[Sinopsis] Reply 1988 Episode 2 ~ Part 2

---------------------------------------------------------------------------------

Sinopsis Answer Me 1988 Episode 2 Part 2

Sun woo dan kawan-kawan selesai bermain bola dan sedang membersihkan wajah dan tangan mereka di tempat cuci tangan.
Mereka kesal sekali, kalau bukan karena Sunbae gila itu mereka pasti menang 5-0. Sun Woo malah mengatakan mereka bisa saja menang 10-0.
Jung Hwan bertanya jam berapa mereka akan menonton filmnya, Dong Ryong merasakan bahaya dan mengatakan jam 3.
Jung Hwan bete karena itu artinya mereka akan bolos pelajaran matematika.
Dong Ryong memukulnya dan memberi kode kalau sunbae gila dan 2 temannya ada di belakang.

Sunbae gila tidak menyukai Sun Woo jadi ia langsung mendekati Sun woo dan menantangnya, ia tidak terlalu suka Sun Woo jago main sepak bola.
Sun woo juga tidak menyukai Sunbae itu dan menatapnya dengan tajam. Sun Bae tersinggung Sun Woo melawan dan ia mendonrong bahu Sun Woo dengan kepalanya. Sun Woo tidak gentar.
Selain ketua kelas, Sun woo juga ketua OSIS, Sunbae komentar kenapa Sun Woo pake kalung padahal jelas tidak boleh memakai aksesoris di sekolah. Sunbae menyuruhnya melepas. Sun woo menolak.
Sun woo menatap lagi dan sunbae mendorong kepala Sun woo, Sun Woo tidak gentar, ia menatap makin menantang bahkan saat sunbae gila itu teriak.
Teman Sunbae mengingatkan mereka akan telat kalau tidak segera ke kelas dan Sunbae kesal sekali pada SUn Woo dan mengingatkannya akan membalas nanti.

Sunbae akan pergi tapi sebelum itu ia memukuli kepala Jung Hwan dan Dong Ryong yang sedari tadi diam.
Mereka lega sunbae sudah pergi dan mereka juga bersiap akan ke kelas.
Jung Hwan menatap Sun woo dan bertanya apakah Sun woo tidak bisa melepasnya sebentar saja.
Sun Woo kesal, Ayah yang memberikannya padaku, mana bisa aku melepasnya!
JUng Hwan mengatakan nanti Sun Woo bisa memakainya lagi kan?
Jung Hwan kecewa pada Sun Woo. Ia meninggalkan Sun Woo dengan kesal.
Sun Woo hanya menatap mereka.

Deok Seon menangis menerima telpon dari kakaknya. Kakaknya menyuruhnya jangan menangis dan segera berkemas. Tapi Deok Seon terlalu sedih dan terus menangis.
Bora mengatakan tidak apa-apa dan jangan menangis lagi, nenek mereka sudah ada di tempat yang nyaman di surga, jadi Deok seon harus segera berkemas dan pulang, ia sudah meminta izin pada gurunya.
Deok Seon terus menangis terisak dan sedih karena nenek sudah tiada.

Malam itu ketiga kakak beradik Sung ada di bus menuju kampung halaman nenek.
Deok Seon tidak bisa menghentikan air matanya, ia terus menangis. Bora khawatir melihatnya, ia juga melihatNo Eul menangis dan menyuruhnya tidur karena disana nanti dia ga akan bisa tiudr.
Deok Seon masih menangis dan Bora menatap adiknya. Ia mengambil barang dibawah kaki Deok Seon dan meletakkan di bawah kakinya agar Deok Seon bisa tenang.
Deok Seon menghapus air matanya karena takut kakaknya marah lagi, tapi air matanya tidak bisa berhenti.

Mereka tiba di rumah duka. Deok Seon masih menangis dan Bora menatapnya, takut dimarahi Deok Seon mengatakan kalau ia tidak akan menangis lagi.
Bora menghapus air mata adiknya dan bertanya, apa kau kira kau lebih sedih dari ayah?
Deok Seon terisak lagi, ia menggeleng. Bora juga meminta No Eul jangan menangis lagi dan menghibur ayah mereka, No Eul mengerti.

Rumah duka ramai dengan pelayat dan keluarga menyajikan makanan. Deok Seon dan kakak serta adiknya masuk dan terkejut melihat sangat ramai disana.
Ibu melihat mereka dan menyuruh mereka makan. Deok Seon tidak selera dan memberikan sup nya pada adiknya.
Deok Seon mencari ayahnya, ia yakin ayahnya sedang bersedih dan sakit.
Lalu tiba-tiba ayah memanggil mereka dan menyuruh mereka kesana.

Ayah jauh dari kata sedih, ia selalu tersenyum dan memperkenalkan anak-anaknya pada tetua disana. Bora si sulung yang merupakan mahasiswi Universitas Seoul, yang bisa lulus meski mereka tidak punya uang untuk memasukkannya dalam les privat, Deok Seon anak tengah yang pernah tampil di TV sebagai pembawa papan nama dan No Eul si bungsu yang lebih baik dari pada kelihatannya.
Mereka kagum melihat anak-anak papa Sung. Ayah juga disapa oleh seeorang yang mengenailnya.
Deok Seon heran melihat ayahnya yang terus tertawa dan menyapa semuanya.

Deok Seon menggoreng sesuatu bersama Bora, makanan bagi pelayat.
Deok Seon mengatakan kalau ayahnya seperti robot, bagaimana bisa dia tidak menangis sama sekali. Keduanya melihat ayah yang terus bicara dengan pelayat dan tersenyum sambil minum. Deok Seon bertanya apakah semua orang dewasa seperti itu?
Bora menyuruhnya diam. TApi Deok Seon terus merasa terganggu, karena bibi-bbi bahkan tidak menangis juga dan asyik membicarakan cincin.
Deok Seon merasa neneknya kasihan, karena tidak ada anaknya yang menangisi.

Ibu mendekati keduanya dan menyuruh mereka tidur.
Bora bertanya bagaimana dengan paman tertua, dia sudah menelpon kenapa belum datang? Padahal nenek sangat merindukannya.
Ibu mengatakan kalau paman tinggal di Amerika dan perjalanannya jauh, besok dia mungkin akan datang.
Deok Seon menangis lagi dan kasihan pada neneknya.
Bora menyuruhnya berhenti menangis. Deok Seon kesal, padahal ia hanya menangis, kenapa tidak boleh?
Keduanya akan bertengkar lagi dan ibu mengingatkan mereka kalau mereka sedang ada dipemakaman.

Grup Jung Hwan, Dong Ryong dan Sun Woo bersiap menonton film dewasa di bioskop. Mereka bahkan sudah ganti baju dan mencoba terlihat seperti sudah cukup umur.
Sun Woo bertanya apakah tidak apa-apa? Bagaimana kalau ada polisi disana?
Dong Ryong tertawa dan mengatakan kalau polisi tidak mungkin berjaga disana.
Tapi kenyataannya, ada banyak polisi berjaga di bioskop. Karena itu film dewasa jadi ada patroli untuk melihat identitas HAHAHHAHA.
Ketiganya gagal masuk ke dalam bioskop, Dong Ryong kecewa dan mereka berencana datang besok.
Sun Woo yang sebenarnya ga terlalu excited bertanya, kalian datang lagi besok?
Jung hwan menjawab antusias, tentu saja!
Mereka memutuskan ke rumah Taek, untuk memutar CD cinta erotis. HAHHAHAAHHHA.
Jung Hwan sangan menyukainya HAHHAHAHAHHHAHHAH LOL.

Keesokan harinya, Jinjoo menonton acara anak-anak sambil mengemil sosis. Ibu sedang memasak sarapan dan bekal Sun Woo, sosis goreng.
Sun Woo keluar dari kamarnya dan mengecup adiknya, Ibu memberikan bekal pada Sun woo karena ia akan pulang malam. Ibu menyuruhnya makan dengan mie instan dan ia meminta 500 won.
Ibu Jung Hwan juga memberikan bekal dan Jung Hwan meminta 10.000 won untuk uang mi instan, ibu tidak tertipu kali ini HAHHAHAHHAHA

di Rumah duka, Deok Seon dan keluarga besar tidur bersusun sarden (Tau kan? HAHAHHHAA).
Deok Seon terbangun karena Bora meletakkan tangan di bahunya, Ia keluar dan melihat para ibu memasak dan ayahnya tidur di depan altar nenek.
Para Bibi membawakan makan untuk oppa mereka. Deok Seon tidak jadi menemui ayahnya.
Deok Seon melihat ayahnya yang masih semat protes sarapannya.
Deok Seon cemberut.

Makan siang di sekolah, tiga sekawan makan bersama lagi.
Mereka membuka makan masing-masing. Jung Hwan dengan makanan mewahnya, lauk pauknya lengkap dan Dong ryung hanya membawa kimchi dan kare dan nasi goreng kimchi.
Sun Woo membuka makanannya, sosis goreng, tapi begitu memakannya Dong Ryung merasa masakannya asin. Ia protes lagi dan mengatakan kalau begini ceritanya di keluarga SUn Woo tidak akan ada yang bisa gendut. Sun Woo kesal menengarnya, ia makan sambil mengeluarkan sesuatu yang menyangkut.
jung Hwan mencobanya dan menurutnya rasanya enak, hanya saja ada kulit telur juga didalam HAHAHHAHAHAHA.
Dong Ryong mengingatkan kalau nanti mereka akan pergi lagi. Sun woo khawatir ada polisi lagi disana.
Tapi Dong Ryong sudah punya rencana yang membuatnya batuk-batuk.

Ketiganya pergi ke loker penitipan barang. Sun Woo khawatir karena ia membawa makanan lebih untuk dimakan. TApi Jung hwan mengatakan mereka akan makan malam pake burger aja, dia yang traktir. Mereka setuju.
Ketiganya membuka seragam mereka dan lucunya didalam mereka memakai seragam wajib militer LOl.
Ketiganya sukses membeli tiket dengan bergaya sebagai orang yang baru selesai masuk wajib militer. Mereka juga berhasil masuk ke dalam bioskop, tapi Sun Woo kebelet pipis jadi dia ke toilet duluan.

Sun Woo keluar dari toilet sambil nyanyi dan langkahnya terhenti, ia shock melihat belum apa-apa teman-temannya dan bahkan ada sunbae gila yang tertangkap oleh seseorang.
Dong ryong melihatnya dan memanggilnya untuk bergabung dengan mereka. LOL.
Gagal lagi deh!

Di rumah duka, Deok Seon dan Bora memasak lagi, Deok Seon masih terganggu karena melihat pamannya yang lain bahkan baik-baik saja dan tertawa. Ayah bahkan menyanyi bersama tetua dan Deok Seon cemberut, ia merasa terganggu dan sangat kesal.

Grup cowok tertangkap oleh ayah Dong Ryong HAHAHHAAHHA.
Ia menceramahi mereka dan memukul kepala mereka.
Anak tetangga, anaknya juga dipukuli. Ia kesal melihat anaknya sedniri disana tertangkap, ayah bahkan menggelitiknya dan memukulnya lebih keras. Ayah beneran emosi.
Ayah juga memukul Sun Woo, tapi ia tidak bisa berkata apa-apa pada Sun Woo dan mengatakan kalau mereka selamat malam ini karena Sun Woo. Dan menasehati mereka untuk belajar dengan keras dan jangan mengulanginya lagi.
Ayah yang emosi tidak memperbolehkan anaknya pulang ke rumah malam ini kalau tidak mau marti LOl.
Sunbae gila yang ada disana sangat kesal apalagi ada Sun Woo disana.

Sunbae membully Sun woo lagi. Ia kesal karena tadi ayah Dong Ryong mengatakan mereka selamat karena SUn woo.
Sun Woo hanya menghela nafas, ia tidak mau kalah dan menatap dengan tajam. Tentu saj sunbae makin dan makin kesal, ia mendorong Sun woo dengan jarinya.
Sunbae melihat kalung Sun Woo lagi dan menyuruhnya melepaskannya. Sun Woo menyembunyikan kalungnya.
Sunbae makin kesal karena SUn woo tidak mendengarnya dan menariknya. Kalung putus, Sun Woo shock.

Sebelum Sunbae membuangnya, Dong Ryong angkat bicara dan mengatakan kalau itu kalung pemberian ayah Sun woo. Ia mengatakan kalau itu kenang-kenangan ayah SUn Woo yang sudah meninggal.
Sunbae makin membuat aku kesal, dia mulai berlagak lagi, memangnya kenapa? Lalu kenapa? Bolehkah kau tidak menghormati seniormu karena kau tidak punya ayah? Apa kau bangga karena kau tidak punya ayah atau apalah?
Sun Woo menatap sunbae lebih tajam. Sunbae meninggukan suaranya, Apa kau mau pamer, bajingan???!!!!!

BBUUUUUUUUUUUUUUKKKKKKKKKKKKKKKKKK!!!!!!!
Sebuah tinju melesat di pipi sunbae gila itu!!!!! YOSH!!!!
Jung Hwan yang tidak tahan lagi memukul sunbae,  ia memanggil sunbae gila dan mengatakan selalu saja kata kotor yang keluar dari mulut si sunbae.
Jung Hwan benar-benar sudah menantang. Ia tak tahan lagi selama ini. Dong Ryong dan Sun Woo terkejut juga melihat Jung hwan akhirnya melepaskan kemarahannya.

Rumah duka, hari kedua malam semakin sepi.
Ayah duduk sendiri sementara Deok Seon dan Bora membersihkan meja.
Deok Seon mengatakan sepertinya paman tidak akan datang. Bora berkata kalau paman tidak datang hari ini maka tidak ada gunanya dia datang, karena besok pagi mereka akan melakukan pemakaman / kremasi.
Deok Seon menatap ayahnya yang tidak bersemangat.

Deok Seon mendekati ayahnya dan memintanya untuk istirahat.
ayah tersenyum melihat puterinya, ia mengatakan kalau ia baik-baik saja. Deok seon mengerti dan terkejut melihat seseorang datang.

Paman tertua akhirnya datang dan langsung memanggil nama Dong Il, ayah Deok Seon.
Ayah terkejut, ia tidak bergerak dan tidak berbalik. Paman memanggil namanya berkali-kali dan ayah mengatur ekspresinya, menahan air matanya, ia tersenyum dan berbalik. Ayah berdiri perlahan.

 
Paman berjalan mendekatinya dan menangis menyentuh wajah adiknya. Ayah mulai mengeluarkan air matanya dan keduanya slaing berpelukan dan menangis.
Tangis yang selama ini ditahan akhirnya lepas, mereka menangis dan berteriak dengan histeris. Mereka meratapi ibu mereka yang malang karena pergi begitu cepat.
Para bibi datang dan mereka berempat saling berpelukan dan menangis histeris. Mereka benar-benar menunggu kakak tertua mereka dan baru lah mereka menangis histeris menunjukkan kesedihan mereka.

Keempat saudara berpelukan dan menangis.
Yang lain hanya melihat mereka.  Bo Ra, ibu dan No eul terlihat sedih.
Deok Seon melihat ayahnya dan ikut menangis dengan sedih.
Anak-anak nenek memberi penghormatan terakhir pada ibu mereka dimulai dari paman tertua, ayah, dan para bibi.
lalu kamera memperlihatkan pada kita pot bunga yang diminta nenek ada disana, nenek benar-benar menggunakannya.

Tiga sekawan pulang malam itu. Mereka terlihat tidak ceria dan agak canggung. Mereka sampai di rumah Sun Woo duluan. Jadi Sun woo berhenti.
Jung Hwan tidak bicara dan terus berjalan. Dong Ryong meminta izin untuk menginap di rumah Jung Hwan. LOl. Takut di marahi sama ayahnya.
Jung Hwan kemudian berhenti dan bertanya pada Sun woo mengenai kalungnya.
Sun woo mengatakan ia tidak akan memakainya lagi. Sun woo mengkhawatirkan wajah Jung Hwan, kita bisa melihat JUng hwan tadi kayaknya di pukul jug.
Jung Hwan menyuruh Sun Woo mengkhawatirkan dirinya sendiri.

Sun Woo masuk ke dalam rumahnya dan melihat ibunya berbaring di depan TV. Ibu sudah tidur tapi menahannya karena anaknya belum pulang.
Sun woo akan masuk dan akan memberi salam saat ia menyentuh tasnya dan teringat ia belum menghabiskan bekal ibunya.
Sun woo mengurungkan diri masuk ke rumah dan makan bekal di tangga disamping rumahnya.
Bekalnya sudah dingin dan sepertinya sudah tidak enak, tapi Sun Woo tetap memakannya dengan baik.
Meskipun banyak kulit telur dan nasinya tidak matang / ada batunya, ia tetap memakannya.
Sun Woo adalah orang yang paling tahu kalau masakan ibunya tidak enak, tapi ia tidak pernah mengeluh dan tetap memakannya, agar ibunya bahagia.

"Meski begitu, terkadang tak apa jika kita dibodohi. Jika kau bisa membuat ibumu bahagia dengan membuatnya berfikir masakannya enak, tidak akan sulit menelan masakan anehnya. Tak perlu memaksakan kebenaran menjadi kebahagiaan. Kadang, aku hanya butuh ilusi agar bahagia."

Setelah menyelesaikan makannya, Sun Woo kembali dan memberi salam seperti biasa.
Sun Woo meletakkan tasnya dan masuk ke kamarnya untuk ganti baju dan mandi.
Ibu bangun dan mengambil tempat bekal Sun Woo dan ibu bahagia karena anaknya menghabiskan makanannya.

Berita di TV memperlihatkan berita kemenangan Choi Taek bermain biduk. Mengalahkan juara dengan 343 gerakan. Ia juga diberitakan sudah tiba di bandara Gimpo, untuk merayakan ulang tahun ke 18 nya.
Ayah dan Ibu menonton berita-nya dan ibu berkomentar kalau ibu Taek pasti bahagia di surga melihat anaknya berbakti.
Ayah mengomentari tidak ada gunanya berbakti setelah orang tua meninggal. harusnya berbakti saat keduanya maish hidup.
Tiba-tiba lampu rumah mereka mati dan ayah mengatakan ia akan membelikannya dan ibu juga menitip tauge untuk dibuat sop besok.

Ayah pulang dari kedai saat ia melihat Taek yang baru kembali. Taek terlihat tidak terlalu ceria.
Ayah bahkan membungkuk padanya dan Taek juga. Ayah melihat Taek dan kemudian mengajaknya untuk menemaninya minum.
Keduanya duduk di bangku tempat ibu-ibu biasanya bergosip dan ayah minum setelah dituangkan oleh Taek.
Ayah mengomentari TAek yang menjadi dewasa setiap hari. Taek hanya tersenyum. Taek minta maaf karena tidak bisa datang saat pemakaman nenek. Ayah hanya tersenyum dan mengatakan sesuatu tentang karena ibu yang ia rindukan akhirnya ia bisa bertemu dengan kakaknya.

Keduanya kemudian terdiam, ayah bertanya kapan Taek merindukan ibunya.
Mata TAek berkaca-kaca, ia menangis dan terdiam.
Taek perlahan mengatakan, setiap hari. Aku merindukan ibuku setiap hari.
Ayah menatapnya dan memandang jauh.
TAek menunduk, ia menangis dan mengingat ibunya lagi.
Ayah minum lagi dan keduanya melewati malam itu dengan dia.

"Anak yang seperti orang dewasa hanyalah anak yang tidak mau protes. Mereka hanya menyesuaikan diri dengan lingkungan orang dewasa dan besar dengan terbiasa akan ilusi di sekitarnya. Anak-anak yag sikap dewasa hanyalah anak-anak biasa. Ilusinya singkat tapi kesalahpahaman bisa berlangsung lama. Itu sebabnya ilusi menawarkan kebebasan, sedangkan kesalahpahaman menjatuhkanmu."

TAek kembali ke rumahnya, gelap. Tidak ada siapapun disana. Taek masih menunjukkan wajah sedihnya akan rumahnya yang sepi. Ia berjalan perlahan melihat piagam dan foo saat ia menerima penghargaan. Perlahan ia membuka pintu kamarnya.

Saengil Chukkahamnida! Chaengil chukkahamnida! Saranganeun uri Taek-i, saengil chukkhahamnida~
Taek terkejut melihat teman-temannya sudah menunggu di kamar dengan banyak makanan dan cake untuk merayakan ulang tahun ke-18 nya. Mereka menarik Taek masuk ke dalam kamar.

Taek beneran hanya diam saja, disurh duduk, dipakaikan topi ulang tahun dan juga di foto oleh Jung Hwan, HAHAHHAAHHAHA, ni anak ga banyak bicara sama sekali.
Jung Hwan agak bete melihat Taek yang ga ganti baju karena bajunya kayak kakek-kakek.
Sun woo mengatakan ia pikir mereka akan mati kelaparan karena menunggu Taek pulang.
Dong Ryong menyuruh mereka cepat dan Taek meniup lilin ulang tahunnya. Semuanya tepuk tangan.
Deok Seon memberikan hadiah untuk Taek, kaset Jeon In Kwon.
Mereka beneran tergesa-gesa, Deok Seon segera menyingkirkan lilin dari cake dan bahkan meletakkan pisau di tangan Taek tapi dia yang memaksa memotongnya.
Deok Seon bahkan meminta kue-nya nanti karena Taek pasti tidak akan menghabiskannya LOL.

KAmar beneran berisik banged, yang satu bilang ini dan yang satu bilang itu.Sun Woo menghidupkan TV dengan volume lumayan besar, Taek bahkan sampai menutup kupingnya HAHHAAHAH.
Dong Ryong dan Jung Hwan segera menggeledah TAek dan bertanya, dimana?
Mereka memeriksa tas TAek dan menemukan barang yang mereka cari. LOL.
Tentu saja minuman keras dari Cina. Jung Hwan dan Dong Ryong senang sekali.
Deok Seon menyadarinya dan berteriak sekuat tenaga mengatakan kalau anak-anak minum alkohol.
Dong Ryong dengan sigap melompat dihadapan Taek dan menutup mulut Deok Seon HAHHAHAHAH.

Kasian banged Taek, setelah semuanya mendapatkan yang mereka inginkan, mereka ga peduli sama ulang tahun TAek lagi.
Jung Hwan sibuk membuka alkoholnya dan Dong Ryong sibuk menyumpal mulut Deok Seon HAHAHHAHA.

Flashback diiringi Narasi Deok Seon yang  mengatakan kalau Taek adalah yang terakhir pindah ke kompleks mereka.
Awalnya mereka hanya 4 sekawan yang menghabiskan waktu bersama, suatu hari ada keluarga yang pindah kesana, Choi Taek yang baru saja kehilangan ibunya.
Saat kecil mereka terkenal nakal dan dipertemuan pertama mereka mulai mengerjai Taek dengan menembaknya dengan pistol air. Dan menyiram dengan seember air juga.
4 sekawan menyukai teman baru mereka.

Deok Seon juga ada disana tentu saja, ia berbagi permen karamelnya dengan Taek.
Deok Seon mengatakan kalau Taek dari dulu memang pendiam. Makanya anak-anak kompleks memang sedikit keterlaluan padanya.
Bahkan saat mereka bermain sepeda kecil menuruni turunan tajam yang berbahaya, mereka mengerjai Taek yang benar-benar menuruninya sementara yang lain diam di sepeda kecilnya.
Makanya tangan TAek patah saat itu.
Anak-anak merasa menyesal, saat mereka berangkat ke sekolah mereka menunggu Taek dan satu persatu membawakan barang-barang TAek, seperti tas, tempat bekal dan ada juga yang memberi kartu. Aku ga tau yang mana Jung Hwan dan Sun Woo. LOL. Ga yakin maksudnya. Kalo Dong Ryong jelas yang make kacamata.
Deok Seon kecil menawarkan punggungnya dan ia menggenong TAek ke sekolah saat itu. Deok Seon kecil agak gendut makanya ia bisa menggendong Taek kecil.

Mereka menghabiskan waktu masa kecil mereka dengan menyenangkan, seperti akan kecil biasanya. Suka mengerjai dengan menekan bel tetangga dan kemudian kabur.
TAek ikut bersama mereka meskipun ia jarang tersenyum atau mengikuti lomba nyanyi bersama.
TAek selalu ada bersama mereka, meski mereka nakal, atau mereka melakukan hal yang menyedihkan, Taek selalu bersama mereka. Tentu saja dengan wajahnya yang kurang ekspresif.
Persahabatan di kompleks itu tercipta hanya dengan kekuatan waktu. Begitulah anak pendiam dan keempat anak peribut menjadi teman. Dan begitulah mereka menjadi berlima.

Kembali ke kamar Taek, Deok Seon tampak menatap semuanya dengan wajah meremehkan. Anak laki-laki sudah mabuk hanya karena minum alkohol itu, ia mengira mereka tahan.
Anak laki-laki tiduran berjejeran dan Jung Hwan mengatakan pada Deok Seon untuk meminumnya kalau dia tidak yakin itu cukup kuat.
Deok Seon kesal dan mencobanya, hanya sedikit, ia tidak mau diremehkan.

Deok Seon meminumnya saat keempat anak laki-laki melihatnya. Sun Woo mencoba melarangnya tapi Deok Seon terlanjur meminumnya.
Efeknya terasa, Deok Seon shock dan langsung berteriak memegangi dadanya. Deok Seon merasa dadanya sangat sakit karena ini pertama kalinya ia minum alkohol.
Ia menyumpahi mereka berempat HAHAHHAAHHAHA.
Deok Seon kabur keluar demi keselamatannya, ia muntah-muntah.

PAra anak laki-laki sepertinya memang berniat tidur di rumah Taek malam itu. Mereka menonton film Joey Wang sambil mabuk, tiduran. Dong Ryong memuji Joey wang yang cantik. Semuanya setuju.
Jung Hwan mengatakan tidak ada gadis seperti itu di kehidupan nyata.
Dong Ryong bertanya pada Sun Woo siapa yang menurutnya paling cantik.
Sun Woo mengatakan Joey Wang. Dong Ryong tidak puas, karena tidak ada gadis secantik itu di kehidupan nyata.
Dong Ryong mengatakan kalau ia jatuh cinta pada siswi SMA Seni Jung Yi.
Sun Woo dan Jung Hwan serentak bergumam, gadis berambut pendek yang wajahnya pucat?
Dong Ryong heran bagaimana mereka bisa tahu. Sun Woo tertawa dan mengatakan semuanya menyukainya.
Dong ryong mengatakan ia naksir gadis lain dan seperti yang diduga kalau Sun Woo dan Jung Hwan juga tahu. Dong Ryong kesal dan malah jadi sok menasehati mereka untuk tidak terus melirik gadis lain dan belajar LOL.

Merek semua tertawa. Dong Ryong berfikir lagi siapa yang wajahnya cantik. IA kemudian berkata, Bukankah Deok Seon akhir-akhir ini tampak sedikit manis??
Sun Woo membenarkan, dia tampak sedikit manis. (KYAAAAAAAAAa!!!!)
Sun Woo bertanya pendapat Taek, Taek tersenyum dan mengangguk.
Sun Woo bertanya pada Jung Hwan, Jung Hwan segera bangkit dan mengatakan kalau mereka semua sudah gila.
Kemudian mereka semuanya tertawa.
Dan malam itu kamar dipenuhi bau kentut Dong Ryong yang tiba-tiba kentut. HAHAHAHHAAH.

Dan gadis yang sedikit manis itu sedang sikat gigi sambil sedikit bersendawa, efek alkohol itu.
Jauh dari tampang manis HAHHAHAHAHAHA.

Deok Seon kembali ke kamarnya dan shock melihat kakaknya di meja belajarnya, menyimpan buku ke dalam lacinya.
Deok Seon mendekati mejanya dan melihat ada diary-nya disana.
Deok Seon curiga, kau membacanya?
Bora bersikap biasa, Apa?
Deok Seon kesal, diary-ku!
Bora menjawab tidak.
Tapi Deok Seon tidak percaya dan bertanya lagi apakah kakaknya membaca diarinya atau tidak.
Bora mulai kesal dan menyuruhnya diam, tapi Deok Seon masih ingin memastikan kakaknya membacanya atau tidak.
Bora meninggikan suaranya dan mengatakan kalau ia tidak membacanya.

Malam harinya mereka berdua tidur saling memunggungi. Deok Seon masih belum menyerah memastikan kakaknya membacanya atau tidak. Bora makin kesal dan mengatakan dia tidak membacanya.
Deok Seon lega dan bisa menutup matanya dengan tenang.
Tapi kemudian Bora tersenyum nakal dan mulai biacra, 'Disaat semua tertutup kegelapan, lalu kesepian. . .'
Deok Seon shock, ia membuka matanya dengan lebar.
Bo RA terus bicara, 'disaat ini, saat dunia tertidur, perasaanku untukmu masih tetap sama seperti malam ini.'
Deok Seon duduk dan menatap kakaknya dengan kesal.

Bo Ra jelas membaca diarinya. Deok Seon memukul kakanya dan menarik selimut Bora.
Bo Ra tidak menyerah dia masih membacakan tulisan di diary Deok Seon yang mengatakan, 'mereka bilang perasaan ini sebaiknya diungkapkan, itu sebabnya aku harus berani dan membiarkan kata-kata ini meluncur dari bibirku.'
Deok Seon makin kesal dan menari-narik kakaknya agar mengenhtikannya. Deok Seon juga menarik rambut Bora karena kesal sudah membaca diary-nya.

Bo Ra berteriak, IBU!!! Deok Seon naksir seseorang! Dia bahkan memberikannya cokelat!!!
Deok Seon makin marah dan terus memukuli kakaknya, menarik rambut kakaknya dan juga bajunya.
Bo Ra menikmati waktunya menertawai Deok Seon karena merasa sangat lucu, Deok Seon benar-benar malu + kesal + akan menangis karena rahasianya terbongkar.
HAHAHHHAHAHAHAHAHHAAH

November 2015.
Deok Seon dewasa membaca ulang diarinya dan merasa malu karena ia benar-benar menuliskan kata-kata lebay yang tidak masuk akal, ia bahkan bingung bagaimana mungkin dulu ia menuliskan hal itu. Ia tidak bisa membuangnya karena takut seseorang akan menemukan dan membacanya.
Seseorang duduk disampingnya dan mengeluh dulu Deok Seon terlalu banyak menghabiskan waktu dengan anak laki-laki dan selalu melawan.
Deok Seon curiga dan bertanya apakah orang itu membaca diarinya. Orang itu mengatakan ia tidak membacanya.
TApi Deok Seon tidak percaya dan bertanya lagi, Hey, katakan saja dengan jujur.
Pria itu mengeluh, Hey, bagaimana bisa kau memanggil suamimu dengan 'Hey'?
Deok Seon cemberut, kalau kau bisa kenapa aku tidak?


Deok Seon menginterogasi lagi, kau membacanya?
Suaminya mengatakan lagi kalau ia tidak membacanya.
Keduanya kemudian terdiam. Suami Deok Seon penasaran dan bertanya, ngomong-ngomong, pada siapa kau memberikan cokelat-nya? Aku tidak menerimanya.
Deok Seon menghela nafas kesal, it artinya suaminya membacanya. Ia kesal kenapa suaminya membaca diari orang lain dan ia mulai memukuli suaminya.
Suami Deok Seon masih penasaran dan bertanya kepada siapa Deok Seon meberikan cokelatnya.
Deok Seon mengatakan ia memberikannya pada suaminya.
Suaminya kesal karena ia tidak menerimanya, ia menuduh Deok Seon berbohong.

Deok Seon yakin kalau ia memberikannya pada suaminya tapi ia jadi ragu karena suaminya bilang kalau itu bukan dia.
Suami Deok Seon agak kesal dan cemburu, ia mengatakan pada yang merekam kalau ia akan kembali setelah merokok, ia menenangkan diri dulu.
Deok Seon berkata lagi kalau ia memberikannya pada suaminya, tapi suaminya mengatakan kalau itu bukan dia.
Deok Seon jadi bingung, apakah aku lupa?
Ia meminum kopinya sambil mengingat-ingat dan yakin kalau ia benar memberikan cokelat untuk suaminya. Ia yakin suaminya lupa karena sudah 30 tahun lebih, padahal dulu dia sangat cerdas.

Flashback.
Saat pesta di rumah Jung Hwan, video ayah Jung Hwan merekam sesuatu, ke arah dimana Jin Joo duduk.
Deok Seon datang mendekatinya dan meminta sosis sambil mengeluarkan cokelat dari sakunya. Deok Seon diam-diam memasukkan cokelat itu ke sebuah tas yang ada disana.

Saat anak-anak akan keluar ke toko ttoppokki, mereka satu persatu mengambil tas-nya.
Dan mata aku terbuka lebar untuk melihat itu tas siapa.
SUNWOOOOOO!!!!!!!!!!!!!! KYAAAAAAAAA!!!!
Itu tas Sun Woo lhooooo~
Ia mencium adiknya, mengambil tasnya dan pergi mengikuti yang lain XD

-END-

Komentar :
KYAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!
Ottokheeeeeee~
Bukankah ini sudah hampir jelas kalau suami Deok Seon adalah Sun Woo. HAHAHAHAHAHAHA.
Tapi ini dia, SW-nim suka men-troll pemirsa, karena bisa saja berkebalikan jadinya.
Tapi kalau dilihat dari endingnya sepertinya memang Sun Woo. Suami Deok Seon merasa kalau dia tidak menerima cokelat kan, Deok Seon jelas memasukkan ke tas SUn Woo, itu jelas banged.
Nah, opsinya hanya ada dua, pertama, suami Deok Seon memang bukan Sun Woo, dan Deok Seon dewasa lupa kalau dulu ia meletakkannya di tas Deok Seon.
Kedua, Jin Joo memakan cokelatnya, karena aku lihat ada bungkus sesuatu disana, padahal tadi tidak ada.
Aku sih yakin JinJoo memakannya, karena itu tas oppa-nya jadi ia bisa saja mengambilnya, kan???
Atau bisa juga, JinJoo kan jadi diam tuh, jangan-jangan Deok Seon memberikan cokelatnya ke JinJo HAHHAHA

Pokoknya entah itu aku kena sindrom 2nd lead male atau tidak, aku udah jatuh cinta aja sama Sun Woo.
Memang selama Reply Series ship aku selalu berlayar dengan baik, tapi belakangan aku selalu suka sama 2nd Lead Male, jadi agak gimaaaanaaaaaa gitu, but whatever lah, Sun Woo All The way!!!
KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!
Pas Sun Woo setuju Deok Seon cantik, aku teriak setengah mati, sayangnya dia juga nanya pendapat yang lain. HAHAHAAHAHAHA
PAdahal aku kirain dia sendirian yang bilang gitu.
Nah, anehnya hanya Jung Hwan yang menolak dan mengatakan mereka semuanya sudah gila.
Ini yang membuat aku makin curiga sama Jung Hwan, karena suami Deok Seon memang lebih mirip Jung Hwan, dari gaya rambut juga perilakunya. Dan lagi kalau ini mengikuti tipikal drama biasa, kan biasanya tokoh utama prianya bakalan jelek-jelekin tokoh utama wanita, terus dia jadi kepikiran deh.
Nah karena teman-temannya menganggap Deok Seon manis dia jadi kepikiran dan mencoba melihat dari dekat, semanis apa sih, KYAAAAAAAAAA!!!!

 
Pemeran suami Deok Seon adalah Kim Joo Hyuk. KYAAAAAA!! Ajushi yang galau banged di dunia variety pas awal-awla menjadi member 1N2D season 3.
Aku ga terlalu kenal dia sih, dan jarang juga nonton drama dan movienya, cuma aku menonton saat dia main di movie Forget Me Not bareng Moon Geun Young (Judulnya bener ga tu?).
 Aku mengenal ajushi ini justru dari variety show 1 Night 2 Days Season 3. FYI, aku lagi ngikutin variety ini, awalnya aku cuma penasaran selucu apa sih sampai bisa mengalahkan rating Running Man, eh, ternyata lumayan seru.
Suka banged sama Cha Tae Hyun & Joo Joon Young HAHAHHAHAHA.

Si Bora ini emang bener-bener yak! Aku masih maklum sih kalau dia dan Deok Seon sering bertengkar. Aku maklum kalau dia marah karena bajunya di pakai, mungkin ada juga yang punya pengalaman, yang punya kakak atau adik, tidak suka barangnya disentuh.
Tapi berteriak pada orang tua itu salah. Bagaimana bisa dia marah-marah begitu pada ibunya hanya karena ibunya mencuci bajunya, untung ibunya masih mau mencucikan bajunya, udah kuliah lho, ga mikir banged jadi orang. Emosi saia!!!
Tapi dia menunjukkan dia cukup dewasa saat mendengar kabar neneknya meninggal. Dia merawat adik-adiknya dan menenangkannya dengan baik. Aku bisa merasakannya, tapi tetap saja berteriak pada orang tua itu salah.
Kalau bertengkar sesama kakak adik sih biasa, aku sama adek aku saat masih kecil juga sering bertengkar hal yang ga penting kok, tapi namanya pertengkaran kakak adik ya segitu aja, cepat lupanya dan baikan lagi dengan cepat.

Aku menangis saat nenek Deok Seon meninggal, apalagi saat adegan Paman tertua akhirnya sampai dan semuanya baru mengeluarkan emosinya saat itu.
Aku jadi ingat saat nenekku meninggal 6 tahun yang lalu, keluarga akan tetap terlihat kuat, mereka menangis tapi tidak meraung-raung, ibuku mengataakn tidak ada gunanya menangis meratapi, lebih baik membacakan surah yasin, lebih ada gunanya.
Ayah dan keluarga ingin tetap terlihat kuat diantara pelayat, ayah menahan air matanya karena dia adalah anak tertua disana, sebelum paman datang. TApi setelah paman datang akhirnya semuanya menangisi nenek.
PApa Sung benar-benar bisa membuat kita ikut menangis saat dia juga mulai menangis. Merasakan kesedihan yang mereka rasakan, air mata pun menetes.

Aku juga menangis saat Sun Woo memakan bekalnya sendirian.
Sun Woo bukanlah anak nakal, ia hanya anak biasa tapi ia ingin terlihat kuat dihadapan semuanya meski ia tidak punya ayah.
Ia merasakan masakan ibunya setiap hari, ia tahu itu rasanya tidak enak, tapi ia sudah terbiasa, mendengar ibunya bahagia karena ia menghabiskan makanannya itu membuatnya bisa menelan makanan dengan baik.
Aku salut sekali padanya, aku rasa aku mulai simpati sejak ini. Sun woo ya~~~ T_____T

Episode 2 memang sangat menyenangkan untuk di tonton, terutama alurnya labih cepat dari episode 1 yang bisa dibilang baru masuk perkenalan. NAh Reply series selalu berakhir dengan husband hunting game, jadi intinya udah masuk ke epsiode ini dimana kita akan dibawa menebak siapa yang akan menikah dengan Deok Seon.
Mereka bilang sih jangan ship siapa-siapa kalau ga mau sakit hati LOL. Karena prosesnya yang penting, tapi aku yakin barang siapa yang menonton pasti setuju kalau mereka juga ikutan menebak dan akhirnya masuk ke dalam ship juga GHAHAHHAHAHA.
Aku jelas ada di ship Sun Woo, tapi aku juga suka sama Jung Hwan. Kalau sama Taek aku masih merasa kalau dia ini kayak peran Baro dan Hoya, jadi ga akan ada hubungan cinta dengan Deok Seon.
Aku sih berharapnya begitu karena kalau ada 3 ship perangnya makin-makin nanti.

Aku baca-baca pendapat penonton lainnya, mereka merasakan akan ada salah satu tokoh yang meninggal. Aku shock karena saat menonton episode 1 aku juga seikit merasakannya. Entah kenapa aku merasa diantara 5 sekawan ini akan ada yang meninggal nantinya.
Aku ga yakin siapa, aku hanya merasa begitu, aku juga berharap itu tidak benar sih.
entah kenapa feeling aku, Taek atau Sun Woo yang akan meninggal. Cuma feeling lhooo.
Entah kenapa aku ngerasa-nya gitu sih, tapi semoga saja tidak ada yang meninggal dan tetap happy seperti di Reply Series yang lain.

Nah, clue di episode 2 adalah Cokelat, Rokok dan Pintar.
Diantara 4 sekawan tidak ada yang merokok. YAng pasti, Jung Hwan dan Sun Woo tidak merokok, tapi tentu saja akan ada perubahan seiring berlalunya waktu.
Suami Deok Seon mengatakan ia ingin merokok di episode ini, dan Deok Seon tampaknya tidak marah sama sekali, tidak seperti Na Jung yang menyipitkan matanya melihat suaminya merokok.
Jadi, siapa ya??????????????
Cokelat-nya udah aku jelaskan diatas.
Nah, kalo pintar, ada 3 kemungkinan, Jung Hwan si juara 1, Sun Woo si ranking 2 dan ketua kelas serta si jenius baduk, Choi Taek.

 Dan Jin Joo tidak peduli, dia fokus pada TV dan sosis-nya LOL.
Ini anak imut banged dehh :)


4 comments:

  1. Aaaaah aku suka banget reply series,udah nonton eps 2 jga tapi rasanya kurang lengkap kalo belum baca sinopsis emil.. :)

    Btw,kalo ak kok ngerasa yg jdi suaminya jung hwan yaa..haha..tapi ga tau deh siapa,ak jga suka sun woo..anaknya baik bangeeet..

    ReplyDelete
    Replies
    1. banyak juga kok yang bilang gitu, calon terkuat sampai episode 2 memang Jung Hwan dan Sun Woo :)
      Aku juga suka Jung Hwan kok, cuma untuk saat ini aku ship Sun woo aja deh, HAHAHHAHHA.

      Delete
  2. episode 3 bakalan bikin merinding hazuki dunk.... gak spoiler yaa....
    nontonx juga nosub,

    tapi dari 2 reply terdahulu, yg jadi suaminya pasti teman yg paling dekat, yoon jae bolak balik ky rumah sndiri aja drmh siwon, oppa-ya malah tinggal bareng, nah jung hwan juga kan, 1 atap, otomatis dia yg duluan dan lebih banyak ketemu sama duk sun
    kayanya jung hwan dech....

    ReplyDelete
  3. aku di timnya junghwan tapi ngeliat di episode 2 ini kok kayaknya si sunwoo ya, aku jadi takut ngeship takut patah hatiii :(

    ReplyDelete

 

Random Post

Clover Blossoms Fanpage

In My Radar

Watching :
- We Married as A Job
- Jimi ni Sugoi!
- Weightlifting Fairy
- Goblin
- The Legend of The Blue Sea
- Father I'll Take Care of You
- Beppin-san
- Gochisousan

Waiting Drama:
- Miss in Kiss

Waiting Movies:
- One Week Friends
- Your Lie in April
- Aozora Yell
- Itakiss Movie

Favorite Song This Time :
- Red Cheek Puberty - Galaxy
- Ben - Foggy Road
- Twice - Next Page
- Utada Hikaru - Hanataba wo Kimini
- LYn - Love Story