[Sinopsis] Reply 1988 Episode 9 ~ Part 1


SONG OF THE DAY
Wham! - Last Christmas [download]
~The HwanSunny Bus Scene Song in Episode 7~




Sinopsis Answer Me 1988 Episode 9

Episode 9 penuh dengan badai.
Malam tadi aku live recap di soompi dan aku udah tahu garis besarnya, meski begitu aku masih merasa ada banyak yang salah dalam spoiler, tapi jujur saja, aku meyakinkan diriku untuk tidak mem-bash shipper lain.
Tapi seperti yang kalian ketahui, bagiku, episode 9 sangat mengecewakan, karena aku terlalu mengharapkan adanya move antara Jung HWan dan Deok Sun.
Tapi pagi ini, setelah aku membaca beberapa pendapat di forum soompi aku baru bisa tersenyum kembali, menghela nafas lega, karena kata-kata mereka benar-benar menguatkan para Jung Hwan shipper.
Karena itu aku bisa menghadapi episode sembilan dengan lapang dada.
Pertarungan belum berakhir.

Januari 1989.
Ayah dan No Eul sedang menonton berita di TV sambil makan cemilan. Ayah mendesah karena liburan tahun baru akan segera berakhir dan ia akan masuk kerja lagi.
No Eul juga mengatakan kalau ia suka sekali dengan liburan dan jadi malas masuk sekolah.
Ibu datang membawa minuman dan berkumpul bersama mereka. Mereka membicarakan sesuatu yang aku agak tidak mengerti, tapi intinya No Eul mengatakan kalau Deok Sun pergi keluar sendirian tengah malam begini.
Ibu khawatir sekali kenapa Deok Sun pergi ke toko malam-malam begini dan ia mengeluh karena diluar sangatlah menakutkan.
Lalu di TV kita melihat adegan sebuah drama dimana ada wanita yang diikuti oleh seorang pria.

Deok Sun terlihat berjalan sendirian di jalanan yang sepi, langkahnya dan nafas-nya terlihat sangat cepat. Deok Sun memegang erat belanjaannya di dadanya.
Seseorang mengikutinya, bayangan hitam memakai mantel dengan tudung kepala.
Deok Sun melangkah semakin cepat dan pria itu juga melangkah semakin dan semakin cepat.
Deok Sun panik, mendekati gerbang rumah Jung HWan, ia berlari dan segera membuka gerbang dengan cepat, tapi gerbang agak macet dan Deok Sun terus berusaha membukanya.

Gerbang terbuka, Deok Sun masuk sambil berlari saat pria itu berhenti di depan gerbang dan mengeluarkan suaranya, Kau kenapa?
Deok Sun shock dan melihat kebelakang, ia ber-Aish! dan sedikit lega kemudian berteriak, Kau mengagetkanku!!
Pria itu ternyata adalah Jung Hwan. Deok Sun yang masih kesal berteriak lagi, kenapa kau mengikutiku?!
Jung Hwan bingung, mengikutimu? Siapa? Ini rumahku.
Deok Sun yang masih kesal membalas, kalau begitu setidaknya bersuaralah!
JUng Hwan bingung, suara seperti apa? untuk apa aku bersuara? lagi pula kau ini kenapa? Kenapa kau berjalan sangat cepat? Seseorang mengikutimu?

Deok Sun yang kesal berteriak, KAU! KAU! KAU! Kau mengikutiku!
JUng Hwan membela diri, siapa yang mengikutimu?! Aku pulang ke rumahku sendiri! Kau ini kenapa sih?
Deok Sun malas berdebat lagi dan berteriak, Ah, MOLLA!!
Ia berbalik dan meninggalkan Jung Hwan yang masih ada diluar (btw Jung Hwan make baju BeanPole LOL)

Jung Hwan yang memegang 2 video menatap Deok Sun dengan bingung dan kemudian memanggilnya, HEY!
Deok Sun yang masih belum bisa mengatur nafasnya karena ketakutan kembali kesal, APA?
Jung Hwan berjalan masuk kedalam rumahnya, menutup gerbang dengan kakinya dan melangkah naik tangga mendekati Deok Sun, ia berhenti tepat di depannya.
Jung Hwan menatap Deok Sun dan berkata, Selamat bermimpi indah / Tidurlah dengan baik.
Ia kemudian melangkah meninggalkan gadis itu tanpa peduli dengan tatapan kaget Deok Sun.

Deok Sun masih shock dan matanya mengikuti punggung Jung Hwan yang masuk ke dalam rumahnya.
Deok Sun memainkan matanya, berfikir lagi.

Jung Hwan meletakkan 2 videonya di meja, video yang baru ia pinjam, Predator dan Falling in Love.
Ia membuka jaketnya dan menghempaskan dirinya ke tempat tidur.
DAn diam-diam ia duduk mengintip dari jendela, melihat Deok Sun yang ternyata masih diluar, masih berfikir tentang sifat Jung Hwan padanya dan sesekali melihat ke arah kamar Jung Hwan.
Jung Hwan menghindar saat mata Deok Sun mengarah ke jendelanya, tapi kemudian ia mengintip lagi.
Deok Sun yang masih bingung kemudian bersin dan Jung Hwan yang melihatnya tersenyum manis padanya.

Karena kedingingan, Deok Sun memutuskan masuk ke dalam rumah dan mata Jung Hwan tidak bisa lepas darinya sampai Deok Sun masuk ke dalam rumahnya.
Jung Hwan tersenyum manis dalam kamarnya malam itu. Aku rasa dia sangat sangat bahagia hanya dengan momen kecil seperti itu, yang membuat aku berfikir, APAKAH DIA SENGAJA MENGIKUTI DEOK SUN YANG KELUAR MALAM-MALAM?! PURA_PURA ADA URUSAN PADAHAL DIA HANYA MEYAKINKAN MENJAGA DEOK SUN DARI JAUH.

Deok Sun tidak memikirkan hal itu lagi saat kembali ke rumah.
Ia masuk ke kamar dan membuka jaketnya, No Eul mengikutinya seperti anak anjing, minta snack yang dibeli Deok Sun. Deok Sun memberikannya satu dan bertanya dimana Bo Ra.
No Eul mengatakan kalau Bo Ra sedang kencan, Deok Sun terkejut dan bertanya, bukankah mereka sudah putus?
No Eul mengatakan kalau sepertinya mereka berdua baikan lagi.
Deok Sun mengerti dan mengatakan kalau kita tidak bisa melupakan cinta pertama dengan mudah.

Deok Sun melemparkan diri ke lantai dan memperbesar volume radio, ia mendengarkan musik sambil senyam senyum, ia kelihatan bahagia.
No Eul duduk didekatnya dan penasaran itu lagu siapa. Deok Sun menjelaskan kalau itu siaran radio starry starry night Lee Moon Se dan mengejek No Eul yang bahkan tidak tahu padahal siaran itu sangat populer diantara remaja.

Deok Sun menghabiskan malam yang dingin dibawah selimutnya dan makan cemilan sambil mendengarkan radio yang mengumumkan kalau mereka akan merayakan ulang tahun ke-20.
Jung Hwan juga mendengarkan siaran radio di rumahnya sambil belajar. Taek mendengarkan sambil menyiapkan tempat tidurnya.
Sun Woo dan Dong Ryong di rumah belajar juga mendengarkan siaran.
Deok Sun excited karena perayaan ulang tahun radio ke 20, mereka akan mengadakan konser dengan mengundang musisi terkenal termasuk Lee Soo Man.
Dong Ryong kelihatan bersemangat juga, meski ia menghabiskan waktu di rumah belajar untuk tidur di lantai, bahkan saat Sun Woo mengajaknya pulang dia menolak.

Sun Woo pulang sendirian dan saat tiba di kompleks rumahnya, ia menghentikan langkahnya.
Sun Woo melihta mobil Bo Ra dan ia senyam senyum sendiri sambil mengintip ke dalam tapi Bo Ra tidak ada disana.
Sun Woo masih senyum saat ia melangkah menuju jalan rumahnya, tapi kemudian ia menghentikan langkahnya dan terkejut melihat Bo Ra ada di gerbang rumah JUng Hwan bersama mantan pacarnya itu!
OMG! Bo Ra dan pacarnya beneran kembali bersama lagi. Bo Ra dan pacarnya tampak mesra, lebih tepatnya Bo Ra kelihatan senyum sambil malu-malu sementara pacarnya terus menggodanya dan bahkan akan berlutut di depannya.
Sun Woo menatap keduanya sambil menelan ludah. Hatinya sakit. Tapi ia tidak bisa melakukan apapun. Ia memutuskan berkeliling mengambil jalan lain sampai keduanya pulang.

Ibu Jung Hwan keluar pagi-pagi dan heran karena tidak melihat ayah Taek menyapu jalan seperti biasanya.
IA kemudian melihat Taek keluar mengambil kantong susu dan ibu berteriak dari rumahnya, bertanya dimana ayahnya.
Taek mengatakan kalau ayahnya pergi ke rumah teman dekat ayah yang pingsan dan ibu tampak khawatir. Ia berteriak mengajak TAek sarapan di rumahnya karena ia membuat masakah iga sapi hari ini.


Mendengar iga sapi, otomatis Deok Sun yang masih baru bangun tidur keluar dari rumah dan mengatakan kalau dia juga ingin makan.
Ibu bertanya dimana ibu Deok Sun, apakah dia tidak di rumah. Deok Sun mengatakan ibu ada, tapi ia ingin makan iga sapi.
Ibu Jung Hwan hanya menghela nafas, ia tidak bisa menolak anak manis itu.

Deok Sun makan iga sapi dengan lahap, belepotan dan menggunakan tangan. Disebelahnya, Taek duduk makan dengan tenang menggunakan sumpit.
JUng Hwan ada disana juga, menatap keduanya dan ia mendesah, kemudian ia melihat ke sudut kanan, ada Dong Ryong juga, yang ikutan makan HAHHAAHHAHAHA.
Jung Hwan protes karena mereka makan di rumahnya pagi-pagi dan membuat suatu ungkapan yang Deok Sun tidak mengerti jad ai tidak ambil pusing.
Deok Sun juga bertanya kenapa Dong Ryong ikut makan bersama mereka dan Dong Ryong menjelaskan kalau kedua orang tuanya sangat sibuk dan mereka hanya makan kare, jadi sekali-sekali ia juga pengin makan Galbi / iga sapi.
Dong Ryong kemudian bicara dengan Taek dan mengatakan karena ayah Taek pergi hari ini, ia akan nonton video bersama Taek di kamar Taek. Taek hanya tersenyum.

Sun Woo masuk ke rumah Jung Hwan untuk mengantarkan piring tempat capcai waktu itu dan duduk bergabung bersama mereka. Deok Sun tampak cemberut ke arahnya, dia masih marah.
Deok Sun kemudian mengajak semuanya untuk pergi ke konser Starry Night dan mengatakan siapa saja artis yang akan datang. Deok Sun bahkan salah ucap dan Jung Hwan membenarkan pengucapannya meski Deok Sun ga peduli.
Deok Sun mengajak semuanya dengan semangat dan Jung Hwan setuju. Tapi Take mengatatakan kalau ia tidak bisa. Deok Sun kecewa.
Sun Woo mengatakan kalau ia juga tak bisa tapi Deok Sun dengan lucu mengatakan kalau dia tidak peduli Sun Woo datang atau tidak HAHHAHAHAHA.
Dong Ryong juga menolak, karena ia sibuk dan Deok Sun kecewa.

Deok Sun cemberut dan mengatakan, apa-apaan ini, kalau begitu aku dan Gaek Jung Pal harus pergi berdua saja!? Ya sudahlah, lain kali saja.
Deok Sun mendesah kecewa dan Jung Hwan melihatnya. Jung Hwan mengatur emosinya dan berkata kalau dia akan pergi. Deok Sun terkejut, ia tak jadi makan Galbi-nya. Ia menatap Jung Hwan.
Jung Hwan mencoba bersikap bisa dan mengatakan mereka bisa pergi berdua, karena Deok Sun sangat menyukai Lee Moon Se. Seolah-olah Jung Hwan mengatakan kalau perg berdua bukanlah masalah besar.
Deok Sun masih terkejut, tapi ia mengangguk setuju.
Jung Hwan mengalihkan pembicaraan dengan memanggil ibunya menanyakan sesuatu dan ia pergi dari meja makan.
Aku yakin dia sangat sangat sangat gembira dan berusaha mengatur emosinya, jadi dia memutuskan pergi dari sana sebelum senyumannya mengembang HAHHAHAHHHA. I love this guy!

Dong Ryong kemudian mengungkit tentang Sun Woo yang memiliki tiket konser Lee Sun Hee dan ia terkesan karena Taek ternyata juga mengenalinya.
Taek bertanya kapan konsernya dan Sun Woo dengan cepat mengatakan kalau dia hanya punya dua tiket, karena takut Taek ingin ikut.
Dong Ryong bertanya dengan siapa Sun Woo akan pergi, Sun Woo tidak menjawab jadi Dong Ryong menyimpulkan kalau SUn Woo akan mengajaknya, ia memeluk bahu Sun Woo dan berterima kasih.
Sun Woo tertawa dan mengatakan kalau ia juga tak bisa mengajak Dong Ryong, karena ia punya seseorang untuk diajak.
Deok Sun menatap Sun Woo sambil komat kamit kesal LOL.

Sun Woo menunggu Bo Ra di bawah lampu jalan biasanya dan begitu Bo Ra melihatnya, Bo Ra langsung bete dan berjalan gontai.
Bo Ra bertanya kenapa Sun Woo disana, Sun Woo langsung mengeluarkan 2 tiket konser dan mengajak Bo Ra pergi bersamanya. Jelas Bo Ra langsung menolak.
Sun Woo mengatakan ia tak ada maksud apa-apa dan hanya ingin mereka berdua pergi melihat konser, tapi Bo Ra tetap mengatakan ia tak bisa pergi.
Sun Woo tampak kecewa. Bo Ra berdecak dan mengatakan kalau ia tahu bagaimana baiknya Sun Woo padanya, tapi ia tidak ingin Sun Woo melakukan hal seperti ini lagi, baginya, Sun Woo hanya teman adiknya. IA meminta Sun Woo jangan melewati batas lagi, karena hal-hal seperti ini membuat dia terganggu.
Bo Ra meninggalkan Sun Woo sendirian dan Sun Woo tampak kecewa.

Episode 9 : Crossing The Line

Sengaja nyari angle yang ada gambar hatinya itu, kekkekkeekkekke
Jung HWan dan Deok Sun benar-benar pergi konser berdua dan selesai konser Starry Night, Deok Sun kelihatan begitu bahagia, ia sangat bersemangat karena konsernya menyenangkan dan ia memukul-mukul Jung Hwan saking bahagianya. HAHAHAHHHA.
Jung Hwan harus menahan Deok Sun yang suka pukul-pukul itu dan berteriak padanya kalau itu menyakitkan.

Kemudian Deok Sun mengatakan kalau dia kedinginan dan menurunkan roknya, hari itu ia menggunakan rok jeans-nya dan Jung Hwan protes, kenapa kau memakai rok di musim dingin begini? Kau benar-benar tidak punya otak.

Deok Sun menatapnya dengan kecewa, Tanpa aku bagaimana kau bisa hidup?
Jung Hwan bingung, kau ngomong apa sih?
Deok Sun berteriak, harusnya kau memikirkannya! Saat seorang wanita mengatakan ia kedinginan, bukankah kau harus memberikan jaketmu padanya, HAH?! HAH?!
Jung Hwan membela diri, Kau gila? Kenapa aku harus melakukannya?!
Deok Sun menatapnya dengan kesal + kecewa.
Tiba-tiba ada couple yang mengganggu mereka, meminta tolong mengambilkan foto.

Jung Hwan bersedia memotret mereka dan kedua pasangan itu berdiri dan siap di foto.
Deok Sun berdiri dekat Jung Hwan dan ia terlihat kedinginan dan menggosok-gosok telapak tangannya agar hangat.
Jung Hwan siap memotret keduanya, dan saat kamera berbunyi, si pria mencuri ciuman dari pipi si wanita dan Jung HWan serta Deok Sun terkejut melihat mereka.
Jung Hwan agak gugup dan melirik ke arrah Deok Sun sebentar. LOL.

Pasangan itu menawarkan diri juga untuk mengambil foto JUng Hwan dan Deok Sun tapi Deok Sun menolak dan Jung Hwan dengan cepat berterima kasih dan memberikan kameranya pada mereka.
Deok Sun terkejut dengan sikpa Jung Hwan lagi. Ia menatapnya.
Jung Hwan berjalan menuju banner dan Deok Sun mengikutinya.

Keduanya berdiri berjauhan dan pasangan pria menyuruh mereka berdua untuk berdiri lebih dekat.
Deok Sun menatap Jung Hwan yang diam saja, jadi ia selangkah kecil mendekati JUng HWan. Jung Hwan melakukan hal yang sama.
Tapi pemotret masih merasa itu kurang dekat, jadi ia menyuruh mereka untuk lebih dekat.
Deok Sun merasa tidak nyaman dan akan meminta pria itu langsung memotret saja, tapi Jung Hwan tiba-tiba meraih lengan Deok Sun dan menariknya mendekatinya, sambil mengelus-elus lengan Deok Sun yang tadi kedinginan, jadi biar sedikit menghangatkan KYAAAAAAAAAAAAAa!!!!
Deok Sun tentu saja terkejut, ia menatap Jung Hwan yang berdiri lurus menatap kamera.

Deok Sun merasa gugup dan tidak enak, tapi ia tetap melihat ke arah kamera dan menunjukkan wajah gugupnya.
Sementara itu Jung Hwan seolah bersikap biasa saja meski hatinya akan meledak.
Tepat sebelum kamera di tekan, ia mengeluarkan senyumannya dan KLIK.
Januari 1989, MBC Radio Starry Night Festival. Foto pertama couple kita!!


November 2015.
Deok Sun dan suaminya sedang tersenyum melihat foto lama mereka dan Deok Sun mengatakan kalau pasti saat itu lah suaminya menyukainya, karena di foto itu suaminya tersenyum dan melingkarkan tangan di lengannya.
Suami Deok Sun tersenyum dan berkata kalau saat itu Deok Sun sangat cantik.
Deok Sun senyum dan bertanya, bagaimana dengan sekarang?
Suami Deok Sun menatapnya dan mulai lagi menyebalkan, kau butuh cermin? (untuk melihat sendiri apakah kau cantik atau tidak)

Deok Sun kesal sekali dan meraih tangan suaminya, kemudian menggigitnya. HAHAHAHAHAAHHHAHA.
Suaminya berteriak, Hey!!!
Deok Sun senyum aja dan ia melihat fotonya lagi dan merapikan rambutnya. HAHHAHAHAHAHAHAHA. Seolah tidak peduli dan tidak merasa bersalah.
KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAa!!! Deok Sun hanya bersikap kasar pada satu orang, JUNG HWAN! LOL.

Januari 1989.
Ibu Sun Woo pulang dari membeli briket saat melewati toko ayah TAek dan dia bingung kenapa hari ini Toko tidak buka.
Ternyata ayah Taek masih di luar kota dimana kunjungan rumah sakitnya berubah menjadi pemakaman temannya. Temannya yang masuk rumah sakit itu meninggal dunia dan ayah Taek disana bersama temannya juga.
Ayah Taek seperti biasanya tidak banyak bicara tapi temannya mulai menangis meratapi usia mereka dimana mereka sekarang ada diusia dimana teman-teman mereka akan meninggalkan satu per satu.
Ayah hanya bisa mendesah dan mengatakan semua orang akan mengalaminya, bahkan tanpa diminta, mereka akan pergi begitu saja.

Ibu Jung Hwan mengajak ibu Sun Woo main go stop di rumah dan kedua ibu kayaknya asyik banged main kartu.
Ibu Sun WOo penasaaran karena dia belum melihat Jung Bong sejak tadi. Ibu Jung Hwan mengatakan kalau Jung Bong pergi ke kuil dan ibu Sun Woo bertanya kenapa, apakah Jung Bong sakit?
Ibu menjelaskan kalau Jung Bong ingin menghirup udara segar dan lagi dia penggemar makanan disana. Selain ramnyun Jung Bong menyukai bibimbab juga.

Dan kita melihat Jung Bong ada dikuil, makan bersama para biksu lainnya, tentu saja bibimbab. Dalam waktu singkat ia sudah menghabiskannya dan dengan hormat ia meminta mangkuk kedua pada biksu disana HAHAHAHAHAHA.
Jung Bong Oppa menemukan hal baru lagi yang membuatnya tertarik, I love his guy!

Seseorang menekan bel rumah keluarga Sun Woo dan ibu datang dari rumah jung Hwan, bertanya siapa dia.
Pria itu menanyakan tentang rumah Kang MAn Soo (sepertinya itu nama ayah Sun Woo/mertuanya ibu Sun Woo?).
Ibu bingung dan disuruh menandatangani sesuatu. Ibu membuka paketnya dan terkejut itu adalah surat dari bank yang memerintahkan untuk bersiap melelang rumah itu.
Ibu tentu saja panik dan menelpon pihak bank. Mereka menjelaskan kalau ibu mertuanya sudah meminjam uang di bank dan menjadikan rumah itu sebagai jaminannya.
Ibu tentu saja tidak mengerti kenapa ibu mertuanya melakukan itu dan mengatakan lagi kalau rumah itu miliknya, tapi pihak bank tidak mau tau dan meminta ibu menyiapkan uang 10 juta won, atau rumah itu akan disita.

Ibu panik dan menelpon mertuanya meminta penjelasan, mertua kurang ajar itu terdengar tak menyesal sedikitpun dan malah menjelek-jelekkan ibu. Ibu mertua mengatakan ia meminjam uang di bank untuk mengeluarkan anaknya dari penjara dan menjadikan rumah itu sebagai jaminan karena rumah itu milik anaknya (ayah Sun Woo).
Ibu mertua bahkan menanyakan uang pensiun anaknya dan menuduk ibu Sun Woo selingkuh dibelakang dan menghabiskannya sendiri. Ibu mertua mengatakan jika ibu tak sanggup merawat anaknya lagi maka ia akan mengambil Sun Woo dan Jin Joo. Hal ini membuat ibu makin panik dan berteriak pada ibu mertuanya.
Ibu mertua tak peduli dan mengatakan ia bisa membesarkan kedua cucunya dengan lebih baik dari pada ibu.
Ibu Sun Woo menangis dan panik, ia bingung apa yang harus ia lakukan.

Deok Sun dan No Eul sedang menonton TV dan kelihatannya keduanya sangat fokus dengan tarian leher. Deok Sun juga mencobanya tapi dengan gaya yang sangat sangat aneh jadi dia kelihatan tidak bisa melakukannya.
No Eul mengejeknya tidak bisa melakukan apapun, Deok Sun kesal dan menendangnya, menyuruhnya mencoba.
No Eul melakukannya dengan baik dan Deok Sun kesal sekali melihatnya. Tapi akhirnya ia malah mencobanya lagi dan belajar dari No Eul LOL.
Tapi Deok Sun tetap ga bisa, jadi ia bete dan duduk lagi.

Ibu Deok Sun menyuruhnya menelpon Taek untuk mengajaknya makan malam bersama mereka. Deok Sun menelpon Taek dan Taek menolak makan malam bersama, ia mengatakan kalau ia tidak lapar.
Deok Sun berteriak pada ibunya dan mengatakan kalau Taek menolak makan malam bersama mereka, lagipula nanti kalau Taek lapar dia bisa bikin makan sendiri.
Tapi ujung-ujungnya Deok Sun disuruh membawakan lauk ke rumah Taek. Deok Sun kelihatan mengomel sepanjang jalan ke rumah Taek dan mengeluh pada ibunya.
Tiba di gerbang, Taek keluar. Deok Sun bertanya dia mau kemana. Taek menunjuk ke arah rumah Jung Hwan sambil tersenyum.

Mata Deok Sun menyipit dan mengatakan, katanya tadi kau tidak mau makan.
Taek senyum dan berkata setelah ia pikirkan lagi, ia jadi lapar. Ia melihat panci yang dibawa Deok Sun dan bertanya apakah itu untuknya. Deok Sun membenarkan.
Taek membawakan panci dan Deok Sun mengajaknya makan malam bersama dengan mereka. Taek setuju sambil tersenyum.
Deok Sun kemudian menatap Taek dan mengatakan kalau Taek sangat aneh. Taek bingung kenapa. Deok Sun mengungkit Taek yang keluar hanya mengenakan baju tanpa jaket, ia bertanya apakah Taek tidak kedinginan.
Taek mengatakan kalau rumah Deok Sun dekat, jadi ga perlu pake jaket.
Deok Sun mengomel lagi dan Taek tersenyum mendengarnya.
Sepertinya ia menyukai omelan Deok Sun LOL.

Taek makan malam dengan keluarga Deok Sun minus ayah.
Ibu menyiapkan nasi dan lauk untuk Taek dan bertanya kapan ayah Taek akan kembali. Taek mengatakan ayahnya akan kembali besok, setelah pemakaman.
Ibu turut sedih dan Taek mengatakan kalau ayahnya, paman dan paman yang meninggal sangat dekat, mereka seperti tiga serangkai yang tak terpisahkan.
Tiba-tiba ibu mendapat telpon dari ibu Sun Woo dan ia harus kesana, jadi dia meminta Taek makan banyak dan kalau nasinya kurang minta pada Deok Sun. Tapi ibu belum sempat menyelesaikan kata-katanya, Deok Sun malah terlihat mengambil nasi dari mangkuk Taek HAHAHHAHAHAHA.
Deok Sun menjelaskan kalau Taek tidak bisa makan banyak dan Taek hanya mengangguk HAHHAHAHAHA. LOL.

Ibu Jung Hwan dan Ibu Deok Sun datang ke rumah Sun Woo dan ibu Sun Woo yang memeluk Jin Joo yang tertidur menceritakan masalahnya. Hal ini membuat ibu Jung Hwan benar-benar sangat kesal pada mertua ibu Sun Woo, bagaimana bisa ada orang yang sekejam itu, bahkan ada keluarganya sendiri.
Ibu Sun woo menangis dan mengatakan bahkan untuk makan saja sulit bagaimana ia bisa mendapatkan 10 juta won. Ibu Jung Hwan menghela nafas dan mengatakan kalau ia tidak punya cukup uang tunai karena operasi Jung Bong baru-baru ini. Tapi ia masih punya uang tunai di rumah, hanya saja tidak cukup 10 juta won. Ibu Deok Sun mengatakan ia akan meminjam pada tetangga sebisa mungkin untuk membantu.
Ibu Sun Woo menolak dan mengatakan kalau ia akan berusaha sendiri dan akan pindah dari sana. Ibu Jung Hwan mengatakan untuk tidak malu menerima bantuan mereka, karena mereka berteman, tapi ibu Sun Woo menegaskan bahwa ia baik-baik saja.
Ia mengatakan berkali-kali kalau ia tidak apa-apa, meski ia menangis dan air matanya terus mengalir. Suara ibu bergetar, bukankah hidup ini... sangat tidak adil?

Ibu mulai menangis menceritakan kesedihan hidupnya dimana ia merasa tidak adil. Ia tahu bagaimana ia hidup dengan meminjam pada tetangganya, meminjam uang pada ibu Jung Hwan dan ia sendiri tak pernah menghasilkan uang dengan tangannya sendiri. DAn anaknya Sun Woo tidak pernah memintanya untuk membelikan sesuatu karena dia tahu ibunya tidak bisa membelinya.
Ibu Deok Sun ikut menangis dan mengatakan kalau itu karena Sun Woo adalah anak yang baik.
Ibu Sun Woo menangis dan mengatakan kalau mereka mungkin akan hidup di jalanan di musim dingin ini dan ia berkata lagi, Apakah hanya aku yang merasa hidup ini sangat sulit?
Ketga ibu menangis malam yang dingin itu. Ibu Sun Woo tak bisa menyembunyikan kesedihannya lagi.

Malam yang sama, Sun Woo kembali ke rumahnya dan ibu sudah menunjukkan wajah cerianya seperti biasa, ia menyapa anaknya. Ibu tidak ingin kesedihannya terlihat.
Sun Woo melihat ibunya terus memegangi tangannya dan Sun Woo mengomel lagi menyuruh ibunya ke rumah sakit untuk berobat, seperti biasa ibu mengatakan kalau dia akan pergi nanti tapi Sun Woo sudah tahu ibunya pasti tidak akan mau pergi seperti sebelumnya.

Tengah malam ibu masih belum tidur dan ia terus memegangi pergelangan tangannya. Ia mengecek kamar Sun Woo, Sun Woo masih belajar di meja belajarnya. Ibu menatapnya dan tersenyum, perlahan menutup pintu dengan hati-hati.
Ibu ke dapur dan melihat ada 2 buah jeruk yang sudah dibuka kulitnya, dan ibu tersenyum melihatnya (OMG! Sun Woo baik banged!!!)
Ibu dikamar tidak bisa tidur. Ia melihat buku tabungannya dan mendesah. Itu adalah buku tabungan simpanan ibu untuk biaya kuliah Sun Woo.

Ayah dan No Eul pulang berbelanja dan melihat toko ayah Taek sudah buka. Ayah mengetuk kaca dan memberi tanda kalau malam nanti mereka harus minum bersama.
Ayah di rumah dan terlihat gugup, ia mengambil batu dan mulai mengasahnya. Ayah sebaik mungkin mengatakan pada ibu kalau ayah Taek butuh teman untuk bicara karena ayah TAek pasti frustasi baru kehilangan temannya.
Ibu sudah bisa menebak kalau ayah pasti mau minum lagi, tapi ayah berusaha menjelaskan sebaik mungkin situasi ayah Taek dan ia mengatakan mereka hanya akan minum satu botol saja LOL.
Ayah terus mengasihani ayah Taek sambil mengatakan kalau ia akan melewatkan malam hari ini, ia berdiri dan mengambil jaketnya, memberi aba-aba pada No Eul dan ia meninggalkan rumah sambil terus mengasihani ayah Taek.

Ayah berlari kecil dengan bahagia menuju toko ayah Taek dan masuk ke dalam mengajak ayah Taek minum. TApi kemudian ayah terkejut melihat ayah Taek tergeletak di lantai. Ayah Taek pingsan!
Ayah sangat terkejut dan segera membangunkan ayah Taek, tapi ayah tidak bangun-bangun.

Ibu dan ayah Deok Sun membawa ayah Taek ke rumah sakit. Ayah Taek sudah selesai di operasi tapi belum sadarkan diri.
Dokter mendekati mereka dan mengatakan kalau ayah Taek menderita stroke karena pendarahan otak dan beruntung karena mereka cepat menemukannya, kalau terlambat sedikit saja, ayah Taek sudah mati.
Ibu khawatir dan bertanya bagaimana keadaan ayah Taek, dokter berkata kalau operasinya berjalan dengan lancar.
Ayah dan ibu Deok Sun lega mendengarnya. Dokter mengatakan akan ada efek samping selama pengobatan, mungkin tangannya akan gemetaran atau lainnya, sehingga harus dijaga baik-baik.
Ayah dan ibu Deok Sun mengerti.

Sebelum pergi, Dokter mengatakan kalau ayah Deok Sun adalah penyelamat hidup ayah Taek dan ayah Deok Sun jadi malu-malu.
Setelah dokter pergi, ayah dan ibu Deok Sun memandangi ayah Taek dengan kasihan dan mengatakan kalau Ayah Taek sangat menyedihkan, istrinya tidak ada dan anaknya tidak bisa digubungi.
Ayah kemudian menyinggung ibu dan mengingatkan perkataan dokter kalau alkohol adalah penyelamat, penyelamat.
Ibu mau tak mau tersenyum padanya HAHAHHAHAHAHAHA. Ayaaah. Ayaaaaah.

Ibu Deok Sun sedang membuat bekal untuk di bawa ke rumah sakit saat ibu Jung Hwan juga sudah siap membungkuskan bekal untuk ayah Taek.
Para ibu menyiapkan makanan untuk ayah Taek, intinya mereka yang bertugas untuk membawakan makanan.
Ibu Jung Hwan bertanya bagaimana keadaan ayah Taek. Ibu mengatakan kalau makanan mereka bisa menyiapkannya hanya saja ayah kesulitan kalau mau ke kamar mandi dan sebagainya.
Ibu Jung Hwan protes dan mengatakan kalau ayah Taek kaya apa salahnya menyewa pembantu untuk merawatnya LOL.

Ayah Taek di rumah sakit kelihatan kesulitan merawat dirinya sendiri, bahkan selang infusnya berbelit-belit dan dia menyerah memperbaikinya LOL.
Suster masuk untuk merawat ayah Taek dan ayah kelihatannya agak ga enak.
Suster menanyakan tentang wali Ayah dan ayah mengatakan ia hanya punya satu anak dan suster itu mengenalinya.

Tentu saja Taek sudah tiba di rumah sakit dan sedang bicara dengan dokter.
Dokter terlihat serius bicara dengannya meski ia mengatakan kalau ayah akan baik-baik saja meskipun ia belum boleh keluar kalau tidak pulih sepenuhnya.
Taek mengerti. Kemudian Dokter bertambah serius saat ia memberikan sesuatu pada Taek dan ternyata dokternya meminta tanda tangan Taek LOL.

Ayah kelihatan tidak berani menatap mata seseorang, ia takut-takut.
Tentu saja karena TAek sudah duduk dekatnya dan menatap ayahnya dengan mata berkaca-kaca dengan wajah agak kesal.
Ayah mengatakan kalau dia baik-baik saja dan Taek mengatakan kalau ayahnya hampir saja mati.
Ayah tertawa dan mengatakan kalau itu bukan masalah besar. Taek masih tidak mengubah tatapannya dan mengatakan kalau dia hampir saja menjadi yatim piatu.
Ayah mengatakan kalau itu tidak akan terjadi.

Taek meminta ayahnya menyewa perawat tapi ayah menolak.
Taek hampir menangis dan mengatakan kalau besok ia harus ke China, siapa yang akan menjaga ayah dan bagaimana ayah akan mengurus dirinya.
Ayah mengatakan kalau para ajumma datang tiap hari menjenguknya. Taek tidak perlu khawatir dan fokus pada pertandingannya saja.
Ayah juga khawatir karena kali ini Taek harus pergi sendiri , karena gurunya tidak akan bisa ikut kali ini.
Taek mengatakan kalau ia akan baik-baik saja sendirian, tapi ayah tetap khawatir pada Taek karena tidak akan ada yang mengurusnya.
Taek menyelimuti ayahnya dan memintanya mengkhawatirkan dirinya sendiri.
Suster masuk dan kemudian memanggil Taek, Taek meninggalkan ayahnya.

Ayah dan ibu Deok Sun datang menjenguk ayah Taek dengan membawakan makanan.
Ayah awalnya mau sedikit membuat lelucon tapi ibu mendorongnya untuk segera masuk HAHHAAHHA.
Ayah Taek duduk dan merasa tidak enak karena selalu merepotkan mereka tapi ayah mengatakan tidak apa-apa.
Ayah mengatakan jika ayah Taek butuh sesuatu, ayah Taek bisa menelponnya kapan saja dan ia akan membelikannya diperjalan pulang kerja.
Ayah Taek mengatakan ia tidak membutuhkan apapun, tapi ia punya sebuah permintaan.
Ayah bingung.

Deok Sun ada di rumahnya, menatap passport dan kemudian ia berteriak histeris!!
Deok Sun berteriak sekuat tenaga kemudian meloncat-loncat karena bahagia, ia menari kesana kemari, menari ddengan tarian aneh, keluar mengambil koper dan mulai mengemasi barang-barangnya yang sangat sangat banyak.
Ayah, Ibu dan No Eul menatap Deok Sun yang sedang mengepak barang dengan tatapan melongo.
Deok Sun akan menemani Taek ke China dan ini perjalanan keluar negeri pertamanya, tentu saja Deok Sun sangat gembira.
No Eul menatap ayahnya dan bingung, Kenapa harus kakak? Bukankah ada Jung HWan dan Sun Woo hyung?
Ayah berfikir.

Kembali ke rumah sakit tadi.
Ayah terkejut, anak kedua kami? si peringkat 989?
Ayah TAek mengatakan pada pertandingan kali ini Taek harus pergi sendiri, ia khawatir jadi apakah boleh Deok Sun menemaninya, karena guru yang biasa pergi bersama TAek tidak bisa ikut kali ini.
Taek butuh seseorang merawatnya disana, karena kalau tidak Taek bisa-bisa tidak makan dan akan sakit disana.
Ibu Deok Sun mengatakan kalau Deok Sun tidak bisa apa-apa, apakah ayah Taek yakin akan meminta Deok Sun menemaninya.
Ayah Taek yakin Deok Sun bisa melakukannya, lagi pula Taek paling dekat dengan Deok Sun.
Ayah Deok Sun sampai membuka mulutnya tak bisa berkata apa-apa, kemudian ia bertanya, bukankah Jung Hwan dan Sun Woo juga ada? Kenapa tidak mengajak mereka?
Ayah Taek mengatakan kalau keduanya pasti sibuk, mereka juga harus belajar....
Kata-kata ayah Taek terpotong saat menyadari mata ayah Deok Sun yang menatapnya kesal, HAHHAHAHAHAHAHHAHA (tatapannya, Jadi kau ngajak anakku karena dia ga perlu belajar?)

Ayah Taek segera memperbaiki maksudnya tapi ayah Deok Sun menatapnya sangat tajam dan ayah Taek jadi serba salah. Ayah Deok Sun menyuruhnya jangan banyak berfikir, ia juga mengerti bagaimana anaknya. HAHHAHAHHAHA.
Ayah Taek kemudian menjelaskan kalau passport untuk perempuan lebih mudah dikeluarkan dari pada laki-laki.
Ibu membuat ekspresi aneh seolah masih ragu dan Ayah TAek mengatakan jika ibu tidak membiarkannya maka tidak apa-apa.
Ibu mengatakan bukan itu maksudnya, hanya saja Deok Sun adalah anak seperti itu dan ia rasa Taek akan takut padanya. Ayah Taek tersenyum dan mengatakan kalau Taek menyukai Deok Sun, mereka akan rukun bersama-sama.

Dan begitulah Deok Sun terpilih untuk menemani Taek ke China.
Ia mengepak barang di koper dan kelihatan berantakan banged.
No Eul masih tidak bisa percaya noona-nya akan keluar negeri dipilih sendiri oleh ayah Taek LOL.
Deok Sun tidak peduli pada keluarganya yang menatapnya sejak tadi.
IA hanya menjawab pertanyaan mereka, kalau ia pinjam koper dari Taek dan kameranya juga ia pinjam dari Taek.

Deok Sun sudah tiba di China, di hotel tempat ia menginap dan juga pertandingan akan berlangsung.
Ia ada di lobby hotel dan tangannya gatal memegang bel disana. Para reporter juga ad disana dan menyapanya karena mereka heran melihat bawaan Deok Sun yang banyak. 1 koper, 2 tas gede LOL.
Deok Sun mengatakan kalau ini pertama kalinya ia keluar negeri, jadi ia tidak tahu harus bawa apa saja, takut ada yang kurang, jadi ia membawa semuanya LOL.
Reporter bertanya apakah dia teman Taek dan Deok Sun membenarkan kalau dia adalah teman baik Taek.
Para wartawan tertawa dan mengatakan kalau Taek ternyata punya teman wanita yang cantik seperti Deok Sun. Deok Sun tersenyum manis.

Reporter bertanya lagi, pacarnya?
Deok Sun menjelaskan, apa maksudmu? bukan, aku hanya temannya.
Reporter tersenyum. Deok Sun bertanya apakah mereka pemain baduk juga?
Reporter satunya menjelaskan kalau mereka adalah reporter dan Deok Sun memuji mereka, Deok Sun kelihatannya sangat menyukai kamera LOL.
resepsionis memberikan kunci kamar mereka dan pria itu memberikan kunci kamar Deok Sun dan TAek padanya. Juga kunci cadangan pada Deok Sun dan memintanya meastikan keadaan TAek terus menerus, karena dulu Taek pernah pingsan di kamarnya.
Deok Sun terkejut, ia mengangguk dan melihat ke arah Taek yang baru keluar dari kamar mandi.

Deok Sun menatap Taek yang berjalan mendekatinya sambil membersihkan tangan dengan sapu tangan. Taek kelihatan tidak dalam kondisi baik.
Deok Sun menyerahkan kunci kamar pada Taek dan Taek mengambilnya.
Taek tidak berlama-lama disana dan ia segera pergi begitu mendapat kunci kamarnya, membawa tasnya (ternyata tas satunya punya Taek LOL).

Salah satu pria (yang sepertinya bukan reporter) menatap kepergian Taek dan mengatakan kalau Taek pasti akan melewatkan makan malam karena Taek biasanya tidak makan sebelum kompetisi. Pria itu menjelaskan tentang kekhawatirannya dan Deok Sun hanya mangut-mangut kemudian bertanya apakah mereka akan makan malam dengan bebek dan pria itu hanya mengangguk.
Deok Sun kelihatannya hanya peduli pada perutnya LOL.

Deok Sun dan para reporter dari KOrea makan bersama di sebuah restoran atau lebih tepatnya restoran di hotel itu. Ada banyak sekali makanan di meja membuat Deok Sun benar-benar bahagia dan tak sabar pengen makan.
Ia duduk dan mengambil menu pertamanya, Ikan. Salah satu pria bertanya dimana Taek, Deok Sun mengatakan Taek akan makan nanti. Deok Sun menjawab setengah hati karena perhatiannya teralihkan dengan semua makanan.
Ia bertanya apakah mereka boleh makan semuanya dan tentu saja mereka menjawab boleh. Deok Sun kemudian bertanya lagi dimana mereka bisa makan makanan enak dan salah satu menjawab ada sebuah restoran tapi harus mengantri 1 jam dan Deok Sun kecewa LOL.

Deok Sun kemudian mengambil kepala bebek dan mulai memakannya, pria itu terkejut melihat tingkah Deok Sun HAHHAAHAHAHAHHAH.
Deok Sun mencoba makan kepala bebek meski sulit digigit dan pria itu tersenyum mengatakan kalau Deok Sun makan dengan baik.
(Aku bingung kenapa dia milih kepala bebek, apa karena mirip paha jadi dia ga tau mana paha mana kepala?).

Ibu Sun woo menelpon adiknya dan mengatakan tentang masalahnya. Adiknya kesal sekali pada mertua kakaknya dan mengatakan apakah dia perlu melabrak ke rumahnya. TApi ibu Sun Woo memintanya jangan melakukan itu, ia akan mengurusnya sendiri.
Ibu Sun woo mengngatkan adiknya jangan mengatakan apapun pada ibunya dan adiknya mengerti.
Setelah ibu menutup telponnya, ibu Jung Hwan datang ke rumah membawakan iga sapi untuk dibawa ke rumah sakit, karena giliran ibu SUn Woo yang menenguk hari ini.
Keduanya tertawa membayangkan seberapa baik ayah Taek dirumah sakit tanpa perawat.

Ayah Taek di rumah sakit kesulitan melakukan hal-hal mudah, karena efek samping penyakitnya, tangannya gemetaran. Ia kesulitan membuka kancing bajunya dan menuangkan air ke gelas juga.
BAhkan untuk berbaring pun ia kesulitan dan juga sempat terjatuh di lantai karena kepelset saat mencoba memperbaiki tempat tidurnya.
Akhirnya ayah duduk lagi di tempat tidur rumah sakitnya.
Kemudian ibu Sun Woo datang dan ayah kelihatan duduk diam saja seolah tidak ada yang terjadi.
DAn secepat kilat ibu langsung membereskan kamar inap ayah Taek, membersihkan lantai dan piring yang jatuh, memperbaiki kancing ayah Taek, mengambilkan minum dan meminumkan ada ayah, menaikkan tempat tidur dan WOW. Ibu melakukan semuanya untuk ayah TAek.
UHHUUUUMMM

Ayah, Ibu dan No Eul sedang makan bersama saat ayah kelihatan mengkhawatirkan Deok Sun di China.
Kira-kira apakah anak mereka bisa melakukannya dengan baik atau tidak beradaptasi disana.
DAn kemudian kita melihat Deok Sun sedang di lobby hotel didepan resepsionis membuat gerakan aneh yang mengatakan kalau kamar mandi airnya keluar terus dan kamarnya sangat dingin sehingga ia tak bisa tidur.
Semuanya dengan bahasa isyarat yang membuat resepsionisnya bingung GAGAGGAGAGAGAGAGAGAGGAA.
Para ajusshi ada disana dan geleng-geleng melihat Deok Sun. Tapi kemudian mereka mengatakan kalau kamar mereka juga gitu. Dan kemudian mereka mengkhawatirkan Taek karena sebelum pertandingan kondisinya selalu ga baik.

Deok Sun, Taek dan 3 orang dari Korea itu ada di dalam lift menuju tempat pertandingan. Hening. Tidak ada yang berani bicara, bahkan Deok Sun juga ikutan diam.
Taek juga tidak terlihat sedang dalam mood bicara, ia hanya menatap kebawah dan Deok Sun menatapnya dengan bingung.

Begitu pintu lift terbuka, kilauan kamera reporter menghujani Taek dan salah satu pria mengawal Taek untuk masuk ke ruang tunggunya.
Para reporter mengikutinya dari belakang dan ada juga yang berlari ke depan untuk mengabadikan foto Taek.
Deok Sun ketinggalan di belakang dan ia cukup terkejut karena ia belum pernah mengalami situsi seperti ini, apalagi melihat Taek seperti itu.
Deok Sun terdiam dengan mulut terbuka, ia kagum.


2 comments:

  1. emang kalau liat scene 2015.... itu pasti Jung Hwan karena Deok Sun dari awal emang sering berantemnya sama Jung Hwan....

    ReplyDelete
  2. The first comment nih...hehehe
    Makasih y sdh bikin sinopsis drama ini.. Entah knp baca sinopsis itu lbh seru dr nontonny hihihi

    Reply 1988 ini mnurutku mmg lbh lucu n lbh mengandung byk makna dr seri2 sblmny, awal2 smpet males nontonny krn bca2 berita soal castny.. Tp trnyta mmg film/drama gk mlulu soal siapa yg main, n hyeri sukses bikin perut ketawa..salut sm dia.. :) ngomong2 deok sun mkan kepala bebek itu ap krn dia gk nyadar itu bkn paha, krn dia kan gk prnah mkan paha yg mkan sll bora/noeul hahaha

    ReplyDelete

 

Random Post

Clover Blossoms Fanpage

In My Radar

Watching :
- We Married as A Job
- Jimi ni Sugoi!
- Weightlifting Fairy
- Goblin
- The Legend of The Blue Sea
- Father I'll Take Care of You
- Beppin-san
- Gochisousan

Waiting Drama:
- Miss in Kiss

Waiting Movies:
- One Week Friends
- Your Lie in April
- Aozora Yell
- Itakiss Movie

Favorite Song This Time :
- Red Cheek Puberty - Galaxy
- Ben - Foggy Road
- Twice - Next Page
- Utada Hikaru - Hanataba wo Kimini
- LYn - Love Story