Saturday, 7 January 2017

[Sinopsis] Goblin: The Lonely and Great God Episode 11 - Part 2


-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sinopsis Goblin: The Lonely and Great God Episode 11 - Part 2

Shin dan Eun Tak keluar dari gedung sekolah. Ternyata Shin masih kepikiran mengenai penglihatan masa depannya yang dulu. Ia memegang tangan Eun Tak yang memegang bunga dan meletakkannya di hadapan wajah Eun Tak, menggesernya dan meletakkan bunga lagi. Begitu terus dan Eun Tak jadi bingung, Apa yang kau lakukan?
Shin mengatakan ia takjub karena ia bisa melihat Eun Tak dahulu sekali.
Eun Tak bingung, kapan? di kelas?
Shin berkata, Dulu sekali. Memang ada kejadian yang indah tapi aneh seperti itu.
Mendengar itu, Eun Tak senyam senyum dan bertanya kejadian apa?
Shin tidak melepaskan tatapannya dari Eun Tak dan berkata, Pada Joseon periode akhir, 12 tahun masa pemerintahan Raja Chuljong, aku bertemu dengannya.
Eun Tak mulai merasa tidak enak, Siapa?
Shin menjawab, Cinta pertamaku.

Eun Tak tiba-tiba jadi kesal karena Shin terus mengatakan cinta pertama. Aku tidak bertanya dan aku tidak ingin tahu.
Shin protes dengan perilaku Eun Tak yang tidak sopan, dari mana ia belajar menjawab seperti itu.
Eun Tak mengatakan kalau ia sejak lahir memang begini. Ia mengatakan sekali lagi ia tidak ingin tahu dan tidak penasaran dengan cinta pertama Shin.
Shin mengatakan kalau ia penasaran akan sesuatu, ia bertanya dari mana Eun Tak mendapatkan bunga itu. Ia menebak itu dari siberandalan Tae Hee HAHHAAHHAHAHA.
Eun Tak jadi kesal dan berkata, Tae Hee Oppa tidak datang. Kalau dia datang, aku pasti bersamanya sekarang. Aku juga punya seseorang yang peduli padaku dan membelikanku bunga ini.

Eun Tak kemudian meminta Shin berhenti membahas cinta pertama dan Tae Hee. Ia mengajak Shin berfoto, dan ia mengajarkan Shin cara menggunakan kamera. LOL. Shin merasa tersinggung dan ia mengatakan ia tahu cara menggunakannya.
Eun Tak berlari ke dekat sebuah pohon dan mulai berpose dengan bunganya. Ia mengatakan kalau ia dulu tak punya foto kelulusan, jadi ia akan sangat menghargai yang satu ini. Shin protes karena Eun Tak mulai menceritakan kisah menyedihkannya.
Shin menatap Eun Tak melalui kameranya dan ia tersenyum kemudian memotretnya. Eun Tak protes karena Shin harusnya menghitung 1 2 3 sebelum memotret agar ia siap. Tapi Shin mengatakan Eun Tak tetap cantik di foto. Eun Tak terdiam dan mulai bersikap sedikit manja HAHAHHAHAHA.

Eun Tak memberikan bunga pada Shin dan mengambil kameranya, seolah ia akan memotret Shin. Shin sudah berpose saat sadar Eun Tak tidak memotretnya, melainkan memotret sekolahnya. Eun Tak begitu terus selama 3 kali dan membuat Shi berpose 3 kali tapi nggak dipotret-potret HHAHAAHAHAHHAHAHA. Poor Shin.
Eun Tak mengatakan kalau sekolah mereka sangat bagus, tapi ia punya beberapa hal yang tidak ia sukai dari sekolah ini (Ia meotret temannya si tukang bully) dan ada juga hal yang ia sukai (ia memotret ketua kelas).
Ia tersenyum menatap Shin dan mengatakan kalau hal baik sepertinya selalu datang terlambat.
Shin salah mengira, mengatakan kalau ia datang cepat, tapi ia terlambat karena tak tahu kelas Eun Tak. Eun Tak mengatakan bukan itu maksudnya.
Shin kemudian mengatakan Eun Tak jangan sedih karena ia datang sendiri, Deok Hwa sedang bekerja dan Wang Yeo sedang uring-uringan dirumah. Meski begitu mereka mengucapkan selamat pada Eun Tak.

Eun Tak kemudian melihat ke arah gerbang, ia melihat Wang Yeo dan Sunny disana. Eun Tak bertanya lalu siap dua orang itu?
Shin menjawab, Dua orang itu tidak kesini untukmu. Mereka berada di sini untuk menemui seseorang yang mereka kira akan berada di sini.
Eun Tak mengerti dan menarik Shin kabur melalui pintu dengannya. Agar dua orang itu bisa bicara dengan nyaman.
Jadi alasan Wang Yeo dan Sunny datang untuk mengucapkan selamat pada Eun Tak tapi sebenarnya mereka berharap kalau mereka akan bertemu secara 'kebetulan' disana. Hmmmmmm.

Sunny dan Wang Yeo berhadapan. Wang Yeo berkata Sunny datang pasti untuk memberikan ucapan kelulusan pada Eun Tak.
Sunny tidak ragu menjawab kalau itu adalah alasannya datang, tapi ia kesini untuk menemui orang lain.
Wang Yeo kelihatan sedih mendengarnya. Sunny melanjutkan, Untungnya, orang itu sudah berdiri di depanku. Kupikir aku bisa membuat keputusanku saat aku melihat wajahmu. Tapi karena sudah melihat wajahmu aku senang.
Mendengar itu, Wang Yeo lega dan ia sedikit tersenyum.

Keduanya ada di restoran. Sunny menanyakan tentang penyelidikan Wang Yeo dan ia mengatakan ia disini untuk mendengar penjelasan Wang Yeo.
Wang Yeo mengatakan kalau penyelidikannya belum selesai. Sunny mengatakan kalau begitu mereka akan bertemu lagi setelah penyelidikan Wang Yeo selesai dan saat itu Wang Yeo harus mengembalikan cincinnya.
Wang Yeo terdiam. Sunny memberikan buket bunga pada Wang Yeo dan memintanya memberikan itu pada Eun Tak.
Wang Yeo mengambil buket bunga miliknya dan memberikan pasa Sunny, ia mengatakan ia membelikan itu untuk Sunny. Terlepas dari aku ini siapa, aku ingin memberikan bunga pada seseorang setidaknya sekali saja.
Sunny awalnya tidak ingin membahas mengenai masalah ini tapi akhirnya Sunny bertanya, Siapa kau sebenarnya Kim Woo Bin-shi?
Wang YEo dengan wajah sedihnya menjawab, Kau mungkin tidak akan percaya padaku tapi aku sendiri tidak tahu siapa aku sebenarnya.
Sunny masih tidak mengerti mengenai Wang Yeo dan mengatakan kalau Wang Yeo dan Shin pasti sangat suka pada hal yang tidak masuk akal. Hubungan kita ini sepertinya takkan berhasil. Padahal kuharap hasilnya tidak seperti ini tapi nyatanya hubungan kita sudah seperti akhir yang tragis.
Sunny kemudian meninggalkan Wang Yeo.

Sunny ada di rumahnya. Ia terlihat menatap bunga pemberian Wang Yeo dengan sejuta pikiran dalam kepalanya mengenai pria itu.

Eun Tak sedang melihat-lihat foto kelulusannya saat Shin datang dan memberikan buku tabungan pada Eun Tak.
Eun Tak mengatakan ia tidak bisa menggunakannya karena secara hukum ia baru bisa menggunakannya atas persetujuan bibinya.
Shin mengatakan kalau itu sudah disetujui jadi Eun Tak bisa menggunakannya sekarang. Eun Tak terkejut mendengarnya, ia berterimakasih pada Shin.
Shin mengatakan itu dari ibu Eun Tak dan ia hanya membantu Eun Tak saja. Eun Tak tetap berterima kasih pada Shin, Ia mengatakan ia tidak akan bisa menghabiskan uang itu, karena itu dari ibunya dan itu sangat berharga.
Shin mengatakan Eun Tak harus menggunakan uang itu jika ia membutuhkannya, ia yakin itu pasti harapan ibunya, untuk anak yang ia tinggalkan saat berusia 9 tahun.
Eun Tak mengerti. Kemudian ia bertanya mengenai keluarga bibinya, apakah mereka baik-baik saja.

Dan kita melihat bibi dan 2 anaknya sudah keluar dari penjara.
Dan hal pertama yang akan mereka lakukan adalah mencari Eun Tak untuk mengambil uang itu Yawlooooo.
Mereka masih beum menyerah dan akan mencari Eun Tak di seluruh universitas di Seoul.

Shin dikamar saat Wang Yeo mengetuk pintu dan mengajaknya minum bir. Tapi Shin mengatakan kalau ia harus segera tidur.
Melihat ekspresi Wang Yeo, ia menebak kalau ketemuan Wang Yeo dan Sunny tidak berjalan lancar.
Wang Yeo membenarkan dan mengatakan kalau sepertinya yang ada dalam masalah bukan hanya dia, tapi Shin juga.
Wang Yeo menunjukkan kartu kematian, ia mengatakan kartunya sudah datang. Shin mengira itu adalah kartu presdir Yoo.
Wang Yeo memberikan padanya, itu kartu kematian Eun Tak. 2 minggu lagi Eun Tak akan mati karena terjatuh dan ia mengatakan Shin tidak akan bisa melihat kejadian itu sekarang.
Shin bersikap tenang kali ini, ia berterima kasih karena Wang Yeo memberitahunya. Wang Yeo bertanya, hanya itu? Kau tidak marah? Biasanya kau akan memaki dewa?
Shin mengatakan kalau hal ini akan terus terjadi dan ia tidak boleh terkejut tiap kali itu terjadi, ia harus tetap tenang.
Wang Yeo membenarkan.

Shin mengingat perkataan wanita merah waktu itu, bahwa Shin harus segera menarik pedangnya kalau tidak Eun Tak akan mati. Bahkan jika Shin berusaha menyelamatkan Eun Tak setiap kali itu terjadi, ada saatnya Shin tidak bisa menyelamatkannya, dia akan mati dan Shin akan kehilangan kesempatan untuk mati. Shin akan terus hidup 1000 tahun kemudian dan akan terus tersiksa jika ia kehilangan pengantinnya, jadi ia harus menarik pedangnya, itu adalah yang terbaik meski itu menyedihkan.
Shin mendesah dan mengatakan kalau itu bukan yang terbaik, tapi benar kalau ini menyedihkan.
Shin memutuskan melakukan sesuatu.

Shin mengajak Eun Tak bicara. Shin memperlihatkan kartu nama itu dan Eun Tak bertanya itu nama siapa dan berfikir kalau itu nama Shin. Shin mengatakan kalau itu adalah nama Eun Tak. Eun Tak terkejut mengetahui ia akan mati.
Shin meminta Eun Tak mendengarkannya baik-baik, Aku selama ini merahasiakannya darimu. Kita berjanji untuk tidak merahasiakan apapun, tapi yang ini, aku masih merahasiakannya. Tapi sekarang, kurasa aku tak seharusnya merahasiakan ini, jadi aku mau mengatakannya sekarang. Kau akan mati jika kau tidak menarik pedangku. Itulah takdirmu sejak saat kau dilahirkan sebagai pengantin goblin. Jika kau tidak menarik pedangnya, kematian akan terus menghampirimu. Seperti ini.
Shin menatap kertas itu. Eun Tak terkejut mendengarnya. Matanya berkaca-kaca, Jadi jika aku tidak menarik pedangmu kematian akan terus menghampiriku sampai aku mati? Terus-terusan? Apa mungkin selama ini semua kecelakaan itu...

Shin mengangguk. Ia membenarkan. Saat kau diculik, di tempat ski, kecelakaan hebat yang harusnya terjadi pada hari wawancaramu dan juga saat aku hampir membunuhmu...
Eun Tak terkejut. Air matanya hampir menetes, Dewa itu... sangat kejam padamu dan padaku.
Shin terdiam. Ia tidak bisa menjawab apa-apa karena itu ada benarnya. Takdir sangat kejam pada mereka berdua.

Eun Tak menangis dikamarnya setelah mendengar hal itu.
Kemudian ia menemui Shin dan mengatakan kalau lebih baik ia yang mati, ahjushi harus tetap hidup, jadi ia bisa datang dan menemui Shin nanti jika ia menjadi hantu. Tetaplah tinggal disini. Aku kan mencarimu. Aku berjanji.
Shin menghela nafas dan mendekatinya, apa kita lakukan saja seperti itu?

Esoknya, Eun Tak menemui Shin lagi. Eun Tak mengubah pikirannya, Apa kita harus menarik pedangmu saja? Jika aku mati, Ahjussi pasti hidup sendirian. Kau mungkin tidak bisa menemukan pengantin lainnya. Aku akan menarik pedangmu. Bukankah itu pilihan yang terbaik?
Shin menghela nafas, haruskan kita melakukannya?

Lalu Esoknya Eun Tak menemui Shin lagi, Kita berdua harus mati bersama. Itulah pilihan yang terbaik. Mati bersamaan. Jadi tidak ada yang harus menderita sendirian dan terluka.
Shin berdiri di hadapan eun Tak dan memintanya menatap matanya. Eun Tak menatapnya dengan mata berkaca-kaca. Shin mengatakan ia tidak akan membiarkan Eun Tak mati. Kau tidak akan mati. Aku tidak akan membiarkanmu mati. Aku akan mencegahnya.
Eun Tak menangis dan Shin memeluknya.

Shin berkata, Maaf karena sudah membuatmu terjerat dalam nasib ini. Tapi kita harus mampu melewati ini semua. Aku tidak tahu pintu apa yang akan terbuka tapi aku tidak akan melepaskan tanganmu. Aku janji. Jadi percayalah padaku. Aku mungkin orang yang lebih hebat dari yang kaubayangkan.
Eun Tak terus menangis di pelukan Shin. Shin menepuk punggungnya dan mengelus kepalanya.
awwwwwwwwwwwww syedihhhhhhhhhh T_____________T

Keesokan harinya, Eun Tak akan keluar rumah dan Shin menghalanginya. Ia melarang Eun Tak keluar rumah karena bahaya diluar sana.
Eun Tak mengatakan ia hanya ingin pergi bekerja. Shin mengingatkan pada Eun Tak apa yang ia katakan waktu itu dan Eun Tak mengatakan ia tahu.
Eun Tak berkata dengan yakin, Aku dengar dan mengerti segalanya. Tapi aku tidak bisa menghabiskan hidupku terkurung di rumah seperti ini. Menghabiskan sisa hariku sambil ketakutan di rumah ini bukan hidup namanya.
Shin terdiam. Eun Tak melanjutkan,  Kalaupun aku memang mati besok, aku harus menjalani hidup hari ini. Berangkat bekerja dan siap-siap kuliah. Berjalan di trotoar dan pulang seperti biasa. Itu baru namanya hidup. Jadi, Ahjussi harus melindungiku. Aku akan berusaha yang terbaik untuk tetap hidup. Aku percaya padamu. Ibuku susah payah melahirkanku. Dan sekarang, aku bisa kuliah. Dan aku punya banyak alasan agar tetap hidup. Dan di antara itu semua, tuan Goblin, kaulah yang membuatku tetap hidup.
Shin tak bisa membalas Eun Tak dan ia mengerti kalau gadis itu positif terhadap hidupnya. Ia akhirnya membiarkan Eun Tak pergi dengan syarat kalau ada bahaya maka segera panggil dia dan jangan pergi ke tempat-tempat yang tinggi.
Eun Tak mengerti dan meminta Shin jangan terlalu khawatir. Shin menatap kepergian Eun Tak dengan khawatir.
How can people hate her? huh? Eun Tak lovable banged!

Selama Eun Tak pergi, Shin tidak bisa tenang. Ia tidak bisa duduk diam. Ia terus khawatir.
Ia berjalan kesana kemari, duduk disana sini, berdiri lagi, kesana kemari. Ia benar-benar tidak bisa tenang karena mengkhawatirkan Eun Tak.
Sampai tiba-tiba tubuhnya mengeluarkan asap. Shin terkejut, berarti Eun Tak dalam bahaya.

Dan ternyata Eun Tak memanggil Shin untuk hal-hal yang kecil.
Misalnya seperti lampu jalan yang berkedip, ia pikir ia dalam bahaya kalau lampunya kedap kedip gitu.
Atau pria tampan yang kata orang berbahaya, baju-baju bagus yang akan membahayakan tabungannya HHAHAHAHAHA.
Teakhir ia memanggil shin dan mengatakan ia sangat merindukan Shin sampai rasanya ia tidak bisa bernafas dan itu membahayakan hidupnya.
Shin hanya bisa tersenyum manis dan mengatakan kalau ia juga merindukan Eun Tak.
Bunga bermekaran, kelopak bunga berjatuhan. Hati Goblin sedang sangat bahagia, keduanya tersenyum bahagia.
aaaackkkkkkkkkk suka suka suka suka XD

Sunny melewati jalan yang sama dan terkejut melihat bunga bermekaran.
Ia mengatakan belakangan ia melihat banyak hal yang aneh dan sekarang bunga mekar di tengah musim dingin.
Ia bahkan bicara pada pohon itu, apakah pohon itu akan mati makanya berbunga di musim dingin.

Wang Yeo sedang di kamarnya menatap cincin Sunny.
Ia berfikir dan kemudian mengambil jaket dan topinya.
Ia ada di luar restoran Sunny. Sepi. Ia hanya melihat 2 botol soju dan handphone Sunny yang ketinggalan.
Wang Yeo masuk ke dalam restoran dan membuka topinya. Ia ingin meletakkan cincin Sunny disana, sepertinya sebagai perpisahan.
Tapi tiba-tiba ia mendengar pintu terbuka dan Wang Yeo panik, cincin ratu jatuh dan terguling. Wang Yeo ingin mengambil cincin itu tapi nanti akan ketahuan kalau ia disana, jadi ia memutuskan memakai topinya terlebih dahulu dan menghilang dari sana.
Sunny keluar dari dalam dan mengambil ponselnya. Ia tidak melihat Wang Yeo.
Ia kembali ke dalam dan Wang Yeo mengambil cincin ratu didekatnya.
Tiba-tiba Sunny keluar, membawa ranting yang berbunga. Ia berdiri di hadapan Wang Yeo. Wang Yeo menahan nafas.
Sunny memperkirakan tinggi Wang Yeo yang sekitaran 184 cm dengan hal 2 cm dan ia tiba-tiba mengayunkan rantingnya dan WOW, ranting itu mengenai topi Wang Yeo, topinya terlempar dan Wang Yeo muncul di hadapan Sunny.
Sunny membelalakkan mataya terkejut melihat Wang Yeo di hadapannya.

Sunny masih shock melihat Wang Yeo di hadapannya.
Wang Yeo hanya terdiam menatap Sunny. Sunny setengah ketakutan mengatakan jadi ini adalah identitas Wang Yeo yang sebenarnya. Tapi meski ia tahu tapi ia masih tidak mengerti. Kau... Kau itu sebenarnya apa?
Wang Yeo tidak mengatakan apapun ia hanya diam melihat Sunny yang merasa dirinya mulai gila dengan semua hal yang tidak masuk akal ini. TApi setelah dipikir-pikir lagi semuanya menjadi masuk akal, kenapa Wang Yeo tahu namanya, kenapa ia tak tahu namanya sendiri, dan semua jawaban-jawaban aneh Wang Yeo. Ia yakin Wang Yeo melakukan sesuatu padanya beberapa waktu yang lalu dan ia minta Wang Yeo jangan melakukannya lagi.
Wang Yeo mengatakan ia tidak akan melakukannya lagi, ia kali ini ingin Sunny tahu yang sebenarnya.

Sunny yang masih bingung + ketakutan bertanya siapa Wang Yeo sebenarnya.
Wang Yeo menjawab kalau ia adalah malaikat maut.
Sunny Shock. Ia menatap wang Yeo. Wang Yeo melanjutkan, Aku tahu ini tak masuk akal. Tapi aku bermimpi akhir yang bahagia. Namun, seperti dugaanku, itu sebuah tragedi. Apa sekarang kita harus berpisah?
Sunny menangis meneteskan air matanya. Wang Yeo menatapnya dalam diam. Hatinya juga sakit setelah mengatakan semuanya.

Eun Tak baru pulang dari kampus dan mengirim sms pada Shin mengatakan ia baru selesai masa orientasinya dan baru mendaftar kelas, sekarang ia akan keliling kampus. 2 hantu dibelakangnya memintanya untuk menulis Aku merindukanmu pake emot hati dan aku mencintaimu pake emot hati.
Lalu dua hantu itu mulai berbicara dibelakang Eun Tak. Hantu 1, hantu pertama yang ditemu Eun Tak di ep 1 saat ia pulang sekolah dan sebelum ketemu goblin, hantu 2, hantu yang masih muda dan sibuk ingin balas dendam.
Hantu 2 mengingat bagaimana hubungannya dulu romantis bersama kekasihnya, Aku juga pernah menikmati indahnya menjalin hubungan. Hariku sudah seperti hari hangat musim semi. Tapi sekarang, aku terjebak berkeliaran di dunia ini dengan dendam mendalam. Dan setiap hari, hari yang gelap, dan dingin bagiku. Alangkah baiknya kalau kau menemui bajingan itu yang mencampakkanku. Alangkah baiknya kalau kau menanyakannya apa yang ingin kutanyakan padanya.
Hantu 1 kepo, kau ingin menanyakan apa? apa? Apa kau bahkan mencintaiku? Sesuatu seperti itu? Romantis sekali~~~
Eun Tak kemudian berbalik dan mengatakan kalau mereka akan mengakhirinya malam ini. Ia setuju membantu hantu 2 untuk balas dendam pada kekasihnya.

Mereka bertiga bersemangat.
Mereka pergi ke perusahaan tempat pacar hantu 2 bekerja. Eun Tak mengecek pematiknya terlebih dahulu, berfungsi atau tidak, suapa kalau ada bahaya dia siap-siap memanggil Shin.

Eun Tak menemui pria itu yang masih bekerja sampai larut malam. Pria itu terkejut melihat seorang gadis disana. Eun Tak mengatakan kalau dia ingin menyampaikan sesuatu atas nama Lee Jung Hwa, mantan istri si pria. (Eh ternyata istrinya HAHHAHA).
Si pria bingung dan mengajak Eun Tak bicara di luar. Sepertinya Eun Tak tidak sadar dia dibawa ke tempat yang tinggi, omg >.<
Si pria meminta Eun Tak mengatakan apa yang dikatakan istrinya dan Eun Tak mulai meniru gaya Jung Hwa dan mengatakan, Bagaimana kabarmu? Kau sepertinya bahagia bersama Hee Jin.
Si pria terkejut bagaimana Eun Tak tahu Hye Jin. Eun Tak mengatakan itu yang dikatakan istrinya.
Eun Tak melanjutkan, Kau mengajaknya pulang ke rumah kita. Pada saat hari jadi ke-200 hari kalian. Kau membelikannya tas cantik. Dengan memakai uang asuransi jiwaku.
Eun Tak terkejut juga mendengarnya dan mengatakan kalau ia benar-benar marah sekarang. Si pria jadi bingung dan takut karena Eun Tak tahu.

Eun Tak melanjutkan mengatakan apa yang dikatakan Jung Hwa disampingnya, Jadi karena itulah saat hari itu, Jadi karena itulah saat hari itu, di atap kau mendorongku?
Eun Tak terkejut mendengarnya. Tiba-tiba kita melihat kartu kematian Eun Tak berubah. Aku tidak tahu tulisannya berubah jadi apa, yang jelas karakter cinanya berubah, sepertinya waktu kematian deh atau cara mati-nya??
Eun Tak mengingatkan Jung Hwa, Barusan kau memintaku menanyai apa? Jangan seperti ini.
Jung Hwa lanjut bicara dengan mengatakan ia mereka semuanya apa yang direncanakan suaminya dan Hye Jin dan menyembunyikan rekaman itu.
Eun Tak bicara pada Jung Hwa, kalau memang rekaman itu ada harusnya mereka ke kantor polisi bukannya menanyai seperti ini. Hantu 1 juga setuju dengan Eun Tak.
Suami HyeJin mulai kesal melihat Eun Tak bicara sendiri dan bertanya padanya ia tahu darimana tentang semua itu.

Hantu 1 merasa takut dengan tatapan suami Jung Hwa.
Eun Tak masih tidak mengerti posisinya sebagai satu-satunya manusia disana, ia malah mengatakan pada Jung Hwa kalau mereka sembrono begini mereka semuanya akan mati.
Jung Hwa mengingatkan kalau ia sudah mati. Eun Tak protes, Omo, Unni! Kau egois sekali. Terus aku? Aku?
Si pria itu makin kesal menanyakan siapa Eun Tak dan kenapa dari tadi dia biicara sendiri seperti orang gila.
Eun Tak menjawab tanpa takut, Istrimu. Istri yang kau bunuh.
Si pria mulai menunjukkan wajah yang lebih seram, ia berjalan mendekati Eun Tak, Jadi kau mau mati juga rupanya. Anak muda memang ceroboh sekali. Menaiki tepi bangunan seperti itu...

Eun Tak terkejut, ia berjalan mundur dan mulai ketakutan. Ia teringat alasan kematianya karena jatuh dari gedung tinggi.
Eun Tak berkata dengan nada gemetar, Aku sebenarnya tidak ingin minta bantuan pacarku. Aku khawatir bagaimana nantinya pacarku akan menghukummu.
Si pria tak peduli. Ia terus mendekati Eun Tak. Eun Tak mengeluarkan pematiknya dan untungnya menyala lho yawlooo aku kirain ga menyala HAHHAHHAA.
Ia meniup apinya dan tiba-tiba cahaya biru menerjang di pria itu dan jatuh.
Eun Tak terkejut. Dari kejauhan ia melihat Shin dengan pedangnya. Shin terlihat marah. Eun Tak meminta maaf.

 
Shin menyeret pria itu ke kantor polisi dan menyuruhnya menyerahkan diri menerima hukumannya atau dia yang akan menghukum pria itu. Si pria ketakutan dan masuk ke kantor polisi.
Shin menatap Eun Tak dengan marah dan Eun Tak minta maaf lagi. Shin menatap hantu yang membahayakan Eun Tak dan ia mengatakan kalau ia hanya ingin menyampaikan itu pada suaminya, kalau ini tidak adil dan ia terluka. Tolong aku dan selamatkan aku, itu belum sempat ia katakan.
Shin akan melakukan sesuatu dan Eun Tak menghalanginya. Shin kesal dan mengingatkan Eun Tak hampir mati karena mereka.
Eun Tak tahu, ia kemdian menatap unni itu dan menyuruhnya pergi ke tempat yang tenang sekarang. Jung Hwa menangis dan berterima kasih pada Eun Tak karena sudah mau membantunya.
Sebelum menghilang ia ingin Eun Tak tetap sehat dan baik-baik saja.
Setelah kepergian Jung Hwa dan hantu 1, Eun Tak kembali menatap Shin yang marah dan ia minta maaf lagi.
*Kenapa namanya Jung Hwa ya, suer, ketulis Jung Hwan terus HAHHAHAAHHAHA.

Shin dan Eun Tak pulang ke rumah. Shin terlihat masih marah dan Eun Tak mengerti kalau Shin masih marah padanya.
Shin menatapnya dan memeluknya. Ia mengatakan ia tidak marah, hanya saja ia sangat khawatir. Tapi Eun Tak masih merasa kalau ia seperti dimarahi. Hatinya terasa seperti terpukul.
Shin mengatakan bukan hati Eun Tak saja, hatinya juga terasa terpukul. Kau tidak tahu saja apa yang kulalui dalam waktu singkat sejam itu.
Eun Tak mengerti. Ia mengatakan kalau mereka ini sangat menyedihkan.
Shin menjawab, tidak.
Eun Tak berkata lagi, Kalau begitu, apa kita ini sial?
Shin menjawab, Tidak.
Eun Tak bertanya lagi, Kalau begitu, Apa Ahjussi sudah selesai memarahiku?
Shin mengatakan, Tidak.
Eun Tak tersenyum dan berkata, Kalau aku sudah jadi mahasiwa aku akan ikut kencan buta dan pakai rok pendek saja.
shin meninggikan suara, Tidak boleh!
Eun Tak gemes dan memeluk Shin lebih erat.
awwwwwwwwwwwwwww

Wang Yeo bersama dengan temannya dan temannya melihat wajah Wang Yeo yang tidak bersemangat, mengajaknya bercanda, mengatakan belakangan Wang Yeo kelihatan sangat lelah, apakah ia sering olahraga?
Wang Yeo membalas, apa menurutmu itu lucu?
Temannya mengatakan kalau ia hanya ingin melucu karena Wang Yeo kelihatan sangat sedih.
Wang Yeo kemudian menanyakan alasan kenapa temannya menemuinya. Temannya ingin membahas mengenai jiwa yang hilang. Atasan menyuruh Wang Yeo untuk menulis laporan pernyataan tentang jiwa yang hilang. Wang Yeo mendapat tugas menemukan 2 jiwa yang hilang dan atasan hanya menerima 1 (Eun Tak punya).
wang Yeo mengerti dan ia mengingat lagi kalau 20 tahun lalu ia ditugaskan mencari jiwa yang hilang ini, Aku mengincar dan mencari tahu arwah itu dan aku tidak bisa menemukan informasi tentang arwah itu. Sepertinya arwah itu sudah lama berkeliaran. Arwah itu tak kenal takut. Aku tidak pernah melihat arwah yang tidak takut dengan malaikat maut. Aneh, bukan?

Eun Tak sedang bekerja di restoran saat hantu 1 memperkenalkan wajah baru pada Eun Tak, arwah yang sudah lama berkeliaran.
Eun Tak tidak memperhatikan. Hantu 1 menjelaskan kalau arwah ini sangat hebat, dia bahkan mampu melarikan diri dari malaikat maut.
Eun Tak kemudian tertarik, karena ia melakukan hal yang sama saat ia berusia 9 tahun.
Tapi kemudian Eun Tak terkejut saat melihat arwah baru itu masuk ke restorannya.

Begitu arwah itu melangkah, aura terasa berbeda. Eun Tak bisa merasakannya, kalau arwah kali ini benar-benar kuat dan auranya sangat gelap.
Arwah itu masuk, mengenakan pakaian putih yang sudah pudar, bukan pakaian modern melainkan pakaian dari zaman dahulu.
Arwah itu berjalan di hadapan Eun Tak dan Eun Tak menahan nafasnya.
Arwah itu bermulut hitam dan jari-jarinya hitam menyeramkan.
Ia tersenyum di hadapan Eun Tak, Senang bertemu denganmu. Jadi kau rupanya si Pengantin Goblin.
Eun Tak takut. Ia tak bisa bergerak. Ia merasakan bahaya disekitarnya.

The End

Komentar:

ACCCCCCCCCCCCCCCCCCCKKK!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Akhirnya antagonis sebenarnya muncul, omg!
Tentu saja, Yeo menjadi malaikat maut untuk menjalani hukumannya, masa yang jahat kaya kasim Park bereinkarnasi jadi manusia, nggak mungkin banged dan penulis menunjukkan pada kita di akhir episode 11 ini, kemana sebenarnya si kasim jahat itu. Dan siapa sangka dia sama dengan goblin, tetap hidup sejak zaman goreyo dan menjadi arwah. JAdi dia ini sejenis apa? Iblis kah?
Sepertinya dia iblis deh, dia jahat dan tidak takut pada malaikat maut, kemampuannya cukup hebat karena dia bisa kabur dari malaikat maut ya ga?
Dan kenapa dia mencari pengantin goblin? Balas dendam pda Kim Shin?
Aduhh, Eun Tak dalam bahaya besar ini >////<

Jadi semua zaman Goryeo beneran dipertemukan ya disini.
Wang Yeo ditugaskan menangkan 2 jiwa yang hilang. 20 tahun lalu, si kasim dan Eun Tak yang menghilang 20 tahun yang lalu. Aku awalnya pikir 1 lagi ibunya Eun Tak hHAHAHAHA, ternyata si kasim toh LOL.
Itu beneran ngeri kemunculan si kasim, lidahnya ungu/item hiiiiiiiyyyyyy, serem. Make up drama ini kerena banged.
Tangannya itu lhooo, yawlooo udah busuk gitu. Serem.
Penasaran apakah yang mencelakakan Eun Tak selama ini dia atau dia benar-benar datang untuk membunuh Eun Tak?

Ngomongin soal arwah, itu hantu 1 adalah hantu yang pertama kita lihat di episode 1 sebelum Eun Tak berselisih dijalan saat hujan dengan Shin. Kenapa hantu itu masih ada sampai sekarang ya?
Kita juga tidak mendengarkan apa permintaannya. Aku penasaran jangan-jangan ada sesuatu dengan hantu ini. Apa mungkin dia ibu Eun Tak ya?
Tiba-tiba aja aku berfikir kalau dia ada hubungannya dengan Eun Tak, mungkin ibunya jadi hantu dan lupa ingatan? Mungkin ga sih? HAHAHHAHAHA.
Karena aku merasa aneh, satu per satu hantu disekitar Eun Tak menghilang tapi kenapa hanya dia yang tersisa diantara hantu-hantu yang lama?
Dia usil sih sebenarnya dan aku suka dia hahahahahahhah.

Kasian banged liat Sunny, wajar sih kalau dia marah pada semuanya karena dia selama ini hidup dengan normal dan tidak percaya sesuatu yang mistis, tiba-tiba dia bertemu dengan gadis yang bisa melihat hantu, goblin dan malaikat maut. Dia pasti shock besar.
Dia tidak percaya tapi itu kenyataan didepan matanya dan menurut aku keren juga dia sedikit penasaran pada adik Kim Shin itu, sampai datang ke rumahnya dan menanyakan buktinya. Dan dadanya sakit seperti Wang Yeo waktu itu, aku penasaran kapan ingatannya akan kembali dan apakah ia bisa akrab dengan Shin seperti dulu?
Atau sampai akhir ingatannya tidak akan kembali lagi?
Ada spoiler mengenai Wang Yeo yang akan menghapus ingatan Sunny dan di preview ep 12 kita juga melihat sekilas, apakah semuanya benar-benar akan berakhir antara Wang Yeo dan Sunny? T_____T
Well, meski ingatannya dihapus aku yakin akan kembali pada waktunya sih. Aku pengen liat Sunny dan Kim Shin adu mulut dan bertengkar lagi hehehehhe.

Eun Tak lucu bangeeed. Dia kadang-kadang bersifat kekanakan tapi dia bisa bersikap dewasa pada waktunya. Dia nggak selalu manja dan nggak memaksakan diri juga.
Aku kalau melihat komentar-komentar yang menonton jadi sedih, karena banyak yang nggak suka sama Eun Tak, katanya annoying banged, padahal aku sukaaaaaa banged sama dia T___T
Dia terlihat sedih saat kelulusan tapi dia berusaha kuat, dia juga menjalani hal yang sama saam SD dan SMP, meski ia tak punya orang tua, ia melakukannya dengan baik sampai sekarang.
Bahkan saat ia tahu kalau ia akan mati kalau tidak mencabut pedang Shin dan Shin memintanya tinggal dirumah, jawabannya sangat mengharukan, suer.
Ia mengatakan kalau ia memang mati besok, ia tetap harus menjalani hidup hari ini. Berangkat bekerja dan siap-siap kuliah. Berjalan di trotoar dan pulang seperti biasa. Itu baru namanya hidup. Ia akan berusaha yang terbaik untuk tetap hidup. Aku percaya padamu.  Ibunya susah payah melahirkannya. Ia punya punya banyak alasan agar tetap hidup.
Terharu banged sama kata-kata ini.

Tapi kadang ia tidak pikir panjang saat menolong orang lain, seperti saat menolong Jung Hwa. Ia tidak menyadari ia dibawa ke tempat tinggi begitu dan itu sangat berbahaya.
Aku pikir pematiknya nggak bisa lho, biasanya di drama/drama begini pasti pematiknya ga bisa HAHAHHAHA. Ternyata bisa, untung aja.
Aku sedikit membenci Jung HWa juga sih karena hal ini HAHAHAHAHA. Dia minta tolong tapi nggak memikirkan Eun Tak.
Untung aja Shin datang dengan cepat. Dan kartu yang berubah itu apa ya? apakah waktu kematian? Susah nggak bisa baca tulisan china wkkwkwkwkw.

Raja dan ratu kisah mereka kalau dibikin drama sendiri kayaknya seru juga tuh.
Kasian banged ya, ratu jarang dikunjungi karena masalah internal di kerajaan. Dia jadi ratu hanya karena permintaan raja sebelumnya. Wang Yeo tidak bisa lama-lama mengunjunginya, selain karena si kasim, ia juga masih merasakan iri pada kemuliaan Kim Shin.
Ia memang kelihatan takut banged tahta-nya diambil. Bahkan membuat gadis yang ia cintai menjadi seperti itu.
Aku masih penasaran mengenai cincin itu, masih belum diperlihatkan itu cincin apa dan milik siapa sebenarnya.
Mungkin semuanya akan jelas kalau ingatannya kembali.
Itu raja yang menumpahkan obat karena takut ratu di racuni kan? Soalnya racun kasim sering ada di obat yang diberikan pada keluarga kerajaan T___T
Masih ngarep si raja ada baiknya HAHHAHAHAHA

Mengenai Deok Hwa, aku masih curiga banged sama dia.
Kok dia bisa tahu sih kalau Sunny dan Wang Yeo berpegangan tangan?
Oke lah dia tahu kemampuan Wang Yeo, tapi kenapa dia bisa tahu mereka pegangan tangan dan kenapa dia tahu apa yang dilihat Wang Yeo dari masa lalu Sunny?
Kalau jawabannya karena mereka sudah membicarakannya rasanya biasa banged gitu dan jadi ga penting dia tahu atau tidak. Masih menunggu plot twist, dia sebenarnya manusia atau enggak.
Preview ep 12 sih dia ketemu lagi sama wanita berbaju merah.

Wanita berbaju merah sepertinya sudah menyelesaikan tugasnya menjaga Eun Tak. Sentuhan tangan yang terakhir itu seolah sentuhan perpisahan.
Untung Eun Tak ingat siapa dia, dia ingat wanita itu adalah nenek penjual sayur. Padahal aku berharap mereka ada percakapan gitu, biar seru. Sayangnya hanya seperti itu. Berharap mereka bertemu lagi suatu hari nanti.
Pengen ada percakapan ibu dan anak gitu huhuhuhuhu.

Gong Yoo di zaman Joseon keren ya, request dia di drama saeguk donk HAHHAHAHAHAHAHA.
Aku jadi kepikiran dengan penglihatan Shin di zaman Joseon itu. Gimana ya bilangnya.
Jadi saat di Joseon, Shin melihat masa depan si guru dan dia melihat kelulusan SMA Eun Tak. Dan saat Shin sampai dikelas, ia menyadari kalau ia pada saat di Joseon itu, dia melihat Eun Tak dalam masa depan sang guru, hanya saja saat itu wajah Eun Tak kabur dan ia fokus ke bunga dan penglihatan masa depan itu adalah dari mata Kim Shin sendiri.
Ini mungkin hint dari penulis pada kita, mengenai penglihatan masa depan pelayan di restoran Quebec itu. Sama seperti itu, Shin melihat masa depan si pelayan 10 tahun kemudian dan disana ada Eun Tak yang memanggil seseorang dengan panggilan CEO.
Jika dihubungkan dengan penglihatan Joseon, maka masa depan yang Shin lihat adalah dari matanya sendiri, yang artinya dia ada di Quebec saat itu, di restoran itu dan melihat Eun Tak dan itu membuat kemungkinan menjadi besar kalau dia adalah CEO itu.
Dan lagi, Eun Tak bilang dia tidak akan ke restoran itu bersama orang lain kan?
awwwwwwww KYAAAAAAAaa, ga sabar pengen liat Eun Tak 29 tahun, yang pastinya akan ada di episode 16 huhuhuhu alias episode terakhir ya T____T

Pengen dramanya cepet tamat tapi ga mau pisah sama semuanya huhuhuhu.
Share:

8 comments:

  1. Huruf mandarin di kartu kematian itu sama saja dengan kartu kematian lainnya,hanya saja saat Wang Yeo memberi kartunya pada Shin,kartu itu masih kosong tnpa tulisan,dan menjelang kematian Eun Tak,barulah tulisan itu ada,menunjukkan nama Eun Tak dan umurnya 20 tahun serta penyebab kematian dia.

    Aku pikir kasim Park itu adalah jelmaan Iblis kali yakk ternyata dia seperti arwah hilang sama seperti Eun Tak,mungkin dendam dan kebencian yang membuat dia seperti punya kekuatan.

    Soal Deok Hwa,karakter Deok Hwa sepertinya jadi lebih serius,apa jangan2 teori soal dia itu Dewa di atas segala Dewa itu benar adanya???
    Makasih mbak buat sinopnya,makin memperjelas sih apa yg gk aku ngerti pas nnton hehehe :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan. Kartu kematian itu yang bisa lihat tulisannya hanya malaikat maut. Makanya pas ditangan Shin, tulisannya tidak bisa dilihat karena yang bisa liat cuma Wang Yeo.

      Maksud aku adalah saat Eun Tak di atap, dikartu sudah ada tulisan, kemudian kita diperlihatkan kartunya lagi dan hurufnya berubah. Coba deh perhatiin. Aku ga tau tulisannya krn china, yang jelas huruf dibawah berubah saat itu.

      Delete
  2. Daebak terimakasih sinopsis ny unnie!! Aku juga sebenernya masih penasaran soal deokw hwa yang ada di perview siih.. Hehehe

    ReplyDelete
  3. Itu hantu si kasim ngeri bgt sumpah.tokoh antagonos yg sesungguh y muncul dan cerita y oasti makin seru .di runggu sinopsis y ya eonni.makasih

    ReplyDelete
  4. Pengen koment setelah selama ini jd silent reader 😉 q slalu baca sinopnya karena suka lihat komen2 nya menurut q kenapa hantu 1 ga minta bantuan ET karn dia hantu kesepian (hantu yg mengajak seseorang yg depresi untk mati) makanya dia sering minta ET ikut dia dengan menjulurkan tangannya gtu😜

    ReplyDelete
  5. Baca sinopnya pas tengah malam terus kaget lihat arwahnya si kasim. Malah jadi tips nntn ep 11 & 12 jgn pas malam hari biar gak horor

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha
      Setuju banget aku saja sampai ketakutan gitu pas hantu kasim itu muncul....

      Delete
  6. Aku juga pernah baca di sinopsis lain, disitu banyak banget yang gak suka dgn karakter eun tak....kok bs ya mereka bilang begitu???? malah menurut aku eun tak punya peranan penting di drama ini...pokoknya drama ini favorit aku bangetttt, aku suka semuanya mulai dgn karakterx, ceritanya dan juga ost nya..pokoknya keren abissssss...thanks mbak untuk sinopsisnya....

    ReplyDelete

Translate

Dapatkan Update Via Email

Powered by Blogger.

Actress & Actor Tags

Airi Matsui Anna Ishii aoi miyazaki aom sushar Bae Min Jung baro Chen Duling choi si won Dori Sakurada Eikura Nana Eita Eun Ji Won Fukushi Sota Fuma Kikuchi Go Kyung Pyo Gong Yoo Haruma Miura Hashimoto Ai Hikari Mitsushima Hiroki Narimiya Hirose Suzu Hong Jong Hyun Honoka Miki horii arata Hoya hwang jung eum Hyeri Ikuta Toma Inoue Mao Ishihara Satomi James Reid Jang Se Hyun Jeon Ji Hyun jo seung woo Joo Won Jun Shison Jung Eun Ji jung gyu won Jung Ryu Won Kamiki Ryunosuke Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kento Hayashi Kim Go Eun Kim Jong Kook Kim Seul Gi Kim So Hyun Kim Soo Hyun kim tae woo Kim Woo Bin kim yoo bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kim Yura lee bo young Lee Chung Ah Lee Dong Wook lee gi kwang Lee Jong Suk Lee Soo Hyuk Mackenyu Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Suda Mei Nagano Mikako Tabe mike d angelo Min Do Hee Minami Hamabe Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Miyu Yoshimoto Nadine Lustre nagasawa masami Nijiro Murakami noemie nakai Osamu Mukai Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Shin Hye Reina Visa rena nounen risako ito Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryoo Hye Young Ryoo Joon Yeol Sakaguchi Kentaro Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seo In Guk Shim Eun Kyung Shin So Yul Shuhei Nomura Suzuki Ryohei Suzy Takeru Sato Tao Sattaphong Tomoshita Yamashita Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Ueno Juri yamada yuki Yamazaki Kento Yoo In Na Yook Sung Jae Yoshine Kyoko Yu Aoi Yudai Chiba Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuko Oshima Yuriko Yoshitaka Zhou Dongyu

Blog Archive

Recent Comment

Random Post