[Sinopsis] Reply 1988 Episode 6 ~ Part 1

SONG OF THE DAY
Hyukk Oh - Girl (Reply 1988 OST Part. 3) [download]

Sinopsis Answer Me 1988 Episode 6
----------------------------------------------------------------------------------------------------


Jung Hwan masih di kamar Sun Woo, memegang dua buah kamus yang sama persis, satu milik Deok Seon yang dipinjam Sun Woo, dan satu milik Sun Woo.
Jung Hwan berfikir. Sun Woo masuk ke kamarnya dan menyadari Jung Hwan curiga padanya, Jung HWan menatap Sun Woo dan melihat alat jahit yang dipinjam Sun Woo pada Deok Seon, padahal di rumah Sun Woo ada alat jahit.
Jung HWan sampai ke kesimpulan bahwa Sun Woo menyukai Deok Seon, makanya ia meminjam hal-hal kecil dari Deok Seon, padahal dia mempunyainya.
Sun Woo ingin mengatakan sesuatu, tapi ia menyadari tatapan Jung HWan, dan ia duduk, mengatakan apa yang kau pikirkan.
Jung HWan bergumam kalau 100% pikirannya ada benar, tapi ia tidak memperjelasnya.

Sun Woo menyuruh Jung HWan untuk duduk dan ia akan menjelaskan pada Jung Hwan. TApi Jung Hwan mengatakan tidak udah, ia tidak ingin mendengar kehidupan cinta orang lain.
Ia memperihatkan kalau ia sudah mengambil baterai, barang yang ia cari, dan ia meninggalkan rumah Sun Woo. Bahkan saat Sun Woo memanggilnya lagi, Jung Hwan tidak peduli dan berkata, desso~

Episode 6 : The First Snow is Coming

Ayah Taek sedang menyapu di luar saat ibu Sun Woo menawarkan sup yang ia buat. Ayah Taek awalnya ingin menolak tapi ibu ke buru ke rumah mengambilnya, ayah TAek cuma memandanginya aja dan akhirnya berkata kalau ia ingin encobanya juga.
Ayah menyiapkan makan malam untuk Taek dan mengecek Taek ke kamar untuk memanggilnya makan malam.
Tapi Taek sudah tertidur di lantai, dan ayah menatapnya.
Ayah mengambil bantal dan selimut, lalu menyelimuti anaknya dan mematikan lampu.

November 1988.
Cuaca makin dan makin dingin sebelum memasuki musim dingin. Deok Seon terbangun pagi itu dan shock melihat jam, ia sudah terlambat, jadi ia terduduk dengan cepat dan selimut Bo Ra terangkat, Bo Ra yang masih tidur kesal dan berteriak padanya karena dingin.
Deok Seon bahkan harus merapikan selimut kakaknya lagi, tapi kemudian ia bete dan dengan cepat melempar selimut Bo Ra dan lari keluar. Bo Ra berteriak padanya sambil menarik selimutnya lagi HAHAHA.

Deok Seon bersiap akan ke sekolah, pertama yang dilakukan adalah cuci muka dan rambut, tapi rumah mereka kehabisan air panas. Deok Seon mengeluh, ia bisa mati kalau cuci muka pakai air dingin.
Ibu mengatakan ayah bahkan mengunakan air dingin untuk keramas juga.
Dan pada kenyataannya kita melihat ayah di tempat pemberhentian bus, dengan rambut acak-acakan, dia ke kantor tanpa cuci rambut dan wajah HAHAHAHHAHA.

Jung Hwan juga bersiap ke sekolah dan menolak sarapan, karena ia sedang tak berselera.
Ia bersiap di ruang tamu saat kaget melihat kamar mandi terbuka dan Deok Seon keluar dari sana sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.
Deok Seon bertanya, kau akan berangkat?
Jung Hwan yang masih terkejut bertanya balik, kau tidak ke sekolah?
Deok Seon menjawab kalau ia akan pergi sebentar lagi.
Deok Seon masih sibuk mengeringkan rambut dan Jung Hwan tidak bertanya lebih lanjut dan keluar dari rumahnya.

Deok Seon bersama dengan JA Hyun dan Mi Ok.
Ia sedang memakai jepitan rambut, lucunya, ia memakainya di ujung rambutnya, HAH?
Mereka bertanya pada Deok Seon apakah Sun Woo sudah mengakui perasaannya.  Deok Seon mengatakan Sun Woo belum mengungkapkannnya jadi mereka minta Deok Seon mulai bersiap-siap menghadapi harinya, karena sebentar lagi adalah natal, biasanya para pria akan mengungkapkan perasaannya.
Deok Seon tersenyum senang dan mengatakan kalau ia bisa merasakan waktunya akan segera datang, ia yakin Sun Woo akan segera menyatakannya.
Temannya meminta Deok Seon berjanji untuk menceritakan pada mereka jika Deok Seon melakukan ciuman pertamanya. LOL. Deok Seon mau-mau aja HAHHAHAH.
(Apakah ini pertanda ciuman pertama akan semakin dekat?)

Mereka kemudian meminta tanda tangan Taek pada Deok seon juga, meski awalnya Deok Seon salah sangka kalau mereka ingin tanda tangan SUn Woo. LOL.
Ja Hyun sangat iri pada Deok Seon yang berteman dekat dengan Taek, bisa setiap hari bertemu, bermain dan lain-lain. Deok Seon sendiri tidak begitu excited dan mengatakan kalau Taek sama sekali tidak banyak bicara kalau mereka berkumpul.
Tapi teman-temannya yang kagum pada Taek memanggilnya dewa, banyak orang yang mengatakan Taek adalah dewa ini dan itu (dewa=shin).
Tapi Deok Seon menyipitkan matanya dan menambahkan, deung-shin (Bodoh).
LOL.

Deung shin Taek sedang di kamarnya, berusaha untuk menyalakan walkman. IA menekan tombol ini dan itu, membalikkan kasetnya, dan mencabut headset-nya, tapi walkmannya tidak mau menyala juga. Ia mengerutkan keningnya dan menggoncang-goncang walkmannya.
Dong Ryong rupanya ada disana dan kesal melihat Taek dan mengambil walkmannya. Ia membuka tempat baterainya dan memasukkan baterainya, ia memberikannya lagi pada TAek.
Dong Ryong dengan khawatir melihat Taek dan bertanya, Kau seperti ini hanya didepan kami kan? KAu tidak seperti ini di depan orang lain kan? Kau tahu, mereka diluar memanggilmu dewa lho, dewa!
Taek cuma melongo dan Dong Ryong terus bicara tentang ini dan itu, kalau didepan orang lain, jika TAek tidak bisa melakukan sesuatu, suruh orang lain melakukannya, jangan melakukannya sendiri.
Taek menghela nafas dan berkata, memangnya kau pikir aku bodoh?

Dong Ryong mengangguk dan melihat Taek masih kesulitan karena Waklmanya tidak mau menyala, ia mulai lagi mencabut headsetnya dan Dong Ryong memegang kepalanya karena pusing.
Taek mengatakan walkmannya tidak mau menyala dan Dong Ryong mengambilnya dan memutar tombol volumenya sambil memperlihatkan pada Taek, Kau bodoh ya? KAu bodoh kan? Kau bodoh kan?
TAek cuma bisa mengangguk dan berkata, Aaaaahhh, begitu \HAHAHHAHAHAHA.

Berita di TV mengumumkan kalau akan diadakan pertandingan baduk lagi dan pemain Korea yang tersisa hanya satu orang, yaitu Choi Taek.
Taek di kamar sedang berkemas, dibantu oleh Dong Ryong. Taek hanya membawa sedikit barang saja. Dong Ryong mengatakan jika Taek kalah maka langsung pulang saja, dan mereka akan makan pizza bersama-sama.
Tapi Taek kemudian bertanya, bagaimana kalau aku menang?
Dong Ryong mengatakan dia akan melakukan semua yang Taek inginkan.
Taek berfikir cukup lama dan Dong ryong membantu memilihkan seperti ini dan itu, ia juga menyebutkan wanita gitu.
TAek tiba-tiba tersenyum. Dong Ryong bertanya, apa Taek menginginkan sesuatu.

Taek mengatakan Film dan Dong Ryong menganggap dia mau menjadi bintang film. Tapi Taek bilang dia mau menonton film.
Dong ryong tertawa dengan permintaan sederhana Taek, Taek hanya tersenyum kecil. Dong Ryong menyanggupinya, mereka akan menonton bersama setelah Taek pulang nanti.
Tapi kemudian Dong Ryong melihat Taek salah mengancing bajunya dan ia menghela nafas lagi. Dong Ryong berdiri dan membantunya memasang kancing baju dengan benar sambil bergumam, aku tidak mengerti kenapa orang lain bisa kalah denganmu.

Pertandingan baduk di China lagi dan kita bisa melihat banyak yang menantikan pertandingan ini. Kita bisa melihat pemain cina memasuki arena dengan banyak pendukung, tapi Taek hanya berjalan sendirian menuju arena.
Ayah mendengarkan pertandingan dari radio di rumah sambil menatap telpon.
Deok Seon masuk dan bertanya apakah Taek di rumah, ayah mengatakan kalau Taek sedang bertanding. Deok Seon mengerti dan segera masuk ke dalam rumah, tapi kemudian bertanya lagi, siapa saja yang sudah datang.
Ayah menjawab, Sun Woo...
Deok Seon excited banged mendengarnya dan berlari masuk ke dalam rumah.
Deok Seon di depan pintu kamar Taek merapikan rambut dan bajunya, ia juga mengambil jepitan rambut dan menjepit di ujung rambutnya.

Deok Seon membuka pintu dengan ceria sambil memanggil nama Sun Woo untuk mengajaknya makan ramyun bersama, tapi ia mengubah langsung ekspresinya saat ia melihat di dalam ruangan itu bukan hanya Sun Woo, tapi ada Dong Ryong dan Jung Hwan juga. Dan lagi, mereka sedang makan ramnyun.
Dan ternyata, ayah belum menyelesaikan kata-katanya tadi, kalau Jung Hwan dan Dong Ryong ada disana juga HAHHAHAHAHA.

Deok Seon bete banged karena ramyunnya sudah habis, tinggal sisa kuah dan nasi, jadi ia makan ramyun pakai nasi dan mengomeli mereka, bagaimana mereka bisa makan tanpa dirinya.
Jung Hwan mengatakan harusnya Deok Seon datang lebih cepat kalau mau makan. Deok Seon melawan dan mengatakan kalau mereka sama sekali tidak menelponnya atau apapun itu.
Keduanya masuk dalam pertarungan adu mulut dan tidak ada yang mau mengalah, apalagi Deok Seon kesal Jung Hwan memanggilnya si bodoh.
Sun Woo kemudian menawarkan ia akan membuatkan Deok Seon ramyun baru, tapi Deok Seon tersenyum manis dan mengatakan ia tidak apa-apa, ia hanya akan makan nasi dan kuah ramyun saja.
Jung Hwan menatap mereka berdua.

Deok Seon kemudian bertanya pada Sun Woo kenapa Taek harus memenangkan 5 babak untuk memenangkan turnamen dan Sun Woo menjelaskan kalau Taek adalah satu-satunya pemain Korea yang tersisa jadi Taek harus mengalahkan semua pemain China dan Jepang.
Dong Ryong mengeluh mengenai Taek yang harus melawan banyak pemain dan menjadi ragu apakah TAek bisa mememangkan pertandingan atau tidak, apalagi TAek sedang dalam kondisi tidak bagus.
Sun Woo menegurnya, memangnya kau pernah melihat dia bermain?
Dong Ryong terdiam dan mengambil majalahnya. Sun Woo menjelaskan kalau mereka ada di level yang berbeda dengan Taek.

Lalu kita bisa melihat sekilas, bagaimana Taek bermain baduk melawan lawan yang cukup berat dan tidak berhenti di potret oleh wartawan setiap mereka mengangkat baduknya.

Anak-anak menghabiskan waktu meringkuk di kamar Taek yang hangat, tanpa tuan rumah disana. Diiringi siaran radio yang memutar sebuah musik.
Mereka tengkurep sambil baca komik dimana Deok Seon lebih asyik memandangi pujaan hatinya sambil senyam senyum sendiri menatap Sun Woo.
Sun Woo sama sekali tidak menyadari hal itu.

DJ Radio mulai bicara dan menyarankan pendengar untuk lebih dekat dengan orang yang mereka cintai, di malam yang dingin seperti ini.
Deok Seon senyam senyum dan mencoba lebih dekat ke arah Sun Woo, tapi kemudian Sun Woo bicara pada Jung Hwan dan Deok Seon sedikit menjauh lagi, ia kecewa.

Sun Woo bertanya pada Jung Hwan apakah Jung bong akan lulus ujian masuk universitas tahun ini. TApi Jung Hwan mengatakan abangnya percaya dengan lucky seven, jadi Jung bong yakin akan lulus tahun ini, karena ini tes-nya yang ke-7 kalinya.
HAnya saja Jung Hwan ragu, karena Jung bong malah sibuk menulis kartu pos.
Tapi kemudian DJ radio membaca kartu pos dari Jung Bong dan semuanya terkejut.

4 sekawan mendengarkan kartu pos yang dikirim Jung Bong di bacakan oleh DJ, isinya adalah Ia dan master baduk Choi Taek tinggal di jalan yang sama dan mereka sangat dekat, dia khawatir karena TAek harus mengalahkan lawan dengan IQ tinggi dalam pertandingannya dan ia mengirim beberaapa ucapan penyemangat untuk Taek.
Jung Bong di kamarnya bersemangat karena kartu pos nya dibaca, sementara yang lain tertawa di dalam kamar Taek.
Tawa mereka makin keras saat DJ mengatakan ada sekitar 50 kartu pos yang mengatakan hal yang sama, kalau mereka teman dekat Taek, jadi DJ ingin Jung bong mengirimkan foto sebagai bukti untuk kartu pos berikutnya. Jung bong Kecewa.
Apalagi saat diumumkan, Jung Bong mendapat hadiah boneka LOL.

Kemudian DJ mengumumkan kalau Taek memenangkan pertandingannya hari ini dan 4 sekawan sangat senang mendengarnya. DJ akan memutar lagu khusus malam ini, kalau aku ga salah artikan, judulnya 'Malam seperti ini' atau intinya gitu.
Anak-anak bersiap dan mereka berbaring sejajar, berbagi selimut. Sun Woo bahkan menarikkan selimut  karena Deok Seon hanya mendapat sedikit bagian.
Dan malam mereka lalui seperti itu. Ada senyuman dan tawa di setiap wajah, hanya saja, tidak dengan wajah Jung Hwan, karena yang becanda sepertinya ahnay Dong Ryong, Sun Woo dan Deok Seon.

Di lain tempat, kita melihat kamar hotel Taek dimana ada obat di atas meja dan TAek tergeletak di tempat tidur.
BAhkan masih dengan stelan jas-nya, ia juga tidur tengkurap gitu, sepertinya ia sangat kelelahan.

Malam itu mereka berempat pulang ke rumah masing-masing.
Deok Seon dan Sun woo terlihat berjalan beriringan sambil ngobrol dan wajah Deok Seon kelihatan sangat bahagia bicara dengan Sun Woo.
Jung Hwan yang keluar dari gerbang terakhir melihat mereka berdua dengan hati yang sakit.
Ia tidak bisa mengatakan apapun dan hanya menatap mereka, kemudian menunduk.
Poor my Jung Hwan~

Ayah Taek sedang makan di kedai jam-nya sambil mendengarkan berita di TV yang memberitakan tentang kemenangan Taek dan ia harus menang 4 kali lagi agar bisa menjadi juara.
Ayah Deok Seon singgah dan bertanya pada ayah Taek berapa pertandingan lagi yang harus Taek ikuti. Ayah Taek memberitahukan dengan Jarinya.
Ayah Deok Seon mengatakan dengan yakin kalau Taek akan menang, dan jika pertandingan berikutnya dia menang, maka Taek pasti akan memenangkan pertandingannya.
Aku bingung selanjutnya ayah Deok Seon mengatakan apa, pokoknya mereka bicara cukup panjang sampai ayah Taek mengatakan kalau ia khawatir dengan pertandingan kali ini, karena peluangnya kecil dan lagi Kondisi Taek sedang tidak baik.
TApi ayah Deok Seon tetap meyakinkan dan ayah Taek terus bicara dan bicara, membuat ayah Deok Seon bosan dan menyipitkan matanya, jadi ia pergi tanpa mengucapkan salam dan meninggalkan ayah Taek yang terus menjelaskan ini dan itu HAHAHHAHA.
Saat ayah Taek sadar Ayah Deok Seon tidak disana lagi, ia bersikap biasa dan melanjutkan makannya.
Poor Taek-i appa HAHAHHAHA.

Lalu kita bisa melihat pertandingan kedua TAek, melawan orang Jepang.
Pria ini sepertinya mengangguk-angguk karena tahu strategi Taek.

Ibu dan Deok Seon pulang dari pemandian air panas sambil makan roti goreng dan mereka membicarakan betapa hebatnya Taek.
Ia bahkan ingin menjadikan Taek sebagai menantunya dan Deok Seon menawarkan diri untuk merayu TAek.
Ibu tertawa dan mengatakan kalau Taek tidak akan tergoda oleh  Deok Seon sama sekali. Deok Seon cemberut dan bertanya kenapa dia tidak, ia berpose menunjukkan kalau dia juga cantik.

Tapi kemudian pembicaraan mereka terpotong saat ada klakson mobil dan keduanya melihat ke belakang.
Sebuah mobil memasuki jalanan kompleks dan berhenti didekat mereka. Bo Ra keluar dengan gayanya yang sok dan tampak sombong di depan mobil.
Ibu terkejut melihat Bo Ra mengendarai mobil dan bertanya itu mobil siapa. Bo RA mengatakan itu mulik sunbae-nya yang akan pergi selama sebulan jadi sunbae menitipkan itu padanya.
Deok Seon bergumam 'penjara' pada ibunya dan ibu makin takut, LOL.

Bo Ra mengatakan ia bisa mengendarainya dengan baik, jadi ibu tidak usah khawatir. Kemudian Bo Ra melihat baju Deok Seon, jaket kuning yang cantik dan Deok Seon mengatakan ia membelinya. Bo Ra tertarik dan mengatakan ia akan meminjamnya nanti. Deok Seon mengatakan kalau begitu pinjamkan aku one-piece mu, dan Bo RA dengan mudah setuju. Deok Seon bingung dan menatap ibunya, tidak biasanya kakaknya begitu mudah soal pakaian.
Ibu dan Deok Seon akan pergi saat Bo Ra menawarkan ia akan mengantar mereka ke rumah, tapi ibu dan Deok Seon takut naik mobil yang dibawa Bo Ra jadi mereka menolak, sayangnya Bo Ra ini si tukang paksa dan keduanya tidak bisa menolak saat Bo Ra mendorong mereka berdua untuk masuk ke dalam mobil HAHHAHHA.

Jung Hwan sedang belajar sambil mendengarkan radio dimana ada pengumuman bahwa TAek memenangkan pertandingan keduanya dan ia harus memenangkan 3 pertandingan lagi.
Ibu masuk ke kamarnya dan mengajaknya makan kue yang baru ia beli, tapi Jung Hwan menolak.
Ibu juga masuk ke kamar Jung Bong dan mengajaknya makan kue, tapi Jung bong yang sedang belajar juga menolak dan mengatakan kalau ia tidak punya waktu lagi.
Ibu tersenyum melihat anak sulungnya yang akhirnya mau belajar.

Ibu kembali ke ruang keluarga dan mengatakan pada ayah kalau sepertinya Jung bong kali ini serius belajar, dia tidak seperti biasanya, kalau begini, Jung Bong bisa lulus masuk universitas.
Ayah setuju dengan hal itu. Ayah mengambil kue dengan tangannya dan ingin menyuapi ibu, tapi ia lagi-lagi melakukan leluconnya, dengan pura-pura memberi kue dan malah memasukkan jari terlunjukkan ke mulut ibu. Ibu kesal sekali dan ayah tertawa ngakak.
Kali ini ayah meyakinkan akan benar-benar menyuapi ibu, dan ibu meyakinkan ayah sekali lagi, tapi ayah melakukannya lagi dan ayah tertawa terbahak-bahak karena ibu benar-benar tertipu dua kali.
Ibu menahan amarahnya dan minum dengan kesal. Ayah mengatakan kali ini ia tidak akan melakukannya lagi, dan benar-benar menyuapi kue ke mulut ibu, tapi ibu yang kesal menggit jari ayah dan tidak mau melepaskannya.
Ayah berteriak kesakitan dan ibu sama sekali tidak melepaskan jari ayah dari gigitannya, bahkan saat ayah mendorong kepala ibu, ibu tidak melepaskannya. HAHAHAAHHAHAHAHA. Rasain dad!!!

Dan kita kembali ke kamar Jung bong, yang tadi kelihatan serius belajar, ternyata dia malah sibuk menulis surat untuk dikirim ke radio HAAAHAHAHAH.
Beruntungnya, kali ini kartu pos-nya dibacakan lagi oleh DJ radio dan Jung Bong sangat senang.
Jung Bong kali ini menulis tentang Sung Bo Ra, tetangganya yang sangat pintar, rajin belajar dan menjadi mahasiswi universitas Seoul.
Banyak yang mengatakan Bo Ra adalah gadis yang kasar dan mereka takut padanya, tapi ia tahu kalau sebenarnya Bo Ra adalah gadis yang baik hati dan punya hati yang hangat.

Dan kita beralih ke kamar Bo Ra, kita melihatnya sedang bersin-bersin saat belajar dan kemudian ia membuka jendela, mengambil sesuatu yang ia sembunyikan dekat jendela, ROKOK. Asap Rokoknya bahkan mengepul kayak cincin LOL.
Ia menyalakan rokok dan merokok di rumah OMG!!! So? Jadi bener dia yang beli rokok waktu itu HAHHAHAHAHA.
No Eul masuk ke kamar dan melihat Bo Ra merokok, ia segera menutup pintu dan bicara setengah berbisik pada kakaknya, kalau ayah tahu dia akan mati. TApi Bo Ra ga peduli.
No Eul mengabarkan kalau bibi ibu mereka meninggal dunia dan mereka harus segera pergi. Bo Ra awalnya ga terlalu excited, tapi kemudian ia mengingat sesuatu dan tersenyum licik.

Seluruh keluarga ada di dalam mobil sekarang, tentu saja Bo Ra memaksa mengantar mereka dengan mobil sunbae-nya.
Ayah khawatir dan mengatakan kalau mereka naik bus saja, tapi Bo Ra mengatakan mereka akan baik-baik saja. Dan ia mulai menginjak gas saat mobilnya berhenti lagi dan Bo Ra mencari-cari sesuatu.
Ayah mulai berdoa, No Eul juga ikutan berdoa.

Bo Ra mengendarai mobilnya beberapa meter dari rumah dan ayah berteriak untuk melihat ke depan dan Bo Ra berteriak juga kalau ia melihatnya.
Deok Seon yang duduk di bangku depan juga berteriak ada anak anjing dan Bo Ra berteriak kalau ia melihatnya, sampai kemudian mereka mendengar sesuatu yang berdenyit dan semuanya shock dan Bo Ra menghentikan mobilnya.
Keluarga terdiam. Deok Seon menawarkan untuk melihat keluar tapi Bo Ra melarangnya keluar dari mobil.
Ayah mengatakan kalau mereka harus melihat apa yang tertabrak tadi dan tentu saja mereka harus mengecekany, tapi Bo RA melarang mereka untuk keluar.
Deok Seon kesal dan mengatakan kalau begitu ayo cepat pergi. Tapi Bo Ra menolak pergi karena takut bagaimana kalau yang tertabrak adalah anak anjing.

MAkanya Deok Seon menawarkan untuk keluar melihat tapi Bo Ra melarangnya lagi. Deok Seon kesal dan menyuruhnya cepat jalan tapi Bo Ra takut bagaimana kalau anak anjignya mati.
Deok Seon kehilangan kata-katanya dan membuat tanda dengan tangannya kalau kakaknya gila.
Ayah terus berteriak di belakang dan Bo Ra terus juga berteriak.
Deok Seon kesal dan menyalakan radio, bahkan ia ikutan bernyanyi. No Eul menangis dibelakang sambil ikutan nyanyi dan ayah memukulnya AGAGGAGAGAGAGAGGAGAA. LAWAK!!!
Dan mereka tidak bergerak 1 cm pun dari tempat itu, mereka terus berteriak dan berteriak sedangkan Deok Seon menyanyi dan menyanyi.
Lalu kita bisa melihat, apa yang ditabrak Bo Ra ternyata adalah boneka anak anjing LOL

Dong Ryong menari di kamar Taek sambil memegang makanan saat Sun Woo masuk dan heran kenapa Dong Ryong tampak senang. Dong ryong menagatkan kalau Taek menang lagi dan dia hanya punya 2 pertandingan tersisa.
Tentu saja Dong Ryong sangat gembira dan melempar makananya pada Sun Woo.
Mereka berdua menari dengan gembira.
Lalu kita mengintip sedikit pertandingan ketiga Taek yang makin menegangkan.

Deok Seon bertanya pada ibu apakah ibu melihat jaket kuning barunya, dan ibu mengatakan tadi pagi Bo Ra meminjamnya. Deok Seon kelihatan senang sekali, karena sesuai perjanjian, ia boleh meminjam one piece kakaknya.
Ia ke kamar dengan gembira dan mulai mencari one piece sambil menyanyi-nyayi sampai ia menyadari sesautu.
Deok Seon panik dan mencari dan mencari di lemari, tapi ia tidak menemukannya.
Deok Seon menyadarinya dan berteriak sekencang-kencangnya, AKU AKAN MEMBUNUHMU!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Dan tepat saja, kita melihat Bo Ra di kampus sedang main voli kaki, mengenakan jaket kuning Deok Seon dan juga one piece putih miliknya HAHHAHAHAHAHHAHHA.
Jahat banged kakaknya, pandai aja menipu adeknya yang polos HAHHAHAHA, tapi Bo Ra keren juga main-nya.

Malam itu Jung Bong sedang keluar saat ia melihat dua anak SMA sedang merokok dan mematikan rokoknya dengan menggesek di dinding dan membuang sembarangan.
Jung bong ingin mencoba menjadi pahlawan dengan menasehati mereka yang seharusnya tidak boleh merokok dan membuang sampah sembarangan. Tapi anak itu merasa kesal pada Jung bong dan memanggilnya Ajushi.
Jung Bong berusaha menjelaskan kalau dia bukan Ajusshi dan salah satu dari mereka mencoba memukul Jung Bong. Jung Bong meringkuk takut tapi ia tidak gentar, sampai anak itu mencoba memukulnya sekali lagi tapi sebuah pukulan mendarat di kepalanya.

Itu Bo Ra yang datang menyelamatkan Jung Bong. Anak SMA itu kelihatan kesal sekali dan tertawa karena ternyata hanya seorang wanita yang melawannya. TApi Bo Ra adalah Bo Ra, ia mulai memukuli anak itu lagi dan lagi tanpa membiarkannya bicara.
Kedua anak itu langsung takut sama Bo Ra dan Bo Ra menyita rokok mereka dan protes karena mereka memakai merk Amerika, bukannya dalam Negeri. Jung Bong menyadari kalau ia juga pake merk amerika dan menurup bajunya LOL.
Kemudian Bo Ra malah mengajak anak-anak itu bersorak, seperti ia memimpin demonstrasi mahasiswa dan anak itu karena takut jadi ikutan bersorak dengan Bo RA HAHAHAHAAHHAAHHA.
Lucu banged melihat kalau mereka salah Bo Ra akan memukuli mereka dan Bo Ra mengulangi sorakannya jadi mereka menirunya.
Jung Bong ikutan tapi dia tidak berteriak keras dan ada sedikit senyuman di wajahnya.
Nah Lho? New crush?

Berita pagi ini tentang kemenangan ke-4 Choi Taek dan tinggal selangkah lagi ia akan memenangkan kejuaraan dan lawan finalnya adalah si pendatang baru, yang dulu mengalahkannya.
Jung Hwan bersiap akan berangkat saat di pintu ia bertemu dengan Deok Seon dan mengatakan harusnya Deok Seon tinggal di rumah mereka saja, kalau datang tiap hari begini.
Deok Seon memang ga pernah mood pada Jung Hwan, ia mengatakan ia tidak datang untung Jung Hwan, ia mencari Jung Bong.
Deok Seon bertanya apakah Jung bong ada di rumah pada ibu Jung Hwan, sepertinya ia ingin mengambil sesuatu dari Jung Bong.
Jung Hwan kecewa menatap Deok Seon yang berlari kecil ke kamar Jung Bong, karena ia dicuekin terus LOL.
Ia bahkan tidak menatap ibunya saat ibu bicara padanya dan matanya hanya tertuju pada punggung Deok Seon, cieeee.

Ayah Deok Seon berangkat kerja pagi itu dan bertemu dengan ayah Taek lalu mereka mengobrol sebentar tentang kemenangan Taek, ayah ingin mengatakan ayah Taek minum tapi ayah mengatakan kalau masih ada satu pertandingan penentu lagi.
Ayah Taek khawatir pada anaknya, karena Taek punya kelemahan, yaitu pada pendatang baru, karena ia tidak tahu apa-apa tentang pendatang baru jadi Taek sulit untuk melawannya.
Deok Seon berlari keluar rumah dan menyapa ayah Taek, bertanya apakah ayah Taek melihat Sun Woo berangkat, ayah membenarkan kalau SUn Woo sudah berangkat, Deok Seon jadi kesal dan segera berlari ke sekolah.
Ayah bete karena anaknya tidak menyapanya tapi kemudian Deok Seon berteriak kalau ia berangkat.

Kita mengintip pertandingan final Taek melawan pendatang baru.
Kameramen sudah siap memotret dan memotret. Lawan Taek sudah ada disana dan anehnya, Taek belum juga muncul.
Guru Taek ada diantara wartawan dan salah seorang wartawan bertanya kenapa Taek belum muncul. Guru mengingatkan kalau Taek tidak pernah datang lebih awal ke pertandingannya, karena ia selalu datang tepat waktu.
Kemudian pintu terbuka dan TAek masuk.
Taek memperlihatkan wajahnya yang kurang tidur dan kelihatannya sangat lusuh, karena ia harus bertanding lima hari berturut-turut.
Taek gugup.

Taek duduk di kursinya dan sepertinya ia sakit kepala, ia menutup matanya dan mengeluarkan kacamata-nya.
Kemudian tiba saat pemilihan batu dan Taek mengeluarkan batu hitam, artinya dia akan main dengan batu baduk hitam.
Wartawan mulai khawatir karena selama ini Taek selalu bermain dengan batu putih dan menang. Guru kesal sekali karena dia cerewet dan memukulnya, ia mengingatkan wartawan itu, kalau seandainya Taek kalah, maka wartawan itu harus menuliskan hanya hal-hal baik saja.
Tapi wartawan itu yakin Taek akan menang, jadi gurunya senang.
Taek dan pendatang baru mulai bermain, mereka bermain cepat, ambil, letakkan, ambil, letakkan. WOW.

Ayah juga resah dan gelisah di rumah, menanti telpon dari hasil pertandingan.
Ayah Dong ryong yang menyeret Dong ryong datang ke toko dan bertanya apakah hasilnya sudah keluar, ayah menjawab belum.
Kemudian satu persatu datang, Ayah Deok Seon, Sun Woo, Deok Seon juga dan ayah menjawab hal yang sama. Capek menjawab dengan hal yang sama, saat Jung Hwan membuka pintu, bahkan belum sempat bicara, ayah mengatakan kalau ia belum menerima panggilan, mungkin pertandingan belum selesai, nanti kalau ia sudah tahu, ia akan mengabari.
Jung Hwan hanya bengong LOL.
Ayah Deok Seon bahkan datang lagi LOL.
DAn di China, pertandingan berlangsung selama berjam-jam.

Jung Hwan pulang ke rumahnya saat ia melihat Deok Seon dan SUn Woo ada di gerbang rumah dan keduanya saling tertawa, bahkan Sun Woo menyentuh lengan Deok Seun dan mengucapkan selamat malam. Keduanya berpisah saling melambaikan tangan.
Jung Hwan hanya menatap keduanya menelan kepahitan melihat gadis yang ia sukai bersama pria yang menyukainya juga, dimana pria itu adalah sahabatnya.
Jung Hwan menghela nafas berat dan saat Sun Woo melihatnya, Jung Hwan melambaikan tangan.

Jung Hwan berjalan untuk masuk ke gerbang saat langkahnya berhenti di kotak pos dan memeriksa surat yang datang hari ini.
Jung Hwan memeriksa surat untuk keluarganya, dan saat ia mengembalikan kembali surat ke dalam kotak pos karena itu milik keluarga SUng, ia melihat kartu pos Deok Seon.
Jung Hwan tertawa melihatnya, karena Deok Seon yang dikirim Deok Seon untuk Radio dikembalikan.
Jung Hwan membalik dan membacanya.

Awalnya ia tertawa dan kita mendengar isi kartu pos Deok Seon yang memperkenalkan dirinya sebagai 'Sun' dan berbisik agar Lee Moon See (DJ) tidak menyebut namanya.
Deok Seon menceritakan kalau ia sedang mengalami cinta pertamanya dan ia mulai menyukai teman masa kecilnya, ia bahkan berbunga-bunga hanya dengan melihat wajahnya. Ia memikirkan pria itu sepanjang waktu, saat makan maupun belajar. Ia bertanya, Oppa, bukankah ini cinta?
Senyuman Jung hwan semakin lama semakin menghilang saat ia membaca kartu pos Deok Seon.
Apalagi saat Deok Seon mengatakan inisial pria yang ia sukai adalah SW.
Dalam kartu pos Deok Seon, Deok Seon mengatakan kalau namanya sangat keren dan bahkan orangnya jauh lebih keren dari namanya.
Deok Seon juga menuliskan, 'terima kasih telah menyukaiku dan aku juga menyukaimu'.
JLEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEBBBBBBBBBB!!!!!

 
Hati Jung Hwan langsung tertusuk panah membaca surat itu. Jung hwan menelan ludah pahitnya dan rasa patah hatinya bertambah dalam.
Kali ini yang ia tahu, bukan hanya Sun Woo yang menyukai Deok Seon, tapi Deok Seon ternyata juga menyukai Sun Woo.
Jung Hwan tak bisa berkata apa-apa, malam yang gelap menambah kegelapan hatinya.
Sebuah lagu yang diputar cocok menggambarkan rasa patah hati Jung Hwan hari ini.

Ayah Taek keluar adri rumah dan melihat Jung Hwan masih di gerbang, jadi ia memanggil Jung Hwan untuk memberitahukan kalau ia sudah menerima panggilan telpon.
Jung Hwan sama sekali tidak excited untuk mengetahui hasilnya, dengan kartu pos di tangannya.

Kita melihat pendatang baru di wawancarai dengan banyak kamera disekelilingnya dan Taek kita sedang mencuci wajahnya di kamar mandi.
Guru datang saat Taek keluar dari kamar mandi. Ia menatap muridnya dan berkata kalau Taek sudah berusaha keras. Taek mengangguk kecil, tidak ada senyuman di wajahnya.
WHAT? KALAH?

Ayah Taek sedang bersiap menutup jendela toko saat ayah Jung Hwan dan ayah Deok Seon datang untuk menanyakan bagaimana hasil pertandingannya.
Ayah Taek menjawab tak jelas membuat ayah Deok Seon kesal, menyuruhnya cepat mengatakannya sebelum ia mati karena penasaran.
Ayah Taek dengan hari-hati mengatakan kalau Taek memenangkan pertandingan. YAIIIIIIII!!!! MENANG!!!!!!!!
Ayah Taek akhirnya menunjukkan senyumannya, ayah Deok Seon dan ayah Jung Hwan sangat senang mendengarnya, ayah Deok Seon mengatakan kalau ia sudah yakin sejak awal dan kedua ayah mengeluarkan minuman dari dalam jaket mereka, mengajak ayah Taek merayakannya.
HAHHAHHAHAAHA.

Taek dan Gurunya keluar dari kamar mandi dan semua kamera beralih pada Taek dan memotret Taek, sang juara.
Taek hanya menatap mereka dengan tatapan kosong, ia tidak terlalu excited atau bagaimana, dan ia hanya diam.
Saat pintu lift terbuka, ia dan guru masuk dan suasana menjadi tenang. Taek menyandarkan kepalanya di lift, tampak kalau ia sudah lega, tekanannya berlalu.
Guru bertanya apa yang akan Taek lakukan setelah ini, karena dia tidak punya pertandingan dalam waktu dekat.
Taek diam saja, tapi kemudian ia teringat dan mengatakan kalau ia harus melakukan sesuatu.
Taek tersenyum dan kembali bersandar dengan sedikit senyuman di wajahnya.
CURIGA ANE!!!!


1 comments:

  1. aku suka sm drakor ni krn taek tp partnya cuma sikit:| :| mana dia ksian bnat lgi,sdih awak ngiliatnya

    ReplyDelete

 

Random Post

Clover Blossoms Fanpage

In My Radar

Watching :
- We Married as A Job
- Jimi ni Sugoi!
- Weightlifting Fairy
- Goblin
- The Legend of The Blue Sea
- Father I'll Take Care of You
- Beppin-san
- Gochisousan

Waiting Drama:
- Miss in Kiss

Waiting Movies:
- One Week Friends
- Your Lie in April
- Aozora Yell
- Itakiss Movie

Favorite Song This Time :
- Red Cheek Puberty - Galaxy
- Ben - Foggy Road
- Twice - Next Page
- Utada Hikaru - Hanataba wo Kimini
- LYn - Love Story