[Sinopsis] Reply 1988 Episode 9 ~ Part 2


-------------------------------------------------------------------------------

Sinopsis Answer Me 1988 Episode 9 Part 2

Deok Sun yang masih terkejut duduk dan pria itu (AKU GA TAU NAMANYA DAN AKU BINGUNG MAU MENJULUKINYA APA. KAYAKNYA DIA BUKAN REPORTER. JADI AKU BILANG PRIA ITU atau Ajusshi DARI TADI LOL)
Ajusshi duduk dekat Deok Sun dan mengatakan kalau masih ada beberapa menit lagi sebelum bertanding. Deok Sun bertanya apakah Taek akan disana selama pertandingan belum mulai? dan Ajusshi membenarkan, dia tidak boleh diganggu karena ini masa tenang sebelum pertandingan.
Ajusshi kemudian permisi ke Toilet dan minta Deok Sun berjaga disana.
Deok Sun tinggal disana dan merasa sedikit bosan juga, ia melihat kesana kemari.

Deok Sun masih duduk saat melihat reporter junior, salah satu yang bersama mereka, menyiapkan kameranya dan menerobos masuk ke ruang tunggu Taek.
Deok Sun terkejut dan ingin melarangnya tapi terlambat. Taek didalam tampak sedikit kesal dan menyuruhnya keluar. Deok Sun melihatnya.
Reporter senior marah pada junior itu dan memukul kepala junior itu karena mengganggu konsentrasi Taek.
Ajusshi juga memarahinya dan dia minta maaf.

Kemudian ajusshi dipanggil dipanggil oleh panitia karena pertandingan akan segera dimulai.
Taek keluar dari ruangannya, Deok Sun berdiri dan para reporetr mulai memotret Taek.
Deok Sun bahkan tidak bisa bicara apapun, ia hanya melongo menatap Taek, dunia yang begitu berkilauan, dimana aku rasa Deok Sun tidak cocok ada disana.

Jin Joo sedang menonton TV yang ada klan jeruknya saat ibu duduk dekat telpon melihat-lihat buku telpon disana.
Ibu kemudian mendapat telpon dari Oppa-nya dan sepertinya mereka membahas mengenai masalah ibu Sun Woo.
Oppa sudah mendengar mengenai rumah ibu Sun Woo yang akan disita dan ibu ingin Oppa tidak khawatir karena ia akan menemukan jalan keluar.
Setelah menutup telponnya, ibu fokus laggi melihat buku telpon.

Deok Sun bosan menunggu pertandingan Taek, ia memainkan kakinya, menutup dan membuka kakinya.
Para reporter duduk di lorong menunggu pertandingan juga.
Saat oanitia keluar dan memperbolehkan reporter untuk masuk, seluruh reporter langsung masuk dan mulai memotret Taek yang sedang bertanding. Deok Sun ikutan, tapi dia terlalu pendek untuk bisa menembus kerumunan reporter, ia melompat-lompat untuk melihat Taek tapi ia tak bisa, reporternya tinggi banged.
Deok Sun menyerah saat reporter senior keluar dari kerumunan dan Deok Sun bertanya bagaimana hasilnya. Reporter senior mengatakan Taek menang. Deok Sun senang sekali, tapi reporter senior mengatakan Taek baru menang 1 dari 3 pertandingan dan dia harus bertanding lagi besok.
Deok Sun mengerti. Kemudian ia mencoba melompat melihat Taek lagi.

Ajusshi, Taek dan Deok Sun ada dalam lift.
TAek tampak tidur sambil berdiri, ia menyandarkan kepalanya di dinding lift. Deok Sun melihatnya dan sedikit khawatir.
Mereka tiba di lantai kamar Taek dan Deok Sun mengatakan kalau mereka sampai. Deok Sun memberikan kunci kamar Taek dan Taek pun keluar setelah mengatakan kalau ia tidak akan makan malam malm ini.
Deok Sun tampak khawatir melihat Taek begitu. Ajusshi mengatakan Taek tidak akan makan malam sebelum pertandingannya berakhir yang artinya ada 2 hari lagi.
Ia melihat Deok Sun yang khawatir dan ternyata Deok Sun malah mengkhawatirkan perutnya sendiri, katanya ia akan makan banyak malam ini karena ia sangat lapar. HAHHAHAHAHAHAHA.
Ajusshi hanya bisa tersenyum padahal dalam hati ia bingung dengan Deok Sun HAHHAHA.

Ayah dan ibu Deok Sun makan malam sambil menonton TV dan di TV disiarkan berita aksi demo mahasiswa lagi.
Ayah bertanya pada ibu apakah Bo Ra sudah pulang. Ibu mengatakan kalau Bo Ra pulang lebih awal hari ini dan ia lega.
Lalu kita melihat seolah-olah ada yang tidur di kamar, padahal itu hanya tumpukan bantal yang diselimuti. Bo Ra kabur lagi dan aku yakin dia ikut demo.
Ayah kemudian mulai mengomel tentang mahasiswa demo itu dan tiba-tiba ia teringat kalau ia belum melihat Jung Bong akhir-akhir ini.
Ibu mengatakan kalau jung Bong pergi ke sebuah kuil terkenal.

Lalu kita melihat Jung Bong malam itu membawa lentera teratai berjalan disekitaran kuil dan melihat seseorang di kawal memasuki sebuah ruangan.
Jung Bong mengintip dan sepertinya mengenali pria itu yang adalah mantan presiden Chun Doo Hwan.

Keesokan harinya pertandingan Taek.
Deok Sun dan ajusshi menunggunya di lobby hotel dan Deok Sun kekenyangan karena makan banyak pagi itu LOL.
Taek tiba dengan syal-nya, ia kelihatan tidak bersemangat dan seperti orang kehilangan jiwa. Deok Sun melihatnya dengan khawatir.
Do lift, Deok Sun gugup dan sesekali ia melihat Taek yang berdiri di belakang mereka, mengosongkan pikiran dengan bersandar ke dinding lift.
Pintu lift terbuka dan seperti biasanya, ada banyak wartawan dan ajusshi mengawal Taek masuk ke dalam ruang tunggu.

Deok Sun tampak kelelahan, ia duduk di kursi dan memainkan badannya, ia menguap menutup matany untui tidur.
Ajusshi agak BETE melihatnya begitu LOL. Karena dia sama sekali tidak membantu TAek dalam hal apapun. IA ingin menegur tapi ga jadi LOL.

Waktu berlalu. Deok Sun beneran bosan duduk terus menunggu sementara ajusshi sesekali melihat ekspresinya.
Saat panitia memanggil pemain, Ajusshi menyuruh Deok Sun masuk ke ruang tunggu untuk memberitahu Taek.
Deok Sun membuka pintu tanpa mengetuk dan memanggil nama Taek.
Deok Sun membelalakkan mata di depan pintu. Ia terlihat terkejut. Taek berdiri di dekat jendela dengan rokok ditangannya. OMG!
Taek menyembunyikannya. Deok Sun jelas melihatnya dan mengatakan kalau pertandingannya akan dimulai.
Deok Sun tidak menanyakan lebih lanjut dan menutup pintu.
Taek keluar dan berjalan dengan menunduk diikuti reporter yang memotretnya.
Deok Sun menatapnya.

Ibu Sun Woo masih berkutat dengan buku telpon dan menelpon seseorang. Tapi ia menghentikannya saat Sun Woo ada. Sun Woo kelihatan mau keluar dan ibu menyuruhnya sekalian mengantarkan tempat bekal ke rumah Jung Hwan.
Sun Woo membawakan tempat bekal ke rumah Jung Hwan saat Jung Hwan akan keluar dan menarik Sun Woo bersamanya, ia mengatakan kalau Dong Ryong meminjam video baru dan mereka akan nonton di kamar Taek.
Sun Woo menolak dan mengatakan kalau ia mau bertemu dengan No Eul dulu.
Jung Hwan mengancam Sun woo jangan beritahu No Eul dan Sun Woo mengerti. Jung Hwan melepaskan Sun Woo dan menyuruhnya cepat datang.

Sun Woo masuk ke rumah Deok Sun dan yang dipanggilnya adalah Bo RA noona.
No Eul yang ada di dapur mengatakan kalau Bo Ra tidak ada dan bertanya kenapa dia mencari Bo Ra.
SUn Woo gugup dan mengatakan kalau ada yang ingin ia tanyakan. No Eul mengerti dan tidak curiga.
Sun Woo bertanya kemana Bo RA dan No Eul dengan hati-hati menjawab kalau Bo Ra ikut demo, ia bahkan membuat gerakan demo agar Sun Woo mengerti.
Sun Woo khawatir dan bertanya apakah dia akan baik-baik saja.
No Eul ga ragu sama sekali dan mengatakan kalau masalah kabur, noona-nya nomer 1 LOL.

Kemudian kita melihat kalau Bo Ra tidak berhasil kabur kali ini, ia ditangkap petugas dan dimasukkan dalam bus penuh dengan pendemo.
Bo Ra tampak makin kesal saat melihat temannya yang selingkuh itu juga ditangkap dan satu bus dengannya.

Ibu Sun Woo masih mencoba menelpon dan dari apa yang bisa aku tangkap, kayaknya dia mencari rumah disekitaran Ssammundong.
Ibu Deok Sun datang ke rumah membawa sesuatu dan meminta hari ini ibu SUn Woo yang pergi ke rumah sakit karena ibu Jung Hwan kakinya terkilir dan tidak bisa pergi. Sedangkan ia harus mengurus kedua rumah itu dan ibu mengatakan kalau dia akan menjaga SUn Woo dan Jin Joo juga.
Ibu Sun Woo setuju. Kemudian mereka membicarakan tentang ayah Taek lagi sambil tertawa-tawa.

Ayah Taek di rumah sakit merasa risih dengan rambutnya sudah lama tidak cuci rambut, ia merasa gatal.
Kemudian ia kesulitan untuk mengisi perutnya, ia tidak bisa memutar botol susu dan tidak bisa membuka kaleng puding.
Ibu Sun Woo datang tepat waktu dan melakukan semuanya untuknya. Membukakakn botol susu dan membukakan kaleng puding.
Ibu Sun Woo bahkan datang dengan kursi roda dan membantu ayah Taek mencuci rambut di toilet. OMG!!!!!!!!!!!
Setelah semuanya beres, mereka makan bersama dan ibu Sun Woo menanyakan tentang pertandingan Taek. Ayah mengatakan ia belum dapat kabar.

Deok Sun hampir mati karena bosan menunggu, ia menguap dan menguap. Ajusshi membawakannya kopi dan Deok Sun berterima kasih. Deok Sun bertanya bagaimana bisa mereka semuanya menunggu selama ini dan hanya duduk disana. Ajusshi mengatakan kalau ini adalah rekor baru, duduk menunggu selama 10 jam. Heol.
Tapi bagi pemain baduk, 10 jam itu tidak berarti apa-apa.
Pertandingan selesai, panitia mengumumkan semuanya boleh masuk dan memotret. Deok Sun ikutan kesana.

Deok Sun melihat pemain China tersenyum dan Taek tampak frustasi. Deok Sun khawatir. Reporter senior keluar dan Deok Sun mencegatnya bertanya apakah Taek kalah. Reporter mengatakan kalau Taek menang, Deok Sun makin bingung dan bertanya kenapa ekspresinya seperti itu.
Reporter senior menjelaskan kalau itu adalah etiket bermain baduk. Saat kau menang atau kalau, kau tidak boleh menunjukkannya.

Deok Sun mengerti, ia melihat ke arah Taek lagi.
Taek melihatnya, Deok Sun melambaikan tangan sambil tersenyum.
Taek melihatnya dan untuk pertama kalinya sejak tiba di China, ia tersenyum.

Petugas menurunkan satu per satu pendemo di tempat yang jauh dari keramaian. Aku rasa itu hukuman bagi mereka agar jera.
Bo Ra diturunkan entah dimana, dan ia kelihatan kesal sekali karena melihat tanda jalan, jauh dari seoul. Ia memeriksa kantongnya dan hanya ada beberapa uang receh.

Ibu Sun Woo memakai jas-nya dan ia akan keluar untuk membeli beberapa cemilan.
Ayah melihat ibu Sun Woo memegang pergelangan tangannya dan ia menyadari kalau pergelangan tangan ibu Sun Woo sakit.
Ayah Taek tertidur sebentar kemudian ia bangun dan terkejut melihat seseorang disana. Dia adalah teman sekampung ayah Yaek yang datang menjenguknya.
Teman ayah mengomeli bagaimana dia hidup dan kenapa tidak merawat kesehatannya dengan baik. Teman ayah mengingatkan teman masa kecil mereka hanya tinggal mereka berdua dan ia ingin ayah lebih menjaga kesehatannya.
Teman terus mengomeli ayah dan mengatakan kalau ayah harus mulai membuka hatinya dan mendesaknya untuk memulai hidup yang baru.
Ayah hanya bisa tersenyum saja, karena meski ia membantah ia akan kalah.
Kemudian temannya tiba-tiba bertanya apakah ayah sudah mendengar kabar itu. Ayah bingung, kabar apa?
Temannya tampak ragu arena ayah belum tahu dan ayah mendesak apa maksudnya.

Kembali ke Bo Ra, ia terlihat kedinginan berjalan sendirian di jalanan sepi dan ia akhirnya tiba di tempat pemberhentian bus.
Bo Ra kedinginan dan berusaha menahannya, kemudian ia melihat telpon umum di seberang jalan.
Untung saja Bo Ra membawa catatan telpon-nya dan mulai menelpon satu per satu.
Pertama pacarnya, tidak diangkat. Kedua rumahnya, kosong, karena ibu dan No Eul sedang makan malam bersama di lantai atas. Ia menelpon ke rumah Jung Hwan, nomor sibuk, Karena Jin Joo memainkan gagang telpon.
Ia menelpon rumah Dong Ryong, tidak dijawab, karena ayah sedang sibuk main go stop dengan para ayah lainnya.

Bo Ra kesal sekali karena tidak ada yang mengangkat telponnya. Ia sampai ke rumah terakhir, rumah Sun Woo. Ia eggan menelpon kesana, tapi akhirnya ia terdesak dan terpaksa menelpon.
Ia berharap tidak ada jawaban, tapi tentu saja dijawab, kebetulan Sun Woo baru pulang. Ia bertanya siapa itu.
Bo Ra agak gimanaaaaaaaaaaa gitu mengatakan namanya Bo Ra tapi kemudian ia memutuskan bertindak seperti biasa dan berteriak, ini Bo Ra!

Taek diberi ucapan selamat atas kemenangannya oleh para wartawan dan juga 3 orang dari korea yang menemaninya.
Mereka mengajak Taek ikutan pesta tapi Taek menolak karena ia lelah dan ingin istirahat.
Mereka mengerti, Taek pasti kelelahan karena tidak makan selama pertandingan dan juga kondisi kamar yang tidak nyaman pasti sangat berat baginya selama pertandingan ini.
Taek bingung dan mengatakan kalau dia makan dengan baik dan juga kamarnya hangat dan sangat nyaman. Dia berada dalam kondisi yang baik dua hari ini.
Ajusshi terkejut, apa?
Taek jadi bingung, bukankah kau yang melakukannya?
Tentu saja ajusshi tidak pernah merasa dia melakukannya.

Kemudian suara Deok Sun muncul. Deok Sun sudah bergaul dengan baik dengan resepsionis dan mulai bisa bahasa China sedikit. Ia bahkan minta dibawakan telur goreng.
Deok Sun melihat Taek dan melambai padanya. Taek mencoba mengingat semuanya, kemungkinan terbesar dan ia terlihat tersenyum.

Kilas balik yang menghangatkan hati, aku bahkan tidak bisa berhenti tersenyum saat tahu semuanya!
Ternyata selama ini bukannya Deok Sun tidak peduli, tapi ia sangat peduli pada Taek. Ia tahu Taek tidak terbiasa makan masakan China jadi ia mengantri satu jam untuk mendapatkan sushi dan menggantungnya di depan kamar Taek.
Saat kita melihat Deok Sun mengeluh pada resepsionis mengenai kamar yang dingin, Deok Sun ternyata meminta ganti kamar, dan yang ia minta ganti adalah kamar Taek, bukan kamarnya OMG!!!
Ia bahkan berusaha menjelaskan pada resepsionis dengan wajahnya yang lucu agar resepsionis mengerti.

Tidak hanya itu, Deok Sun juga orang yang mengepak barang-barang TAek sebelum berangkat. Ia memilihkan baju mana yang harus dipakai dan mana yang warnanya cocok digabungkan.
Ia juga membawakan selimut listrik kamarnya dan dipasang dibawah tempat tidur Taek, ia melakukannya sendiri tanpa diminta.

OMG!!! Nggak nyangka Deok Sun melakukan itu untuk Taek.
Dan karena itu Taek bisa tidur dengan nyenyak dan nyaman selama di China.
Dan lucunya, malam itu Bo Ra yang kedinginan sudah pulang ke rumahnya dan menemukan kalau penghangat lantai tempat tidur mereka hilang HAHAHHAHA.

Senyuman Taek makin mengembang saat melihat Deok Sun dan ia yakin kalau Deok Sun yang melakukannya.
Sementara itu Deok Sun sibuk bicara dengan resepsionis yang berbeda bahasa dengannya masalah telur goreng, ia minta yag baru karena ga mau telur bakar LOL.
Ajusshi juga menyadari hal itu dan tersenyum pada Deok Sun, ia mengatakan Deok Sun bahkan lebih baik merawat Taek dari pada ayahnya.
Taek kemudian mengingat ayahnya dan mengatakan ia akan menelpon ayahnya dulu.

Ayah menerima telpon Taek di rumah sakit dan senang karena anaknya menang. Ia minta Taek jangan mengkhawatirkannya karena ia makan dengan baik, para ajumma mengunjunginya setiap hari.
Ayah kembali ke kamarnya dan menemukan ibu Sun Woo sudah disana, menghidangkan minum dan kita bisa melihat ia kembali dengan kue ikan.
Ayah Taek menatap ibu Sun woo dan ia diam saja saat ibu Sun woo terus bicara.
Ibu menyadari dan bertanya kenapa? Apakah ada yang aneh padanya?
Tiba-tiba ayah Taek bicara dan memanggil Ibu Sun Woo dengan namanya sendiri OMG!
Ayah bertanya, Sun Young-a, kenapa kau tidak memberi tahu Oppa?
Ibu menatap ayah Taek dan bertanya, apakah Oppa-ku memberitahukannya padamu?

Kilas balik saat teman sekampung ayah Taek menjenguk, ternyata dia adalah abangnya ibu Sun Woo. OMG! Dan artinya ibu Sun Woo dan Ayah Taek kenal sejak lama dan mereka sekampung?
Ibu Sun Woo menunduk dan mengatakan ia terlalu malu untuk mengatakannya. Ayah Taek agak kesal dan berkata, kenapa malu? Aku adalah Oppa-mu juga!
Ibu Sun Woo menghela nafas dan menatap ayah Taek. Ayah Taek mengatakan kalau ibu Sun woo tidak perlu malu, tidak apa-apa bergantung pada orang lain dan berhutang pada mereka atau bahkan menjadi beban kadang-kadang. Ia meminta ibu berhenti menyakiti diri sendiri.
Ibu menahan air matanya dan mengatakan kalau ia hanya ingin menunjukkan kalau ia bisa hidup dengan baik.
Ayah Taek mengatakan kalau ibu sudah melakukan semuanya dengan baik, merawat Sun Woo dan Jin Joo dengan baik sendirian, bahkan menjaga seorang Oppa dari kampung halaman dengan baik.

Ayah Taek mengatakan jika ibu tidak menelponnya dan menyuruhnya ke Seoul saat itu, maka ia akan menghabiskan waktu di kampung dengan mabuk-mabukan karena kehilangan istrinya dan ia tidak akan bisa membesarkan TAek dengan baik seperti saat ini.
Ayah Taek berterima kasih karena saat itu ibu Sun Woo menelpon dan memintanya pindah ke Seoul.
Ibu Sun Woo sedikit tersenyum dan berkata, itu bukan apa-apa, apanya yang terimakasih.

Tahun 1977, ayah Taek Depresi karena kehilangan istrinya, ia menghabiskan waktu hanya minum minuman keras dan merokok di rumahnya.
Saat itu ia mendapat telpon dari ibu Sun Woo dan menyuruhnya pindah ke Seoul. Tapi ayah menolak dan ibu Sun Woo terus memaksanya hingga ayah mendesah.
Akhirnya mereka pindah ke Seoul. Di hari pertama mereka pindah, ibu Sun Woo datang dan mendekatkan diri pada Taek, mengajaknya makan bersama di rumahnya.

Ayah Taek mengatakan kalau pindah ke Seoul adalah hal terbaik yang pernah terjadi padanya. Dia pasti sudah mati jika tetangganya tidak menemukannya pingsan di kamar saat itu. Ayah mengatakan kalau ia tidak akan menyibukkan dirinya dan akan bergantung pada mereka jika perlu, karena suatu hari nanti, akan ada masa dimana ia bisa membalas budi mereka.
Ayah mengatakan pada ibu untuk melakukan hal yang sama, meminta bantuanlah, dan jangan menyelesaikan masalah sendirian.
Ibu mengangguk kecil. Ayah mengeluarkan sesuatu dari laci dan memberikannya pada ibu. Sebuah buku tabungan 10 juta won. Ibu tentu saja menolak tapi ayah memaksa memberikannya pada ibu.
Ayah melihat kalau ibu tidak akan mau menerimanya, jadi ia mengatakan kalau ia tidak memberikannya, ia hanya meminjamkannya dan ibu harus mengembalikannya lagi nanti.
Baru lah ibu mau menerimanya.

Ayah kemudian mengeluarkan amplop lain, uang tunai.
Ia mengatakan ini bukan pinjaman, ini adalah bayaran karena ibu sudah mau datang dan memnatunya selama ia sakit. Ia juga ingin ibu menggunakan uang itu untuk mengobati sakit pergelangan tangannya. Ayah juga sudah mengatakan pada suster dan ibu harus berobat besok.
Ibu diam saja, ia menahan air matanya.
Keduanya makan kue ikan dan ayah berkomentar kalau ibu membelinya banyak sekali. Ibu makan sambil menahan air matanya, ia mengatakan kalau ia bisa menghabiskan semuanya.
Dan begitu lah malam berlalu diantara mereka berdua, pada akhirnya mereka tertawa bersama.
(Aigoo~ aku pikir aku ga bisa ship mereka lagi, so? Its time for Jin Joo and Taek?)

Deok Sun sudah akrab dan berteman dengan resepsionis hotel yang lucu itu. Resepsionis meminta bantuan Deok Sun untuk meminta foto bersama Taek.
Deok Sun meminta Taek berforo bersama resepsionis dan Taek setuju.
Resepsionis sangat senang dan keduanya berdiri untuk di foto. Deok Sun kesal melihat Taek yang tidak senyum dan menyuruhnya senyum. Taek tersenyum.

Reporter senior menawarkan kalau Deok Sun dan Taek juga harus difoto bersama. Deok Sun awalnya ga mau tapi mereka memaksa.
Deok Sun pun menuju Taek dengan malu-malu.
Keduanya bediri agak jauh. Deok Sun mengeluh kalau hari ini dai tidak cantik. Tapi Taek tersenyum dan mengatakan kalau Deok Sun cantik, bahkan bajunya juga.
Deok Sun menatap Taek, benarkah?
Taek membenarkan dan mengatakan bajunya cocok untuk Deok Sun.
Deok Sun kemudian mengatakan kalau bajunya milik Taek dan Taek kaget HAHHAHAAHHAAHHA.

Reporter mulai menghitung untuk memotret mereka.
hana.... dul.........set......
Taek memeluk lengan Deok Sun dan menariknya mendekatinya.
Deok Sun kaget, tapi kemudian ia tersenyum dan KLIK.

November 2015.
Deok Sun masih melihat foto di bingkai itu dan tersenyum, ia bertanya pada suaminya kapan foto itu diambil.
Suaminya batuk-batuk dan datang dengan segelas air, Deok Sun menghela nafas padahal ia sudah menyuruh suaminya mengenakan baju yang lebih hangan di musim dingin seperti ini.
Suaminya duduk disamping Deok Sun dan melihat foto, ia dengan cepat menjawab kalau foto itu diambil Januari 1989.
Deok Sun menatap suaminya dengan kagum dan mengatakan kalau itu pasti hari besar dalam hidup suaminya, karena ia mengingat semuanya bahkan tanggalnya.

Deok Sun malu-malu karena suaminya masih bisa mengingat dengan jelas. Ia bahkan menyikut suaminya dengan manja tapi suaminya hanya menatapnya dengan tatapan sebal.
Suaminya bertanya, apa kau sudah pikun? Tanggalnya kan ada dibawah.
Deok Sun terkejut dan melihatnya. Suaminya menggoda Deok Sun, kau malu kan? aku yakin kau sangat malu. Mau minum air?
Deok Sun yang kesal mengatakan kalau suaminya bisa minum sendiri. Deok Sun ngambek HAHAHHAHA.

Bo Ra masih di tempat yang sama, entah dimana yang jelas dia ditempat pemberhentian bus.
Ia menunggu dan kemudian melihat sebuah taksi lewat, dengan jelas ia melihat pacarnya disana dan temannya. OMG!
Bo Ra terkejut dan menyadari alasan kenapa mantannya tidak mengangkat telponnya.
Ia belum sempat mengeluarkan air mata karena Sun Woo sudah tiba disana dengan jaket hangat di tangannya.
Sun Woo mendekatinya dan bertanya apakah ia baik-baik saja.
Bo Ra hanya mengangguk meski ia tak terlihat baik-baik saja, luar dalam.

SUn Woo dan Bo Ra duduk di kedai yang masih buka malam itu.
Sun Woo menatap Bo Ra dan bertanya apakah ia baik-baik saja, ia tidak sakit kan?
Bo Ra mengatakan ia baik-baik saja.
Sun Woo mengatakan ia sudah pesan taksi dan akan datang 1 jam lagi, jadi dia ingin Bo RA memesan sesuatu untuk dimakan dulu. Setelah Sun Woo mengecek menu, ia sadar semua makanan tidak bisa Bo Ra makan.
Bo Ra mengatakan ia tidak mau makan, tapi Sun Woo tidak mendengarkannya dan pergi ke ajumma meminta ajumma menggorengkan telur, untuk Bo Ra.
Bo Ra terdiam. ia mendesah.

Mereka berdua bersiap makan dan ajumma datang membawakan 2 telur goreng untuk Bo Ra dan ajumma juga memuji Sun Woo yang perhatian padanya.
Bo RA menghela nafas dan membuka kacamatanya. Ia bertanya berapa usia Sun Woo. Sun Woo menjawab kalau dia 18 tahun, ia bertanya kenapa noona menanyakannya.
Bo Ra mengatakan kalau ia sudah mengenal Sun Woo sejak lahir, ia sudah mengenal Sun Woo sejak kecil, sama dengan anak-anak lainnya, ia tahu kalau Sun Woo itu baik dan juga pintar. Ia menyukai sun Woo sebagai manusia dan tidak ingin merubah cara pandangnya.
Sun Woo meletakkan sendoknya dan mengatakan kalau dia tidak mau. Bo RA terkejut.
Sun Woo mengatakan ia tidak menyukai hubungan dia dan noona seperti sekarang ini.

Sun Woo mengeluarkan tiket Lee Sun Hee dari kantongnya. Ia belum menyerah.
Bo Ra menatap tiket itu.
Sun Woo berkata, ayo kita pergi ke konser itu. Bukan sebagai teman dan noona, tapi sebagai seorang pria dan wanita.
Bo Ra terkejut, ia menatap Sun Woo yang tidak melepaskan tatapannya.

"Ada sebuah garis yang diciptakan dalam setiap kehidupan. Melindungi sebuah garis berarti kau melindungi zona nyamanmu, mengatur aturan, di dunia dan juga dalam sebuah hubungan. Tidak melintasi garus itu berarti kau tidak akan pernah melihat dunia baru dan tidak akan punya hubungan baru. JIka kau memimpikan sebuah hubungan batu, jika kau memimpikan cinta, kau harus keluar dari garismu."

Bo Ra dan Sun Woo tiba di kompleks.
Bo Ra membuka jaketnya dan memberikan pada SUn Woo.
Ia tidak bicara dan hanya pergi begitu saja setelah melambaikan tangan. Sun Woo menatapnya.

"Dan didunia ini juga ada sebuah garis yang tidak boleh kita lewati."

Jung Bong terlihat di kuil dan berdoa juga, tapi ujung-ujungnya ia malah mengintip seseorang yang berdoa juga dan menganggunya, ia hanya ingin memastikan apakah itu mantan presiden dan ia benar.
Jung Bong segera di amankan dan diseret pengawal dari sana. HAHHAHAHAHA.

-The End-

Komentar:

Aduh, aku tidak tahu harus memulai komentar dari mana. Aku benar-benar kehilangan kata-kata setelah selesai menulis, padahal aku punya banyak hal yang ingin aku bagikan tentang episode ini. Tapi aku rasa ini tidak akan menjadi semuanya.
Selamat karena rating episode 9 kembali naik dan seiring naiknya juga durasi tayang drama ini. Gile. 1 jam 37 menit lho, lebih lama dari variety show. Kayaknya bentar lagi akan jadi 2 jam-an juga HAHHAHAHHAHAHA.

Pertama-tama yang aku ingin katakan adalah, aku tidak begitu menyukai episode ini.
Kenapa?
Kalian pasti sudah tahu alasannya. KArena scene Jung Hwan sangat sedikit di episode ini, minmin jadi sedih. Betapa berat menyelesaikan sinopsis tanpa wajahnya di episode ini dan beneran snagat berat HAHHAHAHAHA *lebay
Tapi bukan berarti aku membenci Taek. Aku menyukainya, sangat menyukainya terutama senyumannya itu.
Aku ga bisa bohong karena senyumannya sangat sangat sangat manis.

PD-nim kembali membuat plot twist dengan husband hunting game.
Aku masih ingat saat aku mengikuti live recaps, aku dan aku yakin beberapa fasn yang lain pasti gila di 15 menit pertama karena ini seperti game over, tapi kemudian galau 100% dimenit terakhir karena troll dari PD-nim, kalau husband hunting game kali ini akan makin kuat, antara Jung Hwan dan TAek.
Jika di epiosde sebelumnya keberadaan TAek masih belum jelas, maka mulai episode 9 bersiap-siap saja akan ada perang shipper!
Semuanya karena foto itu!!!!!

Kira-kira siapa yang ada didalam foto itu? Jung HWan? Taek?
Aku akui dengan jujur kalau aku sudah mencoba untuk melihat dan melihat dengan baik kedalam frame foto itu dan aku akhirnya bisa melihat kalau tidak ada diantara dua foto itu.
Karena latar belakangnya putih dan juga keduanya agak jauhan. Jadi aku yakin PD-nim menggunakan foto lain. Aku yakin banged dan masih ingat bagaimana ia menggunakan foo lain saat foto pernikahan Na Jung di Reply 1988 dan membuat perang makin panas.

Aku berharap PD nim tidak mengulangi hal itu dan membuat semuanya adil.
Jika Taek tidak menjadi suami Deok Sun, aku harap dia membuat alasan yang logis dan juga akhir yang bahagia untuk Taek, dengan mempercepat proses dan menemukan cinta barunya.
Aku masih yakin kalau suami Deok Sun adalah Jung Hwan. Awalnya aku merasa hatiku hancur berkeping-keping dengan episode ini, tapi setelah membaca banyak penjelasan di soompi, aku menjadi bersemangat lagi.
Karena itu aku masih tetao mendukung tim JUng Hwan.

Adegan pertama benar-benar membuat hatiku bergetar.
Saat menontonnya, aku udah mulai berfikir kalau jangan-jangan Jung Hwan tahu Deok Sun keluar malam-malam dan karena bahaya jadi diam-diam dia mengikutinya. Intinya mereka bukan kebetulan bertemu diluar, tapi Jung Hwan sengaja ikut untuk menjaganya, dengan antisipasi meminjam video apabila nanti ketahuan.
Dan aku masih serius dengan analisis ini karena dibuktikan dengan JUng Hwan masih mengawasi Deok Sun sampai masuk ke dalam rumahnya.
Senyuman Jung Hwan membuatku berseri-seri. OMG! That GUY! REALLY!! STREAL MY HEART!

Aku menyukai bagaimana Jung Hwan mengajak Deok Sun pergi ke konser berdua, seolah itu bukan masalah besar tapi aku yakin dia akan sangat sangat bahagia karena akhirnya bisa kencan dengan Deok Sun. Hanya saja, aku mengharapkan lebih seperti reaksi Jung Hwan saat itu dan bagaimana suasana mereka menonton konsernya.
Sayang sekali kita hanya mendapatkan sedikit, tapi konsernya kelihatan menyenangkan karena Deok Sun sangat bahagia selesai konser, mana PD nim sengaja lagi menyuruh pemeran pembantu membawa banner gambar hati dan pas leat diantara JUng Hwan dan Deok Sun HAHAHHAHAHAHA.
Aku juga menyukai bagaimana JUng Hwan menarik Deok Sun mendekatinya saat berfoto bersama, bagaimana dia mengelus bahu Deok Sun agar ga kedinginan sekaligus agar dia ga nervous. Tapi semuanya bisa melihat bagaimana Deok Sun nervous karean dia menggenggam tasnya dengan erat dan ekspresi wajahnya juga menunjukkan hal itu + dia menahan nafas saat di foto.
Dan ingat juga, Deok Sun hanya bersikap kasar pada satu orang, Jung Hwan. Satu-satunya orang yang sering ia pukulli adalah Jung Hwan. Deok Sun ga pernah kasar pada Taek LOL.

Bagaimana dengan foto bersama Taek.
Itu benar kalau aku tidak bisa merasakan romantisme di adegan foto mereka.
Karena Deok Sun tampaknya biasa saja, maksudnya ia tidak se-nervous saat berfoto dengan Jung Hwan. Karena tangannya biasa saja, dia tidak menahan nafas dan dia juga tersenyum.
Itu adalah vibe yang aku rasakan dengan foto Taek dan Deok Sun setelah aku menontonnya, jadi aku ga segalau sebelumnya.

Tapi aku suka sekali bagaimana Deok Sun menjaga Taek dengan baik di China. Ia seperti sosok seorang ibu yang menjaga anaknya dalam diam-diam.
Awalnya aku fikir dia beneran cuek, eh ternyata dia melakukan semuanya demi TAek dan aku beneran shock. Makanya saat adegan itu aku ga bisa berhenti untuk tersenyum pada Deok Sun dan juga saat Taek menyadari dan tersenyum padanya.
Aku menyukai bagaimana Deok Sun bisa akrab dengan mudah dengan siapa saja.
Aku rasa itu akan menjadi kelebihannya dalam pekerjaannya nanti. Aku penasaran dia akan bekerja dibidang apa nanti. Tapi banyak yang menebak dia akan menjadi pramugari. Well, kita lihat saja, kalau aku menebak dia jadi reporter.

Aku shock saat tahu kalau Taek ternyata merokok! WOW! Itu sangat mengejutkan.
Yang lebih mengejutkan, seseorang di soompi menebak dengan benar kalau kemungkinan Deok Sun menemukan Taek merokok. Aku kagum sama peramal itu HAHAHAHHAHA.
Uri puppy Taek ternyata namja juga, tentu saja. Dia menghilangkan stress-nya dengan merokok dan Deok Sun kelihatan kaget banged, karena Taek kan biasanya anak baik, tapi ternyata merokok LOL.
Well, aku ga begitu suka orang yang merokok sih, lebih tepatnya tidak suka bau rokok karena alhamdulillah keluargaku ga ada yang merokok :)
Aku sesak nafas kalau disekitar orang merokok T___T

Aku mengerti kenapa Bo Ra terus menolak Sun Woo.
Ia mungkin menyukainya, tapi Sun Woo seperti adik baginya.
Mungkin mudah bagi seseorang menyukai orang lebih tua, tapi orang lebih tua biasanya kesulitan menerima orang lebih mudan menyukainya. Makanya Bo Ra selalu menolak.
Tapi aku suka bagaimana SUn Woo tidak menyerah dan kembali menantang Bo RA.
aku menyukai bagaimana caranya sedikit memaksa LOL.

Hidup Jung Bong ini menarik juga, dia selalu saja menemukan sesuatu yang baru yang membuatnya tertarik. Ia tipe orang yang cepat berubah dan selalu tertarik dengan hal-hal baru. Bagaimana awalnya ia suka buku telpon, tiba-tiba ia suka menulis kartu pos, main rubiks, koleksi piringan musik dan sekarang ia masuk kuil pula.
Dia sebenarnya pintar, tapi dia pintar dalam hal yang ia sukai dan aku yakin ia akan sukses dalam hidupnya nanti. Dan episode 10 akan menjadi awalnya HAHAHHAHAHHAHA. Well, kalian tahu apa yang terjadi.

Aku sangat sangat terkejut dengan hubungan ibu Sun Woo dan ayah Taek!
Aku beneran kaget, ternyata mereka teman satu kampung halaman, yang jelas ayah pasti mengenal ibu sejak kecil juga, karena oppa ibu sahabat ayah.
Ternyata ayah Taek ini banyak ngomong juga HAHAHHAHAHAHAHAHA. Aku suka saat ia bicara biasa dengan ibu Sun Woo.
Aku sepertinya tidak bisa men-ship mereka lagi, karena hubungan mereka berdua sudah manis, jadi aku akan men-ship anak mereak saja. KYAAAAAAAAAAAA!!!!
Dengan begitu semuanya akan menjadi keluarga kelak.

Deok Sun menikah dengan Jung Hwan, Bo RA menikah dengan Sun Woo, JIn Joo menikah dengan Taek dan ketiga keluarga menjadi keluarga beneran deh :)
HAHAHAHHAAHAHAHA aku belum menyerah!!!
Ayo sakit hati dakn kemudian bahagia, Jung Hwan ah~

Synopsis and Screencapture by Hazuki Airin
DO NOT REPOST AND SHARE IN OTHER SITE!!
JUST PUT THE LINK WITH CREDITS!!



8 comments:

  1. episode 10nya kapan? soalnya aku mendapat kesimpulan yang aneh namun adil saat aku selesai nonton episode 10 dan tkesimpulanku akan suami masa depan DS.aku mau berbagi kesimpulan tapi gak seru kalo belum ada yang selesai nonton ep 10nya. seruu ada blog ini tempatberbagi hint dan mengungkapn perasaan. makasih atas sinopnya. Ditunggu ep 10nya!

    ReplyDelete
  2. Makasih mbakbuat sinopnya,cepat banget wkwkwk baru selesai bca part 1,part 2 nya uda keluar hahaha
    Episode ini hmmm aku suka dengan perhatian Deok Seon pd Taek,namun aku gak merasakan feel romantis disana #sorryTeamTaek tp mmg kenyataannya begitu hahaha
    Aku juga uda mencoba melihat lebih detail foto yg dipegang Deok Seon 2015,dan sepertinya kedua bkn foto yg kita duga,antara foto Deok Seon dgn Jung Hwan atau Deok Seon dgn Taek hahaha tp foto apa ya kalau diambil pas Januari 1989?
    Aku ingin tunggu teori lain lagi setelah episode 9 atau 10 ini,tp spertinya gak ada selain yg di acara MBC Festival.Sighh padahal teori Reply itu menarik rata2 hahahahaha
    Ditunggu ya mbak episode 10nya!Gomawoo!

    ReplyDelete
  3. jujur... aku lebih tertarik baca komen hazuki lebih dulu kemudian baca sinopsisnya,

    komen hazuki mengobati kegalauan ep.9 ini.......

    ReplyDelete
  4. Makin penasaran aja sama kelanjutannyaa
    tumben ngepostnya siang kak, biasanya malam hihihi
    ditunggu ep 10 nyaa

    ReplyDelete
  5. Thn 2015 kan mereka bilang di foto ada tahun 1989 .... Nah kalo perhatiin bener2 adegan junghwa dan deok seon dipaling bawah ada tulisan 1989

    ReplyDelete
  6. I love you so much, author!
    tbh belom sempet nonton dari ep 7 sampe 10, then I found this blog! sinopnya cepet, updatenya lengkap, dan komennya juga seru!
    meskipun aku suka bgt karena bertebaran taeksun moment (karena park bogum terlalu imut untuk ditolak keberadaannya :v) tapi akan sungguh tidak adil kalo junghwan dianggurin gitu aja, dear PDnim :( *merepet ke jh*
    hopefully sinop ep 10nya bisa cepat dan dikupas setajam-tajamnya hihi. we'll always cheering for you hazuki! ^^

    ReplyDelete
  7. setuju sm airin bersakit2 dahulu bersenang2 kmdian pas bwt jung hwan.sebagai pendukung jung hwan aq hrs sabar liat jung hwan pth hati dl sblm akhrnya memenangkan permainan ini.mnrt aq d soompi bnyk shiper lbh merhatiin perasaan jung hwan atw taek tp kbnykn mereka lupa mrhatiin perasaan deok sun.jls terliat deok sun senang bngt ntn konser sm jung hwan ber2 doang smpe rela pake rok mini d msm dingin,trus pas jung hwan mlh ngomel soal dy ngeluh dingin deok sun mlh ngajarin jung hwan hrs gmn kalo cewe ngomong gtu(apa coba mksd nya kalo ga ngasih kode k jung hwan).sepertinya benih2 cinta udh ada d hati deok sun bwt jung hwan cm tnggl nunggu bersemi aja.yah sih yg aq takutin adalah hujan yg datang sebelum pelangi(taek) knp krn gmn jg saat jung hwan sedih dan galau aq jg ngerasain perasaan yg sma.semngat perjalanan baru setengah hrs kuat smpe akhr mski ky airin yg kdng ga snggp nulis gegara ikut galau brng jung hwan.aq jg tkt download dan ntn gegara tkt ga snggp liat wjh sedih jung hwan mdh2n kuat smpe ep 20 yah jantung ini d buat kacau balau oleh sw-nim nya

    ReplyDelete
  8. Kalau di perhatikan baik2 pembicaraan DS dan suaminya (2015) di scene 1 itu sepertinya sdg membahas foto DS sama TK. Nah scene 2 baru DS membahas sama suaminya tgl 1989 yg berarti foto itu DS sama JH. Sepertinya PD-nim sengaja membalikan adegan supaya bikin kita bingung. Haha.

    ReplyDelete

 

Random Post

Clover Blossoms Fanpage

In My Radar

Watching :
- We Married as A Job
- Jimi ni Sugoi!
- Weightlifting Fairy
- Goblin
- The Legend of The Blue Sea
- Father I'll Take Care of You
- Beppin-san
- Gochisousan

Waiting Drama:
- Miss in Kiss

Waiting Movies:
- One Week Friends
- Your Lie in April
- Aozora Yell
- Itakiss Movie

Favorite Song This Time :
- Red Cheek Puberty - Galaxy
- Ben - Foggy Road
- Twice - Next Page
- Utada Hikaru - Hanataba wo Kimini
- LYn - Love Story