[Review] Asadora: Mare (2015)


Sangat sulit menemukan mood untuk menulis lagi huhuhuhuhu. Malah asik spazz di sosmed nih. Ga tau kenapa hahahhahaha.

Belakangan ga ada drama yang benar-benar menarik hatiku, sampai membuat addicted ect. Aku juga ga sempat menulis sinopsis, mungkin bakalan kebanyakan review mulai dari sekarang.
satu-satunya yang menarik hatiku dan memang membuatku addicted adalah Age of Youth dan drama itu sudah berakhir beberapa minggu lalu menyisakan hampa di hati HAHAHAHAHA.
Bukan berarti aku ga menoton drama lain. Aku juga menonton hanya saja memang ada masa dimana aku agak bosan dengan k-drama HAHHAHAHAHA.

Nah, karena itu, berhubung kuota malam-ku agak berlimpah mana masa aktif udah mau habis, aku bingung mau download apa dan akhirnya aku memutuskan kembali untuk mencoba drama yang sudah lama sebenarnya ingin aku tonton tapi terus tertunda karena berbagai hal, salah satunya adalah karena episodenya yang banyak. Apakah itu?
Seperti judul postingan ini, drama itu adalah drama jepang atau lebih tepatnya Asadora (drama pagi) berjudul MARE.
Bagi kalian penggemar drama jepang, aku rasa asadora Mare udah ga asing lagi kan, apalagi bagi fans Yamazaki Kento.

Asadora adalah drama pagi yang tayang 6 kali seminggu, berdurasi 15 menit yang tayang selama setengah tahun di Jepang, dan setengah tahun berikutnya digantikan oleh asaodora lainnya. Asadora sudah ada di NHK sejak zaman-zaman dulu dan memang ceritanya selalu bagus dan tidak mengecewakan serta penuh inspirasi hidup. Format asadora selalu sama, tokoh utama selalu seorang gadis yang berjuang untuk mencapai sukses dengan berbagai cobaan.
Jujur saja, aku sebenarnya tidak menonton asadora dan memang nggak tertarik, aku bahkan baru tahu Oshin adalah asadora setelah aku mengenal asadora Amachan.
Ya, satu-satunya asadora yang aku tonton sampai tamat adalah Amachan dan aku sudah membahas di postingan terdahulu. Aku jatuh cinta pada Amachan dan berhasil menyelesaikan 156 episodenya.
Dan sepertinya kali ini asadora yang berhasil aku tamat-kan bertambah 1, yaitu MARE.

Dalam postingan akhir tahun, aku membahas kalau sejak tahun lalu aku sangat tertarik dengan Mare. Aku mencoba menontonnya setelah aku menyelesaikan Amachan. Tapi ternyata aku hanya menonton minggu pertama (6 episode) dan setelah itu aku tidak melanjutkannya karena masih berat hati. Mendownload drama 156 episode adalah hal yang sangat sulit HAHAHHHAHAHA
Tapi karena setelah AoY tamat, aku benar-benar butuh drama yang fresh, akhirnya aku mendownload lagi dan WOW, akhirnya semalam aku berhasil menyelesaikan 156 episode itu. Masih ada episode special dan aku belum mendownloadnya heheheehhehe XD

Pada kesempatan kali ini, aku akan mereview sedikit mengenai asadora Mare dan mungkin akan ada spoiler ending disini, hehehehehehe.

Noto-hen

Tsumura Mare adalah nama seorang gadis kecil yang lahir di keluarga miskin di Tokyo, ditulis dari kanji 'harapan' dan 'mimpi' oleh sang ayah, dengan harapan anaknya akan mempunyai mimpi yang besar suatu hari nanti.
Tapi alih-alih punya mimpi yang besar, Mare tumbuh menjadi gadis yang benci akan impian. Hal ini dikarenakan ayahnya, Tsumura Toru, adalah seorang ayah yang bersemangat akan impiannya dan selalu berusaha mengejar mimpinya untuk sukses dan berbisnis yang berujung gagal dan menambah hutang keluarga, membuat mereka miskin dan tak punya pilihan selain pindah ke sebuah pedesaan di semenanjung Noto, desa Stota.
Pindah ke sebuah desa dimana tidak ada seorangpun yang mengenal mereka disana adalah hal yang cukup sulit. Tentu saja para warga curiga mereka lari dari hutang lah, atau hanya sok sok pindah sebentar kemudian nggak tahan dan nanti kembali ke kota dan lain-lain.
Tapi keluarga Tsumura sudah memutuskan kalau Noto adalah pelarian terakhir mereka, apapun yang akan terjadi mereka akan menetap disana.

Keluarga Tsumura kemudian berkenalan dengan keluarga Okesaku yang mempunyai sebuah ladang garam tradisional yang sudah ada sejak zaman Edo. Mare sangat menyukai hal ini, karena menurutnya begitulah sebuah pekerjaan, dikerjakan perlahan-lahan. Meski awalnya keluarga Tsumura tidak diperbolehkan menyewa kamar lebih dari 3 hari, tapi kegigihan Aiko merayu Okesaku Fumi dan juga Okesaku Ganji yang tertarik dengan kepolosan dan semangat Mare membuat mereka perlahan-lahan diterima di desa.

Di Noto, Mare bertemu dengan banyak orang-orang baik dan juga teman-teman barunya. Diantaranya adalah keluarga Kuramoto yang membuka sebuah salon dan anak mereka seusia Mare, Ichiko; keluarga Teraoka si tukang pos dan anak mereka Minori; keluarga nelayan Kado dan anak mereka Yoichiro, Takashi Futaki, Kontani Keita dan lain-lain. Anak-anak mereka seusia MAre. Meski awalnya mereka tampak tak bersahabat dan karena Mare dianggap orang luar, Mare tidak bisa masuk dalam lingkaran sahabat sejak lahir itu. meski ia kadang merasa terasing, tapi ia selalu mengikuti mereka, lebih tepatnya, awal mereka akrab adalah karena anak-anak desa memaksa Mare mengikuti mereka hehehehhehe.
Tapi gadis pembenci mimpi dan orang luar itu lama-lama akrab dengan mereka dan menjadi sahabat.

Ayah Mare sendiri, Toru demi keluarga memutuskan bekerja di Ladang Garam. Tapi karena kekuatan fisiknya yang sangat lemah, ia kesulitan dengan pekerjaannya. Ladang garam diliburkan selama pertengahan musim gugur sampai pertengahan musim semi, jadi Toru memutuskan ke Tokyo selama libur itu untuk mencari pekerjaan sampingan. meski awalnya Aiko ragu, ia akhirnya memperbolehkan Toru ke Tokyo. Dan 6 tahun sejak saat itu, Toru tidak pernah kembali ke Noto.

Setelah menghilangnya Toru, Aiko, Mare dan adiknya Ittetsu berjuang untuk hidup di Noto. Bagi mereka, keluarga mereka hanya lah mereka bertiga dan mereka sudah melupakan Toru. Mare sudah menjadi siswa SMA tingkat akhir dan menjadi siswa SMA paling sibuk di Noto. Pagi-pagi ia akan memberi pengumuman, kemudian membantu Fumi di ladang, ke pasar berjualan, lalu ia ke sekolah dan pulang sekolah ia bekerja paruh waktu di sebuah cafe kecil di pasar. Hal ini tentu saja demi keuangan keluarga. meski ia dan dan ibu bekerja sepanjang hari, tetap saja uang mereka masih kurang.
Sampai suatu hari Toru kembali ke desa dan mengatakan alasannya kenapa ia tidak kembali selama 6 tahun ini, karena punggungnya sakit jadi ia tak bisa bekerja di ladang garam. Meski keluarga masih marah, tapi mereka akhirnya menerima kehadiran Toru kembali.

Mare sendiri tidak mempunyai impian yang tinggi. Setelah lulus SMA, ia akan bekerja menjadi PNs di balai kota. Meski ayah menentang karena ia harap Mare punya impian, tapi Mare memang sudah memutuskan hal ini sejak lama. Dengan bekerja sebagai PNS, gaji pasti tiap bulan, maka keuangan keluarga setidaknya setiap bulan akan aman. Tapi ternyata pekerjaan ini cukup sulit untuknya. Meski begitu Mare berusaha menikmatinya.
Tapi sebenarnya Mare punya impian saat ia masih kecil dahulu. Ulang tahunnya sama dengan ayahnya, 10 Agustus, di hari ulang tahunnya ke-5, ayahnya pulang membawa cake dengan hiasan penyihir peri diatas cake dan saat mencicipi cake itu, Mare merasa cake itu sangat enak dan langsung memutuskan kalau ia ingin menjadi ahli kue saat besar nanti.
Tapi impian tinggal impian, karena mereka sering pindah kesana kemari dan lagi kehidupan sulit, Mare melupakan impiannya.

Lebih tepatnya ia mengubur impiannya.
Meski ia sangat menikmati membuat cemilan untuk sahabatnya dan membuatkan cake saat ulang tahun atau momen special, tapi ia tetap menyimpan dalam hati karena prioritasnya adalah keluarga. Meski begitu, wajahnya tidak bisa berbohong, wajah Mare paling bahagia saat ia membuat kue dan saat mendengar dari orang yang mencicipi kue-nya, kalau kuenya sangat enak.
Mare dalam beberapa ttitik sebenarnya iri pada sahabatnya yang mempunyai impian masing-masing. Meski impian itu kecil dan tak pasti tapi semuanya bersemangat. Seperti Ichiko yang punya impian bekerja di Tokyo sebagai model, Keita yang sangat menyukai pernis dan ingin menjadi nomor 1 di dunia, Takashi yang suka menyanyi, Yoichiro yang ingin jadi nelayan menggantikan ayahnya dan Minori yang ingin bekerja di kantor pertanian dan menikah dengan penduduk lokal.

Mare sebenarnya pernah mencoba menantang dirinya dengan mengikuti seuah kontes membuat cake. Ia tidak mengatakan pada keluarganya karena ibu akan marah kalau tahu Mare mengikuti kompetisi (ibu pernah mengatakan ia tidak setuju Mare menjadi ahli kue, ibu sebenarnya bohong, ia hanya ingin melihat kesungguhan Mare). Kontes pertama yang ia ikuti, Mare kalah tentu saja. Tapi dia adalah gadis yang unik, ia mengikuti sang juri untuk menanyakan bagian mana dai cake yang ia buat, yang salah.

Kedatangan nenek Mare (ibu Aiko) ke Noto membuat impian Mare makin terlihat. Nenek Mare adalah seorang pattisier di Perancis dan punya hubungan buruk dengan Aiko. Ia ke Noto untuk berbaikan dengan puterinya. Dari sana Mare tahu kalau ahli kue, impian kecilnya adalag seorang pattisier dan ia sangat menyukai cake buatan neneknya bahkan neneknya menilai cake buatannya.
Melalui berbagai tahapan menemukan, meyakinkan diri dan mengambil resiko, dengan berderai air mata Mare mengatakan pada ibunya kalau ia ingin menjadi seorang patisier.
Dengan izin keluarga dan dukungan semuanya, Mare berangkat ke Yokohama untuk menjadi seorang patisier.

Yokohama-Hen.

Tujuan Mare adalah menjadi patisier no. 1 di dunia. Langkah pertama yang ia lakukan adalah ia ingin magang di toko kue dimana ayahnya membeli cake saat ulang tahunnya yang ke-5. Tapi ternyata rasa kuenya sudah berubah dan Mare tidak menyerah ingin menemukan tempat dimana saat ia mencicipi kue-nya ada sensasi tertentu.
Pencarian itu membawanya ke sebuah toko kue bernama Ma Cherie Chou Chou. Ternyata patisier disana adalah juri saat kontes dulu, Ikehata Daigo yang terkenal aneh, suka marah-marah, kata-kaanya sangat kejam dan menyeramkan. Meski awalnya di tolak magang disana, tapi dengan semangat dan pantang menyerahnya, Mare akhirnya di perbolehkan Magang disana.

Mare kemudian berkenalan dengan keluarga Ikehata, Wako, Minami, Daisuke, Chef masakan China di restoran china Wako, Sous Chef Toko, Chef muda Asai dan lain-lain. Ia tinggal di penginapan untuk pegawai milik Wako-san, Istri Daigo.
Di Ma Cherie Chou Chou lah Mare memulai jalannya menjadi patisier, mulai dari pekerjaan kecil seperti bersih-bersih dan membuang sampah, sampai akhirnya ia diperbolehkan masuk dapur untuk mencuci peralatan dan dipercaya membuat merenge dan lain sebagainya. Mare termasuk murid yang cepat meningkat keterampilannya dan membuat Daigo sangat menyukainya.
Meski begitu, Mare pernah sekali kembali ke Noto karena putus asa tapi akhirnya ia kembali ke Yokohama kembali.

Mare's Love Story

Kisah cinta Mare dimulai sejak ia bertemu kembali dengan Keita setelah berpisah 8 tahun lalu. Pertemuan pertama mereka adalah di pasar, karena penis wajima. 8 tahun berpisah, keita ternyata menyukai semangat Mare sejak dahulu, saat Mare baru pindah ke Noto, saat itu Keita galau karena akan pindah sekolah, tapi Mare memberinya semangat. Tentu saja pertemuan kembali mereka setelah 8 tahun, Keita masih menyukai MAre dan dengan jelas Keita menyatakan perasaannya pada Mare. Tapi Mare masih polos ternyata, ia menolak Keita dengan alasan badannya gatal-gatal saat Keita menembaknya HAHHAHAHAHAHA.
Kisah cinta Mare dan Keita sangat populer di Noto, karena diumumkan di pengeras suara oleh Fumi-san, karena Mare belum menjawab pernyataan cinta Keita HAHHAHAHAHAHA.

Mare sebenarnya tidak pernah menolak Keita secara langsung. Tapi tindakannya membuat dia terlihat seperti itu. Banyak yang mengira kalau Keita di tolak karena Keita pria yang penuh dengan impian dan matanya berbinar-binar kalau bicara tentang pernis. Sementara Mare adallah gadis yang sangat membenci impian. Tapi Keita tahu Mare sangat menyukai cake dan ia tahu kalau impian Mare adalah menjadi ahli kue/patisier. Tapi saat itu, Mare masih memikirkan keluarganya jadi ia mengubur impiannya membuat Keita merasa Mare sudah berubah sejak pertama kali mereka bertemu saat kelas 5 SD.

Tapi ternyata Mare memang menyukai Keita. Di hari dimana ia memutuskan mengatakan perasaan sesungguhnya, ternyata Keita dan Ichiko sudah berpacaran. Mare patah hati untuk pertama kalinya.
Kedua kali ia patah hati adalah saat kembali ke Noto dan melihat Keita menyatakan perasaannya pada Ichiko. Ichiko dan Keita termasuk pasangan yang sering bertengkar. Itu karean Keita tidak tegas, atau bisa aku bilang sih agak gimana ya, ga yakin sama perasaan?
Jadi ceritanya  keita ini kan suka Mare, tapi karena berfikir ia ditolak, ia pacaran dengan ichiko. Nah, aku memikirkan mungkin ini pelarian, tapi ternyata Keita memang menyukai Ichiko, hanya saja hatinya masih untuk Mare dalam artian, ia memikirkan Mare sebagai orang yang special.
Saat Mare akan berangkat ke Yokohama untuk menggapai mimpinya, Keita memberikan sumpit pada Mare, hasil pernis pertamanya.

Nah, Ichiko tahu akan hal ini dan tentu saja Ia sangat marah pada Keita. Tapi Keita ini tidak mengerti salahnya dimana. Karena Keita pikir salahnya adalah memberikan Mare sumpit hasil pernis-sannya, ia pun memberikan Ichiko satu. Nah tentu saja Ichiko makin kesal, karena itu sama saja menganggapnya yang kedua. Apalagi saat Ichiko tahu kalau Keita mengirimkan kartu ucapan menyemangati Mare saat Mare memutuskan kembali ke Yokohama.
Karena masalah memang menjadi rumit, Mare memutuskan benar-benar melupakan Keita. Ia menyimpan sumpit yang diberikan Keita.

Ditengah hati yang galau dan patah hati, Daisuke muncul ke kehidupannya. Sebenarnya pertama kali Mare dan Daisuke bertemu adalah hari pertama Mare pindah ke Yokohama, di kamar yang ia sewa, Daisuke yang mabuk menciumnya (di hari yang sama Keita juga mencium Ichiko T___T).
Mare sangat tidak menyukai Daisuke karena menurutnya Daisuke itu pemalas dan tak punya semangat untuk hidup. Mare paling benci orang yang mencari alasan untuk tidak bekerja.
Tapi lama kelamaan, Mare merasa terbiasa dengan Daisuke (oia, Daisuke ini anak Chef Daigo). Daisuke tipe pria yang langsung mengatakan apa yang ia pikirkan. Ia banyak membantu Mare secara langsung maupun tidak langsung. Bahkan Mare sempat berdebar pada Daisuke saat Daisuke ada di hadapannya dan mengucapkan 'Ohayo' saat ia terbangun. AWWWWWWWWWWWWW Adegan yang beneran bikin aku gigit bantal karena sweet banged tapi aku di tim Keita jadi agak kesel juga, tapi cant helping but love him HAHHAHAHAHA.

Wako-san (ibu Daisuke dan Minami/ istri Daigo) pernah mengatakan kalau alasannya menikah dengan Daigo adalah sederhana, saat ia terbangun di pagi hari karena kelelahan, Daigo ada disampingnya dan mengucapkan selamat pagi, saat itu ia yakin kalau ia akan menikahi pria itu.
Nah, ini membuat Mare sangat galau karena ia berdebar dengan Daigo.
Tapi untung saja hal yang sama terjadi di Noto. Saat Mare kembali ke Noto untuk upacara kedewasaan, anak-anak mabuk di rumah fumi-san, dan pagi hari saat terbangun, Keita disamping Mare mengucapkan 'ohayo/selamat pagi' dan membuatnya berdebar-debar juga KYAAAAAAAAAAAAAAAAAa!!!!!

Karena Mare masih memikirkan sahabatnya Ichiko, Mare memutuskan pacaran dengan Daisuke meski itu artinya Minami akan menjadi musuhnya. Minami adalah adik tiri Daisuke yang menyukai Daisuke. Minami tidak menyukai bagaimana Mare mempermainkan kakaknya. Ia tahu Mare menyukai Keita tapi malah pacaran dengan kakaknya. Ia benar-benar akan membenci Mare jika Mare menjadikan kakaknya sebagai pelarian.
Hanya 1 hari pacaran, Mare memutuskan Daisuke karena ia tidak bisa membohongi perasaannya.
Saat konser Takashi, Mare dan Keita datang melihat. Dan disanalah Mare mengkonfirmasi perasaannya pada Keita, kalau ia menyukai Keita.

Mare dan Keita resmi pacaran tapi mereka harus segera berpisah.
Keita ke Yokohama saat itu hanya untuk pameran pernis. Di hari mereka berpisah mereka berjanji kalau mereka tidak akan saling menghubungi selama 2,5 tahun dan fokus pada karir dan impian mereka. Setelah mereka cukup matang dan merasa masih mencintai satu sama lain, maka pada tanggal yang ditetapkan mereka akan bertemu kembali di Noto.

2,5 tahun berpisah di hari pertemuan pertama keduanya, Keita membawa Mare ke rumah keluarga dan meminta izin menikahi Mare. HAHAHAAHHAHA. tentu saja semua orang sangat terkejut dan shock, apalagi Mare sendiri. Ternyata maksud Keita itu setelah 2,5 tahun kalau mereka ketemu lagi tuh langsung nikah, nah Mare ngiranya konfirmasi perasaan ya pacaran dulu gitu.
Awalnya Mare menolak begiu juga keluarga. Tapi Keita tetap memaksa dan memberikan alasan yang masuk akal juga sih. Ia hanya ingin punya ikatan dengan Mare dan ia berjanji akan terus mendukung impian Mare.
Akhirnya Mare setuju da keduanya menjalani hubungan pernikahan jarak jauh.

Tapi hal itu tidak berlangsung lama. Ada masalah yang terjadi di Nushiya (tempat membuat pernis wajima namanya Nushiya, seperti rumah pemilik gitu). Kakek Keita jatuh sakit, mereka punya pesanan dari paris untuk pernis porselin, penunjukan pengganti Yotaro juga. Keita menanggung semuanya dan kesehatannya memburuk, ia jatuh sakit.
Sedangkan Mare sedang dalam tahapan yang serius, dimana ia menjadi sous chef saat ini dan Daigo memintanya belajar ke Paris. Impian para patisier tentu saja belajar di Paris. Tapi Mare masih memikirkan hal itu dan belum memberi keputusan.
Ia kembali ke Noto setelah tahu Keita sakit dan mengetahui semua permasalahan disana.
Mare merasa tidak bisa tinggal diam saja melihat suaminya mendapat masalah dan dengan keputusan yang sangat berat, ia harus berhenti menjadi patisier untuk mendukung suaminya.
Meski Keita menolak, tapi Mare bersikeras, ia hanya akan berhenti sampai keadaan Nushiya membaik, kemudian ia akan menjadi patisier lagi.

Perpisahan Mare dan keluarga di Yokohama sangat mengharukan.
Daigo meski kelihatan keras hati tapi ia sangat memikirkan Mare. Ia sangat menyukai Mare dan ingin Mare tetap menggapai impiannya. Untuk kelulusannya, Mare membuatkan roll cake, tapi Daigo tetap mengatakan rasanya tidak enak, bahkan setelah ia membuat berkali-kali.
ternyata bukan karena tidak enak, tapi karena DAigo tidak rela Mare meninggalkannya. Sejak Mare datang, Daigo menemukan semangat barunya. Mengajari Mare memberikan semangat padanya untuk melihat apa lagi yang akan Mare buat dan itu juga membuat kemampuannya meningkat.
Meski akhirnya ia merelakan Mare pergi, ia memberikan pisau pribadinya pada Mare dan berharap Mare suatu hari menggunakannya untuk membuat cake terbaik di dunia.

Back To Noto

Kembali ke Noto, Mare tinggal di Nushiya menjadi nyonya pemilik. membersihkan rumah, memasak, membungkus pesanan dna melakukan tugas-tugas lainnya. Meski ia tidak bisa melakukannya dengan baik tapi ibu mertuanya membantunya. Ibu mertuanya sangat membenci Mare awalnya, tapi sebenarnya dia baik.
Mare melakukan tugasnya dengan baik dan juga mendukung keita. Keita memang mendapat banyak masalah seperti di tentang menjadi penerus Yataro kakeknya, juga ayahnya yang akhirnya menjadi penerus ternyata untuk mendukung kesuksesannya menjadi walikota dan juga pesanan dari paris yang dibatalkan.
Tapi dengan semangat pantang menyerah Keita, akhirnya Keita bisa melakukan semuanya dan ia berhasil. Mare sebagai sang istri terus mendukungnya.

Keita tentu saja tidak melupakan impian Mare. Sebagaimana ia meraih impiannya, ia juga ingin Mare melanjutkan mimpinya Tapi meninggalkan nushiya adalah hal yang berat.
Toru yang gagal dalam bisnisnya dan benar-benar menjadi Toru yang tak bersemangat, tiba-tiba menemukan semangat barunya saat Ganji-san mengatakan ia akan pensiun dari ladang garam dan ingin Mare mengambil alih menjadikannya toko kue. Tapi tentu saja Mare menolak karena ladang garam adalah kehidupan bagi Ganji. Dan pada akhirnya Ittetsu lah yang mengambil alih ladang garam. Memang tak semudah itu, Ittetsu harus melewati berbagai hal dan juga dengan penolakan Ganji, ia berusaha meyakinkan Ganji. Ittetsu sendiri melakukan itu demi Ganji, ia ingin mejadi penerus dan menjaga ladang garam itu, juga demi Minori yang sedang hamil anak mereka.

Pemilik cafe tempat Mare bekerja paruh waktu dulu juga akan pensiun dan meminta Mare mengambil alih tokonya. Hal ini membuat toru bersemangat membangunkan rencana bisnis untuk Mare. Meski Mare tetap menolak, tapi saat ayahnya kembali menghilang karena sesuatu, ayahnya hanya meninggalkan rencana bisnis itu untuknya. Dengan dukungan dari Keita, mereka memutuskan membuka toko kue untuk Mare. Dukungan dari warga, sahabat dan keluarga akhirnya, Mare kembali menjadi patisier. Meski begitu ia tidak melupakan tugasnya sebagai ibu pemilik, jadi ia hanya membuka toko 5 jam, dan berikutnya ia bekerja di Nushiya.

Tapi membuka toko kue perancis di pedesaan tentu saja tidak semudah yang dibayangkan. Harga kue perancis sangat mahal, warga juga tidak setiap hari bisa membelinya, toko kue Mare sepi dan bahkan emngalami kerugian. Padahal ia meminjam uang di bank untuk modal. Tapi ia tetap berusaha dengan bantuan para sahabat dan adiknya mempromosikan toko. Sangat tidak mudah, tapi semangat mereka benar-benar diacungi jempolan, Apalagi Keita yang mendukung penuh istrinya.

Masalah baru muncul saat Mare hamil. Awalnya ia akan kembali bekeja di toko setelah 3 bulan melahirkan. Tapi tentu saja menjadi seorang ibu tidak semudah yang kita bayangkan. Apalagi Mare melahirkan anak kembar. meski 2 kali kebahagiaan, tapi mereka mengalami 2 kali kesulitan. Mare sempat menyerah akan impiannya menjadi patisier karena dia seorang ibu sekarang. Merawat anaknya dan juga Nushiya sudah  sangat berat untuknya, ia tak punya waktu untuk membuka toko. Apalagi saat Ayumi kecil jatuh skait karena demam tinggi saat ia membuat cake di toko untuk pesanan pelanggan, Mare hampir kehilangan nyawa karena khawatir terjadi sesuatu pada anaknya. Mare sangat mencintai keluarganya tapi ia juga mencintai pekerjaannya. Jika disuruh memilih salah satu, ia tidak bisa.
Tapi Keita sang suami tetap mendukung sang istri untuk berkarir demi mimpinya. Jadi ia mencari jalan keluar bagaimana Mare bisa menjalankan toko + mengurus anak. Dengan dukungan sang suami yang meyakinkannya, akhirnya Mare memutuskan kembali membuka Toko.

Lalu bagaimana akhir kisah perjalanan Mimpi Mare?
Bagaimana dengan menjadi patisier no 1 di dunia? Apakah ia bisa menggapainya? Menjadi seorang ibu dan patisier?

Mare benar-benar drama yang mebginspirasi. Ini seperti kita yang mungkin masih tersesat, apa impianku/
mengajarkan kalau impian bukan hanya tentang aku ingin menjadi apa, aku ingin bekerja disini tapi bisa juga hal-hal kecil seperti aku akan ingin pergi ke paris suatu hari nanti, atau aku ingin membuat keluargaku bahagia dan tersenyum.
Hanya karena berkeluarga bukan berarti.seorang ibu harus menyerah akan impiannya. Hal yang paling pentig adalah dukungan keluarga dan kemauan yang kuat. Tapi tentu saja kita tidak boleh melupakan kodrat sebagai seorang ibu. Mare tahu ia tidak akan bisa sukses dengan keduanya, menjadi ibu dan patisier, tapi ia tetap ingin mencobanya, karena jika tidak dicoba maka kita tidak tahu bisa atau tidak. Ia tetap menjadi ibu yang baik untuk anak-anak, istri yang baik untuk suami tercinta, anak yang baik untuk keluarganya dan juga impiannya menjadi patisier, ia tidak menyerah akan hal itu.
Opening song Mare juga sangat bagus liriknya. Aku rasa aku memang memutuskan menonton drama ini dulu karena Openingnya bagus. Bahkan meski saat itu aku ga jadi menonton, tapi Marezora tetep jadi playlistku HAHHAHAHA

Begitu banyak cobaan dalam hidup Mare. Dia lahir dari keluarga miskin, membenci impian, tapi ia punya mimpi meski harus memikirkan banyak hal sebelum merealisasikannya. Pada akhirnya ia ada di tahap akan menggampai impiannya, ia terhalangi dengan banyak hal. bukan berarti ia menyesal menikah dengan keita atau melahirkan si kembar, tapi keluarganya adalah kebahagiaannya juga. Ia bahagia menjadi seorang ibu dan bahagia masih bisa bekerja di toko kue. Aku sangat menyukai Tokoh Keita sebagai suami disini. Mare mendukungnya dengan tulus dan Keita juga medukung saat istrinya sangat terpuruk. Tapi Keita juga memarahi Mare jika Mare melakukan kesalahan. Seperti saat Mare mengatakan ia bisa melakukan keduanya, sebagai seorang ibu dan sebagai patisier, Keita mendukung penuh hal itu. Tapi saat Mare membentak anak mereka, Keita sangat marah padanya, karena ia mendukung Mare tentu saja ia berharap Mare tetap menjaga janjinya.

Dalam drama ini, meski berpusat pada Mare, tapi masalah bukan hanya  masalah Mare dan keluarganya.
Kita juga nelihat masalah keluarga Okesaku, yang hanya punya 1 anak yang bekerja di Tokyo. Pulang setelah sekian lama malah ingin menjual ladang garam.
Masalah para sahabat juga ada. Ichiko dengan impiannya yang ingin ke Tokyo, meski audisi berkali-kali ia tetap gagal. Ia benar-benar iri pada Mare dan bahkan pernah mencoba menghancurkan gadis itu. Tapi pada akhirnya masalahnya terselesaikan dengan baik.
Minori yang menemukan impiannya, menikahi pria lokal yang ternyata adalah Ittetsu,ditentang oleh seluruh keluarga karena Ittetsu masih terlalu muda.
Yoichiro yang tak bisa melupakan Ichiko dan bahkan tidak menikah sampai drama ini berakhir HAHHHAA.
Takashi yang jarang bicara tapi sukses dalam karirnya sebagai penyanyi dan aktor, ternyata menyimpan rahasia kisah cintanya yang membuat aku ternganga HAHAHAHAHA.

Festival yang menunjukkan perasaan Keita pada Mare. Melihat dia menatap Mare awwwwww my heart <3

Para sahabat minus Ichiko <3
(dr kiri ke kanan) Yoichiro, Keita, Mare, Minori, Takashi :)

Noto's friends <3
Takashi, Yoichiro, Keita, Ittetsu, Ichiko, Mare, Minori.
Mereka adalah penerus generasi Noto selanjutnya :)

Ini Keita saat menembak Mare <3
Mare sebenarnya udah feeling juga sih, makanya dia nyiapin cake untuk Keita.
Tapi kalau ga salah cara nembak Keita ini justru mirip melamar gitu. Jadinya Mare gatal-gatal HAHAHAHHAA

 Aku suka banged sama mereka huhuhuhuhuhuhuhu XD
Karena aku nonton Orange dulu baru Mare, chemistry mereka di Mare lebih WAH. Dan lagi di Mare Yamaken tuh bukan cowok keren yang sempurna, jadi beda banged sama karakter dia di movie-movie dia yang aku tonton. Jadi beneran aku suka banged sama Keita <3
Keita saat mendengarkan jawaban pernyataan cintanya HAHAHHAHA
Fumi-san menyuruh Mare menjawab, Mare ga tau kalau disambungin sama mike pengumuman desa wkwkkkw
Kapan lagi bisa liat Yamaken kaya gini XD

Ohayo dari Daisuke.
Banyak yang ada di tim Daisuke sih, tapi aku tetap Keita. Bukan karena aku suka yamaken ya, tapi mmg dari awal aku suka sama karakter Keita. Tapi aku juga suka sama Daisuke sih, tapi memang yang cocok sama Mare tuh keita. Dari opening kita udah liat sih, ada pernis-nya kan, udah ketahuan kemana akhirnya hehheheheheheeh

Ohayo dari Keita juga nggak kalah bikin doki doki kok <3
Awalnya aku sempet kesel juga masa yang dikasi momen deg degan cuma Daisuke, eh taunya Keita juga dikasi wkkwkwkkwkwkw

Mare mengkonfirmasi perasaannya untuk Keita <3
Disini mereka menonton Takashi yang lagi manggung dan lagu Takashi menggugah hati Mare untuk mengatakan yang sebenarnya kalau dia suka pada Keita awwwww

Pertemuan pertama setelah 2,5 tahun.
Kembali ke Noto pada saat ini benar-benar sangat berat. Tapi Mare meyakinkan dirinya karena ini adalah hari yang di janjikan <3

Perayaan pernikahan Mare dan Keita <3
Mereka hanya mendaftarkan pernikahan, mereka tidak melakukan pesta pernikahan. Dan lagi setelah ini mereka akan menjadi hubungan pernikahan jarak jauh hehehhehehe

Malam pertama HAHHAHAHAHAHAHHAHA

Ugh!
Aku suka banged sama adegan ini, banged banged banged!!!!
Ini adegan dimana Keita meyakinkan Mare untuk kembali pada impiannya menjadi patisier. Kiss nya itu lhoooo sweeeet banged.
Pokoknya fans yamaken harus nonton nih!

Mare hamil dan tetap menjalankan toko kue miliknya <3
Saat Mare ketahuan hamil, semuanya sangat bahagia, tentu saja.
Sepertinya keluarga Tsumura kalau hamil sukanya kentang, Minori juga gitu wkkwkwkwkw.

Keluarga Kontani <3
Mare, Keita dan baby Ayumi & Takumi^^

Keluarga Kontani tahun 2015 <3
Awwwww. Aku suka banged sama Ayumi. Ayumi penuh semangat seperti ibunya. Kalau Takumi dia orangnya lebih tenang, sepertinya ga menurun dari Mare atau Keita, mungkin dari Ibunya Keita kali ya? HAHHAHAHAH
aku suka mereka juga membahas mengenai Ayumi dan Takumi. Bagaimana Takumi menjadi anak yang takut gagal tapi Keita dan Mare berusaha menunjukkan tidak apa-apa kalau gagal :))

Pernikahan Mare dan Keita <3
Ganji-san sangat tergila-gila dengan matsuri jadi ia dan yang lain merencanakan mengadakan pesta pernikahan untuk Keita dan Mare, karena mereka memang tidak mengadakan pesta. Mare mengatakan ia sangat senang bisa melakukannya sekarang karena mereka bisa mengadakan pesta bersama anak-anak mereka <3

Aku sangat merekomendasikan Mare untuk kalian yang sangat menyukai drama keluarga dan tentang impian, mengejar mimpi. Tentu saja drama ini juga ada sisi romantinya, tapi jangan terlalu berharap banyak, karena fokusnya memang ke impian sih ya. Tapi Tao dan Kento benar-benar awwwwwwww aku suka banged sama mereka berdua. Aku mengerti kenapa banyak yang ship mereka berdua setelah Mare berakhir. Karena chemistry mereka sebagai Mare dan Keita benar-benar sangat bagus. Aku rasa aku akan menjadi shipper mereka. Mereka jadian di real life kan ya? KYAAAAAAAA!!!!
mereka juga cocok dan terlihat bedanya memerankan remaja 17 tahun, 20 tahunan dan 30 tahunan.Satu-satunya yang terlihat sama sejak awal sampai akhir sih Aiko/Ibunya Mare hahahhaha

Seluruh cast melakukan pekerjaannya dengan baik. Tentu saja karena ini asadora, aku dengar dari yang langganan nonton asadora sih, asadora belum ada yang mengecewakan. aku rasa bagus sekali 15 menit 1 episode, karena memang tidak ada part boring dalam asadora. Aku sangat menyukai Mare dan memberikan feel yang berbeda saat aku menonton Amachan. Kalau di Amachan ada yang kurang, kisah cinta kurang di bahas dan lagi endingnya aku rasa tidak begitu memuaskan, tapi karena tujuan Amachan memang itu, ya memang begitu.
Banyak yang membandingkan Amachan dan Mare, tapi menurutku ini dua hal yang berbeda. Kalau di Amachan, Aku punya dua impian, menjadi Ama dan Idol. Kalau di Mare, pondasinya kuat, tentang anak yang ga punya mimpi dan bagaimana ia mencari apa yang ia impikan dan sedikit demi sedikit, selangkah demi selangkah berani untuk menantang dirinya.
Yang jelas sih aku suka dua-duanya karena feel nya memang berbeda. Dan satu lagi yang aku suka dari Mare adalah OST-nya. Aku suka banged sama Opening song nya! Mare's Sky <3
Juga insert songnya dan berhasil masuk dalam playlist aku hehehhehhehehe

Bagi kalian yang ingin mendownload asadora Mare kalian bisa mengunjungi doramax (RAW) atau animakosia (sub indo). Sub indo untuk RAW bisa bisa di download di subscene :)
*silakan cari sendiri ya, tinggal ketik di google kok nanti muncul hehehehhee
Kalau OST nya sih aku download dari youtube LOL.
tinggal paste link youtube nya ke clipconverter kekekekkekeke

Aku memang telat sih nonton drama ini, tapi lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali. Sepertinya banyak yang tertarik sih tapi 156 episode membuat menyerah ya kan? Tenang aja, ini worth watching banged, 156 episode mah ga ada apa2 nya. Aku malah berharap kalau ada lanjutannya aku mau nonton wkkwkwkwkwkww. Oia, download yang PAHE aja di doramax, cuma 50mb an 1 eps :))

Happy Watching~


3 comments:

  1. Waaa aku baru tau kalo ada Yamakaen XD aku sih baru tau kalo ada yg namanya assadora Mare hehehe btw thanks bgt kak udah review in. Yamaken aaaaaaaa. Coba deh kak Airin kapan2 bahas soal doramanya Yamaken sama Mirei Kiritani A Girl and Three Sweethearts. aku selalu exicted kalo kak Airin bahas soal J-Movie ataupun dorama. Jujur saja aku newbie yg mulai suka sama Jepang. Dan sepertinya aku sangat2 tertarik dgn dorama/J-Movie sama seperti kesukaanku dengan kdrama XD btw thanks kaak ditunggu review Dorama/J-Movie lainnya yaaa. Arigatou~~~~

    ReplyDelete
  2. yamaken sama tao kan prnh ketauan ketemuan diem2 secara pribadi di tempat makan sushi gt, trs management dari yamaken sama tao blg kalo mereka berdua sama2 blg kalo mereka skrng semakin dekat krna udh berperan didrama dan film yg sama <3

    ReplyDelete
  3. Download doramanya dimana ya? Gak nemu"..

    ReplyDelete

 

Random Post

Clover Blossoms Fanpage

In My Radar

Watching :
- We Married as A Job
- Jimi ni Sugoi!
- Weightlifting Fairy
- Goblin
- The Legend of The Blue Sea
- Father I'll Take Care of You
- Beppin-san
- Gochisousan

Waiting Drama:
- Miss in Kiss

Waiting Movies:
- One Week Friends
- Your Lie in April
- Aozora Yell
- Itakiss Movie

Favorite Song This Time :
- Red Cheek Puberty - Galaxy
- Ben - Foggy Road
- Twice - Next Page
- Utada Hikaru - Hanataba wo Kimini
- LYn - Love Story