[Sinopsis] Reply 1988 Episode 13 ~ Part 1


Episode yang SANGAAAAAAAAAAAT membuat frustasi.
Kenapa? Karena scene Jung Hwan dan Deok Sun cuma ada SATU dan Jung Hwan cuma muncul seiprit! T__________T
I know, this drama is a family drama but, I want their love line also have a progress.
Reply 1988 ini Reply yang PAAAAAAALING SLOOOOWWWWWW~
Aku sampai kehilangan semangat untuk mengikuti kisah cintanya kalau gini.
Beda ceritanya kalau ini 30 episode. Hello, tinggal 7 episode lagi lho~


SONG OF THE DAYS
Kim Su Ji - Violet Fragnance (Reply 1988 OST Original Ver.) [ download ]


Sinopsis Answer Me 1988 Episode 13

Deok Sun dan Jung Hwan terlihat bersama pulang dari konser Lee Moon See. Deok Sun kembali memanggil Jung Hwan dengan kim Jong Pal. LOL.
Deok Sun kelihatan excited tapi Jung Hwan biasa saja dan menyuruhnya cepat karena mereka harus mengejar bus berikutnya. Deok Sun kelihatan agak BETE karena Jung Hwan hanya merespon seperti itu.
Tiba-tiba ada yang memanggil nama Deok Sun dan Deok Sun menoleh ke belakang.
Seorang pria berlari mendekatinya. Deok Sun terkejut dan mengenali pria itu sebagai teman SMP-nya.
Pria itu ga basa-basi dan malah mengatakan kalau Deok Sun makin cantik. Deok Sun tersenyum mendengarnya, ia melirik Jung Hwan yang berdiri agak jauh darinya dan mengatakan, aaniyaaaaaaaa, kau ini bicara apa sih...
Tapi Deok Sun beneran senang mendengarnya sementara Jung Hwan dengan wajah cuek bebek melihatnya LOL.

Pria itu menyinggung Deok Sun dengan mengatakan kalau dulu ia sering menelpon Deok Sun dan Deok Sun membenarkan. Ia bertanya apakah nomor telpon Deok Sun sudah berubah dan apakah ia bisa menelponnya mulai dari sekarang.
Deok Sun melihat ke arah Jung Hwan. Jung Hwan masih dingin sedingin es berdiri seolah ia tak peduli.
Deok Sun mengangguk pada pria itu.
Pria itu tersenyum manis, kemudian dia dipanggil oleh temannya yang lain dan harus meninggalkan Deok Sun. Ia melambaikan tangan dan mengatakan kalau ia akan menelpon.
Deok Sun tersenyum dan melambai balik.

Deok Sun berlari mendekati Jung Hwan dengan wajah sumringah dan bertanya apakah Jung Hwan mengingat siapa pria itu, teman SMP mereka. Jung HWan mengatakan ia tidak kenal.
Deok Sun menceritakan bagaimana anak itu naksir berat padanya waktu SMP dan begini dan begitu, bahkan sekarang ia sepertinya masih ada rasa karena memanggilnya cantik.
Jung Hwan gak mood, lebih tepatnya terlihat kalau dia ga peduli dan malah menguap mendengar cerita Deok Sun. Ia mulai bicara agak cuek pada Deok Sun membuat Deok Sun cemberut.
Jung Hwan kemudian meninggalkan Deok Sun dan menyuruhnya menunggu disana karena ia akan ke toilet.


JUng Hwan masuk ke toilet yang sama dengan pria tadi dan temannya.
Pria itu dan temannya pipis sementara Jung HWan cuci tangan. Jung Hwan mendengarkan percakapan mereka. Pria itu mengaakan kalau Deok Sun adalah cinta pertamanya dan dia sangat cantik sekarang. TApi temannya ragu karena menurutnya Deok Sun tidak cantik. Pria itu mengatakan kalau Deok Sun sangat imut.
Jung Hwan sakit leher mendengar keduanya apalagi saat pria itu sepertinya benar-benar tertarik pada Deok Sun.
Jung HWan menyelesaikan cuci tangannya dan meninggalkan keduanya dengan sengaja menyenggol/menyikut teman si pria itu dan juga si pria itu HAHAHAHAHHAHAHA. Balasan Jung Hwan kah itu? LOL.

Jung Hwan kembali ke tempat Deok Sun menunggu dan menatapnya dengan kesal, ia mendesah.
Deok Sun memegangi pergelangan kakinya yang sakit dan terkilir sambil meringis. Jung Hwan bingung kenapa Deok Sun bisa terkilir di tempat yang lapang seperti taman itu, karena ga mungkin ada yang terkilir berjalan disana.
Deok Sun kesal dengan reaksi Jung Hwan dan mengatakan kalau ia juga ke toilet tadi dan ia terkilir disana.
Jung Hwan mendesah lagi. Deok Sun meringis dan meringis lagi, ia mengatakan kakinya sangat sakit dan sepertinya ia tidak akan bisa jalan kalau begini.
Jung HWan menatapnya dengan khawatir dan mendesah lagi.

Jung Hwan menatap Deok Sun dan mendesah lagi, akhirnya ia menawarkan tangannya. Deok Sun tersenyum melihat hal itu, ia sangat excited tapi menahan senyumannya. Ia meraih tangan Jung Hwan dan Jung Hwan membantunya berdiri.
Jung Hwan masih mendesah dan mendesah, Deok Sun berjalan terpincang dengan wajah bahagianya karena bisa menyentuh Jung Hwan. KYAAAAAAAAa!! Our lady is so precious!

Jung Hwan tidak bisa lama-lama menatap wajah Deok Sun, ia terus mengomeli Deok Sun dan mengatakan kalau ia tidak bisa hidup dengan baik karena Deok Sun dan Deok Sun tersenyum bahagia mendengarnya. JUng Hwan malah bingung kenapa Deok Sun tertawa.
Deok Sun terus berjalan terpincang sambil meringis dan Jung Hwan membantunya mengatakan cara jalan yang benar agar Deok Sun tidak kesakitan dan Deok Sun menikmati skinsip-nya malam itu dengan memeluk lengan Jung Hwan meski Jung HWan terus mengomel.

Jung HWan dan Deok Sun menunggu bus di tempat pemberhentian Bus dan Deok Sun mengatakan kalau mereka sudah sangat terlambat, ada baiknya mereka menelpon ke rumah.
Jung Hwan setuju dan ia berjalan ke telpon umum.
Deok Sun masih duduk disana makan cokelat saat ia akan membuang sesuatu tapi tempat sampah terlalu jauh jika ia mencoba melempar sampahnya.
IA melihat ke arah Jung Hwan dan setelah memastikan Jung Hwan cukup jauh dan tak akan melihatnya, ia berdiri dan berjalan dengan baik menuju tempat sampah.
Ia duduk kembali dan bahkan menghentakkan kakinya. HAHHHAHAHAHAHAHAHAH.
Kaki Deok Sun baik-baik saja, ia cuma pura-pura agar bisa lebih dekat dengan Jung HWan. Ternyataaaaaaaaaa!!!!

Deok Sun dan No Eul menonton TV malam hari dan Deok Sun kelihatan bahagia melihat iklan Chae Si Ra di TV.
No Eul menyuruhnya cepat tidur karena ia mengantuk. Tapi Deok Sun mengatakan sekarang ia kelas 3, jadi ia harus rajin belajar.
No Eul cemberut dan mengatakan, kalau begitu matikan TV-nya.
Deok Sun tidak peduli dan bertanya pada No Eul siapa yang lebih cantik, Chae Si Ra atau dirinya.
No Eul bertanya balik siapa yang lebih tampan, Tom Cruise atau dirinya.
Deok Sun menggoyangkan kakinya malas menjawab, tapi kemudian ia mengatakan kalau ia memilih No Eul. TApi No Eul malah mengatakan kalau ia memilih Chae Si RA. HAHHAAHAHAH.
No Eul memasukkan wajahnya ke dalam selimut tandanya ia mau tidur. Deok Sun menatapnya dengan kesal.

Deok Sun mencoba untuk belajar malam itu, ia terlihat sangat serius, namun rasa kantuk mengalahkan keinginannya dan ia tertidur sambil tengkurap.
Berbeda dengan Bo Ra unni yang belajar dengan serius di meja belajarnya.


Jin Joo asyik dengan mainan barunya dikamar ibu, ibu sudah menyiapkan selimut untuk tidur.
Sun Woo masuk dan mengajak Jin Joo tidur bareng dengannya. Awalnya ibu mengatakan kalau Jin Joo sedang sibuk dan Sun Woo merayu Jin Joo kecil dengan sesuatu, jadi Jin Joo akhirnya memilih tidur di kamar Oppa.
Ibu kelihatan iri sekali HAHHAHHAHAHHA.

Episode 13 : The Return Of Superman

Masih di bulan Februari 1989, Dong ryong dan ayahnya menyapu jalan kompleks perumahan mereka.
Dong ryong bicara formal dengan ayah yang ia ragu memanggilnya ayah atau guru HAHAHHAHAHAH.
Dia bicara kayak di camp militer. Kayaknya sih Dong Ryong mau bilang kalau sudah jam segini, dia hanya anak sekolah dan dia harus belajar untuk ujiannya (?). Setelah ayah menjawab dengan bahasa formal juga, ayah akhirnya menyuruhnya masuk HAHHAHAHAH.

Keluarga Sung sedang sarapan sambil menonton TV dimana ada acara kuis disana. Ayah melirik Deok Sun dan memanggilnya tapi ibu dan No Eul mengingatkan ayah untuk memanggilnya Soo Yeon LOL. Soo Yeon belum berakhir HHAHHAAHAH.
Ayah mengatakan kalau ia punya permintaan pada Deok Sun dan Deok Sun tersenyum manis mengatakan kalau ia akan mengabulkannya.
Ayah mengatakan ia ingin Deok Sun ikut acara kuis seperti di TV itu, ga perlu menang, asal bisa ikut saja itu sudah membuatnya senang.
Deok Sun menatap ayahnya dan minta maaf karena ia tidak bisa mengabulkan keinginan ayahnya HAHHAHAHHAHA. Bo Ra yang lagi makan tersedak karena menahan tawa. Ia memberikan jempolnya dan mengatakan itu keputusan yang bagus.

Ibu kemudian mengatakan pada Bo Ra jangan begitu dan memintanya Deok Sun untuk belajar karena sebentar lagi akan UN.
Deok Sun menolak dan mengatakan ia akan belajar sendirian di rumah belajar. Bo Ra mengingatkan kalau rumah belajar tutup hari ini dan menyuruh Deok Sun belajar di rumah Taek aja.
Deok Sun mengatakan Taek sibuk, dia ada pertandingan penting dan tidak boleh diganggu. ayah kemudian ingat bahwa pertandingan Taek kali ini memang sangat penting dan kalau ia menang maka Taek akan menjadi juara Grand Slam (?).
Ayah menyuruh Deok Sun jangan mengganggu Taek dan meninggalkannya tapi Deok Sun mengatakan ia lebih tahu tentang Taek dari pada ayah.

Sun Woo diminta ibunya mengatarkan makanan ke rumah Taek dan begitu tiba disana, ia terkejut melihat Deok Sun ada di ruang tamu. BELAJAR.
Deok Sun mengatakan diantara semua rumah, rumah Taek yang paling tenang, makanya ia belajar disana HAHAHHAHAH. Tapi betul juga sih.
Ayah Taek datang dan Sun woo memberikan makanannya. Ayah mengatakan kalau ia nanti akan ke rumah Sun woo memperbaiki keran air dan meminta Sun woo mengatakan pada ibunya. Sun Woo masih kelihatan ga nyaman dengan ayah Taek.
Ayah Taek bertanya apakah Deok Sun sudah makan dan mengajaknya makan bersamanya. Deok Sun mengatakan ia sudah makan, tapi ia bisa makan untuk kedua kalinya HAHAHHAHAHAHAHA. senyumannya itu lho.
Saat Sun Woo akan pergi, Deok Sun mengingatkan Sun Woo untuk tidak main ke kamar Taek dalam beberapa hari ini karena Taek sedang sibuk latihan untuk pertandingan penting. Sun Woo mengerti.

Deok Sun sarapan lagi bersama ayah Taek dan ayah kelihatannya khawatir dengan Taek yang ga mau makan sejak semalam karena sibuk latihan.
Ayah ingin menyuruh Deok Sun untuk meyakinkan Taek agar makan tapi Deok Sun menolak karena ia tidak mau mengganggu Taek sebelum pertandingan, ia takut nanti Taek akan gagal. Tapi ayah memasang mata memohon dan akhirnya Deok Sun permisi ke kamar Taek, ayah tersenyum.

Tepat saat itu, Dong Ryong datang membawa mainan baru-nya dan ia akan ke kamar Taek tapi Deok Sun menghentikannya dan menyuruhnya jangan berisik.
Deok Sun mengingatkan Taek ada pertandingan penting dan mereka tidak boleh mengganggunya, Deok Sun menyuruhnya pulang.
Tapi Dong ryong membuat alasan lagi, ia bilang dia akan diam saja dan ga akan ribut. TApi Deok Sun tetap menahannya. Dong ryong beneran ga mau pulang HAHAHHAHAHA, dia masih mencoba kabur untuk masuk ke kamar Taek tapi Deok Sun menahannya dengan gesit dan akhirnya ia menyerah sambil mengomel-ngomel HAHHAHAHAHA.
Deok Sun tersenyum melihatnya.

Deok Sun mengetuk pintu kamar Taek dengan hati-hati. Tidak ada jawaban. Ia mengetuk lagi dan akhirnya Taek bersuara, menyuruhnya masuk.
Deok Sun membuka pintu dengan hati-hati dan melihat Taek dimeja baduknya. Saat ia mulai bicara, Taek kelihatan lemas banged, kepalanya pusing dan ia memegang kepalanya.
Deok Sun mendekatinya dan mengajaknya makan tapi Taek tidak mau, katanya dia minum kopi saja.
Deok Sun bertanya apakah Taek makan siang kemarin dan Taek menggeleng, dia bertanya lagi apakah Taek makan malam kemarin dan Taek menggeleng lagi. Deok Sun kemudian mengatakan kalau begitu Taek harus sarapan sekarang dengan mereka.
Taek tersenyum dan akhirnya setuju untuk sarapan. Deok Sun tersenyum dan mengajaknya keluar. Taek berterima kasih dan membelai kepala Deok Sun.

Ayah Deok Sun dan ayah Jung Hwan sedang main baduk di rumah Jung Hwan sambil melihat TV.
ayah Deok Sun mengomentari TV saat ayah Jung Hwan mencoba berbuat curang dengan memasukkan 2 batu baduk ke meja permainan tapi ayah Deok Sun meliriknya dan mengetahuinya.
Ayah Deok Sun mulai menasehati ayah Jung Hwan yang curang dan bertanya apakah ayah jung Hwan tidak merasa malu pada Taek sebagai pemain baduk profesional di kompleks mereka. Tentu saja mereka harus bermain adil untuk menghormatinya.
Ayah JUng Hwan cuma terdiam saat ayah Deok Sun melempar batu baduk yang ditambah ayah JUng HWan tadi dengan jarinya.
Kemudian ayah bertanya kenapa rumah sepi sekali, dan ayah mengatakan kalau Jung Hwan sibuk belajar dan Jung Bong bahkan belum keluar dari kamarnya hari ini. Ayah sangat senang akhirnya Jung bong mulai belajar serius.

Jung Bong sibuk di kamarnya. Didepan meja belajarnya. Menulis dengan serius.
Tangannya pegal-pegal dan ia berhenti. Kemudian mulai lagi, tangannya pegal lagi dan ia berhenti, senam tangan dulu dan menulis lagi dan lagi. Aku suka ekspresi Jung Bong Oppa.
Apa yang dia lakukan kali ini?!!!
Ternyata Jung Bong menulis surat berantai untuk semua anak di kompleksnya HAHAHAHAHAHAHAHAHAHHAA.
Tapi saat menuliskan nama Bo Ra, Jung Bong agak ragu dan memutuskan tidak mengirim untuk Bo Ra HAHHAAHHA.

Jin Joo kecil sedang main mainan barunya satu lagi, bola tiup tiup LOL, aku ga tau namanya.
Para ibu ngumpul di bangku jalan dimana ibu Jung Hwan membagikan ikan yang ia beli di pasar pada mereka.
Ibu Jung Hwan baik banged, dia beli banyak ikan dan dibagikan pada ibu SUn Woo dan ibu Deok Sun. Ikannya gede dan seger.
Mereka kembali bercerita ini dan itu, kemudian ibu Deok Sun mengatakan kalau suasana kok sepi, ga ada suara para ayah dan mereka bertanya-tanya apakah suami mereka sudah mabuk karena minum-minum.

Ayah Jung Hwan dan ayah Deok Sun menyelesaikan permainan baduk mereka dimana ayah Jung Hwan tampak memohon pada ayah Deok Sun tentang sesuatu.
Ayah Deok Sun memasang wajah kecut dan mengatakan kalau dia tidak mau. Ayah Jung Hwan meminta ayah Deok Sun mengeluarkan minuman ginseng yang sudah ia simpan tapi ayah Deok Sun menolak, karena ia akan meminumnya saat hari special saja.
Ayah Jung Hwan terus memaksa, satu gelas saja tapi ayah masih menolak dan mengatakan mereka bisa minum soju saja.
ayah Jung Hwan masih memaksa saat perhatian mereka teralih ke layar TV yang menyiarkan berita pencurian. Ayah Deok Sun berkomentar saat tiba-tiba mereka mendengarkan teriakan : PENCURI! PENCURI!

Ayah ikutan berteriak PENCURI dan para ibu diluar juga berteriak PENCURI! PENCURI!
Para ibu berdiri diatas meja diluar sambil ketakutan. Ayah Deok Sun keluar dengan pemukul baseball, ayah Jung Hwan keluar dengan membawa senjata juga. Para anak-anak keluar dari rumah Jung Hwan. Ayah Dong Ryong dan Dong Ryong keluar dengan sapu.
Sun woo keluar dari rumahnya dan Deok Sun juga keluar dari rumah Taek sambil berlari dengan lucu, mana pencurinya?! Ayah apa kau menangkap pencurinya?!

Semua berkumpul dengan senjata masing-masing dan ayah Dong Ryong bertanya siapa yang tidak ada. Dong Ryong mengatakan kalau ibunya tak ada dan ayah mengingatkan kalau ibu bekerja LOL.
Ayah Dong ryong bertanya kemana keluarga Choi. Deok Sun mengatakan Taek sedang latihan baduk di kamarnya, dia mengurung diri di kamar.
Ayah kemudian menanyakan ayah Taek dan tiba-tiba gerbang rumah Sun Woo terbuka, ayah Taek keluar dengan tenang dan mengatakan kalau keran air sudah diperbaiki.

Ibu Sun Woo panik dan mengatakan sekarang waktunya bukan untuk itu, ada pencurian di kompleks mereka.
Ayah Taek dengan tenang mengatakan kalau ia mendengarnya, tapi ia terus melanjutkan pekerjaannya.
IA bahkan bertanya kenapa semua orang berkumpul. Para ayah berbisik-bisik dan mengatakan kalau dia bukan manusia.
PAra ibu juga berbisik kalau ayah Taek itu seperti beruang, tidak kenal takut LOL.
Sementara ayah Taek sama sekali tidak terganggu dan berjalan melewati mereka semuanya. DAn yang lain menatapnya HAHHAHAH.

Suasana jadi tenang dan anak-anak memutuskan kembali ke rumah masing-masing.
Deok Sun berjalan menuju ke rumah Taek dan Jung Hwan menatapnya. Ia tidak mengatakan apapun dan ia hanya menunduk memainkan kakinya kemudian masuk ke dalam rumahnya (Harus mengabadikan banyak momen JH karena di episode ini dia cuma muncul 5 kali T____________________________________________________________T)
Sun Woo memberi kode pada Bo Ra untuk mengikutinya dan Bo Ra melirik situasi kemudian berjalan mengikuti Sun woo.
Ayah Dong Ryong masih mengomentari ayah Taek dan mengatakan kalau dia bukan manusia dan bla bla bla lalu ia sadar kalau tidak ada lagi orang disana HAHAAHAHA.


PAra ibu berkumpul di rumah Sun woo, mengupas bawang saat Jin Joo asyik menari di depan TV karena lagu yang disukainya diputar.
Para ibu tertawa gemas melihat si imut Jin Joo.
Ibu Jung Hwan kemudian memanggil Jin Joo dan mengatakan kalau Jung Bong Oppa membuat ramen dan ingin Jin Joo kesana meminta. Jin Joo berlari keluar mendengar kata ramen.
Para ibu tinggal bertiga dan ibu Jung Hwan langsung bertanya pada ibu Sun Woo, tentang hubungannya dengan ayah Taek.
Ibu Sun woo agak kesal karena mereka tidak seperti itu.

Ibu Jung Hwan mengatakan kalau anak-anak sudah dewasa dan ibu Sun Woo boleh memikirkan kebahagiannya sendiri sekarang. Ibu Deok Sun juga setuju, karena ia pikir ayah Taek menyukai ibu Sun Woo.
Ibu Sun Woo menatap mereka berdua dan mengatakan kalau keduanya sudah gila. Ia menjelaskan kalau ia dan ayah Taek tidak punya hubungan seperti itu.
Ibu Jung Hwan jadi jengkel dan menyuruhnya memikirkan sekali lagi, karena ayah Taek adalah pria yang baik. Ibu Sun woo menyipit, bukannya tadi kau bilang dia beruang?
Ibu Jung Hwan mengatakan kalau dia memang beruang, tapi uangnya banyak HAHAAHAHHA.

Ibu Deok Sun juga setuju dan mengatakan kalau sebentar lagi Jin Joo juga akan sekolah dan pengeluaran akan semakin banyak.
Ibu Sun Woo tetap menolak dan mengatakan ia tidak bisa menyakiti hati Sun Woo, ia tidak bisa membayangkan bagaimana hati Sun woo jika ia menikah dengan pria lain.
Kedua ibu jadi terdiam mendengarnya.
Ibu Sun Woo kemudian membenarkan kalau ayah Taek memang baik padanya. Ibu Sun Woo bahkan mengancam kalau mereka masih mengejeknya begitu maka ia tidak akan ke rumah Taek lagi dan tak akan bertemu dengan ayah TAek lagi.

Para ibu terus mengupas bawang dan kemudian ibu Jung Hwan bertanya, tapi Sun Young a, bagaimana dengan hidupmu? Kita... hidup hanya sekali saja. Aku tahu aku tidak dalam situasi yang sama, karena itu aku mudah mengatakannya, tapi, kau hidup hanya sekali, anak-anakmu sudah besar, apa salahnya kalau kau menginginkan kebahagian sekali lagi?
Ibu Sun woo terdiam. Ibu Deok Sun menatap ibu Sun Woo.
Ibu Sun Woo berkaca-kaca tapi ia mencoba menahan dan mengatakan selama anaknya bahagia, maka ia juga akan bahagia.
Ibu JUng Hwan mendesah dan mengatakan ibu Sun Woo terlalu muda untuk menanggung semuanya, menjalani sisa hidupnya demi anak-anaknya sendirian.
Ibu Sun Woo mencoba untuk tertawa sambil menghapus air matanya.

Tiba-tiba pintu terbuka dan ayah Taek masuk membuat semuanya terkejut.
Ayah Taek datang mengembalikan piring tempat lauk tadi pagi dan ibu Jung HWan dan ibu Deok Sun tertawa sementara ibu SUn woo mulai canggung.
Ayah Taek bertanya besok ibu Sun Woo akan pergi ke rumah sakit dengannya kan?
Ibu Sun Woo gugup dan mengiyakan, kemudian dia sibuk menjelaskan kalau besok adalah check up ayah Taek pasca operasi dan harus ada orang yang pergi menemaninya.
Para ibu cuma mengangguk-angguk dengan penjelasan canggung ibu Sun Woo sementara ayah Taek bengong dipintu HAHAHAHAHA.
Ibu Sun Woo menjelaskan lagi, ia yang akan pergi karena ia maknae disana dan kalau ibu yang lain mau pergi menemani ayah TAek maka mereka boleh pergi tapi tentu saja kedua ibu menolak sambil menahan tawa HAHHAHHAHAHAHA.
Lucu liat muka ayah TAek yang bengong dan ga tau mau ngomong apa LOL.

BO RA dan SUn Woo kencan di kedai biasa dan Bo Ra bertanya apakah SUn Woo tidak menyukai ayah Taek.
Sun Woo mengatakan kalau ia menyukai ayah Taek, tapi ia tidak suka ayah dekat dengan ibunya.
Bo Ra menyuruhnya jangan terlalu memikirkan hal itu, toh, keduanya tidak akan menikah. Bo Ra berfikir dan mengatakan kalau ayah Taek dan ibu Sun Woo cocok satu sama lain tapi ia mengerti kenapa Sun Woo tidak menyukai hal itu.
Sun Woo menatap Bo Ra dan tersenyum. Bo Ra bertanya kenapa?
SUn Woo mengatakan kalau Bo Ra terlihat dewasa kalau mengatakan hal-hal seperti itu.
Bo Ra malu, kau mau mati?

Sun Woo tidak takut lagi dengan hal-hal seperti itu LOL.
Sun Woo sepertinya ingin mengajak Bo Ra kencan lagi, sepulang sekolah/kuliah atau gimana dan ia menggunakan bahasa non formal lagi. Bo Ra protes.
Sun Woo cemberut dan mengatakan lagi kalau ia adalah pacar Bo Ra tapi Bo Ra ga mau kalah. Sun woo akhirnya mengalah dan membalas Bo Ra dengan memanggilnya noonim (lebih hormat dari pada noona).
Bo Ra bertanya, kau kesal?
Sun Woo mulai mengomel kalau dia pacar Bo Ra masa ga boleh memanggil dengan non formal begini dan begitu. Keduanya bertengkar di kedai dan Bo Ra malu dan ia mencubit SUn Woo HAHAHHAAHA.

Para ibu masih mengupas bawang di rumah ibu Sun Woo dan mereka membicarakan tentang ibu Deok Sun yang besok akan check up ke rumah sakit.
Ibu Sun Woo ternyata ga tau dan bertanya apakah ibu sakit?
Ibu Jung HWan mengatakan kalau perusahaan ayah Deok Sun yang akan membayarnya, semacam check up gratis bagi karyawan.
Ibu Deok Sun kemudian mengubah ekspresinya dan mengatakan sebenarnya ia merasa khawatir, karena ada benjolan di payudaranya. Ibu yang lain terkejut. Ibu Deok Sun takut kalau itu adalah tumor atau semacamnya dan ibu Sun Woo berteriak padanya jangan memikirkan yang macam-macam.
Ibu Jung HWan setuju dan mengecek payudaranya, katanya setiap orang pasti punya benjolan seperti itu.

Ibu tetap saja khawatir dan ibu Jung HWan bertanya apakah ibu akan pergi sendirian besok, karena tetangga mereka bahkan punya pacar untuk diajak.
Ibu Sun Woo marah mendengarnya dan menyuruh ibu Jung HWan jangan bercanda seperti itu HAHHAHAHAHAHA. Ibu Jung Hwan minta maaf sambil tertawa LOL.
Ibu Jung Hwan menawarkan dia akan ikut kalau ibu Deok Sun takut sendirian.
Ibu tersenyum dan mengatakan kalau ayah Deok Sun mengambil cuti besok untuk menemaninya ke rumah sakit.
Ibu JUng Hwan bersyukur karena ayah Deok Sun perhatian pada istrinya yang sedang khawatir dan mengatakan punya suami yang mengkhawatirkan kita membuat kita lebih tegar.
Ibu Sun woo menatap keduanya dengan iri (dalam artian baik).

Malam itu ibu tidak bisa tidur, ia terus mendesah dan membuat ayah juga tidak bisa tidur karenanya.
Ayah menyuruhnya untuk tidur dan beristirahat tapi ibu mengatakan seandainya kalau keadaannya buruk....
Ayah memotong dan mengatakan kalau semuanya akan baik-baik saja. Tidak akan ada hal buruk yang terjadi.
Ibu tetap khawatir dan mengatakan lagi kalau seandainya keadaannya memang buruk, ia ingin ayah menceritakan kebenaran padanya. Ia ingin ayah berjanji akan menceritakannya.
Ayah meyakinkan ibu kalau semuanya akan baik-baik saja.

Jung Bong dan JIn Joo sedang menonton TV yang menyiarkan origami kertas, mereka sudah siap dengan kertas masing-masing saat tiba-tiba TV mati (I ship this two :).
LOL. Wajah keduanya menggambarkan perasaanku semalam karena JH cuma muncul sekilas di episode ini HAHAHAHAHHA.
Ibu keluar dan bertanya apakah listrik mati?
JUng Bong membenarkan. Ibu menyuruhnya menelpon ayah untuk memperbaikinya.

Ayah Jung Hwan dengan gaya-nya yang lebay, memperbaiki listrik rumah mereka dengan serius HAHHAHAAHHAHAH, aku ketawa bener melihat angle kameranya dan gimana ayah kelihatan panas dingin memperbaikinya.
Ayah bisa melakukannya dengan baik dan anak-anak menonton TV lagi.
ayah bangga pada dirinya sendiri dan ia mulai agak sombong membicarakan ini dan itu, ibu yang awalnya sedikiiiit terkesan jadi ga terkesan lagi HAHHAHAHAHA karena ayah sombong.

Ibu mendesah di meja makan sambil menuang jus dan ayah mendekatinya bertanya ada apa.
Ibu mengatakan ia mengkhawatirkan ibu Deok Sun dan ayah meyakinkan kalau semuanya akan baik-baik saja.
Ayah mencoba menghibur ibu dengan leluconnya : Kokjong hajima dul dul dul dul dul dul dul adul dul dul dul dul dul trrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr HAHHAHHAHAHAHHAHA
Ibu menatapnya tajam, ayah berhenti. Ibu berteriak padanya dan ayah takut HAHHAHAHAHAHAHA.

Ayah dan ibu Deok Sun ada di rumah sakit bertemu dokter dan melihat ekspresi wajah mereka, sepertinya ada kabar buruk.
Dokter menjelaskan x-ray ibu dan mengatakan kalau mereka harus melakukan 'biopsi' untuk mengetahui lebih jelas benjolan apa itu.
Ibu khawatir dan bertanya apakah itu kanker. Ayah marah pada ibu dan mengatakan kalau semuanya akan baik-baik saja.
Dokter menjelaskan kalau mereka tidak akan tahu sebelum melakukan tes untuk mengetahui itu tumor atau kanker.
Perawat datang dan ibu menyentuh tangan ayah. Ayah menepuk tangan ibu dan meyakinkan semuanya akan baik-baik saja.

Setelah ayah memastikan ibu keluar bersaam perawat, ayah memberanikan diri untuk bertanya pemeriksaan itu hanya prosedur dan ibu akan baik-baik saja.
Dokter dengan serius mengatakan kalau ia juga khawatir dengan hal itu, tapi mereka tidak bisa memastikan sebelum hasil tes keluar dan meminta ayah jangan terlalu memikirkannya.
Ayah terkejut tapi ia masih mencoba untuk tersenyum.

Jam makan siang di sekolah Deok Sun. Ia membuka bekalnya dan bahagia melihat telur goreng disana.
Ja Hyun menatapnya dan mengeluarkan mangkok besar sambil tersenyum dan Deok Sun mengerti maksudnya. Mereka akan membuat nasi bibimbab, semua lauk dan nasi dicampur jadi satu. DAn mereka mulai mencampurkan bekal mereka jadi satu dan Ja Hyun tak lupa mengeluarkan saos dan minyaknya.
Kemudian Ja Hyun mengeluh bibimbab mereka terlihat tidak mewah tanpa Mi Ok yang biasanya makanannya serba mahal.

Ia bertanya pada Deok Sun apakah benar tidak apa-apa jika mereka tidak menjenguknya ke rumah sakit?
Deok Sun mengatakan kalau Mi Ok menyuruh mereka tidak datang karena ayahnya sangat menyeramkan. Mi Ok juga jarang cerita dan ia juga tak berani bertanya.
Ja Hyun mulai memikirkan hal aneh dan mengatakan ia pernah melihat sekali dan ayahnya memang menyeramkan, bagaimana kalau ayahnya ternyata adalag gangster atau semacamnya?
Deok Sun terkejut dan bisa jadi, karena itu Mi Ok tidak mau cerita. TApi kemudian Deok Sun mencoba meyakinkan dirinya kalau pasti bukan seperti itu HAHHAHAHAHA, meski ia juga kelihatan ga yakin.
JA Hyun tertawa dan mencoba meyakinkan dirinya juga, tapi ia meyakinkan kalau ayah Mi Ok sangat menyeramkan dan Deok Sun ragu lagi.
LOL. Jadi kepo!

Di kamar inap MI Ok, VIP kayaknya.
Ada kado, jus, buak pisang, jeruk mandarin, melon, nenas dan banyak minuman lainnya.
Mi Ok bosan dan mencoba turun dari tempat tidurnya. BTW cuma kaki kirinya yang bagus, kaki kanan dan kedua tangannya di gips LOL.
Ia baru berjalan beberapa langkah saat sebuah suara menyuruhnya kembali ke tempat tidurnya dan jangan pergi kemana-mana.
MI Ok menurut. Orang itu menyelimutinya, kita hanya bisa melihat tangannya mengenakan jam warna emas.
Orang itu adalah ayah Mi Ok, ia meminta ayahnya pulang karena sudah malam. Mi Ok menghela nafas.
*Apakah ini akan menjadi plot twist, siapa ayahnya ya?

BO Ra menyelesaikan belajarnya dengan cepat malam itu dan ia akan keluar dari perpustakaan kampus saat temannya mengajaknya makan malam tapi Bo Ra menolak karena dia ada janji.
Mereka penasaran dan bertanya apakah Bo Ra sudah punya pacar, Bo Ra meninggalkan mereka dengan senyuman.
Kedua temannya mengikuti mereka sampai keluar dan mulai menginterogasi siapa pacarnya, apakah hoobae atau sunbae. Bo Ra hanya tersenyum saja.
Tiba-tiba Sun Woo datang dan memanggil namanya. Bo Ra terkejut melihat SUn Woo menjempunya.

Sun Woo senyam senyum sendiri berjalan mendekati mereka.
Kedua teman Bo Ra heran dan bertanya siapa dia. Sun Woo belum sempat menjawab dan Bo Ra keceplosan mengatakan kalau Sun Woo adalah adiknya.
Temannya tidak percaya karena mereka tidak mirip dan Bo Ra menjelaskan lagi kalau SUn Woo adalah anak tetangganya, temannya Deok Sun, adiknya. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
Sun Woo cuma terdiam. Bo Ra menggigir bibir. Teman-temannya percaya dan malah memperlakukan Sun Woo seperti seorang adik, menepuk dan membelai kepala Sun Woo.
Sun Woo menghela nafas dan Bo Ra khawatir melihat reaksi Sun Woo. JELAS LAH!!!!

Ayah dan Taek makan malam dengan semangkuk bubur. Taek kelihatan lemah dan tak selera makan seperti biasa.
Taek menanyakan tentang ayah yang kerumah sakit hari ini. Ayah mengatakan kalau ia baik-baik saja setelah check up.
Taek minta maaf karena seharusnya ia pergi bersama ayah tapi ayah memintanya jangan khawatir dan fokus pada pertandingannya.
IA menyuruh Taek makan lagi dan Taek setuju.

Sun Woo dan Bo Ra makan di restoran dan Sun Woo kelihatan sangat marah. Ia menuang cola dan meminumnya sekali teguk seolah itu adalah bir LOL.
Bo RA menatapnya dengan perasaan bersalah. Sun woo ga mood menatap Bo Ra dan ia menghela nafas kesal.
Bo Ra meminta maaf dan menyuruh Sun Woo makan dan menawarkan kimchi yang enak. TApi Sun Woo tak mood bahkan untuk menatap Bo RA (ngambeknya imut HAHHAHAA).
Sun Woo mengatakan kalau Bo Ra benar-benar noona yang baik, bahkan membelikan makanan anak tetangga teman adiknya. Bo Ra mendesah mendengarnya.
Bo Ra minta maaf lagi dan menyuruhnya makan. Sun Woo masih ngambek, ia melihat ke arah lain dan Bo Ra yang dicuekin mendesah lagi, aigoo~

Bo Ra melepaskan kaca matanya dan menyuruh SUn Woo melihat ke arahnya.
SUn Woo masih cemberut dengan mulut monyongnya. LOL.
Bo Ra jadi bete dan kemudian ia mengatakan ia akan menghitung sampai tiga. HANA. DUL. SET.
Sun Woo masih marah dan akhirnya perlahan melihat ke arahnya.
Sepersekian detik Bo Ra mendekatkan wajahnya dan memberikan kecupan.
Sun Woo terkejut, ia tak bisa untuk tidak tersenyum dan Bo RA tersenyum padanya menyuruhnya makan. Sun Woo akhirnya setuju. IA KALAH!!!
Sun Woo menggunakan kesempatan itu untuk memanggil Bo Ra dengan 'BO Ra ya' tapi BO Ra marah padanya HAHHAHAHAHAAHHAHA.
YA ampuuuuuuuun, mudah banged yak menundukkannya LOL.

Bo RA, Deok Sun dan No Eul pulang bersama malam itu dan mereka minta makan.
Ibu yang masih berbaring menunjukkan wajah tak sehat dan ke dapur menyiapkan makanan. Ayah menatap ibu.
Ibu menghidangkan makanan, No Eul dan Deok Sun protes karena nasinya dingin. No Eul minta nasi panas. Ibu menyuruh mereka makan saja, karena ia tak sempat memanaskan nasi tadi.
Deok Sun menolak dan ingin dibuatkan ramen saja, No Eul juga mau ramen.
Bo RA keluar dan bertanya apakah ibu sudah mencuci bajunya. Ibu mengatakan dia lupa dan Bo Ra mulai mengeluh.
Ayah tak tahan mendengar mereka dan menghempaskan korannya.

Ayah berteriak pada anaknya mengenai kelakuan mereka pada ibu yang sudah menyiapkan makanan untuk mereka. Ayah berteriak pada No Eul agar makan saja, dan berteriak pada Deok Sun untuk membuat ramennya sendiri dannjuga berteriak pada Bo Ra untuk mencuci bajunya sendiri.
Ayah terus berteriak menasehati mereka dan ibu tak tahan lagi, ia menahan air matanya dan keluar.
Semua anak-anak terdiam. Ayah berteriak lagi, Apakah kalian pikir dia akan berada disamping kalian selamanya?! Apakah kalian tidak merasa buruk memperlakukannya seperti ini?! Baik-baiklah padanya selama dia masih ada dan dewasalah!
Ayah kesal dan meninggalkan ketiganya untuk menyusul ibu. Bo Ra menatap mereka, sepertinya ia menyadari ada yang tidak beres.

Sementara itu Deok Sun dan No Eul berfikir ayah dan ibu bertengkar lagi, makanya ayah memihak ibu dan No Eul juga mengeluh kenapa ayah melampiaskannya pada mereka. HAHAHHAHAHAHAHA.
kelihatan mana yang dewasa dan mana yang tidak.

Tengah malam, NO Eul sudah tidur saat ibu masih terbangun menangis menatap cermin.
Bo Ra keluar dari toilet saat bertemu dengan ayah di luar dan ayah mengajaknya bicara.
Keduanya bicara dekat tangga lampu jalan dan Bo Ra bertanya apakah sesuatu terjadi seperti yang ada dalam pikirannya.
Ayah mengatakan semuanya baik-baik saja, tidak seperti yang dipikirkan Bo Ra. Ayah mengatakan mereka masih belum tahu sebelum hasil pemeriksaan keluar, tapi karena Bo Ra adalah anak yang paling tua, jadi menurutnya Bo Ra harus tahu dan ia ingin Bo Ra merahasiakannya dari adik-adiknya.
Ayah masih ingin lanjut bicara tapi Bo Ra berdiri dan mengatakan kalau ia akan pulang untuk tidur, jadi ayah hanya mendesah.

Ayah mabuk di kedai pinggir jalan saat ayah Jung Hwan datang kesana untuk beli odeng pesanan ibu.
Ayah Deok Sun melihatnya dan memintanya duduk. Ayah Jung Hwan terkejut melihat ayah Deok Sun disana.



0 comments:

Post a Comment

 

Random Post

Clover Blossoms Fanpage

In My Radar

Watching :
- We Married as A Job
- Jimi ni Sugoi!
- Weightlifting Fairy
- Goblin
- The Legend of The Blue Sea
- Father I'll Take Care of You
- Beppin-san
- Gochisousan

Waiting Drama:
- Miss in Kiss

Waiting Movies:
- One Week Friends
- Your Lie in April
- Aozora Yell
- Itakiss Movie

Favorite Song This Time :
- Red Cheek Puberty - Galaxy
- Ben - Foggy Road
- Twice - Next Page
- Utada Hikaru - Hanataba wo Kimini
- LYn - Love Story