[Sinopsis] Reply 1988 Episode 18 ~ Part 1


Setelah episode 18 tayang, Tim Jung Hwan serasa di terbangkan ke langit dan di hempaskan ke bumi dalam waktu sepersekian detik.
Sakitnya masih sangat terasa di dalam dada, tentu saja, melihat Kim Jung Hwan, yang selama ini menjadi main focus Reply 1988, akhirnya setelah 18 episode berhasil menyatakan cintanya, tapi ternyata berubah menjadi lebih miris bahkan lebih menyakitkan dari pada patah hati yang lainnya.
Aku rasa SW-nim dan PD-nim menikmati kemarahan Tim Jung Hwan dan netizen Korea yang rata-rata menyumpah semalam.
Dan aku sendiri shock melihat komentar spoiler episode 18 yang WOOWOWOOWOW kurang dari 24 jam sudah mencapai 100 komentar! DAEBAK!

Aku sudah membaca semuanya tapi aku nggak sempat membalas komentar.
Karena aku mau menenangkan diri di forum soompi, ingat, Tim Jung Hwan jangan ke Main Thread tapi ke Thread Jung Hwan x Deok Sun, disanalah banyak komentar positif yang menenangkan hati HAHHAHHAHHA.
Jadi, bagaimana dengan episode 18 ini?
Tenang saja, aku sudah sembuh dan kembali mendukung Jung Hwan. Ya. Jung Hwan adalah pemenangnya!
Meski aku pengin banged menendang Lee Woo Jung SW-nim!!!

SONG OF THE DAY
Ki Hyun - As Time Passes [ download ]




Sinopsis Answer Me 1988 Episode 18

15 Oktober 1994.
Kita mengintip malam di rumah keluarga Choi.
Ayah dan Jin Joo sedang menonton acara Gag di TV dan disana mereka memperagakan betmen pake tangan.
Jin Joo yang sedang makan pisang kesukaannya menirukan seperti yang di TV. Ayah melihatnya dan dengan datar dia berkomentar kalau itu sama sekali tidak mirip. Jin Joo tampak kecewa.

Ayah Jung HWan juga menonton hal yang sama di TV dan mulai menirukannya. HAHHAHAHHAHA.
Ibu terlihat ceria malam ini dan memanggil anak-anaknya untuk makan. Ayah tiba-tiba excited dan mulai menunjuk tangan kalau dia juga mau makan, ia bahkan naik ke atas meja dan juga kursi HAHAHHAHAHHA.
Ibu menatapnya dengan kesal dan menyuruhnya menghentikan itu. LOL. Ayah lalu turun dan duduk lagi, kemudian ia mematikan TV.

KYAAAAAAAAAAAAAAAaa!!!
Jung HWan keluar dari kamarnya dengan gaya rambut baru yang KEREEEEEEEEEEEEEN!! OMG!!! I looooooooooooooove him so much!
Ia mengatakan kalau ia akan ke kamar Taek malam ini. Ayah tampak kecewa dan mengatakan sudah lama ia ingin makan malam dengan anak-anaknya. Ibu juga tampak kecewa meski ia mengerti karena sudah lama anak-anak tidak berkumpul bersama.
Ibu menyuapkan sesuatu pada Jung Hwan dan memintanya cepat kembali. Jung HWan meminta maaf karena sepertinya mereka akan berkumpul lama malam ini.
Ibu dan ayah tak bisa apa-apa, mereka terlihat sedih. Mereka mengatakan mereka merindukan saat anak-anak masih sekolah, karena mereka bisa melihat mereka setiap hari.

Deok Sun juga akan pergi ke rumah Taek dan ayah serta ibu mengantarkan sampai pintu dekat dapur.
Deok Sun heran kenapa orang tuanya berdiri disana, ibu hanya senyum dan melambaikan tangan padanya. Deok Sun meminta mereka masuk dan ia keluar.
Ayah dan ibu terlihat sedih, ayah mengeluh bagaimana anak mereka jarang pulang dan ia juga ingin makan malam bersama dengan Deok Sun, tapi Deok Sun lebih memilih teman-temannya.
Ibu mengerti, ia mengatakan kalau anak-anak sudah lama tidak bertemu, makanya mereka akan berkumpul malam ini.

Ibu melihat reaksi sedih ayah dan mulai menggodanya, Kenapa? Kau merasa sedih? Apakah aku harus memanggilnya kembali?
Tentu saja ayah membantah, ia mengatakan ia sama sekali tidak sedih LOL, padahal wajahnya sedih banged tuh, ia mengganti topik pembicaraan dan meminta ibu menyiapkan makan malam.
Ibu hanya tersenyum dan mengatakan tunggu sebentar lagi sampai Bo Ra kembali, sepertinya ia dalam perjalanan.
Ayah terkejut karena Bo Ra akan kembali malam ini dan ayah mulai tertawa bahagia karena mereka akan makan berempat malam ini.
Ia kemudian berteriak kesal pada Deok Sun memintanya jangan kembali LOL.
Ibu tertawa melihat reaksi ayah.

Sun Woo keluar dari kamarnya dengan wajah mengantuk dan ibu kelihatan sedih juga karena dia akan makan bersama anak-anak di kamar Taek malam ini.
Sun woo hanya tersenyum dan melihat Jin Joo bersama ayah, ia merasa sedih karena Jin Joo bahkan tidak menyapanya sama sekali. IA mengingatkan dulu Jin Joo kecil sangat dekat dengannya, apa-apa Oppa, apa-apa Oppa.
Jin Joo cemberut dan mengatakan kalau kakaknya jarang pulang ke rumah belakangan dan kalaupun pulang kakaknya selalu tidur.
Jin Joo sedang mendiskusikan sesuatu dengan ayah dan Sun Woo mengingatkan agar ia tidak menggunakan banmal. Jin Joo hanya melirik Oppa-nya dan Sun Woo tersenyum kemudian ia keluar.
Jin Joo masih bicara dengan ayah, sepertinya ia dan temannya bertengkar tapi Jin Joo tidak mau menjadi yang pertama untuk meminta maaf.

Sun Woo sudah di kamar Taek dan ibu juga disana, menyiapkan banyak makanan untuk mereka semua. Ibu bertanya-tanya kenapa TAek belum kembali dan kemudian meminta Sun Woo melihatnya ke luar. Karena siapa tahu Taek kesulitan memarkir mobil lagi.
Sun Woo baru ingat dan tertawa, Ah, kisekki~

DAn benar saja, TAek ada di luar mengendarai mobilnya, maju kedepan dan kebelakang berkali-kali, ia tidak menemukan posisi yang pas untuk parkir. Ia keluar dari mobil dan bahkan melihat posisi mobilnya dengan bingung.
Akhirnya Sun Woo datang dan menyuruhnya kembali ke rumah, ia yang akan memarkir mobil Taek. Tapi Taek mengatakan kalau ia yang akan melakukannya.
Sun Woo memainkan tangannya seolah ingin mematuk Taek dan mengatakan ia yang akan melakukannya.
Taek tersenyum dan akhirnya Sun Woo yang memarkirkan mobil Taek.

Taek kembali ke rumahnya dan disambut omelan Jin Joo karena Oppa-nya pulang terlambat.
Ayah menyuruhnya segera mandi karena teman-temannya akan segera datang. Taek tersenyum dan mengeluarkan permen dari kantungnya, ia memberikannya pada Jin Joo. Jin Joo sangat senang.
Taek ke kamarnya dan tersenyum melihat banyak hidangan di atas meja.

Sun Woo berjalan kembali ke rumah setelah memarkir mobil Taek dan kita melihat Bo Ra juga berjalan ke arah rumahnya dan keduanya bertemu didepan pagar rumah Taek.
Bo Ra menghentikan langkahnya dan menatap Sun Woo. Sun Woo juga menatap Bo Ra tapi kemudian ia membungkuk dan masuk ke rumah Taek (Sekarang rumahnya juga) tanpa bicara apa-apa.
Bo Ra kelihatan cukup sedih dengan hal itu. Ia menghela nafas dan menatap ke langit.
OST-nya pas banged nih!!!

Saengil Chukkahamnida, saengil chukka hamnida, saranganeun uri TAek-i, saengil chukkan hamnida... WUUUUU!!
PAra anak-anak ssangmundong merayakan ulang tahun Taek di kamarnya dan seperti biasanya, mereka menyanyi dengan cepat dan meminta Taek meniup lilinnya, tapi setidaknya kali ini mereka tidak tergesa-gesa seperti tahun 1988 HAHAHAHAH.
Dan lagi, kali ini hadiah mereka untuk Taek juga JUng HWan yang membelikannya. Jung Hwan membelikannya pager dan Dong Ryong mengomeli Taek sebagai satu-satunya yang tidak memiliki pager.
Ia mencoba masakan ibu Sun Woo dan terkejut karena rasanya menjadi sangat enak LOL.

TAek mengatakan kalau ia tidak membutuhkan pager dan ia juga tidak tahu cara menggunakannya. Tapi kemudian yang lain mengomelinya karena mereka butuh Taek menggunakan pager agar mudah menghubunginya HAHHAHAHA.
Dong ryong mulai berkomentar kalau ia sangat menyukai kamar Taek, karena ia merindukan mereka berkumpul bersama-sama. Mereka semuanya tersenyum.
Kemudian Deok Sun mulai protes pada Taek yang kaya agar setidaknya membeli sebuah komputer karena ini zaman milenium. Jung Hwan yang mendengarnya mulai mengejeknya karena Deok Sun tahu juga hal yang seperti itu. Deok Sun kesal, kau bercanda? bagaimana bisa aku tidak tahu?! Aku juga wanita gaul.
Dong Ryong juga ikutan, HOOOOOO, Deok Sun kita akhirnya terlihat seperti wanita dewasa sekarang. Dong ryong dan SuN Woo tepuk tangan dan Jung Hwan serta TAek kelihatan ketawa.
Deok Sun senyam senyum aja.

Kemudian Taek menanyakan tentang Jung Bong, apakah yang dia lakukan sekarang, apakah dia sibuk belajar untuk ujian hukumnya. Seperti biasa, Jung Hwan menjawab kalau dia sama sekali tidak belajar.
Mereka juga membicarakan Bo Ra noona, yang bahkan mengurung diri di tempat les hanya untuk lulus ujian. Dong Ryong mengatakan kalau dia sama sekali tidak berubah, tetap menakutkan. Deok Sun juga setuju akan hal itu.
Sun Woo tampak hanya tersenyum biasa sambil menyendok sup-nya. Taek menatapnya karena ia tahu Sun Woo tidak suka membicarakan Bo Ra.

Lalu kita melihat Jung Bong hyung sedang serius di depan komputernya.
Aku nggak tahu dia ngapain, tapi sepertinya dia chatting dengan seseorang atau lagi lomba dengan seseorang?
Dilihat dari ekspresinya sepertinya Jung Bong sangat serius meski sedikit kesal.

Keluarga Sung sedang makan sambil menonton TV, ada acara musik dan No Eul ikutan nyanyi.
Kemudian ayah mulai mengomel padanya dan No Eul menjelaskan mengenai betapa hebatnya penyanyi itu. Ibu senang makan bersama puterinya lagi dan ia mulai bertanya apakah kimchi yang ia buatkan masih ada dan bla bla. Ibu ingin membungkuskan banyak makanan ini dan itu untuk Bo Ra jadi dia bicara menganai makanan yang akan dibuatnya, ada banyak sekali dan ayah menatapnya dengan kesal.
No Eul meminta ibunya jangan begitu dan Bo Ra tertawa meminta ibunya memikirkannya pelan-pelan nanti, tidak perlu membungkuskan banyak makanan karena dia hidup dengan baik di tempat kos nya.
No Eul mengataka  kalau kakaknya sudah besar pasti bisa mencari makanan sendiri. Bo RA setuju, ia bukan anak-anak lagi.
Ibu hanya tersenyum melihat mereka berdua. Tapi tentu saja ibu ingin membuatkan makanan untuk anaknya.

Ayah mengeluh tentang cara hidup anak-anak mereka, dimana Bo Ra yang harus tinggal bersama temannya, Deok Sun yang selalu menginap di rumah temannya juga, karena terlalu jauh pulang ke rumah diantara jadwal penerbangan dan No Eul yang selalu pergi ke luar untuk melakukan hal-hal sebagai seorang mahasiswa, seperti pertunjukan teater atau seni.
Tiba-tiba ayah mendapatkan telpon dari kantornya, sepertinya sesuatu yang mendesak terjadi, seorang karyawan membawa lari uang bank dan ayah harus ke sana untuk menangkapnya. Ayah merasa tidak enak harus meninggalkan mereka dan ia minta maaf pada Bo Ra karena ini sudah sangat lama mereka bisa makan bersama tapi ia justru harus pergi.
Bo Ra menunjukkan wajah kalau ia tak apa-apa.

Setelah ayah pergi, Bo Ra mengeluh karena ayahnya sudah terlalu tua untuk bekerja di departemen itu (menangkap kalau ada kecurangan), tapi ibu mengatakan ayahnya masih sangat kuat dan sigap dan ayah akan terus bekerja menghasilkan uang selama ia masih bisa melakukannya.
Kemudian mereka tinggal bertiga dan Bo Ra menanyakan kemana Deok Sun. No Eul mengatakan kalau hari ini adalah ulang tahun Taek dan semuanya berkumpul setelah sekian lama. Jung Hwan juga pulang dan Dong ryong juga.
Kemudian mereka membicarakan Sun Woo yang juga pulang ke rumah setelah sekian lama menginap di rumah sakit. Ibu mengeluh karena SUn Woo menjadi sangat sibuk dan selalu di rumah sakit, pasti dia tak punya waktu untuk pacaran. Tapi No Eul mengatakan kalau Sun woo punya pacar dan dia sangat cantik.
Hal ini membuat Bo Ra terlihat menunduk dan selera makannya hilang. Ia kelihatan makin sedih.

Ibu terus membicarakan anak-anak laki-laki yang makin sukses dan punya pacar saat No eul meminta ibunya jangan mengkhawatirkan mereka tapi khawatirkan puterinya sendiri. No Eul khawatir dua kakaknya tidak akan membawa pria baik ke rumah, karena standar para pria sekarang sangat tinggi dan para pria pintar memilih pasangannya.
Bo Ra tersinggung dan memukul No Eul. Kali ini No Eul menahannya dengan baik, ia berotot dan malah menganggap pukulan Bo Ra sebagai latihan sekarang AHHAHAAHHAHAHA.
Ibu tertawa melihat keduanya dan menyuruh mereka makan dengan tenang.

Para anak-anak sekarang pesta dengan bir karena mereka sudah dewasa. Deok Sun terlihat mengatakan kalau dia juga cukup populer, besok ia bahkan diajak nonton tapi ia menolaknya.
Sun Woo tidak percaya hal itu dan mengingatkan Deok Sun agar tidak dicampakkan pria kali ini. Deok Sun tentu saja kesal, Wennyol! Siapa yang dicampakkan, aku yang mencampakkannya!
Semuanya tertawa tidak percaya meski mereka mengatakan 'arasso, arasso'. Dong Ryong bahkan mengatakan dengan mengejek kalau ia percaya kali ini Deok Sun yang mencampakkan pria.

Sepertinya semuanya tahu siapa pacar Deok Sun itu dan semuanya mulai membicarakan tentang hal itu tapi berakhir dengan ejekan lagi kalau Deok Sun dicampakkan. Deok Sun makin kesa dan berteriak kalau dia yang mencampakkan pria itu. Mereka menutup kuping sambil terus berkata kalau mereka mengerti dan percaya.
Tapi tentu saja melihat reaksi mereka yang tertawa menunjukkan mereka tidak percaya dan Deok Sun makin kesal, ia berteriak dan berteriak lagi kalau dia tidak dicampakkan HAHHAHAHAHHA.
Semuanya menutup kuping karena Deok Sun berteriak sangat keras LOL. Dan mereka tertawa mengatakan lagi, 'arasso, arasso'
tapi lagi-lagi Deok Sun kesal karena wajah semuanya menunjukkan kalau ia bohong dan ia berteriak lagi dan lagi HAHAHHAHAHA. Kasian Deok Sun, ga ada yang percaya.
*well, kalian bisa melihat kalau Deok Sun banyak sekali melirik ke arah Jung Hwan lho, seolah dia meyakinkan Jung Hwan dan memeriksa reaksinya :)

Semuanya lagi-lagi tertawa mengiyakan bahkan Dong ryong teriak keluar kalau Deok Sun tidak di campakkan. Tapi akhirnya Dong ryong malah bertanya pada Deok Sun dengan serius, ya! Deok Sun a, kau dicampakkan kan?
Semuanya benar-benar menihkmati menggoda Deok Sun dan tertawa bersama sementara Deok Sun makin kesal dan kesal, ia mulai menendang Dong Ryong HAHAHHAHAHA.
IA mengomel kalau dia yang mencampakkan pria itu dan memperjelas sekali lagi sambil melihat ke arah Jung Hwan (lagi).

Ayah dan ibu makan cemilan dan minum soju sambil menonton Tv yang ada iklan speaker. Ayah kelihatannya memuji speaker itu dan kedua orang tua Jung Hwan mulai terlihat makin mesra sekarang. Ayah mengedipkan mata pada ibu dan ibu mendorongnya dengan nakal HAHAHHHAHAH.
Ibu Sun Woo datang bersama ayah Taek membawakan bir juga, mereka akan ngumpul di rumah Jung Hwan malam ini. Ibu Sun Woo merasa rumah sangat sepi, tentu saja karena anak-anak sibuk dengan urusan masing-masing, bahkan saat ibu SUn Woo bertanya kenapa saat ia menelpon ke rumah mereka selalu saja sibuk, ibu mendesah dan menunjuk ke arah kamar Jung Bong dengan wajahnya.

Jung Bong memonopoli komputer dan telpon rumah karena ia sibuk di depan komputer di kamarnya, ia hanya istirahat untuk makan yakult dengan menggigit bagian bawah botolnya HAHHAHAHHAHAHA.
Ia sibuk  chatting dengan kenalan barunya san saat ia menulis sesuatu tentang kartu perjalanan ke ruang angkasa, seseorang dengan username 'Memories of Maggie' membuat Jung bong terkejut, ia bahkan menutup mulutnya karena shock.
Ia mencoba chatting lagi dengan hati-hati dan saat ia menerima balasannya Jung Bong tampak ragu sekaligus terkejut. Ia bahkan membuka kacamatanya dan membaca tulisan di komputer dengan lebih jelas. Musik yang terdengar sangat tidak asing, Jung Bong terdiam menatap komputernya.
*Maggie adalah nama panggilan Mi Ok saat SMA. Apakah dia chat dengan Mi Ok? WOWOOWOWOWOWOW.

Ayah Jung Hwan terlihat kesulitan membuka botol bir dengan sendok membuat ibu Jung Hwan kesal karena dia nggak ada tenaga sama sekali. Ayah Taek mengambil alih dan hanya dengan giginya, ayah Taek berhasil membukanya dengan baik HAHHAHAHAHAHA.
Ibu Deok Sun dengan sebuah koran di tangannya, dan bertanya apakah mereka sudah melihat beritanya dan keluarga Choi membenarkan. Di koran ada berita tentang seorang selebriti terkenal mengatakan kalau tipe idelanya adalah Taek.
Ini adalah masa dimana para orang tua mulai membicarakan tentang pernikahan anak-anak mereka dan ibu Sun Woo kelihatan belum siap anak-anaknya pacaran. Ia mengatakan ia lebih memilih menantunya adalah orang biasa dan tidak terkenal. TApi mereka ragu karena sepertinya Taek tidak akan menemukannya sendiri.
JAdi mereka membicarakan tentang kencan buta Taek, Taek sering ikut kencan buta tapi Taek akhirnya tidak pernah pacaran dengan salah satu dari mereka.
Ayah menebak kalau teman-temannya pasti akan menggodanya tentang kencan buta TAek.

Dan tentu saja, setelah anak-anak sebagian mabuk tapi masih sadar, Deok Sun membaca berita di koran itu dan tertawa keras, mengatakan kalau selebriti itu gila. Ia mengatakan apakah orang-orang itu, yang menyukai Taek, tahu kalau orang terkenal seperti TAek bahkan tidak bisa mengikat tali sepatunya sendiri.
Deok Sun benar-benar tertawa keras membacanya. Dong Ryong kemudian bertanya pada Taek, diantara mereka semua, dia lah yang paling sering ikut kencan buta, tapi kenapa TAek tidak pernah pacaran dengan salah satu dari mereka. Ia ingin tahu alasannya.
Sun Woo yang tiduran di paha Taek, setengah mabuk mulai bicara, Ahh, kalian ternyata tidak tahu.
Taek menatap tajam Sun Woo, kau diam-lah, jangan mengatakan apapun.

Tapi Sun Woo tak peduli, ia terus melanjutkan dan mengatakan kalau masalahnya ada pada Taek.
Jung Hwan yang duduk di kursi bertanya, kenapa dengan dia?
Sun Woo menjelaskan kalau awal pertemuan semuanya terpesona pada Taek tapi berakhir dengan pasangan kencan butanya merasa sangat frustasi, karena Taek bahkan tidak bicara satu katapun.
Deok Sun dan Dong Ryong tertawa ngakak. TAek cemberut dan mengatakan kalau ia sudah berusaha, tapi Sun Woo dan Dong ryong mengatakan kalau dia harus berusaha lebih keras lagi.

Dong Ryong kemudian meminta Deok Sun untuk mengaturkan kencan untuk mereka juga, kencan kelompok, tapi Deok Sun menolak, dia tidak mau teman-teman sesama pramugarinya mengeluh karena dia membawa orang-orang seperti mereka HAHHAHAAHHA.
Sun Woo protes, memangnya kenapa dengan kami? Kita kan punya Choi Taek yang terkenal juga? KAu akan ikut kan?
Taek sedikit tersenyum dan mengatakan ia akan pergi jika ada waktu.
Mereka juga meyakinkan Jung Hwan untuk ikut, tapi Jung Hwan menolak. Ia mengatakan ia berada di Seoul hanya sebentar untuk tugasnya, setelah selesai ia akan kembali ke pangkalan militer dan semua hubungan akan berakhir saat itu jika dia berkencan, jadi dia tidak mau.
Dong ryong kesal sekali mendengarnya. Jung Hwan hanya tersenyum.

Sun Woo kemudian meminta Jung Hwan memutar lagu lewat CD karena mereka sudah mengantuk. Deok Sun mengejek kalau TAek bahkan tidak punya pemutar CD di rumahnya.
Dengan tangan sexy-nya KYAAAAAAAAAAAAAA!!! Jung Hwan memilih dari deretan kaset yang ada disana, dan entah kenapa mataku tertuju pada kaset dengan judul The Classic, dan benar saja, Jung Hwan mengambil kaset BC 603 Lee Seung Hwan dan kaset The Classic yang disebelahnya jatuh, satu-satunya yang jatuh. WOW.
Jung Hwan memutar kasetnya dan Dong ryong memuji lagu pilihan Jung Hwan, ia menyukainya.
Sun Woo mengajak Deok Sun tidur disana juga, tapi Deok Sun menolak dan mengatakan ia akan pulang setelah lagu ini selesai.
Mereka semua menutup mata menikmati lagunya.

Lagu berkumandang dengan indah menemani malam kebersamaan Ssangmundong geng setelah sekian lama.
Semuanya menutup mata dan terlihat tertidur, tapi aku yakin sekali kalau mereka masih setengah tidur.
LAgu terus berkumandang dengan indah menembus malam yang sunyi itu. KIta melihat Taek membuka matanya, menatap ke satu arah dengan ekspresi sedih meski aku nggak yakin bisa menebaknya.
DAn WOW! Jung Hwan juga tidak tidur, ia masih membuka mata dengan posisi yang sama, menatap ke arah Deok Sun!!!!!
Tapi sayangnya, Deok Sun sudah tidak ada disana, Deok Sun sudah kembali ke rumahnya dan kedua pria ini masih menatap ke satu titik yang sama, ke tempat dimana Deok Sun duduk tadi.
Mata Jung Hwan benar-benar keren! Kita bisa lihat dari sana, kalau ia benar-benar masih menyukai Deok Sun.

Deok Sun yang kembali ke rumahnya sudah berbaring di kamar lamanya, bersama Bo Ra.
Bo Ra sama sekali tidak bisa tidur, ia terus membuka matanya.
Hal yang sama terjadi pada Deok Sun. Deok Sun juga tidak tidur dan ia kelihatan mendesah memikirkan sesuatu.
Apakah cinta lama bersemi kembali?
Ini sudah 6 tahun lho!

Episode 18 : Goodbye, First Love

Pagi harinya, adegan dibuka dengan angin yang berhembus dalam dinginnya musim gugur itu, dimana sebuah bulu tampak terbang dan kamera mengikutinya, dia ke arah kamar Jung HWan.
Kita melihat jung Hwan baru selesai mandi dan mulai latihan pemanasan di kamarnya.

Deok Sun terlihat keluar dari pagar rumahnya dan Jung Hwan dengan gaya fashionnya yang OKE banged. Ia kelihatan akan keluar ke suatu tempat, ia berjalan dengan santai dan hanya beberapa detik kemudian Jung Hwan keluar dari pagar rumahnya, ke arah yang berlawanan. OUCH!
Deok Sun berlari kecil sambil melihat jam tangannya, menuju jalan kecil sebelum jalan utama. Ia sibuk melihat jam-nya karena sepertinya ia akan terlambat untuk janjinya.
Tepat saat Jung Hwan melaju dengan mobil Jeep-nya dan melewati Deok Sun!!!! Jung Hwan sibuk melihat ke jalan di depannya dan Deok Sun melihat ke arah jam tangannya.
Keduanya berselisih dan tidak saling melihat, keduanya menuju ke arah yang berlawanan.

 AKHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
TApi Jung Hwan yang mengendarai mobil Jeep-nya sangat KEREEEEEEEEEEEEEEN OTTOKHEEEEEEEEEEEEEE?!!!!!!!!!!!!!!

Dan kemudian kita melihat Deok Sun dan pacarnya ada di bioskop menonton sebuah film.
Katanya sih itu film Forrest Gump, ada yang bilang kalau itu film-nya mirip kisah Deok Sun dan Jung HWan, benarkah?

Para ibu berkumpul di rumah ibu Sun Woo, mereka membersihkan ikan teri disana sambil mengobrol seperti biasa.
Awalnya mereka membicarakan suami mereka, seperti ayah Deok Sun dan juga ayah Jung Hwan. Ibu Jung Hwan ini beneran sangat lucu, ia menceritakan bagaimana suaminya selalu pengin ramen dan ia menceritakan dengan gayanya yang khas dan berapi-api HAHHAHAHAAHHAH. Padahal aku nggak ngerti ibu ngomong apa, tapi beneran lucu melihat ekspresi ibu JUng Hwan HAHAHHAAHHA.
Lalu ibu Deok Sun kemudian bertanya tentang Jung Hwan, sudah lama Jung Hwan akhirnya pulang ke rumah, apakah ibu sudah sempat melihat wajahnya.
Ibu mendesah dan mengatakan ia hanya melihat punggungnya saja HAHHAHAHAHA. IA mengatakan sudah lama anaknya tidak pulang ke Seoul jadi Jung Hwan punya banyak janji ini dan itu bersama ini dan itu, ia bahkan belum bisa melihat wajahnya dengan jelas.
Ibu Sun Woo meminta ibu Jung Hwan bersyukur karena anaknya akhirnya pulang setelah sekian lama, itu karena Jung Hwan sangat menyukai teman-temannya makanya mereka serung berkumpul bersama.

LAlu ibu jung Hwan balik bertanya apakah ibu sudah melihat wajah Sun Woo dan TAek, mereka berdua juga jarang pulang ke rumah.
Ibu Sun Woo mengatakan tentu saja, ia sering menatap mereka setelah mereka tertidur dan semuanya tertawa mendengarnya.

Lalu kita melihat kilas balik saat ayah Taek dan ibu Sun Woo menatap anak-anak mereka yang tertidur.
Saat mereka menatap Taek yang tertidur dan mengomentari kalau Taek makin lama makin kurus dan mereak khawatir apakah dia makan dengan cukup.
Lalu mereka juga melakukan hal yang sama pada Sun Woo, Sun Woo tidur dengan sangat nyenyak dan ibu bertanya apakah Sun Woo bernafas, karena ibu melihat seolah dia sudah mati karena ngak bergerak HAHAHAHAHAHA.

Kembali ke perkumpulan ibu-ibu, kali ini mereka makan ikan teri dicelupkan ke sambal.
Mereka masih membicarakan anak-anak mereka, sepertinya ibu Sun Woo mengatakan keluarga Sung tidak perlu mengkhawatirkan Deok Sun karena dia melakukannya dengan baik. Ibu Sun Woo bertanya bagaimana dengan Bo Ra dan kita bisa melihat Bo Ra menghabiskan liburannya di rumah dengan tidur dan entah sejak kapan dia mengorok HAHHAHAHAHAHAHA. No Eul yang akan berangkat ke kampus menutupi mulutnya dengan selimut LOL
Ibu Jung Hwan bertanya apakah Bo Ra akan mengambil spesialisisai untuk menjadi, hakim, jaksa atau pengacara dan ibu Deok Sun mengatakan impian Bo Ra adalah menjadi jaksa dan ia bersyukur karena masalah demo-nya waktu itu tidak menghalangi impiannya.
Ibu Jung Hwan mengucapkan selamat pada ibu Deok Sun karena anak-anaknya melakukannya dengan baik, ia mulai mengeluh lagi tentang Jung Bong yang entah kapan akan sampai pada tahap itu.
KAlau ibu Jung Hwan sudah bicara Jung Bong, ibu yang lain hanya bisa diam. Ibu Jung Hwan mengambil botol soju dan langsung meneguknya HAHHAHAHAHAHAHAHAHAHA. Yang lain hanya menatapnya dengan khawatir tapi mami Mi Ra kan wanita kuat, tentu saja dia baik-baik saja LOL.

Bo Ra sedang di tempat kerjanya, istirahat dan minum kopi di luar bersama temannya yang mengingatkannya tentang kencan buta akhir pekan ini, ia mengingatkan Bo Ra untuk datang.
Bo RA mendesah dan mengatakan hanya kali ini saja, karena ai benar-benar benci hal seperti itu.
Temannya kemudian tersenyum dan mengatakan kalau Bo Ra sangat beruntung kali ini, karena teman kencan butanya adalah mahasiswa kedokteran tahun ketiga, Bo Ra cukup terkejut, karena SUn Woo juga tahun ketiga, mahasiswa kedokteran.
Temannya terus bicara sementara Bo Ra terlihat diam dan memikirkan kemungkinan itu, tapi saat temannya mengatakan kalau nama panggilan pria itu adalah 'Sseurekki', Bo RA terkejut dan harapannya hilang. Ia agak kesal karena panggilannya saja sudah jorok tapi temannya meyakinkan dia pria baik dan lagi sangat pintar.
Temannya terus meyakinkan Bo RA untuk datang ke kencan buta itu, meyakinkan dia untuk bertemu dengannya sekali saja dan cinta akan tumbuh dari sana jika mereka berjodoh. Bo Ra mengerti.
KYAAAAAAAAAAAAAa!!! OPPA-YAAAAAAAAAAAA!!!!

Di Rumah Sakit Universitas Yonsei, Sun Woo sedang di ruangan residen, belajar. Michael juga ada disana, tapi ia lebih memilih tidur. Keduanya kemudian bicara mengenai seseorang residen yang sangat pintar, teman dekat Michael, Sun Woo ingin meminjanm catatannya untuk dipelajari.
Michael mengatakan sebentar lagi dia akan datang dan JREEEEEEEEEEEEEEENG!!!!!!!!
Ointu terbuka, Sseurekki Oppa masuk dan menyapa Michael dengan gag AIGOOOOOOOOOO KIM SAJANG~
Keduanya sama-sama Kim LOL.

Oppa-ya tidak dengan mudah memberikan catatannya, ia minta uang dulu dari Michael dan Michael mengatakan kalau ia akan membayarnya nanti.
Oppa memberikan catatannya pada Michael dan Sun woo berterima kasih. Oppa-ya meminta nomer pager Sun Woo untuk memastikan Sun Woo tidak kabur dengan buku catatannya dan membayarnya nanti HAHAHHAHHAHAHHA.
Oppa-ya lucu banged dan akhirnya dia keluar karena dokter memanggilnya, sebelum pergi, ia salaman dengan Michael lagi dan keluar dengan senyuman KYAAAAAAAAAAAAAA!!!

Ayah Deok Sun pulang ke rumah malam itu, ia terlihat sangat kelelahan.
Ia masuk ke rumah dan menyapa istrinya yang sudah menyiapkan tempat untuk tidur. Ayah terlihat lelah dan duduk, mengingatkan ibu untuk membangunkannya lebih pagi besok, karena ia akan mengurus kasus penipuan besar besok.
Ibu meminta ayah bersih-bersih dulu sebelum tidur, tapi ayah mengatakan hanya akan berbaring sebentar da ayah mulai tiduran dan tersenyum karena sangat nyaman.
Hanya beberapa detik kemudian dia langsung tertidur.
Ibu menatap suaminya dengan khawatir karena ayah kelihatan sangat lelah. Ibu membuka kaos kaki ayah dan mendesah.

Ibu Jung Hwan di rumah melihat ke luar melalui jendela. Ia menunggu Jung Hwan pulang.
Ayah melihatnya dan menghela nafas, ia mengatakan Jung Hwan akan terlambat pulang malam ini karena akan minum-minum dengan teman-temannya di restoran tempat Dong ryong bekerja.
Ibu menghela nafas panjang dan mengeluh karena ia sudah membuatkan makanan kesukaan Jung Hwan. IA berharap besok Jung Hwan akan memakannya.
Ibu kemudian memanggil Jung Bong dan memintanya mencuci piring.

Jung Bong mencuci piring dengan cepat dan bersih. WOW.
Ia menyelesaikannya dan tersenyum pada ibu yang duduk di ruang makan, bertanya apakah masih ada yang harus ia lakukan.
Ibu berfikir dan mengatakan ada satu.
Jung Bong mendengarkan.
Ibu menyuruhnya belajar dan kita mendengar suara embeeeeeeeeeeeeeeeeeek HAHHHAHAHHAHAHA.
Jung Bong masuk ke kamarnya.

Dong Ryong bekerja sebagai kasir di restoran abangnya. Ia melakukan pelayanan dengan baik.
Ini sudah waktunya restoran tutup, Dong ryong meminta hyung-nya pulang duluan karena ia masih akan disana, berkumpul dengan teman-temannya.
Hyung Dong Ryong muncul, mirip dengannya dan ia menyapa Jung Hwan, mengatakan mereka bisa minum sepuasnya malam ini. Hyung Dong Ryong ini ketawanya juga mirip DorongNyong AHAHAHAHHAHAHHA.

Dong Ryong mengambil CD dan memutarnya, itu lagu JYP dan ia segera ke tempat Jung Hwan yang asyik membaca sesuatu.
Mereka membicarakan Park Jin Young dan Jung Hwan mengatakan kalau ia menyukai musik JYP. Dong Ryong mulai lebay mengatakan sesuatu, seperti sound system dan efek musiknya JYP. Keduanya kemudian mulai membicarakan masa SMA mereka saat mereka ke kompetisi waktu itu dimana JYP tampil, Dong ryong ingat bagaimana ia yakin kalau JYP akan menjadi pemusik besar suaru hari nanti.
Jung Hwan tentu saja protes karena Dong Ryong saat itu tidak menyukai JYP.

Dong Ryong kesal melihat Jung Hwan yang sejak tadi membaca buku dan mengambil bukunya, ia mengejek, apa ini? kau ini baca apa sih?
Ia melihat judulnya dan tertawa karena Jung Hwan membaca buku tentang kencan.
Dong Ryong memulai nasehat dan omelannya pada Jung Hwan yang membaca buku seperti itu dan mengatakan kalau dia bahkan tidak punya keberanian untuk menyatakan perasaan atau sesuatu seperti itu. Jung Hwan mengantuk mendengarkan Dong Ryong ceramah.
Dong Ryong bertanya lagi, kau, kenapa kau tidak menjalin hubungan dengan siapapun / berkencan?
Jung Hwan mengatakan ia pernah pacaran kok.
Wennyol, Dong Ryong mengatakan ini tidak termasuk pada kencan buta dan pacaran sebulan dua bulan. Apakah menurutmu itu pacaran? HAH?

Jung Hwan hanya mendengarkan saat Dong ryong makin serius menasehatinya untuk ikut kencan buta dan mencari pacar dengan serius mulai dari sekarang.
Dong ryong mengingatkan kalau Jung Hwan bahkan belum memberikan 'cincin itu' pada siapapun. Jung Hwan bertanya cincin yang mana dan langsung ingat itu cincin kelulusan.
Saat seorang pilot tentara lulus, mereka akan mendapatkan cincin kelulusan dan biasanya itu seperti sebuah cincin tunangan yang secara tradisi akan diberikan pada seorang gadis yang serius ingin dinikahi.
Dong ryong kesal karena Jung Hwan masih menyimpannya, ia menyuruhnya membuangnya saja atau memberikannya padanya. Jung Hwan hanya mendesah dan mengatakan ia bahkan tidak punya pacar, jadi pada siapa dia akan memberikannya.
Dong ryong sedih melihat temannya ini dan mendesah kalau Jung Hwan sepertinya sampai mati tidak akan pernah menyatakan perasaan pada siapapun.

Jung Hwan mengatakan akan memberikan cincin itu pada Dong ryong dan Dong ryong kelihatan senang, ia akan melamar dengan itu tapi itu hanya candaan saja, karena dia tidak akan mengambil hal berharga seperti itu dari temannya.
Jung Hwan hanya tersenyum getir dan berterima kasih karena Dong Ryong mengkhawatirkannya. Jung Hwan akan meneguk minumannya saat Dong ryong memintanya menunggu dan mereka berdua bersulang.
Kemudian Dong Ryong mengatakan ia tahu alasan kenapa Jung Hwan tidak bisa berkencan dan ia mendekati Jung Hwan, dan mencari sesuatu di saku Jung Hwan (?)
Jung Hwan menghindarinya dan bertanya apa yang dilakukan Dong Ryong, lalu Sun Woo datang dan tertawa melihat mereka berdua. jung Hwan mengatakan Dong ryong gila dan Dong ryong melakukannya lagi.
HAHAHAHAHAHAHAHHAHAHAHHAHAHAHA. Kayaknya bukan sesuatu dalam saku deh yang dimaksud Dong Ryong, LOL, aku paham.

Taek ada di pusat pelatihan baduk. Ajusshi datang menemuinya saat Taek akan bersiap pulang dan Taek menawarkan diri untuk mengantar Ajusshi tapi Ajusshi menolak dengan wajah takut HAHAHHAHAHAHA.
Sepertinya Deok Sun memperkenalkan Ajusshi dengan teman sesama pramugarinya dan temannya itu memperkenalkan Deok Sun dengan temannya yang lain, dan itu lah pacar Deok Sun yang sekarang.
Teman Deok Sun masuk, dan dia adalah Seo Eun Seo / Son Eun Seo HAHHAHHHAHAHAHAHHA. Pacarnya ajusshi cantik banged. Ia menyapa Taek dan bertanya tentang Deok Sun karena TAek akan bertemu dengan deok Sun malam ini.
IA juga mengatakan tadi Deok Sun kencan dengan pacarnya dan sebagainya.

4 sekawan makan daging dan minum-minum bersama di kedai hyung Dong ryong.
Dong ryong menuangkan minum untuk Taek tapi Taek mengatakan ia tak bisa minum karena harus menyetir.
Dong Ryong mengatakan Deok Sun bisa menyetir karena Deok Sun sudah berhenti minum dan dia tak akan mabuk. Tapi yang lain tak percaya akan hal itu, nggak akan lama pasti Deok Sun minum lagi.
Lalu tiba-tiba Dong ryong jadi ingat panggilan Deok Sun saat SMA, Sung Soo Yeon dan semuanya tertawa mengingat hal itu.

Deok Sun datang dan menyapa temannya dengan ceria.
Semuanay me liaht ke arah pintu dan mulai memanggilnya dengan Sung Soo Yeon! Sung Soo Yeon! Sung Soo Yeon!
Deok Sun yang awalnya tersenyum kemudian menjadi cemberut karena kesal mereka mengejeknya.

Deok Sun bergabung dengan mereka dan mulai mengomeli mereka yang mengejeknya dan tak tahu apa-apa tentang dirinya. TAek bertanya kenapa Deok Sun minum cola, apakah dia benar-benar berhenti minum.
Tapi jawaban Deok Sun membuat Dong ryong makin mengejeknya dan semuanya tertawa membuat ia menunjukkan tatapan permusuhan pada Dong ryong.
Sun Woo kemudian bertanya apakah hubungan Deok Sun dengan pacar barunya lancar dan tentu saja Deok Sun menjawab kalau hubungannya baik-baik saja. Ia juga menyombongkan dirinya kalau ia juga sangat populer di tempat lain.
Taek dengan polos bertanya, dimana?
Deok Sun kesal dan Jung Hwan tertawa meminta mereka untuk tidak berbohong kali ini. Deok Sun kesal sekali menatap Jung Hwan.

Deok Sun mengatakan kalau ia tidak berbohong dan berkata kalau ia akan pergi ke konser bersama pacarnya hari minggu ini.
Dong ryong menahan tawanya dan menyuruh Deok Sun jangan berbohong. Jung Hwan juga tertawa.
TAek mengatakan kalau Deok Sun berkata jujur, karena ia juga mendengar dari ajusshi dan pacar barunya. Deok Sun kali ini sombong dan berkata, dengarkan? kalian dengarkan? Memangnya kalian anggap apa Sung Deok Sun ini? Waeireee, aku juga wanita yang sibuk tau.
Ia dengan bangga mengatakan ia bukan gadis yang hanya bisa menghabiskan waktu bersama teman-teman saja.

Dong Ryong bertanya pada Deok Sun apakah tadi Deok Sun mengatakan ia akan pergi hari minggu dan Deok Sun membenarkan, ia bertanya apakah Dong ryong akan pergi juga.
Dong Ryong langsung kesal, padahal ia berencana mengajak semuanya untuk menonton film Forrest Gump bersama-sama, karena sudah lama mereka tidak menonton bersama-sama.
Deok Sun dengan polos menjawab kalau dia sudah menonton film itu dan yang lain menyuruhnya diam HAHHAAHHAHAH. Deok Sun tidak peduli dan ia terus dengan bangga mengatakan kalau ia menontonnya bersama pacarnya.
Taek sejak tadi diam saja dan ekspresinya terlihat lain, akhirnya ia mengatakan kalau ia juga sudah menontonnya HAHHAAHAHHHAH. Yang lain makin kecewa.

Sun Woo kecewa dan mengatakan ia belum menontonnya, Jung Hwan juga, Dong Ryong mengeluh kalau 3 pria menonton film bersama itu akan sangat aneh dan tidak seru.
Deok Sun tersenyum mendengarnya, karena teman-temannya akhirnya melihat dia sebagai seorang wanita (karena mereka batal pergi karena TAek ga ikut, bukan karena Deok Sun ga ikut).
Deok Sun senyam senyum dan berkata, wah, kenapa ini? apa kalian melihatku sebagai wanita sekarang?
Deok Sun kesenangan dan dengan sangat imut dia mengatakan akan membatalkan janji konsernya dan ikut bersama mereka untuk menonton film.

Anak laki-laki panas dan menyuruh Deok Sun untuk keluar saja, semuanya berteriak dengan teriakan masing-masing pada Deok Sun yang bicara aneh-aneh HAHAHHAHAHAHAHAAHAHHA. Jung Hwan mengatakan ia akan pergi dengan No Eul saja dan Dong ryong mengatakan dari pada Deok Sun dia akan mengajak ayahnya saja HAHHAHAHAHA.
Deok Sun kesal sekali melihat reaksi teman-temannya yang sama sekali tidak berubah, masih menganggapnya sebagai salah satu dari mereka, dalam artian Deok Sun sama saja, seorang laki-laki bagi mereka.

Deok Sun jadi nggak bersemangat dan minta minum pada Taek, Taek menolak dan mengatakan Deok Sun tidak boleh minum karena dia harus menyetir nanti HAHAHHAHAHA.
Deok Sun kecewa berat.

Dong Ryong mabuk berat, Jung Hwan dan Taek membantunya berjalan dan mengantarkan sampai di gerbang rumahnya.
Dong Ryong kelihatan sangat bahagia karena mereka berkumpul setelah sekian lama, bahkan sampai larut malam seperti ini. Ia bertanya pada mereka bukankah mereka juga senang.
Deok Sun mendesah karena Dong ryong sudah sangat mabuk dan membantunya masuk ke gerbang rumahnya. Dong Ryong masih terus berteriak dalam bahasa Inggris dan Deok Sun memperbaiki pengucapannya.
Deok Sun terus melihatnya sampai ia benar-benar masuk ke dalam rumah.

Deok Sun kemudian berbalik dan kakinya tersandung di gerbang rumah Dong Ryong, ia benar-benar hampir jatuh tapi Jung Hwan dan Taek menolongnya bersamaan.
Situasi canggung. Deok Sun memperbaiki bajunya dan ia berdiri dengan tegak. Tanpa melihat mereka berdua, ia berjalan meninggalkan keduanya tanpa mengatakan apapun.
Jung Hwan dan Taek juga tampak canggung dan pulang ke rumah masing-masing.

Deok Sun pulang ke rumah dan masuk ke dalam dengan hati-hati gara tidak membangunkan ayah dan No Eul yang tertidur.
Ibu masih bangun dan selesai meminum obatnya. Ayah terlihat batuk-batuk dan Deok Sun khawatir karena ayah kelihatan sangat lelah hari ini.
Deok Sun mengatakan kalau ia dan kakaknya sudah menghasilkan uang dan ia pikir lebih baik ayahnya pensiun saja, tapi ibu mengatakan ayah benci tidak bekerja dan ia yakin ayah pasti menolak.
Ibu meminta Deok Sun tidak khawatir karena ibu meyakinkan ayah akan minum obat herbal setiap hari untuk mendukung kesehatannya.

Deok Sun ke kamarnya dan meletakkan permen karet berbungkus hijau, sekalian dengan pagernya yang berwarna kuning dan tiket konser.
Ia menatap tiket konser itu dengan sangat aneh, maksud aku adalah itu tiket konser mungkin konser Lee Seung Hwan yang akan ia tonton bersama pacarnya hari minggu nanti, kenapa ia harus memandanginya dengan ragu-ragu begitu?
Ia terlihat memikirkan sesuatu dengan memainkan jarinya.

Jung Hwan kembali ke rumah malam itu dan ibu masih belum tidur. Ibu ada di kamar dan bicara pada Jung HWan.
Taek juga kembali ke rumahnya dan ibu Sun woo terlihat sangat mengantuk memstikan dia tidak minum banyak dan memintanya istirahat.
Taek mengambil minuman saat ia melihat ada sesuatu di atas meja. Ia membukanya dan itu susu yang sudah disiapkan ibu Sun Woo. Taek tersenyum Taek mengambilnya dan membawanya ke kamar.

Jung Hwan melempar barang bawaannya, buku yang ia baca tadi dan CD PArk Jin Young.
Kamera men-zoom keduanya dan berjalan ke arah tempat tidur Jung Hwan, dimana ia sama sekali tidak tidur, tapi merenung di atas tempat tidurnya.
Jung Hwan memikirkan sesuatu dengan ekspresi galaunya dan ia terlihat melihat ke arah dinding, apakah kemeja pink tergantung disana lagi?!
Aku merasa dia masih memikirkan Deok Sun, tentu saja!

Jung Bong juga tidak bisa tidur di kamarnya.
Ia masih memandangi komputernya dan ia terlihat ragu-ragu. Ia ingin memastikan sesuatu dan mulai membuat ruang chat mengajak si Maggie untuk chat dengannya.
Ia dengan hati-hati mengajak Maggie bertemu secara langsung. Ia ragu menekan tombol enter tapi kemudian akhirnya ia melakukannya.
Bong menunggu jawaban dengan deg-degan dan saat jawabannya masuk, ia shock dan langsung berdiri, ia sesak nafas memegang jantungnya.
Matanya masih tertuju pada layar komputer yang bertuliskan 'Banjul, lantai pertama, bukan kedua'.
HOWAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAa!!!!!!!!!!

Ayah Dong Ryong giliran menyapu jalan pagi itu, ayah Taek membuka toko dan menyapanya.
Di rumah keluarga Sung, ayah sarapan sebelum berangkat bekerja dan ia terlihat seperti ingin mengatakan sesuatu pada ibu tapi ia ragu.
IA terus mengulangi kata seandainya, hanya seandainya saja, membuat ibu penasaran.
Akhirnya ayah mengatakan tentang pensiun dini dan keuntungan uang pesangonnya yang lebih besar, ayah bertanya bagaimana kira-kira jika dia melakukannya.
Ibu yang mendengarnya langsung menolak dan tidak ingin ayah melakukannya. IA mengatakan sebelum Deok Sun dan Bo Ra menikah, ayah harus tetap bekerja, karena ia tak mau membuat puteri mereka malu dengan ayah yang pengangguran.
Ayah tertawa dan mengatakan kalau itu hanya seandainya, ia tidak pernah memikirkan hal itu.

Jung Hwan keluar dari kamarnya dan mengatakan ia akan pergi nonton film dengan anak-anak. Ibu bergegas menemuinya dan ia membersihkan baju Jung Hwan, memegang pipinya dan memintanya menyetir dengan hati-hati.
Jung Hwan tersenyum dan mengatakan kalau ia bukan anak-anak lagi, ibu kelihatan mengkhawatirkannya.

Taek juga bersiap untuk pergi ke klub baduk, ia memakai jam tangannya, ia mengenakan jas-nya dan mengambil tasnya kemudian pergi.

Deok Sun juga bersiap untuk kencannya, ia sudah mengenakan pakaian rapi dan berdandan dengan cantik. Ia mengambil tiket dan memasukkannya ke dalam dompetnya.
Tiba-tiba pagernya berbunyi dan ia mendapat pesan dari pacarnya kalau dia tidak bisa pergi ke konser hari ini bersamanya.
Deok Sun hanya menghela nafas berat. BTW Pacarnya menggunakan bahasa yang sangat formal, sepertinya mereka memang belum dekat, jangan-jangan malahan baru ketemu pas nonton film itu. WOW. Jadi masih belum pacarnya donk, tapi teman kencan butanya.

Deok Sun segara mengganti bajunya dengan baju biasa, memakai celana training dan kaos kaki. Kemudian ibu masuk ke kamar dan bertanya apakah dia mau pergi ke suatu tempat, karena ibu ingin menitip sesuatu.
Deok Sun mengatakan akan membelikannya. Ia mengambil dompetnya dan pergi.

Dong Ryong mengendarai mobil pick up dan bertemu dengan Jung Hwan dan Taek di jalan. Sepertinya ia mau ke suatu tempat dan Jung Hwan mengatakan padanya untuk tidak telat nanti. Dong Ryong meyakinkan waktunya masih banyak, dia tidak akan telat.
Lalu terdengar suara gerbang terbuka, Deok Sun keluar dan Dong ryong menyapanya dengan berteriak, YA! Bukankah kau bilang kau akan kencan hari ini?
Deok Sun terdiam di depan pagar rumah Jung Hwan, ia tak berharap bertemu dengan mereka dan ia tak mau di ejek lagi. Ia agak kesal dan berjalan mendekati mereka.

Deok sun mendekati mereka dan Dong ryong mulai mengejeknya pasti Deok Sun batal pergi ke konser karena pacarnya membatalkan dan dia dicampakkan lagi.
Deok Sun mencoba untuk tetap meyakinkan dirinya agar harga dirinya tidak jatuh, ia mengatakan kalau ia akan pergi ke konser.
Taek melihat Deok Sun hanya mengenakan sendal rumah dan melihat wajahnya. Deok Sun meyakinkan pada Dong ryong kalau ia baru mau pergi untuk melihat Lee Seung Hwan dan Dong ryong menawarkan mengantarnya kesana.
Jung Hwan sepertinya tidak melihat kaki Deok Sun, tapi ia terganggu saat Deok Sun mengatakan kalau kencannya hari ini jadi.
Deok Sun masuk ke mobil Dong ryong dan Dong Ryong membawanya ke tempat konser. LOL.

Jung Hwan dan Dong ryong sudah dalam bioskop. Jung Hwan membaca famplet dan Dong Ryong memegang minuman dan popcorn. Dong ryong mengatakan di luar sepertinya hujan. Jung Hwan heran karena tadi masih sangat cerah.
Dong Ryong kemudian bertanya-tanya kenapa Sun Woo belum datang juga. Pager Jung HWan berbunyi dan ia meninggalkan Dong ryong untuk mengecek pesan.

Bo Ra tiba di tempat kencan butanya.
IA duduk menunggu dan melihat catatan nomer telpon teman kencan butanya. Kim Jae Joon. HAHHHAHAHAHHAA. Trash Oppa-ya!
Bo Ra melihat-lihat kesekitar dan ia kelihatan tidak terllau menyukai kencan buta ini.

Hujan turun dengan deras di luar.
Kita beralih ke Banjul. Jung Bong Hyung menunggu teman chattingnya di lantai satu, ia mengenakan kemeja pink pemberian Mi Ok dan tak lupa buket mawar.
Bong meminum air-nya dengan gugup dan setiap bel berbunyi, ia selalu melihat ke arah pintu, mengharapkan Mi Ok akan muncul untuknya.

Ajusshi dan pramugari teman Deok Sun menunggu Taek yang sedang mencuci wajah di kamar mandi.
Teman Deok Sun mengatakan kalau ternyata pria yang ikut kencan buta dengan Deok Sun punya pacar lain dan ajusshi sangat kaget.
Temannya mengatakan ia merasa bersalah pada Deok Sun, tapi ia sama sekali tidak tahu akan hal itu, kalau ia tahu ia tak akan mau meminta pria itu kencan buta dengan Deok Sun.
Ajusshi khawatir kalau Deok Sun akan menunggu pria itu di konser, tapi temannya mengatakan kalau pria itu pasti sudah mem-pager Deok Sun membatalkan konsernya.
Ajusshi lega mendengarnya. Taek keluar dari kamar mandi dan mereka diam, mereka saling memberi kode agar tidak mengatakan apa-apa pada Taek yang akan mengganggu konsentrasinya.

Jung Hwan menemui Dong ryong dan Dong Ryong bertanya siapa yang mengirim pesan pada Jung Hwan. Jung HWan mengatakan Sun Woo batal datang karena ia ada janji penting. Dong Ryong kesal sekali karena jelas mereka sudah janji duluan, eh, dia malah membuat janji lain.
Jung Hwan mengatakan sepertinya itu penting, dia tidak berbohong. Kemudian keduanya slaing pandang dengan canggung, Jung HWan bertanya apakah mereka harus lanjut dan Dong Ryong tentu saja mengiyakan. LOL.
Keduanya akan masuk saat mata Jung Hwan menangkap seseorang disana, Dong ryong juga melihatnya, itu adalah PACAR DEOK SUN!!!! DIA BERSAMA WANITA LAIN!!!!!!

Dong Ryong heran kenapa pacar Deok Sun ada disana, bukankah dia harusnya kencan dengan Deok Sun.
Jung Hwan menatap pria itu yang melewati mereka. Dong Ryong kemudian menarik kesimpulan kalau Deok Sun dicampakkan lagi kali ini dan ia merasa kasihan pada Deok Sun.
Jung Hwan terdiam menatap pria itu, ia menunduk dan memikirkan sesuatu.
Ia mengkhawatirkan Deok Sun.



0 comments:

Post a Comment

 

Random Post

Clover Blossoms Fanpage

In My Radar

Watching :
- We Married as A Job
- Jimi ni Sugoi!
- Weightlifting Fairy
- Goblin
- The Legend of The Blue Sea
- Father I'll Take Care of You
- Beppin-san
- Gochisousan

Waiting Drama:
- Miss in Kiss

Waiting Movies:
- One Week Friends
- Your Lie in April
- Aozora Yell
- Itakiss Movie

Favorite Song This Time :
- Red Cheek Puberty - Galaxy
- Ben - Foggy Road
- Twice - Next Page
- Utada Hikaru - Hanataba wo Kimini
- LYn - Love Story