[Sinopsis] Reply 1988 Episode 16 ~ Part 1


Keep Calm and Love Jung Hwan. HAHAHHAHAHAHAH
Oke, Episode 16 adalah episode penentu dalam kamus aku setelah diumumkan kalau drama ini tidak akan tayang minggu depan.
TAPI APA?????????? Rasanya pengin nangis karena masiiiiiiiiih aja ga ada move-nya dan malahan makin bikin frustasi. HUFT.
Dan gosip mengenai time skip ternyata nggak terjadi juga sampai episode 16 ini.
Wahhh, kalau ada yang punya nomer telpon penulis Lee dan PD Shin, tolong kasih aku deh!
BAkalan aku terror mereka HAHHAHAHAHAHHA

SONG OF THE DAYS
Girl's Day So Jin - Everyday With You [ download ]




Sinopsis Answer Me 1988 Episode 16

Masih lanjutan akhir episode 15 kemarin, setelah kejadian itu, anak-anak berkumpul di kamar Taek dan menonton TV yang menyiarkan acara musik dimana ada seorang penyanyi wanita yang menyanyi.
Dong Ryong melihat dengan membelalakkan matanya sembari menggaruk bokongnya, ada yang gatal HAHHHAHAHAAH. Ni cowok, ada Deok Sun disampingnya tapi dia ga pedulian.
Semua mata terpaku pada TV dan hanya Taek yang kelihatan tidak bersemangat dan menunduk kebawah, bukannya menonton. Dikepalanya ada banyak pikiran.
Para anak-anak mengomentari kenactikan penyanyi itu dan Taek dengan hati-hati mengangkat kepalanya melihat reaksi Jung Hwan.

Taek melihat ke arah Jung HWan yang fokus pada TV. Perlahan ia mengalihkan pandangan dan sedikit terlihat tersenyum pahit, atau bukan senyum sih, bilangnya gimana ya, yang jelas, Taek sudah tahu kemungkinan Jung Hwan menyukai Deok Sun tapi ia belum yakin.
Deok Sun merasa tak enak badan dan ia terus memukuli dadanya. Ia memutuskan keluar mencari udara segar. Jung Hwan melihatnya dan bertanya apakah dia baik-baik saja.
Deok Sun tidak menjawab dan keluar diikuti oleh Taek dibelakang. Dong Ryong tersenyum nakal dan berkata, WAAAWWWW

Sun Woo tersenyum melihat keduanya dan hanya Jung HWan yang terlihat menunduk, menelan ludah dan kita melihat sebuah anggukan kecil. Pahit.

Deok Sun keluar dari kamar mandi dan melihat Taek ada di ruang tengah dengan obat-obatan. Deok Sun tersenyum melihatnya.
Taek memberikan obat dan sebotol minuman pada Deok Sun dan Deok Sun meminumnya. Deok Sun masih merasa mual dan ia agak bersendawa setelah memastikan ia agak menjauhkan wajah dari Taek.
Deok Sun bertanya kenapa Taek punya banyak sekali obat dan Taek melist obat-obat apa saja yang ia punya dan Deok Sun mendesah khawatir karena dia kebanyakan minum obat. Tapi Taek mengatakan ia tak apa-apa, toh dia tidak meminumnya sekaligus.
Kemudian Taek bertanya pada Deok Sun apa yang akan ia lakukan pada hari sabtu nanti. Deok Sun bingung, Aku? Kenapa?
Taek hanya menatapnya saja.

Sementara itu di kamar, Dong Ryong tampak terkejut, WHAT?!
Sun Woo memberitahukan pada Dong Ryong mengenai rencana Taek, yang akan mengajak Deok Sun menonton film di bioskop kemudian Taek akan menyatakan perasaannya.
Dong Ryong cukup kagum dengan Taek yang bergerak cepat.

Jung Hwan mendengarkan mereka seolah dia fokus pada TV padahal pikirannya tidak disana.
Ia seolah tidak peduli dan mulai menyentuh hidungnya dengan tangan, padahal aku yakin pikirannya sudah sangat penuh mendengar Taek akan menyatakan perasaannya pada Taek.

Deok Sun bertanya pada Taek ada apa dengan sabtu ini, karena ia tahu Taek masih ada pertandingan di Cina hari jumatnya dan ia yakin Taek pasti lelah dan butuh istirahat,
Deok Sun mengatakan sabtu nanti ia akan belajar dan Taek sedikit memaksa tentang sabtu ini, ia mengatakan kalau Deok Sun harus meluangkan waktunya sabtu ini. Ia akan cepat menyelesaikan pertandingan dan pulang kemudian menelpon Deok Sun.
Deok Sun akhirnya mengangguk setuju.

Sun Woo dan Dong ryong masih membicarakan hal itu. Sun Woo mengatakan kalau Taek akan langsung pulang setelah pertandingan dan akan menemui Deok Sun setelah itu. Keduanya tertarik untuk mengintip dan Dong ryong mengusulkan untuk melihat keduanya.
Sun Woo tertawa dan bertanya pada JUng HWan untuk ikut melihat mereka. Jung HWan berbalik dan mengatakan kalau mereka berdua sudah gila.
Sun Woo tertawa dan berkata kalau mereka hanya bercanda.
JUng HWan memaksakan diri untuk terlihat dia juga bercanda dan tertawa, kemudian saat oa berbalik ke arah TV lagi, ia menghentikan senyuman palsunya dan menunjukkan wajah galaunya lagi T____T

Episode 16 :Irony of Life - Part 1

Para ibu sedang berdiri di jalan dan menatap ke atas, sebuah spanduk terbentang di jalan, spanduk Kontes Menyanyi Nasional KBS.
Ketiganya menatap spanduk itu dengan emosional dan ibu Deok Sun bertanya apakah mereka bisa mencobanya lagi. Ibu Sun Woo memintanya berhenti karena mengingat hal itu saja sudah membuatnya sangat malu.
Ibu Jung HWan mendesah kenapa mereka melakukan hal itu dulu dan ketiga ibu kembali menatap spanduk itu dan serentak mendesah.

Kilsa balik ke tahun 1984, saat Kontes menyanyi diadakan, trio ibu Ssammundong ternyata ikut serta dalam kontes tersebut HAHHAHAHHAHAHHA.
Dengan mengenakan hanbok hijau, merah bunga-bunga dan biru, mereka bahkan mengenakan pita, udah mirip idol HAHAHHAHAHAHAHAHAHAHAHA.
Mereka bertiga begitu gugup menunggu giliran tampil. Tangan mereka bergetar dan mulai melakukan sesuatu untuk mengatasi kegugupan. Ibu Jung HWan memilih membatu sambil bergumam menyanyi, ibu Deok Sun terlihat mengunyah sesuatu dan ibu Sun Woo tampak menarik minuman dari tasnya.
Saat peserta lain dipanggil, para ibu sudah kayak jantungan dan gemetaran mereka benar-benar diluar kendali HAHHAHAHA.

Ibu Deok Sun bahkan minta satu gelas minuman itu yang ternyata adalah soju dan ibu Jung Hwan juga mengeluarkan sebotol dari kantong kakinya LOL.
Selagi menunggu giliran para ibu beneran parah, awalnya cuma minum satu gelas tapi seluruh botol beneran habis dan mereka bertiga mabuk berat HAHAHHAHAHAHAHA.
Bahkan saat giliran mereka dipanggil, ibu Deok Sun sudah tertidur di bangku tunggu, ibu Jung HWan pingsan saat menuju pintu dan ibu SUn Woo sudah tidur kembali ke rumahnya HAHHAHAHAHAHAHAHHAHAHAHAHHAHAHA.
PAra ibu-ibu ini bener-bener deh LOL.

Mengingat hal itu kembali, para ibu mulai tertawa geli HAHAHAHHA.
Ibu Jung Hwan kemudian mulai mendesah lagi mengatakan ia akan ke rumah sakit menemui suaminya untuk menggantikan pada ayah yang menjaga suaminya.
Ibu Deok Sun mengatakan bersyukur karena itu bukan operasi besar jadi sebentar lagi ayah bisa pulang.
ibu Jung Hwan berjalan gontai dan ibu Sun Woo menyemangatinya.

Para ayah di rumah sakit menonton siaran berita di TV tentang nilai saham yang naik.
Mereka terlibat pembicaraan panjang yang aku ga ngerti sebagian besarnya. TApi mereka membicarakan tentang saham. Ayah Taek bertanya-tanya apakah ia juga harus menanam investasi dengan uangnya, membeli beberapa saham. Tapi ia agak takut tentang hal itu. Ayah Jung Hwan kelihatannya menganggap itu hal yang baik dan punya prospek yang besar dimasa yang akan datang.
Ayah Deok Sun tampak menganalisis pembicaraan mengenai saham mereka dengan senyuman mengejek di wajahnya.
Ayah Jung HWan mengatakan temannya juga menyarankan padanya untuk menanam investasi pada beberapa saham seperti sebuah perusahaan elektronik dan ayah menyembutkan Samsung. Ayah Taek tampak tertarik dan bertanya berapa harganya dan ayah mengatakan sekitar 30ribu won. Ayah Taek cukup shock karena harga saham cukup mahal.

Ayah Deok Sun akhirnya mulai membicarakan analisisnya bahwa ia sama sekali tidak setuju dengan pembelian saham. Ia mulai menjelek-jelekkan investasi yang katanya bodoh lah ini lah itu lah dan akhirnya menyarankan ayah Taek untuk tetap menyimpan uangnya di bank saja HAHAHHAHAHAHAH.
Ia bahkan mengulanginya 3 kali meyakinkan ayah TAek harus menyimpan uangnya di bank LOL.
aku suka Papi Sung ini, setiap prediksi jeleknya akan menjadi kebalikan HAHAHAHAHA.

Setelah kencan di Banjul, Jung Bong Oppa mengantar Mi Ok pulang ke rumahnya. Disana mereka berdua membicarakan tentang kode rahasia panggilan telpon. Kodenya dua, entah itu setelah 2 kali menelpon atau deringan kedua, yang jelas kodenya 2 LOL.
Mi Ok khawatir ayahnya akan keluar dan melihat mereka jadi dia meminta Jung Bong untuk pulang. Sebelum itu Jung Bong mengingatkan tentang ulang tahun Mi Ok dan Mi Ok terkejut bagaimana Jung Bong Bisa tahu.
Jung Bong mulai menggombal dan mengatakan karena rasa cintanya pada Mi Ok, ia mulai bisa membaca pikiran Mi Ok HAHAHHAHAHAHA.
Mi Ok tersenyum malu mendengarnya, Mi Ok tersenyum menutup mulutnya dengan tangan.
Jung Bong melihatnya dan mengatakan kalau Mi Ok bisa tersenyum lepas, karena Mi Ok terlihat paling cantik saat tersenyum lepas (memperlihakan giginya, mungkin Mi Ok malu karena dia pake kawat gigi).

Mi Ok langsung mengembang dan tersenyum lebar, maniss sekali, dia kelihatan sangat bahagia. HAHHAHAHHAHA.
Jung Bong belum mau pulang dan mulai memperlihatkan teknik melipat jadi pada Mi Ok dan membuat Mi Ok hampir tertawa keras, tapi ia menutup mulutnya takut ketahuan ayah.
Jung Bong benar-benar bisa menarik perhatian wanita dan gombalannya manjur banged! OMG!
Keduanya tertawa di luar dan Mi Ok sekali-sekali melirik ke arah rumahnya, takut ayahnya keluar HAHHAHHHAH.

Dan tentu saja tidak ada yang namanya bisa membaca pikiran.
Jung Bong mendapatkan semua informasi itu dari Deok Sun yang mengatakan semua kesukaan Mi Ok termasuk warna kesukaan dan musim kesukaannya juga. Jung Bong mencatat semuanya.
Deok Sun juga mengatakan tanggal ulang tahun Mi Ok, yang sebentar lagi akan datang. JUng Bong tentu saja berencana untuk memberikan hadiah.
Deok Sun mengatakan Mi Ok tidak suka hadiah karena dia bisa membeli semuanya, ia lebih menyukai hadiah yang datang dari hati.
Jung Bong berfikir keras, hadiah dari hati.
Ia benar-benar kompetitif.

Jung Bong tak butuh waktu lama untuk memikirkan hadiah ulang tahun Mi Ok, kita bisa melihat dia duduk di meja belajarnya melakukan sesuatu (dengan baju HwanSunny, Ijo-kuning).
JUng Bong melipat kertas origami kecil dan membuat bangau kertas wowoowowowowowowowowowoowowow. Dan kita fokus pada bangau kertas yang baru jadi, wajha hijau.
Jung Hwan tiba-tiba masuk ke kamar Jung Bong dan Jung Bong dengan cepat menyembunyikan bangau kertas yang ia buat. Jung Hwan bertanya dia sedang apa dan Jung Bong mengatakan bukan apa-apa.
Jung Hwan langsung paham dan mengatakan kalau ia sudah tahu Jung Bong berkencan dengan teman Deok Sun.
Jung Bong terkejut, bagaimana kau bisa tahu? Apa Dorong Nyong memberitahumu? Tapi dia tidak tahu dengan siapa aku kencan?

Jung HWan masuk ke dalam kamar dan menutup pintu. Ia duduk di tempat tidur kakaknya dan mengatakan kalau Deok Sun yang memberitahunya, tapi ia juga kaget karena Dong Ryong juga tahu.
Jung Hwan bertanya bangau kertas itu untuk apa dan ia menebak tapi tebakan Jung Hwan salah dan Jung Hwan bertanya, apakah aku harus tahu?
JUng Bong mengatakan Jung Hwan tidak harus tahu itu untuk apa tapi dia akan menceritakannya. Jadi Jung Hwan mempersilakannya bercerita.
Jung Bong mulai mengatakan kalau ia ingin mmebuat 1000 bangau kertas yang akan bisa mengabulkan keinginan dan ia akan memberikannya saat ulang tahun Man Ok-sshi.
Jung Hwan protes kenapa kakaknya masih memanggil Mi Ok dengan -shi dan Jung Bong Oppa menjelaskan dengan malu-malu kalau mereka masih baru kenal dan ia ingin dekat perlahan-lahan, jadi ga mau memanggilnya dengan informal dulu. LOl.

Jung Hwan mengangguk dan mengkode kakaknya untuk melanjutkan cerita.
Jung Bong kembali melanjutkan kalau ia akan mengabulkan setiap keinginan Mi Ok dengan bangau kertas ini (mungkin maksudnya 1 bangau mewakili 1 keinginan). Jung Hwan bertanya, bagaimana jika keinginanya aneh?
Jung Bong mengatakan apapun itu ia akan berusaha mengabulkannya.
Jung HWan tersenyum mendengarnya dan memuji kakaknya yang romantis.

JunG Hwan menawarkan bantuan untuk ikut melipat bangau kertas dan mengambil satu kertas. Jung Bong melihat dan menatapnya, dan mengatakan kalau itu pesawat bukan bangau.HAHAHHAHAHA
Jung Hwan mengatakan kalau ia hanya bisa membuat origami pesawat HAHAHAHHAHAHAHA.
Jung Bong mengambilnya dan menggambar dua wajah di sayap pesawat kertas, JUng HWan bertanya itu siapa, Bong Oppa mengatakan itu Jung Hwan dan dirinya, keduanya tertawa.
Bong oppa mengatakan kalau ia tahu impian Jung Hwan adalah menjadi pilot dan Bong mengatakan sesuatu sepertinya ia ingin menjadi penumpang pertama saat JUng HWan menerbangkan pesawat.

JUng HWan menatap hyung-nya dan mengoreksi kalau impiannya adalah menjadi pilot pesawat tempur.
Hyung tampak sedih HAHHAAHHAAHAHHA.
(Pilot? apakah tebakan kita akan benar? But, aku ga setuju sama pilot pesawat tempur, kalo pilot oke lah, dan Deok Sun akan jadi pramugari KYAAAAAAAAAAAAAAA)

Malam itu ibu di rumah sakit, ia membersihkan badan ayah dengan handuk basah karena ayah ga akan bisa mandi beberapa waktu ini. Lucu banged pas ibu membersihkan hidung ayah HAHAHHAHAHA.
Ayah mendesah mengetahui kalau kontes menyanyi nasional akan dilaksanakan, padahal rencananya ia akan mendaftar bersama Deok Sun, tapi sekarang ia malah sakit pinggang begini.
ayah mengatakan tentang kegalauan hatinya pada ibu dan ibu mengatakan kalau mau Deok Sun juga bisa tampil sendiri. Kemudian ayah mengatakan ia punya permintaan, ibu menatap ayah dengan tajam dan berkata permintaannya tidak boleh tentang 'adik Jung Hwan'. HAHHAHAHHHAHAHHAHAHHAHA. Lama-lama kalau gini Jung HWan bisa punya adek juga LOL.
Ayah mengatakan permintaannya adalah agar ibu mengikuti kontes menyanyi itu. Ibu menolak meski sepertinya ia juga ingin, jadi ayah terus berusaha merayunya agar mau ikut. Ya, karena ibu juga ada niat jadi ga lama untuk meyakinkannya. Ibu kelihatan memang ingin ikut, jadi dia diam-diam excited.

Sun Woo dan Bo Ra sedang telponan karena mereka tidak bisa sering ketemu.
Sun Woo mengkhawatirkan Bo Ra karena kelihatannya dia sangat sibuk dengan persiapan ujian. Bo Ra mengajaknya bertemu di hari jumat untuk kencan, tapi Sun Woo mengatakan Bo Ra tak perlu memaksakan diri kalau ia sangat sibuk, mereka tak perlu bertemu dulu untuk beberapa waktu.
TApi Bo Ra memaksa karena ia akan meluangkan waktu hari itu. Sun Woo tentu saja senang mendengarnya.
Hanya saja setelah menutup telpon, Sun Woo kelihatan memikirkan sesuatu dengan wajah sedih. Ia menghela nafas.

Orang tua Deok Sun mengumumkan mengenai persiapan ujian Bo Ra saat makan malam dan Deok Sun serta No Eul terkejut. No Eul bertanya apakah kakaknya akan jadi jaksa. Ibu senang dan berkata Bo Ra bisa jadi, jaksa, hakim atau pengacara setelah lulus nanti. Ia mengatakan itu adalah impian Bo Ra.
No Eul kagum pada kakaknya dan mengatakan kalau ia pasti akan merindukannya. Bo Ra tersenyum dan menepuknya.
Sementara itu Deok Sun sibuk kesenangan sendiri karena artinya Bo Ra akan belajar diluar selama waktu ini dan kamar itu akan menjadi miliknya sendiri. Bo Ra agak kesal dengan reaksi Deok Sun dan ayah mulai mengomeli Deok Sun mengatakan kalau nanti Deok Sun pasti akan merindukan kakaknya dan menangis sendirian.
Deok Sun percaya diri kalau hal itu tak akan terjadi HAHAHHAHAAHHA.

Kemudian Deok Sun melihat kemeja baru ayah dan mengatakan kalau sepertinya itu kekecilan. Bo Ra melihatnya.
Kita melihat kalau kemejanya benar-benar kekecilan , HAHAHHAAHAAH.
Menjaga perasaan Bo Ra, ayah mengatakan kalau kemejanya sangat pas dan tidak kekecilan, tapi saat ayah membusungkan dadanya, kancingnya lepas HAHHAHAHHAHAHAHA.
Ibu mencari-cari kancing yang lepas dan Bo Ra yang malu keluar untuk sikat gigi. Ayah kesal sekali dan akan memukul Deok Sun.

Bo Ra sikat gigi di luar dan mendengarkan pembicaraan ayah dan ibu serta adiknya. Deok Sun dan No Eul sepertinya ingin ikut les juga tapi ayah dan ibu tidak punya uang untuk membiayainya karena sudah terpakai untuk biaya les Bo Ra yang akan ikut ujian. Deok Sun mengeluh karena semua temannya juga ikut les.
Bo Ra yang mendengarnya merasa bersalah dan ia berfikir keras. Ia menghela nafas.

Keluarga Choi juga makan dan ayah bertanya apakah tidurnya nyenyak akhir-akhir ini. Taek yang kelihatan masih kelelahan mengatakan kalau ia tidur dengan baik.
Taek kemudian bertanya apakah ayah yang memasak semua makanan di meja dan ayah mengatakan itu dari Ibu Sun Woo. Taek mengkhawatirkan ibu SUn Woo yang terus memasak untuk mereka padahal ibu juga pasti sibuk. Ayah mengatakan karena itu ia selalu bersyukur karena ibu Sun Woo mau membagikan makanan pada mereka.
Mereka mulai makan saat ayah sepertinya akan mengatakan sesuatu pada Taek, Taek bertanya kenapa dan ayah mengurungkan niatnya untuk membicarakan hal itu sekarang.

Saat makan siang di sekolah anak laki-laki, 3 serangkai + Michael makan bareng.
Mereka heboh membicarakan sesuatu. Dong Ryong mengingatkan Jung Hwan dan Sun Woo mengenai rencana mereka. Jung Hwan hampir menusuk Dong Ryong dengan sumpit dan mengatakan hanya kali ini saja.
MIchael bertanya mereka mau kemana dan Dong ryong tersenyum licik mengatakan nama tempatnya dan Michael langsung tahu kalau mereka akan menonton kompetisi dance disana.
Micahel jadi bersemangat dan mulai nge-dance aneh di kelas, ia menunjukkan gaya ini dan itu membuat yang lain tertawa. Lalu kita melihat kilatan di mata Dong Ryong yang mengatakan dance kali ini berbeda, mereka akan menonton hip hop dance.
Jung Hwan kesal sekali melihat ekpsresi Dong Ryong dan memukulnya HAHAHHAHAHA.

3 serangkai tiba di bar tempat kompetisi dilakukan. Dong ryong sangat bersemangat mengenai kompetisi ini dan kelihatannya Jung Hwan dan SUn Woo juga tidak malas mengikutinya.
Dong Ryong yakin kalau ia akan dapat tempat pertama dalam kompetisi ini karena dia adalah Park Nam Jung-nya Ssammundong.
Kompetisi di mulai, terdengar suara riuh dan ketiganya segera berlari ke dalam.

Kita tidak bisa melihat kompetisinya, tapi kita melihat selesai kompetisi, 3 serangkai keluar dengan Dong Ryong yang kelihatan tidak bersemangat dan badannya sakit-sakit semua.
Jung HWan dan Sun Woo tampak tertawa, sepertinya mereka menikmati menonton kompetisi dance itu.
Mereka bahkan membicarakan 2 kontestan yang sangat bagus, Hyun Jin Young dan Park Jin Young HAHAHHAHAHAAHHAHAHHAHHA.
Mereka penasaran apakah keduanya berasal dari luar negeri karena gaya dance mereka sangat bagus.
Dong Ryong kesal melihat keduanya tidak peduli padanya dan ia meninggalkan mereka untuk pergi ke kamar Taek.
Jung Hwan dan Sun Woo mengikutinya sambil tertawa.

Deok Sun ada di kelasnya, menatap angket masa depan yang harus ia isi dengan nama perguruan tinggi yang ingin dimasukinya.
Ia melihat Ja hyun yang sibuk mengepang rambut teman sebangkunya yang tidur. DEok Sun bertanya apa impian Ja Hyun dan dengan cepat Ja Hyun mengatakan kalau ia ingin menjadi penata rambut. Ja Hyun kelihatan menikmati hal itu dan Deok Sun mendesah karena Ja Hyun bahkan bisa mengatakan impiannya dengan mudah.
Deok Sun menatap Song hee dan bertanya apa impian Song hee. Song Hee mengatakan angket itu untuk pilihan universitas bukan tentang impian. Deok Sun kesal dan berkata kalau dia juga tahu hal itu, dia cuma ingin bertanya saja.

Deok Sun mendesah dan menatap keluar jendela.
Ia belum menemukan apa yang ia inginkan.
(Hmmm, what about find out your crush dream and follow him like KOTOKO HAHAHAHHAHHAAHA. Dongdamiji, mianhae)

Di kamar Taek, anak laki-laki berkumpul menonton TV dengan kaki dibawah selimut dan mereka bersandar di lemari buku.
Jung Hwan datang belakangan karena dia harus beli cemilan dan melemparkan kepada mereka, kita bisa melihat kalau Taek kaget HAHAHAHAHHAHA.
Mereka menonton Dirty Dancing dan Dong Ryong kelihatan menyukainya. Ia mengatakan seandainya mereka dulu menonton ini sebelum Top Gun, maka pasti JUng Hwan pasti ingin menjadi penari, bukannya pilot pesawat tempur.
Jung Hwan membantah dan mengatakan kalau sejak dulu ia memang ingin jadi pilot pesawat tempur.

Sun Woo tertawa, ia mengingatkan saat SMP Jung Hwan adalah fans Maradonna dan sejak itu impiannya menjadi pemain sepak bola.
Taek juga mengatakan kalau JUng Hwan pernah ngefans pada M. Jordan dan ingin menjadi pemain basket.
Jung Hwan bertanya-tanya, apakah aku dulu begitu?

Dong Ryong mengatakan kalau impiannya adalah menjadi terkenal dan ada di halaman depan surat kabar. Dia berencana untuk menjadi lebih terkenal dari Taek.
Taek kemudian bertanya apa impian Sun Woo. Sun Woo mengatakan ia akan masuk sekolah kedokteran. Jung Hwan bertanya kenapa dia mau menjadi dokter, apakah dia ikut-ikutan Michael?
Sun Woo tersenyum dan mengatakan itu keinginan ibunya. Sun Woo mengatakan kalau dia juga tidak tahu ingin menjadi apa dan juga tak punya keinginan menjadi sesuatu yang khusus. HAl ini membuat Dong ryong tertawa, bagaimana bisa seseorang tidak memiliki impian.
Dong ryong yang sejak kemarin garuk-garuk bokong terus mengomeli mereka dan mengatakan kalau tiba-tiba dia merindukan Deok Sun, ia dengan lucu memanggil nama Deok Sun, Deok Sun kau dimana? kau mendengarku?

Para ayah masih di rumah sakit dan menonton berita tentang pertandingan baseball di TV yang menyebutkan tentang tim Haitai dan Binggeure HAHHAAHAHHAHHA.
Ayah Jung Hwan yang sakit pinggang masih mau saja minum bir bareng mereka LOL.
Ia memang tidak bisa menggerakkan badannya dengan baik, jadi hanya kepalanya yang bergerak ke kanan dan kekiri.
Pembicaraan para ayah ini cukup panjang dan aku ga ngerti LOL. Tapi kayaknya mereka membuat taruhan siapa yang akan menang di pertandingan musim ini.

Sementara itu para ibu sedang melakukan sesuatu pada rumput laut dimana ibu Jung Hwan tampak sedang menari dengan sangat bersemangat WOWWOWWOOWO. Mami Mi Ran!!
Tentu saja ibu sedang latihan gerakan tariannya untuk kontes menyanyi yang akan datang. Ibu menemukan ritme-nya dan ibu Jung Hwan serta ibu Sun Woo tak bisa menahan tawa melihatnya. Mereka yakin ibu Jung Hwan akan mendapat juara pertama di kontes nanti.
Ibu Sun Woo khawatir kaset akan rusak karena mereka terlalu sering memutarnya dan ibu Jung HWan juga mengkhawatirkan hal yang sama saat Jung Bong keluar dari kamarnya, mematikan pemutar kaset dan mengambil kasetnya, membawanya ke dekat lemari es.

Ibu khawatir dan mengingatkan anaknya kalau itu bukan makanan HAHHHAHAHHAHAHA.
Jung Bong meletakkan kaset dalam freezer dan mengatakan setelah 15 menit, maka kasetnya akan seperti baru lagi.
Jung Bong mengambil roti, margarin dan sendok kemudian masuk ke dalam kamarnya lagi.
Para ibu memujinya yang pintar sementara ibu Jung HWan mendesah kahwatir akan anaknya yang satu itu. LOL.

Sementara itu Jung Bong terlihat masih berkutat dengan bangau kertasnya dan ia sudah membuat buanyaaaaaaak sekali.
Ia mencoba untuk tidak tertidur dan tetap terjaga meski matanya udah sangat mengantuk.
Ia makan roti, margarin dan gula sebagai cemilannya. YA ampuuuuuuuuun, awas diabetes Bong Oppa~
Bong sangat bersemangat tentang bagau kertas ini.

Anak laki-laki masih di kamar Taek menonton TV dan tiba-tiba Dong ryong menjadi bersemangat menari dan menari di depan TV membuat yang lain tidak bisa menonton dengan baik LOL.
Dong Ryong melihat jam dinding dan sepertinya sudah larut malam, jadi ia mengambil tas-nya diikuti Sun Woo dan Jung Hwan yang juga akan pulang. Jung HWan kelihatan menjatuhkan sesuatu di kamar Taek dan ia tak menyadarinya.
Taek kelihatan sedih karena teman-temannya pulang meninggalkannya sendirian.

Ketiganya keluar dari pagar rumah Taek dan bertemu Deok Sun disana. Deok Sun terkejut melihat mereka keluar dari rumah Taek dan langsung tahu mereka melewatkan kelas malam. Dong Ryong memberi kode agar dia merahasiakannya tapi Deok Sun berteriak memanggil ibunya.
Dong Ryong dengan cepat menutup mulut Deok Sun tapi Deok Sun menggigit tangannya HAHHAHAHHAHAHA.
Dong Ryong berteriak kesakitan hampir menyumpah dan mengatakan kalau Deok Sun bukan manusia tapi anjing yang menggigit LOL.
Deok Sun menatapnya dengan tajam. Yang lain kembali ke rumah masing-masing sementara Dong Ryong masih sempatnya mengambil kue ikan yang dibawa Deok Sun satu sebelum ia pulang Hihihihi.

Deok Sun mengetuk kamar Taek dan masuk ke dalam saat Taek mengeluarkan video dari TV-nya. Deok Sun curiga mereka menonton film dewasa lagi dan Taek mengatakan tidak. Deok Sun mengambil video di tangan Taek dan membaca judulnya untuk memastikan HAHAHHAHAAHHA.
Ia bertanya tentang pertandingan Taek besok dan Taek mengatakan ia akan berangkat besok. Deok Sun mengingatkan tentang janji mereka, jangan sampai Taek lupa. Taek tersenyum dan mengatakan ia akan menelpon.
Deok Sun meletakkan kue ikan yang ia belikan dan akan pergi, kemudian ia memastikan guru dan Ajusshi akan ikut besok dan Taek membenarkan, ia minta Deok Sun jangan khawatir.

Deok Sun akan benar-benar pergi saat Taek memanggilnya dan menyerahkan sebuah dompet pada Deok Sun.
Taek mengatakan Jung HWan meninggalkan dompetnya di kamarnya dan meminta Deok Sun mengembalikan.
Deok Sun mengerti.

Kita tidak bisa melihat Deok Sun mengembalikan secara langsung pada Jung Hwan.
Kita hanya mendengar suara Deok Sun yang memanggil Jung Hwan dan memberikan dompetnya, kemudian Jung Hwan mengatakan terima kasih.
Tapi setelah itu kita melihat Jung HWan sudah duduk di tempat tidurnya, berfikir keras.
Ia menatap dompetnya di meja dan memainkan mulutnya, ia terlihat khawatir akan sesuatu.
Ia menatap ke atas dan mendesah.
WOW. Kira-kira apa yang ada di dalam?
Kalau dompet sih, kalau ga uang ya kartu, kalau enggak? Apa hayooo, aku udah bisa nebak sejak semalam LOL

Ja Hyun dan Deok Sun sedang main sesuatu saat Mi Ok masuk ke kelas membawa sesuatu.
Ia membagikan vitamin yang dibelikan ayahnya untuknya, karena ia punya sangat banyak di rumah. Ja Hyun dan Deok Sun kagum karena itu vitamin mahal.
Mi Ok mendesah mengenai ayahnya yang sangat mengharapkannya masuk universitas dan Deok Sun mengatakan ia tak bisa membayangkan apa yang akan ayah Mi Ok lakukan jika Mi Ok tidak bisa masuk ke perguruan tinggi.
Ja Hyun menyinggung peringkat Mi Ok yang ternyata jauh lebih rendah dari Deok Sun LOL.
Mi Ok mengatakan ia akan meminta ayahnya menyewakan guru les di hari ulang tahunnya. Ja Hyun mengatakan kalau itu tidak akan membantu dan Mi Ok marah seperti akan memukulnya HAHHAHAAHAH.

Bel berbunyi dan Mi Ok kembali ke kelasnya. Deok Sun mengecek pelajaran selanjutnya dan ia excited karena itu kelas musik. Tapi tiba-tiba yang masuk adalah wali kelas mereka. Ja Hyun mengingatkan kalau sekarang pelajarannya adalah musik dan wali kelas tersenyum.
Ia mengambil kapur tulis dan menuliskan di papan tulis kalau sekarang saatnya belajar sendiri. Para siswa mendesah kecewa. Guru wali kelas mengatakan kalau mulai sekarang, pelajaran musik dan seni lainnya akan diganti dengan jam belajar sendiri. Karena mereka kelas 3 tentu saja mereka harus belajar.
Para siswa termasuk Deok Sun dan Ja Hyun tidak puas dan mengeluh. Guru mengatakan mungkin sekarang ini terasa sulit dan tidak menyenangkan, tapi jika dewasa nanti kalian mengingat masa-masa ini kalian akan menyadari betapa hebatnya hari-hari seperti ini.
Guru mendesah, bagaimana kalian bisa tahu sekarang, betapa besarnya pengaruh hari-hari seperti ini?

Guru meninggalkan mereka dan beberapa siswa ada yang membuka buku dan beberapa lagi sibuk mengobrol dan bermain.
Ketua kelas mengingatkan mereka untuk tenang dan belajar. Deok Sun sendiri memasang earphone-nya dan mendengarkan musik. Ia bertopang bagu melihat ke luar jendela. Ia menghela nafas.

Waktu berlalu, anak-anak mulai bosan dan ada yang mewarnai kuku, Ja Hyun dan temannya bermain sesuatu sementara Deok Sun kelihatan berusaha memahami apa yang ia baca.
Di kelas anak laki-laki, mereka juga belajar sendiri. Dong Ryong tampak tidur dan MIchael mengerjainya dengan membangunkan Dong Ryong dan menaruh sepatu baunya di hidung Dong Ryong LOL.

Jung Hwan tampak mencoba berkonsentrasi belajar tapi ia tidak bisa. Ia melirik pesawat kertas warna biru yang digambar hyung dengan wajah mereka.
Jung Hwan mengambilnya dan menatapnya, ia kelihatan akan menerbangkannya tapi ia tak mampu, ia mengurungkan niatnya dan meletakkannya di sudut.
Ia mulai berkonsentrasi lagi tapi tida bisa dan Dong Ryong mengintip yang ia pelajari. Dong Ryong bahkan tidak tahu itu pelajaran apa HAHAHAHHAHAHAH.
JUng HWan kesal melihatnya ngomong terus dan menyuruhnya tidur lagi LOL.

No Eul ada di kelasnya bermain taruhan dengan temannya dan ia kalah.
Bel berbunyi dan No Eul baru ingat dia lupa membawa recorder-nya / seruling LOL
Teman sebangkunya menyombongkan kalau ia tidak lupa LOL.
No Eul berbaris bersama teman-teman yang tidak membawa alat musik dan bersiap untuk dipukul bokongnya.
Sebelum giliran No Eul, tongkat guru patah. Sebagai gantinya ia meminta No Eul menyanyi di depan kelas. No Eul menolak dan minta dipukul saja tapi guru mengatakan tangannya sakit HAHHAHAHAHA.
Teman-teman excited dan mulai bersorak menyuruhnya menyanyi. No Eul benar-benar tidak ingin menyanyi dan ia ketakutan. Tapi ia tidak bisa kabur lagi dan bersiap untuk menyanyi setakut apapun dia.

Ayah menyiapkan makanan saat ibu Sun Woo masuk mengantarkan bubur abalon yang baru ia masak.
Ia bertanya apakah Taek sudah berangkat dan ayah mengatakan Taek masih bersiap dikamarnya.
Ayah berterimakasih pada ibu karena Taek biasanya sulit makan sebelum berangkat ke pertandingan tapi sepertinya kali ini ia akan makan karena ada bubur abalon.
Ayah mengajak ibu makan bersama mereka dan mengajak Jin Joo juga. Tapi ibu menolak dan pergi.

Taek dan ayah makan malam bersama. Taek kelihatannya suka bubur abalon, karena dia biasanya ga makan banyak.
Ayah menatap puteranya dan sepertinya ia ingin mengatakan sesuatu lagi. Ia memanggil nama Taek dan mengatakan kalau ia ingin menyampaikan sesuatu.
Taek tersenyum dan mengingatkan ayahnya kalau ia bukan anak-anak lagi, jadi ayah bisa bicara.

Ayah mencari kata-kata yang tepat dan akhirnya mulai bicara, Taek a, ayah juga ingin memiliki teman disisi ayah seperti dirimu.
Taek mengedipkan matanya, ia belum mengerti.
Ayah mencoba bicara sebaik mungkin agar Taek mengerti dan mengatakan kalau ia dan ibu Sun Woo berteman baik dan ia ingin selama sisa hidupnya memiliki Ibu Sun Woo untuk diajak bicara dengannya.
Taek menunjukkan kalau ia mengerti maksud ayahnya sekarang. Ayah mengatakan lagi kalau Taek tidak suka maka ia tidak akan berteman dengan ibu Sun Woo lagi. Ayah mengatakan ia tidak suka kalau TAek merasa terbebani.
Dan ayah terus mengatakan ini dan itu untuk menjelaskan situasinya.

Taek mendengarkan dan Taek terlihat sedikit tersenyum melihat ayahnya.
TAek meletakkan sendoknya dan menunduk. Dengan suara bergetar dan hampir menangis, Taek berkata, Ayah. Aku suka ayah makan dengan nasi hangat saat aku tidak disini.
Ayah juga hampir menangis. Taek tersu tersenyum dan berkata lagi, Ini adalah hidup ayah. Aku akan bahagia jika ayah bahagia. Aku baik-baik saja asalkan ayah bahagia.
Ayah tahu bagaimana sulitnya ia mengatakan hal itu dan ia tahu bagaimana Taek menahan air matanya, jadi ayah tidak ingin memperpanjang lagi dan menyuruh Taek untuk makan lagi.
Keduanya makan malam dengan senyuma diwajah mereka.

Keesokan harinya, Deok Sun terlambat kesekolah dan bertemu dengan Dong Ryong yang menjahilinya seperti biasa. Mereka naik bus yang sama, Deok Sun menguap karena mengantuk.
Dong Ryong mengambil sebatang cokelat dan Deok Sun meminta tapi Dong ryong menolak dan Deok Sun kesal berkata ia juga ga mau memakannya. Dong ryong tersenyum dan memberikan separuh padanya. Deok Sun senang.
Dong Ryong bergumam tentang pertandingan Taek dan ia bertanya apa yang Deok Sun lakukan besok. Deok Sun mengatakan ia akan bertemu dengan Taek.
Dong ryong tersenyum nakal, sebaiknya Taek harus menang hari ini.
Deok Sun menatapnya dengan berkerut menyuruhnya jangan selalu mengatakan hal itu, karena Taek tidak selalu harus menang.
(YEAH! Dalam hal cinta juga LOL).

Dong ryong mengatakan kalau Taek selalu menang bukan karena ia pintar bermain baduk, tapi karena ia kompetitif.
Dong ryong mulai menceritakan anlisisnya tentang Taek dan Deok Sun mendengarkan. Dong ryong mengatakan ada satu orang lagi di kompleks mereka yang seperti itu dan Deok Sun bisa langsung menebak kalau itu adalah Jung Bong Oppa.
Dong Ryong mengingatkan Deok Sun kalau Bong oppa pernah terobsesi dengan sebuah game dan menjadi pencetak gol terbanyak, tapi keesokan harinya seseorang mengalahkannya dengan mudah dan Bong oppa sampai mengintai siapa yang mengalahkannya dan ternyata itu TAEK AHHAHAHAHAHHAHAAHAH.

Kita melihat kilas balik Bong oppa bermain game di tempat game biasa dan ia puas karena ia mencetak rekor.
Tapi besoknya seseorang dengan inisial CT mengalahkannya HAHHAHAHAH. Bong Oppa kelihatan tidak percaya dan dia frustasi LOL.
Jadi dia mengintai sejak hari itu dan akhirnya ia melihat kalau CT adalah Taek HAHAHHHAHAHAHA. Bong Oppa ga bisa berkata apa-apa.
Taek main game dengan WOW, fokusnya luar biasa LOL.

Dong ryong mengatakan kalau hari itu adalah hari pertandingan baduk Taek juga dan bisa-bisanya dia bermain game disaat seperti itu. Deok Sun menyumpah dan Dong ryong terkejut, kau menyumpahiku?
Deok Sun mengatakan Choi Taek dan Dong ryong setuju, Taek memang michin sekki.
Dong ryong mengatakan kalau Taek lebih suka mati dari pada berada di tempat kedua.
Dong Ryong mengatakan kalau Taek pasti akan menang dalam pertandingan ini, karena ia punya tujuan.

Kita mengintip pertandingan Taek di Cina, seperti biasa, dia menunjukkan wajah serius begitu keluar dari lift, dan berjalan tanpa ekpsresi menuju ruangan pertandingan dimana para reporter memotretnya.



2 comments:

  1. lebih suka mati daripada ada ditempat ke dua???
    waduh waduh ..... !!!!
    baru baca aku...

    ReplyDelete
  2. jung hwan love u. cool,keren tapi sayang ngalah mulu hiks hiks

    ReplyDelete

 

Random Post

Clover Blossoms Fanpage

In My Radar

Watching :
- We Married as A Job
- Jimi ni Sugoi!
- Weightlifting Fairy
- Goblin
- The Legend of The Blue Sea
- Father I'll Take Care of You
- Beppin-san
- Gochisousan

Waiting Drama:
- Miss in Kiss

Waiting Movies:
- One Week Friends
- Your Lie in April
- Aozora Yell
- Itakiss Movie

Favorite Song This Time :
- Red Cheek Puberty - Galaxy
- Ben - Foggy Road
- Twice - Next Page
- Utada Hikaru - Hanataba wo Kimini
- LYn - Love Story