[Sinopsis] Reply 1988 Episode 5 ~ Part 2

-------------------------------------------------------------------------

Sinopsis Reply 1988 Episode 5 Part 2

di rumah keluarga Sun Woo pagi itu, Ibu membawakan makanan ke kamar Sun Woo yang masih belum sembuh, mereka makan di kamar SUn Woo sementara Jinjoo masih tidur.
Ibu melihat anaknya makan dan ia melihat makanan di atas meja hanya sayuran. Sun Woo bingung kenapa ibu tidak makan. Ibu mengatakan padahal Sun Woo sedang sakit, tapi makanan mereka hanya sayur, harusnya ia membelikan daging agar Sun Woo cepat sembuh. Tapi Sun Woo mengatakan ia tidak apa-apa, lagi pula ia tidak terlalu suka daging.
Ibu akan makan saat telpon mereka berdering dan ibu mendapat telpon dari ibunya kalau Oppa melukai pergelangan kakinya saat bekerja. Ibu merasa khawatir dan bertanya apakah dia sudah dibawa ke ruah sakit.
Tapi kemudian ibu lebih terkejut saat tahu ibunya akan datang ke rumah mereka, bahkan ibunya sudah sampai di terminal. Ibu membelalakkan matanya.

Pagi itu, saat keluarga Sung akan sarapan, Deok Seon terkejut melihat ayahnya pucat dan ada lingkaran hitam di matanya.
IA bertanya apakah ayah tidak bekerja hari ini. No Eul mengatakan kalau ayah mengambil cuti untuk menjaga pintu Bo Ra, memastikan dia tidak akan ikut demo lagi.
Ibu khawatir pada Bo Ra karena tidak makan sejak semalam, ia ingin memberikannya sarapan, tapi ayah menolak, sampai Bo Ra minta maaf dengan tulus, ia tidak akan membiarkan Bo Ra makan.
Ibu hanya bisa menghela nafas.

Keluarga Jung Hwan makin parah, rumah mereka makin berantakan ada beberapa masalah yang terjadi di rumah yang biasanya ibu lah yang menyelesaikannya.
Seperti boilernya yang terlalu panas dan juga toilet yang mampet.
Untung saja Jung Bong menunjukkan kemampuannya memperbaiki sesuatu berdasarkan 'harabojikeso' alias kakek mengatakan begini dan begitu. LOL.
Salut juga, Jung Bong bisa menyelesaikan banyak hal, cuma kok ga lulus masuk Universitas ya?

Setelah menutup telponnya, Ibu Sun Woo berlari kesana kemari, panik, ia berteriak pada Sun Woo dan Jinjoo untuk bersh-bersih. Ia lari ke kamar Sun Woo dan memilihkannya baju baus untuk di pakai. TApi Sun Woo mengatakan hari ini dia akan ke sekolah. Ibu mengerti.
Ibu memandikan Jin Joo dengan cepat, LOL, lalu ia segera memasak nasi, tapi berasnya habis.
Ibu mulai berlari kerumah Jung HWan dan meminjam sekarung beras, ia akan mengembalikannya nanti.
Ibu memeriksa kulkasnya dan hampir kosong, ia berlari ke rumah Jung HWan dan meminjam isi kulkas.
Ibu mengganti baju dengan baju tercantik yang ia punya dan melihat peralatan makeup nya tidak lengkap, ia ke rumah Jung Hwan dan meminjam alat make up ibu, bahkan Jung Bong membantunya membawanya.
Ibu mengambil baju kotor di mesin cuci dan menjemurnya, bahkan Jung Bong ada disana membuatnya kaget, rupanya Jung bong sudah selesai memindahkan briket ke gudang LOl.
Ibu berterima kasih dan akan mengembalikannya besok.

Nenek Sun Woo datang ke rumah hanya sebentar saja, Jinjoo didandani cantik sekali, pake tiara pula LOL.
Nenek membawakan beberapa oleh-oleh untuk Sun Woo juga, untuk dimasak. Nenek minum dan berjalan ke dapur melihat keadaan, ia tersenyum melihat dapur ibu, ibu udah takut-takut..
Kemudian nenek mengatakan ia akan pulang, ibu terkejut, kenapa cepat sekali pulangnya.
Nenek mengatakan kalau ia harus segera pulang karena paman terluka.
Saat di luar, nenek melihat persediaan briket ibu dan tersenyum, kemudian ia mengatakan ingin ke kamar mandi dulu sebelum pulang.
Ibu lega karena ibunya tidak curiga sama sekali.

Ibu mengantar nenek sampai keluar gerbang dan mereka bertemu dengan ibu Deok Seon disana. Ibu Deok Seon menyapa nenek Sun Woo. Nenek mengatakan ia harus cepat pulang karena anaknya sedang sakit, ia cuma singgah sebentar disana.
Setelah nenek pergi, kedua ibu bicara berdua. Ibu Sun Woo kecewa karena ibunya pulang cepat sekali, padahal persiapannya sudah matang, ia bahkan memakai baju cantiknya hari ini.
Kemudian mereka membicarakan Bo Ra. Ibu Deok Seon mengatakan ayah masih melarangnya makan, ia yakin Bo Ra tidak baik-baik saja.

Ayah Deok Seon masih berjaga di depan kamar Bo Ra dan tidak bergeser sedikitpun. Ibu menyediakan makan siang untuknya dan ayah mengeluh karena lauknya sedikit sekali.
Ibu kesal melihatnya, ayah meminta telur goreng tapi ibu mengatakan kalau mereka tidak punya telur ayam. Ia kesal melihat ayah masih punya nafsu makan yang besar sementara anak mereka di kurung di kamar.

Ibu mengkhawatirkan Bo RA dan memikirkan cara bagaimana ia bisa memberi Bo Ra makan.
Ia berjalan bolak balik kesana kemari di halaman.
Ayah Jung Hwan keluar dan keduanya saling menyapa. Ibu bertanya apakah ibu Jung Hwan belum kembali, ayah mengatakan belum, tapi mereka baik-baik saja, mereka bisa mengurus diri dengan baik.
Ayah kemudian mengambil arak ginseng yang ia simpan di bawah rumahnya. Ibu bora punya ide dan mengatakan apakah ayah Bo Ra boleh ikut minum, tentu saja ayah Jung HWan setuju.

Kedua ayah minum berdua di rumah jung Hwan, mereka membicarakan anak sulung mereka. Bagaimana sakit hatinya mereka karena perilaku anak sulung mereka, tapi mereka tetap khawatir tentang mereka.
Ayah Deok Seon membicarakan Bo Ra dan ayah jung Hwan membicarakan jung Bong.

Ibu menggunakan kesempatan itu untuk membujuk Bo Ra agar mau makan, tapi Bo Ra tetap menolak.
Ibu terus membujuknya agar makan sesuap saja, tapi Bo Ra keras kepala dan malah tidur sambil menutup badannya dengan selimut.
Ibu hanya bisa menghela nafas dan meninggalkan makanan disana, ia mengatakan Bo Ra harus memakannya nanti.
Kita melihat kalau ibu memasakkannya telur goreng, kesukaan Bo Ra.

Ibu Sun Woo sedang bahagia, ia mencuci piring sambil menyanyi saat ia melihat Jinjoo makan cokelat belepotan.
Ibu mencuci wajah Jin Joo dan mengganti bajunya di kamar mandi. Jinjoo sangat menggemaskan, saat ibu bertanya apa makanan yang ingin Jinjoo makan maybe makanan kesukaannya, JinJoo menjawab, banana. Ibu tersenyum dan mengatakan akan membelikannya.
Ibu membereskan kamar mandi saat ia tiba-tiba melihat ada amplop disana.
Ibu berdiri dan bingung, ia mengambilnya.

Ibu membuka amplop dan membukanya. Ada sebuah surat dan uang didalam.
Surat dari ibunya mengatakan, putriku yang cantik dan baik, ibu tidak punya uang, jadi ibu tidak bisa memberi banyak. Nenek juga mengatakan anaknya yang ia cintai untuk membeli sesuatu yang cantik untuk dipakai dengan uang itu.
Ibu tersenyum dan mulai meneteskan air mata. Ibu melihat 3 lembar uang yang diberikan ibunya dan tertawa sambil menahan air matanya.
Ibu bingung bagaimana ibunya bisa tahu kalau ia berbohong dan ia melihat jemurannya, karena terburu-buru tadi, ibu tidak terlalu memperhatikan jemurannya.
Kita bisa melihat celana dan kaos kaki ibu bolong-bolong dan sudah rusak.

Malam itu hujan deras. Ibu kembali ke rumah dan kehujanan. Ia menemukan ayah tidur ngorok dengan ginseng di mulutnya HAHAHHAHAHA.
Ibu mengecek Bo Ra di kamarnya, tapi Bo Ra tidak ada. Ia pergi. Ibu panik dan segera berlari ke rumah Sun Woo, ke rumah Jung Hwan, ke rumah Taek menanyakan Bo Ra, tapi tidak ada yang melihatnya.
Ibu benar-benar khawatir dan panik, ayah Taek meminjamkan payung padanya.

Bo Ra ada di telpon umum mencoba menelepon seseorang. Saat ia akan pergi, Bo Ra menyadari ada yang mengikutinya dan ia bersiap lari.
Bo Ra berjalan dengan cepat, dan bersembunyi di sudut, tapi dia udah ketahuan. Dua petugas mulai melabraknya dan sepertinya mereka sudah mengetahui Bo Ra adalah bagian dari pelopor demonstrasi. Karena wajahnya sudah terpampang di berbagai media.
Tapi mereka masih pura-pura menanyai Bo Ra ini dan itu, tapi Bo Ra menolak dan mengatakan kalau itu bukan dia.
Petugas kesal dan akan menangkap Bo Ra saat tiba-tiba terdengar suara ibu memanggilnya.

Bo Ra melihat ke arah suara, ibunya disana, membuang payung dan berlari menuju puterinya. Ibu menangis.
Ibu berdiri di depan Bo Ra dan melindungi ibunya, ia bicara pada petugas kalau itu bukan Bora, Bo Ra anaknya bukan mahasiswa yang seperti itu.
Ibu tidak memberi izin petugas bicara dan ia terus terusan bicara kalau Bo Ra adalah anak baik kebanggaan keluarganya. Ia mengatakan Bo Ra adalah anak yang pintar dan pekerja keras, kebanggaan tetangganya karena Bo Ra masuk ke Universitas Seoul, universitas yang dimasuki anak-anak pintar.
Bo Ra terlihat kesal saat ibunya bicara, tapi kemudian matanya menangkap kaki ibu yang berdarah.

Bo Ra menggigir bibirnya melihat kaki ibunya berdarah dan ibu masih terus bicara pada petugas. Bo Ra menahan air matanya dan akhirnya ia berkata kalau ia salah dan meminta maaf, ia akan ikut dengan mereka ke kantor polisi.
Ibu menyuruhnya diam dan mengatakan kalau anaknya tidak seperti itu, Bo Ra terus mengatakan kalau ia salah, tapi ibu terus menghentikannya karena Bo Ra tak salah apa-apa menurut ibunya.
Para petugas menarik tangan Bo Ra tapi ibu menghentikan dan tidak mau melepaskannya.
Petugas kali ini memaksa dan membawa Bo Ra, ibu yang khawatir anaknya akan disiksa terus memohon dan berteriak kalau Bo Ra tidak salah, ia mengikuti mereka dan petugas satunya harus menahan ibu agar tidak menahan Bo Ra lagi.

Narasi Bo Ra mengatakan kalau kadang ia malu dan marah pada ibunya, karena ibunya tidak memiliki harga diri. Tapi ia akhirnya tahu kenapa ibunya begitu, itu karena ibu punya sesuatu yang harus ia lindungi, yang lebih berharga dari dirinya sendiri, yaitu anak-anaknya.
Orang-orang akan menjadi kuat saat mereka membuang harga diri mereka. Ibunya adalah orang yang kuat.

Sun Woo kembali ke rumah malam itu, ia mengecup adiknya yang sedang bermain dan memakai topeng dan kemudian permisi mandi.
Ibu mengambil telpon dan menelpon rumah, bertanya pada adiknya apakah ibu sudah sampai dan ibu mengomeli adiknya kemudian ia meminta disambungkan dengan ibu.
Ibu menatap uang yang diberikan nenek dan kemudian mendengar suara ibu di telpon.
Ibu Sun Woo mulai serak suaranya dan nenek bingung kenapa ibu tidak bicara.
Ibu Sun Woo menenangkan hatinya tapi ia tidak tahan lagi dan akhirnya menangis di telpon, yang keluar dari mulunya hanya kata 'ibu' saja.

Ibu Sun Woo menangis dengan sangat menyedihkan, sampai membuat air mataku juga menetes.
Sun Woo yang selesai mandi heran melihat ibunya begitu. Jin Joo mendekatinya dan ibu memeluknya, sambil terus memanggil ibu di telpon.
Sun Woo menahan air matanya melihat ibunya.

Bo Ra bernarasi, mereka mengatakan tuhan tidak selalu ada di semua tempat, karenanya ia menciptakan ibu. BAhkan saat aku menjadi ibu, ibuku tetaplah malaikat pelindungku, dan memanggilnya dengan nama ibu membuat hatiku bergetar. Ibu adalah orang yang kuat.

Bo RA mondar mandir di penjara sementara ibu bicara dengan petugas polisi dan sepertinya mereka akan membebaskan Bo Ra.
Ayah keluar untuk merokoksaat ayah Jung HWan dan ayah Taek datang untuk menanyakan kabar Bo Ra. Ayah bilang semuanya baik-baik saja.
Ayah Jung Hwan mengingatkan kalau dia sudah berhenti merokok, jadi ayah menarik kembali rokoknya.
Mereka kemudian mengingatkan ayah Bo Ra untuk lebih keras pada anaknya, harusnya Bo Ra sadar sekarang kalau dia membuat orang-orang kesulitan.
Ayah hanya menghela nafas dan mengatakan bagaimana bis aia berteriak pada anaknya yang bahkan tidak bersalah.
Yang lain jadi diam dan ayah merokok lagi.

Ibu berdiri di luar penjara menatap Bo Ra yang tiduran di lantai menghadap ke arah dinding.
Ibu tidak bicara apa-apa, ia menangis menatap anaknya dan menghapus air matanya.
Ia kelihatannya membeli pisang untuk diberikan pada Bo Ra kalau ia keluar nanti.

Keluarga Sun Woo di rumah juga makan pisang, ibu membeli pisang mahal, 1 buah dan mereka berbagi tiga.
Tentu saja Sun Woo membagi 2 dan kemudian yang satu bagian di bagi 2 lagi. YAng bagian terbesar diberikan pada Jin Joo.
Ibu menolak makan pisangnya jadi Sun Woo ngambek ga mau makan juga, dan berniat membuangnya saja.
Akhirnya ibu mengalah dan memakannya juga.

Jung Bong sedang melipat kain saat Jung Hwan pulang dari sekolah malam itu.
Rumah mereka masih sangat berantakan. Jung Hwan memberikan sebuah video pada kakaknya dan ayah yang selesai menyiapkan makan malam menyuruh Jung HWan untuk makan.
Telpon berdering, Jung Bong mengangkatnya dan wajahnya terlihat sangat terkejut. Jung Hwan dan ayah bertanya siapa itu. Jung Bong mengatakan dengan hati-hati kalau ibu sudah tiba di terminal.

Ketiganya shock dan tanpa buang-buang waktu mereka mulai membersihkan rumah, ini dan itu.
Ayah, Jung Bong dan Jung Hwan bekerja keras membereskan semua sampah dan sampah yang ada di rumah mereka selama ibu tidak ada.

Ibu tiba di pintu, ia meletakkan payung dan melepas sepatunya.
Ia masuk ke dalam rumah dimana ketiganya berdiri berjajar dibelakang ibu yang matanya melihat-lihat kondisi rumah.
Ajaibnya, rumah Jung Hwan yang kayak kandang ayam, berubah menjadi sangat rapi, sama seperti belum ditinggalkan oleh ibu.
Ibu melirik kesana kemari dan curiga pada mereka, jadi ia memutuskan memeriksa lebih jauh. Ia membuka lemari es, rapi, dan makanan yang ia tinggalkan juga habis.

Ia menatap ketiganya dan bertanya bagaimana mereka menyalakan boiler dan menyedot WC, ayah mengatakan kalau Jung Bong melakukannya dengan baik.
Ketiganya tertawa dan mengatakan seperti janji mereka, mereka tidak apa-apa tanpa ibu, mereka bisa melakukannya dengan baik.
Mereka mengajak ibu untuk makan mandu, tapi ibu menolak, kayaknya dia capek atau bagaimana. Ketiganya menatap dengan bingung.

Di kamar, ibu sedang memakai krim wajah saat ayah mengajaknya minum soju bersama karena di luar sedang hujan, tapi ibu menolak dan menyuruh ayah minum sendiri.
Ayah juga menawarkan makanan tapi ibu tetap menolak, well, ibu lagi ga mood kayaknya.

Jung Hwan jadi galau kenapa ibunya tiba-tiba jadi begitu, ga semangat sejak pulang dari rumah neneknya.
Jung Hwan meminta advice dari Dong ryong yang lagi  baca komik dan Dong ryong kelihatannya punya ide lagi kali ini.
Apakah idenya?

Jung Hwan tiba di rumah saat Jung Bong akan memasak ramyun sendiri, ia menatap Jung Bong dan memegang tangan abangnya, menyentuhkannya ke panci panas. Jung Bong shock melihat kelakuan adiknya itu. Jung Hwan kemudian memanggil ibunya dan mengatakan kalau tangan abangnya terluka. Ibu mulai mengomel lagi seperti awal-awal episode LOl
Ayah sedang mengurus briket di gudang saat briketnya lengket dan ayah akan memisahkannya. Jung Hwan datang dan memandang ayahnya, seolah berkata, maaf ayah, dan ia menjatuhkan briketnya. Jung Hwan kemudian memanggil ibu dan mengatakan ayah menghancurkan briketnya. Ibu mengomel ini dan itu mengatakan mereka tak bisa hidup tanpanya.

Jung Hwan juga melakukan hal yang sama padanya, ia mengacak lemarinya dan kemudian memanggil ibu untuk menemukan celananya, padaha ada disana dan ibu mengeluh bagaimana Jung Hwan tidak menemukannya. Jung Hwan mengatakan kalau ia tidak melihatnya tadi. Ibu lagi-lagi mengeluh mereka tidak bisa hidup tanpanya.
Ayah kemudian datang membawa kimchi mandoo dan ibu ingin makan bersama mereka. Ayah jadi kaget karena mood ibu kembali seperti semula dan ayah jadi senang.

Jung Hwan diam-diam tersenyum karena ibu menjadi ibu yang biasanya.
Cieeeeeeeeeeeeee, anak baiiik :)

Kilas balik saat Jung Hwan bertanya pada Dong Ryong, Dong ryong mengatakan mood ibu menjadi jelek karena mereka bertiga melakukannya dengan baik, karena mereka melakukannya dengan baik bahkan tanpa ibu.
Jung Hwan melongo, ternyata sangat mudah.
Dong ryong sibuk kembali dengan komik-nya.

Kemudian kita bisa melihat keluarga Jung Hwan makan kimchi mandoo sambil bercerita dan tertawa bersama. Keluarga yang bahagia.
Bo Ra bernarasi, Kadang kita menyadari bahwa kita ingin mengatakan maaf dan menyesal atau berterima kasih pada ibu kita, tapi waktu sudah berlalu sangat banyak dan kita belum mengatakannya. Hal terbaik untuk membuat seorang ibu bahagia adalah, mengatakan kalau kita membutuhkannya, hanya se-simpel itu. Satu hal itu suah cukup baginya.

Malam itu, turun hujan, seperti biasa, Jung Hwan duduk di meja belajarnya,belajar sambil menunggu Deok Seon pulang.
Tapi kali ini kelewatan, sudah jam 1 malam tapi Deok Seon belum juga kembali. Jung HWan melihat ke jendela dan hujan semakin lebat.


Kita bisa melihat Deok Seon tertidur pulas di rumah belajar, tidak ada yang bisa mengganggunya.

Jam 2 malam, Jung Hwan makin kahwatir karena Deok Seon belum juga kembali. Ia masih menunggu dan menunggu. Kilat dan petir menyambar, Jung Hwan semakin khawatir.

Deok Seon terbangun karena bunyi petir. IA menyadari ia sudah ketiduran terlalu lama dan segera bergegas memasukkan buku dan peralatannya dalam tas. Deok Seon berlari keluar.
Hujan masih sangat deras, ia tidak membawa payung dan ia terpaksa menggunakan tas-nya sebagai payung dan berlari pulang ke rumah.
(BTW, Kamus Deok Seon masih sama dia pas adegan ini)

Deok Seon berlari di tengah hujan dan tepat dipersimpangan, langkahnya terhenti, JUNG HWAN MENUNGGU DISANAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!
Jung HWan berdiri dengan payung di tangannya dan menatap Deok Seon.
Jung Hwan memayungi Deok Seon yang masih terkejut, ia menurunkan tas-nya dan tak berkata apapun.

Jung Hwan menatapnya dan menyentuh tangan Deok Seon, membuatnya memegangi payung yang ia bawa.
Jung Hwan berkata, pulang lah lebih awal.
Dan ia meninggalkan Deok Seon yang masih terkejut sendirian, sementara ia pulang tanpa payung.
Deok Seon tak bicara apa-apa, ia masih terpaku di posisi yang sama.

Jung Hwan keluar rumah saat ia melihat Sun Woo memakai kruk-nya, pulang dari rumah Deok Seon.
Ia mengatakan ia meminjam alat jahit dari Deok Seon.
Sun Woo bertanya Jung HWan mau kemana dan Jung HWan mengatakan ia amu beli baterai untuk walkmannya.
Sun Woo mengatakan dia punya di rumah dan akan memberikannya pada Jung Hwan.
Jadi Jung Hwan ke rumah Sun Woo.

Ibu Sun Woo sedang menjahit saat mereka datang. Sun Woo mau ke kamar mandi dulu dan Jung Hwan masuk sendiri ke kamar Sun Woo.
Jung Hwan melihat-lihat buku disana yang diurutkan secara alfabet dan membuka laci mencari baterai.
Ia kemudian menemukan kamus milik Deok Seon disana dan tersenyum dan mengambilnya.
Saat akan mengembalikannya, mata Jung HWan menatap sebuah kamus yang sama dan mengambilnya. Kamus yang sama persis, milik Sun Woo.
Jung HWan berfikir.

Sun Woo masuk saat Jung Hwan masih berfikir dan Jung Hwan menatap Sun Woo, kemudian menatap alat jahit yan dipinjam Sun Woo, lalu melihat ibu jelas sedang menjahit, yang artinya Sun Woo punya alat jahit.
Otak JUng HWan mulai berfikir dan curiga.
Ia menatap kedua kamus di tangannya dan berfikir.
Sun Woo kelihatanya tahu kalau Jung Hwan curiga.

Sun Woo sepertinya akan mengatakan sesuatu tapi Jung Hwan menatapnya dan Sun Woo menutup mulutnya lagi.
Jung Hwan membelalakkan matanya dan ia makin curiga.

-END-

Komentar:
OMO!!!!!!! KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAa!!!!!!!!
Ottokhajiiiii!!!! Akhirnya kejadian juga apa yang aku takutkan, Jung Hwan tahu kalau Sun Woo suka sama deok Seon!!!
Siapapun yang ada di posisi Jung Hwan pasti akan berfikir hal yang sama, kan?
KAlau Sun Woo menyukai Deok Seon, tentu saja, karena meminjam barang dari seorang gadis, yang jelas dia juga memilikinya, memangnya ada arti lain selain itu???

Aku tidak mau persahabatan mereka hancur karena cinta! NO!
TApi, jika memang begitu, maka Jung Hwan akan menjadi tipe yang mengalah, aku fikir begitu, dia akan membiarkan keduanya berpacaran atau bagaimana pun itu, dan dia tetap menyimpan perasaannya dalam hatinya, well, karena dia Tsundere!!!!
Tapi masih ada kemungkinan tentang hal itu.
Setelah menonton episode ini, aku memang berfikir bagaimana kalau seandainya benar, Sun Woo itu sukanya sama Deok Seon bukan Bo Ra. Nah Lho?

Karena memang belum ada bukti nyata kalau Sun Woo punya perasaan pada Bo Ra, amsih samar-samar saja,
Tapi dari episode ini, kalau memang dia suka sama Bo Ra, maka ada artinya juga, kenapa Sun Woo memaksa menjemput sendiri ke rumah Deok Seon, bukannya membiarkan Deok Seon mengambil kamusnya sendiri.
Karena dia suka sama Bo Ra kan?
Tapi aku yakin Sun Woo ga mau mengaku, atau Jung Hwan akan pura-pura tidak menyadarinya, tapi mulai curiga diaaaaaaaaa!!!!!!!

Aku sangat menyukai episode ini, karena tema-nya tentang ibu, juga karena scene Jung Hwan dan Deok Seon bikin doki-doki. Jujur saja, scene mereka berdua tidak banyak, tapi setiap ada scene Deok Seon dan Jung Hwan, aku ketawa-ketawa sendiri, melihat Jung HWan yang tsundere ini.
Mana dia suka Deok Seon semakin kelihatan, kalau ada diantara mereka yang berduaan dengan Deok Seon, dia mulai sangat curiga dan pengin tahu mereka ngapain LOL.
Aku masih wajah kalau Jung HWan cemburu pada Sun Woo, tapi sama Dong Ryong juga, HAHAHHAHAHAHA.

Ibu adalah pengobat hati. Aku selalu menganggapnya begitu. Ibu selalu menjadi hal pertama yang membuatmu lega jika terjadi masalah.
Bahkan jika kau mengatakan hal buruk padanya, ia selalu baik padamu karena kamu adalah buah hatinya, tapi jangan berfikir kalau dia tidak sakit hati jika kau berkata buruk padanya. HAnya saja, cintanya padamu lebih besar dari pada perkataan burukmu padanya.
Aku sangat sangat sangat sangat membenci Bo RA, Di awal aku sudah mengatakan, aku ga masalah kalau dia teriak sama adiknya, tapi kepada orang tuanya, dia keterlaluan sekali. Aku benci sekali saat dia melawan orang tuanya.
Harusnya dia sadar dia berasal dari keluarga miskin yang ingin anaknya sukses, tapi dia malah sok, dan hanya karena dimanjakan, dia tidak memikirkan perasaan orang tuanya sama sekali.

Aku suka adegan Sun Woo dan ibunya saat makan pisang, Ibu memang selalu begitu, Biarlah dia tidak makan asal anaknya makan.
Membeli makanan yang enak atau memasak sesuatu yang mewah, ibu biasanya hanya mencicipi sedikit saja, dan memberikan banyak pada anaknya.
Sebagai seorang anak, kita harus sadar, kalau makanan terasa enak, maka orang lain juga merasa enak, jadi makan bersama-sama dan bantu ibumu untuk memakannya juga. KArena kadang kalau tidak seikit di paksa, ibu pasti akan menolaknya.
Karena ibu akan bahagia melihat anaknya makan dengan lahap, dan selera makannya juga hilang kalau anaknya tidak mau makan.
Kekhawatiran ibu selalu lebih besar dari pada kekhawatiranmu. Karena saat kau terluka dia lebih terluka.

Ibu jung Hwan orangnya sangat manis, dia sama saja dengan suaminya, bisa dibilang orang yang mudah.
Ibu merasa sedih saat suami dan anaknya terlihat bisa hidup dengan baik tanpa dirinya, makanya ia jadi berkecil hati.
Untung saja Jung Hwan anak yang pengertian dan menemukan solusinya melalui Dong Ryong si penasehat.
CAra mood ibu kembali baik ternyata mudah, ibu suka mengatakan 'kalian tidak bisa hidup tanpa aku' dan itu menjadi kata-kata kuat baginya, karena ia dibutuhkan.
Semakin dewasa, kadang anak tidak terlalu suka diurusi seperti anak kecil lagi.  Terutama anak cowok.
Tapi tidak apa sekali-kali mengandalkan ibumu untuk hal-hal kecil.

Aku senang sekali setiap artikel Reply di penuhi dengan komentar-komentar baik sampai saat ini. BAnyak yang menyukai Reply 1988, bahkan mereka mengatakan lebih baik dari 2 versi sebelumnya.
Itu benar kalau menurut aku. Reply 1997, ceritanya fokus pada remaja, Reply 1994 fokus pada romance comedy dan Reply 1988 ini fokus pada keluarga.
Mungkin banyak yang lebih menyukai Reply 1997, aku suka karena Reply 1997 itu mengejutkan di setiap episodenya. ADa rahasia dibalik setiap kejadian, makanya lebih seru. Dan lagi tersusun rapi, sehingga tidak mengecewakan.
Aku harap Reply 1988 juga begitu sampai ending.
Ratingnya naik dan naik terus. Rating tertinggi Reply 1994 adalah 10,4% kalau aku tidak salah, dan episode 5 reply 1988 ini sudah mencapai 10,8% lho~
Rating streamingnya ja sampai 74% LOL.


Synopsis and Screencapture by Hazuki Airin
Official Still from Official Reply Series TVN
DO NOT REPOST IN OTHER SITE!!
DO NOT SHARE WITHOUT CREDITS!!

19 comments:

  1. Dong ryong keren yak!!! Ahahaha...
    Kaya nya tiap tokoh bermasalah, pasti curhatnya ke dia. Hehehe..

    Aerhhhh... beneran deh. Akting jung hwan daebak!!!! Ekspresi nya itu loh.. dapet bangeettt...
    Btw, mereka pada tuir yak.. pan yg jd taek jg 30th usianya itu. *hapal soale seumuran :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hanya Pemerang Dong Ryong yang berusia 30 tahun,
      Jung Hwan sendiri 29 tahun, cuma umur koreanya aja 30.
      Taek masih 22 tahun kok ^^

      Delete
  2. Kak keren sekali sinopsis yg kakak bikin. Bener2 bikin semangat walaupun gak liat reply 88 langsung.
    Btw, aku jadi pendukung deok seon & jung hwan. Syediiih pas baca sinopnya Park Bo Gum dapat bagian dikit2. Cuz park bo gum is my bias. Hehehe. Semangat yaa

    ReplyDelete
  3. Wah daebak.. Updatenya cepet bgt kak!!! Khamsahamnida... Aku jga shippernya jung hwan-doek soen he..he.. Fighting!!!

    ReplyDelete
  4. kalau nonton episode 5 nyangkanya juga sun woo suka sama deok seon tapi pas lihat episode 6 kebuka semuanya. kalau sun woo suka sama bo ra dan satu lagi ngelihat gelagat-gelagat park bo gum kayanya dia suka sama deok seon deh. wahhhhh ga sabar minggu depan. semangat ya kak buat recapnya.... ;) aku suka sama teori warnanya :D

    ReplyDelete
  5. Hahahaha
    Nnton ep 6 bakalan shock Abiss
    Yg diduga oleh clue2 dan warna2 terjawab semuanyaa😍😍♥️ junghwang fighthing!!!!! πŸ‘πŸ‘πŸŽ‰

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bnr kata qm smw teori2 yg slama d ini beredar yg terbukti adalah teori warna.d sompii yg ship sw sm ds pada ngambek mrka ga mw nonton lg krn kecewa yg berebut cinta ds adalah jh sm tk .dan bnyk yg blng knp gjp mw nerima peran bkn lead male.kalo menurut aq bnr lead male nya sw cm sw-nim rp88 pngn bkn crta yg beda dr drama yg lain dngn bkn crta lead female sm lead male ha hrs jadian kan.jd versi nya sw-nim ini pengen lead female menentukan pilihan pada 2nd lead male dan 3th lead male dan itu antara jung hwan dan taek.dan bwt lade male mencrtakan perjuangan sun woon naklukin hati bora dan menyakinkan ibu sun woo bhw bora adalah wanita yg tpt untk sw.krn pd ep ini qt liat ibu sun woo blng dy ga ska sm sft bora,dy lbh ska deok sun.nah itulah kerumiyan crt r88.oya d ep 6 ada adegan ds dewasa blng klo swmi nya sblm menikah pny pacar bnyk.kalo kt aq saat jh tau tk ska sm ds,dy milih untk mundur dn nyari cewe lain.tp nama nya jodoh akhrnya ttp aza ds sm jh.oya ky nya yg cnta segitiga jg bkl terjadi sm sw-br-jb(kakanya jung hwan).tp bora jdnya sm sun woo.siap2 patah hati dl sblm akhrnya happy ending bwt jung hwan kusayang.taek yg imut2 maaf yah deok sun ga bsa bwt qm krn deok sun hny trcipta untk jung hwan

      Delete
    2. wah, masa anak-anak soompi ngambek sih HAHAHHA?
      Aku aja yang nonton drama ini karena suka GKP malah jadi ga suka sama dia di ep 6 LOL.
      Sebenarnya sejak awal leadnya itu JH kok, coba liat di asianwiki, nama JH nomer 2 setelah Hyeri LOL.

      Aku setuju, cinta ga selalu harus berhasil, Sun Woo itu lead male dalam kisah cintanya sediri, toh dia akan membuat cerita baru dengan kisah cinta barunya, kenapa harus jadi bete HAHAHHAHAH

      Delete
    3. yg ngambek pendukung sw-ds aq liat d treath taeyang yg isi nya smw nya ship suns yah,krn bhs inggris qu msh d bwh standar yg aq bsa translate sih bnykn mereka akan nonton drama ini stlh berakhr d januari.iya aq jg liat d wiki posisinya stlh hyri,rjy,pbg bru gkp terakhr ldh yah.tp kok awal2 sblm drama ini tayang bnyk yg blng lead male gkp dan 2nd lead male nya pbg yah.mlh rjy itu kesan nya ky jung sung d r97 dan tae hai d r94.bru stlh ep 2 bnyk yg jth hati sm akting sbgai jh (termaksud aq) bru lah rjy j slh satu kandidat kuat sbgai husband nya ds.oya bsa qm share smw info tentan r88 yg beredar d medsos soalnya pngn lbh tau tntang drama ini

      Delete
    4. @hazuki
      wah sampai segitunya,
      kalo aku biasa2 aja, sampai tadi siang liat episode 6 ini juga fine2 aja,
      aku masih belum masuk tim manapun
      karena sampai saat ini aku sangat-sangat-sangat menikmati drama ini,
      ketawa kalo ada yg lucu, nangis kalo ada yg sedih, pokoknya masih dalam pase sangat menikmati drama ini,

      Delete
    5. Ahay, biasa laa makanya klo dah nnton reply ini ga bisa klo ga baper bawaan ny, jdi harus siap payung sblom hujan wkwkwk
      Tp pas ep 1 aku emang udah suka bnget karakter JH yg mukanya straight gt , trs aku kirain mereka kaka beradik malahan soalny rumah nya sama hahaa, sempet kesel gt tau nya bukan cma rumah nya aja sama ahhaa

      Klo SW si emang ud keliatan si aku liat klo ga naksir sama DS respon nya beda , klo emang dia suka sama DS pasti klo uda beda aja gaya nya pasti kyk Junghwan gt suka uring2an deket sama DS juga bisa ada percik2an berbeda hahaha
      Disini keliatan bngt klo SW tu bener2 nganggap si DS sahabt doang dan perhatian sama DS karna itu juga
      Cma pasti salah presepsi klo misalny liat ny sperti dia suka sama DS ahaha

      Biasalaa ReplySeries suka bikin galoou nnton nya ><

      Tp aku agak khawatir sama kesehatan Taek gak tau knapa :((( aku takut dia bener2 jdi karakter yg melankolis gt

      Delete
  6. Kok gw malah pgn duksun sama taek ya. Haha

    ReplyDelete
  7. yang aku suka dari episode 5 ini (meski blm ada sub indonya), saat ibu pergii, ayah, jung hwan, jung bong se'enaknya drumah, aku ketawa banget saat adegan mereka bertiga yang hidup seenaknya drumah tanpa ibu, keluarga kim ini benar2 pelipur lara........

    karena aku dan adikku juga seperti itu, saat ayahku masih kerja dluar kota, saat ibuku ikut ke tempat kerja ayahku, hanya tinggal aku dan adikku, kami juga seperti itu, meski kami sama2 perempuan, kadang2 kotor itu baik kannnn .....:)
    setelah makan, ditumpuk di atas meja dulu, tempat masak juga gak dcuci2, nanti kalo udah ada wajan atau panci yang mau dpake lagi, baru dcuci,
    bersih2nya ya nunggu dekat hari-H kedatangan ibuku,
    kadang seperti itu bisa sedikit menghilangkan stress,
    (hehehhe, maksa..... )

    ReplyDelete
  8. jung bong ..... wahhhhh,

    kedekatan jung bong dgn jung hwan juga banyak di episode 5 ini,

    ReplyDelete
  9. Keren ..... Sampai nangis baca sinopsisnya kalau tentang ibu rambg gak bisa tahan air mata I love you mom. Oh ya ngomong" yang nulis sinopsisnya cowok ya whaaaaa kerennnnnnn good boy my tipe

    ReplyDelete
  10. bru nonton ep 5 nya ni jdi bru bisa komen..
    saya juga menyukai tema ep kali ini ttng ibu...
    bikin baper nonton ep kali ini... sikap ayah duk sun juga saya menyukainya...jdi ingat ayah sendiri heheee...meski ayah sering marah krn kelakuan kita akhirnya ayah ttp peduli dan sayang sm kita...ibu juga begitu jdi baper ingat ibu....
    heheeeee

    ReplyDelete
  11. Ntn ini pas mothers day bikin lbh kerasa keingt gimana prjuangan jd ibu.yg lbh bahagia jika anaknya bahagia dan lbh skit jika anaknya ngerasa sakit.udh punya anak sie jd bs lsg praktek gak cm diteori aja...oh ibuk love you sooo much..

    ReplyDelete
  12. hallo admin !! Maaf , kalo selama ini hanya silent reader .. tapi nntn drama ini juga dari sinopsis clover-blossom ..
    hmm Mau nanya admin tau gak judul backsound pas bora ditangkap polisi di jalanan ?

    ReplyDelete

 

Random Post

Clover Blossoms Fanpage

In My Radar

Watching :
- We Married as A Job
- Jimi ni Sugoi!
- Weightlifting Fairy
- Goblin
- The Legend of The Blue Sea
- Father I'll Take Care of You
- Beppin-san
- Gochisousan

Waiting Drama:
- Miss in Kiss

Waiting Movies:
- One Week Friends
- Your Lie in April
- Aozora Yell
- Itakiss Movie

Favorite Song This Time :
- Red Cheek Puberty - Galaxy
- Ben - Foggy Road
- Twice - Next Page
- Utada Hikaru - Hanataba wo Kimini
- LYn - Love Story