[Sinopsis] Bubblegum Episode 4

SONG OF THE DAY 
Suzy - Please Come Out  If You Love Me [download]

Great episode!!!
Aku suka banged sama bubblegum ini, really!!!
Screenwriter-nya jenius banged bikin kita doki-doki dengan setiap adegan akhir HAHHAHAHAHHAHA.
Aku masih merasakan butterfly saat menonton adegan terakhir episode 4 drama ini!! LOL.
Awalnya aku pikir terlalu cepat untuk adegan kissing, eh, ternyata malah mengikuti alur dan akhirnya teriak, cium ajaaaa!!! LOL.

Sinopsis Bubblegum Episode 4
-Kita Hari ini bukanlah Kita yang Kemarin-

Jadi episode 4 dimulai dengan adegan terakhir episode 3. Tentu saja saat Ri Hwan datang ke ruang siaran dan melihat Haeng Ah dan Suk Joon bersama dalam sebuah ruangan, apalagi Suk Joon yang melihatnya sengaja memancing dengan mendorong Haeng Ah ke dindin sembari menutup pintu ruang siaran yang kedap suara.
Tentu saja sekeras apapun Ri Hwan teriak dari luar ga akan kedengaran ke dalam, makanya Haeng Ah bingung ada apa dengan Suk Joon dan siapa yang melihat mereka.
Suk Joon sih diam aja. Haeng Ah ga tenang karena jelas Suk Joon  lah dulu yang menyembunyikan hubungan mereka dari orang lain. Nah, kalau ketahuan kan bisa berabe apalagi mereka sudah putus.
Suk Joon membela diri dan mengatakan ia menyembunyikannya ada alasannya, ia tidak mau HAeng Ah jadi bahan gosipan di kantor.

Seperti adegan akhir episode 3, Alarm berbunyi karena Ri Hwan memukul tanda bahaya-nya. HAeng Ah terkejut dan membuka pintu dimana Ri Hwan ada disana dan langsung tanpa basa-basi memukul Suk Joon. Suk Joon ternyata ga mau kalah dan membalas pukulan Ri Hwan.
Ri Hwan ingin membalas lagi tapi Haeng Ah menghentikannya dengan cepat.
Para pegawai datang untuk melihat apa yang terjadi dan Suk Joon keluar untuk menemui mereka, membiarkan Haeng Ah dan Ri Hwan di dalam, agar ga ketahuan. Lalu Dong Il juga panik ke ruang siaran dan sekilas melihat keduanya tapi Suk Joon menariknya.

Suk Joon dan Dong Il bicara berdua sambil menunggu pintu lift terbuka. Dong Il mulai berceloteh ini dan itu, ia berharap Suk Joon tidak memukul Ri Hwan karena Ri Hwan itu anak orang kaya dan calon menjadi orang kaya lagi. Ia mengatakan kalau Ri Hwan di jodohkan dengan Yi Seul. Suk Joon sepertinya mengenal keluarga Yi Seul, ia bahkan tahu Yi Seul putus dengan tunangannya.
Rupanya tunangan Yi Seul ini selingkuh dengan anak dari chaebol lain dan gadis itu hamil, meski mereka menggugurkannya, tapi keluarga gadis itu meminta pertanggungjawaban, makanya dia putus dengan Yi Seul.
Owwww, begitu ternyata, aku kira kenapa pula Yi Seul putusnya.
Adegan ini lucu juga sih, mereka bicara ini dan itu menunggu pintu lift terbuka, ternyata baru nyadar kalau mereka belum menekan tombol lift-nya HHAHAHAHAHHA.

HAeng Ah dan Ri Hwan ada dibawah menuju mobil Ri Hwan. Ri Hwan menyuruh Haeng Ah masuk tapi HAeng Ah menolak, ia mengatakan ia akan naik taksi. Ri Hwan menyuruhnya masuk mobilnya lagi, Haeng Ah menolak lagi.
Akhirnya Ri Hwan harus meninggikan suaranya dan HAeng Ah terkejut, jadi mau ga mau dia harus naik ke mobil Ri Hwan.
Ri Hwan menyetir dengan mata yang menusuk, hatinya tidak tenang. Sama sekali tidak tenang karena memikirkan hal yang tadi.
Ri Hwan mengatakan kalau ia sangat membenci Suk Joon. Ia sangat-sangat membencinya.
Haeng ah hanya terdiam, karena kalau ia bicara maka akan semakin memperparah keadaan. Ia menatap keluar jendela menahan air matanya, ia tidak mau Ri Hwan melihat ekspresi wajahnya.

Ri Hwan tidak ingin Haeng Ah tidur di apartemennya malam ini, jadi dia mengantar Haeng Ah ke apartemen Tae Hee.
Saat sampai disana, ponsel Haeng Ah bergetar, Suk Joon menelponnya. Haeng Ah tidak mengangkat telponnya. Ia masih didalam mobil dan melihat keluar jendela dengan perasaan tidak enak.
Begitu juga dengan Ri Hwan yang tahu siapa menelpon dan ia melihat ke luar jendela juga, perasaannya aneh.

Ri Hwan kembali ke rumahnya, Hyung-nya ada disana, mabuk lagi (Aku masih ga yakin ini hyung namanya Woo Bin atau In Hoon sih?? Kemarin perasaan In Hoon gitu deh, kok diepisode ini kayaknya Woo Bin yak? LOL. Kalau gitu aku panggil hyung aja deh)..
Ri Hwan duduk disamping Hyung dengan wajah marah tapi sedih, menahan perasaan. Hyung tahu betul sesuatu terjadi pada Ri Hwan, bahkan meskipun ia mabuk, ia masih bisa mendengarkan curhatan Ri Hwan dengan baik.
Ia emnghibur Ri Hwan dengan membawakan alkohol dan nonton siaran TV iklan bra agar Ri Hwan tertawa, tapi Ri Hwan terlalu sedih untuk tertawa.

Ri Hwan kali ini mengibaratkan SukJoon seperti sebuah bar, dimana Hyung sangat menyukai bar itu tapi bar itu tidak cocok untuknya. Hyung ulang tahun tapi pemiliknya tidak memberikan minuman gratis. Karena itu ia kesana dan memukul pemilik bar-nya.
Ri Hwan menahan air matanya sampai ia gemetaran. Hyung mulai khawatir melihatnya.
Ri Hwan gemetaran, ia kesal dan menahan air matanya, ia mengatakan kalau ia sangat membenci tempat itu (Suk Joon). Ia sangat membenci kalau Hyung (Haeng Ah) pergi kesana lagi. Dan ia benci fakta bahwa Hyung (Haeng Ah) pernah menyukai tempat itu (Suk Joon).
Ri Hwan mengingat kejadian itu lagi, Saat Suk Joon mendorong HAeng Ah ke dinding, Ri Hwan mengatakan dia melihatnya. IA menggigit bibir-nya karena geram. Ri hwan bahkan meremukkan kaleng bir dengan genggamannya.

Ri Hwan benar-benar merasa kepalanya sangat berat, ia seperti akan gila karenanya.
Hyung langsung ke intinya, Apakah Haeng Ah sudah tahu? Bagaimana perasaanmu?
Ri Hwan diam saja. Hyung mencoba menghibur, apakah Ri Hwan ingin berteriak, atau bertunju atau main baseball untuk melampiaskan amarahnya.
Ri Hwan menahan semuanya dalam dadanya yang seakan penuh dan akan meluap. Hyung menepuk bahunya.

HAeng Ah tidur di rumah Tae Hee. Tae Hee mengkhawatirkan Ri Hwan, ia lega karena Ri Hwan masih satu rumah dengan hyung, jadi setidaknya akan ada yang menghiburnya.
Sedangkan Haeng Ah yang tidak bisa tidur terus kepikiran Suk Joon dan takut kalau Suk Joon dimarahi karena kejadian itu.
Tae Hee kesal dan menyuruhnya tidur. HAeng Ah terus bicara dan TAe Hee harus mengancamnya agar tidur dan jangan membicarakan masalah itu lagi.
Ia ingin untuk malam ini Haeng Ah tidak kepikiran dengan hal yang baru saja terjadi.
Haeng Ah cemberut dan memijat tangannya.

Suk Joon masih mencari Haeng Ah. Karena telponnya tidak diangkat setelah beberapa kali, ia pergi ke apartemen HAeng Ah. Ia mengetuk pintu berkali-kali dan juga bicara di luar. TApi tidak ada jawaban. Ia juga sedikit berteriak, tapi disana tidak ada siapa-siapa.

MAlam semakin larut. Hyung sudah tidur karena mengantuk. Ri Hwan masih di posisi yang sama dengan ekspresi menderita yang sama dan memutuskan untuk pergi keluar. IA turun dari lantai dua dan berlari keluar rumah bahkan tidak mendengar saat ibu memanggilnya.
Ri Hwan mencari taksi di jalan dan malam itu malam sial baginya karena tidak ada taksi yang berhenti. Ia terus berusaha dan berusaha, tapi gagal dan akhirnya ia berlari sekuat tenaga di tengah malam itu, ia ingin segera menemui Haeng Ah.

Haeng Ah membuka pintu dan Ri Hwan ada dihadapannya. Ri Hwan kelelahan karena berlari dan ingin bicara dengannya.
Keduanya duduk di ayunan taman. Ri Hwan ingin minta maaf atas kejadian hari ini. Haeng Ah mengatakan kalau dia lah yang salah, Ri Hwan tidak perlu meminta maaf.
Ri Hwan mengatakan kalau ia sangat membenci Suk Joon, tapi jika Haeng ah menyukainya....
Haeng Ah memotong dan mengatakan kalau ia benar-benar ingin putus. Ia tulus ingin berpisah dengan Suk joon. Ia menyadari ia tidak boleh terlalu serakah, karena tidak mungkin semua yang ia inginkan akan bisa ia dapatkan. JIka ia serakah, maka ia akan menjadi miskin, bahkan mungkin ia tidak akan punya Ri HWan disisinya.
Ri Hwan mengatakan itu tidak mungkin, Haeng Ah tersenyum. Haeng Ah berharap waktu bisa terulang kembali dan masalah itu tidak terjadi.
Ri Hwan menawarkan bantuannya tapi Haeng Ah mengatakan ia ingin menyelesaikan masalah itu sendirian.

Pembicaraan kemudian sudah menjadi ringan. Haeng Ah mengatakan kalau ia butuh bantuan maka ia akan memintanya nanti. Begitu juga dengan Ri Hwan, jika butuh bantuan ia akan membantunya, seperti saat SMP, agar gadis gendut itu tidak menyukai Ri Hwan lagi, HAeng Ah berpura-pura jadi pacarnya, tapi ia malah di bully di sekolah.
Mereka lupa nama gadis gendut itu dan keduanya berusaha mengingatnya. TApi yang mereka ingat hanya gadis itu punya nama 'Bong'.
Ri Hwan mengatakan kalau Bong itu pacaran dengan WooBin oppa. Haeng Ah terkejut, ia baru kepikiran sekarang, makanya gadis itu berhenti menganggunya.

Kemudian HAeng Ah menunjukkan tangannya pada Ri Hwan, ia sudah menekan bagian yang disuruh Ri Hwan tapi ia tidak merasa baikan.
Ri Hwan menarik Haeng Ah dan menahan kaki HAeng Ah dengan kakinya dan menunjukkan bagian mana yang harus ditekan kalau HAeng Ah mengalami gangguan pencernaan atau saat wajahnya bengkak.
Kalau merasa pusing, Ri Hwan menunjukkan Haeng Ah harus menekan tangannya dan kepalanya. Ri Hwan mempraktikkannya, ia meminta Haeng Ah menarik dan menghembuskan nafas perlahan sesuai hitungannya.
Keduanya saling menatap dengan kontak fisik juga dan suasananya menjadi aneh bagi keduanya.

Pagi harinya, sebelum berangkat kerja, HAeng Ah berusaha menelpon Yi Seul tapi tidak diangkat, Haeng Ah jadi cemberut, padahal ia ingin meminta maaf karena kejadian semalam.
Yi Seul sendiri sebenarnya melihat layar ponselnya, raut wajahnya berkerut dan ia tidak mau menjawab telpon Haeng ah.
Bahkan saat di kantor, HAeng Ah masih berusaha menelpon Yi seul, tapi tetap tidak di angkat.

Se Young dan manajer-nya baru datang dan keduanya di lift, kebetulan ada SUk joon disana. Se Young mulai melancarkan aksinya untuk mengundang Suk joon ikut acara radio mereka. Bahkan setelah turun dari lift juga ia masih terus bicara dan meyakinkan SUk Joon agar mau menjadi bintang tamu.
Suk Joon mengerti dan akan menghubungi PD mereka. Se Young bertanya apakah Suk Joon mengenali PD mereka. Suk Joon mengatakan ia berteman dengan Haeng Ah., membuat Se Young kaget.
Lucunya, setelah Suk Joon pergi, Se Young senang karena Suk Joon tidak dingin dan menyeramkan seperti rumor yang beredar. Kemudian ia merasa kalau ia pernah bertemu dengan Suk Joon disuatu tempat LOL.
(Yeah, dia suami-mu di kehidupan sebelumnya HAHAHAAHHA).

Ri Hwan akan makan siang bersama ibunya hari ini, jadi ia menunggu ibunya selesai.
Ibu Ri Hwan memang sepertinya sedang sakit, pandangannya kabur tiba-tiba, ia menjadi pelupa sekali, karena ibu bahkan lupa melepas jaket dokternya saat akan pergi dengan Ri Hwan.
Ibu juga lupa kalau ia pernah meminta file pasien pada dokter lain.
Ibu sendiri juga bingung dengan keadaannya, tapi sepertinya ia menyadari kalau ia sedang sakit.

Ri Hwan makan bersama ibunya. Ibu penasaran dengan hubungan Ri hwan dan Yi Seul, jadi ia terus bertanya bagaimana hubungan mereka, apakah mereka sering bertemu dan apakah keduanya sering makan diluar.
Tapi Ri Hwan lebih fokus pada Haeng Ah. Ia bertanya pada ibunya apakah Haeng Ah sudah di suntik dan meminta ibunya jangan terus meminta Haeng Ah ke rumah sakit, karena ibu tah sendiri Haeng Ah phobia rumah sakit.
Ibu tidak suka Ri hwan terus membicarakan HAeng Ah, ia mengatakan ia hanya khawatir karena orang tua Haeng Ah meninggal muda makanya ia mau Haeng Ah terus checkup ke rumah sakit. Ri Hwan tidak suka HAeng Ah terus disamakan dengan orang tuanya, ia mengatakan Haeng Ah berbeda dan tidak akan punya sakit yang sama dengan orang tuanya.
Ibu membela diri dan mengatakan kalau Haeng Ah itu sering sakit dan pingsan, bahkan pencernaannya selalu bermasalah dan kadang kejang perut.

Ri Hwan jadi emosi, ibu juga emosi karena Ri hwan lebih perhatian pada Haeng Ah dari pada Yi seul, apalagi saat tahu Ri Hwan keluar semalam untuk menemui Haeng Ah.
Ibu ingin Ri Hwan tidak menemui Haeng Ah lagi, ibu mengatakan dulu ia berharap Haeng Ah keluar dari kota itu setelah dewasa tapi malah masih tinggal disana.
Ri Hwan terkejut dan bertanya apakah ibu mengatakan hal itu pada HAeng Ah.
Ibu membenarkan, Ri Hwan marah dan mengancam tidak akan menemui ibu lagi.
Ibu tidak takut, meski pandangannya kabur lagi, ibu mengatakan kalau Ri Hwan tidak akan bisa tidak menemuinya, karena ia adaalh ibunya dan Haeng Ah bukan siapa-siapa.

Yi Seul membeli jam couple di toko jam mahal. Tapi ia ingin kotaknya terpisah, dimana ia langsung memakai miliknya dan yang satu lagi akan ia hadiahkan pada Ri Hwan.
Pegawai itu mengatakan kalau Yi seul mengambil kotak miliknya juga nanti kalau dijual akan laku lagi, tapi Yi Seul tidak peduli, ia minya punya Ri Hwan yang dibungkus, miliknya tidak udah.
Wong dia kayak kok, duitnya banyak, HAHAHHAHAHAHHA. Kadang Yi seul ini agak pemaksa juga, atau memang pemaksa.

Haeng Ah sedang rapat bersama Tae Hee dan Se Young saat telpon di meja kerjanya berdering dan manage Se Young mengangkatnya.
MAnager mengatakan Suk joon menelpon dan ingin bertemu dengan HAeng Ah dan Tae Hee. HAeng Ah tentu saja shock.
Se Young senang mendengarnya karena dia lah yang sudah mengundang Suk joon untuk menjadi bintang tamu di acara mereka.
HAeng Ah beneran tidak tahu mau ngapain, ia ga mungkin menolak karena urusan pribadinya. MAkanya ia diam saja da berfikir sambil mengunyah topppokkinya, TAe Hee hanya memperhatikannya sementara Se Young menyuruhnya segera pergi.

Dong Il masuk ke ruangan Suk Joon saat Suk Joon sudah selesai bicara pada TAe Hee dan Haeng Ah.
Suk Joon meminta haeng Ah tetap tinggal dan TAe Hee keluar bersama Dong Il.
Dong Il dan Tae Hee membicarakan sesuatu yang aku juga ga mengerti maksudnya. Intinya mereka membicarakan Suk Joon dimana Dong Il mengatakan agar Tae Hee jangan salah paham pada Suk joon, meski kelihatan kasar dia baik. Tapi TAe Hee malah mengataakn Suk Joon tahu rapat selesai tapi malah memanggil Dong Il datang, Dong Il terlihat seperti anjing suruhan Suk Joon. Dong Il bingung juga.
Dan tiba-tiba TAe Hee tersenyum manis membuat Dong Il shock karena Tae Hee bisa tersenyum juga. Ia jadi terpesona HAHHAHHAAH.

Suk Joon dan HAeng Ah berdua di kantor, tapi HAeng Ah merasa sesak dan mengajak Suk Joon bicara di luar saja. Kalau Suk Joon memang mau bicara maka Suk joon harus mengikutinya.
Keduanya bicara di atap, tentu saja pembicaraan pribadi.
Suk Joon mengatakan ia tahu kalau Haeng Ah pasti kesal, karena ia ingin menyembunyikan hubungan mereka dari orang lain, tapi HAeng Ah juga sama sekali tidak pernah membahasnya dulu, HAeng Ah sendiri lah yang mengatakan tidak masalah jika dia sibuk. Bahkan saat ulang tahun Haeng Ah, Haeng Ah lah yang mengatakan kalau dia akan pesta bersama teman-temannya, Haeng Ah juga mengataakn kalau dia tidak suka diperhatikan saat sakit. IA mengatakan ia akan mengerti jika Haeng Ah menjelaskan maksud sebenarnya (Jadi Suk joon ini tipe yang lurus aja ya, kalau tidak ya tidak. Sementara Haeng Ah itu tipe wanita biasa, kalau tidak maksudnya iya HAHAAHHAHA).

Haeng Ah membela diri, menurutmu kenapa aku tidak mau memberitahumu? Karena kau terlalu sibuk. Kau tidak suka acara ulang tahun dan kau suka jika melihatku tetap kuat walaupun aku sakit. Sekarang aku tidak peduli lagi.
Pembicaraan mereka terputs karena pesan masuk di ponsel Suk joon yang memberitahukan presiden mencarinya.
Suk Joon menghela nafas dan mengatakan kalau ia tak ingin menyalahkan HAeng Ah, ia hanya ingin Haeng Ah terbuka.  Hubungan mereka memang tidak sama seperti dulu dan ia ingin HAeng Ah jangan terus  menghindarinya.
Haeng Ah mengatakan tentang kata-kata Suk Joon waktu itu, saat ia mengatakan kalau ia tidak mau melihat HAeng Ah, ia akan mengakhirinya sejak lama. Haeng Ah mengatakan kalau ia sangat ingin mendengar kata-kata seperti itu dulu tapi sekarang ia tetap ingin putus. Karena ia sudah tidak bisa bertahan lagi.

Telpon Suk Joon berdering lagi.
Haeng ah tahu itu telpon penting jadi dia diam saja, ia ingin memancing, ia tersenyum sedikit dan mengatakan kalau tidak akan ada yang berubah. Ia akan selalu menjadi sisi yang haus akan perhatian, dan Suk Joon akan tetap menjadi sisi yang keras kepala. IA akan menjadi sisi yang kesepian dan Suk Joon akan terus menjadi sisi yang kelelahan.
Ponsel berdering lagi. Haeng Ah tertawa dan menghela nafas. IA bertanya, sekali saja, apa kau bisa tidak mengangkatnya? Sekali saja, apa aku bisa menjadi prioritas utamamu?
Suk Joon terdiam. Ia mengangkat ponsel itu dengan berat hati. HAeng Ah kecewa. IA melangkah meninggalkan Suk Joon. Suk Joon menahannya. HAeng Ah melepaskan tangan Suk Joon dan berbisik, Terima kasih, selamat tinggal.
Haeng Ah meninggalkan Suk Joon yang terus menelpon.
WOW. Worst!! Yeah, disini aku baru bisa merasakan kenapa mereka putus.

KAki Yi Seul sebenarnya tidak sakit lagi, tapi ia ingin terus ke klinik untuk alasan agar betemu dengan Ri Hwan, ia juga mencari waktu yang tepat untuk menyerahkan hadiahnya.
Tapi ia kesulitan mencari waktunya, karena Ri Hwan terus saja membicarakan HAeng Ah. Ri Hwan mengatakan Haeng Ah akan mengganti tas Yi Seul, sesuai harganya atau lebih mahal. Meski Yi Seul mengatakan tdiak usah, Ri hwan mengatakan tidak bisa seperti itu, ia akan membuat Haeng Ah menggantinya.
Yi Seul cukup kecewa karena mereka hanya membicarakan HAeng Ah, apalagi sepertinya Ri Hwan tahu betul HAeng Ah luar dalam.

Sementara itu Suk Joon masih terus terusan menghubungi HAeng Ah. HAeng Ah menjadi kesal karena foto profil Suk Joon di ponselnya adalah tato yang ia tulis. Ia menghapus gambar itu dan mematikan ponselnya.
Haeng Ah pulang dengan taksi dan jalanan macet. Tapi Haeng Ah tidak mengeluh dan sopir taksi bersyukur Haeng Ah masih bisa tersenyum dengan keadaan seperti ini, biasanya penumpangnya akan ikutan mengomel. Sopir taksi mengatakan HAeng Ah sedikit pucat, apakah dia sakit?
HAeng Ah mengatakan ia baik-baik saja. Ia mengambil lipstik-nya dan memakainya agar tidak kelihatan pucat.
Saat Haeng Ah turun dari taksi, ponselnya ketinggalan disana.

Hyung Ri Hwan mabuk lagi, ckckckckckckckc.
Ia kali ini tertipu pria mabuk juga, yang mengatakan kalau ia sopir pengganti dan malah meninggalkannya di tepi jalan dengan mobilnya. PAk polisi mengira dia mengendarai dalam keadaan mabuk jadi da ditangkap.
Hyung menelpon Ri Hwan, Ri hwan malas sekali mengangatnya apalagi karena ia sedang bersama Yi Seul, tapi kalau tidak diangkat hyung akan menelpon dan menelpon terus.
Ri Hwan akhirnya mengangkatnya dan lucunya ia tidak percaya Hyung sedang di kantor polisi, ia kira Hyung sedang mabuk HAHAHHAHHAHA.
Hyung menelpon Haeng Ah untuk menjadi walinya, tapi ponselnya yang angkat adalah seorang pria yang ternyata polisi. HP Haeng Ah kan tadi tinggal di taksi.

Ri Hwan masih bersama Yi Seul saat Hyung menelpon lagi ke telpon kantor Ri Hwan. Ri Hwan megangkatnya dan terkejut saat mendengar HP Haeng Ah ada di kantor polisi dan ia akan pergi menjemputnya.
Yi Seul menawarkan diri mengantar Ri Hwan tapi Ri Hwan menolak, ia akan naik taksi saja. TApi lagi-lagi Yi Seul memaksa akan mengantar Ri Hwan, dan Ri Hwan akhirnya harus setuju. LOL.

Hyung Ri Hwan tidur di kantor polisi dan terbangun saat seseorang dengan kasar menendang tempat tidurnya. Itu Tae Hee.
Tae Hee menjadi wali Hyung dan mengeluarkannya dari kantor polisi.
Dan fakta baru terungkap, ternyata TAe Hee adalah mantan pacar Hyung!!! OMG!!!!!!!!!!!!
Awalnya aku kira bohong, ternyata beneran. Mereka dulu putus karena hyung sering mabuk dan ke bar yang banyak wanitanya, makanya mereka putus.
TAe Hee masih dendam pada hyung dan memintanya jangan menelponnya lagi, dia sedang pacaran dengan seseorang sekarang.
Hyung bertanya apakah TAe Hee tidur dengan orang itu, Tae Hee tersinggung dan menamparnya dua kali.
Tae Hee hampir menangis dan mengatakan jangan samakan dia dengan hyung.
Tae Hee meninggalkan Hyung yang galau dan berteriak kalau dia tidak seperti itu, dia tidak pergi ke bar itu lagi dan tak akan minum lagi, dan wanita bar itu memang sering sms pelanggannya.
Tae Hee ga mau dengar dan ia terus berjalan.

Ri hwan tiba di kantor polisi dan polisi menanyakan hubungannya dengan HAeng Ah. Ri Hwan mengatakan kalau Haeng ah adalah adiknya. TApi saat polisi melihat KTP-nya, marga mereka beda, jadi polisi curiga. Ri Hwan menjelaskan kalau Haeng Ah dan dia sudah seperti saudara karena mereka tinggal bersama.
TApi polisi tetap tak percaya, Ri Hwan berusaha meyakinkan dan mengatakan kalau ia bahkan tahu password HP Haeng Ah dan juga banyak fotonya disana. Ia bahkan tahu nomor ponselnya.
Ri Hwan menelpon nomor ponsel HAeng Ah dan polisi makin curiga karena namanya beda. Ri Hwan menjelaskan Haeng Ah menamainya PArk Dong Saeng karena dulu Haeng Ah ingin sekali punya adik.
Karena identitas Ri Hwan ga jelas, polisi enggan memberikannya.

Tiba-tiba Suk joon datang kesana, ingin mengambil ponsel Haeng Ah juga.
polisi mengenalinya dan langsung baik-baik dan bahkan memberikan ponselnya pada Suk joon, karena tadi suk joon menelpon dan mengatakan Haeng Ah adalah hoobae-nya.
Tentus aja Ri Hwan yang datang duluan merasa tidak adil. Polisi bertanya apakah Suk joon mengenali Ri Hwan. Suk joon membenarkan dan menyuruh Ri Hwan berhenti mengikuti Haeng Ah.
Polisi salah tanggap dan malah menyangka Ri Hwan itu stalker LOL.

Haeng Ah yang menyadari HP-nya hilang meminjam ponsel pak satpam untuk menelpon HP nya dan akhirnya ia tahu HP nya ada di kantor polisi. IA pergi kesana untuk mengambilnya.
Yi seul dalam perjalan pulang berselisih dengan Haeng Ah dan melihatnya. Ia penasaran dan berbalik arah lagi.

Suk Joon keluar dari kantor polisi dan Ri Hwan mengejarnya. Ri Hwan mengatakan kalau Suk Joon tidak punya hak mengambil ponsel Haeng Ah tapi Suk Joon tidak mau kalah dan mengatakan Ri Hwan lah yang tidak berhak. Suk Joon mengatakan kalau Ri Hwan bukanlah kakak Haeng Ah.
Ri Hwan mengatakan kalau ia memang bukan kakaknya dan mulai hari ini ia akan menjadi seorang pria dihadapan Haeng Ah, jadi ia meminta ponsel HAeng Ah.
Suk Joon bertanya, bukankah kau sudah punya pacar?
Ri Hwan membenarkan, iya, pacarku adalah Haeng Ah. Cepat kembalikan.

Haeng Ah yang tiba di kantor polisi melihat mereka berdua dan mendekati mereka, ia terengah-engah dan menghela nafas. Haeng Ah mengatakan ia sudah tidak punya urusan dengan Suk Joon lagi dan ia meminta ponselnya.
Suk Joon diam saja, ia melihat ponselnya dan menatap Suk Joon, baiklah kalau begitu, ambil saja kalau kau mau!
Haeng Ah kemudian mengajak Ri Hwan pergi, Ri Hwan tidak bergerak, ia menatap Sukjoon dengan tajam dan meminta ponsel HAeng Ah lagi.
Haeng Ah kesal, biarkan saja dia!!

Suk Joon membalas tatapan Ri Hwan, kau bilang kau bukan kakaknya kan? TApi pria baginya?
HAeng Ah menatap SukJoon dan berdiri disamping Ri Hwan, Kau benar, dia adalah pria bagiku, jadi kau mau mengembalikannya sekarang? Dia adalah pacarku, jadi berhentilah menelponku. Terserah kau mau menyimpan atau membuangnya, aku tidak ingin melihat fotomu di ponselku lagi.
Haeng Ah meninggalkan SukJoon dan Ri Hwan mengikutinya.
Suk Joon memanggil namanya.

Haeng Ah dan Ri Hwan berjalan berdua dan Haeng Ah berbisik pada Ri Hwan agar jangan berbalik, ia tidak ingin mereka berkelahi.
Ri Hwan mengatakan ia tidak akan berbalik.
Haeng Ah mengingatkan Ri Hwan untuk tidak membahas ponsel, Ri Hwan setuju.
Ia penasaran apakah Suk Joon masih disana. Ri Hwan melihat kebelakang dan HAeng Ah marah, aku bilang jangan berbalik!
Ri Hwan mengatakan jelas Haeng ah tadi bertanya. Dia masih disana.

Keduanya terus berjalan menyeberangi jalan dan Haeng Ah meminta Ri Hwan memegang tangannya. Supaya mereka terlihat meyakinkan kalau sedang pacaran. Atau kalau tidak rangkul bahunya.
Ri Hwan bingung, sekarang?
HAeng Ah kesal, tahun depan!!!! KDia tahu kita pasti berbohong, kalau kita pegangan tangan dia akan percaya. Cepat, cepat!
Ri Hwan bingung lagi, cepat apanya?
Haeng Ah makin kesal, yang sering dilakukan oleh orang pacaran! Menyentuh pantatku atau apalah itu.

Ri Hwan bertanya, bajumu sudah dicuci?
Haeng Ah terkejut, kau.... kau mau menyentuh apa? KAu gila! Cepat lakukan apa saja yang bisa kau lakukan.
Haeng ah memukul Ri Hwan sementara Suk Joon melihat keduanya dari jauh.
Ri Hwan mengerti dan menggenggam tangan Haeng Ah.
Haeng Ah penasaran lagi bagaimana ekspresi Suk Joon jadi Ri Hwan berbalik.
Suk Joon melihat mereka dan meminta Haeng Ah jangan bercanda dan mengambil ponselnya.
Haeng Ah berbalik dan pikirannya mulai ragu.

Suk Joon berjalan mendekati mereka berdua yang ada di tengah jalan.
Haeng Ah menghembuskan nafas bingung. Ri Hwan mempererat genggamannya, Apa kau yakin tidak ingin menemuinya lagi?
Haeng Ah kesal, apa kau tuli?
Ri Hwan berkata, jadi jangan menyesal.
Ri Hwan kemudian memegang kepala Haeng Ah dengan kedua tangannya dan menciumnya.
Suk Joon terkejut.
Yi Seul tiba disana dan melihat semuanya, ia menghentikan mobilnya.

Haeng Ah terkejut, ia membelalakkan matanya.
Ri Hwan melepaskan ciumannya, ia menatap HAeng Ah yang kelihatan sangat terkejut.
Perlahan, Ri Hwan menggunakan telapak tangannya dan menutupi mata Haeng Ah, dan ia menciumnya lagi.
KYAAAAAAAAAAAAAAAAAa!!!!

-END-

Komentar :

KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!
Adegan di akhir epiosde 3 dan Episode 4 The best deh!!!!
Bikin doki-doki bangedd.
Sutradaranya pandai sekali membuat adegannya tampak indah dan wowowoowowowowoowowowowowowowow.
BAgian Ri Hwan menutup mata HAeng Ah yang terkejut dan menciumnya lagi itu The Best deh!!!! Romantissssss~

Awalnya aku berfikir terlalu cepat bagi mereka untuk berciuman di episode 4, tapi ternyata alasannya lumayan masuk akal dan kelihatannya diepisode selanjutnya HAeng Ah ga terlalu kepikiran karena dia cuma menganggap itu akting, tapi Ri hwan ga peduli yang jelas dia senang banged LOL.
Wah, perang akan dimulai di episode mendatang dan selanjutnya, karena udah kelihatan ada rasa rasa diantara keduanya.

Akting Lee Dong Wook saat curhat dengan Hyung beneran TOP!!!
Aku ikutan menahan perasaan melihat dia antara marah, sedih dan akan menangis, karena dia menahan perasaannya. Otaknya rasanya mau meledak hanya dengan memikirkannya saja.
Apa kalian pernah mengalaminya? Yeah, akalu aku pernah banged, hanya saja aku lupa kapan dan karena siapa HAHHAAHHAHAHAHA.
Aku ga bisa menjelaskan perasaannya dengan jelas, soalnya aku ga tau mau menulisnya bagaimana, pokoknya ini perasaan berat banged!!!! Kekkekekekekke.

Kemarin aku bilang kalau aku suka SUk Joon kan?
Yeah, sekarang aku mengerti kenapa Haeng Ah benar-benar ingin putus dengan Suk Joon.
Suk Joon tidak bisa melepaskan salah satu, ia ingin bisa mendapatkan semuanya.
HAeng Ah mencintai Suk Joon, masih, tapi ia tidak bisa terus menjadi sisi yang tersakiti, makanya ia melepaskan SUk Joon meski masih menyukainya.
Suk Joon menyukai Haeng Ah, tapi dia selalu menjadi egois dimana ia ingin mendapatkan semuanya dan tidak bisa memilih atau setidaknya menjadikan HAeng Ah prioritas pertamanya.

HAeng Ah mungkin tidak selalu ingin diutamakan, cuma kalau keadaan itu terus berlanjut tentu saja akan sangat membuat frustasi.
Suk Joon tipe pria yang lurus-lurus aja, karena wanita begitu rumit. Itu benar, wanita itu lebih rumit dari apa yang kelihatannya.
Mereka mengatakan tidak ingin tapi sebenarnya ingin, mereka mengatakan baik-baik saja, tapi sebenarnya mereka terluka.
Yah, memang sedikit rumit, tapi aku akui, sebagai seorang wanita aku juga sering seperti itu, membohongi diri sendiri atau kadang mengatakan sesuatu yang bukan keadaan sebenarnya.
TApi memang tidak baik jika seperti itu, makanya keduanya berpisah pada akhirnya.

Aku shock ternyata Tae Hee itu mantannya hyung LOL.
Ga nyangka sama sekali, memang sih sejak awal diperlihatkan kalau mereka berdua hubungannya buruk, aku kira cuma karena hyung naksir Tae Hee, eh ternyataaaaaaaa!!!!
Aku yakin saat Tae Hee mengatakan ia dekat dengan seseorang itu maksudnya dengan Dong Il. Akan sangat seru kalau ada hubungan cinta segitiga lainnya disini, tentu saja Hyung, Tae Hee dan Dong Il, kekekkekekekekek.
DAn cinta selanjutnya yang harus berkembang adalah Suk Joon dan Se Young LOL. Biar mereka menika lagi deh XD

NAh, aku agak takut dengan ibu Ri Hwan ini. Dia kan lagi sakit, aku takut nanti kalau ibunya jatuh sakit dan Ri Hwan tahu, ibunya ingin Ri Hwan menikah dengan Yi Seul sebelum ia mati atau seperti itu lah kira-kira. MAkanya dia mengatakan Ri Hwan akan memilihnya.
Aku begitu menantikan scene Se Young dan Suk Joon bersama. Dan akhirnya terjadi di episode ini, tentu saja aku cukup puas karena mereka seolah memperlihatkan kalau Se Young pernah bertemu dengan Suk Joon dulu. LOL.
Maksudnya adalah sulu dua orang ini berperan sebagai suami isteri dalam Gentleman Dignity, HAHAHHAHAAAH. Jadi aku membayangkan kalau sifat keduanya jadi berkebalikan banged LOL.


Sinopsis and Screencapture by Hazuki Airin
DO NOT SHARE WITHOUT CREDITS
DO NOT REPOST IN OTHER SITE


1 comments:

 

Random Post

Clover Blossoms Fanpage

In My Radar

Watching :
- We Married as A Job
- Jimi ni Sugoi!
- Weightlifting Fairy
- Goblin
- The Legend of The Blue Sea
- Father I'll Take Care of You
- Beppin-san
- Gochisousan

Waiting Drama:
- Miss in Kiss

Waiting Movies:
- One Week Friends
- Your Lie in April
- Aozora Yell
- Itakiss Movie

Favorite Song This Time :
- Red Cheek Puberty - Galaxy
- Ben - Foggy Road
- Twice - Next Page
- Utada Hikaru - Hanataba wo Kimini
- LYn - Love Story