[Sinopsis] Toki wo Kakeru Shoujo Episode 1


Lah, random min?
HAHAHHAHAHAAHHAHAHAHHAHAHAH
Aku selalu seperti itu, excited dengan drama A tapi ujung-ujungnya malah suka sama drama B.
Awalnya aku berniat untuk membuat sinopsis Suki na Hito ga Iru Koto, tapi ternyata setelah menonton episode pertamanya, mood-nya belum nemu dan malah agak malas melanjutkan. Mungkin selera beneran berubah kali ya? Atau karena terlalu banyak wajah tampan disana jadi iri sama Mirei? HAHAHHAHAHAHHAHAHA
Nggak tau deh, dan tiba-tiba aku malah menemukan drama yang sebenarnya dalam kamur ongoing dorama, ini termasuk underrated karena meski aku tahu drama ini, aku sama sekali tidak punya niat menontonnya. Awalnya.


Toki wo Kakeru Shojo a.k.a The Girl who Leapt Through Time telah mencuri hatiku. No pretty face, bahkan aku sama sekali nggak kenal 3 pemeran utama dalam drama ini, sama sekali. Tapi ceritanya malah membuat aku doki-doki banged dan seru.
Lah? Kayaknya pernah denger deh judulnya?
Yapsssss, ini adalah remake ketiga dari novel berjudul sama karya Yasutaka Tsusui yang pernah aku tonton. Sebenarnya ada 4 remake, tapi aku hanya menonton 3 HAHHAHAH.
Ada anime version dan ada movie version. Kalau kalian penggemar anime dan belum pernah menonton Tokikake, itu keterlaluan, cepat download dan tonton HAHHAHAHAHA.

Jadi kok tiba-tiba tertarik?
Aku sudah agak lama mendengar remake ini tapi saat itu aku sama sekali tidak tertarik, karena aku menonton anime ver yang pertama, jadi anime ver kesannya sangat dalam. Bahkan saat aku menonton live action movie 2006, kesan anime masih dalam, jadi aku pikir, ah ga usah nonton deh, paling nanti ga suka lagi. DAN! Episode 1 menghapus keraguan itu. Anime masih oke, tapi dorama juga oke.
Mba Psycodrama membahas ini tadi malam di TL twitter, jadi penasaran karena dia bilang lebih bagus dari harapannya. Jadi pagi ini nyoba download dan ternyata udah ada sub indo gaulnya dan omgg, aku rasa aku memang menyukainya.
Dan awas, kena sindrom 2nd lead male HAHHAHAHAHA, aku udah kena nih, Goro-chan ~


The Girl who Leapt Through Time Episode 1

Sebenarnya awal episode pertama sedikit membingungkan, apalagi bagi kamu yang belum menonton versi sebelumnya.
Jadi, episode 1 dimulai dengan narasi tokoh utama wanita kita, Mihane Yoshiyama (Yuina Kuroshima) yang dalam perjalanan ke sekolah dengan sepedanya mengeluh tentang betapa bencinya ia pada musim panas, padahal dulu ia sangat menyukainya, hanya saja saat masuk SMP dia mulai membencinya. Mihane tinggal di kota dipinggir laut, jadi dalam perjalannya ke sekolah, ia akan melewati jalanan yang dipinggirnya laut, sangat indah :)
Dan narasi Mihane yang panjang juga diiringi dengan beberapa kejadian. Pertama adalah 2 orang yang tiba-tiba entah muncul dari dimensi mana, tiba-tiba jatuh ke perahu kecil, keduanya excited dan mengatakan mereka berhasil. Kemudian mereka terlihat berjalan di hutan dan meneliti ini dan itu. Di tepi jalan, Mihane yang naik sepeda hampir menabrak si pria dan membuatnya terjatuh. Si pria tak sadar dia menjatuhkan sebuah ramuan ungu.

Sementara itu disekitaran pantai, seorang gadis menatap sebuah ikan yang sangat panjang dengan heran.
Gadis lain datang, gadis ini yang tadi tiba-tiba muncul entah dari mana, temannya si pria dengan ramuan ungu tadi. Ia bertanya ikan apa itu dan gadis itu menjawab mungkin 'oarfish' (Ikan yang bisa mendeteksi gempa).
Mihane masih mengayuh sepedanya menuju sekolah dan mengeluh kalau ia sebentar lagi kelas 3 SMA dan semua orang menyuruhnya belajar dan belajar.
Waktu berlalu juga dengan si pria dengan ramuan tadi potong rambut dan beralih ke mini market dimana gadis temannya terkejut karena pria itu menghilangkan ramuan mereka jadi mereka tak akan pulang besok.
Oke, jadi untuk mempermudah recap-an, dua orang ini adalah orang yang tiba-tiba muncul entah dari mana dan jatuh ke perahu seorang kakek dan anak kecil, yang cewek namanya  Joi dan yang cowok namanya Shohei Kikuchi.

Malam harinya Shohei datang ke sebuah rumah, di rumah itu ada tumbuhan yang ia cari untuk membuat ramuan baru, lavender.
Tapi ia ketahuan oleh pemilik rumah dan Shohei hanya tersenyum, ia mengeluarkan sesuatu dari tangannya, prisma dan bercahaya seketika, apakah itu?
Lalu kita lompat waktu ke lain tempat dimana Mihane masih bernarasi tapi narasinya kali ini sangat aneh, seolah-olah ada yang akan pergi meninggalkannya.
Dan Shohei terlihat disebuah lab membuat ramuannya, hampir saja jadi tapi tiba-tiba terjatuh ke lantai. Shohei kesal sekali dan sepertinya suara tabung reaksi pecah terdengar dari luar lab dan seseorang bertanya apakah ada orang di dalam.

Seseorang masuk. Mihane. Ia hati-hati masuk ke dalam lab, sementara Shohei sembunyi.
Mihane melihat cairan di lantai mengeluarkan asap. Ia penasaran dan mencium aromanya. Tiba-tiba ia terjatuh dan pingsan.

Di sebuah ruangan kelas, seorang pria sedang memotong rambut MIhane. Mihane mengeluh tentang dirinya yang lebih cocok ke tukang cukur dari pada salon, padahal ia seorang gadis.
Si pria hanya tersenyum mendengarnya. Mihane terus mengeluh tentang wajahnya yang tidak cantik. Padahal ia perempuan tapi malah tumbuh jenggot dan lain-lain HAHAHHAHHA.
Si pria kemudian mendekatkan wajahnya untuk mengecek wajah Mihane. Mihane menyuruhnya jangan terlalu dekat. Tapi si pria malah semakin medekatkan wajahnya dan bahkan akan menciumnya.
Mihane kabur menjauh, si pria tersenyum dan mendekatinya lagi. Mihane panik dan berkata, Goro-chan.... mungkinkah.... kau menyukaiku?
Si pria tersenyum dan mendekat, Mihane makin panik, ia mengambil gunting dan memotong poninya. Si pria tertawa.


Mihane bangun di kamarnya pagi itu. Ia shock dengan mimpinya dan langsung mengambil cermin mengecek rambutnya, poninya dipotong sangat pendek dan jelek hahahhaahha.
adik perempuannya, Naho mengingatkan kemarin kakaknya ke salon untuk potong rambut. MIhane lemas dan menjatuhkan diri ke tempat tidur, mengatakan kalau rambut/poni barunya sama sekali tidak cocok dengannya.

Sarapan pagi keluarga Yoshiyama, ayah sarapan sambil menonton berita, hari itu tanggal 7 Juli, Festival Tanabata.
Mihane keluar dari kamarnya dan mengeluh dengan poninya, ibu malah bilang itu lucu, seperti helm dan Mihane makin minder dan tidka bersemangat.
Berita di TV menyiarkan wawancara seorang anak SMA yang menemukan oarfish dan ayah mengenalinya sebagai teman Mihane. Mihane hanya melihat berita dengan tidak bersemangat. Naho berangkat ke sekolah dan mengingatkan kakaknya jangan makan es krim di kulkas karena itu miliknya.
Ibu menyuruh Mihane segera siap-siap ke sekolah, tapi Mihane malas dan ingin bolos. Ibu terkejut karena Mihane tidak pernah bolos sejak TK. Mihane mengeluhkan tentang badannya yang sehat HAHAHAHAHA.

Mihane akan berangkat ke sekolah dan mencari kameranya, ia akan membawa kamera hari itu. Ia berlari ke sekolah diiringi anak-anak satu sekolah yang lain. Mihane masih merasa rambut barunya tidak cocok dan ia terus memeganginya.
Dalam perjalan, ia bertemu dengan Goro-chan yang berlari bersamanya juga. Goro memuji rambut Mihane dan Mihane berterimakasih meski Goro mengatakan kebohongan. Tapi Goro mengatakan ia serius, itu cocok untuk Mihane. Tapi Mihane tidak mau mendengar karena itu tidak cocok dengannya. Mereka berlari sambil membahas tukang pangkas lagi, hahahahhahaha, Mihane memang nggak ke salon hari itu, lebih memilih ke tempat pangkas rambut Asakura, ayah Goro LOL.

Mereka tiba di sebuah mini market dan Mihane mengatakan ia ingin isi bensin dulu membuat Goro bingung. Mihane hanya membeli akua botol 1 dan tepat sekali ia senyam senyum dengan kasir mini market itu, sepertinya Mihane memang menyukainya, ia bahkan memerah saat pria itu menyentuh rambut barunya kekekkekeke.
Mihane sangat bahagia hari itu, seolah ia melompat-lompat kegirangan.
Goro menunggunya di luar mini market dan masih penasaran dengan 'mengisi bensin' yang dimaksud Mihane. Mihane tidak menjawab dan ia terus berlari sambil mengatakan kalau ia ada perkembangan hari ini kekekekek.

Keduanya tiba di gerbang sekolah 5 menit sebelum masuk dan mereka masih berlari menuju kelas.
Goro penasran dengan pria yang disukai Mihane dan Mihane setuju kalau ia memang suka pria yang keren.
Keduanya terus berlari bahkan di tangga sekolah, Goro dipanggil beberapa gadis dan berhenti di tangga sementara Mihane terus naik dan menyuruh Goro cepat kalau tidak mereka akan terlambar.
Mihane terus melihat ke belakang memanggil Goro sehingga ia menabrak seseorang. Pria itu menjatuhkan lavender yang ia bawa, Mihane memungutnya dan meminta maaf.
Goro datang menyusul dan membungkuk minta maaf bersama Mihane kemudian meninggalkan pria itu karena mereka akan telat masuk kelas.
Pria itu menatap keduanya. HUH, Shohei?

Mihane dan Goro tiba di kelas yang ramai. Teman-teman memuji rambut Mihane, MIhane malu-malu meski dibilang cocok tapi dia tetap tidak percaya diri.
Tiba-tiba Shohei terlihat masuk ke kelas dan menyapa semuanya, menyapa Mihane juga dan memuji rambutnya tapi malah mengatakan kalau rambut Mihane mirip boneka kokeshi. HAHAHHAHA.
Mihane marah dan mengejar shohei ke bangkunya untuk memukulnya. Goro yang duduk di depan Shohei setuju dan keduanya highfive.
Nah lho, ketiganya akrab tiba-tiba? HAHAHHAHAHAHAH

Pelajaran di mulai, matematika. Selama kelas, Mihane tertidur. Guru tentu saja tahu dan menyuruhnya ke depan menyelesaikan soal yang ujung-ujungnya Mihane sama sekali tidak bisa mengerjakannya.
Sementara itu Shohei di tegur juga oleh guru karena selama pelajaran mengintip ke kelas renang LOL.
Shohei bahkan tidak membawa buku dan malah mencoret meja. Guru memintanya mengeluarkan buku, ia malah mengeluarkan lavender. Nah lho? So? Shohei yang di jalan tadi sama dengan yang dikelas?

Saat kelas seni, Mihane bersama dua temannya, Eri-chan dan Terasaki mengobrol mengenai kisah cinta Eri. Eri awalnya akan putus dengan pacarnya tapi malah berakhir dengan kissu.
Terasaki sangat menyukai hal itu dan membuatnya bersemangat untuk mencari pacar juga. Ia bertanya pada Mihane apakah saat tanabata Mihane akan pergi bareng Goro lagi. Mihane menatap ke arah Goro dan Shohei dan membenarkan, karena setiap tahun mereka selalu pergi berdua.
Terasaki bertanya apakah Goro memakai yukata dan mulai membayangkan betapa menyenangkannya bisa memeluk Goro HAHAHHAAHHA
Mihane tidak terlihat excited dengan masalah percintaan, ia malah bertanya-tanya kenapa semua anak SMA maniak dengan percintaan HAHAHAHAHAHA.

Eri tersenyum dan kemudian ia mengungkit mengenai Mihane yang naksir kasir minimarket.
Mihane jadi malu dan senyam senyum, tapi ia mengatakan itu bukan cinta, ia mulai excited dan berdiri menjelaskan kalau ini hanya seperti mengisi bensin, setiap hari melihat wajahnya sebelum sekolah akan mengisi semangat dan bla bla bla.
Saking excitednya, Mihane tak sadar ia duduk di meja peraga patung dan mendorong patung dengan punggungnya dan patung terjatuh di lantai.
Semuanya terkejut. Shohei malah tepuk tangan untuk Mihane HHAHAHAHAHHAAHAH. Mihane minta maaf pada semuanya.
Kesialan Mihane terus berlanjut, saat ia akan mencuci wajah, kerannya rusak dan malah menyiram ke atas bukannya kebawah. Wajahnya basah semua. Teman-temannya tertawa melihatnya.

Jam pulang sekolah, Mihane piket di laboratorim bersama Goro.
Goro kemudian meninggalkannya untuk membuang sampah. Mihane sedang tidak bersemangat dan melihat ke luar pintu, ada Atsumi yang sekarang populer karena menemukan oar fish. Mihane menghela nafas saat ia mendengarkan ada suara benda pecah di dalam ruang eksperimen.
Ia juga melihat bayangan seseorang di balik pintu, penasaran, Mihane mendekat dan masuk ke dalam. Tidak ada siapa-siapa.

Ia melihat ada sesuatu, seperti seseorang yang baru saja melakukan eksperimen dan menemukan pecahan larutan yang berasap di lantai. Mihane mendekati dan mencium baunya. Beberapa detik kemudian ia lemas dan pingsan.

Di ruang kesehatan, Goro dan Shohei mendengarkan curhatan Maekawa sensei yang merasa tidak ada pria yang tertarik padanya.
Goro bertanya bagaimana dengan Yano sensei si guru matematika. Tapi Maekawa Sensei tidak menyukainya karena dia berisik dan lagi hidungnya gede HHAHAAHAHAHAHA.
Tiba-tiba tirai terbuka, Mihane sudah bangun dari pingsannya. Sensei bersyukur karena dua temannya sangat khawatir.

Keduanya bertanya apakah Mihane baik-baik saja. Mihane menjelaskan kalau tadi ia pingsan di lab karena ia mendengar suara benda pecah dan karena ia mencium ramuan. Goro bingung dan mengatakan tidak ada hal seperti itu. Mihane yakin ada yang pecah di lantai dan berserakan tapi Goro yang menemukan Mihane mengatakan tidak ada apa-apa disana, ia hanya menemukan Mihane pingsan di lantai.

Shohei kelihatan tidak tenang mendengar Mihane mengingat persis kejadian tadi, apalagi Mihane mengatakan ia mencium bau aneh dari ramuan yang jatuh ci lantai. Jadi ia bertanya apakah tubuh Mihane baik-baik saja, entah ada yang aneh atau bagaimana.
Mihane memeriksa tubuhnya dan sepertinya ia baik-baik saja, sampai ia kesakitan memegang perutnya dan membuat dua temannya khawatir. Ternyata Mihane hanya bercanda dan mengatakan ia lapar HAHHAHAHAHAHA.

Tiga sekawan makan di kedai Miura dan mereka mulai menceritakan masa depan disana. Mihane mengeluh karena sebentar lagi mereka akan ujian dan pasti akan mengisi angket masa depan, ia masih bingung akan menulis apa. Paman Miura bertanya pada Goro apakah ia akan melanjutkan pangkas rambut ayahnya, dan Goro mengatakan ayahnya menyuruhnya lanjut kuliah. Mihane mengatakan kalau Goro sudah lulus ujian kedokteran wow.
Mereka juga bertanya pada Shohei, Shohei mengatakan ia akan kerja di bidang peneliti farmasi, bukan karena ia suka tapi karena ia merasa dirinya cocok bekerja di bidang itu.
Mereka juga bertanya pada Mihane tapi Mihane masih bingung. bibi Yuri tahu Mihane suka memotret, tapi Mihane mengatakan bahkan temannya yang memotret pake kamera hp hasilnya lebih bagus. Ia sama sekali tidak punya bakat.


Mihane kemudian tertarik dengan sebuah koran dan menunjukkannya pada Goro. Goro tahu itu Atsumi yang sekarang menjadi net-idol karena menemukan oarfish. Mihane iri dan mengatakan kalau ia juga ingin jadi populer.
Goro mengatakan Mihane cukup lucu kalau menjadi idol, ia pikir dengan wajah Mihane akan cocok. mihane senang mendengarnya tapi kemudian Goro mematahkannya langsung, sayangnya menjadi idol sekarang tidak cukup hanya dengan punya wajah lucu HAHAHHAHAHAHAHA. Mihane jadi cemberut lagi.
Keita, anak yang melihat Shohei jatuh dari udara itu ternyata anak pemilik kedai Miura. Ia tadi menemui kakek dan meminta kakek mengingat kejadian hari itu tapi kakek malah mengatakan tidak ada hal seperti itu. Keita pulang ke rumah dan melihat Shohei, sepertinya ingatan Keita belum dipengaruhi, ia mengenal Shohei dan berteriak untuk tidak memakan otak mereka HAHHAHAHAHA.
Tentu saja yang lain bingung, Shohei diam saja dan merasa khawatir sementara yang lain menganggap itu hanya candaan anak kecil.
Hmmmmm, jadi sepertinya memang Shohei punya kemampuan mempengaruhi ingatan seseorang, kok Keita ga kena ya?

Pulang dari kedai pama Miura, Mihane, Goro dan Shohei bermain batu gunting kertas. Mihane sama sekali tidak pernah menang main itu HAHHAHAHHAHAHA. Jadi seolah-olah yang tanding hanya Shohei dan Goro, itu pun cuma alasan aja, karena Mihane pasti kalah.
Saat bermain mereka membicarakan mengenai musim panas teakhir mereka bersama-sama tahun ini, mereka harus hangout bersama karena tahun depan mungkin mereka sudah pindah ke kota lain. Mihane setuju, Mihane punya ide mengajak Eri dan Terasaki dengan mengejek Goro aklau ada yang bilang sangat menyenangkan bisa memeluk Goro yang memakai yukata HHAHAHAHAH. Goro segera mengalihkan pembicaraan dengan main batu gunting kertas lagi.

Tapi lama-lama katanya menyenangkan juga pergi rame-rame sayangnya kalau mengajak Mihane pasti mereka akan makan Takoyaki sepanjang malam LOL. Mihane sepertinya sangat suka Takoyaki dan ia bilang tahun ini ia tak akan memakannya.
Mihane kalah main batu gunting kertas dan sebagai hukumannya ia membelikan Shohei dan Goro jus. Mereka masih mengobrol saat mata Mihane menangkap kasir mini market yang ia taksir menjemput pacarnya untuk kencan dan Mihane sangat kesal.

Ia mahkan masih menggerutu dalam perjalanan pulang. Lucunya saat punggungnya gatal ia meminta Goro menggaruknya dan Goro menggaruknya HAHHAHAHAHHAHAHAHAHHA. Iya sih teman sejak kecil LOl.
Goro mengatakan kalau Mihane benar-benar tidak feminin. Mihane membuat alasan karena ia bersama Goro makanya ia tidak jaim. Goro mendorongnya dan mengatakan sekali-sekali ia ingin melihat Mihane feminin di hadapannya juga. kekkekee.

 
Mihane menatap Goro menantang, kalau kau begitu aku akan marah lho.
Goro tidak takut dan memasang kuda-kuda siap melawan, Mihane juga. Shohei siap menjadi wasit, tapi saat Shohei mengatakan 'start', ketiganya berpisah hehehheehhehe. Itu adalah persimpangan dimana mereka harus berpisah karena arah rumah masing-masing berbeda.
Aku suka banged adegan ini ^^

Tapi diam-diam Shohei tidak pulang, ia mengikuti Mihane yang sibuk memotret ini dan itu, tepatnya akan memotret tapi ragu-ragu dan ga jadi. Ia melihat lampu merah, ada mobil dengan speaker menyanyi yang lewat, nenek yang menguap dan ibu anak yang menyiram bunga. Meski akhirnya ia memotret beberapa.
Kemudian mata Mihane tertuju pada seekor kura-kura di tengah jalan, tentu saja Mihane tertarik bagaimana kura-kura bisa ke tengah jalan seperti itu. Ia mengambil kesempatan itu untuk memotret kura-kura.
Asik memotret, Mihane tidak tahu kalau bahaya datang dari atas. Ibu dan anak yang menyiram bunga di lantai atas rumahnya, dan dibawahnya tepat Mihane dan kura-kuranya.
si anak terpeleset dan untuk menyelamatkan anaknya, si ibu tak sengaja menyenggol pot bunga dan terjatuh ke bawah, ibu teriak, Mihane melihat pot itu akan mengenai kepalanya dan ia bahkan sudah siap mati, ia menutup matanya.

Ajaib! Mihane terlempar beberapa meter dari sana bersama kura-kura di tangannya. Lebih tepatnya ia kembali ke waktu beberapa saat sebelum kejadian itu, karena kita masih bisa mendengar suara nyanyian dari mobil. Mihane terkejut, ia mengedipkan mata dan pot bunga terjatuh, tapi ia tidak disana, ia jelas-jelas merasa tadi ia disana.
Mihane shock dan bertanya-tanya kenapa, ia bahkan mulai gila berfikir dirinya sekarang hanya arwah dan dia sudah mati. Mihane yang panik bertanya pada nenek disana, tapi nenek terlalu tua untuk menyadarinya. Mihane masih memegang kura-kuranya dan panik sendiri sementara Shohei yang melihatnya dengan mata kepalanya sendiri terkejut, tapi lebih ke terkejut ia pernah melihat hal itu tapitak menyangka Mihane bisa.
Ia memanggil Mihane dan Mihane berlari ke arahnya, Mihane panik banged dan bertanya ada apa dengannya, apakah dia sudah mati, apakah ia hantu dan bla bla bla. Shohei memintanya tenang.

Mihane dan Shohei bicara dekat mercusuar kecil dan membahas hal itu. Shohei berusaha menjelaskan kalau itu hanya kebetulan dan salah paham tapi Mihane yakin itu benar-benar terjadi, karena tadinya ia tak memegang kura-kura, sekarang ia memegang kura-kura. Ia yakin kalau kura-kura punya kekuatan.
Shohei terus berusaha menjelaskan kalau Mihane hanya salah sangka memegang kamera dan kura-kura, jadi si Shohei menjelaskan Mihane tadi mikirnya itu kamera padahal selama tadi dia memegang kura-kura. Pokoknya Shohei berusaha menjelaskan hal itu.
Tapi Mihane tetap tidak percaya, ia bahkan memukul Shohei karena berusaha membodohinya. Ia ingat pernah membaca di manga mengenai time slip atau sejenisnya, ia yakin mirip dengan hal itu.
shohei menjelaskan kalau meski Mihane memang bisa melompati waktu, toh nggak akan ada yang percaya jadi ia minta Mihane melupakan hal itu. Mihane tentu saja nggak bisa melupakan semudah itu.

Malamnya di rumah, Mihane sibuk dengan kura-kuranya, ia masih mencoba memegang kura-kura dan menutup matanya, berfikir tentang melompati waktu. Adiknya bahkan bingung melihatnya HAHHAHAHAHAHA.
Mihane menceritakan pada Naho mengenai kura-kura ajaib yang bisa membuatnya  melompati waktu dan adiknya pikir dia gila HAHAHHAAHAH.

Selesai mandi, Mihane mengeringkan rambutnya dan ia menatap dirinya di cermin, ia masih menyesal karena memotong poninya sangat pendek.
Tiba-tiba ada kecoak lewat dan Mihane terkejut. Dalam sekejap ia kembali ke masa lalu tepat saat poninya akan di potong. Mihane masih shock jadi saat poninya di potong ia teriak dan Mihane kembali ke amsa sekarang.
Mihae membesarkan matanya dan berfikir sangat keras, ia jadi mengetahui kalau bukan kura-kura yang membuatnya lompat waktu, tapi dirinya sendiri (karena sekarang dia nggak megang kura-kura).
Mihane menarik nafas dan ingin membuktikan sekali lagi, jadi ia menutup matanya rapat dan WOW, dia melompati waktu ke saat ia akan potong rambut dan berhasil menghentikan rambutnya dipotong aneh HAHAHHAHAHAHAHAHA.


Jadi adegan di awal episode saat Mihane naik sepeda dan hampir menabrak Shohei dan temannya adalah adegan dia pulang sekolah, bukan berangkat sekolah. Pulang sekolah dari salon, ia bahagia karena rambutnya ga jadi di potong. (Eh, nah lho? kalau gitu Mihane dan Shohei belum ketemu di ruag sains donk?)
Keesokan harinya, Mihane sangat senang karena rambutnya kembali seperti semula. Ini di hari yang sama dengan adegan awal episode 1 saat keluarga sarapan sambil menonton TV yang ada berita Atsumi menemukan Oarfish.
Mihane sangat senang rambutnya kembali sementara ibu mengatakan untuk apa ke salon kalau ga potong rambut HAHAHAHAHHA.
Mihane pagi itu juga ke mini market dan melabrak kasir mini market HAHHAHAHHAHAHA, katanya, bang lu punya pacar ya, ga apa-apa sih, rambut gw juga udah balik (HAHAHHAHA, subtitle-nya gaul, jadi lucu).


Mihane juga mulai memperbaiki kesalahan yang ia lakukan di sekolah di hari itu.
Saat pelajaran matematika ia tidak tidur dan mendengarkan, bahkan mengacungkan diri untuk menjawab pertanyaan. Bahkan guru terkejut melihat dia bisa menjawab dengan lancar wkkwkwwkkwkwkw.
Saat pelajaran seni, Mihane berhasil menangkap patung yang ia jatuhkan.
Ia juga sedikit nakal di kejadian air keran, membiarkan temannya menggunakan keran rusak terlebih dahulu. Puas setelah keduanya mengalami hal yang sama dengannya, Mihane akhirnya menghentikan mereka saat mereka akan memutar keran rusak.
Bahkan saat bermain batu gunting kertas dengan Shohei dan Goro, Mihane yang biasanya tak bisa menang kali ini menang telak HAHAHAHAHAHAHAHAHA.

Mereka juga singgah di pangkas rambut keluarga Goro.
Mihane merapikan sedikit rambutnya, sepertinya ia menikmati hari ini. Ayah senang ada anak perempuan yang datang pangkas rambut ke tempat mereka. goro mengatakan sejak Mihane datang kesana bunga bermekaran di pangkas rambut mereka, karena biasanya wanita tidak mau datang kesana LOL.
Shohei sibuk melihat foto keluarga didinding dan melihat foto ayah dan ibu Goro saat masih muda.
Ibu mengatakan kalau ayah sangat tampan waktu masih muda dulu dan Goro mendesah kalau waktu memang kejam. Ibu protes karena dia harusnya memuji ayah karena dia bagian dari keluarga kekekekkek.

Malam harinya mlampu mati di rumah Mihane dan saat ia kembali dari kamar karena mengambil senter, mereka mendengar suara sirine pemadam kebakaran. Mihane dan keluarga melihat ke beranda dan lokasi kebakaran terlihat seperti disekitaran rumah Goro. Karena khawatir, Mihane pergi ke sana.
Untunglah bukan rumah Goro yang kebakaran tapi tempat lain meski sekitaran sana juga. Shohei bahkan datang juga karena khawatir. Lucunya Shohei mengenakan piyama pink polkadot yang membuat Goro dan Mihane manahan tawa wkkkwkwkkwkkww.
Kemudian mata Mihane beralih ke poster Atsumi yang ditempel di tiang listrik. Mihane mendekati dan menatapnya. Goro berkomentar ternyata tanpa talent seseorang juga bisa populer.
Mihane kemudian memikirkan sesuatu, hal nakal dan mengatakan kalau ia juga punya kemampuan.
Shohei dan Gotro bingung. Mihane tidak mengatakan apa-apa, hanya saja ia pulang dengan senyuman karena memikirkan sesuatu yang bagus.

Dan tepat seperti dugaanku, Mihane melompati waktu ke saat oarfish itu ditemukan dan bukannya Atsumi yang diwawancara tapi dia sebagai penemunya.
Tentu saja yang masuk berita besoknya adalah Mihane. Bahkan ayah dan ibunya tidak percaya melihat Mihane di TV nasional. Mihane hanya senyam senyum.
Belum cukup itu, ia juga punya rencana lain untuk membuat dirinya populer dan mengajak Shohei dan Goro membantunya. Mihane ingin menjadi idol, meski ia tak punya talenta, ia ingin jadi idol yang bisa memprediksi sesuatu.
Shohei menatap Mihane curiga.

Jadi Mihane ini ingin jadi terkenal dengan mengupload prediksinya akan kejadian masa depan di internet. Dan tentu saja, ia mengatakan kejadian kebakalan itu, ia bahkan mengatakan tempat dan jamnya. Ia akan mengupload itu ke blog.
Mihane menikati itu, ia juga merekam Goro dan Shohei, mengatakan Goro akan datang juga nanti karena dekat rumahnya, Shohei juga, dia akan pake piyama polkadot. Shohei  membantah, ia tak punya piyama polkadot.
terakhir Mihane merekam kalau pemirsa harus menantikan peristiwa malam ini dan menutup rekamannya.

Dan tentu saja malam itu benar-benar ada kebakaran di lokasi yang sama.
Mihane excited karena ia bisa membuktikan pada Goro tentang hal ini. Goro awlanya masih merasa itu kebetulan sampai Shohei datang dengan piyama pink polkadotnya HAHHAHAHAHAAHAHAHAHA.
Malamnya video Mihane yang diupload di youtube menjadi sangat populer bahkan dalam waktu beberapa sudah ditonton 12 juta orang WOW.
Ia juga masuk ke berita dunia sebagai gadis SMA yang bisa memprediksi kejadian persis seperti yang terjadi.

Saat jam makan siang, tiga sekawan makan bersama di atap, tapi Mihane sibuk dengan Hp-nya melihat komentar netizen tentang dirinya, ia senang karena komentarnya positif XD
Tentu saja ia bahagia karena sekarang ia sangat populer.Goro menyuruhnya berhenti tapi Mihane malah masih mau melakukan hal lainnya.
Goro berkomentar saat meliat Atsumi yang latihan menari tak jauh dari mereka, ia lebih suka orang yang bekerja keras seperti Atsumi menjadi populer dari pada Mihane yang tak melakukan apa-apa. Mihane mengakui kalau ia tidak akan melakukan hal seperti itu untuk jadi populer. Padahal dulu di klub dayung Mihane berusaha keras. Mihane mengatakan ia berhenti karena sakit pinggang, mau bagaimana lagi.
Gro juga mengatakan sekarang Mihane di klub fotografi, apakah ini juga angin-anginan?
Mihane tidak menjawab. Goro bertanya lagi apakah Mihane benar-benar ingin jadi populer. Karena melihat Mihane ia bisa mengetahui kalau Mihane melakukannya tanpa tujuan, hanya untuk bersenang-senang.

Mihane jadi tidak mood pada Goro dan mengatakan Goro tak tahu apa-apa tentangnya, ia meninggalkan mereka.
Tapi sebenarnya Mihane juga memikirkan tentang apa yang ia lakukan ini.
Saat ia dan yang lain berjalan di lorong, ada banyak anak yang menyapa Mihane seperti menyapa artis, tentu saja, dengan tatapan kekaguman.
Goro mengajak Mihane ke tanabata bersama tapi Mihane mengatakan ia ada gathering dengan fans HAHHAHAHHAHA.
Bahkan klub lari menyapa Mihane dengan penuh kekaguman juga, berharap dia datang ke pertandingan.

Sementara itu, Teman Shohei yang sama-sama datang dari masa yang berbeda melihat berita Mihane di TV dan ia tahu ada yang tak beres.
Jadi malam itu ia dan Shohei berdiskusi, ia yakin kalau Mihane bisa melompati waktu, makanya bisa memprediksi masa depan dengan tepat.
Shohei yang sibuk membuat ramuanbaru juga bingung kok bisa. Joi kesal, karena menurutnya ini salah Shohei.
Shohei mengatakan efek ramuan akan lama-lama akan menghilang.

Mihane dan Naho pulang dari suatu tempat dengan sepeda mereka, Naho menceritakan semua temannya kenal dengan Mihane dan Mihane sangat populer sekarang, bahkan mereka ingin punya kemampuan seperti Mihane.
Mihane dan adiknya berhenti di jembatan karena mendengar ada suara sesuatu tercebur ke sungai. Mereka terkejut melihat dari atas jembatan, atsumi di bully oleh teman-temannya.
Mihane terkejut melihat itu, meski adiknya bilang jangan terlibat, Mihane berteriak pada mereka kalau ia akan memanggil polisi.
Mihane turun ke bawah jembatan seteah tukang bully pergi, ia menyapa Atsumi tapi Atsumi tipe pemalu atau mmg ga punya teman ya, dia menunduk dan melewati Mihane begitu saja. Mihane jadi nggak enak.

Malamnya Mihane kepikiran mengenai hal ini. Ia mungkin bertanya-tanya apakah baik baginya dengan kepopuleran ini.
Lalu keesokan harinya, polisi datang ke rumah Mihane. Mereka membawa Mihane untuk diinterogasi karena kejadian kebakaran itu.
Menurut polisi kejadian itu mencurigakan karena persis seperti prediksi Mihane dan bahkan Mihane ada disana benerapa menit sebelum kejadian, jadi mereka menuduh Mihane adalah pelakunya.
Tentu saja Mihane membantah tapi polisi minta dia menjelaskan bagaimana ia bsa tahu kejadian itu persis.
Mihane kali ini jujur dan mengatakan ia bisa melakukan timeslip. Tapi tentu saja itu makin membuat polisi marah karena nggak akan ada yang percaya alasan itu. Tapi Mihane keukeuh, ia terus mengatakan ia bisa time slip.
Lama-lama menyadari kalau ia tidak cocok menjadi idol dan populer. Ia menghela nafas.

Kembali ke hari ditemukannya Oarfish, Mihane mengembalikan keadaan seperti semula. Atsumi lah yang menemukan Oarfish itu dan dia di wawancara tv nasional.
Pagi itu terulang lagi, keluarga Yoshiyama menonton berita di Atsumi di TV.
Mihane juga menonton sambil makan eskrim dan bergumam tidak baik mengambil kebahagiaan orang lain. Naho meminta kakaknya tidak makan eskrim di kulkas karena itu miliknya dan menemukan Mihane sedang makan es krimnya. Naho kesal sekali, Mihane mengatakan kalau nanti ia akan mengembalikannya. Naho kesal sekali, ia mengadu pada ibunya katanya dia pengen nusuk kakanya HAHHAHHAAH
Ibu menyuruh Mihane siap-siap ke sekolah tapi Mihane malah bilang kalau ia mau tidur lagi. Ibu terkejut karena Mihane tidak pernah bolos sejak TK. Mihane tersenyum dan mengatakan absennya tidak akan berubah. Ibu jadi bingung.

Kita lompat hari ke 9 Juli, ini adalah hari perayaan tanabata. Mihane sedang dalam perjalanan ke lokasi kembang api. Ia mengenakan kimono kuning, manis banged^^
Mihane di jembatan menunggu Shohei dan Goro, tapi yang datang hanya Goro. Goro mengatakan kalau Shohei tidak bisa datang jadi hanya mereka berdua. Mihane kecewa sekali karena ini adalah terakhir kalinya mereka bersama-sama. Goro sih oke-oke aja, katanya ayo kita nikmati festival berdua.
Mihane akhirnya mengangguk. kemudian ia bertanya bagaimana pendapat Goro tentang penampilannya hari ini, ia memakai yukata. Goro memuji kalau ia sangat cantik. Tapi Mihane mengatakan kalau Goro tidak perlu terpaksa memujinya HHhehehehhehe.

Goro dan Mihane melihat kembang api bersama-sama di tengah kerumuman. Saking dekatnya, Mihane bahkan menyuapkan Takoyaki ke mulut Goro, Mihane merasa biasa aja sih. Goro bingung kenapa tiap mereka melihat festival menu mereka pasti takoyaki HAHHAHAHAHA. Mihane mengatakan karena itu enak. LOL.
Mereka menatap kembang api bersama-sama dan Mihane bergumam kalau sangat menyenangkan melihat kembang api sebagai gadis SMA biasa. Goro heran, kemarin sepertinya Mihane masih bilang kalau dia pengen jadi idol. Mihane membantah, ia tidak ingin jadi idol HAHAHHAHAHA.
Mihane akan menyumpit takoyakinya dan mengatakan harusnya Goro berterimakasih bisa melihat kembang api bareng dia. Goro sih langsung aja bilang makasih HAHHAHAHA *gue suka cowok ini aww!

kemudian Goro masuk ke percakapan serius. Ia berdiri di hadapan Mihane dan berkata, apakah kau mau menjadi pendampingku? (Biasanya ini diucapkan kalau lagi lamaran minta seseorag jadi istri lho).
Mihane terkejut, tapi kemudian ia tertawa, ia mengatakan Goro bodoh, berfikir itu hanya candaan, tapi Goro mengatakan ia serius, apakah mau menjadi pacarku?
Mihane terdiam lagi, kemudian ia tertawa melihat wajah serius Goro. Goro mengambil takoyaki dari tangan Mihane dan menatapnya dengan serius, bertanya lagi apakah Mihane mau menjadi pacarnya.
Mihane terdiam, ia tidak bisa kabur lagi. Ia mengambil satu takoyaki dan memakannya panas-panas.

Mihane kembali ke beberapa jam sebelum kejadian itu, tepatnya di jembatan saat ia bertemu Goro.
Kali ini Mihane berusaha tidak memulai percakapan dan mencoba tidak akrab, tapi hasilnya sama, Goro memuji yukatanya dan mengatakan ia imut kalau memakai yukata.
Mihane bahkan menjaga jarak dan tidak banyak bicara, bahkan terkesan menghindar. Bahkan saat goro mengajaknya bicara akrab, Mihane hanya menjawab setengah hati.
Goro ternyata memang berniat mengungkapkan perasaan hari itu, ia bahkan menggenggam tangan Mihane, mengatakan biasanya mereka juga pegangan tangan. Tapi Mihane benar-benar tidak mau menerima pengakuan hari itu, jadi ia mencari alasan melepaskan tangan Goro dan berlari membeli takoyaki. Goro hanya bisa mendesah.

Malamnya Goro mengantar Mihane pulang dan mereka masih membahas takoyaki HAHAHHAHHAHAHHA. Kenapa tiap tahun mereka makan takoyaki kalau ke festival.
Lalu tiba-tiba Goro terdiam dan menghentikan langkahnya. Mihane menatapnya. Mihane masih akan membahas takoyaki tapi Goro keburu mengajaknya pacaran lagi.
Mihane kesal kenapa tiba-tiba Goro nembak padahal mereka ngomongin takoyaki HAHHAHAHHAHAHA.
Goro mengatakan sebenarnya sejak tadi dia menunggu waktu yang tepat mengatakannya. Goro mengatakan ia menyukai Mihane dan Mihane pusing sendiri.
Ia menutup matanya dan mencoba kembali ke masa lalu lagi, ia bahkan menjulurkan tangannya ke langit HAHAHHAHAHAHHAHHAHA, bahkan sampai 3 kali Goro mengatakan ia menyukai MIhane dan Mihane belum berhasil kembali ke masa lalu, kasian goro LOL.

Mihane akhirnya berhasil kembali ke jembatan, tepat saat Goro datang datang dan mengatakan kalau Shohei tidak bisa datang. Mihane memotong, aku tidak mau kau bicara tentang pacaran lagi!
Goro bingung. Mihane meyakinkan Goro tidak akan membahasnya dan mengajaknya pergi ke festival. Tapi Goro malah menahan Mihane dan mengatakan kalau memang dari dulu ia ingin jadi pacar Mihane.
Goro mengatakan ia menyukai Mihane, lagi. Mihane kesal karena dia tidak bisa menghentikan Goro, jadi dia menendang Goro sampai jatuh HAHAHAHHAHAHAHAHAHHA. sumpah, kasian Goro, sini peluk peluk.

Mihane akhirnya kembali ke sehari sebelum festival, ia marah pada Shohei karena menolak datang ke festifal. Shohei bingung padahal festifalnya besok. Mihane ingat dia kembali ke masa lalu dan mencoba tenang, meyakinkan Shohei agar ikut ke festifal jangan menolak. Ia bahkan memohon karena kalau Shohei tidak ikut akan terjadi sesuatu yang gawat.
Shohei bingung dan mengatakan kalau ia tidak diajak Goro. Mihane terkejut dan mengerti sekarang, ternyata shohei ga diajak bukannya ga bisa datang agar Goro dan Mihane bisa berdua saja.
Shohei yang tidak tahu apa-apa jadi bingung.

Mihane dan Shohei di atap dan Mihane menjelaskan kalau Goro akan menembaknya saat festifal nanti dan ia tidak ingin hal itu terjadi. Ia dan Goro sudah berteman sejak kecil, jadi ia lebih nyaman mereka ada di hubungan seperti sekarang ini. Ia tak ingin hubungan mereka berubah atau menjadi akward karena pernyataan cinta.
Tapi Shohei malah tidak tertarik dengan itu dan lebih tertarik dengan kata 'cinta', ia bertanya pada Mihane perasaan apa itu, bagaimana rasanya jatuh cinta.
Mihane bingung sendiri dan bergumam kalau ia diskusi dengan orang yang salah HAHAHHAHHAHA.
Ia kemudian mengancam kalau Shohei harus datang ke festifal, pokoknya datang. Mihane meninggalkan Shohei sendirian yang masih tertarik dengan kata cinta.

Shohei makan di rumah seseorang, rumah yang ia masuki di awal episode, dimana ia akan mencuri lavender. Ingatan ibu itu sudah dimanipulasi oleh kemampuannya, sehingga ibu itu fikir kalau Shohei anaknya.
Keduanya makan malam bersama dan Shohei masih membahas masalah cinta. Disini kita mulai diberi petunjuk kalau Shohei datang dari masa 100 tahun yang akan datang, dimana pada masa itu yang namanya 'jatuh cinta' sudah tidak berlaku lagi. Karena itu ia tidak paham apa yang dinamakan dengan cinta.
Ibu mengatakan tidak ada seorang pun yang tidak merasakan cinta, semua akan mengalaminya pada waktunya.

Dikedai keluarga Miura, Maekawa sensei sedang patah hati karena gagal lagi dalam blind date. Ia sedikit mabuk dan menjelaskan ini itu.
Yano sensei datang ke sana untuk makan dan membuat Maekawa sensei terkejut karena Yano sensei juga makan ditempat langganannya.
Awalnya Yano sensei duduk berjauhan tapi paman Miura menyuruh mereka duduk berdekatan, lagian mereka saling kenal gitu.
Akhirnya Yano sensei duduk disamping Maekawa sensei dan keduanya kelihatan bakal ada benih-benih cinta aaaseeeeeeeeek

selesai makan malam, Shohei menghabiskan waktu membaca buku tentang cinta di kamar.
Ia menemukan kesimpulan, jika dalam situasi genting seorang pria dan wanita saling membantu, maka hal itu akan menjadi cinta.
Shohei benar-benar tertarik dengan cinta ini HAHAHHAHA.

Hari festival, Mihane menunggu Goro di jembatan seperti biasa. Goro melihatnya dan tersenyum, meyakinkan niatnya. Ia menyapa Mihane dan menjelaskan Shohei tidak bisa datang, tapi Mihane memotong dan menunjukkan Shohei ada bersamanya. Shohei duduk makan es serut HHAHAHAHHAHAHAHHHA.
Mihane mengatakan kalau ini mungkin festival terakhir mereka, jadi mereka harus pergi bertiga. Goro tersenyum pahit T___T

Melihat kembang api berjalan dengan lancar meskipun kali ini Mihane lah yang kepikiran mengenai Goro yang menembaknya. Tapi ia meyakinkan dirinya hubungan mereka sekarang lebih baik.Lebih baik jika tidak ada pengakuan.
Mereka bertiga menghabiskan waktu bersama-sama dengan gembira. Mereka mengambil foto juga untuk kenang-kenangan.

Shohei menikmati es krim nanas-nya yang menurutnya sangat enak sementara Goro khawatir kenapa Mihane lama sekali membeli takoyaki. Shohei saking menikmati es nya, dia menggoncang-goncang lampion festival dan ternyata talinya akan putus.
Mihane membeli takoyaki di kedai langganannya dan mendengar suara rusuh. Ia melihat lampu lampion jatuh dan terkejut karena itu arah dimana Shohei dan Goro menunggunya.
Mihane berlari dan menerobos kerumuman, ia melihat Shohei terluka, karena tertimpa lampu, ia berdarah. MIhane shock melihat hal itu, ia berteriak panik dan kembali ke masa lalu.

Mihane kembali ke beberapa menit sebelum kejadian, ia masih mengantri di kedai takoyaki.
Ia melihat lampion masih berdiri. Mihane berlari mencari shohei.
MIhane sangat khawatir ia akan terlambat, ia berlari dan berlari sambil memanggil nama Shohei, menerobos kerumunan bahkan sampai terjatuh.
Akhirnya ia melihat Shohei dan segara menariknya, tapi keduanya terjatuh. Shohei bukannya terkejut atau apa kenapa Mihane seperti itu, ia malah mengkhawatirkan es krim nenas nya HAHAHHAHAHHAAHAHHAHA.

Mihane sudah menangis di pelukannya dan Goro datang, heran kenapa Mihane tiba-tiba begitu.
Mihane mengatakan lampu lampion akan roboh dan mengenai Shohei, Shohei terluka dan ia pikir Shohei akan mati.
Mihane benar-benar sangat mengkhawatirkan Shohei. Ia menangis di pelukan Shohei dan Shokei tak tahu harus bagaimana.
Mihane mengatakan ia bersyukur Shohei masih hidup dan Shohei tertawa kenapa Mihane menangis begitu. Mihane kesal dan mengatakan kalau ia mengkhawatirkan Shohei.
Keduanya berakhir dengan tertawa dan tak menyadari kalau Goro menatap keduanya dengan senyuman pahit. awww T__T

Mereka bertiga pulang sambil bercanda dan akan berpisah di persimpangan. Goro menawarkan mengantar Mihane pulang, tapi Mihane menolak, ia mengatakan ia masih marah pada Shohei jadi ia akan pulang bersama Shohei. Goro mengerti dan mereka berpisah.
Setelah mendengar geta Goro berjalan menjauh, Mihane menghentikan langkahnya dan menatap kepergian Goro.
Shohei bertanya kenapa Mihane masih marah padanya. Mihane menatap Shohei cemberut sedih, dan mengatakan kalau ia bohong. Ia hanya tidak ingin pulang bersama goro hari ini.
Shohei mengerti, pasti karena pengakuan Goro. Mihane tersenyum pahit dan mengatakan kalau ia sangat jahat.

Dalam perjalanan pulang, MIhane dan Shohei hanya diam. Tapi Shohei punya narasi dalam kepalanya sendiri, ia berfikir tentang Mihane yang menyelamatkannya tadi, benar atau tidak, Mihane kembali ke masa lalu untuk menyelamatkannya. Ia mengingat wajah Mihane yang aneh saat menangis mengkhawatirkannya, tapi meski aneh, ia senang.
Kemudian seekor anjing membuat Mihane takut dan ia berlindung di belakang Shohei. Tahu anjing itu diikat, Mihane tertawa, kemudian ia ingat kenangan masa kecilnya saat Goro menyelamatkannya, saat Mihane kecil ketakutan karena anjing, Goro yang menyelamatkannya.

Shohei berdiri di hadapan Mihane. Ia mengeluarkan kemampuannya untuk memanipulasi ingatan dan mengatakan kalau dia lah yang menyelamatkan Mihane dan ingatan Mihane berganti, ia mengatakan kalau Shohei lah yang menyelamatkannya.
ANDWEEEEEEE kok jahat sih!!!!! Kenangan berharga ituuuh
Lalu mereka melihat kasir mini marker putus dengan kekasihnya dan Mihane mengatakan itu lah yang ia takutkan jika ia dan Goro lebih dari sekedar teman. Karena cinta suatu saat akan memudar. Bahkan hilang.
Ia mengatakan ia ingin menjadi teman dengan Goro selamanya.

Keduanya terus mengobrol sepanjang jalan dan Mihane bahkan penasaran sejak kapan ia menceritakan semua ini pada Shohei. Shohei mengatakan ia senang Mihane mau berbagi cerita dengannya.
Keduanya tiba di depan rumah Mihane dan akan berpisah. Sebelum itu Mihane berbalik dan membenarkan yukata Shohei, ia mengatakan Shohei cocok memakai yukata hari ini.
Shohei langsung memerah. Ia menatap kepergian Mihane dengan perasaan kahwatir tapi kemudian ia tersenyum.

Kita melihat kilasan kejadian sebenarnya hari itu.
Saat Mihane dan Goro terlambat ke sekolah di awal episode, Shohei sudah ada di dalam kelas. (Nah, jadi siapa yang ditabrak di lorong?).
Ia menatap meja Mihane dan seolah ia sudah mengenali siapa pemilik meja itu (?)
Lalu Mihane dan Goro masuk ke kelas. Mihane menyapanya.
Shohei menatapnya dan narasi Shohei mengatakan kalau sementara ia tak bisa kembali ke masanya, musim panas dan cinta akhirnya dimulai.
Dan saat Mihane pingsan di lab, Shohei sebenarnya disana mencoba membangunkannya.

The End

Komentar:

Oke. Episode pertama sangat membingungkan, bahkan aku juga bingung menulis sinopsisnya bagaimana. Ceritanya tergolong cukup cepat sih dan sering gonta ganti adegan. Yang membuat bingung itu karena  ini masalah timeslip jadi memang harus diperhatikan tiap adegannya kapan dan kapan.
Yang membuat aku bingung adalah pria yang ditabrak Mihane di lorong sekolah, siapa dia?
Dia jelas Shohei, tapi Shihei saat itu dikelas. Atau apakah Shohei yang nanti kembali ke masa-nya kembali lagi ke masa sekarang?
Aku punya pikiran itu karena ini adalah drama time jump HAHHAHAHAHHA

Aku sudah menonton versi anime dan the live action movie. Dorama ini adalah gabungan versi anime dan movie.
Di anime tidak ada yang namanya ramuan, tapi di live action movie memang ada ramuan dari lavender untuk melompati waktu.
Aku penasaran disini ada batas berapa kali bisa kembali ke masa lalu nggak ya?
Kalau di anime ada ditulis di tangan si tokoh utama. Aku lupa kalau di live action movie. Karena aku lebih suka versi anime HAHHAHAHAHAH.
Tapi saat Mihane meminta Goro menggaruk punggungnya, aku curiga ada sesuatu disana hhHAHAHAHHAHA.

Tapi bener sih, ini drama memusingkan. Mungkin karena masih episode 1 kali ya.
Aku harap aku bisa menjelaskan dengan baik HAHAHAHAHAHAHHAha.
Awalnya aku sama sekali tidak berniat menonton dan akhirnya membuat sinopsisnya semuanya karena Goro Chan!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Aku ga peduli kena second lead syndrom atau apa, yang jelas sekarang hati tertuju pada Goro chan. Bisa jadi nanti berubah ya. Tapi sumaph deh dia keren banged huhuhuhuhuhuhuhu.
senyumannya itu lhoooo. Mana ada tahu lalat di dagu dan Miharu juga ada tahi lalat di dagu HAHAHAHHAHA.

Aku sama sekali tidak tahu ketiga tokoh utama, aku sepertinya belum pernah menonton drama/movie mereka. TApi si cwe katanya pernah main di strobe edge sih kekekkekeke.
Jadi menurut aku ini movie underrated banged sampai aku menemukannya.
Aku sudah merasakan feeling J-drama yang aku rindukan. Ya, aku suka tipe drama seperti ini. Ini seperti real meskipun fantasi HAHAHHAHA. Tapi kebanyakan Jdrama memang begini sih ya?

Jadi kira-kira akan dibawa kemana kisah drama ini?
Yang jelas semuanya akan berakhir saat Shohei menemukan ramuan kan ya?
Tapi bisa jadi kalau dia malas membuatnya, karena sudah jatuh cinta pada Mihane. Tapi aku ada di tim goro, aku kasihan sekali melihat Goro yang yakin akan perasaannya tapi Mihane menolak menyataan terus.
Ya alasan Mihane masuk akal sih, tapi hal ini akan berdampak nantinya. Kalau mengikuti trik biasa sih nanti Goro bakal punya pacar trus Mihane merasa kalau mereka menjauh bla bla bla.
Kita-kira bakal begitu nggak ya? HAHHAHAHAHAHA

Di versi anime aku jatuh cinta pada Chiaki, kalau disini itu adalah Shohei. Dan WOW aku gak sangka aku beneran suka sama Goro HAHHAHAHAHAHA.
Aku senyam sneyum sendiri menonton drama ini. Bahkan aku pending menonton UF dan W demi drama ini HAHAHAHAHAHHAHHAAH.
Semoga sekain bagus kedepannya deh. Penasaran soalnya ^^

 
 Karena aku cukup sibuk dengan beberapa hal, jadi mungkin sinopsis Tokikake tidak ada seupdate sinopsis drama sebelumnya, pelan-pelan hehehhehehe. Lagian aku juga mengikutinya terlambat.
Jadi, please no spoiler yaaaaa~~~~ Hehhehehhehehe

Semoga kalian suka dan mengikutinya juga ^^
ayo jatuh cinta pada Goro-chan XD XD





5 comments:

  1. Eh,,, cewenya itu yang main di strobe edge kan....??? yang suka sm kin-chan *lupa namanya di strobe edge sapa :D*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Namanya Maou yang jadi mantannya yang suka sama ninako (yang cowok rambut cokelat)

      Delete
  2. Goro-chan... Itu juga main di Aozora Yell yang bakal tayang Agustus nanti, dan dijamin disana dia lebih keren dengan seragam baseball :D

    ReplyDelete
  3. Btw semangat kak buat sinopnya XD aku tunggu post selanjutnya! Fighting!

    ReplyDelete

 

Random Post

Clover Blossoms Fanpage

In My Radar

Watching :
- We Married as A Job
- Jimi ni Sugoi!
- Weightlifting Fairy
- Goblin
- The Legend of The Blue Sea
- Father I'll Take Care of You
- Beppin-san
- Gochisousan

Waiting Drama:
- Miss in Kiss

Waiting Movies:
- One Week Friends
- Your Lie in April
- Aozora Yell
- Itakiss Movie

Favorite Song This Time :
- Red Cheek Puberty - Galaxy
- Ben - Foggy Road
- Twice - Next Page
- Utada Hikaru - Hanataba wo Kimini
- LYn - Love Story