[Sinopsis] Reply 1988 Episode 11 ~ Part 1


Episode ini merupakan episode yang paling membuat hati ini bergetar dalam 11 Episode Reply 1988 yang sudah tayang, hanya saja bukan karena bahagia melainkan karena kesedihannya.
Awalnya aku merasa ini episode yang menyebalkan, saking kesalnya, aku menonton RAW sejam setelah drama-nya tayang dan aku hanya bisa membuka mulut lebar-lebar kalau ternyata ini bukan semenyebalkan yang aku bayangkan.
Dari pada menyebalkan lebih tepatnya, akting Ryu Joon Yeol memang KEREN!
BAgaimana dia membuat ekspresi seperti itu? Yang membuat aku hampir menangis hanya karena tatapannya.
BErsiap-siaplah Tim Jung Hwan, 2 episode minggu ini benar-benar menguras emosimu.

SONG OF THE DAY
Stay - I am Fool [ download ]



Sinopsis Answer Me 1988 Episode 11

Februari 1989.
Ayah Dong Ryong keluar dari gerbang rumahnya dan melakukan pemanasan ala atlet olimpiade, dan dia berakhir dengan menyapu jalanan pagi itu. LOL.
Angin berhembus cukup kencang di pertengahan musim dingin, kita bisa melihat pintu rumah Deok Sun bolong dan hanya ditempel oleh selembar kertas yang sepertinya akan terbang juga.
Keluarga Sung ada di dalam rumah bersiap untuk sarapan dimana Deok Sun menggigil karena kedinginan dan meminta ayahnya agar mereka segera pindah rumah.

Ayah mengeluh dan mengatakan agar mereka memakai beberapa lapis pakaian agar tidak kedinginan. Deok Sun memperlihatkan kalau dia sudah menggunakan lima lapis pakaian dan ia tetap kedinginan. Ia juga menggenggam tangan Bo Ra dan berkata tangannya sedingin es. Bo Ra kesal dan menarik tangannya, melanjutkan makan.
Ayah kemudian menatap dengan sedih dan meminta maaf, ia mengatakan mereka akan segera pindah rumah begitu hutang mereka lunas.
Deok Sun jadi sedih mendengarnya dan tak berani bicara lagi.
Ayah kemudian mengeluh karena ibu tidak kelihatan sejak subuh.

Di rumah keluarga Kim, tiga laki-laki makan bersama tanpa ibu juga. Ayah menghidangkan sup dan saat ditanya ibu dimana ayah juga ga tau, kaena ibu pergi pagi-pagi sekali.
Begitu juga di rumah Sun Woo, Sun Woo membantu Jin Joo makan karena ibu mereka juga tidak ada dirumah.
Kemana para mami?

Tiga ibu ternyata pergi menemui peramal untuk meramal nasib anak-anak mereka. Ibu Jung HWan berkata kalau anak mereka seumuran dan sekarang kelas 3 SMA, ia ingin bertanya apakah anak-anak mereka akan bisa masuk ke Universitas Seoul. Ibu Sun Woo juga menanyakan hal yang sama, tapi ibu Deok Sun bertanya tentang anaknya, apakah bisa masuk ke salah satu Universitas di Seoul LOL.
Ibu Jung Hwan yang pertama berkonsultasi tentang anak keduanya tapi peramal tahu kalau dia punya 2 anak dan para ibu terkejut bagaimana dia tahu. Peramal mengatakan tidak akan ada masalah dengan anak keduanya, karena anak keduanya akan baik-baik saja. Hanya saja anak pertamanya akan mendapatkan keberuntungan besar dalam waktu dekat.
Ibu Jung Hwan agak bingung juga kira-kira apa itu dan para ibu mengingatkan kalau sebentar lagi pengumuman masuk tes Universitas akan diumumkan dan ibu Jung Hwan terkejut, karena keberuntungan itu mungkin adalah Jung Bong akhirnya akan lulus tes.
Para ibu sangat excited mendengarnya, mereka ketawa sambil bsik-bisik dan peramal agak kesal, jadi dia menyuruh mereka diam. HAHAHHAHA.

Giliran ibu Sun Woo yang bertanya apakah anaknya bisa lulus universitas Seoul tapi peramal itu dengan wajah khas nya yang agak menyeramkan sedikit tersenyum pada ibu dan berkata, dari pada itu ada hal yang menggembirakan yang akan terjadi pada ibu Sun Woo.
Ibu Sun Woo agak bingung dan tidak mengerti maksudnya.
Kemudian adegan di skip dengan ketiga ibu yang tertawa tertahan dan ibu Sun Woo menyuruh mereka untuk jangan terlalu banyak tertawa. Peramal kelihatannya serius akan ramalannya tentang ibu Sun Woo dan membuat ibu Jung Hwan dan ibu Deok Sun makin ketawa.
Kira-kira apa ya?

Giliran ibu Deok Sun yang ingin meramal nasib puterinya dan peramal sudah menebak kalau Deok Sun tidak pintar, membuat ibu Jung Hwan dan ibu Sun Woo tertawa. Ibu Deok Sun juga mengakui hal itu, karena itu yang ia harapkan hanyalah puterinya masuk ke salah satu Universitas di Seoul saja (Bukan Universitas Top kayak Seoul University juga ga apa-apa).
Peramal mengatakan masalah Deok Sun bukan pada nilainya melainkan namanya, persentase masuknya Deok Sun ke perguruan tinggi akan semakin menurun jika mereka terus memanggil Deok Sun dengan namanya, jadi peramal ingin ibu mengubah nama Deok Sun dan ibu dengan serius bertanya kira-kira apa nama yang bagus.

Ibu pulang ke rumah dan membawa makan siang dengan memanggil 'Soo Yeon a~ Soo Yeon a~' membuat seisi rumah bingung.
No Eul bertanya siapa itu Soo Yeon. Ibu menatap Deok Sun dan mengatakan kalau mulai sekarang nama Deok Sun adalah Soo Yeon.
Bo Ra tertawa mengejek, kenapa namanya harus Soo Yeon?
Ibu mengatakan agar Deok Sun bisa masuk universitas, Deok Sun harus dipanggil Soo Yeon.
Ayah mengejek dan tentu saja menolak. Ibu tidak peduli dan mengatakan pada semuanya untuk memanggil Deok Sun dengan Soo Yeon, karena kalau mereka memanggilnya Deok Sun maka tingkat masuk universitasnya akan semakin turun. Jadi Deok Sun adalah Soo Yeon mulai sekarang.

Bo Ra tertawa mengejek dan ibu mengingatkannya.
Ayah mulai mengeluh kenapa harus mengganti nama Deok Sun, toh nama Deok Sun bagus.
Tapi ibu tetap bersikeras mereka harus memanggilnya Soo Yeon, karena dengan begitu ketidakberuntungan Deok Sun akan menjauh.
Deok Sun tersenyum dan mengatakan kalau ia menyukai dipanggil begitu. No Eul tertawa dan mengatakan apa gunanya mereka memanggilnya Deok Sun toh tetangga akan tetap memanggilnya Deok Sun.
Ibu kesal dan mengingatkan No Eul memanggilnya Soo YEon, bukan Deok Sun. HAHHAHAHAHAA.

Ibu mengatakan dia sudah memberitahu seluruh tetangga agar memanggil Deok Sun dengan Soo Yeon. Ayah makin kesal dan mengatakan suka-suka dia mau memanggil anaknya apa, kenapa harus Soo Yeon dan Soo Yeon. Nama Deok Sun kan bagus, bahkan ayah mulai memanggil Deok Sun, Deok Sun, Deok Sun, Deok Sun.
Ibu makin kesal dan menyuruhnya memanggil Deok Sun dengan Soo Yeon, Soo Yeon, Soo Yeon, Soo Yeon HAHHAHAHAHAHA. Ayah sampai kehilangan kata-katanya.
Deok Sun merasa ga enak kalau begini jadinya. No Eul mengatakan kalau Deok Sun harus belajar lebih keras lagi dan Deok Sun hanya mengangguk setuju, meski dengan wajah berkerut.

Ayah kemudian mengeluh lagi karena ibu terus-terusan mendorong meja ke arahnya dan ibu mengatakan kalau ia tidak melakukannya.
Ayah mulai berteriak karena ga mungkin mejanya berjalan sendiri dan ibu juga bingung kenapa.
Sepertinya No Eul mengatakan kalau lantai rumah mereka miring dan ayah mengetesnya dengan menjatuhkan jeruk dan jeruk menggelinding ke bawah meja.
Mereka semua terkejut dan melihat ke bawah meja TV yang ternyata penuh dengan barang bundar, bahkan ada pensil juga disana, telur puyuh dan bahkan Bra, LHO?!
HAHAHHAHAHAHHA.

Lalu kita melihat keluarga Sung berbaris di halaman Jung Hwan menatap rumah mereka, dimana para pekerja lalu lalang untuk merenovasi rumah mereka.
No Eul melihat ke arah tumpukan barang-barang mereka yang sudah dikeluarkan dan mengeluh mereka harus tidur dimana.
Ayah berteriak kalau tentu saja mereka akn tinggal di lantai atas alias rumah Jung Hwan.
Mendengar hal itu Deok Sun tersenyum manis. Bo Ra mengeluh karena pasti tidak akan nyaman tidur di rumah orang. No Eul mengatakan ia menyukainya, karena rumah Jung Hwan yang besar.

Ayah memanggil nama anaknya Bo Ra dan Deok Sun, lalu ibu mengingatkan kalau Deok Sun harus dipanggil Soo Yeon HAHAAHHAHAHAH.
Ayah beneran ga mau memanggil Deok Sun dengan Soo Yeon dan akhirnya melewatkan bagian itu, ia ingin keduanya jangan merasa tidak nyaman dirumah keluarga Kim.
Deok Sun tersenyum dan mengatakan kalau ia sama sekali tidak keberatan, karena ia sangat menyukai rumah itu.
Deok Sun menatap ke arah rumah Jung HWan sambil tersenyum manis.
KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAa!!!!! Kamu suka rumahnya atau anak yang punya rumah? HHAHAHAHAHA.

Episode 11 : Three Prophecies

Rumah Belajar.
Deok Sun, Mi Ok dan Ja Hyun sedang ada di rumah belajar. Bukannya belajar, ketiganya malah melamun.
Deok Sun senyam senyum sendiri saat ia kembali membayangkan adegan dikamar Jung Hwan, saat ia bertanya apakah ia harus pergi ke kencan buta dan Jung Hwan dengan jelas mengatakan Jangan pergi.
Mengingatnya saja sudah membuat hati Deok Sun berbunga-bunga.

Mi Ok juga mengenang kembali pertemuannya yang romantis dengan Jung Bong, di jalanan dekat rumahnya, saat hujan, Jung Bong menyerobot masuk ke dalam payungnya dan juga langsung menerobos hatinya.
Membayangkan itu membuat wajah Mi Ok panas dan memerah.

Ja Hyun ada dimejanya dan kita menyadari dia satu-satunya yang tidak bahagia, ia menangis dan air matanya keluar dengan deras.
Mi Ok dan Deok Sun keluar dari lamunan mereka dan melihat Ja Hyun menangis terisak.

Ja hyun tidak bersemangat dan meletakkan kepalanya di atas meja, ia mengatakan kalau ia sudah ditolak dan Mi Ok menebak kalau Ja Hyun mengakui perasaannya pertama. JA Hyun membenarkan.
Deok Sun dan Mi Ok kelihatan kecewa dan mengatakan kalau cinta mereka adalah cinta dimana mereka tidak boleh mengaku / menembak, karena akan di tolak.
Deok Sun mengatakan cinta sepihak akan berjalan selamanya dan jika mengaku maka akan berakhir, harusnya Ja Hyun jangan mengaku.
Ja Hyun sedih dan mengatakan dia pikir akan ada harapan dan kedua temannya ber-Aish~

JA Hyun kemudian teringat sesuatu dan bertanya pada Deok Sun bagaimana dengan JUng Hwan.
Mi Ok mengingatkan Ja Hyun jangan memanggilnya Deok Sun LOL.
Mi Ok mengatakan kalau Jung Hwan berkata 'hajima~'
Deok Sun senyam senyum dan kedua temannya mulai berteriak histeris sambil merinding HAHHAHHAHHAHAHHAHAH.
Mi Ok mengingatkan kalau Deok Sun tidak boleh mengakui perasaannya pertama, dia harus menunggu sampai Jung HWan mengaku.
Deok Sun mengerti.
Ja Hyun mengatakan kalau ia lapar karena menangis seharian dan mengajak mereka ke kedai toppokki. Deok Sun menolak dan mengatakan kalau ia harus segera pulang.
Keduanya bingung karena Deok Sun ga biasanya menolak. Deok Sun senyam senyum aja. KYAAAAAa!!! Gadis yang jatuh cinta manis banged!

Jung Hwan ada di kamarnya, bertopang dagu dimeja belajarnya dengan salah satu tangan memainkan pensil dengan jari panjangnya (his finger is so damn sexy! HAHHAHAHA)
Ia merenung dan teringat lagi saat Taek mengakui didepan anak laki-laki kalau ia menyukai Deok Sun sebagai wanita.
Jung Hwan mendesah dan mendesah. Ia galau.
Kemudian terdengar suara ibu yang menyuruhnya datang makan malam dan ia keluar dari kamarnya.

Jung Hwan keluar dari dalam kamarnya dan berhenti, ia terkejut melihat ruang tamu penuh dengan barang-barang keluarga Sung dan Ayahnya, Jung Bong, Bo Ra dan No Eul sedang menata sendok di meja ruang tamu.
No Eul melihat Jung Hwan dan mengajaknya duduk. Jung Hwan berjalan dengan penuh kebingungan saat ayahnya memanggils istrinya kenapa makanannya belum datang.
Jung Hwan bertanya pada Jung Bong, mereka akan makan apa dan Jung Bong mengatakan sudah lama mereka ga makan bersama dengan enak, kali ini mereka akan makan steak hamburger.
Jung Hwan bingung, HAH?
No Eul mengatakan sejak lahir ini petama kalinya ia makan steak hamburger. Ayah tersenyum mendengarnya dan kembali memanggil ibu di dapur karena mereka sudah kelaparan.

Ibu yang masih menggoreng daging berteriak kesal, ARASSOOOOOOOOOOOOOO!!!
Ibu asyik menggoreng steak hamburger saat ibu Deok Sun datang ingin membantu juga.
Ibu bingung mau meminta bantuan apa dan akhirnya meminta ibu Deok Sun menyajikan sup terlebih dahulu.

Sun Woo datang untuk makan malam bersama dan ibu Deok Sun bertanya dimana ibunya. Sun Woo mengatakan kalau ibu dan JIn Joo bersama ayah Taek dan akan datang nanti.
JUng Hwan menyuruh Sun woo duduk. Sun Woo membungkuk pada ayah Jung Hwan dan ia menatap No Eul yang duduk disamping Bo Ra. Sun woo menggunakan kakinya untuk menyentuh No Eul dan menyuruhnya bergeser. No Eul awalnya bingung tapi kode keras Sun Woo akhirnya membuatnya bergeser dan Sun Woo masuk ke tengah, disamping Bo Ra.
Sun Woo ga mengerti situasi, begitu duduk, tangannya langsung nakal dan menyentuh tangan Bo Ra, tentu saja Bo Ra menepisnya, karena sangat ramai disana. Sun Woo diam aja.
Jung Hwan satu-satunya yang menyadari situasi aneh mereka berdua HAHAHAHAHHA. Are you envy?

Ayah Jung Hwan udah ga sabar lagi pengin makan steak dan ia berteriak pada istrinya agar cepat, tapi ia terkejut melihat ibu Deok Sun keluar dengan membawakan sup semangkuk penuh, katanya makan sup dulu sebelum makan steak. Ayah kecewa, karena dia penginnya makan steak HAHHAHAHAHHAAH. Ayah akhirnya berteriak lagi dan ibu datang dengan nampan dikepalanya, sepertinya ibu sengaja ingin menyajikan sendiri steaknya, kayak pelayan-pelayan restoran gitu HAHHAHHAHHAHAHAHAH.

Steak hamburger, dengan nasi, kimchi dan rumput laut. Jung Bong yang pertama mencicipinya, kimchi dengan steak dan mengeluarkan komentarnya yang aku ga ngerti HAHAHAHAHAAH. Kayaknya ibunya juga ga ngerti jadi diam aja karena ga tau mau komen apa HAHHAHAHAHAHAA. Kasian banged Jung Bong, ga ada yang komentar, dia kirain dia salah ngomong tapi Bo Ra bilang kalau dia benar HAHAHHHAHA< baru lah dia lega.
Ayah Jung Hwan sahabat Deok Sun bertanya dimana Deok Sun dan ibu Deok Sun langsung protes, mereka harus memanggilnya Soo YEon LOL.
Ibu mengatakan kalau dia di rumah belajar dan sepertinya akan terlambat pulang.

Ibu Sun Woo datang dengan menggendong Jin Joo di punggungnya, dan ayah Taek ngekor dibelakang, ibu mengatakan 'kami datang~'
dan ibu Jung Hwan langsung mengejek 'kami?'
Ibu Jung Hwan dan ibu Deok Sun ga bisa menahan tawa mereka hHAHAHAHHAHAHA.
Ibu Sun Woo agak kesal menatap kedua ibu itu, sementara ayah Taek tampak gugup HAHHAHAAHHAHA.
(BTW dandanan ayah Taek berubah lebih rapi, cieeeeeeeeeeeee).

Para orang tua makan di meja makan karena meja tamu ga muat.
Ayah Jung Hwan bertanya dimana Taek dan ayah Taek menjelaskan kalau Taek akan ada pertandingan penting sebentar lagi, jadi dia sedang latihan dengan serius.
Ayah Taek kesulitan menggunakan pisau dan garpu, ga tau mau motong dimana dan ibu Sun Woo dengan sigap membantunya. Ibu Sun Woo mengira itu daging sapi dan ibu Jung Hwan tertawa. Ibu Deok Sun mengatakan kalau itu adalah SKEIT.
Ibu Jung Hwan memperbaiki ucapan mereka : STEAK. Taoi ibu SUn Woo menangkapnya : SKEIKE. Ibu Jung Hwan mengoreksi lagi : STEAK. Ibu Deok Sun sok pandai : HAMBAG SKEIT. HAHHAHAAAHHAHAHAHAAHA. Ibu JUng Hwan menyerah.
Ayah Taek minta air dan ibu Sun Woo dengan sigap mengambilkannya sambil membicarakan Taek.

Deok Sun pulang, ayah dan ibu Jung Hwan menyapa : Ah, Deok Sun kau sudah pulang.
Ibu Deok Sun langsung teriak : SOO YEON!!! Panggil dia Soo Yeon. HAHHAHAHHAHAHA
Akhirnya ayah dan ibu Jung Hwan harus mengoreksi lagi HAHHAHAHAHA.
Deok Sun hanya tersenyum dan membungkuk di depan pintu.

Deok Sun menatap ke meja tamu dan melihat Jung Hwan disana. Jung Hwan berbalik sebentar dan dengan canggung memunggunginya lagi. Deok Sun tersenyum.
Deok Sun berjalan mendekati mereka dan menendang No Eul agar pindah. No eul bete sekali dari tadi diusir terus, tapi ia ga bisa menolak. No Eul berdiri dan pindah ke dekat Jin Joo.
Jung Hwan tahu hal itu, tapi ia kayak ga peduli gitu (peduli sih cuma kayak ga mau mikirin lebih jauh).
Deok Sun senyam senyum disamping Jung Hwan, matanya besar menatap Jung Hwan yang canggung dan melanjutkan makannya.

Saat Deok Sun meminta makanan pada ibunya, ibu Sun woo meminta tolong padanya untuk mengantarkan makanan ke rumah Taek karena Taek tidak mau keluar kamar untuk makan, dia sedang latihan.
Deok Sun sama sekali ga masalah dan mengiyakan.
Ia mengambil bekal itu dan berjalan keluar.
Kita bisa melihat JUng Hwan sedikit meliriknya yang pergi, meski ia masih terus makan.
(OMG! Ekspresi Jung Hwan ini ga bisa aku ungkapkan dengan kata-kata T_______T)

Taek sedang bermain baduk saat Deok Sun menyediakan semangkuk sup untuknya di atas meja.
Deok Sun akan keluar tapi ia kesal karena yakin Taek ga akan makan, jadi ia menatap Taek dan memastikan kalau Taek harus makan sebelum dingin. Taek menjawab tapi matanya terpaku pada baduk.
Deok Sun kesal sekali dan memutuskan tinggal disana sampai Taek menghabiskan sup-nya.
Dan Taek beneran menghabiskan supnya karena Deok Sun mengawasinya sambil baca majalah HAHAHHAHAHA.

TAek kemudian memanggil Deok Sun dan Deok Sun menyuruhnya memanggilnya Soo Yeon.
Taek bingung dan bertanya siapa Soo Yeon. Deok Sun menjelaskan kalau mereka memanggilnya Soo Yeon maka ia akan bisa masuk universitas. Taek tertawa. Deok Sun tersinggung, kau sedang menetrawakanku?
Taek langsung takut-takut dan membantah. Deok Sun mengingatkan Taek harus memanggilnya Soo Yeon, dengan begitu ia akan masuk universitas. Taek tersenyum lagi dan kemudian memanggilnya Deok Sun lagi.
Deok Sun kesal, panggil aku Soo Yeon, monchong a!

Taek mengerti dan mengubah panggilan Deok Sun, kemudian ia meminta Deok Sun membuatnya kopi susu.
Deok Sun menghela nafas dan mengerti, menyuruhnya latihan yang rajin.
Deok Sun membawakan kopi susu pada Taek dengan wajah penuh sabar. Deok Sun sudah memegang jaketnya dan akan pergi saat Taek meminta dibawakan air.
Deok Sun memasang wajah senyum terpaksanya dan mengiyakan, setelah air putih habis, Deok Sun membawakan teh dengan wajah kesalnya dan saat ia akan pergi, Taek memanggilnya lagi, Deok Sun menahan amarahnya.

Kembali ke rumah Jung Hwan, para orang tua masih membicarakan Taek. Ayah Jung Hwan mengatakan kalau Taek itu sangat populer dan punya banyak penggemar, mereka bertanya-tanya apakah Taek akan menikah dengan salah satu penggemarnya nanti.
Para ibu mengatakan kalau Taek itu tipe yang tidak menunjukkan perasaannya pada orang yang dia sukai. Ayah Taek mengatakan kalau Taek punya cara sendiri untuk menunjukkan perasaannya.
Ayah Taek terlihat terus menerus meminta sesuatu pada ibu Sun Woo, minta tambah kuah, minta tissu dan ini dan itu. HAHHAHAHAHAHHAHA.
Ibu Sun woo bertanya bagaimana sikap Taek jika dia menyukai seseorang dan ayah menjawab kalau Taek akan bersifat kekanakan jika didepan orang yang dia sukai, dan akan bersikap sopan didepan orang yang tidak dia sukai.
Ayah Taek mengatakan kalau Taek akan meminta ini dan itu pada orang yang dia sukai.
Ayah Taek lagi-lagi minta sesuatu pada ibu Sun Woo dan ibu Deok Sun jadi gusar melihatnya. Ia mengatakan pada ayah Taek agar membiarkan ibu Sun woo makan HAHHAHHAHAHA.

Deok Sun berusaha mengatur emosinya untuk tidak memarahi harta berharga kompleks mereka, tapi ia sudah ga tahan lagi saat Taek menyentuh teh-nya dan mengatakan kalau dia ingin teh panas.
Deok Sun mengamuk dan mulai memukuli dan memukuli Taek sambil berteriak kesal, YA!!! KENAPA KAU LAKUKAN INI PADAKU! LAKUKAN SENDIRI! LAKUKAN SENDIRI! KAU HANYA SEHARIAN MAIN BADUK! APA KAU BODOH HA!!!! (Aku ga yakin dia ngomong apa, yang jelas miri2 lah sama itu HAHHAHA).
Taek kesakitan dan harus sedikit berteriak agar Deok Sun menghentikan pukulannya.
Deok Sun masih marah dan mengatakan Taek untuk melakukannya sendiri, padahal ada ketel listrik disana.
TAek mengerti dan suaranya bergetar mengatakan kalau tangan Deok Sun sangat menyakitkan HAHAHHAHA.

Taek mengambil ketel listrik didekatnya dimana Deok Sun mengawasinya dibelakang.
Taek bingung karena ketelnya ga panas, ia mengecek isinya juga ga panas. Ia memeriksa kabel yang terhubung ke ketel tidak rusah.
Deok Sun mendesah kesal dan mengatakan kalau kabelnya belum dicolok HAHHAHAHAHA.
Taek malah bersikap polos dan melihat hanya ada 2 colokan, tapi dipakai keduanya, ia mencoba mencabut salah satu.
IA berusaha menarik kabel tapi tidak bisa. Deok Sun kesal melihatnya masa itu saja ga bisa, jadi dia ingin membantu tapi Taek menghalanginya,ia mengatakan ia bisa melakukannya sendiri.

Deok Sun tentu saja ragu karena lengan Taek sangat lemah dan ia melihat dari belakang sikut Taek.
Begitu Taek akhirnya bisa melepaskan kabelnya, DUUUUUUUUUUUUUUK!!!!!!!!!!
Siku Taek mengenai wajah Deok Sun sangaaaaaaaaaaat keras, sampai kepala Deok Seon terbanting HAHAHHAHAHHAAHHA.
Taek shock, Deok Sun merasa agak pusing, hidungnya berdarah.
Taek terkejut dan merasa ga enak, Deok Sun menyadari ada yang ga beres dhidungnya dan menyeka, ada darah.
Deok Sun menatap Taek dengan kesal.

Deok Sun berbaring di kamar Taek, dengan tangan menggenggam tissu dengan erat, sampai gemetar karena ia menahan amarahnya LOL.
Deok Sun berbaring dengan hidung disumbat tissu dimana Taek takut-takut duduk disampingnya. Taek menepuk-nepuk tangan Deok Sun yang gemetaran mencoba mengambil tissu di tangan Deok Sun.
Deok Sun menahan amarahnya dengan cukup baik HAHHAHHAAHHAAHAHA.. Ia pasti kesal sekali.
Taek menyuruhnya untuk istirahat, ia menepuk-nepuk tangan Deok Sun lagi agar tidak marah dan meninggalkannya.
Deok Sun kembali menggenggam tangannya dengan kesal dan mendesah LOL.

Jung Hwan menatap jam dinding sambil mendesah, jam sudah menunjukkan pukul 7.25.
Anak-anak yang lain sedang menonton TV dan No Eul berkomentar kenapa Deok Sun lama sekali di rumah Taek.
Bo Ra berkomentar kalau keduanya mungkin makan bersama, lagian mereka berdua cukup dekat. Jung Hwan yang mendengarnya langsung menatap Bo Ra dengan khawatir.
SUn Woo memeriksa jam dan berbisik pada Bo Ra untuk menemuinya 10 menit di luar, Bo Ra berbisik menyuruhnya jangan dekat-dekat.
Jung Bong melihat keduanya dan bertanya, kalian berdua ngapain?

Bo Ra dan Sun Woo kaget, mereka menatap Jung Bong sambil menelan ludah. Jung Bong meminta mereka mengatakan apa yang mereka bicarakan, jika itu hal yang menyenangkan, dia mau ikut. No Eul juga ikutan.
Sun Woo segera menjelaskan kalau tidak ada apa-apa, dia hanya ingin bertanya pada Bo Ra tentang sesuatu.
JUng Bong masih ragu, lalu tiba-tiba Bo Ra mengatakan sesuatu yang membuat Jung bong langsung ga semangat dan menunduk sedih.
No Eul mengerutkan keningnya pada kakaknya, ia kesal.
Sun Woo masih ga nyadar situasi, saat ia mau pergi, ia berbisik lagi pada Bo RA, membuat Bo Ra agak kesal juga jadinya LOL.

Jin Joo sedang lompat-lompat bahagia di rumahnya saat musik OST Minky Momo diputar (KYAAAAAA! Waktu kecil aku suka film itu :))
Sun Woo bersiap berangkat ke rumah belajar dan permisi pada ibunya (kali ini dia ga mencium Jin Joo kayak biasanya, wow, why?)
Ibu mengawasi SUn woo yang pergi dan kemudian memanggil puterinya, mengatakan kalau Oppa sudah pergi.
Tapi Jin Joo ga mendengarkan, ia asyik lompat-lompat.

Ibu Jung Hwan dan ibu Deok Sun membentang selimut untuk tempat bermain Go-Stop mereka.
Keduanya menunggu ibu Sun Woo saat ayah masuk dan mengatakan ia akan pergi ke luar sebentar.
Kemudian kedua ibu membicarakan mengenai paspor yang baru dibuat ibu Jung Hwan dan ibu Deok Sun ingin melihatnya. Ibu Jung Hwan mengeluarkan paspor barunya.
ibu Deok Sun bersemangat dengan begitu ibu Jung Hwan akan bisa pergi ke luar negeri dan ibu JUng Hwan agak merendah dikit kali ini.
Kemudian mereka penasaran kenapa ibu Sun Woo belum datang juga.

Ibu Sun Woo masuk dengan jin Joo dan mereka semua bersemangat untuk main Go Stop. Tapi ternyata ibu Sun Woo kesana untuk minta tolong mereka agar menjaga Jin Joo.
Ibu menjelaskan kalau ia mendapat pekerjaan untuk membersihkan pemandian umum mulai malam ini, ia tidak bisa membawa Jin Joo kesana dan meminta mereka menjaganya.
Ibu Deok Sun khawatir kalau sampai Sun Woo tahu, dia akan marah. Ibu Sun Woo sudah memikirkan hal itu dan mengatakan kalau ia bekerja hanya pada jam Sun Woo belajar di rumah belajar dan akan pulang sebelum Sun Woo pulang.
Ibu Jung Hwan masih khawatir dan bertanya apakah ibu membutuhkan uang lagi. Ibu Sun Woo menjelaskan kalau sebentar lagi SUn Woo akan kuliah, jadi ia butuh uang untuk biaya kuliah puteranya karenanya ia ingin bekerja mulai sekarang.
Ibu Deok Sun hanya mengangguk sedih dan khawatir kalau Jin Joo akan rewel. Ibu Sun woo tertawa dan mengatakan ia akan mengatasinya dengan sebuah kaset.

Ibu Sun Woo memutar kaset itu dan ternyata itu OST Minky Momo dan begitu musik diputar, Jin Joo langsung berdiri melompat-lompat, menari ala Jin Joo.
Ibu Jung Hwan dan ibu Deok Sun senang melihat Jin Joo melompat-lompat dan ibu Sun Woo pun berangkat kerja dengan tenang.
Tapi ibu-ibu khawatir dengan go-stop mereka dan ibu JUng Hwan baru ingat kalau mereka bisa mengajak seorang lagi.

Sun Woo menunggu Bo Ra sendirian, saat Bo Ra datang, Sun Woo langsung memanggilnya Noona dengan suara keras.
Bo Ra melirik sana sini dan berlari mendekatinya, ia menyuruh Sun Woo jangan terlalu agresif memperlihatkan kalau mereka pacaran.
Sun Woo senyam senyum aja dan mengatakan tidak akan ada yang tahu. IA siap meletakkan tangannya di bahu Bo Ra untuk memeluknya saat Bo Ra menghindar dan ternyata ada Jung Bong dan No Eul didekat sana.
Sun Woo mendesah kecewa.

No Eul menyapa keduanya dan bertanya mereka lagi ngapain.
Sun Woo menjawab dengan gugup mengatakan kalau ada yang mau ia tanyakan.
No Eul kelihatannya mencurigai sesuatu, ia bertanya sambil tersenyum, di jam segini? berdua? ada apa? bukankah kalian bisa membicarakannya di rumah tadi?
Sun Woo terkejut melihat kecurigaan No eul, ia mencoba menjelaskan dengan terbata-bata.
Bo RA langsung bicara, Hey! KAu tidak mau pergi?! Apa yang mau kami bicarakan tidak ada hubungannya denganmu!
No Eul langsung menunduk takut HAHAHHAHAHA.
JUng Bong yang ga peduli pada hubungan mereka malah meminta koin pada Bo Ra dan Bo Ra memberikannya.
Bo Ra lalu menarik Sun Woo dari sana LOL.

No eul masih curiga pada keduanya, ia menatap keduanya sambil tersenyum dan mengatakan kalau pasti sesuatu terjadi pada mereka.
Ia akan mengatakannya pada Jung Bong saat melihat Jung Bong menggosok undian, ia lebih tertarik.
Jung Bong menggosok undian yang ada dalam snack dan kesal karena ia mendapat Zonk lagi.
No Eul berusaha menyemangatinya dengan mengatakan kalau Jung Bong beli lagi dan lagi pasti akan memang.
Jung Bong menatap No Eul dengan mata puppy-nya.

Jung Bong mengajak No Eul ke kamarnya dan mempelihatkan undian yang sudah ia gesek, banyak sekali.
Jung Bong mengatakan semuanya Zonk, padahal ia membeli sekardus LOL.
Ibu masuk ke kamar mereka dan menitipkan Jin Joo pada Jung Bong. Jung Bong bingung, ibunya mau kemana. Ibu mengatakan dia akan menghasilkan uang.

Ibu Jung Hwan, ibu Deok Sun dan ayah Dong Ryong main go stop di kamar utama AHAHAHAHAHHAHA.
Jadi mereka beneran mengajak ayah Dong Ryong untuk bermain.
Ayah Dong Ryong kelihatan polos dan mengatakan kalau ia selalu kalah kalau bermain dan kedua ibu kelihatannya juga merendah. Mereka berniat mengalahkan ayah Dong Ryong.
Mereka memulai permainan sambil tertawa dan tertawa tanoa menyadari kalau ayah Dong Ryong menatap dengan licik HAHHAHAHAHA. Kayaknya ayah Dong Ryong ini jago main go stop.

Bo Ra mengantar Sun Woo ke rumah belajar dan Sun woo memberikan syal-nya pada Bo Ra.
Bo Ra menyuruhnya segera masuk dan belajar dengan rajin.
Sun Woo mengatakan kalau ia sudah cukup belajar di rumah dan tidak perlu belajar di rumah belajar lagi. Ia malah mengajak Bo Ra kencan nonton film.
Bo Ra menolak dan mengatakan kalau ia sibuk. Sun Woo bingung dan bertanya sibuk apa. TApi Bo Ra ga mau bilang apa yang ia sibukkan.
Sun Woo agak bete karena mereka belum pernah kencan, tapi Bo Ra mengatakan kalau seperti ini namanya kencan. Bo Ra akan pergi saat Sun Woo menggenggam tangan Bo Ra dan Bo Ra melepaskannya.

Bo Ra berkata, Apa yang kau lakukan? KAu mau mati?!
Sun Woo mencoba polos, kenapa berpengangan tangan bisa mati?
Bo Ra kesal dan mengatakan kalau ia akan membuat SUn Woo mati jika melakukan itu.
Sun Woo terdiam. Bo Ra menepuk lengan Sun Woo dan meninggalkannya.
Sun Woo mengatakan sampai jumpa didepan rumah.
Bo RA mengatakan mereka ketemu besok saja, ia mau tidur.
Sun Woo kecewa dan cemberut berat HAHHAHAHAAHAH.
Sementara Bo Ra yang meninggalkannya tampak diam-diam tersenyum manis.

Sun Woo belajar di rumah belajar dan shock karena ada yang memegang kakinya.
Sun Woo hampir berteriak ketakutan, tapi menyadari itu Dong Ryong yang seperti biasa tidur dibawah meja belajarnya.
Dong Ryong kedinginan dan meminta selimut pada SUn Woo HAHHAHAHAHA.
Bo Ra juga belajar di rumah Jung Hwan, dengan lampu pink dan ada bunga-nya.
Kita bisa melihat Bo Ra tidak melepaskan syal Sun Woo, kYAAAAAAAAAAAA!! Coo cweeeet :) biar aroma SUn woo masih tercium ya mbak? HAHHAHA.

Jung Hwan ada di depan gerbang rumahnya, berdiri menatap gerbang rumah Taek yang juga sejajar dengan jendela kamar Taek.
Jung Hwan kelihatan tidak tenang, ia tidak berani kesana dan hanya bisa menunduk menunggu Deok Sun yang ga pulang-pulang.
Dan Deok Sun masih di kamar Taek, ia ketiduran sampai malam sementara Taek fokus dengan latihan baduknya.


Mi Ok sendiri menghabiskan malam di kamar princess-nya, menulis surat cinta untuk Jung Bong.
Dimana ia menghabiskan banyak kertas hanya untuk menulis baris pertama surat cintanya.
Sementara ayah Dong ryong menghajar para ibu dan memenangkan pertandingan go stop dengan mudah HAHHAHAHAHAHHA.
Ia bahkan bersenandung bahagia sambil menyapu bersama Dong ryong yang dipaksanya ikut menyapu, tapi Dong Ryong berusaha kabur.

Keluarga Kim dan keluarga Sung makan bersama dan ayah Deok Sun terkejut mendengar para ibu kalah dari ayah Dong Ryong. Mereka mengatakan jangan bermain dengan ayah Dong Ryong, karena ayah Dong Ryong sangat pandai bermain.
Ayah bertanya berapa kekalahan ibu dan ia janji malam ini ia akan memenangkan kembali uang mereka. Ayah Jung Hwan juga mengatakan ia akan main go stop malam ini melawan ayah Dong Ryong.
Lalu pembicaraan beralih ke pengumuman kelulusan masuk universitas yang akan diumumkan besok. Ini adalah kesempatan terakhir Jung Bong, kalau dia ga lulus juga, maka tahun ini dia tidak akan bisa kuliah.
Ibu kelihatannya menyipitkan mata ke arah TV yang menyiarkan berita tentang kelulusan yang akan diumumkan besok.

Jung Bong, No Eul dan Bo Ra makan bersama di ruang tamu dan Jung Bong kelihatan ga selera makan. No Eul menatap hyung dan mencoba menyemangatinya.
Telpon berdering, JUng Bong mengangkat, itu dari Sun Woo dan Jung bong memberikannya pada Jung Hwan. JUng Hwan yang lagi tiduran menerimanya dan kemudian memberikan pada Bo Ra. Bo Ra bingung. Jung Hwan ga bicara apapun dan menyuruhnya menerimanya, karena Jung Hwan tahu Sun Woo pasti nyari Bo Ra LOL.
No eul menatap Bo Ra dengan menyipitkan matany curiga, Bo Ra menatap No Eul dan menyuruhnya berhenti menatap. No eul takut HAHHAHAHHA. Tapi ia tetap curiga.

Jung Hwan akan mandi saat pintu kamar mandi terbuka dan Deok Sun keluar dari sana.
Jung Hwan menatapnya, Deok Sun menyadari kalau baju dalamnya kelihatan dan ia berusaha merapikannya dengan cepat.
Keduanya berdiri berhadapan dengan canggung. Deok Sun mengatakan Jung Hwan masuk nanti saja, karena kamar mandinya beruap, ia habis showering.
Jung Hwan mengatakan tidak apa-apa, ia berjalan melewati Deok Sun dengan canggung.

Deok Sun bergabung untuk makan bersama yang lain. Ia dan No Eul membicarakan shower di rumah Jung Hwan yang enak, air-nya sama sekali tidak dingin. No Eul mengatakan ia sangat suka disana dan berharap mereka tinggal selamanya disana.
Deok Sun makan sambil bertanya tentang kelulusan lagi dan Jung bong ga bersemangat lagi, kali ini ia menghentikan makannya dan masuk ke kamarnya tanpa bicara.
No Eul mendesah dan mengatakan kalau Deok Sun tidak peka. Deok Sun ya ga tau apa-apa dan bertanya, memangnya aku kenapa?
No Eul mendesah, kita... sebaiknya tidak begini.
HAHHAHAHHAHAHAHHA.

Ibu memanggil Deok Sun untuk memberikan pakaian kotor padanya agar dicuci, No Eul Juga. No Eul mengatakan kalau ia ga punya dan Deok Sun juga mengatakan kalau ia sudah mencucinya tadi.
Kemudian tiba-tiba Deok Sun teringat sesuatu, ia panik, meletakkan sendoknya dan segera berdiri ke arah kamar mandi.

Deok Sun ragu-ragu mengetuk pintu.
Tapi akhirnya ia mengetuk dengan wajah khawatir.
Jung Hwan membukanya dari dalam dan mengeluarkan segumpal handuk. Deok Sun menerimanya.
Deok Sun membuka handuk itu dan menemukan underwear-nya didalam HAHHAHAHAHAHAHAHAHHAHAHAHHHAHA.
Deok Sun kesal sekali pada dirinya sendiri + malu tentu saja HAHAHAHAHAHAHAHHA.
(Apakah kita ga bisa mendapatkan scene kilas balik wajah Jung Hwan saat menemukan itu? HHAHAHA).

Pagi harinya, Kedua ayah berangkat kerja dan kedua ibu mengantar sampai ke depan pintu.
Ibu Deok Sun mengingatkan ayah untuk tidak membeli apa-apa kalau pulang nanti, sementara ibu Jung Hwan meminta suaminya membelikan sesuatu saat pulang nanti LOL.
Ayah Jung Hwan mengatakan ia akan membelikan Hoppang tapi ibu ga mau, HAHAHAAHAHAH. Ibu Jung Hwan teriaknya keras banged, sampai ayah Deok Sun kaget LOL.
Dan waktu berlalu, malam harinya, ayah Deok Sun kembali ke rumah dan hampir salah masuk rumah. Sementara ayah Jung Hwan juga kembali membawakan makanan yang diminta ibu.

Keluarga Sun Woo makan malam dan ibu Sun woo khawatir karena Sun Woo ga pergi-pergi.
Sun Woo asyik bicara dengan adiknya yang lucu, sekarang pake anting gede.
Adeknya suka banged sama Minky Momo dan katanya kalau udah besar dia mau jadi Minky (kalo ga salah).
Sun Woo mengatakan kalau JIn Joo makan sayur maka ia akan membelikan Jin Joo tongkat Minky. JIn Joo makannya jadi lahap.
Takut terlambat kerja, ibu Sun Woo akhirnya mengingatkan anaknya apakah dia tidak akan pergi ke rumah belajar.
Sun woo mengecek jam-nya dan sadar dia terlambat, dia kemudian pergi dengan cepat.
Ibu juga segera mengambil barangnya dan menggendong Jin Joo ke rumah sebelah.

Jung Bong gagal lagi menggosok undian, dia dapat zonk lagi. Jung Bong sangat kecewa.
Ibu datang ke kamarnya menitipkan Jin Joo lagi.
Jin Joo datang dengan manis membawa dua kue dan Jung Bong membuka pelukannya, Jin Joo masuk dalam pelukan Jung Bong.
Cutee~

Jung Hwan dan Dong Ryong ada di kamar Taek, membaca buku. Jung Hwan duduk di meja dan melihat kalender TAek penuh dengan jadwal pertandingan.
Dong Ryong mengatakan pertandingan besok sangat sulit, makanya malam ini Taek menginap di pusat pelatihan untuk berlatih.
Jung Hwan mengerti. Saat Jung Hwan melihat ke luar jendela, Deok Sun terlihat masuk ke gerbang.
Deok Sun tersenyum manis dan melambai ke arahnya.
Jung hwan otomatis mengangkat tangannya sampai beberapa detik ia baru sadar dan hanya melambai tanpa ekspresi.
Deok Sun kelihatan senang Jung Hwan membalasnya, ia bahagia sekali.

Bo Ra menemui Sun Woo lagi, meski ia tampak mendesah awalnya, saat SUn Woo melambai padanya, ia tersenyum.
Sun Woo tidak bisa menyembunyikan kebahagiaanya, tapi begitu Bo Ra dihadapannya, ia berubah jadi sok cool dan mulai bertanya kenapa Bo Ra lama sekali.
Bo Ra mengeluh karena mereka harus bertemu seperti ini terus dan Sun Woo mengatakan itu karena mereka tidak punya waktu untuk kencan sebenarnya, jadi setidaknya mereka bisa jalan-jalan sekitaran kompleks.
Bo Ra menyarankan mereka makan malam bersama lain kali tapi Sun Woo mengatakan ia tak bisa membiarkan Jin Joo dan ibunya makan berdua saja.
Bo Ra tersenyum dan mengatakan kalau Sun Woo anak baik, karena itu lah ia menyukainya.

Bo Ra malu dan langsung berjalan meninggalkan Sun Woo, Sun Woo tersenyum manis dan mengikutinya, hanya itu saja?
Bo Ra mengatakan hanya satu itu yang ia sukai dari Sun Woo. Sun Woo mengatakan kalau ia punya banyak alasan kenapa ia suka pada Bo Ra dan mulai melist satu per satu tapi Bo Ra terlalu malu mendengarnya dan menutup telinganya. HAHHAAHAHHHA.
Sun Woo mengatakan sesuatu tentang kaca mata Bo Ra, katanya kaca mata Bo RA yang lama lebih cocok untuk Bo Ra, Bo Ra kelihatan lebih cantik.
Bo Ra mengatakan kalau ini matanya, jadi suka-suka dia mau memakai yang mana. Sun Woo mengatakan sesuatu lagi dan Bo RA sedikit kesal, ia menginjak kaki Sun Woo dengan keras dan meninggalkannya.
TApi kemudian ia menyuruh Sun woo cepat dan Sun Woo tersenyum.
Kyaaaa, so sweet tapi aku sedikit khawatir.

Deok Sun, Jung Hwan dan Dong Ryong makan ramen bersama di kamar Taek.
Deok Sun excited dengan poster konser Lee Moon See yang ia bawa dan bertanya apakah Dong Ryong akan pergi. Dong Ryong tidak tertarik dengan konser penyanyi laki-laki.
Deok Sun tentu saja lebih tertarik dengan jawaban Jung Hwan dan ia bertanya. Dong Ryong mengatakan Jung Hwan akan pergi karena ia juga penggemar Lee Moon See.
Deok Sun tersenyum meyakinkan, kau akan pergi kan?
Jung Hwan menatap Deok Sun dan kemudian mengalihkan pandangannya ke mangkuk ramen, aku tidak bisa pergi.
Deok Sun yang awalnya tersenyum kehilangan senyumannya.

Deok Sun terkejut. Jung Hwan melihat reaksi Deok Sun saat Dong Ryong membicarakan tentang Taek yang punya jadwal bertanding dihari konser.
Deok Sun sangat sedih dan bertanya, kenapa? apa terjadi sesuatu?
Jung Hwan tidak menjawab, ia terdiam. Deok Sun dan Jung Hwan masih bertatapan saat Dong ryong terus bicara.
Deok Sun meyakinkan lagi, kau benar-benar tidak akan pergi?
Jung Hwan menjawab, iya aku tidak bisa pergi.
Jung Hwan menunduk lalu memeriksa reaksi Deok Sun lagi. Deok Sun makin terlihat sedih, ia hampir menangis.
Jung Hwan mengalihkan pandangannya dan memutuskan keluar untuk ke kamar mandi.

Deok Sun masih tak bisa berkata apa-apa.
Deok Sun kecewa dan sedih karena tidak menyangka Jung Hwan akan menolak pergi berdua bersamanya, sedangkan saat konser Starry Night Jung Hwan lah yang mengajaknya pergi berdua.
Dong Ryong masih bicara dan ribut mengenai dengan siapa Deok Sun akan pergi, dan ia enyarankan Sun Woo.
Deok Sun sedang tidak mendengarkan hal itu karena kepalanya di penuhi oleh kekhawatiran, ia menutup mulut Dong ryong dengan tangannya.

JUng Hwan keluar dari kamar mandi dan memutuskan tidak kembali ke kamar Taek, ia melihat ayah Taek menonton TV dan bergabung disana.
Ayah menawarkan Hoppang pada Jung HWan.
Jung Hwan mencoba mencari topik pembicaraan dan bertanya kenapa ayah Taek tidak ikut main go stop bersama para orang tua.
Ayah mengatakan kalau dia tidak terlalu pandai, mereka yang sedang bermain disana semuanya adalah pro.
Jung Hwan terkejut, benarkah?

Para orang tua bermain go stop di rumah. Ayah Dong ryong menang banyak kali ini.
Ibu Jung Hwan kesal sekali.
ayah Deok Sun santai, ia menunggu kesempatan sepertinya.

Jung Hwan kembali ke kamar dan mereka membicarakan tentang para orang tua yang main go stop. Dong Ryong terkejut dan mengatakan kalau ayahnya sering bermain curang. Sepertinya malam ini akan ada perkelahian.
Deok Sun mengatakan ayahnya tidak akan mudah ditipu, karena ayahnya dijuluki polisi bank alias menangkap penipuan.
Dan tentu saja, saat permainan makin memanas, ditambah background musiknya kriminal, membuat adegan semakin seru.
Ayah Dong ryong mencoba untuk berbuat curang, tapi tertangkap basah oleh ayah Deok Sun, dengan gaya yang menyeramkan seperti penjahat dan polisi, ayah Deok Sun menancapkan sisir disela-sela jari ayah Dong ryong, seolah itu adalah pisau HAHHAAHAHHAHAHA. Scene-nya lucu, seru!
Tangan ayah Dong Ryong sampai gemetaran LOL.

Jung Hwan kemudian bicara, kalau ayahmu adalah polisinya bank, maka ibuku adalah RA MI RAN.
Deok Sun terkejut.
Jung Hwan mengatakan kalau ibunya mungkin ga terlalu pintar main Go Stop, tapi akal ibunya Jjang!

Kembali ke permainan Go Stop, aya Deok Sun beneran menang banyak.
ayah Dong Ryong kalah banyak, ia gemetaran dan ibu Jung Hwan tampak kesal juga, ia bahkan bergabung bersama ayah Dong Ryong untuk melawan ayah Deok Sun.
Ayah Deok Sun beneran pandai banged main Go Stop LOL.
Ibu mengatakan ia haus dan mau minum sebentar, jadi dia keluar.
Ayah dan ibu Deok Sun makin menyebalkan, mereka mengejek-ejek ayah Dong Ryong HAHHAHAHAHAHA.
Ayah Jung Hwan juga jadi agak gimanaaa gitu, Ia juga kesal karena istrinya kalah.

Jin Joo bersama Jung Bong dikamar menggosok undian, tapi Zzonk lagi.
Jung Bong ga bisa marah-marah sama Jin Joo kecil.
Tiba-tiba ibu masuk dan mengajak Jin Joo main bersamanya.
Ibu menunjukkan tatapan cerdiknya.

Ibu Jung Hwan membawa Jin Joo masuk ke kamar dan ibu Deok Sun serta ayah menyambutnya meski ayah Deok Sun terus berteriak kalau ini pertandingan penting.
Permainan dimulai lagi, ayah Dong Ryong keliatannya ga semangat banged.
Ibu Jung Hwan diam-diam menyelinapkan kaset rekaman lagu kesukaan Jin Joo pada suaminya dan memberi kode adar ayah memasang kaset itu.
Diam-diam ayah jung Hwan memasukkan kaset ke pemutar dan permainan terus berlanjut.
Ayah Deok Sun senang banged karena ia akan menang, ia bahkan ketawa selebar-lebarnya. DAn mulai mengejek mereka semua.

Ibu Jung Hwan menghela nafas dan mulai mengkode ayah Jung Hwan. Ayah mengangguk.
Ayah Deok Sun terus mengejek sambil ketawa dan begitu ia siap melempar kartunya, ayah Jung HWan menekan tombol PLAY dan musik berkumandang, lagu Minky Momo.
Jin Joo secara spontan berdiri dan mulai melompat-lompat diatas kartu go stop.
Ibu Jung Hwan sengaja mengacak kartu seolah-olah ingin menarik Jin Joo. Tapi Jin Joo terus melompat-lompat dan ayah Deok Sun menganga.
Yang lain bertepuk tangan mengikuti irama musik, ayah Dong Ryong seneng banged, ibu Jung Hwan juga seneng banged meski ia mengatakan agar Jin Joo berhenti tapi ia terus tepuk tangan HAHHAHAAHHA.
Ekspresi ayah Deok Sun TOP banged, dia kayak ingin menyumpah tapi ga bisa karena itu anak kecil.
Meski pada akhirnya ia berteriak sampai ke luar rumah HAHAHAHHA.



0 comments:

Post a Comment

 

Random Post

Clover Blossoms Fanpage

In My Radar

Watching :
- We Married as A Job
- Jimi ni Sugoi!
- Weightlifting Fairy
- Goblin
- The Legend of The Blue Sea
- Father I'll Take Care of You
- Beppin-san
- Gochisousan

Waiting Drama:
- Miss in Kiss

Waiting Movies:
- One Week Friends
- Your Lie in April
- Aozora Yell
- Itakiss Movie

Favorite Song This Time :
- Red Cheek Puberty - Galaxy
- Ben - Foggy Road
- Twice - Next Page
- Utada Hikaru - Hanataba wo Kimini
- LYn - Love Story