan bertemu di pintu masuk apartemen.
Ri Hwan melihatnya dan mengatakan dari semua kue Haeng Ah paling suka kue ikan. Suk Joon membalas, bagi HAeng Ah, yang terpenting adalah dengan siapa ia memakannya.
Ri Hwan kesal, jadi sekarang kau akan menemui Haeng Ah?
Suk Joon diam saja dan melewati Ri Hwan.

Ri Hwan marah, Bukankah Haeng Ah sudah minta putus, dia bilang dia sudah bosan kesepian setiap hari! Dia bilang dia kesakitan menunggu setiap hari seperti tertusuk jarum.
Suk Joon terus berjalan tanpa memperdulikan Ri Hwan, Ri Hwan mengejarnya.
Ri Hwan menyentuh bahu Suk Joon untuk menghentikannya. Suk Joon kesal, sebenarnya aku ini siapa?
Ri Hwan menjawab, sudah aku katakan kalau aku adalah Oppa-nya!
Suk Joon menantang, aku akan memberimu waktu untuk menjawab dengan benar, jangan bersikap seperti kakaknya dan jangan bersikap seperti kekasihnya.
Ri Hwan terdiam, ia tidak menjawab.

Suk Joon pergi dan Ri Hwan menghentikannya lagi.
Suk Joon makin kesal, ia menatap Ri Hwan dengan tajam.
Ri Hwan menunduk, dan berkata, Aku mohon padamu. Aku mohon padamu...

Flashback

Gelang.
Haeng Ah marah pada Ri Hwan yang bermain dengan anak perempuan lain.
Ia kesal karena Ri Hwan tidak bermain dengannya, ia bahkan mengusir Ri hwan dari rumah. TApi Ri Hwan mengatakan itu adalah rumahnya LOL
 Ri Hwan yang galau bertemu dengan ayah Haeng Ah, Ri Hwan sepertinya membelikan gelang untuk diberikan pada Haeng Ah sebagai permintaan maaf, tapi ia tidak bisa memberikannya.
Ayah membantunya memberikan pada Haeng Ah, ayah mengatakan itu adalah gelang ibu.
Sejak saat itu Haeng Ah mengira itu adalah milik ibunya.

Mobil-mobilan merah.
Ri Hwan mengunjungi ayah Haeng Ah di rumah sakit, tapi ayah Haeng Ah sedang keluar jadi ia membaca untuk persiapan ujiannya.
Ayah HAeng Ah kemudian datang membawa soju, Ri Hwan terkejut karena tidak boleh membawa minuman seperti itu ke rumah sakit.
Ayahnya emngatakan tidak apa-apa. IA bahkan mengajak Ri Hwan minum. Ri Hwan minum alkohol bersama ayah Haeng Ah untuk pertama kalinya.
IA tidak menyukai rasa soju yang pahit dan ayah tertawa melihat ekspresinya.
Keduanya kemudian membicarakan sesuatu yang intinya, ayah ingin Ri Hwan menjaga HAeng Ah seperti adiknya sendiri, Ri Hwan harus mau menemani Haeng Ah kalau sedang sedih, atau membawanya pulang jika bertemu dengan pria aneh dan membantunya jika dia kesulitan.
Ri Hwan menyanggupinya. Ayah tersenyum dan mengatakan akan membelikan mobil remote control terbaru.

Dihari yang sama, saat Ri Hwan berlari ke rumah sakit dengan membawa mobil remote control yang baru ia beli, Ayah Haeng Ah meninggal dunia.
HAeng Ah ada disana, menangis melihat ayahnya meninggalkannya untuk semalanya.
Ri Hwan mendengar pembicaraan dokter yang mengatakan penyebab kematian adalah rusaknya perut, hal ini ga mungkin terjadi kalau ayahnya ga minum alkohol.
Ri Hwan terkejut mendengarnya, ia menjatuhkan mobil remote control merahnya, ia menangis.

Komentar :

Aku menyukai drama ini!!!
Ibu bukan drama biasa dengan kisah yang biasa.
Aku menyukai cara pengambilan gambar drama ini, cara memperkenalkan karakternya, cara penyampaian pesan dis etiap episodenya, sangat menarik.
Semua tokoh dalam drama ini penting, diceritakan menuju lebih rinci.
Aku suka cara penulis menyampaikan ceritanya, tidak langsung ke intinya, emmbuat kita berfikir lebih dalam dahulu. DAn aku juga menyukai flashback masa kecil Haeng Ah dan Ri Hwan di akhir episode.

Hubungan Ri hwan dan Haeng Ah ini termasuk unik. Seperti yang aku katakan, mereka teman masa kecil karena orang tua mereka. Ri Hwan jelas sejak ayah Haeng Ah meninggal, ia menganggap itu kesalahannya karena dia setuju minum alkohol. Aku rasa dia merasa bertanggup jawab dan ingin menepati janjinya untuk menjaga HAeng Ah.
Itu sebabnya ia rela membungkuk pada Suk Joon, karena sesuai janjinya, pria yang membuat Haeng Ah menangis, ia harus manjauhkannya.

 
Aku merasa Ri Hwan belum menyadari cintanya pada Haeng Ah.
Dia masih dan hanya menganggap dirinya sebagai kakak yang melindungi adiknya, meskipun perasaannya sebenarnya sudah lebih dari pada saudara. Makanya ibunya juga khawatir dengan hubungan mereka berdua.
TApi untuk saat ini aku senang karena keduanya terlihat belum menyadari cinta diantara mereka.
 Buktinya mereka tidak terlihat menahan perasaan saat bertemu. Haeng Ah tulus mencintai pacarnya meskipun tidak berjalan lancar.
Sedangkan Ri Hwan tidak terlihat terpaksa datang ke kencan buta dan juga tulus pada Yi Seul.

Yi Seul ini karakter yang unik, aku suka banged. Dia kecewa karena cinta, ia selalu menjadi buah bibir karena ia berbeda dari keluarganya, badannya tidak bagus dan tidak cocok dengan title chaebol, karena itu ia terlihat seperti menutup diri. Ia jatuh cinta pada Ri Hwan yang begitu baik padanya, ia bahkan tidak menghinanya. Semoga hubungan mereka berjalan lancar dan dia tidak menjadi antagonis menakutkan LOL.

Suk Joon seperti yang aku katakan, dia tidak bisa menyampaikan isi hatinya dengan baik, ia tidak bisa menunjukkan bagaimana perasaannya sebenarnya. Haeng Ah sendiri tipe yang butuh kasih sayang, karena itu mereka tidak cocok.
Aku tahu banyak yang tidak menyukai Suk Joon, kenapa? Karena mereka berfikir dia jahat dan karena wajahnya tua.
Aku yakin banged, tapi aku suka kok sama om ini, HAHAHHAHHA.
Menurutku dia cocok banged sama peran ini. Dingin dingin gimanaaaaa gitu.
Aku yakin kok dia sebenarnya baik dan mencintai Haeng Ah dengan tulus.



0 comments:

Post a Comment

 

Random Post

Clover Blossoms Fanpage

In My Radar

Watching :
- We Married as A Job
- Jimi ni Sugoi!
- Weightlifting Fairy
- Goblin
- The Legend of The Blue Sea
- Father I'll Take Care of You
- Beppin-san
- Gochisousan

Waiting Drama:
- Miss in Kiss

Waiting Movies:
- One Week Friends
- Your Lie in April
- Aozora Yell
- Itakiss Movie

Favorite Song This Time :
- Red Cheek Puberty - Galaxy
- Ben - Foggy Road
- Twice - Next Page
- Utada Hikaru - Hanataba wo Kimini
- LYn - Love Story