Saturday, 7 January 2017

[Sinopsis] Goblin: The Lonely and Great God Episode 11 - Part 1


Setiap episode Goblin memang tingkat keseruannya beda banged. Diantara semua episode maka ending episode 11 merupakan ending paling seram menurut aku HAHAHAHAHA. Gila itu kasimnya masih hidup aja. Aura jahatnya sangat terasa dan aktignya memang oke banged.
Pasangan Shin dan Eun Tak semakin kuat setelah Eun Tak mengetahui rahasia Shin dan Sunny yang sangat sulit menerima kenyataan mengenai orang-orang disekitarnya butuh waktu untuk menenangkan dirinya.

Sinopsis Goblin: The Lonely and Great God Episode 11 - Part 1

Wang Yeo menceritakan pada Shin mengenai masa lalu Sunny. Meski ia belum yakin 100% tapi ia merasa kalau Sunny adalah reinkarnasi dari adik Shin, karena wajah yang ia lihat dalam masa lalu Sunny adalah wajah yang sama dengan lukisan wajah adik Shin di gulungan itu.
Saat Wang Yeo menceritakan hal itu, Shin tidak percaya begitu saja, karena ia pernah menceritakan hal itu juga pada Wang Yeo, kecuali beberapa hal dan akhirnya saat Wang Yeo membicarakan mengenai adegan tandu, Shin menjadi percaya karena ia belum pernah mengatakan hal ini pada Wang Yeo.
Keduanya sama-sama mengkonfirmasi dan terkejut, karena Sunny benar-benar reinkarnasi dari adik KIm Shin di zaman Goryeo, sang ratu, Kim Sun.
Wang Yeo kemudian bertanya apa yang akan Shin lakukan setelah mengetahui hal ini.

 
Tentu saja hal pertama yang mereka lakukan adalah mengkonfirmasi pada orangnya langsung. Mereka pergi ke restoran ayam Sunny. Awalnya Sunny melihat hanya Shin yang datang, jadi ia pikir Shin mencari Eun Tak, tapi Wang Yeo kemudian masuk, jadi ia pikir mereka tidak mencari Eun Tak. Apalagi melihat tatapan Shin yang sedikit aneh. Shin menatap Sunny dengan wajah berkaca-kaca dan memanggilnya Sun, kemudian lari dan memeluknya.
Sunny sangat terkejut, tentu saja dan ia bertanya ada apa ini dan meminta Wang Yeo melakukan sesuatu. Wang Yeo kemudian menarik Shin dan mengatakan kalau skinsip tidak diperbolehkan karena mereka masih belum yakin.
Shin tidak peduli dan terus ingin memeluk Sunny, ia mengatakan kalau ia adalah orabuni Sunny dan ia sangat merindukan Sunny, ia juga bertanya apakah Sunny tidak merindukannya.
Sunny masih tidak mengerti dan ia bertanya pada Wang Yeo ada apa dengan Shin. Wang Yeo mengatakan kalau ceritanya sangat panjang. Sunny bingung karena ia tidak merasa kalau ia dan Shin punya cerita panjang, mengingat mereka baru bertemu 3 kali.
Shin terus memanggil Sunny dengan Sun-ah dan Sunny kesal mengatakan kalau namanya adalah Sunny HAHAHAHAHA.

Wang Yeo terus memeluk Shin dari belakang untuk menjaganya agar tidak lari ke pelukan Sunny. Sunny menatap Wang Yeo dengan kesal dan mengingatkannya kalau  mereka berdua sudah janji tidak akan bertemu lagi dan juga ia heran kenapa keduanya masih berteman padahal Shin terakhir kali memanggil mereka telur goreng HAHAHHAHHAHA.
Wang Yeo melempar Shin dan berdiri di hadapan Sunny, menjelaskan kedatangannya, ia mengatakan kalau Shin adalah kakak Sunny di kehidupan masa lalu.
Sunny tentu saja tidak percaya dengan hal-hal seperti ini, ia bahkan tertawa dan menganggapnya gila. Ia menuduh Wang Yeo mengarang tentang hal itu karena ingin bertemu dengannya. Ia mengatakan kalau Wang yeo sepertinya merindukannya dan Sunny kelihatan sedikit senyum sambil melirik Wang Yeo. Wang Yeo malah dengan lucunya ikutan senyum dan membungkuk HAHAHHAHAHAHHA. Memang benar sih ia kangen juga wkkkwkwkwkw.

Shin langsung menghalangi keduanya dan mengatakan kenapa Sunny malah bicara dengannya. Shin masih bertanya apakah Sunny tidak ingat apapun tentang masa lalunya.
Sunny masih menganggap Shin mengada-ngada tentang hal ini. Tapi akhirnya ia mau mendengarkan, ia bertanya siapa dia di kehidupan masa lalunya.
Shin mengatakan dengan serius kalau Sunny adalah ratu di masa Goryeo dan dia adalah seorang panglima.
Sunny mengatakan ah.... goreyo.....
Shin bertanya apakah dia sudah ingat sekarang. Wang Yeo juga memperhatikan Sunny.
Sunny berkata, Aku ingat sekali. Hutangmu 5000 won untuk ubi bakar itu. Bayar sekarang. Kehidupan masa lalu? Ratu? Aku tak percaya itu. Yang benar saja. Keluar. Keluar sekarang.
Sunny kesal pada mereka berdua dan mendorong mereka menyuruhnya keluar dari restorannya.

Tepat saat itu, Eun Tak datang ke restoran untuk bekerja dan ia terkejut melihat Wang Yeo dan Shin disana, ia bertanya kapan mereka kesana.
Sunny yang kesal menyuruh Eun Tak menyebar garam disana, untuk mengusir sial. Ia yang pusing pergi dari sana dan Wang Yeo mengikutinya sambil mengatakan ia tak tahu bagaimana menjelaskan ini pada Sunny dan Sunny mengatakan kalau tidak tahu ya jagan jelaskan HAHAHHAHA.
Shin masih merindukan adiknya dan ingin mengejar Sunny, tapi Eun Tak menghalanginya dan bertanya apa yang sebenarnya terjadi.
Shin tidak bisa melepaskan pandangannya dari Sunny dengan matanya yang penuh dengan kerinduan.
Adegan ini seharusnya sedih banged tapi sumpah bikin ngakak HAHAAHAHHAH.
Ekspresi Shin itu lho wkkwkwkwkwkw.

Eun Tak semakin mencurigai Shin karena terlihat sangat tertarik dengan Sunny. Ia kemudian mengajak Wang Yeo 'yang sepertinya tahu semuanya' untuk bertukar informasi. Keduanya duduk dengan tatapan tajam pada masing-masing.
Eun Tak bertanya apa sebenarnya hubungan Shin dan Sunny, ia berfikir kalau Sunny tidak mungkin mantan kekasih Shin karena kalau benar, Wang Yeo pasti tidak akan duduk diam, dia pasti sudah membuat suasana menjadi gelap karenanya.
Wang Yeo membenarkan kalau Sunny bukan mantan pacar Shin. Saat Wang Yeo mulai bertanya, Eun Tak langsung menjawab kalau itu rahasia, padahal Wang YEo belum mengatakan pertanyaannya HAHAHHAHAHA.
Eun Tak berkata 'apakah ada orang lain yang datang mencari bosku', kau ingin menanyakan hal itu kan? Rahasia.
Wang Yeo protes, Kenapa rahasia? Aku sudah memberitahukan semuanya padamu lalu kenapa kau merahasiakan hal yang kau tahu?
Eun Tak mengatakan itu karena ia setia kawan pada bos-nya HAHAHHAAHHAHAH. Wang Yeo kesal.

Sejak saat itu Shin terus datang menemui Sunny di restorannya, membawa buah persik yang disukai Sun dulu, sepatu yang selalu diinginkan Sun, hanbok dengan warna kesukaan Sun HAHAAHAHAAHHA.
Sunny benar-benar kesal karena sikap Shin dan ia mengatakan ia tidak suka warna itu, ia tidak memakai sepatu tradisional dan ia tidak makan buah persik HAHAHAHAHA.
Sunny mengatakan hanya meja itu yang tersisa jadi Shin boleh duduk disana, sekarang bisnisnya berjalan lancar. Shin mengatakan kalau itu karena dia ada disana, ia adalah dewa keberuntungan.
Sunny menggeleng, ia kehabisan kata-kata melawan Shin yang kata-katanya semuanya tidak masuk akal. HAHAHHAHA.

Eun Tak kembali dari layanan pengantaran ayam dan melihat Shin masih disana. IA menatap Shin dengan tajam. Shin mengatakan kalau ia baru akan pulang dan meminta Eun Tak pulang lebih awal hari ini.
Sunny yang sangat tidak menyukai Shin meminta Eun Tak mengencani pria lain saja. Apa harus dia orangnya? Kalau memang harus dia, pergilah dan katakan ini padanya. 'Buah persik, sepatu tradisional, dan kain sutra. Kau lebih baik datang dengan tangan kosong saja. Dan belilah ayam dari tempatku daripada membelikanku barang-barang itu.' Lebih baik begitu!
Eun Tak hanya bisa tersenyum dan mengatakan ia juga tidak tahu kenapa Shin seperti itu HAHAHAHAHAHA.
Sunny benar-benar kesal LOL.
Shin memang nggak pernah beli ayam disana apa ya, HAHAHAHHAHAHA.

Eun Tak benar-benar tak tahan melihat Shin terus-terusan begitu karena ia penasaran apa yang sebenarnya terjadi, bertanya pada Wang yeo tidak ada gunanya jadi Eun Tak menemui Deok HWa di kantor dan menanyakan hal itu.
Ia merasa tidak enak karena terus berfikir negatif pada bos-nya. Shin terus datang ke restoran ayam dan seolah jadi tinggal disana, ia juga kasihan pada Wang Yeo.
Deok Hwa menjelaskan kalau itu karena Sunny adalah adik KIm Shin dalam kehidupan masa lalunya. Eun Tak yang mendengar itu tidak percaya dan Deok HWa mengatakan padanya sebuah rahasia.
Malaikat maut bisa melihat masa lalu seseorang jika dia menyentuh tangan manusia, karena itu ia melihat masa lalu Sunny dan menemukan kalau dia adalah adik Shin.
Eun Tak mengingat-ingat lagi saat Wang Yeo dan Sunny berpegangan tangan di restoran dan ia sekarang mengerti apa yang terjadi.

Wang Yeo sedang di kamarnya akan melakukan sesuatu saat Shin datang untuk berbicara.
Shin masih galau tentang Sunny dan bertanya apakah Wang Yeo yakin kalau Sunny adalah reinkarnasi adiknya? Apakah Wang Yeo melihat hal yang lain.
Wang Yeo mengatakan ia tidak melihat hal lain. Ia ingin memastikan sekali lagi, tapi karena Sunny mengakatan 'anggap saja kau mencampakkanku', ia tidak bisa melakukannya lagi.
Wang Yeo meminta Shin jangan terlalu marah pada sikap Sunny karena bagaimanapun Sunny tidak ingat masa lalunya.
Shin mendesah dan membenarkan, Meskipun dia memang Sun dalam kehidupan sebelumnya, aku bukan apa-apa baginya dalam kehidupan sekarang ini. Dia punya kehidupannya sendiri sekarang. Aku ingin tahu apa aku harus membiarkan masa lalu menjadi masa lalu saja. Aku berharap, dulu aku sudah melakukan segalanya bagi dia saat kami berdua tinggal di waktu yang sama. Dulu dia adalah seorang gadis anggun dan elegan. Kenapa kepribadiannya sekarang berubah drastis begitu?
wang Yeo tersinggung mendengarnya, Memangnya apa yang salah dengan kepribadian Sunny sekarang?! Bukannya sebelumnya kau baik padanya dan memanggilnya Sun-a~ dan sekarang kau berharap dia bukan adikmu? Kau senang kalau bukan dia?
EAAAAAAAAAAAAAAAA

Melihat reaksi Wang Yeo, Shin berkata, bukannya kalian berdua sudah putus? Kenapa kau jadi marah-marah sekarang? Jika kau ingin mengencani dia lagi, lupakan saja rencana itu. Beraninya seorang malaikat pencabut nyawa mendekati adikku, apalagi adikku itu manusia?
Wang Yeo langsung memperbaiki ucapannya, Aku setuju dengan perkataanmu sebelumnya. Membiarkan masa lalu menjadi masa lalu saja. HAHAHAHAAHHA
Meski Shin masih galau, ia juga tidak terima kenyataan adiknya pacaran dengan malaikat maut, Sebelum aku mati, kau tak bisa jadi pilihan kekasih adikku. Menjauhlah dari adikku. Kalau saja ada air, sudah kusiram kau.
Shin meninggalkan Wang Yeo dan Wang Yeo mengatakan kalau ia pernah melihat adegan ini di drama pagi HAHAHAAHHA.

Sunny dan Eun Tak makan berdua dan Sunny bertanya pada Eun Tak apakah dia percaya akan kehidupan masa lalu atau semacamnya.
Eun Tak mengatakan ia percaya akan hal itu. Kata orang, manusia diberi empat tahap kehidupan. Tahap kehidupan menanam benih, menyiram benih, masa panen, dan memanfaatkan hasil panen. Bukankah empat tahap kehidupan itu artinya menandakan adanya kehidupan masa lalu dan kehidupan selanjutnya? Kau dan aku, kita mungkin tidak tahu hidup apa yang kita jalani sekarang.
Sunny berfikir dan membenarkan hal itu. IA cukup kaget karena Eun Tak banyak tahu dan ia bertanya Eun Tak tahu dari mana.
Eun Tak hanya tersenyum dan menjawab ia tahu dari mana-mana. Sunny kemudian bertanya lagi apa yang Eun Tak tahu.
Eun Tak terdiam dan mengingat saat ia mendengarkan percakapan Shin dan Wang Yeo mengenai masa lalu Shin dan bagaimana kehidupan ratu di masa lalu yang melindungi sang raja dan dirinya.
Eun Tak kemudian berkata kalau ia tahu akan sesuatu, bahwa Orang yang bernama Kim Sun itu adalah orang yang sangat berani dalam menghadapi cinta.
Sunny kemudian berfikir dan memutuskan untuk menemui Shin, ia meminta Eun Tak mengantarnya ke rumah Kim Shin alias orang yang mengaku kakaknya itu HAHAHHAHA.

Bel rumah Shin berbunyi, Shin dan Wang Yeo yang sedang melipat kain bertukar pandangan, karena bel tidak biasa berbunyi.
Keduanya membuka pintu dan Eun Tak datang bersama Sunny. Sunny menatap mereka dengan terkejut karena ia tidak tahu kalau mereka tinggal serumah.
Shin menarik Eun Tak kesampingnya dan memperjelas kalau mereka bertiga tinggal serumah HAHAHAHHAHA.
Shin bertanya kenapa Sunny datang dan Eun Tak memukulnya karena harusnya menyuruh tamu duduk dulu. Eun Tak mempersilakan Sunny duduk dan bertanya dia mau minum apa.
Sunny meminta alkohol atau soju. Eun Tak terkejut. Wang Yeo menjawab kalau mereka hanya punya bir di rumah.
Sunny mengingatkan kalau Wang Yeo tidak boleh bicara dengannya. Wang Yeo meminta maaf dan menunduk.
Shin berdecak, mengatakan kalau kepribadian Sun sudah berubah jadi seperti ini HAHAHHAHAHAHHA.
Wang YEo dan Eun Tak menatap Shin dengan kesal, menatap memintanya memperhatikan kata-kata HAHAHAHHAHA.

Sunny menanyakan lagi mengenai Shin yang mengatakan kalau ia adalah adik Shin dan Shin tidak suka karena Sunny masih menganggapnya bercanda tentang hal itu.
Sunny tentu saja masih tidak percaya dan ia ingin buktinya. Ia merasa dirinya menyedihkan karena sudah terpengaruh menjadi sedikit percaya mengenai hal tidak masuk akal ini, tapi ia merasa tidak mungin dua pria dewasa bersekongkol untuk menipunya.
Shin terdiam dan saling tukar pandang sedetik dengan Wang Yeo.

Mereka berempat duduk dan Shin mengeluarkan gulungan lukisan wajah ratu dan memperlihatkan pada Sunny. Sunny masih menganggapnya bercanda dan berfikir mereka membeli lukisan itu di suatu tempat. Tapi saat ia membuka lukisan itu, ia terdiam sesaat.
Ia bertanya apakah gadis di lukisan itu adalah sang ratu, adik Shin?
Eun Tak mengatakan ini suatu kebetulan karena bos-nya selalu mendambakan raja sebagai kekasihnya.
Shin bertanya apakah Sunny bisa merasakan sesuatu dari lukisan itu?
Sunny tidak melepaskan pandangannya dari lukisan itu dan berkata kalau gadis dalam lukisan itu terlihat muda dan cantik. Dulu sewaktu ia seusia gadis itu ia sangat jelek. Ia kemudian bertanya apa yang terjadi dengan sang ratu, apakah dia hidup bahagia?
Shin terdiam. Eun Tak memegang tangan Shin dan mengatakan kalau mereka akan membiarkan keduanya bicara. IA dan Wang Yeo berdiri dan meninggalkan keduanya.

Shin dan Sunny tinggal berdua dan mereka membicarakan mengenai sang ratu.
Sunny bertanya apakah sang ratu hidup sengsara. Shin mengatakan kalau ia dan adiknya saling bertukar kabar melalui surat, karena ia jarang bertemu dengannya. Membaca surat-surat yang dia kirimkan padaku, hanya itulah satu-satunya hal yang membuatku terus bersemangat dalam hari-hariku berjuang untuk bertahan hidup.

Flashback ke masa goryeo sebelum kejadian berdarah itu.
Raja latihan memanah dan awalnya ia melakukannya dengan baik. Seiring berlalunya waktu, setiap ia latihan memanah, kabar kemenangan panglima KIm Shin terus berdatangan. Dari perang satu ke perang lainnya, Kim Shin selalu memenangkan peperangan dan itu semakin membuat raja khawatir.
Latihan memanahnya menjadi jelek, ia sering kehilangan sasaran seiring dengan berita kemenangan Shin yang semakin banyak. Ditambah dengan pengaruh dari perkataan kasim Park, Berita kemenangannya Kim Shin secara sengaja menyebar ke seluruh rakyat, maka para rakyat itu semakin semangat memuja Kim Shin dan penghinaan dari para kemiliteran terhadap kita semakin besar. Jangan memuji Kim Shin atas usahanya tapi kirimlah surat padanya yang menyatakan Anda khawatir dengan kesehatan adiknya, karena reputasi keluarga kerajaan mulai runtuh.
raja semakin iri pada Kim Shin dan ia benar-benar tidak konsentrasi lagi memanah karena pikiran-pikiran itu. Bahkan busur panahnya putus karena amarahnya.
Ratu selalu melihat latihan memanah raja dari jauh dan ia selalu mendukung dari jauh. Ia kecewa melihat raja seperti itu, ia mengatakan sepertinya raja tidak punya bakat dalam memanah. Saat itu ratu tidak tahu kalau raja sudah sangat iri pada kakaknya.

Raja sangat jarang mengunjungi ratu, jadi ratu-lah yang selalu melihat raja dari jauh.
Hari itu raja sedang membaca buku dan ratu melihatnya dari kejauhan, ia mengatakan kalau raja sudah membaca halaman buku yang sama selama 1 jam.
Dayang ratu tertawa dan mengatakan kalau sepertinya raja juga tidak berbakat dalam belajar. Tapi ratu membela raja dan mengatakan mungkin raja sedang gelisah.
Ratu memandangi raja dan menghela nafas, bertanya-tanya kenapa raja jarang sekali mengunjunginya. Ia mengatakan kalau raja sangat pandai membuat wanita menjadi kesakitan.

Dan saat itu, sang raja memang sedang gelisah memikirkan sang ratu. Sebenarnya raja sangat mencintai sang ratu, ia teringat lagi malam saat ia mengunjungi ratu dan ratu berlari kecil menyambutnya. Mata itu adalah mata yang menunjukkan cinta antara keduanya.
Tapi kemudian raja teringat akan kata-kata kasim Park bahwa raja tidak boleh berpegang pada yang rendahan, jika ia menggenggamnya terlalu kuat maka orang itu akan mati.
Kemudian kita melihat beberapa dayang membawa obat untuk ratu dan raja melempar obat itu. Ia memerintahkan pada semuanya untuk tidak pernah mengirim obat ke kediaman ratu dan ratu tidak boleh maminum obat apapun yang dibawa ke kediamannya.
Mendengar hal itu dayang ratu merasa sangat sedih, dan tentu saja ratu juga sangat sedih karena perlakuan raja padanya.
Nah disini aku agak bingung, Apakah ini cara raja melindungi ratu karena orang-orang yang tidak menyukai ratu akan memberikan racun pada obat sang ratu.
atau dia melarang memberi ratu obat karena perkataan kasim Park yang mengungkit kesehatan ratu, yang intinya membiarkan ratu sakit?
Tapi aku sih pada opsi pertama, dia melindungi ratu HAHAHAHAHAHA.

Hari dimana Kim Shin kembali dari peperangan, raja datang ke kediaman ratu dan bertanya pada ratu untuk membuat pilihan, siapa yang lebih ia harapkan untuk tetap hidup, dia atau Kim Shin.
IA ingin ratu menjawab pertanyaannya, atau ratu sudah membuat keputusannya. Raja yang marah mengatakan entah itu dia atau Kim Shin yang hidup, pada akhirnya ratu memang tidak akan rugi apapun.
RAtu menangis dan mengatakan kalau raja bodoh. Raja marah mendengarnya, kau ingin mati?
Raja memandangi pakaian ratu dan mulai menuduhnya menyukai pria lain, Kenapa kau berpakaian seperti ini? Ada pria lain yang kaukagumi di dalam hatimu, bukan? Aku tak tahu harus bagaimana lagi. Aku tidak tahu apa musuhku itu orang-orang yang biadab itu atau kakakmu.
Ratu meneteskan air mata dan mengatakan kalau musuh raja yang sebenarnya adalah Park Joong Won.
Tapi raja malah meminta ratu memilih, Kau harus memilih. Apa kau akan hidup sebagai wanitaku atau apa kau akan mati sebagai adik dari seorang pemberontak?
Ratu tidak percaya pada akhirnya raja benar-benar akan mengatakan hal itu dan tetap percaya pada Kasim Park.
Dan kita tahu pilihan ratu adalah untuk mati bersama kakaknya.

Wang Yeo duduk di luar menunggu pembicaraan Shin dan Sunny berakhir.
Shin dan Sunny masih bicara di dalam, Shin menjawab pertanyaan Sunny tadi, ia yakin selama dia hidup, adiknya pernah bahagia. Bahkan pada saat detik-detik kematiannya, dia masih memandangi si bodoh itu (raja).
Sunny ingin mengatakan sesuatu tapi tiba-tiba dadanya sakit, ia menatap lukisan ratu sambil memegang dadanya yang sakit, ia menahannya.  Sunny kemudian bertanya bagaimana dengan raja itu, apakah dia juga bereinkarnasi.
Shin mengatakan ia tidak tahu mengenai raja itu dan Sunny bertanya lagi apakah ia tampan?
Shin sedikit tersenyum dan mengatakan kalau Sun dan sunny sangat konsisten dengan pertanyaan itu.
Sunny sedikit curiga pada Shin dan nada suaranya yang terdengar menyimpan kesedihan yang mendalam, Tapi kenapa suaramu seperti orang yang bersedih seolah kau ingat itu semuanya? Seolah-olah hidupmu terus berlanjut sejak saat itu.
Shin menatap Sunny dan menjawab, Aku tahu kau tidak akan percaya ini, Tapi aku telah menjalani hidupku dengan banyak kenangan.

Sunny terdiam melihat tatapan sedih Shin padanya, dahinya masih berkerut karena ia masih belum percaya semuanya. Aku bilang begini karena kau tahu aku tidak percaya itu. Aku tidak datang kemari karena aku percaya adanya reinkarnasi. Aku datang karena buah persik, sepatu tradisional, dan kain sutra. Mungkin kau sangat menyesal karena kau tidak sempat memberikan hadiah itu padanya. Sudah pasti kau menjadi gila akan hal ini tapi gilamu itu dalam hal yang baik. Karena itulah aku ingin jawaban darimu.
Shin mengatakan kalau dalam hal seperti ini, Sun sangat mirip dengan Sunny, ia menatap Sunny.
Sunny merasa tidak suka Shin bicara seolah dekat dengannya, Jangan bicara santai begitu padaku hanya karena kau kakakku di kehidupan masa laluku. Kakak adik pun yang tinggal terpisah pasti canggung saat mereka bertemu. Mana bisa aku tiba-tiba merespon baik pada orang yang mengaku-ngaku menjadi kakakku dari kehidupan masa laluku? Jadi janganlah terlalu bersedih.
Sunny kemudian permisi dan akan meninggalkan Shin. Melihat shin hanya diam duduk ia berkomentar kalau Shin bahkan tidak mengantarnya keluar.
HAHAHAHAHAHAAHA.

Sunny berjalan meninggalkan rumah Shin. Ia menghentikan langkah dan melihat ke belakang, Wang Yeo mengikutinya.
Sunny masih kesal dan melanjutkan jalannya tapi Wang Yeo terus mengikutinya dan ia akhirnya bertanya, Kenapa kau cuma menatapku saja dan tidak menegurku berhenti jalan?
Wang Yeo menatap dengan tatapan sedih, Apa aku boleh menyuruhmu untuk berhenti?
Sunny bertanya balik, Jika kau menghentikanku, lalu apa yang akan terjadi pada kita selanjutnya?
Wang Yeo terdiam. Sunny menatapnya dan melihat reaksi Wang Yeo, ia kesal, ia mengatakan Wang Yeo bodoh dan ia meninggalkan Wang Yeo sendirian.
Wang Yeo kali ini tidak mengikutinya, ia menatap Sunny dengan sedih.

Shin sedang duduk di ruangan tempat ia biasa merenung (ruang apa sih namanya? ruang kaca? HAHAHAHAHHA).
Ia bergumam, Apakah itu benar-benar kau Sun, atau tidak?
Wang Yeo berjalan mendekatinya dan duduk disampingnya. Tanpa memandang Shin bertanya, apakah dia sudah pulang?
Wang Yeo mengangguk lemah dan menjawab, dia selalu pergi seolah tidak ada masalah.
Shin bertanya lagi, Kau tidak apa-apa?
Wang Yeo bertanya balik, apanya?
Keduanya sama-sama diam dan tak bersemangat, kemudian Wang Yeo bertanya lagi, Lukisan adikmu itu, siapa yang menggambarnya?
Shin menjawab, raja Yeo.
Wang Yeo menatap Shin. Shin berkata, Itu memang lukisan adikku, tapi itulah lukisan adikku di matanya Wang Yeo. Lukisan itu mengandung dosanya, rasa bersalah, dan kerinduannya. Aku yakin itulah kebahagiaan terakhir yang dia goreskan.
Wang Yeo bertanya, Setelah membunuh istrinya seperti itu?
Shin menjawab, Ya, setelah membunuh istrinya seperti itu.
Keduanya terdiam.

Malam itu Eun Tak ada dikamarnya dan ia kelihatan khawatir pada Sunny, jadi ia memutuskan melihatnya ke restoran.
Dan benar saja, Sunny kelihatan sangat sakit dan pucat di restoran.
Eun Tak segera melepas jaketnya dan memberikannya pada Sunny. Sunny terbangun karena hal itu. Ia mengatakan kalau ia tidak peduli dengan kehidupan masa lalu atau semacamnya, ia juga tidak percaya akan hal itu, tapi seluruh badannya sakit sejak pergi dari rumah itu.
Eun Tak mengatakan kalau sakitnya tambah parah ia akan mengantar Sunny ke rumah sakit. Sunny menolak, ia ingin pulang ke rumah saja. Ia mengatakan kalau dadanya terus terasa sakit, malahan ada sesuatu dalam tubuhhnya yang lebih sakit. Rasanya seperti ada seseorang yang berjalan di atas jantungnya dan rasanya jantungnya seperti akan remuk.
Eun Tak mengerti dan membawa Sunny pulang.

Keduanya berjalan pulang, Eun Tak membantu Sunny berjalan.
Dan saat tiba di rumah, ternyata teman Wang Yeo tinggal disana, ia mengenali Eun Tak. Sunny mengatakan kalau pria itu menyewa di atap.
Eun Tak tahu dia malaikat maut, jadi dia menutup mata Sunny dan membantunya naik tangga.
Teman Wang Yeo merasa kagum dengan dunia ini yang sempit, ternyata tetangga dibawah rumahnya kenal dengan pengantin goblin.

Sunny tiduran dan Eun Tak menyiapkan kompres-nya.
Sunny tidak bisa tidur, ia terus kepikiran akan Shin dan Wang Yeo.
Sunny mengatakan kalau ia melihat sesuatu di ponsel Wang Yeo, sepasang pengantin goblin. Eun Tak terkejut. Sunny bertanya, apakah itu kau dan orang yang mengaku kakakku? Apa kalian berdua adalah pasangan goblin itu?
Sunny sudah menebak kalau Eun Tak tidak akan mau memberitahu identitas mereka berdua padanya. Eun Tak meminta maaf. Sunny juga menebak kalau Wang Yeo juga tidak akan pernah mengatakan siapa dirinya padanya.
Eun Tak minta maaf lagi. Sunny yang lemas mengatakan ia dan Wang Yeo harus benar-benar berpisah kali ini.
Dan terakhir ia memastikan kalau Eun Tak adalah manusia biasa. Eun Tak membenarkan.

Eun Tak berjalan pulang ke rumah dan ia tersenyum saat ia menyadari ada yang mengikutinya. Ia berbalik dan Shin ada di belakangnya. Ia bertanya sejak kapan Shin mengikutinya, Shin menjawab ia menunggu Eun Tak, mengikutinya di setiap langkah kaki Eun Tak. #EAAAAAAAAAAAAAA
Eun Tak terawa mendengarnya, ia mengatakan Shin bisa mengatakan hal yang indah seperti itu. Shin hanya tersenyum sambil mengangkat bahunya.

Eun Tak dan Shin berjalan berdua. Eun Tak mengatakan kalau ia kasihan pada bos-nya. Kalau ia sendiri sejak lahir sudah berada di dunia yang aneh, ia bisa melihat hantu, bertemu goblin, bertemu dengan malaikat maut, baginya itu bukan hal yang aneh. Tapi bos-nya pasti sangat shock karena bertemu dengan hal-hal yang hanya ada dalam dongeng seperti ini. Kakaknya dari kehidupan sebelumnya adalah goblin, pria yang dia sukai adalah malaikat maut dan pekerja paruh waktunya bisa lihat hantu. Pernah ada kalanya di restoran kami lebih banyak hantu daripada pelanggan. Kehidupan masa lalu. Apa sebenarnya itu??
Shin menjawab itu hanyalah sebuah kehidupan yang sudah berlalu.
Eun Tak berkata lagi, Meskipun aku tidak mengingatnya sekarang apa menurutmu aku pernah datang dan pergi di ke kehidupan Shin?
Shin menatap Eun Tak. Eun Tak terus bejalan, Aku sangat berharap bos-ku itu adikmu. Bos-ku itu sangat baik.
Shin tidak setuju dengan hal itu. Eun Tak mengatakan kalau kakak adik memang selalu bertengkar seperti mereka. Ia juga berharap kalau ia punya seorang kakak. Lalu Eun Tak teringat seseorang, Oh! Aku kan memang sudah punya Oppa. Tae Hee Oppa.

Shin menghentikan langkahnya, Kalau kalian berdua seperti ini, kalian mungkin saja bertemu dan makan daging sapi di restoran di Kanada itu.
Eun Tak bingung, ah, restoran langgananku itu?
Shin protes, kau baru makan dua kali disana bagaimana itu bisa menjadi restoran langgananmu? Aku selalu pergi ke sana selama 50 tahun, tahu.
Eun Tak mengatakan ia tidak akan pergi kesana dengan orang lain. Ia mengatakan ia hanya akan pergi kesana dengan Shin.
Shin tidak percaya akan hal itu, karena ia melihatnya langsung (meski ga liat muka CEO-nya wkkwkwkw).
Ia mengatakan kalau Eun Tak memang akan pergi kesana. Eun Tak bingung, Aku? Dari mana kau tahu?
Shin yang kesal kemudian kabur melarikan diri. Eun Tak tertawa dan mengejarnya sambil terus bertanya Shin tahu dari mana.
HAHAHAHAHAHA. lucu banged deh mereka. BTW apakah ini hint? 'aku tidak akan pergi kesana dengan orang lain'. Artinya itu memang adalah Shin. KYAAAA <3

HAri kelulusan.
PAra siswa berfoto bersama teman-teman sekelas mereka untuk kenang-kenangan. Kelas sangat ribut karena para siswa sangat berbahagia.
Satu-satunya yang duduk manis adalah Eun Tak. Ia tidak punya teman untuk diajak berfoto, jadi dia diam saja dikelas.
Tiba-tiba ponselnya bergetar, nomer baru, Eun Tak mengangkatnya dan ketua kelas mendekatinya, mengatakan itu adalah nomornya.
Eun Tak bertanya dari mana ketua kelas mendapatkan nomornya. Ketua kelas berkata kalau saat semester baru, ketua kelas mendapat daftar nomer telpon semua siswa, jadi ia tahu dari sana, ia sudah menjadi ketua kelas selama 3 tahun berturut-turut.
Ia mengucapkan selamat atas kelulusan Eun Tak dan mengatakan kalau mereka harus bertukar kabar mulai dari sekarang. Eun Tak tersenyum dan mengucapkan selamat juga pada ketua kelas.

Ibu guru kemudian masuk dan memberikan ceramah singkatnya sebelum mengucapkan selamat atas kelulusan para siswanya. Kemudian ia mempersilakan para wali murid untuk masuk dan mengucapkan selamat pada anak-abak mereka.
Eun Tak hanya terdiam di mejanya, tidak ada ibu yang akan datang mengucapkan selamat padanya. Ia hanya mencoba untuk tabah dan tersenyum meskipun ia sedih.
Saat itulah wanita berbaju merah memasuki kelas dan tiba-tiba seisi kelas menjadi diam dan fokus padanya. Wanita itu datang membawa buket bunga dan memeluk Eun Tak. Eun Tak terkejut karena ia tidak mengenali siapa wanita itu.
Wanita itu tersenyum dan mengatakan kalau Eun Tak sudah bekerja keras selama ini, ibunya pasti bangga padanya.
Setelah wanita itu melepaskan pelukannya, Eun Tak melihat senyuman wanita itu dan teringat akan wanita yang memberinya bayam waktu itu, Eun Tak bertanya siapa dia dan kenapa dia memeluknya.

Wanita itu menyentuh rambut dan pipi Eun Tak, mengatakan ia melakukannya karena Eun Tak cantik.
wanita itu melakukan dan mengatakan hal yang sama seperti nenek penjual sayur saat Eun Tak 9 tahun, Ketika aku memberkati ibumu dan dirimu aku bahagia.
Eun Tak langsung teringat akan nenek itu dan Eun Tak akan mengatakan sesuatu tapi wanita itu menyuruhnya diam dan ia memberikan bunga pada Eun Tak, mengucapkan selamat atas kelulusannya.
Eun Tak masih terkejut dan wanita itu menyentuh tangannya, seolah itu sentuhan perpisahan dan ia meninggalkan Eun Tak.

Wanita itu berhadapan dengan guru Eun Tak dan mengubah ekspresinya menjadi serius, Nah, apa kau selama ini tidak mampu menjadi guru yang baik? apa kau selama itu tidak mampu menjadi guru yang ramah?
Tiba-tiba ibu guru merasakan kesedihan yang mendalam didalam hatinya. Hanya dengan satu tatapan ia menangis dan air matanya tidak berhenti.
Wanita merah itu lalu meninggalkannya dan guru terus menangis sementara para siswa menatapnya dengan bingung.
Bu guru meminta maaf dan meninggalkan kelas.
Eun Tak menatap bunga pemberian sang nenek dan ia menyentuhnya. Ia tersenyum bahagia dengan mata berkaca-kaca.

Shin datang ke sekolah untuk mengucapkan selamat atas kelulusan Eun Tak dan ia berselisih dengan guru yang menangis tadi. Shin menatapnya dan teringat masa lalu, saat ia di Joseon, ia pernah melihat guru itu.
Sesekali atau dua kali dalam ribuan tahun, pasti ada beberapa orang yang lahir dengan wajah yang sama dengan kehidupannya sebelumnya.
Saat itu Shin sedang minum-minum dan guru itu menjadi pelayan disana, Shin bisa melihat masa depan sang pelayan itu dan yang ia lihat adalah kelas yang penuh dnegan anak-anak yang berfoto menggunakan ponsel, yaitu saat kelulusan itu dan ia bisa melihat Eun Tak disana, tapi kabur karena fokus penglihatannya adalah ke bunga.
Karena Shin terlalu terpaku pada penglihatan masa depannya, teman minumnya bertanya ada apa?
Shin mengatakan tidak apa-apa, hanya saja akhir-akhir ini ia bisa melihat kehidupan masa depan manusia jika ia menatapnya.
Temannya tertarik dan bertanya masa depan yang bagaimana.

Shin menjelaskan yang ia lihat, mereka bicara bahasa Joseon, tapi dalam bahasa Joseon itu tercampur juga bahasa lainnya. Apa dunia telah menjadi salah satu? Sulit sekali dipahami.
Temannya bingung. Shin menjadi lebih serius mengatakan sesuatu yang ia lihat, Bukan itu saja. Mereka juga selalu memegang potongan metal sebesar batu tinta seolah-olah benda itu seperti bayi yang baru lahir yang mereka cintai dan sayangi.
Temannya mengatakan ia tidak mengerti dengan apa yang Shin katakan. Shin kembali menjelaskan, Benda ini gelap, namun bersinar. Sepertinya benda itu digunakan secara luas.
Shin kemudian meminta temannya mengingat bentuk benda itu dan ia mulai melukiskan bentuknya di udara, bagaimana cara memegangnya dan apa yang orang masa depan lakukan dengan benda itu HAHAHAHAHAHAHA.
Tentu saja itu ponsel, dan katanya kalau ingin berinsvestasi, maka berinvestasilah dengan benda itu HAHAHHAHHAHA.
Shin ternyata XD XD

Shin masuk ke kelas Eun Tak.
Ia mencari-cari dimana Eun Tak dan ia melihat Eun Tak duduk jauh di tempat duduknya, dimana ia melihat Eun Tak diantara ibu dan anak yang memegang bunga dan itu adalah penglihatan masa lalunya saat di Joseon dimana fokusnya adalah bunga.
Shin tersenyum saat tahu kalau Eun Tak pernah muncul dalam penglihatan masa depannya melalui mata orang lain, ia berkata, Kau memang pernah datang dan pergi dalam hidupku rupanya. Meskipun kau tidak mengetahuinya.
Shin senang mengetahui hal itu.
WOWOWOOWOW Ini dia, Shin melihat masa depan seseorang tapi saat ia melihat, ia pasti ada disana, jadi apa yang ia lihat itu penglihatan masa depan seseorang dari matanya. Ingat ga di restoran Quebec? Ia melihat masa depan pelayan itu kan? Dan ia juga melihat Eun Tak, bisa jadi ia melihat dari matanya di masa depan juga, jadi itu beneran Shin! OMG! HAHAHAHHA.

Eun Tak masih terpaku pada bunganya dan menyadari Shin ada disana. Senyum Eun Tak langsung mengembang dan ia melambai padanya. Shin tersenyum manis pada Eun Tak.
Awwwwwwwww adegan gini aja hati gw rapuh HAHAHAHAHAHA.



Share:

1 comment:

  1. WOWOWOOWOW Ini dia, Shin melihat masa lalu seseorang tapi saat ia melihat, ia pasti ada disana, jadi apa yang ia lihat itu penglihatan masa depan seseorang dari matanya. Ingat ga di restoran Quebec? Ia melihat masa lalu pelayan itu kan? Dan ia juga melihat Eun Tak, bisa jadi ia melihat dari matanya di masa depan juga, jadi itu beneran Shin! OMG! HAHAHAHHA.


    DAEBAK UNNIE!!!! THANK YOU, NGOMONG2 ITU TYPO YAH UNNIE? KOK MASA LALU?? HEHEHE

    ReplyDelete

Translate

Dapatkan Update Via Email

Powered by Blogger.

Blog Archive

Random Post