[Sinopsis] Reply 1988 Episode 4 ~ Part 1

SONG OF THE DAY
Infinite H - Special Girl [download]

Sinopsis Answer Me 1988 Episode 4
--------------------------------------------------------------------------------

November 1988.
Ibu berteriak pada Deok Seon agar cepat-cepat ke sekolah kalau ia tidak mau terlambat.
Sementara Deok Seon ada di kamarnya masih memakai celana, apa sih itu namanya, LOL, yang bagian bawahnya nyambung, aku ga tau namanya tapi cukup populer saat itu dan bahkan sekarang masih ada.
Deok Seon bersiap akan ke ke sekolah.

Sun Woo ada di kamarnya, sebelum berangkat ia sarapan telur ceplok. Ia berusaha memakan masakan ibunya yang tidak enak. Agar hanya dua kali merasa tidak enaknya, jadi ia memutuskan memakan semuanya sekali makan.

Kita bisa melihat seseorang memotong sesuatu, apa sih itu namanya, semacam kupon, dimana dia menggunakan pisau dan penggaris.
Sementara Jung HWan ada di kamarnya membaca komik dragonball sambil memotong kupon itu juga, tapi dia memotongnya dengan melipat dan kemudian merobeknya. GOOD.
Jung Hwan bersiap akan ke sekolah saat ayahnya menawarkan akan mengantarnya tapi Jung Hwan mengatakan kalau ia punya mobilnya sendiri. Ayah mengerutkan keningnya.
Jung Hwan tersenyum manis pada sepatu barunya, Air Jordans dan bahkan menyapanya pagi itu LOL but kawaii~

sementara itu Dong Ryong juga bersiap berangkat, saat ia mengatakan 'aku pergiii~' ia menyadari tidak ada orang di rumah jadi ia berangkat dengan menghela nafas setelah menutup pintu.
Deok Seon bersemangat ke sekolah dengan walkman barunya, sampai-sampai ia melupakan tas sekolahnya HAHAHAAHHAH. Ia berlari masuk ke dalam rumah lagi.

Para siswa berangkat ke sekolah  menggunakan bus, ternyataaa, aku kirain mereka jalan kaki.
Bus-nya penuh banged, himpit-himpitan, desak-desakan. Jung Hwan dan Sun Woo sudah masuk ke dalam bus dan mereka berdiri, tidak dapat tempat duduk, sudah berdiri pun mereka masih di dorong-dorong.
Dong Ryong dan Deok Seon terlambat. Mereka berlari menuju bus.

Dong Ryong mencoba masuk dari pintu depan tapi sudah tidak bisa masuk karena penuh sekali. Ia memutuskan masuk lewat jendela, ia memberikan tas dan bekalanya pada Jung Hwan dan Sun Woo yang ada disana dan ia melompat lewat jendela.
Deok Seon kebingungan, ia tidak bisa masuk dan ia tidak sekuat Dong Ryong bisa masuk dari jendela, ia kepintu depan dan tidak ada jalan.
Ia kepintu belakang dan melihat ada celah, ia memutuskan bergantung di pintu dan berteriak agar bus-nya segera berangkat.
Hanya 2 detik dia ada disana, saat bus berangkat anak yang ada didepannya terdorong keluar sehingga Deok Seon juga terjatuh ke aspal. HAHAHHAHAHAH.
Deok Seon kesakitan + kesal sekali, dan bertanya-tanya apakah sebaiknya dia pulang ke rumah saja dan membolos. MBEEEEEEKKK.
HAHAHAHAHAAHHA.

Episode 4 : Can't Help ~ing

Deok Seon mengangkat sendok saat makan malam dan mengumumkan pada keluarganya kalau ia akan kuliah. Semuanya shock dan menatap ke arah Deok Seon dengan tatapan tidak percaya. Well, Deok Seon kan bodoh HAHHAHAHHA.
Ayah mulai mengomelinya untuk apa dia kuliah sedangkan pelajaran SMA aja dia tidak bisa.
Deok Seon mengatakan dengan yakin mulai dari sekarang ia akan belajar dengan rajin dan meminta ayahnya mencarikan tutor untuknya.
Deok Seon mengomel lagi untuk apa menghabiskan uang, toh Deok Seon punya kakak yang lumayan pintar dan menyuruhnya belajar pada Bora saja.
Deok Seon tidak suka ide itu, ia kesal dan menatap Deok Seon dengan mata menyipit bete.

Flashback saat Deok Seon masih SMP, ia pernah diajari oleh kakaknya dan meninggalkan luka dalam.
Bora mengajari Deok Seon aljabar (yang ada x nya itu lhoo).
Bora sudah memberikannya banyak contoh dan meminta Deok Seon menyelesaikan soal 2x-8=6.
Deok Seon takut-takut mengerjakannya dan tidak tahu dimana memulainya. Bora mengingatkan kalau semua x harus ada di kiri. DAn Deok Seon mulai mengerjakannya. Kali ini ia ragu apakah 2x=6-8 atau 2=6+8. Awalnya ia sudah menjawab benar tapi kemudian malah menghapusnya lagi dan menjawab salah.
Bora marah-marah padanya, padahal sudah ia bilang berkali-kali kalau tanda - atau + pindah ke kanan maka akan berubah.
Bora mulai mengomel dan mengomel sepanjang-panjangnya, intinya mengatakan kalau Deok Seon bodoh dan lain sebagainya.
Deok Seon hanya menatapnya dengan wajah melongo dan hidung kembang kempis HAHHHAHHAHAHHAHA.

Kembali ke meja makan, Deok Seon masih menatap kakaknya dengan tatapan bete-nya yang lucu.
Deok Seon mengatakan kalau baginya lebih baik mati dari pada di ajari oleh kakaknya lagi. Ia sudah muak dengan omelan kakaknya HAAHHAHHAHA. Pokoknya ia mau minta tutor.
Bora berkomentar kalau masalah Deok Seon ada di konsentrasi dan ragu-ragu, ia selalu ragu menjawabnya.
No Eul setuju dan mengatakan sesuatu yang membuat Deok Seon kesal dan menyipitkan mata padanya.
Ayah kemudian mengatakan kalau seseorang pernah mengatakan padanya satu hal yang bisa dilakukan untuk melatih konsentrasi dan sangat ampuh. Semuanya penasaran, ayah tersenyum licik dengan tatapan kalau Deok Seon harus mencobanya.

Kemudian kita melihat Deok seon sudah ada di kamar Taek dimana mereka berdua berhadapan dan di tengah ada papan baduk. Jadi maksud ayah itu adalah main baduk, LOL.
Taek menatap Deok Seon dan Deok Seon mengalihkan pandangannya sambil garuk-garuk leher, kemudian ia minta maaf, karena Taek pasti sibuk.
Taek bertanya padanya apakah Deok Seon bisa bermain. Deok Seon yakin dan mengangguk, jadi Taek memintanya maju duluan.

Deok Seon mengambil satu batu dan meletakkannya dengan yakin. Taek menatapnya dan menghela nafas.
Lalu kita bisa melihat Deok Seon meletakkan batu di tengah kotak, bukan di persilangan garis. Dan suara embek berbunyi, MBEEEEEEEEKKKK. HAHHAHAHAHA.
Taek dengan ekspresi yang sama bertanya, kau mau makan ramen?
Deok Seon merasa setengah tertawa, kau mau aku buatkan?
HAHHAHAHAHHAH.
Lebih baik makan ramen yak, HAHHAHHA.

Orang tua Jung Hwan mengundang orang tua Deok Seon untuk makan bersama di atas. Hari ini ibu Jung Hwan masak banyak ikan.
Ibu Deok Seon senang sekali dan kagum karena di rumah mereka belum pernah memasak ikan sebanyak ini.
Ibu tersenyum dan mengatakan agar ibu dan ayah Deok Seon makan yang banyak, ia hanya ingin berbagi ikan yang ia beli tadi.
Ayah Jung hwan bersikap romantis hari ini, ia mempersilakan ibu duduk dan juga mengambil daging ikan dan memberikannya ke amngkuk ibu Jung Hwan.
Ibu Deok Seon iri melihatnya dan tersenyum pada mereka berdua.

Sementara suaminya malah menatap ikan-ikan itu dengan liur yang hampir menetes dan mengambil satu ikan dan memuji betapa gemuknya ikan-ikan itu.
Ayah mendekatkan ikan gemuk itu pada ibu, jadi ibu menyangka ayah akan menyuapinya, tapi ternyata ayah tidak ada niat begitu dan memasukkan ekor ikan ke dalam mulutnya HAHHAHAHAHAHAH. Poor mama Il Hwa.
Ibu kesal sekali melihat sikap ayah, ia cemberut menatap ayah saat kedua ayah membicarakan Deok Seon yang sedang belajar main baduk untuk meningkatkan konsentrasi. Ayah Deok Seon mengatakan Deok Seon berhenti setelah hari pertama main tapi kali ini ia mendengar ada satu permainan lagi yang meningkatkan konsentrasi.
Kita melihat ayah Jung Hwan yang terus terusan memberikan daging ikan ke mangkuk ibu Jung Hwan, sampai ibu agak kesal.
Sementara Ibu Deok Seon sama sekali tidak di perhatikan oleh suaminya, dan ayah Deok Seon malah menyangka ibu tidak makan dan mengambil nasinya, memasukkan ke dalam mangkok-nya HAHHAHAHAH.
Paraaaaaaaaah Paraaaaaaaaah LOL.

Kita melihat wajah Deok Seon yang sedang serius menatap sesuatu.
Rubik.
Deok Seon terlihat berkonsentrasi untuk menyamakan warna pada rubiks itu, untuk tahap pertamanya satu bagian aja. Tapi Deok Seon sudah terlihat mengerutkan kening karena sedari tadi dia cuma memutar-mutar rubiksnya.
Deok Seon mulai panas dan menyerah, ia melihat ke arah Taek yang sedang mencoba membuka yoghurtnya. Tidak seperti otaknya yang jenius baduk, Taek bahkan tidak bisa membuka tutup yoghurtnya, padahal tinggal dibuka, ia malah menggigir untuk membukanya LOl.
Deok Seon menatapnya dan bertanya, kau mau tukaran? selesaikan lah ini.

Deok Seon menyerahkan rubiknya, ia membuka yoghurt dan menyendok satu sendok ke mulutnya dan saat itu Taek sudah menyelesaikan keenam sisinya.
Deok Seon terkejut, ia mengambilnya lagi dan memutarnya untuk mengacaknya lalu memberikannya pada Taek lagi.
Deok Seon memakan yoghurtnya dua suap dan Taek berhasil menyelesaikannya dalam rentang waktu itu.
Deok Seon menyipitkan mata dan agak lama mengacak rubiknya lagi, memastikan Taek tidak melihatnya.
Ia meminta Taek menyelesaikannya lagi, karena ia akan ke toilet.

Deok Seon kembali dari toilet dan membuka pintu kamar Taek, Taek sudah sibuk belajar dengan baduknya dan Deok Seon kagum melihat rubiks diatas meja sudah selesai. WOW.
Deok Seon menatap Taek dengan tatapan tidak percaya dan memainkan mulutnya HAAHHAHAAH.

Ibu Jung Hwan dan Ibu Deok Seon beres-beres setelah makan dan ibu Deok Seon bertanya bagaimana perkembangan belajar Jung Bong.
Ibu hanya menghela nafas dan tidak tahu musti ngomong apa tentang anaknya itu.
Dan kita bisa melihat Jung Hwan dan Jung Bong di kamar, dimana Jung Hwan menghidupkan stopwatch untuk menghitung seberapa cepat Jung Bong menyelesaikan rubiks-nya HAHAHAHHAHA.
Wong dia mutar-mutar aja kok, kayaknya dia juga ga ada teknik menyelesaikannya HAHAHHA.

5 November 1988.
Ibu bangun pagi-pagi dan memulai aktivitasnya dengan merobek kalender kemarin, membakarnya dan menyalakan kompor. IA memeriksa apinya dengan baik dan memasak air.
Ibu naik ke atas untuk mengambil bumbu masakan saat ia melihat ayah Jung Hwan kembali entah dari mana membawa rumput laut yang sangat lebar LOL.
Ibu Deok Seon menyapanya dan ayah meminta ibu jangan berisik, ia tidak ingin ketahuan, karena hari ini adalah ulang tahun ibu Jung Hwan dan ia ingin membuat kejutan.
Ibu tersenyum dan melihat ayah Jung Hwan menyentuh jemuran untuk mengetahui apakah sudah kering atau belum dan juga mengambil sendal yang ada diluar untuk memasukkannya ke dalam rumah.
Ibu iri melihat ayah Jung Hwan, meski begitu orangnya tapi pengertian.

Ibu masuk ke dalam rumah dan melihat suaminya sendiri masih tertidur pulas bahkan mengorok.
Ibu kesal sekali melihat suaminya begitu dan mencubit perut ayah. Ayah kaget dan marah, karena ia masih mengantuk ia memukul No Eul yang tidur disampingnya, ia mengira No Eul yang mencubitnya.
HAHAHHAAHHAHHA.

Jung Hwan akan berangkat ke sekolah pagi itu saat ayah mengingatkannya untuk tidak lupa rencana mereka malam ini, makan malam keluarga dalam rangka merayakan ulang tahun ibu.
Jung Hwan mengatakan ia ada kelas malam hari ini. Ayah kecewa tapi beberapa detik kemudian ia menyadari anaknya berbohong, Ini hari sabtu. Kau ingin mati hah?
Jung Hwan menatap ayahnya, kebohongannya ketahuan dan akhirnya setuju untuk pulang lebih awal. LOL.

Jung Hwan dan Deok Seon keluar dari rumah masing-masing bersamaan dan bertemu di halaman.
Keduanya terdiam dan agak gugup. Tapi Deok Seon pertama kali bicara, ia menyinggunng sepatu Jung Hwan. JUng Hwan berkata, memang kenapa? kau tidak tahu ini? Ini Air Jordans.
Deok Seon mengatakan kalau ia akan ditangkap kalau memakai itu ke sekolah. Deok Seon memanggilnya bodoh.
Jung Hwan tidak mau kalah dan mengatakan kalau ketua kelas mereka adalah SUn Woo dan ia tidak akan ditangkap, Jung Hwan juga memanggil Deok seon bodoh.
Deok seon melawan lagi dan mengatakan kalau Jung Hwan pasti senang ketua kelas mereka adalah temannya. (BTW aku ga yakin dengan line ini, aku coba dengerin beberapa kali, bahasa kalbuku menangkap itu artinya HAHAHAHA)..
Jung Woo mengatakan sesuatu tentang sepertinya Deok seon tidak membawa bekal hari ini karena Deok Seon bisa memakan itu, sambil menunjuk ke wajah Deok Seon, ia memanggil Deok Seon bodoh karena tidak sadar ada sisa nasi menempel di pipinya.

Deok Seon segera meraba pipinya dan menemukan nasi menempel di pipinya.
Jung Hwan menghela nafas dan mengatakan ia akan pergi.
Tapi diam-diam ia menahan senyumannya saat berbalik KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!
Dan Deok Seon tentu saja tidak melihatnya, dan merasa kesal pada Jung Hwan, ia menatap Jung Hwan dengan tatapan bete-nya sambil memakan nasi itu HAHAHAHA.

Kali ini Deok Seon berhasil masuk ke dalam bus pagi itu.
Tapi Bus benar-benar penuh seperti biasa. Lebih banyak anak laki-laki dari pada anak perempuan didalam bus.
Deok seon tidak dapat tempat duduk dan ia berdiri sambil memeluk tasnya, ia juga tidak pegangan.
Deok Seon dikelilingi anak laki-laki dan Jung Hwan juga ada disana, terpisah oleh 1 anak laki-laki.
Saat bus melaju dan menge-rem, sepertinya anak laki-laki sengaja agak menjatuhkan diri pada Deok seon.
Deok Seon benar-benar kesulitan dalam bus.
Jung Hwan melihatnya dengan khawatir tapi ia menelan kekhawatirannya lagi untuk tidak peduli.

Bus sampai ke pemberhentian berikutnya, beberapa penumpang turun dan beberapa masuk.
Dong Ryong berlari dari pemberhentian dekat rumah sampai sini karena itu kacamata-nya berembun karena nafas-nya. Ia berdiri disamping Jung Hwan dimana ia protes
Ia pura-pura tidak melihat Deok Seon dan bertanya dimana Deok Seon. Deok Seon sedang kesal dan mengingatkan Dong Ryong jangan memanggil namanya untuk saat ini.

Bus berjalan lagi dan penumpang pada ribut kalau busnya belok, Deok Seon makin mengkhawatirkan karena ia tidak punya pegangan jadi ia jatuh kesana dan kemari HAHAHHA. KAsian.
Jung Hwan diam-diam kembali mengkhawatirkannya. Sangat. Tapi dia diam saja.
Pada akhirnya, ia tidak tahan lagi, saat bus berhenti di pemberhentian berikutnya dengan rem mendadak,  Deok Seon memegang sesuatu, kemeja Jung Hwan.
Deok seon tidak bisa menahan dirinya dan akhirnya terjatuh, kancing Jung Hwan lepas semuanya karena ia berpegangan pada kemeja Jung Hwan.
Baju Jung Hwan terbuka, Deok Seon jatuh terduduk di lantai bus dan menatap Jung Hwan bengong.
Jung Hwan tidak bereaksi, Deok seon menunduk, merasa tidak enak.
Sementara Dong Ryong yang kacamatanya masih berembun bingung dan bertanya mereka berdua kenapa, apakah mereka bertengkar.
HAHAHHAHAHAHAHAHA.

Ayah bersiap dengan jaket dan kacamata hitamnya, bersemangat untuk makan malam keluarga merayakan ulang tahun istrinya.
Ia memanggil istrinya untuk segera keluar, katanya ga usah dandan, udah cantik kok dan juga JUng Hwan dan Jung Bong yang belum kelihatan.
Jung Hwan kemudian keluar dari kamar dengan kaos putih dan kemeja kotak-kotak biru. Ayah memujinya sangat tampan dan bahkan menyangkanya seorang aktor. Jung Hwan seperti biasa, tidak pedulian dan malas.
Ayah menyuruh Jung Hwan memanggil hyung-nya di kamar.

Jung Bong terobsesi menyelesaikan rubiksnya saat Jung Hwan datang dan memintanya segera keluar karena ini ulang tahun ibu mereka.
Tapi Jung Bong malas dan lebih memilih rubiks-nya.
Saat Jung Hwan mengatakan kalau mereka akan makan tonkatsu, Hyung tanpa pikir panjang langsung berdiri LOL.

Ayah bersemangat membersihkan mobil perusahaan yang baru ia pinjam sambil menanti ibu keluar.
Jung HWan dan Jung Bong sudah disana menunggu. Ibu belum keluar juga, ayah sedikit kesal dan berteriak memanggil istrinya.
Pagar terbuka, Ibu Jung Hwan keluar dengan highheels pendek dan rok, serta baju ungu macan dan make up ungu yang... ugh... norak HAHHAHHAHAH. Tapi ibu tampak PEDE banged dengan bajunya.
Ayah terbelalak melihat istrinya. Jung Hwan shock melihat ibunya dan bertanya pada ayah apakah dia boleh tinggal di rumah saja.
Ayah tentu tidak memperbolehkannya, apapun yang terjadi, mereka akan pergi bersama.

Seolah adegan dalam movie, ayah memakai kaca mata hitamnya, dan bicara pada jam tangannya kalau mereka akan berangkat, ia membuka mobil dan mulai menyetir.
Kita diperlihatkan badan mobil pony 2  itu, Ayah menyetir dengan serius dan anehnya, di kursi depan ada semacam kardus. Lha???
Ibu ternyata duduk di belakang, ditengah diantara Jung Bong yang masih main rubiks dan Jung Hwan yang kelihatannya sulit bernafas HAHHAHAHAHAHAHAHAH.
Ayah melihat mereka dari spion dimana kita hanya bisa melihat ibu dan wajah Jung bong serta Jung Hwan terhalang baju ibu yang mengembang di bahunya HAHHAHAHAHA.
Ayah sebenarnya pengin ketawa, tapi ia menahannya LOL.

Makan malam di rumah keluarga Sung hanya bertiga, ayah, ibu dan No Eul.
MAkanan hari ini sederhana tapi lebih baik dari hari-hari sebelumnya.
Mereka bersiap makan saat ayah komplain karena makanan favorit nya tidak ada dimeja. Ibu mengatakan mereka tidak punya uang membelinya.
Ayah mengeluh karena makanan favorit-nya bukan lah daging sapi yang mahal dan hanya 'komak' saja. HAl ini membawa keduanya dalam perkelahian besar dan adu mulut lagi.
No Eul agak bete mendengarnya dan memutuskan menghidupkan Radio dengan suara yang besar. Ayah dan ibu yang sedang kesal melampiaskan kekesalannya pada No Eul, karena hal itu.

Mereka mulai mengomel pada No Eul sehingga No Eul mengecilkan volume radionya.
Pertengkaran masih berlanjut saat ibu menyinggung kalau No Eul begitu karena mirip dengan ayah, ayah kesal dan tersinggung, mengatakan apa yang salah dengan dirinya.
DAn pertengkaran mereka makin memanas karena ayah mengatakan ibu bodoh karena tidak lulus SMA.
Ya ampuuunnn, dan mereka terus menerus bertengkar. No Eul ga selera makan lagi dan keluar.

Keluarga Jung Hwan makan di rumah makan mewah malam itu. Pelayan datang melayani dan memberikan daftar menu-nya, ayah hanya membuka sebentar dan memutuskan memesan tonkatsu 4 porsi.
Jung Bong menolak makan tonkatsu dan ingin yang lain, Jung HWan juga tidak mau makan tonkatsu, ia ingin makan steak.
Ayah merayu mereka untuk makan tonkatsu saja, karena tonkatsu disana rasanya enak.
Akhirnya ibu harus turun bicara dan memesan 2 tonkatsu dan pesanan anak-anaknya juga. Disini ibu terlihat berusaha menjadi orang kaya, agak elegan gitu. HAHHAHA.

Pesanan datang, ibu makan dengan sangat elegan. Jung Hwan makan seperti biasa, dalam diam. Jung Bong makan sambil tersenyum melihat rubiks-nya yang hampir selesai.
Satu-satunya yang makan dengan ribut adalah ayah, ia memotong tonkatsu sambil nyanyi-nyanyi. Ia tidak lupa memotongkan untuk istrinya dengan gembira tanpa melihat ekspresi istrinya yang agak ga suka.
Ayah mengatakan sesuatu seperti mereka yang harus bersyukur karena tidak banyak keluarga yang makan makanan seperti mereka, ia berjanji mereka akan mencoba semua makanan yang enak.
Ayah asyik memotong tonkatsunya saat tiba-tiba terlihat seperti ayah salah potong dan melukai tangannya. Ibu terkejut dan khawatir, rupanya itu salah satu lelucon ayah dan senang semuanya tertipu. Ibu bete banged karena sempat khawatir padahal itu hanya candaan. HAHHAHA.
Jung Hwan menghela nafas dan melanjutkan makannya.

Pelayan restoran menawarkan untuk mengambil foto mereka dengan kamera polaroid.
Ayah senang mendengarnya tapi ibu menolak. Jung HWan juga menolaknya.
Ayah satu-satunya yang befsemangat tentang hal itu dan meminta istrinya dan anak-anaknya untuk berfoto bersama sebagai kenang-kenangan. Tapi yang lain malah asyik makan.
Ayah tersu meminta mereka untuk melihat ke kamera tapi mereka tidak peduli.
Pelayan tampak agak ga enak dan bingung ini keluarga mau difoto atau tidak.
Ayah terus menyuruh mereka melihat ke kamera dan tersenyum karena kasian sama pelayan yang menunggu mereka.
Akhirnya ia berhasil menarik mereka ke pelukannya dan kita hanya bisa melihat wajah ayah yang tersenyum lebar ke arah kamera.
Pelayan meletakkan foto mereka di meja dan perlahan gambarnya muncul, wajah ayah yang tersenyum.

Sun Woo sedang di perpustakaan dan masuk ke ruang belajar sendiri dimana ia menemukan Dong Ryong disama melihat majalah porno HAHAHHA. Ia memukul kepala Dong Ryong.
Sun Woo berjalan ke lokernya dan berniat menyimpan buku disana sebelum pulang, tapi ia menemukan sebuah catatan dengan permen hijau disana. Tulisannya 'Yang bisa aku berikan padamu hanyalah permen ini'.
Sun Woo bingung, ia berfikir siapa kira-kira yang meletakkan di lokernya.
LAlu ia membalik catatan itu dan kita melihat sebuah kaset dari Byun Ji Sub dengan lagunya 'Yang bisa aku berikan padamu hanyalah cinta.'
Sun Woo makin bingung.

Lalu kita bisa melihat Deok Seon dalam perjalanan pulang ke rumahnya sambil makan es krim.
IA senyam senyum sendiri dan disakunya ada bungkus permen, yang bungkusnya berwarna merah, kuning dan hijau.
(perhatikan dengan baik warna-warna dalam drama ini, katanya itu adalah petunjuk).

Jung Hwan duduk di meja belajarnya sambil mendengarkan musik, ia membaca komik.
Ayah datang ke kamarnya dan terlihat menawarkan es krim yang baru ia beli. Ia memanggil Jung Hwan berkali-kali tapi Jung Hwan tidak mendengarnya.
Ayah tidak menyerah sayangnya Jung Hwan diam saja, ayah tampak kecewa.
Ayah juga ke kamar hyung yang lebih memilih berkonsentrasi pada rubiksnya, yang tinggal 1 lagi maka akan berhasil. Ia juga menolak es krim ayah tanpa melihat sedikitpun.
Ayah tampak kecewa dengan sikap anak-anaknya.

 
Jung Hwan ternyata tidak mendengarkan musik. Ia mendengarkan berita tentang pertandingan Taek di radio.
Sepertinya Taek kalah kali ini, oleh pemain baduk newbie dan pembawa acara mulai mengatakan kelemahan-kelemahan TAek.
Sun Woo juga mendengarkan berita yang sama dan terkejut. Ia ingin memberitahu Dong Ryong tapi Dong Ryong tidak ada di kursinya, saat ia melihat kebawah ternyata Dong Ryong sudah tidak bernyawa, alias bobok HAHAHHAHA.

Sun Woo kembali ke rumah dan ibu terlihat buru-buru keluar. Ibu baru memasak pancake kimchi dan ingin mengantarnya kerumah Taek.
Ibu ingin Sun Woo tidak mengatakan apapun tentang kekalahan Taek, karena itu akan menjadi pukulan nantinya.
Sun Woo mengerti.

Keluarga Kim Sedang menonton TV sambil makan pancake juga.
Ayah melakukan leluconnya lagi saat ibu memintanya melakukan sesuatu, ibu beneran bete banged.
Jung Hwan keluar dari kamarnya dan ayah memulai leluconnya lagi, Aigooo~ Kim Sajang~!!!!
Tapi Jung Hwan diam saja, wajahnya datar, sangat. Ayah kecewa melihatnya tidak merespon leluconnya.
Ibu bertanya JUng Hwan mau kemana dan Jung HWan mengatakan ia hanya ingin ke kamar mandi. Ibu memintanya sekalian nanti memberi makan anjing mereka.
Jung Hwan mengiyakan dan meninggalkan ayah yang masih mengangkat tangannya. Ayah kecewa sekali dan tidak bersemangat.

Jung Hwan keluar memberi makan anjing mereka saat ia terkejut tiba-tiab Deok Seon pulang membuka gerbang.
Jung Hwan mulai mengomel lagi kenapa dia pulang malam. Deok Seon yang makan es krim belepotan mengatakan ia dari perpustakaan, belajar. Jung Hwan menatapnya tidak percaya dan memintanya jangan berbohong.
JunG Hwan kemudian mengomentari mulut Deok Seon yang bibirnya berwarna karena es krim dan Deok Seon segera memasukkan bibir ke mulutnya (ngerti kan? HAHHAHAHA), menyembunyikan bibrnya.
Jung Hwan terus mengomel dan mengomel dan akan memberi makan anjingnya lagi saat SUn Woo membuka gerbang dan Jung Hwan kaget lagi. HAHHAHAHA.

Sun Woo datang untuk meminjam pensil pada Deok Seon. Deok Seon terlihat happy karena SUn Woo datang malam-malam untuk memintam pensil padanya.
Ia menyembunyikan bibirnya dan bicara dengan lucu, mengajak Sun Woo ke rumahnya. HEOOOOLLLL.

DAAAAAAAANNNN JREEEEEEEENG!!!!!
Mereka lupa kalau Jung HWan ada disana, memperhatikan mereka berdua turun ke bawah, ke rumah Deok Seon.
Apalagi Deok Seon kayak malu-malu gitu.
Kasian di cuekin HAHHAHAHHAH.

Rumah Taek hening, sepi.
Bahkan jarum jam berdetak pun kedengaran.
Ayah tampak tertidur di depan TV yang hidup tanpa suara.
Sementara suara baduk terdengar didalam kamar Taek.
Taek main baduk sendirian. Ia menghela nafas. Tampaknya ia sedkit frustasi atau apaaa gitu.

Ibu Sun Woo masuk ke dalam rumah Taek yang tidak dikunci, membawa pancakenya.
IA membangunkan ayah SUn Woo yang tertidur sambil duduk.
Mereka berdua bicara bisik-bisik dan ibu bertanya apakah Taek sudah tidur. Ayah menggeleng. Ibu mengatakan mereka harus pura-pura tidak memikirkannya dan bersikap biasa saja.
Tapi ayah khawatir, sepertinya kekalahan kali ini sangat menganggu Taek dan tampaknya Taek terpukul.
Mereka khawatir. Setelah ibu Sun Woo pulang, ayah ke dapur untuk memindahkan pancake-nya saat ia melihat Taek meminum obat. Ayah makin khawatir. Taek tampak menghela nafas.


tengah malam ayah keluar dari kamar dan pergi ke dapur untuk mengambil minuman, ia haus.
Saat akan minum, ayah melihat sesuatu di atas meja makan dan mendekatinya.
Itu adalah es krim yang ia beli, masih terbungkus rapi. Ayah membukanya dan melihat es krimnya sudah mencair.
Ayah menghela nafas, tidak ada yang peduli pada es krimnya. Ia sedih.

Tengah malam itu, Ayah Taek juga terbangun dan melihat Taek masih terbangun diposisi yang sama.
Taek masih bermain baduk dan beberapa kali menghela nafas.
Ayah khawatir melihat putera satu-satunya itu.

Pagi harinya keluarga Sun Woo sarapan dimana Jin Joo asyik menonton dan menyanyikan OST anime di TV.
Sun Woo tersenyum melihatnya dan menyuruhnya makan, tapi Jin Joo terlalu asyik menyanyi.
Sun Woo mengambil nasi di pipi adiknya dan memakannya. Ia kemudian bicara pada ibu kalau ini adalah harinya. Sun Woo kelihatan tersenyum malu + bahagia.

Deok Seon ribut saat sarapan karena ia menolak les bersama Bo Ra, padahal ia jelas mengatakan ia tidak ingin les bersama kakaknya dan ingin dicarikan tutor.
Ibu kesal dan mengatakan ibu Jung Hwan yang meminta Bo Ra untuk memberi les dan Deok Seon bisa ikut tanpa bayar karena kakaknya yang menjadi gurunya.
Tapi Deok Seon tetap menolak, karena ia tidak menyukai kakaknya. Bora sih santai aja sambil makan.
Ibu terus mengomel dan menyuruhnya ikut les bersama Jung Hwan, jangan menganggap kakaknya sebagai kakak, tapi guru.
Deok seon menyipitkan matanya, ia masih menolak dan mengatakan ia tidak akan ikut.

Ayah yang sejak tadi diam mulai mengomel dan mengatakan apa salahnya ikut, ada Jung Hwan disana dan bahkan Sun Woo juga ikut.
Deok Seon mengubah ekspresinya begitu ia mendengar nama Sun Woo.
Ayah terus mengomel dan mengomel tapi dalam kepala Deok Seon ia hanya mendengarkan ayahnya terus mengulang kata 'Sun Woo juga ada disana'.
Deok Seon memasang wajah bengong sambil sedikit tersenyum. HAHHAHAHAHA. Lucu bingiiit, dia beneran suka sama SUn Woo.

Persiapan les, Deok Seon dikamar memakai baju yang cantik dan mencoba memasukkan celana jeans yang sangat sangat ketat.
IA kedulitan mengancingkannya dan harus menarik kuar-kuat dan bahkan tiduran di lantai sambil menariknya. HAHAHHAHAHAHA.
Tapi ini demi bertemu sang pujaan hati, jadi Deok Seon tampak menikmatinya.
Deok Seon juga tidak lupa berdandan dan bahkan sempat mencabuti bulu di kelopak matanya HAHHAHAHAHAHA.

Jung Hwan juga melakukan persiapan demi bertemu pujaan hatinya.
Ia sikat gigi sangat lama dan sebersih-bersihnya. BAhkan sampai batuk=batuk karena dia menyikat lidahnya.
IA juga cuci muka dengan sabun, gosok terus, gosok, gosok, gosok dan gosok sampai mukanya putiiiih banged dan ujung-ujungnya dia mimisan HAHHAHAHAHAAHHAHAHAHHAHAHHAHAHAHAHAHHAHAHAHHAHAHAHHA.
Aku ga bisa berhenti ketawa gegara adegan ini, emang bisa ya? sampai segitunya HAHHAHAHAHAHA.
Hyung yang masuk kamar mandi saking shock-nya menjatuhkan rubiksnya, LOL.

Sun Woo juga melakukan persiapan untuk les dan bertemu pujaan hatinya.
Ia membuka lemari dan memilih baju, tapi ia mencari-cari sesuatu dan tidak menemukannya.
IA menemukan baju kemeja yang ia cari di jemuran. MAsih basah. TApi ia ingin memakai itu hari ini, jadi ia memaksa memakai baju basah itu. HOWAAAAAAAAAAAAA.
Ia menahan meski ia kedinginan memakai baju basah.

Kira-kira, bagaimana sesi les para pencari cinta ini???????


1 comments:

  1. kupon itu kalau tidak salah karcis bus, Sun Woo mengakali kuponnya dengan memotongnya tidak sesuai garis agar bisa dapat lebih banyak, sedangkan Jung Hwan yang ceritanya lebih kaya merobeknya sesuai garis. Kalau tidak salah arti scene itu gitu ^^

    ReplyDelete

 

Random Post

Clover Blossoms Fanpage

In My Radar

Watching :
- We Married as A Job
- Jimi ni Sugoi!
- Weightlifting Fairy
- Goblin
- The Legend of The Blue Sea
- Father I'll Take Care of You
- Beppin-san
- Gochisousan

Waiting Drama:
- Miss in Kiss

Waiting Movies:
- One Week Friends
- Your Lie in April
- Aozora Yell
- Itakiss Movie

Favorite Song This Time :
- Red Cheek Puberty - Galaxy
- Ben - Foggy Road
- Twice - Next Page
- Utada Hikaru - Hanataba wo Kimini
- LYn - Love Story