Saturday, 17 December 2016

[Sinopsis] Goblin: The Lonely and Great God Episode 5 - Part 1


Episode 5 ini benar-benar episode terkocak sejauh ini. aku nonton tengah malam tadi ketawa-ketawa harus tutup mulut biar nggak ribut HAHAHAHAHAHA. Suka banged scene Goblin dan Malaikat Maut, berharap terus begini, scene gila mereka berdua dibanyakin, apalagi kalau ada Deok Hwa dan Eun Tak. Jadi makin seru. BTW rating episode 5 adalah 11,5%. Semoga episode selanjutnya semakin tinggi ratingnya ya ^^


Sinopsis Goblin Episode 4 Part 1 || Part 2

 Sinopsis Goblin: The Lonely and Great God Episode 5 - Part 1

Episode 5 dimulai dengan akhir episode 4 dimana Shin menyadari kalau ia telah jatuh cinta kepada Eun Tak setelah membaca buku yang Eun Tak berikan dan melihat gadis itu melompat kesana-kemari seperti kelopak bunga dan membuat hatinya berdegup kencang. Hampir 1000 tahun hidup di dunia ini, Shin merasakan cinta pertama untuk pertama kalinya.
Menyadari akan hal itu, perlahan senyuman Shin menghilang. Eun Tak yang bahagia hari itu bertanya apakah Shin yang mengubah warna trotoar jalan untuknya, tapi Shin diam saja. Eun Tak bertanya lagi tapi Shin tetap diam saja. Shin tidak menjawab satu pun pertanyaan Eun Tak dan gadis itu berfikir kalau Shin marah padanya.

Shin dan Eun Tak pulang, mereka ada di mobil saat Shin menyetir dalam diam. Ia tidak mengucapkan sepatah katapun sejak tadi. Eun Tak merasakan atmosfer dalam mobil itu sangat aneh, ia melirik dan merasa tak tenang karena Shin marah padanya. Shin yang menyetir dalam diam hanya menatap lurus ke depan, ia tidak sekali pun melirik Eun Tak yang merasa khawatir.
Karena merasa tak enak, Eun Tak meminta Shin menurunkannya dimana saja, karena ia sudah hafal jalan menuju hotel, jadi ia bisa pulang dengan jalan kaki. Shin menurutinya. Ia menurunkan Eun Tak di pinggir jalan, tanpa melirik ke arahnya.
Eun Tak hanya bisa diam dan keluar dari dalam mobil. Ia meninggalkan Shin yang sedirian dalam mobil dengan sejuta pikiran di kepalanya.
Ekspresinya menunjukkan kalau ia ada di posis yang sulit sekarang. Ia jatuh cinta pada gadis yang ditakdirkan untuk mengakhiri hidupnya.

Shin kembali ke rumah. Ia masih kepikiran dengan hal itu dan tiba-tiba dadanya terasa sakit. Ia roboh ke lantai memegang dadanya, menahan sakit. Ia sesak nafas mengingat bagaimana ia dibunuh dan sebuah narasi menyebutkan kalau hanya pengantin goblin lah yang bisa menarik pedang itu. Setelah pedang itu di tarik Shin akan mejadi abu dan menemukan kedamaian.
Shin masih sesak nafas, ia menahan sakit di dadanya, sakit yang selama ini ingin ia akhiri dan itu adalah tujuan hidupnya.

"Hidup adalah perpaduan dari berbagai genre. Apakah genre-mu hari ini? Romantic Comedy? Fantasi yang indah tapi aneh? Melodrama yang menyedihkan?"

Eun Tak sedang berjalan pulang sambil mendengarkan radio melalui headset-nya. Siaran radio yang sangat cocok baginya untuk malam ini. Tapi tiba-tiba terdapat gangguan sinyal pada siaran radio itu dan membuat telinganya sakit, Eun Tak mencopot headset-nya. Kemudian ia menyadari ada yang memperhatikannya.
Eun Tak berusaha mengabaikan hantu yang ia lihat dan berbalik arah, tapi hantu itu muncul lagi di hadapannya. Eun Tak mencoba kabur lagi, tapi hantu itu terus muncul. Akhirnya Eun Tak bicara, Tidak bisakah kau bicara? Jangan melakukan hal yang seperti ini, kau membuatku kaget?!
Sang hantu minta maaf dan mengatakan kalau ia punya permintaan pada Eun Tak, untuk mengisi lemari es-nya dengan makanan. Eun Tak bingung. Hantu wanita itu mengatakan kalau ia baru saja mati, ibunya sibuk dengan pemakaman dan belum sempat ke apartemennya, ia tidak mau ibunya sedih karena melihat isi lemari es-nya, jadi ia ingin Eun Tak mengisinya dengan makanan.
Eun Tak menghela nafas mengerti, tapi ia tidak punya uang. Sang hantu terkejut karena ia tidak memikirkan sampai kesana. Lalu Eun Tak berfikir dan menemukan ide.

Eun Tak ke apartemen sang gadis dengan banyak makanan di tas-nya. Ia membuka lemari es yang kosong dan mengeluarkan air mineral, satu-satunya isi lemari es gadis itu. Ia kemudian membuka tas-nya yang penuh dengan makanan dan menaruhnya dalam lemari es sang gadis, ada air mineral baru, cola, bento, cemilan dan lain sebagainya.
Tugasnya selesai, Eun Tak akan bersiap pergi, tapi ia menyadari kalau kamar gadis itu berantakan. Eun Tak memutuskan untuk merapikan tempat tidur, menata meja dan menjadikan kamar sang gadis rapi. Hantu itu tersenyum berterima kasih pada Eun Tak, Eun Tak tersenyum manis membalasnya.

Ibu sang gadis masuk ke apartemen kecil puterinya. Ibu yang baru kehilangan puterinya menatap kamar dimana puterinya tinggal untuk menuntut ilmu, ia menyentuh bantal puterinya, menyentuh buku-buku puterinya, membuka lemari es dan melihat penuh makanan disana. Sang ibu tak dapat menahan air matanya.
Hantu sang gadis masih disana, ia menatap punggung ibunya dan menangis.
Gadis itu adalah mahasiswa yang nge-kos sendiri kalau menurut aku. Ia meninggal di suatu tempat dan ia tak ingin ibunya khawatir karena ia jarang makan, nanti ibunya bakalan menyalahkan diri sendiri, makanya ia minta Eun Tak mengisi makanan di lemari es-nya, agar ibunya berfikir ia makan dengan baik disana T____T

Wang Yeo sedang bersiap mengantar kepergian arwah. Sang gadis duduk di hadapannya dan belum meminum teh-nya. Wang Yeo mengatakan kalau gadis itu sudah melakukan hal terbaik yang bisa ia lakukan dan semoga perjalananya menuju akhirat tenang, ia meminta gadis itu meminum teh-nya sebelum dingin. Sang gadis meneteskan air matanya dan mulai meminum teh-nya.

Sunny masih belum menyerah akan Wang Yeo. Hari itu ia kembali menunnggu di jembatan tempat pertama kali mereka bertemu dengan harapan hari ini mereka bisa bertemu. Dan tentu saja saat melihat Wang Yeo ada disana, Sunny langsung terbelalak dan mendekatinya. Ia tak menunggu Wang Yeo bicara dan langsung bertanya, apa ini? apakah ini kebetulan? Aku tidak. Kenapa kau tidak menelponku? Aku menunggumu selama ini.
Wang Yeo bingung mau jawab apa dan dengan babo-nya ia berjata, Aku akan menelponmu, sekarang juga.
Sunny tak percaya akan hal ini, Kau mau kemana? Mencari telpon umum?
Wang Yeo berkata, Aku mau pulang. Di rumah ada telpon, aku akan menelponmu dari rumah.
BUWHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHHAHA. BABO YA!

Sunny kehilangan kata-katanya, ia tak percaya pada apa yang ia dengar dari pria yang sudah membuat hidupnya tak tenang belakangan ini LOL.
Ia mengatakan untuk apa menelpon toh mereka sekarang sudah bertemu. Sunny kali ini nggak mau kehilangan kesempatan dan mengajak Wang Yeo untuk minum kopi bersamanya, ada banyak cafe disekitar sana dan ia juga sedang tidak sibuk. Wang Yeo terdiam, ia juga tak punya alasan untuk menolak atau lebih tepatnya ia tak tahu cara menolaknya atau dia memang tak berniat menolaknya HAHHHAHAHAHAHAHHAHAHHA.
Ganteng ganteng bloon, mungkin itu yang dipikirkan Sunny XD XD

Karena diajak 'minum kopi', tentu saja Wang Yeo minum kopi dan ia sudah menghabiskan 3 kopi dan ini minuman keempatnya BUWHAHAHAHHAHAH.
Sunny mengerutkan keningnya karena ia tak mengerti dengan jalan pikiran Wang Yeo, tapi ia sangat penasaran untuk mengabaikannya. Akhirnya Sunny angkat bicara, ia bertanya apakah mereka akan terus minum kopi seperti ini, matahari sudah hampir terbenam.
Wang Yeo bingung dan berkata, siangnya terlalu singkat ya?
Sunny kehilangan kata-kata lagi, sepertinya ia memang tidak bisa menggunakan istilah atau kode-kode, jadi ia langsung ke intinya, bukankah seharusnya kita saling menyapa dan menanyakan kabar satu sama lain? Bukankah kita seharusnya mengobrol?
Wang Yeo terdiam dan kemudian ia mulai mengerti, ia membungkuk dan berkata, Annyeonghaseyo, bagaimana kabarmu?
Sunny lagi-lagi kehilangan kata-katanya melihat Wang Yeo yang berbeda dari pria yang biasa ia temui HAHAHHAHAH. Tapi demi rasa penasarannya ia mengikuti permainan, ya aku baik-baik saja, apakah kau baik-baik saja? Bagaimana dengan cincinku? Kau masih belum punya ponsel?
Wang Yeo menjawab yang perlu dijawab, dengan bahasa sangat formal dan gaya kaku, Ya, aku baik-baik saja, cincinmu juga baik-baik saja. Aku tidak punya ponsel.

Sunny menatap Wang Yeo dengan tatapan tak percaya, tapi ia tak bisa berbuat apa-apa karena ia masih menganggap Wang Yeo sengaja melakukan hal itu, push and pull LOL.
Ia curiga kalau Wang Yeo lupa namanya. Wang Yeo tersenyum karena ia masih ingat, SUn Hee.
Sunny kesal, bukan Sun Hee tapi SUNNY!
Wang Yeo diam saja, Sunny tertawa tak percaya pada Wang Yeo yang aneh dan bertanya, apa kau sengaja melakukan ini?
Wang Yeo tidak menjawab, ia terus menatap Sunny. Sunny betanya, apa yang kau lihat hah?
Wang Yeo menjawab, Aku tidak bisa menahan diri melihat senyumanmu.
Sunny senang mendengar hal itu, ada sediiiiiiiiikit senyuman di wajahnya, tapi ia masih mencoba besikap cool dan ia baru menyadari kalau ia bahkan tidak tau nama Wang Yeo. Ia bertanya siapa nama Wang Yeo.
wang Yeo terdiam. Ia tak punya nama.

Goblin dan malaikat maut sedang galau berdua.
Goblin yang kalau galau tubuhnya akan panas, memasakkan telur untuk Wang Yeo.
Malaikat maut yang galau tubuhnya akan dingin, mendinginkan minuman untuk Shin.
Mereka bertukar, membuka kaleng minuman bersama, bersulang, minum dan menghela nafas bersama. HAHHAHAHAHAHHAHA.
Wang Yeo mengatakan kalau Sunny bertanya siapa namanya, tapi ia tidak ingat siapa namanya.
Shin mengangguk malas.
Wang Yeo meneruskan keluhannya, dia bertanya bagaimana kabarku. Dia bertanya tentang hidupku padahal aku ini tidak hidup.
Shin mengangguk lagi. Wang Yeo menghela nafas dan meneguk minumannya.

Shin sendiri larut dalam pikirannya tentang Eun Tak (tentu saja).
Ia teringat kejadian di Quebec, melihat Eun Tak tersenyum manis seperti itu, ia tak bisa menghentikan perasaannya.
Dalam hati, Shin berfikir, Senyumannya... memantulkan cahaya matahari saat matahari bersinar paling terik. Itu mengingatkanku saat hidupku direnggut (Shin meninggal saat matahari bersinar paling terang). Aku sudah memutuskan, aku akan menghilang sebelum aku merasa ingin hidup lebih lama. Sebelum aku menjadi lebih bahagia dari sekarang. Itu adalah keputusan yang harus ku buat untukmu. Aku harus mengakhiri hidupku.

Shin masih larut dalam pikirannya saat Wang Yeo mengatakan ia mendengar semua yang ada dipikiran Shin.
Ia bertanya apakah Shin benar-benar akan mati?
Shin membenarkan, sebelum salju pertama tahun ini.
Wang Yeo mengerti dan keduanya meminum minuman kaleng mereka sambil mendesah lagi.
(Kalau nggak bertengkar dua orang ini memang kaya sahabatan udah lama banged wkwkwkkw)

Deok Hwa ada di lobi hotel menatap sebuah kertas yang membuatnya sakit mata karena ia tak sanggup memandangnya.
Eun Tak terlihat keluar untuk berangkat ke sekolah dan Deok HWa langsung menemuinya. Ia minta penjelasan mengenai tagihan yang ia terima, ternyata itu tagihan dari hotel karena Eun Tak sudah menghabiskan semua makanan yang ada di lemari es. Deok Hwa mengatakan kalau Eun Tak bahkan membuang sampah-sampahnya supaya ia tidak tahu.
Eun Tak mengatakan itu karena kakek menyuruhnya meminta bantuan Deok Hwa kalau ia membutuhkan. Dan lagi pula Eun Tak mengatakan kalau ia punya alasan melakukannya. Eun Tak bahkan pengen minjem duit ke Deok Hwa untuk membayar tagihan itu. HAHHAHAHAHA.
Deok Hwa kehilangan kata-kata karena ia juga tidak punya uang. ia sedikit berteriak marah awalnya, tapi kemudian merendahkan suaranya dan bicara memelas kalau ia juga tak punya uang LOL.
(Ah,, jadi Eun Tak mengambil makanan di lemari es untuk diberikan pada gadis hantu itu, pinter juga XD )

Malamnya Eun Tak di kamar menyalakan lilin yang banyak itu saat bel berbunyi. Eun Tak berfikir itu Deok Hwa yang datang menagihnya lagi dan ia membuka pintu dengan kesal. Ternyata itu Shin yang tanpa minta persetujuan langsung masuk ke rumah.
Eun Tak bertanya kenapa SHin datang, apakah Deok Hwa mengatakan semuanya pada Shin. Shin bertanya ada apa?
Eun Tak menjelaskan kalau ia mengosongkan lemari es dan Deok Hwa mengomelinya. Eun Tak menunjukkan tagihannya dan meminta SHin membayarnya, ia akan mengganti uangnya setelah ia gajian.
Shin diam saja. Melihat reaksi Shin, Eun Tak tahu Shin tidak akan mau membayarnya. Ia kemudian mengatakan kalau sebenarnya bir yang ada disana Shin lah yang meminumnya dan sisanya ia gunakan untuk kebaikan. Ia mengancam Shin, kalau Shin mengabaikannya ia akan meniup semua lilin itu dan akan membuat Shin datang dan pergi di kamarnya sepanjang hari.
Shin masih diam. Tiba-tiba semua lilin di kamar Eun Tak mati. Eun Tak terkejut dan menatap shin.

Shin masih tidak melepaskan tatapannya dari Eun Tak, mulai sekarang kau tidak perlu membuat permohonan. Itu tidak perlu lagi. Aku akan berada disisimu mulai sekarang. (EAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA)
Eun Tak terkejut. Ia menatap wajah Shin yang tanpa ekspresi.
Shin: Jibe kaja (Ayo pulang ke rumah).
Eun Tak: Ke rumah yang mana?
Shin: Ke rumahku. Karena kau adalah pengantin goblin.
Shin benar-benar mengatakannya tanpa ekspresi. Eun Tak kemudian bertanya lagi, ahjushi, apa kau mencintaiku?
Shin menjawab dengan wajah datar, Kalau itu memang perlu, aku akan melakukannya. Aku mencintaimu.

Eun Tak terdiam.
Ia melirik ke luar jendela dan menatap mata Shin yang masih tidak mempunyai ekspresi.
Diluar hujan, yang artinya suasanan hati Shin sedang buruk.
Eun Tak bertanya, apa kau benar-benar sangat membenciku? Sebenci apa sampai kau terlihat sesedih ini? diluar hujan sangat deras.
Shin masih diam, ia tidak mengatakan apa-apa. Eun Tak menunduk sedih.
Awwwww mata Eun Tak berkaca-kaca, karena pikir Shin sangat sedih makanya di luar hujan, sedih karena begitu membencinya, ditambah ekspresi Shin yang datar makin meyakinkannya.

Tapi Eun Tak sudah membuat keputusan, meskipun Shin sedih dan sangat membencinya, ia akan tetap tinggal di rumah Shin. Karena ia tidak ada diposisi bisa memilih goblin ini atau itu, dan lagipula tugasnya hanya mencabut pedang di dada Shin.
Shin membenarkan. Hanya itu yang harus Eun Tak lakukan.
Eun Tak akan menangis saat ia menyuruh Shin menunggu, ia akan berkemas dulu.
Setelah Eun Tak pergi, Shin baru menunjukkan ekspresi lain, kalau ia memang sedih dan menahan perasaannya, karena ia sangat mencintai gadis itu tapi ia akan segera pergi dari dunia ini.
UGHHHHH GONG YOO AKTINGNYA BAGUS BANGED EMANG!

Keduanya ada di dalam mobil menuju ke rumah Shin dalam diam. Eun Tak masih merasa sedih dan Shin tidak bicara apa-apa, fokus menyetir tapi pikirannya kemana-mana.
Eun Tak akhirnya memulai pembicaraan, ia bertanya siapa nama Shin.
Shin diam saja, tidak menjawab.
Melihat reaksi Shin, Eun Tak mengatakan ia bertanya bukan karena ia penasaran. Ia tahu hubungan mereka ada diantara pernikahan dan tinggal serumah, hanya itu. Ia tahu ini membingungkan, karena ia pengantin goblin, jadi setidaknya ia merasa harus tahu nama goblin calon suaminya.
Tidak ada jawaban. Eun Tak melihat ke arah Shin yang bahkan tidak terganggu dengan kata-katanya.
Eun Tak berkata, Kita.... ah benar, sepertinya aku belum boleh menyebutkan kata 'kita' ya.
Eun Tak menyerah dan menatap keluar jendela mobil saat Shin mulai bicara.

Shin berkata, kau dan aku sudah memulainya sejak kau dilahirkan. 'Kita'.
Eun Tak menatap Shin. Mobil mereka berhenti di lampu merah. 
Shin menjawab pertanyaan Eun Tak, Satu kali aku adalah Yu Jung Shin dan kadang aku adalah Yu Ji Shin dan sekarang aku Yu Shin Jae.
Eun Tak menatap Shin. Shin melanjutkan, Nama asliku adalah Kim Shin.
Eun Tak tak tahu harus berkata apa saat Shin menatapnya untuk pertama kalinya selama mereka ada dalam mobil dalam perjalanan pulang. Aku rasa ia mengerti bagaimana Shin selama ini sering berganti-ganti nama mengingat ia hidup sudah sangat lama. Eun Tak kemudian mengajak Shin jalan karena lampu sudah hijau.
Eun Tak kemudian bisa tersenyum dalam hujan malam itu.

Eun Tak dan Shin tiba di rumah saat Wang Yeo menembus pintu dengan kantung sampah di tangannya. Ia kaget melihat Eun Tak disana. Eun Tak menatap Wang Yeo dan kantong sampahnya, Wang Yeo mengatakan kalau hari ini adalah hari membuang sampah.
Eun Tak berkomentar kalau setiap kali mereka bertemu, ia selalu melihat diri Wang Yeo yang lain. Ia mengatakan kalau ia akan mengambil alih tugas membuang sampah mulai dari sekarang, ia akan mengambil kantung sampah dari Wang Yeo tapi Wang Yeo menghindar.
Wang Yeo mendekati Shin dan bertanya ada apa dengan Eun Tak, kenapa Eun Tak tiba-tiba bersikap baik padanya.
Shin mengatakan kalau  mulai dari sekarang Eun Tak akan tinggal di rumah mereka.

Wang yeo terkejut dan mengingat percakapannya dan Shin malam itu, yang mana Shin mengatakan kalau ia sudah membuat pilihan untuk mati.
wang Yeo tersenyum mengingat hal itu, ia bersemangat dan membuang sampah dengan sekali lemparan dan langsung masuk ke truk sampah yang lewat HAHAHAAAHHAHAHA.
Ia mendekati Eun Tak dan mengatakan kalau ia akan mendukungnya dan apapun yang Eun Tak lakukan di masa depan HAHAHAHHA. Shin bingung dengan mereka LOL.
Wang Yeo mengajaknya masuk. Eun Tak membungkuk berterimakasih dan bersemangat karena sepertinya ia punya banyak pekerjaan rumah yang akan ia lakukan nanti.
Mereka bertiga berjalan memasuki rumah.

Tapi kemudian berhenti di depan pintu masuk, menatap pintu dan kunci rumah. Mereka berdua tidak tahu password rumah mereka sendiri BUWHAHHAHHAHAHAHAHHAHA.
Wang Yeo bilang biasanya 4 digit dan diakhiri dengan tanda bintang LOL.
Eun Tak menghela nafas karena keduanya tidak tahu password rumah mereka. Shin membela diri dengan mengatakan mereka tak butuh password untuk masuk ke rumah HAHAHHAHA.
Eun Tak mengibaratkan ini seperti akan memasuki rumah hantu, menakutkan tapi membuatnya penasaran. Karena ia tidak tahu apa yang akan menunggunya didalam, bertanya-tanya apakah ia bisa keluar dalam keadaan hidup atau tidak.
Eun Tak terus bicara tanpa tahu dua makhluk itu sudah menghilang dari sampingnya HAHHAHHAAHAH.

Shin dan Wang Yeo masuk ke rumah menembus dinding dan membukakan pintu untuk Eun Tak. Eun Tak hanya bisa tersenyum tak percaya. Ia masuk ke dalam rumah dan melihat Deok Hwa sedang mabuk disana.  Deok Hwa terkejut melihat Eun Tak disana.
Shin mengatakan kalau Eun Tak akan tinggal bersama dirumah mereka mulai dari sekarang. Eun Tak memberi salam. Deok Hwa tak setuju, lalu bagaimana denganku? Bagaimana denganku?!
Shin menyuruh Deok Hwa minum obat pereda mabuknya. Shin juga bertanya berapa password rumah mereka pada Deok Hwa dan Deok HWa mnejawab malaikat / ceonsa / 1004 (1004 dibaca cheonsa).

Shin membawa Eun Tak masuk ke sebuah ruangan yang akan menjadi kamar Eun Tak nantinya.
Eun Tak tak bisa menutupi kebahagiaannya melihat kamar yang luas itu. Shin mulai mengeluarkan ide-idenya untuk menata kamar Eun Tak, seperti melihat sudut dan mengatakan akan cocok jika disana ditaruh kursi gaya baroque. Wang Yeo juga masuk ke dalam kamar Eun Tak dan tidak setuju pada Shin, memangnya ini studio foto. Sebaiknya ubah cat kamarnya ini dengan warna pastel supaya dia bisa tidur dengan tenang.
Shin tidak setuju, memangnya ini tempat penitipan anak?!
Shin melihat ke arah lain dan memberikan ide memasang lukisan romantis abad ke-19 dengan tungku perapian disana.
Wang Yeo tak setuju, memangnya ini pansion? KIta akan menempel wallpaper di dinding sebalah sini.
Shin kesal, ini bukan rumah model. Dia adalah tamuku!
Wang Yeo membalas, ini rumahku!
Eun Tak yang dari tadi memperhatikan keduanya angkat bicara, ini adalah kamarku!

Eun Tak mengatakan kalau ia tak masalah dengan semuanya. Ia menunjuk ke salah satu sudut dan mengatakan akan meletakkan wallpaper romantis abad ke-19 disana dan di sudut lain mereka bisa memasang perapian dengan warna pastel. Dengan begitu maka adil sudah.
Shin dan Wang yeo terdiam, melihat ke arah kemana jari Eun Tak menunjuk HAHHAAHAHHA. Ini yang berdua kaya nemu adik yang udah lama kepisah terus pengen mendekorasi kamarnya HAHHAHHAHAHAHA.
Eun Tak lebih tertarik mengenai dimana ia akan tidur malam ini, apakah di sofa di ruang tamu atau ia bisa tidur di luar juga jika mereka berdua merasa tidak nyaman dengan keberadaannya. Ia menyadari posisinya dimana ia tak berhak untuk pilih-pilih dimana ia akan tidur.

Wang Yeo protes pada Shin yang harusnya membawa tempat tidur untuk Eun Tak malam ini.
Shin sudah memikirkan hal itu sebelumnya dan menyuruh Eun Tak tidur di kamarnya malam ini.
Eun Tak terkejut, berdua bersamamu?
Shin lebih terkejut lagi mendengar itu dan Wang Yeo siap marah-marah pada Shin yang berani pada gadis di bawah umur HAHAHHAAHHAH.
Shin segera berteriak membantah untuk mengakhiri kesalahpahaman ini.
Eun Tak kemudian bertanya, lalu ahjushi kau akan tidur dimana?

Shin sudah di kamar Wang Yeo membawa bantalnya, malam ini ia akan tidur disana. Wang yeo tertawa tak percaya.
Shin yang menumpang bahkan tak tahu terimakasih, ia mengatakan kalau ia akan tidur di ranjang dan menyuruh Wang Yeo tidur di sofa dengan nyaman HAHAHAHAAHHA.
Tentu saja Wang Yeo menolak keras, ia tak ingin Shin menodai ranjangnya HAHHAHAHAHA. Ia menyuruh Shin tidur di sofa di luar, tapi Shin mengatakan ia tak akan bisa tidur di sana, karena ia yakin Eun Tak akan mondar mandir disana nanti.
Wang Yeo menyuruhnya ke hotel saja tapi Shin mengatakan ia tak bisa meninggalkan Eun Tak sendirian di kamar (dimana ada malaikat maut dirumahnya yang nggak tau kapan akan merenggut nyawa Eun Tak) HAHHAHAHAHAHA.

Wang Yeo kesal banged, ia kemudian berjalan ke luar dan Shin bertanya dia mau kemana.
Dengan wajah malaikat maut yang khas, ganteng tapi menyeramkan, Wang Yeo berkata, aku akan membuat 'jiwa yang hilang' tidur diatas hamparan bunga. BUHWHHAHAHHAHAHAHAHAHAHAHAHHAHA Ngertikan maksudnya? alias tidur di peti mati LOL.
Wang Yeo membuka pintu dan Shin sudah berdiri di luar, Apa kau selalu sekejam ini?
Wang yeo membenarkan. Shin akhirnya mengalah, ia akan tidur di sofa. Wang Yeo meminta Shin jangan bicara lagi padanya. Ia kemudian menutup pintu.
(HAHAHAHHAHA Ini yang berdua memang asik banged kalo udah bersama, bermusuhan tapi saling menegerti wkwkkwkw).

Eun Tak ada di kamar Shin dengan barang-barangnya. Ia duduk di sofa dan menebak apakah Shin duduk dengan gaya seperti itu disana. Ia kemudian melihat bukunya disana, buku yang ia pinjamkan pada Shin di Quebec, 'The Stars May Take Your Sadness Away'.
Eun Tak berfikir kalau Shin tidak membacanya, ia mengatakan ia meminjamkannya untuk dibaca bukannya disimpan.
Ia kemudian melihat sebuah buku yang lain di meja. Ia membuka dan melihat daun maple yang ia berikan pada Shin disana. Eun Tak tersenyum karena Shin masih menyimpannya. Ia bertanya-tanya apakah Shin menyimpannya karena menganggap itu barang berharga.
Eun Tak melihat tulisan yang ada dibuku. Tapi ia tak bisa membaca karakter China, jadi ia tidak membacanya.

Lalu kita dibawa kemasa lalu, dimana Shin menulis dalam buku itu.

"Perang tidak berhenti meski di tanah yang asing ini. Pedang-pedang dan anak panah mengizinkan mereka mencuri tanah dan makanan untuk tetap hidup. Pemimpin disini dan di Goryeo, mereka sama saja. Cucu dari anak kecil yang aku bawa dari Goryeo, dan cucu dari cucunya dan cucunya lagi semuanya sudah dikubur. Aku, diatas kursi di sudur sebuah ruang kecil, mennghabiskan siang dan malamku. Keinginanku bukanlah sebuah wasiat sebelum aku mati. wahai dewa, keinginanku adalah permintaan untuk sebuah kematian. Aku menganggap kehidupan ini sebagai sebuah penghargaan, tapi pada akhirnya ini hanyalah sebuah hukuman. Aku tidak pernah melupakan kematian siapapun. Itu sebabnya aku ingin mengakhiri hidup ini. Bagaimanapun, Yang maha kuasa sudah tuli pada suara tangisanku."

Shin tidak bisa tidur di kamar Wang Yeo.  Ia terus berfikir (narasi diatas). Wang Yeo sendiri sepertinya sudah tidur dengan selimut menutupi seluruh badannya.
Shin kemudian bertanya, apa kau pernah melihat dewa.  Apa kau melihat dewa sekarang?
Wang Yeo mendesah, ia membuka selumut yang menutupi wajahnya, Bukankah aku sudah katakan untuk tidak berbicara denganku? Bagaimana bisa seonggok malaikat maut sepertiku bisa melihat Yang Maha Kuasa?
Shin menghela nafas dan mengatakan kalau ia pernah melihatnya. Wang Yeo terkejut, bagaimana rupa-Nya?
Shin mengatakan, ya begitu lah. Dia adalah kupu-kupu.
Kita kemudian melihat kupu-kupu putih yang hinggap di pedang shin.

Wang Yeo mengatakan itu mungkin saja, bahkan seekor kupu-kupu yang lewat bisa menghentikan rasa sakitmu.
Shin mengatakan seandainya ia diizinkan melihat wajahnya, ia mungkin taka akan bisa marah pada-Nya.
Wang Yeo membenarkan. Shin menghela nafas lagi, Kalau Yang Maha Kuasa hanya memberi cobaan yang sanggup kau atasi, sepertinya dia berharap terlalu tinggi padaku.
Wang yeo menatap Shin dan bertanya, apakah itu sanagt berat bagimu?
Shin menjawab, jangan khawatir, aku tidak akan menangis di pelukanmu.
Wang Yeo tertawa, ia mengeluh mengenai manusia yang dapat melihat-Nya setiap saat tapi mereka tidak diberi kesempatan untuk melihat-Nya bahkan sekalipun.

Pagi harinya, Eun Tak bangun karena alarm-nya berbunyi. Ia melakukan kebiasaannya di pagi hari, langsung duduk dan melipat selimutnya. Kemudian ia baru menyadari kalau ia sekarang ada di rumah goblin dan ia tersenyum senang.
Kemudian ia penasaran tentang sarapan mereka, ia khawatir Shin dan Wang Yeo tidak punya sesuatu untuk dimakan LOL.
Ia menatap lagi disekitar kamar Shin dan bergumam kalau Shin punya segalanya tapi terasa kosong.

Goblin dan Malaikat Maut terlihat memasak bersama di dapur, Shin tentu saja memasak daging dan Wang Yeo mengurus salad-nya.
Eun Tak berlari ke arah mereka dengan bahagia dan mengatakan kalau ini adalah pemandangan yang indah, karena ia selalu penasaran untuk melihat bagaimana dua pria hidup bersama.
Ia juga mengatakan sudah lama sejak terakhir kali ada yang memasakkan sesuatu untuknya.
Eun Tak masih terlihat bahagia dan kebahagiaannya pudar saat Shin menggodanya, aku tidak bilang kalau aku memasak untukmu.
Eun Tak cemberut melihat Shin yang memasak daging dan cemberut melihat Wang Yeo yang sibuk dengan saus saladnya BUWHAHHAHAHA

Eun Tak menyelesaikan makannya dengan cepat, ia kedapur mengantar piringnya sambil mengatakan ia akan mencari uang sendiri, mulai besok ia akan mengurus makannya sendiri dan mencuci bajunya sendiri juga.
Shin mengatakan kalau itulah yang biasa mereka lakukan. Eun Tak mengatakan biasanya orang yang tinggal di rumah besar punya pembantu. Eun Tak menghentikan kata-katanya saat ia berbalik dan melihat apa yang terjadi di belakangnya.
shin dan Wang Yeo sedang mengancam masing-masing dengan pisau yang melayang di udara, keduanya memang sangat tenang pas makan karena ada Eun Tak dan ternyata memang nggak bisa kalau nggak bertengkar saat makan HAHAHHAHAHA.
Eun Tak menatap keduanya yang dengan lihai menghindari pisau LOL.
Eun Tak mendesah dan mengatakan ia mengerti kenapa keduanya tidak bisa mencari pembantu. Sadar kalau mereka diperhatikan anak kecil, keduanya melepaskan mantera mereka dan terdiam.

Eun Tak berjalan mendekati mereka dan mengatakan kalau ia sudah membuat sesuatu seperti surat perjanjian dan berharap keduanya mendengarkannya.
Eun Tak mengeluarkan secarik kertas dari sakunya dan mulai membacanya.
"Surat permohonan. Satu. aku hara hujan tidak akan turun terlalu sering. (Eun Tak menatap ke arah Shin) Orang-orang akan merasa kesulitan karenanya, jadi tetaplah bahagia. Dua. Kalau kalian tidak puas dengan sesuatu, bicarakanlah denganku. Aku harap kalian tidak akan mengambil(nyawa)ku, dan berencana mengambil nyawaku. Atau memutuskan untuk mengambil(nyawa)ku. (Eun Tak menatap ke arah Wang Yeo. Tiga. Kalau ada yang mendesak, hubungi aku. Jangan seenaknya muncul dihadapanku tanpa pemberitahuan (Eun Tak menatap ke arah shin LOL). Ji Eun Tak. 010-1234-1234. sebagai pertimbangan, jangan hubungi aku di jam sekolah. Juga jangan menelpon saat aku sedang kerja. Aku akan mematikan ponselku di perpustakaan. Itu saja."

Eun Tak menempelkan kertas itu di lemari es dan permisi berangkat ke sekolah.
Setelah Eun Tak pergi, keduanya menatap kertas itu dan bertanya-tanya apakah Eun Tak meminta mereka menelpon.
Wang yeo menebak Eun Tak meremehkan mereka karena mereka berdua tidak punya ponsel HAHAHAHAAAH.

Tentu saja mereka berdua akhirnya meminta Deok Hwa membelikan mereka ponsel. Wang Yeo excited banged, ia mengambil ponselnya dan mengatakan ia akan mengambil warna hitam karena ia suka. Ia memberikan warna biru pada Shin yang kelihatan tidak begitu excited, kau suka?
Shin mulai sok cool mengatakan kalau Wang Yeo sangat excited dengan benda itu karena ini pertama kalinya Wang Yeo melihatnya, ia minta Deok Hwa menjelaskan pada Wang Yeo.
Deok Hwa mulai menjelaskan pada keduanya mengenai smartphone ini tapi shin memintanya berhenti karena ia sudah tahu. Ia mengatakan dengan sok kalau ia tak masalah, ia minta Deok HWa menjelaskan pada orang yang belum pernah melihat ponsel sebelumnya. wang Yeo yang mendengarnya tersinggung HAHHAHAAHA Tapi ia setuju sih meminta Deok Hwa menjelaskan padanya.
Deok Hwa cukup kaget dan ragu, Samchoon, kau tahu cara menggunakan smartphone?
Shin membalas, kau pikir aku tidak punya ponsel karena aku tidak tahu cara menggunakannya?

 
Berbeda dengan Shin, Wang Yeo memang excited untuk belajar dan bertanya lebih lanjut. Ia bahkan memotong kata-kata Shin dan mengatakan kalau ia melihat di drama orang-orang bisa bicara secara langsung melalui handphone.
Shin kesal, kalau terburu-buru seperti itu, harusnya kau beli ponsel sejak 300 tahun yang lalu.
Deok Hwa hanya bisa menghela nafas melihat Wang Yeo yang gaptek ini. Ia mengatakan masalah itu nanti saja, sekarang mereka harus pergi ke playstore.
Wang Yeo menggerakkan matanya, ia tak mengerti, Sekarang?
Shin berdiri dan mengambil jaketnya. Deok Hwa bingung, kau mau kemana?
Shin bertanya, bukankah kau bilang kita akan ke playstore? Apakah itu jauh?
Wang yeo ikutan berdiri dan mengangguk.
Deok Hwa geleng-geleng. BUWHAHHAHAHAHAHAHAHAHHAHHAHAHAHA.
AHJUSHI SOK SOK BISA TAPI GAPTEK_NYAAAAAAAAAAAAAAAAA Ia bahkan menyuruh Wang Yeo mengambil jaket untuk bersiap pergi BUWHAHHAHAHAHAHA.

Wang Yeo dan Shin mengetes ponsel mereka di kamar masing-masing. Dan aku bisa lihat kalau Shin memang lebih pintar sedikit dari Wang Yeo BUWHAHAHAHHAHA.
Wang Yeo sedang menunggu telpon dan saat HP nya bergetar, ia mengangkatnya.
Yang menelpon adalah Shin, melakukan video call dengannya. shin sudah melakukannya dengan benar, tapi ia bingung kenapa ia tak melihat apa-apa disana.
Shin bertanya, bukannya kau bilang ingin melakuakn video call? Kenapa aku tidak melihat apa-apa?
Lalu kita melihat apa yang Wang yeo lakukan, tentu saja ia meletakkan ponselnya di telinga dan malah bertanya kenapa ia tak melihat apa-apa di hadapannya.
YAWLOOOOO MAMPUS HAHAHAHAHAHHAHAHAHHAHHA

Shin menyadari kalau Wang Yeo pasti meletakkan ponsel di telinganya, jadi ia menyuruh wang Yeo menjauhkan tangannya dari telinga seperti yang ia lakukan.
Wang Yeo mencobanya, ia menjauhkan tangannya dari telinganya, tapi ia tetap menatap kedepan BUwAHHAHAHAHAHA.
Ia mengatakan kalau ia masih tak bisa melihat apa-apa dihadapannya HAHHAHAHAHAHAHAHAHAHA.
Shin kehialngan kata-kata, Ottokhaji, no. (Apa yang jarus aku lakukan padamu).
BUWHAHAHHAHAHAHAHA Ini yang berdua ngakak banged, Shin memang lebih pinter bwhahahha.

Eun Tak ada di ruang komputer, ia mengetikkan nama Kim Shin di google dan hanya 1 yang muncul, Kim Shin adalah pejabat militer dari Zaman Goreyo.
Eun Tak berfikir, apakah dia jenderal yang bekerja untuk pemerintahan?
Eun Tak kagum padanya dan mengatakan kalau itu pekerjaan yang bagus. Tapi ia kecewa karena tak ada banyak data tentang Kim Shin. Ia berfikir mungkin karena Shin tidak punya banyak prestasi saat masih menjadi jenderal.

Eun Tak dalam perjalanan pulang sekolah saat ia mendapat telpon dari nomor baru. Dan ternyata itu shin yang mengajaknya berbelanja kebutuhan sehari-hari.
Eun Tak kagum karena Shin ternyata bisa menggunakan ponsel. Shin mulai sok cool dengan mengatakan spesifikasi ponselnya mulai layar 5,5 inci QHD sampai layarnya dari kacar. Eun Tak bingung kenapa Shin menghapal semua itu HAHAHHAHAHAHAHAHAH. Shin tersenyum bangga LOL.
IA mengecek barang yang dibutuhkan Eun Tak Salah satunya sikat gigi, padahal di rumah mereka punya banyak.

Lalu kita masuk ke iklan dalam drama, boneka dokkaebi HAHHAHAHAHA
Eun Tak menunjuk ke sebuah boneka dan mengatakan kalau sebenarnya itu adalah Shin. Shin mengatakan bagaimana bisa sebuah boneka berpipi merah adalah dirinya. LOL.
Eun Tak menjelaskan kalau boneka itu adalah goblin, karena orang-orang takut pada goblin jadi dibuat menjadi imut, menutupinya dengan makanan kesukaan goblin, jelly gandum, untuk menyamarkan diri. Lucu banged kan? Kau mengerti apa maksud aku kan?
HAHAHHAHAHAHAHHA Tentu saja, kalau Eun Tak udah memuji sebuah barang maka artinya ia menginginkannya. Eun Tak berakhir dengan barang yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan HAHHAHAHHA. Ini dan itu, apa saja yang membuat Eun Tak tertarik Shin memasukkannya dalam keranjang wkkkwkwkwkwkwwk *asik banged, pengen donk wkwkwkwkw.

Shin bertanya apa lagi yang Eun Tak butuhkan. Eun Tak mengatakan ini sudah cukup banyak, karena ia akan kesulitan membawanya nanti kalau ia pindahan lagi.
Shin bertanya apa maksudh Eun Tak. Eun Tak mengatakan mereka kan tidak tahu apa yang akan terjadi nanti. Aku mungkin saja akan meninggalkan rumahmu.
Shin mengatakan bukan itu, Apa maksudmu kau mau membawanya kalau kau pindah nanti? Memangnya aku bilang kau boleh membawanya?
BUWHAHHAHAHAHAHHAHAHAHAHAHHAHAHAHA PELIT PELIT!!!! Eun Tak tak percaya akan hal itu HAHAHHAHA, ia merubah raut wajahnya menjadi kesal LOL. Shin meninggalkannya dan ia mengikutinya.

Shin ke kasir untuk membayar belanjaan mereka, Eun Tak ngambek, mengambil sesuatu disana dan memasukkannya ke keranjang. Shin mengeluarkannya. Eun Tak mengambilnya lagi dan meletakkannya di meja kasir. Shin membuangnya lagi BWUHAHHHAHAHA Ini yang berdua beneran lucu deh, kaya pengantin baru wkkwkwkwkw.

[Bersambung ke Part 2]
Share:

1 comment:

  1. BWAHAHAHAHA ga bisa ga ngakak meski cuma baca sinop drama ini. Eun tak ini cewek kok lovable banget ya? Apa semua pengantin goblin kayak gini ya? Dia mandiri banget dan pekerja keras. Suka rela ngelakuin pekerjaan rumah meski ga ada yg minta. Lebih milih kerja keras daripada dibayarin hutangnya. Huhu eun tak-aaaaaaaah.
    Paling sedih waktu dia tanya ke goblin, apa goblin mencintainya dan hujan turun. Hadu melo. Saking melonya cinta mereka sampe harus ada hujan. Buat goblin dia lebih milih ga ngasih perasaan utk eun tak daripada harus sakit seperti ini. Tapi apa daya, youre so lovable girl!
    Eh tapi wang yeo kim shin jg lovable. Kebayang kalo wang yeo beneran king? Takdir macam apa yg membuat orang saling bunuh dulu malah jadi seakrab ini. Kejam! Harusnya dulu gini juga ><
    Saya paling suka waktu wang yeo gaya abis bikin saus saladnya haha. Ga elit kayak bikin steak sih, jadi harus dibuat buat boar menarik meski cuma dressing salad^^
    Bentar btw. Wang yeo nama dari mana ya?

    ReplyDelete

Translate

Dapatkan Update Via Email

Powered by Blogger.

Actress & Actor Tags

Airi Matsui Anna Ishii aoi miyazaki aom sushar Bae Min Jung baro Chen Duling choi si won Dori Sakurada Eikura Nana Eita Eun Ji Won Fukushi Sota Fuma Kikuchi Go Kyung Pyo Gong Yoo Haruma Miura Hashimoto Ai Hikari Mitsushima Hiroki Narimiya Hirose Suzu Hong Jong Hyun Honoka Miki horii arata Hoya hwang jung eum Hyeri Ikuta Toma Inoue Mao Ishihara Satomi James Reid Jang Se Hyun Jeon Ji Hyun jo seung woo Joo Won Jun Shison Jung Eun Ji jung gyu won Jung Ryu Won Kamiki Ryunosuke Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kento Hayashi Kim Go Eun Kim Jong Kook Kim Seul Gi Kim So Hyun Kim Soo Hyun kim tae woo Kim Woo Bin kim yoo bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kim Yura lee bo young Lee Chung Ah Lee Dong Wook lee gi kwang Lee Jong Suk Lee Soo Hyuk Mackenyu Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Suda Mei Nagano Mikako Tabe mike d angelo Min Do Hee Minami Hamabe Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Miyu Yoshimoto Nadine Lustre nagasawa masami Nijiro Murakami noemie nakai Osamu Mukai Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Shin Hye Reina Visa rena nounen risako ito Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryoo Hye Young Ryoo Joon Yeol Sakaguchi Kentaro Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seo In Guk Shim Eun Kyung Shin So Yul Shuhei Nomura Suzuki Ryohei Suzy Takeru Sato Tao Sattaphong Tomoshita Yamashita Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Ueno Juri yamada yuki Yamazaki Kento Yoo In Na Yook Sung Jae Yoshine Kyoko Yu Aoi Yudai Chiba Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuko Oshima Yuriko Yoshitaka Zhou Dongyu

Blog Archive

Recent Comment

Random Post