[Sinopsis] Reply 1988 Episode 15 ~ Part 1


Kabar mengenai episode 15 akan ada time slip ternyata cuma hoax, padahal aku sudah berdoa agar time slip secepatnya, karena OTP-ku ga akan ada perkembangan sebelum lompat waktu T___T
Meskipun di episode ini masih belum ada perubahan yang berarti dalam hubungan cinta Jung HWan - Deok Sun - Taek, tapi ada satu titik cerah di akhir episode yang membuat aku lega, AKHIRNYAAAAAAAAAAA
Jujur saja, aku mulai bosan dengan wajah galau Jung Hwan, aku ga mau liat dia sedih lagi, kasihan banged :')


SONG OF THE DAYS
Kim Hyun Chul - Neighborhood (HwanSunny Bus Scene OST) [ download ]



Answer Me 1988 Episode 15

Masih di bulan Maret tahun 1989, berita di TV menyiarkan kemenangan seorang atlet sumo.
Ayah Taek ada di tokonya,  membersihkan lemari kaca saat tiba-tiba bel pintu toko berbunyi dan ia melihat ke arah pintu.
Sun Woo ada disana dengan senyuman canggung bertanya apakah ayah Taek bisa bermain baseball.
Ayah Taek tentu saja terkejut, Tidak biasanya Sun woo mengajaknya melakukan hal-hal seperti itu, ayah menjawab dengan wajah masih kaget kalau ia bisa bermain sedikit.
Sun Woo tersenyum dan mengajak ayah Taek main baseball bersamanya, ia memperlihatkan 2 sarung baseball dan mengatakan akan menunggunya di lapangan.

Ayah Taek masih membatu saat Sun Woo sudah berlari keluar.
Ayah Taek menyadarkan dirinya dan dengan cepat ia mengganti sendal dengan sepatu, meletakkan kain lap dan berlari keluar toko sampai ia baru ingat kalau harus ada orang yang menjaga toko. Ayah Taek panik dan melihat seseorang.
Alhasil, ayah Dong Ryong yang diminta menjaga toko HAHAHHAAHHAHA. Kayaknya ayah Dong Ryong baru bangun tidur deh, dia aja bingung kenapa dia bisa duduk di toko ayah Taek LOL.

Bo Ra ada di pagar rumah Jung Hwan dan tersenyum melihat ayah Taek berlari keluar rumah menuju lapangan.
Ia senang melihat Sun Woo akhirnya membuka hati untuk ayah Taek (btw OST-nya pas banged, I love you baby~).
Bo Ra berjalan ke rumahnya saat ibu Jung Hwan keluar dari rumah dan meminta Bo Ra memanggil adik-adiknya untuk makan malam di rumah mereka, ia akan memesan makanan. Bo Ra bingung kenapa tiba-tiba.
Ibu mengatakan kalau mereka tidak akan memasak malam ini karena mereka ada keperluan mau pergi ke suatu tempat.
Ibu Jung HWan mengatakan kalau ia juga akan mengundang anak-anak lainnya dan Jung Bong keluar dengan snack di tangannya, mengatakan kalau ibu jangan hawatir, ia yang akan memastikan kalau anak-anak makan dengan baik.

Bo Ra menatap Jung Bong curiga dan bertanya padanya apakah ada hal baik yang terjadi.
Jung Bong hanya tersenyum sampai Bo Ra bertanya, apa kau berkencan?
Jung Bong terkejut, ia mencoba menyangkal meski wajahnya tidak bisa berbohong. Bo Ra tertawa dan melihat jelas kalau Jung Bong berbeda meski Jung Bong menyangkal lagi.
Bo Ra meninggalkan Jung Bong yang masih kebingungan bagaimana Bo Ra bisa tahu HAHAHHAHHAHAHAHA. Oppa, ambil cermin dan lihat wajahmu yang kelihatan biasa saja tapi ada sedikit senyuman di sepanjang hari HAHAHHAAHHA.

Tiba-tiba terdengar suara Dong Ryong dari depan rumahnya, menirukan kalimat pertanyaan Bo Ra dengan suara yang lucu dan Jung Bong makin bingung.
Ibu Dong Ryong keluar dan akan berangkat kerja, ibu mengatakan ia sudah meninggalkan uang di atas meja menyuruhnya beli makanan atau pesan jjangmyeon saja.
Dong Ryong cuma bisa tertawa ceria seperti biasa.
Jung Bong berteriak dari rumahnya dan mengatakan ini pertama kalinya baginya. Ia mengatakan kalau ini rahasia dan Dong Ryong setuju, ia akan tutup mulut.
Lucunya mereka rahasiaan tapi saling teriak, tentu semuanya dengar HAHAHHAHA.

Ibu Deok Sun sedang menyetrika di rumah dan Bo Ra membaca buku didekatnya. Ibu memintanya mengambilkan baju kerja ayah dan Bo Ra melihat bajunya sudah lusuh dan meminta ibu membuangnya dan membeli yang baru.
Ibu melihat dibagian leher baju sudah rusak dan sepertinya ia setuju. Ibu kemudian menyetrika celana ayah dan ibu kelihatannya bahagia sekali, ia menyetrika sambil menyanyi kecil dan Bo Ra tersenyum melihatnya.
Ibu kemudian membahas tentang kerja paruh waktu Bo Ra dan Bo Ra mengatakan ia akan berhenti, sunbae-nya sangat baik padanya jadi ia tak akan dimarahi.
Ibu mengerti.

Bo Ra kelihatan menghela nafas dan ia teringat saat ia bicara bersama ibu dan ayah.
Bo Ra menyampaikan keputusannya kalau ia akan mengambil ujian lagi dan ibu serta ayah senang mendengarnya karena dia membuat keputusan yang tepat. Bo Ra mengatakan ia akan tetap kerja paruh waktu selama sebulan karena ia sudah janji pada seniornya. Ayah setuju akan hal itu, Bo Ra bisa tetap kerja selama sebulan dan kemudian fokus pada ujiannya.
Ibu mengatakan kalau Bo Ra tidak perlu mengkhawatirkan apa-apa lagi, setelah kerja paruh waktu, Bo Ra bisa belajar untuk ujiannya dengan baik. Ibu menangis mengatakan kalau Bo Ra tidak perlu memikirkan tentang uang, ia dan ayah akan mengurusnya, jadi Bo Ra hanya perlu fokus pada pelajarannya.
Bo Ra mengangguk dan meminta ibu merahasiakan hal ini dari adiknya dan juga tetangga. Ibu mengerti. Ayah tersenyum melihat puterinya dan mengatakan kalau ia sudah berusaha dengan baik.
Ayah seolah ingin memeluk Bo Ra tapi ia terlalu canggung melakukannya dan pada akhirnya ia menyerah LOL.

Sun Woo dan ayah TAek ada di lapangan dan mereka sedang pemanasan, lebih tepatnya hanya Sun Woo sementara ayah kesulitan memasukkan tangannya yang besar ke dalam sarung tangan baseball LOL.
Sun Woo tertawa melihatnya dan mengatakan kalau ayah sudah memasangnya dengan benar. Ayah Taek pemanasan otot tangan dan dengan canggung ia seperti ingin mengatakan sesuatu. Sun Woo mengatakan kalau ia akan bermain dengan pelan tapi ayah tak boleh main-main dan harus menganggap ini serius.
Ayah melihat jarak mereka berdua terlalu dekat dan Sun Woo tertawa, Sun Woo mengira ayah Taek tidak bisa bermain baseball, jadi ia melempar bola pada ayah. Ayah menangkapnya dengan baik membuat Sun Woo kagum.

Sun Woo khawatir kalau jarak mereka terlalu jauh dan bertanya apakah perlu didekatkan lagi. Ayah Taek tertawa, ia dari tadi ingin mengatakan sesuatu tapi terus dipotong Sun Woo. Ayah mengatakan kalau jarak mereka terlalu dekat dan Sun Woo mundur selangkah, ayah mengatakan masih terlalu dekat dan Sun Woo mundur lagi dengan ragu-ragu.
Sun Woo ragu karena jaraknya terlalu jauh. LOL.
Kemudian ayah mulai mengambil kuda-kuda untuk melempar dan WUSHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!!! Bola melayang ke arah Sun Woo dengan baik dan WOW, sepertinya Sun Woo kaget karena lemparan ayah Taek sangat baik.
Ayah Taek tertawa dan mengatakan 'strike' dengan lucu.
Sun Woo kaget karena ayah Taek bukan pemula melainkan pro HAHAHAHAHAHHAHAHHAHA.

Jin Joo menonton siaran komesi YongGu di TV rumah Taek dan ia mulai menirukan, YongGu optaa~
Ibu masuk ke rumah dan menyapa puterinya, kemudian ke dapur dan melihat ayah Taek bersiap sarapan. Ayah bertanya kenapa ibu belum pergi dan ibu mengatakan ia akan segera pergi setelah ini.
Ia melihat ayah Taek hanya makan dengan lauk kimchi dan rumput laut kering, ibu protes dan ayah mengatakan kalau ia sangat menyukai kimchi, kalau ada kimchi maka makannya akan enak.
Ibu kemudian bertanya apakah ayah tidak punya sesuatu yang ingin dimakan, ia akan membuatkannya.
Ayah berfikir dan mengatakan kalau ia ingin makan kimchi mentimun. Ibu tersenyum mendengarnya.

Bo Ra dan Sun Woo bertemu di depan rumah Jung Hwan dan Bo Ra bertanya apakah permainannya menyenangkan. Melihat dari ekspresi Sun Woo kita tahu kalau ia menikmati bermain baseball dengan ayah Taek dan mengatakan kalau ayah Taek adalah pro, membuat mereka tertawa.
Sun Woo membisikkan pada Bo Ra kalau mereka akan ketemuan di kedai makan biasanya dan Bo Ra mendorongnya menjauh karena Dong Ryong masuk ke halaman rumah Deok Sun bersama Deok Sun, lebih tepatnya Dong ryong menyeret Deok Sun.
Bo Ra mengomeli Dong ryong yang ga pernah makan di rumahnya dan Dong ryong mengatakan ia mencium bau yang sangat enak dari rumah jung HWan jadi ia mau makan disana.

Deok Sun menolak makan di rumah Jung HWan, ia kayaknya lemas banged mau kesana, tapi Dong Ryong terus memaksanya.
Entah kenapa Deok Sun terus menolak dan mengatakan kalau ia tidak mau makan LOL.
Dong Ryong tak menyerah sama sekali, ia benar-benar menyeret Deok Sun agar masuk ke rumah Jung HWan HAHAHHAHAHAHAHA.

Anak-anak minus Jung HWan dan Taek berkumpul di meja tamu keluarga Jung Hwan. No Eul memanggil Jung Bong apakah masakannya belum siap, atau apakah Jung Bong butuh bantuan.
Jung Bong mengatakan sebentar lagi. Deok Sun bingung karena ia pikir mereka akan makan jjangmyeon hari ini, karena para ibu sedang pergi. Dong Ryong mulai bicara ini dan itu dengan cepat membuat Bo Ra kesal dan menyuruhnya diam dan makan LOL.
Jung Bong kemudian datang membawa sarapan mereka, nasi goreng satu kuali. Deok Sun ragu karena kayaknya ga akan cukup untuk mereka semua. Dan jung bong datang dengan kuali raksasa, HAHAHAAHHAHAHA.

Jung Bong menyuruh mereka menikmati nasi gorengnya dan No Eul bingung bagaimana mereka akan menghabiskan semuanya LOL.
SUn Woo terkejut Jung Bong oppa bisa masak nasi goreng kimchi juga. Deok Sun mengatakan kalau semua orang bisa melakukannya, bahkan ayahnya juga bisa membuatnya dan itu adalah masakan paling enak ayahnya (masakan paling enak ayahku juga nasi goreng :))
Jung Bong berterimakasih atas pujian Deok Sun dan ia menatap Dong Ryong menanyakan apakah Dong Ryong ingin makan sesuatu yang lain, LOL. Untuk tutup mulut HAHAHHAHAHA.

Sun Woo kemudian menanyakan kemana Jung Hwan dan Jung Bong menjawab kalau ia meminta Jung Hwan meminjam video tadi. Jung Hwan kembali di saat yang tepat dan ia terkejut melihat semuanya berkumpul di rumahnya.
Deok Sun sepertinya masih kesal pada Jung Hwan *tentu saja* dan ia menatap jung Hwan dengan cemberut.
Yang lain menyuruhnya duduk untuk makan sebelum nasi gorengnya habis.
Jung Hwan masih berdiri dan melirik ke arah Deok Sun beberapa kali, Deok Sun mempeelihatkan wajah tak pedulinya.

Jung Hwan akhirnya tanpa ragu duduk disamping Deok Sun. Saat ia duduk, bahu mereka sedikit bersentuhan. Deok Sun mencoba tidak terganggu dengan hal itu dan terus mengunyah.
No Eul melihat hal itu dan sepertinya ia tidak terlalu memikirkannya, tapi beda saat ia melihat Sun Woo menuangkan air untuk Bo Ra, ia menatap keduanya dengan curiga. (Uri No Eul, saksi Jung HWan dan Deok Sun HAHAHA).

Kemudian mereka membicarakan tentang pertandingan Taek dan saat Deok Sun ikut nimbrung, Jung HWan bicara padanya, mengatakan kalau ada nasi di wajah Deok Sun.
Deok Sun menatapnya dengan bingung sementara Jung HWan kelihatan akan mengambilnya tapi mengurungkan niatnya.
Deok Sun mengambil nasi dan memakannya, ia melirik ke arah Jung HWan dan Jung HWan membalas dengan, Apa?
Deok Sun cemberut karena mereka berdua sangat canggung. Sesekali, Jung Hwan juga tampak melirik Deok Sun.
AKH! Ini semua karena kemeja PINK!!!!!!!!!!!!!!!!

Lalu kita melihat Taek ada di pertandingan baduknya, ia lagi-lagi terlihat tertekan dan sakit kepala. Ia terus menutup matanya menahan sakit.
Meski pada akhirnya ia memenangkan pertandingan. Dan ia kelihatan bicara sesuatu dengan lawannya.

Guru Taek dan Ajusshi ada di kantor dan Ajusshi heran kenapa guru sejak tadi mendesah memandangi secarik kertas. Rupanya itu permintaan untuk acara TV dan wawancara Taek. Guru bingung karena ia yakin Taek akan menolak semuanya. Ajusshi juga yakin Taek tidak akan mau.
Kemudian guru mendapat telpon dari seorang reporter yang memohon agar ia bisa mewawancarai Taek dan guru menolak sebisa mungkin karena ia tahu bagaimana sifat Taek yang akan menolak hal itu.
Meskipun begitu kelihatannya ia akan mencoba bicara pada Taek, walaupun ia tahu Taek akan menolak.

Para ibu ternyata menikmati hari mereka di pasar sore itu.
Mereka belanja ini dan itu sambil bergosip dan mengobrol. Kemudian mereka makan mie di kedai nenek tua.
Nenek memasakkan mereka mie yang banyak, kayaknya porsinya gede dan ketiganya makan dengan lahap sambil membicarakan suami mereka. Ibu Jung Hwan memeblikan sesuatu untuk ayah.
Setelah selesai makan, ibu JUng HWan akan membayar saat ibu Deok Sun mengatakan kalau ia yang akan bayar kali ini. Tapi ibu Jung Hwan menolak dan mengatakan lain kali saja. Ia memberikan uang pada nenek dan mengatakan kembaliannya ambil saja.
Tapi nenek menolak dan memaksa memberikan kembalian. Para ibu cepat-cepat pergi tapi nenek tetap memaksa dan akhirnya ibu Jung HWan mengambil sebutir telur rebus sebagai kembaliannya. :)

Episode 15 : Betweet Love and Friendship

Waktu makan malam di Ssammundong.
Ibu Deok Sun memasak dengan kompor gas barunya dan memanggil anak-anaknya untuk menyiapkan meja.
Di rumah Jung HWan, ibu berteriak memanggil semuanya untuk makan malam tapi tak ada yang keluar. Ibu kesal dan menghitung satu dua tiga baru lah serentak tiga Kim keluar dari kamar masing-masing.
Sebagai anak bungsu, ibu meminta Jung HWan membagikan sendok dan Jung HWan melakukannya. Saat ia menyerahkan sendok pada ibunya, ia mengatakan kalau ia menginginkan seorang adik (HAHHAHAHAHAHHAHA, biar dia ga disuruh-suruh terus).
Ibu kesal melihatnya, ibu makin kesal karena ayah malahan mengatakan ayo kita buat karena Jung Hwan menginginkannya HAHAHHAHAHAHA.

Di rumah Sun Woo, waktu makan malam diiringi nyanyian Jin Joo yang hikmat (KYAAAAa!! Anak ini! Apa aku culik saja dia ya?!)
Ibu menyiapkan makan malam dan saat mereka akan makan, Sun Woo tiba-tiba mengatakan ada baiknya mereka mengundang ayah Taek makan bareng, karena Taek akan pulang malam hari ini.
Ibu agak kaget mendengarnya tapi ia tertawa dan mengatakan ayah Taek akan baik-baik saja makan sendirian.
Meski berkata seperti itu, kita bisa melihat kalau ibu sebenarnya khawatir dan memikirkan ayah Taek Hihihihi.

Lalu kita bisa melihat ayah Taek makan malam sendirian di rumahnya dengan lauk mie rebus. (Jadi pengin makan mie T___T tapi ga dbolehin :'( )

Keluarga Sung makan malam sambil menonton TV yang menyiarkan berita pembangunan perumahan baru / apartemen di kota.
No Eul bertanya pada ayahnya kapan mereka akan pindah, karena ia juga ingin sekali tinggal di apartemen seperti teman-temannya. Ayah hanya bisa mendesah dan mengatakan ia akan bekerja dengan keras sehingga mereka bis ahidup lebih baik nanti.
Deok Sun mengatakan pada ayahnya untuk tidak khawatir karena suatu hari nanti ia akan membelikan apartemen besar untuk ayah. Ayah tersenyum.

Ibu mengatakan padanya untuk berhenti bermain-main dan hanya memikirkan kuliah saja. Ibu memintanya untuk masuk ke salah satu perguruan tinggi di Seoul tapi ayah membela Deok Sun dan mengatakan kalau Deok Sun itu pintar, baik dan cantik, tidak apa-apa jika Deok Sun tidak kuliah.
Ayah mengedipkan mata pada Deok Sun dan Deok Sun membalasnya, keduanya saling tertawa. Bo Ra melihat kedekatan keduanya dan ia sedikit iri.
Ibu bicara lagi, kayaknya membicarakan kunjungan orang tua kesekolah dan Deok Sun kelihatan kehilangan semangatnya.
Bo Ra ikut berkomentar dan membuat Deok Sun kesal, keduanya hampir bertengkar lagi dan ibu menghentikan mereka. Ibu sepertinya sangat mengharapkan Deok Sun agar masuk ke perguruan tinggi.

Bo Ra dan Sun Woo bertemu di kedai makan seperti biasa dan Bo Ra sedikit curhat pada Sun Woo mengenai Deok Sun. Bagaimana Deok Sun disukai oleh semua orang, suasana akan menjadi baik jika Deok Sun ada karena dia anak yang ceria dan punya banyak aegyo. Ia juga mengatakan kalau Deok Sun sangat dekat dengan ayah mereka dan bahkan keduanya dengan mudah saling memberikan kecupan.

Sun Woo bertanya kenapa Bo Ra dan ayah tidak dekat dan Bo Ra mengatakan kalau itu masalah kepribadiannya. Sun Woo menyarankan Bo Ra agar melakukan hal seperti Deok Sun tapi Bo Ra mengatakan kalau ia sama sekali tidak bisa melakukannya. Ia tidak bisa bersikap ramah seperti Deok Sun.
Sun Woo tersenyum menatap Bo Ra dan mengatakan kalau ia menyukai Bo Ra, dengan kepribadian seperti itu.
Bo Ra tertawa mendengarnya. Sun Woo mengatakan kalau ia mungkin sudah gila dan Bo Ra setuju, mengatakan kalau Sun Woo pasti mabuk. Keduanya saling tertawa malam itu.


Malam itu No Eul sudah tidur saat ibu senyam senyum sendiri menatap buku tabungan yang baru ia buat. Ayah masuk ke dalam dan tersenyum melihat ibu, ia meminta ibu berhenti mengagumi buku tabungan itu, karena isinya masih sedikit.
Ibu tidak bisa melakukannya, ia terus memeluk buku tabungan itu dengan penuh kasih sayang dan mengatakan ini pertama kalinya ia memilikinya dan akhirnya mereka bisa menyisihkan gaji ayah untuk disimpan. Ibu bahkan menciumi buku tabungannya saking bahagianya.

Ibu menyimpan buku tabungannya kemudian bicara dengan ayah karena penasaran, ia bertanya apakah ayah dan Bo Ra bertengkar atau bagaimana karena keduanya tidak dekat. Tentu saja ayah membantah dan mengatakan kalau hubungan mereka baik-baik saja.
Ibu mengatakan kalau ayah tidak dekat dengan Bo Ra seperti kedekatan ayah dengan No Eul dan Deok Sun, ibu kelihatan khawatir takut Bo Ra menganggap aneh-aneh.
Ayah berteriak pada ibu untuk tidak mengatakan hal yang bukan-bukan, ia mengatakan kalau ia sangat dekat dengan Bo Ra dan menyuruh ibu  berhenti mengatakan hal aneh.
Ayah yang agak kesal bahkan memukul No Eul yang tidur HAHHAHAHAHAHAHA. Kasian.

Bo Ra dan Sun Woo akan berpisah di tangga keramat *kata pembaca blog ini* yang ada lampu jalannya. Mereka saling mengucapkan selamat malam, tapi tiba-tiba Bo Ra mengajak Sun Woo untuk kencan akhir pekan ini, di luar kota. Katanya mereka sekali-kali juga harus kencan sambil minum kopi.
Sun Woo cukup kaget karena BO Ra belum pernah memulai duluan dan Bo Ra mengatakan kalau Sun Woo tak mau ya sudah.
Tapi Sun woo mendaratkan kecupan di bibir Bo Ra dan tentu saja dia mau HAHHAHAAHHA.
Sun Woo sangat bahagia (tapi aku merasa nggak enak dengan hal ini).

Malam itu Bo Ra sudah tidur saat Deok Sun masih mencoba untuk terbangun karena ia belajar.
Tapi rasa kantuk benar-benar tidak bisa di lawan meski beberapa kali ia mencoba untuk bangun lagi. akhirnya Sebuah dering telpon membangunkannya. Deok Sun heran siapa yang menelpon malam-malam begini.

Di rumah Jung Hwan, Jung Hwan juga masih terbangun karena belajar dan ia mendapatkan telpon.
Begitu juga dengan Sun Woo.
Ada apa?

Di rumah Taek terdengar jeritan kesakitan, LOL. kaki Dong Ryong terluka dan Sun woo mengobatinya dengan antiseptik. Karena perih jadi Dong Ryong agak ribut dan Sun woo menyuruhnya diam, takut ayah Taek terbangun.
Deok Sun tak mengerti kenapa Dong Ryong bisa terluka dan bertanya apakah dia dihajar preman.
Jung Hwan menjelaskan kalau Dong Ryong jatuh dari motor dan Deok Sun terkejut, ia berteriak, MICHOSSO!!!
Jung Hwan dengan sigap menutup mulut Deok Sun dengan tangannya, menyuruhnya diam dan jangan ribut. KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAa!!! SKINSIP!
Deok Sun kesal dan mengerutkan kening menatap Jung HWan.

Sun woo mulai mendesah dan mengomeli Dong Ryong, padahal ia sudah menyuruh Dong Ryong jangan ikut-ikutan si itu karena si itu udah mahir naik motor sejak SMP. Tapi Sun woo kehilangan kata-katanya saking kesalnya.
Jung HWan bertanya bagaimana Dong Ryong akan pulang, kalau ketahuan dia bisa dimarahi. Dong Ryong juga ga bisa tidur di kamar Taek karena pemiliknya ga ada disana dan kalau Taek pulang pasti kelelahan dan mereka tak ingin mengganggu.
Deok Sun juga khawatir karena ibu Dong Ryong menakutkan kalau marah.
Dong Ryong menurunkan celananya dengan hati-hati dan mengatakan kalau orang di rumahnya sudah tidur dan ibunya sangat sibuk dan pasti tidak akan terlalu memperhatikannya.
Anak-anak terdiam menatap Dong Ryong. Poor~

Sun Woo memapah Dong Ryong, membantunya berjalan dan ia berteriak pada Jung Hwan agar membereskan kamar Taek sebelum Taek pulang.
Deok Sun dan Jung Hwan berdua di dalam. Deok Sun sibuk membereskan bekas tissu di lantai dan Jung Hwan berdiri menatapnya.
Ia bertanya apakah Deok Sun tadi datang kesini seperti ini (Deok Sun cuma pake baju rumah, ga pake jaket).

 
Deok Sun membenarkan, ia sibuk mengumpulkan tissu dan tidak melihat ke arah Jung Hwan yang sepertinya ingin memberikan jaketnya.
Jung Hwan memegang jaketnya tapi tak bisa memberikannya pada Deok Sun, bahkan setelah Deok Sun keluar dan ia menyesalinya. Jung HWan menghela nafas dan mengepalkan tangannya karena kesal pada dirinya sendiri.
AKH!!! WHY?! Just give that to her! Jung Hwan a! Stop make me soooooooooooooo sad!
Taptaphe, nae maeumi!!!

Keesokan harinya, ibu menyuruh Deok Sun ke rumah Taek mengantar lauk.
Deok Sun mengantarkan lauk kerang ke rumah Taek dan bertanya mengenai Taek pada ayah. ayah mengatakan kalau Taek pulang tengah malam tadi dan masih tidur sekarang. Deok Sun tampak khawatir dan memutuskan melihat keadaannya.
Deok Sun mengetuk pintu kamar Taek dan masuk ke dalam. Ia melihat Taek tidur dengan nyenyak di lantai. Deok Sun menghela nafas.
Ia masuk dengan hati-hati ke dalam dan membereskan bekas minum dan juga bungkus obat Taek.

Ia akan keluar dan kembali melihat Taek yang tidur tanpa selimut dan tanpa bantal. Deok Sun tak bisa meninggalkannya begitu saja.
Ia mengambil selimut dan menyelimuti Taek, juga memberikan bantal padanya.

Sun Woo sarapan sebelum pergi ke sekolah dengan lauk yang sama, kerang.
Ibu dan Sun Woo membicarakan ayah Taek dan Sun Woo terkejut saat ibu mengatakan kalau ayah Taek sangat jago olahraga dan menguasai beberapa jenis olah raga termasuk baseball.
Sun Woo hanya bisa tertawa karena ia sama sekali tidak tahu, karena dari penampilannya ayah Taek memang kelihatan tidak jago LOL.
Ibu mengingatkan Sun Woo untuk tidak membuat taruhan apapun dengan ayah Taek, karena ayah Taek itu orang yang kompetitif mirip Taek, dia akan selalu menang.
Sun Woo berfikir dan mengatakan kalau ayah Taek adalah pria yang baik. Ibu terkejut mendengarnya. Sun Woo mengatakan kalau ia menyukai ayah Taek dan ibu makin bingung.
Ibu bertanya kenapa Sun Woo mengatakan hal seperti itu. Sun Woo tidak menjawab, ia mengecup pipi adik kecilnya dan permisi berangkat ke sekolah.

Deok Sun juga berangkat ke sekolah.
Dengan hati-hati ia keluar dari kamarnya dan melihat kedua orang tuanya duduk di ruang tengah.
Deok Sun mengatakan kalau ia akan berangkat ke sekolah dan ibu memanggilnya 'Soo Yeon' lagi, mengatakan kalau hari ini adalah hari kunjungan orang tua dan ia akan datang nanti.
Ayah protes karena ibu masih memanggilnya dengan Soo Yeon padahal nama anak mereka Deok Sun adalah nama yang bagus.
Ibu mengatakan kalau ia belum menyerah, ia akan tetap memanggil Soo Yeon sampai Deok Sun masuk perguruan tinggi.
Deok Sun jadi merasa ga enak dan memanggil ibunya dengan eommoni, bahkan membungkuk 90 derajat sebelum berangkat ke sekolah. LOL.

Ayah mengenakan kemeja putihnya untuk kerja dan kita bisa melihat kemeja itu sudah kekecilan.
Bo Ra keluar dan mengatakan kalau ia akan berangkat. Ia masih dipintu memakai sepatu saat ibu protes pada ayah untuk membeli kemeja baru karena kemeja itu sudah kekecilan dan usang. Tapi ayah mengatakan kalau ia masih akan memakainya. Meski lehernya sempit tapi tidak akan ketahuan kalau itu kekecilan. Ayah bahkan menunjukkannya pada ibu dan ibu tertawa.

Dong Ryong berjalan keluar dari kamarnya menahan sakit di lututnya karena cidera semalam.
Tidak ada siapapun di rumah saat ia mengatakan ia akan berangkat ke sekolah.
Ia melihat bekalnya sudah disiapkan dan membuka kotak menjahit, sudah ada uang disana.
Dong Ryong menghela nafas dan meninggalkan satu lembar uang didalam.

Suasana di kelas anak perempuan sedikit berbeda hari ini. Aura sedih terpancar dimana-mana.
Ada yang menangis di meja dan teman sebangkunya menepuk punggungnya, ada yang menangis sendirian dan ada juga yang merasa khawatir.
Salah satu siswi masuk dengan menahan air matanya memanggil Ja Hyun, karena dia berikutnya dan orang tuanya sudah datang.
Siswi tadi langsung duduk dan menangis di mejanya. Ja Hyun menatap Deok Sun dan Deok Sun kelihatan khawatir. Ja Hyun meninggalkan kelas dan Deok Sun mendesah khawatir.

Ja Hyun kembali dengan tidak bersemangat dan memanggil siswi selanjutnya.
Ja Hyun duduk di kursinya dan ia mendesah panjang bersamaan dengan Deok Sun. Deok Sun juga merasa khawatir, ia belum dipanggil dan ia menggaruki kepalanya.
Hari menunjukkan pukul 2 siang dan akhirnya nama Deok Sun dipanggil. Deok Sun kelihatan khawatir, Ja Hyun, teman sebangkunya dan Song Hee menatapnya.

Dong Ryong kembali ceria di kelas dan ia mengenakan pakaian olahraganya, sepertinya ia akan main di luar dan heran melihat JUng HWan dan Sun Woo tidak beranjak.
Lalu kemudian ia melihat tulisan besar di papan tulis, ini waktunya belajar sendiri dan Dong Ryong menghela nafas panjang, ia kecewa berat.
Sementara yang lain asyik belajar.

Ini adalah hari kunjungan orang tua di sekolah anak perempuan, hari dimana orang tua datang dan berdiskusi dengan guru mengenai masa depan puteri mereka, intinya diskusi mengenai universitas yang bisa dimasuki oleh siswi dengan nilai mereka sekarang.
Deok Sun dan ibunya ada dikantor bersama wali kelas. Deok Sun menunduk sementara ibu guru membolak balik daftar universitas dan juga melihat nilai Deok Sun kira-kira universitas mana yang bisa ia masuki.
Ibu tersenyum mengatakan kalau ia tidak peduli universitas mana yang bisa Deok Sun masuki, entah itu terkenal atau tidak, yang penting Deok Sun bisa kuliah.
Guru dengan berat hati menyampaikan dengan nilai Deok Sun yang sekarang, dia akan sulit untuk masuk universitas manapun.
Ibu terkejut.

Guru menjelaskan akan sulit bagi Deok Sun masuk universitas mana pun di Seoul dan Deok Sun menunduk sedih mendengarnya. Ibu tak bisa berkata apa-apa.
Guru melihat reaksi Deok Sun dan mencoba untuk memberi semangat, masih 1 tahun tersisa, jika Deok Sun belajar dengan baik maka ada kemungkinan ia bisa masuk universitas.
Guru mencoba memberi semangat tapi Deok Sun dan ibu sudah kehilangan harapan mereka lebih dahulu.

Keduanya keluar dari ruangan konsultasi dan Deok Sun takut-takut ibu akan marah padanya.
Ia berdiri di belakang ibu dan saat ibu berbalik Deok Sun menutup matanya menahan sakit karena ia tahu ibu akan memukulnya.
Tapi ibu hanya menatap puterinya dan menyentuh tangan Deok Sun membuat Deok Sun terkejut.
Ibu menyuruh Deok Sun masuk ke kelas karena ia akan pulang, ia meminta Deok Sun belajar dengan keras. Deok Sun merasakan kosong dihatinya, ia menatap ibu dengan mata berkaca-kaca.

Ibu melepaskan tangan Deok Sun dan berjalan meninggalkannya dengan gontai.
Deok Sun terkejut dan melihat ke arah ibunya, ia mulai menangis, Ibu... aku yang salah.
Ibu menghentikan langkahnya. Ia berbalik dan kita bisa melihat kalau ibu juga sedih, tapi ia mengatakan kalau ia baik-baik saja, Deok Sun a, ibu tidak apa-apa. Cepatlah kembali ke kelasmu.
Deok Sun terkejut mendengar ibunya memanggilnya dengan Deok Sun lagi. Ia makin menangis dan berlari mendekati ibunya.

Deok Sun menatap ibu, Ibu, apa kau sudah menyerah tentang aku? Apa kau menyerah?
Deok Sun menggenggam kedua tangan ibunya dan air matanya makin mengalir deras, kenapa kau memanggilku Deok Sun, aku adalah Soo Yeon. Ibu...
Deok Sun memeluk ibunya dan meminta maaf pada ibunya. Deok Sun menangis dengan sedih dan ibu memeluk puterinya, ia mengatakan kalau semuanya akan baik-baik saja.
Ibu mengelus punggung Deok Sun dan ia memnaggilnya Deok Sun lagi.
(Sedddddddih bangeed T___T Benar Omma, Deok Sun adalah nama yang bagus kok).

Taek masih di pusat pelatihan baduk malam itu. Ia berlatih sendirian dan kita bisa melihat tali sepatunya lepas dan bahkan ia tidak sadar.
Guru datang mengingatkannya kalau ini sudah larut dan menyuruhnya pulang.
Tapi kemudian guru mengajaknya bicara sebentar, ini mengenai reporter yang meminta bantuan guru waktu itu untuk mewawancarai Taek.
Ia mengatakan pada Taek agar mau diwawancarai, hanya satu reporter saja, dan hanya sebentar dan tidak ada kamera. Guru memohon meski melihat wajah Taek yang menunjukkan kalau ia sepertinya tidak mau.
Aku sukaaaaaaaaaaaa wajah Taek adegan ini, kenapa ya? rasanya daleeeeeeeeeem banged tatapannya, alias kita bisa nembus pikirannya kalau otaknya sedang penuh.

Ayah Taek menidurkan Jin Joo dengan baik malam itu setelah puas bermain, kita bisa melihat rambut ayah Taek diikat dengan ikat rambut, LOL, seperti biasa, kayaknya Jin Joo yang melakukannya.
Hampir menunjukkan pukul 11 malam, ibu Sun Woo belum pulang dari tempat kerjanya, membuat ayah khawatir. Ia menunggu di toko dengan tidak tenang dan kemudian ia bernafas lega melihat ibu akhirnya datang.
Ibu ngos-ngosan dan lututnya lemas. Ibu terduduk dan menceritakan kalau dia hampir di rampok oleh seseorang yang menggunakan sepeda motor. Untungnya tidak ada yang hilang, tapi tangannya sakit sekali tadi.
Ayah bertanya apa dia baik-baik saja dan ibu menjawab dia baik-baik saja. Hanya saja dia khawatir bagaimana dia pulang kerja selanjutnya karena dia sangat ketakutan.
Ibu kemudian menanyakan Jin Joo dan akan membawanya pulang, ayah mengatakan ia yang akan menggendongnya tapi ibu menolak. Ayah khawatir melihat ibu.

Anak laki-laki pulang bersama dan Mereka berselisih dengan BO Ra dan Dong Ryong menyapanya dengan penuh hormat. Bo Ra melirik Sun Woo memberi kode dan Sun Woo tersenyum. Bo Ra pergi dan Sun Woo menyuruh mereka duluan karena ia ada urusan lain.
Sun Woo berjalan ke jalan yang sama dengan Bo Ra.
Dong Ryong curiga dengan Sun Woo tapi Jung Hwan hanya mengangkat bahu tanda tak tahu dan Dong Ryong ikutan angkat bahu dan keduanya tertawa. KYAAAAAA!!! Jung Hwan smile~

SUn Woo menyusul Bo Ra dan begitu ia melingkarkan tangannya di bahu Bo Ra, Bo Ra melepasnya karena ada Deok Sun lewat disana.
Deok Sun tidak bersemangat, ia berjalan gontai melihat kebawah dan Bo Ra menyapanya tapi Deok Sun menjawab dengan tidak semangat dan Bo Ra merasa kesal, ia hampir mau memukul Deok Sun tapi Sun Woo melarangnya.
Deok Sun tidak peduli dengan mereka dan terus berjalan. Bo Ra menatapnya dengan khawatir.

JUng Hwan dan Dong Ryong berjalan berdua saat Dong Ryong mengatakan kalau ia akan pergi naik motor lagi. Ia meminta Jung Hwan melindunginya, kalau orang tuanya bertanya, Jung Hwan bisa menjawab ia di rumahnya atau tidur di kamar Taek.
Jung Hwan kesal sekali dan menyuruhnya berhenti bergaul dengan anak-anak itu.
Dong Ryong kayaknya ga mau tahu LOL.

Jung HWan berjalan sendirian setelah Dong Ryong pergi. Saat ia akan masuk ke gerbang rumanya, ia melihat Deok Sun ada di tangga sakral dekat lampu jalan samping rumah Sun Woo.
Deok Sun sendirian, menghela nafas dan kemudian menangis lagi. Bekas air matanya masih terlihat tapi kita yakin Jung HWan tidak tahu kalau  Deok Sun habis menangis.
Jung Hwan menatapnya dari jauh dan akan melangkahkan kaki menuju ke sana saat tiba-tiba ia mengurungkan niatnya. AKH!
Jung Hwan ragu-ragu dan menghembuskan nafas karena tidak tahu apakah ia harus kesana atau tidak.

Jung Hwan melangkah selangkah akan masuk ke arah gerbang rumahnya saat ia melihat ke arah Deok Sun lagi.
Kali ini Deok Sun membenamkan kepalanya diantara lengannya dan ia kelihatan benar-benar sedih.
Jung Hwan menatapnya lebih lama dan akhirnya ia memutuskan untuk menemui Deok Sun sampai langkahnya terhenti saat mendengar suara Taek memanggil Deok Sun.
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAa! CK!

Jung Hwan melihat Taek yang baru pulang dari klub baduk dan Deok Sun menghapus air matanya turun dari tangga.
Taek bertanya apa yang dilakukan Deok Sun disana, apakah terjadi sesuatu.
Deok Sun mencoba tersenyum meski bekas air matanya masih ada dan mengatakan ia tidak apa-apa. Ia bertanya pada Taek apakah pertandingannya sudah selesai, apakah kepalanya sakit lagi dan Taek hanya menjawab dengan anggukan, dimana dia menutup matanya karena sangat mengantuk.
Deok Sun terus bertanya kenapa TAek tampak kelelahan dan ini itu saat Taek tiba-tiba menjatuhkan kepalanya di bahu Deok Sun.

Deok Sun terkejut. Ia tidak mengatakan apapun dan hanya diam saja.
Kita juga tidak bisa melihat reaksi Jung HWan, kita hanya bisa mendengar suara pintu pagar tertutup.
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!! PD-nim, PASTIKAN ADA FLASHBACK!!!!!!



0 comments:

Post a Comment

 

Random Post

Clover Blossoms Fanpage

In My Radar

Watching :
- We Married as A Job
- Jimi ni Sugoi!
- Weightlifting Fairy
- Goblin
- The Legend of The Blue Sea
- Father I'll Take Care of You
- Beppin-san
- Gochisousan

Waiting Drama:
- Miss in Kiss

Waiting Movies:
- One Week Friends
- Your Lie in April
- Aozora Yell
- Itakiss Movie

Favorite Song This Time :
- Red Cheek Puberty - Galaxy
- Ben - Foggy Road
- Twice - Next Page
- Utada Hikaru - Hanataba wo Kimini
- LYn - Love Story