[Trivia + Review] Reference Movies That I Watch Recently - Part 1


Karena aku ga punya waktu untuk membuat review-nya satu-satu, jadi aku memutuskan menulis review singkat dalam satu postingan saja, untuk beberapa movie yang baru aku tonton belakangan. Tidak semuanya movie baru, karena beberapa movie baru, aku belum tertarik menontonnya, malah jatuh hati sama beberapa movie lama hehehhhe.

Sepertinya belakangan memang sangat tertarik untuk mencari movie-movie jepang lama dan juga menonton beberapa yang belum sempat aku tonton dan malah tertimbun di harddisk. HAHAHHAA.
Untuk movie-movie lama ini, jujur saja, aku sama sekali tidak melihat sinopsis-nya sebelum menonton. Paling aku hanya melihat oh yang main si ini dan itu. Dan kenapa aku memilihnya bisa jadi karena aku tertarik dengan aktornya, sutradarnya atau poster dan judulnya. Pengennya sih efek terkejut gitu, nonton tanpa tahu kisahnya seru lho. Tapi ya itu resikonya, kadang endingnya memuaskan, kadang enggak sama sekali. Tapi disitu sih asiknya.

Bagi yang bertanya dimana aku mendownload dan mendapat referensi movie, aku biasanya langganan di indowebster, seperti biasa. Tapi belakangan untuk mencari judul baru, aku cek di filmku.net kategory J-Movie. Jadi sekalian browsing dan melihat posternya, kalau tertarik langsung download. Sayangnya banyak diantaranya yang belum ada sub-nya, padahal sepertinya movie-nya bagus banged T____T

Nah, kali ini aku mau bagi-bagi movie apa yang belakangan aku tonton. Tidak semuanya aku rekomendasikan. Jadi terserah sih mau nonton atau tidak HAHHAHAHAHHA. Karena diantaranya ada yang aku tidak mengerti endingnya atau bagiku endingnya mengecewakan HAHHAHAAH.
Oke. Ini dia 6 movie yang aku tonton belakangan (yang belum aku review sebelumnya) ^^


1. Our Little Sister / Umimachi Diary (2015)

Alasan kenapa aku menontonnya:
  • Hirose Suzu. HAHAHAHHAHA. Saat movie ini diberitakan dan rilis, aku sudah tertarik karena diantara pemainnya ada Hirose Suzu. Aku tahu cast lain seperti Haruka Ayase, Masami Nagasawa dan Kaho, tapi aku memang berniat menonton movie ini karena Suzu-chan. Kalau nggak salah sejak CM Breeze gitu aku tertarik sama aktris muda ini.
  • Sakaguchi Kentaro. Ditambah ada Sakaguchi Kentaro, aku jadi makin tertarik.
  • Kirokazu Koreeda. Sutradara terkenal di Jepang ini sering mendapat penghargaan dengan filmnya yang unik dan kekuatannya ada di script, kere. Our Little Sisters juga mendapat banyak penghargaan.
  • Ryu Jun Yeol menonton film ini. HAHAHHHAHAHHA. Sebelum memutuskan menonton, aku tahu kalau Jun Yeol oppa ternyata menonton film ini dan fans Koreeda-sensei, alhasil aku nggak ragu lagi menontonnya.
Cast: Haruka Ayase, Masami Nagasawa, Kaho, Hirose Suzu, Sakaguchi Kentaro, Ryohei Suzuki ect.

Meski sudah tertarik, tapi aku masih ragu menonton movie ini awalnya, karena aku kadang cepat bosan dengan movie yang tipenya begini. Meski movie dengan banyak percakapan dan script yang oke memang sering mendapat penghargaan tapi aku orangnya cepat bosan. HAHAHHAHA.
Dan pada akhirnya setelah aku mencoba menontonnya, memang sih bagi yang ga suka movie lambat memang membosankan, tapi aku akui movie-nya bagus. Movie ini tipe Koreeda banged, dengan banyak percakapan, percakapan biasa aja. Seperti dalam movie Still Walking-nya, bayangin aja hampir 1 jam dari durasi movie beberapa tokoh hanya mengobrol sambil menyiapkan makan malam. Dan dengan percakapan itu kita bisa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, kenapa sang anak kembali ke rumah, kenapa hubungan ayah dan anak tidak akur dan lain-lain. Disitu kita bisa melihat script-nya keren banged.

Nah, dalam movie Our Little Sister ini, genre-nya juga slice of life. Menceritakan kehidupan sehari-hari, lebih tepatnya hari-hari 4 tokoh utama kita. 3 kakak beradik Kouda tinggal bersama di rumah peninggalan nenek mereka. Suatu hari mereka mendapat kabar kalau ayah mereka meninggal dunia. Saat mereka masih kecil, ayah dan ibu mereka bercerai dan meninggalkan mereka. Mereka belum bertemu dengan ayah mereka selama 15 tahun sejak perceraian itu. Tapi sebagai anak tentu mereka pergi ke pemakaman ayah mereka dan disana mereka mengetahui ayah mereka mempunyai seorang puteri yang masih berusia 14 tahun, Suzu Asano. Tidak ada seorang pun yang akan merawatnya sepeninggalan ayahnya. Kakak tertua, Sachi Kouda kemudian menawarkan Suzu untuk tinggal bersama mereka. Ia tidak memaksa, jika Suzu mau. Dan saat liburan musim panas, Suzu datang ke rumah mereka.

Dan disanalah dimulai kehidupan 4 kakak beradik ini. Menghabiskan waktu bersama-sama dengan kepribadian yang berbeda. Bertengkar layaknya saudara, berbaikan, mengenang masa lalu dan berbagi pengalaman. Sejak kehadiran Suzu, mereka mulai mengenang ayah mereka yang bahkan mereka sendiri sudah lupa wajahnya dan mengingat-ingat bagaimana ayah mereka saat mereka masih tinggal bersama. Mereka juga ingin Suzu menceritakan ayah seperti apa ayah mereka.
Suzu ini anaknya pendiam dan pemalu. Ia sulit mengekspresikan perasaannya. Tapi dengan tinggal bersama kakak-kakaknya, ia mulai membuka hati. Di sekolah Suzu unik, dia terlihat feminin tapi dia suka sepak bola, dia adalah bagian dari tim juga T__T

Aku menonton movie ini sekitaran bulan Mei atau Juni 2016 (kalau nggak salah) dan aku sudah lupa-lupa ceritanya HAHAHHHAHA. Tapi jujur saja, ini movie hangat banged. 3 kakak beradik yang datang ke pemakaman ayahnya yang bahkan mereka sendiri ga ingat wajahnya lagi awkward. KAlau nggak salah Suzu juga ga menangis saat ayahnya meninggal dan aku sangat menyukai di part akhir mereka pergi ke tempat favorite ayah mereka dan 3 kakak beradik ini bisa merasakan kalau mereka pernah dicintai ayah mereka.

Skor: 8/10 (Recomended! Tapi bagi yang ga suka movie slice of life slow, kalian akan bosan).

2. Bakuman (2015)

Alasan kenapa aku menontonnya:

  • Takeru Sato & Komatsu Nana. Aku tertarik pada movie ini karena yang main Nana dan Takeru wkwkkwkkwkwkw. Aku sudah tertarik dengan Nana sejak Close Range Love, dia kawaii dan aktingnya keren, aku bahkan menonton movie-nya yang thriller hahahahahha. Kalau Takeru Sato sih jangan di tanya lagi ya gak XD
Cast: Takeru Sato, Kamiki Ryunosuke, Komatsu Nana, Sometani Shota, ect.

Awalnya masih muncul keraguan untuk menonton Bakuman, karena ini tentang manga-ka (pembuat komik). Karena itu file Bakuman udah tertimbun di harddisk HAHHAHAHA. Tapi akhirnya setelah ngumpulin file yang belum di tonton, aku menonton Bakuman juga dan ternyata KEREN!!!!

Bakuman menceritakan tentang Moritaka Mashiro, seorang siswa SMA yang tak bersemangat. Ia menyukai manga tapi ia tidak mau mengikuti jejak pamannya yang menjadi seorang manga-ka karena sebuah alasan. Suatu hari temannya Akito Takagi mengetahui kalau Mashiro pandai menggambar manga dan mengajaknya untuk membuat manga dan mempublikasikannya di shonen jump. Takagi sangat menyukai manga dan ia suka membuat cerita tapi kemampuan menggambarnya 0. Sementara Mashiro tidak punya ide sama sekali tapi kemampuan menggambarnya 100.
Mashiro pada awalnya terus menolak dan menolak sampai suatu hari ia mengetahui kalau gadis yang ia sukai di kelas, Azuki Miho, ternyata punya impian menjadi seiyuu dan Azuki mendukung Mashiro menjadi mangaka setelah melihat gambar Azuki. Bahkan secepat kilat Mashiro menembak Azuki dan keduanya berpacaran (bahkan berjanji menikah) setelah impian mereka masing-masing tercapai.
Karena Azuki lah Mashiro jadi bersemangat.

Bersama dengan Takagi, mereka berdua membuat manga dan mengirimnya ke Shonen Jump. Sayang sekali, mereka di tolak tapi jalan masih terbuka dengan arahan dari editor mereka terus membuat manga, mengikuti perlombaan manga hingga akhirnya di terima untuk di terbitkan di majalah manga.
Tapi tentu saja jalan tidak semudah itu. Ada banyak rintangan yang mereka hadapi, seperti kepindahan Azuki demi impiannya, mereka bertemu dengan manga-ka jenius yang kemampuannya tak tertandingi, gagal membuat manga, kehabisan ide, deadline, peringkat manga sampai penyakit.

Aku tidak menyangka Bakuman akan seseru ini, terutama pertandingan menaikkan peringkat manga mereka. Keren banged deh. Aku tau ini movie ada animenya, tapi aku memang belum menonton animenya, makanya aku rasa ini movie seru banged. Banyak lucunya tapi sedihnya juga banyak HAHAHHAAH.

Skor: 8/10 (Recomended! Note: Banyak istilah manga, kalian yang nggak paham mungkin akan sangat kebingungan, meski di jelaskan sih tapi tetep aja, yang ga familiar pasti akan bingung)

3. Umi No Futa / Sea's Lid (2015)

Alasan aku menontonnya:

  • Aku bahkan nggak tahu kenapa aku memilih movie ini. HAHHAHHAHAHAH.
  • Mungkin karena tema-nya di desa dan laut kali ya. Karena aku sama sekali tidak mengenal siapa yang main, bahkan writer dan directornya aku juga nggak kenal. Tapi karena ada sub indonya, makanya aku download dan menontonnya. Alasan yang aneh ahhahahaha.
Cast: Akiko Kikuchi, Azusa Mine, Yukichi Kobayashi, Keiichi Suzuki

Ini movie genre-nya drama, tapi aku lebih suka menyebutnya slice of life (meski genre ini hanya di pakai di anime HAHHAHAAH). Menceritakan kehidupan sehari-hari.
Tokoh utama kita, Mari, berhenti dari pekerjaannya di Tokyo. Meski sampai akhir kita tak diberitahukan alasan kenapa ia berhenti, tapi aku menebak sepertinya ia sudah tak kuat hidup disana karena penuh tekanan. Jadi ia kembali ke kampung halamannya di Shizuoka.

Ia kembali ke rumah orang tuanya dan berencana membuka toko kakigori (es serut) di pinggir pantai, karena desa mereka terletak di tepi pantai. Ia membangun tokonya sendiri, mendesign dan menyiapkan semuanya sendirian. Ia juga membuat pewarna dan pemanis alami untuk menu kakigorinya.
Suatu hari, seseorang datang ke rumah mereka, Hajime-chan, gadis dengan luka di wajahnya, puteri dari teman ibunya. Nenek Hajime-chan baru meninggal dunia dan ibu Mari akan merawatnya untuk sementara.

Hajime-chan jarang bicara, ia pendiam dan terlihat seperti trauma setelah kehilangan neneknya. Mari memperlakukannya dengan baik, seperti seorang adik. Ia tidak memandangnya dengan kasihan, ia mengajaknya ngobrol dan bahkan membantu di kedai kakigori-nya.
Hajime yang awalnya tertutup mulai membuka hatinya dan membicarakan masalahnya dengan Mari. Dan Mari memberikan beberapa nasehat padanya.

Masalah lainnya adalah mengenai kedai kakigori Mari yang hanya punya 2 menu, jarang pelanggan juga, masalah dengan mantan pacar Mari juga ada dan anggapan orang-orang kalau dia membuak kedai hanya untuk main-main juga ada. Aku bahkan nggak menyangka aku akan menikmati menonton movie ini. Meski ada part boring-nya, tapi movienya mengalir begitu saja. Tidak ada masalah yang terlalu besar dan membuat pusing di movie ini. Gaya slice of life banged.

Skor: 8/10 (Ini tipe movie lambat)

4. Forget Me Not (2015)

Alasan aku menontonnya:
  • Karena judul dan posternya. HAHAHHAHAH. Aneh ya, ya, kadang aku memang begitu, tertarik karena judulnya dan posternya. Menurut aku posternya unik gitu. Judulnya seperti nama bunga, jadi aku tertarik.
  • Akari Hayami. Aku menyukai movie-nya My Pretend GirlFriend, makanya aku tertarik menonton yang satu ini.
Cast: Akari Hayami, Nijiro Murakami, Yoshikazu Nishikawa ect.

Aku merasa pernah mendownload movie ini tapi saat aku cek entah kenapa file-nya hilang. Aku berfikir mungkin terhapus, tapi setelah aku menonton movienya sampai tamat, aku mengerti kenapa file-nya hilang, sepertinya aku menghapusnya sebelum menontonnya. Karena endingnya begitu.

Forget Me Not menceritakan tentang Takashi Hayama yang bertemu tidak sengaja dengan Oribe Azusa di persimpangan jalan. Gadis itu menatapnya dengan aneh setelah memungut kalungnya yang jatuh setelah mereka tabrakan.
Takashi tertarik dengan Azusa dan keduanya bertemu kembali secara tidak sengaja dan berkenalan. Meski awalnya Azusa enggan mengatakan namanya karena suatu hal. Dan lama kelamaan kita mengerti kenapa Azusa bertindak aneh dan selalu mengatakan 'jangan lupakan aku' pada Takashi. Ternyata orang-orang akan melupakan Azusa beberapa jam setelah mereka bertemu. Jika kalian menonton Kimi No Na Wa dan One Week Friend nah mirip-mirip seperti itu. Jadi setelah orang bertemu dengan Azusa, beberapa jam kemudian mereka akan lupa dengan Azusa dan tak ingat pernah mengenalnya.

Takashi berjanji ia tidak akan melupakan Azusa dan Takashi memang melakukannya. Setelah mengetahui nama Azusa, ia menulis di buku dan mengingat namanya terus, dan saat mereak bertemu kemudian, Takashi benar-benar tidak lupa nama Asuza. Azusa sih bilangnya karena Takashi special. TApi dari sisi kita sebagai penonton, kita bisa melihat kalau Takashi sebenarnya lupa, hanya saja dia lupanya lebih lambat dari yang lain. Saat Azusa mengajaknya ke tempat pertama kali mereka bertemu, Takashi tak ingat itu tempat pertama mereka bertemu. Meski begitu, hanya dengan Takashi mengingat namanya, Asuza sudah senang.

Tapi kemudian Takashi ternyata benar-benar lupa akan Asuza. Karena Takashi menulis semacam diary dan juga pengingat di ponsel-nya, jadi ia tahu ia akan bertemu dengan seseorang bernama Azusa. Takashi berusaha menyembunyikan kalau ia lupa tapi Azusa tahu akan hal itu. Dan saat terakhir adalah momen yang mengharukan saat Takashi akhirnya mengingat siapa Asuza, ternyata mereka dulunya adalah sepasang kekasih *nangis darah gw* Dulu mereka mesra dan pasangan yang bahagia lhooo, sebelum penyakit melupakan itu datang.

Movie ini sebenarnya membuat kita bingung juga, apa alasan Asuza dilupakan. Kalau dibilang penyakit sih nggak mungkin, karena bukan dari pihak Azusa-nya. Kalau di One Week Friend kan dari pihak female leadnya yang lupa, jadi menurutku wajar lah dan bisa dibilang penyakit, tapi kalau yang lupa semua orang? Aneh. Azusa mengatakan alasannya sederhana, ini sama seperti kita yang perlahan melupakan teman-teman SD kita, kalau kita lama nggak bertemu kita bahkan akan lupa nama dan wajah mereka, iya kan? Nah dalam kasusnya, waktu proses melupakannya lebih cepat, itu bedanya. Masuk akal sih.
Tapi aku tertarik dengan komentar seseorang mengenai hal ini, katanya kemungkinan Asuza itu sudah meninggal dan yang kembali adalah roh-nya yang belum tenang terbang ke surga. Hal ini masuk akal juga, karena Takashi trauma berat jadi dia melupakan Asuza dalam jangka waktu itu, dan itu menjelaskan kenapa ada foto Azusa di foto keluarga mereka, juga ayah Asuza yang tidak melihat Asuza saat part akhir movie. Tapi anehnya, kenapa teman-temannya di kelas 3D tidak mengenal Oribe Asuza? Apa mereka sengaja ya?

Pokoknya ini movie membuat kita berpikir panjang HAHHAHAHAHA.
Setelah dijelaskan endingnya begitu, aku baru paham dan mengangguk-angguk LMAO!
Aku tidak merekomendasikan movie ini bagi kalian yang suka happy ending. Tapi bagi kalian yang ga masalah dengan ending, tonton aja, apalagi yang suka dengan movie yang membuat kita berfikir keras.
Awalnya aku kesal juga dengan endingnya, tapi setelah dipikir-pikir masuk akal kalau si Asuza hanya hantu.

Skor: 7/10

5. Akko-chan: The Movie / Himitsu No Akko-chan (2012)

Alasan aku menontonnya:
  • Sepertinya seru karena ada Haruka Ayase. Kalau soal akting, mbak Haruka Ayase emang TOP. Katanya dia artis kesayangan di Jepang kan ya? Meski ada Masaki Okada juga, aku malah ga tertarik karena dia lho, soalnya aku kurang suka Kiyoku Yawaku, entah kenapa malah menjadi alasan aku ga tertarik sama dia, padahal aku suka banged I Give My First Love to You.
  • Karena ada di list filmku.net, jadi sekalian download aja HAHAHAHA *lagi lagi alasan aneh*
 Cast: Haruka Ayase, Masaki Okada, Sosuke Tanihara, Riko Yoshida ect.

Aku menonton movie ini tanpa melihat sinopsisnya, jadi memang pure download tonton dan aku kaget ini movie tentang magic HAHAAHAHHAH.
Jadi diceritakan seorang gadis siswi SD bernama Atsuko Kagami yang ingin cepat dewasa karena menurutnya menjadi anak-anak sangat membosankan dan ia benci diremehkan hanya karena ia anak-anak. Atsuko suka berdandan dan punya banyak impian karir masa depan, selama pekerjaan itu membuatnya mengenakan make up. Tipe idealnya seseoarng yang mempunyai pekerjaan keren, ia tidak menyukai pekerja kantoran. HAHAHAHHAHA.

Suatu hari, kaca kesayangannya, hadiah ulang tahun dari ayahnya pecah dan ia menguburnya. Malam harinya ia melihat cahaya dari makam kaca-nya dan terkejut ada seseorang disana. Orang itu mengaku dia peri cermin dan memberikan sebuah cermin pada Akko dimana cermin itu bisa mengubah dirinya menjadi apa yang ia inginkan, dengan mengucapkan mantera. Awalnya Akko tidak percaya karena ia pikir orang itu membodohinya. Tapi siapa sangka saat ia mencobanya, ia benar-benar berubah menjadi gadis 20 tahunan, wajah masa depannya dan ia mulai bermain-main dengan mengubah dirinya menjadi apa yang ia inginkan, jadi pramugari lah, artis lah dll.

Akko sangat senang dengan kemampuan ini. Tentu saja ia merahasiakannya dari siapapun sebagai syarat dari peri cermin. Ia akan berubah jika dibutuhkan dan jika ia bosan.
Saat ia mengikuti les liburan musim dingin, Akko sangat bosan dan berfikir untuk bolos les dan menjadi orang dewasa. Akko menghabiskan waktunya dengan belanja, jalan-jalan layaknya orang dewasa tapi dengan hati anak-anak-nya. Ia juga membeli produk kosmetik dan tak ragu-ragu berkomentar polos mengenai kosmetik itu dan menarik perhatian seseorang.

Orang itu adalah Naoto Hayase, seorang manajer muda di perusahaan kosmetik, yang ingin membuat produk baru dan ingin mendapat komentar polos dari konsumen. Tertarik dengan kepolosa Akko, Naoto memintanya magang di kantor mereka selama liburan musim dingin.
Awalnya Akko sangat senang, karena sejak dulu dia memang ingin menjadi dewasa dan bekerja. Tapi dunia orang dewasa tidak semenyenangkan yang di bayangkan Akko, tentu saja. Ada banyak hal yang anak kecil tidak mengerti mengenai dunia orang dewasa yang sebenarnya lebih kejam dari sekedar tugas-tugas sekolah.
Disinilah Akko belajar bahwa menjadi dewasa tidak semenyenangkan dan semudah yang ia bayangkan dan tak perlu buru-buru, cukup nikmati prosesnya.

Skor: 9,5/10 (ini movie bangus banged, ada lucu, ada sedih, banyak pelajarannya, pokoknya keren. Recomended!)


6. Ore Monogatari!! / My Love Story!! (2015)

Alasan aku menontonnya:
  • Aku menyukai animenya. Animenya bagus dan aku suka, kisahnya beda dari shoujo anime biasanya karena si cewek suka sama cowok yang badannyaa bapak banged dan ga tertarik sama prince charming, temennya si cowok. Keren deh, persahabatannya oke.
  • Sakaguchi Kentaro. Awwwww, si ganteng ini XD XD
Cast: Suzuki Ryohei, Mei Nagano, Sakaguchi kentaro ect.

Bagi yang menonton animenya pasti sudah tahu jalan ceritanya. Jangan menilai orang dari cover-nya, itu intinya. Takeo Gouda adalah anak SMA yang punya badan besar seperti gorilla, wajahnya seperti bapak-bapak dan tentu saja dia tidak populer di kalangan para gadis tapi ia populer di kalangan pada anak laki-laki karena ia sangat baik dan selalu siap sedia membantu siapa saja. Ia adalah pujaan anak laki-laki di kelasnya.
Makoto Sunakawa berkebalikan 180 derajat. Dia tinggi, tampan, pintar, sangat populer di kalangan gadis-gadis. Tapi ia pendiam dan cool. Dan dua orang ini berteman baik sejak kecil.

Rumah Takeo dan Sunakawa bersebelahan, mereka bertetangga sejak kecil dan selalu bersama-sama sejak kecil. Mereka selalu sekelas, pergi dan pulang sekolah bersama-sama sejak SD. Banyak yang bingung kenapa keduanya berteman baik, bahkan Takeo sendiri heran kenapa ia berteman baik dengan Sunakawa sang pangeran.

Dalam masalah cinta, tentu saja Takeo selalu sial. Setiap kali ada gadis yang ia sukai, pasti selalu saja menyukai Sunakawa. Tapi Sunakawa tidak pernah menerima pernyataan cinta siapapun, ia juga tak pacaran. TAkeo juga bingung kenapa.
Suatu hari Takeo menolong seorang gadis yang diganggu preman. Gadis itu Rinko Yamato, sangat cantik dan manis. Takeo langsung jatuh cinta padanya. Rinko juga mendekati Takeo dengan caranya yang bisa dibilang sih berani untuk seorang cewek dan Takeo salah pengertian, mengira Rinko mendekatinya karena menyukai Sunakawa.

Demi gadis yang ia cintai itu, Takeo berusaha membantu agar Rinko bisa mendekati Sunakawa dan bersama dengan Sunakawa. Ia dan Rinko sering sms an, mereka juga bertemu bertiga sepulang sekolah dan makan cake buatan Rinko. Rinko pintar memasak dan Takeo sangat menyukai cake Rinko. Mereka bahkan melakukan kencan kelompok dengan gadis di SMA Rinko juga.

Menurutku ini movie tidak mengecewakan, berhubung aku sudah menonton animenya. Meski ada banyak yang kurang, tapi aku menyukai movienya. Mei Nagano cocok banged jadi Rinko, hanya saja dia terlalu tinggi, di anime Rinko-nya kecil dan imut HAHAHHAHAHAHA.
Suzuki Ryohei 100% cocok jadi Gouda Takeo. Katanya demi tokoh Takeo Suzuki sampe makan banyak untuk membentuk postur tubuh besar mirip Takeo. Kalau Sunakawa cocok deh sama Kentaro HAHAHAAHHAHA.

Skor: 8,5/10 (Musiknya kurang nih movie, hehhehhehe, movie jepang jarang fokus ke musik ya hahhaha)

Oke, itu dia 6 movie yang aku tonton belakangan :)
Silakan dicoba jika tertarik. hehehehhehehehe.



0 comments:

Post a Comment

 

Random Post

Clover Blossoms Fanpage

In My Radar

Watching :
- We Married as A Job
- Jimi ni Sugoi!
- Weightlifting Fairy
- Goblin
- The Legend of The Blue Sea
- Father I'll Take Care of You
- Beppin-san
- Gochisousan

Waiting Drama:
- Miss in Kiss

Waiting Movies:
- One Week Friends
- Your Lie in April
- Aozora Yell
- Itakiss Movie

Favorite Song This Time :
- Red Cheek Puberty - Galaxy
- Ben - Foggy Road
- Twice - Next Page
- Utada Hikaru - Hanataba wo Kimini
- LYn - Love Story