[Review] J-Movie Boku Dake ga Inai Machi


Malam kemarin aku menyelesaikan satu buah movie yang sudah aku tunggu sejak lama berjudul Boku Dake ga Inai Machi a.k.a The Town Where Only I Am Missing. Sudah pernah mendengar judulnya?
Ya, ini movie diangkat dari sebuah manga dengan judul sama dan dijadikan anime beberapa waktu yang lalu. Aku sempat ingin menonton animenya saat tayang, tapi karena tidak ada waktu jadi aku belum menontonnya sampai akhirnya Live Acrion ini diumumkan, aku memutuskan menunggu LA-nya dulu baru nanti kalau ada waktu menonton animenya.

Awalnya aku pikir ini hanya movie tentang kisah cinta atau 2 orang yang punya kehidupan berat kemudian bersatu. Aku ketipu sama posternya hHAHAAHA. Aku sama sekali tidak melihat bagaimana sinopsis awalnya memang. Aku tertarik hanya karea yang main Tatsuya Fujiwara dan Arimura Kasumi. Dan karena memang tidak tahu apa-apa jadi saat pertama menonton pikiranku dipenuhi dengan teka teki dan sangat menegangkan HAHHAHAHA.

Disini aku akan membahas garis besar kisahnya. Dan seperti biasa maaf kalau ada spoiler ending kekekke.
Jadi seperti yang aku katakan tadi, karena aku menonton movie ini tanpa cek sinopsis singkat atau genre, aku benar-benar ga tau ini movie tentang apa.
Satoru Fujinuma (Tatsuya Fujiwara) adalah seorang manga-ka yang sedang mengalami masa sulit karena karyanya ditolak terus oleh editornya. Merasa kalau manga-ka bukanlah jalannya maka ia memutuskan berhenti menjadi mangaka. Ia bahkan merobek manga hasil karyanya.
Ia menjalani hidup membosankan, merasa kalau dia tidak ada gunanya di dunia ini. Bahkan jika dia menghilang juga orang lain ga akan peduli. Ia bekerja sambilan di sebuah toko pizza dan disana ia bertemu dengan gadis ceria Airi Katagiri (Kasumi Arimura). Hubungan keduanya tidak bisa dibilang dekat. Satoru orang yang tidak peduli dengan sekitarnya, bahkan saat Airi menyapa dengan ramah.

Suatu hari saat ia mengantarkan pizza pesanan, ia merasa ada yang aneh lagi-lagi terjadi. Aku cukup shock saat tahu kalau ini movie tentang time jump. Lebih tepatnya Satoru punya kekuatan untuk kembali ke masa lalu, tapi ia tidak mengerti kenapa dan bagaimana bisa, ia juga tak bisa mengendalikannya. Tapi ia kerap kembali ke masa lalu jika sesuatu akan terjadi. Seperti saat mengantarkan pizza, ia tak mengerti kenapa ia kembali ke masa beberapa menit sebelum dan ia berfikir kalau ia harus mencari 'penyebabnya' yang ada disekitar sana dan menemukan kalau ia harus menyelamatkan seorang anak yang akan tertabrak truk.
Satoru berhasil melakukannya tapi ternyata justru dirinya lah yang tertabrak meski berhasil menyelamatkan anak itu. Nah, kejadian ini kebetulan dilihat oleh Airi, saat Satoru mencoba menghentikan truk itu. Itu sangat aneh karena bagaimana pun kita tidak bisa melihat ke dalam truk apakah supirnya mengantuk, mabuk atau mati. Airi menjadi penasaran karena hal itu.

Untung saja luka Satoru tidak parah dan bahkan ia selamat tanpa luka yang berarti. Airi sendiri tidak menanyakan mengenai hal itu. Ia hanya penasaran dan bertanya-tanya pada dirinya.
Satoru sendiri sepertinya sudah sering mengalami hal ini dan yang ia butuhkan untuk kembali ke waktu normal adalah mencari 'penyebabnya', karena kalau tidak maka waktu akan terus berulang di lingkaran itu.
Seperti saat ia dan ibunya pulang berbelanja, mereka ada di taman dan waktu terus berulang disekitar Satoru dan Satoru harus menemukan penyebabnya. Dan kita bisa melihat kalau penyebab waktu berulang disana adalah karena ada seseorang yang akan menculik seorang anak. Hanya saja yang melihat kejadian itu bukan Satoru melainkan ibunya. Dan disinilah masalah dan inti sebenarnya movie ini dimulai.

Suatu malam Satoru menemukan ibunya terletak di lantai tak bernyawa, ditusuk oleh seseorang. Satoru yang panik sempat memanggil ambulance tapi kemudian ia mendengar suara di luar jendela dan melihat seseorang kabur. Satoru menduga dia adalah si pembunuh dan mengejarnya. Sayangnya si pembunuh bisa kabur dengan cepat dan Satoru menyadari tangannya penuh dengan darah dan kalau dia tertangkap ia akan dicurigai sebagai pembunuhnya. Dan ia mencoba bersembunyi tapi ketahuan. Saat melarikan diri dari polisi, Satoru masuk ke sebuah gudang dan terjatuh ke lantai. Saat ia membuka mata, ia kembali ke masa lalu.

Satoru kembali ke tahun 1988, ketubuh kecilnya saat ia masih SD. Ingatannya tidak ada yang terhapus, jadi ia ingat betul apa yang terjadi di tahun 2006 itu, bagaimana ia bisa kembali ke masa lalu, bagaimana ibunya terbunuh. Nah, disinilah Satoru menemukan petunjuk kalau ia mungkin kembalinya ia ke masa lalu bisa menyelamatkan ibunya dan ia harus menemukan penyebabnya. Malam sebelum ibunya di bunuh, ibunya mengingatkan akan kejadian 18 tahun yang lalu, mengenai pembunuhan berantai anak SD dimana salah satu korbannya adalah teman sekelas Satoru bernama Hinazuki Kayo (Rio Suzuki). Dan pelakunya adalah Jun Shiratori (Kento Hayashi). Saat masih kecil dulu, Satoru mengenal Jun dan ia yakin kalau Jun bukan pelakunya. Dan malam itu ibunya mengatakan kalau mungkin pelaku pembunuhan itu tidak hanya satu orang.

Satoru yang kembali ke masa lalu dan ada di tubuh Satoru kecil, ke sekolah seperti biasa. Ia masuk ke kelasnya dulu dan bertemu dengan teman-teman lamanya, juga gurunya. Sepulang sekolah ia kembali ke rumah dan menemukan ibunya disana. Ibunya masih hidup. Satoru bahkan menangis saat makan malam karena terbawa perasaannya di masa depan, melihat ibunya masih di hadapannya dan tersenyum padanya. Keesokan harinya, ia bertemu dengan Hinazuki di halaman sekolah. Di kelas, mata satoru tertuju pada Hinazuki. Hinazuki adalah gadis pendiam. Ia tidak mempunyai teman dan selalu menyendiri. Satoru melihat banyak luka lebam di tubuh gadis itu dan ia menyadari kalau selama ini ia benar-benar tidak tahu apa-apa mengenai Hinazuki.

Satoru punya rencananya sendiri setelah melihat kumpulan puisi dari teman sekelasnya. Keesokan harinya sepulang sekolah ia ke tempat dimana Hinazuki biasa sendirian. Tempat itu cukup indah, ditutupi salju dan kita bisa melihat pemandangan seluruh kota dari sana, hanya saja karena suasananya menyedihkan jadi kebawa sedih. Satoru mengajak Hinazuki bicara, meski Hinazuki menjawab dengan ketus dan seperti tak peduli, Satoru tidak menyerah. Ia ingin mengajak Hinazuki datang ke pesta ulang tahunnya. Meski awalnya Hinazuki menolak tapi Satoru berhasil meyakinkannya saat ia mengatakan kalau ia ingin Hinazuki datang. Sepertinya Satoru adalah teman pertama yang mengajaknya bicara dan kita bisa melihat meski Hinazuki ketus, tapi ia tersentuh dan bahagia. Ia bahkan sempat menyentuh tangan Satoru karena Satoru tidak mengenakan sarung tangan padahal udara sedang dingin tapi kemudian ia pergi dengan gugup.

Sepertinya Satoru masih tidak bisa berhenti memikirkan Hinazuki jadi dia datang ke rumah Hinazuki. Ia mengetuk beberapa kali tapi tak ada jawaban. Ia pergi ke pintu belakang dan terkejut melihat sarung tangan Hinazuki di salju, terbakar. Tas dan buku-buku berantakan. Satoru memberanikan diri membuka pintu gudang dan melihat Hinazuki disana, badannya penuh luka lebam, lebih parah dari sebelumnya, bahkan sekarang wajahnya juga terluka T____________T
Gadis kecil yang lemah benar-benar terlihat menderita dan ia berteriak agar Satoru tidak masuk melihatnya lebih dekat.
Kemudian ibu Hinazuki datang dan tanpa kasihan ia mengajak Hinazuki keluar. Satoru tahu ini perbuatan ibunya dan menanyakan alasan kenapa Hinazuki seperti itu. Hinazuki sepertinya takut pada ibunya dan hanya menjawab kalau ia terjatuh.

Satoru menceritakan hal ini pada wali kelasnya dan sepertinya bapak wali kelas juga tahu akan hal ini. Tapi ia meminta Satoru merahasiakannya terlebih dahulu, kalau ketahuan kasihan Hinazuki akan dikucilkan. Ia akan berusaha mencari bantuan.
Satoru masih tak menyerah mendekati Hinazuki. Ia tahu dari wali kelasnya kalau Hinazuki selalu menyendiri di tempat itu sebelum pulang adalah karena ia dilarang oleh ibunya pulang ke rumah sebelum malam. Jadi hari itu Satoru menemuinya lagi di tempat Hinazuki biasanya menyendiri dan mengajaknya ke suatu tempat.
Satoru mengajak Hinazuki ke sebuah bukit dimana ada pohon besar disana, satu-satunya pohon. Satoru mengatakan itu terlihat seperti pohon natal. Hinazuki mengatakan kalau dia bodoh karena natal masih lama. Tapi Satoru mengatakan tetap saja itu indah.

Hinazuki menatap pohon tanpa daun itu dan ia menyelam ke dalam pikirannya sendiri. Pohon itu memang indah. Satu-satunya pohon. Satoru menatap Hinazuki yang menatap pohon itu dengan berkaca-kaca dan ia teringat puisi yang dibuat Hinazuki. Puisi berjudul 'Atashi Dake ga Inai Machi / The Town Where Only I Am Missing'. Puisi ini sangat sedih. Ini tentang seseorang yang ingin menghilang ke sebuah pulang dimana tidak ada siapapun disana dan hanya ia sendiri. Meski sendiri, di pulau itu ia akan bisa melakukan apa yang ia ingin kan dan bisa hidup dengan bebas. Hanya dengan memikirkannya, perasaannya menjadi lega. Ia benar-benar ingin pergi sangat jauh.
Ini menunjukkan perasaan Hinazuki yang ingin kabur dari kehidupannya sekarang. Tapi ia masih terlalu kecil dan saat Satoru mengatakan kalau mereka harus kesana saat natal nanti, Hina menangis.

Hari ulang tahun Satoru tiba. Meski ibu Hinazuki melarangnya pergi, Hinazuki tetap mengatakan kalau ia ingin pergi. Ibu Satoru ada disana membantu mereka untuk membiarkan Hinazuki pergi ke ulang tahun Satoru dan ia akan mengantarkannya pulang dengan selamat nanti.
Dan ternyata ulang tahun Hinazuki sama dengan ulang tahun Satoru. Jadi mereka merayakannya bersama-sama. Hinazuki sangat tersentuh, pertama kalinya ia mendapatkan kue ulang tahun. Bahkan hadiah dari Satoru, sarung tangan merah (untung bukan pink wkwkkwkkw).
Saat diantar pulang, Hinazuki berjanji akan memberikan hadiah Satoru besok. Dengan begitu mereka berpisah.

Satoru ingat tanggal penculikan/pembunuhan Hinazuki adalah hari ulang tahunnya, karena itu Satoru berusaha sebisa mungkin menghabiskan waktu bersama Hinazuki hari itu. Keesokan harinya, Satoru ke Sekolah dna berharap bertemu Hinazuki disana. Tapi Hinazuki tidka masuk sekolah hari itu, sama seperti kejadian dulu. Ia khawatir dan pergi ke rumah Hinazuki. Ia mengetuk tapi tak ada jawaban. Ia bersembunyi dan menunggu di luar cukup lama sampai melihat ibu Hinazuki membuang sesuatu ke tempat sampah. Satoru mendekatinya dan ia melihat itu semua adalah pakaian Hinazuki dan rajutan sarung tangan biru hadiah untuk Satoru.
Pas ini aku takut banged, melihat ibunya membuang sesuatu di plastik besar, aku takutnya mutilasi gitu T__T

Satoru merasa frustasi karena tak bisa menghentikan pembunuhan itu. Dan saat itu ia kembali ke masa depan lagi. Yang berubah hanyalah dia tidak di kejar polisi. Tapi ia tetap menjadi tersangka. Dalam pelarian itu lah Satoru bertemu dengan Airi, satu-satunya rang yang percaya padanya dan menyembunyikannya di rumahnya sendiri. Disana Satoru melihat buku yang ada kasus pembunuhan Hinazuki dan melihat kalau tanggal kejadiannya berbeda. Itu membuatnya sangat kesal
Airi tidak bisa terus menyembunyikan Satoru di rumahnya karenanya ia mengajak Satoru ke bawah jembatan dimana tempat itu tidak akan mencurigakan. Mereka bicara mengenai kasus ini dan satu dalam pikiran Satoru adalah  ia bingung kenapa Airi mempercayainya sementara yang lain mencurigainya sebagai pembunuh. Airi mengatakan dari pada dibilang percaya pada Satoru, mungkin lebih tepat disebuh 'ingin percaya' pada Satoru. Airi ingin percaya kalau Satoru tidak melakukan semuanya.

Si pelaku ternyata tahu kalau Airi berhubungan dengan Satoru dan berusaha membunuh Airi dengan membakar rumahnya. Untung saja Satoru menyelamatkannya. Satoru tidak punya pilihan lain lagi dan menghubungi sebuah nomor yang ditinggalkan ibunya. Itu adalah nomer seorang detektif yang menangani kasus pembunuhan berantai 18 tahun lalu. Detektif itu juga teman ibu Satoru. Detektif itu percaya Satoru bukan pembunuhnya karena ia mengenal ibu Satoru dengan baik dan ibunya tidak akan membesarkan seorang pembunuh.
Airi kabur dari rumah sakit untuk bertemu dengan Satoru di bawah jembatan tapi ternyata diikuti oleh polisi dan membuat Satoru tertangkap.
Tapi tepat sesaat sebelum masuk ke mobil polisi, ia kembali ke masa lalu.

Satoru kembali ke hari ulang tahunnya, saat ibunya meminta izin pada ibu Hinazuki untuk membiarkan Hinazuki datang ke pesta ulang tahunnya. Disana Satoru menyusun rencana lagi. Ia mengajak temannya Kenya untuk membantu Hinazuki. Kenya ternyata juga menyadari luka tubuh Hinazuki dan akan membantu Satoru. Rencana mereka adalah tidak membiarkan Hinazuki pulang. Mereka memmbuat gubuk berkemah di sebuah bus yang sudah lama tak di pakai, Hinazuki akan tidur disana dan tak pulang ke rumah.
Selama waktu itu, mereka bertiga menikmatinya. Hinazuki juga tidak sekolah dan tetap di dalam bis itu. Kenya dan Satoru akan datang kemudian membawa makanan dan juga bermain bersama disana. Hinazuki berhasil menyelesaikan rajutannya juga dan memberikan sarung tangan pada Satoru yang membuat Satoru menangis.

Tapi hal itu tidak berlangsung lama. Suatu malam saat Hinazuki akan tidur, seseorang masuk ke dalam bis itu dan membuat Hinazuki ketakutan. Ia memberitahukan hal itu pada kedua temannya dan mereka membongkar sesuatu. Ada seseorang yang meletakkan tas disana, mereka memeriksa tas itu dan Satoru mengetahui kalau itu adalah alat yang digunakan si pembunuh berantai. Ia ingat semua peralatan itu ditemukan sebagai barang bukti saat Jun di tangkap. Karena hal itu mereka harus kabur dan tak bisa tinggal disana lagi. Satoru membawa Hinazuki ke rumahnya dan memohon pada ibunya.
Ibu tak bertanya banyak dan membiarkan Hinazuki menginap. Saat sarapan pagi, Hinazuki sukses membuatku menangis. Ini seperti melihat seorang anak yang tidak pernah dimasakkan oleh orang tuanya dan tak pernah makan makanan hangat. Hanya dengan menggigit sosis, Hinazuki menangis T____T.

Keesokan harinya, Satoru, Hinazuki dan ibunya mengantar Hinazuki ke rumah orang tuanya dan tentu saja ibu Hinazuki sangat marah dan akan menggunakan kekerasan. Tapi untung pihak perlindungan anak datang kesana. Mereka akan mengambil hak asuh Hinazuki. Ibu Hinazuki kelihatan tidak mau dan aku bingung kenapa ia tak mau, apakah karena Hinazuki selama ini yang mengerjakan pekerjaan rumah atau bagaimana, tapi saat Hina mati dia tersenyum huft!
Tapi Hinazuki sudah membulatkan tekadnya dan setuju untuk ikut tim perlindungan anak. Perpisahan Hinazuki dan Satoru ini sederhana tapi sukses membuat aku menitikkan air mata.

Lalu bagaimana kelanjutan kisah ini?
Bisakah Satoru menangkap pelaku sebenarnya yang masih ada hingga tahun 2006?
Apakah Satoru bisa mengubah masa depan?
Apa yang akan ia lakukan saat tahu perubahan terjadi dimasa depan dan merenggut pertemanannya dengan Airi?
Apakah ibu Satoru bisa diselamatkan?

Awal menonton movie ini, aku khawatir melanjutkannya apalagi saat melihat tubuh Hinazuki yang luka lebam. Aku takut mereka akan memperlihatkan kekerasannya disini karena hatiku tidak kuat melihat hal yang seperti itu. Tapi aku terlalu penasaran untuk berhenti menonton. Jadi aku tetap melanjutkan meski ada beberapa adegan aku menutup mata HAAHAHHAHA.

Aku sudah curiga sejak awal siapa sebenarnya pembunuhnya dan ternyata jawabannya benar HAHAHAHAHA. Kalau yang tidak menduga mungkin ini bisa jadi plot twist. Tapi alasan pembunuhnya ini benar-benar menyebalkan. Intinya dari pada anak-anak itu kesepian dan disiksa mending dia membunuhnya. Dalam kasus Hina, Hinazuki sering sendirian dan disiksa ibunya tapi dalam kasus anak lainnya, mereka hanya sendirian dan tak punya teman. memang sih tujuan oembunuhnya adalah anak-anak yang pendiam dan jarang bergaul.

Alasan kenapa Airi dan ibu Satoru menjadi korban pembunuhan berantai ini adalah karena mereka berdua tahu siapa pelakunya meski tidak ada bukti. Dan ternyata Satoru juga diincar di akhir episode. Aku agak kesal dengan endingnya T___T
Tapi at least ini movie bagus dan membuat penasaran. Apalagi bagi kalian yang menyukai movie dengan genre seperti ini. Aku ingin tahu apakah anime juga berakhir seperti di movie atau tidak. Jika tidak aku berencana menontonnya HAHHHAAHHAHA.

Aku sangat mengacungi jempol akting Hinazuki dan Satoru. WOW. Tatsuya Fujiwara memang tidak akan mengecewakan dengan aktingnya. Kalau udah peran jahat tapi baik maka dia memang jagonya. Aku suka banged aktingnya di Death Note The Movie dan karena itu aku tidak mau menonton dramanya, karena Death Note The Movie udah sempurna banged, menurut aku HAHAAHHAHAHA.
Kasumi Arimura aku sih ga bisa komentar banyak, menurut aku aktingnya biasa aja. Aku cukup sering melihat dia dalam drama/movie, aktingnya ga jelek tapi juga ga bagus-bagus amat.
Pemeran Hinazuki ini, meski masih kecil tapi WOW banged. Ia menunjukkan wajah seorang anak kecil yang polos tapi ada ketakutan dimatanya dan kesedihan yang mendalam. Aku benar-benar jatuh dalam aktingnya dan aku rasa alasan aku terus melanjutkannya adalah karena dia XD

Overall ini movie bagus banged.
Tapi aku tidak memasukkan dalam tag rekomendasi karena aku tidak menyukai endingnya karena beberapa poin. Tapi aku senang karena endingnya Hinazuki maih hidup dan hidup dengan bahagia :')
Setidaknya pengorbanan Satoru  menyelamatkan beberapa nyawa :')
Intinya semua orang mempunyai rasa takut dan memakai topeng masing-masing. Meski begitu mereka terus berjuang meski masa depan tidak pasti. Semua orang punya penyesalan di masa lalunya tapi tidak mmebuat penyesalan itu menjadi bahan untuk membuat down, melainkan loncatan untuk melakukan yang terbaik.
Sampai kebohongan berubah menjadi kenyataan, aku akan terus berjuang. by Satoru.

SKOR:

Story: 8/10
Opening: 7/10
Ending: 7/10
Akting: 8,5/10
Music: 7/10
Cinematography: 8/10



2 comments:

  1. Lagi seru2 baca sinopnya tiba2 ada komen soal warna sarung tangan (untung bkn pink). Hahaha. Ngakak. klo pink mah uri deokseon.

    ReplyDelete
  2. Share juga movie2 jepang or korea yg bagusss yaa minnnn.. hehehe arigatou.. kamsahamnidaaaanggg ~

    ReplyDelete

 

Random Post

Clover Blossoms Fanpage

In My Radar

Watching :
- We Married as A Job
- Jimi ni Sugoi!
- Weightlifting Fairy
- Goblin
- The Legend of The Blue Sea
- Father I'll Take Care of You
- Beppin-san
- Gochisousan

Waiting Drama:
- Miss in Kiss

Waiting Movies:
- One Week Friends
- Your Lie in April
- Aozora Yell
- Itakiss Movie

Favorite Song This Time :
- Red Cheek Puberty - Galaxy
- Ben - Foggy Road
- Twice - Next Page
- Utada Hikaru - Hanataba wo Kimini
- LYn - Love Story