[Sinopsis] Reply 1988 Episode 13 ~ Part 2


-----------------------------------------------------------------------------

Sinopsis Answer Me 1988 Episode 13 - Part 2

Para ibu sedang berkumpul di rumah Jung Hwan membersihkan tauge saat ibu Deok Sun terus saja mendesah.
Ibu Jung Hwan mengatakan kalau semuanya akan baik-baik saja dan jangan terlau khawatir. Ibu Sun woo juga mengatakan hal yang sama.
Ibu bertanya kapan hasilnya keluar dan ibu Deok Sun menjawab sabtu ini. Ia merasa hatinya penuh dengan kekhawatiran.
Ibu Deok Sun hanya mencoba tersenyum dan bertanya pada mereka kalau semuanya akan baik-baik saja kan?
Para ibu menjawab tentu saja. Ibu Deok Sun tersenyum meski ia terus mendesah.

Ayah pulang kerja malam itu dan melihat istrinya keluar dari rumah Jung Hwan.
Wajah ibu masih menunjukkan ke khawatiran dan ayah bertanya kenapa ibu main ke atas malam-malam begini.
Ibu Jung Hwan mengatakan ia khawatir ibu Deok Sun menghabiskan waktu sendirian di rumah, makanya dia mengajak minum kopi.
Ayah berterima kasih karena ibu Jung Hwan begitu perhatian dan ayah mengatakan pada ibu untuk tidak khawatir lagi, karena dia bersumpah kalau ia tidak kahwatir sedikitpun karena ia yakin semuanya baik-baik saja.
Ayah Jung HWan keluar dari kamar mandi setelah mengganti lampu rusak dan mulai melakukan lelucon AIGOOO KIM SAJANG dan ayah Deok Sun kali ini mau melakukannya meski agak canggung.
Ayah Jung Hwan hampir keceplosan mengenai pertemuannya dan ayah Deok Sun semalam, ayah Deok Sun langsung memotongnya dan memberi kode agar tidak mengatakan apa-apa.

Ibu Deok Sun merasa lelah dan ingin kembali ke rumah. Ibu Jung Hwan bertanya lagi pada ayah tentang pemeriksaan itu karena ia kahwatir.
Ayah melihat ibu masih di tangga dan ayah lagi-lagi mengeraskan suaranya mengatakan kalau ia sama sekali tidak khawatir karena semuanya baik-baik saja. Karena dokter mengatakan banyak orang yang melakukan pemeriksaan dan ternyata tidak terjadi apa-apa.
Ayah mengatakan hal itu sambil memberi kode pada ibu Jung HWan dan akhirnya ibu hanya mengangguk saja.
Kita bisa melihat kalau ayah sebenarnya sangat khawatir tapi didepan ibu, ia ingin menunjukkan kalau ia kuat dan tidak khawatir sama sekali.
Ibu yang mendengarnya mencoba untuk tersenyum.

Hari sabtu, Taek akan berangkat hari ini untuk pertandingannya.
Ayah menyiapkan sarapan untuk Taek saat ibu Sun Woo datang mengantarkan bubur labu untuk Taek.
Ibu sedang menyetrika seragam sekolah Jung Hwan di kamar saat Jung Hwan membuka pintu permisi ke rumah belajar (JUng HWan aaaaa I miss you~)
JUng Hwan mengatakan kalau sekolah libur dan ibu tak perlu menyetrika seragamnya, tapi ibu mengatakan ia mau menyetrikanya. Kemudian ibu menanyakan tentang pertandingan Taek dan Taek akan berangkat ke Jepang hari ini. Jung Hwan membenarkan dan ia menambahkan kalau pertandingan ini penting karena Taek belum pernah memenangkan pertandingan ini sebelumnya.

Ibu menyadari kalau setrikaan ga panas-panas dan mengeceknya dengan tangannya. Ternyata benar. Lalu ia memanggil suaminya.
Ayah Jung Hwan masuk dengan leluconnya dan ia senang karena ada yang bisa ia lakukan untuk ibu.
Ibu mengatakan kalau setrikaannya rusak dan ayah melihat sepertinya ada masalah dengan kabelnya.
Ia meminta ibu mencabut. Ayah bersemangat sekali dan ibu memperlihatkan wajah tidak percaya kalau ayah bisa memperbaikinya LOL.

TAek sudah berkemas dan akan keluar saat ayah memintanya mencatat nama hotel dan nomor kontak hotel dimana ia akan menginap, karena ayah mengatakan siapa tahu dia butuh sesuatu. Taek mengerti dan mengambil kartu nama hotel dalam lemarinya yang digembok. WOW.
Ayah mencatatkan pada secarik kertas di meja makan dan Taek mengembalikan diary + kartu namanya ke dalam lemari yang digembok itu.
Ayah mengantarkan Taek ke luar dimana guru-nya sudah menunggu disana. Mereka akan pergi saat Taek melihat Deok Sun yang baru pulang dari kedai dan permisi sebentar.

Deok Sun yang sedang makan es krim dan membawa belanjaan bicara berdua dengan Taek. Taek bertanya padanya apakah dia tidak kedinginan makan es krim di musim dingin seperti ini dan Deok Sun menjawab sama sekali tidak dingin.
Deok Sun balik bertanya apakah Taek tidak kedinginan sambil melihat resleting jaket Taek yang terbuka, dan Taek dengan imut menjawab sedikit.
Deok Sun mengeluh aigooo dan memasangkan resleting baju Taek.
Deok Sun kemudian meminta Taek membelikannya hadiah dan Taek bertanya apa yang dia inginkan.
Deok Sun mengatakan ia hanya bercanda, toh Taek pasti akan lupa nanti.

Taek terlihat cemberut dan mengatakan kali ini ia benar-benar akan membelikannya.
Deok Sun tersenyum lebar dan ia meminta sesuatu dari kompetisi, seperti souvenir gratis dari kompetisi.
Taek mengerti. Ia membelai kepala Deok Sun dan akan pergi, tapi kemudian ia menghentikan langkahnya dan bertanya, Apakah tidak apa-apa kalau aku kalah?
Deok Sun tersenyum pada Taek dan mengangguk. Taek tersenyum dan pergi.

Ayah Deok Sun membelikan ayam untuk ibu karena ibu ga selera makan.
Ayah terus membujuk ibu agar mau makan sesuatu karena sepanjang hari ibu belum makan apa-apa. Ayah bahkan mengambilkan paha ayam untuk ibu.
Ibu mengkhawatirkan anak-anak dan ayah berkata mereka bisa mengurus makan mereka sendiri.
Ibu khawatir karena belum ada telpon dari rumah sakit. Ayah lagi-lagi memintanya jangan khawatir dan meminta ibu percaya padanya semuanya akan baik-baik saja.
Ibu setengah tersenyum dan mengatakan tak ada gunanya percaya pada ayah karena dia bukan dokter LOL.

Ayah Jung Hwan masih memperbaiki setrikaan dengan memotong colokannya.
Ibu masuk untuk menanyakan apakah sudah selesai atau belum dan ia shock melihat ayah memotong colokannya.
Ayah tertawa dan mengatakan ia akan segera memperbaikinya. Ibu menatapnya curiga, ia tidak percaya LOL.
Ayah menyuruhnya duduk dan nonton TV sementara ia memperbaiki setrikaan.

Jung Bong, No Eul, Deok Sun dan Dong Ryong main monopoli di kamar Taek. Jung Bong pemimpin tim dan membagikan uang kertas pada mereka. No Eul khawatir karena dia tidak tahu cara main monopoli dan Jung Bong mengatakan ia akan mengajarkan No Eul.
Permainan dimulai dengan menegangkan dan penjelasan Jung Bong. DAn lucunya, No Eul yang tidak pandai bermain selalu mendapatkan angka dadu yang tepat dan membuatnya beruntung. Bahkan Deok Sun dan Dong Ryong protes padanya yang katanya ga bisa main.
No Eul juga mendapatkan kartu kesempatan terbaik, pergi ke mana saja. HAHAHHHAHAAHA. Deok Sun beneran kesal karena No Eul sangat beruntung.
Jung Bong mengatakan kalau ia paling suka kartu itu.

Bo Ra dan Sun Woo pulang sambil gandengan tangan dan tiba-tiba Bo Ra melepaskannya karena sudah dekat kompleks rumah mereka. IA mengatakan pada Sun Woo kalau pertemuan mereka sampai disini saja, karena ia ingin cepat pulang.
Sun Woo bertanya apakah terjadi sesuatu di rumah dan Bo Ra mengatakan kalau ia hanya ingin belajar malam ini. IA segera meninggalkan Sun Woo yang belum sempat bertanya lebih lanjut.

Ibu kelihatan sangat lelah dan dia tidur berselimut lagi saat Bo Ra kembali.
Ibu akan menyiapkan makan malam tapi Bo Ra mengatakan kalau mereka pesan makanan saja karena ia ingin makan jjangmyeon.
Ayah setuju dan mengatakan sudah lama ga makan jjangmyeon, No Eul dan Deok Sun pasti senang.
Ibu mengerti dan ia tidur lagi. Bo Ra memberi kode pada ayah apakah sudah ada telpon dari rumah sakit dan ayah menggeleng, ia menyuruh Bo Ra masuk dan jangan khawatir.

Ayah Jung Hwan masih sibuk dengan setrikaan dan ibu masuk lagi untuk mengecek lalu terdiam shock melihat ayah memotong kabel berkali-kali sampai tinggal sangaaaaaat pendek HAHAHAHAHHAHHAHA.
Ibu menahan amarahnya dan meminta setrikaan itu. Ayah terdiam, menjatuhkan tang ditangannya dan memberikan setrikaan pada ibu. Ibu menatap setrikaan dengan tali pendek dan kemudian mulai memukul ayah HAHAHHAHA.
Aku takut ibu memukul pake setrikaan LOL. Ayah meminta maaf HAHHHAHAHAAHHAHA.

Anak-anak pulang ke rumah masing-masing setelah bermain monopoli. Di luar gerbang rumah Taek, Jung Bong memanggil Deok Sun dan menanyakan tentang apa yang disukai Mi Ok, ia ingin memberikan hadiah padanya.
Deok Sun mengatakan Mi Ok tidak butuh apa-apa karena dia sangat kaya. Jung Bong berkerut, ia bertanya misalnya bunga atau cake, tapi Deok Sun mengatakan MI Ok tidak terlalu menyukainya.
Deok Sun mengatakan, untuk saat ini, satu-satunya yang diinginkan Mi Ok adalah keluar dari rumah sakit. Ia dan Ja Hyun bahkan terlalu takut kesana karena ayahnya sangat menyeramkan.
Jung Bong berfikir, ia melihat ke dalam rumah Taek dan masuk lagi kesana.

Ayah Taek memperbaiki VCD rumah keluarga Sun Woo dengan baik dimana Jin Joo bersama boneka kecilnya melihatnya.
Saat ayah akan pulang, Jin Joo menempel padanya dan tidak mau melepaskan ayah Taek.
IBu tersenyum melihat puterinya dan mengajak ayah Taek makan malam bersama di rumah karena kalau tidak Jin Joo akan menangis minta ikut.
Ayah setuju.

Ketiganya sedang makan malam, dimana Jin Joo duduk di pangkuan ayah dan saat ibu akan membuka rumput laut, ayah Taek membantunya tepat saat Sun Woo masuk dan terkejut melihat keduanya seperti pegangan tangan.
Ibu mencoba bersikap biasa dan mengajak Sun Woo masuk dan makan. Ayah Taek menjelaskan kalau ia disana untuk memperbaiki VCD sehingga Jin Joo bisa menonton kartun kesukaannya.
Sun Woo mencoba tersenyum dan bertanya apakah Jin Joo sangat menyukai ajusshi dan Jin Joo mengangguk.
Ibu meninggalkan mereka bertiga saat ia mengambilkan nasi untuk Sun Woo, suasana ketiganya jadi canggung gitu.
Ibu kembali dengan makanan untuk Sun Woo dan ia mulai bergumam apakah ibu Deok Sun sudah menerima telpon atau belum.

Deok Sun dan No Eul menyelesaikan jjangmyeon mereka dengan cepat dan keduanya mau main ke lantai atas. No Eul bilang dia mau main ke kamarnya Jung Bong dan Deok Sun bilang dia mau ketemu Jung Hwan (kalo aku ga salah dengar, delulu mode on karena ga ada scene JH x DS T__T).
Ibu tak selera makan dan meletakkan sumpitnya. Bo Ra bertanya apakah ibu tidak makan lagi. Ibu mengatakan ia tak selera dan Bo Ra juga melakukan hal yang sama.
Ayah bertanya kenapa dia juga ga ikut makan. Bo Ra mendesah mengatakan ia tidak terlalu suka jjangmyeon.

Ibu Jung Hwan dalam keadaan badmood dan ayah menambah badmood-nya karena ayah mencoba menghiburnya dengan menggoyangkan badan ibu, mengatakan kalau ia akan memperbaiki setrikaannya segera.
Ibu kesal dan berteriak padanya, SIAPA YANG MENGKHAWATIRKAN SETRIKAAN ITU!
Ayah jadi kaget, lalu kau kenapa?
Ibu mengatakan ia khawatir akan ibu Deok Sun karena hari ini harusnya rumah sakit menelpon tapi sampai jam segini belum ada  panggilan.
Ayah jadi terdiam dan keduanya menatap ke luar jendela.

Bo Ra, ayah dan ibu terlihat resah dan gelisah menunggu telpon.
Akhirnya telpon berdering dan semuanya terkejut, ibu perlahan mengangkat telpon dan semuanya was was.
Kita tidak mendengar pembicaraan mereka, hanya ibu yang mengatakan iya, benar, aku adalah IL Hwa, apakah hasilnya sudah keluar? Ya... Ya...
Tubuh ibu bergetar. Bo Ra dan ayah sangat khawatir.
Tapi kemudian suara ibu terdengar tertawa dan mengatakan kalau tidak terjadi apa-apa.
Ayah dan Bo Ra langsung lega mendengarnya.

Bo Ra mengambil sumpitnya lagi dan makan. Ibu akhirnya bisa tersenyum dan ayah mulai menyombongkan diri, Bukankah aku sudah bilang tidak akan terjadi apa-apa? Aku sudah mengatakan kalau aku sama sekali tidak khawatir tentang hal itu.
Bo Ra hanya tersenyum kecil mendengar celotehan ayahnya. Ayah terus mengatakan hal yang sama dan ibu tersenyum dan mengatakan kalau ia pikir ayah bohong padanya. TApi ternyata ayah beneran seorang pria karena berfikir positif.
Ayah ketawa-ketawa dan menyombongkan diri lagi.

Ayah dan Ibu Jung Hwan juga datang untuk memeriksa dan melihat ekspresi mereka ia sudah tahu kalau rumah sakit pasti sudah menelpon dan mengatakan tidak ada apa-apa.
Ibu mengangguk dan ayah senyam senyum. Ibu Jung Hwan mengatakan kalau ibu Deok Sun terlalu khawatir sehingga membuatnya ikut khawatir. Ibu juga menyinggung ayah pasti sangat lega.
Ayah lagi-lagi sombong dan mengatakan kalau ia sama sekali tidak khawatir tentang hal itu HAHAHHHAHAHA.

Untuk merayakan, ayah menawarkan minum-minum dan yang lain setuju. Ayah Jung Hwan berfikir dan mengatakan dari pada soju bagaimana kalau minuman keras ginseng yang disimpan ayah Deok Sun. Ayah terkejut.
Ibu cukup kaget karena ayah Jung Hwan tahu dan ibu mengatakan kalau ayah Deok Sun tidak akan mau meminumnya karena sudah berkali-kali ia juga ingin minum tapi ayah tidak mau memberikannya LOL.
Ayah Jung Hwan tidak menyerah dengan mudah, ia menemukan kelemahan ayah tentu saja akan menceritakan masalah minum2 mereka yang waktu itu dan ayah Deok Sun cepat memotong dan akhirnya setuju HAHAHHAAHHAHAHAHAAH.
Ayah ngomong setuju sambil mengkode akan memukul LOL.
Meski ia ketawa bersama mereka, tapi ia sangat kesal dibaliknya LOL. Minuman yang selama ini ia simpan.

Keluarga Sun Woo + Ayah Taek sedang makan cemilan sambil nonton TV.
Ibu Sun woo menceritakan tentang seseorang yang dirampok dan ditikam, ibu menceritakan dengan antusias dan membuat SUn Woo merinding.
Ibu bertanya pada ayah Taek apakah hal itu menakutkan baginya. Ayah Taek mengatakan kalau ia takut, tapi dengan ekspresi datar sambil mengunyah kerupuk. Ibu berkerut.
Ibu menceritakan lagi dan ayah menjawab dengan nada yang sama, ia bilang itu menakutkan tapi nadanya datar dan Sun Woo menahan tawa melihat reaksi ayah TAek LOL.

TIba-tiba pembicaraan mereka terhenti saat melihat siaran TV yang memberitakan ada pesawat jatuh, penerbangan dari Gimpo menuju Narita dimana daftar korban masih disusun tapi menurut laporan, kemungkinan Choi Taek ada di dalam pesawat tersebut.
Semuanya terdiam. Ibu Sun Woo sontak berdiri dan berteriak, bagaimana ini?! Bagaimana ini?!
Sun Woo juga berdiri dan bertanya apakah ayah sudah mendapat telpon dari Taek atau belum, dimana hotel tempat dia menginap.
Ayah masih membeku dan akhirnya ia bergerak dan mengatakan kalau tadi Taek meninggalkan nomor kontaknya dirumah.

Mereka bertiga berlari ke rumah Taek dan ayah terdiam diatas meja makan melihat kertas yang tadi ditulisnya basah terkena air dan tintanya lumer.
Ibu Sun Woo menyuruh Sun Woo menelpon pusat pelatihan baduk tapi kemudian Ayah Taek ingat kalau Taek menyimpan kartunya sebelum ia pergi tadi.

Ayah dan ibu Jung Hwan menatap sebuah teko dengan mata dibuka lebar-lebar dan ayah bergumam, ini kah minuman keras ginseng itu?
Ayah Jung Hwan marah, kau sedang bercanda hah?!
Ibu Jung Hwan menyipitkan matanya, ginsengnya mana?
Ayah Deok Sun menjelaskan dan menunjuk ginsengnya ada disana.
Lalu kita bisa melihat dalam teko raksasa itu hanya ada 1 ginseng, keciiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiil banged! Bahkan air nya masih bening LOL. Biasanya minuman ginseng ini warnanya agak kecoklatan HAHAHHAHAHAHAA.
Ayah dan ibu Jung Hwan kecewa berat LOl.

Tiba-tiba mereka mendengarkan berita mengenai jatuhnya pesawat yang ditumpangi Taek dan semuanya berlarian ke luar menuju rumah Taek.
Semua warga ada dan jelas kita tidak melihat JUNG HWAN DAN DEOK SUN!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! MEREKA KEMANA?! DATE?!

Ayah Dong ryong sudah ada di depan gerbang keluarga Taek dan mengatakan kalau semuanya baik-baik saja. Semuanya lega. Ayah Dong Ryong mengatakan ayah Taek sudah menelpon dan Taek tiba di penerbangan sebelumnya, jadi ia baik-baik saja. Ayah sedang menelponnya sekarang.
Yang lain bernafas lega dan ayah Dong ryong mengatakan ayah Taek berhati baja karena dia begitu tenang.
Semuanya pulang ke rumah masing-masing dan ayah Deok Sun dan ayah Jung Hwan menatap ke arah rumah Taek dan mengatakan kalau ayah Taek tidak normal, bagaimana dia bisa tidak panik dengan kejadian seperti ini.

Ayah Taek bicara di telpon dengan Taek dan seperti biasa ia mengingatkan Taek untuk makan dan juga membawa payung. Taek menjawab seperti biasa dengan senyuman.
Setelah menutup telpon, guru baduknya masuk dan ia memperlihatkan Taek ada dalam berita dimana kemungkinan ia meninggal. TAek terkejut. Guru mengatakan ada banyak orang dilantai 1 menanyakan apakah Taek baik-baik saja. Sebentar lagi berita akan diperbaharui.
Guru bertanya apakah Taek sudah bicara dengan ayahnya dan Taek mengatakan baru saja, Taek mengatakan kalau ayah tidak mengatakan apa-apa dan bahkan terdengar baik-baik saja.
Guru terkejut menatap Taek. Taek mengatakan kalau ayahnya bukan tipe panikan dan menghadapi semuanya dengan tenang.
Guru berkata, kau bercanda?! Aku belum pernah mendengar ayahmu panik seperti itu, ini pertama kalinya dan aku pikir aku akan tuli karena dia berteriak terlalu keras.
Taek terkejut.


Guru keluar setelah ajusshi memanggilnya.
Taek masih berdiri dalam bingung saat telpon berdering dan ia mengangkatnya, itu dari Sun Woo.
Sun Woo mengatakan ia lega mendengar suara Taek dan bertanya kenapa Taek tidak mengangkat telponnya lebih awal tadi.
Taek bingung dan bertanya kapan mereka menelpon.
Sun Woo mengatakan kalau ini pertama kalinya ia melihat ayah Taek semarah itu dan ayah menangis dan terlihat berantakan. Ia pikir ayah Taek adalah superman, dari mana kekuatan seperti itu muncul?
Taek masih bingung dan bertanya apa yang sebenarnya terjadi.

Flashback.
Setelah menemukan kertas berisi alamat Taek luntur karena air, ayah masuk ke kamar Taek dan menemukan laci Taek yang dikunci. Ia sangat panik dan tidak sempat memikirkan mencari hal yang lain, jadi ai berusaha membuka kunci dengan tangannya sendiri dan bahkan memukulnya sampai tangan ayah terluka.

ayah gemetaran dan menemukan buku catatan Taek dimana dia menyelipkan kartu nama. Sun Woo membantunya untuk menemukan kartu nama dan setelah mereka menemukan, mereka kembali ke ruang tengah untuk menelpon.
Sun Woo menelpon ke kamar hotel Taek, tapi tidak di angkat. Ayah panik dan marah, ia memukul meja dan kelihatan frustasi sekali. Ibu mencoba menenangkannya.

Mereka terus menelpon hingga akhirnya guru yang mengangkat telpon dan Sun woo bertanya apakah ini adalah kamar hotel Choi Taek.
Guru membenarkan dan saat ia bertanya dimana Taek, guru mengatakan kalau Taek sedang mandi. Sun Woo meyakinkan hal itu dan guru membenarkan.
Ayah merebut telpon dan berteriak, MANA TAEK?!!!! DIMANA TAEK SEKARANG?! APAKAH DIA ADA DI KAMAR HOTEL?! APAKAH DIA DI KAMAR HOTEL?!
Guru masih belum tahu apa yang terjadi, ia mengenali itu suara ayah Taek dan guru mengatakan kalau taek sedang mandi karena ia melihatnya masuk kamar mandi sebelumnya.

Mendengar hal itu ayah langsung lemas, ia terduduk dan tak bisa berkata apa-apa.
Sun Woo mengambil alih telpon dan saat itu lah guru baru mendengar kalau ada kecelakaan pesawat saat ajushi datang memanggilnya.
TAek keluar dari kamar mandi beberapa menit kemudian dan saat itu lah telpon berdering lagi dan TAek mengangkat telpon dan ayah bicara dengan nada biasa dan bertanya tentang kondisi TAek dan juga tentang cuaca disana.
Kita bisa melihat ayah Taek bicara di telpon dengan rambut acak-acakan dan ia berusaha bicara dengan nada biasa.

Dan setelah ia menutup telpon, ayah sangat lega dan menghembuskan nafas lega.
Ia melirik ke arah Sun Woo dan Ibunya yang tertawa geli melihat ayah Taek.
Ayah malu dan mulai merapikan rambutnya, seolah tidak ada yang terjadi.
Ia melihat luka di tangannya dan meniupnya, karena sakitnya baru terasa sekarang :')

Taek terduduk di kamarnya.
Ia teringat kata-kata SUn Woo yang menyuruhnya menjadi anak baik demi ayahnya. Sun Woo mengatakan Taek adalah segalanya bagi ayahnya. Ia menyuruh Taek tidur dan sebelum menutup telponnya, Sun woo mengatakan tidak apa-apa jika Taek kalah.
Taek terdiam, matanya berkaca-kaca, ia memikirkan tentang ayahnya.

Ayah Taek sedang menutup toko saat ayah Deok Sun dan ayah Jung Hwan datang dan mengajaknya minum soju bersama (LOL, mereka ga jadi minum minuman ginseng yang seiprit!).
Ketiganya minum di kedai pinggir jalan dan mereka memuji ayah Taek yang bersikap tenang pada situasi seperti itu. Mereka memuji ayah Taek yang sempurna dan selalu bersikap tenang sepanjang waktu.
Ayah Taek tentu saja menolak dan mengatakan dia tidak seperti itu.
Ayah Jung Hwan mengatakan ayah Taek adalah pria sejati, tidak seperti ayah Deok Sun yang semalam menangis.
ayah Deok Sun menatap ayah Jung Hwan dengan kesal dan ayah Jung Hwan mengatakan hanya ada mereka bertiga disana, apa salahnya dia cerita LOL.

Lalu kita kilas balik ke malam dimana kedua ayah minum bersama karena ayah Deok Sun galau tentang penyakit ibu Deok Sun.
Ayah Deok Sun menangis malam itu, ia sangat khawatir akan penyakit istrinya dan merasa kasihan karena istrinya punya suami sepertinya, mereka harus hidup miskin dan sekarang dia terkena penyakit.
Ayah menangis dan menangis dengan sedih malam itu.
Ia mengatakan kalau ia tak bisa hidup tanpa istrinya tapi lucunya, ia meyakinkan dirinya bahwa istrinya akan baik-baik saja tapi kemudian ia menangis lagi.
HAl itu terjadi berkali-kali, meyakinkan semua akan baik-baik saja dan kemudian ia menangis.
ayah Jung HWan hanya diam saja melihatnya HAHAHHAHAHAAHHA.

Kembali ke kedai, ayah Deok Sun kesal pada ayah Jung Hwan karena membocorkan rahasianya, lalu ia mulai mengejek ayah Jung Hwan yang tidak cukup jantan untuk memperbaiki setrikaan.
Ayah Jung Hwan terkejut dari mana ayah Deok Sun tahu, LOL.
Ayah Deok Sun mengatakan di kompleks mereka tidak ada yang namanya rahasia. HAHAHHAHAA.
Ayah Deok Sun mengatakan satu-satunya pria sejati disini adalah ayah Taek. dan mereka bertiga bersulang.
Kemudian mereka bertanya apakah ayah Taek sejak kecil begitu dan ayah Taek mulai mengatakan pepatah Lee Soon Shin. Ini dan itu.
Ayah Jung Hwan memuji ayah Taek dengan jempolnya.

Tiba-tiba seorang pengunjung ketakutan karena ada tikus disana dan ia berteriak.
Ayah Deok Sun dan ayah Jung Hwan mengomel karena mereka tajut tikus dan beberapa detik kemudian kita bisa melihat ayah TAek sudah naik di atas kursinya HAHAHHAAHHAHAHAHAHAHAHAHHAH. Ayah Taek takut tikus LOL.
Kedua ayah terkejut melihat ayah Taek yang kayak anak-anak dan berlari kesana kemari menghindari tikus, ia bahkan takut-takut kembali ke tempat duduknya karena tikus HAHAHHAAHHA.

Ayah mencoba mengembalikan sikap coolnya dan mengatakan kalau ia tidak takut tikus, tapi dulu ia pernah digigit sekali oleh tikus seukuran anjing (hah?) dan ia menjadi trauma.
Ayah Deok Sun menatap ayah Taek dengan curiga dan sengaja berteriak tikus lagi, ayah Taek otomatis melompat ke atas tempat duduknya HAHAHAHHAHAHAHHA. Kedua ayah merasa asyik menggoda ayah Taek LOL.
Ayah Taek masih belum menyerah dan mencoba menjelaskan lagi traumanya HAHHAHAHAHA.

Di tenda sebelah, kita bisa melihat Sun Woo dan Bo Ra mengintip ketiga ayah sambil tertawa.

"Ketika kami masih kecil, ada superman yang tinggal dirumah kami. Dia adalah seorang MacGyver yang tidak bisa mempernaiki apa-apa. Dia adalah Jjanga yang akan muncul dimana saja kami membutuhkannya dan menyelesaikan semua masalah. Dia adalah seorang pahlawan diantara pahlawan, yang tidak pernah menunjukkan kelemahannya. Bukan karena aku tidak mengetahuinya karena aku masih kecil, tetapi karena hal itu tidak pernah terungkap. Superman itu adalah manusia biasa juga."

Lalu kita bisa melihat ayah Taek memperbaiki kembali kunci laci lemari Taek dengan menggunakan palu dan tangan kanannya yang sakit.
DImana Jin Joo dan Ibu melihatnya dan bertepuk tangan karena ayah kuat.
Tapi setelah mereka pergi, ayah meringis kesakitan. Ia tak mau terlihat tak keren didepan mereka.

JUng Hwan di kamar mandi ketika hairdryer rusak dan ayah datang untuk memperbaikinya.
Dikamar, ayah bahkan tidak bisa membuka hairdryernya sama sekali. Ia menggunakan obeng, memukul dan mencongkel tapi tak terbuka.
Ibu melihatnya dna tak mau alat rusak lagi, ibu mengambil dan mengurung ayah dalam kamar HAHAHHAHA.

Keluarga Sung minus Bo Ra menonton film sedih dan semuanya menangis kecuali ayah yang terlihat tertawa mengejek mereka.
Tapi diam-diam ayah membaca novel sedih dan menangis sendirian di dapur HAHAHAHAHHAHAHA.

"Kami tidak tahu sebanyak apa sesuatu yang kotor, cantik, menyedihkan, menakutkan atau kesulitan yang dilalui ayah di masa lalu. DAn aku sekarang mulai menyadari, tak peduli betapa kotornya, cantik, sedih, menakutkan atau sulitnya sesuatu itu, alasan kenapa dia menanggungnya, itu adalah karena dia mempunyai seseorang untuk dilindungi. Dia memiliki keluarga. Dia memiliki aku. Karena di dunia ini, dia harus hidup dengan panggilan 'ayah', bukan yang lain."

Keesokan harinya, ayah Dong ryong menyapu jalan dan kita bisa melihat ada koran yang memberitakan kemenangan Taek.
Deok Sun melipat selimut di rumah saat No Eul datang dengan koran pagi dan memuji hebatnya Taek karena akhirnya dia menang. Ia mengatakan pada Deok Sun kalau hadiahnya sangat besar.
No Eul melihat ada vas di sebelah TV dan No Eul bertanya apa itu.
Deok Sun dengan kesal mengatakan kalau ia sangat kesal sekali karena ia minta dibelikan oleh-oleh dan Taek malah membelikannya vas jelek itu.
Deok Sun mengeluh dan mengeluh, mengatakan kalau Taek bodoh dan gila.

Ibu baru membuat kimchi dan berniat meletakkannya dalam vas itu, Deok Sun mengambilnya.
No Eul mengerutkan kening dan melihat dengan jelas di koran dan melihat vas itu lagi, ia berteriak menyuruh mereka menghentikan aktifitas.
No Eul memperlihatkan foto Taek di koran pada Deok Sun. Deok Sun melihatnya dengan berkerut. Beberapa detik kemudian ia menyadari sesuatu.
VAs itu adalah tropi kemenangan Taek. HAHAHAHHAHAHAHA. Dan ia memberikannya pada Deok Sun, WOOWOOWOWWO. Deok Sun terdiam berfikir.

Keluarga Kim sedang makan tanpa Jung Bong dan ayah bertanya kemana dia.
Jung Hwan mengatakan kalau pagi-pagi hyung dandan dan pergi ke suatu tempat. Ib bertanya kemana dan Jung Hwan tidak tahu, ia hanya menggeleng.

Rumah Sakit!
Jung Bong Oppa dandan ganteng bangeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeed!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Rapi, mengenakan kemeja dan jas, rambutnya belah samping, pokoknya kereeeeeeeeeen!!!
IA ada di ruang tunggu dan memegang amplop surat polkadot, ia menatap kamar 702, Jang Mi Ok.

Jung Bong berusaha meyakinkan dirinya untuk masuk. Ia bersiap dan menggerakkan mulutnya, mengambil keberanian dan kepercayaan diri, ia melangkah untuk masuk saat dokter keluar dari dalam dan menghancurkan keyakinannya. IA malah sibuk pura-pura membaca sesuatu didinding AHHAHAHAHA.
Jantung Jung Bong berdetak dengan cepat dan ia mengumpulkan keberanian lain untuk masuk tepat saat ada yang masuk juga dan ia jadi tidak percaya diri lagi.
Jung Bong beneran ga berani masuk dan terdiam diluar kamar inap Mi Ok, SAMPAI MALAM!!!!!!!!!!!!!!!!!!
JUng Bong hanya berani mengintip lewat kaca di pintu, tapi ia sama seklai tak bisa melihat wajah Mi Ok.
Dia beneran akan menyerah saat seorang perawat mendekatinya dan mengatakan akan memberikan surat Jung Bong pada Mi Ok.

Mi Ok menerima surat itu dari perawat dan perawat mengatakan kalau ia melihat pria itu berdiri sejak pagi diluar dan tidak berani masuk, jadi ia menawarkan diri menyampaikan surat dan perawat berjanji tidak akan mengatakan apapun pada ayah Mi Ok.
Mi Ok senang, ia membuka surat dari Jung Bong. Bukan Surat!
Di dalamnya hanya ada satu kartu, kartu bergambar kunci emas dan ternyata itu adalah kartu kesempatan permainan monopoli OMG!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Itu adalah kartu kesempatan perjalanan kemana saja.
Mi Ok tersenyum senang melihat kartu itu, ia sudah tahu apa maksdunya.
Mi Ok sangat gembira sampai lupa tangannya masih sakit HAHAHAHHAHAHA. Ia mencium amplop polkadot dari Jung Bong. Senyuman bahagianya terus muncul dan sepertinya ia tidak akan bisa tidur malam ini.

-The END-

Komentar:

KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAa!!!!!!!!!!!!!!
Jung Bong OPPPAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!
Meski kau begitu, terlihat agak aneh, tapi kau bisa memenangkan hati wanita dengan mudah dan aku suka itu!!!
Aku suka daripada menulis sebuah surat, dia memberikan kartu kesempatan pada Mi Ok dan menurutku itu kelihatan lebih romantis!!!
Aku suka Jung Hwan tapi kayaknya kalau tipe cowok kayak Jung Bong aku bakalan jatuh hati juga AAAAAAAAAAAAAAA~
Nggak dapet screen OTP, screen JUng Bong-Mi Ok oke lah.

aku baca beberapa komentar yang tidak menyukai banyaknya screentime Sun Woo dan Bo RA LOL.
Jujur aja, aku juga agak sedikit badmood screentime mereka cukup banyak dibanding OTP utama, padahal menurutku akhir pembicaraan mereka kesitu-situ aja. Aku gerah melihat mereka mesra-mesraan terus sementara aku sebagai #TeamJungHwan panas dingin karena screentime OTP sangat sedikit dan jangankan OTP, JUNG HWAN KEMANAAAAAAAAAAA?!!!
Aku hampir nangis pas spoiler episode 13, karena aku bisa menghitung kapan Jung Hwan ada di layar, yang paling lama scene awal, yang scene lainnya cuma beberapa detik aja T__________________T *nangis darah

Komentar netizen paling lucu, ibuk-ibuk kedai pinggir jalan punya screentime lebih banyak dari Jung Hwa n HAHHAHAHHAHAHAHA. Aku setuju banged.

 
Itu sebabnya aku tidak bisa mendukung Taek dalam cinta segitiga OTP kita, kenapa? Karena sampai episode ini aku tidak bisa merasakan hal romantis diantara perasaannya pada Deok Sun. Entah itu aku kurang peka atau gimana, tapi mungkin karena PD-nim membuat tindakan Taek seperti itu, jadi aku merasa kalau dia ga suka pada Deok Sun secara romantis. Beda dengan Chilbong, yang benar-benar menunjukkan bagaimana dia suka pada Na Jung secara romantis, tapi Taek, no, seperti yang aku bilang, mungkin dia suka Deok Sun dengan cara yang berbeda tapi ia lebih menyukai baduk dari pada Deok Sun.
aku ketawa ngakak melihat oleh-oleh dari Taek tapi aku shock juga saat tahu itu tropi kemenangannya HAHHAHAHAHAH.
Ini anak polos atau gimana ya? HAHAHHAHAHAHHAHAHA

Well, aku tahu ini adalah family drama. Sejak awal, PD-nim udah mengatakan kalau Reply 1988 adalah family drama, no husband hunting game!
Kalau dipikir-pikir bener juga sih, kita disuguhkan banyak cerita kekeluargaan dalam drama ini dan jujur aku suka kok, melihat bagaimana kehidupan orang tua dan interaksi orang tua dan anak mereka atau sesama orang tua juga. Hanya saja, karena ini termasuk drama remaja juga, tentu saja kita yang shiper ini gatal pengin liat OTP di layar kaca kan?!
MAkanya aku ga bisa bilang aku benci episode belakangan ini, hanya saja aku agak frustasi menontonnya. Kenapa?! Karena mereka melama-lamakan cerita! Bukan kisah para orang tua, melainkan drag plot dimana terlalu slow.
Hanya saja, setelah aku fikir lagi, benar juga, ini drama baru jaman 4 bulan (Novermber 1988 -Februari 1989), jadi wajah aja.
Selain itu aku rasa PD-nim dan SW-nim ingin memperlihatkan kita REAL kehidupan cinta itu seperti apa.

Maksudnya adalah, mereka ingin memperlihatkan sedekat mungkin kisah yang ada dalam kehidupan sehari-hari.
Jika kalian berteman sejak lahir dan saat 18 tahun kalian menyadari kalau kalian naksir salah sau teman masa kecil kalian, mungkin kalian memang akan bersikap seperti Jung Hwan.
Dalam kehidupan nyata, saat itu terjadi, kalian tidak akan mudah menyatakan cinta begitu saja, hanya bisa memberi kode. Saat kalian tahu teman kalian menyukai gadis yang sama, aku yakin kalian akan seperti Jung Hwan juga, ga mungkin ga kepikiran.
JAdi penulis ingin kita meresapi hubungan bagaimana kalau kita naksir sahabat, bagaimana kalau kita tahu teman dekat suka juga sama dia, bagaimana excitednya kita saat tahu ada yang suka sama kita, atau saat kita menyukai wanita yang lebih tua dan akhirnya bisa pacaran, atau ala ala romantis kayak jung Bong.
Hanya saja, INI ADALAH DRAMA!!!!!!!!!!!!!!!!!

Tentu saja kita pengin yang manis-manis aja HAHAHHAHAAHHA.
Melihat OTP yang menghilang entah kemana membuat kita ga semangat menonton lagi T__________T
Bahkan ada yang bilang pemeran utamanya siapa sih, kok ngilang tiga-tiganya LOL.
Aku ingat PD-nim bilang karena ketatnya jadwal syuting, mereka membagi 2 tim untuk syuting, jadi aku rasa dimulai dari episode ini. Mungkin Jung Hwan dan Deok Sun menghilang karena syuting adegan lain. BERDUAAAAAAA!! HAHAHAHAHAHHAHAHAHA. *ngarep.
BTW ngomongin menghilang, kira-kira saat adegan kecelakaan pesawat itu, Deok Sun dan JUng Hwan kemana ya? Aku yakin aku mendengar Deok Sun bilang dia mau ketemu Jung HWan. Hmmmmmmmmmmmmmmmmmm. MENCURIGAKAN!

Okey! Lets comment the scene!
Scene favorite aku di episode ini tentu saja adalah adegan awal yang penuh dengan kekecewaan.
Harapanku sangat tinggi akan konsernya Lee Moon See, sayangnya kita hanya diperlihatkan after concert, padahal kan asyik kalau ada before concert-nya juga. Misalnya Deok Sun dandan cantik, Jung Hwan nunggu depan rumah, naik bus bareng, makan bareng sebelum konser dan lain lain T____T
TApi Deok Sun beneran gadis yang akan melakukan segalanya demi skinsip dengan Jung Hwan. AKU SUKAAAAA!!!!
Dia pura-pura terluka cuma agar bisa pegangan tangan sama Jung HWan!
Ayo terus lakukan Deok Sun! Kalau perlu sengaja kissu atau sengaja dan sengaja melakukan ini itu HAHHAHAHAHAHHA.

Jung HWan ini kadang lucu. Dia cuek bebek ngeliat ada cowok yang deketin Deok Sun, tapi dalam hati dia cemburu berat. Sampai ngikutin ke toilet pula!
Dia kesal ada yang bilang Deok Sun cantik dan makin kesal karena ada yang bilang Deok Sun jelek. Sengaja pula nyenggol keduanya dan seolah-olah dia ga sengaja padahal jelas banged sengaja HAHAHAHAH.
Kalau dia bisa ngelakuin itu, harusnya udah, ambil jalan tengah aja, CONFESSSSSSSSSSS!!!!!!!!!
Jadi pengin nangis, karena penantian terlalu panjang untuk Tim Jung Hwan ini T_______T

Tema episode kali ini The Return Of Superman :)
Kalau kalian tahu Daehan MinGuk Manse, maka kalian tahu judul kali ini adalah nama variety show KBS tentang anak-anak kecil yang dirawat oleh ayah mereka XD
dan tentu saja, episode kali ini tentang para ayah. Awalnya aku penasaran kira-kira gimana dan tentang apa, karena preview episode 13 benar-benar sangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat menipu.
Ternyata cerita yang menghangatkan tentang para ayah.
Para ayah selalu berusaha terlihat sempurna dihadapan keluarga, karena ayah adalah tulang punggung, hal-hal sulit ayah yang akan melakukan dan mereka tidak akan memperlihatkan kelemahan mereka di depan anak-anak mereka.
Tapi ayah tetaplah manusia biasa, sekuat apapun dia, dia juga punya kelemahan.

Saat mereka memasukkan cerita kanker ke drama ini, aku udah tahu kalau semuanya akan baik-baik saja, tapi mereka pandai sekali menyuguhkan cerita yang akan membuat kita tersentuh.
Aku menyukai bagaimana ayah berteriak pada anak-anak untuk mengurus diri mereka sendiri karena orang tua tidak akan selalu ada untuk mereka.
Aku suka bagian Superman ayah TAek. Kita akhirnya bisa melihat sisi lain ayah Taek.
Ayah yang biasanya menghadapi sesuatu dengan tenang, tapi kalau sudah berhubungan dengan anak semata wayangnya, dia menjadi panikan dan WHOAAAAAA, aku ikut deg-degan saat adegan ayah panik dan memukulgembong dengan tangannya, juga saat ayah frustasi karena TAek tidak mengangkat telpon T____T
TApi aku malah ketawa ngakak pas ayah Taek naek ke atas kursi karena ada tikus HHAHAHAHHAHAHA. Mana dia sok cool pula LOL

Aku menyukai Bo Ra yang kelihatannya dewasa tapi juga dia masih terlikat kekanakan. Aku ga tau apa maksudnya tidak mau Sun Woo bicara banmal padanya, apakah takut Sun Woo nanti keceplosan atau gimana, tapi tetap saja Sun Woo pacarnya.
Memangnya mau sampai kapan mereka mau sembunyi-sembunyi? Memangnya kalau yang lain tahu kenapa? Takut kalau dia diejek dan semua orang tidak takut lagi padanya?
Apakah membuat semua orang takut dan hormat padamu itu menyenangkan?
Aku kesal sekali saat Bo Ra mengatakan pada temannya kalau Sun Woo hanya 'teman adiknya'. Wih, kalau aku aku bakalan marah berat.
Ini kasusnya mirip dengan Reply 1997 Hak Chan - Yoo Jung. Dan aku lebih menyukai sikap Yoo Jung yang tidak mudah memaafkan HAHAHAAHAAHAH. Biar yang salah mengerti kesalahannya donk.
Tapi Sun Woo ini cepet banged nunduknya, mungkin karena dia lebih muda dan karena dia lebih dulu suka Bo Ra?
Maybe~ Well, mungkin seperti itu lah sebuah hubungan.

DAn setelah ini Pd-NIm, SW-Nim, setelah minggu ini, apakah kita bisa fokus pada Love Line our OTP JUng Hwan - Deok Sun dan Taek?
Kami sudha terlalu lama menunggu dengan suguhan preview yang menipu seluruhnya.
JAngan sampai ayah Taek dan Mami Sun Woo duluan dari OTP-ku HAHHAHAHAHAHAHAH.
Dan episode 13 ini tidak selancar harapan aku, bahkan lebih buruk.
SAma dengan ujianku juga, ga bisa dibilang lancar juga T_________T Tapi syukuri aja :)

Oke, komentarnya sampai disini dulu. Please, JANGAN SPOILER di komentar ya :)
kalau mau spoiler episode 12 di postingan spoiler aja OKOK :)

Sinopsis by Hazuki Airin
Screencapture by Hazuki airin
Dont ask where I get subtitle, because I really watch RAW File, no sub!
Do NOT Share and Repost in Other Site!
Just put the link to this page with CREDITS!


15 comments:

  1. Next episode, lebih baik dinikmati ajadeh. Daripada terus menebak² buah manggis padahal isinya bukan manggis. Hahaha..

    Aaaaaand yap terlalu banyak scene BR SW. aaaaaand jujur itu harus aku skip. Hahaha..

    ReplyDelete
  2. mlai bsan nungguin drama reply krena tdk ad perkembangan sama skli hub jh and ds. knapa hub pemain lain cpat bangetttt giliran ds and jh lama banget jdi ga smnagat buat nnton....

    ReplyDelete
  3. Emang awalnya tertarik nonton reply88 ini karena gendre-nya family drama, malah ga ada ekspektasi tentang love line antar pemain. soalnya pas nonton repy94 dari awal pun udh ketebak siapa yg bakal jd suami pemeran utamanya, jd kurang greget. nah yg reply88 ini alurnya nyenengin banget tp kalo kita nontonnya bener-bener dinikmati bukan nuntut adegan yg kita mau, yaa walaupun bener yg dibilang airin pengennya kalo nonton pasti liat scene yang bahagianya sama adegan romance si pemeran utama haha. Dan karena tetep ada teka-teki siapa future husband si pemeran utama jadi buat semua penonton gemes ngikutin dramanya ^°^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah, sepakaattt!!!!
      Ikutin saja alurnya.
      Qt kecewa karena qt berharap begini begitu, sementara jalan pikiran sw-nim kan nda ky qt, yah walaupun sedkit banyak sw-nim paham lag maunya qt :D

      Taek daebak!!! Memberikan trophi kemenangan ke duksun, sama aj bilang klu duksun sama berarti nya dgn baduk.
      Makanya kan duksun diem tercenung pas tau klu guci itu trophi kemenangan.

      Delete
  4. Dari tadi malem bolak balik ke blog ini terus dan akhirnya voila, udah muncul alhamdulillah #berasaapaanaja, hehe
    Sebagai bagian dari tim JH-DS, agak kecewa sih momen OTPnya di episode ini dikiiit banget, dan bahkan screen time JH juga, tapi aku cukup seneng juga sih dengan episode ini. Karena episode ini berasa banget tema kekeluargaannya. Jika pernah di episode sebelumnya, temanya adalah ibu dan kali ini temanya adalah ayah. Dan menurut aku proporsinya cukup adil kok, dengan lebih banyak yang muncul para orangtua.
    Di episode ini juga terlihat, sisi lain dari beberapa pemain, dan aku suka. Salah satu hal yang membuat drama ini lebih baik dari R97 adalah SW-nim cukup membagi rata kisah para pemain pendukung lainnya, gak cuma OTP atau fokus di Sung's family aja.
    Setelah liat di 13 episode ini, untuk pertama kalinya aku suka banget dengan Taek karena dia memberikan tropi kemenangannya pada DS, itu menunjukkan bahwa DS penting buat dia. Sama halnya dengan baduk. Aku pikir gak ada hadiah yang lebih berarti dibandingkan itu. Dan JB oppa. Dia bener2 W-O-W banget. Dia bener2 nunjukkin kalo dia laki. Agak beda nih sama adiknya, walaupun aku cukup mengerti posisinya dia sih. Btw, ini kepanjangan banget komennya berasa yang bikin sinop aja. Hehe
    Terima kasih hazuki atas sinopnya ...
    Semoga di episode berikutnya (15-seterusnya), perkembangan love story OTP plus Taek akan semakin berwarna. Dan JH maupun Taek semakin menunjukkan taji mereka sebagai laki-laki dalam mengejar cinta DS ...

    ReplyDelete
  5. mengenai preview yg sungguh sangat menipu,
    bener banget,
    tapi udah pernah tertipu dipreview episode2 sbelumnya, tapi masih aja tertipu dgn preview yg akan datang....
    aku jadi ketawa sendiri.....

    ReplyDelete
  6. 30 episode ????!!!!!
    boleh juga saran hazuki,
    but, siap2 aja tambah frustasi kalo jalan ceritanya adem ayem kaya gini... HAHAHAHAHA

    ReplyDelete
  7. hahaha JH ga suka DS dibilang jelek juga ga suka dibilang cantik, maunya apa? apa yang tercantik diantara yang jelek? hahaha

    ReplyDelete
  8. Pengen tau reaksi DS kalau taek suka sama dia . Dia bakal bersikap gimana ya ? Apa masih kaya biasa atau gimana ? Soalnya kan pas DS tau kalau JH suka sama dia . DS langsung beda sikapnya kaya cari cari perhatian gtu . Karena dia enggak tau kalau temen masa kecilnya yang satu lagi juga suka sama dia . Tp udh mau berapa episode lagi . Jadi enggak tau mau di bawa kemana ini jalan ceritanya . Huhhh bikin penasaran aja..

    ReplyDelete
  9. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  10. ehhhh ada yang nyadar gak kalo gembok laci taek it warnah hijau loh.. tapi karena dibuka paksa oleh ayahnya taek untuk ngambil kartu jadi gemboknya diganti warna itam deh waktu dibenerin... apa ini kode atau apa???

    aduuuhhhhhh kalo pergerakan drama ini kayak bgini mending di tambah 4 episode lagi dehh daripada endingnya dibikin maksa... #sebenarnyaaakuudahmintatambahepisodesamaPd-nimviaTvnYoutube

    ReplyDelete
  11. gimana kalo 50 episode aja kek drama sebelah? 😂
    sekarang tiap weekend nambah satu lagi hobby, bolak-balik soompi dan blognya hazuki.
    hazuki, hwaiting! 💞

    ReplyDelete
  12. kecewaaaa junghwan deoksun seupil doang! mana previewnya nipu banget pdhl dah bikin pikiran bolakbalek ga karuan seminggu ternyata -__- mungkin pemeran utamanya emang bora-sunwoo kalik ya :'( *ratapan hati team junghwan yg frustasi

    ReplyDelete
  13. Jung Bong oppa ternyata lebih gerak cepat ketimbang Jung Hwan ya hahaha Baru beberapa episode aja Jung Bong oppa udah kisseu aja sama Mi Ok.
    Sedikit rada frustasi di episode ini Jung Hwan Duksoonnya sedikit banget, tapi adanya skinship yang dilakuin sama Duksoon udah cukuplaah. Meskipun masih kuraaaaaang -,-
    Mulai dari episode 13 udah nggak muncul lagi Duksoon dan suaminya masa depan. PD-nim sama SW-nimnya kaya mau ngejelasin kalau drama reply 1988 drama keluarga bukan drama husband hunter.
    Makasih sinopsisnya 😊😊😊

    ReplyDelete

 

Random Post

Clover Blossoms Fanpage

In My Radar

Watching :
- We Married as A Job
- Jimi ni Sugoi!
- Weightlifting Fairy
- Goblin
- The Legend of The Blue Sea
- Father I'll Take Care of You
- Beppin-san
- Gochisousan

Waiting Drama:
- Miss in Kiss

Waiting Movies:
- One Week Friends
- Your Lie in April
- Aozora Yell
- Itakiss Movie

Favorite Song This Time :
- Red Cheek Puberty - Galaxy
- Ben - Foggy Road
- Twice - Next Page
- Utada Hikaru - Hanataba wo Kimini
- LYn - Love Story