[Sinopsis] Lucky Romance Episode 9 Part 1



Aduh aku gemetaran menulis episode 9 ini HAHAHHAHAHAHA.
MAsih mengenai perasaan cinta Suho yang wow banged deh, jatuh cinta kaya anak-anak dan sebenarnya menurut aku ini sudah terlalu panjang. I mean, please show us Bonui heart T__T
Kasian liat Suho galau ke galau terus HAHHAHAHAHA.


Episode 9 dimulai dengan adegan rumah sakit. Saat Bonui dan Suho keluar dari kamar Bo Ra dan Suho mengatakan padanya kalau semuanya tidak apa-apa, tidak ada hal buruk yang terjadi setelah mereka menjenguk Bonui di rumah sakit. Bonui menatap Suho dan berterimakasih. bonui menangis dan berterima kasih sekali lagi sebelum Suho akhirnya menariknya kedalam pelukannya AAAAAAAAAAAAAAAAWWWWWWWWWWWWWWWWWW.
Suho memeluk dan membelai rambut Bonui, Jika kau merindukannya, katakan padaku. Aku akan datang bersamamu.
Bonui masih menangis dan ia mengangguk perlahan. Suho mempererat pelukannya.
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!! Scene ini sempet membuat aku gila minggu lalu, manis bangeeeeeed. Feelnya sangat sangat terasa T__T

Keduanya sudah di luar rumah sakit dan akan pulang, mereka menuruni tangga dimana Suho berjalan di belakang, berjalan dengan malas-malas, malas untuk berpisah dengan sang pujaan hati.
Bonui masih berjalan saat ia akhirnya menoleh ke belakang. Suho menghentikan langkahnya. Bonui berkata, tolong katakan 'tidak'. Ini bukan mimpi kan?
Suho tersenyum manis dan menunduk. Bonui mengatakan ia selalu membayangkan Bora terbangun ratusan kali, tapi ia tak menyangka ia bisa melihat dengan matanya sendiri.
Suho menjawab dengan bijak, lain kali, ayo kita datang, ratusan kali melihatnya.

Bonui tersenyum manis mendengar hal itu. Suho juga tidak bisa menyembunyikan senyuman di wajahnya.
Bonui mengatakan di kehidupan sebelumnya pasti ia sangat baik pada Suho, karena Suho sampai membantunya seperti ini. TApi ia tidak akan berharap banyak dari Suho. Ia pikir ia tidak akan pernah melihat Bora bangun, tapi akhirnya ia melihatnya. IA berterima kasih pada Suho atas apa yang dilakukan Suho hari ini.
Bonui bicara dengan senyuman di wajahnya tanpa sadar wajah Suho sedikit berubah saat ia mengatakan kalimat terakhir.
Bonui berterimakasih sambil membungkuk dan meminta Suho pulang dengan selamat.

Bonui akan meninggalkan Suho saat wajah Suho  cemberut dan meminta Bonui berhenti, Apa kau akan pergi begitu saja?
Bonui bingung. Suho melihat kesekitar untuk mencari alasan bagaimana caranya agar ia tetap bersama Bonui atau agar Bonui tetap bersamanya dan akhirnya menawarkan mengantarkan Bonui pulang dengan mobilnya.
Bonui menolak dengan alasan kalau rumahnya dekat, ia akan berjalan kaki pulang. Ia juga tidak enak membebani Suho terus.
Dan Suho seperti biasa setuju, ya sudah kalau begitu.
Bonui tersenyum dan meninggalkan Suho yang menatap kepergiannya.

Tapi tentu saja Bukan Je Suho namanya kalau ia menyerah semudah itu untuk bersama Bonui, ia akan menggunakan berbagai alasan yang lebih ke arah memaksa. HAHAHHAHAH.
Ia pada akhirnya mengejar Bonui, bahkan kepalanya sampai menabrak ranting pohon HAHHAHAHAHHAHAHHA.
Tidak ada kata menyapa lagi kali ini, ia langsung mengajak Bonui untuk makan siang bersama. Bonui jadi bingung lagi.
Suho kembali membuat alasan, Aku membawamu sepanjang hari dan menjadi jimat keberuntunganmu, apa kau akan meninggalkanku disaat kau tidak membutuhkanku lagi?
Bonui akan menjawab tapi Suho memotong, kau bilang kau ingin berterimakasih, aku tidak percaya pada reinkarnasi, jadi bayar aku kembali di kehidupan ini. HHAAHHAHAHAHAHAHAHAHAHHAHHAHAHA.

Suho saking pegalnya nyari alasan jadi garuk-garuk bahu HAHAHHHAHAHAHHAHA.
Bonui mengatakan ia pikir Suho akan pergi menemui orang tuanya.....
Dan Suho memotong lagi, mwolla, mwolla, mwolla, ah, disini ada restoran, kita bisa makan disini.
Suho dengan cepat menemukan restoran dan tanpa persetujuan dari Bonui ia sudah berjalan ke arah sana LOL.
Suhoo. Suhoooooooo XD XD

Keduanya makan di restoran yang menyediakan makanan laut karena itu satu-satunya restoran yang ada disana. Bonui tampak khawatir dan mengajaknya pergi dari sana, karena tak ada yang bisa dimakan disana, apakah karena ia tahu Suho tidak makanan makanan laut? Ia mengatakan lain kali ia akan mentraktir Suho.
Tapi tentu saja Suho menolak, dia tidak akan membuang kesempatan makan berdua dengan Bonui meski dia tidak makan makanan laut. Bonui sudah berdiri mengajaknya pergi sat Suho mengangkat tangannya memanggil pelayan HAHHAHAAHAHAHAHAH.
Pelayan datang dan Bonui meminta maaf, mengatakan mereka akan kembali lain kali. TApi Suho tak peduli dan mengatakan mereka sudah siap memesan, HAHHAHHAHAAHHAHHAHAHH.
Bonui terdiam LOL. Suho mukanya kaya ga ngerasa gitu ya, kalem adem ayem LMAO.


Suho memesan sesuatu yang katanya layak makan. LOL. Mengancam Bonui yang dari wajahnya kelihatan tidak ingin menghabiskannya. kekkekekkekeekke.
Suho mulai makan sementara Bonui diam-diam mengawasinya. Ia bertanya, apakah kau akan sakit kalau memakan masakan laut?
Suho mengunyah dengan makanan dipipi kirinya, tidak menjawab. Bonui mengatakan ia mendengar dari ibu Suho kalau Suho sangat menyukai makanan laut saat masih kecil.
Suho terus mengunyah makanan sambil menatap Bonui. Bonui menunggu jawabannya dan menatap Suho yang terus mengunyah dan mengunyah. Tahu kalau pria di hadapannya tidak akan menjawab, Bonui menyuruhnya melupakannya HAHHAHAHHAHAHA.


Suho akhirnya menjawab, aku hampir mati. Aku tenggelam di laut.
Bonui terkejut mendengarnya, ia menatap Suho. Suho mengatakan kalau ia pernah mengatakan pada Bonui, ia punya imajinasi yang bagus. Tapi ingatannya bahkan lebih baik lagi. Aku mengingat rasa asin air laut di tenggorokanku saat itu, aku ingat aroma laut yang aku cium saat itu, aku masih mengingatnya dengan jelas.
Bonui tidak mengatakan apapun, ia hanya menatap Suho. Suho mengatakan lagi sejak itu ia tidak memakan sesuatu yang amis. Itu adalah trauma yang jelas sebabnya.
Bonui masih menatap Suho dan Suho canggung menggaruk hidungnya, menyuruhnya  segera makan karena setelah ini mereka masih harus minum kopi heheehhehh.
Bonui tersenyum dan mulai memakan makanannya.

Bonui datang dengan dua cangkir kopi dari mesin penjual kopi.
Suho sedang duduk di bangku taman, menyandarkan kepalanya di sandaran menghadap kelangit, menutup mata dengan mulut tersenyum. bahagia.
Bonui melihatnya dan mendekatinya perlahan. Ia mendekatkan wajah ke arah Suho yang seolah tertidur dan mengangetkan Suho.
Tentu saja Suho tidak kaget, ia membuka matanya dan bertanya apa yang dilakukan Bonui. Bonui kecewa karena Suho tidak kaget HHAHAHAHHA. Tapi kemudian ia tersenyum dan duduk disamping Suho, memberikan kopinya.

Bonui mengatakan ia teringat saat mereka pertama kali bertemu. IA bertanya hari itu Suho pasti sangat frustasi padanya, kan?
Suho mengoreksi, kau selalu membuatku frustasi, Shim Bonui shi.
Bonui meminta maaf karena hal itu. Ia mengatakan itulah sebabnya kenapa takdir seseorang tidak bisa berubah. Bonui mengatakan ia akan lebih berhati-hati, dan ia bergeser, duduk di ujung bangku.
Suho diam saja, aku pikir dia bakalan mendekat HAHAHAHAHAH.

Suho memulai pembicaraan baru, kau bilang orang tuamu meninggal saat kau berusia 16 tahun, kan?
Bonui membenarkan. Suho bertanya, apa kau berfikir kalau itu juga kesalahanmu? Karena takdirmu?
Bonui mengatakan saat itu dia tidak tahu, saat itu hanya anak ayam yang mati, dan temannya sakit. Ayah dan ibunya meninggal dalam perjalan pulang setelah membelikan tiket konser padanya. Saat itu ia berfikir kalau semuanya hanya kebetulan. Jika saja ia tahu lebih cepat, ia akan membiarkan Bora di adopsi.
Suho menyuruhnya jangan mengatakan hal seperti itu, karena Bonui sudah menyerahkan hidupnya demi adiknya.

Bonui mengatakan ia bisa menghasilkan uang lagi jik abutuh dan ia baik-baik saja jika kelaparan, tapi ia merasa ketakutan memikirkan ia akan kehilangan adiknya. Ia terbangun di tengah malam berkali-kali untuk menyentuh wajah adiknya lagi dan lagi.
Suho menatap Bonui, ia terdiam. Bonui menghela nafas dan melihat ke arah Suho yang menatapnya. Aku berfikir Suho akan menghindari tatapan Bonui, tapi ternyata tidak, ia dengan yakin terus menatapnya.
Bonui berkata, biar aku menebak apa yang ada dalam pikiranmu sekarang. Bonui menghadap ke arah Suho yang tidak melepaskan pandangannya sama sekali. Bonui menebak Suho pasti berfikir kalau ia menyedihkan dan bodoh.

Bonui kemudian meminum kopinya saat Suho masih menatap Bonui dengan tatapan yang sama.
"Pasti sangat berat bagimu."
AAAAAAAAAACCKKKKK, this guy talk with his deep voice, omgggghhh~~~
Bonui terkejut mendengarnya, ia menatap Suho.
Suho mengatakan Bonui adalah gadis kecil juga dan Bonui juga butuh makan, berpakaian dan membesarkan seorang anak kecil lagi yang lebih kecil darinya. Itu pasti berat bagi Suho.
Bonui berkaca-kaca mendengarnya, ia mengalihkan pandangannya dan mengubah pembicaraan, mengajak Suho pulang karena mereka sudah menghabiskan banyak waktu.

Bonui berdiri dan berjalan meninggalkan Suho yang masih duduk.
Suho kemudian mengejarnya dan berjalan disamping Bonui dengan tangan dibelakang, seperti biasa.
Bonui menatapnya dan Suho berjalan luruss dengan wajah dan pandangan kedepan.
Bonui mengalihkan pandangannya dan diam-diam Suho juga meliriknya, menahan kebahagiaanya.
AWWWWWWWWWWWWWWWWWWW

Malam harinya, Bonui ada di rumah, sedang berdoa. Tapi tiba-tiba ia kepikiran bagaimana Suho memeluknya saat di rumah sakit tadi. Ia bahkan mengatakan pada dirinya sendiri kenapa malam memikirkan hal itu padahal dia sedang berdoa kkkekkekeke.
Bonui membulatkan tekad lagi dan mengatakan kalau ia hanya akan memikirkan tentang Bora. Ia kembali berdoa demi kesehatan Bora. Ia meminta Bora dilindungi dari ujung kaki ke ujung kepala dan buat dia bangun, dia tidak akan meminta apapun selain hal itu.

Sementara itu dimalam yang sama, Suho tidak bisa tidur.
Tentu saja ia mencoba tidur tapi ujung-ujungnya teringat kenangan manis tadi bersama Bonui dan ia tersenyum.
Ia duduk dan melihat tangannya, ia teringat bagaimana tangan itu memeluk Bonui dengan gentleman. Bahkan ia tak percaya dengan apa yang ia lakukan. Suho menutup wajahnya sambil tersenyum, wajahnya panas, malu. Ia menjatuhkan badannya ke tempat tidur, bahagia.

Keduanya gelisah di tempat tidur masing-masing karena tidak bisa tidur malam itu. Balik sana, balik sini.
Memikirkan apa yang terjadi tadi membuat mereka gelisah. Suho mungkin gelisah karena bahagia, sementara Bonui gelisah karena ada sesuatu dihatinya, hatinya selama ini penuh dengan Bora tapi ada sesuatu yang memaksa masuk dan ia menjadi gelisah karena. Entah dia mneyadari atau tidak kalau itu cinta, well....

PAgi harinya, Suho duduk di bangku bundar (apa itu namanya HAHHAHHAHAHAHA) dikamarnya. Ia masih memikirkan Bonui dan memikirkan apa yang harus ia katakan pada Bonui, Apakah kau tidur dengan nyenyak?
Ia terdiam dan menatap handphone di tangannya, lalu ia merebahkan diri, mendesah panjang. Ia begitu ingin mengirim pesan pada Bonui, tapi ia tak tahu harus mengatakan apa.
Bahkan mengirim 'apakah kau sudah bangun?' atau 'kau sedang apa?' terasa cheesy baginya LOL.
Ujung-ujungnya Suho galau lagi apa yang harus ia kirim, ia mendesah dan mendesah. Pada akhirnya ia tidak mengirimkan pesan apapun.

Pagi-pagi Bonui ke rumah sakit, membawakan makanan dan minuman untuk perawat yang ada disana. Ia menanyakan kondisi Bora karena setiap hari ia akan mencatat perkembangannya.
Perawat mengatakan kalau Bora sedang sibuk, ada pria tampan yang mengunjunginya, pria yang dulu diajak Bonui. Bonui bingung.

Bonui mendekati kamar Bora dan bertanya-tanya siapa yang datang. Tapi aku bisa melihat kalau Bonui mengharapkan itu adalah Suho.
Saat yang keluar adalah Gun Wook, Bonui kelihatan kaget dan berkata, oh, itu kau.
Gun wook bingung, kenapa? apakah ada seseorang yang akan datang?
Bonui mengatakan tidak, hanya saja tadi perawat mengatakan kalau pria tampan datang menjenguk. Gun Wook sombong, bukankah itu jelas aku?
Bonui tertawa. Bonui kemudian menanyakan keadaan Bora, apakah Gun Wook melihat jarinya bergerak. Gun Wook mengatakan kalau Bora sepertinya tertidur, ia tidak melihatnya.

Gun Wook merasa sedih dan mengatakan Bonui juga pasti ingin melihat Bora. Bonui tersenyum dan mengatakan kalau dia sudah melihatnya, dengan matanya sendiri.
Gun Wook kaget, kapan? bagaimana?
Bonui mengatakan kemarin, dan itu semua berkat Suho. Gun wook masih bingung.
Bonui menjelaskan kalau Suho ingin ia menganggapnya sebagai jimat keberuntungan. Suho akan datang bersamanya jika ia ingin melihat wajah Bora.
Bonui menjelaskan panjang lebar mengenai Suho yang tidak percaya takhayul dan ia pikir Suho adalah tipe pria yang sangat sulit, tapi ternyata setelah ia tahu banyak, Suho adalah pria yang baik.
Tentu saja Bonui tidak meyadari wajah Gun Wook berubah mendengar Bonui menceritakan tentang Suho padanya.
Meski begitu, Gun Wook tersenyum dan mengatakan kalau itu bagus.

Gun wook dan Bonui pulang bersama *kapan dia beli mobil ya? apa aku lupa? hahhaahhahahaha
Seseorang menunggu di depan gedung apartemen mereka dan Bonui melihatnya, dia berkomentar, kenapa dia kesini lagi? aku tidak tahu kalau dia akan datang.
Gun wook bingung, siapa?
Bonui menunjuk seseorang yang menelpon di tangga dan mengatakan kalau itu CEO Je. apakah dia menunggu lama? Dia harusnya menelponku.
Gun wook terganggu mendengarnya, apakah dia msih datang tanpa memberitahu?

Entah sadar atau tidak, Bonui tiba-tiba berkaca dan merapikan rambutnya #EEEAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
Bonui mengatakan kalau Suho kadang-kadang singgah kalau ia sedang disekitar apartemen mereka.
Gun wook berkomentar kalau Suho pria yang sangat aneh. Terakhir kali dia kesini dia bicara tentang hal-hal yang tidak beruntung dan juga tentang noona yang akan bunuh diri, dan bahkan menunggu diluar apartemen sepanjang malam. (OMG! Gun wook bagus banged kamu mengungkit hal ini HAHHAHAHAHAHAH, yassssss, suka suka suka).
Bonui tentu saja terkejut, CEO Je? Kapan?
Gun wook mengatakan di hari Bora terbangun, saat Bonui tidak pulang sampai pagi.

Gun Wook merasa sangat kesal dan mengatakan kalau ia harus bicara pada Suho, menyuruhnya menjaga jarak.
Gun Wook segera keluar dari dalam mobil dan Bonui mencoba menghentikannya.
Gun Wook memegang bahu CEO Je dan terkejut ternyata dia orang lain. Dan parahnya lagi dia adalah reporter dan mulai menanyakan mengenai Gun wook yang mencari ayahnya di Korea.
Bahkan ada yang memotret juga disana dan Bonui berusaha menghalanginya, tapi mereka tidak berhenti.

Keesokan harinya Seol Hee, Gun wook dan Suho rapat mengenai hal itu. Seol Hee yakin kalau agensi detektif yang membocorkan informasi itu dan meminta Gun Wook memberikan nomor telpon reporter itu padanya, ia akan mengurusnya, kalau mereka tanda tangan dan membayar penalty jika mereka masih menyebarkannya. Tapi Gun wook diam saja, ia menutup matanya dan tak bicara. Seol Hee berfikir untuk menuntut mereka.
Suho mengatakan pendapatnya kalau mereka tidak perlu berurusan dengan media karena hanya akan menambah gosip.
Tiba-tiba Gun Wook mendapat ide dan mengatakan pada seol Hee kalau ia akan melakukan acara televisi. Lagipula cepat atau lambat gosip akan tersebar dan ia pikir tidak akan ada pengaruh kalau ia tampil di televisi dengan game IF.
Suho memintanya jangan terlalu memaksakan diri. Jika Gun wook tidak mau maka mereka tidak akan memaksa.

Seol Hee berfikir dan bicara lagi dengan Gun Wook, ia mengatakan kalau orang-orang sangatlah kejam, orang memujinya sekarang, tapi hanya dengan kesalahan kecil, dia bisa dianggap sebagai pria jahat atau pria yang paling menyedihkan di dunia. Mereka akan bisa mengatakan hal-hal buruk lain tentang Gun Wook.
Gun Wook mengatakan selama ia bisa menemukan ayahnya, ia akan baik-baik saja.
Suho mengatakan kalau media akan memberikan efek yang besar, terutama karena dia adalah Gary Choi.
Seol Hee akhirnya setuju dan mengatakan ia akan membuat konsepnya. Ia mengatakan ia tak akan membiarkan mereka memperlakukan Gary semaunya.
Suho juga mengatakan Zeze akan memberikan support pada Gun Wook.

Bonui menunggu Gun Wook dengan khawatir di luar ruang rapat. Ia berjalan kesana kemari dan begitu Gun Wook keluar, Bonui segera menemuinya dan bagaimana hasilnya.
Gun Wook mengatakan ia akan melakukannya dengan gayanya sendiri. Bonui khawatir mendengarnya.

Zeze Family mengadakan rapat darurat, mereka harus menyelesaikan ini sebelum Gun wook meninggalkan Korea. H-30.
Meski waktunya sangat mepet, mereka tidak punya pilihan. Untuk Story, Suho meminta Bonui yang membuatnya, menuliskan tentang orang tua Gun Wook, yang akan direkam sabtu ini.
Suho juga mengatakan kalau mereka harus menyiapkan game dalam 1 bulan dan launching dalam 3 bulan. Dan semua karyawan langsung stress mendengarnya.
Seung Hyun bertanya tentang workshop yang mereka rencanakan jumat ini. Sepertinya mereka bersemangat untuk itu jadi dia tidak mau itu dibatalkan, karena ia sangat ingin makan daging dipesta BBQ.

Suho diam saja, berfikir, sementara yang lain menyuruh Seung Hyun tutup mulut.
Suho mulai bicara dan belum selesai Suho bicara para pegawai sudah tahu dia akan mengatakan apa, jadi semuanya mulai mendesah HAHHAHAHAHAHAHA.
Dan saat Suho mengatakan kalau mereka tetap akan mengadakan workshop, semuanya kaget setengah mati, karena tidak biasanya Suho akan mengizinkan dengan mudah.
Suho mengatakan mereka bis ahave fun disana dan itu akan membantu mereka bekerja lebih keras.
Semuanya sangat bersemangat, Bonui juga senang melihat semuanya bahagia dan Suho diam-diam tersenyum manis melihat Bonui yang tersenyum HAHHAHAHAAHAHA.

Handphone Bonui bergetar dan ia keluar untuk menerima telpon. Suho mengubah wajah senyumnya menjadi badmood dan ikutan keluar.
Bonui menerima telpon sementara Suho berjalan mendekatinya dengan kuping dibuka lebar HAHHAAHHAHHAHAHAHHAHAHA. Tiba-tiba Bonui berbalik dan mereka hampir tabrakan, Suho mengatakan kalau dia mau kembali ke ruangannya dengan awkward XD
Bonui kemudian memanggil Suho, berterima kasih karena perhatian pada Gun Wook. Bonui bahkan mengatakan dengan senyuman kalau Suho adalah harimau yang baik.

Suho sepertinya tidak setuju dan mengatakan kalau masalah ia dan Bonui, ia mengerti, tapi kenapa ia menjadi harimau yang baik dalam masalah Gary? Dan kenapa yang berterimakasih harus Bonui?
Bonui mengatakan Gun wook adalah teman kecil dimana ia sayangi. Suho mengatakan Bonui pasti sangat peduli pada Gun Wook.
Bonui hanya tersenyum, kemudian ia membungkuk akan pergi tapi tiba-tiba Suho berteriak, tunggu!

Bonui berbalik. Suho mengatakan, ayo kita makan malam bersama.
Bonui seperti biasa membelalakkan matanya sedikit, bingung.
Dan Suho menjawab dengan enteng, bukankah kau bilang kau berterimakasih? Kalau kau berterimakasih kau harusnya membelikan aku makan. *sejak kapan Suho suka makan HAHHAHAHAHHAHHAHHAHAHAHHAHAHAHHAH
Bonui minta maaf dan mengatakan dia ada janji hari ini. Suho kecewa dan dengan suara campuran manja, bete, ngeyel, ia bertanya, dengan siapa?
Tapi kemudian ia menahan pertanyaannya, dan dengan menggemaskan ia mengatakan, sudahlah, dan ia kembali ke ruangannya dengan wajah kecewa manyun. HAHHAHAH
*btw nulisin ekspresi Je suho ini agak sulit HAHAHHAHAHA, aku bingung mau nulisnya gimana, habis dia full dengan ekspresi HAHHAHAHAHAH

Bonui melihat kepergian Suho dan bertanya-tanya kenapa Suho selalu mengajaknya makan. HAHHHAHHAHHA

Suho kembali ke kantor dengan gontai. Ia melewati meja Dal Nim yang sedang berdua dengan Seung Hyun, melihat design GAry untuk IF dan keduanya memuji betapa tampannya Gary, Dal Nim bahkan mengatakan Gary termasuk salah satu the best looking human LOL.
Suho tentu saja berhenti disana dan melihat mereka memainkan design karakter Gary.
Sementara itu pegawa pria yang lain berkomentar kalau wanita selalu tergila-gila dengan pria yang kelewat tampan. Suho muak mendengarnya dan ia memasang ekspresi muak yang lucu, mencibir dengan lucu HAHHAHAHAAH.
Ia sengaja nak ke tangga dengan menghentakkan kaki dan masuk ke ruangannya, bukannya memmbuka pintu dengan tangan tapi mendorongnya dengan punggung HAHHHAHAHHA.

Dal Nim melihatnya dan bergumam, kau tidak bisa membandingkan dia dengan malaikat.
LOL.

Ternyata orang yang janjian dengan Bonui adalah ibu Suho, yang mengajaknya ke rumah peramal Koo. Ibu Suho tidak tahu kalau Bonui juga sering kesana HAHHHAHA. Bonui sebenarnya ingin menolak tapi ibu memaksanya masuk.
Bonui menunduk dalam disana, tuan Koo hanya tersenyum memandangnya saat ibu memperkenalkannya sebagai salah satu pegawai di perusahaan anaknya.
Bonui ternyata tidak berbohong, omg, aku kirain dia bakalan terus pura-pura tidak mengenali peramal Koo, Bonui menyapanya dan mengatakan pada ibu kalau dia juga sering kesana untuk diramal dan meminta jimat keberuntungan. Bonui minta maaf pada ibu Suho karena ia tidak mengatakannya.
Ibu Suho excited dan berfikir kalau mereka pasti sepasang kekasih di kehidupan sebelumnya, HAHHAHHAHAHA.
Ibu makin excited dan menanyakan tentang kecocokan mereka berdua.

Ibu kemudian bertanya mengenai Suho, apakah rakun itu masih ada disekitaran Suho atau bagaimana dan Bonui yang tahu kalau rakun itu adalah dia, mencoba memberikan kode-kode pada peramal Koo agar mengatakan pada ibu kalau rakunnyasudah tidak ada HAHHAHAHAHAHAHAH.
Bonui menggunakan ekspresinya untuk menyampaikan pesannya dan berubah menjadi senyuman saat ibu mengatakan pada Bonui ada rakun disekitar anaknya, seperti yang ia ceritakan dulu.
Tuan Koo hanya tersenyum melihat keduanya dan mulai meramal dengan beras.
Bonui menatap Tuan Koo dengan khawatir. Tuan Koo menatap dengan senyuman dan mengatakan kalau sekarang ini Suho dalam masa bergelombang.

Suho di kantor melihat video game IF dimana Gary sedang bermain tenis. Ia melipat tangannya di meja dan meletakkan dagunya diatas tangan.
Ia memandangi video game Gary dengan kesal dan mengalihkan pandangan ke garam dan kaktus pemberian Bonui. Ia menjadi kesal dan membuang garam dan kaktus ke lacinya.
Ia melipat tangannya lagi dan merasa terganggu, mendesah dan mengeluarkan garam dan kaktus pemberian Bonui, meletakkannya ke tempat semula HHAHHAHHAHA
Ia melipat tangan lagi dan tersenyum memandangi kaktus dan garam, kemudian menutup mata dan tersenyum lagi. OWALAAAAAAAAAAAAAAHHH HAHHAHAHAHAHAHA.

"Gelombang sedang kuat disekitar kakinya. Sebelum dia tahu, dia sudah berada dibawah gelombang itu." ramalan peramal Koo.


Ibu dan Bonui makan berdua dan mereka masih membicarakan Suho. Ibu bertanya keadaan Suho bagaimana dan mengatakan kalau Suho harus dihindarkan dari air, karena sewaktu kecil ia hampir tenggelam.
Bonui mengerti, ia pura-pura baru mendengar hal itu dari ibu dan mengatakan ia akan memastikan semuanya baik-baik saja.
Ibu tiba-tiba menjadi kesal dan mengatakan itu salah 'pria tua' itu, dia menenggelamkan Suho untuk mengajarinya berenang. Bonui bingung, siapa?
Ibu tidak mengatakan itu suaminya, dia malah bilang pria tua yang jatuh dengan kepala di bawah HAHHAHAHHAHAHAHHA. Ibu kemudian berfikir jangan-jangan rakunnya adalah suaminya. LOL.

Ibu dan Bonui berpisah didepan Zeze Factory. Sebelum berpisah ibu memberikan jimat pada Bonui untu diletakkan diruangan Suho. Awalnya Bonui menolak, ia ingin ibu saja yang memberikan langsung, tapi ibu tidak mau meihat anaknya membuang jimat didepannya, jadi dia memaksa Bonui yang memberikannya.
Ditengah percakapan Young Il ahjusshi datang mengantar pesanan dan Bonui menyapanya. Ibu Suho diam tak bergerak sama sekali HAHHAHAHAHAH. Ia tidak ingin ketahuan Bonui kalau ia kenal Young Il ajushi, jadi saat Bonui memperkenalkan mereka berdua, ibu tidak berani menatap kedepan dan dengan anggun menyapa seolah-olah mereka baru kenal dan mmebuat ajushi bingung. HAHHAHAHHAHAHA. Ini emaknya Suho ya, LOL.

Zeze Family kembali dari makan siang dan Dal Nim shock melihat video game Gary berubah. Kepalanya jadi lucu, pokoknya ada yang merusak kepala gari dan wajahnya sehingga seperti sebuah manekin dari lilin kalau di tekan dikit kan bentuknya langsung berubah HHHAHAHHAHAHAHHA.
Dal Nim dan Seung Hyun menuduh pegawai laki-laki yang melakukannya, tapi tentu saja mereka membantah karena tadi mereka sama-sama pergi makan siang. Dal Nim kesal karena tingkah ke kanak-kanakan ini dan dengan lucu ia bertanya lalu siapa yang melakukannya?
Dan pegawai laki-laki menirukan gaya Dal Nim bertanya juga, siapa dan siapa HHAHAHAHHA. Dal Nim lucu.

Dan pelakunya bermain dengan kepala Gary di tab miliknya hHAHAHAAHHAHAHAHAHa.
Suho masih kesal dengan Gary yang dikatakan sebagai Pria yang paling tampan yang hidup LOL. Ia terus menekan dan menekan sambil bicara bagaimana mereka bisa tahu Gary paling ganteng dari seluruh pria di dunia HHAHAAHHAHAHAH. Suho tersinggung kayaknya. LOL.
Dan awalnya aku pikir Suho ada di kantor, ternyata dia berjongkok di dekat meja peralatan diluar kantor sambil memainkan tabnya HHAHAHHAHHA.
Ia puas setelah wajah Gary tidak berbentuk lagi LOL.

Suho masih berjongkok saat ia melihat garam dan kacang merah Bonui disana, ia mengomel lagi HHAHAHAHHAHA.
Ia akan pergi saat mendengar suara Dal Nim dan Bonui mendekatinya, Suho segera menunduk bersembunyi lagi.
Dal Nim kesal karena Bonui tidak mau ikut workshop karena harus mengecek keadaan Bora setiap hari. Saat SMA juga Bonui tidak ikut MT dan dia hanya keluar kota untuk part time job, sekarang Bora sudah bangun dan ia harap Bonui menikmati hidupnya, makanya ia bersikeras mengajak Bonui ikut workshop.
Bonui mengatakan kalau ia juga ingin menikmati pemandangan dan makan makanan enak. Karenanya Dal Nim terus mengajaknya.
Suho mendengarkan di bawah, ia menghela nafas dan terlihat sedih mendengarnya.

Bonui mengatakan di hari kecelakaan Bora, ia merasa seperti ia bisa menemukan bug jika ia punya waktu lebih, saat tes Zeze. Karena itu ia terus berfikir dan BOra terlambat operasi karena dirinya.
Sebenarnya ia juga ingin istirahat setelah Bora bangun, tapi menurutnya ia tidak boleh meminta lebih. Karena ia tidak boleh menjadi serakah.
Dal Nim kecewa dan mengatakan kalau Bonui tidak serakah sama sekali. Bonui tidak mendengarkan dan berjalan kembali ke kantor.
Suho masih bersembunyi dan kelihatan berfikir.

Malam harinya, Bonui menemui bos Won. Bonui mendapatkan pekerjaan untuk Bos Won dan meminta bos Won bekerja dengan baik kali ini.
Pekerjaan ini adalah membagi selebaran dan Bonui bahkan akan membantunya. Bos Won benar-benar sangat berterimakasih pada Bonui, tanpa Bonui dia tidak akan bisa hidup.
Bonui memintanya jangan mengatakan hal itu, karena ia lebih suka bos Won berteriak padanya. Bonui segera membagikan selebaran sementara Bos Won masih berteria kasih karena terharu.

Keduanya membagi selebaran untuk bekal makan siang dijalanan. Bonui dan Bos Won sibuk sekali dan tidak sadar Suho sudah ada disana, ia melihat mereka berdua.Ia hanya melihat sebentar dan suho mengayuh sepedanya meninggalkan mereka.
Bonui terus membagikan selebaran saat seorang ajushi menyebalkan menabraknya dan selebarannya jatuh semuan T__T (benci banged sama orang kaya ini, kalo ga mau terima ya jangan terima, harus ya nabrak? TT).
Bonui memungut selebarannya dan tiba-tiba ada yang membantunya, Bonui menatapnya dan itu Suho.

Keduanya memungut selebaran dan Suho menyerahkan pada Bonui. Tapi kemudian ia mengulurkan tangan untuk memintanya. Ia ingin membantu tapi terlalu mau untuk mengatakannya jadi dia hanya bilang, kau tidak kerja, ayo lanjutkan. Dan suho mengambil satu selebaran. HAHAHAHAH.
Bonui mengatakan dari pada membayar uang air yang dititipkan saat itu, ia lebih memilih membantu bos Won mencari pekerjaan paruh waktu.
Suho kemudian berubah menjadi menyebalkan, memangnya aku nanya?
HAHHAHAHAHHAHAHAHHAHAHHAHAH. Aduhhhhh tsundere banged sih bang XD XD

Dan lucunya, dengan satu selebaran di tangannya, Suho mulai berjalan mengelilingi sebuah pohon kecil dan kembali ke tempat Bonui, mengulurkan tangannya, meminta selebaran lainnya. HAHHHAHAHAHHA. Bonui kan jadi bingung dengan tingkah Suho LOL.
Bonui menatap Suho dan bertanya, kau sedang apa?
Suho mengatakan, I'm getting a flyer. from the world's biggest pushover.
Suho menarik selebaran di tangan Bonui. Bonui mengatakan kalau masalah air itu dan juga Bos won adalah salahnya. Dan Suho mulai mengomel lagi, apakah ini tentang takhayul lagi? tentang pisau tajam dan takdirmu?
Bonui menjelaskan setelah ia mengundurkan diri, penjualan mereka menurun.
Suho malas mendengarkan dan mengatakan ah, mwolla, mwolla (aku tidak peduli).

Suho baru akan menanyakan workshop saat bos Won melihat Suho dan menyapanya.
Bos won ingin menyalaminya tapi Suho tidak mengulurkan tangan LOL. Suho hanya menatap bos Won waspada dan Bonui melirik mereka saru per satu.
Bos won mulai mengatakan tentang proposal brilian nya tentang alphaGo HAHHAHAHAHHA.
Suho menghela nafas mendengarkannya dan Bonui segera menarik bos Won menjauuh dari Suho HAHHHAHAH.

Bonui meminta bos Won tidak melakukan itu pada Suho seperti bos melakukan padanya. Bos won mengerti dan menatap Bonui dengan curiga, kalian berdua, terjadi sesuatu diantara kalian kan?
Bonui terkejut, apa?
Bos Won mengatakan kalau ia bisa mencium sesuatu terjadi diantara Bonui dan Suho. Karena ia punya six sense yang bagus.
Bonui jadi kesal, kalau begitu harusnya kau menjadi peramal. Bonui mengatakan tidak ada apa-apa diantara dia dan CEO Je.
Bos won tidak menyerah, lalu kenapa dia disini? kenapa dia selalu ada disekitarmu?

Bos Je menujuk ke arah Suho dan Bonui melihat Suho yang melihat ke arah mereka tapi kemudian mengalihkan pandangan, pura-pura ga melihat kesana dan berjalan dengan awkward, bahkan mengambil sepedanya HHAHAHHAHAAHHAHAH. LOL Suhooooo, ovious banged.
bos Won tertawa melihat Suho dan mengatakan kalau ia menyukai ini. Ia menyukai hubungan Bonui dan Suho HAHHAHAHA.
Bonui membantah lagi, mereka tidak seperti itu. Tapi Bos Won berkata, memangnya apa yang salah dengan itu? Ini sangat natural, sempurna.
Bos won tertawa dan Bonui melihat ke arah Suho yang pergi tadi.
*well, sepertinya Bonui udah tau saudara-saudara, tapi dia denial, sama perasaannya

Young Il ajusshi sedang membereskan bekas makanan pelanggan saat ia menerima telpon dari ibu Suho. Ibu suho minta maaf karena kejadian di depan perusahaan tadi, karena ia takut akan menyebabkan rumor. Young Il Ajusshi mengerti kenapa ibu Suho melakukan hal itu, karena tadi ada karyawan disana.
Ibu Suho terus memanggil ajushhi dengan Young Il Oppa tanpa mengetahui kalau ayah Suho mendengarkan dibelakangnya. Ibu bahkan membahas mengenai jus kepiting yang ia bawakan, kalau habis bilang saja ia akan membawakan yang baru. Hal ini membuat ayah Suho semakin tidak enak.
Setelah ibu menutup telponnya, ibu melihat ke belakang dan ayah sudah tak ada disana. ayah Suho ada di pinggir danau, ia berfikir.

Sementara itu setelah Young Il ajusshi menutup ponselnya, entah datang sejak kapan, Suho sudah ada di pintu masuk restorannya HAHHAHHAHAHA.
Suho memesan ayam, bir dan cola. Suho awalnya akan minum cola tapi ia mengurungkan niatnya dan malah mengambil bir, membuat Young Il ajushi terkejut karena dia biasanya tidak minum bir. Hanya saja beberapa detik di mulut Suho memuntahkannya lagi HAHAHHAHAHAHHAHAHAHAHAHHHAHAAHAHHAAH.
Young Il ajushi bertanya ada masalah apa dan Suho mengatakan tentang Shim Bonui.
Young Il sjudhi langsung khawatir apakah terjadi sesuatu pada Bonui atau Bonui mengacaukan sesuatu.

Suho mengatakan ia frustasi karena Bonui HAHAHAHAHHAHA.
Suho bertanya apakah Bonui membicarakan tentang hal yang tidak masuk akal saat dia bekerja di restoran ajushi.
Ajushi hanya tersenyum dan mengatakan Bonui melakukannya karena dia khawatir. Tapi Suho beneran frustasi karena ia tak tahu apa yang harus ia lakukan. LOL.
Ajushi menjelaskan kalau ini bukan apa yang harus Suho lakukan, melainkan Bonui yang khawatir kalau sesuatu yang buruk terjadi pada Suho.
Suho menatap ajushi.
Ajushi menunjuk sebuah jimat yang ditempelkan Bonui dan mengatakan kalau Bonui menaruhnya disana agar ia tidak terluka, Bonui bahkan tidak membiarkannya melayani pelanggan dan melakukan semua yang berbahaya sendirian, seperti menggunakan pisau atau memanaskan minyak. Ajushi mengatakan Bonui melakukan itu karena takut ajushi terkena sial.

Suho terdiam dan teringat alasan kenapa dia membantu tuan Won. Ajushi mengatakan ia selalu merasa buruk jika ia memikirkan Bonui. Karena gadis seusianya harusnya menikmati hidup mereka tapi Bonui dia tidak pernah mengambil libur dan selalu bekerja dengan keras.
Suho menunduk diam.
Tiba-tiba Ryang Ha datang memanggilnya baby, menanyakan mengenai workshop besok. Ryang Ha sok sok malas ikut tapi karena Suho ikut dia akan pergi dan berjanji mentraktir daging HAHAHHAHAH.
Suho tidak mendengarkan Ryang Ha, ia berdiri dan Ryang Ha bertanya dia mau kemana.
Suho mengatakan ia akan pergi ke suatu tempat dan menyuruh Ryang Ha menghabiskan semuanya LOL. Poor Ryang Ha, dia kira dia mengatakan hal yang salah HAHHAHA.

Keesokan harinya, Bonui baru tiba di Zeze dan terkejut melihat bos Won dengan seragamnya, menjadi petugas keamanan disana. bos Won mengatakan semalam Suho menmeuinya dan memohon padanya.
Flashback ke malam itu setelah Suho dari restoran Young Il ajushi, Suho menemui Bos Won dan mengatakan ada lowongan kerja menjadi petugas keamanan di Zeze, dengan gaji, tunjangan dan liburan juga. Tapi Bos won awalnya menolak, karena derajat mereka sama-sama bos disini HAHAHHAHHAHAH.
Suho orangnya ga banyak bicara, kalau ga mau ya dia ga maksa, jadi dia akan pergi saat bos Won menahannya HAHHAHAHAHAHA.
Meskipun bos Won merasa aneh, tapi dia tentu saja tidak menolak.

Bonui lega mendengarnya dan ia bisa bernafas sekarang. Bos Won senang kalau Bonui juga senang.
Suho datang ke kantor kemudian dan bos Won menyapa, Suho melewati mereka dengan mencoba menyembunyikan wajahnya dengan menggaruk kepalanya HHAHAHHAHHAHAH. This boy!
Bonui tersenyum melihatnya dan mengejar Suho ke lift.

keduanya naik lift bersama. Bonui mencoba melirik Suho yang ada dibelakangnya, ingin mengatakan sesuatu.
Sementara itu Suho yang bersandar di dinding juga diam-diam melirik Bonui dengan tatapan yang WOOWOWOWOWOOWOWOWOWOW *aduh, Ryu Jun Yeol shi, hati ini cuma satu  TT
Saat Bonui akan bicara, Suho juga ikutan bicara dan berkata, aahhh, ini aneh.
Bonui berbalik, apa?

Suho berkata, Tuan won yang kehilangan pekerjaan karena dirimu, dan sekarang dia mendapatkan pekerjaan baru. Kau bilang kau tidak beruntung dan ada hal baik juga yang terjadi karena dirimu.
Bonui hanya menatap Suho. Suho tersu bergumam, ini aneh....
Bonui membalikkan badan lagi dan tersenyum lebar.

Di atap apartemen, Bonui tak bisa menghentikan senyumnya, menatap adiknya di rumah sakit dengan teropong.
Gun wook datang membawa bir dan mengatakan kalau Bonui senang sekali hari ini, pasti karena workshop besok.
Bonui mengatakan kalau ia tidak akan pergi. Gun wook terkejut, kenapa? Apa CEO Je melarangmu pergi?
Bonui mengatakan bukan begitu, ia hanya ingin disamping Bora.
Kemudian Bonui menanyakan mengenai acara TV Gun wook, ia minta Gun wook jangan nervous.
Gun wook mengatakan ia ada permintaan, ia ingin Bonui pergi bersamanya. Tapi Bonui khawatir, takut dia akan memberikan kesialan pada Gun wook. Bonui mengatakan ia akan menyemangati dari rumah.
Gun Wook tetap memaksa mengatakan mereka bisa membawa garam untuk menghalangi nasib sial. Bonui juga tahu ini sangat penting baginya, jadi ia ingin Bonui datang.
Tapi Bonui mengatakan karena dia tahu ini penting makanya ia tidak seharunya pergi. Jika kau tidak bisa menemukan ayahmu karena aku, kau akan menyesal seumur hidupmu.

Malam itu Gun wook menelpon Seol Hee meminta training besok dibatalkan dan ternyata yang ditelpon juga lupa kalau besok ada training HAHHAHAHAHAHAHAH.
Seol Hee juga punya rencana besok, makanya ia senang-senang saja jika Gun Wook membatalkannya.
Setelah menutup telpon, Seol Hee kembali ke pekerjaannya, menyiapkan bekal buah-buahan untuk rencananya besok.
Gun Wook mendesah, ia masih di atap apartemen sendirian. Ia mencari sesuatu di internet, Yeongwol Observatory.
Kemudian ia tersenyum.

Suho ada di rumahnya, hiper banged, sedang sangat senang sekali. HAHHAHAHAHA.
Ia bersiap-siap sambil melihat penampilan di kaca, dengan sedikit berdendang. Ia bahkan mengeluh tapi senang, karena cuaca hari ini sangat bagus.
Ia merapikan baju, poni, bahkan melakukan gerakan bibir yang biasa wanita lakukan kalau baru pake lipstik HAHHAHHAHAHAHAHHAHAHAH.

Gun wook sedang mencuci mobil pagi itu dengan wajah cerahnya. Setelah selesai ia bersiap dan persiapannya sudah matang. Ia bahkan sudah membeli tiket, ia akan mengajak Bonui piknik. Ia sangat bersemangat.

Sementara itu Suho juga bersemangat pagi itu, berangkat dengan mobil birunya, senyuman tak lepas dari matanya.
Keduanya, diwaktu yang berbeda, menuju tempat yang sama , apartemen Bonui.
Kita melihat mereka parkir dan keluar mobil, bersemangat masuk ke gedung dan menaiki tangga, siapakah yang tiba duluan?



0 comments:

Post a Comment

 

Random Post

Clover Blossoms Fanpage

In My Radar

Watching :
- We Married as A Job
- Jimi ni Sugoi!
- Weightlifting Fairy
- Goblin
- The Legend of The Blue Sea
- Father I'll Take Care of You
- Beppin-san
- Gochisousan

Waiting Drama:
- Miss in Kiss

Waiting Movies:
- One Week Friends
- Your Lie in April
- Aozora Yell
- Itakiss Movie

Favorite Song This Time :
- Red Cheek Puberty - Galaxy
- Ben - Foggy Road
- Twice - Next Page
- Utada Hikaru - Hanataba wo Kimini
- LYn - Love Story