[Sinopsis] Reply 1988 Episode 14 ~ Part 1


Episode 14 masih belum ada perkembangan yang berarti bagi Jung Hwan dan Deok Sun. Malahan Taek memulai misinya.
Episode ini adalah Deok Sun bagi Sun Woo untuk kesekian kalinya. Ini episode yang menyedihkan, baik dari sisi keluarga maupun OTP kita.
Edisi ulang tahun Jung Hwan, anak tertua kedua dari 5 sekawan, terasaaaaaa sangat menyedihkan.
Aku ingin dia berhenti mengkhawatirkan Taek dan aku lebih menyukai masa-masa dia agresif menyukai Deok sun.
Tsundere Jung Hwan, aku merindukanmu~


SONG OF THE DAYS
Brother Hsu - It Was You [ download ]




Sinopsis Answer Me 1988 Episode 14

Maret 1989.
Rumah keluarga Kim.
Ibu akan menyetrika baju saat ia menyadari setrikaan mereka yang sudah dipotong ayah kabel-nya jadi pendek dan hanya tinggal 2 jengkal lagi. Ibu mendesah kesal tapi ia menahan amarahnya dan berusaha menggunakan setrika itu.
Lucunya, karena kabelnya pendek banged, bukan setrikaan yang digeser melainkan meja setrikaannya dan lagi ibu mepet ke dinding karena colokannya ada disana.
Ibu akhirnya menyerah karena menyetrika dengan setrikaan itu tidak nyaman sama sekali.

Ayah ada didepan TV sedang latihan lelucon barunya, Sumuri dang dang sum dang dang HAHAHAHAHAHA. Dengan gerakan lucunya, ia menari di depan TV.
Ibu keluar dari kamarnya dan melihat ayah dengan tariannya. Ibu kesal melihatnya dan sengaja lewat didepan ayah dan mendorongnya hingga jatuh HAHHAHAHA.
Ayah membuka mulutnya untuk menegur ibu dan ibu yang sangat badmood mendekati dan mulai mengomel pada ayah dimana ayah malah menjawab dengan leluconnya dan ibu hampir saja melempar setrikaan ke wajah ayah HAHAHHAHAHAH.
Ibu meninggalkannya dan ayah menyadari kalau ibu akan membuang setrikaan itu. Ayah melarangnya karena mereka bisa menggunakannya 10 tahun lagi.

Jung Hwan keluar dari kamarnya disaat yang tidak tepat.
Ibu menatapnya dan bertanya, kau pilih ibu atau ayah?
Jung Hwan bingung. Ibu mengatakan kalau mereka akan bercerai karena setrikaan, jadi Jung Hwan pilih ikut ibu atau ayah.
Jung Hwan dengan tidak berfikir panjang langsung memilih ayah dan ibu memukulnya dengan dompet HAHHAHAHAHAHAHAHA.
Jung Bong hyung yang sedang makan ramen melihat hal itu dan ia mengatakan kalau ia akan memilih ibu.
Ibu melemparkan dompet pada Jung Bong dan Jung Bong menangkapnya dengan baik. LOL. Ibu meninggalkan rumah.

Rumah Keluarga Choi.
Ayah sedang membagi buah oleh-oleh dari Taek kedalam beberapa plastik, untuk dibagikan pada para tetangga.
Taek datang dan menawarkan akan ikut membagikannya. Ayah mengatakan kalau ia akan ke rumah Sun Woo dan Taek bisa pergi ke rumah JUng Hwan dan Deok Sun, juga Dong Ryong.
Tiba-tiba Dong Ryong masuk ke rumah dan mengatakan tidak perlu, ia tahu kalau Taek masih kelelahan, karena itu ia akan menjemputnya sendiri.
Taek tertawa bagaimana Dong Ryong bisa tahu. Dan Dong Ryong mulai bicara panjang lebar ini dan itu yang intinya saat ia mencoba belajar ia mendengar suara ayah Taek yang memasukkan sesuatu ke dalam plastik dan ia yakin kalau Taek pasti membawa oleh-oleh dari Jepang.
Ayah Taek kesal mendengar Dong Ryong terus mengoceh dan mengambil satu kantong, ia memberikan pada Dong Ryong dan menyuruhnya pulang HAHAHHAHAHHHA.
Dong ryong akhirnya permisi dan mengingatkan Taek kalau akhir pekan adalah ulang tahun Jung Hwan.

Taek bersiap untuk mengantarkan buah ke rumah tetangga saat melihat kalau ayah memisahkan pisang dari yang lain dan ia bertanya kenapa pisangnya ga dibagi-bagi.
Ayah mengatakan kalau itu untuk Jin Joo karena dia sangat menyukai pisang.
Taek kemudian bertanya apakah ia boleh meminta satu saja dan ayah tertawa mengatakan kenapa tidak boleh, kan kau yang beli HAHAHHAHAHA.

Taek datang ke rumah Jung Hwan dan ayah menyambutnya dengan lelucon AIGOOO CHOI SAJANG~
Tapi Taek tidak mengerti dan membungkuk mengucapkan salam. Ayah kecewa dan mengatakan kalau Taek harusnya menjawab 'aigooo KIm Sajang.'
Tael yang polos cuma senyum dan mengatakan ia tidak tahu cara melakukannya dan ayah mulai bersemangat mengajarinya. Saat ayah membuka mulutnya, ibu memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya HAHHAHAHAAHHA. Aku ga tau itu apa, mungkin itu lobak asin untuk kimchi LOL.
Ibu menyapa Taek dan Taek memberikan buah oleh-oleh darinya.

Ibu memanggil Jung Hwan karena Taek datang, dan Jung Hwan keluar menyapa saat ibu mengajak Taek makan malam bersama mereka.
Tapi Taek mengatakan kalau ia harus ke rumah Deok Sun juga mengantarkan buah.
Jung Hwan yang mendengarnya langsung berubah ekspresi.
Saat Taek akan pergi, Taek mengajak Jung Hwan merayakan ulang tahunnya dan Jung Hwan bertanya apakah dia punya waktu untuk itu. Taek mengangguk.
Taek keluar dan ibu merasa iri karena Jung Hwan punya teman baik yang mengingat tentang ulang tahunnya.

Taek berdiri diluar rumah Deok Sun dan memanggil-manggil namanya. Deok Sun kesal karena Taek masih memanggilnya Deok Sun dan mengingatkan kalau namanya Soo Yeon.
Deok Sun membuka pintu dengan keras membuat Taek kaget LOL. Deok Sun kedinginan dan menyuruhnya masuk, ia mengomel karena Taek bisa saja masuk sendiri tapi malah tak mau kalau tidak dibukakan pintu.
Keduanya duduk di ruang tengah dan Deok Sun senang sekali Taek membawakannya buah-buahan, apalagi ada pisang. Aw.
Deok Sun menyadari Taek tidak mengenakan kaos kaki dan menyelimuti kakinya  dengan selimut tebal.
Taek heran karena rumah sepi dan Deok Sun mengatakan kemana semua orang, mereka juga membicarakan Bo Ra yang belakangan sering banged belajar, udah kayak hantu. Taek memuji Bo Ra yang belajar lebih baik dari Deok Sun dan Deok Sun marah padanya LOL.

Deok Sun membuka pisang dan membagi dua, ia menawarkan setengahnya pada Taek tapi Taek menolah dan memintanya memakan semuanya. Deok Sun menyimpan sisanya dalam plastik lagi.
Ia melihat wajah Taek dan menyadari Taek tidak bisa tidur dengan baik dan bertanya apakah Taek minum obat tidur lagi. Taek mengatakan karena Deok Sun menyuruhnya tidak minum, jadi ia tidak meminumnya. Deok Sun memujinya.
Ia bertanya lagi apakah Taek masih meminum obat penghilang rasa sakit dan Taek mengatakan ia hanya minum satu. Deok Sun memujinya melakukan dengan baik, keduanya sama-sama tersenyum.

No Eul pulang ke rumah dan terkejut melihat Deok Sun dan Taek. Ia menyapa Taek dengan hormat dan duduk dekat mereka.
No Eul meminta tanda tangan Taek untuk gurunya dan Taek setuju. Deok Sun memberikan potongan lain pisang tadi pada No Eul dan No Eul kelihatan terharu karena ia bisa makan pisang.
Ia bertanya apakah Taek yang beli dan Taek membenarkan. No Eul mulai makan pisangnya dan Deok Sun membersihkan wajah No Eul sambil mengomeli adiknya yang makin lama makin kelihatan tua, bahkan lebih tua dari ayah mereka.
No Eul tidak peduli dan mengatakan kalau dia akan kelihatan muda saat tua nanti HAHAHHAHAHAHAHAH.
Taek melihat keduanya dengan senyuman diwajahnya.

SUn Woo sedang menunggu Bo Ra dan menggunakan hot-pack untuk memanaskan tangannya sebelum Bo Ra datang.
Ketika ia melihat Bo Ra, ia langsung menyimpannya. Bo Ra mengenakan dress hari ini dan ia memakai sarung tang hadiah manitto dari Sun woo :)
Sun Woo mengambil buku Bo Ra dan protes karena Bo Ra terus belajar dengan rajin akhir-akhir ini. Bo Ra mengatakan kalau mulai minggu depan ia akan kerja part-time dan ia mungkin tidak akan punya banyak waktu untuk belajar.
Sun Woo melepaskan sarung tangan di tangan kiri Bo Ra dan Bo Ra bingung. Itu hanya alasan agar Sun woo bisa menggenggam tangan Bo Ra dalam perjalan pulang.
Bo Ra tersenyum dan keduanya pulang sambil ngobrol. Bo Ra heran kenapa tangan Sun Woo bisa sangat hangat. Sun Woo cuma senyum aja.

Rumah keluarga Sun woo.
Ayah Taek memangku Jin Joo yang makan 2 pisang sekaligus. Jin Joo sangat menyukai pisang XD
Ibu tertawa melihat puterinya dan menyuruhnya makan dengan pelan-pelan karena tidak akan ada yang mencurinya HHAHAHHAHHA.
Ayah bertanya dimana SUn Woo, apakah ia ke rumah belajar dan ibu mengatakan SUn Woo keluar untuk bertemu dengan seseorang.
Ibu mengatakan besok Sun Woo akan sekolah dan ia ingin ayah menjaga Jin Joo lagi, karena mulai besok ia akan kembali bekerja di pemandian umum.
Ayah Taek dengan hati-hati mengatakan kalau Sun woo sudah tahu tentang pekerjaan ibu dan ibu terkejut bagaimana Sun Woo bisa tahu.
Ayah mengatakan kalau Sun Wop sudah cukup dewasa untuk mengerti akan hal itu. Tapi ibu masih saja khawatir kalau SUn Woo marah.

Tiba-tiba SUn Woo kembali ke rumah dan ibu agak panik, tapi ia mencoba bersikap biasa dan menyuruhnya masuk dan duduk bersama mereka.
Sun Woo terkejut melihat ayah TAek lagi-lagi ada di rumah mereka dan ia berusaha bersikap biasa. Ia melihat adiknya menikmati pisang dan Sun Woo bertanya apakah itu dari Taek.
Ayah mengatakan kalau Taek kembali semalam.
Sun woo masih mencoba bersikap biasa tapi kemudian ia melihat buah jeruk di atas meja yang kulitnya sudah di kupas.
Sun Woo terkejut, hal seperti itu adalah hal yang biasa ia lakukan untuk ibunya dan sekarang ayah Taek melakukannya. Sun woo mengubah raut wajahnya.

Episode 14 : Dont Worry, Dear

Sun Woo ada di kamarnya, ia terlihat memandangi sebuah kerangka pesawat dengan senyuman di wajahnya.
Bagian sayat pesawat itu masih belum diberi apa-apa dan Sun Woo menggunakan nasi yang dibasahi sebagai lem-nya.
Sun Woo menyukai pesawat.
Tiba-tiba seseorang yang duduk di meja belajarnya mengatakan kalau SUn woo tidak bisa menggunakan nasi sebagai lem untuk sayap pesawat, Sun woo harus menggunakan lem.
Pria itu mengambilkan lem dan memberikan pada Sun Woo. Sun Woo tersenyum dan menanyakan alasannya sambil memberi lem di kerangka sayap. Pria itu menjelaskan sesuatu, sepertinya karena sayap pesawat adalah bagian paling penting jadi harus kuat, makanya pakai lem.
Tiba-tiba ibu memanggilnya untuk makan malam dan SUn woo meninggalkan kamarnya.
(The first time his face is showing, I know thats his father!)

Keluarga Sung sedang makan malam tanpa ayah dan Deok Sun bertanya kemana ayah, kenapa belum pulang.
Ibu melihat jam dan dia mengomel sendiri karena ayah bertemu dengan temannya malam ini tapi ibu penasaran dengan teman yang mana.
No Eul terkejut dan takut ayah akan meminjamkan uang pada temannya lagi.
Bo Ra mengatakan mereka bahkan tidak punya cukup uang, apa lagi yang mau dipinjamkan. No Eul mengangguk-angguk.
Ibu kelihatan khawatir juga akan hal itu.

Ayah terlihat di kedai pinggir jalan, minum soju.
Ia sendirian dan dihadapannya ada sesuatu terbungkus koran. Ayah setengah tertawa kesal dan mengatakan : Nappun neum!

Deok Sun excited banged saat ibu membelikannya sepatu baru. Ia kelihatan sangat sangat sangat sangat senang dan memeluk sepatu yang baru dibelikan ibu. Ia bertanya apakah ia boleh membuang sepatu lamanya dan ibu membenarkan.
No Eul membuka mulutnya lebar karena iri dan ia juga meminta dibelikan yang baru. Ibu menghela nafas dan mengatakan ia akan membelikan kalau No Eul sudah kelas tiga nanti. No Eul kecewa.
Deok Sun memeluk sepatunya dengan bahagia dan ibu mengatakan kalau ia tak bisa membelikan merk bagus seperti Nike, Adidas atau Adidos, tapi Deok Sun sudah cukup senang dengan sepatu baru, ia tak peduli itu bermerk atau tidak. DAn ibu lega melihatnya sangat bahagia.
No Eul lagi-lagi bicara dan Bo Ra menegurnya. Aku ga tau mereka ngomong apa tapi kayaknya Bo Ra mau membelikan sesuatu untuk No Eul tapi No Eul menolak dan Deok Sun malah makin mengejek No Eul karena tidak dibelikan. No Eul makin kesal HAHAHAHAHHA.
Deok Sun bertanya lagi kemana ayah, kok belum pulang-pulang dan ibu menjadi khawatir lagi.

Ibu sangat mengkhawatirkan ayah jadi dia menunggu di luar rumah, tepatnya di bawah lampu jalan dekat tangga.
Ayah yang mabuk pulang dan memanggil istrinya. Ibu kesal karena ayah pulang sangat larut dan bertanya dia bertemu dengan teman yang mana lagi.
Ibu melihat ayah membawa sesuatu yang berbungkus koran tadi, ternyata daging dan ibu marah-marah lagi padanya kenapa dia membeli banyak daging sedangkan mereka sekarang sedang kekurangan uang.
Ayah mengatakan ia tidak membelinya tapi temannya yang memberikan. Ayah mengatakan ia bertemu dengan temannya Hong Sik dan ibu langsung ingat kalau Hong Sik adalah teman ayah yang meminjam uang pada mereka dan tidak mengembalikannya sehingga membuat hidup mereka kesulitan sampai sekarang.
Ibu marah dan ingin ayah menunjukkan jalan menemuinya karena ia akan menyeret pria itu ke pengadilan.

Ayah menenangkan ibu dan ibu masih mengomel karena ia tak percaya pria itu masih mau menunjukkan wajahnya setelah sekian lama dan membuat mereka menderita.
Ayah mengatakan, semuanya sudah berakhir. Ibu terkejut, ayah berkata lagi kalau semuanya sudah berakhir.
Ayah menjelaskan kalau Hong Sik sudah membayarkan semua hutang di bank sepenuhnya dan mereka sudah bebas dari hutang sekarang.
Ibu terkejut mendengarnya. Ia terdiam dan air matanya mulai menetes.
(Aku terdiam dan apakah mereka akan pindah rumah?! OMG!)

Ayah mengatakan kalau temannya tidak punya muka untuk bertemu ibu dan juga minta maaf atas kesalahannya, dia akan menghabiskan sisa hidupnya di neraka dan membayar semua kesalahan yang telah dia lakukan pada keluarga mereka.
Ayah mengatakan kalau ibu sudah menderita selama ini dan sekarang mereka bisa menerima gaji penuh ayah setiap bulannya, mereka tidak mungkin akan menjadi kaya, tapi ia meyakinkan kalau mereka tidak akan perlu meminjam uang lagi untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Ayah meminta maaf pada ibu. Ibu menangis dan mengatakan yang menderita bukanlah dirinya, melainkan anak-anak mereka.

Ibu Sun Woo terlihat di depan kamar Sun Woo membawa 2 minuman, tapi ia ragu-ragu untuk masuk.
Ia mengumpulkan keberaniannya dan mengetuk pintu pada akhirnya.
Keduanya duduk dengan canggung di kamar Sun Woo. Sun Woo meneguk minumannya dan ibu menjelaskan tentang pekerjaannya. Ibu mengatakan kalau ia berencana akan segera berhenti. Ia melakukan pekerjaan itu karena ia bosa di rumah terus, bukan karena uang.
Ibu menjelaskan sebaik mungkin tapi kemudian Sun Woo mengatakan tidak apa-apa. Ia tidak melarang ibu untuk bekerja dengan syarat jika ibu merasa kesulitan atau tangannya mulai sakit lagi ibu harus langsung berhenti.
Ibu terkejut mendengarnya dan segera mengangguk. Sun Woo hanya tersenyum kecil dan ibu kelihatan sangat lega karena Sun Woo tidak marah.

Ayah Deok Sun sedang menulis sesuatu dengan kuas, sepertinya itu buku pelajaran Deok Sun yang disampul putih dan karena tulisan ayah bagus jadi ayah yang menulis judul dan nama Deok Sun dibawah. Deok Sun sangat senang dan dengan hati-hati mengambil buku dan meniup tintanya agar cepat kering.
No Eul jadi kepingin juga dan ayah menyuruhnya menyiapkannya. Bo Ra tertawa melihat keduanya dan Deok Sun kesal menyuruhnya mengurus urusannya sendiri.
Ibu mengumumkan kalau mereka akan sarapan dan menyiapkan meja, lalu kita melihat wajah terkejut anak-anak dipagi hari karena ada BUANYAK makanan dimeja, membubung tinggi!

Ibu hari yang tidak seperti biasanya, dimana mereka hanya bisa berbagi dua telur goreng, tapi kali ini ada segunung telur goreng. No Eul ketakutan dan bertanya pada ibu apakah ini akan menjadi makanan terakhir mereka sebelum hidup dijalanan.
Deok Sun jadi khawatir juga karena ini memang tidak seperti hari biasanya.
Ibu dan ayah hanya senyam senyum berdua, Bo Ra juga cukup kaget karena makanan tak seperti biasanya.

Beberapa detik kemudian kita melihat wajah terkejut anak-anak setelah ayah dan ibu menceritakan kalau sekarang mereka bebas dari hutang. Mulai sekarang mereka bisa menerima gaji ayah secara FULL.
Anak-anak bersorak sorai karena mereka akan bisa hidup dengan normal lagi. No Eul merengek minta dibelikan sepatu baru dan ayah memberikan uang padanya. No Eul terharu melihat uang itu, kayaknya ini pertama kalinya ia dapat jajan sebanyak itu. Ia bertanya apakah ia boleh beli sepatu merk NIKE dan ayah mengatakan terserah pada No Eul. No Eul seneng banged.
Deok Sun juga minta uang, katanya dia mau membeli kado untuk ulang tahun Jung Hwan. Ayah juga memberikan uang pada Deok Sun eh Soo Yeon.
Deok Sun seneng banged! Ia bahkan memeluk ayahnya dan menciumnya beberapa kali Hehehehhehe.
Ibu bertanya apakah Bo RA juga butuh sesuatu dan Bo Ra mengatakan dia tidak perlu. Deok Sun menunjukkan wajah pujian padanya.

Tiba-tiba pembicaraan menjadi serius saat ayah mengatakan kalau ia dan ibu ingin mengatakan sesuatu pada Bo Ra.
Bo Ra bingung.

No Eul dan Deok Sun ada di kamar anak perempuan saat ayah dan ibu bicara pribadi dengan Bo Ra.
No Eul menguping dari pintu tapi ia tidak bisa mendengarkan apapun.
Deok Sun yang sedang bersiap ke sekolah curiga kalau ayah dan ibu memberikan lebih banyak uang pada Bo Ra dan ia mengatakan ia tak akan tinggal diam HAHAHHAHA.
TApi No Eul memintanya diam dan ia mendengarkan lagi tapi tak bisa mendengarkan apapun.
Deok Sun penasaran dan ikutan nguping di pintu.
Kita kemudian melihat ayah dan ibu bicara serius pada Bo Ra dan kita tidak bisa mengetahui pembicaraan mereka.

Ini adalah hari pertama sekolah semester baru tahun ketiga SMA.
Deok Sun masuk ke dalam kelas dengan penuh semangat dan menyapa semuanya, tapi hening. Semuanya sibuk belajar di meja masing-masing. Deok Sun jadi bingung.
Ja Hyun berbisik memanggil Deok Sun dan Deok Sun duduk di bangkunya, ia dan Ja Hyun kali ini bukan teman sebangku lagi.
Deok Sun melihat teman sebangku Ja Hyun yang tidur dan sepertinya itu memang si tukang tidur. Ja HYun memanggilnya si tung tungi yang ga tau sejak kapan sudah tidur disana.

Deok Sun melirik ke teman sebangkunya yang tidak ada disana, tapi bukunya ada disana.
Kita ga tau siapa dia tapi kayaknya Deok Sun tidak begitu puas dengan teman sebangkunya, apalagi saat Ja Hyun mengatakan kalau Deok Sun akan bekerja keras tahun ini (karena teman sebangkunya itu).
Deok Sun mengeluh karena mereka tidak bisa memilih teman sebangku mereka sendiri dan mengatakan ia merindukan Mi Ok. Mi OK ada dikelas yang berbeda dengan mereka dan Ja Hyun mengatakan mereka akan bertemu saat jam makan siang nanti.

Deok Sun masih mengeluh saat pintu terbuka dan wali kelas mereka masuk. Semuanya bersorak bahagia karena wali kelas baru mereka adalah wali kelas yang sama dengan tahun kedua. (Yang ikut darmawisata juga)
Deok Sun akhirnya bisa berwajah ceria karena ia sangat menyukai ibu wali kelas mereka, Deok Sun ikutan bersorak.

Di sekolah anak laki-laki, sepertinya anak-anak kelas mereka masih sama, karena SUn Woo, Jung Hwan, Dong Ryong masih satu kelas dan duduk di tempat yang sama saat mereka masih kelas 2.
Dong Ryong terlihat tak tenang dan membuat pose berdoa dengan menghentak-hentakkan kaki karena khawatir. Jung Hwan duduk disampingnya, bersandar dikursi dengan tangan di perut dan menutup mata dengan cool (KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!)
Sun Woo kehabisan isi pensil dan memukul Dong Ryong karena aneh sejak pagi. Ia bertanya pada Jung Hwan apakah Jung Hwan punya isi pensil dan Jung Hwan mengatakan tidak, tanpa mengubah posisinya.
Sun Woo bertanya pada Dong Ryong dan Dong ryong mengatakan tidak ada juga.
Michael teman sebangku Sun Woo berlari masuk ke kelas dan mengatakan wali kelas menuju kesini.

Dong ryong membuka matanya lebar.
Michael tampak kecewa dan mengeluh kalau seharusnya tidak begini. Sun Woo penasaran dan bertanya siapa gurunya.
Dong ryong makin khawatir. MIchael menatap Sun Woo dengan satu desahan dan Sun Woo tak percaya, katanya itu tak mungkin. TApi ia khawatir juga.
Sun Woo menatap Dong Ryong, Ayah teman kita ini?!
Dong ryong mengerutkan wajahnya.
Dan tentu saja, ayah Dong ryong masuk sebagai wali kelas mereka dikelas 3-13 HAHAHAHHAHAHAHAHAHAHA.
Semua siswa menyambutnya dengan AAAAAAAAAAAA, WHAEEEEEEEEE, AHHHHHHHHHHHHH LOL.

Banyak yang kecewa dengan wali kelas mereka adalah pak dekan yang terkenal seram.
JUng Hwan tertawa melihat ayah Dong ryong dan berkata pada Dong Ryong, hey, bagaimana ini?
Jung Hwan menepuk lengan Dong Ryong sedikit, tapi Dong Ryong langsung jatuh ke bawah HAHHAHAHAHAHAHAHAHAHA. Ia masih shock.
wali kelas menyuruh mereka mengabaikan Dong ryong dan Jung Hwan mengambil blazer Dong ryong dan melemparnya ke arah Dong Ryong AHHHAHAHHHAHAHA. Jahat tapi gemesin.

Ayah tak peduli dengan rasa tak puas anak-anak dan mulai menuliskan namanya di papan tulis, perkenalan. Anak-anak mengeluh karena mereka sudah kenal. LOL.
Ayah Dong Ryong kayaknya memang ga disukai karena terlalu taat aturan jadi banyak yang mengejeknya, tapi ayah dengan baik menenangkan mereka dengan ancamannya dan juga suaranya yang gede.
Dong Ryong bangkit dan duduk di mejanya dengan meletakkan kepalanya di meja.
Ia menangis HAHAHHAHAHHAHAHA.
Jung HWan dan yang lain heran melihatnya tapi kemudian mereka tertawa LOL.

Jam makan siang, Mi Ok main ke kelas Deok Sun dan Ja Hyun. Ja Hyun mengajak teman sebangkunya untuk makan siang bersama tapi temannya asyik tiduuuur aja.
Teman sebangku Deok Sun kelihatan sibuk dengan ini dan itu dan Deok Sun mengajaknya makan bareng mereka. akhirnya gadis itu setuju.
Gadis itu adalah ketua kelas mereka dan Deok Sun tahu kalau dia pintar dan ingin temannya mengajarinya matematika.
Awalnya temannya menolak tapi akhirnya mau setelah Deok Sun agak marah. Temannya membuka bekal dan bekalnya adalah sosis goreng, Deok Sun pengin dan memakan satu.
Ja Hyun bertanya kenapa Deok Sun tidak minta diajari kakaknya saja. Deok Sun mulai mengomel tentang kakaknya yang sama sekali tidak peduli padanya dan sekarang kakaknya sangat sibuk.

Lalu kita melihat Bo Ra belajar di kamarnya dan tidak seperti biasanya ia kelihatan tidak konsentrasi dan akhirnya berhenti.
Ia memikirkan sesuatu.

Deok Sun, Ja Hyun dan Mi Ok makan cemilan saat jam istirahat sore tapi Mi Ok menolak makan cemilan karena dia sedang diet.
Yang lain terkejut kenapa Mi Ok tiba-tiba diet padahal biasanya dia tidak pernah melakukannya.
Mi Ok mengatakan kalau sabtu ini dia ada kencan. Mendengar hal itu Deok Sun dan Ja Hyun berteriak histeris dan Mi Ok hanya senyam senyum.
Deok Sun dan Ja Hyun beneran histeris karena Mi Ok biasanya tidak pernah tertarik dengan pria manapun.

Deok Sun bertanya apakah itu Jung Bong Oppa dan Mi Ok membenarkan.
Mi Ok mengatakan Jung bong mengiriminya surat saat ia dirumah sakit.
Ia mengatakan dimana mereka akan bertemu. Mi Ok mengingatkan Deok Sun untuk berpura-pura tidak tahu, karena ia akan merasa canggung dengan Jung Bong nantinya.
Deok Sun mengatakan akan sulit menutup mulut karena mereka tinggal berdekatan rumah, tapi ia akan mencoba tidak membahas hal itu di rumah.
Tapi Deok Sun tersenyum meragukan, sepertinya ia sangat excited dan akan mengatakan pada Jung Bong HEOLLL.

Jung Bong sendiri ada dikamarnya fitting baju untuk kencannya. HAHAHHAHA.
Ia mencoba mencocokkan segala jenis style dan melihat dirinya di depan cermin.
Mulai dari gaya aneh sampai makin aneh dan ia bingung karena tidak menemukan style yang cocok.
Jung Bong mendesah, ia memukul perutnya yang besar LOL.

Deok Sun masuk ke rumah Jung Hwan, makan cokelat  dengan tenang, seolah itu rumahnya sendiri, tanpa salam dan bersenandung.
Jung Hwan keluar dari kamar mandi setelah mandi dan Deok Sun bertanya dia mau kemana.
Jung Hwan menjawab dengan santai, aku mau ke kamarku.
Deok Sun cemberut, padahal dia nanya serius.

Ayah Jung Hwan keluar dari kamar dan ia memulai lelucon Aigoo Kim Sajang-nya dan Deok Sun tentu saja membalas balik dengan baik.
Jung Hwan tertawa melihat keduanya.
Ayah bertanya apakah Deok Sun ke rumah untuk mencarinya, Deok Sun menjawab tidak, ia datang menemui Jung Bong oppa.
Jung Hwan terkejut, kenapa dengan hyung? Apakah terjadi sesuatu?
Deok Sun menatap Jung Hwan dengan tatapan 'bilang enggak ya', Deok Sun sedikit tersenyum.

Deok Sun dikamar Jung Hwan dan Jung Hwan terkejut mendengar kalau hyung-nya kencan dengan teman Deok Sun. Jung Hwan mengeluh karena kakaknya harus kuliah dan Deok Sun tersinggung, temannya juga akan kuliah (mungkin maksudnya ngapain sibuk kencan padahal dia harus fokus sama masuk kuliah).
Kemudian Deok Sun ingat kalau besok ulang tahun Jung Hwan dan mengajak merayakan di rumah Taek.
Jung Hwan tampak terkejut, HAh? Besok ulang tahunku ya? *LHA? KOK?*
Deok Sun bingung, kau bahkan tidak ingat ulang tahunmu?
Jung Hwan berfikir dan mengatakan tidak perlu merayakannya, lain kali saja.

Deok Sun cemberut dan memaksa akan merayakannya.
Jung Hwan kaget dan menatap Deok Sun.
Deok Sun mengalihkan matanya dan mencari alasan yang tepat, akhirnya ia mengatakan kalau ibu Jung HWan akan memesan banyak makanan untuk mereka.
Jung Hwan tertawa mengejek, ia mengira Deok Sun mau makanannya saja.

Jung Hwan kemudian bertanya dimana mereka bertemu dan Deok Sun mengatakan tempatnya. Jung Hwan tahu, itu sebuah kedai kopi. Tapi Deok Sun bingung dan bertanya, bukankah itu sebuah restoran?
Jung Hwan yakin kalau itu sebuah cafe tapi Deok Sun yakin itu sebuah restoran dan tiba-tiba mereka menyadari sesuatu dan saling menatap.

Jung Bong menunggu Mi Ok di lantai satu. Kedai kopi.
Ia menemukan style yang cocok untuknya dan ia terlihat keren dengan itu.
Jung Bong memegang buket mawar ditangannya dan ia gugup. Ia minum air dan menarik nafas. Ia mencoba latihan cara memberikan bunga pada Mi Ok dan ia meletakkan buket bunga tapi tak jadi karena akan rusak, jadi ia memperbaiki buketnya.
Jung Bong menanti dengan gugup.

Di gedung yang sama, dilantai dua, sebuah restoran, Mi Ok menunggu Jung Bong disana.
Sama, ia juga sangat gugup dan tak tenang, ia meminum air dan memeriksa kawat giginya dengan cermin.
Ia sesekali melihat ke arah pintu depan dan jantungnya berdetak dengan cepat.

Ibu Deok Sun kelihatan sangat gembira karena ia baru saja mendapatkan hadiah, sebuah kompor gass merk terbaru.
Ayah Jung Hwan membelikan untuk ibu dan ibu sangat senang menatapnya, seolah itu adalah hal yang ia idam-idamkan sejak dulu.
Ibu Jung Hwan memintanya mencoba dan ibu mencoba kompor gas barunya, mata ibu berbinar-binar melihat api keluar begitu tombol diputar.
Sepertinya ibu mengatakan akan membuang kompor lama tapi ayah Jung Hwan memintanya dan ibu kesal karena dia selalu menyukai barang bekas.

Jin Joo sedang mewarnai buku mewarnai dan SUn Woo menemaninya.
Ibu sedang menelpon seseorang dan Sun woo mendengarkan diam-diam.
Pikirannya bukan pada Jin Joo yang mewarnai, tapi pada pembicaraan ibunya.
Sayangnya aku ga ngerti ibu ngomong apa, yang jelas ibu ketawa ketawa di telpon dan sepertinya ia bicara dengan Oppa-nya.
Sun Woo hanya bisa mendesah.

Deok Sun dikamarnya, sedang belajar.
Tapi pikirannya teralih ke kencan Mi Ok dan Jung Bong.
Deok Sun khawatir apakah mereka bertemu atau tidak. TApi Deok Sun meyakinkan pasti keduanya akan bertemu, karena sudah jam segini, jika mereka tidak bertemu maka pasti Mi Ok sudah menelpon.
Deok Sun menghela nafas.

Jung Hwan di kamarnya juga merasa tidak tenang.
Ia belajar tapi pikirannya kemana-mana.
Ia akhirnya bertopang dagu dan mengerutkan kening memikirkan kencan kakaknya.

Takdir mempermainkan keduanya.
Sudah beberapa jam berlalu tapi Mi Ok dan Jung Bong belum bisa bertemu karena menunggu di lantai yang berbeda.
Jung Bong tampak gugup dan Mi Ok mulai menangis.
Jung Bong memutuskan mencari Mi Ok ke lantai dua tapi ia tidak menemukannya di sana, saat itu Mi Ok sudah hampir menyerah dan akan pulang.
Tapi Mi Ok yang ada diluar akhirnya memutuskan masuk lagi dan mencari Jung Bong di lantai 1, tapi Jung Bong sudah tidak ada. DAn ternyata Jung Bong menunggu di luar.
Keduanya tidak akan bisa bertemu kalau begini caranya.

Sun Woo menelpon Bo Ra dan mengajaknya bertemu karena ia ingin memberikan sesuatu. Bo Ra setuju dan bertanya apa itu. Sun Woo tersenyum malu dan mengatakan Bo Ra akan tahu kalau mereka sudah bertemu nanti.
Bo Ra tertawa dan bertanya-tanya bagaimana mereka akan saling menelpon kalau tidak ada telpon dan Sun Woo juga kepikiran hal itu. Telpon sangat berguna. Bo Ra mengataakn mereka bisa menulis surat LOL.
Sun Woo menutup telponnya setelah mengatakan ia akan keluar sekarang. Sun Woo memakai jaketnya dan ia bertanya apakah tidak apa-apa jika ia memberikannya pada Bo RA.
Pria yang sama, yang ada di kamar Sun Woo sebelumnya tersenyum dan mengatakan apapun itu, tidak apa-apa. Pria itu bertanya, apakah kau segitunya menyukai Bo RA?
Sun Woo tersenyum malu dan mengangguk. He reaaaaaaaallllllyyyyyyyyy like Bo Ra.

Jung Hwan ada di luar rumahnya setelah memberi makan anjing peliharaan keluarga Kim. Ia terlihat gelisah diluar.
Deok Sun juga keluar rumah dan melihat Jung Hwan disana, ia memanggilnya dan bertanya apakah Jung Bong sudah pulang.
Jung Hwan mengatakan belum, dan ia bertanya apakah Deok Sun tidak menelpon ke rumah temannya.
Deok Sun mengatakan ia tidak berani menelpon karena ayah Mi Ok sangat menyeramkan (SEMENYERAMKAN APA SIH?!)

Deok Sun kelihatan kedinginan dan Jung Hwan menyadari hal itu, ia menyuruh Deok Sun masuk ke rumah karena di luar dingin. Jung Hwan berkata ia akan menelpon Deok Sun kalau hyung sudah pulang.
Deok Sun tersenyum mendengarnya dan berkata sampai jumpa besok. Ia masuk ke dalam rumah.
Jung Hwan menatapnya setelah ia masuk.

Telpon berdering tepat saat Deok Sun masuk, ibu mengangkatnya dan Deok Sun mengatakan itu untuknya.
Deok Sun berfikir itu dari Mi Ok dan ternyata itu dari hyung.
Jung Bong mengatakan kalau mereka belum bertemu dan Deok Sun terkejut, ini sudah jam 10 malam dan keduanya belum bertemu.
Ia lebih terkejut karena Jung Bong masih menunggu disana.

Mi Ok melempar tas-nya dengan kesal dan menjatuhkan diri ke tempat tidur princess-nya sambil memeluk boneka teddy bear putih yang manis.
Ia menangis sedih.

Deok Sun memberanikan diri menelpon ke rumah Mi Ok dan berbicara saaaaaaaaaaangat formal, ia minta disambungkan dengan Mi Ok.
Begitu Mi Ok menjawab, Deok Sun kembali ke sifat aslinya dan bertanya kenapa Mi Ok pulang.
Mi Ok menangis dan Deok Sun marah padanya dan mengatakan kalau Jung Bong oppa masih menunggu disana. IA kesal karena keduanya bahkan tidak bertemu, apa sih yang kalian berdua lakukan?!
Mi Ok terkejut, Mi Ok jadi bingung harus bagaimana. Deok Sun berkata, Apanya yang apanya! Ayo cepat kau pergi kesana.

Mi Ok berlari keluar rumah dan beruntung menemukan taksi tak jauh dari rumahnya.
Mi Ok mengatakan tujuannya dan sopir taksi bertanya apakah dia yakin mau kesana karena tempatnya sudah tutup.
Mi Ok menangis sedih di dalam taksi. Ia ingat omelan Deok Sun yang mengatakan kalau Oppa datang dengan stelan jas-nya dan bahkan membawa buket bunga untuk Mi Ok. Deok Sun mengomeli keduanya sangat bodoh dan membuatnya sebal.
Mi Ok terus menangis, sopir taksi perhatian pula dan memperbesar volume radio yang lagunya lagu tema JungBOng-MiOk : Wherever you go, wherever you do, i will right here waiting for you~

Lalu kita melihat Jung Bong hyung masih menunggu Mi Ok di depan kedai Banjul yang sudah tutup!!!
Jung Bong kedinginan, gemetaran, wajahnya sudah merah dan ia hampir membeku. IA gemetaran tapi ia masih sempat merapikan buket bunga untuk MI Ok. OMG! Oppa~
Jung Bong menahan dinginnya malam itu, ia menggenggam buket dengan keras.

Tiba-tiba ada taksi berhenti dan Jung Bong melihat ke arah taksi itu. Ia tersenyum.
Mi Ok berlari mendekatinya. Mi Ok berjalan perlahan dan bertanya sudah berapa lama dia disana?
Jung Bong yang menahan dinginnya malam dan mengatakan kalau ia belum lama disana, dia baru sampai.
Mi Ok sedikit tertawa mendengarnya.
Jung Bong kemudian memberikan buket bunga pada Mi Ok dan Mi Ok menerimanya.
Mata Mi Ok menangkap tangan Jung Bong yang merah karena kedinginan, bahkan suara Jung Bong juga gemetaran.

Mi Ok meraih tangan Jung Bong dan menggenggamnya, untuk menghangatkan.
Jantung Jung Bong berdetak dengan sangat cepat. Dag dig dug dag dig dug dag dig dug dag dig dug dag dig dug
Mi Ok menatap JUng Bong, ia hampir menangis lagi. Jung Bong menatap Mi Ok dan Jung Bong dalam hatinya berkata, Jantungnya berdetak dengan sangat cepat, ia ingin mengkonfirmasinya, apakah debaran ini karena kondisi jantungnya atau karena gadis ini.

JUng Bong berkata, 'konfirmasi'
Dan ia mencium Mi Ok.
Kita bisa melihta Mi Ok meneteskan air matanya.
Ciuman Konfirmasi yang selalu ada dalam Reply Series!!! AAAAAAAAKKH!!! OTP MANA?!!!! *lempar bantal


2 comments:

  1. Aaaaaaaaa semangat yah airin soyong, sing sabar, q juga jd gemezss neh

    ReplyDelete
  2. Eonnie..
    Ost yg diputer waktu ayahnya ama ibunya doek seon di tangga keramat itu judulnya apa yaa?
    Waktu ayah bilang mereka udah gag punya utang lagi.
    Penasaran banget sama lagu itu..

    ReplyDelete

 

Random Post

Clover Blossoms Fanpage

In My Radar

Watching :
- We Married as A Job
- Jimi ni Sugoi!
- Weightlifting Fairy
- Goblin
- The Legend of The Blue Sea
- Father I'll Take Care of You
- Beppin-san
- Gochisousan

Waiting Drama:
- Miss in Kiss

Waiting Movies:
- One Week Friends
- Your Lie in April
- Aozora Yell
- Itakiss Movie

Favorite Song This Time :
- Red Cheek Puberty - Galaxy
- Ben - Foggy Road
- Twice - Next Page
- Utada Hikaru - Hanataba wo Kimini
- LYn - Love Story