[Sinopsis] Reply 1988 Episode 1 ~ Part 1

SONG OF THE DAY 
Sung Si Kyung - Thank You [download]

Reply 1988 Episode 1

 
Opening Reply 1988, kita tidak menemukan opening khas dari Reply sebelumnya, suara robot atau apa itu, tapi kita disuguhi nyanyian.
Narasi seseorang memperkenalkan tahun 1988 pada kita, apa yang terkenal saat itu, seperti sepatu slipper putih, yang kalau mau diwarnai jadi warna lain, maka gunakan lah cat. Atau walkman yang baru saja populer di Korea.
Saat itu, anak laki-laki sangat menyukai Joey Wong dan anak perempuan mengidolakan Tom Cruise.
Mereka juga memperlihatkan banyak film-film lama tapi yang paling populer saat itu adalah A Better Tomorrow 2, para remaja terobsesi dengan film itu.

September 1988
Lalu kita diperlihatkan adegan yang menyayat hati dari film tersebut dari sebuah televisi kuno dimana ada 5 remaja yang sedang menontonnya.
Adegannya saat pemeran utama pria sekarat dan menelpon istri/pacarnya dipelukan sahabatnya.
Adegan ini sangat dan sangat sedih, dimana si pria seolah baik-baik saja padahal nyawanya udah hampir putus-putus.


Para remaja ini menonton dengan serius adegan yang menyayat hati itu sementara kamera memperlihatkan kita suasana 1988 di kamar tersebut, ada foto masa kecil, boneka, majalah lama, maskot olimpiade dan akhirnya sebuah tangan terlihat mengambil snack yang ada di atas buku-buku.
Adegan yang menyedihkan itu hampir mencapai puncaknya, dimana si gadis dengan ceria telponan dengan pacarnya, padahal dia ga tau kalau pacarnya itu sudah meninggal.
Tapi adegan itu dirusak oleh bunyi letusan bungkus cemilan yang bahkan menerbangkan isinya.
Dan adegan sedih itu berubah menjadi adegan yang tidak menyedihkan.
yang lain kesal dan memandangi si kacamata.

Si kacamata adalah Lee Dong Ryong (Lee Dong Hwi). Salah satu dari 5 sekawan ini meminta maaf pada teman-temannya karena mengacaukan adegan itu.
Narator mengatakan kalau julukannya adalah salamander, ia tinggal dirumah seberang jalan, keluarganya adalah penasehat lingkungan.
Kemudian Kim Jung Hwan (Ryoo Joon Yeol) mendecak kesal dan mengatakan harusnya Dong Ryong makan sendiri dan jangan mengganggu yang lain. Jung Hwan adalah pria yang wajahnya selalu berkerut, sepanjang episode aku ga pernah liat dia senyum.LOL.
Rumah Jung Hwan ada di belakang rumah Dong Ryong, rumahnya paling besar di kompleks itu.

Pria di samping Dong Ryong membersihkan celananya dari kerupuk yang tumpah dan hanya diam saja, dia adalah Taek (Park Bo Gum). Rumahnya ada disamping rumah Dong Ryong, dan sekarang mereka sedang menonton TV di rumah Taek. Taek dikatakan sebagai jenius dalam biduk, tapi jika bersama teman-temannya dia hanyalah salah satu dari orang bodoh, yang bahkan tidak banyak bicara. Hanya melongo aja, ckkckkckckckkc.
Jung Hwan meminta kain lap pada Taek dan Taek berdiri untuk mengambilnya. Dong Ryong malahan meminta tambahan snack dan juga susu. Pria disamping Dong Ryong menegurnya, kayaknya sih dia bilang karena Dong ryong yang makan harusnya ngambil sendiri. Dia adalah Sun Woo (Go Kyung Pyo, KYAAAAAA!!! OPPA!!!). Rumahnya ada dibelakang rumah Taek dan disamping rumah Jung Hwan.

Karena semuanya pada ribut, satu-satunya gadis diantara mereka marah dan memukul Jung Hwan menyuruhnya diam karena dia ingin mennton film dengan tenang. Ia bahkan jadi lupa siapa namanya tadi. LOL.
Jung Hwan bingung, kan semuanya bukan salahnya. Gadis itu tidak peduli dan mulai berwajah bete.
Narator mengakui kalau itu adalah dirinya, Sung Deok Sun (Girls Day Hyeri). Dia gadis yang bersuara besar kalau lagi marah, ia tinggal di bawah rumah keluarga Jung Hwan (Bisa dibilang di bawah tanah juga sih).
Deok Sun mencoba fokus lagi pada filmnya, tapi ia bete karena ketinggalan beberapa adegan dan ia lupa, lalu ia menyalahkan Jung HWan lagi.

Tiba-tiba jam berbunyi tepat saat Taek datang membawa makanan untuk teman-temannya, dimana keempatnya melihat bersamaan ke arah jam. DAn tepat saat itu juga, terdengar suara ibu memanggil anak-anaknya untuk pulang ke rumah dan makan malam.
Kamera memperlihatkan kita lingkungan rumah keluarga mereka. Kamera memperlihatkan kita ibu Jung Hwan yang memanggil anaknya untuk makan, kemudian ibu Sun Woo dan terakhir ibu Deok Sun. Lucu-nya, model rambut ketiga ibu-ibu ini sama lhoo, LOL.
Anak-anak akhirnya harus pulang karena dipanggil dan satu persatu pulang setelah mengambil makanan yang dibawa Taek. Dong Ryong bahkan mengambil 2 botol susu yang dibawa Taek.
TAek melihat kamarnya yang sepi secara tiba-tiba dan ia menjadi sedih, lalu ayahnya datang dan mengajaknya makan malam.

Lalu kita diperlihatkan jalan yang menghubungkan rumah-rumah para sahabat ini. Dimana kita melihat rumah mereka tetanggan berlima dan sangat unik.
Lalu kita diperlihatkan lingkungan sekitar, barang-barang di jalanan, tulisan dan poster di dinding.
Narator Deok Sun dewasa mengatakan itu adalah lingkungan rumah mereka Ssangmun-Dong, dimana ia lahir dan dibesarkan disana. Tidak ada internet dan smartphone pada saat itu. Jadi menurut kalian, bagaimana kami menghabiskan waktu kami disana?

Episode 1 : Hand in Hand

Kita diperlihatkan rumah tokoh utama wanita kita, Sung Deok Sun, dimana rumahnya ada dibawah rumah Jung Hwan. Keluarga Deok Sun bisa dibilang miskin, rumah mereka kecil, mereka memasak dengan menggunakan kompor biasa untuk menanak nasi.
Deok Sun membantu ibunya menyiapkan makan malam dan menyimpan nasi panas di bawah selimut agar tetap panas.
Kita kemudian melihat kakak perempuan Deok Sun, Sung Bo Ra (Ryoo Hye Young) seorang mahasiswi Universitas Seoul Jurusan Matematika yang sedang belajar.
Deok Seon dan kakak perempuannya tidak akur, Deok Sun sering mencari masalah dengan kakaknya makanya dia sering di bulli, di lingkungannya Bo Ra dijuluki anjing liar.
Kemudian kita melihat adik Deok Sun, Song No-Eul (Choi Sung Won), wajahnya tua tapi dia masih 17 tahun. Sama aja, dia juag sering dimarahi BoRa.
No Eul terlihat bersiap keluar dan Deok Sun bertanya kemana dia. No eul mengatakan ia ingin menjemput ayah.

Lalu di lantai atas, keluarga Jung Hwan juga bersiap untuk makan. JUng Hwan bosan menunggu waktu makan karena ayah belum pulang. Ibu mendapat telpon dari ayah yang mengatakan ia makan dirumah. Ibu kesal sekali karena katanya tadi ayah makan diluar. Mereka harus menunda makan malam dulu. Jung Hwan beneran bete, padahal dia udah bersiap menyendok nasi.
Ibu mengambil lauk lagi dan memanaskannya kembali, tapi gas habis, jadi ibu terpaksa menelpon tukang gas. Kemudian ia melihat nasi mereka juga habis. Ibu menyuruh Jung Hwan mengantar lauk ke rumah tetangga dan mendapatkan nasi.
Jung Hwan mukanya bete banged, aku pikir dalam pikirannya gini, Ah, gawat nih, pasti makannya bakal lama nih.

Dan dimulailah tradisi tahun 1988 dimana saat makan malam kau hanya punya 1 lauk, bisa menjadi banyak laun di atas meja.
Jung Hwan mengantarkan makanan ke rumah Deok Sun, Deok Sun sedang mencuci selada dengan tenang saat Jung Hwan masuk, dengan wajah dinginnya ia melihat Deok Sun dan menendangnya sehingga Deok Sun terjatuh. HAHAHHAHA.
Deok Sun marah banged. Jung Hwan sih tetap dengan wajah cool-nya.
Jung Hwan memanggil ibu dan mengatakan ibu memberikan lauk dan ia ingin semangkuk nasi.
Ibu mengerti dan memberikan asinan lobak Juga.

Jung Hwan kembali ke rumah dan memberikan nasi serta asinan lobak. Ibu menyuruhnya menunggu dan mengambil pring lain.. JUng HWan benar-benar ingin mengatakan sesuatu tapi ia tak bisa. HAHAHHHAHA.
DAn akhirnya begitulah para anak disuruh mengantarkan lauk ke rumah-rumah dimana nanti mereka akan mendapat gantinya dari rumah yang mereka antar.
Dan malam pun menjelang, meja makan setiap rumah akan mulai penuh dan penuh.
Para anak tidak bisa mengeluh tentu saja, itu sudah kebiasaan.
Jung Hwan kesal sekali, ia menghela nafas dan mengatakan seharusnya mereka semua makan sama-sama saja, kalau jadinya setiap rumah lauknya sama LOL.

Deok Seon yang masih diluar setelah lelah ke rumah-rumah melihat ayahnya datang bersama No Eul. Deok Seon berlari dengan gaya lucu menuju ayahnya. Sepertinya ia dekat sekali dengan ayahnya.
Ia senang melihat ayah membawa sekantong plastik daging untuk dimakan bersama. Ayah mengatakan mereka akan makan sampai kenyang hari ini, karena hari ini adalah hari gajian.
Menunggu waktu makan malam, keluarga Deok Sun menonton TV yang menyiarkan program menyanyi dimana Deok Sun, Ayah dan No Eul sibuk ikut menyanyi dengan serius dan Bo Ra geleng-geleng melihat mereka semua, ia asyik membaca buku.

Iklan di TV memperlihatkan harga ice cream naik menjadi 300 won karena efek olimpiade. Ayah berkomentar dengan 300 won mereka bisa membeli rokok. No Eul mengatakan harga rokok sudah naik menjadi 600 won. Ayah terdiam, ia menatap No Eul curiga, bagaimana kau tahu? Kau merokok?
Ayah shock mengetahui anak laki satu-satunya merokok dan ia mulai memukuli No Eul dengan khas papa Sung, suaranya sekencang-kencangnya.
No eul membel diri mengatakan kalau dia tidak merokok, dia membelinya untuk Bo Ra.
Bo Ra menatapnya dengan tajam. Ia memukul No Eul dan mengatakan jangan menuduhnya sembarangan.
DAn keluarga Sung pun kacau karena membahas rokok. Ujung-ujungnya ayah memukuli No Eul juga, dia ga percaya anaknya Bo Ra, mahasiswi Universitas Seol merokok.
Deok Sun geleng-geleng aja melihat mereka.

Dipukuli ayah dan Bo Ra akhirnya No Eul berteriak kalau dia memang merokok, HAHAHAHAH, biar semuanya puas.
Ibu kemudian datang membawa setumpuk selada untuk makan malam. Ayah shock melihat buanyak banged daun selada, ibu mengatakan hanya itu yang tersisa setelah ia membaginya dengan tetangga, jadi ayah berkomentar, tadi sebanyak apa?
Ayah mulai membahas mengenai mereka yang bukan kambing, kenapa banyak sekali daun selada yang di beli ibu, ia heran kenapa gajinya cepat habis, rupanya ibu membeli banyak sayuran setiap hari.
Tentu saja mendengar kata gajian mata ibu jadi hijau dan memuntut gaji bulan ini. Ayah main mata dan meminta mereka makan duluan, membahas gajinya nanti saja. Ibu tidak mau, ia segera menggeledah dompet ayah dan menemukan amplop gajian.
Ibu senang sekali karena amplop-nya sangat tebal dan ia penasaran berapa kira-kira isinya.
Ayah agak takut lagi, ia main mata.

Ibu mulai menghitung uang gajian dengan senyum di wajahnya dan senyum itu menghilang saat menyadari amplopnya tebal karena banyak uang 1000 won. Ibu menatap ayah dengan tajam, Ayah menatap lurus ke arah TV dan saat OST Pepero dimainkan dia malah ikutan nyanyi, seolah tidak terjadi apa-apa. Tentu saja ibu mengamuk, ia mencubit paha Ayah dan ayah kesakitan.
Ibu meminta penjelasan kenapa gaji ayah bahkan tidak sampai 120.000 won. Ayah mulai mencari alasan dan ujung-ujungnya ia mengaku kalau anak temannya bangkrut dan mulai menjual buku, makanya ia membeli buku itu. Ia kasihan karena keluarga mereka sekarat.
Ibu kesal dan meminta ayah memikirkan mereka juga, keluarga mereka juga sedang sekarat karena hutang-hutang ayah. Ibu protes kenapa ayah selalu menolong orang lain, sementara keadaan keluarga mereka juga memprihatinkan.

Ayah mengatakan keadaan keluarga mereka masih terbilang baik, sambil mengangkat setumpuk selada. Ibu protes, ia selalu terlihat menjadi ibu yang jahat dikompleks, karena sedang berhemat ia bahkan tidak bisa menyediakan kopi. Tapi ayah selalu menjadi tetangga yang baik dimata yang lain.
Ibu mengatakan ia bahkan belum bisa membayar uang sekolah Deok Sun dan No Eul, dan sebentar lagi uang kuliah Bo RA juga akan dibayar.
Ayah mengatakan kalau ia masih sehat dan ibu juga, bahkan anak-anak mereka juga sehat dan belajar dengan baik, seharusnya ibu sudah bersyukur.
Ibu kesal dan mengatakan Deok Seon peringkat 999 disekolahnya dan No eul peringkat 1000. Ia sudah melahirkan anak yang bodoh.

Ayah membela dan mengatakan mereka masih punya Bo Ra yang kuliah di Universitas Seoul, Universitas terbaik di Korea.
Bo Ra yang tidak peduli situasi langsung bicara, belikan aku kacamata baru.
Ayah mengerut, kau bahkan belum setahun menggantinya dan kau meminta yang baru?
Bo Ra membuat alasan kalau ia sudah tidak bisa melihat dengan kacamata yang lama, bagaimana ia bisa belajar jika ia tidak melihat dengan jelas. Bo Ra meminta itu sebagai hadiah ulang tahunnya minggu depan.
Mendengar kata Ulang Tahun, Deok Sun angkat bicara, Aku ingin merayakan ulang tahunku sendiri, aku tidak mau merayakannya bersama unni.
Ayah mengeluh, ulang tahun kalian hanya berbeda 3 hari, kenapa harus merayakannya terpisah. Tidak bisa.

Bo Ra memastikan ibu membelikannya kaca mata baru. Ibu mengatakan kalau kaca mata Bo Ra masih bagus, dan harga kaca mata juga mahal. TApi Bo Ra tidak mau kalah.
Deok Sun juga tidak mau kalah, ia ingin merayakan ulang tahunnya sendiri tahun ini.
Bo Ra jadi kesal dan meninggikan suaranya, YA!!!! Unni sedang bicara, kau tak lihat?
Deok Sun kesal, huh, Ukyoo!
Bo Ra kesal mendengar kata hinaan itu. Ia meletakkan sumpitnya dan menarik rambut Deok Sun. Deok Sun berteriak meminta ibu menyelamatkannya.
Bo Ra mencekik Deok Sun dan Deok Sun terus berteriak, ibu melerai mereka dan mengatakan pada Bo RA kalau rambut Deok Sun bisa rontok kalau ditarik begitu.

Bo Ra ga mau tau. Ayah berteriak melihat mereka, TIDAK BISAKAH KITA HIDUP DENGAN TENANG SEHARI SAJA!!!!!
Ayah mengambil daun selada dan membuang ingusnya HHAHHAHAHAHAAHH.
Lalu seperti biasa, ia menangis dengan keras dan memanggil IBUUUUUUUUUUUU~
Aduh, papa Sung, aku suka deh kalau dia nangis gitu. HAHAAHAHA.

Pindah ke keluarga Jung Hwan.
Hening. Dimeja makan semuanya hening, bahkan jarum jam berdetak kita bisa mendengarnya. Mereka bertiga duduk dimeja makan menanti kedatagan ayah yang ga datang-datang.
Begitu mendengar pintu dibuka, ibu kedapur menyiapkan gulai yang dipanaskan dan kedua puteranya membungkuk pada ayah.
DAn ayah mereka adalah SamCheonPo yang terlihat seram dengan kacamata hitamnya, tapi setelah membuka kaca matanya, tiba-tiba ia menari dengan gaya yang aneh sambil menyanyi HAHAHHAHAHAHAHHAHAHHAHA.
Sayangnya tidak ada yang tertarik dan tidak ada yang tertawa, mereka terlalu lapar untuk berkomentar juga.
DAn semuanya mulai makan, ayah dicuekin HAHAHHAHAHA.

Ayah mendekati ibu dan menyentuhnya. Ibu sedang tidak ingin bercanda dan mengatakan ia akan membereskan makanan ayah jika dia tidak mau makan.
Ayah mencoba melucu lagi dengan membuat pose kambing hitam. Tidak ada yang tertawa HAAHHAHAHAHHA. Lelucon-nya ga lucu makah terkesan aneh tapi karena itu aku ketawa LOL.
LAlu kita berkenalan dengan anak sulung keluarga Kim, Kim Jung Bong, 24th, mencoba masuk ke Universitas ke-6 kalinya. Tertarik dengan segala hal kecuali belajar.

Ibu kemudian bicara dengan Jung Hwan, ia bertanya bagaimana Deok Suk bisa terpilih menjadi gadis pembawa papan nama, apakah harus ada ujiannya dulu?
Jung Hwan menjawab dengan singkat dan mengatakan ya begitu saja dia terpilih.
Ibu jadi sedih karena hanya dijawab singkat.
Ayah mulai melucu lagi saat ditanya bagaimana ayah bisa tahu kare adalah buatan ibu Sun Woo. Ayah memasang pose aneh dengan mulutnya, ibu jadi kesal dan mengambil nasi ayah, membuangnya ke dalam penanak nasi. HAHAHAHAHHA.

Kemudian kita mengintip makan malam dirumah keluarga Sun Woo. Kehangatan keluarga terlihat disana. Mereka makan malam dengan meja kecil tapi ada senyuman disetiap percakapan mereka.
Mereka membicarakan tentang Deok Sun yang menjadi gadis pembawa papan nama, ibu agak khawatir karena belakangan Deok Sun jadi kerling.
Sun woo mengatakan Deok Sun bekerja dengan keras, karena hanya 3 siswi SMA yang bisa menjadi gadis pembawa papan nama di Olimpiade Seoul.
Ibu mengingat-ingat nama yang akan Deok Sun bawa dan Sun woo mengatakan ia juga baru pertama kali mendengar nama itu, kalau ia mengatakannya pada ibu maka ibu pasti akan lupa lagi. Namanya agak sulit.
Begitulah percakapan keluarga Sun Woo, dimana mereka hanya makan bertiga bersama adik kecil yang imut bernama Jin Joo, yang sudah selesai makan kare-nya..

Dan tokoh utama kita Sung Deok Sun dikamarnya sedang latihan membawa papan nama untuk olimpiade, ia mewakili Madagaskar HAHAHAHAHHA.
Deok Sun sekamar dengan unni-nya, Unni sedang belajar di meja belajar sementara Deok Suk latihan membawa papan nama kesana kemari sambil menari-nari gembira.
Ia terlalu terbawa suasana saat papan nama tak sengaja memukul kepala BoRa.

Deok Sun shock, ia mengambil langkah siaga dan bersembunyi dibawah selimut. Bo Ra dengan kekuatannya mulai memukuli Deok Sun yang mengganggu belajarnya, dan menyuruhnya keluar sambil terus memukulinya. Ia kesal karena Deok Sun begitu bangga menjadi rencana pemerintah dan berpartisipasi dalam indoktrinasi pemerintah. Ia memukuli Deok sun yang berteriak dengan bantal sambil mengomel kalau banyak masalah yang terjadi karena Olimpiade Seuol ini.

H-8 Olimpiade Seoul 1988.
Jinjo menonton TV sambil minum cola pagi-pagi. Sun Woo bersiap berangkat ke sekolah setelah mengecup pipi bakpao adinya.
Ibu tidak lupa menyiapkan bekal makan siang Sun Woo. Sun woo kemudian meminta uang 1000 won untuk membeli hadiah pernikahan guru mereka.
Ibu excited karena guru wali kelas mereka menikah setelah digosipkan putus dengan pacarnya si guru sejarah. Sun Woo mengatakan kalau wali kelasnya hamil, makanya mereka bersatu kembali. Ibu malah berteriak kalau itu memalukan, Sun Woo mengingatkan kalau ibunya dulu juga begitu HAHAHAHAHAHA.
Sementara itu dirumah Jung Hwan, Jung Hwan dengan sepatu barunya meminta uang juga pada ibunya, 30.000 won HAHAHHAHAHA.

Sarapan di keluarga Sung, Bo Ra dan No eul meminta telur mata sapi. Ibu bingung karena telur ayam tinggal dua, dan dia merasa tidak enak menatap Deok Sun yang sedang mengambil nasi. Deok Sun mengatakan kalau ia tidak apa-apa tidak makan.
Saat di meja makan ibu melayani Deok Sun dengan baik dan menyuguhkan kacang hitam, katanya Deok Sun menyukainya. Mereka membicarakan tentang deok Sun yang jarang masuk sekolah karena persiapan olimpiade, tapi Deok Sun hanya perlu berusaha 1 minggu lagi setelah 6 bulan ini ia terus latihan.
Mereka memuji Deok Suk yang menjadi cantik, padahal saat lahir deok sun seperti makanan setengah dikunyah LOL. Sekarang deok Sun jadi cantik dan bahkan akan tampil di TV internasional.
Deok Sun bangga dan mengatakan kalau orang bilang jika kau jelek saat kecil maka saat dewas akau akan cantik. Ia menyinggung kakaknya.

Bo Ra menatap Deok Sun dengan tajam, ya! Sung Deok Sun! Apa yang kau pakai itu? Itu punya ku!
Deok Sun diam saja, ia mengatakan ia tidak memakai apa-apa. Bo Ra tidak percaya, ia yakin deok Sun memakai make up-nya lagi, ia akan membunuh deok sun jika dia memakainya lagi.
deok Sun menatap Bo Ra dengan tajam. Bo Ra tidak kalah menatapnya dan memastikan deok Sun mengerti. deok Sun menatapnya dengan tajam lagi. Bo Ra meninggikan suaranya.
Akhirnya deok Sun kalah, pooor T__T
Orang tuanya bahkan takut kalau Bo Ra udah marah LOL.

Tapi tentu saja, seorang adik makin di larang bakalan makin kepo dan semakin ingin melakukannya.
Setelah kakaknya berangkat kuliah, Deok Sun bebas di kamar dan ia mulai ekpedisi make up Bo Ra. deok Sun tidak sekolah karena persiapan olimpiade.
Ia hati-hati mengambil make up dan setelah memakainya meletakkan di tempat semula dengan cara meletakkan yang sama.
Tentu saja tidak hanya make up, Ia juga membuat kelopak mata ganda dengan batuan selotip dan maskaranya adalah korek api yang sudah dibakar LOL.
Pokoknya dia maksimal banged, but. . .. . .

Di Sekolah, jam makan siang, Sun Woo, Dong Ryong dan Jung hwan makan sama-sama. TApi Jung Woo dan Dong Ryong makan dengan cepat karena mereka akan bermain sepak bola. Sun Woo menolak ikut karena cuacanya sangat panas, ia akan pingsan kalau main diluar.

Sementara itu Deok Sun ada di stadion, ia sedang latihan membawa papan nama yang benar. Dimana ia harus tersenyum, berjalan dengan tegak dan tangan harus lurus.

Kelompok cowok makan dengan sangat cepat dan Sun Woo melihat mereka dengan khawatir. Ia menolak disuruh makan cepat-cepat.
Tiba-tiba seorang masuk ke kelas dan duduk di samping Sun Woo sambil memukul meja membuat Dong Ryong kaget.
Tebak siapa???????????????????
LOL, dia adalah teman Ssreuki Oppa!!!! Yang sama-sama jadi dokter residen di Rumah sakit, HAHAHHAHA, sekaligus teman kampus Ssereuki Oppa HAHAHHAHA.
Dia melapor pada ketua kelas alias Sun Woo kalau uang yang mereka kumpulkan untuk membeli kado di rampok oleh gang Ttoppokki Brazil.
Semuanya terkejut, mereka jadi pusing padahal kadonya harus dibeli besok. Mereka sama sekali tidak punya uang lebih.

Sun Woo mengharapkan Jung Hwan yang anak orang kaya dan bertanya berapa uang yang diminta Jung Hwan pada ibunya.
Jung Hwan menatap Sun Woo dengan kesal, ia tidak akan mau memberikannya.
Tiba-tiba para sunbae yang pemaksa datang, tentu saja mengajak mereka bermain bola. Sun Woo dan Dong Ryong dengan sigap pura-pura tidur. Jung Hwan membangunkan mereka dengan menendang meja tapi mereka tidak mau bangun.
JUng Hwan mengamankan dompetnya dengan melempar pada teman Sseurekki Oppa dan setelah itu baru lah Dong Ryong dan Sun Woo mau ikut HAHAHHAAHAHHA.

Para ibu sedang bergosip di luar rumah sambil memilih sayuran untuk dimasak. Mereka membicarakan Jung Hwan yang meminta yang 30.000 won tapi sebenarnya  mereka hanya mengumpulkan 1000 won per orang/. Ibu Jung Hwan mengatakan kalau mungkin anaknya membutuhkan sesuatu makanya minta banyak. Ibu Sun Woo kahwatir, jangan sampai ia meminta uang banyak untuk kejahatan.
Kemudian mereka mulai membicarakan pernikahan wali kelas Sun Woo dan guru sejarah itu. Ibu Sun Woo mengatakan anaknya menceritakan semuanya padanya. Ibu Jung Hwan mengatakan agar ibu Sun Woo tidak mengganggu Sun Woo dengan menanyakan semua kejadian disekolah. Ibu membela diri dan mengatakan Sun Woo sendiri yang cerita, ia bahkan tidak menanyakannya.
Ibu Sun Woo mengatakan anaknya lebih baik dari Jung Hwan yang kembali ke rumah tanpa bicara sepatah kata pun. Ibu penasaran bagaimana ibu Jung Hwan melalui hari-harinya dengan anak yang membosankan seperti Jung hwan.
Ibu Jung Hwan mengatakan Jung Hwan memberi tahunya apa yang perlu. Kemudian Ibu Jung Hwan melihat Jin Joo yang main kuda-kudaan dan mengatakan ia khawatir JinJoo akan menghancurkan mainannya. Ibu Sun Woo mengatakan kalau kuda itu kuat menahan Jinjo.

Ibu Jung Hwan menghela nafas dan pembicaraan masuk ke arah lebih serius, pembicaraan ibu-ibu dan suami mereka.
Rupanya ayah Jung Hwan itu lebih muda dari ibunya dan eheeem, agak tidak bertenaga. Ibu Sun Woo mengatakan pada ibu Deok Sun, demi tujuan itu Ibu Jung Hwan membeli 30 belut semalam. Bahkan 3 bulan yang lalu dia mencoba belut, ikan loach dan samgyetang demi menambah energinya.
Ibu deok Sun cukup terkejut dengan perjuangan ibu Jung Hwan. Ibu Sun Woo juga menyuruh ibu Deok Sun untuk memasakkan suaminya juga, karena belakangan ayah Sung kelihatan tidak sehat. Ibu menghela nafas dan mengatakan kalau ia tidak punya uang. Ibu Sun Woo mengatakan jangankan uang, kamar untuk begituan keluarga Sung juga tidak punya. Ibu tertawa.
Ibu Jung Hwan mengatakan kalau belut bahkan tidak meningkatkan penampilan suaminya. Ibu Jung Hwan meminta Ibu Deok Sun memperhatikan suamianya juga.
Ibu Sun Woo mengatakan malam ini adalah waktu yang tepat karena anak-anak mereka pulang larut malam.
Ibu tertawa dan mencubit ibu Sun Woo LOL.
(Btw, aku mencoba membuatnya setidak jelas mungkin, tapi kalian mengertikan mereka ngomongin apa? HAHHAHAHAHAHA, mian hae yang dibawah umur T___T ).

Ayah Deok Sun pulang dan entah kenapa dia menendang sesuatu, sepertinya ia mendengar pemicaraan mereka.
Ibu Deok Sun terkejut kenapa ayah pulang cepat hari ini. Ibu Sun Woo mengejek, ah, aku ini... tentu saja, ini waktunya bersenang-senang.
Ayah mencoba menghindari para tetangga yang biang gosip itu dan melewati mereka dengan membelakangi lalu cepat-cepat masuk ke rumah LOL.
Para ibu beneran sangat sangat asyik mengejek mereka berdua LOL.
Ayah sampai kesal karena ibu Jung Hwan dan Ibu Sun Woo terus mengejek bahkan setelah ia masuk pagar. Ibu-ibu ini menyuruh mereka melakukan sepuasnya dan mereka akan menjaga pagar agar anak-anak tidak masuk HAHHAHAHAHA.
Ayah beneran bete karena terus diejek, ibu menyuruhnya cepat masuk, toh ini bukan pertama atau kedua kalinya.

Ibu Jung Hwan dan Ibu Sun woo membicarakan ayah Jung Hwan yang belum kembali. Ibu Jung Hwan sih ga heran, ia yakin suaminya sedang menyandera seseorang demi leluconnya, dan tentu saja, kita melihat ayah Jung Hwan sedang membuat lelucon yang tidak lucu pada ayah Taek. LOl.
Ayah kemudian menemui isterinya dengan leluconnya, dia memasukkan tangan kirinya ke dalam jaketnya dan tangan yang lain dimasukan dalam tangan kanan jaketnya, sulit menjelaskannya tapi aku yakin kalian pernah melakukannya, aku juga HAHHAHAH.

Ibu ga pengin diajak bercanda, ia bad mood melihat suaminya begitu. TApi ayah Jung Hwan beneran ga takut sama isteri semakin dilarang ia malah semakin dan semakain melakukannya HAHAHHAHAHA.
Lucu banged pas ibu menyuruhnya berhenti, ia malah memukuli ibu Jung Hwan dari ujung rambut sampai kebawah, bukan mukul sih, tapi kelihatannya begitu, dia cuma pengin becanda aja.

H-7 Olimpiade Seoul 1988.
Hari Sabtu. Para siswa sudah menerima hasil ujiannya dan wali kelas sedang menutup kelasnya. Saat ketua kelas berdiri untuk memberikan salam, siswa yang lain mulai menyanyikan 'selamat atas pernikahanya dan membuat wali kelas menjadi malu. TApi ia tidak lupa berterima kasih atas hadiah yang diberikan murid-muridnya.
Jung Hwan mengecek dompetnya, tentu saja uangnya tinggal dikit karena Michael alias temannya Sseureki oppa mengambil uangnya untuk membeli kado lol.
Dong Ryong mengecek sakunya dan menghitung uang receh-nya yang tinggal 500 won, lalu keduanya siap untuk berbelanja.
Mereka mengajak Sun Woo tapi Sun Woo menolak karena ia sudah janji akan main sama Jin Joo.
BTW, dagu Sun Woo di plaster, sepertinya ia terluka.

Jung Hwan dan Dong Ryong jalan bareng saat Jung Hwan kebelet pengin ke toilet, Dong Ryong ga mau bareng jadi Jung Hwan pergi sendiri. Saat ia kembali ia shock melihat Dong Ryong dibawa 2 orang pria, tukang palak yang mengambil uang Michael.
JUng Hwan melihat lokasinya dan tepat, sepertinya 2 orang itu yang memalak Michael.
Jung Hwan berjalan dengan hati-hati dibelakang mereka dan menyipakan tinju-nya.

 Ia menganalisis situasinya, 2 vs 2, mereka mungkin bisa menang kalau Dong Ryong ikut melawan nantinya. Tapi ia ragu, apakah ia harus memukul mulai dari kiri atau kanan. Jung Hwan bersiap dengan tinjunya saat tiba-tiba ketiganya berhenti. Jung Hwan juga menghentikan langkahnya.
Dong Ryong berbalik dan menyuruhnya bergabung dengan mereka. Dong Ryong udah nyerah duluan. Jung Hwan menghela nafas berat.

Para ibu menyiapkan tauge untuk dimasak sambil mendengarkan radio, dimana Jinjoo kelihatan menikmati karamel ikannya.
Ibu Jung Hwan mengeluh dan mengikuti lirik dari musik radio kalau ia juga ingin menangis. Ibu Deok Sun berkomentar, apa yang kau khawatirkan, suamimu mengumpulkan banyak uang dan anak-anakmu sehar, diantara kita bertiga, aku paling iri padamu.
Ibu Jung Hwan mengatakan tak ada gunanya memberi suaminya belut, semua itu omong kosong.
Kedua ibu menatapnya, kalian tidak pergi ke kota semalam?

Ibu Jung Hwan kesal, kekota apanya? bahkan fase pertama aja tidak sampai. Dia bahkan tidak sadar.
Ibu Jung Hwan yang bete lagi-lagi mengikuti lagu dari siaran radio, lagu galau.
Kedua ibu tertawa melihat ibu Jung Hwan yang galau. Lalu ayah Jung Hwan tiba-tiba muncul dan ikutan nyanyi juga.
Ketiga ibu menatapnya dengan tatapan, ni orang ngapain sih? HAHAHAHAHAHAHAHHA
Ayah Jung Hwan tidak peduli dan malah sok keren dengan memberikan ciuman tak langsung melalui udara pada istrinya.
Ibu Jung Hwan bete, lihat, dia bahkan tidah sadar.
(Waduh, bahaya nih, pembicaraan ibu-ibu ini ternyataaaa, mana ada JInjo disana HAHAHAH).

Jung Hwan dan Dong Ryong di palak di tempat sepi. Mereka mengambil uang Jung hwan dan Dong Ryong.
Mereka meyakinkan kalau keduanya tidak menyimpan uang lainnya di tempat aman, kalau ketahuan ia akan memukul mereka 10 kali per 10 won.
Akhirnya Jung Hwan dan Dong Ryong di bebaskan, tapi tiba-tiba teman si tukang palak satunya menyuruh mereka berhenti.
Ia bertanya ukuran sepatu keduanya, dan Jung Hwan menghela nafas kesal, sepatu barunya akan diambil sama si tukang palak. DAn benar saja, mereka tidak tertarik pada sepatu butut Dong Ryong, mereka ingin sepatu baru Jung Hwan.

Saat No eul keluar dari dalam rumah untuk menjemput ayahnya, Sun Woo kembali dari sekolah dan langsung menemui Jin Joo yang hampir menghabiskan karamelnya.
Sun Woo menggendong adik kecilnya dan duduk di dekat ibu-ibu itu. IBu bertanya pada anaknya kalau nilai ujian dibagikan hari ini. Sun Woo membenarkan. Ibu Jung Hwan malah kaget, kalian ujian?
Ibu Sun Woo terkejut bagaimana ibu Jung Hwan tidak tahu kalau anaknya ujian. IBu Jung Hwan mengatakan kalau Jung Hwan tidak mengatakan apapun.
Ibu bertanya apakah nilai Sun Woo turun, Sun Woo membenarkan, ia dapat ranking dua kali ini.
Ibu kemudian menyadari luka di dagu Sun Woo dan terkejut, ia bertanya apakah Sun Woo bertengkar dengan seseorang. Sun Wo mengatakan tidak, itu hanya luka kecil. Tapi ibu tidak semudah itu percaya dan bertaya lagi. Sun Woo mengatakan itu bukan apa-apa dan segera menarik JinJoo untuk ikut dengannya.

Ibu Sun Woo menatap anaknya dan terlihat khawatir. Ibu Jung Hwan menyadarinya dan menyuruhnya jangan terlalu khawatir.
Ibu Sun Woo takut kalau Sun Woo pergi dengan anak nakal. Ibu Jung Hwan yakin Sun Woo tidak akan seperti itu, meski ia tidak yakin dengan anaknya sendiri. Ia yakin Sun Woo hanya ribut kecil dengan temannya.
Ibu tetap tidak tenang, bagaimana kalau SUn Woo dipukuli anak nakal. Ibu Deok Sun memintanya jangan khawatir, kalau ada apa-apa Sun Woo pasti bicara pada ibunya.

Jung Hwan dan Dong Ryong juga kembali. Kita bisa melihat Jung Hwan hanya memakai sendal, sepatunya udah di ambil LOL.
Ibu Jung Hwan menyapa puteranya, tapi Jung Hwan terlalu dingin untuk ikut nimbrung, jadi dia hanya menunduk memberi salam dan masuk ke rumah. Ibu jadi menunduk sedih melihatnya.
Ibu Deok Seon melihatnya dan mengatakan kalau anak perempuan memang lebih pengertian. Ia memuji anak perempuannya, meski berada di peringkat 999, putri lebih baik.
Ibu Jung Hwan menghela nafas.
Ibu Sun Woo bertanya apakah Deok Sun belum pulang, masa mereka juga menahannya di hari sabtu. Ibu Deok Sun juga ga ngerti, anak perempuannya belum pulang, anak laki-lakinya juga, suaminya juga.
Ketiga ibu tiba-tiba menyanyi bersama dan tertawa LOL.

No eul yang menjemput ayahnya makan es krim di kedai. Ayah menyuruhnya makan cepat karena ibu pasti sedang menunggu. No eUl mengangguk sambil terus menjilati ice creamnya.
Tiba-tiba seseorang datang, keduanya shock. Deok Seon melihat mereka dan kesal, Hmmm, jadi karena ini kau selalu menemui ayah? Kau makan es krim piala dunia setiap hari?!
Deok Seon yang kesal juga meminta pada ayahnya, karena dia juga ingin memakan es krim.

Ayah membelikan Deok Seon es krim yang ada tempatnya, tapi wajahnya sama sekali tidak senang meskipun es krimnya lebih banyak. Deok seon cemberut.
Ia cemberut karena ayahnya menyuruh dia, ibu dan kakaknya makan es krimnya sama-sama LOL.
Ayah mengatakan tidak mungkin mereka makan hanya bertiga saja, ibu dan kakak pasti juga mau. IA menyuruh Deok Sun cepat pulang karena ia lapar.
No Eul mengingatkan kaau tetangga ada di depan rumah mereka.
Ayah terkejut dan mengubah rencana, menyuruh Deok Seon makan sekarang saja, HAHAHAHHHA.
Dari pada dimintai tetangga LOL.

Ibu Sun Woo sakit gigi, gigi-nya ngilu dengan hanya minum air. Sun Woo khawatir melihatnya karena ibu ga mau pergi ke rumah sakit. Ibu tersenyum dan mengatakan ia masih bisa tahan, minggu depan ia akan pergi ke rumah sakit.
Ibu mendekati puteranya dan bertanya lagi tentang luka Sun Woo, ia ingin Sun Woo cerita padanya. Ibu bahkan menggodanyam tapi Sun Woo dengan cepat mengatakan kalau itu tidak apa-apa, dan ia segera minta izin ke rumah Jung Hwan. Ibu jadi cemberut.

Jung Hwan keluar dari rumah dan jantungnya hampir copot karena kaget ada gadis berbaju putih di depan rumahnya, itu Deok Seon yang memakai hanbok putih dan latihan membawa papan nama.
Deok seon kesal dengan reaksi Jung Hwan seperti melihat hantu, padahal biasa aja dia hanya memakai hanbok.
Ia bertanya bagaimana penampilannya pada Jung Hwan, tapi Jung Hwa menjawab seadanya dan ia tidak puas, jadi Deok Sun cemberut.

Sun Woo juga menjadi korban, ia terkejut melihat Deok Seon dengan Hanbok putihnya LOL. Sun Woo kelihatan paling shock LOL, dia bertanya apakah mereka mengganti bajunya (panitia).
Deok seon tersenyum dan membenarkan, bagaimana? Cantik?
Sun Woo dengan cepat menjawab, tidak sama sekali.
Deok seon cemberut lagi.
Kemudian Dong Ryong masuk dan ia juga shock, Deok Seon tak sempat berkata apa-apa, Dong Ryong langsung mengeluarkan tinju-nya karena sudah menakut-nakutinya HAHHAHAHAH.


0 comments:

Post a Comment

 

Random Post

Clover Blossoms Fanpage

In My Radar

Watching :
- We Married as A Job
- Jimi ni Sugoi!
- Weightlifting Fairy
- Goblin
- The Legend of The Blue Sea
- Father I'll Take Care of You
- Beppin-san
- Gochisousan

Waiting Drama:
- Miss in Kiss

Waiting Movies:
- One Week Friends
- Your Lie in April
- Aozora Yell
- Itakiss Movie

Favorite Song This Time :
- Red Cheek Puberty - Galaxy
- Ben - Foggy Road
- Twice - Next Page
- Utada Hikaru - Hanataba wo Kimini
- LYn - Love Story